UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI WORKSHOP DI SMP NEGERI 2 RANTAU

PANJANG

1. Latar Belakang Masalah
Semakin meningkatnya kriteria ketuntasan minimum belajar siswa, menuntut guru untuk lebih aktif, kreatif serta inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran baik dari penggunaan media pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran maupun pengelolaan kelas yang akan membantu dalam pencapaian keberhasilan proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan hasil belajar yang memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar sebagai bagian dari langkah pengembangan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum berbasis kompetensi yang menggunakan acuan kriteria dalam penilaian, mengharuskan pendidik dan satuan pendidikan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan analisis dan memperhatikan mekanisme, yaitu prinsip dan langkah-langkah penetapan. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tersebut disajikan dalam bentuk angka-angka dimana setiap siswa harus memenuhi standar angka tersebut. Batas angka tersebut akan menjadi batas minimal yang harus dicapai siswa. Dengan adanya batas minimal tersebut akan dapat diperoleh data mengenai persentase data siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tersebut. Dengan demikian teknik penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tersebut harus dapat disesuaikan

dengan keadaan siswa yang ada disekolah. Agar penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan peningkatan kemampuan siswa (Muin, 2008: 1). Kenyataan dilapangan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkahlangkah penetapan, oleh karena itu perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman dalam penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

2. Rumusan Masalah dan Pemecahannya. 2.1. Rumusan Masalah Apakah melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 2 Rantau Panjang? 2.2 Pemecahan Masalah a. Berdasarkan kajian awal diduga tindakan meningkatkan yang berupa Workshop untuk

kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan

Minimal dapat menyelesaikan masalah. b. Tindakan yang dilakukan melalui dua siklus, siklus I terdiri dari : Perencanaan, Pelaksanaan, observasi, dan repleksi. Berdasarkan hasil refleksi siklus I disiapkan siklus II .

3. Manfaat Penelitian Setelah penelitian dilaksanakan. sekolah : dapat meningkatkan mutu pendidik dan satuan pendidik.3. guru : memiliki kemampuan dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 2 Rantau sehingga proses belajar mengajar lebih baik 2. Penulis : dapat meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah selaku pimpinan disekolah. 4. diharapakan dapat bermanfaat bagi : 1. . Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah peningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Panjang.

Pada acuan norma. Pertimbangan pendidik . dan Mekanisme Penetapan KKM yang isinya sebagai berikut : a. kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. dijelaskan : Pengertian. Acuan Kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian. TINJAUAN PUSTAKA 5.5. Kriteria Ketuntasan Minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki barakteristik yang hampir sama. Acuan Kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampui Kriteria ketuntasan minimal. Fungsi. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampui batas ketuntasan minimal. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6. yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) Perangkat Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas dari Departemen Pendidikan Nasional. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria.0 sesuai proporsi kurva. 1. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai. dan orang tua peserta didik. Satuan Pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap. Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 1). peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan.atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. peserta didik. Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik. 2). Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Setiap kompetensi dasar ( KD ) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. b. Kriteria Ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Kriteria Ketuntasan Minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remidial atau layanan pengayaan. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. .

Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat. Orang tua dapat membantu dengan membrikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Merupakan kontrak pedagodik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. peserta didik. Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana-prasarana belajar di sekolah. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik. 5). . Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampui KKM yang ditetapkan. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. dan orang tua. pimpinan satuan pendidikan.3). 4). Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah.

mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui Profesional judgement. 1). (3). Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut. Mekanisme Penetapan KKM. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi ( SK ) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar ( KD ) yang terdapat dalam SK tersebut. dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompeteni dasar dan standar kompetensi. daya dukung.c. Kriteria Ketuntasan Minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun . Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar ( KD ) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan. (5). (2). (4). Prinsip Penetapan KKM Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut : (1).

orang tua. Dengan demikian pendidik tidak perlu indikator yang melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan. yaitu komleksitas. KKM yang ditetapkan disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal. Langkah penetepan KKM adalah sebagai berikut : (1). (3). dalam Laporan Hasil Belajar ( LHB (6). Langkah-langkah Penetapan KKM Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. karena semuanya memiliki hasil yang setara. Indikator merupakan acuan / rujukan bagi pendidik untuk membuat soalsoal ulangan. daya dukung. Soal ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian diujikan. yaitu peserta didik. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh Kepala Sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian. Ulangan Tengah Semester ( ULS ) maupun Ulangan Akhir Semester ( UAS ). 2). dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut : Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD. baik Ulangan Harian ( UH ). SK hingga KKM mata pelajaran : (2). (7). dan dicantumkan /Rapor ) peserta didik. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata Pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria.pembelajaran. dan dinas pendidikan. .

maka poin 1. S3 : kurangnya contoh yang ditemukan siswa. S2 : konsep abstrak bagi siswa.Sedang. (1). jika 5indikator diatas ia. -Rendah. maka poin 3. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua / wali peserta didik.Tinggi. maka poin 3 (2). . jika 4 indikator diatas ia. Kompleksitas ( S ) S1 : tergolong ranah kognitif tinggi. S5 : kurang didukung sarana. Daya Dukung. SK dari mata pelajaran ditetapkan melalui analisis Komleksitas. . Daya dukung dibagi menjadi tiga tingkat yaitu : . 3). jika 5 – 6 indikator diatas ia. yaitu : -Tinggi. -Sedang. D3 : Kepdulian Stake Holders D4 : Biaya Operasional Pendidikan. D5 : Manajemen Sekolah. S6 : bahan sajian sulit dipahami Untuk komleksitas dibagi menjadi 3 tingkat.(4). dan Intake. Daya dukung ( D ) D1 : Sarana Prasarana. Penetuan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) KKM pada setiap indikator pada KD. S4 : mengandung banyak istilah asing. jika 0 – 3 indikator ia. maka poin 2. D2 : Ketersediaan tenaga. maka poin 2. jika 4 indikator ia.

guru dapat dianggap sebagai faktor tunggal yang paling menentukan terhadap meningkatnya mutu pendidikan. kurikulum. ( bulat ) mengajar yang bermutu.Rendah jika 0 – 3 indikator ia. maka poin 1 (3) . Hal ini dapat dijelaskan karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan seperti guru. .Tinggi. jika rata-rata 80 – 100. SK dalam mata pelajaran adalah jumlah poin yang didapat dibagi sembilan kali seratus. Berdasarkan hasil studi. maka poin 1 KKM indikator pada KD.. dan proses belajar mengajar serta sistem penilaian. . Meskipun demikian. ditemukan bahwa guru yang bermutu memberikan pengaruh yang paling tinggi terhadap mutu .balitbang pada tahun 1992. Tanpa mengabaikan peran faktor-faktor lain. maka poin 2 .Rendah. yaitu : . maka poin 3 . jika rata-rata 60 – 79.Intake Rata-rata nilai asal siswa Untuk intake dibagi menjadi tiga tingkat.Sedang.2 Mutu Pendidikan dan Profesi Guru Profesi guru yang sebenarnya sangat berkaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan. Guru adalah sumber daya manusia yang diharapkan mampu mengarahkan dan mendayagunakan faktor-faktor lainnya sehingga tecipta proses belajar X 100 = . sarana prasarana. faktor guru tidak dapat disamakan dengan faktor-faktor lainnya. jika rata-rata 59 kebawah. JML POIN DIDAPT KKM = ------------------------9 5.

penggunaan bahan-bahan pengajaran. Keempat faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. guru yang bermutu diukur dengan empat faktor utama. Berdasarkan hal tersebut. Upaya profesional guru adalah mentransformasikan kemampuan profesional mengajar yang nyata. telah ditemukan sebagai salah satu prediktor terbaik dari mutu hasil belajar siswa. keterampilan dan kecakapan manusia dikembangkan melalui belajar. sikap. karena konsepsi waktu belajar ( time on task ) yang diukur dalam belajar siswa secara perorangan. 3. Upaya profesional guru yang dimilikinya ke dalam tindakan tersebut ditunjukkan oleh kegiatannya baik dalam mengajar maupun dalam menambah serta meremajakan pengetahuan dan kemampuannya menguasai keahlian mengajarnya baik keahlian dalam menguasai materi pelajaran.pendidikan. dan prestasinya dalam bekerja. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh ketiga aspek tersebut seperti . Kesesuaian antara keahlian dengan pekerjaannya mempunyai asumsi bahwa guru yang dipersiapkan untuk mengajar suatu mata pelajaran dianggap bermutu jika guru tersebut mengajar mata pelajaran yang bersangkutan. maka kesesuaian guru mengajar dengan mata pelajaran yang dialaminya di LPTK merupakan persyaratan yang mutlak untuk menilai mutu profesional seorang guru. maupun mengelola kegiatan belajar siswa. Kemampuan profesional guru terdiri dari kemampuan entelegensi. dan kesesuaian antara keahlian dengan pekerjaannya. b. yaitu kemampuan profesional . Tinjauan Tentang Workshop Pengetahuan. c. kesesuaian waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional. Dalam studi ini. upaya profesional. d. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional ( teacher’s time ) menunjukkan intensitas waktu yang digunakan oleh seorang guru untuk melaksanakan tugas-tugas guru.

sedang pendidikan berkenaan dengan membukakan dunia bagi peserta didik untuk memilih minat. keterampilan. tempat pengalaman. semua bentuk pelatihan ( Workshop ) tidak dapat memperlihatkan hasil yang objektif. Harbinson ( 1973 : 52 ) mengemukakan bahwa pendidikan dan pelatihan secara umum diartikan sebagai proses pemerolehan keterampilan dan pengetahuan yang terjadi di luar sistem persekolahan. 1980 : 672 ). bertindak. karena jika si penatar selalu menjawab enam untuk soal tiga kali maka ia selalu benar. karena memiliki tujuan yang berbeda. dan melalui workshop.Workshop bekerja. sewaktu bekerja. Jika pelajaran telah diajarkan dengan baik dan penatar belajar pelajaran tersebut sesuai dengan ukuran penatarnya maka efektifitas pelatihan sudah dianggap valid. Pelatihan merupakan proses perbantuan ( facilitating ) guru untuk mendapatkan keefektifan dalam tugas-tugas mereka sekarang dan masa yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan berpikir. gaya hidup kariernya. Pelatihan pada dasarnya berkenaan dengan persiapan pesertanya menuju arah tindakan tertentu yang dilukiskan oleh teknologi dan organisasi tempat ia bekerja serta sekaligus memperbaiki unjuk kerja. Pelatihan umumnya mempunyai masalah mengenai prestasi penatar dalam mengajar. yang sifatnya lebih heterogen dan kurang terbakukan dan tidak berkaitan dengan lainnya. Dalam banyak bidang pelatihan ( Workshop ). melalui adalah suatu pertemuan ilmiah dalam bidang sejenis ( pendidikan ) untuk menghasilkan karya nyata ( Badudu. pengetahuan dan sikap yang sesuai ( Dahana and Bhatnagar. Dalam hal ini. . Penilaiannya juga dilakukan langsung. Bidang yang dimaksud misalnya manajemen atau pelatihan hubungan manusia sifatnya. yaitu masalah evaluasi dan validasi kelangsungannya.belajar di dalam sekolah. hal tersebut memang sangat sulit untuk tidak mengatakannya mustahil ( dilakukan validasi dan evaluasi ). luar sekolah. 1988 : 403 ). Lebih lanjut.

.

METODE PENLITIAN 6. 6. repleksi diri. Jenis emansipatori ini dianggap paling tepat karena penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalah pada wilayah kerja penliti sendiri berdasarkan pengalaman sehari-hari. pelaksanaan. abservasi dan repleksi.1 Desain Penelitian Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan ( action research ) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui Workshop di SMP Negeri 2 Rantau Panjang. observasi dan repleksi. yang semuanya merupakan guru tetap atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) 6. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan model Kemmis yang terdiri atas empat langkah. observasi dan refleksi (Wardhani. dan langkahlangkah setiap siklus terdiri dari perencanaan.3 Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilakukan pada guru SMP Negeri 2 Rantau Panjang Tahun Pelajaran 2010/2011.2 Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru-guru SMP Negeri 2 Rantau Panjang yang berjumlah 10 orang. Dengan kata lain. Jenis penelitian tindakan yang dipilih adalah jenis emansipatori. guru bersedia melakukan perubahan sehingga kinerjanya sebagai pendidik akan mengalami peningkatan. pelaksanaan. Pemilihan lokasi penelitian. Tindakan yang akan dilakukan adalah Workshop Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal. pelaksanaan.Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus. yakni : perencanaan. Model ini dipilih karena dalam mengajarkan menulis naskah pidato diawali dengan perencanaan.6.2007:45). karena sekolah tersebut merupakan sekolah . berdasarkan hasil observasi.

Menyiapkan materi Workshop.4. observasi dan refleksi. pelaksanaan. dari hasil supervisi ditemukan kelemahan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Menyusun jadwal Workshop : hari. 2. Menyiapkan konsumsi untuk Workshop. f. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2010. e. RPP. Silabus. dan sebagainya. d. Disamping itu. Hari pertama Pengarahan Kepala Sekolah. 6.binaan peneliti. Menyuruh membawa Laptop ( minimal 3 buah dan 1 LCD ). b. Pemaparan Kriteria Ketuntasan Minimal . Secara rinci prosedur penelitian mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : Siklus I 1 . jam. g. Hari kedua Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal masing-masing mata pelajaran . Menyuruh guru membawa bahan-bahan seperti : Kurikulum. Menyusun Instrumen. Pelaksanaan a b . Mengumpulkan guru melalui undangan Kepala Sekolah. mulai dari persiapan sampai dengan pelaporan. Perencanaan Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. dan tempat. tanggal. c. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri atas : Perencanaan.

Kehadiran guru. e. Respon guru. d. Hasil sementara Proses pelaksanaan Workshop. Aspek Yang Diamati Nama Kesiap an Mental dan Fisik Guru Kesiap an Bahan Kehadiran Guru Kesiap an Laptop Keterangan yang kemudian akan diisikan pada tabel: S = Siap TS = Tidak Siap . Kesiapan mental dan fisik guru. Kualitas KKM. menggunakan pedoman observasi sebagai berikut : a. 3. Observasi a. Untuk melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan dan hasil pemberian tindakan. Hari ketiga adalah presentasi visual Kriteria Ketiuntasan Minimal.c Tanya jawab Presentasi kelompok kecil Revisi . c. Kesiapan bahan-bahan yang dibawa guru pada saat Workshop. Kesiapan Laptop. b. Format Pedoman Observasi Proses Pelaksanaan Workshop.

rata-rata dari indikator yang terdapat pada KD. c. kemudian KD. Hasil penetapan KKM oleh guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah. Refleksi Untuk menentukan keberhasilan suatu tindakan digunakan norma / kriteria sebagai berikut: a. b. orang tua. Penetapan KKM SK rata-rata dari KD yang terdapat pada SK.H = Hadir TH = Tidak Hadir b. Penetapan KKM KD. disahkan oleh Kepala Sekolah. KKM dicantumkan dalam L H B dengan kriteria : Amat Baik Baik = 85 < A < 100 = 70 < B < 85 = 56 < C < 70 = < 56 Cukup Kurang 4. Analisis kompleksitas. . SK. Penetapan KKM indikator yang terdapat pada KD. dan Dinas Pendidikan. yaitu peserta didik. e. Penetapan KKM mata pelajaran memperhatikan tiga aspek : kompleksitas. d. daya dukung. dan terakhir mata pelajaran. daya dukung. dan intake. Penetapan KKM mata pelajaran rata-rata dari SK yang terdapat pada mata pelajaran. dan intake per indikator. Penetapan KKM oleh guru. f. KKM yang ditetapkan dososialisasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. KKM dibuat per-indikator.

berarti tindakan dianggap belum berhasil. KKM dicantumkan dalam LHB. = 85 % = 85 % = 90 % = 60 % Sikulus II Pada dasarnya siklus II memiliki prosedur yang sama dengan siklus I.85 % guru menetapkan KKM sesuai dengan kriteria diatas. guru minimal : . Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dan dilaksanakan pada siklus II. h. Indikator Keberhasilan : a. dan Dinas Pendidikan. orang tua.Kesiapan Laptop b.Siap secara mental dan fisik . KKM disosialisasikan kepada peserta didik. Tidak kemungkinan juga dilakukan modifikasi terhadap hal-hal menutup sudah baik supaya tindakan yang diberikan tidak membosankan. Proses pelaksanaan Workshop.Kesiapan bahan . hanya saja diadakan perbaikan pada hal-hal yang dilihat ada kelemahan serta memperhatikan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik. Apabila kurang dari 85 % guru tidak memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. .g.85 % guru memperoleh nilai baik dan amat baik.Kehadiran . . . Hasil Pelaksanaan Workshop.

Kesimpulan : Dari hasil refleksi tindakan penelitian. Kemampuan guru di SMP Negeri 2 Rantau Panjang meningkat dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dari siklus 1 dan II yang disebabkan adanya motivasi untuk mengikuti pelatihan dalam penetapan KKM. KESIMPULAN DAN SARAN A. Berdasarkan hasil analisis pada masing-masing siklus dari siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu pada siklus pertama 50% dan kemudian pada siklus II 80%. Peranan kepala sekolah dalam pembinan sangat dibutuhkan dalam memotivasi guru untuk meningkatkan kinerjanya terlihat pada hasil penelitian siklus I sampai dengan siklus II. 2. kinerja guru mengalami peningkatan sangat signifikan. dapat disimpulkan : 1. artinya 80% guru telah efektif dalam menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada masing-masing aspek. Berdasarkan analisis hasil refleksi dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas peserta yang dalam hal ini guru dalam kegiatan Workshop di SMP Negeri 2 Rantau panjang Tahun Pelajaran 2010/2011. Di samping itu juga. . terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) melalui pembinaan berupa Workshop di SMP Negeri 2 Rantau Panjang.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Workshop merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Peran kepala sekolah dalam melakukan pembinaan guru di sekoalah secara kontinue melalui pelatihan sangat dibutuhkan.3. . B. Tingkat pemahamam dan pengetahuan guru di SMP Negeri 2 Rantau Panjang tentang penetapan KKM pada siklus 1 masih lemah. Saran : Berdasarkan hasil penelitian tindakan sekolah maka : 1. namun setelah siklus II semua guru yang menjadi sample sudah memiliki kinerja dalam katagori baik. 2. Agar KKM yang telah ditetapkan oleh guru menjadi acuan dalam pembelajaran di sekolah.

jurnal. ---------------------. 16 tentang Standar Kualifukasi dan kompetensi guru. Penelitian Tindakan Sekolah. Makalah pada Bimbingan dan teknik KTI bagi Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah.2007 . Muin.lipi.docstoc. Abdul.pdf. Direktorat PMPTK Departemen Pendidikan Nasional. Diakses pada Agustus 2010. 2008.id/admin/jurnal/31084558. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) .2007 . Analisis Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Diakses pada Agustus 2010. .http://www.2008 . Permen No.go. 2007. Permen No.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.pdii.Direktorat PMPTK Suharsini. 13 tentang Standar Kepala Sekolah ---------------------. Laporan Penelitian Tindakan Sekolah. 2007. ---------------------.com/docs/1986561/2PU-PENETAPANKKM_270208rtf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful