P. 1
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl)

Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl)

|Views: 264|Likes:
Published by Fariz Kurnia Aziz

More info:

Published by: Fariz Kurnia Aziz on Nov 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2014

pdf

text

original

STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN GARAM DAPUR (NaCl

)
Agus Tugas Sudjianto Jurusan Teknik Sipil, Universitas Widyagama, Malang Jl. Taman Borobudur Indah No. 3 Malang email : ats_2003@yahoo.com

ABSTRAKSI
Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan, yang sering menimbulkan masalah bila memiliki sifat-sifat yang buruk. Sifat-sifat tanah yang buruk dan kurang menguntungkan bila digunakan sebagai dasar suatu bangunan atau kontruksi, antara lain plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Berbagai cara digunakan untuk memperbaiki kekuatan dari tanah lempung ekspansif, diantaranya dengan penambahan bahan kimia (stabilisasi secara kimiawi). Guna mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung eksapnsif maka diadakan penelitian dengan menggunakan garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung ekspnasif diambil dari perumahan Citra Land Surabaya, sedangkan sampel garam dapur digunakan garam dapur cap kapal api. Komposisi campuran garam dapur (NaCl) sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dengan masa perawatan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahan stabilisasi garam dapur (NaCl) dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung ekspansif. Pada sifat fisik : berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami penurunan setelah distabilisasi. Sementara pada sifat mekanik tanah lempung ekspansif menjadi semakin baik. Dari hasil optimasi untuk sifat fisik dan mekanik kadar campuran yang paling baik adalah 50% penambahan garam dapur (NaCl). Kata kunci : tanah lempung ekspansif, garam dapur (NaCl), stabilisasi, sifat-sifat fisik, sifat-sifat mekanik

ABSTRACT
Soil is land use of construction due to building and highway is sometimes problem if bed behaviour. Bed of behaviour sign on high plasticity, low shear strength, volume change is high and shrik-swell are big. Many methods to use refoirrcement strength of expansive clay soils is stabilization with chemical. For problem solving of expansive clay soils to make resesearch with NaCl as material stabilization. Soil samples is taken from Citra land Surabaya and sample NaCl use kapal api of tato. Composition of mix use NaCl is 10%, 20%, 30%, 40% and 50% with increatmen samples is 7 days. Result of research is shown the material stabilization of NaCl can be stabilizasi of behaviour fisic and mechanic expansive soil. Mix design is very good as 50% add NaCl. Keywords : expansive clay soils, NaCl, stabilization, fisic behaviour,mechanic behaviour. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) (Agus Tugas Sudjianto)

53

1. Mineral montmorilinite mempunyai luas permukaan lebih besar dan sangat mudah menyerap air dalam jumlah banyak bila dibandingkan dengan mineral lainnya. terangkatnya pondasi. yang mempunyai gerakan brown dipermukaan yang lebih besar dari gerakan brown pada air murni sehingga bisa menurunkan air dan larutan ini menembah gaya kohesi antar partikel sehingga ikatan partikel menjadi lebih rapat (Bowles. Karena sifat-sifat tersebut montmorilonite sangat sering menimbulkan masalah pada bangunan (Hardiyatmo. dimana beberapa variasi dapat digunakan.1. illite dan kaolinite.63 . stabilisasi dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu :stabilisasi mekanis.stabilisasi kimiawi. selain itu larutan ini bisa memudahkan didalam memadatkan tanah (Ingles dan Metcalf. Karakteristik Tanah Lempung Ekspansif ASTM memberi batasan bahwa secara fisik ukuran lempung adalah lolos saringan No. stabilisasi fisik dan. Penelitian tentang tanah lempung ekspansif sudah banyak dilakukan. Stabilitas tanah ekspansif yang murah dan efektif adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu. 1984). Sudjianto (2006). Garam Dapur (NaCl) Struktur NaCl meliputi anion di tengah dan kation menempati pada rongga octahedral. Tanah ekspansif ini sering menimbulkan kerusakan pada bangunan seperti retaknya dinding. 1972). Menurut Chen (1975).1. mineral lempung terdiri dari tiga komponen penting yaitu montmorillonite. sehingga tanah yang mempunyai kepekaan terhadap pengaruh air ini sangat mudah mengembang. 200.2. 1. 1. Keuntungan yang dihasilkan adalah 54 Volume 8 No. Das (1994) menyatakan lempung merupakan salah satu jenis tanah yang sangat dipengaruhi oleh kadar air dan mempunyai sifat cukup kompleks. dengan penambahan bahan kimia dapat mengikat mineral lempung menjadi padat. Dari sifat teknisnya. 1972). lempung yang memiliki fluktusi kembang susut tinggi disebut lempung ekspansif. Kadar air mempengaruhi sifat kembang susut dan kohesinya. usaha stabilitasi kimiawi lempung dengan penambahan limbah garam dapur (NaCl) sebagai stabilizing agent untuk mengurangi tekanan pengembangan lempung ekspansif. Untuk menentukan jenis lempung tidak culup hanya dilihat dari ukuran butirannya saja tetapi perlu diketahui mineral pembentuknya. Stabilitas tanah adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat asal tanah pada dasarnya stabilisasi yang menggunakan garam mempunyai prinsip yang sama dengan stabilisasi yang menggunakan zat kimia lainnya. sehingga mengurangi kembang susut tanah lempung ekspansif (Ingles dan Metcalf. PENDAHULUAN Penelitian tentang tanah sangat dibutuhkan untuk menjamin stabilitas bangunan karena kekuatan struktur secara langsung akan dipengaruhi oleh kemampuan tanah dasar atau fondasi setempat dalam menerima dan meneruskan beban yang bekerja. jalan bergelombang dan sebagainya. 2002) 1. Oktober 2007 : 53 . Dalam penelitian ini dilakukan. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif (Soil Stabilization) Salah satu upaya untuk mendapatkan sifat tanah yang memenuhi syarat-syarat teknis tertentu adalah dengan metode stabilisasi tanah . Larutan garam merupakan suatu elektrolit. Metode stabilisasi tanah dapat dibagi menjadi 2 klasifikasi utama yaitu berdasarkan sifat teknisnya dan berdasarkan pada tujuannya. (Ingles dan Metcalf. akan tetapi penelitian terbuka luas terutama usaha perbaikan sifat kembang susut dengan bahan tambah dikaitkan dengan pengukuran tekanan pengembangan secara langsung.3. 1972).

Swelling .Kadar Air (w) Penambahan Kadar Air (OMC) Pengujian Benda Uji .Unconfined Comperession Hasil Penelitian Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 1. 1972).Permeabilitas (k) .Berat Volume ( ) .Analisis Hidrometer .Kadar Air (w) Pencampuran / Pembuatan Benda Uji Tanah + 10% NaCl Tanah + 20% NaCl Tanah + 30% NaCl Tanah + 40% NaCl Tanah + 50% NaCl Pemeraman / Perawatan 7 hari . 2. sedangkan bahan penstabilisasi adalah garam dapur (NaCl) cap kapal api yang banyak terdapat di toko-toko peracangan dan super market maupun mini market di seluruh wilayah Indonesia. BAHAN DAN METODE Bahan penelitian ini adalah tanah lempung ekspansif yang diambil dari perumahan Citra Raya Darmo Surabaya.Atteberg Test (Konsistensi Kekentalan) .Standard Compaction Test (Pemadatan Standar) .CBR . Diagram Alir Penelitian Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) (Agus Tugas Sudjianto) 55 .Berat Volume ( ) .menaikkan kepadatan dan menambah kekuatan tanah.Specific Grafity .Atteberg Test . Metode penelitian ini dari awal hingga berakhirnya penelitian ini secara rinci dengan mengacu pada diagram alir yang terlihat pada gambar 1. berikut ini START Persiapan Tanah dan Peralatan Pengujian Tanah Asli : .Compaction Test . Tanah dengan LL (liquit limits) yang tinggi biasanya memberikan reaksi yang bagus dengan penambahan garam ini (Ingles dan Metcalf.Specific Grafity (Berat Jenis) .

1. % 15. Hasil Penelitian Kadar Air Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Kadar Air (w).43 2.09 5. 1. Hasil Pemeriksaaan Batas-Batas Atteberg Hasil pemeriksaan batas-batas Attereberg seperti terlihat pada tabel 4.87 5. Pada pengamatan tersebut diperoleh penurunan nilai kadar air pada tanah campuran terhadap tanah asli. batas plastis (PL).63 . Hasil Penelitian Sifat . yang terdiri dari batas cair (LL).692 2.706 1. HASIL PENELITIAN 3.69 c. diperoleh hasil pada tabel 3. diperoleh hasil pada tabel 2. Tabel 1. Oktober 2007 : 53 .666 2.1.73 8. Tabel 3. diperoleh hasil pada tabel.741 1.28 2.0561 d.99 8. Hasil penelitian berat jenis Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Berat Jenis (Gs) 2.665 1.3. Pada pengamatan tersebut diperoleh penurunan nilai berat jenis pada tanah campuran terhadap tanah asli.Sifat Fisik Tanah Lempung Ekspansif a. batas susut (SL) dan nilai plastisitas (PI) 56 Volume 8 No. Tabel 2. Pada pengamatan tersebut diperoleh penurunan nilai berat volume pada tanah campuran terhadap tanah asli.352 2. Hasil Pemeriksaaan Berat Jenis (Gs) Dari hasil pengamatan berat jenis.60 4.612 1. Hasil Pemeriksaaan Berat Volume ( γ ) Dari hasil pengamatan berat volume. Hasil Penelitian Berat Volume Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Berat Volume (γ) 1.545 b. Hasil Pemeriksaaan Kadar Air (w) Dari hasil pengamatan kadar air.855 1.

45 PL (%) 46.94 Kategori Sangat buruk Buruk Buruk Buruk Buruk Sedang b.78 43.69 53. Tabel 6. Hasil Penelitian Atteberg Limit Material Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl e. Hasil penelitian Pemadatan Material Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl OMC (%) 11. Hasil Pemeriksaan Pengembangan (Swelling) Pengembangan pada uji CBR adalah perbandingan antara perubahan tinggi selama perendaman terhadap tinggi benda uji semula.24 6.07 28.79 6. Hasil penelitian CBR dapat di lihat pada tabel 6.43 19.52 23.47 32. Hasil Pemeriksaan CBR Laboratorium CBR ialah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Hasil Pengujian Nilai CBR Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Nilai CBR (%) 3. diperoleh nilai kadar air optimum (OMC) dan berat isi kering ( γd ) maksimum seperti pada tabel 5.06 7.78 48.655 1.473 γd Maks.197 15.20 PI (%) 57.25 SL (%) 37. Tabel 5. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 7 Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) 57 (Agus Tugas Sudjianto) .61 43.56 92.03 5.87 33.56 89.582 1. Hasil Penelitian Sifat-Sifat Mekanik Tanah Lempung Ekspansif a.542 1.656 1.86 85.537 1.7 24.698 LL (%) 104.Tabel 4.57 84. Hasil Pemeriksaaan Pemadatan Standar Dari hasil uji pemadatan tanah standar .87 31.35 30.67 82.34 6. ( gr/cm3 ) 1.95 16.32 52.04 51.90 37. dinyatakan dalam persen.2.88 32.06 18.95 46.20 3.

Sifat .702 c.505 16.Sifat Fisik Tanah Lempung Ekspansif a. 1.97.599 Air Terserap (%) 37.07 4.191 2.14 4.5 0 0 10 20 30 40 50 NaCL (%) Gambar 2. Berat Volume ( γ ) Dari gambar 2.69 3. Hasil Pengujian Pengembangan (Swelling) Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Swelling (%) 10.91 5.624 7.523 4.0057x + 1.88 2.8286 2 R = 0.611 20. hasil menunjukan tanah menjadi baik setelah dicampur dengan garam daaur (NaCl).949 2. dengan nilai R = 0.749 8.435 7. berikut ini.437 1.03 Kategori Kenyal (stiff) Kenyal (stiff) Kenyal (stiff) Keras (Hard) Keras (Hard) Keras (Hard) Cu (kg/cm2 ) 1. terlihat semakin besar penambahan NaCl maka semakin kecil berat volume tanah lempung ekspansif.63 . Hasil Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined) Hasil uji kuat tekan bebas dapat dilihat pada table 8. Oktober 2007 : 53 .775 1.512 10.898 15.Tabel 7. Hubungan Persentase Campuran dengan Berat Volume 58 Berat Volum e Volume 8 No.9674 2 1.355 2. PEMBAHASAN 4.1. Hasil Uji Kuat Tekan Bebas Perlakuan Tanah Asli Tanah Asli + 10% NaCl Tanah Asli + 20% NaCl Tanah Asli + 30% NaCl Tanah Asli + 40% NaCl Tanah Asli + 50% NaCl Tegangan (kg/cm2) 1. y = -0.5 1 0. Tabel 8.435 9.990 17.455 4.

94.66 2.0004x 2 + 0. Batas-Batas Atteberg Batas-batas Aterberg merupakan sifat fisik yang penting pada tanah lempung ekspanssif. Batas susut (SL) dan indeks plastisitas.5 0 0 10 20 2.85.875 R2 = 0.w (%) 12 10 8 6 4 2 0 0 10 20 NaCl (%) 30 40 50 8.3293 R2 = 0. dengan nilai R = 0.99 8.09 5.0.15 30 NaCl (%) 40 50 Gambar 4. dengan nilai R = 0. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) (Agus Tugas Sudjianto) 59 .316 3 2.3. Seperti terlihat pada gambar 5.87 5.73 Gambar 3. Hubungan Persentase Campuran dengan Berat Jenis d.28 2.352 2. seperti terlihat pada gambar 4.692 2. Berat Jenis (Gs) Pada penambahan garam dapur (NaCl) menyebabkan berat jenis tanah lempung ekspansif semakin kecil.5 1 0. seperti terlihat pada gambar 3. Nilai batas-batas Attereberg terjadi nilai optimum pada kadar penambahan garam dapur (NaCl) sebesar 50 %.4759x + 14.43 2. Dari hasil pemelitian menunjukkan semakin besar penambahan garam dapur (NaCl) maka semakin kecil nilai batas cair (LL).b.0195x + 2. Kadar Air (w) Untuk kadar air menunjukkan semakin besar penambahan NaCl semakin kecil kadar air dari lempung ekspansif.5 Berat Jenis 2 1.0057x 2 .9434 16 14 Kadar Air. y = 0.6 4. y = -0. dengan nilai R = 0.69 15. Hubungan Persentase Campuran dengan Kadar Air c.

847 PL 60 50 40 30 20 10 0 0 10 y = -0.847 20 30 40 50 20 30 40 50 NaCl (%) NaCl (%) 80 60 y = -0.LL 120 100 80 60 40 20 0 0 10 y = -0. Hubungan Persentase Campuran dengan Batas-batas Atterberg e. 60 Volume 8 No.4902x + 14.7 18. Oktober 2007 : 53 .06 11.3957x + 99.839 R2 = 0.839 2 R = 0. Ini menunjukan tanah semakin baik.427 19.95 16.839 2 R = 0.847 50 40 30 20 10 0 y = -0.473 30 25 OMC (%) 20 15 10 5 0 0 10 20 30 40 50 NaCl (%) Gambar 6. pengembangan (swelling) dan kuat tekan bebas (Unconfined).0101x 2 + 0.4236 24. Pembahasan Sifat-Sifat Mekanik Tanah Lempung Ekspansif Pada sifat-sifat mekanik tanah lempung ekspansif yang ditinjau meliputi : CBR (California Bearing Ratio). Pemadatan Pada uji pemadatan menunjukan semakin besar penambahan garam dapur (NaCl) maka semakin menurun kurva pemadatan.847 PI 40 20 0 0 10 20 30 40 50 SL 0 10 20 30 40 50 NaCl (%) NaCl (%) Gambar 5.197 15.839 2 R = 0. 1. seperti terlihat pada gambar 6.3957x + 99.3957x + 99..63 . Hubungan Persentase Campuran dengan Pemadatan Standar 4.2. y = -0.678 R2 = 0.3957x + 99.

033 10 20 NaCl (%) 30 40 50 Gambar 7.435 9. 12 Pengem bangan (%) 10 8 6 4 2 0 0 10. Nilai R Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) 61 (Agus Tugas Sudjianto) . y = -0. Hubungan Persentase Campuran dengan nilai Swelling c.Dengan diketahuinya nilai ketiga parameter tanah ini maka akan diketahui seberapa besar efektifitas stabilisasi tanah lempung ekspansif dengan menggunakan garam dapur (NaCl).8 yang mendekati nilai 1. Kuat Tekan Bebas (Unconfined) Pada pengujian tekan bebas gambar 9.624 7.066 3. didapatkan nilai tekan bebas semakin besar dengan semakin banyaknya penambahan campuran garam dapur (NaCl) dalam tanah. menunjukan semakin besar persentase campuran NaCl maka semakin kecil swelling tanah lempung ekspansif. semakin besar penambahan garam dapur (NaCl) maka semakin tinggi nilai CBR. CBR (California Bearing Ratio ) CBR tanah terlihat dari gambar 7.4399 R2 = 0.789 6.0015x 2 + 0.9362 10.1548x + 3. Hasil ini signifikan dengan diketahuinya nilai R = 0. Hubungan Persentase Campuran dengan nilai CBR b.9 berarti hasil ini signifikan bahwa penambahan garam dapur berpengaruh terhadap nilai swelling tanah lempung ekspansif. Dengan penambahan garam dapur 50% akan menghasilkan penurunan swelling yang maksimal.512 y = -9E-05x 2 .338 6.776 R2 = 0.957 Nilai CBR (%) 5.244 6.0658x + 10.749 8. Penambahan garam dapur 50% akan menghasilkan nilai CBR yang maksimal. Pengembangan (Swelling) Pada pengujian swelling gambar 8. Nilai optimum kuat tekan bebas didapatkan pada penambahan garam dapur sebesar 50%. Nilai korelasi (R) yang didapatkan dari grafik = 0.435 7. a.0.549 10 20 NaCl (%) 30 40 50 Gambar 8.8438 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 7.

63% pada campuran 50%.957%. Turunnnya potensi pengembangan dan meningkatnya daya dukung tersebut disebabkan oleh adanya pengikatan yang erat antar butiran tanah akibat pengaruh garam dapur (NaCl).63 .0003x 2 + 0.9808 6 Tegangan (kg/cm 2) 5 4 3 2 1 0 0 10 20 NaCl (%) 30 40 50 1. d. e.8404 R2 = 0. maka dapat ditarik kesimpulan kesimpulan sebagai berikut : a.yang didapatkan adalah 0. c. sehingga mengakibatkan terjadinya reaksi penggantian kation dan pembentukan butiran tanah yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa dengan penambahan bahan campuran garam dapur (NaCl) mampu memperkecil potensi pengembangan pada tanah asli sebesar 10.549%.88 2. f.9 berarti penambahan garam dapur berpengaruh terhadap nilai kuat tekan bebas tanah lempung ekspansif.512% menjadi 7. Pemakaian bahan campuran garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasi terhadap tanah lempung ekspansif mampu menurunkan besarnya nilai PI (Indeks Plastisitas) pada tanah lempung ekspansif sebesar 55.880 kg/cm2 menjadi 5.73% menjadi 4. Hubungan Persentase Campuran dengan nilai Kuat Tekan Bebas 5.352 menjadi 2. y = -0.030 62 Volume 8 No. b. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan. Pada penambahan bahan garam dapur (NaCl). Penggunaan bahan campuran garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung Ekspansif mampu menurunkan kadar air dari tanah asli sebesar 15. Dan diikuti menurunnya berat isi kering dari 1.91 5.69 3. 1.250%. Dari pengujian Unconfined diperoleh peningkatan nilai kuat tekan bebas pada setiap perlakuan terhadap tanah lempung ekspansif sebesar 1. Pemakaian bahan campuran garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasi terhadap tanah lempung ekspansif mampu menurunkan nilai berat jenis tanah pada semua perlakuan terhadap tanah lempung ekspansif sebesar 2.14 4. sehingga membentuk tanah menjadi lebih kokoh dan kedap air. Oktober 2007 : 53 .698 gram/cm3.855 gram/cm3 menjadi 1. terjadi penurunan nilai pengembangan tanah yang diikuti dengan meningkatnya nilai CBR tanah pada tanah lempung ekspansif sebesar 3. Hal ini disebabkan oleh adanya air yang semula mengisi pori-pori pada tanah digantikan dengan bahan campuran garam dapur (NaCl). Penambahan garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasi dapat meningkatkan kepadatan tanah lempung ekspansif sebesar 1.545 gram/cm3.03 Gambar 9.780% pada campuran 50% sebesar 30.033% menjadi 7.150 pada campuran NaCl 50%.07 4.0836x + 1. pada campuran NaCl 50%.542 gram/cm3 menjadi 1.

. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) (Agus Tugas Sudjianto) 63 . Pengaruh Persentase Penambahan Garam dapur (NaCl) Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Tanah Lempung Ekspansif. F.T.G. 2002. dan Hariati... J.kg/cm2.. Butterworths. Ingles. Mekanika Tanah I. 2004.1984. Erlangga. 1975. JTS Universitas Widyagama Malang. 1972. A.C. Soil Stabilization. New York..E. Laporan Penelitian Hibah Dikti Depdiknas Skim PDM.. Laporan Penelitian Hibah Penelitian Majasiswa Skim PHK A1. Developments in Geotechnical Engineering 12. Penerbit Erlangga. Edisi Kedua. Foundation on Expansive Soils. Sudjianto. Irianto.. Yogyakarta.T. Hardiyatmo. Universitas Gajah Mada..1993.H. (2002). Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis).. R. Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang (tidak dipublikasikan). A. Cara menentukan Sifat-Sifat Fisik Dan Mekanik Tanah Di Laboratorium. Jakarta Chen. Sydney.B. dan Metcalf. Hal ini disebabkan oleh adanya reaksi pengikatan yang erat antara parikelpartikel tanah dengan garam dapur (NaCl) DAFTAR PUSTAKA Bowles.M. H.. Wardani. O. Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah. Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (tidak dipublikasikan). 2006. Sudjianto. J. Jakarta. Studi Potensi dan tekanan Pengembangan Pada Tanah lempung Ekspansif Pada variasi Kadar Air. Else-Vier Scientific Publishing Company. Das. B.T. I.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->