Tanggal 07/11/2010 http://www.tenangjaya.com/index.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.

htm Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani jagung September 29th, 2009 Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usaha tani jagung (Studi kasus petani jagung di Kel. Panreng Kec. Baranti Kab.Sidrap) dibimbing Oleh Zulkifli dan Amal Said. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi yang diterapkan petani dalam usahatani jagung, 2) keuntungan yang diperoleh petani dalam usahatani jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti kabupaten Sidrap. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu mulai bulan maret sampai bulan mei 2007. Data diperoleh dari 30 orang petani jagung yang dipilih dengan metode acak secara sederhana (random sampling). Data diolah dan dianalisis dengan Fungsi produksi CobbDouglass, R/C Ratio, Biaya Per Unit. Hasil analisis data menunjukkan bahwa skala ekonomi penggunaan faktor produksi yaitu lahan, benih dan pupuk phonska pada usahatani jagung berada dalam keadaan increasing return to scale dengan jumlah koefisien elastisitasnya 1,002. Usahatani jagung yang diusahakan petani responden menguntungkan, dengan nilai R/C Ratio 2,53 (R/C > 1) dan keuntungan per kilogram jagung rata-rata Rp. 967,87 I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pembangunan pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan nasional mempunyai peranan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional. Peranan strategis tersebut khususnya adalah dalam penyediaan pangan, penyediaan bahan baku industri, peningkatan eksport dan devisa Negara, penyediaan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Prioritas pembangunan pertanian dewasa ini adalah melestarikan swasembada pangan, peningkatan ekspor non migas dan mengurangi pengeluaran devisa yang sekaligus memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Olehnya itu pengembangan wilayah pedesaan merupakan salah satu tujuan utama pembangunan pertanian maka sangat diharapkan perkembangan agribisnis daerah yang berdaya saing sesuai dengan keunggulan komparatif masingmasing daerah, berkelanjutan, berkeadilan dan demokrasi. Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produksi melalui sumber daya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun potensi hasil dan teknologi.

Tanggal 07/11/2010 http://www.tenangjaya.com/index.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.htm Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan saling terkait dengan industri besar. Selain untuk dikonsumsi untuk sayuran, buah jagung juga bisa diolah menjadi aneka makanan. Selain itu, pipilan keringnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya. Terlebih lagi setelah ditemukan benih jagung hibrida yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan benih jagung biasa. Keunggulan tersebut antara lain, masa panennya lebih cepat, lebih tahan serangan hama dan penyakit, serta produktivitasnya lebih banyak. Secara nasional perkembangan produksi jagung dalam kurun waktu 1999-2005 cenderung mengalami peningkatan, kecuali pada tahun 2001 mengalami penurunan namun pada tahun berikutnya kembali meningkat. Sebagai gambaran capaian produksi, luas panen serta produktivitas secara nasional dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel 1. Perkembangan Luas Panen, Produksi serta Produktivitas Jagung Tahun 19992005 di Indonesia No Tahun Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha) 1. 1999 3.456.357 9.204.036 2,66 2. 2000 3.500.318 9.676.899 2,76 3. 2001 3.285.866 9.347.192 2,84 4. 2002 3.109.448 9.585.277 3,08 5. 2003 3.358.511 10.886.442 3,24 6. 2004 3.356.914 11.225.243 3,34 7. 2005 3.625.987 12.523.894 3,45 Sumber : Departemen Pertanian Jakarta, 2007. Sementara itu perkembangan komoditi jagung di Sulawesi Selatan pada tahun 2006 telah mencapai 696.084 ton dengan luas panen 206.387 Ha dan produktivitas 3,37 ton/Ha yang tersebar di beberapa Kabupaten. Dan diperkirakan pada tahun 2007 produksi jagung akan mencapai sekitar 750.000 ton (Anonim, 2007). Sidenreng Rappang merupakan salah satu Kabupaten sentra pengembangan komoditi padi dalam konsep perwilayahan komoditas yang lebih dikenal dengan nama Bosowasipilu (Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang dan Luwu) seharusnya mengambil peran dalam pemenuhan jagung baik pada tingkat lokal, regional, maupun nasional. Disamping itu daerah inipun sangat berpotensi untuk mengembangkan komoditi jagung karena memiliki permintaan pasar lokal yang cukup tinggi terutama pemenuhan pakan ternak ayam ras di daerah ini. Sebagai gambaran capaian produksi jagung dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel 2. Data Produksi Jagung di Kabupaten Sidrap Tahun 2000-2005. No Tahun Produksi (ton) 1 2000 1.757,0 2 2001 3.009,1 3 2002 1.667,8 4 2003 6.309,3 5 2004 4.167,7 6 2005 12.792,9

TINJAUAN PUSTAKA II. II. Memberikan informasi dalam pengelolaan usahatani jagung untuk memanfaatkan faktor-faktor produksi yang dapat memberikan hasil yang optimal 2. Situasi ang demikian akan terjadi kalau petani mampu membuat suatu upaya kalau nilai produk marginal (NPM) untuk suatu input sama dengan harga input atau dapat dituliskan: NPMXi = Pxi atau NPMXi = 1 Pxi . pupuk dan perbaikan sistem budidaya serta peningkatan kelembagaan kelompok tani. Akan tetapi tersedianya sarana atau faktor produksi belum berarti produktivitas yang diperoleh petani akan tinggi. Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi yang diterapkan petani dalam usahatani jagung 2. Karena pentingnya komoditi jagung.tenangjaya. Adapun jenis benih yang digunakan oleh petani di Kelurahan Panreng adalah jenis Hibrida Bisi-2. 2007. Selain itu petani menggunakan pupuk Phonska yang dapat diperoleh di pasar tradisional atau toko-toko tani.htm Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Apakah efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi secara bersama-sama sudah mencapai komposisi optimal terhadap total produk usahatani jagung ? 2. I. Untuk itu pemerintah Kabupaten Sidrap telah mengembangkan komoditi jagung di Kecamatan Baranti khususnya Kelurahan Panreng berbasis agribisnis yaitu penyediaan sarana produksi seperti benih.2. Berapa keuntungan yang diperoleh petani dalam usahatani jagung ? I.Tanggal 07/11/2010 http://www. maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.3. dimana benih tersebut dapat diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan setempat atau toko-toko tani. namun bagaimana petani melakukan usahanya secara efisien. Keuntungan yang diperoleh petani dalam usahatani jagung Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1.com/index. Sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya.1. efisiensi diartikan sebagai penggunaan input sekecilkecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-besarnya. Dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan keluaran atau output yang melebihi masukan atau input (Soekartawi. 2006). Dikatakan efektif bila petani atau produsen dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki sebaik-baiknya. Konsep Efisiensi Ilmu usahatani biasanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk tujuan memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Tujuan dan Kegunaan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas. Pengertian efisiensi sangat relatif. maka akan dilakukan penelitian mengenai analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan faktor-faktor produksi tersebut.

Faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan korbanan produksi. Pengolahan tanah secara sempurna sangat diperlukan agar dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. mendorong aktivitas mikroorganisme tanah serta membuang gas-gas beracun dari dalam tanah. yaitu : 1) efisiensi teknis. pupuk.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Faktor produksi memang sangat menentukan besar-kecilnya produksi yang diperoleh. Faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. Dikatakan efisiensi harga atau efisiensi alokatif kalau nilai dari produk marginal sama dengan harga faktor produksi yang bersangkutan dan dikatakan efisiensi ekonomi kalau usaha pertanian tersebut mencapai efisiensi teknis dan sekaligus juga mencapai efisiensi harga (Soekartawi. Usahatani merupakan cara-cara petani menentukan. sehingga nilai produk marginal suatu input sama dengan harga faktor produksi atau input tersebut (Soekartawi.2.Tanggal 07/11/2010 http://www. memberantas gulma dan hama dalam tanah. untuk mencapai efisien input X perlu ditambah. Rukmana (1997). mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan faktor produksi adalah semua korbanan yang diberikan pada tanaman agar tanaman tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan dengan baik. 2001). maka pengertian efisien ini dapat digolongkan menjadi 3 macam. . Dalam terminologi ilmu ekonomi. Soekartawi (2001). dan mengkoordinasikan. Faktor produksi lahan. b. Suatu penggunaan faktor produksi dikatakan efisien secara teknis (efisiensi teknis) kalau faktor produksi yang dipakai menghasilkan produksi maksimum. Yang sering terjadi adalah sebagai berikut : a. untuk mencapai efisien input X perlu dikurangi (Soekartawi. (NPMXi/PXi) > 1 artinya penggunaan input X belum efisien. 1995). Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya ( Mubyarto. penggunaan faktor-faktor produksi seefektif dan seefisien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal mungkin (Suratiyah. 3) efisiensi ekonomi. modal untuk membeli bibit. dan modal sehingga memberikan manfaat sebaikbaiknya. 2001). II.htm Dalam banyak kenyataan NPMXi tidak selalu sama dengan Pxi. 2003). Faktor-Faktor Produksi Usahatani Jagung Usahatani adalah suatu kegiatan mengusahakan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi berupa lahan. 1. Hubungan antara faktor produksi (input) dan produksi (output) biasanya disebut dengan fungsi produksi atau faktor relationship. memperbaiki aerasi dan drainase tanah. mengorganisasikan.com/index. 2006). obat-obatan dan tenaga kerja dan aspek manajemen adalah faktor produksi yang terpenting. Kondisi efisiensi harga yang sering dipakai sebagai patokan yaitu bagaimana mengatur penggunaan faktor produksi sedemikian rupa. (NPMXi/PXi) < 1 artinya penggunaan input X belum efisien. Lahan Pertanaman Tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabrik hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi berjalan dan darimana hasil produksi ke luar.tenangjaya. 2) efisiensi alokatif (efisiensi harga). tenaga kerja. Soekartawi (2001) mengemukakan bahwa Prinsip optimalisasi penggunaan faktor produksi pada prinsipnya adalah bagaimana menggunakan faktor produksi tersebut seefisien mungkin.

pengeringan ulang dan pengemasan sesuai dengan kaidah tata laksana pembenihan. mengemukakan bahwa benih yang bermutu tinggi yang berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor penentu untuk memperoleh kepastian hasil usahatani jagung. 5) berwarna seragam sesuai dengan warna asli suatu varietas. misalnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk membeli benih. komoditas tertentu dalam proses produksi pertanian juga menentukan besar-kecilnya modal yang dipakai. Modal (sarana produksi) Dalam kegiatan proses produksi pertanian. 3. Perbedaan tersebut disebabkan karena ciri yang dimiliki oleh model tersebut. Namun kadang benih jagung diproduksi sendiri oleh petani. obat-obatan. Syarat benih jagung yang baik adalah: 1) daya tumbuh minimum 80%.com/index. Pupuk sangat bermanfaat dalam menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia ditanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. 2. maka modal dibedakan menjadi dua macam yaitu modal tetap dan tidak tetap. Manfaat utama dari pupuk yang berkaitan dengan sifat fisika tanah yaitu . 2) tidak keropos dan berlubang. Zulkifli (2005). Dengan demikian modal tetap didefinisikan sebagai biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis dalam sekali proses produksi tersebut. 2. Berbagai benih varietas unggul jagung dapat dengan mudah diperoleh ditoko-toko sarana produksi pertanian. atau yang dibayarkan untuk pembayaran tenaga kerja. Di tanah berat dengan kandungan liat tinggi. pupuk. Pada kondisi seperti ini tanah harus sering diolah dalam masa pertumbuhan dan saluran air dibuat diantara barisan selalu diperbaiki.tenangjaya.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Benih jagung tersebut sudah dikemas dalam kantong plastik dan berlabel sertifikat sehingga petani tinggal menggunakannya. Menurut Marsono dan Sigit (2005). tanaman kekurangan udara sehingga pertumbuhannya tidak normal. mengemukakan bahwa jagung hibrida tidak membutuhkan persyaratan tanah yang terlalu kompleks karena tanaman ini dapat tumbuh disemua macam tanah asalkan tanah tersebut subur. 3) bebas dari hama dan penyakit 4) murni atau bebas dari campuran varietas lain. Sebaliknya dengan modal tidak tetap atau modal variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan habis dalam satu kali dalam proses produksi tersebut. besar kecilnya skala usaha sangat menentukan besar-kecilnya modal yang dipakai makin besar skala usaha makin besar pula modal yang dipakai.htm Penyiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut zero tillage. Faktor produksi seperti tanah. gembur. bangunan. Rukmana (1997). jagung masih bisa ditanam dengan pertumbuhan yang normal asalkan tata air (drainase) dan tata udara tanahnya baik.) Tersedianya kredit sangat menentukan keberhasilan suatu usahatani (Soekartawi. Air yang berlebihan dengan membentuk genangan air akan mengakibatkan benih busuk. 1997). 6) ukuran biji seragam (Rukmana. dan mesin-mesin sering dimasukkan dalam kategori modal tetap. pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dan pengolahan tanah maksimum (maximum tillage) (Rukmana. Besar kecilnya modal dalam usaha pertanian tergantung dari : 1. Biji jagung yang akan dijadikan benih diproses melalui tahap-tahap pengeringan. pemipilan.2003).Tanggal 07/11/2010 http://www.) Macam komoditas. dan kaya akan bahan organik.) Skala usaha. 2003). Peristiwa ini terjadi dalam waktu yang relative pendek dan tidak berlaku untuk jangka panjang (Soekartawi. 1997).

) Jenis kelamin Kualitas tenaga kerja juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. dan tenaga kerja wanita mengerjakan tanam. Bila masalah kualitas tenaga kerja ini tidak diperhatikan.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. selalu diperlukan spesialisasi. 4.com/index. Dalam usahatani sebagian besar tenaga kerja berasal dari keluarga petani sendiri. maka terjadilah penyediaan tenaga kerja musiman dan pengangguran tenaga kerja musiman. jenis kelamin. Tenaga kerja keluarga ini merupakan sumbangan keluarga pada produksi pertanian secara keseluruhan dan tidak perlu dinilai dengan uang tetapi terkadang juga membutuhkan tenaga kerja tambahan misalnya dalam penggarapan tanah baik dalam bentuk pekerjaan ternak maupun tenaga kerja langsung sehingga besar kecilnya upah tenaga kerja ditentukan oleh jenis kelamin. maka akan terjadi kemacetan dalam proses produksi.Tanggal 07/11/2010 http://www. membantu asimilasi dan pernapasan serta mempercepat pembungaan. Tenaga Kerja Faktor produksi tenaga kerja. merupakan faktor produksi yang penting dan perlu diperhitungkan dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup bukan saja dilihat dari tersedianya tenaga kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu pula diperhatikan. apakah itu proses produksi barang-barang pertanian atau bukan.) Kualitas tenaga kerja Dalam proses produksi. Sering dijumpai alat-alat teknologi canggih tidak dioperasikan karena belum tersedianya tenaga kerja yang mempunyai klasifikasi untuk mengoperasikan alat tersebut. 2. pemasakan biji dan buah. P. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya optimal. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan ini memang masih banyak dipengaruhi dan dikaitkan dengan kualitas tenaga kerja.htm memperbaiki struktur tanah dari padat menjadi gembur. 3. 2003). Menurut Pinus (1994). Selain menyediakan unsur hara. Dosis pupuk phonska pada tanaman jagung yaitu 50-100 kilogram per hektar. dan ini tersedianya adalah dalam jumlah yang terbatas. K yang mudah hilang oleh penguapan. pemupukan juga membantu mencegah kehilangan unsur hara yang cepat hilang seperti N. pupuk phonska digunakan untuk pertumbuhan akar tanaman muda. Persediaan tenaga kerja spesialisasi ini diperlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi pekerjaan tertentu. terutama dapat memperbaiki struktur tanah dengan menyediakan ruang pada tanah untuk udara dan air.tenangjaya.) Tenaga kerja musiman pertanian ditentukan oleh musim. Upah tenaga kerja pria umumnya lebih tinggi bila . phosfor dan kalium.) Tersedianya tenaga kerja Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup memadai. Bila terjadi pengangguran semacam ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada faktor produksi tenaga kerja adalah : 1. Pupuk phonska merupakan pupuk majemuk yang mengandung nitrogen. maka konsekuensinya juga terjadi migrasi atau urbanisasi musiman (Soekartawi. Pemberian pupuk organik. Tenaga kerja pria mempunyai spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu seperti mengolah tanah. Tanah yang masam dapat ditingkatkan pHnya menjadi pH optimum dengan pemberian kapur dan pupuk organik. Manfaat lain dari pupuk yaitu memperbaiki kemasaman tanah. 3. apalagi dalam proses produksi pertanian. musim dan upah tenaga kerja.

2003). Soekartawi (2003). Mereka yang tergolong dibawah usia dewasa akan menerima upah yang juga lebih rendah bila dibandingkan dengan tenaga kerja yang dewasa.tenangjaya. Lama waktu bekerja juga menentukan besar kecilnya tenaga kerja makin lama jam kerja. Diantaranya pertama. Pencapaian efektivitas dalam pengorganisasian menekankan pada penempatan fasilitas dan input-input secara tepat dalam suatu rangkaian proses. 1995). perencanaan usahatani akan menolong keluarga tani di pedesaan. mendidik para petani agar mampu mangambil sikap atau suatu keputusan yang tegas dan tepat serta harus didasarkan pada pertimbangan yang ada. Pengorganisasian tersebut terutama menyangkut bagaimana mengalokasikan berbagai input dan fasilitas yang akan digunakan dalam proses produksi sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Pengorganisasian mengenai sumberdaya berupa input-input dan sarana produksi yang akan digunakan akan sangat berguna bagi pencapaian efisiensi usaha dan waktu. nilainya lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja traktor karena kemampuan yang lebih tinggi daripada tenaga kerja tersebut (Soekartawi. Umur tenaga kerja di pedesaan juga sering menjadi penentu besar kecilnya upah. .htm dibandingkan dengan upah tenaga kerja wanita. mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengevalusi suatu proses produksi. Faktor manajemen dipengaruhi oleh: 1) tingkat pendidikan 2) Pengalaman berusahatani 3) skala usaha. Keempat. 4) besar kecilnya kredit dan 5) macam komoditas. membantu petani dalam mendapatkan kredit utang yang akan dipinjamnya sekaligus juga dengan cara-cara pengembaliannya. mendidik para petani agar mampu berpikir dalam menciptakan suatu gagasan yang dapat menguntungkan usahataninya. Menurut Entang dalam Tahir Marzuki (2005). pupuk dan obat-obatan. Kelima. maka manajemen berarti pula bagaimana mengelola orang-orang tersebut dalam tingkatan atau dalam tahapan proses produksi (Soekartawi. Karena proses produksi ini melibatkan sejumlah orang (tenaga kerja) dari berbagai tingkatan.Tanggal 07/11/2010 http://www. membantu dalam meramalkan jumlah produksi dan pendapatan yang diharapkan. Manajemen Manajemen terdiri dari merencanakan. Begitu pula halnya tenaga kerja ternak. Setelah itu maka disusun rencana dan sistem pengadaannya dua hal mendasar yang perlu menjadi titik perhatian dalam memilih sistem pengadaan adalah membuat sendiri atau membeli.com/index. 2003). Kedua. baik dari segi jumlah maupun mutu dan kapasitas. Upah tenaga kerja ternak umumnya lebih tinggi daripada upah tenaga kerja manusia ( Mubyarto. karena kemampuan traktor tersebut dalam mengolah tanah yang relatif lebih tinggi. makin tinggi upah yang mereka terima dan begitu pula sebaliknya. Ketiga. Dilain pihak.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Tenaga kerja bukan manusia seperti mesin dan ternak juga menentukan basar kecilnya upah tenaga kerja. jumlah dan mutu atau spesifikasinya. 4. Soekartawi (2005) Perencanaan input-input dan sarana produksi mencakup kegiatan mengidentifikasi input-input dan sarana produksi yang dibutuhkan. membantu petani dalam memperincikan secara jelas kebutuhan sarana produksi yang diperlukan seperti bibit unggul. Oleh karena itu penilaian terhadap upah perlu distandarisasi menjadi hari kerja orang (HKO) atau hari kerja setara pria (HKSP). baik dari segi jenis. Nilai tenaga kerja traktor mini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja orang.

1999). Selanjutnya dikemukakan bahwa Pengendalian dalam usaha produksi pertanian berfungsi untuk menjamin agar proses produksi berjalan pada rel yang telah direncanakan. Salah satu yang menentukan komoditas adalah jumlah permintaan dan penawaran harga produk dan faktor produksi yang sering mengalami perubahan akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diterima. Sebaliknya pada luas lahan yang sempit. Pengaruh penggunaan faktor produksi dapat dinyatakan dalam tiga alternatif sebagai berikut : 1.Tanggal 07/11/2010 http://www. luasan yang terlalu kecil cenderung menghasilkan usaha yang tidak efisien pula (Soekartawi. jadwal kerja yang merupakan upaya untuk memperoleh hasil maksimal dari usaha produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani adalah luas usaha. Meskipun demikian.2000).php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala mulai saat perencanaan sampai akhir usaha tersebut berlangsung. Faktor produksi tersebut berpengaruh pada biaya produksi sedangkan keduanya akan mempengaruhi penerimaan usahatani.) Increasing return to scale artinya bahwa proporsi dari penambahan faktor produksi akan menghasilkan pertambahan produksi yang lebih besar (Soekartawi.) Decreasing return to scale artinya bahwa proporsi dari penambahan faktor produksi melebihi proporsi pertambahan produksi 2. obat-obatan dan persediaan modal untuk membiayai usaha pertanian. 1991). pilihan kombinasi usaha dan juga intensitas pengusahaan tanaman (Hernanto. Dengan pengawasan yang baik terhadap penggunaan faktor-faktor produksi dapat menentukan efisien tidaknya suatu usahatani. obat-obatan dan terbatasnya persediaan modal untuk pembiayaan usaha pertanian dalam skala tersebut. Pengawasan pada suatu usahatani meliputi pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi lahan. pupuk. pupuk. kelebihan biaya pada suatu tahap proses produksi dan lain-lain. sebab diperlukan modal yang tidak terlalu besar sehingga usaha pertanian seperti ini lebih efisien.com/index. tingkat produksi. bibit. 2005). sehingga jika terjadi penyimpangan dari rencana yang dianggap dapat merugikan maka segera dilakukan pengendalian (Soekartawi. Penerimaan usahatani akan terkait dengan jumlah produk yang dihasilkan dengan harga komoditas. penggunaan air.) Constant return to scale artinya bahwa penambahan faktor produksi akan proporsional dengan penambahan produksi yang diperoleh 3. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa luasnya lahan mengakibatkan upaya untuk melakukan tindakan yang mengarah pada segi efisiensi akan berkurang disebabkan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi bibit. . Dalam usahatani misalnya pengendalian dapat dilakukan pada masalah kelebihan penggunaan tenaga manusia. Pengawasan dalam usaha produksi pertanian meliputi pengawasan anggaran. Seringkali dijumpai makin luas lahan yang dipakai sebagai usaha pertanian akan semakin tidak efisien lahan tersebut. masukan. upaya pengawasan terhadap faktor produksi semakin baik.tenangjaya. 2005). Dalam usahatani pengorganisasian input-input dan fasilitas produksi menjadi penentu dalam pencapaian optimalitas alokasi sumber-sumber produksi (Soekartawi. proses.htm pencapaian efisiensi dalam pengorganisasian input-input dan fasilitas produksi lebih mengarah kepada optimasi penggunaan berbagai sumberdaya tersebut sehingga dapat dihasilkan output maksimum dengan biaya minimum.

Selanjutnya dikemukakan bahwa tanaman jagung berumah satu yaitu bunga jantan terbentuk pada ujung batang dan bunga betina terletak dibagian tengah batang pada salah satu ketiak daun.2) varietas berumur sedang yaitu umur panennya berkisar antara 80-110 hari setelah tanam. Begitu pula halnya dengan input yang digunakan dalam usahatani jagung penambahan input produksi jagung akan memberikan tambahan output usahatani jagung.tenangjaya. batang. analisis biaya per unit untuk mengetahui keuntungan setiap unitnya (kg) (Kartasapoetra. endosperm dan embrio (Rukmana. Pada umumnya biji jagung tersusun dalam barisan yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8-20 baris biji. Biji jagung mempunyai bentuk. Tanaman jagung bersifat protandry yaitu bunga jantan matang lebih dahulu 1-2 hari daripada bunga betina.3) varietas berumur panjang yaitu umur panennya lebih dari 110 hari setelah tanam. Akan tetapi penambahan input tersebut tidak selamanya memberikan tambahan produk. kedudukan tanaman jagung diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays L Tanaman jagung termasuk jenis tumbuhan semusim. sedangkan cost minimization adalah menekankan biaya produksi sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Buah jagung terdiri atas tongkol.htm Keuntungan usahatani dapat dianalisis dengan menggunakan analisis R/C ratio untuk mengetahui apakah usahatani tersebut menguntungkan atau tidak dan analisis fungsi keuntungan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh.1997).3. Susunan tubuh tanaman jagung terdiri atas akar.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Ada saat dimana penambahan input produksi jagung akan menurunkan produksi jagung yang dihasilkan. Dimana pertambahan output yang diinginkan dapat ditempuh dengan menambah jumlah salah satu dari input yang digunakan.Tanggal 07/11/2010 http://www. warna. Dimana biji jagung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kulit biji. biji dan daun pembungkus. Warna biji jagung amat bervariasi. bunga dan buah. . Letak bunga jantan dan bunga betina secara terpisah. tergantung pada jenis atau varietasnya.com/index. sehingga penyerbukan tanaman jagung bersifat menyerbuk silang. Untuk itu alokasi sumberdaya yang tepat sangat penting dalam mencapai keberhasilan usahatani jagung. II. bahwa dalam melakukan usaha pertanian seorang pengusaha atau petani dapat memaksimumkan keuntungan dengan “Profit Maximization dan Cost Minimization”. Profit maximization adalah mengalokasikan input seefisien mungkin untuk memperoleh output yang maksimal. Karakteristik umur tanaman jagung dapat dibedakan menjadi tiga kelompok varietas yaitu : 1) varietas berumur pendek adalah umur panennya berkisar antara 70-80 hari setelah tanam. Menurut Soekartawi (1999). 2001). daun. Kedua pendekatan tersebut merupakan hubungan antara input dan output produksi yang tidak lain adalah fungsi produksi. Jagung (Zea mays L) Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan.

Keadaan tersebut memudahkan para petani untuk memilih varietas jagung yang akan ditanam. Penentuan petani responden dalam penelitian ini dilakukan secara acak sederhana (random sampling) yaitu dari 119 orang petani jagung. dan kualitas serta kuantitasnya produksinya lebih baik. 2007). BPS kab. dan ternak sapi. masa panennya lebih cepat. benih dan pupuk phonska yang digunakan secara bersama-sama dalam usahatani jagung belum efisien. Faktor produksi lahan. 1997).3.htm Pada dasarnya warna biji jagung dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu biji kuning. tujuan penelitian maka disusun hipotesis sebagai berikut : 1.4. burung. Bahkan.com/index. Lokasi penelitian di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Keunggulan benih jagung hibrida antara lain tahan terhadap jenis penyakit tertentu. 2007). Sayangnya. benih jagung hibrida hanya bisa ditanam satu musim tanam karena turunannya sudah tidak lagi memiliki sifat unggul dari sang induk (Redaksi Agromedia. Saat ini. makin banyak varietas-varietas jagung yang diciptakan dengan berbagai macam keunggulan. Penentuan Petani Responden Responden yang akan diambil adalah petani yang berusahatani jagung.4.2. domba. Data yang dikumpulkan di klasifikasi. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Jenis data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis fungsi produksi Cobb Douglass . III. Data primer diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah. dan diolah sesuai dengan alat analisis yang dipakai yaitu 1. III. biji putih dan biji sempurna (Rukmana.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi yang terkait dengan penelitian ini yaitu kantor kelurahan Panreng. tenaga kerja.Tanggal 07/11/2010 http://www. Usahatani jagung yang dilaksanakan petani menguntungkan.Sidrap. sari pati jagung diolah menjadi gula rendah kalori dan ampasnya dip roses kembali untuk menghasilkan alcohol dan monosodium glutamate (Redaksi Agromedia. serta babi. selain untuk konsumsi manusia. 2. III. 2007). III. Analisis Data Data primer dikumpulkan melalui kuisioner yang telah dibuat terlebih dahulu dan memuat seluruh pertanyaan yang dibutuhkan berdasarkan data yang diinginkan. METODE PENELITIAN III. II. Bahkan di Negara-negara maju. ada jagung hibrida yang bias mengeluarkan tongkol jagung kembar sehingga hasil panennya berlipat ganda.1. ditabulasi. dipilih 30 orang petani yang dianggap dapat mewakili petani yang mengusahakan jagung. Sejak munculnya benih jagung hibrida. Penanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan lahan tanam yang ada (Redaksi Agromedia. bebek.tenangjaya. Waktu Dan Tempat Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan yaitu bulan Maret sampai bulan Mei 2007. jagung juga dimanfaatkan sebagai makanan ternak unggas seperti ayam.

) Jika ?bi =1. skala ekonomi usahatani jagung increasing return to scale 2. maka dilakukan uji F untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (xi) secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas (Y).) Jika ?bi > 1.tenangjaya. Elastisitas penggunaan faktor produksi diketahui dari besarnya nilai bi.b = Besaran yang akan diduga Setelah diperoleh koefisien regresi. skala ekonomi usahatani jagung constant return to scale 3.Tanggal 07/11/2010 http://www. Rumus perhitungan efisiensi harga berdasarkan penggunaan teknik fungsi produksi CobbDouglass adalah : bi . Analisis fungsi cobb Douglass: Y = ax1b1 x2b2 … xibi… xnbn eu untuk memudahkan pendugaan dinyatakan dengan mengubah bentuk linier berganda setelah melogaritmakan persamaan-persamaan tersebut Log Y = log a + b1 log x1 + b2 log x2 + … + b4 log x4.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Py = PXi Xi NPMXi = PXi Dimana : bi = elastisitas produksi Y = output rata-rata X = input rata-rata Py = harga output rata-rata PXi = harga input rata-rata Dengan kriteria penilaian : Jika NPMXi/PXi = 1 penggunaan faktor produksi efisien . skala ekonomi usahatani jagung decreasing return to scale Efisiensi penggunaan faktor produksi dapat dihitung dengan menggunakan efisiensi harga yaitu nilai produk marginal input (NPMXi) sama dengan harga input (PXi). Y .com/index. + u Dimana setelah dilogaritmakan hasilnya sebagai berikut : Y = ax1b1 x2b2 x3b3 x4b4 eu Keterangan : Y = Produk jagung X1 = Luas pertanaman jagung (are) X2 = Tenaga kerja (HKSP) X3 = Penggunaan benih (kg) X4 = Penggunaan pupuk phonska (kg) u = kesalahan e = Logaritma natural ( e = 2. uji T untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel tidak bebas. Pengaruh penggunaan faktor produksi diketahui dengan menggunakan koefisien elastisitas masing-masing variabel bebas terhadap variabel tidak bebas yaitu ?bi. dengan kriteria penilaian : 1.718 ) a.) Jika ?bi <1.htm Analisis fungsi cobb Douglas digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi.

4. Luas lahan pertanaman jagung (X1) adalah ukuran areal yang ditanami jagung yang dinyatakan dalam hektar. Analisis R/C Ratio dan Fungsi Keuntungan Analisis R/C Ratio digunakan untuk mengetahui apakah petani dalam mengusahakan pertanaman jagung menguntungkan atau merugikan R/C Ratio = TR/TC Dimana : TR : Total Revenue (Rp) TC : Total Cost (Rp) Jika : R/C Ratio > 1.5. Analisis Biaya Per Unit Untuk mengetahui keuntungan setiap unit (kilogram) usahatani jagung digunakan rumus: Biaya/Unit = TC Q Dimana. TC : Total Cost (Total Biaya) Q : Kuantitas Produk III. maka usahatani jagung menguntungkan R/C Ratio = 1. Usahatani jagung adalah kegiatan petani dalam mengusahakan produk jagung dengan memanfaatkan faktor produksi dan sarana produksi. 6. 2. diwujudkan dalam konsep operasional sebagai berikut : 1. Efisiensi adalah upaya penggunaan faktor-faktor produksi yaitu lahan.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. dan tenaga kerja sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produksi jagung yang sebesar-besarnya. Petani jagung adalah petani yang memproduksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pasar. benih jagung. Pupuk adalah bahan organik maupun an-organik yang diberikan pada tanaman jagung untuk menambah unsur hara yang dinyatakan dalam kilogram yaitu pupuk phonska (X4) selama satu kali musim tanam .com/index.Tanggal 07/11/2010 http://www. pupuk phonska.tenangjaya. Konsep Operasional Untuk memudahkan pengambilan data. selama satu kali musim tanam. maka usahatani jagung impas R/C Ratio < 1. Benih jagung (X3) adalah biji tanaman jagung yang akan ditanam untuk menghasilkan jagung yang dinyatakan dalam kilogram. maka usahatani jagung merugikan Selanjutnya untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh petani pada usahatani jagung dengan menggunakan rumus Fungsi Keuntungan : ? = TR – TC Dimana : ? : Keuntungan (Rp)/musim/Ha TR : Total Revenue (Rp)/musim/Ha TC : Total Cost (Rp) /musim/Ha 3. 5. 3.htm NPMXi/PXi > 1 penggunaan faktor produksi belum efisien NPMXi/PXi < 1 penggunaan faktor produksi tidak efisien 2.

Letak Geografis Kelurahan Panreng berada dalam wilayah Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap Propinsi Sulawesi Selatan.Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Maccorawalie Luas wilayah Kelurahan Panreng adalah kurang lebih 249.Tipe D. Penerimaan total adalah hasil perkalian antara jumlah produksi jagung yang diperoleh dengan harga penjualan jagung selama satu kali produksi yang dinyatakan dalam rupiah.7 agak basah .2. maka Schmidt Fergusson membagi tipe iklim sebagai berikut : .3 ? Q < 66. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah penggunaannya tidak mempengaruhi besarnya produksi jagung. jika 33. IV. Keadaan Iklim dan Topografi Keberhasilan usahatani pada umumnya dipengaruhi oleh keadaan iklim.3 ? Q < 33.Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Manisa .7 ? Q < 100 sedang . KEADAAN UMUM WILAYAH IV.Tipe B.Tipe A.Tipe C. Tenaga kerja (X2) adalah orang yang dipergunakan pada pengelolaan usahatani jagung dalam satuan HKSP. penyusutan alat yang dinyatakan dalam rupiah. 8.Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Benteng .1. Iklim adalah keadaan cuaca yang meliputi daerah yang luas dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. selama satu kali musim tanam 12. 9. 10.tenangjaya.6 Ha yang terdiri dari dua lingkungan yaitu Panreng Rijang dan Panreng Lautang. Secara geografis Kelurahan Panreng mempunyai batas-batas wilayah pemerintahan sebagai berikut : . jika 14. Untuk menentukan tipe iklim di Kelurahan Panreng. selama satu kali musim tanam. 13. Penentuan tipe iklim didasarkan pada klasifikasi menurut Schmidt Fergusson dengan rumus sebagai berikut : Q = Rata-rata bulan kering (Bk) Berdasarkan nilai Q yang diperoleh dari rumus tersebut. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah penggunaannya mempengaruhi produksi yang diperoleh seperti benih dan pupuk phonska. 11. Adapun data curah hujan tersebut dapat dilihat pada Lampiran 1.0 ? Q < 14.3 sangat basah . Produksi jagung (Y) adalah jumlah fisik yang diperoleh sebagai hasil panen yang dinyatakan dalam kilogram.3 basah . selama satu kali musim tanam. Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi jagung berlangsung yang terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap yang dinyatakan dalam rupiah.Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Rappang .php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. misalnya pajak lahan.com/index. Pendapatan bersih adalah nilai penerimaan setelah dikurangi dengan biaya total yang dikeluarkan selama proses produksi jagung yang dinyatakan dengan rupiah. jika 66. IV. digunakan curah hujan selama lima tahun terakhir yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap.Tanggal 07/11/2010 http://www. jika 0.htm 7. Keseluruhan wilayah dapat ditempuh dengan menggunakan roda dua dan roda empat.

4 = 56.Tanggal 07/11/2010 http://www. maka dapat ditentukan bahwa tipe iklim di kelurahan Panreng tergolong tipe iklim C atau beriklim agak basah.6 BB 7 7 6 4 6 6 Sumber: BPS Kab. jika 100 ? Q < 167 agak kering . jika Q ? 700 luar biasa kering Untuk menentukan bulan kering dan bulan basah digunakan klasifikasi menurut Mohr.com/index. Sidrap.33 2 Pekarangan 12. terlihat bahwa rata-rata bulan kering (BK) adalah 3. . Bulan Lembab (BL) dan Bulan Basah (BB) di Kecamatan baranti. 2007.02 3 Perkantoran 0.04 4 Sawah 100 40.curah 60 – 100/ bulan adalah bulan lembab (Bl) . Rata-rata Bulan Kering (BK).4 BL 1 4 2 4 2 2.3.Tipe F. jika 300 ? Q < 700 sangat kering . Pada Tabel 3. Kabupaten Sidrap. No Penggunaan lahan Luas (Ha) Persentase(%) 1 Pemukiman 90. Tipe Bulan Tahun Rata-rata 2002 2003 2004 2005 2006 BK 4 1 4 4 4 3.curah hujan lebih dari 100 mm/ bulan adalah bulan basah (Bb) Adapun rata-rata bulan kering dan bulan basah di Kelurahan Panreng dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.Tipe H.47 Jumlah 249. jika 167 ? Q < 300 kering . Tabel 4. 2007.1 100 Sumber: Kantor Kelurahan Panreng.Tipe G.67% Dengan melihat hasil perhitungan diatas. Lahan yang ada di Kelurahan Panreng digunakan untuk berbagai jenis pola penggunaan. 2007.50 36. Penggunaan Lahan di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. yaitu: . Adapun pola penggunaan lahan di Kelurahan Panreng dapat dilihat pada Tabel 4. sehingga nilai Q adalah : Q = 3.tenangjaya.Tipe E.curah hujan kurang dari 60 mm/ bulan adalah bulan kering (Bk) .php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. 2007. Tabel 3.htm .14 5 Prasarana Umum 46 18. IV.10 0.50 5. Pola Penggunaan Lahan Lahan merupakan komponen dari lingkungan sebagai tempat berpijak dan melaksanakan berbagai aktivitas hidup dari manusia dan mahluk hidup lain.4 mm dan rata-rata bulan basah (BB) adalah 6 mm.

41 4 15 – 19 279 9.tenangjaya.61 7 30 – 34 226 7.24 9 40 – 44 196 6.93 Jumlah 2.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Penduduk Menurut Kelompok Umur Jumlah penduduk di Kelurahan Panreng sebanyak 2. diantaranya jumlah penduduk menurut kelompok umur. Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kemajuan suatu daerah.06). No Umur Jumlah Persentase (tahun) (jiwa) (%) 1 0 – 4 408 13. Adapun tingkat pendidikan penduduk di Kelurahan Panreng dapat dilihat pada Tabel berikut. 1.04%). Peranan yang dilakukan oleh penduduk akan dapat menentukan perkembangan wilayah pada suatu daerah.61 2 5 – 9 401 13.93%).htm Pada Tabel 4. Ini didukung oleh keadaan iklim di Kelurahan Panreng yang agak basah sehingga memungkinkan untuk bertani. kemudian pemukiman seluas 90.10 Ha (0.27 13 > 59 58 1. Tabel 5.Sidrap.54 10 45 – 49 154 5.37 12 55 – 59 68 2. Keadaan penduduk yang terdapat pada suatu daerah dapat dilihat dari berbagai segi. 2. Pada Tabel 5 terlihat bahwa jumlah penduduk terbanyak adalah pada kelompok umur 0 – 4 tahun yaitu sebanyak 408 jiwa (13.14 11 50 – 54 131 4.26%) dan yang paling kecil adalah perkantoran 0. IV.998 100 Sumber: Kantor Lurah Panreng.com/index.54 8 35 – 39 217 7. 2007. makin muda menerima informasi dan menyerap inovasi.67 6 25 – 29 258 8. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. 2007. tingkat pendidikan dan jenis mata pencaharian.4. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola penggunaan lahan di kelurahan Panreng sebagian besar digunakan untuk bidang pertanian.50 Ha (36.31 5 20 – 24 230 7.Tanggal 07/11/2010 http://www. . terlihat bahwa penggunaan lahan terbesar adalah sawah yakni 100 Ha (40.38 3 10 – 14 372 12.61%) dan yang terkecil pada kelompok umur lebih 59 tahun yaitu sebanyak 58 jiwa (1. khususnya tanaman padi dan jagung. Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. Tabel 6. Makin tinggi pendidikan penduduk. Keadaan Penduduk Penduduk merupakan salah satu modal atau aset bagi suksesnya kegiatan pembangunan. baik yang bersifat regional maupun yang bersifat nasional. Kab.998 jiwa. 2007.

82 4 Pedagang 30 3. No Jenis Mata Pencaharian Jumlah Persentase (jiwa) (%) 1 Buruh 47 5.48 2 Pegawai negeri 54 6.Tanggal 07/11/2010 http://www.86 11 TNI 3 0.89 9 Montir 8 0.35 12 Pengusaha 10 1. Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa pada umumnya penduduk kelurahan Panreng pernah mengikuti pendidikan formal.8 Jumlah 2. Sarana dan Prasarana .tenangjaya.57 2 Belum sekolah 494 16. IV. Sedangkan jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai TNI adalah merupakan yang paling sedikit yaitu sebesar 3 jiwa (0.20%).57%).18 5 SLTP/sederajat 620 20.68 7 Tukang kayu 35 4.17 13 Petani 568 66. 3. 2007. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap.68 6 SLTA/sederajat 723 24.35%). Hal tersebut didukung oleh pola penggunaan lahan di kelurahan Panreng.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.18%) dan yang paling sedikit adalah buta huruf yakni 17 jiwa (0.5 5 Penjahit 15 1.29 3 Pengrajin 7 0. Tabel 7. 2007.93 10 Sopir 16 1.5. 2007. dimana penggunaan lahan untuk bertani adalah yang paling luas 100 Ha (40.17 4 Tamat SD/sederajat 905 30.48 3 Tidak tamat SD 185 6.2 Jumlah 858 100 Sumber: Kantor Lurah Panreng. Pada Tabel 7 terlihat bahwa pada umumnya penduduk Kelurahan Panreng bermata pencaharian sebagai petani yaitu 568 jiwa (66.com/index. Pendidikan formal yang terbanyak adalah sekolah dasar (SD) sebanyak 905 jiwa (30. Penduduk Menurut Jenis Mata Pencaharian Penduduk di Kelurahan Panreng melakukan berbagai jenis mata pencahariannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.75 6 Tukang batu 23 2.998 100 Sumber: Kantor Lurah Panreng.08 8 Peternak 42 4.htm No tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (jiwa) (%) 1 Buta huruf/tidak sekolah 17 0.06%).12 7 Perguruan Tinggi 54 1. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian penduduk di kelurahan Panreng berpendidikan.

Untuk lebih jelasnya sarana dan prasarana tersebut dapat dilihat pada Tabel 8. Berdasarkan Tabel 8 menunjukkan bahwa prasarana dan sarana ekonomi di kelurahan panreng cukup memadai untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat di kelurahan Panreng. dan perhubungan. dapat memperlancar pengangkutan atau pemasaran hasil usahatani ke pasar atau keluar daerah kelurahan Panreng. Selain itu. Sarana dan Prasarana di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. 2007.Tanggal 07/11/2010 http://www. pemerintahan. kesehatan.htm Di Kelurahan Panreng tersedia sarana dan prasarana yakni antara lain bidang pertanian. V.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.tenangjaya. peribadatan.1. Tabel 8.com/index. 2007. Begitu juga dengan sarana di bidang transportasi terutama karena dapat memperlancar hubungan masyarakat di kelurahan Panreng baik di dalam maupun keluar. Identitas Petani Responden . No Sarana dan Prasarana Jumlah (satuan) 1 Prasarana Pemerintahan: kantor kelurahan 1 buah 2 Prasarana peribadatan : Mesjid 5 buah Mushollah 2 buah 3 Prasarana Pendidikan : Sekolah TK 2 buah SD Negeri 3 buah SD Inpres 1 buah SLTP Negeri 1 buah 4 Prasarana kesehatan : poliklinik/balai pengobatan 1 unit Posyandu 4 unit 5 Prasarana Olahraga : Tennis meja 8 buah Lapangan volley 5 buah Bulutangkis 1 buah 6 Prasarana air bersih : sumur pompa 285 unit sumur gali 200 unit 7 Prasarana transportasi : angkutan umum 15 buah Ojek 50 buah 8 Prasarana ekonomi : Koperasi 1 buah warung makan 1 buah Bengkel 8 buah Percetakan 3 buah Pasar 1 buah Sumber: kantor Kelurahan Panreng. Hasil Dan Pembahasan V.

30 orang petani responden di kelurahan Panreng memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar atau sederajat. Jumlah tanggungan keluarga orang 3 – 6 4. menunjukkan bahwa tingkat petani responden 30 -40 tahun berjumlah 14 orang atau 46. Semakin lama petani bekerja pada kegiatan . pengalaman berusahatani dan jumlah tanggungan keluarga. Umur Petani Umur petani merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan petani dalam pengelolaan usahataninya.htm Identitas petani responden ditunjukkan pada Tabel 9 yang meliputi umur.43 2 Pengalaman berusahatani tahun 9 – 40 23.67 2 41 – 50 5 16. penanganan pasca panen maupun terhadap informasi-informasi yang berkembang berkaitan dengan usahataninya. Hal ini apabila ditinjau menurut kemampuan fisik untuk mengetahui umur petani responden dapat dilihat pada Tabel 10. 3. sehingga dapat dijadikan sebagai kekuatan dalam pengembangan komoditi jagung di masa-masa mendatang. 2007.17 tahun dengan jumlah tanggungan keluarga rata-rata 4 orang. Pada Tabel 9 terlihat bahwa umur petani responden rata-rata 44. 2. Pengalaman berusahatani secara umum rata-rata 23.66 Jumlah 30 100 Sumber: Data Primer Setelah Diolah.tenangjaya.1 tahun sedangkan pengalaman berusahatani jagung 3. Oleh karena usia produktif yang mendominasi responden.67 3 51 – 60 11 36. Jumlah Petani Responden Menurut Kelompok Umur di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. inovasi-inovasi baru baik dalam implementasi teknik budidaya yang baik. Pada Tabel 10. 1. Tabel 9. Pengalaman Usahatani dan Jumlah Tanggungan Keluarga Petani Responden di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap.66 % dan yang paling kecil jumlahnya adalah tingkat umur 41 – 50 berjumlah 5 atau 16.03 Sumber: Data Primer Setelah Diolah. No Umur (tahun) Jumlah (orang) Persentase(%) 1 30 – 40 14 46.43 tahun. No Uraian satuan Kisaran Rata-rata 1 Umur tahun 30 – 60 44.17 3. Kisaran dan Rata-Rata Umur.67% yang merupakan jumlah tertinggi menyusul tingkat umur 51 – 60 tahun berjumlah 11 atau 36.1 berusahatani jagung tahun 2 – 4 3.2005.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Semakin tinggi tingkat pendidikan petani diharapkan semakin mudah proses adopsi.67 %. 2007.com/index. Pendidikan Petani Tingkat pendidikan seorang petani turut memberikan pengaruh terhadap pengelolaan usahatani. 2007.Tanggal 07/11/2010 http://www. Tabel 10. Pengalaman berusahatani Pengalaman petani dalam menjalankan usahataninya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilannya.

karena anggota keluarga petani dapat merupakan sumber tenaga kerja dalam kegiatan usahatani jagung terutama anggota keluarga yang produktif. dengan pengalaman yang relatif rendah petani responden pada umumnya memahami teknik budidaya komoditi jagung. Tabel 11. V.com/index. Pengalaman berusahatani ini cukup memadai dan dapat dijadikan sebagai penunjang dalam pengembangan komoditi jagung di kelurahan Panreng. Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah Responden Persentase (orang) (orang) (%) 3 – 4 21 70 5 – 6 9 30 Jumlah 30 100 Sumber: Data Primer Setelah di Olah.Jumlah Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. No. Berdasarkan Tabel 11 tersebut diatas menunjukkan bahwa pengalaman petani jagung masih relatif rendah.33 0 0 Jumlah 30 100 30 100 Sumber: Data primer setelah diolah.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Keadaan Usahatani Petani Responden Kegiatan usahatani petani responden dilakukan diatas lahan sawah yang tergolong sempit yakni kurang dari 1 Ha dengan luas lahan yang bervariasi antara 0.htm tersebut semakin banyak pengalaman yang diperolehnya yang diharapkan akan lebih menguasai dan lebih terampil dalam teknik budidaya. Jumlah tanggungan keluarga pada umumnya dapat dijadikan sumber tenaga kerja dalam usahatani jagung.15 – 0.tenangjaya.90 Ha. 2007. Adapun . teknologi pasca panen serta penguasaan teknologi lainnya yang berkaitan dengan usahataninya. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah petani responden berdasarkan jumlah tanggungan keluarga petani jagung dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Jumlah Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Usahatani di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap. 2007.2. Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah tanggungan keluarga responden terdiri dari petani itu sendiri. Sungguhpun demikian. Pengalaman kurang dari 5 tahun memperlihatkan angka tertinggi yaitu 30 orang atau 100%. 2005. Dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat dipenuhi dalam keluarga. Tabel 12. sehingga secara tidak langsung mengurangi pengeluaran tunai dalam proses usahatani. Pengalaman Berusahatani (tahun) Non Jagung Jagung Jumlah (orang) Persentase(%) Jumlah (orang) Persentase(%) 1 < 5 0 0 30 100 2 5 – 14 5 16. istri.Tanggal 07/11/2010 http://www.67 0 0 3 15 – 30 18 60 0 0 4 > 30 7 23. Berdasarkan Tabel 12 tersebut diatas menunjukkan bahwa jumlah anggota petani yang terbanyak adalah 3 sampai 4 orang adalah 21 orang atau 70 %. 2007. anak dan anggota keluarga lainnya yang menjadi tanggungan petani. Gambaran mengenai pengalaman petani jagung dilokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Jumlah anggota keluarga petani akan berpengaruh bagi petani dalam perencanaan dan pengambilan keputusan petani dalam hal usahataninya. 4.

tenaga kerja wanita dinyatakan dalam 0. Kabupaten Sidrap.16. .96 4 Parang 5.000..12. Jenis rata-rata nilai penyusutan alat dari petani responden dapat dilihat pada Tabel 12. 2003). Jenis Pekerjaan. Salah satu faktor produksi yang penting dalam pengelolaan usahatani adalah penggunaan tenaga kerja.36 2 Penanaman 4. Tenaga kerja tersebut terdiri dari pria.21.. Jumlah HKSP dan Nilai Upah Rata-Rata Usahatani Jagung Petani Responden di Kelurahan Panreng.15. Tabel 14.23 33.5 HKSP (Soekartawi. yaitu biaya yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa produksi.74 3 Penyiangan 6. Dimana tenaga kerja pria dalam satu hari dinyatakan dalam 1 HKSP (hari kerja setara pria).21 108.03 75.39 2. Pada Tabel 13.336. Tabel 13.68. No. nilai penyusutan terbesar pada pompa air.15000/hari.250.06 91.18...tenangjaya.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.63 3 Sekop 3.68 100 Sumber: Data Primer Setelah Diolah.. Upah tenaga kerja dalam keluarga diperoleh dari hasil perkalian antara upah minimum regional (UMR) dengan jumlah HKSP. wanita dan anakanak.41 126.250.27 4 Pemupukan 5.26 64. Baranti Kab.000. Kecamatan Baranti.5.100 Sumber: data Primer Setelah diolah.7 596. Upah minimum regional di propinsi sulawesi selatan adalah Rp. Jenis dan Nilai Penyusutan Rata-rata Peralatan Usahatani Petani Responden di Kel. Alat ini digunakan untuk menyiram tanaman.000.67 95. Jenis pekerjaan sebagai rangkaian dalam memproduksi jagung...2007. No Jenis Alat Nilai Penyusutan Alat Persentase (Rp) (%) 1 Cangkul 7.-.18 6 Pengeringan 2. 2007. Pada Tabel 14 terlihat bahwa para petani responden dalam proses produksi jagung menggunakan tenaga kerja dalam keluarga rata-rata 39. Jenis Pekerjaan Jumlah HKSP Nilai Upah (Rp) Persentase (%) 1 Penyiapan lahan 6.Sidrap. Jumlah HKSP dan upah tenaga kerja rata-rata dari usahatani petani responden untuk jagung dapat dilihat pada Tabel 14.000.67 5 Pemanenan 8.com/index.04 2 Pompa Air 354.16 jumlah 39.040. Tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani petani responden adalah tenaga kerja dalam keluarga.5 97.37 Jumlah 370.10.74 0.42 Ha. Nilai penyusutan alat tergolong dalam biaya tetap.573..62 7 Pemipilan 7.500. Pengolahan usahatani menggunakan peralatan mulai pada saat pengolahan tanah/lahan. 596.500. Panreng Kec.370. menunjukkan bahwa jumlah rata-rata dari nilai penyusustan alat yang digunakan petani dalam usahataninya adalah Rp. pemeliharaan dan penyiraman sampai saat panen dan pembersihan lahan.7 HKSP dengan nilai upah Rp.28 1.500.166.htm lahan yang dikelola oleh petani responden adalah merupakan lahan milik sendiri dengan rata-rata luas lahan o.7 HKSP dan tenaga kerja anak-anak dinyatakan dalam 0. 2007.336. 2007.Tanggal 07/11/2010 http://www.556.

019.Baranti Kab. 2007.4.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Baranti Kab. Biaya Usahatani jagung Biaya produksi jagung adalah biaya yang dikeluarkan petani responden jagung selama proses produksi sehingga menjadi produk jagung.646.666.82 Sumber: Data Primer Setelah diolah.019.Panreng Kec. Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Jagung Biaya usahatani jagung sebesar Rp.33 upah tenaga kerja dalam keluarga 596.85. 048.338. Biaya tetap dalam usahatani jagung ini meliputi pajak lahan.338.646.tenangjaya.3. Penerimaan adalah hasil kali jumlah produksi dengan harga komoditas.354. Biaya variabel dari usahatani meliputi biaya untuk bibit dan pupuk. Biaya tetap adalah biaya yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa produksi.85 3 pendapatan bersih (1-2) 2. Panreng Kec. 1. Tabel 15. Biaya ini meliputi biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). Keuntungan Usahatani Jagung Petani Responden .365.386.019.200.68 pajak lahan 6.67 2 biaya total 1.htm V. 3. Pada Tabel 16 dapat diketahui bahwa pendapatan bersih dari usahatani jagung diperoleh petani responden adalah Rp.338.336. Biaya. 1. 1.84 2 Biaya tetap penyusutan alat 370. Pada Tabel 15 terlihat bahwa besarnya biaya variabel adalah Rp. 2007.000.total biaya tetap (2) 972.Tanggal 07/11/2010 http://www.85 sedangkan penerimaan dari usahatani jagung petani responden sebesar Rp.665. 2007. 2007. Jenis Biaya dan Nilai Biaya Rata-Rata Jagung Petani Responden di Kel. Jenis Biaya Nilai Biaya (Rp) 1 Biaya variabel Bibit 117.338.354.67 seperti yang disajikan pada Tabel 16. V.665.Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Jagung Petani Responden Komponen biaya usahatani jagung meliputi biaya tetap dan biaya variabel.154. Biaya dan Pendapatan Rata-Rata dari usahatani Jagung Petani Responden di Kel.pupuk phonska 248. Nilai Penerimaan.386. Uraian Nilai (Rp) 1 Penerimaan 3.Sidrap. Tabel 16.972.01 sehingga diperoleh biaya total yang dikeluarkan petani responden rata-rata Rp. penyusutan alat dan upah tenaga kerja dalam keluarga. No. 2. 2.85 Sumber: Data Primer Setelah diolah.com/index.666. Biaya variabel adalah biaya yang penggunaannya sangat tergantung pada skala produksi dan habis dalam satu masa produksi. sedangkan pendapatan bersih berasal dari selisih antara penerimaan dan biaya produksi. Biaya usahatani jagung dari petani responden dapat dilihat pada Tabel 15.048.019.84 Total biaya variabel (1) 365. Sidrap.01 3 Biaya Total (1+2) 1.328. No.84 dan biaya tetap sebesar Rp.82.

019.Tanggal 07/11/2010 http://www.386.13 = 967. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil : Biaya/unit= Biaya Total (Total cost) Kuantitas produk = 1. dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Dengan demikian usahatani jagung petani responden layak untuk dikembangkan.53 berdasarkan kriterianya nilai R/C Ratio > 1 berarti suatu usahatani menguntungkan.5. Dengan analisis fungsi produksi ini.116. V. skala ekonomi usaha. 2. keuntungan per unit dianalisis dengan analisis biaya per unit.632.13/kg sehingga dari hasil penjualan diperoleh keuntungan sebesar Rp.666.67 kg = 632.338.67 1. Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Pengaruh penggunaan faktor produksi pada usahatani jagung dapat diketahui melalui analisis fungsi produksi cobb douglass.019. melalui nilai koefisien regresi (elastisitas) dapat diketahui seberapa besar pengaruh input atau faktor produksi yang diberikan terhadap jumlah produk yang dihasilkan. 1.53 rupiah.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.87/kg Dengan demikian untuk memproduksi 1 kg jagung dikeluarkan biaya sebesar Rp. Analisis Faktor-Faktor Produksi Usahatani Jagung Petani Responden Melalui analisis fungsi produksi Cobb-Douglass pada usahatani jagung petani responden. dapat diketahui pengaruh panggunaan faktor-faktor produksi. Nilai tersebut memberikan arti bahwa setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah akan memberikan penerimaan sebesar 2.967. .13/kg Keuntungan = 1600 – 632.85 = 2.87/kg. Analisis biaya per unit Analisis biaya per unit digunakan untuk mengetahui keuntungan setiap kilogram produk jagung dengan membandingkan harga jual dan biaya produksi dari setiap kilogram jagung. 1.com/index.53 Nilai R/C Ratio dari usahatani jagung adalah 2.htm Keuntungan usahatani jagung dapat diketahui dengan analisis R/C ratio dan fungsi keuntungan. Analisis R/C Ratio Untuk mengetahui apakah usahatani jagung petani responden menguntungkan atau tidak digunakan analisis R/C Ratio dengan hasil : R/C Ratio = Total Revenue Total Cost = 3.338.85 2.tenangjaya.

05. Sedangkan hasil uji F yang menjelaskan hubungan antara produk dan faktor produksi secara bersama-sama diperoleh F hitung = 7156.Sidrap.76 dan F tabel pada taraf 1 persen sebesar 4.18 artinya faktor produksi mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap produk yang diperoleh.98 > 1.21 Jumlah 1. Diketahui jumlah besaran elastisitas b1 =1. Artinya bahwa proporsi dari penambahan faktor produksi akan menghasilkan pertambahan produksi yang lebih besar atau penambahan satu unit faktor produksi akan memberikan tambahan produk lebih besar dari 1.002 3. Baranti Kab.98 yang berarti memiliki hubungan yang kuat.034 1.522 t tabel (0.72 Benih (x3) 0.96 yang berarti koefisien determinasi 96 persen.018 0.30) = 1. Koefisien korelasi (R) = 0.27 Pupuk phonska (x4) 0.002 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari satu.018. X30. atau decreasing return to scale.98 Tenaga kerja (x2) -0. karena t hitung lebih besar dari t tabel (5. Nilai Koefisien Regresi dan Rata-Rata dari Masing-masing Faktor Produksi Usahatani Jagung Petani Responden di Kel.801 -0.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. X2-0.74 Sumber: Data primer setelah diolah. X40.217 Selanjutnya diperoleh koefisien determinasi (R2) = 0. Luas Lahan Berdasarkan hasil uji t pada taraf kepercayaan 95 persen menunjukkan bahwa penggunaan luas lahan mempunyai pengaruh yang nyata.2007.217 1.801 .Panreng Kec. Skala Ekonomi Usaha (Return to scale) Return to scale perlu untuk mengetahui apakah kegiatan dari suatu usaha yang diteliti tersebut mengikuti kaidah increasing.96 Keterangan : F hitung = 7156.htm Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui nilai koefisien regresi (bi) atau nilai elastisitas dari masing-masing faktor produksi seperti pada Tabel 17. Dengan demikian elastisitas penggunaan faktor produksi berada dalam posisi increasing return to scale.98 Koefisien determinasi (R2) = 0. karena F hitung lebih besar dari F tabel.56 -0. diperoleh persamaan fungsi produksi Cobb-Douglass yaitu : Y = 3. Hubungan antara variabel bebas dan variabel tidak bebas dapat diketahui melalui koefisien korelasi (R) yang bernilai 0. constant.Tanggal 07/11/2010 http://www. Faktor Produksi (Xi) Koefisien Regresi (bi) Rata-Rata T. Besaran elastisitasnya (b1) menunjukkan bahwa penambahan satu .com/index. Pengaruh masing-masing faktor produksi dapat diuraikan sebagai berikut : a.42 5.tenangjaya.252 X10. Tabel 17. Jumlah besaran elastisitas b1 adalah lebih besar dari nol dan lebih kecil dari nol serta sama dengan satu.522 sedangkan F tabel pada taraf 5 persen sebesar 2. dan berdasarkan nilai elastisitas tersebut dapat pula dilihat skala ekonomi produksi jagung petani responden.7 7.hitung Luas lahan (x1) 0.71 0.002 kilogram jagung.70 Dari Tabel 16. 2.70).85 2.034 . Keberadaan variabel tidak bebas (Y) dijelaskan oleh variabel bebas secara bersama-sama dan selebihnya yaitu empat persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam variabel pengamatan. 2007.

70 (t hitung < t tabel).21 > 1. 3.com/index. Dengan demikian penggunaan pupuk phonska berpengaruh positif terhadap produksi jagung. b. Dengan kriteria penilaian : Jika NPMXi/PXi = 1 penggunaan faktor produksi efisien NPMXi/PXi > 1 penggunaan faktor produksi belum efisien NPMXi/PXi < 1 penggunaan faktor produksi tidak efisien Tabel 18.19) itu berarti tidak efisien karena tenaga kerja yang digunakan .11). Tenaga Kerja Hasil uji t menunjukkan bahwa tenaga kerja dalam keluarga berpengaruh tidak nyata karena t hitung lebih kecil dari t tabel pada taraf kepercayaan 95 persen yaitu -0.2007. Rasio antara NPM dari faktor produksi tenaga kerja dengan harga per HKSP-nya adalah lebih kecil dari satu (-1. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Jagung di Kel.801 kilogram.52 tidak efisien Penggunaan pupuk phonska (x4) 5.217 kilogram jagung dengan luasan lahan 0. Hal itu menunjukkan bahwa secara ekonomis alokasi faktor produksi belum efisien.11 belum efisien Tenaga kerja (x2) -1. Dengan demikian penggunaan bibit berpengaruh positif terhadap produksi jagung. Artinya penggunaan pupuk phonska berpengaruh nyata terhadap produksi jagung. Dengan demikian jel. maka petani di kelurahan panreng masih akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Berdasarkan Tabel 18. 1999).php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan.01 kilogram.Baranti Kab. d. 2007. Besaran elastisitasnya (b2) menunjukkan bahwa penambahan tenaga kerja setiap satu HKSP dapat menurunkan produksi sebesar 0.19 tidak efisien Penggunaan benih (X3) 0. Faktor Produksi NPMXi/PXi Keterangan Luas lahan (x1) 10.03 kilogram.Tanggal 07/11/2010 http://www. Penggunaan pupuk phonska Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel pada taraf kepercayaan 95 persen yaitu 2.73 belum efisien Sumber : data primer setelah diolah. Dengan demikian luas lahan berpengaruh positif terhadap produksi jagung. c.Sidrap.42 Ha akan memberikan tambahan produksi sebesar 0.tenangjaya. diketahui bahwa rasio antara nilai produk marginal dari faktor produksi luas lahan adalah lebih besar dari satu (10. Efisiensi penggunaan faktor produksi dapat dihitung dengan menggunakan efisiensi harga yaitu nilai produk marginal input (NPMXi) sama dengan harga input (PXi) (Soekartawi. Besaran elastisitasnya (b4) menunjukkan bahwa penambahan 1 kilogram pupuk phonska akan memberikan tambahan produksi sebesar 0.27 < 1. Besaran elastisitasnya (b3) menunjukkan bahwa penambahan satu kilogram benih jagung dengan luas lahan 0. Benih Hasil uji t pada taraf kepercayaan 95 persen menunjukkan pengaruh penggunaan benih yang tidak nyata yaitu 0.aslah bahwa jika saja masih dapat dilakukan penambahan alokasi penggunaan luas lahan garapan usahatani.htm are luas lahan dapat memberikan tambahan produk jagung sebesar 0.70.42 Ha.Panreng Kec.72 < 1.70. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Efisiensi dapat diartikan sebagai upaya penggunaan input yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-besarnya.

Usahatani jagung yang diusahakan petani di Kelurahan Panreng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap menguntungkan. lahan.Tanggal 07/11/2010 http://www. 2. Penggunaan faktor-faktor produksi yang belum efisien adalah luas lahan dan pupuk phonska. Disarankan kepada petani yang mengusahakan jagung agar dapat mengurangi penggunaan faktor produksi yang tidak efisien. Rasio antara NPM dari faktor produksi benih jagung kurang dari satu (0. untuk itu usaha untuk meningkatkan keuntungan para petani dapat dilakukan dengan mengurangi benih jagung yang digunakan.htm telah melebihi optimum. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: : 1. Karena benih yang digunakan telah melebihi optimum.52) hai ini berarti faktor produksi benih jagung tidak efisien.I.com/index. Berarti penggunaan pupuk phonska masih belum efisien.73).tenangjaya.maka: 1.II. tenaga kerja benih dan pupuk phonska pada usahatani jagung berada dalam keadaan increasing return to scale. 2. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan keuntungan para petani di kelurahan Panreng hanya dapat dilakukan dengan jalan mengurangi pengalokasian faktor produksi tenaga kerja. KESIMPULAN DAN SARAN VI. Rekomendasi penelitian ini kiranya dapat dijadikan sebagai salah satu bahan penyuluhan bagi PPL kepada petani yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. 3. Skala ekonomi untuk usaha rumah tangga dalam faktor produksi. sehingga upaya peningkatan produksi dan pendapatannya dapat dioptimalkan.php/relevan-artikel/analisis-efisiensi-penggunaan. Rasio antara NPM dari faktor produksi pupuk phonska lebih besar dari satu (5. . VI. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan keuntungan para petani di kelurahan Panreng dapat dilakukan dengan menambah penggunaan pupuk phonska untuk memperoleh efisiensi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terhadap petani responden yang mengelola usahatani jagung di Kelurahan Panreng. sedangkan yang tidak efisien dari tenaga kerja dan penggunaan benih. VI. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful