Narkoba = One Step Closer to the Death !

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (napza) di Indonesia merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan. Terutama pada remaja – remaja saat ini yang makin dekat dengan narkoba. Karena posisi Indonesia sekarang ini tidak hanya sebagai daerah transit maupun pemasaran napza, melainkan sudah menjadi daerah produsen napza. Hal ini dibuktikan dengan terungkapnya pabrik-pabrik pembuatan napza di Indonesia dan terungkapnya impor prekusor atau bahan pembuat napza dalam bentuk besar dari luar negeri ke Indonesia. Karena saat ini letak Indonesia yang sangat strategis dan tidak jauh dari daerah segi tiga emas (Laos, Thailand, dan Myanmar) dan daerah Bulan Sabit (Iran, Afganistan, dan Pakistan) yang merupakan daerah penghasil opium terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas gelap napza. Paradigma yang dianut oleh Indonesia selama ini harus diakui sebagai factor utama dari terjadinya praktik dehumanisasi terdapat pengguna napza. Paradigma Negara yang steoritif terhadap pengguna napza menular dan membentuk paradigma yang sirana kedalam masyarakat. Sehingga pengguna napza dituduh sampah, penjahat, dan berbagai stigma yang bersifat diskriminatif dan berujung kepada dehumanisasi.] Disaat Negara ini melanggengkan kriminalisasi terhadap pengguna napza, namun di belahan dunia yang lain terjadi perkembangan yang cukup signifikan terhadap pengguna napza dengan melakukan tindakan - tindakan dekriminalisasi terhadap pengguna napza dan mengembalikan kedudukan pengguna sebagai korban. Di Negara kita malah saat ini telah mulai persiapan amandemen regulasi napza, namun sampai saat ini belum ada wujud yang kongkrit di dalam Rancangan regulasi yang dibuat (RUU Narkotika) untuk menempatkan pengguna napza tidak hanya sebagai kriminal tetapi juga menitikberatkan bahwa pengguna adalah korban.

B.

TUJUAN PROGRAM Disini kami akan mencoba merubah pandangan masyarakat terhadap pecandu narkoba yang selama ini dianggap sebagai sampah masyarakat. Kita harus mencoba menempatkan mereka sebagai korban lingkungan, pergaulan, dan korban dari kurangnya perhatian dari keluarga. Dan mereka saat ini hanya membutuhkan sebuah dukungan moril dan perhatian dari orang terdekatnya untuk lepas dari bahaya narkoba dalam kehidupan nya. Dengan begitu mereka akan terlepas dari ancaman maut yang berujung kematian. Dalam makalah ini, kami juga mengajak semua pembaca untuk bersama-sama menjauhi narkoba mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan oleh narkoba terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di sekitarnya. Memang kami akui sulit mengajak semua orang untuk menjauhi narkoba. Akan tetapi, kami akan mencoba untuk menyadarkan pembaca akan bahaya dari narkoba, termasuk segala dampak negative dari narkoba sehingga secara tidak langsung, pembaca akan berusaha untuk menjauhi narkoba.

C.

JUDUL PROGRAM Kami memilih tema yang berkaitan dengan bahayanya narkoba yang semakin menjamur dalam lingkungan masyarakat dari status sosial yang beraneka ragam mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah ini. Tema ini merupakan kesepakatan bersama karena sebelumnya kami telah melakukan riset dan observasi mengenai masalah apa yang tidak pernah basi untuk diperbincangkan di dalam masyarakat. Salah satu poin yang dapat diambil dari pengetahuan akan bahayanya narkoba adalah narkoba akan merusak masa depan merka dan mendekatkan kematian pada dirinya sendiri. Program ini diberi judul “Narkoba = One Step Closer to the Death !”. Kami memilih judul ini karena kami beranggapan bahwa siapapun yang mulai mencoba terjun dalam gelapnya dunia napza/narkoba, berarti mereka mencoba mendekatkan diri kepada kematian yang diakibatkan oleh zat berbahaya itu sendiri. Jadi kami disini ingin menyampaikan pesan, jangan pernah sekali – kali untuk menantang maut dengan bergaul akan bahayanya narkoba/napza.

BAB II LANDASAN TEORI A. sosial dan ekonomi suatu bangsa. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa. obat-obatan. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. persepsi dan kesadaran seseorang. NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan. NARKOBA DAN JENIS-JENISNYA. Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Ganja. Contoh : Morfin. Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut “substance abuse”). mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Menurut UU RI No 22 / 1997. Sebetulnya penggunaan narkotik. serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin. Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu. Petidin. dan dapat menimbulkan ketergantunganNarkotika sendiri dikelompokkan lagi menjadi : 1. hilangnya rasa. Kokain. Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh manusia. maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. 2. psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan. .

serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.hari dalam kebudayaan . yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol. Nitrazepam ( BK. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. 4. meliputi : 1. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Codein. Contoh : Diazepam. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari . DUM ). Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. 2. Psikotropika adalah : zat atau obat. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : 1. Contoh : Amphetamine. Menurut UU RI No 5 / 1997. ZAT ADIKTIF LAINNYA : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika. yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat. Contoh : Ekstasi. Contoh : Phenobarbital. 3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.3.

Contoh: Amphetamine (Shabu. b. sedative ( penenang ). Hidromorfin. Penghapus Cat Kuku. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky. Johny Walker ). Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif. Opiada. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. Tiner. Kokain. 3. Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Opioda semisintetik : Heroin / putauw. Heroin. Golongan Halusinogen. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Bensin. b. 2. 3. karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. . Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Golongan Stimulan ( Upper ). Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : 1. Ekstasi). Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat. 2. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). Golongan Depresan ( Downer ). terdapat 3 golonagan besar : a. Vodca.tertentu. Tembakau : Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Codein ). Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Contoh: Kanabis ( ganja ). pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin. dan sebagai pelumas mesin. segar dan bersemangat. Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). Codein. kantor. Opium. Manson House. Inhalasi Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga.

3. misalnya pada opreasi. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. selera makan tinggi. sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. chalie. bhang. dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.c. AMPHETAMINE : Nama jalanan : seed. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. 4. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. meth. . yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. srepet. Nama jalanan dari Putauw : ptw. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. rasa gembira berlebihan ( euphoria ). grass. menambah percaya diri. hasish. coke. aktif berkomunikasi. black heroin. Codein. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. happy dust. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw. sensitive. KOKAIN : Kokain berupa kristal putih. Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat. rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama jalanan : koka. kehilangan nafsu makan. snow / salju. kering pada mulut dan tenggorokan. ganja. Opioda sintetik : Metadon. gelek. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. whiz. penderita cancer. KANABIS : Nama jalanan : cimeng. brown sugar. Morfin. 2. marijuana. sering berfantasi / menghayal. pemakai cenderung merasa lebih santai. crystal. mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.

Dum. b. 6. atau dimasukan lewat anus. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). menghilang setelah 8 – 12 jam. gula. muntah gangguan fungsi paru. stress. jantung dan hati. Cara pemakaian : dengan diminum. SOLVENT / INHALASI : Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. MG. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. dan bereaksi setelah 30 . Termasuk dalam golongan halusinogen. Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Nama jalanan : Inex. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan. bahkan 100 %. Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur. ALKOHOL : Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia Diperoleh dari proses fermentasi madu. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. halusinasi ringan. warna. Rohyp. trips. Uap bensin. mual. Nama jalanan : acid. sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %. . kepala berputar. Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU. ice. 8. Lem. 5. pada golongan yang kurang mampu. SS. 7. Nama jalanan : Benzodiazepin : BK. serta sebagai obat tidur. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat. Cairan untuk dry cleaning.Ada 2 jenis Amphetamine : a. tabs. disuntikan. xtc. kertas.60 menit kemudian. Tiner. Isi korek api gas. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul. LSD ( Lysergic Acid ). Lexo. dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid. Efek yang ditimbulkan : pusing. setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi. kejang. Contohnya : Aerosol. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).

misalnya : depresi. psikis dan gangguan fungsi sosial. Kurang percaya diri e. pendiam g. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ). apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ). Kemampuan komunikasi yang rendah l. Cenderung memberontak b. Murung. sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi. Ciri . Efek yang ditimbulkan : euphoria. Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. Mudah kecewa. cemas. .ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. # PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : 1. Putus sekolah m. psikologi maupun sosial yang pesat. Memiliki gangguan jiwa lain.Nama jalanan : booze. agresif dan destruktif f. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan i. pemalu. bahkan penurunan kesadaran B. Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. c. Merasa bosan dan jenuh h. BAHAYA NAPZA PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. drink. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Identitas diri kabur k. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.

teman sebaya. Sekolah yang kurang disiplin b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Berteman dengan penyalahguna b. Perubahan Fisik : . Situasi politik. Tekanan atau ancaman dari teman. GEJALA KLINIS KECANDUAN NAPZA 1. Adanya murid pengguna NAPZA. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b.2. Orang tua terlampau sibuk. maupun masyarakat. Hubungan kurang harmonis c. . Lingkungan Keluarga : a. apatis ( acuh tak acuh ). Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas. acuh e. Kurangnya kehidupan beragama. C. Lemahnya penegak hukum b. kawin lagi d. bicara pelo ( cadel ). sekolah. agresif. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. Lingkungan Masyrakat / Sosial : a. Lingkungan Sekolah : a. Lingkungan Teman Sebaya : a. mengantuk. Orang tua otoriter f. Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Orang tua yang bercerai. semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah.Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan.

begadang. bermusuhan pencurigaan. mengantuk di kelas atau tempat kerja. bahkan meninggal. rasa sakit seluruh tubuh. Otak dan susunan saraf pusat : . mencuri. mudah tersinggung. pemalas. kejang.Sering berbohong. tidak mengerjakan tugas sekolah. menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain. . terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.Sering mengurung diri.gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi . mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga. denyut jantung dan nadi lambat. kasar. tertutup dan penuh rahasia. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. . . . . berlama – lama di kamar mandi. kulit teraba dingin. bekas suntikan pada lengan. . sulit dibangunkan pagi hari. hidung berair. kurang bertanggung jawab. diare. NAPZA juga berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya : 1.gangguan bertindak rasional . malas mandi.Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.Sering berpergian sampai larut malam. kesadaran menurun. Pengaruhnya pada : a. . menguap terus. pemarah. gigi keropos.Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat.. Perubahan sikap dan perilaku : . tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan.Prestasi di sekolah menurun. terkadang tidak pulang tanpa ijin. .Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak.gangguan perhatian / konsentrasi .gangguan daya ingat . minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya.Sering bersikap emosional.Pola tidur berubah. 2. sering membolos.Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah.

bayi lahir mati . • Putus sekolah atau menganggur. tidak tertib.Kandungan : abortus. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.Ibu : anemia. mudah tersinggung. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual. h. g. Komplikasi pada kehamilan : .. hubungan seksual.gangguan pengendalian diri. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang. b.sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. sehingga merusak kehidupan keluarga. Dampak Sosial : a. sehingga sulit membedakan baik / buruk. infeksi vagina. c. mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik.Janin : pertumbuhan terhambat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ). mencuri.gangguan motivasi. e. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama . AIDS. selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin. kesulitan keuangan. • Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. 2. Jantung : peradangan otot jantung. sehingga malas sekolah atau bekerja . premature. d. • Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong. keracunan kehamilan. Di Lingkungan Keluarga : • Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu. . f. Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi. sering terjadi pertengkaran. hepatitis. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. . penyempitan pembuluh darah jantung. raja singa ( Siphilis ) dll. berat bayi rendah. karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan. hidup bebas) dan menjadi aib keluarga.

• Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.ajarkan membedakan yang baik dan buruk .penuh kasih sayang . . 2.penanaman disiplin yang baik .mengembangkan kemandirian. membolos. Pencegahan primer : Mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Di Lingkungan Masyarakat : • Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA. memberi kebebasan bertanggung jawab . Di Lingkungan Sekolah : • Merusak disiplin dan motivasi belajar. tawuran pelajar. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA. . • Meningkatnya kecelakaan. UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Upaya pencegahan meliputi 3 hal : 1. pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah. • Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan. D. b. 3. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini.mengembangkan harga diri anak. pencurian. • Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya. Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA : 1. Mengasuh anak dengan baik. c. agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. • Meningkatnya tindak kenakalan. setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu. • Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.

5. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah : • Razia dengan cara sidak • Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah • Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru • Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. • Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ). 3. 6. • Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah. Upaya terhadap siswa : • Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA. 7. • Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling. bersikap terbuka dan jujur. 2. • Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari. • Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan. Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah. • Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.2.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.hari. melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari . Orang tua menjadi contoh yang baik. Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak. 3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah : . Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA : 1. Meluangkan waktu untuk kebersamaan. 4. Memperkuat kehidupan beragama. mendengarkan dan menghormati pendapat anak.

Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.sama. 2. sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya. . 4. • Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah • Sikap keteladanan guru amat penting • Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.• Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal. 3. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA. Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA: 1.

6. 3. 2. Sejak kapan anda mengenal dan terjun untuk mencoba narkoba? ~ Klien mulai mengenal dan mencoba-coba narkoba antara tahun 1991-1992. lalu berlanjut dengan ganja dan koplo yang terakhir dikonsumsi adalah putaw. 7. bagaimana reaksi mereka dan apa yang mereka lakukan? ~ Hanya bisa melarang atau juga bertanya (introgasi) untuk mengaku. 8. Bagaimanakah anda menutupi kebiasaan mengkonsumsi narkoba pada keluarga? ~ Klien tidak akan pulang kerumah dalam keadaan mabuk atau sedang dibawah pengaruh obat-obatan. HASIL OBSERVASI TRANSKIP DAN HASIL WAWANCARA 1. 5. 4. Setelah keluar dari rehabilitasi apa yang akan anda lakukan? . Bagaimana anda menjalani kehidupan anda dalam proses rehabilitasi narkoba ? ~ Penanganan pertama kali adalah detoksifikasi selama kurang lebih 2 minggu. setelah detoksifikasi selesai klien tampak pulih dan mulai berhenti.BAB III PEMBAHASAN A. Narkoba jenis apa yang anda gunakan? ~ Dimulai dari alcohol. Factor apakah yang mendesak anda untuk mengunakan narkoba? ~ Karena penawaran dari teman yang usianya lebih tua. Jika keluarga anda tahu. Apa perbedaan yang anda rasakan sebelum masuk ke rehabilitasi dan sesudahnya? ~ Sebelum rehabilitasi klien merasa kehidupannya tidak teratur dan dia merasa kehidupan hanya bergantung dengan narkoba. dan setelah direhabilitasi klien merasa lebih bisa menghandle perasaannya.

Bagaimanakah anda memperlakukan seseorang yang telah terjangkit hiv aids? ~ Kita harus merangkul dan memberikan semangat kepada para penderita hiv aids serta selalu memberikan peluang untuk hidup bersama masyarakat khalayak. Bagaimana anda bersikap terhadap orang yang terkena narkoba? Kenapa? ~ Sangat terbuka untuk menolong orang lain yang telah terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba. 10. 13. dll) 16. Apa yang anda ketahui tentang bahaya nya narkoba dan free sex? ~ Narkoba dapat mengancam kehidupan bahkan menyebabkan kematian dan menghancurkan masa depan dan generasi selanjutnya. Sedangkan free sex dapat merusak moral anak bangsa dan mengakibatkan terjangkitnya penyakit Karena tidak memakai pengaman(security/kondom) saat berhubungan. orang itu harus mau membuka dirinya dan bersedia hidupnya dicampuri oleh orang lain.~ Klien berusaha membuka diri dan mencoba untuk menjadi orang yang bermanfaat disekitar lingkungan masyarakat. Pesan apa yang anda berikan untuk remaja sekarang tentang narkoba & free sex? (pertanyaan ini untuk mantan penguna narkoba) ~ Remaja seharusnya menghindari narkoba dan harus bisa menjadi dirinya sendiri dan harus berani berkata tidak pada ‘narkoba’ dan ‘free sex’. 9. serta hidup merasa terkekang dan tidak bebas. koplo . putaw. sabu-sabu. 15. Bagaimana perlakuan keluarga dan teman – teman anda ketika anda dalam proses rehabilitasi? ~ Klien merasa bahwa dirinya terbuang oleh keluarga dan teman-teman. kokain. Apakah mereka mempunyai komunitas sendiri dalam melakukan praktek nya? dimana? Kenapa? . ganja. 12. apa saja jenis – jenis narkoba yang bisa membahayakan hidup manusia? ~semua narkoba(alcohol. dengan catatan. Bagaimana ciri – ciri seseorang yang telah kecanduan Narkoba dan HIV AIDS? 17. heroin. 11. 14. Manfaat apa sajakah yang diterima oleh pengguna narkoba dalam rehabilitasi ini? ~ Pengguna menjadi tahu akan bahaya narkoba dan cara penanggulangannya.

sahabat. Apa yang anda lakukan jika anda mempunyai teman. B. maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Tapi upaya ini tidak optimal karena terbatasnya daya jangkau pemerintah dan panti rehabilitasi.(‘Find Friends. Information. Money. uang. obat-obatan. barang tempat bisa diatur. informasi. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa. pecandu sendiri harus bersikap terbuka jangan sampai snowball effect terjadi. atau keluarga yang pengguna napza? ~ Usaha yang dilakukan klien adalah jangan jauhi pemakai narkoba karena ini akan membuatnya semakin terjerumus karena kurangnya perhatian dari kelompok terdekat seperti keluarga dan teman sangat penting.Goods Availabel.~ Klien mengakui selama dirinya menjadi pecandu. Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut “substance abuse”). PEMBAHASAN SECARA UMUM Sebetulnya penggunaan narkotik. 19. Para pecandu cenderung mencari teman. orang. Ketika sudah ada uang. 20. Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu. barang dalam satu komunitas. psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. dia memiliki komunitas tersendiri. Narkoba adalah masalah dari dulu dan bisnis yang sangat potensial. And Place is Switch hable mereka merasa tidak nyaman dengan normal mereka harus bisa mencari orang yang benar-benar sama nasibnya 18. usaha pemerintah untuk menanggulangi napza dan pengidap hiv ini sudah ada dari departemen social dan pemerintah memberikan panti rehabilitasi. Apa saja yang telah pemerintah lakukan untuk menangani penguna Napza dan pengidap hiv aids? ~ Menurut klien. karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat . Apa pesan anda untuk remaja sekarang tentang narkoba dan free sex? ~ Klien berpendapat bahwa remaja adalah generasi yang sangat rentan.

Tapi lama kelamaan. Tahap ini berlangsung cukup singkat. caranya adalah berbohong. Kebiasaan ini akhirnya menjadi suatu rutinitas kebutuhan.berpengaruh terhadap kesehatan. NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan. Hal yang umumnya dilakukan oleh pihak keluarga adalah memasukkan si pecandu ke panti rehabilitasi narkoba.. Broken home. persepsi dan kesadaran seseorang. pecandu pemula selalu berusaha untuk menutupi keadaan dirinya dari keluarga. yakni hanya sekitar 2 minggu. Umumnya. . pasien atau klien menjalani beberapa tahap pengobatan. asmara hingga pekerjaan. factor keluarga juga menjadi salah satu factor utama. kurangnya perhatian dari keluarga. hingga sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak menjadi factor pendorong yang kuat bagi seseorang untuk mencoba narkoba. Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh manusia. dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. sosial dan ekonomi suatu bangsa. Selama di panti rehabilitasi. Tahap ini umumnya meliputi tahap detoksifikasi atau pembersihan racun narkoba dari tubuh klien. Narkoba dianggap sebagai jalan keluar dari segala permasalahan. Pertama adalah tahap pemulihan fisik. Seseorang umumnya mencoba narkoba karena factor coba-coba dan pergaulan lingkungan yang tidak sehat. keluarga akan mengetahui hal ini. keluarga . Selain itu. Indikator keberhasilan tahap ini adalah kondisi fisik klien yang kembali normal seperti semula. Bahkan tidak heran jika ada pecandu yang akhirnya merangkap sebagai pencuri di rumahnya sendiri. mulai dari masalah di sekolah.

Ada yang butuh perhatian lebih.Tahap kedua adalah tahap pemulihan mental. artinya lingkungan yang kemungkinan besar akan menjerumuskan dirinya kembali ke lembah kelam narkoba. dan negative thinking karena merasa dibuang oleh keluarganya. Pada tahap ini. Konselor ini bertugas untuk menangani setiap gejala psikis yang muncul pada klien. Kesadaran dari pasien adalah faktor utama yang menentukan proses pemulihan di panti rehabilitasi. Klien umumnya akan mengalami sakau atau masa putus zat. Keadaan psikis setiap pasien sangat berbeda. rasa dikurung. baik dari segi kesehatan pribadinya. yaitu sabar. Masa paling sulit adalah ketika klien diharuskan menjauhi zat narkoba. Perasaan paling umum yang dirasakan oleh seorang klien adalah sulitnya untuk mengatasi rasa bosan. ada yang malah tidak ingin diperhatikan. maupun dampak sosial yang ditimbulkannya. Penyakit ketergantungan ini adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Mereka sedang mengidap ketergantungan yang akan berlangsung seumur hidup. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk. belajar mengenai apa yang sedang dideritanya. tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga hal positif yang dipelajari oleh klien selama masa rehabilitasi. Tapi. Tahap ini diakui sebagai tahap paling sulit. . klien akan menyadari bahwa proses recovery / pemulihan adalah proses yang akan berlangsung seumur hidup. KESIMPULAN Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Akhirnya. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. mengatasi masalah hidup. masing-masing klien memiliki konselor. Pemulihannya sendiri sangat tergantung pada kesadaran klien seperti yang dijelaskan sebelumnya. Klien harus sadar dan berusaha untuk menjauhi lingkugan-lingkungan yang beresiko. Klien menjadi sadar bahwa yang sedang dideritanya bukanlah penyakit biasa. tapi hanya dapat dipulihkan. Tidak ada obat untuk menyembuhkan ketergantungan ini.

Pada hari kamis. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik.pertama kami mendatangi DEPSOS. Kami mendapatkan informasi lokasi rehabilitasi. SARAN • • • • • • Hindari Narkoba sedini mungkin Jangan pernah mengucilkan para mantan pecandu narkoba.tidak hanya itu saja. MASALAH DAN UPAYA MENGATASINYA. Tidak berhenti disitu saja.tepatnya pada pukul 13. melainkan menjadi tugas kita bersama. awal bulan April 2009 kami terlebih dahulu menghubungi pihak Drop in center untuk meminta perizinan melakukan observasi di tempat tersebut.Bogor. Kamipun bermusyawarah tentang penentuan tempat observasi dan biaya yang akan dikeluarkan.Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja. Salah satunya kami sulit menemukan tema dan tujuan dalam observasi. Yang lebih menarik kami juga mendapatkan informasi lokasi Rehabilitasi “YAKITA” yang terletak di jl. B. kami pun mulai mencari tempat observasi yang kami maksud. Jangan biarkan masalah itu berlarut-larut. Dan kamipun melaksanakan observasi pada hari itu juga. Kamipun mendapatkan informasi tentang Napza dan penanggulangannya. Dalam observasi kami banyak menemukan berbagai kendala(problem) ketika pelaksanaanya.yaitu di Parung.ciasin desa . Akhirnya kami memutuskan mengambil tema “NAPZA”. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA. Pilihlah pergaulan dan lingkungan yang sehat Perkuat ibadah kepada tuhan yang maha esa Jadilah dirimu sendiri Cari bantuan secepatnya ketika menemukan masalah.kami pun mendapatkan informasi lokasi drop in center yang beralamatkan di daerah kebun Pedes. tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.30 WIB. B.

Bendungan-Ciawi.Bogor. BAB IV. Karna proses perizinan yang cukup panjang dan lama. sedangkan waktu kamipun terbatas. Akhirnya kami memutuskan observasi di Drop in center. Beberapa hari kemudian kami mencoba mendatangi lokasi “YAKITA” yang ada di Ciawi. KESIMPULAN . KESIMPULAN DAN SARAN A. Dan mendapat klien untuk kami wawancarai sebagai bahan informasi observasi.

. Hashis. Ekstasi. Pil koplo. psikotropika.Dari observasi yang kami lakukan tentang “NAPZA” kami mendapatkan kesimpulan bahwa “NAPZA” adalah obat-obatan terlarang yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan khususnya para generasi muda yang rentan akan informasi tentang “NAPZA”. Mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat. Kokain. Diantaranya Alcohol. PENUTUP Demikianlah makalah ini kami buat. Sabu-sabu. tetapi kita harus memberikan perhatian lebih sehingga para pecandu tidak merasa diasingkan dan terbuang. NAPZA (Narkotika. Jangan berfikir “YOU CAN SOLVE THEM BY YOURSELF” dan jangan takut untuk menuju perubahan. bahwa “NAPZA” mempunyai begitu banyak jenisnya. untuk menggambarkan dan menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan “NAPZA”. Putauw. Di masyarakat ada 2 tipe dalam mengasingkan pecandu. Intinya “DON’T BE AFFRAID TO SPEAK UP !!”. karena narkoba adalah masalah dari dulu. Bagi para pecandu coba bersikap terbuka terhadap orang yang dia percaya(tepat) untuk mendapatkan respons yang baik. Dari sekian banyak yang klien jelaskan.Serta katakan “SAY NO TO DRUGS”. Heroin. dan zat adiktif) dapat merusak system saraf serta dapat mengganggu kinerja otak dan melemahkan system imun(kekebalan) tubuh. Maka dari itu janganlah kita menjauhi para pecandu narkoba karena itu akan membuat pecandu terjerumus lebih dalam karena merasa kurang perhatian. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami Kami harapkan penulisan makalah ini mendapatkan apresiasi yang positif. Kami harapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang dunia “NAPZA”. pertama orang yang tidak tahu dan orang yang tidak tahu serta tidak mau peduli. Marijuana. SARAN Dari observasi yang kami lakukan tentang “NAPZA” kami memberikan saran bahwa remaja adalah generasi yang sangat rentan akan narkoba. Dan diharapkan para remaja menjauhi narkoba agar bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh semua pihak khususnya pemerintah. B. Ganja. Bagi para masyarakat jangan berfikir negative tentang pecandu narkoba.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times