P. 1
Makalah Sosial Budaya Masyarakat

Makalah Sosial Budaya Masyarakat

1.0

|Views: 14,989|Likes:
Published by kusniyadi878
ini adalah makalah tentang budaya masyarakat
ini adalah makalah tentang budaya masyarakat

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: kusniyadi878 on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

MAKALAH

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran sosiologi

Pakaian adat

Jawa Barat

Tar-i Merd

KU.jilHg: .

Disusun oleh Hery kusniadi

SMK HARAP AN BANGSA BOJONGHAUR

JIn taman pendidikan No 35 tlp (0266) 6461212 Ds. Neglasari Lengkong Sukabumi

~S\E.RED v~

1-'0 ~~

§ REGISTERED %

VERSION

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Perubahan Sosial Budaya Masyarakat , yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang "Perubahan Sosial budaya masyarakat" yang menjelaskan bagaimana perubahan so sial budaya masyarakat itu.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Sosiologi yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Bojonghaur, 03 november 2010

~S\E.RED V~

~0 ~

g;; ~

§ REGISTERED %

VERSION

DAFTARISI

1. 1 Kata pengantar i

1.2 Daftar isi ii

1.3 Bab 1 Pendahuluan 1

1.4 Latar belakang 1

1.5 Rumusan masalah 2

1.6 Tujuan penulisan 2

1.7 Manfaat penulisan 2

BAB II Pembahasan 3

2.1 Definisi kebudayaan 3

2.1.1 Unsur-Unsur Kebudayaan 4

2.1.2 Wujud dan komponen 5

2.1.3 Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan 6

2.2 Perubahan Sosial budaya 12

2.2.1 Penetrasi Kebudayaan 13

2.1.2 Cara Pandang Terhadap Kebudayaan 14

2.1.3 Kebudayaan Diantara Masyarakat 16

~S\E.RED V~

~0 ~

g;; ~

§ REGISTERED %

VERSION

BABI PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma so sial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan so sial, politik dan kebudayaan dewasa ini.

• Penerapan Teknologi Maju

Penerapan teknologi maju untuk mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu telah menuntut pengembangan perangkat nilai budaya, norma so sial disamping ketrampilan dan keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya. Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal yang besar (intensive capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola secara professional (management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi seoptimal mungkin; Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement orientation).

Tanpa disadari, kenyataan tersebut, telah memacu perkembangan tatanan so sial di segenap sector kehidupan yang pada gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Mereka yang tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya, dan memperlebar serta memperdalam kesenjangan so sial yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemburuan so sial yang memperbesar potensi konflik sosia1.dalam masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.

• Keterbatasan lingkungan (environment scarcity) Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya cenderung pelaksanaannya. Untuk mengejar keuntungan materi harganya dan beaya perawatannya, mendorong pengusaha mengenal waktu. Pembabatan dhutan secara besar-besaran

demikian juga me sin pabrik harus bekerja terus menerus yang siap di lempar ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang

lingkungan yang pada gilirannya mengancam kehidupan mengembangkan kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : '" Menjelaskan definisi budaya dan unsure unsurnya

'" Menjelaskan definisi perubahan social dudaya.

'" Menjelaskan perbedaan perubahan social budaya antar Negara. '" Menjelaskan cara pandang terhadap perubahan social budaya.

1.3 Tujuan penulisan

Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk : '" Mengetahui perubahan social budaya

'" Mengerahui keanekaragaman perubahan social budaya '" Dapat membedakan social budaya

1.4 Manfaat penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah supaya semua pembaca paham tentang adanya perubahan social danbudaya khususnya pada masyarakat.

~S\E.RED V~

~0 ~

g;; ~

§ REGISTERED %

VERSION

BABII PEMBAHASAN

2.1. Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. [1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[l] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan so sial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. "Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain. Pengertian Kebudayaan.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma struktur-struktur so sial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuankemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi so sial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.1.1 Unsur-Unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:

.:. alat-alat teknologi
.:. sistem ekonomi
.:. keluarga
.:. Kekuasaan politik Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: or. sistem norma

so sial yang memungkinkan kerja sarna antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya

or. organisasi ekonomi

alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan utama)

or. organisasi kekuatan (politik)

2.1.2 Wujud dan komponen

VERSION

A. Wujud Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: !'<,a>"a~:1

Gagasan (Wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

• Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem so sial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan seharihari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

• Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

B. Komponen

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: a. Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material j televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung

b. Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian

2.1.3 Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan A. Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Teknologi)

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:

"Y valat-alat produktif "Y senjata

"Y wadah

"Y alat-alat menyalakan api "Y makanan

"Y pakaian

"Y tempat berlindung dan perumahan "Y alat-alat transportasi

B. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian mi terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:

• berburu dan meramu

• beternak

• bercocok tanam di ladang

• menangkapikan

• Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial

Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat

struktur so sial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, p kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelomp

kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri,

kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga unilateral.

Sementara itu, organisasi so sial adalah perkumpulan so sial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi so sial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

c. Bahasa

Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.

Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi so sial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

D. Kesenian

Karya seni dari peradaban Mesir kuno. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

E. Sistem Kepercayaan Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik HHI..11'.'"

rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun

dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada ...," •• Fl ....... ._

Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang

unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:

sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga mempengaruhi kesenian.

F. Agama Samawi

Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagai agama Samawi atau agama Abrahamik. Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sarna namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia.

Yahudi adalah salah satu agama, yang jika tidak disebut sebagai yang pertama, adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Terdapat nilai-nilai dan sej arah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya, seperti Kristen dan Islam. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa.

Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1,5 s.d. 2,1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia.

Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak mempengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Saat ini terdapat lebih dari 1,5 milyar pemeluk agama Islam di dunia.

G. Agama dan Filosofi dari Timur

Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sarna lain pada Asia kebanyakan berasal dari India dan China, dan kebudayaan dan migrasi.

Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme, cabang timur India sampai Tibet, China, Mongolia, Jepang Theravada Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.

VERSION

Agama Hindu dari India, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya, Carvaka, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia.

Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari Cina, mempengaruhi baik religi, sem, politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia.

Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi politik tercipta. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa, inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina, dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sarna, filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.

H. Agama Tradisional

Agama tradisional, atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang" , dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto. Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.

"American Dream" American Dream, atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. Mereka percaya, melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status so sial, seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"), "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"), yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.

J. Sistem IImu dan Pengetahuan

I. Pernikahan

Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah; pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu, sebagai pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adal

dinikahkan kembali di gereja. Sementara Agama Islam <"VB=.!.

Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian, Hu.J.Hu.LJ.~l~~bl~~~~nlh.~~.N

Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).

Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:

• pengetahuan tentang alam

• pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya

• pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia

• pengetahuan tentang ruang dan waktu

2.2 PERUBAHAN SOSIAL BUDAY A

1. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya

1. Perubahan secara lambat dan Perubahan secara cepat (dilihat dari waktu)

Perubahan secara lambat = evolusi, yaitu prubahan yang memerlukan waktu lama. Cirinya : memerlukan waktu lama, perubahannya kecil, perubahan tidak disadari oleh masyarakat, tidak diikuti oleh konflik atau tidak menimbulkan kekerasan. Ex: perubahan mata pencaharian masyarakat

Perubahan secara cepat = revolusi, yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Ciricirinya membutuhkan waktu singkat, perubahannya besar karena menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan, perubahan disadari/direncanakan, seringkali diikuti oleh kekerasan atau menimbulkan konflik. Ex: revolusi Indonesia tahun 1945, reformasi Indonesia tahun 1998, revolusi industri Perancis dan Inggris.

2. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya besar.

3. Perubahan yang dikehendaki/direncanakan dan p

direncanakan

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang tidak kehidupan masyarakat. Ex; perubahan mode pakaian, gaya

Perubahan yang membawa pengaruh besar adalah kehidupan masyarakat karena perubahan yang terjadi pada Industrialisasi membawa pengaruh pada hubungan kerja, tanah, pelapisan social, hubungan kekerabatan, dll.

Perubahan yang dikehendaki/direncanakan= pembangunan adalah perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu yang ada dalam masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Biasanya perubahan tidak dihendaki muncul sebagai dampak dari perubahan yang direncanakan.

Secara garis besar perubahan social menyangkut perubahan dalam:

kelompok social

stratifikasi social

lembaga-lembaga social

interaksi social

2. Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Menurut Alvin Betrand: awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.

Menurut David Me Clelland: dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat

Prof. Soerjono Soekanto: Perubahan social disebabkan oleh factor intern dalam masyarakat itu dan factor ekstern.

Faktor Intern antara lain:

1) Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)

2) Adanya Penemuan Baru:

Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada Invention: penyempurnaan penemuan baru

Innovation IInovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada.

Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan

kualitas ahli atau anggota masyarakat

3) Konflik yang terj adii dalam masyarakat

4) Pemberontakan atau revolusi

Faktor ekstern antara lain:

~S\E.RED v~

1-'0 ~~

§ REGISTERED %

VERSION ADDS NO

1) perubahan alam

2) peperangan

3) pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran ke

budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), menghasilkan budaya yang sarna sekali baru batas budaya lama tidak

Jadi menurut Soerjono Soekanto factor pendorong perubahan social adalah:

1) sikap menghargai hasil karya orang lain

2) keinginan untuk maju

3) system pendidikan yang maju

4) toleransi terhadap perubahan

5) system pelapisan yang terbuka

6) penduduk yang heterogen

7) ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu

8) orientasi ke mas a depan

9) sikap mudah menerima hal baru.

Ciri perubahan social adalah :

1) setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, baik lambat maupun cepat

2) perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada

lembaga-lembaga sociallainnya

3) perubahan social yang cepat biasanya menimbulkan disintegrasi yang bersifat sementara karen a

berada dalam proses penyesuaian diri.

3. Faktor Penghambat Peru bah an Sosial Budaya

a) kurangnya hubungan terhadap masyarakat lain

ex; suku-suku bangsa yang masih di pedalaman

b) pendidikan yang terbelakang

c) masyarakat yang bersikap tradisional ; mempertahankan

d) adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat sekali Ex: kelompok yang sudah mapan biasanya tidak " • ...,"f'l'"..., •. , ........ terancam, takut hidup susah

e) ketakutan akan terjadi disintegrasi

f) prasangka buruk terhadap unsure budaya asing

g) hambatan ideologis, Ex : adanya anggapan bahwa suatu p

agama tertentu dll

, peru

VERSION

ADDS NO

4. Macam-macam Proses Perubahan Sosial Budaya:

a) Akulturasi

b) Asimilasi

c) Difusi

d) Discovery

e) Invention

f) Inovasi

g) Modernisasi: adalah proses perubahan tradisi, sikap, dan system nilai dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain, sehingga suatu bangsa dapat bertahan secara wajar di tengah-tengah tekanan berbagai masalah hidup di dunia dewasa ini

h) Globalisasi: adalah suatu system atau tatanan yang menyebabkan seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi dunia. Atau suatu kondisi dimana tidak ada lagi batas-batas antara satu Negara dengan Negara lain dalam hal teknologi komunikasi.

5. Dampak perubahan social budaya :

Dampak NegatifModernisasi

a. sikap materialistic: orang lebih mengejar kekayaan materi di

b. sikap individualistic: memperjuangkan kepentingan dirinya

c. sikap konsumerisme: sikap hidup yang boros / konsumtif

d. kesenjangan social ekonomi : timbulnya pelapisan social

e. pencemaran / kerusakan lingkungan alam

f. kriminalitas

g. kenakalan remaja or. Dampak Negatif Globalisasi

a. Unsur-unsur budaya asing yang masuk Indonesia terutama teknologi komunikasi berakibat pada munculnya perilaku kekerasan di masyarakat, semakin berkembangnya gaya hidup free sex, semakin maraknya pornoaksi.

or. Dampak positif Globalisasi

a. cepat masuknya budaya asing yang memperkaya budaya Indonesia

b. Perubahan pola pikir tradisional menjadi pola piker rasional, sistematis, analitis, logis

c. Munculnya sikap lebih menghargai waktu, mau bekerja keras

d. Munculnya pola pembagian kerja antara pria dan perempuan berdasarkan kemampuan, semakin

menipis perilaku diskriminasi terhadap perempuan

e. Berkembangnya ilmu pengetahuan

f. Berkembangnya cara berpikir kritis,

Tantangan baru bangsa Indonesia akibat globalisasi yang dapat mengancam eksistensi jati diri Bangsa Indonesia:

6. Guncangan budaya (cultural shock)

Ketidaksesuaian unsure-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan social yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Budaya yang masuk ke suatu masyarakat tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, kondisi seperti inipun juga dapat menimbulkan keguncangan budaya.

7. Ketertinggalan budaya (cultural lag)

Perumbuhan atau perubahan unsure kebudayaan yang mengalami perubahan tidak sarna cepatnya misalnya perubahan pada budaya material akan lebih cepat berubah dibanding budaya immaterial. Ketidak seimbangan perubahan antara budaya material dan immaterial itulah yang disebut dengan ketertinggalan budaya.

8. Antisipasi memudarnya jati diri bangsa karen a globalisasi

a) mamperkuat ideology dan nasionalisme melalui berbagai kegia

# ~

§ REGISTERED 0

VERSION

c) mencegah meluasnya narkoba, pornoaksi melalui L,-,n.HVH.

b) pengimbangan kemajuan ilmu pengetahuan dengan iman

d) mencintai produk dalam negeri

e) meningkatkan persatuan dan kesatuan

f) menjaga kelestarian lingkungan hidup

g) orangtua semakin aktif dalam mendidik anak

h) selektifterhadap budaya aasing yang masuk menjaga kelangsungan nilai dan norma masyaraka

Perubahan so sial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan

asmg.

Perubahan so sial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur so sial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan so sial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan so sial: ~ tekanan kerj a dalam masyarakat

~ keefektifan komunikasi

~ perubahan lingkungan alamo

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

2.2.1 Penetrasi Kebudayaan

Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:

• Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, dan Islam ke Indonesia[ rujukan?]. Penerimaan kedua ..... ,.v ........... .a;

konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat

tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan

adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk ke kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi

AsimlA/?Id$sl:leQ. Akul bl4lA{£RM4B;,.~

sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

• Penetrasi kekerasan (penetration violante)

Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangangoncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[ rujukan?]. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.

2.1.2 Cara Pandang Terhadap Kebudayaan • Kebudayaan Sebagai Peradaban

Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke- 18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.

Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas.

Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".

Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menj seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang " "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak berke pengamat seringkali mempertahankan elemen dari menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)

Sejak abad ke-18, beberapa kritik so sial telah fl1P·nplr·1n'

dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu - menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman se "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat

tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan so sial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sarna - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat so sial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

• Kebudayaan sebagai "Sudut Pandang Umum"

Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya

lainnya memiliki

perbedaan dan kekhasan

. .

masmg-masmg.

Karenanya,

budaya tidak dapat

diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."

Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.

Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

• Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.

2.1.3 Kebudayaan Diantara Masyarakat

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-ke sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan

REGISTERED % VERSION

Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.

Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sarna.

Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.

Melting Pot: Kebudayaan imigranlasing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.

Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.

2.1.4 Kebudayaan Menurut Wilayah

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaankebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.

o Afrika

Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan SubSahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam. Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat.

o Amerika

Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa Portugis, Jerman, dan Belanda.

o Asia

Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan J...,y<u<o,'IIII!oIIi1!;l

agama Budha dan Taoisme banyak mempengaruhi ke tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memp Selatan dan tenggara.

o Australia

Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.

o Eropa

Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya.

Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.

o Timur Tengah dan Afrika Utara

Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.

~S\E.RED V~

~0 ~

g;; ~

§ REGISTERED %

VERSION

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam makalah ini kami menyimpulkan bahwa budaya sangat erat sekali dengan kehidupan kita di masyarakat. Kebudayaan ini pasti terdapat di dalam masyarakat di deluruh belahan dunia. Oleh karena itu, marilah kita jaga bersama budaya yang telah kit a miliki dan janganlah kita serahkan kebudayaan ini kepada N egara lain.

3.2 Saran

Penulis menyarankan supaya kita semua baik penulis maupun pembaca mau untuk menjaga budaya kita sendiri dan janganlah menghilagkannya kerena itu merupakan hal yang sangat berharga sekali.

Penulis juga menyarankan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan masalah budaya khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

~S\E.RED V~

~0 ~

g;; ~

§ REGISTERED %

VERSION

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan sosial budaya

http://wikan2004.multiply.com/journal/item/2/Ringkasan Materi Perubahan Sosial Budaya

Enoh, Moh. 1994. Geografi regional asia Sub Region Jepang Surabaya : IKIP.

~S\E.RED v~

1-'0 ~~

§ REGISTERED %

VERSION

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->