Bab VI Sistem Pentanahan Titik Netral

6.1. Sistem pentanahan titik netral
Pada saat sistem tenaga listrik masih dalam skala kecil, gangguan hubung singkat ke tanah pada instalasi tenaga listrik tidak merupakan suatu masalah yang besar. Hal ini dikarenakan bila terjadi gangguan hubung singkat fasa ke tanah arus gangguan masih relatif kecil (lebih kecil dari 5 Amper), sehingga busur listrik yang timbul pada kontak-kontak antara fasa yang terganggu dan tanah masih dapat padam sendiri. Tetapi dengan semakin berkembangnya sistem tenaga listrik baik dalam ukuran jarak (panjang) maupun tegangan, maka bila terjadi gangguan fasa ke tanah arus gangguan yang timbul akan besar dan busur listrik tidak dapat lagi padam dengan sendirinya. Timbulnya gejala-gejala ”busur listrik ke tanah (arching ground)” sangat berbahaya karena menimbulkan tegangan lebih transient yang dapat merusak peralatan. Apabila hal di atas dibiarkan, maka kontinuitas penyaluran tenaga listrik akan terhenti, yang berarti dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh karena itu, sistem-sistem tenaga listrik tidak lagi dibuat terapung (floating) yang lazim disebut sistem delta, tetapi titik netralnya ditanahkan melalui tahanan, reaktor dan ditanahkan langsung (solid grounding). Pentanahan itu umumnya dilakukan dengan menghubungkan netral transformator daya ke tanah, seperti dicontohkan pada gambar 6.1. berikut.

331

Gambar 6.1. Contoh pentanahan titik netral sistem.

6.2. Tujuan Pentanahan Titik Netral Sistem
Adapun tujuan pentanahan titik netral sistem adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Menghilangkan gejala-gejala busur api pada suatu sistem. Membatasi tegangan-tegangan pada fasa yang tidak terganggu (pada fasa yang sehat). Meningkatkan keandalan (realibility) pelayanan dalam penyaluran tenaga listrik.

332

4.

Mengurangi/membatasi tegangan lebih transient yang disebabkan oleh penyalaan bunga api yang berulang-ulang (restrike ground fault).

5.

Memudahkan dalam menentukan sistem proteksi serta memudahkan dalam menentukan lokasi gangguan.

6.2.1.

Sistem yang Tidak Ditanahkan (Floating Grounding)

Suatu sistem dikatakan tidak diketanahkan (floating grounding) atau sistem delta. Jika tidak ada hubungan galvanis antara sistem itu dengan tanah, untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 6.2. berikut:

Gambar 6.2. Contoh Sistem yang Tidak ditanahkan

333

tanpa memasukkan harga suatu impedansi (perhatikan gambar 6.3. 6. Pentanahan Titik Netral Tanpa Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding) Sistem pentanahan langsung adalah di mana titik netral sistem dihubungkan langsung dengan tanah.3.2. Rangkaian pengganti pentanahan titik netral tanpa impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding) 334 .6. Metoda Pentanahan Titik Netral Metoda-metoda pentanahan titik netral sistem tenaga listrik adalah sebagai berikut: □ □ □ □ Pentanahan melalui tahanan (resistance grounding) Pentanahan melalui reaktor (reactor grounding) Pentanahan langsung (effective grounding) Pentanahan melalui reaktor yang impedansinya dapat berubahubah (resonant grounding) atau pentanahan dengan kumparan Petersen (Petersen Coil).) Gambar 6.3.2.

Pentanahan Titik Netral Melalui Tahanan (resistance grounding) Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) dimaksud adalah suatu sistem yang mempunyai titik netral dihubungkan dengan tanah melalui tahanan (resistor). sehingga letak gangguan cepat diketahui. s e h i n g g a a k a n d a p a t membahayakan makhluk hidup didekatnya dan kerusakan peralatan listrik yang dilaluinya.4. Salah satu tujuan pentanahan titik netral secara langsung adalah untuk membatasi tegangan dari fasa-fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan fasa ke tanah. sebagai contoh terlihat pada gambar 6. Kerugian: Setiap gangguan phasa ke tanah selalu mengakibatkan terputusnya daya. Kerja pemutus daya untuk melokalisir lokasi gangguan dapat dipermudah. 335 . Keuntungan: Tegangan lebih pada phasa-phasa yang tidak terganggu relatif kecil.4. dan rangkaian pengganti ditunjukkan pada gambar 6.Pada sistem ini bila terjadi gangguan phasa ke tanah akan selalu mengakibatkan terganggunya saluran (line outage).3. 6. A r u s g a n g g u a n k e t a n a h b e s a r. yaitu gangguan harus diisolir dengan membuka pemutus daya. Sederhana dan murah dari segi pemasangan.

Gambar 6. Sebagai akibatnya besar arus gangguan fasa ke tanah pertama-tama dibatasi oleh tahanan itu sendiri. 336 . Dengan demikian pada tahanan itu akan timbul rugi daya selama terjadi gangguan fasa ke tanah. Secara umum harga tahanan yang ditetapkan pada hubung netral adalah: Vf R = ––– ohm I di mana: R Vf I = = = Tahanan ( Ohm ) Tegangan fasa ke netral Arus beban penuh dalam Ampere dari transformator.4. Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral melalui Tahanan (Resistor) Pada umumnya nilai tahanan pentanahan lebih tinggi dari pada reaktansi sistem pada tempat di mana tahanan itu dipasang.

6.7. Pentanahan (grounding resistor) 337 . Gambar 6.5. Dalam menentukan nilai tahanan pentanahan akan menentukan besarnya arus gangguan tanah. dan 6.Dengan memilih harga tahanan yang tepat.5.6. Besarnya tahanan pentanahan pada sistem tenaga listrik Contohnya di PLN P3B Jawa Bali Region Jabar).8. 6. arus gangguan ke tanah dapat dibatasi sehingga harganya hampir sama bila gangguan terjadi di segala tempat di dalam sistem bila tidak terdapat titik pentanahan lainnya. perhatikan gambar 6. Jenis pentanahan (Resistor) yang dipakai adalah jenis logam (metalic resistor) atau jenis cairan (liquid resistor). adalah sebagai berikut: Sistem 70 kV sebesar 62 Ohm Sistem 20 kV sebesar 12 Ohm atau 42 Ohm.

Resistor jenis logam (metalic resistor) Gambar 6. Resistor jenis 338 .Gambar 6.6.7.

339 . Kerugian: □ Timbulnya rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan selama terjadinya gangguan fasa ke tanah. Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat arus gangguan yang melaluinya. Resistor jenis cairan (liquid resistor) Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) mempunyai keuntungan dan kerugian yaitu: Keuntungan: □ □ □ Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus gangguan tanah kecil.Gambar 6.8.

5.□ Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil. yaitu pada sistem 30 kV Plengan-Lamajan. Gambar 6.9. Rangkaian pengganti sistem pentanahan dengan kumparan Petersen ditunjukkan pada gambar 6.9 memperlihatkan petersen coil yang terpasang di PT PLN (Persero) P3B Region Jawa Barat.10. 6. Kumparan Petersen ini mempunyai harga reaktansi (XL) yang dapat diatur dengan menggunakan tap gambar 6. Contoh Pemasangan Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen. kepekaan rele pengaman menjadi berkurang dan lokasi gangguan tidak cepat diketahui. 340 . Pentanahan Titik Netral Melalui Kumparan Petersen Sistem pentanahan dengan kumparan Petersen adalah di mana titik netral dihubungkan ke tanah melalui kumparan Petersen (Petersen Coil).

341 . Pada hakikatnya tujuan dari pentanahan dengan kumparan Petersen adalah untuk melindungi sistem dari gangguan hubung singkat fasa ke tanah yang sementara sifatnya (temporary fault). yang berarti pula dapat memperpanjang umur dari pemutus tenaga (PMT). Dengan demikian kontinuitas penyaluran tenaga listrik tetap berlangsung untuk beberapa waktu lamanya walaupun sistem dalam keadaan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen.10. yaitu dengan membuat arus gangguan yang sekecil-kecilnya dan pemadaman busur api dapat terjadi dengan sendirinya. sehingga arus gangguan itu kecil sekali dan tidak membahayakan peralatan listrik yang dilaluinya. Arus gangguan ke tanah yang mengalir pada sistem sedemikian kecilnya sehingga tidak langsung mengerjakan relai gangguan tanah untuk membuka pemutusnya (PMT) dari bagian yang terganggu. Kumparan P e t e r s e n b e r f u n g s i u n t u k m e m b e r i a r u s i n d u k s i ( I L) y a n g mengkonpensir arus gangguan.Gambar 6.

Kerugian: □ □ □ Relai gangguan tanah (ground fault relai) sukar dilaksanakan karena arus gangguan tanah relatif kecil. Sistem dapat terus beroperasi meskipun terjadi gangguan fasa ke tanah. Gejala busur api dapat dihilangkan. 342 . kumparan petersen harus disetel (tuning) kembali. Gangguan hubung singkat yang permanen itu dapat mengganggu bagian sistem yang lainnya. Ti d a k d a p a t m e n g h i l a n g k a n g a n g g u a n f a s a k e t a n a h y a n g menetap (permanen) pada sistem. hubung singkat tersebut tetap harus dilokalisir dengan menggunakan relai hubung singkat ke tanah (Ground fault relai). Kerusakan peralatan sistem di mana arus gangguan mengalir dapat dihindari.Sebaliknya sistem pentanahan dengan kumparan Petersen ini mempunyai kelemahan. Pentanahan titik netral melalui kumparan Petersen mempunyai keuntungan dan kerugian yaitu: Keuntungan: □ □ □ □ Arus gangguan dapat dibuat kecil sehingga tidak berbahaya bagi makhluk hidup. Oleh karena itu. yaitu sulit melokalisir gangguan satu fasa ke tanah yang bersifat permanen dan biasanya memakan waktu yang lama. Operasi kumparan Petersen harus selalu diawasi karena bila ada perubahan pada sistem.

maka sistem itu dapat ditanahkan dengan menambahkan ”Transformator Pentanahan” (grounding transformer). contoh gambar pemasangan trafo pentanahan seperti ditunjukkan pada gambar 6. sedangkan sistem itu harus diketanahkan.11. Transformator Pentanahan Bila pada suatu sistem tenaga listrik tidak terdapat titik netral.11 Contoh pemasangan trafo pentanahan Transformator pentanahan itu dapat terdiri dari transformator Zig zag atau transformator bintang segitiga (Y-?).6. Trafo pentanahan yang paling umum digunakan adalah transformator zig-zag tanpa belitan sekunder. 343 .6. berikut: Gambar 6.

Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan dengan tahanan pengaman sistem dilaksanakan sebagai berikut: a. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan efektif. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan dengan tahanan Pengamanan sistem dilaksanakan dengan pemutus cepat dan penutup cepat Sistem 20 KV Pentanahan netral sistem 20 KV beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut: 1. 2. Pengaman sistem dilaksanakan dengan pemutus cepat dan penutup cepat. Bagi saluran udara maupun saluran dalam tanah dipakai pemutus dengan rele arus lebih untuk gangguan hubung singkat fasa ke fasa dan rele tanah untuk gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Penetapan Sistem Pentanahan di Indonesia Sistem 150 KV Pentanahan netral sistem 150 KV beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut: 1.6. 344 . Penambahan re aktansi pada netral sistem ini dimungkinkan selama persyaratan pentanahan efektif dipenuhi (X0/X1 = 3) 2.7. Pada gardu distribusi dipasang penunjuk gangguan. Sistem 66 KV Pentanahan netral sistem ini beserta pengamannya ditetapkan sebagai berikut: 1.

6. yang dimaksud peralatan di sini adalah bagianbagian yang bersifat konduktif yang pada keadaan normal tidak 345 .b. Pengertian Pentanahan Peralatan Pentanahan peralatan adalah pentanahan bagian dari peralatan yang pada kerja normal tidak dilalui arus.000 ampere dipakai pada jaringan kabel tanah. sedang bagi saluran dalam tanah tidak dipakai penutup kembali. Tahanan rendah 40 ohm dan arus gangguan maksimum 300 ampere dipakai pada jaringan saluran udara dan campuran saluran udara dengan kabel tanah.8. 2). Bila terjadi hubung singkat suatu penghantar dengan suatu peralatan. c. Bagi saluran udara dipakai pula penutup cepat atau lambat. tetapi pentanahan Sistem 275 kV PT Inalum di Asahan dan Sistem 500 kV di Pulau Jawa sudah dilakukan dengan sistem pentanahan Solid Grounding (tanpa impedansi). Selanjutnya berdasarkan SPLN 26:1980 telah ditetapkan besar tahanan pentanahan sebagai berikut: 1). 3). empat kawat. Ta h a n a n r e n d a h 1 2 o h m d a n a r u s g a n g g u a n t a n a h maksimum 1. Tahanan tinggi 500 ohm dan arus gangguan maksimum 25 ampere dipakai pada saluran udara. maka akan terjadi beda potensial (tegangan). pengetanahan dilakukan tanpa impedansi dan banyak titik (multiple grounding). Sistem 275 kV PT Inalum dan Sistem 500 kV Walaupun belum diatur dalam SPLN. Khusus untuk sistem fasa tiga. Pentanahan/Pembumian Peralatan 1.

bertegangan seperti bodi trafo. Tujuan pentanahan peralatan dapat diformulasikan sebagai berikut: a. dudukan Baterai dan sebagainya. Pentanahan yang demikian disebut pentanahan peralatan. Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut listrik yang berbahaya bagi manusia dalam daerah itu. Untuk menghindari hal ini maka peralatan tersebut perlu ditanahkan. industri-industri bahkan rumah tinggal juga perlu dilengkapi dengan sistem pentanahan ini. pusat-pusat listrik. maka akan ada arus yang mengalir melalui tubuh orang tersebut yang dapat membahayakan. sebagai contoh pemasangan ditunjukkan seperti pada gambar 6. baik pada pembangunan gardu induk. Bila seseorang berdiri di tanah dan memegang peralatan yang bertegangan.12 Contoh pemasangan pentanahan peralatan Pentanahan peralatan merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan. bodi motor listrik.12 berikut: Gambar 6. bodi PMT. bodi PMS. 346 .

Untuk perlindungan personil dan peralatan perlu diusahakan tahanan pentanahan lebih kecil dari 1 Ohm. saluran transmisi. harga tahanan maksimum yang diperbolehkan adalah 5 ohm. Tahanan jenis tanah. c.b. substation harus direncanakan sedemikian rupa. ataupun dalam substation distribusi. Dalam gardu-gardu induk distribusi. Harga pentanahan makin kecil makin baik. 347 . Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pentanahan: a. Panjang jenis elektroda pentanahan. sehingga tahanan pentanahan tidak melebihi harga satu ohm. c. untuk menghindarkan lompatan karena naiknya tegangan/potensial pada waktu terjadi sambaran petir maka tahanan kaki menara perlu dibuat sekecil mungkin (di Amerika kurang dari 10 Ohm). Untuk memperbaiki penampilan (performance) dari sistem. Beberapa peralatan/standar yang telah disepakati adalah bahwa saluran transmisi. Luas penampang elektroda pentanahan. 2. b. Demikian juga halnya pada menara transmisi. Untuk memungkinkan timbulnya arus tertentu baik besarnya maupun lamanya dalam keadaan gangguan tanah tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan pada bangunan atau isinya. Tahanan Pentanahan Adalah besarnya tahanan pada kontak/hubung antara masa (body) dengan tanah. Hal ini tidak praktis untuk dilaksanakan dalam suatu sistem distribusi.

Hal ini dapat berakibat fatal. Hal ini berarti kabel tersebut menghubungkan ke sistem pentanahan yang mempunyai tahanan 20 ohm ke tanah (perhatikan gambar 6. Apabila seseorang menyentuh badan motor.13. tergantung pada tahanan orang tersebut yang bervariasi dengan tegangan yang disentuhnya. Menurut hukum Ohm akan ada arus mengalir sebesar 10 amper melewati badan motor. dapat digunakan hukum Ohm yaitu: V = I x R volt Di mana: V I R = = = tegangan (volt) Arus (ampere) Tahanan (ohm) Sebagai contoh terdapat tegangan sumber 415 volt (240 volt terhadap tanah) dengan tahanan 4 ohm. Gambar 6. sehingga kabel dari sumber yang mencatu motor listrik menyentuh badan motor.13). Ada masalah/trouble atau gangguan.Untuk memahami mengapa tahanan pentanahan harus rendah. Ilustrasi gangguan yang tinggi pada tahanan tanah 348 . maka dia akan menerima tegangan sebesar 200 volt (20 ohm x 10 amper).

Jadi misalnya untuk sistem pentanahan pengaman (PUIL Fasal 324). Tegangan sentuh volt (rms) < 50 50 75 Waktu pemutusan maksimum (detik) 5.0 349 .0 1. Exposur Tegangan (Voltage Exposure) Jika ada kontak yang tidak disengaja antara bagian-bagian yang dilalui arus dengan kerangka metal dari kerangka peralatan. International Electrotechnical Commission (IEC) mengusulkan besar tegangan sentuh yang sebagai fungsi dari lama gangguan seperti pada tabel 6.1 di bawah ini.6. dan dari badan peralatan ke tanah melalui tahanan pentanahan R E2 . Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut yang berbahaya kerangka peralatan metal peralatan tersebut harus dihubungkan ke tanah melalui impedansi yang rendah.Z yang timbul pada kerangka peralatan harus cukup kecil dan tidak berbahaya.9.1 Besar dan lama tegangan sentuh maksimum. Jika terjadi kegagalan isolasi pada peralatan. Tabel ini biasanya digunakan untuk sistem tegangan konsumen. RE2 Tabel 6. maka besar arus gangguan I f dari titik gangguan ke badan peralatan tersebut. Impedansi pentanahan itu harus sedemikian kecilnya sehinggga tegangan I. kerangka metal itu menjadi bertegangan yang sama dengan tegangan peralatan. maka timbulah tegangan sentuh pada badan peralatan sebesar: VS = If .

2 0. 5. Maka tahanan diberikan oleh: 50 RE2 < –––– ohm k.In di mana: RE2 = In k = = = = Tahanan pentanahan Arus nominal dari alat pengaman lebur atau alat pengaman arus lebih (amper) Bilangan yang besarnya tergantung dari karakteristik alat pengaman 2.5 0.Tegangan sentuh volt (rms) 90 110 150 220 280 Waktu pemutusan maksimum (detik) 1. Biasanya Impedansi Trafo kecil terhadap R E1 atau R E2 .03 Agar persyaratan dalam tabel tersebut dapat dipenuhi. 3.1 0.05 0.25 ….5. maka arus hubung tanah. Vph Ir = ––––––––––––––– R saluran RE1 + RE2 + –––––– 3 350 . Untuk pengaman lebur atau sikering 1. Untuk pengaman lainnya.5 …..

Vph = 220 Volt Maka.0 ohm Rsal = kecil dan diabaikan.9 x 2.25 Volt.5 + 2.78 ohm 3×6 Misalnya diambil: RE2 = 2. Hubung tanah pada peralatan dalam suatu sistem yang netralnya diketanahkan. Contoh: Suatu peralatan listrik diperoteksi/diamankan dengan sekring 6A.5 ohm RE1 = 2. 220 Ir = ––––––– = 48.RE2 Gambar 6. VS = 48.5 = 122.9 Amper 2.14. 351 (k diambil = 3) . 50 RE2 < ––––– ohm = 2.0 Tegangan sentuh.

Tetapi jika sekring yang dipakai memenuhi persyaratan standar.9 amper (8 x l n ) sekring tersebut akan putus dalam waktu 0.10. Macam-Macam Elektroda Pentanahan Pada dasarnya terdapat tiga macam elektroda pentanahan yaitu: 1. a.10. jadi memenuhi persyaratan dalam tabel 6.Jadi tegangan sentuh yang timbul 122. Pengaruh Tahanan Pentanahan yang Kecil pada Sistem 1.2 Sebagai aturan umum disebutkan bahwa seseorang tidak boleh menyentuh walau sekejap pun peralatan dengan tegangan di atas 100 Volt. berupa pita atau kawat berpenampang bulat yang ditanam di dalam tanah umumnya penanamannya tidak 352 . makin besar tegangan puncak tiang Makin besar tahanan tanah pada tiang transmisi. c. 6.1 detik. tegangan sentuh makin besar Makin besar tahanan tanah pada tiang transmisi. maka dengan arus 48.1.25 volt (lebih tinggi dari 50 volt). Elektroda Pita. 5. makin banyak jumlah Isolator yang harus dipasang (jumlah isolator makin panjang Ta h a n a n t a n a h m e m p e n g a r u h i p e n a m p i l a n s a l u r a n ( l i n e performance).2. 6. d. Pengaruh Besar Tahanan Terhadap Sistem Tenaga Listrik Makin besar tahanan tanah. 4. 2. b. 3. 6. Mengurangi tegangan pada puncak tiang Mengurangi tegangan pada kawat penghantar Mengurangi tegangan pada isolator Mengurangi gangguan sampai beberapa gawang Mengurangi waktu berlangsungnya tegangan merusak (Break Down voltage).10.

Macam-macam cara penanaman eletroda pita G a m b a r 6 .5 .15. lihat gambar 6. Untuk membuat agar tahanan pentanahan elektroda ditanam lebih cukup dalam kecil atau batang tersebut menggunakan batang elektroda. Cara penanaman Elektroda Pelat 353 .17. 2. Bentuk Radial Bentuk Grid Bentuk Lingkaran Gambar. beberapa Gambar 6.terlalu dalam.16.13. perhatikan gambar 6. (0. 1 6 C a r a penanaman Elektroda batang.15. berupa batang yang ditanam tegak lurus dalam tanah. berupa pelat yang ditanam tegak lurus dalam tanah seperti pada gambar 6. 6. 3. Elektroda pelat.1 meter) dan caranya ada bermacammacam. Elektroda Batang.

6.18. pentanahan yang dilakukan dengan cara menancapkan batang elektroda ke tanah.19 Pentanahan dengan Counter Poise 354 . Perhatikan gambar 6.1. Metode/Cara Pentanahan 6. Gambar 6.17.11.11.16. Pentanahan dengan Driven Ground Adalah dan 6. Pentanahan dengan driven ground Satu Batang Elektroda Dua Batang Elektroda Gambar 6.

Pentanahan menara dengan counterpoise Radial Paralel Gambar 6. Pentanahan menara dengan counterpoise 355 . Perhatikan Gambar 6.18.20.90 cm). beberapa cm di bawah tanah (30 cm .Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara menanam kawat elektroda sejajar atau radial.

Sistem pentanahan Mesh biasanya dipasang di gardu induk dengan tujuan untuk mendapatkan harga tahanan tanah yang sangat kecil (kurang dari 1 ohm).11.2.21 Pentanahan dengan Mesh (jala) 356 . 6. Pentanahan dengan Mesh atau Jala Adalah cara pentanahan dengan jalan memasang kawat elektroda membujur dan melintang di bawah tanah. biasanya karena tahanan jenis tanah terlalu tinggi. yang satu sama lain dihubungkan di setiap tempat sehingga membentuk jala (Mesh).19. Perhatikan gambar 6.Pentanahan dengan counter poise biasanya digunakan apabila tahanan tanah terlalu tinggi dan tidak dapat dikurangi dengan cara pentanahan driven ground. Gambar 6.

Tahanan Jenis Tanah Harga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang terbatas tergantung dari beberapa faktor. Makin tinggi suhu makin tinggi tahanan jenisnya. Harga tahanan jenis selalu bervariasi sesuai dengan keadaan pada saat pengukuran. dan lain-lain. Temperatur. Tahanan Jenis Tanah Jenis tanah Tanah Rawa Tanah Liat Dan Tanah Ladang Pasir Basah Kerikil Basah Pasir Dan Kerikil Kering Tanah Berbatu 100 200 500 1.000 Tahanan jenis tanah (ohm m) 30 Sering dicoba untuk merubah komposisi kimia tanah dengan memberikan garam pada tanah dekat elektroda pentanahan dengan maksud untuk mendapatkan tahanan jenis tanah yang rendah. Sebaliknya makin lembap tanah itu makin rendah tahanan jenisnya.2. Cara ini hanya baik untuk sementara sebab proses penggaraman harus 357 . berbatu. Secara umum harga-harga tahanan jenis ini diperlihatkan pada tabel berikut ini: Tabel 6. Kelembapan tanah.000 3. yaitu: Jenis tanah = tanah liat. Lapisan tanah = berlapis-lapis dengan tahanan jenis berlainan atau uniform.12.6. berpasir.

Cara penggunaan ”Earth Resistance Tester” akan dijelaskan lebih lanjut pada materi yang lain. 6. Dengan memberi air atau membasahi tanah juga dapat mengubah tahanan jenis tanah. Pengukuran Tahanan Pentanahan Pengukuran tahanan pentanahan bertujuan untuk menentukan tahanan antara besi atau pelat tembaga yang ditanam dalam tanah yang digunakan untuk melindungi peralatan listrik terhadap gangguan petir dan hubung singkat. s e p e r t i diperlihatkan pada gambar 6.20. sedikitnya enam bulan sekali.dilakukan secara periodik. Dengan demikian pelat tersebut harus ditanam hingga mendapatkan tahanan terhadap tanah sekitar yang sekecil-kecilnya.13. 358 . Untuk mengukur tahanan pentanahan digunakan alat u k u r t a h a n a n p e n t a n a h a n ( E a r t h R e s i s t a n c e Te s t e r ) .

2. 3. 6. 5. 4. 1.Gambar 6.20 Alat ukur tahanan pentanahan. OK Lamp Function Switch Buttons Ohm Range Switch Buttons Terminals Scale Plate Panel 359 .

360 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful