ADZAN DAN IQOMAH • Pengertian keduanya

:

Adzan menurut bahasa artinya adalah pema'luman atau pemberitahuan, Allah SWT berfirman :

(3)......‫وأذان من ال ورسوله‬ ِ ِ ُ َ َ ّ َ ّ ٌ َ ََ ِ
"Dan [inilah] suatu pema'luman dari Allah dan Rasul-Nya". [Qs. AtTaubah (9) : 3]1. Adzan menurut istilah syar'i, yaitu perkataan khusus untuk memberitahu waktu shalat yang wajib, atau pemberitahuan tentang waktu shalat dengan lafadh-lafadh khusus [tertentu]. Adzan difardlukan [syariatkan] di Al-Madinah Al-Munawwaroh, pada tahun pertama Hijriyyah, banyak hadits-hadits yang sampai kepada kita yang menunjukan, bahwa adzan disyariatkan di Makkah Al-Mukarromah, namun pendapat yang benar adalah yang pertama, yaitu bahwa adzan disyariatkan di AlMadinah Al-Munawwaroh2. Adapun iqomah, yaitu pemberitahuan pelaksanaan shalat3, dan arti daripada "Qad maatish-shalaah", yaitu : Telah datang pelaksanaannya4 • Disyariatkan adzan dan iqomah : Sebagian fuqaha berpendapat, bahwa adzan dan iqomah adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat mdzhab Al-Malikiyyah dan pendapat yang kuat pada madzhab Asy-Syafi'iyyah dan sebagian Hanabilah. Sedangkan fuqaha yang lainnya, seperti Hanafiyyah, Az-Zaidiyyah dan Adh-Dhahiriyyah, berpendapat
1 2

. Al-Qur'an dan terjemahannya, hadiah dari . Al-Imam Muhammad bin Ismail Al-Amir Al-Yamani Ash-Shan'ani, Subulus-Salaam Syarah Bulughul Maroom min Jami Adillatil Ahkaam, juz I, halaman 218-219, cetakan I, tahun 1408/H1988/M, yang memberikan dan mentakhriej hadits-haditsnya Muhammad Abdul Qodir Ahmad 'Atha, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Beirut-Libanon.
3

. . 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi, Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i, juz I, halaman 153, tanpa tahun penerbit dan tahun, Kitabuth-Thaharah, darul Kutub Al-ilmiyyah, BeirutLibanon. 4 . DR. Abdul Karim Zaedan, Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah, juz I, dalam sub. Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah", halaman 201-202, cetakan I, tahun 1413/H-1993/M, Muassasah Ar-Risalah, beirut-Libanon. Dan lihat : An-Nihayah, milik ibnu Atsier, juz I, dan halaman, 146.

1

juz I. halaman 128. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisy-Syirozi. BeirutLibanon. Muhammad Kholil Harros. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. jilid I. bahwa adzan adalah wajib. halaman 417. tahun 1413/H1993/M. beirut-Libanon. tanpa tahun dan penerbit. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. halaman 126-127. juz III. Tidak diwajibkan adzan atas orang-orang yang sedang bepergian [musafirin]. ditashihi oleh DR. tanpa tahun penerbit dan tahun. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah Al-Islamiyyah. Darut-Turats. maka hendaknya salah seorang di antara kalian ada yang adzan untuk kalian dan mengimami kalian yang paling besar di antara kalian". di Universitas Al-azhar. hadits pertama yang berbunyi : "Apabila datang shalat. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. 6 . di Universitas Al-azhar. halaman 132. Muhammad Kholil Harros. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. • Shalat yang mempunyai adzan dan iqomah6 : Shalat yang memiliki adzan dan iqomah adalah shalat yang fardlu [wajib] wajib yang lima waktu yang dikerjakan secara jama'ah pada kondisi muqim berada di tempat tinggal dan bukan sedang dalam bepergian [safar]. Hadits kedua : Rasul SAW bersabda : 'Apabila kalian berdua keluar maka adzanlah kemudian qomat dan mengimami yang lebih besar di antara kalian". Muassasah Ar-Risalah. Kitabuth-Thaharah. Kitabuth-Thaharah. Beirut-Libanon. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. dosen di kuliyah ushuluddin. halaman 418. Abdul Karim Zaedan. hujjah mereka adalah dua hadits Malik bin huwairits yang disebutkan oleh ibnu Hazm dan diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. Al-Muhalla. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Judul : "Shalat yang mempunyai adzan dan iqomah". Kitabuth-Thaharah. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. Beirut-Libanon. namun dianjurkan dari mereka adzan dan iqomah jika mereka mengerjakan 5 . tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. halaman 200. darul Kutub Al-ilmiyyah. tanpa tahun penerbit dan tahun. maktabah Al-Irsyad. Al-Muhalla. haaman 82. juz I. jilid I. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman AlIslamiyyah. Dan lihat : DR. cetakan I. darul Kutub Alilmiyyah. juz III. Kairo-Mesir. dosen di kuliyah ushuluddin. 2 . juz III. juz I. ini sebagai dalil yang menunjukan bahwa adzan dan iqomah adalah wajib5. halaman 122-123. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. halaman 122-123. yaitu shalat yang tidak memiliki waktu-waktu tertentu. Tidak ada adzan dan iqomah pada shalat yang bukan shalat fardlu [wajib]. Darut-Turats. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Dan juga bahwa Nabi SAW memerintahkan untuk adzan dan iqomah dan beliau juga selalu melakukan keduanya. Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. tanpa tahun penerbit dan tahun. Dan lihat : Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. tanpa tahun dan tanpa penerbit. juz III. Dan lihat : : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. ditashihi oleh DR. darul Kutub Al-ilmiyyah. dalam sub. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. bagi orang-orang yang berpendapat. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. Kairo-Mesir.bahwa adzan dan iqomah adalah wajib. Badaiush-Shana'i fi tartibisySyara'i. tanpa tahun dan penerbit.

di Universitas Al-azhar. dosen di kuliyah ushuluddin. 7 . ditashihi oleh DR. kemudian cukup dengan iqomah untuk setiap shalat berikutnya. Kitabuth-Thaharah. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. 3 . tanpa tahun dan tanpa penerbit. Menurut fuqaha Adh-Dhahiriyyah. ditashihi oleh DR. jilid I. 9 . Muhammad Kholil Harros. Dan jika mengerjakan antara dua shalat dan hanya dengan satu iqomah saja. halaman 418. maka dianjurkan baginya adzan dengan mengeraskan suaranya7. maka dianjurkan baginya ketika mengqadlonya untuk adzan untuk shalat yang pertama. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. Darut-Turats. dosen di kuliyah ushuluddin. dan jika shalat pada waktunya di pedalaman atau gurun atau yang lainnya. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. di Universitas Al-azhar. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. maka tidak apa-apa juga9. kecuali dia shalat qadla [shalat yang bukan pada waktunya] atau shalat bukan pada waktu adzan. maka dalam mengerjakan masing-masing shalat dengan iqomah dari dua shalat itu. 8 . tanpa tahun dan tanpa penerbit. maka di anjurkan untuk adzan dan iqomah untuk shalat yang pertama kemudian iqomah lagi untuk shalat yang keduanya. baik dilakukan pada waktunya atau sudah lewat bukan pada waktunya [qodla]. yaitu yang berada di tempat tinggal. dan jika tidak adzan juga tidak apaapa8 Jika menjama' antara dua shalat dan dikerjakan pada waktu shalat yang pertama. tanpa tahun dan penerbit. Kairo-Mesir. namun jika adzan dan iqamah itu adalah hal yang baik. juz I. tanpa tahun penerbit dan tahun. halaman 420. darul Kutub Al-ilmiyyah. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. maka boleh adzan dengan tidak mengangkat suara. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Muhammad Kholil Harros. karena adzan iqomah adalah berdzikir kepada Allah SWT. juz III. jika meninggalkan adzan juga dibolehkan dan tidak dibenci [makruh]. atas dasar ini maka yang afdlal walaupun orang shalat sendirian maka sebaiknya tetap adzan dan iqomah. Muhammad Kholil Harros. tapi dimakruhkan bagi mereka jika meninggalkan iqomah [qomat]. • Adzan dan iqomah bagi orang yang shalat sendirian : Tidak diharuskan orang yang mengerjakan shalat fardlu [wajib] sedirian. ditashihi oleh DR. halaman 125. baik dalam keadaan sedang bepergian maupun yang muqim. Beirut-Libanon. wajib adzan dan iqomah bagi setiap shalat fardlu lima waktu. dosen di kuliyah ushuluddin.shalat secara berjama'ah. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. jilid I. Dan barangsiapa yang terlewatkan beberapa shalatnya. halaman 157. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. halaman 420. jilid I. Jika menjama' antara dua shalat dan dikerjakan pada waktu shalat yang kedua. di Universitas Al-azhar. Al-Muhalla.

dalam hadits tersebut menyebutkan . Karena adzan pada dasarnya adalah mengumumkan atau pemberitahuan. Dan kita meriwayatkannya dari Atha. Anas bin Malik. Dan juga tidak diwajibkan bagi wanita shalat dengan berjama'ah. Az-Zaidiyyah dan Al-Ja'fariyyah. beliau berkata : Jika mereka melakukannya [adzan dan iqomah] tidak apa4 .• Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah : Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah. Hasan Bashri. fuqaha Hanafiyyah. • Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah : Sebagaimana telah kita sebutkan : Tidak wajib bagi wanita adzan dan iqomah. demikian juga iqomah. hal ini berarti tidak wajib bagi mereka adzan dan iqomah. Muhammad bin Sirin. Hujjah yang menjadi pendapat para fuqaha ini adalah hadits yang diriwayatkan Asma' binti Buraid. dan berkata Thawus : Bahwa Aisyah RA melakukan adzan dan iqomah. ini adalah pendapat Abdullah bin Umar. maka keduanya dikerjakan pada waktunya adalah perkerjaan yang baik. Abu Tsaur. Dalam hadits Malik bin Huwaitsir yang diriwayatkan AlBukhari yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Said bin Musayyab. tapi apakah dianjurkan [mustahab] baginya adzan dan iqomah? Berkata seorang faqih yang terkenal dengan nama ibnu Hazm Adh-dhahiri Rahimahullahu Ta'ala : Jika mereka adzan dan iqomah itu adalah perbuatan yang baik. Berkata ibnu Qudamah AlHambali : Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara fuqaha dalam masalah ini. dan ini adalah pendapat madzhab fuqaha Al-Hanabilah. Sofyan Ats-Tsauri. Maka barangsiapa tidak disyariatkan baginya adzan berarti tidak pula disyariatkan baginya iqomah seperti orang yang tidak shalat dan seperti orang yang hanya mengetahui sebagian shalat jama'ah. AdhDhahiriyyah. dan disyariatkan untuk mengeraskan suara dan tidak disyariatkan hal itu terhadap wanita. Ibnu Qudamah menyebutkan hadits ini dalam kitabnya "Al-Mughni" tanpa menyebutkan siapa yang meriwayatkannya dari ulama-ulama hadits. pendapatnya adalah : Apakah disunahkan bagi wanita hal itu [adzan dan iqomah]? Telah diriwayatkan dari Ahmad. karena adzan adalah dzikir kepada Allah SWT. "Maka hendaknya salah seorang di antara kalian ada yang adzan untuk kalian". ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah". beliau berkata : Wanita boleh melakukan iqomah untuk dirinya. Malik. Hanabilah. tidak menyebutkan wanita yang diperintahkan dengan adzan. Telah disebutkan di dalam kitab "Al-Mughni" milik ibnu Qudamah mengenai masalah adzan dan iqomah bagi wanita.

dan perempuan tidak diperkenankan mengangkat suara. cetakan I. Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. 13 . tanpa tahun dan tanpa penerbit. namun demikian menurut mereka boleh bagi seorang perempuan beradzan dalam shalat perempuan secara berjamaah. Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah". mmilik Al-Khithab. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. demikian juga menurut pendapat Asy-syafi'iyyah : Apabila seorang perempuan mengerjakan shalat sendirian yang masyhur menurut mereka adalah dianjurkan [mustahab] untuk melakukan iqomah dan tidak dianjurkan untuk melakukan adzan. Abdul Karim Zaedan.apa dan jika meninggalkannya juga boleh10. Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. tahun 1413/H-1993/M. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. juz I. dalam sub. Muassasah ArRisalah. dengan syarat tidak mengangkat suaranya kecuali sebatas yang bisa didengar teman-teman sesama perempuan. Aisyah RA pernah mengimami kami dalam shalat tanpa 10 . 106-107. ditashihi oleh DR. juz I. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. mereka berkata dalam membedakan antara adzan dan iqomah. sedangkan iqomat disyariatkan [ditetapkan] untuk memberitahu dirinya shalat. hal. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. 11 Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. ia berkata : Kita adalah sekelompok dari perempuan. Menurut pendapat madzhab imam Malik Rahimahullahu Ta'ala : Apabila seorang perempuan shalat sendirian dan qomat untuk dirinya sendiri itu adalah perbuatan yang baik. adzan dikhususkan dengan laki-laki dan iqomah disyariatkan untuk lakilaki dan perempuan12. Muassasah Ar-Risalah. dan demikian juga jika seorang perempuan shalat sendirian. Dan pendapat ini adalah salah satu di antara pendapat-pendapat dalam madzhab Asy-Syafiiyyah dan juga pendapat dalam madzhab Al-Ja'fariyyah11. halaman 201-202. beirut-Libanon. Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah". 5 . Dan lihat : DR. dosen di kuliyah ushuluddin. cetakan I. halaman 422. di Universitas Al-azhar. tahun 1413/H-1993/M. Menurut para fuqaha dalam madzhab Hanafiyyah : Apabila para perempuan shalat dengan berjama'ah. dan menurut mereka dianjurkan bagi mereka [para perempuan] iqomah dan tidak demikian baginya adzan. yaitu dengan syarat tidak mengangkat suaranya melebihi batas yang dibutuhkan hanya untuk didengarkan oleh dirinya. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah Al-Islamiyyah. juz III. dalam sub. beirut-Libanon. hal. Dan lihat : Wahibul Jalil syarah mukhtashal kholil. halaman 643-644. ini adalah pendapat yang masyhur dalam madzhab AlMalikiyyah. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. Muhammad Kholil Harros. juz I. dengan alasan berdasarkan hadits yang mereka riwayatkan dari Raithah. halaman 202. maka mereka shalat tanpa adzan dan iqomah. maktabah Al-Irsyad. Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. maktabah Al-Irsyad. Oleh karena itu. DR. 105-106. karena dalam adzan mengangkat suara sedangkan dalam iqomah tidak mengangkat suara13. di mana adzan tidak dituntut dari perempuan karena adzan disyariatkan untuk memberi pengumuman atau pemberitahuan mengenai masuknya waktu dan hadir untuk shalat. Abdul Karim Zaedan. jilid I. juz III. 12 . maka dibolehkan baginya atas dasar pendapat untuk adzan.

Ini menuntut bahwa shalat perempuan sendirianpun juga demikian. Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. maka tentu dalam keadaan sendirian lebih utama15. 6 . yang juga adzan ini menjadi pilihan Sofyan bin Ats-Tsauri. dan lafadh-lafadh itu bukanlah merupakan perkara ijtihadiyyah. bahwa pendapat yang kuat adalah dibolehkannya adzan dan iqomah dengan syarat seperti yang disebutkan. Adzan yang dikumandangkan Bilal adalah sebagai berikut : Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Hayya 'alash-Shaalah . jilid I. halaman 406.Hayya 'alal Falaah Allahu Akbar . yaitu tidak mengangkat suaranya kecuali sebatas apa yang bisa didengar oleh teman-teman sesama perempuan saja. Ishak bin Rahawaih dan para fuqaha Hanafiyyah.Hayya 'alash-Shaalah Hayya 'alal Falaah . artinya tidak ada adzan dan iqomah bagi mereka apabila shalat. Namun menurut hemat penyusun. yang bisa ditambah atau dikurangi atau bulak-balik susunan dan bahkan diganti dengan yang lain. Imam Ahmad bin Hambal memilih sighat adzan dan lafadh-lafadhnya adalah adzan Bilal bin Abi Rabah RA.Allahu Akbar Lailaaha illallah • 14 15 16 Dan bagaimana cara iqomah16 : . Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. mengimami jamaah perempuan tanpa adzan dan iqomah. yaitu meninggalkan adzan dan iqomah itu adalah sunah dalam keadaan disyariatkan shalat jama'ah bagi wanita. baik dalam shalat yang dilakukan pada waktunya [adaan] maupun shalat yang dikerjakan bukan pada waktunya [qadlaan] walaupun mereka shalat dengan berjama'ah. telah datang dari Nabi SAW. Berkata ibnu Abidin dari fuqaha Hanafiyyah yang hidup belakangan ini. • Bagaimana cara adzan : Lafadh-lafadh adzan dan bagaimana cara adzan. di dalam catatan kakinya atas kitab Ad-Durrul Mukhtar : Tidak disunnahkan hal itu. karena meninggalkannya.adzan dan juga iqomah14. karena Aisyah RA.

dan Asy-Syafi'i. Dimakruhkan tatswieb. dosen di kuliyah ushuluddin. di Universitas Al-azhar. jilid I.Allahu Akbar Lailaaha illallah • Yang dikatakan dalam adzan shubuh : "Ash-Shalatu Khairum Minaum" : Disunnahkan untuk mengatakan dalam adzan shubuh : "Ash-Shalatu Khairum Minaum" setelah ucapannya : Hayya 'alal Falaah. jilid I. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. karena sunnah datang pada adzan shubuh bukan pada adzan yang lainnya. Syarat untuk sahnya adzan adalah agar adzan dikumandangkan pada waktunya. Muhammad Kholil Harros. di Universitas Al-azhar. maka dikhususkan dengan tautsieb karena kekhususan ini dibutuhkan pada shalat shubuh17. ditashihi oleh DR. dosen di kuliyah ushuluddin. • Waktu adzan18 : Adzan disyariatkan untuk shalat-shalat lima waktu yang fardlu [wajib]. ini yang disebut dengan tautsieb. Muhammad Kholil Harros. dan shalat-shalat ini memiliki waktu khusus. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Abu Tsaur. tanpa tahun dan tanpa penerbit. halaman 7408. ditashihi oleh DR. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. yaitu ucapan "Ash-Shalatu Khairum Minannaum" bukan pada adzan shubuh. Muhammad Kholil Harros.Imam Ahmad bin Hambal memilih sighat iqomah yang datang dari Nabi SAW. Muhammad bin Sirin. dan iqomah itu adalah sebagai berikut : Allahu Akbar Allahu Akbar Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Hayya 'alash-Shaalah Hayya 'alal Falaah Allahu Akbar . Dan lihat : 7 . Dan lihat : 18 . Sofyan Ats-Tsauri. dan juga menjadi pendapat madzhab Hanabilah. Dan lihat : 17 . Ishak bin Rohawaih. dosen di kuliyah ushuluddin. ditashihi oleh DR. tanpa tahun dan tanpa penerbit. dan juga karena shalat shubuh [fajr] pada waktu orang hampir seluruhnya sedang tidur diajak untuk bangun dari tidurnya. ibnu Syihab Az-Zuhri. Jika adzan terjadi bukan pada waktunya yang tanpa tahun dan tanpa penerbit. Al-Auza'i. halaman 409412. dan ini adalah pendapat ibnu Umar. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. di Universitas Al-azhar. Hasan Al-Bashri.

akan dianggap berbohong dengan adanya tidak tertib susunan kalimat adzan. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. 19 . 119. juz III. dianjurkan agar adzan dikumandangkan pada awal waktu agar orang-orang mengetahui dengan masuknya waktu shalat. maktabah Al-Irsyad. 416. makanya apabila adzan datang tidak tertib susunan kalimatnya. Dan lihat : 8 . tanpa tahun dan penerbit. di Universitas Al-azhar. Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. maka adzan itu tidak dianggap dan tidak diperbolehkan. membutuhkan kepada peringatan dan pemberitahuan [I'lam] sebelum masuk waktu untuk shalat. juz III. dosen di kuliyah ushuluddin. sehingga dapat mempersiapkan diri untuk shalat. Darut-Turats. dalam masalah ini tidak ada perbedaan pendapat di antara para fuqaha. mengingat ijtihad tidak berlaku saat berhadapan dengan nash. ditashihi oleh DR. halaman 407. yaitu pengumuman atau pemberitahuan. Demikian juga dalam iqomah harus dengan lafadh-lafadh dan susunan kalimatnya yang sesuai dengan apa yang datang dari syariat. dan 435. JeddahKerajaan Saudi Arabia. • Syarat-syarat adzan dan iqomah19 : Disyaratkan pada adzan dan iqomah beberapa syarat. agar orang-orang bergerak dan bersegera berangkat menuju shalat. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. jilid I. ini adalah pendapat ahlul ilmi berdasarkan hadits Nabi SAW : "Bahwasannya Bilal adzan pada waktu malam. yaitu : 1. karena waktu di mana orang-orang sedang tidur. maka adzan itu tidak sah. hal.. Adapun waktu-waktu lain untuk shalat selain shalat fajri [shubuh]. Akan tetapi ada pengecualian sebagaimana telah kita katakan. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. Al-Muhalla. 415. Namun demikian selayaknya adzan shubuh [fajr] tidak terlalu maju dari waktu shalat terlalu banyak. Disyaratkan dalam adzan harus tertib susunan kalimatnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat. halaman 145-147. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. Dan lihat juga : Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm AdhDhahiri Al-Andalusi. sambil mengucapkan makan dan minumlah hingga akhirnya Abdullah ibnu ummi Maktum adzan". karena orang-orang menduga bahwa itu bukan adzan untuk shalat. di antaranya adalah sebagai berikut. karena yang dimaksud dengan adzan. Muhammad Kholil Harros. Kairo-Mesir. tanpa tahun dan tanpa penerbit.disyariatkan. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian AsSunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. yaitu pada adzan fajr [shubuh] bolehkan disyariatkan atau dikumandangkan sebelum waktu shubuh [fajri]. Dikhususkan adzan shubuh [fajr] dengan hal itu [tautsib].

tapi lain halnya dengan fuqaha Adh-Dhahiriyyah. maka boleh orang yang mengumandangkan iqomah bukan orang yang mengumandangkan adzan. yakni tidak panjang seperti adzan. maka tidak membutuhkan kepada perlahan-lahan. dan 435. 4. karena dia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. 3. jika dia mejadi muadzdzin secara terus-terusan dan habis waktunya hanya untuk adzan tepat setiap waktu shalat tanpa mendapat imbalan. halaman 403414. bagaimana nanti dengan keperluan dia dan keluarganya? • Syarat-syarat muadzdzin20 : Disyaratkan pada seorang muadzdzin adalah harus orang laki-laki. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. kadang-kadang tidak ada orang yang mau menjadi muadzdzin secara permanen tanpa upah. mereka menganggap hal itu bukan syarat. Dianjurkan seorang muadzdzin adalah orang yang faham dan tahu sunnah dan tahu 20 . dosen di kuliyah ushuluddin. tidak sah adzan seorang kafir dan orang gila. Agar dipisahkan jarak antara adzan dan iqomah sebatas waktu untuk berwudlu dan shalat dua rakaat. karena keduanya bukan ahli ibadah. tapi ada riwayat lain dari imam Ahmad. bahwa dibolehkan seorang muadzdzin menerima upah. karena orang-orang membutuhkan kepada adzan. tanpa tahun dan tanpa penerbit. 416. ini adalah pendapat madzhab Adh-Dhohiriyyah dan juga pendapat dhahir madzhab imam Ahmad bin Hambal. Sah adzan dari seorang anak kecil yang berakal [mumayyiz]. jilid I. karena dia dari ahli ibadah.2. [HR. muslim dan berakal. Muhammad Kholil Harros. Karena adzan adalah pemberitahuan kepada orang-orang yang berada di luar dan jauh dari masjid. dan ini hanya syarat anjuran dan bukan suatu keharusan. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Disyaratkan dalam adzan dilakukan dengan tulus dan lkhlas. dan muadzdzin tidak meminta dan menerima upah. berdasarkan hadits Nabi SAW : "Apabila kamu adzan hendaknya dengan perlahan-lahan [at-tarasul] dan apaila kamu maka hendaknya qomat dengan yang lebih cepat [hadr]". ditashihi oleh DR. dan dari yang baligh dan berakal tentu lebih utama. 5. Abu Daud dan At-Tirmidzi]. maka dengan perlahan-lahan dalam adzan lebih mengena dalam pemberitahuan. Disyaratkan dalam adzan dilakukan secara perlahan-lahan [At-Tarossul] dan iqamah agak lebih cepat lawan dari perlahan-lahan [al-hadr]. 415. 9 . sedangkan iqomah adalah pemberitahuan kepada orang-orang yang sudah hadir di masjid dan sekitarnya. di Universitas Al-azhar. Menurut Hanabilah dan Asy-Syafiiyyah selayaknya orang yang melakukan iqomah adalah orang yang juga melakukan adzan.

karena adzan adalah dzikir yang agung. dan mengangkat suaranya pada waktu melakukan iqomah tapi tidak seperti mengangkat suara pada waktu adzan. dan meletakkan kedua jarinya pada kedua telinganya. bahwa dari syarat-syarat seorang muadzdzin adalah harus orang laki-laki. namun jika adzan sedangkan dia dalam keadaan tidak bersih [suci] dari hadats. Jawaban atas pertanyaan tadi kita sebutkan beberapa pendapat para fuqaha dalam masalah ini. dan ke sebelah kiri pada saat mengucapkan . • Adzan perempuan untuk halayak ramai [orang banyak] : Sudah kita katakan sebelumnya. 1. maka tidak dijamin tidak menipu orang-orang apabila bukan seorang yang bertakwa dan adil. halaman 206. Disyaratkan pada seorang muadzdzin adalah orang yang bertakwa dan adil. dan boleh melakukan adzan di atas kendaraan [ar-rohilah] dalam safar [bepergian]. Abdul Karim Zaedan. cetakan I. tapi jika adzan dan dia sedang keadaan junub hal itu dimakruhkan. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. maka juga dibolehkan. dalam sub. Apakah sah adzan seorang perempuan bagi para laki-laki dan orang banyak? Ini yang dimaksud dari pertanyaan. 10 . Dianjurkan juga adzan di termpat yang tinggi dan menghadap kiblat.waktu-waktu shalat. dan ini sudah kita bicarakan. dianjurkan untuk memutar wajahnya kesebelah kanan pada saat mengucapkan : "Hayya 'alash-shalaah". Disyaratkan seorang muadzdzin dalam keadaan bersih. juz I. mengangkat suaranya yang tinggi apabila adzannya itu untu jama'ah. beirut-Libanon. karena para wanita tidak diperintah untuk adzan 21 . berdasarkan hadits Nabi SAW : "Imam itu bertanggung-jawab dan muqim itu harus dapat dipercaya [amanah]". panjang dan bagus suaranya. dan muadzdzin adalah tempat kembali orang-orang kepadanya dalam shalat dan puasa. DR. muslim dan berakal. adzan dengan berdiri. Pendapat madzhab Adh-Dhahiriyyah : Tidak diperbolehkan bagi seorang untuk melakukan wanita adzan. karena adzan seorang perempuan hanya untuk dirinya sendiri atau untuk para perempuan yang shalat berjamaah. Judul : "Syarat-syarat seorang muadzdzin". Muassasah Ar-Risalah. dan demikian juga niqomah tanpa kebersihan dari hadats dibolehkan tapi dimakruhkan21. Dan amanah tidak ada yang bisa melaksanakannya kecuali seorang yang bertakwa dan adil. tahun 1413/H-1993/M. "Hayya 'alal falaah" dengan tanpa merubah posisi kedua kaki untuk tetap menghadap kiblat.

tapi diriwayatkan dari imam Abu Hanifah. halaman 206-207. milik Al-Hathab Al-Maliki. maka itu termasuk perkara yang diada-ada alias bid'ah. DR. 2. halaman 150. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. di Universitas Al-azhar. berdasarkan hadits Nabi SAW : "Maka hendaknya ada salah seorang di antara kalian yang adzan untuk kalian dan mengimami kalian yang paling besar serta yang paling banyak bacaan Al-Qur'annya di antara kalian". Muhammad Kholil Harros. tanpa tahun dan tanpa penerbit. 24 . Kitabuth-Thaharah. beirut-Libanon. Dan lihat juga : Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Kholil. jilid I. DarutTurats. Pendapat madzhab Hanabilah : Tidak dianggap adzan seorang wanita. dalam sub. Judul : "Adzan seorang wanita bagi masyarakat umum". dimakruhkan adzan bagi seorang wanita. dan jika merendahkan suaranya berarti ia telah meninggalkan sunnah adzan yakni mengangkat suara. cetakan I. juz I. 23 . Nabi SAW memerintahkan adzan kepada orang yang selalu iltizam dengan shalat dalam jama'ah. yaitu peng'ilaman atau pemberitahuan. tanpa tahun dan penerbit. karena ia jika mengangkat suaranya maka sungguh telah berbuat kemaksiatan. juz I. berdasarkan pendapat yang kuat dalam madzhab. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. namun jika seandainya adzan untuk suatu kaum. berkata sebagian dari mereka [Al-Malikiyyah]. 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. darul Kutub Al-ilmiyyah. Nabi SAW bersabda : "Setiap perkara yang diada-ada adalah bid'ah". maka dari itu dimakruhkan23. dianjurkan untuk diulangi lagi adzannya25. Pendapat madzhab Al-Malikiyyah : Tidak sah adzan seorang wanita. dan adzan wanita tidak pernah terjadi di masa assalafush-shaleh. maka dibolehkan adzannya dan tidak perlu diulang karena telah tercapainya maksud. karena dalam adzan mengangkat dan meninggikan suara dan hal itu adalah aurot dari wanita. tahun 1413/H-1993/M. berkata ibnu Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali : Saya tidak melihat adanya perbedaan pendapat di antara fuqaha dalam masalah ini24. halaman 140-141. Al-Muhalla. 25 . Muassasah Ar-Risalah. Pendapat madzhab fuqaha Hanafiyyah : Dimakruhkan adzan seorang wanita. juz I dan halaman 435. 11 . 3. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. Abdul Karim Zaedan. ditashihi oleh DR. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. 22 . BeirutLibanon. Kairo-Mesir. yaitu adalah para laki-laki bukan para wanita22. karena wanita adalah orang yang tidak disyariatkan baginya untuk melakukan adzan. halaman 843.sebagaimana para laki-laki. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. juz III. tanpa tahun penerbit dan tahun. 4. dosen di kuliyah ushuluddin. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi.

DR. Pendapat madzhab Az-Zaidiyyah : Tidak sah adzan seorang wanita. dan apabila muadzdzin sampai pada ucapannya : "Hayya 'alash-Shaalah". DR. Dan apabila muadzdzin mengucapkan : ":Hayya 'alal Falaah" yang artinya marilah kita menuju kepada keberuntungan. yaitu dianjurkan dan bukan sunnah sebagaimana bagi laki-laki. Berkata Al-Ja'fariyyah : Tidak adzan seorang wanita bagi para laki-laki26. karena iqomah adalah seperti adzan.[adzan perempuan]27. Abdul Karim Zaedan. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan Allah. Muassasah Ar-Risalah. cetakan I. 12 . • Apa yang dikatakan bagi orang yang mendengar adzan dan iqomah Dianjurkan bagi orang yang mendengarkan adzan untuk mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan. juz I. dalam sub. Pendapat madzhab Asy-Syafiiyyah : • Iqomah perempuan : Sebagaimana perempuan tidak boleh mengumandangkan adzan untuk orang banyak seperti yang telah kita katakan. juz I. yang artinya marilah mendirikan shalat. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. Abdul Karim Zaedan.5. beliau berkata : Sesungguhnya perem. 27 . beirut-Libanon. karena suaranya adalah aurot. berkata seorang faqieh dalam madzhab Al-Malikiyyah. Al-Hathab Rahimahullahu Ta'alaa. Judul : "Iqomah seorang perempuan". 6. tahun 1413/H-1993/M. milik Al-Hathab Al-Maliki. maka sesungguhnya iqomah bagi dirinya adalah perbuatan yang baik. sebagaiman tidak tercapai sunnaqh adzan dengan adzannya. juz I dan halaman 463. cetakan I. halaman 206. maka yang mendengarkan juga 26 . adapun apabila shalat dengan jama'ah maka cukup dengan iqomahnya laki-laki. apabila perempuan itu shalat dalam jama'ah bersama mereka. beirut-Libanon. tahun 1413/H-1993/M. yaitu untuk mengumumkan atau pemberitahuan Dengan tegas para fuqaha Al-malikiyyah tidak membolehkan perempuan mengumandangkan iqomah. Tidak akan tercapai sunnah iqomahnya [maksudnya iqomahnya tidak menjadi sunnah].puan jika shalat sendirian. maka yang mendengarkan mengucapkan : "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Judul : "Adzan seorang wanita bagi masyarakat umum". dalam sub. halaman 202. Dan lihat juga : Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Kholil. maka sesungguhnya ia juga tidak boleh mengumandangkan iqomah untuk shalat jama'ah laki-laki atau jama'ah laki-laki dan perempuan. Muassasah Ar-Risalah. dan tidak boleh perempuan menjadi seorang yang mengumandangkan iqomah untuk shalat berjama'ah. dan apabila ia adzan maka tidak diperbolehkan adzannya.

wabatshu maqaamam mahmuudal ladzi wa'adtah". kapanpun dia bisa membaca Al-Qur'an28. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. Kemudian yang mendengarkan juga mengucapkan setelah muadzdzin selesai mengumandangkan adzannya. apa yang datang dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. aati Muhammadal wasiilah wal fadiilah. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. Dan juga dianjurkan yang mendengarkan iqomah mengucapkan seperti apa yang diucapkan orang yang muqiem [orang yang mengumandangkan iqomah]. bahwa Rosulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang mengucapkan saat mendengar adzan : "Allahumma Rabba hadzihid-dakwah At-Taammah wash-shalaatil qaaimah. ditashihi oleh DR. Kairo-Mesir. 416. tanpa tahun dan tanpa penerbit. dan 435. Muhammad Kholil Harros. tanpa tahun dan tanpa penerbit. 13 . di Universitas Al-azhar. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. maka orang yang mendengarkan mengucapkan : "Aqaamahallahu waadaamaha". tanpa tahun dan penerbit. jilid I. karena mendengar adzan bisa tertinggal [karena waktunya terbatas hanya pada saat itu] sedangkan membaca Al-Qur'an tidak akan tertinggal.mengucapakan : "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan Allah. halaman 428. 415. maka dia tidak keluar masjid kecuali karena ada udzur [halangan] atau darurat. halaman 403-414. dosen di kuliyah ushuluddin. • adzan29 : Barangsiapa yang masuk masjid sedangkan muadzdzin sedang adzan. • Barangsiapa yang mendengar adzan sedangkan dia sedang membaca Al-Qur'an : Barangsiapa yang mendengar adzan sedangkan dia sedang membaca Al-Qur'an. jilid I. Darut-Turats. di Universitas Al-azhar. maka memutuskan bacaannya dan agar mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan. dan 435. Dan dianjurkan baginya menunggu muadzdzin 28 Apa yang dilakukan orang masuk masjid sedang muadzdzin sedang Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. yaitu apabila seorang muqiem sampai pada ucapannya : "Qad qaamatrish-shalaah". Yang artinya semoga Allah SWT menegakkan dan mengabadikannya [shalat]. Al-Muhalla. 29 . juz III. atau masuk masjid muadzdzin memulai adzan. maka baginya berhak [halal] mendapatkan safaatku pada hari kiamat. Muhammad Kholil Harros. dosen di kuliyah ushuluddin. halaman 147. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. ditashihi oleh DR.

14 . jika tidak mau menunggu dan tidak mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan. kemudian shalat dua rakaat sebagai penghormatan terhadap masjid [tahiyyatul masjid]. kemudian duduk dan tidak duduk sebelum muadzdzin menyelesaikan adzannya hingga memungkinkan dia bisa mengucapkan seperti apa yang muadzin ucapkan. dan hanya menunaikan shalat tahiyyatul masjid maka tidak apa-apa juga.hingga selesai dari adzannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful