P. 1
Melilit Dan Membongkar Kumparan

Melilit Dan Membongkar Kumparan

|Views: 4,294|Likes:
Published by heryboa

More info:

Published by: heryboa on Nov 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

KODE MODUL M.PTL.

HAR 006 (1) A 01

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK

MELILIT DAN MEMBONGKAR KUMPARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Modul PTL.HAR 006 (1) A

i

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL M.PTL.HAR 006 (1) A 01

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN PROGRAM KEAHLIAN PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK

MELILIT DAN MEMBONGKAR KUMPARAN

Tim Penyusun: 1. Drs. Setyo Budi Santoso 2. Drs. Suyanto 3. Drs. M. Kharis

Tim Fasilitator: 1. Drs. Edy Burnawi Tji Han 2. Drs. Sudarsono, MT 3. Wiono, S. Pd

Modul PTL.HAR 006 (1) A

ii

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL.HAR 006 (1) A

iii

Rekayasa Perangkat Lunak. Tekni Industri Kayu). Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan. Kriya Kulit. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi). Tata Busan. Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu. Teknik Distribusi. Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan). para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari berbagai perguruan Tinggi. Budidaya Ternak Ruminansia. Teknik Pembentukan. Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan programprogram keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium. Teknik Elektronika Industri). Teknik Gambar Mesin. sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Teknik Komputer dan Jaringan). Teknik Pemesinan). Kriya Logam Kriya Tekstil). Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio. Teknik Mesin (Mekanik Otomotif. dan berbagai sumber referensi yang iv Modul PTL. Kriya Keramik. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). dan program Normatif Bahasa Indonesia. Teknik Bodi Otomotif.KATA PENGANTAR Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya. Pengendalian Mutu). Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri. Budidaya Tanaman.HAR 006 (1) A . Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Teknik Bangunan (Gambar Bangunan. Diharapkan modul-modul ini digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI). Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK. Pengecoran Logam. Teknik Konstruksi Batu Beton. Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia.

para nara sumber dan fasilitator. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu.HAR 006 (1) A v . para akademis. Desember 2005 a. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. Jakarta. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua.digunakan baik dari dalam dan luar negri. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat menengah yang handal. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. tenaga. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. MM NIP 131415680 DAFTAR ISI Modul PTL.n. Joko Sutrisno.

...................................................................................................................................................................... Kegiatan Belajar 1....................................... .............................................................. MEKANISME PEMELAJARAN ........................... GLOSSARY ................ 8 A.............. 8 B...................................................... .................................................. Kompetensi F.. Rencana Belajar Peserta Diklat ................ 3.......... Tujuan Akhir E..............................KATA PENGANTAR ................. 22 Merakit Kumparan Pada Peralatan Listrik 1... D. 19 19 Kunci jawaban ... 22 23 31 vi Cara Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Induksi 1 Phasa .......... PETA KEDUDUKAN MODUL .................................................... 9 Merencanakan dan Mempersiapkan Pekerjaan Kegiatan Belajar 2.................. .. C.................................. I PENDAHULUAN ...............................................................................................................................................HAR 006 (1) A ............. ................................................ Cek Kemampuan BAB......................................... B.............. Prasyarat ......................................... Petunjuk Kedudukan Modul ......................................................................................................................................................................... 15 Membongkar Kumparan Pada Peralatan Listrik Test formatif ................................... .............................. A....................................................................................... ......................................... Modul PTL.. 2.......................... Deskripsi .............................................................................. i iii v vi vii 1 1 1 2 2 3 6 BAB........................ Motor Induksi Tiga Phasa dengan sistem satu jalan ( Single layer ) .......... Bentuk Kumparan Stator ........ Kegiatan Belajar 3........................................ ................. II PEMELAJARAN .......... DAFTAR ISI .........

Kegiatan Belajar 4......................................... A................................................................ Lembar Kerja Melilit Motor Induksi Tiga Phasa ................ DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... Kunci jawaban praktik ...................................................Rangkuman ............................... Test tertulis B.................................................. Test Praktik C.. III EVALUASI ...... Kunci jawaban praktik ..HAR 006 (1) A vii . IV PENUTUP ....................................... BAB........... 50 Memeriksa dan Melaporkan Penyelesaian Pekerjaan Lembar Kerja memeriksa hasil pekerjaan ................................... 58 56 59 60 52 54 Modul PTL............................... BAB.... 39 40 43 Lembar Kerja Melilit Motor Induksi Satu Phasa ...... ................................................................................................

026 PTL.HAR.HAR.001 PTL.HAR.KON.004 PTL.002 PTL.HAR.006 PTL.008 PTL.HAR.HAR.009 TAMATAN SMK PTL.HAR.HAR.001 PTL..OPS.OPS.005 PTL.007 PTL.OPS.OPS.OPS.OPS.006 PTL.KON.008 PTL.HAR.011 PTL.003 PTL.003 Modul PTL.005 PTL.012 PTL.001 PTL.HAR 006 (1) A v .KON.HAR004 PTL.PETA KEDUDUKAN MODUL PTL.KON.HAR.002 PTL.002 PTL.007 PTL.HAR.006 PTL.KON.

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul PTL.HAR 006 (1) A i .

GLOSSARY ISTILAH Alur/slot Centrifugal Switch Consentric Winding Double Layer Winding Generator Lap Winding Motor Pulley Remover Single Layer Winding Stator Winding Machine merupakan kumparan sakelar pada motor yang proses kerjanya atas dasar gaya cenfrifugal. I PENDAHULUAN A. satu lapis dalam satu alur terdapat satu kelompok kumparan. bagian dari motor atau generator yang berputar alat menggulung kumparan KETERANGAN lubang–lubang untuk tempat BAB. kumparan jerat atau spiral bagian mesin listrik yang berfungsi mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanis alat yang dipakai untuk melepas pulley atau bearing. kumparan konsentris/sepusat dua lapis dalam satu alur terdapat dua kelompok kumparan. bagian mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.HAR 006 (1) A ii . Deskripsi Modul PTL.

2. Kegiatan belajar 1 adalah tentang Merencanakan dan Mempersiapkan Pekerjaan. yaitu: 1.HAR 006 (1) A iii . 6. Dengan menggunakan modul ini diharapkan peserta diklat dalam menggulung ulang stator dari motor induksi 1 fasa maupun 3 fasa. Kegiatan Belajar 2 berisi tentang membongkar kumparan pada peralatan listrik. 5. C. Kegiatan Belajar 3 berisi tentang merakit kumparan pada peralatan listrik. Prasyarat Untuk dapat mengerjakan modul pemelajaran yang berjudul “MELILIT DAN MEMBONGKAR KUMPARAN” hendaknya peserta diklat harus memiliki kemampuan awal. Modul PTL. 3.Modul melilit dan membongkar kumparan merupakan modul yang memiliki ruang lingkup cara membongkar dan menggulung ulang stator motor listrik arus bolak balik 1 phasa dan motor induksi 3 fasa. sedangkan pada kegiatan belajar 4 berisi tentang memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. Peserta diklat menguasai teori–teori dasar listrik arus bolak–balik Peserta diklat menguasai rangkaian seri/paralel beban Peserta diklat menguasai rangkaian magnetis Peserta diklat menguasai prinsip konversi energi Peserta diklat menguasai rangkaian listrik 3 fasa Peserta diklat terampil menggunakan alat–alat kerja tangan pada pekerjaan kerja bangku dan montase. Modul ini terdiri dari 4 kegiatan belajar. Pahamilah terlebih dahulu lembar informasi sebelum mempelajari lembar kerja. Petunjuk Penggunaan Modul Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal maka dalam menggunakan modul ini peserta diklat harus memperhatikan langkah–langkah sebagai berikut: 1. 4. B.

HAR 006 (1) A iv . D. oleh karena itu disarankan untuk melakukan langkah demi langkah pada lembar kerja bersama kelompok kecil. 4. Melilit ulang motor induksi 1 fasa maupun 3 fasa. Modul PTL. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini peserta dapat: 1. Prasyarat belajar modul ini harus benar benar dipenuhi. sehingga akan terjadi interaksi dan diskusi tentang pemahaman materi dengan baik. Apabila belum paham maka diskusikan dengan teman atau tanyakan kepada instruktur lembar kerja dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman teori. Memilih dan mengukur penambang kawat/kawat yang digunakan untuk belitan–belitan motor induksi 1 phasa maupun 3 phasa.2. 2. Melepas tutup gandar/stator motor arus bolak balik 1 phasa maupun 3 fasa. 3. agar tidak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan. Melepas kumparan–kumparan stator yang telah rusak/terbakar 3.

A DURASI PEMELAJARAN : 200 Jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI A 1 B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 KONDISI KINERJA Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya: Kebijakan yang berlaku diperusahan harus dipatuhi Peralatan dan sarana yang terkait untuk pelaksanaan harus disediakan Dalam melakukan pekerjaan ini harus diperhatikan SOP yang berlaku ditempat kerja serta peraturan keselamatan kerja yang berlaku diperusahaan harus dipatuhi KRITERIA KINERJA Prinsip kerja dan sirkit komponen dipelajari sesuai dengan manual Penguraian dan perlakitan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti Kebutuhan bahan dan peralatan diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja LINGKUP BELAJAR Meliputi pengatahuan keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan pembongkaran dan penggulungan kumparan pada peralatan listrik serta pengatahuan dan keterampilan pendukung yaitu Kesehatan dan keselamatan kerja serta penggunaan perkakas.006(1).HAR 006 (1) A 5 .HAR. KOMPETENSI KOMPETENSI : Melilit dan membongkar kumparan KODE : PTL. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP Mentaati kebijakan dan prosedur K3 yang dipersyaratkan dalam melilit dan membongkar kumparan PENGETAHUAN Mempelajari prinsip kerja dan sirkit komponen peralatan listrik Memahami kebijakan dan prosedur K3 dalam melilit dan membongkar kumparan peralatan listrik Mengidentifikasi kebutuhan bahan dan peralatan yang diperlu-kan untuk melilit dan membongkar kumparan KETERAMPILAN Membuat rencana pekerjaan melilit dan mem-bongkar kumparan Memilih dan menyiapkan bahan dan perlaatan yang dibutuhkan dalam melilit dan membongkar kumparan Menyiapkan tempat/ ruang untuk pelaksana-an pekerjaan melilit dan mmebongkar kumparan SUB KOMPETENSI Merencanakan dan mem-persiapkan pekerjaan Modul PTL.E.

Meliputi pengatahuan keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan pembongkaran dan penggulungan kumparan pada Mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam pengecekan dan pengu-kuran Menggunakan peralatan yang sesuai dengan ketentuan dalam prosedur Mengikuti urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Memahami penggunaan peralatan dan urutan kerja dalam melilit dan membongkar kumparan Melakukan pengecekan dan pengukuran dalam keadaan rangkaian ter-isolasi Membongkar rangkaian kelistrikan dan kumpar-an Merakit kumparan pada peralatan listrik Mengikuti prosedur pe-meriksaan kumpran yang ditetapkan Memahami cara meme-riksa kumparan yang akan dipasang Memahami tata urutan perakitan kumparan Memeriksa kumparan yang akan dipasang Merakit kumparan per-alatan listrik Modul PTL.HAR 006 (1) A 6 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Tempat/ruang kerja diper-siapkan dengan mempertimbangkan K3 Kebijakan dan proses K3 di-pernuhi sesuai dengan per-syaratan pekerjaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Mebongkar kumparan pada peralatan listrik Rangkaian sirkit dalam keada-an terisolasi (jika diperlukan) melalui prosedur pengecekan dan pengukuran yang telah ditetapkan. Rangkaian kelistrikan dan kumparan dibongkar dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Kumparan yang akan di-pasang diperiksa sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang ditetapkan Kumparan dirakit sesuai dengan tata urutan perakitan Meliputi pengatahuan keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan pembongkaran dan penggulungan kumparan pada peralatan listrik serta pengatahuan dan keterampilan pendukung yaitu Kesehatan dan keselamatan kerja serta penggunaan perkakas.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA yang ditetapkan LINGKUP BELAJAR peralatan listrik serta pengatahuan dan keterampilan pendukung yaitu Kesehatan dan keselamatan kerja serta penggunaan perkakas. Meliputi pengatahuan keterampilan dan sikap kerja yang berkaitan dengan pembongkaran dan penggulungan kumparan pada peralatan listrik serta pengatahuan dan keterampilan pendukung yaitu Kesehatan dan keselamatan kerja serta penggunaan perkakas.HAR 006 (1) A 7 . MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Memeriksa dan melapor-kan penyelesaian pekerjaan Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan/menjam im bahwa perakitan dan pengu-raian komponen listrik/ elektronika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Penyelesaian pekerjaan dila-porkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Mengikuti prosesur pe-laporan penyelesaian pekerjaan Memahami cara mem-buat laporan penyele-saian pekerjaan Melakukan pemeriksaan akhir penyelesaian pekerjaan melilit dan mem-bongakr kumparan Membuat laporan penyelesaian pekerjaan Modul PTL.

Generator adalah bagian dari mesin listrik yang berfungsi untuk merubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. 4. Motor AC 3 phasa mempunyai alur 24 berkutup 2 tahap ganda. Motor phasa belah.m 2.2 2. 4. Kunci Jawaban 1. belitan utama mempunyai luas penampang kawat yang lebih besar dan jumlah lilitan kawatnya lebih banyak dari belitan bantu.F. Buatlah daftar lilitannya.24   24 2p 2 360 o r 360 o r   15o r G 24 kar  kal  Kar. Macam–macam motor Asymcroon satu phasa adalah sebagai berikut: a. b. Motor AC 2 phasa G = 24. Motor kapasitor Motor Universal Motor kutub bayangan. d. Jelaskan perbedaan antara motor dengan generator Bagaimana dengan belitan utama dan belitan bantu pada motor 2 phasa Sebutkan macam – macam motor Asinkron 1 phasa. tahap ganda Buat daftar lilitannya: p  q k G 24   12 2p 2 -----------> Langkah 1 . 2p = 2. c. 2. p  15o. 2. Belitan bantu dan belitan utama adalah dimiliki oleh motor AC 1 phasa. 3. Motor adalah bagian dari mesin listrik yang berfungsi untuk merubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik.G 2. CEK KEMAMPUAN 1.1  15o Listrik 120 o 120 o Kp   o 8 Kal 15 .13 -----------> 6 kumparan tiap kelompok -----------> 12 sisi kumparan tiap kutub 24 G  6 2 p. 3.

3 160 2 0.40 100 3 0. 1. Soal no.3 180 Apabila peserta diklat dapat menjawab pada soal cek kemampuan diatas 80% maka peserta dapat langsung mengerjakan soal–soal evaluasi/uji kompetensi PENILAIAN Nilai Akhir= ∑ (bobot x skor) Ket: 1.DAFTAR LILIT Kumparan Utama U1 4 3 2 1 24 23 22 21 4–9 3 – 10 2 – 15 1 – 12 24 – 13 23 – 14 22 – 15 21 – 16 9 10 11 12 13 14 15 16 U2 Data Sambungan KU : 12 – 24 KB : 18 – 6 Kumparan Bantu B1 8 7 6 5 8 7 6 5 – – – – 17 18 19 20 17 18 19 20 B1 Kumparan Utama Kumparan Diameter Jumlah Kawat Lilitan Nomor 1 0. 4 berbobot 4 .40 100 4 0. Soal no.40 100 Kumparan Bantu Kumparan Diameter Jumlah Kawat Lilitan Nomor 1 0.40 100 2 0. 2 dan 3 berbobot 2 2.

BAB. II PEMELAJARAN A. Merencanakan dan mem-persiapkan pekerjaan 2. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Kompetensi Sub Kompetensi : Melilit dan Membongkar Kumparan : 1. Memeriksa dan melapor-kan penyelesaian pekerjaan Kompetensi Sub Kompetensi Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Pencapaian Alasan Perubahan Disetujui Oleh Guru . Merakit kumparan pada peralatan listrik 4. Mebongkar kumparan pada peralatan listrik 3.

Motor phasa belah Motor kapasitor Motor kutub bayangan Dan lain-lain. 3. Tujuan Kegiatan Pemelajaran Setelah mempelajari dan melaksanakan modul ini. Uraian materi Pada lembar kegiatan belajar 1. b. kita perlu merencanakan dan mempersiapkan motor-motor jenis apa yang akan kita bongkar atau kita lilit. . 4. Sesuai dengan namanya.KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. kita akan mempelajari mengenai bagaimana cara merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. maka motor jenis ini memerlukan sumber tegangan bolakbalik tiga phasa. Sedangkan motor induksi tiga phasa (Three phase induction motor) juga disebut dengan poly phase induction motor adalah suatu motor listrik yang mempunyai 3 buah kumparan stator yang dipasang pada keliling stator yang letaknya masing-masing bergeser 120o listrik maupun mekanik. 2. peserta diklat diharapkan: 1. Dalam hal ini. Untuk pekerjaan ini kita merencanakan dan menyiapkan jenis motor-motor induksi satu phasa dan motor induksi tiga phasa. Kita memilih jenis motor jenis ini banyak dimanfaatkan dilingkungan industri maupun pemakaian di masyarakat. Dapat merencanakan kebutuhan alat untuk membongkar motor listrik satu phasa maupun tiga phasa Dapat mempersiapkan motor AC satu phasa maupun tiga phasa. Secara teoritis motor induksi satu phasa dapat kita bedakan menjadi: 1. 2. Merencanakan Dan Mempersiapkan Pekerjaan a.

Hal semacam ini dapat dihitung dari: Ns  F .Konstruksi motor induksi satu fasa dan motor induksi tiga fasa terdiri dari 2 bagian utama yaitu: 1. Karena rotor jenis ini. maka statornya akan membawa belitan tiga fasa yang diumpan dengan penyedia tegangan tiga fasa. pada motor induksi adalah paling sederhana dan kuat rotor jenis ini dibuat dari baja silicon dan terdiri dari inti yang berbentuk silinder yang sejajar dengan alur/slot dan diisi dengan tembaga atau alumunium yang berbentuk batangan. 60 p Ns = Putaran sinkron F = Frekuensi jala–jala P = Jumlah pasang kutub 2. b. dimana diumpan dari penyedia tegangan satu fasa sedangkan untuk motor jenis tiga fasa. Rotor Belit . maka statornya akan membawa belitan satu fasa. Pada stator terdapat susunan kawat yang dimasukkan kedalam alur untuk menerima belitan stator dari motor akan membawa belitan menurut jenis motornya misalkan motor satu fasa. Jumlah kutub dari suatu motor akan menentukan lambat cepatnya putaran suatu motor. Makin banyak jumlah kutub yang terpasang maka makin lambat putaran yang dihasilkan sedangkan apabila jumlah kutubnya makin sedikit maka putaran yang dihasilkan makin cepat. Rotor Rotor dari motor induksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a. Stator Secara prinsip stator motor induksi adalah sama dengan stater motor sinkron maupun generator. Rotor Sangkar Secara umum hampir 90% dari motor induksi banyak menggunakan rotor dengan jenis ini.

tutup stator. maka slip ring secara otomatis terhubung pendek. 2. Apabila motor ini bekerja pada kondisi normal. Rangkuman Didalam kegiatan ini diharapkan betul–betul mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Motor phasa belah Motor kapasitor Motor kutub bayangan . Selain dua bagian utama tersebut motor induksi juga mempunyai konsturksi tambahan antara lain rumah stator. Ketiga sikat ini secara eksternal dihubungkan ke suatu reostat yang membentuk bintang.Rotor ini memiliki belitan–belitan kawat jadi kalau didistribusikan maka motor jenis ini juga dapat kita fungsikan sebagai alternator (generator) dengan demikian pada rotor ini akan memiliki kutub– kutub pada stator belitan internal rotor dari motor ini dihubungkan secara bintang (tiga fasa) kemudian terminal belitan tersebut dikeluarkan dan disambungkan ke tiga buah slip ring terisolasi yang diletakkan pada poros motor dengan sikat diatasnya. Sehingga ring diatas tangkai terhubung bersama oleh suatu logam yang tertekan selanjutnya secara otomatis sikat tersebut terangkat dari slip ring yang berfungsi untuk mengurangi rugi–rugi gesekan. kipas dan terminal hubung. 3. Reostat pada motor ini berfungsi untuk meningkatkan torsi asut motor pada saat periode pengusutan. Pembagian motor induksi satu phasa 1. c.

2. Rotor belit Rotor sangkar d. apabila komposisi silicon ditambah? . Apa yang terjadi. Rotor pada motor listrik dapat dibagi menjadi: 1. Apa yang terjadi apabila jumlah kutub suatu motor diubah? Komposisi dari stator adalah terdiri dari 94% baja dan 6% silicon. Rotor Secara prinsip rotor adalah bagian dari motor listrik yang berputar. Test Formatif 1. 2.Stator Secara prinsip stator adalah bagian dari motor listrik yang tidak berputar disamping itu pada stator terdapat alur–alur yang berisi kumparan–kumparan kawat.

Tang kombinasi 11. Lembar Kerja Persiapan Pekerjaan 1. Gunakanlah pakaian Praktik 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah . Apabila komposisi dari silicon (karbon) ditambah. maka yang terjadi stator tersebut akan rapuh dan mudah untuk pecah serta nilai fluksi magnet yang dihasilkan akan bertambah. Kunci Jawaban 1. Kertas gosok (halus) 4. 5. Keselamatan Kerja 1.5 Kg Palu karet Penitik Tang potong Tang lancip 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 10. Snap tang 2. 6. Obeng kembang dan pipih (sedang) Kunci pas Kunci ring Tracker Martil (palu) besi 0. 2. 2.e. 8. Motor induksi 1 fasa 2. 7. f.Bila Jumlah kutub ditambah maka yang terjadi putaran rotor yang dihasilkan akan berkurang. Grease (stempet) 3. 9. Bahan 1.Bila jumlah kutub pada motor dikurangi maka yang terjadi putaran dari motor akan bertambah. 3. 4. . Alat 1. Motor induksi 3 fasa 3. .

Persiapkan kebutuhan alat 4. Pakailah pakaian praktik 2. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya 4. Langkah Kerja 1. 3. Persiapkan kebutuhan bahan . Hati–hati melepas rotor agar supaya tidak merusak kumparan stator 5.2. Hati–hati dalam melakukan praktik 4. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. Bacalah dan pahami modul 3. Hindarkan bagian–bagian motor dari kotoran (debu) 6.

iv. iii. Uraian materi Pada lembar kegiatan belajar 2. kita mempelajari bagaimana cara membongkar kumparan pada peralatan listrik khususnya kumparan stator pada motor induksi satu phasa maupun tiga phasa (seperti gambar 5) . Membongkar Kumparan Pada Peralatan Listrik a.Kegiatan Belajar 2. v. Tujuan kegiatan pemelajaran Setelah mempelajari dan melaksanakan modul ini. ii. peserta diklat diharapkan: i. Dapat memilih motor ac satu phasa maupun tiga phasa yang akan dibongkar Dapat melepas pulley Dapat melepas kipas Dapat melepas mur dan baut pengikat motor Dapat melepas kumparan-kumparan stator pada motor AC satu phasa maupun tiga phasa b.

Gambar 1 Gambar 2 Melepas Pulley .

Gambar 3 Melepas Mur & Baut Pengikat Gambar 4 Melepas Rotor & Stator .

3. 4. Obeng kembang dan pipih (sedang) Kunci pas Kunci Ring Tracker Martil (Palu) besi 0.Gambar 5 Melepas Kumparan–Kumparan Stator c. 8.5 Kg Palu Karet Penitik Tang Potong Tang Lancip 1 Buah 1 Set 1 Set 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 10. Peralatan yang dibutuhkan 1. Tang Kombinasi 11. 7. 6. 2. 5. 9. Rangkuman Dalam membongkar kumparan suatu motor diperlukan ketelitian dan ketelatenan. Pasau . Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan yang kita kerjakan menghasilkan pekerjaan yang baik. Snap Tang 12.

b. Langkah urutan melepas rotor dan kumparan Melepas pasak/spey untuk puley Melepas puley Membuat tanda kesejajaran Membuka baut Membuka/melepas tutup penopang Mengeluarkan rotor dari rumah stator Melepas pasak bambu pada alur–alur stator Melepas belitan–belitan kawat pada alur stator. d. Motor induksi 1 phasa Motor induksi 3 phasa Kertas gosok Grease (stempet) 1 buah 1 buah 1 lembar secukupnya d. 2. maka akan menjadi sulit dan disamping itu akan menyebabkan menimbulkan gesekan pada inti dengan stator. g. Sebab apabila rotor dalam keadaan kotor pada waktu memasang kembali. 3. Apakah tujuan kita harus memberi suatu tanda pada kedua tutup untuk rumah stator dan kepala kumparan pada saat kita membongkarnya? Apakah tujuan kita membersihkan rotor dari kotoran? Bagaimana langkah–langkah urutan yang benar untuk melepas rotor pada rumah stator yang aman dan benar dan melepas kumparan– kumparan stator? e. 3. 2. Akhirnya kembali pada posisi semula. Test Formatif 1. f. c. Kunci Jawaban 1. 3. e. . Agar pada waktu pemasangan kembali kedua tutup dan As rotor tidak tertukar letaknya serta untuk memudahkan pemasangan mur baut. 4. h. 2. a.Bahan 1.

Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya Hati–hati melepas rotor agar supaya tidak merusak kumparan stator Hindarkan bagian–bagian motor dari kotoran (debu) Hati–hati dalam melakukan praktik Lepaskan pasak (kunci. Gunakanlah pakaian Praktik Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. 2. 8. 6. 3. Lembar Kerja 1. . Motor induksi 1 fasa Motor induksi 3 fasa Kertas gosok (halus) Grease (stempet) 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah Keselamatan Kerja 1. 2. 7. Snap tang 2. 5. Langkah Kerja 1. Bahan 1. Alat 1. 3.5 Kg Palu karet Penitik Tang potong Tang lancip 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 10. spey. 3. 4. 4. 3. 9. Tang kombinasi 11. 4. 2. 2. 6. sekrup) Lepaskanlah puley dengan menggunakan tracker Buatlah tanda kesejajaran dengan menggunakan penitik 4. Obeng kembang dan pipih (sedang) Kunci pas Kunci ring Tracker Martil (palu) besi 0. 3. 5.f.

9. Bukalah baut (ikatan) tutup stator (end plate) Lepaskanlah tutup stator Keluarkanlah rotor dari dalam stator Amatilah bagian–bagian dari motor dengan teliti Pasanglah kembali dengan urutan langkah sebaliknya waktu melepas dengan benar. Pastikanlah rotor berputar secara bebas atau ringan yang lain.4. Kerjakanlah langkah kerja 1 sampai 9 untuk motor dengan jenis Kriteria Kelulusan No. 4. 7. Kriteria Aspek kognitif Langkah kerja dan kecepatan kerja Perolehan data analisis data dan interprestasi Keselamatan kerja Skor 1–10 Bobot 2 4 3 1 Nilai Keterangan . 3. 2. 10. 8. 5. 6. 1.

Kegiatan Belajar 3. hal semacam ini adalah tergantung dari cara melilitkannya kedalam alur–alur stator. Kumparan terpusat (concentric winding) seperti gambar 6b. Merakit Kumparan Pada Peralatan Listrik a. Kumparan gelombang (wave winding) seperti gambar 6c. b. c. 5. 2. Dapat menghitung jumlah alur Dapat menentukan penampang kawat yang digunakan untuk melilit kumparan stater Dapat membedakan jenis kumparan Dapat mengapresiasikan rumus untuk melilit stator motor listrik AC/phasa Dapat melilit ulang motor AC satu phasa maupun tiga phasa b. Uraian materi 1. 3. Kumparan jerat atau lilitan bertumpuk (Lap winding juga dapat dinamakan dengan lilitan spiral (seperti gambar 6a). peserta diklat diharapkan: 1. Tujuan kegiatan pemelajaran Setelah mempelajari dan melaksanakan modul ini. Gambar 6 . Bentuk Kumparan Stator Bentuk kumparan stator dari motor induksi 1 fasa dapat dibagi menjadi 3 macam. 4. Bentuk kumparan–kumparan yang dimaksud adalah sebagai berikut: a.

Dengan demikian hal tersebut akan berpengaruh pada nilai arus Iu dan Is yang mempunyai penggeseran fasa 90o listrik (90o el). Kumparan utama mempunyai luas penampang kawat yang lebih besar dan jumlah lilitan yang lebih banyak. Cara menggulung ulang kumparan stator motor induksi 1 fasa Motor–motor induksi 1 fasa pada dasarnya adalah sama dengan motor induksi 2 fasa. Walaupun ada c. Kumparan gelombang/wave winding untuk motor dengan belitan sistem ini banyak digunakan kapasitor besar. Umumnya untuk kelas menengah keatas. Bentuk kumparan jerat Bentuk kumparan sepusat Bentuk kumparan gelombang. juga secara khusus motor–motor dengan kapasitas kecil menggunakan kumparan dengan tipe spesial. yaitu kumparan utama (running winding = RW = RV) dan kumparan bantu (starting winding = SW = RB) kedua kumparan tersebut mempunyai penampang kawat dan jumlah lilitan yang tidak sama. Fungsi dari ketiga jenis kumparan tersebut adalah sebagai berikut: a. c. bahwa pada motor induksi 1 fasa terdapat 2 jenis kumparan. Kumparan jerat (spiral) benyak digunakan untuk motor–motor (generator) dengan kapasitas yang relatif besar. kumparan statornya menggunakan sistem kosentris. Sedangkan untuk kumparan bantu memiliki luas penampang yang kecil dan jumlah lilitannya sedikit. .a. 2. Apabila motor induksi 1 fasa kita suplay dengan tegangan tertentu. Tetapi ada kalanya hal tersebut dibuat hampir sama. b. maka besarnya arus pada kedua buah kumparan tersebut yaitu Iu dan Ip atau dapat kita tuliskan Ir dan Is akan mempunyai nilai yang berbeda. b. Hal semacam ini dapat kita lihat. walaupun secara khusus ada mesin listrik dengan kapasitas yang lebih besar. Kumparan sepusat (concentric) pada umumnya sistem ini banyak digunakan untuk motor dan generator dengan kapasitas kecil.

tidak mungkin akan ditampung pada satu alur stator. Jadi: satu jarak kutub = 1E = 180o eL = G . Sedangkan jarak kutub diberi tanda Tho () dan satu jarak kutub adalah 180o listrik. Untuk itu harus dibagi menjadi beberapa buah alur. maka 360obs = 1 x 360oel P = 2.a. Apabila jumlah pasang kutub suatu motor adalah p. karena langkah 2 p Alur kumparan Yg = 1E.aoeL Apabila jumlah alur pada stator motor induksi 1 fasa ada G alur. maka kisar sudut satu kali keliling stator atau G alur adalah 360o bs. maka langkah kumparan harus sama dengan satu jarak kutub. maka langkah kumparan menjadi: Yg  G 2 p Alur Untuk memperoleh kopel putar yang maksimal. Maka maka 360obs = 2 x 360oel P = 3. Untuk mendapatkan kopel putar yang maksimal. maka diperlukan jumlah belitan yang banyak. Maka maka 360obs = 3 x 360oel Dengan demikian perbandingan antara obs dan oel dapat dituliskan dengan rumus: aobs = p. . Langkah Kumparan Yang dimaksud dengan langkah kumparan adalah sudut kisar yang dibentuk antara kedua sisi kumparan dan diberi dengan tanda huruf Yg.360oeL. Satu jarak kutub adalah kisar sudut antara kutub utara (U) dan kutub selatan (S) yang paling berdekatan. satu keliling stator = 2p jarak kutub atau G alur = 2p jarak kutub. Apabila sebuah motor mempunyai sebanyak G alur adalah = p. maka dapat kita ambil contoh = Untuk = P = 1. maka jumlah kutubnya adalah 2p dan perbandingan antara derajat lingkaran (derajat busur = obs) dan derajat listrik (oel) kita kaitkan dengan kutub.

untuk motor induksi satu fasa yang mempunyai 1 pasang kutub akan mempunyai G kumparan bagian. f n g G 2p. Jumlah Alur per kutub per fasa Apabila jumlah fasa = m. Dari uraian diatas. Untuk motor induksi 2 fasa bergeser fasa. maka masing–masing fasa akan memiliki kumparan bagian sebanyak G/2p. maka harus selalu ditempatkan saling bergeseran tempat. untuk 2 kopel putar (kekuatan putar) adalah 90o eL. maka Yg = 180o eL jadi untuk motor 2 fasa. c. Hal semacam ini bertujuan agar kopel putar yang dihasilkanselaing bergeser fasa.Artinya untuk satu buah alur kumparan akan dibagi menjadi beberapa belitan (kumparan). Menempatkan Kumparan (Pergeseran Tempat) Untuk menempatkan kumparan pada setiap fasa. Apabila banyaknya alur pada setiap kutub untuk masing– masing fasa diberi tanda dengan huruf g. maka jumlah alur untuk setiap kutub tiap fasa menjadi g = G/2p.m alur. Apabila pergeseran tempat tersebut diberikan dengan tanda huruf Yf.m. 2p b. nilai Yf = ½ Yg. Untuk motor induksi satu fasa yang mempunyai satu pasang kutub dengan satu buah kumparan yang terdiri dari beberapa kumparan yang terdiri dari beberapa kumparan bagian dan setiap kumparan bagian membutuhkan dua buah alur stator dengan demikian.m alur. maka dapat diperoleh beberapa rumus yang dapat digunakan untuk membelit motor–motor induksi sebagai berikut: P 60.m Alur Yg  G 2 p Alur Sudut Pasang Kutub: U 45 ° 90 ° . sehingga pada setiap kutub untuk masing–masing fasa akan menempuh alur sebanyak G/2p.

P=1 180o Listrik = 180o radial P=2 180o listrik = 90o radial P=4 180o Listrik = 45o radial Rumus untuk melilit stator motor AC p  G 2p G q 2 p. .P KP  120 O KAL Untuk double layer K  2G 2P P G 2p p q m KAR KAL Kp K = Langkah alur dari sisi kumparan 1 kesisi kumparan 2 = Jumlah alur = Jumlah kutub = Jumlah pasang kutub = Banyaknya kumparan tiap kelompok = Jumlah fasa = Kisar alur dalam derajad radikal = Kisar alur dalam derajad listrik = Kisar fasa = Jumlah sisi kumparan dalam tiap kutub.m K G 2p KAR  360 0 r G KAL  KAR.

Gambar 7 Memasang Prespan Gambar 8 Membuat Kumpulan Kawat pada alur dengan Mal .

Gambar 9 Memasang Kumparan Pada Alur – Alur Gambar 10 Memasang Rotor. Tutup Motor dan Kipas .

r 360 .P = 15.l 90  3 KAL 30 --------> --------> 30o Listrik Kisar fasa . berkutub 2 pasang tahap ganda Perhitungan: p  G 24  6 2p 4 --------> Langkah 1 .  15 o r G 24 --------> 3 Kumparan tiap kelompok K --------> 6 sisi kumparan tiap kutub KAR  KAL = KAR.2 2.7 q G 24  3 2p.m 4.24   12 2p 4 360.2 = 30O Listrik Kp = 30.G 2.Gambar 11 Membuat Keras Mur Baut Pengikat Motor AC 2 fasa jumlah alur 24.

11 6 .7 18 .23 18 .12 15 .10 5 .12 17 .20 15 .21 2 .19 6 .9 14 .21 16 .23 4 .10 13 .Daftar lilitan 1-7 2-8 3-9 4 .8 13 .24 3 .22 17 .24 5 .19 14 .11 18 .20 1 .22 Gambar Bentangan: Jerat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Gambar 12 A B a b Gambar Bentangan : Konsentris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Gambar 13 A B a b .

 = 4 mm. maka sisi yang lain harus berada didepan kutub S. . seluruh alur–alur stator dibagi tiga sama banyak sehingga masing–masing fasa memiliki kumparan bagian sebanyak sebanyak G / G / 2. Karena demikian maka motor satu fasa dapat dililit dengan KU secara konsentris dan KB secara jerat (cara campuran).Motor 2 Fasa dapat dipakai untuk motor 1 fasa dengan membuat kumparan satu lebih besar kawat emailnya dan jumlah lebih banyak sebagai kutub utama (KU) dan yang sebaliknya sebagai kutub bantu (KB) Hal itu dimaksud supaya terjadi beda fasa.m alur. Apabila jumlah fasa = m fasa. maka G pada tiap kutub masing–masing fasa akan menempati alur sebanyak diberikan tanda g.m Cara memasang sisi kumparan yaitu apabila salah satu berada didepan kutub U. Motor–Motor Induksi 3 fasa dengan sistem satu jalan (single layer) Untuk motor 3 fase. maka jumlah alur perkutub perfasa yaitu: g G / / 2.P.3 kumparan.P. maka masing fasa akan mempunyai kumparan 2.P. sehingga terjadi moment putar. Apabila banyaknya alur pada tiap kutub untuk masing–masing fasa 2.m .P. Gambar Bentangan Campuran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 KU KB bekerja pada tegangan 50 watt Gambar 14 ku kb Pernah dicoba dengan belitan jerat KU = 50 lilit. 3.m alur.P. Hal tersebut dikarenakan masing–masing fasa mempunyai kumparan bagian sebanyak G / 2.  dan KB: 40 lilit.

terdapat 2 pasang kutub. tiga fasa. Jadi hal tersebut akan sangat merugikan. Untuk memperjelaskan keterangan tersebut diatas.G 2.Sedangkan cara menggulung kumparan stator motor 3 fasa pada prinsipnya sama dengan motor 1 fasa. perbedaannya ialah pada jumlah belitannya (kumparannya). p p = Langkah alur dari sisi kumparan 1 ke sisi kumparan 2 G = Jumlah alur 2p = Jumlah kutub  p = pasang kutub q = Banyak kumparan tiap kelompok m = Jumlah fasa KAR KAL = Kisar alur dalam derajat radial = Kisar alur dalam derajat listrik Kp = Kisar fasa K = Jumlah sisi kumparan tiap kutub Contoh 1. Sebab apabila dilaksanakan dengan 2 atau 1 fasa. frekuensi 50 Hz.m K G 2p KAR  360 O r G KAL  KAR. dua fasa. berikut ini ada beberapa contoh motor–motor 3 fasa yang akan dilakukan penggulungan kembali. Dililit tahap tunggal Perhitungan: .P Kp  120 O KAL Untuk doubel layer K  2. Rumus untuk melilit stator motor AC p  G 2p G q 2p. Untuk motor 3 fasa masing–masing belitan ditempatkan saling bergeseran tempat sejauh 120oel jadi 2/3 jarak kutub atau = 2/3 langkah belitan (Yg) Untuk motor dengan ukuran 500 watt keatas akan lebih ekonomis apabila dilaksanakan (dibuat) 3 fasa. maka motor tersebut harus menggunakan kondensator (capasitor) dengan kapasitas relatif besar. akibat dari sifat–sifat kondensator. Motor AC dengan stator beralur 24.

3 G 24 K  6 2p 4 --------> Langkah 1 -7 --------> 2 Kump tiap kelompok --------> 6 sisi kumparan tiap kutub KAR  360 o r 360 o r   15 o r 6 24 KAL = KAR.3 22 .12 9 .p  G 24  6 2p 4 24 G  2 q 2 p.4 X --------> kisar fasa 1 .20 17 .5 Y W Z .23 18 .p = 15 x 2 = 30o Listrik 120 o L 120  4 Kp  KAL 30 Daftar Lilitan U V 1-7 2-8 5 .m 4.19 14 .16 13 .15 10 .24 21 .11 6 .

20 17 .15 13 .20 1 .15 10 .20 1 .19 14 .3 22 .12 17 .3 22 .19 6 .23 18 .12 17 .23 22 .16 W Dapat juga: 1-7 2-8 5 .4 2 .15 14 .4 9-3 Z U X V Y U X V Y .15 10 .4 2 .7 18 .16 W 14 .12 9 .11 6 .7 18 .11 6 .12 9 .8 13 . maka: Daftar Lilitan 1-7 2-8 5 .24 5 .24 5 .11 22 .4 9-3 Z 13 .19 6 .20 17 .Gambar Bentangan Gambar 15 Bila kumparan double layer.16 21 .24 21 .11 10 .16 21 .8 13 .24 21 .23 18 .23 10 .19 14 .

3 fasa frekuensi 50 Hz. dibuat 2 pasang kutub. Motor AC beralur 36. dililit tahap tunggal (single layer) .Gambar Bentangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 U Z V X WY Gambar 16 Dapat juga: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 U Z V W Gambar 17 X Y 2.

20 26 .32 29 .19 14 .31 26 .p = 10 x 3 = 30o Listrik Kp  120 o L 120  4 KAL 30 --------> kisar fasa 1 .32 1 .3 G 36  6 K 2p 6 --------> Langkah 1 -7 --------> 2 Kump tiap kelompok --------> 6 sisi kumparan tiap kutub KAR  360 o r 360 o r   10 o r G 36 KAL = KAR.7 13 .20 17 .12 9 .27 22 .5 Daftar Lilitan U V 1-7 2-8 5 .Perhitungan: p  G 36  6 2p 6 36 G q  2 2 p.8 13 .11 6 .m 6.31 26 -32 2 .4 X Y Z W Gambar Bentangan Gambar 18 Bila dibuat tahap ganda (doubel layer) Daftar lilitan 1-7 2-8 14 .19 25 .23 18 .20 25 .16 13 .31 U X V .36 33 .3 34 .28 25 .35 30 .24 21 .15 10 .19 14 .

m.16 21 . Buatlah skema belitan dan diagram bentangan dari kedua bentuk kumparan tersebut? Penyelesaian P= 60.f / n= 2.28 30 .4 9-3 Y Z Gambar Bentangan Gambar 19 Contoh: Sebuah motor 3 fasa mempunyai 24 jalur stator.23 34 . akan digulung kembali dengan bentuk kumparan consentric (sepusat) dan kumparan spiral.4 6 -36 5 .5 .35 30 . Sedangkan gambar 21a dan gambar 21b adalah diagram bentangan dari skema belitan gambar 20a dan gambar 20b.24 21 .12 9 . sedangkan gambar 20b adalah skema belitan untuk kumparan bentuk jerat (spiral).15 17 .24 29 .16 18 . agar dapat menghasilkan putaran rotor sebesar 3000 rpm pada frekuensi 50 Hz.27 22 .27 29 .36 33 .35 10 .28 33 .p 2.3 34 .12 17 . . Gambar 20a adalah skema belitan untuk kumparan bentuk concentric.15 10 .11 6 .p 60 x 60 24 24 / 3000 = 1 24 Jumlah pasang kutub = 1 / 6= 4 Jumlah alur/kutub/fasa = 4 Langkah Belitan = 12 Pergeseran tempat = 8 (1-9-17) g = G/ Yf = 2 / = = / / 2x3x1= 2x1= 3x Yg = G / 12 3X Yg = 2 / 12 = B (1-9-17) Gambar 20 adalah skema belitan yang diperoleh dari hasil perhitungan diatas.23 18 .11 22 .

Skema belitan dari kumparan jerat (spiral) 1 jalan Keterangan: Ujung – Ujung U – X = Fasa Pertama Ujung – ujung V – Y = Fasa kedua Ujung – Ujung W – Z = Fasa ketiga Untuk memperjelas skema belitan dari gambar 20a dan gambar 20b. 20 a. Skema belitan dari kumparan concentric 1 jalan 20 b. berikut ini gambar 21a dan gambar 21b memrupakan bentangannya.Gbr. U V w x Y Z Gambar 21a Diagram bentangan kumparan sepusat (concentric) 1 jalan U Z V w x .

c.P G k 2p 120o Kp  KAL Untuk Double Layer. Lembar Kerja .m KAL  KAR. K  2G 2p p G 2p P q m KAR KAL Kp K = Langkah alur dari sisi kumparan ke 1 kesisi kumparan ke 2 = Jumlah alur = Jumlah kutub = Jumlah pasang kutub = Banyaknya kumparan tiap kelompok = Jumlah phasa = Kisar alur dalam derajat radial = Kisar alur dalam derajat listrik = Kisar phasa = Jumlah sisi kumparan dalam tiap kutub d. Kumparan jerat atau lilitan bertumpuk Kumparan sepusat Kumparan gelombang Rumus untuk melilit stator motor AC p  q G 2p KAR  360Or G G 2 p. Bentuk kumparan–kumparan yang dimaksud adalah a. Rangkuman Bentuk kumparan stator dari motor induksi 1 fasa maupun 3 phasa dapat dibagi menjadi 3.Gambar 21b. Diagram–bentangan kumparan jerat (spiral) 1 jalan c. b.

2. Bahan 1.1. jagalah tangan jangan sampai terluka! 4. Gunting kain 13. 7. Langkah Kerja . Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. 5. 3. 6. 6. 3. Gunakanlah alat praktikum sesuai dengan fungsinya! Letakkanlah alat kerja pada tempat yang aman! Hati–hati melepas pasak kumparan agar tidak merusak inti stator! Ujung potongan kawal email sangat tajam. Solder 60 watt 2. 4. Kertas prespan Bambu Stator motor induksi 1 fasa Kawat email yang sesuai Tali rami Timah Selongsong kabel 3 mm2 Bensin Secukupnya Secukupnya 1 buah Secukupnya Secukupnya Secukupnya 1 meter Secukupnya 3. Mesin penggulung 14. 4. Gergaji tangan Tang kombinasi Tang potong Tang Lancip Snap tang Micrometer Sikat kawat halus Pisau Palu karet 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 10. 3. Palu konde 0. 8. 8.5 kg 11. Alat: 1. 2. 9. 5. 2. 7. 4. Penggaris (mister baja) 12.

1. Persiapkanlah bahan–bahan untuk isolasi alur–alur stator seperti yang telah ditetapkan! Kerjakanlah isolasi–isolasi yang akan digunakan sesuai dengan ukuran dan jumlah alur–alur stator! Bersihkanlah seluruh alur stator dari kotoran dengan menggunakan sikat kawat halus! Bersihkan kembali dan yakinkan kebersihan alur stator dan permukaan stator dengan mencucinya dengan menggunakan bensin! e. Persiapkanlah mal sesuai dengan ukuran kumparan–kumparan type sepusat (consentris)! Lakukanlah perbuatan/penggulungan kumparan–kumparan dengan jumlah belitan sesuai aslinya! . Melapisi alur dengan prespan a. Memasang kumparan 1) a. gergaji atau air chisel! Sisakanlah masing–masing kelompok kumparan utama dan pembantu (untuk motor 1 fasa) dan 1 kelompok kumparan untuk motor 3 fasa. Lepaskan stator dari rumah stator Lepaskanlah tali ikatan pada masing–masing kepala kumparan Potonglah kepala kumparan pada salah satu sisi atau keduanya dengan menggunakan pahat. c. b. Keluarkanlah seluruh kawat kumparan dari alur-alur stator dengan menggunakan tang kombinasi atau yang sejenisnya! b. Lepaskanlah semua pasak dari dalam alur stator dengan menggunakan pendorong dari bambu/kayu dan palu atau dengan menggunakan gergaji tangan! f. Melepas Kumparan Stator a. d. sebagai contoh! e. c. d. Masukanlah/lapisilah alur–alur stator dengan isolasi prespan yang telah dipersiapkan secara rapih dan dengan posisi yang benar! c. b.

i. d. mulailah dari kumparan yang paling kecil! Lipatlah dan masukkan ujung–ujung isolasi alur stator kedalam alur stator dengan menggunakan stick pendorong dari bambu/kayu. untuk setiap sisi–sisi kumparan yang telah masuk alur stator! e. d.b. Pasang/sambung ujung–ujung kumparan utama dan pembantu dengan kabel montose untuk pemasangan ke kontak terminal! Rakit kembali motor dengan memasang kembali seluruh komponen pada posisi semula Yakinkan bahwa motor telah benar–benar siap dicoba e. Lapisilah untuk setiap penilangan kepala kumparan dengan kertas prespan! Rapihkan kembali kepala–kepala kumparan dengan cara mengikatnya dengan tali rami. agar kumparan tersebut keluar dari dalam alur stator! f. Rapikan Lakukanlah kepala kumparan terhadap dengan sedikit menekan/memukulnya dengan palu plastik/karet! penyambungan kelompok–kelompok kumparan untuk kumparan utama dan pembantu. Siapkanlah semua piranti/perlengkapan yang diperlukan untuk memasang/memasukkan kumparan kedalam alur–alur stator! Masukkanlah kumparan–kumparan kedalam alur–alur stator. agar tidak terjadi kontak mekanis antara rotor dengan kumparan! b. Kuatkanlah setiap sambungan kelompok kumparan dengan cara menyolder! Tutup/lindungilah setiap sambungan kumparan dengan selongsong kabel. Kencangkan posisi kumparan dengan pasak diatas. sesuai dengan diagram bentangan yang ada! h. Test Formatif . yang sebelumnya telah dipasang sebelum penyolderan dilakukan! 11) a. c. lipatan ujung-ujung isolasi alur. g. c.

Pergeseran alur antar phasa.2 p 3. f: 50 Hz Penyelesaian: a. Yf  2 .Yg  2 . 3. Jika jumlah lilitan tiap alur dikurangi. Lembar Kerja . Sehingga daya listrik berkurang dan daya mekaniknya menjadi kurang.12  8 alur 3 3 g. n: 3000 rpm.2. maka akan menyebabkan arus menjadi besar. 3. 2. Jumlah kutub b. Jumlah alur perkutub perphasa c. Yg  d. maka arus listrik yang mengalir akan menjadi lebih kecil. Langkah alur untuk belitan d. n  b. Jika penampang kawat menjadi lebih kecil dan jumlah lilitan tetap. f 60.1 6 G 24   12 alur 2p 2 c. g  60. Gulungan sistem satu jalan adalah sistem gulungan dimana tiap alurnya hanya diisi oleh satu kelompok lilitan. Diketahui: Motor tiga phasa G: 24 alur. 2. f. Sehingga akan menyebabkan panasnya bertambah besar/kelebihan panas (over head). Kunci Jawaban 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem gulungan satu jalan (single Layer Winding)! Apakah akibatnya apabila penampang kawat email dibuat lebih kecil dari aslinya dan apa pula akibatnya jika jumlah lilitan tiap alur dikurangi? Suatu motor tiga phasa mempunyai jumlah alur 24 akan digulung lagi untuk kecepatan 3000 rpm pada frekuensi 50 Hz dengan bentuk kumparan spiral sistem 2 (dua) jalan tentukan: a.50  p  1 pasang kutub p 3000 G 24 24    4 alur 3.1.

9. Mesin Penggulung 12.1. 2. 6. Stick pendorong kawat kumparan (kayu / bambu) 14. Bambu tebal kertas prespan/fiber glass Stator motor induksi 3 phasa Kawat Email Pasak dari bambu Tali rami Timah patri Selongsong kabel 3 mm Bensin Secukupnya Secukupnya 1 buah Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya 3. 2. Alat 1. 7. 8. 8. 5. Bahan 1. Solder listrik 13. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. 4. 3. Gunting 11. Gunakanlah alat praktikum sesuai dengan fungsinya! Letakkanlah alat kerja pada tempat yang aman! Hati–hati melepas pasak kumparan agar tidak merusak inti stator! . 5. 4. 3. 6. 7. 3. Motor induksi 3 phasa 2. 9. Gergaji tangan Tang kombinasi/tang potong Micrometer Sikat kawat halus Pisau Palu plastik Palu besi Penggaris Baja/Mika 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 10. 2.

Ujung potongan kawal email sangat tajam. Langkah Kerja a. Melapisi alur dengan prespan 1) 2) 3) 4) Persiapkanlah bahan–bahan untuk isolasi alur–alur stator seperti yang telah ditetapkan! Kerjakanlah Bersihkan isolasi–isolasi seluruh alur yang stator akan dari digunakan kotoran sesuai dengan dengan ukuran dan jumlah alur–alur stator! menggunakan sikat kawat halus! Bersihkan kembali dan yakinkan kebersihan alur stator dan permukaan stator dengan mencucinya dengan menggunakan bensin 5) Letakanlah pada tempat yang kering dan aman untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan! tali ikatan pada masing–masing kepala . gergaji atau air chisel! 4) Sisakanlah masing–masing kelompok kumparan utama dan pembantu (untuk motor 1 fasa) dan 1 kelompok kumparan untuk motor 3 fasa sebagai contoh! 5) Lepaskanlah semua pasak dalam alur stator dengan menggunakan pendorong dari bambu/kayu dan palu atau dengan menggunakan gergaji tangan! 6) Keluarkanlah seluruh kawat kumparan dari alur–alur stator dengan menggunakan tang kombinasi atau yang sejenisnya! b. jagalah tangan jangan sampai terluka! 4.4. Melepas Kumparan Stator 1) 2) 3) Lepaskanlah stator dari rumah stator (bila mungkin)! Lepaskanlah kumparan! Potonglah kepala kumparan pada salah satu sisi atau keduanya dengan menggunakan pahat.

Memasang Kumparan 1) 2) a. mulailah dari kumparan yang paling terkecil! Lipatlah dan masukkan ujung–ujung isolasi alur stator kedalam alur stator dengan menggunakan stick pendorong dari bambu/kayu. j. c. c. agar kumparan tersebut keluar dari dalam alur stator! e. untuk setiap sisi–sisi kumparan yang telah masuk kedalam alur stator! d. Kuatkan setiap sambungan kelompok kumparan dengan cara menyoder! Tutuplah/lindungilah setiap sambungan kumparan dengan selongsong kabel. Persiapkanlah mal sesuai dengan ukuran kumparan– umparan type sepusat (consentris)! Lakukanlah perbuatan/penggulungan kumparan–kumparan dengan jumlah belitan sesuai aslinya! Siapkanlah semua piranti/perlengkapan yang diperlukan untuk memasang/memasukkan kumparan kedalam alur–alur stato! b. yang sebelumnya telah dipasang sebelum penyolderan dilakukan! i. h. Rapikanlah kepala kumparan dengan sedikit menekan/memukulnya dengan palu plastik/karet! Lakukanlah penyambungan terhadap kelompok–kelompok kumparan untuk kumparan utama dan pembantu. Kencangkan posisi kumparan dengan pasak diatas. sesuai dengan diagram bentangan yang ada. g. agar tidak terjadi kontak mekanis antara rotor dengan kumparan! . lipatan ujung–ujung isolasi alur. Masukkanlah kumparan–kumparan kedalam alur–alur stator.6) Masukanlah/lapisilah alur–alur stator dengan isolasi prespon yang telah dipersiapkan secara rapih dan dengan posisi yang benar. f. Lapisilah untuk setiap perilangan kepala kumparan dengan kertas prespan! Rapikanlah kembali kepala–kepala kumparan dengan cara mengikatnya dengan tali rami.

. m.k. Pasang/sambung kontak terminal! ujung–ujung kumparan utama dan pembantu dengan kabel montase untuk pemasangan ke l. Rakit kembali motor dengan memasang kembali seluruh komponen pada posisi semula. Yakinkan bahwa motor telah benar–benar siap dicoba.

Kriteria Kelulusan Skor (1 – 10)

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Kriteria Aspek kognitif Kebenaran rangkaian Langkah kerja dan kecepatan kerja Perolehan data analisis data dan interprestasi Keselamatan kerja

Bobot 2 2 2 3 1

Nilai

Keterangan

Syarat lulus : Nilai Minimal 70

Kegiatan Belajar 4.
Memeriksa Dan Melaporkan Penyelesaian Pekerjaan a. Tujuan kegiatan pemelajaran
i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii. Dapat mengoperasikan AVO meter Dapat mengoperasikan Tang Ampere Dapat mengoperasikan Meger Dapat mengukur tahanan isolasi Dapat mengukur arus start Dapat mengukur arus nominal Dapat mengoperasikan Tachometer Dapat mengukur putaran rotor

b. Uraian materi
Didalam kegiatan belajar ke 4 setelah pembongkaran dan pelilitan kumparan, maka langkah selanjutnya adalah memeriksa dan melaporkan dari hasil yang kita kerjakan Memeriksa Pada pemeriksaan dari hasil pelilitan yang telah dikerjakan maka motormotor tersebut kita siapkan terlebih dahulu.

Gambar 22 Mengukur Tahanan kawat Dengan AVO Meter

Gambar 23 Mengukur Tahanan Isolasi Dengan Meger

c.

Rangkuman

....... Hasil pengukuran tahanan dengan AVO meter untuk motor induksi satu phasa RU = ......... Ohm = ............... d.........Pada pemeriksaan hasil kerja lilit kita perlu mengukur tahanan kawat dengan AVO meter........... 6... Ohm = ......... Ohm RB = ......... 5............ Multimeter (AVO meter) Meger Tang amper Tachometer Tang Kombinasi Tang lancip Tang potong Kunci pas Obeng pipih/pemotong 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 set 1 buah Pada pemeriksaan hasil kerja lilit... tahanan isolasi dengan meger...... Tahanan Isolasi......... tahanan tiap 3 phasa dengan AVO meter... Arus Nominal dan Putaran Rotor Motor sebagai berikut: Alat-alat yang dibutuhkan: 1.. kita juga perlu untuk mengukur tahanan isolasinya dengan meger..... 7..... Arus Start..................... 2......................... arus start maupun arus nominal dengan Tang ampere dan putaran rotor dengan Tacho meter.............. Disamping itu............ 3. Ohm Hasil pengukuran tahanan isolasi dengan meger RU dengan RB RU dengan Poros RB dengan Poros RU dengan Body Motor = ... 4......... Ohm ... 9.............. Ohm = ................ kita perlu mengukur tahanan pada belitan bantu.... Lembar Kerja Periksa Tahanan Kawat.... 8............. tahanan belitan utama.......

............................... Ohm Hasil pengukuran tahanan dengan AVO meter untuk motor induksi tiga phasa U .......................Body = ....... Ohm .....Body = ...................................................................Y = ........ Ohm U ...Z = .............. Ohm Hasil pengukuran tahanan isolasi dengan meger untuk motor induksi tiga phasa R antara U ........Body = ......... Ohm U ............................... Ohm W ........RB dengan Body Stator R antara = ...................................................X = ........... Ohm W ...........

Kunci Jawaban Test Tertulis . Tes Tertulis Pertanyaan 1.Tes Praktik Sebuah motor 3 fasa mempunyai 36 alur stator. Pergesaran antar fasa B. Kumparan stator motor 3 fasa jika diketahui putaran motor 1000 rpm. Pengertian dari stator c. jumlah alur 36 dan bentuk lilitan spiral sistem satu jalan (single layer) dengan cara perhitungan.BAB. Perbedaan antara motor dan generator b. III EVALUASI LEMBAR EVALUASI A. Jumlah alur perkutub perfasa c. Tentukan: a. Langkah belitan d. untuk kumparan 1 (satu) jalan! c. Jelaskan hal–hal sebagai berikut: a. Motor induksi 1 fasa dan motor induksi 3 fasa 2. Jumlah kutub b. akan digulung kembali dengan bentuk kumparan sepusat (concentri) dan kumparan spiral agar dapat menghasilkan putaran rotor sebesar 1500 rpm pada frekuensi 50 Hz. Buatlah skema belitan dan diagram bertangan dari kedua bentuk kumparan tersebut. Pengertian dari rotor d.

1.f / n= 2. Stator adalah bagian dari motor atau generator yang tidak bergerak atau tidak digerakkan. Motor Induksi satu phasa adalah suatu motor yang sumber tegangannya diambilkan dari jala–jala satu phasa. 2. a. Penyelesaian P= 80. Motor adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk merubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik. c.p 2.m.p 60 x 50 36 36 / 1500 = 2 Pasang kutub 3 Jumlah pasang kutub = 2 Jumlah alur/kutub/fasa = 3 Langkah Belitan = 9 Pergeseran tempat = 6 g = G/ Yf = 2 / = = / / 2x3x2= 2x2= 3x Yg = G / 9 3X Yg = 2 / 9 = 6 (1-7-13) . sedangkan generator adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk merubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. sedangkan motor induksi tiga phasa adalah suatu motor yang sumber tegangannya diambilkan dari jala–jala tiga phasa sehingga terjadi perbedaan 120o listrik maupun mekanik pada lilitannya. Rotor adalah bagian dari motor atau generator yang menghasilkan putaran atau berputar. d. b.

n = 1000 rpm .2. Kunci Jawaban Praktik Diketahui: Motor 3 Fasa G = 36 alur.50 / n = 3000 / 1000 = 3 pasang kutub b) c) d) g = G/ 3. Gambar 24a adalah skema belitan untuk kumparan bentuk concentric.1 = 36 /18 = 2 alur yg = G / /2. Skema belitan untuk bentuk spiral 1 jalan (single layer) . f = 50 Hz Jawab: a) n = 60. Skema belitan untuk bentuk concentric 1 jalan (single layer) o. sedangkan gambar 24b adalah skema belitan untuk kumparan bentuk jerat (spiral) Gambar 24 n.2p 2p = = 36 36 /3.f/p --------------> 60.3 = 36 /6=6 alur (1-7) yf = 2/3. yg = 2/3.6 = 4 alur (1-5) Gambar 24 berikut ini adalah skema belitan yang diperoleh dari perhitungan diatas.D.

dimana akan menggunakan penampang kawat yang relatif besar pula. g = 3 . terutama untuk motor–motor dengan kapasitas daya relatif besar. Yg = 9 dan Yf = 6 U Z V w Gambar 25.b x Diagram Bentangan Kumparan Stator Bentuk Jerat (Spiral) Untuk p = 2 . Untuk sebaiknya kumparan statornya dibuat dalam bentuk jerat (spiral).a x Y Diagram Bentangan Kumparan Stator Bentuk Sepusat (concentric) Untuk p = 2 . Motor–motor induksi 3 fasa dengan sistem dua jalan (double layer) . diagram bentangannya seperti diperlihatkan pada gambar 25b. U Z V w Gambar 25.Untuk mempermudah proses perbaikan dari motor 3 fasa tersebut. g = 3 . Sedangkan skema belitan dari gambar 24b. maka skema belitan pada gambar 24a kita buat diagram bentangannya seperti yang diperlihatkan pada gambar 25a. Yg = 9 dan Yf = 6 Dalam kenyataannya bahwa kumparan bentuk sepusat (concentric) pada kepala kumparannya agak sulit dirapihkan.

Salah satu kelebihannya adalah kepala kumparan stator menjadi tidak terlalu tebal dan mempunyai bentuk yang rapi. 5. 1. E. No. 3.Bentuk kumparan dengan sistem dua jalan (double layer) mempunyai kelebihan bila dibanding dengan kumparan sistem satu jalan (single layer). 2. 4. hal tersebut dikarenakan selain jumlah belitannya banyak. juga ukuran disekitar kawatnya relatif besar. terutama untuk motor yang berdaya relatif besar. Kriteria Kelulusan Kriteria Persiapan Kebenaran rangkaian Langkah kerja dan kecepatan kerja Keselamatan kerja Estetika Skor (1–10) Bobot 2 2 3 2 1 Syarat lulus: Nilai Minimal 70 Nilai Keterangan .

dimana fungsinya untuk mengetahui kompetensi yang telah diperoleh dan apabila anda dinyatakan memenuhi syarat untuk ketelitian dari hasil evaluasi dalam modul ini. IV PENUTUP Setelah anda menyelesaikan modul ini. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan penentu dan bila memenuhi syarat anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang telah dikeluarkan leh dunia industri atau asosiasi profesi .BAB. maka anda diperbolehkan mengikuti test praktik melilit kumparan. maka anda berhak untuk melanjutkan ke modul berikutnya. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penelitiaan yang dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten.

“Instlasi Listrik Arus Kuat 3” Bandung. Drs “Mesin Listrik 2” Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Mabuchi. 2001. Logman S & C Rosenberg. “Menggulung Ulang Mesin Listrik”. 1984. “Mesin–Mesin Listrik “ Jakarta. 1978 E Setiawan dan Van Harlen. Drs dan Soeparno. 1985. 1986. Kingsley. PT. .DAFTAR PUSTAKA Bambang Supatah. Angkasa Offset Ftszgerald. Charles dan Achyanto. Robert. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Dikmenjur. Edward. “Electrical Technology” New York. Pradnya Paramita Tim Fakultas Teknik. 1970. Djoko. 1987. “Electric Motor Repair” New York Soelaiman dan Magarisawa. Universitas Negeri Jogjakarta. Erlangga. Hughes. “Mesin tak serempak dalam praktik” Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->