Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.

Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahanbahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada

saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor Kapasitansi Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis : Q = CV «««««.(1) Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farads) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut : C = (8.85 x 10-12) (k A/t) ...(2) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan. Tabel-1 : Konstanta dielektrik bahan kapasitor

adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. tergantung dari bahan dielektriknya. nF (10-9 F) dan pF (10-12 F). satuan farads adalah sangat besar sekali. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. polycarbonate. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar. electrolytic dan electrochemical. yaitu kapasitor electrostatic. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar).1nF sama dengan 100pF. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF. Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe. aluminium. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian. magnesium. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. film dan mika. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. titanium. polystyrene. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F). metalized paper dan lainnya. niobium.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF. Mylar. polyprophylene. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. seperti pada proses penyepuhan emas. MKM. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit .Tabel konstanta dielektrik bahan kapasitor Untuk rangkain elektronik praktis. Misalnya 0. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film).di badannya. Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. atau contoh lain 0.

melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Contohnya. Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. 470uF. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular. Sebagai contoh 100uF. . Disebut electrolyte padat. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. yang sering juga disebut kapasitor elco. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial.(sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Karena alasan ekonomis dan praktis. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. Gambar-2 : Prinsip kapasitor Elco Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). Selain itu karena seluruhnya padat. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. 4700uF dan lain-lain. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. jika digunakan Aluminium. lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama.

Para elektro. maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.000 dan seterusnya. 3 = 1. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal. maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Jika ada 3 digit. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable). berturut-turut 1 = 10. Contoh lain misalnya tertulis 222.Membaca Kapasitansi Pada kapasitor yang berukuran besar.2 nF. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104. Tabel-2 : Kode karakteristik kapasitor kelas I . Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Sebagai contoh. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya.000.000pF atau = 100nF. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut. Selain dari kapasitansi ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan.mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2. 4 = 10. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya.000 = 100. kapasitor yang bertuliskan dua angka 47. X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose). maka kapasitansinya adalah 10 x 10. Misalnya kapasitor 10uF 25V. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Tegangan Kerja (working voltage) Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v. 2 = 100. Temperatur Kerja Kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Secara lengkap kode-kode tersebut disajikan pada table berikut.

maka kapasitasinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel diatas menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu.Tabel-3 : Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III Toleransi Seperti komponen lainnya. Dengan table di atas pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R. Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co (lihat tabel kode karakteristik) Insulation Resistance (IR) .

tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Namun dari model di atas. Dissipation Factor (DF) dan Impedansi (Z) Dissipation Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (losses) kapasitansi jika kapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi. tuner dan lain-lain. Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR) dan induktansi (L). Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL) sangat kecil (uA). rangkaian ballast. Besaran ini menjadi faktor yang diperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa. bahan dielektrik juga memiliki resistansi. Rugi-rugi (losses) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasi dari impedansi kapasitor Xc. Artinya. Insulation resistance (IR) ini sangat besar (MOhm). Secara matematis di tulis sebagai berikut : . diketahui ada resitansi dielektrik IR(Insulation Resistance) yang paralel terhadap kapasitor. walaupun nilainya sangat besar sekali. semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. berikut adalah model rangkaian kapasitor. Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yang luas. Gambar-3 : Model rangkaian kapasitor C = Capacitance ESR = Equivalent Series Resistance L = Inductance IR = Insulation Resistance Jika tidak diberi beban.Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang non-konduktor. Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DC Leakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR). Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. namun tetap saja ada arus yang dapat melewatinya. Untuk menjelaskan ini. karakteristik resistansi dielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya ohm-farads atau megaohm-micro farads. Karena besar IR selalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C).

Gambar-4 : Faktor dissipasi Dari penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitor adalah : .

Gambar-5 : Impendansi Z Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi. Satuan kapasitor disebut Farad (F). --end-- Kapasitor KAPASITOR (KONDENSATOR) Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf ³C´ adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik. Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik. Untuk perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan 1/DF. dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. keramik. maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu . Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). gelas dan lain-lain.

Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif. 1.1.85 x 10-12) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut : C = (8. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatanmuatan positif dan negatif di awan. . Di alam bebas. Dengan rumus dapat ditulis : Q=CV Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A).kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Kapasitansi Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron.

000. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF.1nF sama dengan 100pF. atau contoh lain 0.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1. hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor). Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah. kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat.Untuk rangkaian elektronik praktis. tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya. 1 Farad = 1. merah. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. satuan farad adalah sangat besar sekali.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1. nF dan pF. .000 pF (piko Farad) 1 pF = 1. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad) 1 µF = 10-6 F 1 nF = 10-9 F 1 pF = 10-12 F Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor.000.

Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco) 3. sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali.000 dan seterusnya. 5 = 100. Jika hanya ada dua angka. 3 = 1. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas.2. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah) 2. Jika ada 3 digit. Contoh : Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.000.000. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya. . maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. satuannya adalah pF (pico farads). berturut-turut 1 = 10. 4 = 10.2 Wujud dan Macam Kondensator Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi : 1. kapasitor yang bertuliskan dua angka 47. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Sebagai contoh. 2 = 100. Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah) Pada kapasitor yang berukuran besar. angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal.

Pada tabel 2. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co . besar kapasitansi nominal ada toleransinya.Contoh : Seperti komponen lainnya. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. .

.

4. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R. maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.3. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri. Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus : 2. Fungsi Kapasitor Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian : . Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel. 2. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V.Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Rangkaian Kapasitor Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus : Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. MKM. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. . polystyrene. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon 5. y Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF. film dan mika. niobium. yaitu kapasitor electrostatic. Mylar. aluminium. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar 2. metalized paper dan lainnya. polyprophylene. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.1. magnesium. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply) 2. Sebagai filter dalam rangkaian PS 3. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna 4. seperti pada proses penyepuhan emas. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal.5. titanium. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar). Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan ± di badannya. y Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. electrolytic dan electrochemical. polycarbonate. tergantung dari bahan dielektriknya.

Disebut electrolyte padat. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Sebagai contoh 100uF. jika digunakan Aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik. misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular Pengertian Kapasitor . Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. y Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. 4700uF dan lain-lain. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Selain itu karena seluruhnya padat. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). yang sering juga disebut kapasitor elco. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. 470uF. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar.Contohnya. melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. maka akan terbentuk lapisan Aluminiumoksida (Al2O3) pada permukaannya. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Karena alasan ekonomis dan praktis.

dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping. Kapasitor Epoxy 9. Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Kapasitor Keramik 8. kapasitor kertas (besar kapasitas 0. memilih panjang gelombang pada radio penerima d. mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan. Kapasitor tantalum 3. Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik. Kapasitor Poliprolyene 5.Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. kapasitor variabel (besar kapasitas bisa di ubah-ubah dengan nilai kapasitas maksimum 500 pF) . Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar dapat digunakan untuk membedakan jenis kapasitor. Beberapa kapasitor menggunakan bahan dielektrik berupa kertas. mika. Beberapa jenis kapasitor menurut bahan dielektiknya antara lain: 1. Kapasitor elektrolit 2. plastik cairan dan lain sebagainya. Kapasitor Variable Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah: a. Kapasitor Kertas 6. Kapasitor Polister Film 4. Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). sebagai filter dalam catu daya (power supply) Bentuk kapasitor a. kapasitor elektrolit (besar kapasitas 105 pF) c. bila tibatiba arus listrik diputuskan dan dinyalakan b.1 F) b. Kapasitor Mica 7. menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik c.

Simbol Kapasitor Kapasitor disimbolkan dengan Gambar gambar : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful