skip to main | skip to sidebar vini np's site

- The official vini np's site • • • • • •

Home Login Lounge Download Film Profile Download Film
Top of Form

Bottom of Form

Hi! Selamat datang di Blogku! (^___^) from Indonesia with peace

About Me
vinividivici try to loving my new life now! :D View my complete profile

Facebook Badge
Vini Np Create Your Badge

Counter

Feedjit
Feedjit Live Blog Stats
• Top of Form

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Cari Mp3 !
Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

index

Bottom of Form

Categories
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Askep (12) Info (6) Internet (18) kesehatan (7) komputer (12) Lirik Lagu (2) Materi Kuliah (21) Uncategorized (26)

Archives

▼ 2010 (69)

► November (4)
   

Nursing Care Plan Gastritis NCP - Nursing Care Plan Constipation NCP - Nursing Care Plan Diarrhea November Happy Hallowen! Kartun Seram Yang Asyik Ditonton :D Dokumentasi Hasil Tindakan Pemberian Cairan Elektr... Smadav 8.3 Rilisss!! Obat Therapeutic Communication in the Nursing Professio... Pet untuk Mage Tips on Canaan Online Beginner Guide Canaan Online Canaan Online Dokumentasi Keperawatan

► October (10)
         

► September (7)

                                 Kuliah lagi SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431H Cute Cat Tes Psikologi Kata-kata Motivasi II Kata-kata Motivasi I Cara Aktivasi Windows 7 Ultimate Karakteristik Golongan Darah Part I Ramalan Berdasarkan Golongan Darah Situs Terjahil dan menyeramkan ETIKA KEPERAWATAN Nursing Ethics Contoh Asuhan Keperawatan Anemia Lucuuuu Uji Zat Keton Urine Uji Protein Urine Uji Glukosa Urine Kucing Hasil Laboratorium Urine LAPORAN PENDAHULUAN BLEFARITIS Patofisiologi Hordeolum ASUHAN KEPERAWATAN KERATITIS/ULKUS KORNEA ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA Visitor beneran?? Hilang Reflection Faktor Oksigenisasi ASUHAN KEPERAWATAN BATU GINJAL ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA SEL SABIT ASUHAN KEPERAWATAN PADA TETANUS ASUHAN KEEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI Cheats Sims 3 ▼ August (25) ► July (5)  .

..1 Latar Belakang Penyakit sel sabit adalah hemoglobinopati herediter dimana sel-sel darah merah (SDM) mengandun.. preval.... Latar belakang Berdasarkan survei kewsehatan rumah tangga (SKSRT) 2001.. ○ ASUHAN KEPERAWATAN KERATITIS/ULKUS KORNEA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ULKUS KORNEA A... MP (Mana Point) dan Exp (Experience).. Senyawa-senyawa antagonis resept.. ○ Dokumentasi Keperawatan Total Pageviews . Pengertian Keratitis ulseratif yang lebih dikenal sebagai ulserasi kornea yaitu terd. kelenjar Moll (hordeolum eksterternum) atau kelenjar Meibom (Hordeolum. ○ Beginner Guide Canaan Online KarakterStatistik utama yang dimiliki oleh karakter dalam Canaan Online ialah HP (Health Point).       ○  Akhirnyaaaaa!! Yahuuuuu!! My New Buddy part II My New Buddy ► June (1) ► May (1) ► April (8) ► February (8) ► June (6) ► 2009 (6) Popular Posts ○ ○ Contoh Asuhan Keperawatan Anemia Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <!--[i. ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA SEL SABIT BAB I PENDAHULUAN 1. Nizatidine. ○ ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANEMIA BAB I PENDAHULUAN A.HP mer. dan Famotidine. Ranitidine.. ○ Patofisiologi Hordeolum PENGERTIAN Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif kelenjar Zeis. ○ Obat Lambung Antagonis H2 Yang termasuk antagonis reseptor H2 adalah Simetidine...

2010 .net Newsreel kesehatan keperawatan gizi Inilah Serangan Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Tempo Interaktif .musik-live..Love So Sweet [music Box].12 hours ago Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengurangi hukuman penjara terpidana kasus suap hakim PT TUN Ibrahim. Related Articles » clipped from Google . akhirnya Pemprov berkesimpulan hal itu disebabkan pemberian ASI eksklusif menurun.Nov 06. Related Articles » clipped from Google .mp3 get more free mp3 & video codes at www.6424 Arashi .11/2010 Dinas Kesehatan Gunung Kidul Periksa Kesehatan Pengungsi Merapi Republika Online .. Kabupaten Gunung Kidul..11/2010 Kasus Suap Hakim Alasan Kesehatan.Nov 06." kata Rachmat Latief.Nov 06. Kepala Dinas Kesehatan Pemprov .7 hours ago Setelah ditelusuri.11/2010 Sulsel ungguli pemerintah pusat atur ASI eksklusif Bisnis Indonesia . 2010 . kini hukumannya berkurang . .GUNUNG KIDUL--Petugas Dinas Kesehatan memeriksa sejumlah pengungsi yang ditampung di posko pengungsian Rest Area Bunder. Related Articles » clipped from Google .. ..13 hours ago Tak hanya menelan puluhan korban jiwa karena terkena awan panasnya. Setelah divonis enam tahun. clipped from Google .Nov 06. 2010 .. 2010 . tapi Merapi juga memuntahkan abu vulkanik yang mengancam kesehatan para pengungsi.. Hakim Ibrahim Dikurangi Hukumannya Jadi 5 Tahun Harian SIB .14 hours ago ID.11/2010 ..

Sementara survei di DKI Jakarta 2004 menunjukkan angka prevalensi anemia pada balita sebesar 26. Anemia lainnya adalah anemia karena pendarahan. pada masa amas dan kritis perlu mendapat perhatian. sehingga diperlukan asupan besi tambahan untuk mencegah kekurangan besi. bisa juga anemia karena yang bersangkutan menderita suatu penyakit keganasan seperti kangker. Tujuan dari penulisan makalah diharapkan mahasiswa mampu: 1. b. Kebanyakan anemia pada anak adalah anemia kekurangan zat besi atau iron deficiency anemia. anak usia sekolah dan remaja sekitar 26. B.1999).powered by ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA 6:47 AM | Labels: Askep. Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson.5%. Tujuan a. Mengetahui anatomi fisiologi darah 2. Mengetahui patofisologi anemia 5. tapi biasanya dokter akan tahu karena hati dan limpanya membesar Anemia bisa menyebabkan kerusakan sel otak secdara permanen lebih berbahaya dari kerusakan sel-sel kulit. Tujuan umum dari penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat membuat asuhan keperawatan penyakit anemia. leukemia dll.5%. anemia karena pabriknya mengalami gangguan (sumsum tulang tidak memproduksi sel-sel darah dengan baik dan penyebabnya bermacam-macam). Mengetahui etiologi anemia 4. Karena itu. Latar belakang Berdasarkan survei kewsehatan rumah tangga (SKSRT) 2001. Memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada klien yang menderita anemia BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Penyebabnya umumnya adalah pola makan yang kurang tepat. prevalensi anemia pada balita 0-5 tahun sekitar 47%. Materi Kuliah ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANEMIA BAB I PENDAHULUAN A. 35 juta remaja menderita anemia gizi besi. Sekali sel-sel otak mengalami kerusakan tidak mungkin dikembalikan seperti semula. Mengetahui pengertian anemia 3. usia 6 bulan cadangan besi itu akan menipis. Mengetahui macam-macam anemia 7. Mengetahui manifestasi klinis anemia 6.

Sumsum tulang Sumsum tulang menempati bagian dalam tulang spons dan bagian tengah rongga tulang panjang. Peranannya sebagai medium pertukaran antara sel-sel yang terfiksasi dalam tubuh dan lingkungan luar serta memiliki sifat-sifat protektif terhadap organisme sebagai suatu keseluruhan dan khususnya terhadap darahnya sendiri. monosit. seluruhnya mempunyai gambaran granular. 3. Leukosit ini sebagian di bentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). beberapa jenis sel darah putih (leukosit). Sejumlah kecil hemoglobin masih dihasilkan selama 24 sampai 48 jam pematangan. Selain itu terdapat juga sejumlah besar trombosit. karena alasan itu mereka disrbut granulosit . sel-sel ini diangkut dalam darah menuju bagian tubuh untuk di gunakan. Keenam sel tersebut ialah netrofil polimorfonuklir. Retikulosit adalah stadium terakhir dari perkembangan sel darah merah yang belum matang dan mengandung jala yang terdiri dari serat-serat retikular.A. 1. basofil polimorfonuklir. Ada 6 macam sel darah putih yang secara normal di temukan dalam darah. eosinofil polimorfonuklir. Pembentukan hemoglobin terjadi pada sumsum tulang melalui semua stadium pematangan. masing-masing mengandung sebuah atom besi. Karena sel itu lunak dan lentur maka dalam perjalanannya melalui mikrosirkulasi konfigurasinya berubah. Setelah dibentuk. Molekul-molekul Hb terdiri dari 2 pasang rantai polipeptida (globin) dan 4 gugus hem. tersusun terutama oleh lemak dan tidak aktif dalam produksi elemen darah. Stroma bagian luar yang mengandung protein terdiri dari antigen kelompok A dan B serta faktor Rh yang menentukan golongan darah seseorang. Darah adalah suspensi dari partikel dalam larutan koloid cair yang mengandung elektrolit. yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang. Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit dalah merupakan cakram bikonkaf yang tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8 m. ANATOMI FISIOLOGI Sistem hematology tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi. Ketiga tipe dari sel. yaitu sel polimorfonuklir. Komponen utama sel darah merah adalah protein hemoglobin (Hb) yang mengangkut O2 dan CO2 dan mempertahankan pH normal melalui serangkaian dapar intraseluler.sehingga merupakan yang paling besar dalam tubuh. Sumsum bisa berwarna merah atau kuning. Leukosit (sel darah putih) Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Sumsum merupakan 4 % sampai 5 % berat badan total. limfosit. Manfaat sesungguhnya dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan di transpor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius. Sedang sumsum kuning. Darah adalah organ khusus yang berbeda dengan organ lain karena berbentuk cairan. termasuk sumsum tulang dan nodus limfa. tebal bagian tepi 2m pada bagian tengah tebalnya hanya 1m atau kurang. dan kadang-kadang sel plasma. dan pecahan sel yang disebut trombosit. Sel darah merah memasuki sirkulasi sebagai retikulosit dari sumsum tulang. yakni megakariosit. retikulum kemudian larut dan menjadi sel darah merah yang matang. Konfigurasi ini memungkinkan pertukaran gas yang sangat sempurna. jadi menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap bahan infeksius yang mungkin ada. Sumsum merah merupakan tempat diproduksi sel darah merah aktif dan merupakan organ hematopoetik (penghasil darah) utama. Unsur seluler darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit). 2.

Protein plasma penting dalam fraksi alfa dan beta adalah globulin transpor dan nfaktor pembekuan yang dibentuk di hati. yang terdapat pada sirkulasi plasma darah.1997). dan obat-obatan. keuali kandungan fibrinogen dan beberapa factor pembekuan. Produksi trombosit diatur oleh trombopotein. protein. Dinding kapiler tidak permeabel terhadap albumin. DEFINISI Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson. berdiameter 2 sampai 4 µm. yang disebut megakariosit. yang tersusun terutama oleh anti bodi. diantara zat lainnya. banyaknya . termasuk fibrinogen. Plasma darah Apabila elemen seluler diambil dari darah. Protein plasma tersusun terutama oleh albumin dan globulin.2003). Subtansi yang dilepaskan dari granula trombosit dan sel darah lainnya menyebabkan trombosit menempel satu sama lain dan membentuk tambalan atau sumbatan.(Wong. bagian cairan yang tersisa dinamakan plasma darah. sehingga keberadaannya dalam plasma menciptakan gaya onkotik yang menjaga cairan dalam rongga vaskuler. albumin berfungsi sebagai protein transpor untuk logam. dan transferin membawa besi. Fungsi utama limfosit dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. dinamakan immunoglobulin. (Guyton. Anemia berarti kekurangan sel darah merah. jumlahnya selalu berubah antara 150. trombosit mengumpul pada pada tempat edera tersebut. dan zat lain. Globulin tersusun atas fraksi alfa. beta dan gama yang dapat dilhat dari laboratorium yang dinamakan elektroforesis protein. Karena dapat mengalami disintegrasi cepat dan mudah. dan kecepatan kerusakan. tetap dalam keadaan tidak aktif dalam plasma darah sampai diaktifasi pada reaksi pada tahap-tahap pembekuan. sisa cairan yang tertinggal dinamakan serum. Plasma darah mengandung ion. Dibentuk oleh fragmentasi sel raksasa sumsum tulang. Trombosit berperan penting dalam mengotrol pendarahan. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernakannya yaitu melalui fagositosis. Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin turun dibawah normal. yang dapat di sebabkan oleh hilangnya darah yang terlalu cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel darah merah. Globulin transpor membawa berbagai zat dalam bentuk terikat sepanjang sirkulasi. Protein ini dihasilkan oleh limfosit dan sel plasma. Albumin. B. yang sementara menghentikan pendarahan. bagaimana digunakan. Apabila plasma dibiarkan membeku. Apabila terjadi pendarahan cedera vascular.1999). membawa tiroksin. Gama globulin. Trombosit Trombosit merupakan partikel kecil. Faktor pembekuan. asam lemak. Subtansi lain dilepaskan dari trombosit untuk mengaktifasi factor pembekuan dalam plasma darah. Albumin terutama penting untuk pemeliharaan volume cairan dalam system vaskuler. Misalnya tiroid terikat globulin. 4. Masing-masing kelompok disusun oleh protein tertentu.000 per mm³ darah. Anemia adalah penurunan dibawah normal dadam jumlah eritrosit. bilirubin. Serum mempunyai kandungan yang sama dengan plasma.atau dalam terminologi klinis disebut “poli” karena intinya multipel. yang dihasilkan oleh hati. memiliki kapasitas mengikat berbagai zat yang ada dalam plasma. Dalam hal ini.000 dan 450. tergantung jumlah yang dihasilkan. 5.

vasokontriksi 2. telapak tangan dan membran mukosa mulut serta konjungtiva dapat digunakan lebih baik guna menilai kepucatan. Kehilangan lebih dari 20% akan menimbulkan renjatan yang ireversibel dengan angka kematian yang tinggi. takikardi. Pengaruh yang timbul segera Akibat kehilangan darah yang cepat. ankilostomiasis. Kehilangan darah yang mendadak (> 30%) mengakibatkan pendarahan menimbulkan simtomatologi sekunder hipovolemi dan hipoksia 3. Pucat oleh karena kekurangan volume darah dan Hb. Tanda dan gejala: gelisah. nafas pendek. Takikardi dan bising jantung (peningkatan kecepatan aliran darah) Angina (sakit dada) 3. kelemahan. Redistribusi aliran darah ke organ vital Salah satu tanda yang sering di kaitkan dengan anemia adalah pucat. Kehilangan darah sebanyak 12-15 % akan memperlihatkan gejala pucat. Anemia berat gangguan GI dan CHF (anoreksia. ini umumnya sering di kaitkan dengan volume darah. pendarahan usus.dyspne. Jumlah efektif eritrosit berkurang menyebabkan jumlah O2 ke jaringan berkurang 2. ginjal dan sebagainya) dan penambahan alran darah ke organ vital (otak dan jantung) Gejala yang timbul tergantung dari cepat dan banyaknya darah yang hilang dan apakah tubuh masih dapat mengadakan kompensasi. takikardi. Meningkatkan pelepasan O2 oleh hemoglobin c. . Kehilangan darah mendadak a). cepat capek saat aktifitas (pengiriman O2 berkurang) 4. pengurangan aliran darah atau komponennya ke organ tubuh yang kurang vital (anggota gerak. transpirasi. tinitus (telinga berdengung) menggambarkan berkurangnya oksigenasi pada SSP 5. Sakit kepala. Mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela-sela jaringan d. operasi. nausea. Kehilangan sebanyak 15-20 % akan mengakibatkan tekanan darah menurun dan dapat terjadi renjatan (shock) yang masih reversibel. pendarahan karena kelainan obstetric. hemoroid. 1998) C. ulkus peptikum. suhu dan kedalaman serta distribusi kapiler mempengaruhi warna kulit maka warna kulit bukan merupakan indeks pucat yang dapat diandalkan. terjadi reflek kardiovaskular yang fisiolgis berupa kontraksi arteriola. PATOFISIOLOGI 1.hemoglobin. Karena faktor-faktor seperti pigmentasi kulit. konstipasi atau diare) E. D. berkurangnya hemoglobin dan vasokontriksi untuk memperbesar pengiriman O2 ke organ-organ vital. Dispnea. Kehilangan darah dalam beberapa waktu (bulan) sampai dengan 50% terdapat kompensasi adalah: a. Anemia pasca-pendarahan (post hemorrhagi) a. Etiologi Kehilangan darah karena kecelakaan. atau volume sel darah merah. sistem berbagai jenis penyakit dan kelainan (Dorlan. Peningkatan curah jantung dan pernafasan b. syok 4. KLASIFIKASI ANEMIA 1. diaforesis (keringat dingin). Jadi umumnya karena kehilangan darah yang mendadak atau menahun 1). tekanan darah normal atau merendah. MANIFESTASI KLINIK 1. Warna kuku.

000-20.8 mg besi harus direabsorbsi tiap hari selama 15 tahun pertam kehidupan. sejumlah kecil diperlukan untuk menyeimbangkan kehilangan besi normal oleh pengelupasan sel. a. telapak tangan dan dasar kuku. Gejala yang ditemukan ialah leukositosis (15. Anemia defisiensi besi sering terjadi pada pria atau wanita pasca menopause. Kadang-kadang terlihat gejal gagal jantung 2). Tubuh bayi baru lahir mengandung kira-kira 0. Menurut Sneltzer (2002) bahwa penyebab tersering pada anemia yang dialami oleh pria ataupun wanita pasca menopause disebabkan karena kurangnya masukan nutrisi. Frekuensinya berkaitan dengan aspek dasar metabolisme besi dan nutrisi tertentu. konjungtiva ocular berwarna kebiruan atau putih mutiara (pearly white). terjadi pergeseran cairan ekstravaskular ke intravaskular yaitu agar isi intravaskular dan tekanan osmotik dapat dipertahankan. Pengaruh lambat Beberapa jam setelah pendarahan. Pilihan kedua adalah plasma (plasma expanders atau plasma substitute). Anemia defisiensi besi Anemia defisiensi zat besi sering ditemukan di Indonesia. pertumbuhan yang cepat¬ ¬ Pengeluaran yang bertambah: kehilangan darah karena ankilostomiasis. defisiensi diet relatif yang disertai pertumbuhan yang cepat¬ Absorsi kurang: MEP: diare kronis. Selain pada pasca menopause juga dapat terjadi pada bayi. lekas lelah. Tidak ada pembesaran limpa dan hepar dan tidak terdapat diatesis hemoragik. Selain itu juga dapat menyebabkan kematian. pucat. sedangkan dewasa kira-kira 5 g. polip. sering berdebar-debar. Pemeriksaan radiologis tulang tengkorak akan menunjukkan pelebaran diploe dan penipisan tabula eksterna sehingga mirip dengan perubahan tulang . Jantung tampak membesar dan terdengar murmur sistolik yang fungsionil.Pengobatan yang terbaik ialah dengan transfusi darah. Pada MEP dengan infestasi ankylostoma akan memperlihatkan perut buncit yang disebut pot belly dan dapat terjadi edema.5 g besi. untuk mengejar perbedaan itu rata-rata 0. bila tidak diimbangi dengan masukan besi yang cukup. karena itu untuk mempertahankan keseimbangan besi positif pada anak. Nilai hemoglobin. hemolisis intravascular kronis yang menyebabkan hemosiderinemia b. 2. Kehilangan darah menahun Pengaruhnya terlihat sebagai gejala akibat defisiensi besi. amubiasis yang menahun. kira-kira 1 mg besi harus direabsorbsi setiap hari. etiologi anemia defisiensi besi dibagi: Masukan kurang: MEP. Dalam pemberian darurat cairan intravena dengan cairan infus apa saja yang tersedia b). Mereka tidak tampak sakit karena perjalanan penyakitnya bersifat menahun. iritabel dan sebagainya. Anemia defisiensi zat besi merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan efeka yang sangat serius pada fungsi jantung dan paru jika tidak segera ditangani. Papil lidah tampak atrofi. Etiologi Menurut patogenesisnya. Untuk mempertahankan metabolisme. Anemia akibat defesiensi besi untuk sisntesis Hb merupakan penyakit darah yang paling sering pada bayi dan anak. sebagai kompensasi sistem eritropoetik menjadi hiperaktif. erirosit dan hematokrit merendah akibat hemodilusi. Tampak pucat terutama pada mukosa bibir dan faring. Disamping kebutuhan pertumbuhan ini. sakit kepala.000/mm3). tetapi akibatnya terjadi hemodilusi. sindrom malabsorbsi lainnya¬ Sintesis kurang: transferin (hipotransferinemia congenital)¬ Kebutuhan yang bertambah: infeksi. Manifestasi klinik Penderita tampak lemas.

susu bubuk juga mungkin sumber yang miskin asam folat. suplementasi asam folat harus diberikan bila susu domba merupakan makanan pokok. misalnya gagal jantung. Umumnya jarang diberikan transfusi darah karena perjalanan penyakitnya menahun 3. Karena kebutuhan yang meningkat untuk pertumbuhan. Leukosit dan trombosit normal. Susu manusia dan binatang memberi pasokan asam folat dalam jumlah yang memadai. Jika tidak diberi suplemen. poikilositosis. Kurve Price Jones bergeser kekiri. Preparat besi parenteral hanya diberikan bila pemberian peporal tidak berhasil Tranfusi darah hanya diberikan bila kadar Hb kurang dari 5 g% dan disertai dengan keadaan umum yang tidak baik. anemia diberikan secara oral atau parenteral dengan dosis 1-5 mg/24 jam. Kini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 500 µg asam folat. SI dan IBC rendah) d. Morfologi megaloblastik dapat dijumpai pada sejumlah keadaan. atau 1 µg/ 24 jam sianokobalamin parenteral untuk kecurigaan defisiensi vitamin B12. Susu domba jelas defisien.tengkorak dari talasemia c. SI rendah dan IBC meningkat. Defisiensi dalam makanan biasanya disertai pertumbuhan cepat atau infeksi yang dapat menaikan kebutuhan asam folat. Dengan demikian terjadi maturation arrest pada tingkat normoblas polikromatofil. gambaran eritrosit mikrositik hipokromik. mikrositik. MCHC < 32%. Kebutuhan juga meningkat sejalan dengan pergantian (turnover) jaringan. a. Anemia Megaloblastik Anemia megaloblastik secara umum mempunyai abnormalitas morfologi dan pematangan eritrosit tertentu. hati). transfusi hanya terindikasi jika anemia berat atau anak sakit berat. Kebutuhan atas dasar berat badan pada anak lebih besar dibandingkan pada orang dewasa. Terapi¬ Bila diagnosis telah ditegakkan dengan sakit berat. (Saiffudin 2002). Pengobatan Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr% per bulan. sel target. Pemeriksaan laboratorium Kadar Hb< 10 g%. Jika diagnosis spesifik belum diragukan 50-100 µg/24 jam folat dapat diberikan selam 1 minggu sebagai uji diagnostic. Defisiensi asam folat Folat berlimpah dalam berbagai makanan termasuk sayuran hijau. MCV < 79 cµ. Diagnosis Ditegakkan atas dasar ditemukannya penyebab defisiensi besi. Dengan pewarnaan khusus dapat dibuktikan tidak terdapat besi dalam sumsum ntulang Serum iron (SI) merendah dan iron binding capacity (IBC) meningkat (kecuali pada MEP. hipokromik. buah dan orgn binatang (ginjal. Obat ini lebih mahal harganya dan penyuntikannya harus intra muscular dalam atau ada pula yang dapat diberikan secara intravena. Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan system eritropoetik hiperaktif dengan sel normoblas polikromatofil yang predominan. Terapi asam folat harus diteruskan sampai 3-4 . bronkopneumonia dan sebagainya. karena respon hematology dapat diharapkan dalam waktu 72 jam. tidak terdapat besi dalam sumsum tulang dan reaksi yang baik terhadap pengobatan denan besi e. Selain itu dapat pula diberikan preparat besi parenteral.

Defisiensi B12 (kobalamin) Vitamin B12 dihasilkan dari kobalamin dalam makanan. Jika ada bukti keterlibatan neurologis. yaitu: Gangguan pada struktur dinding eritrosit¬ Gangguan enzim yang mengakibatkan kelainan metabolisme dalam eritrosit¬ Hemoglobinopatia¬ b. defisiensi protein ini menyebabkan kadar penurunan B12 tetapi tidak pada anemia megaloblastik. Sebaiknya diberikan roboransia • Ovalositosis (eliptositosis) . ini menunjukan bahwa pemberian minim dosis dapat digunakan sebagai uji terapeutik bila diagnosis defisiensi vitamin B12 diragukan. umur eritrosit menjadi lebih pendek (normal umur eritrosit 100120 hari) Penyakit ini dapat dibagi menjadi dalam 2 golongan besar yaitu: ¬ Golongan dengan penyebab hemolisis yang terdapat dalam eritrosit sendiri. Pada anak gejala anemianya lebih menyolok daripada dengan ikterusnya. b. Biasanya penyebabnya merupakan faktor yang didapat (acquired) a. konsumsi atau inhibisi kompleks B12. 4. Pengangkatan limpa pada keadaan yang ringan dan anak yang agak besar (2-3 tahun). abnormalitas yang melibatkan sisi reseptor di ileum terminal. Kasus defisiensi terdapat pada bayi minum ASI yang ibunya mempunyai diet kurang atau yang menderita anemia pernisiosa.minggu. Terapi rumatan perlu selama hidup penderita. Anemia hemolitik Pada anemia hemolitik. 1 mg harus disuntikkan intramuscular harian selama 2 minggu. pembedahan lambung. biasanya dengan retikulositosis dalam 2-4 hari. Suatu infeksi yang ringan saja sudah dapat menimbulkan krisis aplastik Pengobatan Transfusi darah terutama dalam keadaan krisis. Gangguan struktur dinding eritrosit • Sferositosis Penyebab hemolisis pada penyakit ini diduga disebabkan oleh kelainan membran eritrosit. produksi skunder oleh mikiroorganisne. pemberian bulanan intramuscular vitamin B12 cukup. Meskipun TCI mengikat 80% kobalamin serum. Gangguan intrakorpuskuler (konginetal) Kelainan ini umumnya disebabkan oleh karena adanya gangguan metabolisme dalam eritrosit itu sendiri Keadaan ini dapat dibagi menjadi 3 golongan. terutama sumber hewani. Umumnya penyebab hemolisis dalam golongan ini ialah kelainan bawaan (konginetal) ¬Golongan dengan penyebab hemolisis ekstraseluler. Terapi¬ Respon hematologist segera akan mengikut pemberian parenteral vitamin B12 (1 mg). atau abnormalitas TCII. dan respon hematologist telah diamati dengan dosis kecil ini. bila tidak ada penyakit peradangan yang menyertai.factor intrinsic. sedangkan pada orang dewasa sebaliknya. Kadang-kadang penyakit ini berlangsung ringan sehingga sukar dikenal. Kebutuhan fisiologis vitamin B12 adalah 1-5 µg/ 24 jam. Defisiensi vitamin B12 dapat disebabkan karena kurang masukan.

Misal HbS. kemudian pada perkembangan selanjutnya konsentrasi HbF akan menurun. Penyakit ini diturunkan secara dominan menurut hukum mendel. virus. bisa berlangsung ringan tetapi dapat juga terjadi akut. Pada keadan yang . sehingga pada umur satu tahun telah mencapai keadaan yang normal Sebenarnya terdapat 2 golongan besar gangguan pembentukan hemoglobin ini. • Hemolisis dapat pula timbul akibat adanya reaksi autoimun.phosphate-Dehydrogenase (G-6PD) • Defisiensi Glutation reduktase • Defisiensi Glutation • Defisiensi Piruvatkinase • Defisiensi Triose Phosphate-Isomerase (TPI) • Defisiensi difosfogliserat mutase • Defisiensi Heksokinase • Defisiensi gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase Hemoglobinopatia Pada bayi baru lahir HbF merupakan bagian terbesar dari hemoglobinnya (95%). • A-beta lipropoteinemia Pada penyakit ini terdapat kelainan bentuk eritrosit yang menyebabkan umur eritrosit tersebut menjadi pendek. Kadang-kadang ditemukan kelainan radiologis tulang. Diduga kelainan bentuk eritrosit tersebut disebabkan oleh kelainan komposisi lemak pada dinding sel • Gangguan pembentukan nukleotida Kelainan ini dapat menyebabkan dinding eritrosit mudah pecah. yaitu: • Gangguan struktural pembentukan hemoglobin (hemoglobin abnormal). air). Splenektomi biasanya dapat mengurangi proses hemolisis dari penyakit ini. Kejadian tersebut dapat ditimbulkan oleh virus. HbE dan lain-lain • Gangguan jumlah (salah satu atau beberapa) rantai globin. saponin. racun ular. misalnya pada panmielopatia tipe fanconi Anemia hemolitik oleh karena kekurangan enzim • Definisi glucose-6. tetapi dalam tubuh akan melekat pada permukaan eritrosit dan menimbulkan reaksi antigen-antibodi pada permukaan eritrosit dan hal ini dapat menyebabkan hemolisis. luka bakar juga dapat menyebabkan anemia hemolitik Hipersplenisme. bahan kimia (bensin. cepat dan dapat menyebabkan kematian. malaria.¬ • Antagonisme ABO atau inkompatibilitas golongan darah lain seperti Rhesus dan MN • Alergen atau hapten yang berasal dari luar tubuh. Perjalanan penyakitnya bergantung pada penyebab hemolisisnya.Pada penyakit ini 50-90% dari eritrositnya berbentuk oval (lonjong). toksin(hemolisin) streptococcus. Pembesaran limpa apapun sebabnya sering menyebabkan penghancuran eritrosit¬ Anemia oleh karena terjadinya penghancuran eritrosit akibat terjadinya reaksi antigenantibodi. Misal talasemia c. Hemolisis biasanya tidak seberat sferositosis. Dalam keadaan normal bentuk eritrosit ini ditemukan kira-kira 15-20% saja. Gangguan ekstrakorpuskuler Gangguan ini biasanya didapat (acquired) dan dapat disebabkan oleh: ¬ Obat-obatan. jamur. PAS dan insektisida. bakteri atau obat-obatan seperti kina.

akibat keracunan obat-obatan. tetapi relatif lebih ringan dibandingkan dengan ketiga sistem hemopoetik lainnya. Faktor didapat¬ • Bahan kimia: benzene. bahkan kerusakan ginjal itu bukan disebabkan oleh hemoglobin bebas semata-mata. senyawa As. maka dalam hal ini diperlukan pemberian heparin. strabismus. vincristine. piribenzamin (antihistamin). • Obat: kloramfenikol. Sistim limfopoetik dan RES sebenarnya dalam keadaan aplastik juga. santoninkalomel. Diberikan pula prednison atau hidrokortison dengan dosis tinggi pada anemia hemolitik imun ini. Pada anemia hemolitik autoimun yang biasanya berlangsung lama. Anemia aplastik Merupakan keaadan yang disebabkan berkurangnya sel darah dalam darah tepi. meskipun . Bila mengenai sistem disebut panmiel optisis atau lazimnya disebut anemia aplastik. Bila perlu diberikan preparat kortikosteroid secara intravena. Pb. kelainan ginjal dan sebagainya. insektisida. anemia aplastik biasanya terdapat pada anak berumur lebih dari 6 tahun.dengan dosis rendah tetapi berlangsung sejak usia muda secara terus-menerus. Au. Pengobatan Pada keadaan yang berat. akibat terhentinya pembentukan sel hemopoetik dalam sumsum tulang. Disamping itu pada beberapa kasus gejala sudah timbul hanya beberapa saat setelah ia kontak dengan gen penyebabnya. Misalnya pemberian kloramfenikol yang terlampau sering pada bayi (sejak umur 2-3 bulan). dua atau ketiga sistem hemopoetik (eritropoetik. sedangkan yang hanya mengenai sistem trombopoetik disebut amegakariostik trombositopenik purpura (ATP). dan . 5. juga diberikan azatioprin (imuran). a. maka diberikan cairan dan obat-obatan sesuai dengan penatalaksanaan dari gagal ginjal akut. Aplasia ini hanya dapat terjadi pada satu. Kadang-kadang diperlukan pula transfusi tukar. pemberian transfusi darah dapat menolong penderita. granulopoetik dan trombopoetik) Aplasia yang hanya mengenai sistem eritropoetik disebut eritroblastopenia (anemia hipoplastik).sangat berat sering terjadi hemoglobinuria dan hemoglobin yang bebas ini diduga merusak tubulus ginjal sehingga terjadi oliguria. baru akan menyebabkan gejala anemia aplastik setelah ia berumur lebih dari 6 tahun. Panmieloptisis (anemia aplastik) Kecuali jenis kongenital. TEM. maka disamping pemberian prednison. Depresi sumsum tulang oleh obat atau bahan kimia. Dalam hal ini sebaiknya diberikan transfusi eritrosit yang telah dicuci. methrotrexate. obat sitostatika (myleran. Etiologi Faktor konginetal¬ Sindrom fanconi yang biasanya disertai kelainan bawaan lain seperti mikrosefali. anomali jari. Oleh karena terjadi pembuatan trombin yang berlebihan. tetapi juga oleh karena terjadinya mikroangiopatia dari pembuluh darah ginjal. yang hanya mengenai sistem granulopoetik saja disebut agranulositosis (penyakit schultz). Pada anemia hemolitik oleh karena proses imun maka pemberian darah harus hati-hati oleh karena hal ini dapat menambah proses hemolisis. baru akan terlihat pengaruhnya setelah beberapa tahun kemudian. Apabila didapatkan gagal ginjal akut. rubidomycine. mesantoin (antikonvulsan).

KOMPLIKASI Komplikasi umum anemia meliputi: 1. dosis obat harus diberikan penuh kembali. rontgen. bahan kimia dan lain-lain • Infeksi: tuberkolosis milier. F. Hati-hati pada pemberian makanan melalui pipa lambung karena mungkin menyebabkan luka/pendarahan pada waktu pipa dimasukkan Istirahat¬ Untuk mencegah terjadinya pendarahan. atau kekurangan penyediaan oksigen ke otak. Kejang . Akibat kekurangan penyediaan darah. Makanan¬ Disesuaikan dengan keadaan. radioaktif • Faktor individu: alergi terhadap obat. serta aktifitas relatif sistem limfopoetik dan RES Aplasia sistem eritropoetik dalam darah tepi akan terlihat sebagai retikulositopenia yang disertai dengan merendahnya kadar Hb. Gagal jantung Gagal jantung adalah pemberhentian sirkulasi normal darah dikarenakan kegagalan dari ventrikel jantung untuk berkontraksi secara efektif pada saat systole.sebagainya) • Radiasi: sinar. c. lemah. terutama pendarahan otak. menyebabkan kematian sel dari kekurangan oksigen. Bila telah terdapat remisi. Pemberian obat antibiotika hendaknya dipilih yang tidak menyebabkan depresi sumsum tulang. Akhir-akhir ini faktor imunologis telah dapat menerangkan etiologi golongan idiopatik ini. Gejala klinis dan Hematologis Pada prinsipnya berdasarkan gambaran sumsum tulang yang berupa aplasia sistem eritropoetik. Pada pemberian oksimetolon ini hendaknya diperhatikan fungsi hati. menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan berhenti bernafas dengan tiba-tiba. Kloramfenikol tidak boleh diberikan. sedangkan testosteron dengan dosis 1-2 mg/kgbb/hari sebaiknya secara parenteral. hematrokit dan hitung eritrosit. Pada keadaan yang sangat gawat (pendarahan masif. hepatitis dan sebagainya • Lain-lain: keganasan. Pengobatan Prednison dan testosteron¬ Prednison diberikan dengan dosis 2-5 mg/kgbb/hari peroral. sebaiknya diisolasi dalam ruangan yang ’suci hama’. Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa testosteron lebih baik diganti dengan oksimetolon yang mempunyai daya anabolik dan merangsng sistem. umumnya diberikan makanan lunak. penyakit ginjal. palpitasi. 2. pendarahan otak dan sebagainya) dapat diberikan suspensi trombosit Pengobatan terhadap infeksi sekunder¬ Untuk menghindarkan dari infeksi. gangguan endokrin • Idiopatik: merupakan penyebab yang paling sering. Transfusi darah¬ Transfusi darah diberikan jika hanya diperlukan. sesak karena gagal jantung dan sebagainya. Pengobatan biasanya berlangsung berbulan-bulan. Hematopoetik lebih kuat dan diberikan dengan dosis 1-2 mg/kgbb/hari peroral. dosis obt diberikan separuhnya dan jumblah sel darah diawasi setiap minggu. Klinis klien akan terlihat pucat dan berbagai gejala anemia lainya seperti anoreksia. b. Cerebral hypoxia. bahkan dapat sampai bertahun-tahun. Kemudian jika terjadi relaps. granulopoetik dan trompoetik.

Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigenasi ke sel/hipoksi b. Observasi adanya manifestasi anemia ◦ Manivestasi umum Kelemahan otot Mudah lelah Kulit pucat ◦ Manivestasi system saraf pusat Sakit kepala Pusing Kunang-kunang Peka rangsang Proses berpikir lambat Penurunan lapang pandang Apatis Depresi ◦ Syok (anemia kehilangan darah) Perfusi perifer buruh Kulit lembab dan dingin Tekanan darah rendah dan tekanan darah setral Peningkatan frekwensi jatung 2. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigenasi ke sel/hipoksia. c. Intervensi Keperawatan NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL 1. d.Gerakan yang tidak dikendalikan karena ada masalah di otak disebut kejang. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan sistem pertahanan tubuh. Lakukan pengkajian fisik b. Pengkajian a. . Perestesia BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 1. 3. Resiko perdarahan b/d penurunan faktor pembekuan darah 3. Diagnosa Keperawatan a. Dapatkan riwayat kesehatan. termasuk riwayat diet c. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan menunjukkan tingkat perfusi jaringan yang sesuai.

5. Kulit hangat atau kering. TD dalam keadaan normal 1. Observasi warna dan suhu kulit atau membrane mukosa. 1. Status mental biasa. 3. Memaksimalkan transport oksigen ke jaringan. 4. Antisipasi dan bantu dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. 1. 5. 4. 2. Menurunkan status vena di kaki dan pengumpulan darah pada vena pelvis untuk menurunkan resiko pembentukan thrombus. Menunjukkan pernafasan normal. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan klien melaporkan peningkatan intoleransi aktifitas. 3. sesak nafas. 2. disorientasi atau perubahan sensori atau motor dapatmenunjukkan aliran darah. Dapat mengindikasikan gangguan fungsi serebral karena hipoksia atau defisiensi vitamin B12. Observasi perubahan status mental. Mendapatkan istirahat yang cukup. bingung. bingung. Tinggikan kaki atau telapak bila di tempat tidur atau kursi. 2. mudah terangsang. Gelisah. Tidak ada sianosis sentral atau perifer. keletihan. 3. Kriteria Hasil: 4. kunang-kunang. 2. .Kriteria Hasil: 1. 2. Kulit pucat/sianosis. kaku membrane bibir atau lidah menunjukkan vasokontriksi/ syok dan gangguan aliran sistemik. hipoksia atau cidera faskuler serebral (CSV) sebagai akibat emboli sistemik. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Kaji untuk respon verbal melambat. 5. Observasi adanya tanda kerja fisik (dispnea.

3. 1. 3. Lindungi anak dari kontak dengan individu yang terinfeksi. 3. Klien tidak menunjukkan bukti infeksi. Untuk pertukaran udara ug optimal. Untuk menentukan nilai dasar perbandingan selama periode aktifitas. 2. Merencanakan istirahat yang tepat. 1. Adanya bukti infeksi dan membutuhkan pengobatan.3. Tingkatkan cuci tangan yang baik oleh pemberi perawatan dan klien. Pantau suhu. 5. Beri pengalihan aktifitas. Kriteria Hasil: 1. Untuk meminimalkan pemejanan pada organisme infektif. 6. 6. 5. 4. Meningkatkan istirahat dengan tenang serta mencegah kebosanan dan menarik diri. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan sistem pertahanan tubuh Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam mampu untuk mengidentifikasi perilaku untuk mencegah menurunkan infeksi. 2. Untuk mendorong kepatuhan pada kebutuhan istirahat. 4. 5. . 2. Untuk mencegah kelelahan. 3. 4. Menurunkan resiko kerusakan kulit atau jaringan. Pilih teman sekamar yang sesuai dengan usia dan minat yang sama. 1. Resiko perdarahan b/d penurunan faktor pembekuan darah Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 24 jam diharapkan klien dapat mnurunkan resiko perdarahan. 2. Pertahankan teknik aseptik ketat pada prosedur perawatan. Ukur tanda vital selama istirahat. 4. Berikan perawatan kulit. Klien. Menurunkan resiko infeksi bakteri. Mencegah terjadinya kontaminasi bakterial. 5. 4. Pertahankan posisi fowler tinggi.

Pada adanya gangguan faktor pembekuan. mempertahankan homeastasis dengan tanpa perdarahan. Koagulasi memanjang. yang dapat di sebabkan oleh hilangnya . tekan lebih lama pada bagian bekas suntikan.1999). Peningkatan nadi dengan penurunan TD dan CVP dapat menunjukkan kehilangan volume darah sirkulasi. 6. Berikan obat sesuai indikasi. Mandiri 1. Dorong menggunakan sikat gigi halus 4. Gunakan jarum kecil untuk injeksi. D. Indikator anemia. Vitamin tambahan (contoh: vit K. 4. Anemia berarti kekurangan sel darah merah. Awasi nadi. perdarahan aktif/ terjadinya komplikasi (contoh: KID) 7. 2. TD. C) 1. Meminimalkan kerusakan jaringan. Menungkatkan sintesis protombin dan koagulasi BAB III PENUTUP Kesimpulan Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson. Perubahan dapat menunjukkan perbahan perfusi jaringan serebral sekunder terhadap hipoolemia. trauma minimal dapat menyebabkan perdarahan mukosa. 5. Catat perubahan mental atau tngkat kesadaran 3. Hindarkan penggunaan produk yang mengandung aspirin kolaborasi 6. 3. berpotensi untuk resiko perdarahan. memerlukan evaluasi lanjut.Kriteria hasil: 1. 2. 2. dan CVP bila ada. Awasi Hb/Ht dan faktor pembekuan 7. menunjukkan perilaku penurunan resiko perdarahan. hipoksemia. menurunkan resiko perdarahan/hematoma 5.

Ilmu Kesehatan Anak. Guyton. Sari kurniasih. Ricard E et all. Jakarta Behrman. Jakarta: EGC Smeltzer & Bare. Ed 9. anemia defisiensi besi. Keperawatan Medikal Bedah II. kehilangan darah menahun). Fisiologi Kedokteran. Arthur C. dkk. 2002. (Guyton. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik/ Donna L. Fakultas Kedokteran Unifersitas. Donna L. 1995. 1997. Jakarta: EGC.1997). editor edisi bahasa indonesia. anemia hemolitik dan anemia aplastik DAFTAR PUSTAKA Abdulrrahman. Wong: alih bahasa Monika ester. 1995. Ed 4. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC Wong. Jakarta: EGC . Macam-macam atau klasifikasi dari anemia berdasarkan etiolognya yaitu: anemia pasca pendarahan (kehilangan darah mendadak. Vol 2. 2003. Price & Wilson.darah yang terlalu cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel darah merah. anemia megaloblastik (defisiensi asam folat dan B12). Patofisiologi. Ilmu Kesehatan Anak.