ADZAN DAN IQOMAH • Pengertian keduanya

:

Adzan menurut bahasa artinya adalah pema'luman atau pemberitahuan, Allah SWT berfirman :

(3)......‫وأذان من ال ورسوله‬ ِ ِ ُ َ َ ّ َ ّ ٌ َ ََ ِ
"Dan [inilah] suatu pema'luman dari Allah dan Rasul-Nya". [Qs. AtTaubah (9) : 3]1. Adzan menurut istilah syar'i, yaitu perkataan khusus untuk memberitahu waktu shalat yang wajib, atau pemberitahuan tentang waktu shalat dengan lafadh-lafadh khusus [tertentu]. Adzan difardlukan [syariatkan] di Al-Madinah Al-Munawwaroh, pada tahun pertama Hijriyyah, banyak hadits-hadits yang sampai kepada kita yang menunjukan, bahwa adzan disyariatkan di Makkah Al-Mukarromah, namun pendapat yang benar adalah yang pertama, yaitu bahwa adzan disyariatkan di AlMadinah Al-Munawwaroh2. Adapun iqomah, yaitu pemberitahuan pelaksanaan shalat3, dan arti daripada "Qad maatish-shalaah", yaitu : Telah datang pelaksanaannya4 • Disyariatkan adzan dan iqomah : Sebagian fuqaha berpendapat, bahwa adzan dan iqomah adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat mdzhab Al-Malikiyyah dan pendapat yang kuat pada madzhab Asy-Syafi'iyyah dan sebagian Hanabilah. Sedangkan fuqaha yang lainnya, seperti Hanafiyyah, Az-Zaidiyyah dan Adh-Dhahiriyyah, berpendapat
1 2

. Al-Qur'an dan terjemahannya, hadiah dari . Al-Imam Muhammad bin Ismail Al-Amir Al-Yamani Ash-Shan'ani, Subulus-Salaam Syarah Bulughul Maroom min Jami Adillatil Ahkaam, juz I, halaman 218-219, cetakan I, tahun 1408/H1988/M, yang memberikan dan mentakhriej hadits-haditsnya Muhammad Abdul Qodir Ahmad 'Atha, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Beirut-Libanon.
3

. . 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi, Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i, juz I, halaman 153, tanpa tahun penerbit dan tahun, Kitabuth-Thaharah, darul Kutub Al-ilmiyyah, BeirutLibanon. 4 . DR. Abdul Karim Zaedan, Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah, juz I, dalam sub. Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah", halaman 201-202, cetakan I, tahun 1413/H-1993/M, Muassasah Ar-Risalah, beirut-Libanon. Dan lihat : An-Nihayah, milik ibnu Atsier, juz I, dan halaman, 146.

1

Tidak ada adzan dan iqomah pada shalat yang bukan shalat fardlu [wajib]. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. Muhammad Kholil Harros. hujjah mereka adalah dua hadits Malik bin huwairits yang disebutkan oleh ibnu Hazm dan diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari. tanpa tahun dan penerbit. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. tahun 1413/H1993/M. haaman 82. dosen di kuliyah ushuluddin. maktabah Al-Irsyad. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. dalam sub. juz I. Muhammad Kholil Harros. halaman 132. Kitabuth-Thaharah. namun dianjurkan dari mereka adzan dan iqomah jika mereka mengerjakan 5 . halaman 200. Kairo-Mesir. juz I. Kitabuth-Thaharah. juz III. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. tanpa tahun penerbit dan tahun. Beirut-Libanon. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisy-Syirozi. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman AlIslamiyyah. di Universitas Al-azhar. Al-Muhalla. Dan lihat : DR. Judul : "Shalat yang mempunyai adzan dan iqomah". tanpa tahun dan tanpa penerbit. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. beirut-Libanon. Dan lihat : Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. Al-Muhalla. tanpa tahun dan penerbit. juz III. yaitu shalat yang tidak memiliki waktu-waktu tertentu. ini sebagai dalil yang menunjukan bahwa adzan dan iqomah adalah wajib5. Dan lihat : : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. Kairo-Mesir. jilid I. darul Kutub Al-ilmiyyah. halaman 122-123. 2 . tanpa tahun penerbit dan tahun. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. juz III. Hadits kedua : Rasul SAW bersabda : 'Apabila kalian berdua keluar maka adzanlah kemudian qomat dan mengimami yang lebih besar di antara kalian". Darut-Turats. 6 . Dan juga bahwa Nabi SAW memerintahkan untuk adzan dan iqomah dan beliau juga selalu melakukan keduanya. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. ditashihi oleh DR. Tidak diwajibkan adzan atas orang-orang yang sedang bepergian [musafirin]. bahwa adzan adalah wajib. tanpa tahun penerbit dan tahun. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah Al-Islamiyyah. bagi orang-orang yang berpendapat. Muassasah Ar-Risalah. Darut-Turats. di Universitas Al-azhar. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. halaman 418. Kitabuth-Thaharah. halaman 122-123. Badaiush-Shana'i fi tartibisySyara'i. cetakan I. darul Kutub Al-ilmiyyah. juz III. halaman 126-127. hadits pertama yang berbunyi : "Apabila datang shalat. darul Kutub Alilmiyyah. BeirutLibanon. ditashihi oleh DR. juz I. dosen di kuliyah ushuluddin. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Beirut-Libanon.bahwa adzan dan iqomah adalah wajib. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. Abdul Karim Zaedan. halaman 417. halaman 128. • Shalat yang mempunyai adzan dan iqomah6 : Shalat yang memiliki adzan dan iqomah adalah shalat yang fardlu [wajib] wajib yang lima waktu yang dikerjakan secara jama'ah pada kondisi muqim berada di tempat tinggal dan bukan sedang dalam bepergian [safar]. jilid I. maka hendaknya salah seorang di antara kalian ada yang adzan untuk kalian dan mengimami kalian yang paling besar di antara kalian".

dosen di kuliyah ushuluddin. tanpa tahun dan tanpa penerbit. wajib adzan dan iqomah bagi setiap shalat fardlu lima waktu. tanpa tahun dan penerbit. dosen di kuliyah ushuluddin. halaman 157. ditashihi oleh DR. halaman 125. ditashihi oleh DR. maka boleh adzan dengan tidak mengangkat suara. dan jika shalat pada waktunya di pedalaman atau gurun atau yang lainnya. baik dilakukan pada waktunya atau sudah lewat bukan pada waktunya [qodla]. karena adzan iqomah adalah berdzikir kepada Allah SWT. dosen di kuliyah ushuluddin. namun jika adzan dan iqamah itu adalah hal yang baik. Muhammad Kholil Harros. di Universitas Al-azhar. Darut-Turats. • Adzan dan iqomah bagi orang yang shalat sendirian : Tidak diharuskan orang yang mengerjakan shalat fardlu [wajib] sedirian. Kairo-Mesir. Kitabuth-Thaharah. Dan barangsiapa yang terlewatkan beberapa shalatnya. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. 3 . 8 . Menurut fuqaha Adh-Dhahiriyyah. Muhammad Kholil Harros. maka tidak apa-apa juga9. halaman 420. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. di Universitas Al-azhar. halaman 420. juz I. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. maka dianjurkan baginya ketika mengqadlonya untuk adzan untuk shalat yang pertama. juz III. Jika menjama' antara dua shalat dan dikerjakan pada waktu shalat yang kedua. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. baik dalam keadaan sedang bepergian maupun yang muqim. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. jilid I. jilid I. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. tapi dimakruhkan bagi mereka jika meninggalkan iqomah [qomat]. Muhammad Kholil Harros. darul Kutub Al-ilmiyyah. dan jika tidak adzan juga tidak apaapa8 Jika menjama' antara dua shalat dan dikerjakan pada waktu shalat yang pertama. 9 . Al-Muhalla. Beirut-Libanon. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. tanpa tahun dan tanpa penerbit. tanpa tahun dan tanpa penerbit. ditashihi oleh DR. halaman 418. 7 . Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. Dan lihat :dan lihat juga : 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. di Universitas Al-azhar. maka dalam mengerjakan masing-masing shalat dengan iqomah dari dua shalat itu.shalat secara berjama'ah. yaitu yang berada di tempat tinggal. maka dianjurkan baginya adzan dengan mengeraskan suaranya7. jilid I. Dan jika mengerjakan antara dua shalat dan hanya dengan satu iqomah saja. atas dasar ini maka yang afdlal walaupun orang shalat sendirian maka sebaiknya tetap adzan dan iqomah. kemudian cukup dengan iqomah untuk setiap shalat berikutnya. jika meninggalkan adzan juga dibolehkan dan tidak dibenci [makruh]. tanpa tahun penerbit dan tahun. maka di anjurkan untuk adzan dan iqomah untuk shalat yang pertama kemudian iqomah lagi untuk shalat yang keduanya. kecuali dia shalat qadla [shalat yang bukan pada waktunya] atau shalat bukan pada waktu adzan. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi.

• Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah : Sebagaimana telah kita sebutkan : Tidak wajib bagi wanita adzan dan iqomah. ini adalah pendapat Abdullah bin Umar. Dan kita meriwayatkannya dari Atha. Telah disebutkan di dalam kitab "Al-Mughni" milik ibnu Qudamah mengenai masalah adzan dan iqomah bagi wanita. maka keduanya dikerjakan pada waktunya adalah perkerjaan yang baik. Karena adzan pada dasarnya adalah mengumumkan atau pemberitahuan. dan berkata Thawus : Bahwa Aisyah RA melakukan adzan dan iqomah. Abu Tsaur. dan disyariatkan untuk mengeraskan suara dan tidak disyariatkan hal itu terhadap wanita. demikian juga iqomah. Malik. Berkata ibnu Qudamah AlHambali : Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara fuqaha dalam masalah ini. Dalam hadits Malik bin Huwaitsir yang diriwayatkan AlBukhari yang sudah kita sebutkan sebelumnya. dalam hadits tersebut menyebutkan . Hasan Bashri. hal ini berarti tidak wajib bagi mereka adzan dan iqomah. "Maka hendaknya salah seorang di antara kalian ada yang adzan untuk kalian". beliau berkata : Wanita boleh melakukan iqomah untuk dirinya. Dan juga tidak diwajibkan bagi wanita shalat dengan berjama'ah. Ibnu Qudamah menyebutkan hadits ini dalam kitabnya "Al-Mughni" tanpa menyebutkan siapa yang meriwayatkannya dari ulama-ulama hadits. tidak menyebutkan wanita yang diperintahkan dengan adzan. Hanabilah. Maka barangsiapa tidak disyariatkan baginya adzan berarti tidak pula disyariatkan baginya iqomah seperti orang yang tidak shalat dan seperti orang yang hanya mengetahui sebagian shalat jama'ah. Muhammad bin Sirin. pendapatnya adalah : Apakah disunahkan bagi wanita hal itu [adzan dan iqomah]? Telah diriwayatkan dari Ahmad. beliau berkata : Jika mereka melakukannya [adzan dan iqomah] tidak apa4 . tapi apakah dianjurkan [mustahab] baginya adzan dan iqomah? Berkata seorang faqih yang terkenal dengan nama ibnu Hazm Adh-dhahiri Rahimahullahu Ta'ala : Jika mereka adzan dan iqomah itu adalah perbuatan yang baik. Said bin Musayyab.• Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah : Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah. Sofyan Ats-Tsauri. Az-Zaidiyyah dan Al-Ja'fariyyah. Hujjah yang menjadi pendapat para fuqaha ini adalah hadits yang diriwayatkan Asma' binti Buraid. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Tidak wajib atas wanita adzan dan iqomah". dan ini adalah pendapat madzhab fuqaha Al-Hanabilah. karena adzan adalah dzikir kepada Allah SWT. AdhDhahiriyyah. fuqaha Hanafiyyah. Anas bin Malik.

Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. Muhammad Kholil Harros. dalam sub. Abdul Karim Zaedan.apa dan jika meninggalkannya juga boleh10. 12 . Oleh karena itu. sedangkan iqomat disyariatkan [ditetapkan] untuk memberitahu dirinya shalat. tahun 1413/H-1993/M. halaman 201-202. Dan lihat : DR. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. cetakan I. mmilik Al-Khithab. hal. Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah". Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. dan demikian juga jika seorang perempuan shalat sendirian. juz III. dan perempuan tidak diperkenankan mengangkat suara. yaitu dengan syarat tidak mengangkat suaranya melebihi batas yang dibutuhkan hanya untuk didengarkan oleh dirinya. juz I. karena dalam adzan mengangkat suara sedangkan dalam iqomah tidak mengangkat suara13. maktabah Al-Irsyad. Menurut pendapat madzhab imam Malik Rahimahullahu Ta'ala : Apabila seorang perempuan shalat sendirian dan qomat untuk dirinya sendiri itu adalah perbuatan yang baik. Muassasah Ar-Risalah. juz III. Aisyah RA pernah mengimami kami dalam shalat tanpa 10 . 105-106. beirut-Libanon. dalam sub. Dan lihat : Wahibul Jalil syarah mukhtashal kholil. ini adalah pendapat yang masyhur dalam madzhab AlMalikiyyah. Abdul Karim Zaedan. dengan syarat tidak mengangkat suaranya kecuali sebatas yang bisa didengar teman-teman sesama perempuan. demikian juga menurut pendapat Asy-syafi'iyyah : Apabila seorang perempuan mengerjakan shalat sendirian yang masyhur menurut mereka adalah dianjurkan [mustahab] untuk melakukan iqomah dan tidak dianjurkan untuk melakukan adzan. 11 Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. 5 . dengan alasan berdasarkan hadits yang mereka riwayatkan dari Raithah. namun demikian menurut mereka boleh bagi seorang perempuan beradzan dalam shalat perempuan secara berjamaah. maka mereka shalat tanpa adzan dan iqomah. halaman 202. dosen di kuliyah ushuluddin. di mana adzan tidak dituntut dari perempuan karena adzan disyariatkan untuk memberi pengumuman atau pemberitahuan mengenai masuknya waktu dan hadir untuk shalat. jilid I. halaman 422. Dan pendapat ini adalah salah satu di antara pendapat-pendapat dalam madzhab Asy-Syafiiyyah dan juga pendapat dalam madzhab Al-Ja'fariyyah11. DR. Jeddah-Kerajaan Saudi Arabia. tanpa tahun dan tanpa penerbit. di Universitas Al-azhar. maktabah Al-Irsyad. ia berkata : Kita adalah sekelompok dari perempuan. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. halaman 643-644. ditashihi oleh DR. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. Muassasah ArRisalah. 106-107. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. Menurut para fuqaha dalam madzhab Hanafiyyah : Apabila para perempuan shalat dengan berjama'ah. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian As-Sunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. tahun 1413/H-1993/M. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. dan menurut mereka dianjurkan bagi mereka [para perempuan] iqomah dan tidak demikian baginya adzan. juz I. mereka berkata dalam membedakan antara adzan dan iqomah. adzan dikhususkan dengan laki-laki dan iqomah disyariatkan untuk lakilaki dan perempuan12. cetakan I. maka dibolehkan baginya atas dasar pendapat untuk adzan. juz I. 13 . Judul : "Apakah dianjurkan bagi wanita adzan dan iqomah". Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah Al-Islamiyyah. hal. beirut-Libanon.

Adzan yang dikumandangkan Bilal adalah sebagai berikut : Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Hayya 'alash-Shaalah . artinya tidak ada adzan dan iqomah bagi mereka apabila shalat. Ini menuntut bahwa shalat perempuan sendirianpun juga demikian.Hayya 'alash-Shaalah Hayya 'alal Falaah . Imam Ahmad bin Hambal memilih sighat adzan dan lafadh-lafadhnya adalah adzan Bilal bin Abi Rabah RA. 6 . Namun menurut hemat penyusun. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. karena Aisyah RA.Hayya 'alal Falaah Allahu Akbar . di dalam catatan kakinya atas kitab Ad-Durrul Mukhtar : Tidak disunnahkan hal itu. Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. dan lafadh-lafadh itu bukanlah merupakan perkara ijtihadiyyah. mengimami jamaah perempuan tanpa adzan dan iqomah.adzan dan juga iqomah14. baik dalam shalat yang dilakukan pada waktunya [adaan] maupun shalat yang dikerjakan bukan pada waktunya [qadlaan] walaupun mereka shalat dengan berjama'ah. jilid I. Ishak bin Rahawaih dan para fuqaha Hanafiyyah. yaitu tidak mengangkat suaranya kecuali sebatas apa yang bisa didengar oleh teman-teman sesama perempuan saja. maka tentu dalam keadaan sendirian lebih utama15. yaitu meninggalkan adzan dan iqomah itu adalah sunah dalam keadaan disyariatkan shalat jama'ah bagi wanita. telah datang dari Nabi SAW. Berkata ibnu Abidin dari fuqaha Hanafiyyah yang hidup belakangan ini.Allahu Akbar Lailaaha illallah • 14 15 16 Dan bagaimana cara iqomah16 : . halaman 406. bahwa pendapat yang kuat adalah dibolehkannya adzan dan iqomah dengan syarat seperti yang disebutkan. karena meninggalkannya. • Bagaimana cara adzan : Lafadh-lafadh adzan dan bagaimana cara adzan. yang juga adzan ini menjadi pilihan Sofyan bin Ats-Tsauri. yang bisa ditambah atau dikurangi atau bulak-balik susunan dan bahkan diganti dengan yang lain.

jilid I. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. Al-Auza'i. dosen di kuliyah ushuluddin. ibnu Syihab Az-Zuhri. ditashihi oleh DR. maka dikhususkan dengan tautsieb karena kekhususan ini dibutuhkan pada shalat shubuh17. Dimakruhkan tatswieb. Muhammad bin Sirin. ini yang disebut dengan tautsieb. Ishak bin Rohawaih. Jika adzan terjadi bukan pada waktunya yang tanpa tahun dan tanpa penerbit. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. halaman 7408. Dan lihat : 7 . dan juga karena shalat shubuh [fajr] pada waktu orang hampir seluruhnya sedang tidur diajak untuk bangun dari tidurnya. halaman 409412. dan ini adalah pendapat ibnu Umar. ditashihi oleh DR. Syarat untuk sahnya adzan adalah agar adzan dikumandangkan pada waktunya. yaitu ucapan "Ash-Shalatu Khairum Minannaum" bukan pada adzan shubuh. Muhammad Kholil Harros. karena sunnah datang pada adzan shubuh bukan pada adzan yang lainnya.Allahu Akbar Lailaaha illallah • Yang dikatakan dalam adzan shubuh : "Ash-Shalatu Khairum Minaum" : Disunnahkan untuk mengatakan dalam adzan shubuh : "Ash-Shalatu Khairum Minaum" setelah ucapannya : Hayya 'alal Falaah. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. dosen di kuliyah ushuluddin. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Abu Tsaur. dosen di kuliyah ushuluddin. Dan lihat : 18 . Muhammad Kholil Harros. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Sofyan Ats-Tsauri. jilid I. ditashihi oleh DR. Hasan Al-Bashri. • Waktu adzan18 : Adzan disyariatkan untuk shalat-shalat lima waktu yang fardlu [wajib]. di Universitas Al-azhar. di Universitas Al-azhar. dan shalat-shalat ini memiliki waktu khusus. Dan lihat : 17 . Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. di Universitas Al-azhar. dan juga menjadi pendapat madzhab Hanabilah. dan Asy-Syafi'i.Imam Ahmad bin Hambal memilih sighat iqomah yang datang dari Nabi SAW. dan iqomah itu adalah sebagai berikut : Allahu Akbar Allahu Akbar Asyhadu allaa ilaaha illallah Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah Hayya 'alash-Shaalah Hayya 'alal Falaah Allahu Akbar . Muhammad Kholil Harros.

Disyaratkan dalam adzan harus tertib susunan kalimatnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat. dianjurkan agar adzan dikumandangkan pada awal waktu agar orang-orang mengetahui dengan masuknya waktu shalat. ini adalah pendapat ahlul ilmi berdasarkan hadits Nabi SAW : "Bahwasannya Bilal adzan pada waktu malam. Dan lihat : 8 . dalam masalah ini tidak ada perbedaan pendapat di antara para fuqaha. Adapun waktu-waktu lain untuk shalat selain shalat fajri [shubuh]. yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Najib al-Muthai'i kepala bagian AsSunnah dan Ulum Al-Hadits universitas Ummu Darman Al-Islamiyyah. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. Demikian juga dalam iqomah harus dengan lafadh-lafadh dan susunan kalimatnya yang sesuai dengan apa yang datang dari syariat. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Al-Muhalla. ditashihi oleh DR.. 415. makanya apabila adzan datang tidak tertib susunan kalimatnya. jilid I. mengingat ijtihad tidak berlaku saat berhadapan dengan nash. yaitu : 1. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. Asy-Syeikh Muhyiddin bin Syarof An-Nawawi. sehingga dapat mempersiapkan diri untuk shalat. Kitabul Majmu' Syarah Muhadzdzab lisySyirozi. akan dianggap berbohong dengan adanya tidak tertib susunan kalimat adzan. 19 . maka adzan itu tidak dianggap dan tidak diperbolehkan. juz III. membutuhkan kepada peringatan dan pemberitahuan [I'lam] sebelum masuk waktu untuk shalat. Dikhususkan adzan shubuh [fajr] dengan hal itu [tautsib]. juz III. yaitu pengumuman atau pemberitahuan. halaman 407. di Universitas Al-azhar. karena orang-orang menduga bahwa itu bukan adzan untuk shalat. Namun demikian selayaknya adzan shubuh [fajr] tidak terlalu maju dari waktu shalat terlalu banyak. JeddahKerajaan Saudi Arabia. hal. 119. karena waktu di mana orang-orang sedang tidur. dosen di kuliyah ushuluddin. yaitu pada adzan fajr [shubuh] bolehkan disyariatkan atau dikumandangkan sebelum waktu shubuh [fajri].disyariatkan. • Syarat-syarat adzan dan iqomah19 : Disyaratkan pada adzan dan iqomah beberapa syarat. Dan lihat juga : Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm AdhDhahiri Al-Andalusi. halaman 145-147. Kairo-Mesir. Akan tetapi ada pengecualian sebagaimana telah kita katakan. agar orang-orang bergerak dan bersegera berangkat menuju shalat. tanpa tahun dan penerbit. sambil mengucapkan makan dan minumlah hingga akhirnya Abdullah ibnu ummi Maktum adzan". maka adzan itu tidak sah. maktabah Al-Irsyad. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. karena yang dimaksud dengan adzan. 416. di antaranya adalah sebagai berikut. Muhammad Kholil Harros. dan 435. Darut-Turats.

4. Menurut Hanabilah dan Asy-Syafiiyyah selayaknya orang yang melakukan iqomah adalah orang yang juga melakukan adzan. Sah adzan dari seorang anak kecil yang berakal [mumayyiz]. jilid I. tapi ada riwayat lain dari imam Ahmad. jika dia mejadi muadzdzin secara terus-terusan dan habis waktunya hanya untuk adzan tepat setiap waktu shalat tanpa mendapat imbalan. Disyaratkan dalam adzan dilakukan dengan tulus dan lkhlas. maka dengan perlahan-lahan dalam adzan lebih mengena dalam pemberitahuan. maka boleh orang yang mengumandangkan iqomah bukan orang yang mengumandangkan adzan. Abu Daud dan At-Tirmidzi]. ini adalah pendapat madzhab Adh-Dhohiriyyah dan juga pendapat dhahir madzhab imam Ahmad bin Hambal. dosen di kuliyah ushuluddin. 3. tidak sah adzan seorang kafir dan orang gila. berdasarkan hadits Nabi SAW : "Apabila kamu adzan hendaknya dengan perlahan-lahan [at-tarasul] dan apaila kamu maka hendaknya qomat dengan yang lebih cepat [hadr]". 9 . sedangkan iqomah adalah pemberitahuan kepada orang-orang yang sudah hadir di masjid dan sekitarnya. Dianjurkan seorang muadzdzin adalah orang yang faham dan tahu sunnah dan tahu 20 . dan dari yang baligh dan berakal tentu lebih utama. bahwa dibolehkan seorang muadzdzin menerima upah. bagaimana nanti dengan keperluan dia dan keluarganya? • Syarat-syarat muadzdzin20 : Disyaratkan pada seorang muadzdzin adalah harus orang laki-laki. ditashihi oleh DR. karena keduanya bukan ahli ibadah. [HR. 416. Karena adzan adalah pemberitahuan kepada orang-orang yang berada di luar dan jauh dari masjid. di Universitas Al-azhar. Muhammad Kholil Harros.2. muslim dan berakal. tapi lain halnya dengan fuqaha Adh-Dhahiriyyah. dan ini hanya syarat anjuran dan bukan suatu keharusan. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. yakni tidak panjang seperti adzan. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Agar dipisahkan jarak antara adzan dan iqomah sebatas waktu untuk berwudlu dan shalat dua rakaat. Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. kadang-kadang tidak ada orang yang mau menjadi muadzdzin secara permanen tanpa upah. dan 435. karena dia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Disyaratkan dalam adzan dilakukan secara perlahan-lahan [At-Tarossul] dan iqamah agak lebih cepat lawan dari perlahan-lahan [al-hadr]. 5. halaman 403414. mereka menganggap hal itu bukan syarat. karena orang-orang membutuhkan kepada adzan. maka tidak membutuhkan kepada perlahan-lahan. karena dia dari ahli ibadah. dan muadzdzin tidak meminta dan menerima upah. 415.

dan boleh melakukan adzan di atas kendaraan [ar-rohilah] dalam safar [bepergian]. tahun 1413/H-1993/M. dan ini sudah kita bicarakan. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. halaman 206. dan meletakkan kedua jarinya pada kedua telinganya. bahwa dari syarat-syarat seorang muadzdzin adalah harus orang laki-laki. panjang dan bagus suaranya. Dianjurkan juga adzan di termpat yang tinggi dan menghadap kiblat. • Adzan perempuan untuk halayak ramai [orang banyak] : Sudah kita katakan sebelumnya. tapi jika adzan dan dia sedang keadaan junub hal itu dimakruhkan. karena adzan seorang perempuan hanya untuk dirinya sendiri atau untuk para perempuan yang shalat berjamaah. DR. adzan dengan berdiri. Disyaratkan pada seorang muadzdzin adalah orang yang bertakwa dan adil. Disyaratkan seorang muadzdzin dalam keadaan bersih. dan ke sebelah kiri pada saat mengucapkan . maka tidak dijamin tidak menipu orang-orang apabila bukan seorang yang bertakwa dan adil. Pendapat madzhab Adh-Dhahiriyyah : Tidak diperbolehkan bagi seorang untuk melakukan wanita adzan. muslim dan berakal. beirut-Libanon. karena para wanita tidak diperintah untuk adzan 21 . dan muadzdzin adalah tempat kembali orang-orang kepadanya dalam shalat dan puasa. namun jika adzan sedangkan dia dalam keadaan tidak bersih [suci] dari hadats. cetakan I. dalam sub. Apakah sah adzan seorang perempuan bagi para laki-laki dan orang banyak? Ini yang dimaksud dari pertanyaan. maka juga dibolehkan. karena adzan adalah dzikir yang agung. 1. Dan amanah tidak ada yang bisa melaksanakannya kecuali seorang yang bertakwa dan adil. berdasarkan hadits Nabi SAW : "Imam itu bertanggung-jawab dan muqim itu harus dapat dipercaya [amanah]". 10 . juz I. Abdul Karim Zaedan. Judul : "Syarat-syarat seorang muadzdzin". dan mengangkat suaranya pada waktu melakukan iqomah tapi tidak seperti mengangkat suara pada waktu adzan. Muassasah Ar-Risalah.waktu-waktu shalat. Jawaban atas pertanyaan tadi kita sebutkan beberapa pendapat para fuqaha dalam masalah ini. dan demikian juga niqomah tanpa kebersihan dari hadats dibolehkan tapi dimakruhkan21. mengangkat suaranya yang tinggi apabila adzannya itu untu jama'ah. dianjurkan untuk memutar wajahnya kesebelah kanan pada saat mengucapkan : "Hayya 'alash-shalaah". "Hayya 'alal falaah" dengan tanpa merubah posisi kedua kaki untuk tetap menghadap kiblat.

karena ia jika mengangkat suaranya maka sungguh telah berbuat kemaksiatan. Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. Pendapat madzhab fuqaha Hanafiyyah : Dimakruhkan adzan seorang wanita. namun jika seandainya adzan untuk suatu kaum. milik Al-Hathab Al-Maliki. juz I. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. darul Kutub Al-ilmiyyah. dosen di kuliyah ushuluddin. 'Alauddin abu Bakar bin Mas'ud Al-Kasani Al-Hanafi. 4. Kitabuth-Thaharah. yaitu adalah para laki-laki bukan para wanita22. halaman 206-207. DR. Badaiush-Shana'i fi tartibisy-Syara'i. Kairo-Mesir. tapi diriwayatkan dari imam Abu Hanifah. dalam sub. karena wanita adalah orang yang tidak disyariatkan baginya untuk melakukan adzan. maka dari itu dimakruhkan23. dimakruhkan adzan bagi seorang wanita. di Universitas Al-azhar. dan jika merendahkan suaranya berarti ia telah meninggalkan sunnah adzan yakni mengangkat suara. maka itu termasuk perkara yang diada-ada alias bid'ah. Muhammad Kholil Harros. halaman 150. cetakan I. beirut-Libanon. jilid I. tanpa tahun dan tanpa penerbit. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. karena dalam adzan mengangkat dan meninggikan suara dan hal itu adalah aurot dari wanita. halaman 843. tanpa tahun penerbit dan tahun. tanpa tahun dan penerbit. 23 . ditashihi oleh DR. Muassasah Ar-Risalah. dianjurkan untuk diulangi lagi adzannya25. 24 . DarutTurats. 22 . yaitu peng'ilaman atau pemberitahuan. juz I.sebagaimana para laki-laki. berdasarkan pendapat yang kuat dalam madzhab. Judul : "Adzan seorang wanita bagi masyarakat umum". berkata ibnu Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali : Saya tidak melihat adanya perbedaan pendapat di antara fuqaha dalam masalah ini24. Pendapat madzhab Hanabilah : Tidak dianggap adzan seorang wanita. Nabi SAW memerintahkan adzan kepada orang yang selalu iltizam dengan shalat dalam jama'ah. Nabi SAW bersabda : "Setiap perkara yang diada-ada adalah bid'ah". 25 . BeirutLibanon. Al-Muhalla. 11 . Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. 2. berkata sebagian dari mereka [Al-Malikiyyah]. juz III. dan adzan wanita tidak pernah terjadi di masa assalafush-shaleh. berdasarkan hadits Nabi SAW : "Maka hendaknya ada salah seorang di antara kalian yang adzan untuk kalian dan mengimami kalian yang paling besar serta yang paling banyak bacaan Al-Qur'annya di antara kalian". halaman 140-141. tahun 1413/H-1993/M. Dan lihat juga : Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Kholil. Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. juz I dan halaman 435. Pendapat madzhab Al-Malikiyyah : Tidak sah adzan seorang wanita. 3. maka dibolehkan adzannya dan tidak perlu diulang karena telah tercapainya maksud. Abdul Karim Zaedan.

Tidak akan tercapai sunnah iqomahnya [maksudnya iqomahnya tidak menjadi sunnah]. halaman 202. berkata seorang faqieh dalam madzhab Al-Malikiyyah. beliau berkata : Sesungguhnya perem. dalam sub. maka yang mendengarkan juga 26 . Abdul Karim Zaedan. dan apabila muadzdzin sampai pada ucapannya : "Hayya 'alash-Shaalah". DR. yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan Allah. maka yang mendengarkan mengucapkan : "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". juz I. milik Al-Hathab Al-Maliki. halaman 206. Judul : "Adzan seorang wanita bagi masyarakat umum". cetakan I. karena suaranya adalah aurot. Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. yang artinya marilah mendirikan shalat. 6. 12 . Dan apabila muadzdzin mengucapkan : ":Hayya 'alal Falaah" yang artinya marilah kita menuju kepada keberuntungan. beirut-Libanon. 27 . Al-Mufashal Fie Ahkamil Mar'ah wal baitil Muslim Fisy-Syariah AlIslamiyyah. sebagaiman tidak tercapai sunnaqh adzan dengan adzannya. cetakan I. juz I. beirut-Libanon. maka sesungguhnya iqomah bagi dirinya adalah perbuatan yang baik. adapun apabila shalat dengan jama'ah maka cukup dengan iqomahnya laki-laki. dalam sub. DR. yaitu untuk mengumumkan atau pemberitahuan Dengan tegas para fuqaha Al-malikiyyah tidak membolehkan perempuan mengumandangkan iqomah. Muassasah Ar-Risalah. Pendapat madzhab Az-Zaidiyyah : Tidak sah adzan seorang wanita. dan apabila ia adzan maka tidak diperbolehkan adzannya. • Apa yang dikatakan bagi orang yang mendengar adzan dan iqomah Dianjurkan bagi orang yang mendengarkan adzan untuk mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan.5. karena iqomah adalah seperti adzan.[adzan perempuan]27. Pendapat madzhab Asy-Syafiiyyah : • Iqomah perempuan : Sebagaimana perempuan tidak boleh mengumandangkan adzan untuk orang banyak seperti yang telah kita katakan. Muassasah Ar-Risalah. yaitu dianjurkan dan bukan sunnah sebagaimana bagi laki-laki. dan tidak boleh perempuan menjadi seorang yang mengumandangkan iqomah untuk shalat berjama'ah. maka sesungguhnya ia juga tidak boleh mengumandangkan iqomah untuk shalat jama'ah laki-laki atau jama'ah laki-laki dan perempuan. Judul : "Iqomah seorang perempuan".puan jika shalat sendirian. tahun 1413/H-1993/M. juz I dan halaman 463. apabila perempuan itu shalat dalam jama'ah bersama mereka. Abdul Karim Zaedan. tahun 1413/H-1993/M. Al-Hathab Rahimahullahu Ta'alaa. Berkata Al-Ja'fariyyah : Tidak adzan seorang wanita bagi para laki-laki26. Dan lihat juga : Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Kholil.

dan 435. aati Muhammadal wasiilah wal fadiilah. kapanpun dia bisa membaca Al-Qur'an28. apa yang datang dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah. Dan lihat : Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. • adzan29 : Barangsiapa yang masuk masjid sedangkan muadzdzin sedang adzan. Dan dianjurkan baginya menunggu muadzdzin 28 Apa yang dilakukan orang masuk masjid sedang muadzdzin sedang Abu muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi. tahqieq Ahmad Muhammad Syakir. Muhammad Kholil Harros. tanpa tahun dan tanpa penerbit. bahwa Rosulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang mengucapkan saat mendengar adzan : "Allahumma Rabba hadzihid-dakwah At-Taammah wash-shalaatil qaaimah. di Universitas Al-azhar. 416. maka memutuskan bacaannya dan agar mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan. Kairo-Mesir.mengucapakan : "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan Allah. maka orang yang mendengarkan mengucapkan : "Aqaamahallahu waadaamaha". Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Adh-Dhahiri Al-Andalusi. Al-Muhalla. jilid I. jilid I. 29 . Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad Al-Khiroqi. halaman 147. juz III. 415. Darut-Turats. karena mendengar adzan bisa tertinggal [karena waktunya terbatas hanya pada saat itu] sedangkan membaca Al-Qur'an tidak akan tertinggal. ditashihi oleh DR. maka baginya berhak [halal] mendapatkan safaatku pada hari kiamat. tanpa tahun dan tanpa penerbit. dosen di kuliyah ushuluddin. Yang artinya semoga Allah SWT menegakkan dan mengabadikannya [shalat]. atau masuk masjid muadzdzin memulai adzan. dan 435. dosen di kuliyah ushuluddin. • Barangsiapa yang mendengar adzan sedangkan dia sedang membaca Al-Qur'an : Barangsiapa yang mendengar adzan sedangkan dia sedang membaca Al-Qur'an. maka dia tidak keluar masjid kecuali karena ada udzur [halangan] atau darurat. di Universitas Al-azhar. ditashihi oleh DR. halaman 403-414. halaman 428. 13 . Muhammad Kholil Harros. Dan juga dianjurkan yang mendengarkan iqomah mengucapkan seperti apa yang diucapkan orang yang muqiem [orang yang mengumandangkan iqomah]. Kemudian yang mendengarkan juga mengucapkan setelah muadzdzin selesai mengumandangkan adzannya. wabatshu maqaamam mahmuudal ladzi wa'adtah". Al-mughni 'ala Mukhtashar Abil Qasim umar bin Husain bin Abdullah bin ahmad AlKhiroqi. yaitu apabila seorang muqiem sampai pada ucapannya : "Qad qaamatrish-shalaah". tanpa tahun dan penerbit.

jika tidak mau menunggu dan tidak mengucapkan seperti apa yang muadzdzin ucapkan. kemudian shalat dua rakaat sebagai penghormatan terhadap masjid [tahiyyatul masjid].hingga selesai dari adzannya. 14 . kemudian duduk dan tidak duduk sebelum muadzdzin menyelesaikan adzannya hingga memungkinkan dia bisa mengucapkan seperti apa yang muadzin ucapkan. dan hanya menunaikan shalat tahiyyatul masjid maka tidak apa-apa juga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful