P. 1
1-Pengertian, Proses Amdal

1-Pengertian, Proses Amdal

|Views: 1,575|Likes:
Published by 'Dwie Herianie'

More info:

Published by: 'Dwie Herianie' on Nov 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN, MANFAAT , PROSES dan PROSEDUR AMDAL

11/4/2010

1

PERLINDUNGAN LINGKUNGAN
Negara Amerika Kanada Indonesia
11/4/2010

Tahun 1969 1973 1986

Dokumen
Environmental Impact Assesment Environmental Assesment Review Process Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

2

Aspek Yang Dikaji
1969 Amerika 1973 1973 Kanada 1987
Biofisik Biofisik, sosial, kesehatan, sejarah, ekonomi, estetika, psikologis Biofisik Biofisik, sosial, kesehatan, sejarah, ekonomi, estetika, psikologis

11/4/2010

3

Amdal di Indonesia
‡ PP Nomor 29 Tahun 1986, karena terdapat hambatan birokratis dan metodologis, diganti dengan : ‡ PP Nomor 51 Tahun 1993. Dengan terbitnya UU RI Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan , maka PP disempurnakan dengan : ‡ PP Nomor 27 tahun 1999 (adanya pelimpahan seluruh kewenangan Penilaian Amdal ke Daerah)

11/4/2010

4

Pengertian
‡ AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup uyang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. ‡ Dalam pelaksanaannya, AMDAL merupakan proses pengkajian terpadu yang mempertimbangkan aspek ekologi, sosial ekonomi, dan sosial budaya sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
11/4/2010 5

Jenis Usaha dan/atau Kegiatan
‡ pengubahan bentuk lahan dan bentang alam; ‡ eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak terbaharui; ‡ proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya; ‡ proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya; ‡ proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya;
11/4/2010 6

Jenis Usaha dan/atau Kegiatan
‡ introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jasad renik; ‡ pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non-hayati; ‡ penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup; ‡ kegiatann yang mempunyai resiko tinggi, dan/atau mempengaruhi pertahanan negara.
11/4/2010 7

KEPUTUSAN
KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN NOMOR : KEP-56 TAHUN 1994 TENTANG

11/4/2010

8

PEDOMAN MENGENAI UKURAN DAMPAK PENTING
1. Jumlah manusia yang akan terkena dampak, 2. Luas wilayah persebaran dampak, 3. Lamanya dampak berlangsung, 4. Intensitas dampak, 5. Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang akan terkena dampak, 6. Sifat kumulatif dampak, 7. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak.
11/4/2010 9

(1) Jumlah Manusia yang Akan Terkena Dampak
Jumlah manusia yang terkena dampak menjadi penting bila manusia di wilayah studi ANDAL yang terkena dampak lingkungan tetapi tidak menikmati manfaat dari usaha atau kegiatan, jumlahnya sama atau lebih besar dari jumlah manusia yang menikmati manfaat dari usaha atau kegiatan di wilayah studi.

11/4/2010

10

(2) Luas Wilayah Persebaran Dampak
Suatu rencana usaha atau kegiatan bersifat penting bila mengakibatkan adanya wilayah yang mengalami perubahan mendasar dari segi intensitas dampak, atau tidak berbaliknya dampak, atau segi kumulatif dampak.

11/4/2010

11

(3) Lamanya Dampak Berlangsung
Dikatakan penting bila rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan timbulnya perubahan mendasar dari segi intensitas dampak atau tidak berbaliknya dampak, atau segi kumulatif dampak yang berlangsung hanya pada satu atau lebih tahapan kegiatan.
11/4/2010 12

(4) Intensitas Dampak
Perubahan lingkungan yang timbul bersifat hebat, atau drastis, berlangsung di area yang relatif luas, dalam kurun waktu yang relatif singkat.

11/4/2010

13

Contoh : Intensitas Dampak
‡ Yang akan menyebabkan perubahan pada sifat-sifat fisik dan atau hayati lingkungan yang melampaui baku mutu lingkungan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku; ‡ Yang akan mengakibatkan spesies-spesies yang langka dan atau endemik, dan atau dilindungi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku terancam punah; atau habitat alaminya mengalami kerusakan.

11/4/2010

14

Contoh : Intensitas Dampak
‡ Yang akan menimbulkan kerusakan atau gangguan terhadap kawasan lindung (hutan lindung, cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa, dan sebagainya) yang telah ditetapkan menurut peraturan perundangundangan; ‡ Yang akan merusak atau memusnahkan bendabenda dan bangunan peninggalan sejarah, yang bernilai tinggi;
11/4/2010 15

Contoh : Intensitas Dampak
‡ Yang akan mengakibatkan konflik atau kontroversi dengan masyarakat, pemerintah, daerah, atau pemerintah pusat, dan atau menimbulkan konflik atau kontroversi di kalangan masyarakat, pemerintah daerah atau pemerintah pusat; ‡ Yang akan mengubah atau memodifikasi areal yang mempunyai nilai keindahan alami yang tinggi;
11/4/2010 16

(5) Banyaknya Komponen Lingkungan Lain Yang Terkena Dampak
Rencana usaha atau kegiatan menimbulkan dampak sekunder dan dampak lanjutan lainnya yang jumlah komponennya lebih atau sama dengan komponen lingkungan yang terkena dampak primer.

11/4/2010

17

(6) Berbalik atau Tidak Berbaliknya Dampak
Perubahan yang akan dialami oleh suatu komponen lingkungan tidak dapat dipulihkan kembali walaupun dengan intervensi manusia.

11/4/2010

18

(7) Sifat Kumulatif Dampak
Kumulatif mengandung pengertian bersifat bertambah, bertumpuk, atau bertimbun. Dampak suatu usaha atau kegiatan dikatakan bersifat kumulatif bila pada awalnya dampak tersebut tidak tampak atau tidak dianggap penting, tetapi karena aktivitas tersebut bekerja berulang kali atau terus menerus, maka lama kelamaan dampaknya bersifat kumulatif.

11/4/2010

19

Contoh : Sifat Kumulatif Dampak
‡ Dampak lingkungan berlangsung berulang kali dan terus menerus, sehingga pada kurun waktu tertentu tidak dapat diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang menerimanya; ‡ Beragam dampak lingkungan bertumpuk dalam suatu ruang tertentu, sehingga tidak dapat diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang menerimanya; ‡ Dampak lingkungan dari berbagai sumber kegiatan menimbulkan efek yang saling memperkuat (sinergetik).

11/4/2010

20

Dasar Hukum Pelaksanaan Amdal di Indonesia
‡ Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. ‡ Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

11/4/2010

21

Tujuan dan Sasaran AMDAL
‡ Untuk menjamin agar suatu usaha dan/atau kegiatan pembangunan dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa merusak dan mengorbankan lingkungan ‡ Melalui pengkajian AMDAL, diharapkan mampu secara optimal meminimalkan kemungkinan dampak lingkungan hidup yang negatif, serta dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya efisien. alam secara efisien
11/4/2010 22

Manfaat bagi Pemerintah
‡ Sebagai alat pengambil keputusan tentang kelayakan lingkungan dari suatu rencana usaha dan /atau kegiatan. ‡ Merupakan bahan masukan dalam perencanaan pembangunan wilayah. ‡ Untuk menjaga agar potensi sumber daya alam di sekitar lokasi proyek tidak rusak dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
11/4/2010 23

Manfaat bagi Masyarakat
‡ Dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk berpartisipasi. ‡ Mengetahui perubahan lingkungan yang akan terjadi dan manfaat serta kerugian akibat adanya suatu kegiatan. ‡ Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan usaha dan/atau kegiatan di dalam menjaga dan mengelola kualitas lingkungan.
11/4/2010 24

Manfaat bagi Pemrakarasa
‡ Untuk mengetahui masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi pada masa yang akan datang. ‡ Sebagai bahan untuk analisis pengelolaan dan sasaran proyek. ‡ Sebagai pedoman untuk pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

11/4/2010

25

DOKUMEN AMDAL
‡ Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) ‡ Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) ‡ Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) ‡ Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
11/4/2010 26

DOKUMEN KERANGKA ACUAN (KA)
Dokumen yang memuat ruang lingkup dan kedalaman kajian analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang akan dilaksanakan sesuai hasil proses pelingkupan.

11/4/2010

27

DOKUMEN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (ANDAL)
Dokumen ini memuat telaahan

secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan berdasarkan
arahan yang telah disepakati dalam dokumen KA-ANDAL.

11/4/2010

28

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

Dokumen ini memuat berbagai upaya

penanganan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat rencana usaha dan/atau kegiatan.

11/4/2010

29

Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Dokumen ini memuat berbagai rencana

pemantauan terhadap berbagai komponen lingkungan hidup yang
sumber dampaknya telah dikelola .

11/4/2010

30

Dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL merupakan satu

rangkaian studi yang saling
terkait baik dalam proses penyusunan maupun penilaian.

11/4/2010

31

JENIS AMDAL
‡ AMDAL Kegiatan Tunggal ; Penyusunan studi AMDAL bagi satu jenis usaha dan/atau kegiatan yang kewenangan pembinaannya dibawah satu instansi yang membidangi jenis usaha dan/atau kegiatan tersebut. AMDAL Kegiatan Terpadu/Multisektor ; Penyusunan studi AMDAL bagi usaha dan/atau kegiatan terpadu baik dalam hal perencanaan, proses produksinya maupun pengelolaannya da melibatkan lebih dari satu instansi yang membidangi kegiatan tersebut serta berada dalam kesatuan hamparan ekosistem. AMDAL Kegiatan dalam Kawasan ; Penyusunan studi AMDAL bagi usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi di dalam suatu kawasan yang telah ditetapkan atau berada dalam kawasan/zona pengembangan wilayah sesuai dengan tata ruang wilayah dan/atau kawasan yang telah ditetapkan pada kesatuan hamparan ekosistem.

‡

‡

11/4/2010

32

Pihak-pihak yang berkepentingan dengan amdal
‡ Pemerintah, ‡ Kelompok Usaha, ‡ Masyarakat. kesemuanya terlibat dalam proses penilaian dan pemrosesan dokumen AMDAL
11/4/2010 33

Pihak-pihak yang berkepentingan dengan amdal
Komisi Penilai AMDAL ; yaitu komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL dengan pengertian di tingkat pusat oleh Komisi Penilai Pusat, dan di tingkat daerah oleh Komisi Penilai Daerah. Unsur pemerintah yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak duduk sebagai anggota di dalam Komisi Penilai ini.
11/4/2010 34

UNSUR-UNSUR KOMISI PENILAI DAERAH
1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat I, 2. Instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan Daerah Tingkat I, 3. Instansi yang ditugasi bidang penanaman modal daerah, 4. Instansi yang ditugasi bidang pertanahan di daerah, 5. Instansi yang ditugasi bidang pertahanan keamanan daerah, 6. Instansi yang ditugasi bidang kesehatan Daerah Tingkat I, 7. Wakil instansi pusat dan/atau daerah yang membidangi usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan, 8. Wakil instansi terkait di Propinsi Daerah Tingkat I, 9. Wakil Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II yang bersangkutan, 10. Pusat studi lingkungan hidup perguruan tinggi daerah yang bersangkutan, 11. Ahli di bidang lingkungan hidup, 12. Ahli di bidang yang berkaitan, 13. Organisasi lingkungan hidup di daerah, 14. Wakil masyarakat yang terkena dampak, serta 15. Anggota lain yang dipandang perlu.
11/4/2010 35

TIM TEKNIS
Para ahli dari :
± instansi teknis yang membidangi usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan ± instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan, ± ahli lain dengan bidang ilmu yang terkait.

11/4/2010

36

Pihak-pihak yang berkepentingan dengan amdal
Pemrakarsa ; yaitu orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

11/4/2010

37

Pihak-pihak yang berkepentingan dengan amdal
Warga masyarakat yang terkena dampak ; yaitu seorang atau kelompok warga masyarakat yang akibat akan dibangunnya suatu rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut akan menjadi kelompok yang diuntungkan (beneficiary groups), dan kelompok yang dirugikan (at-risk groups). Lingkup warga masyarakat yang terkena dampak ini dibatasi pada masyarakat yang berada dalam ruang dampak rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut.
11/4/2010 38

Masyarakat yang Berkepentingan
(Kep KaDal Nomor 8/2000)

Adalah masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati (masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan) antara lain sebagai berikut: ± kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, ± faktor pengaruh ekonomi, ± faktor pengaruh sosial budaya, ± perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya.

11/4/2010

39

Komponen lain yang terlibat
‡ Pemberi Ijin ; yaitu instansi yang berwenang menerbitkaN ijin melakukan usaha dan/atau kegiatan bagi suatu usaha atau kegiatan atas dasar hasil studi AMDAL yang dilakukan. ‡ Pakar Lingkungan dan Pakar Teknis ; yaitu seseorang yang ahli di bidang lingkungan dan bidang ilmu tertentu. ‡ Lembaga Pelatihan ; yaitu lembaga yang menyelenggarakan kursus-kursus dan/atau pelatihanpelatihan yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup/AMDAL. ‡ Konsultan ; orang atau badan hukum yang diberi wewenang oleh pemrakarsa untuk menyusun studi AMDAL.
11/4/2010 40

Prosedur AMDAL
‡ Penapisan (screening) wajib AMDAL. ‡ Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL. ‡ Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL.

11/4/2010

41

LANGKAH PENAPISAN
‡ Perhatikan daftar jenis usaha atau kegiatan wajib AMDAL dalam Lampiran Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001. ‡ Dalam hal suatu rencana usaha atau kegiatan tidak termasuk dalam daftar lampiran KEPMENLH Nomor 17 Tahun 2001, tetapi masyarakat atau pemerintah daerah atau departemen sektor meragukan statusnya karena potensi dampak yang akan mengajukan usulan secara tertuilis kepada MENLH untuk dipertimbangkan penetapannya sebagai usaha atau kegiatam wajib AMDAL. ‡ Jika usaha atau kegiatn tidak termasuk dalam semua ketentuan di atas, maka rencana usaha atau kegiatan tersebut tidak wajib AMDAL tetapi diharuskan membuat Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) di bawah pengawasan instansi teknis yang berwenang.
11/4/2010 42

TAHAP PENILAIAN DOKUMEN AMDAL

1. KA-ANDAL 2. ANDAL, RKL, dan RPL sekaligus.

11/4/2010

43

PROSES PENGAJUAN DOKUMEN KA ANDAL UNTUK DINILAI
1. Periksa kelengkapan dokumen KA-ANDAL sesuai Pedoman Penyusunan AMDAL. 2. Sampaikan 1 (satu) sampel dokumen KAANDAL ke sekretariat Komisi Penilaian AMDAL yang telah ditentukan 3. Persiapkan dokumen sejumlah yang telah ditetapkan 4. Memastikan waktu sidang penilaian oleh komisi
11/4/2010 44

Prosedur Penerimaan Dokumen
(Kepmen 40 Tahun 2000 ps 10) ‡ Kerangka acuan yang dinilai oleh : ± Komisi penilai Propinsi, diajukan oleh pemrakarsa kepada Gubernur melalui sekretariat komisi penilai Propinsi; ± Komisi penilai Kabupaten/Kota, diajukan oleh pemrakarsa kepada Bupati/Walikota melalui sekretariat komisi penilai Kabupaten/Kota; ‡ Dokumen kerangka acuan yang diajukan sekurang-kurangnya berjumlah 35 (tiga puluh lima) eksemplar. ‡ Sekretariat komisi penilai memberikan tanda bukti penerimaan dokumen kepada pemrakarsa dengan menuliskan hari dan tanggal penerimaan dokumen.

11/4/2010

45

PROSES PENGAJUAN DOKUMEN ANDAL, RKL DAN RPL
1. Periksa kelengkapan dokumen ANDAL,RKL, dan RPL sesuai Pedoman Penyusunan AMDAL. 2. Sampaikan 1 (satu) sampel dokumen ke sekretariat Komisi Penilaian AMDAL yang telah ditentukan 3. Persiapkan dokumen sejumlah yang telah ditetapkan 4. Memastikan waktu sidang Komisi Penilai atau Tim Teknis.
11/4/2010 46

Penilaian oleh Tim Teknis
(Kepmen 40 Tahun 2000 ps 11) ‡ Ketua komisi penilai meminta tim teknis untuk menilai kerangka acuan. ‡ Undangan dan dokumen diterima oleh seluruh peserta rapat selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sebelum hari dan tanggal penilaian. ‡ Penilaian oleh tim teknis dilakukan dalam bentuk rapat dan dipimpin oleh ketua tim teknis. ‡ Semua saran, pendapat dan tanggapan anggota tim teknis dicatat oleh petugas dari sekretariat komisi penilai. ‡ Masukan dan pertimbangan teknis disampaikan pada rapat komisi penilai
11/4/2010 47

Penilaian secara teknis meliputi penilaian terhadap:
± ± ± ± ± ± ±
11/4/2010

Kesesuaian dengan pedoman umum dan/atau pedoman teknis di bidang analisis mengenai dampak lingkungan hidup; Kesesuaian peraturan perundangan di bidang teknis sektor bersangkutan; Kesesuaian lokasi dengan tata ruang; Ketepatan penerapan metoda penelitian/analisis; Kesahihan data yang digunakan; Kelayakan desain, teknologi dan proses produksi yang digunakan; Kelayakan ekologis.
48

Proses penilaian dokumen amdal
‡ Proses penilaian dokumen KA-ANDAL dan ANDAL, RKL, RPL secara formal dilakukan dalam sidang Komisi Penilai. KA-ANDAL dianggap sah sebagai dasar penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL, bilamana telah dinilai oleh Komisi Penilai AMDALdan mendapatkan Keputusan dari Pemerintah (Kepala BAPEDAL atau Gubernur) dalam waktu selambat-lambatnya 75 hari kerja sejak diterimanya dokumen tersebut oleh Sekretariat Komisi. Bilamana pemerintah (Kepala BAPEDAL atau Gubernur) dalam waktu 75 hari kerja tersebut tidak juga memberikan keputusan, maka secara hukum KA-ANDAL tersebut sah sebagai dasar penyusunan ANDAL.

‡

‡

11/4/2010

49

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->