A.

KONSEP-KONSEP DASAR SEJARAH

a. Konsep Perubahan dan Kesinambungan Ilmu sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Masa lampau memiliki pengertian yang sangat luas, bisa berarti satu abad yang lalu, puluhan tahun yang lalu, sebulan yang lalu, sehari yang lalu atau sedetik yang lalu, bahkan waktu sekarang ketika sedang membaca tulisan ini akan menjadi masa lampau. Kita harus menyadari bahwa rangkaian peristiwa sejarah sejak adanya manusia sampai sekarang adalah peristiwa yang berkelanjutan atau berkesinambungan (continuity). Roeslan Abdul Ghani mengatakan bahwa ilmu sejarah ibarat penglihatan terhadap tiga dimensi, yaitu pertama, penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang dan ketiga ke masa depan (to study history is to study the past to built the future). Dengan demikian, mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah akan selalu terkait dengan “waktu’ (time) yang terus bergerak dari masa sebelumnya ke masa-masa berikutnya serta melahirkan peristiwaperistiwa yang baru yang saling terkait sehingga perjalanan sejarah tidak pernah berhenti (stagnan). Ilmu sejarah juga mengenal adanya konsep ”perubahan” (change) kehidupan sejak adanya manusia sampai sekarang yang berlangsung secara lambat (evolusi) ataupun berlangsung dengan cepat (revolusi). b. Konsep kronologi dan Periodisasi Kronologi, berarti sesuai dengan urutan waktu Peristiwa sejarah akan selalu berlangsung dengan urutan waktu sehingga peristiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompat urutan waktunya, atau bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis). Oleh karena itu, dalam mempelajari sejarah agar kita mendapat pemahaman yangbaik harus memperhatikan urutan-urutan kejadiannya (kronologis). Selain kronologi dalam sejarah dikenal juga istilah kronik, yaitu merupakan kisah atau catatan sejarah yang diceritakan pada berdasarkan urutan waktu. Contoh : kronik China catatan perjalanan Fa-Hien dan perjalanan I-tsing. Periodisasi adalah pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa masa lampau yangs sangat panjang menjadi beberapa zaman. Pada hakikatnya, istilah periodisasi dalam ilmu sejarah tidak ada, namun ada tujuan dari periodisasi sejarah, yaitu : 1.Memudahkan Mempelajari Sejarah Peristiwa-peristiwa masa lampau yang demikian panjang dan banyak dikelompokkan, disederhanakan, dan diringkas menjadi beberapa periode sehingga memudahkan memahami sejarah. 2.Memahami Peristiwa-peristiwa Sejarah Secara Kronologis Periode-periode sejarah tersebut harus disusun secara kronologis agar memudahkan pembaca memahami kronologi sejarah yang panjang saling berkaitan.

B. KONSEP-KONSEP DASAR GEOGRAFI

Dalam Definisi Geografi dari Seminar dan Lokakarya Pertemuan Ilmiah Tahunan Ahli Geografi di Semarang pada tahun 1988 ditegaskan bahwa, Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geografi dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Menilik kepada definisi tersebut sangat jelas bahwa obyek utama dari ilmu geografi adalah konteks keruangan.

yakni: 1. • Aspek Keruangan. serta interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Terdiri atas hewan. Geografi mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi “nilai” suatu tempat dari berbagai kepentingan.Objek Material Objek material geografi adalah sasaran atau isi kajian geografi. baik gejala alam maupun gejala sosial. maupun kimia. organik. • Pedosfer (lapisan tanah). 2. Lapisan ini disebut kerak bumi dalam ilmu geologi. • Biosfer (lapisan tempat hidup). Ruang Lingkup Geografi Ruang lingkup ilmu geografi secara umum meliputi semua gejala geosfer. Ruang lingkup studi ilmu geografi yaitu: . • Aspek Waktu Geografi mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periodeperiode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu. yang meliputi: • Litosfer (lapisan keras). Merupakan lapisan batuan yang telah mengalami pelapukan.Objek Formal Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek. • Aspek Kewilayahan. Terutama adalah lapisan atmosfer bawah yang • Hidrosfer (lapisan air). • Aspek Kelingkungan. Objek material yang umum dan luas adalah geosfer (lapisan bumi). Berupa lautan.Obyek Studi Geografi Obyek Ilmu Geografi secara luas terbagi atas dua bagian. danau. • Atmosfer (lapisan udara). baik pelapukan fisik. tumbuhan. Geografi mempelajari suatu tempat dalam kaitan dengan keadaan suatu tempat dan komponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah. sungai dan air tanah. Geografi mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah serta wilayah dengan ciri-ciri khas. Merupakan lapisan luar dari bumi kita.

Konsep Morfologi Morfologi merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi. 8. Konsep Lokasi Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Konsep Keterkaitan Keruangan Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan adalah derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang. 9. .1. artinya nilai kegunaan itu tidak sama. objek. tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan. bentuk. Persebaran dan kaitan antara penduduk (manusia) dengan aspek-aspek keruangan dan usaha manusia untuk memanfaatkannya Konsep Esensial Geografi Para Ahli Geografi Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan tahun 1988 menghasilkan sepuluh konsep esensial geografi. 2. 7. 10. Konsep Aglomerasi Aglomerasi atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat menguntungkan. 3. yaitu: 1. Kajian terhadap wilayah (regional). Konsep Deferensiasi Areal Wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur. atau tempat yang satu dengan tempat lainnya. dan persebaran fenomena di permukaan bumi. 6. karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang menguntungkan. 3. Interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman wilayah. 5. Konsep Interaksi/ Interdependensi Interaksi adalah kegiatan saling memengaruhi daya. Konsep Nilai Kegunaan Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif. Konsep Pola Geografi mempelajari pola-pola. baik unsur lingkungan alam ataupun kehidupan. Secara pokok konsep lokasi dibedakan menjadi Lokasi Absolut dan Lokasi Relatif 2. Konsep Keterjangkauan Keterjangkauan berhubungan dengan kemudahan interaksi dan caranya antar lokasi 4. Konsep Jarak Jarak berkaitan erat dengan lokasi dan perhitungan keuntungan berkaitan antar lokasi.

individu. KONSEP-KONSEP DASAR SOSIOLOGI Ada beberapa konsep yangdiuraikan dalam sosiologi yaitu masyarakat. Berger mendefenisikan juga masyarakat sebagai “yang menunjukkan pada suatu sistem interaksi. 1. baik yang berwujud nonorganis. menunjukkan bahwa dalam garis besaarnya Spencer melihat perkembangan masyarakat dan kebudayaan dari tiap bangsa di dunia itu telah atau akan melalui tingkat-tingkat evolusi yang sama. yang satu tidakm ada tanpa yang lain. 3. Masyarakat Menurut Peter L. Individu Individu menunjuk pada subjek yang melakukan sesuatu. organis. kehendak. maupun superorganis berevolusi karena di dorong oleh kekuatan mutlak yang disebut evolusi universal. Intinya. Untuk itu. mampu menilai tindakan dna hasil tindakannya. memaksanya untuk berbuat sesuai dengan fakta sosial. Menurutnya. D. individu merupakan subjek yang bertindak (actor). atau tindakan yang terjadi paling kurang antara dua orang yang saling mempengaruhi perilakunya” 2. defenisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. akan dijelaskan konsep-konsep tersebut satu persatu. 4. Oleh karena itu. Fakta Sosial Fakta sosial bias juga disebut fenomena sosial atau realitas sosial yang merupakan suatu kekuatan yang menekan individu dari luar. Gambaran menyeluruh tentang evolusi universal dari umat manusia. memiliki kebebasan. Berger. Hubungan Individu dan Masyarakat Pengertian hubungan disini berarti bahwa kedua kenyataan. memberim arti pada sesuatu. Namun ia tak mengabaikan bahwa secara khusus tiap bagian masyarakat atau sub-sub kebudayaan bisa mengalami proses. KONSEP-KONSEP DASAR ANTROPOLOGI a)Konsep evolusi sosial universal H. memiliki pikiran. seperti dalam proses evolusi biologi di mana jenis-jenis makhluk yang bisa hidup lanngsung itu adalah . Spencer pernah mengajukan suatu konsep mengenai proses evolusi pada umumnya.C. hubungan dan fakta sosial. Spencer Konsep Spencer mengenai proses evolusi universal yaitu seluruh alam itu. yaitu subjektif dan objektif saling menentukan.

Ciri-ciri itu tidak hanya berupa unsur kebendaan. pendirian Levi-Strauss mengenai cara-cara logika elementer dari akal manusia itu untuk mengklaskan alam semesta dan masyarakat sekitarnya ke dalam beberapa kategori dasar. bentuk tempat kediaman dan sebagainya. dan tidak terikat kepada kompleks mitologi dari masyarakat atau kebudayaan yang bersangkutan. Usaha Levi-Strauss dalam menganalisa sistem-sistem kekerabatan dan mitologi. Metode klasifikasi unsur-unsur kebudayaan dari berbagai tempat di muka bumi ke dalam berbagai kulturkreise itu berjalan sebagai berikut : Seorang peneliti mula-mula harus melihat di tempat-tempat mana di muka bumi terdapat unsur-unsur kebudayaan yang sama. sistem perekonomian. Sekumpulan tempat di mana ditemukan benda yang sama sifatnya itu oleh Graebner disebut satu Kulturkreis. tetapi Graebner mencoba untuk menyusunnya berdasarkan persamaan dari unsur-unsur tersebut. Pandangan ini adalah pandangan Spencer mengenai “survival of the fittest”. b)Konsep kulturkreis dan kulturschicht dari Graebner F. alat-alat bertani. bersifat benar-benar abstrak dan universal. berdasarkan atas persamaan dari sejumlah ciri yang mencolok dalam kebudayaan-kebudayaan tersebut. ia tidak bermaksud mencari azas-azas universal dari proses-proses berpikir simbolik yang menyebabkan sistem kekerabatan di dunia hidup dan berjalan biasanya. Graebner mendapat ide untuk menggunakan suatu cara baru untuk menyusun benda-benda kebudayaan di museum. ia mengaitkan sistem-sistem kekerabatan itu dengan masyarakat dan kebudayaan yang bersangkutan. ornamen. d)Konsep azas klasifikasi elementer dari Levi-Strauss Secara universal manusia dalam akal pikirannya merasakan dirinya berhubungan dengan hal-hal tertentu dalam alam semesta sekelilingnya. atau dengan manusia-manusia tertentu dalam lingkungan sosialbudayanya. yaitu daya tahan dari jenis atau individu yang mempunyai ciri-ciri yang paling cocok dengan lingkungannya. Dalam analisa Levi-Strauss mengenai sistem kekerabatan. seperti alat-alat berburu. adalah hukum yang melindungi kebutuhan para warga masyarakat yang paling cocok dengan persyaratan masyarakat di mana mereka hidup. dan yang paling mampu. dasar-dasar mata pencaharian hidup. yaitu kebutuhan masyarakat yang paling berkuasa. bentuk dan gaya pakaian. Konsep Culture Area dikembangkan karena kebutuhan Wissler untuk mengklasifikasikan bendabenda dari kebudayaan-kebudayaan suku bangsa Indian yang tinggal terpencar di Benua Amerika Utara ke dalam golongan-golongan tertentu guna pameran di museum. Selain itu.jenis-jenis yang paling cocok dengan persyaratan lingkungannya alamnya. Dalam hubungan itu manusia mengklasifikasikan lingkungan alam serta sosial budayanya ke dalam kategori-kategori yang elementer. Adapun analisanya mengenai mitologi azas-azas dan prosses-proses berpikir bersahaja dan azas-azas simbolisme yang diabstraksi itu. . Benda-benda itu biasanya disusun menurut asalnya. c)Konsep daerah kebudayaan dari Wissler Konsep Culture Area Wissler merupakan pembagian dari kebudayaan-kebudayaan Indian di Amerika ke dalam daerah-daerah yang merupakan kesatuan mengenai corak kebudayaan-kebudayaan di dalamnya. dan sebagainya. tetapi juga unsur-unsur yang lebih abstrak. Metode Levi-Strauss untuk menganalisa gejala-gejala sosial yang menurut pengertiannya berakar dalam cara-cara berpikir elementer dari akal manusia untuk menggolongkan diri sendiri atau kelompok sendiri dengan lingkungan alam atau lingkungan sekitarnya. seperti unsur-unsur sistem organisasi sosial. yang paling pandai. maka dalam evolusi sosial aturan-aturan hidup manusia serta hukum yang dapat dipaksakan tahan dalam masyarakat. yaitu ia merasa dirinya ber-ototeman (dalam bahasa Ojibwa berarti “dia adalah kerabat pria saya”) dengan hal-hal itu. senjata. Satu Culture Area menggolongkan berpuluh-puluh kebudayaan yang masing-masing berbeda ke dalam satu golongan. upacara keagamaan.

Jika kebutuhan manusia yang tidak terbatas tersebut sudah dapat terpenuhi dengan alat pemuas yang tersedia. Untuk siapa barang-barang diproduksi [for whom]? . Persoalan Dasar Ekonomi Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya/kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Bagaimana cara memproduksi [How]? 3.KONSEP-KONSEP DASAR EKONOMI A. Keadaan timpang antara kebutuhah manusia yang tidak terbatas dihadapkan pada sarana atau alat yang terbatas dinamakan kelangkaan [Scarcity] Persoalan ekonomi meliputi: 1. maka terciptalah kemakmuran.E. Problema/masalah ekonomi tersut adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan sangat terbatas. Ilmu ekonomi muncul karena adanya problema/permasalah ekonomi. Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak [what]? 2.

melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. 5. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta. Authority (Kewenangan) Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati. Dalam politik. persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. sumber kekuasaan. sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Berikut pembahasannya secara ringkas. dalam suatu hubungan sosial. 1. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. seperti yang dinyatakan Harold D. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan. KONSEP-KONSEP DASAR DARI ILMU POLITIK Ilmu politik memiliki beberapa konsep. tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. seorang ahli. 3. Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Kaplan. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian. Laswell dan A. yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu. Dengan demikian. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi. dan karena itu sering berhasil. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet.” 2. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. 4. untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak.Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk .F. Influence (Pengaruh) Norman Barry. menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan. kekuasaan adalah kemampuan untuk. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan.

Kekuasaan datang dari berbagai sumber. atau penundukan oleh pemikir abad 20. Oleh karena itu. sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat. wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris). alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. kekayaan. Semakin timpang hubungan ini. Dengan demikian.mencapai tujuan-tujuan bersama. maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu. di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Salah satunya. perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. misalnya kekayaan. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber. selain konsep lainnya. tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. ada perbedaan mendasar antara keduanya. kedudukan. Demikian halnya dengan kekuasaan. C. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. dan kepercayaan. . sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. dan kepercayaan. atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya. baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Jika bawahan melanggar perintah atasan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. tetapi keduanya berbeda. maka makin kuat ketergantungannya. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Hal ini disebut hegemoni. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik. B. tapi dari segi lain. maka bawahan bisa dikenai sanksi. 6. . Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. jadi menunjuk pada pelaku organisasi. Misalnya di Indonesia. kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi. diantaranya kedudukan. dominasi. kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ). dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes.

Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. sekarang. Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia. sejarah. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon. aliran subyektifisme yang menyatakan bahwa individulah yang membentuk masyrakat dalam segala tingkah lakunya. Metode Sosiometri. e. Sedangkan kedudukan psiklogi sosial didalam lapangan psikologi termasuk dalam psikologi teoritis. Mengenai psikologi sosial terdapat pertentangan faham diantara beberapa tokoh ilmu jiwa sosial yang dalam garis besarnya dapat dikelompokan menjadi dua aliran yakni. Ekonomi. bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya. Metode Observasi. Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial. Sebagai ilmu yang obyeknya manusia. obyektivisme yang merupkan kebalikan dari aliran subyektivisme.G. Dan aliran kedua adalah. Metode diagnostik – psychis. pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Letak psikologi sosial dalam sistematik psikologi termasuk dalam psikologi yang bersifat empirik dan tergolong psikologi khusus yaitu psikologi yang menyelidiki dan yang mempelajari segi-segi kekhususan dari hal-hal yang bersifat umum dipelajari dalam lapangan psikologi khusus. adanya sikap etik 3. Metode Eksperimen. Sedangkan metode sosial antara lain : a. b. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. maka terdapat saling hubungan antara psikologi sosial dengan ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga manusia seperti misalnya : Ilmu hukum. dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensipotensi tersebut antara lain: 1. dan yang paling erat hubungannya adalah sosiologi. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial. Gabriel Tarde mengatakan. semisal. d. sedangkan psikologi sosial tergolong dalam psikologi teoritis. sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu. c. KONSEP KONSEP DASAR PSIKOLOGI SOSIAL Psikologi sosial:erupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. kemampuan menggunakan bahasa 2. akan datang ) Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. banyak beberapa tokoh berpendapat. bahwa masyarakatlah . Metode survey. hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. hidup dalam 3 dimensi (dulu. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.

. Selain dua aliran di atas.yang menentukan individu. masih ada aliran yang membicarakan masalah hubungan antara individu dengan masyarakat diantaranya adalah aliran historis dan cultural personality.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful