P. 1
Koran Akademika edisi 1

Koran Akademika edisi 1

|Views: 208|Likes:
Published by naradharma
Koran Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana
Koran Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana

More info:

Published by: naradharma on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.

id

Voice of Voiceless
Edisi Oktober 2010

Sekarang atau Nanti ya?
Pertengahan agustus lalu, mahasiswa baru telah mengikuti serangkaian acara orientasi pengenalan kampus mulai dari yang paling awal yaitu PKKMB universitas yang kemudian disambung dengan student day tingkat universitas selama dua hari dan selanjutnya mahasiswa baru akan diserahkan ke fakultas masing-masing untuk mengikuti kegiatan dari pihak fakultas. Kegiatan orientasi ditingkat fakultas sebenarnya hanya suplemen yang diberikan kepada mahasiswa baru agar lebih mengenal organisasi kemahasiswaan yang ada di fakultas masing-masing. Kegiatan itu dapat berupa bakti sosial, kemah ilmiah, kerja sosial, dan bakthi ilmiah. Kegiatan itu biasanya dilaksanakan pada wal semester satu setelah PKKMB dan student day selesai. -Perubahan SK Rektor. Hal 8.

PMW (Pekan Mahasiswa Wirausaha) 2010:

Terburu – buru dan Minim Sosialisasi
“PMW tahun ini cepat ya?” ujar salah seorang kawan. Entah memang ketinggalan informasi atau pelaksanaannya yang terkesan dipaksakan? Hanya berselang 10 hari dari masa sosialisasi di tiap fakultas, pertemuan perdana Program Mandiri Wirausaha (PMW) langsung digelar. PMW merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh pihak Rektorat untuk menyaring mahasiswa dengan ide bisnis yang menarik dan memiliki keseriusan untuk mewujudkan rencana bisnisnya. Sayangnya, masa sosialisasi dari kegiatan ini cukup singkat. “Proses sosialisasi dari program ini memang cukup singkat, walaupun pemberitahuannya agak terlambat dari Dikti, tetapi kita mengejar waktu agar selesai program ini juga tepat waktu,” ujar Sang Ayu Ketut Sutisna Dewi, SE., MM., Ak, Ketua Pelaksana PMW 2010. Menurut Sutisna pemberitahuan dari Dikti mengenai turunnya dana PMW adalah sekitar awal Bulan Agustus, dan berprosesnya dana ini hingga menjadi DIPA pun baru menginjak pertengahan Agustus. Sehingga sosialisasi baru bisa berjalan di akhir bulan, diakuinya itu pun sudah termasuk mencuri start. -Info Mendadak, waktu Mendesak. Hal 3.

Resensi

Sentuhan Keju
Diary of Wimpy Kid bercerita tentang kehidupan seorang anak SMP yang bernama Greg Heffley (Gordon). Bisa dibilang Greg adalah anak yang agak sok, egois, bodoh dan hanya senang main video game. Hal 10.
Baliho. pemasangan baliho yang hanaya terdapat di dua tempat di Universitas Udayana. Menunjukan minimnya sosialisasi PMW 2010.

Dies Natalis

Aktualisasi Nilai-nilai Intelektualitas, Kebudayaan dan Sportifitas Demi Terwujudnya Udayana Untuk Semua. Hal 6.
1

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Editorial

Edisi Oktober 2010

PMW, Hanya Sekadar Program?
Program Mahasiswa Wirausaha yang biasa kita kenal dengan PMW merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk memberi bantuan modal bagi mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan semangat untuk berbisnis. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Dikti dan universitas yang dituju, salah satunya Universitas Udayana. Dan setiap mahasiswa yang ingin mendapat bantuan dana untuk mengembangkan usaha yang akan dikembangkannya, haruslah mengirim proposal mengenai rencana lengkap mengenai usaha tersebut. Hanya proposal yang lolos seleksi yang mendapat bantuan dana. Jika dilihat kembali konsep yang diberikan program ini sangat tepat diterapkan. Mengingat kembali banyaknya mahasiswa yang menjadi pengangguran setelah mereka lulus. Ini disebabkan karena lulusan perguruan tinggi hanya mendapat bekal ilmu pengetahuan dan tidak dierlsiapkan untuk dapat bersaing dalam dunia usaha. Kebanyakan dari mereka hanyalah mencari lapangan pekerjaan yang notabene hanya jumlahnya terbatas. Di sinilah konsep yang diusung program ini adalah untuk melatih mahasiswa untuk tidak hanya mencari lapangan pekerjaan, namun juga menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. Program ini memang sangat bagus untuk melatih jiwa enterprenership mahasiswa. Namun sayangnya untuk tahun 2010 ini sosialisasi yang diadakan pihak yang bertanggung jawab kurang maksimal. Dikatakan bahwa sosialisasi yang diadakan hanyalah berselang 10 hari sampai digelarnya pertemuan perdana PMW. Dengan begitu banyaknya syarat serta dituntut juga untuk dapat menyusun proposal selama kurun waktu tersebut. Beberapa mahasiswa mengaku sedikit keteteran dan bingung dalam hal penyusunan proposal sesuai struktur yang benar. Hal ini terlihat terburu-buru dan kurang persiapan. Entah dari pihak penyelenggara atau pihak lain. Yang jelas mahasiswa sebagai objek sasaran PMW tersebut masih banyak yang kurang paham. Meskipun pada akhirnya program ini dapat berjalan dan telah terseleksi beberapa mahasiswa dengan program bisnis yang diajukan. Namun siapa juga yang tahu mengenai hal tersebut. Yang terlihat sekarang adalah program tersebut dapat berjalan dan terpilih beberapa proposal bisnis dari mahasiswa. Karena memang, meskipun konsep yang ditawarkan sangat baik, namun dengan penggelontoran dana yang tidak sedikit tersebut setiap tahun, apakah betul-betul bermanfaat. Apakah hanya agar program tersebut dapat dijalankan? Ya, kita saksikan saja. - red.

Kata Mereka Tentang PMW
Sebenarnya pengen ikut waktu kakak kelas nawarin jadi satu anggota. Tapi ada syarat harus 80 sks dulu. Memang alasannya kenapa? Selain itu sosialisasinya kurang sampe ke kampus-kampus. Waktunya aja waktu itu kurang dari seminggu.

Kolom Redaksi

Diterbitkan oleh: Pers Mahasiswa “Akademika” Universitas Udayana. Izin terbit SK Rektor Unud 366/H14/KM.02.03 2010. Alamat Sekretariat: Kampus Unud, Jalan P.B Sudirman, Denpasar-Bali. Email: pers_akademika@yahoo.com Pelindung: Rektor Universitas Udayana Penasihat: Pembantu Rektor III Universitas Udayana Pembina: Prof. Dr. Ir. IGP Wirawan, Msc. Ketua Unit/Pemimpin Umum: I Wayan Suarsana. Sekretaris Umum: Happy Ari Satyani. Bendahara: Ria Medisina. Koordinator PSDM: Giri Sujana. Pemimpin Redaksi: Indra Darmawan. Redaktur Pelaksana: Adhiya G. Putri, Henny Ratnasari, Alefan Nur Hidayat, Aditya Dharma. Fotografer: Agung Parameswara. Tim Redaksi: Veroze Waworutu, Ria Medisina, Angga Prayoga, Eka Mulyawan, Happy Ari Satyani, Suarsana, Adhiya Garini Putri, Devi Yanti, Ayu Kartika, Eka Ariwijayanthi, Windu Manik, Awing W., Farah Meita, Widhi Dirgantara, Hendrika, Giri Sujana. Layouter: Rendra Saputra. 2

PMW tidak tetap sasaran sesuai dengan yang diharapkan, karena apa yang dibuat di proposal aplikasinya tidak sesuai di lapangan akibat ari kurangnya pengawasan dari pihak yang terkait.willy hukum 08

PMW merupakan salah satu jalan bagi mahasiswa yang ingin membangun usahanya dalam usia yang muda. namun dalam prosesnya jangan dikotori dengan laporan fiktif, penjiplakan, dll. Supaya tak tumbuh lagi korupto di negeri tercinta ini.

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Laput

Info Mendadak, Waktu Mendesak
“Bulan Agustus rata–rata mahasiswa masih libur. Dan kami sudah mencoba untuk menempel pengumuman di tiap–tiap fakultas, tetapi ternyata sama sekali tidak ada yang tertempel jadi langsung kita info setiap bertemu mahasiswa,” ungkap Sutisna. Proses sosialisasi yang relatif sedikit dan singkat ternyata sangat berpengaruh terhadap proses pembuatan proposal dari masing–masing peserta. Putu Sartika, salah satu mahasiswa yang lolos seleksi bussiness plan PMW 2010, juga berpendapat waktu sosialisasi dari kegiatan ini memang cukup singkat. Hanya berkisar seminggu dari masa sosialisasi hingga kita waktu pengumpulan proposal. “Jujur saja proposal kelompok kami pun baru selesai beberapa jam sebelum di kumpulkan, bahkan kami sempat pesimis dan menjagokan proposal teman kami, ”urai Sartika. Berbeda dengan I Gusti Ngurah Agung Gd. Adinata, salah satu peserta yang gagal dalam program PMW ini, menuturkan bahwa ia pun sebenarnya ingin serius dalam pembuatan proposal tetapi karena pemberitahuan mengenai PMW ini mendadak. Ia bersama kelompoknya jadi tergesa–gesa membuat proposal rencana bisnis mereka dan hasilnya pun menjadi kurang maksimal. “Kami mendapat info mendadak, dari dosen pun juga tidak ada memberikan informasi apa-apa. Kami langsung mencari informasi melalui web CDC”, cerita Adinata. Adinata dan temannya memilih mengikuti program ini karena ia memang ingin belajar berwirausaha dan akhirnya ingin membuka lapangan kerja sendiri. Tetapi ia menyesalkan untuk kegiatan yang sebesar ini mengapa tidak ada sosialisasi yang cukup dari pihak CDC (Career Development Center) sendiri kepada mahasiswanya. Selain itu panduan untuk pembuatan proposalnya sendiri dari panitia kurang konsisten. Hal tersebut tentu membuat mereka menjadi bingung dalam penyusunan proposal ditambah dengan bimbingan dengan dosen yang sangat jarang. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA ini membuat usulan rencana bisnisnya di bidang jasa, tepatnya tentang Usaha Konsultasi Bimbingan Belajar Widya Tech Solution Berbasis Teknologi. Pembuatan proposal ini dalam waktu yang singkat, ia membutuhkan waktu tiga hari dengan jumlah usulan dana berkisar 39 juta. Untuk mengikuti program seleksi bussiness plan PMW seseorang harus kreatif, inovatif dan tekun. Menurut Sutisna, Peserta yang ingin mengikuti PMW haruslah memiliki ide bisnis dan keseriusan untuk mewujudkan ide bisnisnya. Setelah memiliki dua tekad itu, peserta akan diminta untuk menuangkan ide bisnis mereka kedalam sebuah proposal yang akan dipresentasikan kepada reviewer. “Reviewer disini terdiri dari kalangan akademisi, perbankan, dan pengusaha. Jadi mereka yang ikut membantu memberikan nilai sekaligus memantau kegiatan mereka ketika mereka lolos nanti,” tutur salah satu dosen Fakultas Ekonomi ini. Pengusaha yang ikut terlibat dalam penjurian ataupun pemantauan kegiatan PMW ini tergabung dari berbagai pengusaha yang telah ahli dalam bidangnya seperti HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Ardin, KADIN, dan Dekopin. Tidak hanya ide bisnis, banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam penentuan mahasiswa yang dapat lulus seleksi rencana bisnis PMW 2010. “Mereka harus lolos persyaratan administrasi dahulu, misalkan saja mereka harus memenuhi 80 SKS dulu bagi program sarjana dengan melampirkan transkrip nilai akademis mereka, setelah itu baru mereka akan lolos pada tahapan berikutnya,” tambah wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Kewirausahaan Mahasiswa. Setelah lolos administrasi, para peserta akan diberikan waktu untuk mempersiapkan diri mempresentasikan unit bisnis yang mereka tawarkan kepada tiga reviewer tersebut. Banyak hal yang akan dinilai dari presentasi ini, baik dari inovasi produk ataupun teknologi yang mereka tawarkan dalam pembuatan produk, dan dampaka produk mereka nantinya terhadap lingkungan. “Setelah lulus seleksi bussiness plan, tiap peserta akan mengikuti diklat dan berlanjut ke program magang,” ucap Sutisna. Program diklat ini berguna untuk membantu mempersiapkan mahasiswa tentang etika bisnis, pemasaran produk, dan proses produksi ketika mereka terjun dalam dunia bisnis. Setelah Program diklat usai, program magang telah menanti peserta. Uniknya, bagi peserta yang telah mengikuti magang di fakultasnya masing–masing tidak perlu mengikuti lagi program ini. Padahal, belum tentu program magang di fakultas belum tentu sama dengan unit bisnis yang mereka tawarkan. Seperti Putu Sartika, menuturkan ia tidak 3

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Laput
perlu mengikuti KP (Kerja Praktek) lagi karena ia telah mengikuti program KP yang diselenggarakan oleh fakultas. Hal ini tentu sangat bertolak belakang, mengingat bidang yang diambil pada saat ia menjalankan program KP nya sangat berbeda dengan unit bisnis yang ia tawarkan. Mengingat unit bisnis yang mereka tawarkan bergerak dibidang pengemasan. “Magang kan bisa dilakukan dimana saja, yang penting dia sudah pernah mengikuti program magang baik dalam program fakultas atau memang karena program ini”, ungkap Sutisna. Walaupun waktu sosialisasinya minim, peserta dari yang mengikuti seleksi bussiness plan PMW Universitas Udayana ini cukup meningkat dari tahun sebelumnya. Tercatat 261 mahasiswa dengan 86 unit bisnis yang ikut meramaikan seleksi bussiness plan PMW Universitas Udayana. “Jumlah peserta ini cukup meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu hanya sekitar 156 orang dengan 45 Unit bisnis yang ditawarkan,” papar Sutisna. Sutisna menambahkan bahwa peserta yang lulus seleksi bussiness plan PMW tahun 2010 adalah 156 dengan 45 unit bisnis yang ditawarkan. Unit Bisnis yang lolos seleksi ini pun sangat beragam. Dimulai dari rencana bisnis mengenai rencana budaya, konsultasi atau jasa, pedagangan, keanekaragaman hayati hewani, pengemasan dan berbagai jenis rencana bisnis. Sartika dan kelompoknya, adalah satu dari kurang lebih seratus peserta yang lolos seleksi bussiness plan PMW 2010. Ia dengan dua orang temannya awalnya mengusulkan dana untuk proposal mereka sekitar 40 juta, tetapi yang dibiayai sekitar 15 juta. Sutisna mengungkapkan hal tersebut sangat wajar terjadi. “Ya, kita nilai juga dari tingkat kewajaran harga proposalnya. Kalau 4 memulai usaha kan tidak perlu modal yang besar. Untuk pemula, kegiatan sewa menyewa sebaiknya ditiadakan saja dulu, dan bisa saja dimulai dengan barang–barang yang tersedia dirumah,” terangnya. Mengingat jumlah peserta yang mengajukan juga cukup banyak dan nilainya pun bervariasi pihaknya mengaku cukup sulit untuk memutuskan proposal siapa yang akan lolos. Peserta yang lolos seleksi langsung mendapatkan hibah tunai sesuai dengan kontrak yang telah ditanda tangani. Dan pihak CDC tidak akan menuntut apabila bisnis yang akan dijalani peserta bangkrut atau terhenti ditengah jalan. Sartika juga menuturkan dirinya dan teman-temannya pun juga sangat tertarik ikut PMW karena salah satu alasannya ketika bisnisnya tidak berlanjut atau mangkrak ditengah jalan maka ia tak perlu memberikan biaya ganti rugi. “Namanya juga masa belajar jadi kalau misalkan bisnis yang mereka tawarkan harus berhenti ditengah jalan kita tidak akan menuntut apa–apa. Jadi, hibah itu 100 persen sudah menjadi milik mahasiswa,” terang Sutisna. Ia menerangkan program ini murni untuk membantu mahasiswa yang ingin mencoba mengenal dunia wirausaha. Yang diharapkan dari program ini adalah mahasiswa mampu berpikir kreatif untuk menciptakan ide–ide yang akan mereka tuangkan dalam bisnis mereka. Bagi peserta yang lolos seleksi dan akan mendapatkan hibah, kegiatan bisnisnya akan tetap mendapatkan pantauan dari tim reviewer selama tiga bulan. “Jadi setelah mereka meneken kontrak, usaha tersebut sudah harus mulai berjalan dan mereka tetap harus mengumpulkan laporan hasil bisnis mereka. Misalkan setelah tiga bulan mereka berjalan ternyata mengalami kegagalan, maka dari pihak kami akan meminta laporan yang mengenai kebangkutran mereka,” aku Sutisna. Hal tersebut dilakukan agar peserta yang telah menjalani program ini dapat menganalisa dimana letak kegagalan mereka. Dan ketika mereka ingin melanjutkan bisnis mereka mereka sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan. Ia juga menambahkan pihak CDC pun hingga juni 2010 ini masih menerima laporan dari mahasiswa yang lolos PMW tahun lalu. “Pelaksanaan kegiatan PMW memang sudah bagus, hanya saja masa sosialisasi nya harus gencar, agar gaungnya terdengar dan banyak yang tahu dan tertarik untuk ikut kegiatan ini,” tutur Adinata. Ia berpendapat bahwa sebaiknya proses sosialisasi harus lebih intensif kepada mahasiswa. Selayaknya program sejenis ini tentu butuh proses sosialisasi yang lebih intensif. -adia, devi, adit

Did you know??
Jantung seekor tikus berdetak 500 kali per menit. Itu setara dengan 9 detakan perdetik. Dan kau hanya dapat merasakan seperti orang menggumam. Kebanyakan manusia yang sedang mengalami siklus remaja cenderung cepat merasa lelah dan mengantuk. Karena pada masa-masa tersebut, manusia banyak menghabiskan energinya untuk melakukan pertumbuhan. Kebanyakan manusia seringkali fokus pada satu titik hal yang tidak mereka sukai. Dengan begitu sebenarnya mereka sedang terkurung dalam belenggu pikirannya sendiri. Mulailah membuka pikiran dan melihat hal-hal positif lainnya sehingga dengan sendirinya mereka akan semakin dekat dengan kesuksesan.

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Opini

Kepanitiaan

Mahasiswa Vs Dosen
Serangkaian kegiatan Dies Natalies Universitas Udayana yang ke-48 menyisakan banyak cerita. Melihat bagaimana kegiatannya berlangsung, acaranya sekaligus seluruh civitas akademika yang saling berkumpul dan bersatu mendukung tim-tim mereka. Karena memang dalam kegiatan ini, selain menampilkan hiburan namun juga kompetisi antar fakultas. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari ini dari sampai puncaknya tanggal 29 September kemarin. Semua acara bagi kebanyakan mahasiswa begitu meriah dan berjalan lancar. Semua dapat berpartisipasi dan menikmati acara yang disediakan dengan sukacita. Namun itu kan hanya kulit luarnya saja. Bisa dibayangkan mereka-mereka yang bekerja keras mengatur dan menyiapkan sehingga acara ini dapat terlaksana. Memang di setiap kegiatan pasti dibentuk kepanitiaan. Hal tersebut sudah seperti 2 mata uang logam yang selalu berjalan beriringan. Sebagai acara yang besar yang merupakan peringatan ulang tahun sebuah Universitas, wajar bila dibentuk juga kepanitiaan dalam jumlah besar. Kepanitiaan inipun terdiri atas panitian pegawai (dosen) dan panitia mahasiswa. Dan masing-masing bekerja sesuai tugasnya. Meskipun begitu, tentu inti yang ingin dicapai adalah kesuksesan acara ini. Namun secara kasat mata tetap saja panitia dosen dan mahasiswa terlihat “dibedakan”. Coba saja lihat secara lebih dalam, terutama dalam masalah yang menyangkut keuangan. Bagaimana proses administrasi dan birokrasi

yang begitu rumit terlihat hanya menghampiri mereka yang berasal dari panitia mahasiswa. Sampai-sampai acara menggadaikan atau bahkan menjual sepeda motor panitia menjadi angenda wajib. Hal itu semata-mata agar panitia mahasiswa memiliki uang untuk biaya sementara pembayaran segala sesuatu yang memang mendesak. Karena memang untuk mengurus keuangan ini di bagian administrasi keuangan (BAK) begitu berbelit-beit agar sampai menjadi uang yang siap dipakai. Berbeda lagi dengan panitia dari kalangan dosen atau pegawai lah tepatnya. Bisa disaksikan sendiri bagaimana mereka mengadakan pagelaran atau hiburan dengan perlengkapan yang begitu wah. Belum lagi acara puncak Dies Natalis kemarin, yang mungkin menjadi angenda tahunan, yaitu pembagian doorprize berupa seperangkat handphone, televisi dan sebuah sepeda motor. Tentu hal ini menjadi pertanyaan kita semua. Apakah ini memang harus dibedakan, bukankah tujuan yang diusung juga sama. Demi menyukseskan kegiatan Dies Natalis yang begitu megah ini. Entahlah apa yang ada di balik ini semua, yang jelas kegiatan ini pasti berjalan se-

rma tiap tahunnya dengan menyisakan banyak kenangan dan cerita, dengan ada yang harus dikorbankan. - ind

Suara MAHASISWA
Aspirasikan Suara kalian dan jadilah bagian dari kami. kirim kan berbagai permasalahan dan isu yang terjadi disekitar kalian ke alamat email: akademika@yahoo.com
Di subject atau judul email ketik Redaksi_IsuKampus

Mari berperan aktif karena kampus ini juga rumah kita, tempat menuntut ilmu dan menempadiri. Bersandar pada kebersaamaan dan kesatuan. Tanpa ada yang harus disembunyikan.

5

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

SnapShot - Dies Natalis 48

doc. Jie

Teknik. Pasukan defile fakultas teknik menunjukan aksinya di lapangan hitam.

doc. Jie
Kreatif. Suguhan kreatif seni tari kontemporer dari fakultas ekonomi.

doc. Jie doc. Badil
Spanduk. Pesan dalam spanduk yang dibawa pengiring pasukan defile FKH.

6

Kompak. Gerakan tari yang serasi dan kompak dari mahasiswi fakultas teknik.

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

SnapShot - Dies Natalis 48

doc. badil doc. Badil
Cantik. Kreasi menarik dan penampilan cantik dari fakultas teknik sebagai juara 1 seni tari kontemporer. Barong-Rangda. Beberapa peserta seni tari kontemporer seperti MIPA, Sastra, menampilkan juga barong an rangda dalam aksinya.

doc. Parameswara
Sayap. Penari dari fakultas ekonomi menari dengan merentangkan sayap di antara penari kecak.

doc. Parameswara
Kerauhan. Keadaan tegang saat beberapa penari dari fakultas sastra kerauhan.

7

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Lapsus

Perubahan SK Rektor
Namun sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 lalu Rektor mengeluarkan SK yang memuat tentang hal kegiatan orientasi mahasiswa dalam bentuk pengabdian sosial masyarakat yang boleh diadakan setelah semester satu. Sedangkan pada tahun 2010, kegiatan semacam itu kembali dapat dilaksanakan pada awal semester pertama. “SK yang tahun lalu udah gak berlaku lagi tahun ini, udah direvisi,”tutur Adji Prakoso, President BEM PM-UNUD. Menurutnya lagi didalam SK yang telah direvisi kemah dapat dilaksanakan setelah orientasi ditingkat universitas dan fakultas selesai dilaksanakan. “tidak seperti tahun lalu, yang tertunda 6 bulan,”imbuhnya lagi. Persoalan yang muncul pada tahun ini adalah ada salah satu fakultas yang tidak bisa melaksanakan kegiatan tersebut di semerter pertama sedangkan hampir semua fakultas lainnya telah melangsungkan kegiatan tersebut. Fakultas MIPA adalah fakultas pertama yang langsung melaksanakan kegiatan orientasi setelah PKKMB dan student day tuntas. BEM dari fakultas MIPA sendiri memberikan otonomi kepada jurusan masing-masing untuk mengadakan kegiatan tersebut. Masalah pendanaan, jurusan masing-masing punya otonomi sendiri. “Untuk kemah jurusan dari BEM MIPA memberikan otonom setiap himpunan untuk melaksanakan kemah, dan masalah pendanaan kegiatan tersebut kita kembalikan ke mereka.”ungkap Made Adi Wira Darma selaku Ketua BEM FMIPA. Berbeda dengan FMIPA, Fakultas Teknik tidak dapat melaksanakan kemah pada semester ini padahal jelasjelas SK rektor mengatakan Kemah da8 pat diadakan diawal semester satu, dan lagi-lagi kendalanya adalah masalah keuangan. “kalau teknik kendalanya di keuangan, makanya kemahnya diundur.”ungkap Wisnu, selaku ketua SMFT. Menurutnya sumber dana kemah FT berasal dari dekanat, namun anggaran dananya telah dipakai untuk kemah yang berlangsung pada awal tahun 2010 lalu. “Sumber dananya dari dekanat, dana tahun ini sudah dipakai kemah februari kemarin, jadinya teknik gak bisa ngadain kemah tahun ini,” tuturnya. Fakultas teknik baru akan mengadakan kemah pada awal tahun 2011 nanti. Ketidakseragaman inilah yang menimbulkan tanda tanya bagi mahasiswa. Kenapa kemahnya tidak barengan diawal semester. “Pada prinsipnya kemah itu dapat dilaksanakan jika, yang pertama dilakukan pengabdian masyarakat entah itu dalam bentuk kersos mungkin atau yang lainnya dan yang kedua tidak ada lagi perploncoan didalam kegiatan tersebut,” begitu ungkap I GP Wirawan selaku pembantu rektor bidang kemahasiswaan ketika ditanya soal kemah mahasiswa.Pihak rektorat juga telah memberikan kewenangan kepada fakultas masing-masing untuk mengkoordinir kegiatansemacam itu. “Kalau sudah di penuhi point yang tadi, silakan dilaksanakan tergantung fakultas masing-masing,”jelasnya. Untuk permasalahan pendanaan kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas, I GP Wirawan mengatakan bahwa sumber dana untuk kegiatan semacam itu berasal dari fakultas sendiri karena pihak fakultas telah merenjakan dana perbantuan untuk kegiatan mahasiswanya. “kalau sudah di renjakan

SK Rektor. Surat edaran rektor tentang waktu pelaksanaan kemah mahasiswa.

pada 2 tahun sebelumnya dana pasti ada, tapi kalau fakultas tidak merenjakan dana tersebut ya tidak ada.” Tegasnya. Selanjutnya jika ditelisik lebih jauh, fakultas yang telah merenjakan kegiatannya dan telah mendapatkan dana tersebt namun kegiatannya tidak dapat dilaksanakan maka dana tersebut akan dikembalikan lagi ke kas negara. “jadi kalau kegiatannya tidak dapat dilaksanakan, dananya akan dikembalikan lagi ke kas negara. Tidak bisa kita ambil lagi kecuali di renjakan lagi untuk kegiatan 2 tahun kedepan.” paparnya jelas. - happy, henny, eka

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Profil

Gusti Ayu Mirah Dwidaputri:
Peternak Itik Nan Cantik
Budidaya itik Bali petelur mungkin sudah sangat langka di Bali. Inilah yang membuat I Gusti Ayu Mirah Dwidaputri memilih usaha tersebut untuk mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2010. Namun, konsep istemewa apakah yang digunakan mahasiswi jurusan Biologi Universitas Udayana ini? Gadis kelahiran 26 Oktober 1987 ini berhasil lolos PMW 2010. Mirah, begitu sapaan akrabnya, juga menggandeng empat orang temannya dalam menjalankan budidaya itik Bali tersebut. Mirah jeli di dalam melihat permintaan pasar Bali terhadap itik petelur ini. “Saya menggunakan sistem semintensif di dalam pembudidayaan itik Bali petelur. Caranya dengan membuat kandang setengah kering dan kandang kering. Sehingga tidak perlu susah– susah menggiring itik ke tempat basah. Apalagi mahasiswa, pasti jarang punya waktu untuk menggiring itik tersebut. Biarkan itik itu sendiri yang akan mencari tempat yang nyaman,” ungkap Mirah memberitahu rahasia konsep PMW nya. Selain itu, Mirah juga tercatat sebagai mahasiswi yang aktif di dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan menjadi Ketua Bakti Sosial Mahasiswa Biologi 2009. Baginya PMW merupakan program yang baik diterapkan di civitas akademik. PMW juga langsung mendapatkan dana dari pemerintah. ”Teman-teman harusnya lebih banyak yang mendaftar PMW. Karena yang diberikan secara cuma-cuma dari pemerintah. Cukup dengan membuat laporan tentang perkembangan usaha sebulan sekali,” ucapnya. Mirahpun berharap, PMW tahun depan diberi rentan waktu yang lama untuk menyiapkan segala sesuatunya. Tidak seperti tahun ini yang terkesan singkat. - tata.

doc. akademika
Gusti Ayu Mirah Dwidaputri. Mahasiswa fakultas MIPA

Kelola Pikiranmu
Tahukah kalian bahwa setiap orang dapat mewujudkan keinginannya jika dia mau yakin dan percaya? Ya, memang itulah fakta yang hanya dipercaya bagi sebagian orang. Namun percaya atau tidak, semua manusia tidak bisa lepas dari segala sesuatu yang terikat dengan apa yang dipikirkannya. Terlepas dari dia percaya atau tidak mengenai kenyataan tersebut. Seperti misalnya pernahkan anda membayangkan sesuatu yang sangat kalian tidak sukai, terus berusaha untuk menyingkirkannya. Namun entah mengapa hal buruk tersebut malah semakin menghampiri dalam kehidupan kalian. Di sinilah hukum tarik-menarik terjadi. Apa yang kalian pikirkan, itu yang kalian dapatkan. Fakta inilah yang jarang dipercaya oleh sebagian besar orang. Banyak orang yang bekerja keras dengan susah payah namun belum mendapatkan hasil, karena memang mereka secara pikiran menolak untuk mendapat apa yang mereka inginkan tersebut. Mereka hanya fokus pada hal-hal yang mereka tidak inginkan. Memang kenyataannya sulit untuk mengendalikan pikiran, namun bukankah semua harus berproses. Tidak ada yang instan, namun tidak ada yang tidak mungkin. Semua harus diusahakan dengan sebaik-baiknya. Dan karena kita memiliki keyakinan akan kekuasaan Yang Maha Kuasa, maka harus kita juga disarankan untuk tetap ingat dan bersyukur kepada Beliau. Ini juga yang sering dilupakan oleh sebagian orang. Harusnya setiap sekecil apapun yang mereka dapatkan, mengucapkan syukur karena segala sesuatu telah diatur dan kita juga telah berperan di sana. Dan percaya atau tidak, hal-hal baik akan berlipat kali datang ke diri kita jika kita mau melakukan hal itu. Jika kita sadar sepenuhnya tanpa tekanan dari pihak manapun. Dan percayalah, pengalaman dan kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar akan semakin memberi kita pelajaran. Setiap pelajaran itu pasti ada hikmahnya yang berguna bagi hidup kita, tuntunan dalam menghadapi berbagai permasalahan di sekitar kita. Menyelesaikan semua masalah itu, mendapatkan solusi , untuk proses pendewasaan kita. - Ind

9

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

Resensi
Diary of Wimpy Kids

Sentuhan Keju
Distributor : Fox Director : Thor Freudenthal Genre : Comedy MPAA Rating : PG Duration : 2 hours Release date : March 19, 2010 (USA) Budget : $ 15 million Actors : Zachary Gordon, Robert Capron, Rachael Harris, Steve Zahn, Devon Bostick Pasti banyak diantara kalian yang pernah menonton film yang diangkat dari sebuah buku, contohnya saja seperti film Pery Jackson yang telah menghibur kita di awal tahun ini dan Harry Potter 7 yang lagi ditunggu-tunggu semua orang di dunia di tahun 2010 ini, tapi bukan 2 film itu saja yang berasal dari buku yang diangkat ke layar lebar tahun ini, kita bisa lihat juduljudul seperti Twilight Saga : Eclipse; Eat,Pray,Love ; Legend of the Guardians dan juga Diary of Wimpy Kid. Diary of Wimpy Kid adalah sebuah novel kartu karangan Jeff Kinney yang tahun ini siap menghibur semua penikmat film dalam bentuk sebuah Motion Picture. Diary of Wimpy Kid bercerita tentang kehidupan seorang anak SMP yang bernama Greg Heffley (Gordon). Bisa dibilang Greg adalah anak yang agak sok, egois, bodoh dan hanya senang main video game. Dia memiliki seorang sahabat yang bernama Rowley Jefferson (Capron), anak yang gendut, kurang gaul yang sering menjadi tempat keusilan dari Greg. Cerita pun berkutat seputar Greg dan cerita-ceritanya bersama keluarganya, temannya dan sekolahnya. Banyak hal-hal lucu dan aneh yang dialami Greg saat berada di sekolahnya, 10 dan hal yang paling aneh adalah sebuah cerita keju yang berada di lapangan basket SMP-nya. Keju itu menempel di atas lapangan basket, keju itu telah berjamur dan berubah menjijikkan sehingga tidak ada yang sudi bermain basket di lapangan yang ada Si Keju. Dan cerita ini makin aneh dan seru adalah saat ada seseorang yang menyentuh keju tersebut dan dimulailah hal yang disebut Sentuhan Keju. Dan saat seseorang memiliki Sentuhan Keju dia harus mengoperkannya ke orang lain atau dia akan terus dijauhi oleh orangorang. Tapi ada hal lain yang membuat kehidupan Greg sedih yaitu saat dia menghianati sahabatnya sendiri, Rowley yang mengakibatkan persahabatan mereka hancur. Apakah persahabatan Greg dan Rowley bisa akur kembali? Dan apakah Si Keju akan menjadi hal yang besar di film ini? Yang sudah pernah membaca buku Diary of Wimpy Kid pasti sangat bersemangat untuk menonton film ini. Jeff Kinney merupakan penulis jenius dari novel kartu Diary of Wimpy Kid series. 4 seri telah diterbitkan, mulai dari Diary of Wimpy Kid, Rodrick Rules, The Last Straw dan Dog Days yang semuanya sukses. Novel kartun buatan Kinney

bisa dibilang unik yaitu menggabungakn gambar dan tulisan yang dibuat seperti dalam buku tulis. Dan tahun ini akhirnya, Fox merilis Diary of Wimpy Kid ke layar lebar. Film ini sanggup menyuguhkan cerita yang menarik buat ditonton semua orang. Cerita yang lucu dan menghibur menjadi nilai lebih dari film ini. Alunan jalan cerita yang juga menggabungkan gambar-gambar seperti di buku membuat film ini menjadi utuh sesuai bukunya dan tidak terlalu melenceng dari buku. Kelemahan film ini mungkin beberapa pemain yang masih terlihat datar saat berakting. Tapi overall film ini cukup menghibur dan asik buat ditonton semua orang. Jadi yang belum nonton film ini, kamu wajib nonton film ini sebagai list film tahun 2010 kamu. - widhi

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

TTS Fun & Think Smart

Mendatar 1. Diperingati setiap 1 Oktober 5. Ringkasan Tulisan 8. Kuali Besar 10. Minum (Inggris, verb 3) balik 12. Duduk (Inggris) 13. Kantor berita Indonesia 14. Indonesia 15. Voice of America 17. Objek yang dapat dibedakan keberadaannya dari objek lain, baik nyata atau abstrak 18. Superman is Dead 19. Udara yang bergerak 20. Kapal Laut kebanggaan Indonesia 22. Kata tanya 24. Memiliki titik didih 80o 26. Pusat 27. Ibukota Rusia 28. Unit struktural terkecil makhluk hidup 29. Kelahiran berulang-ulang 32. Matahari (Inggris) 35. Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia 37. Gas dengan bau tajam dan khas 38. Penyusupan ke dalam sebuah sistem komputer

39. 40. 42. 44. 47. 48. 49.

dengan tujuan untuk menyalahgunakan sistem yang ada Tipe data bentukan dalam pemrograman berupa sekumpulan konstanta integer yang direpresen tasikan dalam identifikasi tertentu (string) Tiruan (balik) Perjanjian antara pembeli dan penjual untuk melakukan pertukaran aset dengan pembayaran Majas yang bersifat melebih-lebihkan dari kenyataan Jamur (Jerman) Kondisi sistem dimana semua yang mempen garuhi dalam keadaan seimbang Khas, ciri

15. 16. 21. 23. 25. 30. 31. 33. 34. 36. 37. 41. 43. 45. 46.

Menurun 1. Dua atau lebih perusahaan yang bubar dan bergabung menjadi 1 dengan nama baru 2. Ikut 3. Calon ibukota baru Indonesia 4. Harapan 6,9. Burung Hantu (latin) 7. Ki Hajar Dewantara 8. Ular besar 11. Kegiatan tahunan Universitas Udayana

Hampa Udara, kosong Penentu jenis akar persamaan kuadrat dengan rumus b2-4ac Bangunan umum terbuka yang berfungsi seba gai tempat pertemuan yang beratap tumpang Hutan (balik) Ringkasan tulisan Bumi sebagai pusat tata surya UU RI no. 19 tahun 2002 Even pramuka tahunan Persis Ketua, Bos Emas (kimia) Senjata api genggam Tidak setuju, tidak suka Kolam (inggris) Rasa cuka

Jawaban diketik di MS Word beserta identitas lengkap dan dikirim dalam bentuk lampiran (Attachment) sebelum 1 November 2010 ke redaksi AKADEMIKA, email: akademka@yahoo.com dengan format subjek TTS[oktober2010]_ nama pengirim. 5 org Pemenang mendapat bingkisan menarik!!!

11

www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id

Voice of Voiceless

persakademika.com

Belajar Kesehatan di Kampus Tak Sehat
Bagaimana tidak terganggu, air sudah menggenangi areal parkir dan seluruh halaman depan kampus IKM. Lebih parah lagi, bila hujan datang air bisa naik sampai selutut. Ditambah lagi aroma tak sedap yang ditebar ‘kolam’ ini. Kampus kesehatan namun lingkungannya tak sehat, ironis! Menurut penuturan Ngakan Bagus Danip Pradipta, Ketua HMKM (Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), genangan air ini terjadi akibat pembangunan yang mangkrak di sekitar gedung IKM. Memang di sebelah timur gedung IKM sedang dibangun gedung untuk FKH berikut lahan parkirnya. Kini pembangunannya tengah terhenti dan menyisakan material-material bangunan yang teronggok begitu saja. “Ketika hujan, sisasisa semen pembangunan itu akan terbawa air ke saluran yang ada di depan kampus kami. Akibatnya saluran air menjadi dangkal karena semen yang mengeras di dasarnya. Kalau hujan deras, jelas air akan menggenang karena saluran air tak mampu menampung lagi,” urai Danip Pradipta. Upaya penanggulangan dengan membuat biopori untuk resapan air bisa saja dilakukan, namun masih terbentur masalah dana. Aksi protes dengan lomba memancing ini adalah inisiatif spontan mahasiswa IKM sendiri. Melihat pengaduan mereka ke pihak dekanat dan rektorat tak mendapat respon yang memuaskan, tercetuslah ide membuat kegiatan unik sekaligus mengkritisi pengelolaan lingkungan kampus. “Tentu kegiatan ini akan dipublikasikan ke dekanat dan rektorat. Jika tak ada tanggapan, kami akan mengeluarkan ultimatum, setiap kegiatan yang kami adakan tidak lagi mengatasnamakan Unud atau FK, hanya atas nama IKM saja,” kata Danip Pradipta serius. Dirinya juga sangat kecewa dengan sikap FK (Fakultas Kedokteran) Unud yang tidak peduli dengan keadaan kampus IKM, padahal IKM telah resmi berada di bawah FK tahun ini. “Pihak FK menolak ikut campur karena belum ada serah terima resmi gedung IKM kepada FK. Anehnya, mereka tetap memakai ruangan lantai 4 gedung IKM untuk perkuliahan. Saya merasa ini sangat tidak adil,” ungkap Danip dengan nada kecewa. Tak kalah prihatin, Presiden BEM-PM Unud, Aji Prakoso yang turut menghadiri aksi protes ini juga menyatakan kekecewaannya. “Ini benar-benar miris, kampus tempat mahasiswa belajar kesehatan masyarakat lingkungannya malah tidak sehat begini. Bagaimana mau menghimbau masyarakat hidup sehat kalau kampus kita saja masih jorok?” ujarnya. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, masalah sarana-prasarana kampus seakan tak ada habisnya di Udayana. Semua mahasiswa pasti merasakan betapa minimnya fasilitas dan kebersihan kampus di Bukit Jimbaran. Dan ternyata, keadaan kampus IKM di Sudirman tak kalah memprihatinkan. Mahasiswa IKM kelak pasti terjun ke masyarakat untuk mensosialisasikan pola hidup sehat, sementara realitanya kampus sendiri masih jauh dari standar sehat. Tidakkah mereka akan merasa malu? -Devi, Adhiya

Mancing. Mahasiswa IKM sedang memancing di “kolam” depan kampusnya.

“Eh, dapat nih!” seru seorang mahasiswa saat umpannya disambar seekor ikan lele yang cukup besar. Terdengar sorakan semangat dan tepuk tangan dari teman-temannya. Demikianlah sekilas suasana lomba memancing yang diadakan mahasiswa program studi IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat) Universitas Udayana pada Sabtu pagi, 4 September 2010. Bukan lomba memancing biasa, karena dilakukan di ‘kolam’ dadakan tepat di depan gedung kampus mereka. “Public Health Fishing Tournament” yang merupakan bentuk protes mahasiswa IKM atas menggenangnya air menyerupai kolam di depan gedung kuliah mereka sejak setahun yang lalu. 12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->