P. 1
Tebu

Tebu

|Views: 1,009|Likes:
Published by hermawandh

More info:

Published by: hermawandh on Nov 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

Tebu merupakan tumbuhan monokotil dari famili rumput-rumputan (Gramineae), Batang tanaman tebu memiliki memiliki anakan

tunas dari pangkal batang yang membentuk rumpun. Tanaman ini memerlukan waktu musim tanam sepanjang 11- 12 bulan. Tanaman ini berasal dari daerah tropis basah sebagai tanaman liar. Tabel 2 Klasifikasi Tanaman Tebu Divisio Subdivisio Kelas Ordo Familia Genus Spesies Daun Tanaman tebu yang matang memiliki total rata-rata atas permukaan daun sekitar 0,5 persegi, tergantung pada keragaman dan kondisi pertumbuhan Sebuah penampang daun menunjukkan tiga jaringan utama: 1) Kulit, 2) mesofil, dan 3) Vena Gambar 2 Daun tebu
• • • • •

Spermatophyta Angiospermae Monocotyledoneae Graminalis Gramineae Saccharum Saccharum officinarum

Pisau bersama adalah tempat di mana dua daerah berbentuk baji yang disebut “dewlaps” Selubung daun mirip dengan struktur dan fungsi daun pisau. The ligule adalah tambahan membran bagian dalam selubung yang memisahkan selubung dari daun pisau. Auricles adalah pelengkap berbentuk telinga yang terletak di bagian atas selubung margin. Daun pubertas adalah meliputi berbagai bagian daun dengan rambut pendek.

Sistem Akar Fungsi sistem akar adalah: - memberikan asupan air dan nutrisi dari tanah - untuk jangkar tanaman. Dua jenis akar akan berkembang dari benih. Himpunan akar, yang timbul dari akar band, yang tipis dan sangat bercabang; tunas akar, yang berasal dari band-band akar lebih rendah dari tunas, tebal, berdaging dan kurang bercabang. Varietas unggul memegang peranan penting dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi industri gula. Untuk mengantisipasi beragamnya lingkungan tumbuh pertanaman tebu dan pengelolaannya, telah dilepas dan ditawarkan beberapa varietas yang bersifat unggul di spesifik lokasi. Pada Tabel 5 disajikan beberapa varietas yang cukup menonjol untuk giling awal, tengah, dan akhir. Sementara itu untuk meng-antisipasi kerugian akibat penyakit luka api yang telah menyebar hampir di seluruh Indonesia, telah dilakukan upaya perakitan varietas tahan ter-hadap luka api. Paling tidak ada tujuh varietas yang telah terseleksi tahan terhadap penyakit luka api yaitu PS 79-82, PS 81-283, PS 81-2099, PS 82-13, PS 82-1094, PS 824055, dan PS 85-22252.

Rendemen Tebu
Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Bila

Cara mendapatkan rendemen sementara ini adalah dengan mengambil nira perahan pertama tebu yang digiling untuk dianalisis di laboratorium untuk mengetahui berapa besar rendemen sementara tersebut. dll. Tanah tidak terlalu masam. 132. SYARAT TUMBUH Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah. B. 41. 8. dan rendemen efektif. 38. 30. Rendemen Efektif Rendemen efektif disebut juga rendemen nyata atau rendemen terkoreksi. 62. Bisakah masa keemasan ini terulang kembali? Untuk itu PT.yaitu: rendemen contoh. JENIS .Z. P.S. yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun. P. Ketinggian kurang dari 500 m dpl. 1. Rumus : Rendemen Sementara = Faktor Rendemen x Nilai Nira. kualitas dan kelestarian (aspek K-3).artinya ialah bahwa dari 100 kg tebu yang digilingkan di Pabrik Gula akan diperoleh gula sebanyak 10 kg. Dengan kata lain rendemen contah adalah untuk mengetahui gambaran suatu kebun tebu berapa tingkat rendemen yang sudah ada sehingga dapat diketahui kapan kapan saat tebang yang tepat dan kapan tanaman tebu mencapai tingkat rendemen yang memadai. Natural Nusantara berusaha ikut serta mengembalikan masa kejayaan melalui peningkatan produksi tebu baik secara kuantitas.Hal ini berarti terdapat 12 kali rendemen nyata/efektif yang bisa diperhitungkan dan diberitahukan kepada petani tebu. Rendemen efektif adalah rendemen hasil perhitungan setelah tebu digiling habis dalam jangka waktu tertentu. 36.Z.S.S. Rumus : Nilai nira x Faktor rendemen = Rendemen 2. 3. P. BUDIDAYA TEBU PENDAHULUAN Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia. .Hal ini untuk memenuhi ketentuan yang menginstruksikan agar penentuan bagi hasil gula dilakukan secepatnya setelah tebu petani digiling sehingga petani tidak menunggu terlalu lama sampai selesai giling namun diberitahu lewat perhitungan rendemen sementara.Perhitungan rendemen efektif ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 15 hari atau disebut 1 periode giling sehingga apabila pabrik gula mempunyai hari giling 170 hari.maka jumlah periode giling adalah 170/15 = 12 periode.S.S. Rendemen Sementara Perhitungan ini dilaksanakan untuk menentukan bagi hasil gula. Usaha pemerintah sangatlah wajar dan tidak berlebihan mengingat dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengekspor gula sebelum perang. PEMBUKAAN KEBUN Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik . P.4. P. Rendemen Contoh Rendemen ini merupakan contah yang dipakai untuk mengetahui apakah suatu kebun tebu sudah mencapai masak optimal atau belum.namun sifatnya masih sementara.dikatakan rendemen tebu 10 %.rendemen sementara. Ada 3 macam rendemen.JENIS TEBU Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016. B. pH diatas 6.

WAKTU TANAM Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Sulam sisipan. Tebalnya tergantung keadaan.4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan. Bibit Bagal/debbeltop/generasi Tanah kasuran harus diratakan dahulu. kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Juni dan Juli. Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got . Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit).Sebelum tanam. PERSIAPAN TANAM .000 per ha. Bibit stek + 70. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali. dalam 60 cm. maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman. CARA TANAM 1. Setelah satu hari tidak ada hujan.5 bulan 5. di musim kemarau terik tebal + 15 . Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. PENYULAMAN 1. Pada juring nomor 28.4 helai. permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air.1. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan 4. PENYIRAMAN Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Penyulaman ekstra bila perlu. bersama sama dengan pemberian air ke . sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan. Got malang/palang lebar 50 cm. . yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu. Sulaman ke . Got keliling/mujur lebar 60 cm.2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1. guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus) TURUN TANAH/KEBRUK Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. dikerjakan 5 . > Pembumbunan ke . harus segera dilakukan penyiraman. 2. semua got harus diperdalam . Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam. Sebaiknya. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah. got mujur .Ukuran got standar . batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. yaitu berdaun 3 . Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan.2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm. jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring. 25 cm untuk tanah kering. 2. yaitu sebelum bumbun ke -2 PEMBUMBUNAN TANAH > Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Waktu yang tepat pada bulan Mei. sehingga kasuran hancur dan halus.Sebelum ditanam. . yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi. + 45 derajat. > Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan. dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 .got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan.Lakukan seleksi bibit di luar kebun . bila tanahnya masih basah + 10 cm.20 cm.7 hari setelah tanam. bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata. juringan harus diari untuk membasahi kasuran. 3. membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah. Jika bibit rayungan bermata dua. 3. dalam 70 cm. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm.

Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO. yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu.5 . Penyakit Dongkelan Penyebab jamur Marasnius sacchari. Menyerang bibit yang telah dipotong. Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1 . yang terdiri dari satu deretan tanaman.5-1 kw/ha. Tandanya daun klorosis. pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 :5) 4. terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat. Ros . 3. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu. Pada tapak (potongan) pangkas. Umur 1.sedalam 70 cm dan got malang 60 cm. musuh alami yaitu : ular. semprot PESTONA / Natural BVR 2. harus dijaga. Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 . seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Daun-daun klorotis akan mengering. Hama Penggerek Pucuk dan batang Biasanya menyerang mulai umur 3 . anjing atau burung hantu 3. 5. ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. tanaman tua sakit tiba-tiba. Hama Tikus Kendalikan dengan gropyokan. sebarkan Natural GLIO sejak awal. 5. Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha 2. Gejala.6 tutup dicampur HORMONIK 1 . PEMUPUKAN 1.2 botol/1000 m² dengan cara : Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. harus dilakukan 3 kali.5 .5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0. semprot POC NASA dosis 4 . Jika daun terserang hebat. Penyakit Blendok Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1. Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0.1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha.5 bulan. baik silang dua maupun silang empat. Penyakit Fusarium Pokkahbung Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu.ros tebu. KLENTEK Yaitu melepaskan daun kering. daun mengering dari luar ke dalam. 6. GARPU MUKA GULUD Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got. Penyakit Nanas Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. . Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.rumpun dari deretan tanaman di sisinya. sehingga air dapat mengalir. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah. Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi.2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan HAMA DAN PENYAKIT 1. TEBU ROBOH Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu 4.10 meter juringan. sehingga berbentuk menyilang. yaitu sebelum gulud akhir. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto. disatukan dengan rumpun .2 bulan setelah tanam. umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.

Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang. Terdapat dua cara bertanam tebu yaitu dalam aluran dan pada lubang tanam.rumput. Lima hari atau seminggu setelah dikepras. Pada cara pertama bibit diletakkan sepanjang aluran. sedangkan untuk rayungan bermata dua bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kedalaman 1 cm. Penyiraman ini tidak boleh terlambat tetapi juga tidak boleh terlalu banyak. Bibit yang diperlukan dalam 1 ha adalah 20. sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.1 Singkat Penanaman Tanaman Tebu a) Penentuan Pola Tanam Umumnya tebu ditanam pada pola monokultur pada bulan Juni-Agustus (di tanah berpengairan) atau pada akhir musim hujan (di tanah tegalan/sawah tadah hujan). Gambar 4 Proses penanaman tebu b) Cara Penanaman Sebelum tanam. Kepras petak . kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang. baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD). Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %.petak tebu secara berurutan. Pada kedua cara di atas bibit tebu diletakkan dengan cara direbahkan.Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1. bibit dimasukkan ke dalamnya dengan mata menghadap ke samping lalu bibit ditimbun dengan tanah. Pemeliharaan. Satu hari setelah tanam lakukan penyiraman jika tidak turun hujan. bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kemiringan 45 derajat. 2. Untuk bibit rayungan bermata satu. Cara kedua bibit diletakan melintang sepanjang solokan penanaman dengan jarak 30-40 cm. . keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam. ditutup tanah setebal 2-3 cm dan disiram.Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. .3.2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas. tanah digaris dengan kedalaman 5-10 cm. TEBU KEPRASAN .Iklim . c)SYARAT PERTUMBUHAN . Tebu yang sudah mencapai umur masak. RENDEMEN TEBU Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. 2) Untuk bibit bagal/generasi. 2.Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan. Sebelum mengepras . Cara ini banyak dilakukan dikebun Reynoso.3 Singkat Penanaman. tanah disiram agar bibit bisa melekat ke tanah. Dibutuhkan 70. sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu. 1) Bibit stek (potongan tebu) ditanam berimpitan secara memanjang agar jumlah anakan yang dihasilkan banyak.000 bibit stek/ha.000 bibit. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput .Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.

Batang tanaman tebu dipangkas 1 bulan sebelum bibit rayungan dipakai. tanaman dipotong. Untuk mendapatkan bibit. Jumlah mata (bakal tunas baru) yang diambil 2-3 sepanjang 20 cm. Pada cara ini tanah tidak seluruhnya diolah. 2. Bibit batang muda Dikenal pula dengan nama bibit mentah / bibit krecekan. Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini > 70% 3) Suhu udara berkisar antara 28-34 derajat C. 3.2. Penggunaan bibit pucuk hanya dapat dilakukan jika kebun telah berporduksi.Media Tanam 1) Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang 2) Jika ditanam di tanah sawah dengan irigasi pengairan mudah di atur tetapi jika ditanam di ladang/tanah kering yang tadah hujan penanaman harus dilakukan di musim hujan. Persiapan Disebut juga dengan cara Cemplongan dan dilakukan di tanah sawah. Tanaman tebu dipupuk sebanyak 50 kg/ha Bibit ini memerlukan banyak air dan pertumbuhannya lebih cepat daripada bibit bagal. daun pembungkus batang tidak dibuang. Terdapat dua jenis cara mempersiapkan lahan perkebunan tebu yaitu cara reynoso dan bajak. Seluruh batang tebu dapat diambil dan dijadikan 3 stek. Bibit siwilan Bibit ini diambil dari tunas-tunas baru dari tanaman yang pucuknya sudah mati. bibit mudah diangkut karena tidak mudah rusak.1) Hujan yang merata diperlukan setelah tanaman berumur 8 bulan dan kebutuhan ini berkurang sampai menjelang panen. Bibit rayungan (1 atau 2 tunas) Bibit diambil dari tanaman tebu khusus untuk pembibitan berupa stek yang tumbuh tunasnya tetapi akar belum keluar. d) Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah 5-500 m dpl. pertumbuhan bibit pucuk tidak memerlukan banyak air. Berasal dari tanaman berumur 5-7 bulan. Melepas daun-daun agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat 2. Perawatan bibit siwilan sama dengan bibit rayungan. Kelemahan bibit rayungan adalah tunas sering rusak pada waktu pengangkutan dan tidak dapat disimpan lama seperti halnya bibit bagal. Setiap stek terdiri atas 2-3 mata tunas. Daun kering yang membungkus batang tidak dibuang agar melindungi mata tebu. Bibit ini dibuat dengan cara: 1. 1 hektar tanaman kebun bibit bagal dapat menghasilkan bibit untuk keperluan 10 hektar. 2) Tanaman tumbuh baik pada daerah beriklim panas dan lembab. . 1 hektar tanaman kebun bibit rayungan dapat menghasilkan bibit untuk 10 hektar areal tebu. Biaya bibit lebih murah karena tidak memerlukan pembibitan. e) Pembibitan Bibit yang akan ditanam berupa: Bibit pucuk Bibit diambil dari bagian pucuk tebu yang akan digiling berumur 12 bulan.1. yang digali hanya lubang tanamnya .

Pemberantasan gulma dengan herbisida di kebun dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November dengan campuran 2-4 Kg Gesapas 80 dan 3-4 Kg Hedanol power. Penyulaman pertama dilakukan pada minggu ke 3. Pembukaan Lahan a) Pada lahan sawah dibuat petakan berukuran 1. Tanaman sehat yang sudah besar dibongkar dengan hati-hati dan dipakai menyulan tanaman mati.4.3.3.2. d) Penyulaman ekstra dilakukan jika perlu beberapa hari sebelum pembumbunan ke 6. 3. Ruas bibit harus tertimbun tanah agar tidak cepat mengering.2. 2. Adanya penyulaman ekstra menunjukkan cara penanaman yang kurang baik. 3. Penjarangan dan Penyulaman a) Sulaman pertama untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata satu dilakukan 5-7 hari setelah tanam. Setelah itu tanaman disiram.2. Tanah disiram lagi dan dipadatkan. 160 kg TSP dan 300 kg KCl/ha). Kurangi daun-daun tanaman sulaman agar penguapan tidak terlalu banyak dan beri pupuk 100-200 Kg/ha. Bibit yang mati dicabut. b) Lubang tanam dibuat berupa parit dengan kedalaman 35 cm dengan jarak antar lubang tanam (parit) sejauh 1 m. Perempalan Daun-daun kering harus dilepaskan sehingga ruas-ruas tebu bersih dari daun tebu kering dan menghindari kebakaran. b) Pembumbun ke dua dilakukan pada waktu umur 2 bulan. Tanah galian ditumpuk di atas larikan diantara lubang tanam membentuk guludan.1.dan (2) pada 30 hari setelah pemupukan ke satu dengan 10 gram urea per tanaman atau 200 kg urea per hektar.2.5.2. Hanya boleh dilakukan jika ada bencana alam atau serangan penyakit yang menyebabkan 50% tanaman mati.2. e) Penyulaman bongkaran. 3. Penyiangan Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan saat pembubunan tanah dan dilakukan beberapa kali tergantung dari pertumbuhan gulma. tanah disirami dan bibit ditanam dan akhirnya ditimbun tanah. Pemeliharaan Tanaman Tebu 3. c) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit pucuk.2. Bibit rayungan sulaman disiapkan di dekat tanaman yang diragukan pertumbuhannya. tanah guludan ini dipindahkan lagi ke tempat semula. Penyulaman kedua dilakukan 3-4 minggu setelah penyulaman pertama. lubang diisi tanah gembur kering yang diambil dari guludan. Pembubunan Sebelum pembubunan tanah harus disirami sampai jenuh agar struktur tanah tidak rusak. a) Pembumbunan pertama dilakukan pada waktu umur 3-4 minggu. melintang dibuat dengan lebar 50 cm dan dalam 50 cm. Sulaman diambil dari persediaan bibit dengan cara membongkar tanaman beserta akar dan tanah padat di sekitarnya.5 bulan setelah tanam.2.2. anakan tebu yang tidak tumbuh baik dibuang.2. 3. c) Pembumbuna ke tiga dilakukan pada waktu umur 3 bulan. Pupuk diletakkan di lubang pupuk (dibuat dengan tugal) sejauh 7-10 cm dari bibit dan ditimbun tanah. Parit membujur. Pemupukan Pemupukan dilakukan dua kali yaitu (1) saat tanam atau sampai 7 hari setelah tanam dengan dosis 7 gram urea. Kedua penyulaman ini dilakukan dengan cara yang sama dengan point (b) di atas. Tebal bumbunan tidak boleh lebih dari 5-8 cm secara merata. Setelah tanam.000 m2. b) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata dua dilakukan tiga minggu setelah tanam (tanaman berdaun 3-4 helai). 8 gram TSP dan 35 gram KCl per tanaman (120 kg urea. Bersamaan dengan pelepasan daun kering. Perempalan pertama dilakukan pada saat 4 bulan setelah tanam dan yang kedua ketika tebu berumur 6-7 bulan. Selanjutnya dibuat parit keliling yang berjarak 1. Setelah .3 m dari tepi lahan. Penyulaman kedua dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penyiraman ke dua yaitu 1.

Fase ini berjalan pada 0. 1. Proses yang paling dominan adalah proses pemanjangan batang.5 minggu.pemupukan semua petak segera disiram supaya pupuk tidak keluar dari daerah perakaran tebu. Proses kemasakan berjalan dari ruas bawah ke atas. .2. 2. 3. b) Penyiraman lubang tanam ketika tebu masih muda. 1. yaitu : 1. Fase ini berlangsung pada 3 – 9 bulan. Pemupukan dan penyiraman harus selesai dalam satu hari. Fase ini berlangsung pada 5 minggu – 3 bulan. 1. dilakukan pengairan lagi melalui saluran-saluran kebun. Agar rendeman tebu tinggi. Fase ini dapat berlangsung pada umur 9 – 12 bulan. pemanjangan batang. Fase Perkecambahan Pada fase ini menunjukkan adanya pertumbuhan perkecambahan dari mata tunas tebu.6. Fase Pertunasan Pada fase ini terjadi pertumbuhan anakan tunas dari batang tebu hingga membentuk rumpun tebu. Fase Pertumbuhan /Pemanjangan Batang Pada fase ini terjadi pengembangan tajuk daun. Pembentukan ruas tebu sekitar 3 – 4 ruas per bulan selama fase ini dan akan menurun dengan bertambahnya umur (tua). 1. d) Membendung got-got sehingga air mengalir ke lubang tanam. digunakan zat pengatur tumbuh seperti Cytozyme (1 liter/ha) yang diberikan dua kali pada 45 dan 75 hst.3. Pengairan dilakukan pada saat: a) Waktu tanam b) Tanaman berada pada fase pertumbuhan vegetatif c) Pematangan. akar. Waktu tanaman berumur 3 bulan. Fase Kemasakan Pada fase ini berlangsung proses pengisian batang-batang tebu dengan gula (sukrosa) hasil proses fotosintesis tanaman. Fase Kematian Pada fase ini tanaman tebu mulai mati setelah melalui kemasakan optimum hingga kembali menurun kadar gulanya. pembentukan biomasa pada batang dan peningkatan fotosintesis. Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan dengan berbagai cara: a) Air dari bendungan dialirkan melalui saluran penanaman. Pada tebu muda kadar sucrose (C12H22O11) pada pangkal batang di atas tanah lebih tinggi dibanding bagian lainnya. Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu Pertumbuhan tanaman tebu terdiri dari 5 fase. c) Air siraman diambil dari saluran pengairan dan disiramkan ke tanaman.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->