tidak banyak di antara masyarakat yang mengatahui cara untuk mengolah sampah-sampah tadi agar menjadi barang yang bernilai jual tinggi. walaupun kadang kala kita harus dihadapkan pada mitos tertentu bahwa membuang sampah pempers bayi harus di laut dan jangan buang di TPS lalu dibakar karena dapat menyebabkab bayi ³suleten´ atau eksim kulit. Tujuan kami melakukan pengamatan ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dan untuk membantu memberikan solusi yakni pemanfaatan sampah plastik yang ada karena banyak masyarakat yang mengira bahwa sampah plastik yang sering kita buang sembarangan itu sudah tidak bermanfaat lagi. Generasi penerus bangsa yang sangat peduli akan kebersihan lingkungan. kita harus berupaya untuk mewujudkan Kabupaten Tuban menjadi kota yang bebas dari pencemaran lingkungan sebagai dampak negatif dari sampah. .1 Latar Belakang Masalah Kabupaten Tuban terletak pada meridian 111Û35¶ BT dan lintang antara 6Û40¶-7Û18¶ LS mempunyai wilayah pesisir pantai utara laut Jawa sepanjang ± 65 km terbentang dari barat ke timur mulai dari Kecamatan Bancar sampai Kecamatan Palang. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan membuang sampah.1. dan pasar. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan dapat terus merusak sumber daya alam. pantai. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan. Sebagian besar masyarakat kota di Kabupaten Tuban melalui observasi terbukti melakukan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan di berbagai tempat umum seperti di sekolah. sembarangan.

Untuk menerapkan pola hidup bersih kepada seluruh masyarakat Tuban. 1. Batasan Masalah Agar tidak menimbulkan kerancuan dalam pemecahan masalah karya tulis ini maka masalah hanya dibatasi pada berbagai upaya-upaya yang dilakukan masyarakat di lingkup Kabupaten Tuban untuk mengoptimalisasikan pembuangan sampah di Kabupaten Tuban melalui penerapan tekhnologi modern.2. 1.5. Rumusan Masalah ´Bagaimanakah upaya mengoptimalisasikan pembuangan sampah di Kabupaten Tuban melalui penerapan tekhnologi modern?¶¶ 1. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui cara mengoptimalisasikan pembuangan sampah. .3. Memberi masukan pada masyarakat akademis dan pemerintah berkenaan dengan meningkatkan kebersihan lingkungan. Manfaat Penelitian Agar hasil penelitian dapat disosialisasikan dan dijadikan pertimbangan oleh masyarakat di Kabupaten Tuban.1.4.

dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula". rumah sakit. asrama.1. 1982) Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat.. fasilitas umum: terminal. Definisi dan Penjelasan Istilah Pengertian dari sampah itu sendiri adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. "Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembuatan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan". fasilitas lainnya: perkantoran. M. 2. hasil pembersihan saluran terbuka umum. dan trotoar. pelabuhan.2. jalan. danau. sekolah. Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994).Sc. sampah konsumsi." (Ecolink. rumah tahanan/penjara.1 Berdasarkan sumbernya Sampah alam. taman.tidak terurai (undegradable) . Penggolongan Sampah 2.dapat diurai (degradable) dan sampah anorganik . fasilitas sosial: rumah ibadah. pantai. sampah pertambangan. puskesmas.2. pertokoan. Dr. seperti sungai. 1996).2.2 Berdasarkan sifatnya Sampah organik . (Tandjung. pasar. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. "Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. sampah nuklir. "Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi. tempat hiburan.2. bandara. klinik. restoran. 2. sampah manusia. kegiatan komersial: pusat perdagangan. hotel. industri. sampah industri. halte kendaraan umum.

Sedangkan untuk mendapatkan data sekunder dilakukan kajian pustaka dari beberapa literature yang relevan.3. penulis juga membawa alat tulis. Selain itu. Instrumen Pengamatan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya handphone yang dipergunakan untuk mengambil gambar dan merekam video wawancara yang dapat mendukung penelitian ini.3. Untuk mengetahui pengaruh pembuangan sampah terhadap kesehatan warga yang bermukim di sekitar TPA Gunung Panggung di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban maka dilakukan juga wawancara public secara langsung dengan penduduk di daerah Gedongombo dan wawancara dengan pemungut sampah yang ada di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2009 di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. 3. dan buku catatan untuk mencatat informasi serta data-data yang ada. Metode Pengamatan Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung sambil mengambil gambar proses pembuangan sampah di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban untuk memperoleh data primer. 3. . Semua data tersebut dipergunakan sebagai tolok ukur dan parameter keberhasilan pengamatan yang kami lakukan.2.

Diagram dari Hirarki Limbah. Hirarki Sampah .2.1.2.1 Upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mengolah sampah 4.2. yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang .2.1 Metode Daur ulang Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Kremasi merubah sampah menjadi panas. 4. 4.4. 4. Pendidikan dan Kesadaran Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Pembakaran Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah.2. Cara Mengolah Sampah Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya. Jenis-Jenis Sampah Secara umum.1. Metode Pembuangan Sampah A. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yang melibatkan temperatur tinggi baisa disebut "Perlakuan panas".2.2.1.1.2.1.2. metode ini adalah metode paling populer di dunia.hirarki limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi sampah. 4. uap dan abu. Metode Pengolahan Sampah 4.2. contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali.1.2. Penimbunan darat Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah. yaitu sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Beberapa yang paling umum. yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah.1. Pengelolaan Sampah untuk meminimalisir sampah yang ada di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban 4. 4.1. banyak-konsep yang digunakan adalah: 4. antara negara-negara atau daerah. .1. Pengolahan Kembali Secara Fisik Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang . sampah padat dapat dibagi 2. menggunakan kembali sampah dan daur ulang. B.2. gas.

Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai . . Metode Penghindaran dan Pengurangan Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk . baik masyarakat maupun pemerintah.4. mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) . atau dikenal dengan istilah pengkomposan. seperti zat tanaman .3. Pemanfaatan Sampah dapat Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak.2. 4.3.2.2.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. memperbaiki barang yang rusak . Pemulihan energi Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar. sisa makanan atau kertas .dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama.2. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebagai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ).2. Keikutsertaan kita/masyarakat dalam mengelola sampah merupakan cara terbaik memecahkan permasalahan sampah. 4. Metode Pengolahan Biologis 4. bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos. 4. Pengkomposan Material sampah organik . atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah".2.2.2. atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).2.1.4.2.2.

Dampak terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. tifus.demam berdarah. dan lain-lain. Dampak yang Timbul dari Pembuangan Sampah di Kabupaten Tuban 4. Dampak Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan Pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia.2. 4.2. .karena cacing pita dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum atau makanan. 4.2.2. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan. 4.4. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai. Dampak negatif pembuangan sampah sembarangan terhadap kepariwisataan adalah mengurangi keindahan dan menyebarkan bau tak sedap. Keadaan Sosial dan Ekonomi Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat.2.3. seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air.4.4.2.2.4. Potensi Bahaya Kesehatan yang Dapat Ditimbulkan oleh sampah Penyakit diare. 4. drainase.4. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap.2.1. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.1. Dampak terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. baik langsung maupun tidak langsung.4. jembatan.4. kolera.4.jamur .

Contoh : Kotoran hewan dan dedaunan dapat dijadikan pupuk kompos. Contoh : bungkus makanan plastic dapat diolah menjadi tikar. Jika didaur ulang dan dijual masih dapat menghasilkan uang.Diagram ada tidaknya pemisahan sampah di SMP Negeri di Kecamatan Tuban 43% 57% IDAK Tida ADA k ada ADA 4. recyle. Dapat di buat kompos. . dan re-use). Alat untuk berinspirasi yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.2. Pengolahan Sampah di Luar Negeri Di tahun terakhir.4. Selandia Baru.2. Contoh : Membuat kerajinan dari botol plastic ataupun bungkus makanan plastic.4. Australia. Contoh : Industri rumahan yang memproduksi souvenir pernikahan dari sampah plastic.5. Sebagai contoh. pemerintah Jepang sedang bekerja ke arah suatu target pengurangan timbunan sampah sebanyak 75%. dan Jepang. Austria. diantaranya sebagai berikut : Sebagai tempat lapangan kerja untuk para penggangguran. Dampak Positif Dampak positif yang timbul dari pembuangan sampah bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Sebagian besar fokus dari program ini pada 3R (reduce.6. 4. telah ada suatu aturan tentang prakarsa manajemen sampah padat yang dilakukan oleh negara-negara Eropa.

7 14. 4. Sampah organik diambil oleh truk yang memiliki drum berputar dilengkapi pisau pencacah dan mikroba perombak bahan organik.9 18. Material anorganik yang masih bisa didaur ulang dipisahkan.6 36. jenisnya terdiri dari rectangular tankage dan inclined flow reactor. cells in series. Kantong sampah terbuat dari bahan yang bisa didaur ulang. sedangkan kantong sampah anorganik berwarna cokelat. baik yang diberi aerasi atau aerasi alami.Bin reactor.2 15. dan complete mix. Sampah daun Sampah sayur dan buah Kertas Tekstil Kotoran Macam-macam Total nilai kalor Tabel 1. Jenis Sampah Persentase (%) 17 43 3 5 12 2 Nilai Kalor (MJ/Kg) 5. . Kantong sampah organik biasanya berwarna hijau.106 468 1. 6. 2. Adapun kantong sampah barang merah di lokasi perumahan dan di lokasi umum. 7. khususnya Eropa. Komposisi Sampah Organik dan Nilai Kalornya di Eropa. sudah dimulai di rumah tangga. jenisnya terdiri dari disperse flow.1 82 Total Kalor (MJ/ton) 969 6.840 828 362 10. Dan model reaktor yaitu Rotating drum.Model non reaktor yaitu Agitated solid bed (windrow). baik yang diberi aerasi atau tidak diberi aerasi.573 1. sedangkan yang tidak bisa didaur ulang dibakar menggunakan incinerator. yaitu menggunakan model reaktor dan non-reaktor (di tempat terbuka atau hanya bagian atas tertutup atap). No.8 6. yaitu dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.Umumnya pengelolaan sampah di luar negeri. 3. Cara pengolahan sampah organik pada dasarnya ada 2 macam. Sampah-sampah itu diangkut ke ruang pengolahan (komposting). Dengan cara ini pencampuran dapat dilakukan secara efisien dan merata karena volume sampah tidak begitu besar serta drum tersebut berputar dengan konstan.Static soil bed. Warna kantong dibedakan antara sampah organik dan anorganik. 5.

semua mobil truk sampah tersebut akan mengisi ulang baterai Lithium dengan kapasitas 40 KWh yang digunakan untuk menjalankan truk tersebut. Dari EfW ini.4.2.4.2. Sampah yang didapat dari tempat tempat sampah yang dibuat khusus/ terpisah (Split Bin) akan diangkut dengan truk ini kemudian di bawa ke tempat untuk menghasilkan energi listrik dari sampah yang diberi nama ³Energy from Waste´ (EfW).karena kelebihan gundukan sampah dibagi-bagikan kepada masyarakt secara gratis kemudian di olah oleh warga dan di jual. tepatnya di kota Huddersfield setidaknya tidak menimbulkan polusi baik udara maupun suara karena truk ini menggunakan tenaga listrik untuk mengangkut sampah di lingkungannya sumber listrik di dapat dari sampah.4. 4.dari sampah organik.4.6. semua sampah akan didaur ulang (dibakar) yang kemudian akan menghasilkan tenaga listrik. Transportasi sampah di Luar Negeri dan Indonesia Salah satu wilayah di India bernama Ahmedabad melengkapi armada truk pengangkut sampah dengan teknologi GPS (Global Positioning System) yang bisa mengoperasikan 35 unit truk sampah. Surabaya (Sukolilo) Pengolahan sampah hampir sama dengan Jakarta tetapi di Surabaya juga menggunakan incinerator dari Inggris.2.1. 4.4. Truk sampah di Inggris.6. Dan dari sinilah. 4. Daerah lainnya Pengolahan sampah dengan cara tumpukan secara profesional dan dilengkapi unit pengolah sampah ada juga yang sampahnya di buang ke lembah .selain itu ternak warga dapat dilepas secara bebes untuk mencari makanan di TPA.2.4.1. Truk pengangkut sampah yang telah terinstal teknologi GPS ini akan beroperasi di zona-zona yang menjadi bagian khusus dari proyek pembersihan lingkungan.2.1. Solo (Mojosongo) Pengolahan sampah di Solo sangat menarik.6.1.2.1.4.6.1. DKI Jakarta (Bantar Gebang) Pengolahan sampah menggunakan drainage untuk menampung air buangan ke dalam Instansi pengolahan air sampah.3. 4.6.

hendaknya turut peduli akan pembuangan limbah ataupun sampah. sisa dari pengolahan pabrik. Kesimpulan Dari hasil penelitian tersebut. 2. Sekolah. Dapat juga dengan mengadakan lomba kebersihan antar kelas.2 Saran Untuk meminimalisir dampak dari pembuangan sampah di lingkungan Kabupaten Tuban semua masyarakat di lingkup Kabupaten Tuban harus turut serta. 6. . diolah menjadi barang yang dapat digunakan kembali atau dijual untuk digunakan ulang oleh orang lain. anorganik. Masyarakat di lingkungan Kabupaten Tuban harus ikut serta untuk membersihkan lingkungan mulai dari rumah masing-masing dan sadar akan kebersihan lingkungan dari dalam hati. Mulai dari Pemerintah. yakni mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 5. Pemerintah harus menertibkan pembuangan sampah yang ada di Kabupaten Tuban dengan cara membuat Peraturan mengenai pembuangan sampah dan memberikan denda kepada siapapun yang melanggar. 4. 5. Pemerintah juga harus bekerja sama dengan pihak terkait.1. 3. Masyarakat. Pihak sekolah harus membuat peraturan mengenai pembuangan sampah dan harus menyediakan tempat sampah organik. 2. Bagi semua investor yang ada di Kabupaten Tuban. Rasa kesadaran masyarakat di lingkungan Kabupaten Tuban terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. langkah penanganan sampah di tingkat rumah tangga ± Dipilah : pisahkan sampah yang mudah busuk dan sampah yang tidak mudah busuk ± Dibuat kompos : sampah yang mudah busuk seperti bekas makanan dan sayur sayuran dapat diolah menjadi pupuk kompos. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pemerintah harus memberikan dana untuk menangani pembersihan lingkungan. Selain itu pengolahan sampah seharusnya dengan cara yang sebaik-baiknya tidak lepas dari perhatian Pemerintah. dengan membeli alat untuk mengolah sampah yang lebih modern.5. ± Didaur ulang : sampah yang tidak mudah busuk dapat digunakan kembali. Pengolahan sampah dapat meminimalisir dampak negatif dari sampah tersebut. Cara-cara di antaranya: 1. logam/kaca sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah mengadakan sosialisasi atau penyuluhan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Tuban mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan Pemerintah juga harus mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. dan investor hendaklah peduli akan lingkungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful