Pentingnya Komunikasi Dakwah

Dakwah merupakan suatu sistem yang penting dalam gerakan-gerakan Islam. Dakwah dapat dipandang sebagai proses perubahan yang diarahkan dan direncanakan dengan harapan terciptanya individu, keluarga dan masyarakat serta peradaban dunia yang diridhai Allah SWT, seperti juga tujuan Perhimpunan Persatuan Umat Islam (PUI). PUI dalam amal usahanya adalah untuk perbaikan (ishlah), yang kita kenal Islahuts Tsamaniyah/delapan perbaikan. Perbaikan aqidah, perbaikan syari’at, perbaikan pendidikan dan seterusnya. Semua itu tidak terlepas dari proses dakwah dan proses komunikasi. Dakwah dalam dataran normatif dan praktis, tidak terlepas pula dari proses komunikasi. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian dan penerimaan informasi kepada orang lain. Informasinya yang disampaikan adalah pesan-pesan agama, nilai atau aturan Allah SWT, Maka itulah juga dakwah. Maka diantara komunikasi dengan dakwah secara konsepsional mungkin berbeda, tetapi secara operasional adalah mungkin sama. Oleh karena itu pada kesempatan ini ingin kita diskusikan apa itu komunikasi? Apa itu dakwah? Pengertian Komunikasi Sebelum menguraikan lebih lanjut tentang strategi komunikasi dakwah, kiranya perlu sekali untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian komunikasi, baik secara etimologis (bahasa) maupun secara terminologis (istilah).

(Phil Astrid S. komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat komunikasi terdapat kesamaan makna mengenai sesuatu yang dikomunikasikan. and destination.Pengertian Komunikasi Secara Etimologis Pengertian komunikasi secara etimologis menurut Onong Uchyana (1986: 64 ) sebagai berikut : “Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin Communicatio. dan perkataan ini bersumber pada kata Communis. pesan dan tujuan. Dari dua pengertian komunikasi secara bahasa di atas menjelaskan bagi kita. yakni bahwa komunikasi mempunyai arti memberitahukan atau depat dimengerti bersama. Menurut Carl Hovland. 1986:1). … communication always requires at least three element. ketika berkomunikasi. diantaranya : Menurut Onong Uchyana Effendi (1986 : 6 ) adalah : Penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap. namun pada hakekatnya sama. 1986 : 3 ). baik langsung secara. the message. Arti Communis di sini adalah sama. Sebaliknya jika ia tidak mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya. That is we are trying to shore information. maka komunikasi antara orang-orang itu tidak komunikatif. Perkataan communis tersebut dalam pembahasan kita ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang sering dijumpai dalam kegiatan politik. baik ide maupun sikap. Dua ahli komunikasi di atas memang berbeda dalam pengambilan asal kata komunikasi. Jadi. we are trying to establish a commonness with someone. (Toto Tasmara. bahwa asal kata komunikasi dari bahasa Latin. Yang kira-kira begini artinya : Komunikasi adalah suatu proses dimana individu (komunikator) memberikan rangsangan (biasanya sistem verbal) untuk merubah tingkah laku individu yang lain (komunikan). Jelasnya jika seorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya. maka komunikasi berlangsung dengan perkataan hubungan antara mereka itu komunikatif. Pengertian Komunikasi Secara Terminologis Dalam memberikan pengertian komunikasi secara terminologis para ahli berbeda. . kita sedang mencoba mengadakan sebuah pertukaran pikiran dengan seseorang. … Komunikasi selalu membutuhkan sedikitnya tiga elemen (unsur). maupun tak langsung secara media. sumber. dalam buku Phil Astrid Susanto “Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek” sebagai berikut : “Perkataan komunikasi berasal dari perkataan “Communicare” yaitu yang di dalam bahasa latin mempunyai arti “berpartisipasi” ataupun “memberitahukan” perkataan “Communis” berarti “milik bersama” atau “berlaku dimana-mana”. Artinya. Komunikasi adalah : “Communication is the process by which an individual (the communicator) transmit stimuli (usually verbal symbol) to modify the behavior of other individual”. an idea or an attitude. sehingga “communis opini” mempunyai arti “pendapat umum” ataupun “pendapat mayoritas”. Susanto. Hal itu berarti kita sedang mencoba menginformasikan sebagian informasi. pendapat. lisan. Menurut Wilber Schramm sebagai berikut : When we communicate. the source. dalam arti sama makna. atau prilaku. (Toto Tasmara. Kemudian menurut Gunter Kuslich. yaitu sama makna mengenai suatu hal”. 1973).

Bahwa kita harus melihat tiga unsur komunikasi. John R. Glueck. bahwa komunikasi itu dapat diartikan sebagai proses antara pribadi “dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka. ( Onong Uchyana. gagasan kepada orang lain melalui simbol untuk merubah sikap atau tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan. ide. 1984 : 83-84). Para ahli berbeda . . Who says what in which channel to whom with what Effect. Stoner. ide. maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pengertian komunikasi secara terminologi adalah : Suatu proses penyampaian dan penerimaan informasi. Yang artinya kira-kira begini : Siapa pesan apa media apa untuk siapa serta bagaimana atau apa yang diharapkan. Interpersonal Communications.Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut. 1988:13). 1986 J 8). W. Dia maksudkan bahwa unsur-unsur ini perlu ada dalam komunikasi dan bahwa kita dapat mengorganisasi kajian kita mengenai proses komunikasi dalam tiga hal : a) b) c) Orang yang berbicara Pembicaraan yang diungkapkan Orang yang mendengarkan. dalam bukunya “Management” menyatakan bahwa komunikasi dapat dibagi dua bagian utama. dalam bukunya yang berjudul “Manajemen” menyebutkan bahwa komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan c cara pemindahan pesan. komunikasi antar pribadi. pembicaraan dan pendengar. yaitu proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih dalam suatu kelompok kecil manusia. Wigjaya. pembicara. Dari beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli di atas.dalam memberikan pengertian komunikasi begitu juga dalam komponen-komponen komunikasi. 2. William P. yakni : 1. atau gagasan kepada atau dari orang lain melalui simbol untuk merubah sikap dan tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan. Organizational Communications. James A. bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi. (Abdillah Hanafi. yaitu dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang banyak di dalam organisasi dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang berhubungan.S dalam bukunya yang berjudul “Managing Organizational Behavior” menyatakan. P. Sehewerhorn C. Komponen-komponen Komunikasi Dalam memaparkan komponen-komponen tidak bisa lepas dari pengertian komunikasi yang telah dibahas di atas. Pengertian yang sangat sederhana penulis dapat kemukakan. (A. Menurut Aristoteles dalam bukunya “Rethorika” mengatakan . Salah satu komponen komunikasi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi adalah komunikator.

yang berpengaruh bukan saja apa yang ia katakan. Dalam istilah ahli lain adalah sumber (source). Sehingga apa yang disampaikan oleh komuikator dapat merubah sikap dan prilaku komunikan. juga komunikator harus selalu memperhatikan umpan balik. selain mempunyai daya tarik dan sumber kepercayaan. Ethos terdiri dari pikiran baik akhlak yang baik dan maksud yang baik. Dalam hal komunikator Jalaluddin Rakhmat (1988:289) mengatakan : Bahwa dalam ketika komunikator berkomunikasi. maka diambil ke simpulan. Kadang-kadang siapa lebih penting dari apa. sehingga ia dapat segera merubah gaya komunikasinya dikala ia mengetahui bahwa umpan balik dari komunikan bersifat negatif. pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan. akan tetapi juga harus ditunjang dengan komunikator yang baik. Tentang komunikator Onong Uchyana E (1988:44) mengatakan: Ada faktor yang penting pada diri komunikator bila ia melancarkan komunikasi yaitu: sumber daya tarik (source attractiveness) dan sumber kepercayaan (source credibility). 2) Sumber kepercayaan Faktor yang kedua yang bisa menyebabkan komunikasi berhasil ialah kepercayaan komunikan pada komunikator. sehingga komunikan bersedia taat pada isi pesan yang dilancarkan komuniktor. . seorang Duta Besar akan mendapat kepercayaan kalau berbicara mengenai situasi Internasional. Keberhasilan komunikasi bukan saja hanya ditunjang oleh materi yang disampaikan. dan lain sebagainya.Komunikator adalah orang yang memulai dalam proses komunikasi. Melihat pernyataan di atas. maka bagi seorang komunikator apabila ingin proses komunikasinya berhasil harus ada pada diri kominikator itu sumber daya tarik dan sumber kepercayaan yang bisa menimbulkan komunikan simpati pada komunikator. jika pihak komunikan merasa ada kesamaan antara komunikator dengannya. Dari pernyataan para ahli di atas. bahwa komunikator yang baik adalah yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini : a) Mempunyai pikiran yang baik. 1) Sumber daya tarik Seorang komunikator akan berhasil dalam komunikasi. Ia tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang ia katakan. Expertise (keahlian) dan dapat dipercaya (trust worthiness). akan mampu merubah sikap. Seorang dokter akan mendapat kepercayaan jika ia menerangkan tentang kesehatan. keadaan ia sendiri. Komunikator yang baik. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi atau keahlian yang dimiliki oleh seorang komunikator. Kemudian Jalaluddin Rakhmat (1988:290) melihat dua unsur yang mempengaruhi efektivitas sumber (komunikator) adalah : atraksi komunikator (source attractiveness) dan kekuasaan (source power) yang dia sebut sebagai ethos sebagaimana yang dikemukakan oleh Aristoteles. Kemudian Hovland dan Weiss menyebut ethos ini credibility yang terdiri dari dua unsur . Dengan demikian faktor komunikator menentukan sekali terhadap keberhasilan komunikasi. seorang perwira kepolisian akan memperoleh kepercayaan bila ia membahas keamanan dan ketertiban masyarakat. tetapi juga. He doesn’t communicate what he says. he communicates what he is. Aristoteles menyebut karakter komunikator ini sebagai atau dengan sebutan ethos. opini dan prilaku komunikan melalui daya tarik.

Pengertian dan Komponen Dakwah Sebelum menguraikan lebih lanjut tentang dakwah. (Departemen Agama. . 1964:10). Sudirman dakwah ialah membangun ummat untuk mencapai keridlaan Allah SWT. 1982:159) Syeh Ali Mahpudz memberikan pengertian dakwah sebagai berikut: Mendorong manusia agar memperbuat kebaikan dan menuruti petunjuk. pendidikan. H. Dapat dipercaya. menyuruh mereka untuk berbuat kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan mungkar. dakwah adalah : Segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan berencana dalam ujud sikap. Artinya : “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam. 1971: 310 ). Menurut Jend. kira nya perlu sekali untuk mengetahui pengertian dakwah. Sedangkan Endang Saifuddin Anshari memberikan definisi dakwah dalam arti sempit dan arti Luas : Definisi dakwah secara sempit. baik secara etimologis maupun secara terminologis. Arti Dakwah secara luas adalah penyebaran penterjemahan. kekeluargaan dan sebagainya. diantaranya: Menurut Syamsuri Siddiq (1982:8). seruan. (Mahmud Yunus 1973: 127 ). sehingga merupakan suatu pembinaan (Masdar Helmy. dalam bentuk masdar dari lapadz ((‫ دعا – يدعو – دعوة‬yang َُ ْ َ ْ ُ ْ َ َ َ artinya ajakan. Kata dakwah berasal dari bahasa arab. 1986:3). Pengertian Dakwah Secara Terminologi Untuk memberi pengertian dakwah secara terminologis. ekonomi. Pengertian ini diambil dari firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 25. 1986:3 ) Menurut A. kesenian. (Masdar Helmy. dan pelaksanaan Islam dalam peri kehidupan dan penghidupan manusia (termasuk di dalamnya politik. terpanggil hatinya kepada ajaran Islam untuk selanjutnya mempelajari dan menghayati serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Keahlian.b) c) d) e) f) g) Berakhlak yang baik. dan menunjukki orang yang dikehendaki-Nya kepada . (Shalahuddin Sanusi. ucap dan perbuatan yang mengandung ajakan dan seruan. ( Endang Saifuddin Anshari. maupun golongan supaya tergugah jiwanya. Punya tujuan yang baik. Punya keterampilan khusus. Selain itu juga akan penulis uraikan mengenai kata-kata dalam al-Qur’an yang pengertiannya sama dengan dakwah. ilmu pengetahuan.ialan yang lurus“. serta lukisan. masyarakat. dan Kekuasaan. agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. sosial. dakwah berarti menyampaikan Islam kepada manusia secara lisan maupun tulisan. Timur Djaelani Dakwah ialah menyeru kepada ummat manusia berbuat baik dan menjauhi yang buruk sebagai pangkal kekuatan mengubah masyarakat dari keadaan yang kurang baik kepada keadaan yang lebih baik. hidup bahagia jasmani dan rohani di dunia dan di akhirat. panggilan dan undangan. ada beberapa pendapat para ahli yang perlu dikemukakan di sini. baik langsung atau tidak langsung di-tujukan kepada orang perorangan.

Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik kesimpulan. bahwa kewajiban dakwah bukan hanya untuk ulama. sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw. tulisan dan tulisan untuk merubah suatu kondisi kepada kondisi yang lebih baik untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Manusia tertarik oleh ajaran Islam karena sikap subyek dakwah. tetapi di luar itu semua wajib untuk melaksanakan dakwah. baik melalui lisan. Yang menjadi subyek dakwah adalah manusia. bahwa pengertian dakwah secara terminologis adalah: segenap usaha manusia muslim yang dilakukan dengan sengaja dan berencana. untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Kiyai atau para santri dan lembaga-lembaga baik yang beridentitas lembaga dakwah atau yang ada di bawah Departemen Agama. subyek dakwah harus memiliki beberapa sifat dan kriteria. atau profesi-profesi yang lain termasuk da’i. Jadi sebagaimana telah diterangkan di atas. sehingga mereka mau masuk Islam. materi. Diantara para ulama masih terjadi perbedaan pendapat tentang dakwah itu. terhadap orang kafir. Penulis sendiri cenderung kepada wajib a’in. mad’u atau mustami’. Sedang da’i yang penulis maksud adalah dalam pengertian yang luas. yaitu al-Qur’an. hanya bentuk dakwahnya yang berbeda tergantung kepada profesi dan kemampuan masing-masing. kesanggupannya masing-masing. Dari dasar-dasar teori Qur’ani itu dapat diformulasikan tentang unsur-unsur dakwah yaitu : da’i. sementara Muhammad Abduh cenderung berpendapat. biasa disebut dengan istilah subyek dakwah. Dakwah yang merupakan tugas manusia dari Tuhannya. tetapi kegiatan yang telah ada sejak zaman Nabi Adam hingga kini. kecuali sesuai dengan kesanggupannya. akan tetapi juga dapat seorang guru. ulama atau pemuka agama saja. Pelukis dapat berdakwah lewat ekspresi gambarnya. pembina suatu organisasi. mempunyai dasar teori yang sangat kuat. Demikian menurut Syamsuri Siddiq (1982:12). Da’i (Subyek Dakwah) Da’i dalam ilmu dakwah bermakna sebagai pelaku dakwah. Adapun manusia yang menjadi subyek dakwah adalah semua muslim yang mukallaf sesuai dengan kemampuannya. Komponen Dakwah Kegiatan dakwah bukan kegiatan yang baru. (Toto Tasmara. apakah wajib kifayah atau wajib a’in. penulis atau wartawan dapat berdakwah lewat tulisannya. Subyek dakwah sangat menentukan terhadap keberhasilan suatu proses dakwah di samping faktor hidayah Allah. orang tua. sutradara dapat berdakwah lewat karya film atau dramanya. aktor dan aktris dapat berdakwah lewat aktingnya. Hamzah Ya’qub mengemukakan tentang sifat yang harus dimiliki oleh subyek dakwah (da’i) adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui tentang al-Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai pokok Agama Islam. meskipun ada pendapat yang berpendapat bahwa yang menjadi subyek dakwah itu selain manusia adalah Allah SWT. pimpinan lembaga. Untuk itu. sendiri. . media dan metoda. sehingga yang menjadi da’i itu tidak hanya orang yang menyandang predikat Kyai. Tentang subyek dakwah ini ada yang mengatakan hanya da’i atau mubaligh saja. karena Islam tidak memaksa manusia. mereka adalah sebagai pelaku dakwah.Thoha Yahya Omar memberikan pengertian dakwah menurut Islam ialah : mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan. Dengan demikian faktor subyek da’i sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan suatu proses dakwah. 1986:32). sebab bagaimanapun profesinya. bahwa dakwah itu hukumnya wajib a’in.

karena pengaruh-pengaruh keduniaan (Hamzah Ya’qub. Sebagaimana firman Allah SWT. 9) Memiliki ketahanan mental yang kuat (kesabaran). Demikian juga Ilmu Retorika dan kepandaian berbicara atau mengarang. 8) Berakhlak baik sebagai seorang muslim. 1981:3839). mengikhlaskan amal dakwahnya semata-mata karena menuntut keridlaan Allah SWT. 3) Memiliki pengetahuan yang menjadi kelengkapan dakwah seperti. Pentingnya kepribadian seorang da’i. Ilmu Jiwa (Psikologi). Hamka dalam buku Asmuni Sukir (1983:34) mengatakan: “Jayanya dan suksesnya suatu dakwah memang sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri”. 1971 : 16 ). Kemudian kepribadian da’i-pun menjadi tonggak keberhasilan dakwah. . … (Departemen Agama. tawadhu. 11) Mencintai tugas kewajibannya sebagai da’i dan mubaligh dan tidak gampang meninggalkan tugas tersebut. 2) Iman dan takwa kepada Allah Seorang da’i sebagai penyampai dan penganjur iman dan takwa itu. pemaaf. membela dan mempertahankan kebenaran. tidak sombong. pada-hal kamu lupa terhadap dirimu sendiri. Tak akan berhasil dakwahnya jika dia berbicara tentang iman dan takwa sementara dirinya tidak beriman dan takwa. dan ramah tamah. sekaligus sebagai orang yang beriman dan takwa. Seorang da’i mestilah bersikap simpatik. Sejarah. Di antara kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang da’i adalah : 1) Niat yang ikhlas Seorang da’i harus mempunyai niat (motivasi) yang tulus semata karena Allah. 10) Khalish. dan sebagainya. isi ajakan itu tentunya ajakan kebaikan. Antropologi. Perbandingan Agama. tentunya r seorang yang mengajaknya (da’i) harus dapat memberikan contoh tauladan yang baik pula. optimis. teknik dakwah. maka akan larilah manusia meninggalkan dia. 7) Memberi contoh pada setiap medan kebajikan supaya paralel antara kata-katanya dengan tindakannya. bukannya dia yang akan mempengaruhi masyarakat ke jalan Allah melainkan dialah yang akan terpengaruh oleh masyarakat itu. berdakwah karena Allah.2) Memiliki pengetahuan Islam yang berinduk kepada al-Qur’an. Karena apabila dia keras dan sempit pandangan. 6) Berani kepada siapapun dalam menyatakan. Sejarah Kebudayaan Islam dan lain-lainnya. keras kemauan. seperti tafsir. Sebab jika terpaksa dakwahnya akan kurang berpengaruh. 3) Teladan Utama Dakwah merupakan suatu kegiatan mengajak orang lain. Seorang mubaligh yang penakut. menjadi teladan dan panutan bagi orang banyak. walaupun menghadapi pelbagai cobaan dan rintangan. 4) Memahami bahasa umat yang akan diajak kepada jalan yang diridlai Allah. umpamanya. sedangkan kamu sama membaca kitab Tuhan. ilmu hadits. dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 44: “Apakah kamu menyuruh manusia berbuat kebaikan. 5) Penyantun dan lapang dada.

. Muslim yang formal adalah mereka yang telah menyatakan muslim tapi belum memahami isi ajaran Islam. Obyek dakwah dapat diklasifikasikan menurut : a) b) Berdasarkan derajat pikiran (intelektual). Yang penults anggap ringan belum tentu bagi orang lain. Yang menjadi obyek dakwah adalah seluruh manusia yang ada di dunia. Santun dan lemah lembut merupakan syarat pula untuk berhasilnya menarik simpati mereka. meskipun usaha dan metoda dakwah telah dilakukan sedemikian rupa. 6) Sabar dan Tawakkal Manusia yang menjadi sasaran dakwah ada yang menerima ada pula yang menolak bahkan ada yang memperolok-olokan. bosan. Berikanlah kemudahan bagi mustami’ jangan sekali-kali memberikan beban yang sekiranya tak dapat dilakukan oleh mustami’. pastilah mereka akan menjauh darimu. atau putus asa. Berdasarkan pekerjaannya (profesi). kemudian mengamalkan ajaran Islam itu dalam kehidupan dan penghidupan sehari-hari. karena itu senantiasalah bersikap pema’af. dalam al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 159: “Jika engkau (Muhammad). 5) Memberi kemudahan Kemampuan seorang untuk mengerjakan pekerjaan tidaklah sama. Seorang da’i tidak hanya dituntut pandai berargumentasi tetapi yang terpenting adalah merealisasikan akhlak yang baik melalui tingkah lakunya. Itulah sebabnya sikap lemah lembut dan penyantun itu sangat dibutuhkan dalam diri seorang da’i. yaitu Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana firman Allah SWT. Sebab sikap sabar dan tawakkal ini merupakan solusi terakhir untuk mencapai keberhasilan dakwah. yang pada garis besarnya dapat dibagi dua bagian : a) b) Muslim Non-Muslim. Hal itu sudah merupakan kewajiban dan kewajaran setiap da’i mempersiapkan rasa sabar dan tawakkal kepada Allah. 4) Penyantun dan lemah lembut Sejarah telah mencatat tentang keberhasilan seorang juru dakwah (da’i) yang punya sikap lemah lembut. Mad’u (Obyek Dakwah) Obyek dakwah adalah orang menerima pesan dakwah. Kemudian Masdar Helmy (1986:53) membagi lagi obyek dakwah yang muslim kepada : Muslim yang formal dan muslim yang riil. Upaya membawa umat manusia dengan kasih sayang dan lemah lembut terhadap orang yang jauh dari ajaran Islam dan menentangnya merupakan suatu derita. tentu tidak akan atau kurang berdampak ajakannya itu. Rata-rata manusia tak suka kekerasan dan sejenisnya. maka obyek dakwah adalah seluruh umat manusia. Karena itu da’i tidak boleh cepat merasa jemu. mohonkan ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu” (Departemen Agama. Sedangkan yang dimaksud dengan muslim riil adalah mereka yang telah menyatakan muslim dan sudah memahami isi ajaran Islam. Oleh karena itu bagi seorang da’i harus cermat mengetahui tingkat perkembangan pemikiran dan kemampuan mustami’. 1971: 103). Berdasarkan keterangan di atas. berlaku kasar dan keras.Bila seorang mengajak orang lain agar berakhlak mulia sementara akhlaknya sendiri tidak baik.

Golongan ini tidak mudah menerima apa yang didapatnya. Azas Filosofis: azas ini terutama membicarakan masalah yang erat hubungannya dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses atau dalam aktivitas dakwah. Demikianlah obyek dakwah dari berbagai lapisan masyarakat. murid. Berdasarkan umur. Berdasarkan geografis.c) d) e) f) Berdasarkan jenis kelamin. c) Golongan yang tingkat kecerdasannya di antara kedua golongan tersebut (Abdurrahim Arroisi. Menurut Syeh Muhammad Abduh. yang masing-masing mempunyai sifat dan kebutuhan yang berbeda. Obyek dakwah berdasarkan tingkat ekonomi. tetapi dipikirkan dulu. c) Umat yang bertaklid. golongan menengah. dimana pria dan wanita berbeda dalam beberapa hal. Sehingga bila ada faham baru sulit sekali menerimanya. pejabat pemerintah. berdasarkan derajat pikirannya. yaitu : a) Golongan cerdik cendekiawan yang cinta kebenaran dan dapat berpikir secara kritis dan mendalam. Golongan ini mudah sekali dipengaruhi oleh sesuatu faham. yang belum dapat berpikir secara kritis dan mendalam serta belum dapat menangkap pengertian yang tinggi. pelayan. pelajar. b) Ummat yang mudah dipengaruhi. Azas Kemampuan dan Keahlian Da’i (achievement and professional). mahasiswa. tetapi bila kurang dimengerti mereka terus mencari jawabannya. obyek dakwah terbagi kepada tiga golongan. 1986:39) Begitu pula Hamzah Ya’qub (1981:33) membagi obyek dakwah berdasarkan derajat pikiran kepada tiga golongan. . dosen. 1986:53). Begitu pula terhadap usaha dakwah. b) Golongan awam. 1981:35). Golongan ini amat kuat fanatik memegang suatu tradisi dan faham tertentu. orang kaya yang standar kehidupannya (ekonominya) kuat. Klasifikasi obyek dakwah menurut letak geografis terdiri dari masyarakat desa dan masyarakat kota. pedagang. Jika pernyataan itu rasional mereka terima. karyawan. Menurut pekerjaan dan profesinya obyek dakwah dapat berupa : Petani. baik faham yang benar maupun faham yang salah. guru. pengusaha. dapat dibagi pada tiga golongan. masyarakat dakwah itu terdiri dari pria dan wanita. mereka akan bersikap menentang bila tidak sefaham. yang menuntut seorang da’i dapat menentukan strategi dakwah yang baik. Berdasarkan keadaan ekonomi. orang kebanyakan. baik ABRI maupun sipil. dan golongan fakir miskin (Hamzah Ya’qub. as-hadits memperhatikan beberapa azas dakwah antara lain : 1. Materi Dakwah Pada dasarnya materi dakwah itu adalah al-Qur’an. Berdasarkan jenis kelamin. wakil-wakil rakyat dan pemimpin-pemimpin segala golongan dan Iain-lain (Masdar Helmy. yaitu : a) Ummat yang berpikir kritis. pelaut. 2. mulai dari Presiden sampai pangkat yang paling terendah.

Tujuan-tujuan dakwah 3. Latin. materinya dan tujuannya tidak terbatas atau terikat oleh syari’at agama (al-Qur’an dan Hadits). mencegah kemungkaran.* *** Penulis adalah Sekretaris Umum PW PUI Jabar. Oleh karena itu. maka bagi seorang da’i yang ingin dakwahnya berhasil harus memperhatikan kelima azas tersebut di atas. Dakwah dan Teknik Berkhutbah. dan 6. Jalaluddin Rakhmat. . Jika subyek dakwah (da’i/khatib) yang memiliki sifat dan kriteria memahami kandungan al-Qur’an dan Hadits. Psikologi Komunikasi. Gaya Media Pratama. Media dakwah. Endang S. Tulisan ini disampaikan pada Pelatihan Kader Mubalig PUI Jabar. materi dan tujuannya terbatas oleh syari’at agama yakni al-Qur’an dan Hadits. 1982. Memahami Komunikasi antar Manusia. waktu maupun tenaga yang dikeluarkan dengan pencapaian hasilnya. Romadja Karya. Bandung. maka proses komunikasinya berhasil. 4. bahkan kalau bisa waktu. Syamsuri Siddiq. Komunikasi Dakwah. Dari kelima azas dakwah di atas. Remadja Karya. Azas Psikologis: azas ini membahas masalah yang erat hubungannya dengan kejiwaan manusia. 1987. 1982. PENUTUP Secara konsepsional antara komunikasi dengan dakwah itu berbeda.3. terletak pada komunikator atau juru dakwah. Jika komunikator atau juru dakwah (khatib) mampu mengemas pesan dengan baik. Materi dakwah 4. memiliki pengetahuan kelengkapan dakwah. Asas Efektivitas dan Efisiensi : asas ini maksudnya adalah di dalam aktivitas dakwah harus menseimbangkan antara biaya. 1988. Metodologi dakwah. 5. aturan-aturan menuju kepada kondisi yang lebih baik. Jakarta. maka proses dakwahnya akan berhasil. Bandung. 1984. melancarkan dakwah dengan menarik dan mampu melahirkan kepercayaan dari khalayak. mengajak kepada kebaikan. PT. Masyarakat sebagai obyek dakwah 5. maka sekurang-kurangnya ilmuilmu yang harus dimiliki oleh seorang da’i adalah sebagai berikut : 1. Wawasan Islam. Sedangkan dakwah lahir di negara Arab. DAFTAR PUSTAKA Abdillah Hanafi. 28-31 Januari 2010. Anshari. Al-Ma’arif. Azas Sosiologis : azas ini membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan situasi dan kondisi sasaran dakwah. Salah satu komponen komunikasi dakwah uang sangat menentukan terhadap berhasil tidaknya menyampaikan pesan. Kepribadian seorang da’i 2. Komunikasi lahir di negara. Bandung. biaya dan tenaga sedikit dapat memperoleh hasil yang semaksimal mungkin. Toto Tasmara.

orang kebanyakan. b) Golongan awam. baik faham yang benar maupun faham yang salah. yaitu : a) Golongan cerdik cendekiawan yang cinta kebenaran dan dapat berpikir secara kritis dan mendalam. Berdasarkan geografis. Berdasarkan pekerjaannya (profesi). Menurut pekerjaan dan profesinya obyek dakwah dapat berupa : Petani. mahasiswa. yaitu : a) Ummat yang berpikir kritis.a) b) c) d) e) f) Berdasarkan derajat pikiran (intelektual). Sehingga bila ada faham baru sulit sekali menerimanya. karyawan. pedagang. murid. Begitu pula terhadap usaha dakwah. yang belum dapat berpikir secara kritis dan mendalam serta belum dapat menangkap pengertian yang tinggi. Golongan ini amat kuat fanatik memegang suatu tradisi dan faham tertentu. Berdasarkan jenis kelamin. Jika pernyataan itu rasional mereka terima. tetapi bila kurang dimengerti mereka terus mencari jawabannya. berdasarkan derajat pikirannya. Berdasarkan umur. Golongan ini tidak mudah menerima apa yang didapatnya. c) Umat yang bertaklid. guru. Golongan ini mudah sekali dipengaruhi oleh sesuatu faham. dimana pria dan wanita berbeda dalam beberapa hal. mereka akan bersikap menentang bila tidak sefaham. pejabat pemerintah. pelaut. tetapi dipikirkan dulu. Menurut Syeh Muhammad Abduh. Berdasarkan jenis kelamin. baik ABRI maupun sipil. mulai dari Presiden sampai pangkat yang paling terendah. pelajar. obyek dakwah terbagi kepada tiga golongan. b) Ummat yang mudah dipengaruhi. dosen. pengusaha. c) Golongan yang tingkat kecerdasannya di antara kedua golongan tersebut (Abdurrahim Arroisi. Berdasarkan keadaan ekonomi. wakil-wakil rakyat dan pemimpin-pemimpin segala golongan dan Iain-lain (Masdar Helmy. pelayan. masyarakat dakwah itu terdiri dari pria dan wanita. 1986:39) Begitu pula Hamzah Ya¶qub (1981:33) membagi obyek dakwah berdasarkan derajat pikiran kepada tiga golongan. . 1986:53).

Komunikasi lahir di negara. dan Media dakwah. dapat dibagi pada tiga golongan. Asas Efektivitas dan Efisiensi : asas ini maksudnya adalah di dalam aktivitas dakwah harus menseimbangkan antara biaya. 6. yang menuntut seorang da¶i dapat menentukan strategi dakwah yang baik.Klasifikasi obyek dakwah menurut letak geografis terdiri dari masyarakat desa dan masyarakat kota. 3. waktu maupun tenaga yang dikeluarkan dengan pencapaian hasilnya. Latin. Azas Psikologis: azas ini membahas masalah yang erat hubungannya dengan kejiwaan manusia. Azas Sosiologis : azas ini membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan situasi dan kondisi sasaran dakwah. 2. PENUTUP Secara konsepsional antara komunikasi dengan dakwah itu berbeda. as-hadits memperhatikan beberapa azas dakwah antara lain : 1. Obyek dakwah berdasarkan tingkat ekonomi. maka sekurang-kurangnya ilmuilmu yang harus dimiliki oleh seorang da¶i adalah sebagai berikut : 1. orang kaya yang standar kehidupannya (ekonominya) kuat. Oleh karena itu. dan golongan fakir miskin (Hamzah Ya¶qub. 2. bahkan kalau bisa waktu. 5. Kepribadian seorang da¶i Tujuan-tujuan dakwah Materi dakwah Masyarakat sebagai obyek dakwah Metodologi dakwah. 5. maka bagi seorang da¶i yang ingin dakwahnya berhasil harus memperhatikan kelima azas tersebut di atas. 1981:35). 4. yang masing-masing mempunyai sifat dan kebutuhan yang berbeda. Sedangkan dakwah lahir di negara Arab. Demikianlah obyek dakwah dari berbagai lapisan masyarakat. Dari kelima azas dakwah di atas. 4. Azas Filosofis: azas ini terutama membicarakan masalah yang erat hubungannya dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses atau dalam aktivitas dakwah. Materi Dakwah Pada dasarnya materi dakwah itu adalah al-Qur¶an. golongan menengah. materi dan tujuannya terbatas oleh syari¶at agama yakni al-Qur¶an dan Hadits. biaya dan tenaga sedikit dapat memperoleh hasil yang semaksimal mungkin. 3. materinya dan tujuannya tidak terbatas atau terikat oleh syari¶at agama (al-Qur¶an dan Hadits). . Azas Kemampuan dan Keahlian Da¶i (achievement and professional).

Salah satu komponen komunikasi dakwah uang sangat menentukan terhadap berhasil tidaknya menyampaikan pesan. Gaya Media Pratama. Wawasan Islam. aturan-aturan menuju kepada kondisi yang lebih baik. Komunikasi Dakwah. Jalaluddin Rakhmat. Syamsuri Siddiq. 1982. Tulisan ini disampaikan pada Pelatihan Kader Mubalig PUI Jabar. maka proses dakwahnya akan berhasil. Toto Tasmara. Bandung. Al-Ma¶arif. Remadja Karya. Bandung. Jika subyek dakwah (da¶i/khatib) yang memiliki sifat dan kriteria memahami kandungan al-Qur¶an dan Hadits. 1988. melancarkan dakwah dengan menarik dan mampu melahirkan kepercayaan dari khalayak.* *** Penulis adalah Sekretaris Umum PW PUI Jabar. 1987. mencegah kemungkaran. 1982. . 1984. Romadja Karya. terletak pada komunikator atau juru dakwah. 28-31 Januari 2010. Anshari. Jika komunikator atau juru dakwah (khatib) mampu mengemas pesan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Abdillah Hanafi. Psikologi Komunikasi. memiliki pengetahuan kelengkapan dakwah. Memahami Komunikasi antar Manusia. maka proses komunikasinya berhasil. Endang S. PT. Jakarta. mengajak kepada kebaikan. Bandung. Dakwah dan Teknik Berkhutbah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful