P. 1
Pengertian Landasan Pendidikan

Pengertian Landasan Pendidikan

|Views: 5,751|Likes:
Published by Ian Milik Ia

More info:

Published by: Ian Milik Ia on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

Pengertian Landasan Pendidikan Secara leksikal, landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan merupakan

tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau dasar pijakan ini dapat bersifat material (contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual (contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual identik dengan asumsi, adapun asumsi dapat dibedakan menjadi tiga macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi. Pendidikan antara lain dapat dipahami dari dua sudut pandang, pertama dari sudut praktek sehingga kita mengenal istilah praktek pendidikan, dan kedua dari sudut studi sehingga kita kenal istilah studi pendidikan. Praktek pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pedidikan. Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro maupun mikro), dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan, pengajaran dan atau latihan). Studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam rangka memahami pendidikan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Jenis-jenis Landasan Pendidikan Ada berbagai jenis landasan pendidikan, berdasarkan sumber perolehannya kita dapat mengidentifikasi jenis landasan pendidikan menjadi: 1. Landasan religius pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. 2. Landasan filosofis pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. 3. Landasan ilmiah pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari berbagai cabang atau disiplin ilmu yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Tergolong ke dalam landasan ilmiah pendidikan antara lain: landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis pendidikan, landasan antropologis pendidikan, landasan historis pendidikan, dsb. Landasan ilmiah pendidikan dikenal pula sebagai landasan empiris pendidikan atau landasan faktual pendidikan. 4. Landasan yuridis atau hukum pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

integral dan universal tentang hakikat sarwa yang ada (hakekat Tuhan. alam dan hakekat manusia). 1991: 3). siapakah sebenarnya “aku” ini ? (Salam. melainkan tertuju kepada pengembangan wawasan kependidikan. dan manusia tentu mempersoalkan dirinya sendiri. filsafat adalah hasil usaha manusia dengan kekuatan akal budinya untuk memahani secara radikal. Dengan berpikir atau bernalar. 1988:12) Kalau demikian maka jelaslah bahwa hal ini memerlukan perenungan yang mendalam dan meng-asas pada usaha akal dan pekerjaan pikiran manusia. FILSAFAT DAN HAKEKAT MANUSIA (sebuah pengantar) JIKA kita mendengar kata filsafat maka konotasi kita akan segera pada sesuatu yang besifat prinsip yang juga sering dikaitkan pada pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar (Zuhairini. memberikan pertanggungjawaban dengan berdasarkan pada akal budi manusia. 19984: 12). obyektif. merenungkan. . ia diciptakan oleh Allah SWT begitu sempurna dan kesempurnaan ini manusia dapat meningkatkan kehidupannya. bahkan boleh dikatakan ia adalah teka-teki bagai dirinya sendiri. Dengan kata lain. Karenanya filsafat itu timbul dari kodrat manusia. Pada hakekatnya semua yang ada di alam ini sudah sejak awal menjadi pemikiran dan teka-teki yang tak habis-habisnya diselidiki dan inilah yang menjadi fundamen timbulnya filsafat. serta sikap manusia termasuk sebagai konsekwensinya dari pemahamannya tersebut (Anshari. ialah mempertimbangkan. fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Karenanya filsafat-lah yang bertugas untuk mencari jawaban dengan cara ilmiah. Manusia mempunyai keistimewahan dari makhluk-makhluk yang lain. Jadi. Berbagai asumsi pendidikan yang telah dipilih dan diadopsi oleh seseorang tenaga kependidikan akan berfungsi memberikan dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. merupakan satu bentuk kegiatan akan manusia melalui pengetahuan yang kita terima melalui panca indra diolag dan ditunjukan untuk diri sendiri dengan manifestasinya. yaitu berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya.Fungsi Landasan Pendidikan Misi utama mata kuliah landasan-landasan pendidikan dalam pendidikan tenaga kependidikan tidak tertuju kepada pengembangan aspek keterampilan khusus mengenai pendidikan sesuai spesialisasi jurusan atau program pendidikan. menganalisis.

meneliti suatu jalan pemikiran. (Harri Hamersma. mencari kausalitasnya. berfilsafat adalah tempat di mana pertanyaan-pertanyaan ini dikumpulkan. Plato umpamanya mengatakan : “Mata kita memberikan pengamatan bintang-bintang. Filsafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja. Hikmat atau pengetahuan (“sophia”). menarik kesimpulan. Seseorang “filsafat” adalah seorang “pecinta” . menggolong-golongkan. seperti umpamanya Agustinus (354-430) dan Poscartes (1596-1650) menunjukan sebagai kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki dan dari penyelidikan ini berasal dari fisafat. membanding-bandingkan. tentang hakekat manusia. Sikap ini sudah menghasilkan pengetahuan yang sangat luas. PEMBAHASAN ARTI KATA “FILSAFAT” Sebagai manusia yang dibekali akal untuk berpikir dan mencari ilmu pengetahuan. tetapi kemudian ia ragu-ragu. tidak terjawab oleh ilmu pengetahuan pertanyaanpertanyaan ini mungkin juga tidak pernah terjawab oleh filsafat. Pertanyaan-pertanyaan tentang asal dan tujuan. (Harri Hamersma. tentang dia sendiri. membahas secara realitas dan lain-lain (Salam. dengan kemajuan ilmu pengetahuan. melainkan apa-apa yang menarik perhatian manusia. Berfilsafat adalah suatu ilmu tanpa batas. Namun. tentang kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya. 1992 : 11) Keheranan: Banyak filsafat menunjukan rasa heran (dalam bahasa Yunani: “Thaumasia”) sebagai asal filsafat. membuktukan sesuatu. Makin banyak manusia tahu. makin banyak pertanyaan timbul.menunjukan alasan-asalan. tentang hidup dan kematian. maka berfilosofis memerlukan suatu ilmu dalam mewujudkan pemahaman tersebut. Manusia heran. Namun. 1988:1). tentang nasibnya. kesangsian dan kesedaran keterbatasan. Pemikir-pemikir Yunani Pythagoras (582-496) dan Plato (428-348). Kesangsian : Filsafat-filsafat lain. sejumlah pertanyaan masih tetap terbuka dan sama aktualnya seperti pada ribuan tahun yang lalu. Kata “philosophos” diciptakan untuk menekankan sesuatu. yang secara metodis dan sistematis dibagi atas banyak jenis ilmu. Sesuai dengan makna filsafat. Apakah ia ditipu oleh panca indranya lalu ia heran? Apakah kita tidak hanya melihat yang ingin kita lihat ? Di mana dapat menemuka kepastian ? Karena dunia ini . 1992 : 10) ASAL FILSAFAT Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk “berfilsafat”: keheranan. matahari dan langit. “pencari” (“philos”). Selanjutnya mengenai arti kata filsafat itu sendiri : Kata “Filsafat” berasal dari bahasa Yunani dan berarti “cinta-akan hikmat” atau “cinta akan ilmu pengetahuan”. diterangkan dan diteruskan. yaitu sebagai ilmu yang bertujuan untuk berusaha memahami semua yang timbul dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia.

Ia menyatakan bahwa dunia kejiwaan berisi ideide yang berdiri sendiri dan terlepas dari pangalaman-pengalaman hidup sehari-hari. berfungsi berpikir dalam masyarakat. Dalam bukunya Republik. makanan. Dan untuk diperlukan metode tanya jawab yang disebut metode sokratis (socratis mothod) yang akan menimbulkan pengertian yang disebut maieutics (menarik keluar seperti bidan). dan sebagainya. berfungsi bekerja untuk memenuhi keinginan-keinginan masyarakat akan pakaian. namun pada anak-anak jiwa masih tercampur dengan badan belum dapat dipisahkan ide dari benda-benda konkret. diperlukan orang lain yang membantu atau ikut mendorong menggunakan ide-ide atau jawaban yang masih terpendam itu. dibandingka dengan alam semesta sekelilingnya. Plato juga berpaham determinisme dan nativisme dengan berkeyakinan bahwa setiap orang sudah ditetapkan status dan kedudukannya . BEBERAPA TOKOH FILSAFAT Socrates (469 – 399 SM) Pandangan Socrates yang terpenting adalah pada diri setiap manusia terdapat jawaban mengenai beberapa persoalan dalam dunia nyata. pada orang dewasa dan intelektual. Psyche yang terdiri dari tiga bagian berhubungan dengan pembagian kelas dalam masyarakat. yaitu: Berpikir (logistion). Hanya saja dari kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat jawaban dari berbagai persoalan yang dihadapinya. Serdadu. keyakinan dan interpretasi. Plato mengatakan bahwa masyarakat terbagi atas tiga kelas. Jiwa yang berisi ide-ide ini oleh Plato diberi nama Psyche yang terdiri dari tiga bagian (trichotomi). Karena itu. Berkehendak (thumeticon). Pekerja. Sangat berguna untuk mengemukakan satu titik pangkal yang tidak diragukan lagi titik pangkal ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk semua pengetahuan lebih lanjut Kesadaran akan keterbatasan : Filsafat-filsafat lain juga mengatakan bahwa manusia mulai berfilsafat kalau ia menyadari betapa kecil dan lemah ia. Selain itu. berpusat di otak. Berkeinginan (abdomen). “penyelidikan”). yaitu : Filsuf. berfungsi berperan untuk memenuhi berbagai dorongan dan kehendak masyarakat terhadap bangsa lain. Plato (427 – 347 SM) Plato adalah murid setia Socrates. Sikap ini sikap skeptis (dari kata Yunani “Skepsis”. berpusat di dada. berpusat di perut.penuh dengan macam-macam pendapat. orang dapat membedakan antara jiwa dan badan. guna memenuhi kebutuhan seharihari.

disini dibedakan antara metafisika dengan kosmologi: Ontologi. sebab dan akibat. maka yang diselidiki adalah hakekat realita menjangkau sesuatu dibalik realita karena metafisika ingin mengerti sedalam-dalamnya. Wujud ini pada hakikatnya merupakan ekspresi dari jiwa. tetapi jika ditanyakan bahannya pastilah meja itu subtansi dengan kualitas materi. Dengan pandangannya ini Aritoteles sering disebut penganut empirisme ia juga disebut sebagai Bapak Psikologi karena berpendapat bahwa segala sesuatu harus tertitik tolak dari satu realita. dosa. Aristoteles (384 –322 SM) Aristoteles adalah murid Plato yang terkenal dengan pemikiran yang berbeda dengan gurunya. akhirat. relasi atau segala sesuatu yang ada dibumi dengan tenaga-tenaga yang di langit. Ia berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang berbentuk kejiwaan (form) harus menempati wujud tertentu (matter). . menurut perasaan kita masih lurus bila diceburkan ke air menurut penglihatan tongkat itu bengkok dan setelah diangkat tongaktnya itu kembali lurus. Ia juga merupakan seorang rasionalis yang lebih mementingkan rasio (akal) daripada fungsi-fungsi jiwa lainnya. atau filsafat ketuhanan yang bahasannya adalah Hakekat sesuatu. yaitu matter dan pengalaman empiris merupakan sumber utama dari pengetahuan. dengan demikian Plato dapat pula dikatakan sebagai tokoh pemula dari paham individual difference (manusia berbeda dengan manusia lainnya). (kebenaran adalah kenyataan karena kenyataan mendekatkan pada kebenaran dan bisa ditangkap oleh panca indra) Jadi realitas yang dibahas pada ontologis ini dipergunakan untuk membedakan apa yang hanya nampak saja atau nyata.kelak dalam masyarakat sejak lahir. Bramel menjelaskan bahwa interpretasi tentang satu realitas itu dapat bervariasi. tanpa matter. sebagai contoh. pasti setiap orang berbeda-beda pendapat menganai bentuknya. secara etimologi yang berarti di balik atau dibelakang fisika. malaikat. sebuah tongkat yang lurus. Itulah yang dimaksud dari setiap orang bahwa meja itu suatu realitas yang konkrit. Untuk mengetahui relitas semesta ini di dalam ruang lingkup ontologi secara jelas. wahyu. realita. 2004 : 10) TEORI KEBENARAN MENURUT PANDANGAN FILSAFAT DALAM BIDANG ONTOLOGIS. prima atau Tuhan dengan segala sifatnya. Tuhan adalah From saja. EPISTIMOLOGIS DAN AKSIOLOGI Ontologi Ontologi sering diidentikkan dengan metafisika yang juga disebut dengan Protofilsafat atau filsafat yang pertama. neraka. persekutuan. Manusia mempunyai kekhususan tersendiri dan tidak sama. pahala dan surga. Hanya Tuhanlah yang tak terwujud. misalnya apakah bentuk dari suatu meja. (Abdul Rahmat Shaleh-Muhbib Abdul Wahab. keesaan.

obyek pengalaman. (mengetahui sesuatu kerena ada penyebabnya atau alasannya). Secara sistematis anak-anak telah dibina potensi berpikir kritis untuk mengerti kebenaran itu. Epistemologi Epistemologi pertama kali dipakai oleh J. The Encyclopedia of Philosophi mendefinisikan epistemologi sebagai cabanga filsafat yang bersangkutan dengan sifat dasar dari ruang lingkup pengetahuan praanggapan-pra-anggapan dan dasar-dasarnya serta realitas umum. Artinya Epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada muri-muridnya. benda hidup dan sebagainya. Untuk lebih jelas pengertian tentang epistemologi ini ada beberapa contoh peryataan-peryataan. . Anak-anak. kerena saya melihatnya. pandangan ontologi secara praktis akan menjadi masalah yang utama. seperti apakah panca indra dapat memberikan pengetahuan. malainkan sesuatu yang tak terbatas. Membimbing dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal atas realita itu. yang menggunakan kata “tahu” dan mengandung pengertian yang berbeda-beda baik sumbernya maupun validitasnya. Pencipta sesungguhnya adalah Plato sebab beliau telah berusaha membahas pertanyan dasar. baik di masyarakat maupun di sekolah selalu dihadapi relaita.Kosmologi tentang realita.F. karena saya tahu siapa yang mempermainkan dan yang tidak mempermainkan. epistemologi ialah studi tentang pengetahuan. dari tuntunan akan pengetahuan sebenarnya. bagaimana kita mengetahui tentang benda-benda. Definisi lain. benda mati. Bramedl mendefinisikan epistemologi “It is epistemologi that gives the teacher the assurance that he is conveying the truht to his student”. dapatkah akal menyediakan pengetahuan. sebagai stimulasi untuk meyelami kebenaran itu. realita fisi spiritual yang tetap dinamis. Kewajiban pendidik melalui latar belakang ontologis ialah membina daya pikir yang tinggi dan kritis. Dalam arti sebagai pangalaman sehari-hari akan tetapi suatu yang luas. adalah tahap pertama. Kosmos yakni tentang keseluruhan sistem semesta raya dan kosmologi terbatas pada realita yang lebih nyata dalam arti alam fisika yang material dalam memperkaya kepribadian manusia di dunia tidaklah di alam raya dan isinya. Implikasi manusia yang harus memperkaya kepribadian bukanlah hanya alam raya dan isinya dalam arti sebagai pengalaman sehari-hari. Percayalah saya tahu apa yang saya bicarakan. Di dalam pendidikan. Epistemologi ini adalah nama lain dari logika meterial atau logika mayor yang membahas dari isi pikiran manusia yakni pengetahuan (Dardini. 1986: 18). Kau tak dapat mempermainkan saya. Sebab anak bergaul dengan lingkungannya dan mempunyai dorongan yang kuat untuk mengerti sesuatu. Tentu saja saya tahu ia sakit. Sementara itu. Ferier di abad 19 di dalam Institut of metaphisics (1854).

Aliran Serba Zat Aliran serba zat ini mengatakan yang sungguh-sungguh ada. itu hanyalah zat materi. alam ini adalah zat atau materi dan manusia adalah unsur dari alam. maka dari itu manusia adalah zat atau materi. yaitu: Baiklah. Socio-political Life. karena baru kemarin kami menaikinya (Ali. aliran eksistensialisme. aku akan mengamalkan ilmuku ! Dengan contoh-contoh di atas. Berikut ini beberapa contoh yang dapat kita pergunakan untuk menilai seseorang itu baik. bukankah ini bacaan yang baik untukmu ? Baiklah Pak. 1990:50) Aksiologi Aksiologi. Bu. Nilai dan implikasi aksiologi ialah menguji dan mengintegrasikan semua nilai tersebut di dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian manusia. Esthetic Expression. aliran serba ruh. kita dapat memahami baik itu secara komprehensif. Kerena untuk mengatakan sesuatu itu bernilai baik. Hakikat berarti adanya berbicara menganai apa manusia itu. bidang ini melahirkan ilmu filsafat sosiopolitik (Syam. 1986:34-36).Kami tahu mobilnya baru. Apa lagi menilai dalam arti yang mendalam untuk membina dalam kepribadian ideal. Aliran Serba Ruh Aliran ini berpendapat bahwa segala hakikat sesuatu yang ada didunia ini ialah ruh. ada empat aliran yang dikemukakan yaitu: Aliran serba zat. kehidupan sosial-politik. bukanlah suatu yang mudah. yaitu: Moral Conduct. yang melahirkan estetika. tindakan moral. karena dimasyarakat kita nila-nilai itu sedemikain terintegrasi dan berintegrasi. yaitu suatu bidang yang menyelidiki nilai-nilai (value). Brameld membedakan tiga bagian di dalam aksiologi. PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKEKAT MANUSIA Ilmu yang mempelajari tentang hakekat mansia disebut Antropologi Filsafat. Fiche mengemukakan bahwa segala sesuatu yang lain (selain ruh) yang rupanya ada dan hidup hanyalah suatu jenis perumpamaan. bidang ini melahirkan disiplin khusus yakni etika. adapun zat itu adalah manifestasi dari pada ruh di atas dunia ini. peubahan atau . ekspresi keindahan. juga hakekat manusia adalah ruh. Saya akan selalu baik dan taat kepada ibu ! Nak. aliran dualisme.

maka materi/jasadnya tidak ada artinya. lebih tinggi nilainya daripada meteri. psikologi dan perdagogi.1. tetapi memandangnya dari segi eksistensi itu sendiri didunia ini. Aliran Eksistensialisme Aliran filsafatr modern berpikir tentang hakikat manusia merupakan eksistensi atau perwujudan sesungguhnya dari manusia. Jadi intinya hakikat manusia itu. kesusilaan dan keberagamaan manusia Dimensi-dimensi Manusia 1. Pandangan para pakar biologi. Islam secara tegas mengatakan bahwa badan dan ruh adalah subtansi alam. Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu merupakan berkaitan antara badan dan ruh. yaitu jasmani dan rohani. kesosiialan. yang mana betapapun kita mencintai seseorang jika ruhnya pisah dengan badannya. yaitu meteri dari ilmu dan ruh yang berasal dari Tuhan. tanpa kedua subtansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia. Di sini manusia dipandang tidak dari sudut serba zat atau serba ruh atau dualisme dari dua aliran itu. yang adanya tidak tergantung satu sama lain. sedangkan badan ialah penjelmaan atau bayangan. Dengan demikian aliran ini menganggap ruh itu ialah hakikat. filsafat kuno maupun modern. Keduanya subtansi ini masing-masing merupakan unsur asal. Hakekat Manusia dengan dimensi-dimensinya Untuk memahami hakekat manusia berturut2 dibahas beberapa pengertian berdasarkan: Pandangan berbagai agama. Pendirian Islam bahwa manusia terdiri dari subtansi.1. Dimensi keindividuan.penjelmaan dari ruh (Gazalba. Antara badan dan ruh terjadi sebab akibat yang mana keduanya saling mempengaruhi.1. Dimensi keindividuan . jasad dan ruh. Aliran Dualisme Aliran ini menggangap bahwa manusia itu pada hakekatnya terdiri dari dua subtansi. yaitu apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. dijelaskan bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan manusia menurut hukum alam material. sedangkan alam adalah makhluk dan keduanya diciptakan oleh Allah. Dasar pikiran aliran ini ialah bahwa ruh itu lebih berharga. Perwujudannya manusia tidak serba dua. terutama menurut pandangan filsafat Pancasila. Jadi badan tidak bersal dari ruh dan tidak bersal dari badan. 1. 1992: 288). Hal ini mereka buktikan dalam kehidupan sehari-hari. maka hakikat pada manusia adalah ruh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja.

1. Sebagai anggota suatu masyarakat. Dimensi kesosialan Manusia disamping mahluk mono-dualis sekaligus mahluk mono-pluralis. 1.1. manakah yang pantas dan manakah yang tidak pantas. Faktor-faktor potensi bawaan inilah yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainya yg bersifat unik yang dapat berkembang dengan adanya pengaruh lingkungan.3. seseorang berkewajiban untuk berperan dan menyesuaikan diri serta bekerja sama dengan masyarakat. Manusia dan masyarakat merupakan realitas yang saling memajukan & saling memperkembangkan. Manusia dilahirkan sebagai suku bangsa tertentu dengan adat kebudayaan tertentu pula. intuisi. Manusia pada dasarnya memiliki dimensi kesosialan. Dengan pertimbangan nilai-nilai budaya yang dijunjungnya memungkinkan manusia untuk berbuat dan bertindak secara susila.Manusia adalah mahluk monodualis ciptaan Tuhan yang dikaruniai status sebagai Khalifah Allah di atas bumi.1. karsa. rasa.2. 1. bakat. Dimensi kesusilaan Manusia dengan kemampuan akalnya memungkinkan untuk menentukan sesuatu manakah yang baik dan manakah yang buruk. Dimensi keberagamaan . Bayi dianugerahi keadaan jasmani yang lemah tetapi memiliki potensi-potensi jasmaniah berupa konstruksi tubuh lengkap serta rokhaniah berupa daya cipta. 1.4.

meskipun agama dan kepercayaan yang dianutnya berbeda-beda. sekolah. komitmen aktif & praktek ritual. & persahabatan. kedamaian. Manusia utuh hubungannya dg Tuhan Jauh dekatnya hubungan ditandai dengan tinggi rendahnya keimanan dan ketaqwaan manusia yang bersangkutan. diupayakan terciptanya kehidupan beragama yang mencerminkan adanya saling pengertian. Pengembangannya sebagai peserta didik diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan keluarga. & masyarakat pengembangan self extence menyangkut keindividuan. kesosialan. aspek jasmani-rohani. & keberagamaan berangkat dari anggapan dasar bahwa manusia secara potensial memiliki semua dimensi tersebut. sembahyang. Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama.Manusia adalah mahluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yg dipercayainya yang didapatkan melalui bimbingan nabi demi kemaslahatan dan keselamatannya. terarah dan terpadu melalui pendidikan sehingga dapat menjadi aktual. Konsep dasar pengembangan manusia sebagai makhluk individu Manusia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kesemestaan mampu mengembangkan interelasi dan interaksi dengan orang lain secara selaras serasi seimbang tanpa kehilangan jati dirinya. Pengembangan Dimensi Hakekat Manusia Usaha pengembangan hakekat manusia dalam dimensi keindividuan. Manusia sebagai mahluk beragama mempunyai kemampuan menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing. ketentraman. kesusilaan. menghargai. doa-doa maupun meditasi. cipta-rasa-karsa sebagai dimensi .3. yang memungkinkan dan harus dapat dikembangkan secara bertahap. Di dalam masyarakat Pancasila. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->