P. 1
LKS Sistem Koordinasi

LKS Sistem Koordinasi

3.0

|Views: 3,010|Likes:
Published by nuraziza86

More info:

Published by: nuraziza86 on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2015

pdf

text

original

BAB III SISTEM KOORDINASI (SARAF

)

Standar Kompetensi : Sistem koordinasi m eliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Sistem saraf yang meliputi saraf pusat dan saraf tepi terdiri atas se l-sel saraf.

Kompetensi Dasar : Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan diskusi.

RANGKUMAN MATERI

SISTEM SARAF Fungsi : 1. Mengetahui kejadian dan perubahan di sekitar, biasanya dilakukan meialui alat indera. 2. Mengendalikan tanggapan atau reaksi terhadap keadaan sekitar 3. Mengendalikan kerja organ tubu h. Susunan Sistem Saraf :

A. JARINGAN SARAF Jaringan saraf terdiri atas : 1. Sel saraf (Neuron), berfungsi menghantar impuls menuju saraf pusat atau sebaliknya. 2. Neuroglea, tidak berhubungan dengan penghantaran impuls, tetapi berperan untuk : mendukung kerja neuron dalam bentuk suplai nutrien, melindungi dan mengisolasikan neuron Struktur neuron (sel saraf) :

Gambar struktur sel saraf

Gambar jenis jenis neuron

Macam sel saraf : Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi : 1. Neuron sensorik : Fungsi : Menghantarkan impuls berupa rangsang dari reseptor (penerima rangsang) menuju saraf pusat Ciri : - ujung aksonnya berhubungan dengan saraf asosiasi - aksonnya pendek : dendritnya panjang. 2. Neuron Motorik Fungsi : Mengirim impuls berupa tanggapan (respon) dari saraf pusat menuju efektor (otot atau kelenjar) Ciri : - badan selnya berada dalam saraf pusat. - dendritnya berhubungan dengan akson saraf asosiasi, - aksonnya sangat panjang, dendritnya pendek. 3. Neuron Asosiasi = Ajusto r = Konektor = Intermediat Fungsi : Menghubungkan saraf motorik dan sensorik dalam saraf pusat. Ciri : - hanya terdapat dalam saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) - menerima impuls dari reseptor sensorik atau saraf asosiasi lainnya.

Mekanisme terjadinya gerak : Reseptor Sistem Saraf Pusat Saraf Sensorik Saraf Asosiasi Saraf Motorik Efektor Gerak Rangsang

B. SlSTEM SARAF PUSAT 1. MENINGES Saraf pusat dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut Meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu : a. Durameter, lapisan paling luar, kuat b. Arachnoid, lapisan tengah c. Piameter, lapisan paling dalam Diantara lapisan arachnoid dengan piameter terdapat ruang su -arachnoid yang berisi cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung benturan antara otak dan tengkorak dan sumsum tulang belakang dengan ruas -ruas tulang belakang. 2. OTAK Struktur otak dan daerah persarafan pada otak :

Susunan otak : - Bagian luar berwarna abu-abu - Bagian dalam berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson. Skema Pembagian otak : '

Tabel fungsi bagian-bagian otak : NO. 1. BAGIAN OTAK Otak Besar (Cerebrum) FUNGSI 1. pusat pengaturan semua kegiatan alat alat tubuh 2. pusat kesadaran Talamus Hipotalamus 3. tempat pengendalian emosi 4. pusat perasaan dan rangsang Mengaturpenterjemahangerakan Pengaturan suhu tubuh, lapar, haus 1. Mengendalikan keseimbangan 2. Mengendalikan refleks mata dan pendengaran 1. Mengkoordinasi gerak sadar otot -otot 2. Mengatur keseimbangan tubuh (sikap dan posisi tubuh) 1. Menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan 2. Menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang Menghantar impuls dari sumsum tulang belakang ke otak mengendalikan refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, respirasi, gerak alat pencernaan, sekresi kelenjar, bersin, batuk, berkedip. . 'mengendalikan refleks fisiologi, seperti 3. SUMSUM TULANG BELAKANG jantung, Susunan : Bagian dalam kelabu dan bagian luar putih (Kebalikan dari otak) Keterangan : 1. Akar saraf posterior (akar dorsal) - dendritnya berhubungan dengan reseptor 2. Akar saraf anterior (akar vetral) - oksonnya berhubungan dengan efektor Gambar : Potongan sumsum tulang belakang

2.

Otak depan (Diensefalon)

3.

Otak Tengah (Mesenfalon)

4.

Otak kecil (Cerebelum)

5.

Pons Varolli (Jembatan varol)

6.

Medula oblongata (Sumsum lanjutan)

Fungsi

:

1. menghantar impuls dari dan ke otak 2. mengendalikan gerakan refleks

Gerak Refleks : Refleks : respon yang terjadi secara cepat dan tidak disadari karena tidak diolah lebih dulu oleh saraf pusat Lengkung refleks : adalah jalan terpendek untuk gerak refleks, yaitu melalui sumsum tulang belakang Sumsum Tulang Belakang Saraf Sensorik Saraf Motorik Reseptor Efektor Rangsang Tulang Gerak refleks

C. SARAF TEPI Fungsi : menghantar impuls dari dan ke pusat saraf. Berdasarkan tempatnya, dibedakan atas : 1. Saraf krahial (saraf otak) - berasal dari otak - berjumlah 12 pasang, yaitu : Bersifat sensorik : I, II, VIII Bersifat motorik : III, IV, VI, XI, XII Bersifat sensorik-motorik : V, VII, IX, X NO. I. II. III. NAMA SARAF Olfaktorius Opfikus Okulomotorius ASAL SARAF selaput lendir hidung retina mata propioseptor bola mata MENUJU KE tidak ada tidak ada otot penggerak bola mata. perubah lensa mata, penyempitan pupil otot lain penggerak bola mata otot pengunyah otot lain penggerak bola mata otot muka, kelenjar ludah tidak ada kelenjar parotis, otot penelan

IV. V. VI. VII.

Trochlcaris Trigeminus Abdusena Fasialis

propioseptor bola mata gigi dan kulit muka propioseptor bola mata ujung pengecap lidah kokhlea dan saluran tengah lingkaran ujung pengecap lidah belakang

VIII. Audorius IX. Glossofaringeus

NO. X.

NAMA SARAF Vagus

ASAL SARAF ujung saraf alat-alat dalam paru-paru, lambung aorta otot beilikat otot lidah

MENUJU KE saraf parasimpatik ke jantung, lambung, usus halus; larinks, kerongkongan otot belikat otot lidah

XI. XII.

Spinal Hipoglosal

2. Saraf Spinal (Saraf Sumsum Tulang Belakang) : - berasal dari sumsum tulang belakang - berjumlah 31 pasang - cabang-cabang saraf spinal mempersatukan seluruh otot rangka dan kulit Berdasarkan asalnya, dibedakan atas : a. 8 pasang saraf leher b. 12 pasang saraf punggung c. 5 pasang saraf pinggang. d. 5 pasang saraf ekor Berdasarkan arah impulsnya dibedakan : 1. Sistem syaraf aferen : - Membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat 2. Sistim syaraf eferen : - Membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor D. SISTEM SARAF TAK SADAR (OTONOM) Sistem saraf yang mengendalikan gerak organ -organ yang bekerja secara otomatis, misalnya : otot, jantung, usus, pembuluh darah dan kelenjar. Sistem saraf otonom terdiri dari atas : a. saraf simpatik b. saraf parasimpatik Keduanya bekerja antagonis Tabel fungsi saraf otonom : SIMPATIK mempercepat denyut jantung memperlebar pembuluh darah relaksasi lambung melebarkan iris mata PARASIMPATIK memperlambat denyut jantung mempersempit pembuluh darah kontraksi lambung menyempitkan iris mata

E. BAHAYA OBAT-0BATAN, NARKOTIKA, ALKOHOL Dapat menimbulkan : 1. kecanduan psikologis 2. kecanduan fisiologis : misalnya karena gengsi terhadap teman : misalnya menimbulkan ketergantungan

Narkotika : cara kerja, mempengaruhi saraf untuk menghi langkan rasa sakit dan penenang digunakan untuk membantu penderita penyakit tertentu dan keperluan anestesi disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi; hiperaktif, fly contoh yang beredar di masyarakat, heroin, merijuana , kokain, ganja pemakaian yang berkelanjutan dapat mengakibatkan kerusakan a lat respirasi, gemetar terus menerus, kram perut, gangguan sistem saraf, bahkan kematian. Alkohol : disalahgunakan untuk menekan depresi, menimbulkan ra sa senang, bergairah pemakaian secara teratur dan berkelanjutan dapat mengakibat kan kecanduan; mengganggu sistem saraf, hilang kendali otot gerak, kehilangan kesadaran, denyut jantung melemah, merusak hati, lambung, bagi wanita dapat menyebabkan kelahiran cacat. Barbitura : sebagai obat penenang (sedativa) jika disalahgunakan dapat menimbulkan adiksi fisiologi Valium : sebagai obat penekan rasa cemas dan menimbulkan rasa tenang dapat menimbulkan adiksi fisiologis Amfetamin : sebagai obat perangsang mampu membuat seseorang tetap t erjaga pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan mundu rnya kesehatan, karena terjadi kelelahan yang berlebihan.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KOORDINASI ORGAN-ORGAN TUBUH

Pendahuluan : Kerja anggota tubuh adalah dalam keadaan terkoordinasi dengan baik. Organ yang berperan dalam hal tersebut adalah o tak kecil. Otak kecil tidak hanya mengatur koordinasi antara anggota tubuh saja melainkan juga mengatur posisi tubuh dan hubungan antara anggota tubuh dengan benda -benda di luar tubuh. Tujuan : Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memahami adanya ko ordinasi antar anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain atau dengan benda -benda di sekitarnya. Alat dan bahan - pensil runcing - sendok makan - kain penutup mata - segelas sirup - sendok es sirup (kecil panjang 1. Koordinasi mata kanan dan kiri Langkah kerja : Peganglah pensil yang runcing dengan tangan kiri yang dijulurkan ke depan. Dengan sekali gerak pertemukan ujung jari telunjuk kanan dengan ujung pensil tersebut. Gerakan tangan kanan, tidak langsung keujung pensil, tetapi dit arik ke belakang dulu, lalu naik dan baru menuju keujung pensil. Ulangi langkah di atas dengan salah satu mata tertutup, mula -mula mata kanan lalu mata kiri. 2. Pengenalan lokasi anggota tubuh Langkah kerja : Tutuplah mata praktikan dengan kain dan berikan p ada praktikan sendok sirup. Sendoklah sirup dengan mata tertutup dan dengan spontan bawalah si rup ke mulut Ulangi langkah di atas dengan sendok makan. 3. Mempertemukan dua ujung jari Langkah kerja : Tutuplah mata dengan kain Taruhlah tangan dibelakang punggu ng Pertemukan ujung jari kiri dan kanan di depanmu dengan satu gerakan spontan

Pertanyaan : 1. Di mana ujung jari kanan mendarat di sebelah kanan atau kiri pensil bila mata kiri ditutup, mata kanan ditutup ? Jawab : ....................................... ............................................... ............................... 2. Mana yang lebih berhasil dengan mata t ertutup satu atau terbuka semua ? Jawab : ...................................................................................... ............................... 3. Apakah yang akan terjadi dari kegiatan no. 2 ? Jelaskan kejadian yang kamu peroleh mengapa bisa demikian ! Jawab : ...................................................................................... ............................... 4. Pada kegiatan no. 3 dapatkan kedua ujung jarimu bertemu ? Jelaskan jawabmu mengapa demikian ! Jawab : ...................................................................................... ...............................

SISTEM KOORDINASI (INDERA)

Standar Kompetensi : Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Alat indera mempunyai resept or khusus untuk mengenali perubahan lingkungan

Kompetensi Dasar : Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan diskusi.

RANGKUMAN MATERI

1. INDERA PENGLIHATAN Organ : MATA Mata merupakan indera penglihatan yang peka tehadap rangsang cahaya: Terdapat : dalam rongga mata yang dilingkungi oleh tulang tengkorak.

A. Struktur luar Bola mata dilengkapi dengan bagian -bagian : 1. Alis mata, merupakan sederet rambut yang terd apat di kening di atas mata. Fungsi : melindungi mata dari tetesan keringat atau benda lain yang datang dari atas. 2. Bulu mata; rambut yang tumbuh pada tepi kelopak mata Fungsi : - melindungi mata dari debu - menyaring cahaya matahari 3. Kelopak mata, Fungsi : - menutup mata, sambil menjepit kelenjar air mata, sehingga sekaligus membasahi mata. 4. Kelenjar air mata. Fungsi : - mengeluarkan air mata, agar permukaan bola mata tidak kering. - membunuh kuman kare na mengandung enzim - membersihkan bola mata dari debu. B. Struktur dalam :

Gambar : Irisan Bola Mata

Tabel : Struktur dan fungsi bagian dalam mata : No. 01. NAMA BAGIAN STRUKTUR Otot penggerak bola terdapat tiga pasang mata Selaput bola mata, terdiri atas, sklera Khoroid Komea lapisan luar, tersusun atas jaringan fibrus yang kuat, memberi wama putih mata merupakan lapisan tengah, berisi pembuluh darah lapisan luar transparan 03: Iris selaput berpigmen, berisi otot polos dan otot sadar. Bintik tengah berwama FUNGSI menggerakkan bola mata pada saat melirik ke atas, bawah, kiri, kanan - melindungi struktur halus mata

02.

mempertahankan bentuk bola mata

membantu memfokuskan bayangan pada retina menentukan wama mata, mengubah pupil

04.

Pupil

mengendalikan jumlah cahaya

hitam, merupakan celah yang memasuki mata iris 05. 06. Retina Binting kuning (Fovea) Bintik buta Lensa mata lapisan berisi saraf bagian retina yang paling banyak mengandung saraf tempat membelok tali saraf transparan bikonveks (cembung 2 permukaan) berapa cairan sebagai penangkap rangsang bayangan benda mempakan bagian paling peka rangsang cahaya merupakan bagian retina yang tidak peka cahaya merupakan organ fokus utama dan membiaskan berkas cahaya dari benda pengisi rongga mata antara memelihara lensa dan kornea lensa dan retina dan mata. pengisi rongga mata antara kornea dan lensa mata dan mempertahankan bentuk mata

07. 08.

09.

Vitreus humor

10.

Aqueus humor

berupa cairan

C. Reseptor penangkap cahaya Mata mempunyai reseptor khusus penerima cahaya yang disebut : Fotoreseptor Fotoreseptor ini terdapat pada retina, ada 2 (dua) tipe : Konus, untuk pengamatan terhadap warna, kare na sangat peka terhadap rangsang terang Batang, kurang peka dibanding konus, sehingga tidak dapat membedakan warna. Sel batang banyak mengandung : Rodopsin, suatu senyawa yang dibutuhkan untuk dapat melihat di tempat yang intensitas cahayanya rendah (ge lap). Rodopsin terurai bila suasana terang dan terbentuk kembali bila keadaan gelap atau sewaktu memejamkan mata Jika kita pertama memasuki tempat gelap dan tempat terang, kita tidak dapai melihat Ha l ini disebabkan selama kita berada di tempat terang rodopsin telah terura i, setelah beberapa lama di tempat. gelap baru terbentuk lagi. Selang wa ktu pembentukan kembali rodopsin ini disebu t waktu adaptasi rodops in. Rodopsin dibentuk dengan bantuan vitamin A. Sel konus banyak mengandung : eodopsin; yaitu senyawa antara retinin dan opsin D. Mekanisme Penglihatan : Bayangan benda kornea Aqueus Humor pupil lensa saraf optikus retina badan vitreus Oleh saraf optikus rangsang dibawa menu ju daerah penglihatan pada otak, tak ditafsirkan sehingga timbul kesan benda E. Kelainan pada Indera Penglihatan NO 01. 02. 03. KELAlNAN Miopi (Rabun jauh) Hipermetropi (Rabun dekat) Presbiopi (Mata tua) 04. 05. Xeroftalmia Rabun Senja STRUKTUR lensa mata terlalu cembung lensa mata terlalu pipih AKIBAT bayangan benda jatuh di depan retina ditolong dengan bayangan benda jatuh di lensa negatif belakang retina ditolong berkurangnya daya gangguan penglihatan dengan lensa positif. akomodasi mata terhadap benda jauh maupun dekat, ditolong dengan rangkap lengkap kekurangan vitamin A selaput komea mengering kekurangan vitamin A : kemampuan melihat berkurang jika inte nsitas cahaya rendah. Jika berlanjut, kornea kering dan rusak arah pandangan kedua bola mata tidak sama tidak mampu membedakan wama

06. 07.

Juling Buta warna

tidak serasinya otot mata kanan dan kiri faktor genetis (keturunan)

II. INDERA PENDENGARAN Organ : Telinga A. Struktur Daun telinga (pinna) membantu mengumpulkan gelombang suara Telinga luar Lubang telinga (meatus auditorius eksterna) menghantar getaran suara menuju gendang teli nga Gendang telinga (membrana tympani) menggetarkan gelombang suara Kelenjar minyak Telinga tengah : berupa rongga, yang di dalamnya terdapat : a. 3 (tiga) tulang pendengaran, yaitu : 1. Tulang martil (Malleus), berbentuk seperti mart il. 2. Tulang landasaran (inku s), menghubungkan tulang ma rtil dengan tulang sang gurdi. 3. Tulang Sanggurdi (Stapes) menutup ting kap jorong (fenestra vestibuli) Fungsi tulang-tulang pendengaran : menghubungkan gendang telinga dengan tingkap jorong mengalirkan getaran suara ke telinga dal am Antara tulang tengah dengan tenggorokan dihubungkan dengan : corong eustachius. a. Saluran setengah lingkaran : berjumlah tiga (superior, posterior, lateral) mengendalikan keseimbangan tubuh Telinga dalam : Rumah Siput (Kokhlea) berisi cairan limfe berhubungan dengan ujung saraf pendengaran terdapat 2 (dua) tingkap : a. Tingkap jorong (fenestra vestibuli) : ditutup stapes b. Tingkap bundar membran (fenestra kokhlea) ditutup oleh

B. Proses mendengar Getaran suara Telinga luar ------> Gendang Telinga ------> Tulang Pendengaran Cairan limfe bergetar <------------ Tingkap bundar <------------------- Tingkap jorong Getaran cairan limfe memberikan rangsang ke ujung saraf pendengaran, kemudian dikirim ke pusat pendengaran di otak untuk ditafsirkan. C. Gangguan pada Indera Pendengaran Gangguan pendengaran terjadi jika seseorang tidak mampu menerima rangsang getar yang berfrekuensi 20 - 200 Hz Penyebabnya antara lain : 1. penyumbatan saluran telinga 3. pengapuran tulang pendengaran 2. penebalan atau pecahnya gendang telinga 4. kerusakan saraf pendengaran III.I N D E R A P E M B A U A. Organ : Hidung

Serabut-serabut saraf pembau terdapat pada bagian atas selaput lendir hidung yang dikenal sebagai : daerah alfaktorik hidung. B. Proses membau : Bau merupakan hasil rangsang kim ia dalam bentuk gas terhadap serabut pembau yang terdapat pada daerah alfaktorik hidung. Oleh saraf pembau rangsang diteruskan

ke pusat pembau yang ada dalam otak; untuk ditafsirkan. Indera pembau sangat erat berhubungan dengan indera pengecap. IV. I N D E R A P E N G E C A P Organ : Lidah

Gambar Lidah A. Struktur 1. Terdiri atas dua kelompok otot : otot intrinsik : melakukan semua gerakan halus otot ekstrinsik : mengaitkan lidah pada bagian sekitarnya dan melakukan gerakan kasar pada waktu mengunyah dan menelan. 2. Permukaan lidah dilapisi selaput lendir (membran mukosa), agar selalu lembab. 3. Permukaan atas seperti beludru, ditutupi oleh 3 (tiga) macam, papil, yaitu : Pappilae sirkumvalata : berjumlah 8-12, dikelilingi lekukan semacam parit, berjejer membentuk huruf V pada bagian belakang lidah Pappilae Filiformis : terbanyak menyebar ke seluruh permukaan lidah, menerima rangsang sentuh. Pappilae Fungiformis : menyebar pada bagian ujung dan sisi lidah, berbentuk jamur. B. Fungsi lidah : 1. Sebagai indera pengecap 2. Membantu mengatur letak makanan selama mengunyah 3. Membantu dalam proses menelan makanan 4. Sebagai alat berbicara C. Daerah Pengecapan pada lidah Ujung lidah : rasa manis dan asin Belakang atau pangkal : rasa pahit Tepi atau samping : rasa asam D. Persarafan Lidah memiliki pelayanan saraf majemuk

Pengecapan dilayani saraf kranial V, VII, IX Gerakan lidah dilayani kranial XII

V. INDERA PERABA Organ : Kulit Keterangan : a. korpuskula Pacini, merupakan ujung saraf perasa tekanan kuat. b. ujung saraf sekeliling rambut, me rupakan ujung saraf peraba. c. korpuskula Rufini; merupakan ujung saraf perasa panas d. ujung saraf Krause, merupakan ujung saraf perasa dingin. e. korpuskula Meissner, merupakan ujung saraf peraba f. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan perasa nyeri g. lempeng Merkel, merupakan ujung saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.

Gambar : kulit beserta reseptor-reseptornya

A. Struktur : 1. Terdiri atas lapisan-lapisan : a. Epidermis, terdiri atas tiga lapis sel, yaitu : Stratum korneum : sel tipis, datar, seperti sisik, terus menerus dilepaskan. Stratum tusidum : sel tidak berinti Stratum granulosum : selapis sel berinti, betgranula b. Zona Germinalis : terdiri atas dua lapis sel yang terus membentuk sel -sel epidermis c. Dermis atau korium : terdapat pembuluh darah dan ujung -ujung saraf sensorik indera peraba. 2. Sebagai indera peraba, pada kulit terdapat ujung -ujung saraf yang peka terhadap sentuhan, tekanan dan rabaan Ujung saraf reseptor rasa sakit : menjorok masuk ke epidermis Ujung saraf reseptor rangsang sentuhan dan panas : terletak dekat epidermis 3. Daerah-daerah kulit yang paling banyak mengandung ujung saraf peraba antara lain : ujung jari telunjuk, telapak tangan, bibir, telapak kaki, leher, alat kelamin.

B. Fungsi Kulit : 1. sebagai organ pengatur panas 2. Sebagai indera peraba

3. Tempat penyimpanan air dan lemak 4. Melindungi tubuh dari pengaruh luar

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INDERA PENGLIHATAN
Pendahuluan : Diantara panca indera, indera mat a berfungsi untuk melihat. Agar obyek yang diamati dapat terlihat jelas, bayangan benda harus jatuh pada bintik kuning. Kalau bayangan jatuh pada bintik buta kita tidak dapat melihat benda itu. Tujuan : setelah melakukan kegiatan ini diharapkan anda dapat mengetahui adanya bintik buta. Alat dan bahen : 1. Kertas manila berwarna putih 2. Penggaris kayu 1 meter 3. Spidol atau ballpoint 4. Gunting Sumber bacaan : Buku Biologi SMU II Kegiatan 1 : 1. Guntinglah kertas manila dengan ukuran panjang 14 cm dan lebar 3 cm. 2. Buatlah tanda positif (+) dan tanda negatif ( - ) dengan garis tengah 2 mm pada kertas tersebut. Jarak antara ( + ) dan ( - ) sejauh 10 - cm.

3. Dengan tangan kita peganglah kertas tersebut sejauh 50 cm di depan mata. Ujung kertas yang ada tanda negatif ( - ) berada di sebelah kanan. 4. Dengan mata kanan ditutup, pusatkan pandangan mata kiri tetap pada tanda Kemudian dekatkanlah perlahan-lahan hingga tanda positif ( + ) hilang dan muncul kembali, Ulangi percobaan 3 kali, 5. Baliklah arah letak negatif dengan menutup mata ki ta.. Ulangi seperti kegiatan nomor 4 Catatlah hasilnya dalam tabel !

Tabel hasil pengamatan : Percobaan ke 1 2 3 Jumlah Rata-rata Mata kanan ditutup (jarak pada waktu tanda +) Hilang Tampak lagi Mata kita ditutup (jarak pada waktu tanda -) Hilang Tampak tagi

.

Perlanyaan : 1. Dari hasil pengamatan di atas apa yang dapat kamu katakan tentang tanda (+) ? Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 2. Pada jarak tertentu tanda ( + ) hilang tetapi pada jarak yang lain tanda ini muncul kembali. Apa arti semua ini ? Jelaskan ! Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 3. Adakah hubungan antara peristiwa tersebut dengan buta wama ? Jelaskan ! Jawab : ........................ ...................... ..................................................:................... ......... 4. Orang yang baru masuk ke tempat gelap da ri tempat yang terang, penglihatannya tiba tiba menjadi berkurang atau gelap. Apakah hal ini ada kesamaannya dengan hilangnya tanda ( + ) pada percobaan di atas.? Jelaskan ! Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 5. Pada kegiatan yang kamu lakukan tadi apakah matamu berakomodasi ? Apa yang sebena mya disebut akomodasi ? Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 6. Orang yang usianya sudah lanjut umumnya menggu nakan kacamata. Jelaskan peranan kacamata tersebut ! Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... Kegiatan 2 1. Cermati gambar di bawah ini ! 2. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang ada

(a)

(c) Pertanyaan : 1. Apakah fungsi kornea, sehingga bayangan benda dapat kita lihat dengan jelas ? Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 2. Bagaimanakah keadaan lensa kita bila kita melih at benda yang a. jauh ? b. dekat ? Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 3. Berdasarkan gambar a. jelaskan bagaimanakah mekanisme melihat ! Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 4. Kelainan apakah yang terjadi pada gambar b. bagiamanakah penderita dapat ditolong ? Jawab : ........................ .................... ....................................................:................... .......... 5. Kelainan apakah yang terjadi pada gambar c. bagaimanakah penderita dapat ditolong ? Jawab : ........................ ....................................................... .................:................... ..........

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PEMBAU DAN PENGECAP

Pendahuluan : Bila kita sedang salesma (pilek) indera pencium kita tidak ber fungsi dengan baik. Akibatnya bau makanan yang enakpun tidak tercium, selera makan menurun. Adakah hubungan antara indera pembau dan indera pengecap ? Tujuan : Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan anda dapat : 1. Menemukan perbedaan dan persamaan antara pembau dan indera pengecap. 2. Menemukan keterkaitan antara indera pembaca dan indera pengecap. Alat dan bahan : 1. Apel, kentang dan bawang 2. Larutan garam 10 % 3. Larutan gula 5 %

4. Air jeruk nipis 5. Larutan kina sulfat - 0,1 % 6. Cotton bud steril

Kegiatan : 1. Dengan menutup mata dan hidung, letakkan secara bergantian sekerat apel, kentang dan bawang di atas permukaan lidahmu. Dapatkah kamu membedakan rasa masing -masing bahan-bahan di atas ? Ulangi percobaan tersebut tanpa menutup hidung ! Dapatkah kamu membedakannya ? Dari peristiwa 1 dan 2 di atas dapatkah kamu jelaskan mengapa demi kian ? Dengan menggunakan cotton bud, o!eskan larutan garam 10% di seluruh permukaan lidahmu. Pada bagian manakah kamu dapat merasakan rasa larutan tersebut ? Setelah melaku kan tugas ini, berkumurlah sampai bersih dan jangan lupa mencatat hasilnya. Lakukan seperti no. 4, masing-masing untuk larutan gula – 5%, air jeruk dan kina sulfat - 0,1% Berilah tanda arsir pada gambar permukaan lidah dibawah ini sebagai pemyataan no. 4 dan 5 diatas.

2. 3. 4.

5. 6.

Pertanyaan : 1. Apakah seluruh permukaan lidah peka terhadap semua jenis rasa larutan ? Mengapa demikian? Jawab: .........................................................:...... 2. Dibagian lidah manakah kamu temukan daerah peka terhadap lebih dari satu rasa ? Jawab: .........................................................:...... Gambar : Permukaan Lida h

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INDERA PENDENGAR
Pendahuluan : Indera pendengaran dan keseimbangan terdapat dalam organ yang sama, yaitu telinga. Ada tiga bagian utama manusia, yaitu : telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Tujuan : Setelah melakukan kegiatan ini, diharapkan anda mengeta hui bagian-bagian dan fungsi telinga dan proses mendengar. Kegiatan : 1. Berikut ini adalah bagian-bagian pada telinga : 1. Maleus 5. Selaput timpanik 2. Daun telinga 6. Inkus 3. Stapes 7. Koklea 4. Lubang telinga 8. Saluran semisirkuler

2. Cermati gambar telinga di bawah ini, kemudian beri angka yang sesuai dengan bagian-bagian di atas !

3. Jawablah pertanyaan berikut ! Pertanyaan : 2. Tentukan bagian-bagian telinga tersebut yang termasuk teling a bagian luar, tengah dan dalam! Lengkapilah dengan bagian lain jika memang ada ! Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 3. Bagian manakah yang disebut tulang -tulang pendengaran ? Apakah fungsinya ? Jawab : ........................ ........................................................................:................... .......... 4. Bagaimanakah mekanisme proses mendengar ? Buatlah dalam bentuk bagan/skema ! Jawab : ........................ .............................. ..........................................:................... .......... 5. Tentang seseorang yang menderita gangguan pendengaran : a. Bagaimanakah dapat terjadi ? b. Apakah kemungkinan penyebabnya ? c. Dapatkah ditolong ? Jawab : ........................ ......... ...............................................................:................... ..........

SISTEM KOORDINASI (HORMON)

Standar Kompetensi : Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Hormon yang dihasilkan o!eh kelenjar endokrin dan mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku

Kompetensi Dasar : Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan diskusi.

RANGKUMAN MATERI

SISTEM KOORDINASI (HORMON) Hormon dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) dan diedarkan oleh darah Fungsi hormon : 1. Mamacu pertumbuhan 2. berperan dalam proses reproduksi 3. mengatur metabolisme 4. mempengaruhi tingkah laku 5. mengatur homeostasis tubuh Macam-macam kelenjar hormon 1. GLANDULA THYMUS (KELENJAR KACANGAN) Letak : rongga dada Fungsi : Tempat penyimpanan somatot roph yang dihasilkan oleh hypofisis otak lobus anterior. Kelenjar ini hanya dijumpai pada a nak-anak 2. GLANDULA TYREOIDEA (KELENJAR GONDOK) Letak : di kanan/kiri trachea daerah farinks, Jumlah : sepasang Fungsi : Menghasilkan hormon tiroksin, yang b erperan mengatur metabolisme 3. GLANDULA PARATYREOID (KELENJAR ANAK GONDOK) Letak : di sebelah dorsal kelenjar gondok Fungsi : Menghasilkan parathormon, yang berfungsi mengatur distribusi Calsium antara darah dengan tulang 4. KELENJAR PANCREAS (PULAU LANGER HANS) Fungsi : Menghasilkan hormon insulin, yang berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen 5. GLANDULA SUPRARENALIS (KELENJAR ANAK GINJAL) a.. Bagian kortek : menghasilkan hormon korti son . b. Bagian mendula : menghasilkan hormon adrenalin Fungsi hormon adrenalin mengubah glikogen menjadi glukosa memacu aktivitas jantung menyempitkan pembuluh darah mengendorkan otot polos batang tengkorak 6. KELENJAR KELAMIN A. Pria

Testes, menghasilkan hormon Androgen berupa testoteron, yang berfungsi membangun spermatogenesis dan mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder. . B. Wanita Ovarium, menghasilkan ovum dan hormon : 1. Progesteron Dihasilkan oleh Corpus luteum, Fungsi progesteron menjaga penebalan dinding endometrium. mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita berpengaruh baiik terhadap hypofisis dafam memproduksi FSH seh ingga wanita tidak mengalami ovulasi. 2. Estrogen Dihasilkan bagian follicle Fungsi estrogen : - memacu penebalan dinding uterus. - mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita 7. USUS DAN LAMBUNG a. Usus, menghasilkan hormon Sekretin : memacu sekresi getah pancreas Kolesistokinin : memacu sekresi getah empedu b. Larnbung, menghasilkan hormon Gastrin : memacu sekresi getah lambung 8. GLANDULA HYPOFISIS (MASTER GLAND) Merupakan kelenjar buntu yang te rbesar dan menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kelenjar horrnon lain: Bagian-bagian kelenjar hypofisis A. Lobus anterior, menghasilkan : 1. TSH (Thyroid Stimulating Hormone Tirotrof) Fungsi : memacu kelenjar tireoid menghasilkan hormon tiroksin 2. Paratiroid Fungsi : memacu kelenjar paratiroid menghasilkan hormon parathormon 3. LTH (Luteotropic Hormone = Protaktin) Fungsi : memacu pembentukan air susu 4. ACTH (Adreno Corticotropic Hormone) Fungsi : a memacu medula adrenafis mempro duksi hormon adrenalin b memacu korteks adrenalis mempr oduksi hormon kortison 5. GH (Growth Hormone = Somatotroph) Fungsi : memacu pertumbuhan se1 -sel somatis dan pertumbuhan cakra epifise 6. Gonadotroph

Fungsi : memacu kelenjar kelamin memproduksi hormon kelamin Macam-macam gonadotroph : 1. FSH (Folliccle Stimulating Hormone) Pada wanita : berfungsi : - memacu pertumbuhan follicle - memacu ovanum memproduksi estrogen Pada pria : berfungsi : - mempengaruhi spermatogenesis 2. LH (Luteinizing Hormone) Pada wanita berfungsi :- memacu pengeluaran ovum - memacu corpus luteum dalam memproduksi progesteron 3. ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormones) Terdapat pada pria, berfungsi mempengaru hi sel dinding pada testes untu k menghasilkan testoteron. B. Lobus Medial Pada manusia bagian ini belum dike tahui fungsinya. C. Lobus Posterior Menghasilkan hormon : 1. Oksitosin Fungsi : mempengaruhi kontraksi dinding uterus pada waktu akan me lahirkan, mempengaruhi pengeluaran air susu. 2. ADH (Anti Diuretic Hormone) Fungsi : mengatur pengeluaran u rine 3. Vasopressin dan petresin Fungsi : mempengaruhi tekanan dara h

Tabel kelainan sekresi kelenjar hormon NO. 01. KELAINAN SEKRESI Hiposekresi Tiroksin - Pada anak : Kretinisme (Kerdil) - Pada orang dewasa : Mixudema Hipersekresi Tiroksin (Penyakit Morbus Basedowi) Hipoparatiroidisense Hiperparatiroidisme GEJALA PENYAKlT Hambatan pertumbuhan fisik dan mental Metabo!ik mundur berat badan naik, gerakan lamban, berpikir lamban, kulit tebal, kering Metabolik naik, gelisah, mudah marah, denyut nadi naik, suhu tubuh cenderunq tinggi Kekurangan kalsium dalam darah, kejang pada tangan dan kaki. Kalsium dikeluarkan dari darah dan tulang masuk ke serum darah, tulang keropos kegagalan ginjal

02

NO. 03.

KELAINAN SEKRESI Kekurangan Kortison (Penyakit Adison) Kelebihan Kortison (Sindroma Cushing) Kekurangan Insulin (Diabetes Mellitus) Kelebihan Somatotroph Pada anak : Gigantisme Pada dewasa : Akromegali Kekurangan Somatotroph sebelum pubertas

GEJALA PENYAKlT Ginjal gagal menyimpan natrium, penderita kurus, lemah: kulit memerah, dapat menyebabkan kematian Badan gemuk, anggota badan kurus. Gangguan metabolisme karbohidrat dan protein hiperkensi Kadar gula darah tinggi, poliura, berat badan turun, haus, kering, kulit, mulut, dan lidah kering. Tumbuh raksasa Tulang dan jaringan lunak menjadi tebal, besar dan kasar Terutama pada tangan, tengkorak, tulang rahang. Anak tumbuh menjadi orang kerdi l (Dwarfisme) Produksi urin berlebihan (Diabetes Insidus)

04.

05.

06.

07.

08.

Kekurangan ADH (Anti Diuretic Hormone)

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SISTEM ENDOKRIN (HORMON)

Pendahuluan : Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu mensekresikan hormon. Beberapa keienjar endokrin menghasilkan satu hormon tunggal, sedang yang lain dua atau beberapa jenis hormon. Secara umum fungsi hormon adalah merangsang suatu proses metabolisme. Tujuan : Memahami fungsi berbagai kelenjar endokrin pada manusia Sumber : Buku Biologi SMU Kelas 2 Keqiatan 1 : 1. Perhatikan gambar yang ada di dalam tabel 2. Isilah kolom yang tersedia di dalam tabe l

3. Jika satu kelenjar menghasilkan lebih dari satu hormon cukup tuliskan sa lah satu saja ! Gambar macam kelenjar hormon Nama Kelenjar Hormon yang dihasilkan Fungsi hormon yang dihasilkan

Keqiatan 2 : Isilah TTS di bawah ini ! 1 2 3 4

5 8

6

7

9
10 11 12 13

14

Mendatar : 1. Nama lain kelenjar hormon 4. Hormon pemacu kelenjar adrenal disingkat (tulis dari belakang) 5. Penghasilan testosteron (huruf E ditulis dobel) 8. Penghasil sekretin (huruf akhir ditambah E) 9. Nama lain prolaktin 10. Kelenjar penghasil hormon tiroksin (h uruf N dihilangkan) 12. Hormon pemacu kelenjar tiroid 14. Pulau ...... penghasil hormon insulin

Menurun : 1. Hormon yang mempengaruhi ciri -ciri kelamin sekunder pada wanita 2. Horman yang mempengaruhi dinding uterus pada waktu melahirkan. 3. Hormon mengatur kadar gula darah 4. Salah satu gejala penyakit kencing manis 6. Diabetes ...., nama lain penyakit gula. 7. Produk urin berlebihan disebabkan karena kekurangan hormon ..... 11. Testosteron mempengaruhi ciri -ciri kelamin sekunder pada ......

SOAL-SOAL LATIHAN

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang ! 1. Jenis neuron yang berhubungan langsung dengan reseptor ya itu neutron … a. Motoris d. ajustor b. sensoris e. motoris c. konektor 2. Mata rabun jauh karena lensa mata terlalu cembung, kelainan tersebut dinamakan …. a. presbiop d. xeroptalmia b. hipermetrop e. katarak c. miop 3. Bagian otak yang menjadi pusat pengaturan pernafasan adalah .... a. medulla oblongata d. sumsum tulang belakang b. otak besar e. talamus c. otak kecil 4. Fotoreseptor terdapat pada bagian mata ... a. bintik buta d binting kuning b komea e. lensa c. retina 5. Ujung saraf krause adalah merupakan .... a. reseptor panas d. reseptor nyeri b. reseptor dingin e. reseptor bau c. reseptor makanan 6. Ujung saraf ruffini adalah merupakan …. . a. reseptor panas b. reseptor dingin c. reseptor makanan d. reseptor nyeri e. reseptor bau

7. 5upaya benda yang kita lihat dapat ter lihat jelas, maka bayangan benda tersebut harus jatuh .... a. tepat pada bintik kuning yang terdap at pada pupil mata b. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada iris. c. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada retina. d. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada lensa mata e. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada selaput putih. 8. Alat pengatur cahaya yang masuk ke dalam mata manusia yang bekerja sebagai diafragma ialah . . . . a. iris d. sklera b. lensa e. kornea c. retina 9. Bi!a ibu jari menjadi lumpuh tetapi rasa rabanya ada maka dari lengkung refleks yang rusak adalah…. a. sensoris d. efektor b. motoris e. reseptor c. aferen 10. Jalan yang ditempuh oleh gerak refleks adalah…. a. efektor --> serabut saraf motorik --> konektor --> reseptor b. efektor --> serabut saraf sensorik --> konektor --> reseptor c. reseptor --> serabut saraf sensorik --> konektor --> serabut motorik --> efektor d. reseptor --> serabut saraf motorik --> konektor --> serabut saraf sensorik --> efektor e. reseptor --> serabut saraf sensorik -- > serabut motorik -- > efektor 11. Getaran suara dari luar sampai ke alat korti melalui : 1. Tulang-tulang martil, sanggurdi 2. gendang telinga 3. cairan perilimf 4. selaput lonjong Urutan dari luar ke dalam adalah a. 1 – 2 – 3 – 4 d. 2 – 1 – 4 – 3 b. 1 – 2 – 4 – 3 e. 2 – 3 – 1 – 4 c. 2 - 1 – 3 – 4 12. Bagian mata yang berfungsi sebagai diafragma adalah …. a. koroid d. bintik kuning b. sklera e. bintik buta c. iris 13. Yang dimaksud dengan sistem Koord inasi adalah …. a. pengaturan keserasian kerja jantung b. pengaturan keserasian sistem saraf

c. pengaturan yang dilakukan oleh h ormon d. pengaturan keserasian proses da lam tubuh e. pengaturan keserasian gerak tubuh. 14. Reseptor pada kulit yang berfungsi sebagai i ndera sentuhan adalah .... a. paccini d. ruffini b. meisner e. ujung saraf bebas c. krause 15. Pusat keseimbangan pada otak terdapat pada …. a. serebelum d. talamus b. motoris e. medula oblongata c. Otak tengah 16. Kekurangan hormon terse but dibawah ini dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus a. hormon tiroksin d. hormon insulin b. hormon kortin e. hormon adrenalin c. hormon gastrin 17. Gangguan hormon antidiuretika dapat mengakibatkan penyakit . . . . a. uremia d. diabetes melitus b. nephritis e. diabetes insupidus c. albuminaria 18. Hormon – anti – diuretik (ADH) berfungsi untuk…. a. merangsang kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi. b. mengatur jumlah air yang melalui ginjal c. mengendalikan sekresi estrogen di dalam ovarium d. pengendali produksi sekresi dari semua organ. e. mempertahankan korpus luteum lama hamil. 19. Kelenjar hormon yang fungsinya mempengaruhi semua kelenjar hormon yang lain adalah kelenjar hormon…. a. hipofisa d. kacangan b. epifisa e. kelamin c. gondok 20. Hormon yang merangsang pembentukan sper matozoa di dalam testis adalah ..... a. ICSH (Interstitial - Cell - Stimulating - Hormon). b. FSH (Follele - Stimulating - Hormon) c. LH (Leteinising Horrnon) d. ACTH (Adrenokortikotropile) e. ADH (Hormon - Anti - Diuretik)

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Tulislah 3 perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormon ! 2. 3. 4. 5. Jawab : ........................................................ :...........:...................................:......... ................. Tuliskan hubungan antara sistem saraf simpatis dan sistem parasimpatis ! Jawab : ........................................................:...........:.............................. .....:.......................... Gambarkan skema lidah dengan bagian -bagian tempat perasanya ! Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... ................. Sebutkan hormon-hormon yang dihasilkan oleh hypofisis lobus anterior ! Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... ................. Sebutkan gangguan pada mata dan cara menolongnya ! Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... .................

ENDOKRINOLOGI MANUSIA Nama : Kelenjar tiroid Letak : dua lobus di leher Hormon : tirokson (asam amino beryodium) Fungsi : # mengontrol laju metabolisme fungsi respirasi sel meningkatkan laju penggunaan oksigen # pengukuran diagnosa kelainan fungsi kelenjar tiroid dengan pengukuran konsumsi O2 disgnosa kelainan Penyakit : Hipotiroidisme : sebelum de wasa disebut penyakit kretinisme (kerdil) Penderita tidak dapat mencapai perkembangan fisik dan mental yang normal. Penyebab belum jelas, lazim di daerah kurang Iodium ditambah faktor lain pencegahan dini dengan pemberian tiroksin. Bila terlambat dan para hnya, penyembuhan hanya sedikit diperoleh. Sesudah dewasa disebut penyakit niksedena. Gejala : metabolisme rendah, berat badan berlebihan, bentuk kasar. Penyakit sembuh dengan pemberian tiroksin adalah gondok : pembengkakan leher karena pembengkakan kelenjar tiroid. Contoh : laju kelenjar tiroid diatur oleh TSH yang dilepas oleh lobus anterior kelenjar pitustan. Peningkatan TSH peningkatan jumlah tiroksin, peningkatan jumlah tiroksin dalam darah menekan produksi TSH sarana agar jumlah tiroksin dalam d arah menekan produksi TSH sarana agar jumlah iroksin mantap. Tetapi bila dalam makanan Iodium tidak cukup bagi tiroid untuk menyintesa tiroksin, mekanisme kontrol terhenti.

Kelenjar pitustan tidak dihambat, jumlah TSH dihasilkan lebih banyak, sehingga me rangsang kerja kelenjar tiroid meski tanpa/sedikit Iodium jadi kelenjar keras dan berakibat gondok. Kelenjar Paratiroid hormon PTH Empat struktur kecil, dalam permukaan belakang kelenjar tiroid. Bila kelenjar tiroid dibuang, untuk pengobatan penyakit gon dok. Kadang menimbulkan gejala kejang otot dan salah urat yang tidak menyenangkan menurunnya kadar ion penting dalam pembentukan tulang Ca ++, karena lenyapnya kelenjar paratiroid.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->