skip to main | skip to sidebar vini np's site

- The official vini np's site • • • • • •

Home Login Lounge Download Film Profile Download Film
Top of Form

Bottom of Form

Hi! Selamat datang di Blogku! (^___^) from Indonesia with peace

About Me
vinividivici try to loving my new life now! :D View my complete profile

Facebook Badge
Vini Np Create Your Badge

Counter

Feedjit
Feedjit Live Blog Stats
• Top of Form

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Cari Mp3 !
Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

index

Bottom of Form

Categories
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Askep (12) Info (6) Internet (18) kesehatan (7) komputer (12) Lirik Lagu (2) Materi Kuliah (21) Uncategorized (26)

Archives

▼ 2010 (69)

► November (4)
   

Nursing Care Plan Gastritis NCP - Nursing Care Plan Constipation NCP - Nursing Care Plan Diarrhea November Happy Hallowen! Kartun Seram Yang Asyik Ditonton :D Dokumentasi Hasil Tindakan Pemberian Cairan Elektr... Smadav 8.3 Rilisss!! Obat Therapeutic Communication in the Nursing Professio... Pet untuk Mage Tips on Canaan Online Beginner Guide Canaan Online Canaan Online Dokumentasi Keperawatan

► October (10)
         

► September (7)

                                 Kuliah lagi SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431H Cute Cat Tes Psikologi Kata-kata Motivasi II Kata-kata Motivasi I Cara Aktivasi Windows 7 Ultimate Karakteristik Golongan Darah Part I Ramalan Berdasarkan Golongan Darah Situs Terjahil dan menyeramkan ETIKA KEPERAWATAN Nursing Ethics Contoh Asuhan Keperawatan Anemia Lucuuuu Uji Zat Keton Urine Uji Protein Urine Uji Glukosa Urine Kucing Hasil Laboratorium Urine LAPORAN PENDAHULUAN BLEFARITIS Patofisiologi Hordeolum ASUHAN KEPERAWATAN KERATITIS/ULKUS KORNEA ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA Visitor beneran?? Hilang Reflection Faktor Oksigenisasi ASUHAN KEPERAWATAN BATU GINJAL ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA SEL SABIT ASUHAN KEPERAWATAN PADA TETANUS ASUHAN KEEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI Cheats Sims 3 ▼ August (25) ► July (5)  .

. Latar belakang Berdasarkan survei kewsehatan rumah tangga (SKSRT) 2001.. MP (Mana Point) dan Exp (Experience).HP mer...1 Latar Belakang Penyakit sel sabit adalah hemoglobinopati herediter dimana sel-sel darah merah (SDM) mengandun.. ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA SEL SABIT BAB I PENDAHULUAN 1. ○ ASUHAN KEPERAWATAN KERATITIS/ULKUS KORNEA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ULKUS KORNEA A..       ○  Akhirnyaaaaa!! Yahuuuuu!! My New Buddy part II My New Buddy ► June (1) ► May (1) ► April (8) ► February (8) ► June (6) ► 2009 (6) Popular Posts ○ ○ Contoh Asuhan Keperawatan Anemia Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <!--[i. dan Famotidine. ○ Dokumentasi Keperawatan Total Pageviews . ○ Patofisiologi Hordeolum PENGERTIAN Hordeolum adalah suatu peradangan supuratif kelenjar Zeis. Pengertian Keratitis ulseratif yang lebih dikenal sebagai ulserasi kornea yaitu terd. Senyawa-senyawa antagonis resept.... preval. kelenjar Moll (hordeolum eksterternum) atau kelenjar Meibom (Hordeolum... ○ Obat Lambung Antagonis H2 Yang termasuk antagonis reseptor H2 adalah Simetidine.. Ranitidine. ○ Beginner Guide Canaan Online KarakterStatistik utama yang dimiliki oleh karakter dalam Canaan Online ialah HP (Health Point)... Nizatidine. ○ ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANEMIA BAB I PENDAHULUAN A.

.net Newsreel kesehatan keperawatan gizi Inilah Serangan Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Tempo Interaktif .. kini hukumannya berkurang .GUNUNG KIDUL--Petugas Dinas Kesehatan memeriksa sejumlah pengungsi yang ditampung di posko pengungsian Rest Area Bunder..6424 Arashi . 2010 .12 hours ago Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengurangi hukuman penjara terpidana kasus suap hakim PT TUN Ibrahim." kata Rachmat Latief. 2010 . .11/2010 Sulsel ungguli pemerintah pusat atur ASI eksklusif Bisnis Indonesia ...11/2010 Kasus Suap Hakim Alasan Kesehatan.13 hours ago Tak hanya menelan puluhan korban jiwa karena terkena awan panasnya.Nov 06. 2010 . Hakim Ibrahim Dikurangi Hukumannya Jadi 5 Tahun Harian SIB . 2010 . Kabupaten Gunung Kidul.Nov 06. Setelah divonis enam tahun.7 hours ago Setelah ditelusuri. Kepala Dinas Kesehatan Pemprov .Nov 06... .Love So Sweet [music Box].14 hours ago ID.. Related Articles » clipped from Google . Related Articles » clipped from Google . Related Articles » clipped from Google .mp3 get more free mp3 & video codes at www.musik-live.11/2010 Dinas Kesehatan Gunung Kidul Periksa Kesehatan Pengungsi Merapi Republika Online . akhirnya Pemprov berkesimpulan hal itu disebabkan pemberian ASI eksklusif menurun.Nov 06. clipped from Google .11/2010 . tapi Merapi juga memuntahkan abu vulkanik yang mengancam kesehatan para pengungsi.

Sekali sel-sel otak mengalami kerusakan tidak mungkin dikembalikan seperti semula. Kebanyakan anemia pada anak adalah anemia kekurangan zat besi atau iron deficiency anemia. leukemia dll. b. anemia karena pabriknya mengalami gangguan (sumsum tulang tidak memproduksi sel-sel darah dengan baik dan penyebabnya bermacam-macam). Memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada klien yang menderita anemia BAB II TINJAUAN PUSTAKA . usia 6 bulan cadangan besi itu akan menipis. sehingga diperlukan asupan besi tambahan untuk mencegah kekurangan besi. bisa juga anemia karena yang bersangkutan menderita suatu penyakit keganasan seperti kangker. 35 juta remaja menderita anemia gizi besi. Mengetahui macam-macam anemia 7. B.5%. anak usia sekolah dan remaja sekitar 26.1999). Penyebabnya umumnya adalah pola makan yang kurang tepat. Tujuan umum dari penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat membuat asuhan keperawatan penyakit anemia. Tujuan a. Materi Kuliah ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANEMIA BAB I PENDAHULUAN A. Mengetahui pengertian anemia 3. Anemia lainnya adalah anemia karena pendarahan. Karena itu. Tujuan dari penulisan makalah diharapkan mahasiswa mampu: 1. Mengetahui manifestasi klinis anemia 6. Latar belakang Berdasarkan survei kewsehatan rumah tangga (SKSRT) 2001.5%. Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson. Mengetahui patofisologi anemia 5. Mengetahui etiologi anemia 4. tapi biasanya dokter akan tahu karena hati dan limpanya membesar Anemia bisa menyebabkan kerusakan sel otak secdara permanen lebih berbahaya dari kerusakan sel-sel kulit. pada masa amas dan kritis perlu mendapat perhatian.powered by ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA 6:47 AM | Labels: Askep. prevalensi anemia pada balita 0-5 tahun sekitar 47%. Sementara survei di DKI Jakarta 2004 menunjukkan angka prevalensi anemia pada balita sebesar 26. Mengetahui anatomi fisiologi darah 2.

ANATOMI FISIOLOGI Sistem hematology tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi. Sumsum merah merupakan tempat diproduksi sel darah merah aktif dan merupakan organ hematopoetik (penghasil darah) utama. beberapa jenis sel darah putih (leukosit). Ada 6 macam sel darah putih yang secara normal di temukan dalam darah. Darah adalah organ khusus yang berbeda dengan organ lain karena berbentuk cairan. jadi menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap bahan infeksius yang mungkin ada. Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit dalah merupakan cakram bikonkaf yang tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8 m. retikulum kemudian larut dan menjadi sel darah merah yang matang. basofil polimorfonuklir. Manfaat sesungguhnya dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan di transpor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius. Leukosit ini sebagian di bentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Sedang sumsum kuning. Darah adalah suspensi dari partikel dalam larutan koloid cair yang mengandung elektrolit. tersusun terutama oleh lemak dan tidak aktif dalam produksi elemen darah. seluruhnya mempunyai gambaran granular. Keenam sel tersebut ialah netrofil polimorfonuklir. eosinofil polimorfonuklir. Selain itu terdapat juga sejumlah besar trombosit. Karena sel itu lunak dan lentur maka dalam perjalanannya melalui mikrosirkulasi konfigurasinya berubah. dan kadang-kadang sel plasma. Sumsum bisa berwarna merah atau kuning. Pembentukan hemoglobin terjadi pada sumsum tulang melalui semua stadium pematangan. Molekul-molekul Hb terdiri dari 2 pasang rantai polipeptida (globin) dan 4 gugus hem.A. Setelah dibentuk. Leukosit (sel darah putih) Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. termasuk sumsum tulang dan nodus limfa. limfosit. Peranannya sebagai medium pertukaran antara sel-sel yang terfiksasi dalam tubuh dan lingkungan luar serta memiliki sifat-sifat protektif terhadap organisme sebagai suatu keseluruhan dan khususnya terhadap darahnya sendiri. monosit. masing-masing mengandung sebuah atom besi. Retikulosit adalah stadium terakhir dari perkembangan sel darah merah yang belum matang dan mengandung jala yang terdiri dari serat-serat retikular. 3. Stroma bagian luar yang mengandung protein terdiri dari antigen kelompok A dan B serta faktor Rh yang menentukan golongan darah seseorang. sel-sel ini diangkut dalam darah menuju bagian tubuh untuk di gunakan. 2. yaitu sel polimorfonuklir. Sumsum merupakan 4 % sampai 5 % berat badan total. dan pecahan sel yang disebut trombosit. Komponen utama sel darah merah adalah protein hemoglobin (Hb) yang mengangkut O2 dan CO2 dan mempertahankan pH normal melalui serangkaian dapar intraseluler. Sejumlah kecil hemoglobin masih dihasilkan selama 24 sampai 48 jam pematangan. tebal bagian tepi 2m pada bagian tengah tebalnya hanya 1m atau kurang.sehingga merupakan yang paling besar dalam tubuh. yakni megakariosit. 1. Sel darah merah memasuki sirkulasi sebagai retikulosit dari sumsum tulang. Konfigurasi ini memungkinkan pertukaran gas yang sangat sempurna. Sumsum tulang Sumsum tulang menempati bagian dalam tulang spons dan bagian tengah rongga tulang panjang. karena alasan itu mereka disrbut granulosit . Unsur seluler darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit). yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang. Ketiga tipe dari sel.

yang tersusun terutama oleh anti bodi. Globulin tersusun atas fraksi alfa. Protein plasma penting dalam fraksi alfa dan beta adalah globulin transpor dan nfaktor pembekuan yang dibentuk di hati.000 dan 450. Albumin terutama penting untuk pemeliharaan volume cairan dalam system vaskuler.1999). Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin turun dibawah normal. Protein plasma tersusun terutama oleh albumin dan globulin. berdiameter 2 sampai 4 µm. Globulin transpor membawa berbagai zat dalam bentuk terikat sepanjang sirkulasi. keuali kandungan fibrinogen dan beberapa factor pembekuan. Trombosit berperan penting dalam mengotrol pendarahan.2003). banyaknya . Plasma darah Apabila elemen seluler diambil dari darah. bilirubin. termasuk fibrinogen. Dinding kapiler tidak permeabel terhadap albumin. 4. membawa tiroksin. yang dihasilkan oleh hati. dan obat-obatan. beta dan gama yang dapat dilhat dari laboratorium yang dinamakan elektroforesis protein. yang sementara menghentikan pendarahan. sehingga keberadaannya dalam plasma menciptakan gaya onkotik yang menjaga cairan dalam rongga vaskuler. Plasma darah mengandung ion. dinamakan immunoglobulin. tetap dalam keadaan tidak aktif dalam plasma darah sampai diaktifasi pada reaksi pada tahap-tahap pembekuan. yang terdapat pada sirkulasi plasma darah. Anemia adalah penurunan dibawah normal dadam jumlah eritrosit.000 per mm³ darah. Albumin. bagaimana digunakan. Misalnya tiroid terikat globulin. asam lemak.(Wong. protein. dan transferin membawa besi. Dalam hal ini. bagian cairan yang tersisa dinamakan plasma darah. trombosit mengumpul pada pada tempat edera tersebut. Trombosit Trombosit merupakan partikel kecil. Subtansi lain dilepaskan dari trombosit untuk mengaktifasi factor pembekuan dalam plasma darah. tergantung jumlah yang dihasilkan. yang disebut megakariosit. memiliki kapasitas mengikat berbagai zat yang ada dalam plasma. Fungsi utama limfosit dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun.1997). albumin berfungsi sebagai protein transpor untuk logam.atau dalam terminologi klinis disebut “poli” karena intinya multipel. dan kecepatan kerusakan. Serum mempunyai kandungan yang sama dengan plasma. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernakannya yaitu melalui fagositosis. Karena dapat mengalami disintegrasi cepat dan mudah. 5. (Guyton. dan zat lain. DEFINISI Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson. Apabila plasma dibiarkan membeku. jumlahnya selalu berubah antara 150. B. Faktor pembekuan. Dibentuk oleh fragmentasi sel raksasa sumsum tulang. Masing-masing kelompok disusun oleh protein tertentu. diantara zat lainnya. Produksi trombosit diatur oleh trombopotein. Anemia berarti kekurangan sel darah merah. Apabila terjadi pendarahan cedera vascular. Protein ini dihasilkan oleh limfosit dan sel plasma. yang dapat di sebabkan oleh hilangnya darah yang terlalu cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel darah merah. Subtansi yang dilepaskan dari granula trombosit dan sel darah lainnya menyebabkan trombosit menempel satu sama lain dan membentuk tambalan atau sumbatan. sisa cairan yang tertinggal dinamakan serum. Gama globulin.

atau volume sel darah merah.hemoglobin. Kehilangan darah sebanyak 12-15 % akan memperlihatkan gejala pucat. hemoroid. pengurangan aliran darah atau komponennya ke organ tubuh yang kurang vital (anggota gerak. nafas pendek. Kehilangan sebanyak 15-20 % akan mengakibatkan tekanan darah menurun dan dapat terjadi renjatan (shock) yang masih reversibel. telapak tangan dan membran mukosa mulut serta konjungtiva dapat digunakan lebih baik guna menilai kepucatan. pendarahan usus. Meningkatkan pelepasan O2 oleh hemoglobin c. suhu dan kedalaman serta distribusi kapiler mempengaruhi warna kulit maka warna kulit bukan merupakan indeks pucat yang dapat diandalkan. pendarahan karena kelainan obstetric. Kehilangan darah dalam beberapa waktu (bulan) sampai dengan 50% terdapat kompensasi adalah: a. nausea. 1998) C. cepat capek saat aktifitas (pengiriman O2 berkurang) 4. syok 4. tinitus (telinga berdengung) menggambarkan berkurangnya oksigenasi pada SSP 5. takikardi. MANIFESTASI KLINIK 1.dyspne. Pengaruh yang timbul segera Akibat kehilangan darah yang cepat. Sakit kepala. Kehilangan darah mendadak a). ankilostomiasis. KLASIFIKASI ANEMIA 1. . Tanda dan gejala: gelisah. Kehilangan lebih dari 20% akan menimbulkan renjatan yang ireversibel dengan angka kematian yang tinggi. Peningkatan curah jantung dan pernafasan b. takikardi. Pucat oleh karena kekurangan volume darah dan Hb. ini umumnya sering di kaitkan dengan volume darah. Jadi umumnya karena kehilangan darah yang mendadak atau menahun 1). konstipasi atau diare) E. Redistribusi aliran darah ke organ vital Salah satu tanda yang sering di kaitkan dengan anemia adalah pucat. Warna kuku. Mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela-sela jaringan d. transpirasi. Takikardi dan bising jantung (peningkatan kecepatan aliran darah) Angina (sakit dada) 3. ginjal dan sebagainya) dan penambahan alran darah ke organ vital (otak dan jantung) Gejala yang timbul tergantung dari cepat dan banyaknya darah yang hilang dan apakah tubuh masih dapat mengadakan kompensasi. sistem berbagai jenis penyakit dan kelainan (Dorlan. Etiologi Kehilangan darah karena kecelakaan. Anemia pasca-pendarahan (post hemorrhagi) a. Anemia berat gangguan GI dan CHF (anoreksia. kelemahan. PATOFISIOLOGI 1. berkurangnya hemoglobin dan vasokontriksi untuk memperbesar pengiriman O2 ke organ-organ vital. tekanan darah normal atau merendah. operasi. diaforesis (keringat dingin). D. Kehilangan darah yang mendadak (> 30%) mengakibatkan pendarahan menimbulkan simtomatologi sekunder hipovolemi dan hipoksia 3. terjadi reflek kardiovaskular yang fisiolgis berupa kontraksi arteriola. vasokontriksi 2. ulkus peptikum. Jumlah efektif eritrosit berkurang menyebabkan jumlah O2 ke jaringan berkurang 2. Dispnea. Karena faktor-faktor seperti pigmentasi kulit.

sakit kepala. sering berdebar-debar. bila tidak diimbangi dengan masukan besi yang cukup. tetapi akibatnya terjadi hemodilusi. Untuk mempertahankan metabolisme. Nilai hemoglobin. Anemia akibat defesiensi besi untuk sisntesis Hb merupakan penyakit darah yang paling sering pada bayi dan anak. Kehilangan darah menahun Pengaruhnya terlihat sebagai gejala akibat defisiensi besi. untuk mengejar perbedaan itu rata-rata 0. hemolisis intravascular kronis yang menyebabkan hemosiderinemia b. pertumbuhan yang cepat¬ ¬ Pengeluaran yang bertambah: kehilangan darah karena ankilostomiasis. etiologi anemia defisiensi besi dibagi: Masukan kurang: MEP. Dalam pemberian darurat cairan intravena dengan cairan infus apa saja yang tersedia b). Mereka tidak tampak sakit karena perjalanan penyakitnya bersifat menahun. Menurut Sneltzer (2002) bahwa penyebab tersering pada anemia yang dialami oleh pria ataupun wanita pasca menopause disebabkan karena kurangnya masukan nutrisi. sedangkan dewasa kira-kira 5 g. Manifestasi klinik Penderita tampak lemas. Gejala yang ditemukan ialah leukositosis (15. Frekuensinya berkaitan dengan aspek dasar metabolisme besi dan nutrisi tertentu. karena itu untuk mempertahankan keseimbangan besi positif pada anak. Jantung tampak membesar dan terdengar murmur sistolik yang fungsionil. iritabel dan sebagainya. Pemeriksaan radiologis tulang tengkorak akan menunjukkan pelebaran diploe dan penipisan tabula eksterna sehingga mirip dengan perubahan tulang . sejumlah kecil diperlukan untuk menyeimbangkan kehilangan besi normal oleh pengelupasan sel. a. sindrom malabsorbsi lainnya¬ Sintesis kurang: transferin (hipotransferinemia congenital)¬ Kebutuhan yang bertambah: infeksi. defisiensi diet relatif yang disertai pertumbuhan yang cepat¬ Absorsi kurang: MEP: diare kronis.5 g besi. Disamping kebutuhan pertumbuhan ini.000-20. erirosit dan hematokrit merendah akibat hemodilusi. Anemia defisiensi besi Anemia defisiensi zat besi sering ditemukan di Indonesia. kira-kira 1 mg besi harus direabsorbsi setiap hari. Tidak ada pembesaran limpa dan hepar dan tidak terdapat diatesis hemoragik. Anemia defisiensi besi sering terjadi pada pria atau wanita pasca menopause. Selain itu juga dapat menyebabkan kematian. 2. Pada MEP dengan infestasi ankylostoma akan memperlihatkan perut buncit yang disebut pot belly dan dapat terjadi edema. Papil lidah tampak atrofi. Pengaruh lambat Beberapa jam setelah pendarahan. Kadang-kadang terlihat gejal gagal jantung 2). pucat. Tubuh bayi baru lahir mengandung kira-kira 0.000/mm3). konjungtiva ocular berwarna kebiruan atau putih mutiara (pearly white).Pengobatan yang terbaik ialah dengan transfusi darah. lekas lelah. terjadi pergeseran cairan ekstravaskular ke intravaskular yaitu agar isi intravaskular dan tekanan osmotik dapat dipertahankan. Anemia defisiensi zat besi merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan efeka yang sangat serius pada fungsi jantung dan paru jika tidak segera ditangani.8 mg besi harus direabsorbsi tiap hari selama 15 tahun pertam kehidupan. Etiologi Menurut patogenesisnya. telapak tangan dan dasar kuku. polip. Pilihan kedua adalah plasma (plasma expanders atau plasma substitute). Tampak pucat terutama pada mukosa bibir dan faring. amubiasis yang menahun. Selain pada pasca menopause juga dapat terjadi pada bayi. sebagai kompensasi sistem eritropoetik menjadi hiperaktif.

Jika tidak diberi suplemen. hati). SI rendah dan IBC meningkat. transfusi hanya terindikasi jika anemia berat atau anak sakit berat. Obat ini lebih mahal harganya dan penyuntikannya harus intra muscular dalam atau ada pula yang dapat diberikan secara intravena. suplementasi asam folat harus diberikan bila susu domba merupakan makanan pokok. Kebutuhan juga meningkat sejalan dengan pergantian (turnover) jaringan. Kurve Price Jones bergeser kekiri. Kebutuhan atas dasar berat badan pada anak lebih besar dibandingkan pada orang dewasa. Susu domba jelas defisien. Dengan demikian terjadi maturation arrest pada tingkat normoblas polikromatofil. Dengan pewarnaan khusus dapat dibuktikan tidak terdapat besi dalam sumsum ntulang Serum iron (SI) merendah dan iron binding capacity (IBC) meningkat (kecuali pada MEP. MCHC < 32%. Pengobatan Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr% per bulan. Pemeriksaan laboratorium Kadar Hb< 10 g%. Defisiensi asam folat Folat berlimpah dalam berbagai makanan termasuk sayuran hijau. Preparat besi parenteral hanya diberikan bila pemberian peporal tidak berhasil Tranfusi darah hanya diberikan bila kadar Hb kurang dari 5 g% dan disertai dengan keadaan umum yang tidak baik. gambaran eritrosit mikrositik hipokromik. anemia diberikan secara oral atau parenteral dengan dosis 1-5 mg/24 jam. Defisiensi dalam makanan biasanya disertai pertumbuhan cepat atau infeksi yang dapat menaikan kebutuhan asam folat. buah dan orgn binatang (ginjal. Terapi asam folat harus diteruskan sampai 3-4 . poikilositosis. Umumnya jarang diberikan transfusi darah karena perjalanan penyakitnya menahun 3. mikrositik. hipokromik. Selain itu dapat pula diberikan preparat besi parenteral. Leukosit dan trombosit normal. karena respon hematology dapat diharapkan dalam waktu 72 jam. bronkopneumonia dan sebagainya. Kini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 500 µg asam folat. (Saiffudin 2002). Terapi¬ Bila diagnosis telah ditegakkan dengan sakit berat. a. Karena kebutuhan yang meningkat untuk pertumbuhan. MCV < 79 cµ. atau 1 µg/ 24 jam sianokobalamin parenteral untuk kecurigaan defisiensi vitamin B12. SI dan IBC rendah) d. susu bubuk juga mungkin sumber yang miskin asam folat. Jika diagnosis spesifik belum diragukan 50-100 µg/24 jam folat dapat diberikan selam 1 minggu sebagai uji diagnostic. misalnya gagal jantung. sel target. Anemia Megaloblastik Anemia megaloblastik secara umum mempunyai abnormalitas morfologi dan pematangan eritrosit tertentu.tengkorak dari talasemia c. Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan system eritropoetik hiperaktif dengan sel normoblas polikromatofil yang predominan. Morfologi megaloblastik dapat dijumpai pada sejumlah keadaan. Diagnosis Ditegakkan atas dasar ditemukannya penyebab defisiensi besi. Susu manusia dan binatang memberi pasokan asam folat dalam jumlah yang memadai. tidak terdapat besi dalam sumsum tulang dan reaksi yang baik terhadap pengobatan denan besi e.

Suatu infeksi yang ringan saja sudah dapat menimbulkan krisis aplastik Pengobatan Transfusi darah terutama dalam keadaan krisis. Pengangkatan limpa pada keadaan yang ringan dan anak yang agak besar (2-3 tahun). Gangguan struktur dinding eritrosit • Sferositosis Penyebab hemolisis pada penyakit ini diduga disebabkan oleh kelainan membran eritrosit. abnormalitas yang melibatkan sisi reseptor di ileum terminal. ini menunjukan bahwa pemberian minim dosis dapat digunakan sebagai uji terapeutik bila diagnosis defisiensi vitamin B12 diragukan. Defisiensi vitamin B12 dapat disebabkan karena kurang masukan.factor intrinsic. Umumnya penyebab hemolisis dalam golongan ini ialah kelainan bawaan (konginetal) ¬Golongan dengan penyebab hemolisis ekstraseluler. Pada anak gejala anemianya lebih menyolok daripada dengan ikterusnya. terutama sumber hewani. b. Biasanya penyebabnya merupakan faktor yang didapat (acquired) a. Defisiensi B12 (kobalamin) Vitamin B12 dihasilkan dari kobalamin dalam makanan. biasanya dengan retikulositosis dalam 2-4 hari. sedangkan pada orang dewasa sebaliknya. pembedahan lambung. Kebutuhan fisiologis vitamin B12 adalah 1-5 µg/ 24 jam. Jika ada bukti keterlibatan neurologis. produksi skunder oleh mikiroorganisne. Terapi¬ Respon hematologist segera akan mengikut pemberian parenteral vitamin B12 (1 mg). Anemia hemolitik Pada anemia hemolitik. Kadang-kadang penyakit ini berlangsung ringan sehingga sukar dikenal. defisiensi protein ini menyebabkan kadar penurunan B12 tetapi tidak pada anemia megaloblastik. 1 mg harus disuntikkan intramuscular harian selama 2 minggu. Terapi rumatan perlu selama hidup penderita. atau abnormalitas TCII. yaitu: Gangguan pada struktur dinding eritrosit¬ Gangguan enzim yang mengakibatkan kelainan metabolisme dalam eritrosit¬ Hemoglobinopatia¬ b. umur eritrosit menjadi lebih pendek (normal umur eritrosit 100120 hari) Penyakit ini dapat dibagi menjadi dalam 2 golongan besar yaitu: ¬ Golongan dengan penyebab hemolisis yang terdapat dalam eritrosit sendiri. 4. Sebaiknya diberikan roboransia • Ovalositosis (eliptositosis) . bila tidak ada penyakit peradangan yang menyertai.minggu. Kasus defisiensi terdapat pada bayi minum ASI yang ibunya mempunyai diet kurang atau yang menderita anemia pernisiosa. pemberian bulanan intramuscular vitamin B12 cukup. konsumsi atau inhibisi kompleks B12. Gangguan intrakorpuskuler (konginetal) Kelainan ini umumnya disebabkan oleh karena adanya gangguan metabolisme dalam eritrosit itu sendiri Keadaan ini dapat dibagi menjadi 3 golongan. Meskipun TCI mengikat 80% kobalamin serum. dan respon hematologist telah diamati dengan dosis kecil ini.

Pada keadan yang . Gangguan ekstrakorpuskuler Gangguan ini biasanya didapat (acquired) dan dapat disebabkan oleh: ¬ Obat-obatan. kemudian pada perkembangan selanjutnya konsentrasi HbF akan menurun. virus.phosphate-Dehydrogenase (G-6PD) • Defisiensi Glutation reduktase • Defisiensi Glutation • Defisiensi Piruvatkinase • Defisiensi Triose Phosphate-Isomerase (TPI) • Defisiensi difosfogliserat mutase • Defisiensi Heksokinase • Defisiensi gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase Hemoglobinopatia Pada bayi baru lahir HbF merupakan bagian terbesar dari hemoglobinnya (95%). sehingga pada umur satu tahun telah mencapai keadaan yang normal Sebenarnya terdapat 2 golongan besar gangguan pembentukan hemoglobin ini. Perjalanan penyakitnya bergantung pada penyebab hemolisisnya.Pada penyakit ini 50-90% dari eritrositnya berbentuk oval (lonjong). Kadang-kadang ditemukan kelainan radiologis tulang. Penyakit ini diturunkan secara dominan menurut hukum mendel. bakteri atau obat-obatan seperti kina. Diduga kelainan bentuk eritrosit tersebut disebabkan oleh kelainan komposisi lemak pada dinding sel • Gangguan pembentukan nukleotida Kelainan ini dapat menyebabkan dinding eritrosit mudah pecah. misalnya pada panmielopatia tipe fanconi Anemia hemolitik oleh karena kekurangan enzim • Definisi glucose-6. jamur. luka bakar juga dapat menyebabkan anemia hemolitik Hipersplenisme. Misal talasemia c. Misal HbS. • Hemolisis dapat pula timbul akibat adanya reaksi autoimun. malaria. • A-beta lipropoteinemia Pada penyakit ini terdapat kelainan bentuk eritrosit yang menyebabkan umur eritrosit tersebut menjadi pendek. PAS dan insektisida. yaitu: • Gangguan struktural pembentukan hemoglobin (hemoglobin abnormal). Kejadian tersebut dapat ditimbulkan oleh virus. bisa berlangsung ringan tetapi dapat juga terjadi akut. toksin(hemolisin) streptococcus. Hemolisis biasanya tidak seberat sferositosis. tetapi dalam tubuh akan melekat pada permukaan eritrosit dan menimbulkan reaksi antigen-antibodi pada permukaan eritrosit dan hal ini dapat menyebabkan hemolisis. bahan kimia (bensin. saponin. air).¬ • Antagonisme ABO atau inkompatibilitas golongan darah lain seperti Rhesus dan MN • Alergen atau hapten yang berasal dari luar tubuh. cepat dan dapat menyebabkan kematian. Pembesaran limpa apapun sebabnya sering menyebabkan penghancuran eritrosit¬ Anemia oleh karena terjadinya penghancuran eritrosit akibat terjadinya reaksi antigenantibodi. Dalam keadaan normal bentuk eritrosit ini ditemukan kira-kira 15-20% saja. Splenektomi biasanya dapat mengurangi proses hemolisis dari penyakit ini. HbE dan lain-lain • Gangguan jumlah (salah satu atau beberapa) rantai globin. racun ular.

meskipun .dengan dosis rendah tetapi berlangsung sejak usia muda secara terus-menerus. rubidomycine.sangat berat sering terjadi hemoglobinuria dan hemoglobin yang bebas ini diduga merusak tubulus ginjal sehingga terjadi oliguria. Pada anemia hemolitik oleh karena proses imun maka pemberian darah harus hati-hati oleh karena hal ini dapat menambah proses hemolisis. akibat keracunan obat-obatan. baru akan menyebabkan gejala anemia aplastik setelah ia berumur lebih dari 6 tahun. Disamping itu pada beberapa kasus gejala sudah timbul hanya beberapa saat setelah ia kontak dengan gen penyebabnya. tetapi juga oleh karena terjadinya mikroangiopatia dari pembuluh darah ginjal. juga diberikan azatioprin (imuran). yang hanya mengenai sistem granulopoetik saja disebut agranulositosis (penyakit schultz). santoninkalomel. strabismus. Pada anemia hemolitik autoimun yang biasanya berlangsung lama. maka disamping pemberian prednison. Misalnya pemberian kloramfenikol yang terlampau sering pada bayi (sejak umur 2-3 bulan). Pengobatan Pada keadaan yang berat. Au. Sistim limfopoetik dan RES sebenarnya dalam keadaan aplastik juga. granulopoetik dan trombopoetik) Aplasia yang hanya mengenai sistem eritropoetik disebut eritroblastopenia (anemia hipoplastik). Panmieloptisis (anemia aplastik) Kecuali jenis kongenital. kelainan ginjal dan sebagainya. Aplasia ini hanya dapat terjadi pada satu. pemberian transfusi darah dapat menolong penderita. Etiologi Faktor konginetal¬ Sindrom fanconi yang biasanya disertai kelainan bawaan lain seperti mikrosefali. Bila perlu diberikan preparat kortikosteroid secara intravena. anomali jari. akibat terhentinya pembentukan sel hemopoetik dalam sumsum tulang. sedangkan yang hanya mengenai sistem trombopoetik disebut amegakariostik trombositopenik purpura (ATP). mesantoin (antikonvulsan). • Obat: kloramfenikol. Dalam hal ini sebaiknya diberikan transfusi eritrosit yang telah dicuci. obat sitostatika (myleran. dan . senyawa As. Kadang-kadang diperlukan pula transfusi tukar. maka diberikan cairan dan obat-obatan sesuai dengan penatalaksanaan dari gagal ginjal akut. TEM. methrotrexate. Anemia aplastik Merupakan keaadan yang disebabkan berkurangnya sel darah dalam darah tepi. Depresi sumsum tulang oleh obat atau bahan kimia. vincristine. 5. Oleh karena terjadi pembuatan trombin yang berlebihan. Bila mengenai sistem disebut panmiel optisis atau lazimnya disebut anemia aplastik. anemia aplastik biasanya terdapat pada anak berumur lebih dari 6 tahun. Diberikan pula prednison atau hidrokortison dengan dosis tinggi pada anemia hemolitik imun ini. Faktor didapat¬ • Bahan kimia: benzene. piribenzamin (antihistamin). insektisida. maka dalam hal ini diperlukan pemberian heparin. baru akan terlihat pengaruhnya setelah beberapa tahun kemudian. tetapi relatif lebih ringan dibandingkan dengan ketiga sistem hemopoetik lainnya. Apabila didapatkan gagal ginjal akut. Pb. bahkan kerusakan ginjal itu bukan disebabkan oleh hemoglobin bebas semata-mata. a. dua atau ketiga sistem hemopoetik (eritropoetik.

gangguan endokrin • Idiopatik: merupakan penyebab yang paling sering. Makanan¬ Disesuaikan dengan keadaan. b. Transfusi darah¬ Transfusi darah diberikan jika hanya diperlukan. Kejang . lemah. Pada pemberian oksimetolon ini hendaknya diperhatikan fungsi hati. hematrokit dan hitung eritrosit. Pemberian obat antibiotika hendaknya dipilih yang tidak menyebabkan depresi sumsum tulang. penyakit ginjal. dosis obat harus diberikan penuh kembali. Pengobatan Prednison dan testosteron¬ Prednison diberikan dengan dosis 2-5 mg/kgbb/hari peroral.sebagainya) • Radiasi: sinar. Gejala klinis dan Hematologis Pada prinsipnya berdasarkan gambaran sumsum tulang yang berupa aplasia sistem eritropoetik. Cerebral hypoxia. Gagal jantung Gagal jantung adalah pemberhentian sirkulasi normal darah dikarenakan kegagalan dari ventrikel jantung untuk berkontraksi secara efektif pada saat systole. granulopoetik dan trompoetik. Bila telah terdapat remisi. bahan kimia dan lain-lain • Infeksi: tuberkolosis milier. Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa testosteron lebih baik diganti dengan oksimetolon yang mempunyai daya anabolik dan merangsng sistem. menyebabkan kematian sel dari kekurangan oksigen. sebaiknya diisolasi dalam ruangan yang ’suci hama’. c. Akhir-akhir ini faktor imunologis telah dapat menerangkan etiologi golongan idiopatik ini. dosis obt diberikan separuhnya dan jumblah sel darah diawasi setiap minggu. 2. Kemudian jika terjadi relaps. Pada keadaan yang sangat gawat (pendarahan masif. Pengobatan biasanya berlangsung berbulan-bulan. terutama pendarahan otak. Akibat kekurangan penyediaan darah. sedangkan testosteron dengan dosis 1-2 mg/kgbb/hari sebaiknya secara parenteral. Kloramfenikol tidak boleh diberikan. radioaktif • Faktor individu: alergi terhadap obat. rontgen. umumnya diberikan makanan lunak. hepatitis dan sebagainya • Lain-lain: keganasan. serta aktifitas relatif sistem limfopoetik dan RES Aplasia sistem eritropoetik dalam darah tepi akan terlihat sebagai retikulositopenia yang disertai dengan merendahnya kadar Hb. F. menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan berhenti bernafas dengan tiba-tiba. atau kekurangan penyediaan oksigen ke otak. bahkan dapat sampai bertahun-tahun. palpitasi. KOMPLIKASI Komplikasi umum anemia meliputi: 1. pendarahan otak dan sebagainya) dapat diberikan suspensi trombosit Pengobatan terhadap infeksi sekunder¬ Untuk menghindarkan dari infeksi. Hati-hati pada pemberian makanan melalui pipa lambung karena mungkin menyebabkan luka/pendarahan pada waktu pipa dimasukkan Istirahat¬ Untuk mencegah terjadinya pendarahan. Hematopoetik lebih kuat dan diberikan dengan dosis 1-2 mg/kgbb/hari peroral. sesak karena gagal jantung dan sebagainya. Klinis klien akan terlihat pucat dan berbagai gejala anemia lainya seperti anoreksia.

Lakukan pengkajian fisik b. Perestesia BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 1. termasuk riwayat diet c.Gerakan yang tidak dikendalikan karena ada masalah di otak disebut kejang. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum. Observasi adanya manifestasi anemia ◦ Manivestasi umum Kelemahan otot Mudah lelah Kulit pucat ◦ Manivestasi system saraf pusat Sakit kepala Pusing Kunang-kunang Peka rangsang Proses berpikir lambat Penurunan lapang pandang Apatis Depresi ◦ Syok (anemia kehilangan darah) Perfusi perifer buruh Kulit lembab dan dingin Tekanan darah rendah dan tekanan darah setral Peningkatan frekwensi jatung 2. Dapatkan riwayat kesehatan. Intervensi Keperawatan NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL 1. Pengkajian a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan menunjukkan tingkat perfusi jaringan yang sesuai. 3. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigenasi ke sel/hipoksia. c. Resiko perdarahan b/d penurunan faktor pembekuan darah 3. Diagnosa Keperawatan a. d. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan sistem pertahanan tubuh. . Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigenasi ke sel/hipoksi b.

3. bingung. Memaksimalkan transport oksigen ke jaringan. Dapat mengindikasikan gangguan fungsi serebral karena hipoksia atau defisiensi vitamin B12. Menurunkan status vena di kaki dan pengumpulan darah pada vena pelvis untuk menurunkan resiko pembentukan thrombus. Gelisah. 1. Tinggikan kaki atau telapak bila di tempat tidur atau kursi. Kriteria Hasil: 4. Kulit hangat atau kering. Antisipasi dan bantu dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. kunang-kunang. Mendapatkan istirahat yang cukup. 5. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan klien melaporkan peningkatan intoleransi aktifitas. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Status mental biasa. 2. TD dalam keadaan normal 1. Menunjukkan pernafasan normal. Kaji untuk respon verbal melambat. . mudah terangsang. Kulit pucat/sianosis. bingung. 3. disorientasi atau perubahan sensori atau motor dapatmenunjukkan aliran darah. Observasi perubahan status mental. 4.Kriteria Hasil: 1. 3. 4. sesak nafas. Observasi adanya tanda kerja fisik (dispnea. 5. 2. 2. hipoksia atau cidera faskuler serebral (CSV) sebagai akibat emboli sistemik. 2. 5. 1. Observasi warna dan suhu kulit atau membrane mukosa. Tidak ada sianosis sentral atau perifer. keletihan. 2. kaku membrane bibir atau lidah menunjukkan vasokontriksi/ syok dan gangguan aliran sistemik.

3. 2. 3. 3. Untuk pertukaran udara ug optimal. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan sistem pertahanan tubuh Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam mampu untuk mengidentifikasi perilaku untuk mencegah menurunkan infeksi. 6. 5. Menurunkan resiko infeksi bakteri. 6. 1. 4. 4. Kriteria Hasil: 1. Menurunkan resiko kerusakan kulit atau jaringan. 2.3. 2. 5. 1. 4. 2. Pertahankan teknik aseptik ketat pada prosedur perawatan. Adanya bukti infeksi dan membutuhkan pengobatan. Beri pengalihan aktifitas. Untuk menentukan nilai dasar perbandingan selama periode aktifitas. Ukur tanda vital selama istirahat. Klien tidak menunjukkan bukti infeksi. Untuk mencegah kelelahan. 5. 4. 4. Resiko perdarahan b/d penurunan faktor pembekuan darah Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 24 jam diharapkan klien dapat mnurunkan resiko perdarahan. Berikan perawatan kulit. Untuk mendorong kepatuhan pada kebutuhan istirahat. Mencegah terjadinya kontaminasi bakterial. 3. 1. Meningkatkan istirahat dengan tenang serta mencegah kebosanan dan menarik diri. Pertahankan posisi fowler tinggi. Pantau suhu. . Pilih teman sekamar yang sesuai dengan usia dan minat yang sama. Untuk meminimalkan pemejanan pada organisme infektif. Merencanakan istirahat yang tepat. Tingkatkan cuci tangan yang baik oleh pemberi perawatan dan klien. Klien. Lindungi anak dari kontak dengan individu yang terinfeksi. 5.

Hindarkan penggunaan produk yang mengandung aspirin kolaborasi 6. Awasi Hb/Ht dan faktor pembekuan 7. Catat perubahan mental atau tngkat kesadaran 3. tekan lebih lama pada bagian bekas suntikan. Koagulasi memanjang. Mandiri 1. Vitamin tambahan (contoh: vit K. 2. Menungkatkan sintesis protombin dan koagulasi BAB III PENUTUP Kesimpulan Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Nelson. yang dapat di sebabkan oleh hilangnya . Peningkatan nadi dengan penurunan TD dan CVP dapat menunjukkan kehilangan volume darah sirkulasi. dan CVP bila ada. Pada adanya gangguan faktor pembekuan. memerlukan evaluasi lanjut. 3. 6. D. 2. TD. Awasi nadi.1999). 4. mempertahankan homeastasis dengan tanpa perdarahan. Gunakan jarum kecil untuk injeksi. 2. C) 1. Indikator anemia. berpotensi untuk resiko perdarahan. perdarahan aktif/ terjadinya komplikasi (contoh: KID) 7. Meminimalkan kerusakan jaringan. Dorong menggunakan sikat gigi halus 4.Kriteria hasil: 1. Anemia berarti kekurangan sel darah merah. Berikan obat sesuai indikasi. 5. hipoksemia. trauma minimal dapat menyebabkan perdarahan mukosa. menunjukkan perilaku penurunan resiko perdarahan. menurunkan resiko perdarahan/hematoma 5. Perubahan dapat menunjukkan perbahan perfusi jaringan serebral sekunder terhadap hipoolemia.

Fakultas Kedokteran Unifersitas. Patofisiologi. 1995. Arthur C. editor edisi bahasa indonesia. anemia megaloblastik (defisiensi asam folat dan B12). (Guyton. Ed 9. Jakarta: EGC . 2002.darah yang terlalu cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel darah merah. Ricard E et all. Ilmu Kesehatan Anak.1997). Sari kurniasih. kehilangan darah menahun). Jakarta: EGC Wong. Ilmu Kesehatan Anak. anemia hemolitik dan anemia aplastik DAFTAR PUSTAKA Abdulrrahman. Ed 4. Jakarta Behrman. Donna L. Keperawatan Medikal Bedah II. 1997. Macam-macam atau klasifikasi dari anemia berdasarkan etiolognya yaitu: anemia pasca pendarahan (kehilangan darah mendadak. 1995. Vol 2. Guyton. Jakarta: EGC. dkk. Price & Wilson. Jakarta: EGC. Wong: alih bahasa Monika ester. anemia defisiensi besi. Jakarta: EGC Smeltzer & Bare. Fisiologi Kedokteran. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik/ Donna L. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful