P. 1
Membuat majalah sekolah

Membuat majalah sekolah

|Views: 7,274|Likes:
Published by Fathollah Fitro

More info:

Published by: Fathollah Fitro on Nov 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Namanya tim. trus setelah itu membuat proposal. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. Bagusnya. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . Melihat kerja redaksi di atas. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Intinya. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Nah. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. semoga ini bisa membantu. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Berdasar informasi tersebut. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. kamu perlu nyiapin pasukan. Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik .

Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. dan sebagainya. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. terlalu muda). agak repot ‘membawahkan’ reporter. tahu sopan santun. dan lain sebagainya. baiknya. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. Agar lebih jelas. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. optimis. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Dalam jurnalisme umum. agama. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. diberi header/footer atau tidak. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. opini. bersemangat. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Misal. Sebenarnya. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. liputan kegiatan luar sekolah. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. gambar geser. font hilang. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. wawancara. antara reporter dan redaksi non-liputan. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Sebaiknya. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. missal: bahasan utama atau tema utama. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Dalam praktiknya. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. teman kita yang .tahu. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Untuk kerja reporter. kiat. Soalnya. ia bertanggung jawab mencari. dan sebagainya. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. termasuk masalah tata tulis. rubric iptek. Walaupun demikian. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. dan semacamnya.

Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. Nah. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. deadline tanggal 20. perlu dibentuk tim tersendiri. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). Untuk menangani iklan dengan baik. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. masuk percetakan 23-24. CorelDraw. kalo demikian. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. . ia tetap harus punya sense of art. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. Freehand. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. Selain illustrator. artistic. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Tentukan jadwal. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. layout tanggal 21-22. Dengan alur kerja seperti itu. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. Kru Opsional Selain kru utama di atas. boleh juga tidak. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Photoshop. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. koreksi. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. membahas rencana isi masel atau bulletin. bisa melalui wawancara atau studi literature). Misalnya. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign.

bisa saja: saintika. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. Tidak hanya namanya saja. tapi juga deskripsi rubric tersebut. Misal rubric Iptek. ya.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). Jangan lupa. biasanya setahun. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. Tulis juga masa jabatannya. Terus. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. waktu penerbitannya kapan. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. Misal saja. dan sebagainya. Nama rubrik tidak harus lugas. jilid pake lem atau benang atau stapler. halaman warna berapa persen. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). nama ini juga masalah sensitive. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. jenis kertas kovernya. antara siswa dan guru. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Nggak boleh berkonotasi negative. dll. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. Anggaran Ini penting. juga sekali terbit berapa eksemplar. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. jabatan apa dipegang oleh siapa. tebalnya. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. motivasi. semangat. dsb. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. IKLAN . posisinya tegak atau landscape. dan antara itu semua. jenis kertas isinya. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. Oh. antara siswa dan alumni. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. Soalnya. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini.

tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. pasang dulu iklan pancingan.org. Untuk kerja reporter. jangan sampek iklannya rokok misalnya.huzaifah. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. dan sebagainya. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. wawancara. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan.irvansyaiban. Misal. antara reporter dan redaksi non-liputan. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. dan semacamnya. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. agak repot ‘membawahkan’ reporter. hendaknya dipilih kru . Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. Tapi dalam jurnalisme sekolah. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. www. agama. opini. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. Untuk mencari iklan. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. Dalam praktiknya. surat kesepakatan. misal bahasan utama atau tema utama. liputan kegiatan luar sekolah. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. ia bertanggung jawab mencari.wordpress. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. baiknya. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. kiat. Agar lebih jelas. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. www. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. rubrik iptek. Walaupun demikian. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. gratis dulu bila perlu.

Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. optimis. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. ia tetap harus punya sense of art. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka.redaksi yang berani. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua.dll. font hilang. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. kalo demikian. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . jika kamu tidak mau repot-repot. Dalam jurnalis umum. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Selain illustrator. tahu sopan santun. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. dan lain sebagainya. terlalu muda). tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Untuk menangani iklan dengan baik. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Freehand. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. boleh juga tidak. perlu dibentuk tim tersendiri. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. diberi header/footer atau tidak. Nah. CorelDraw. gambar geser. Sebaiknya. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Soalnya. dan sebagainya. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. bersemangat. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Photoshop. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca.

Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Tulisannya biasanya panjang.” Tapi intinya. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. menulis .Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah.

Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. Sebuah Energi Tulisan June 20. Alasannya pasti beragam. menulis . 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. mulai dari sekedar hobi. disukai atau dinikmati orang lain. menulis dianggap membosankan. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca.

apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . Menulis dengan hati.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Faktanya. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi. Lalu darimana datangnya energi menulis. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. menulis merupakan energi. Lebih dari itu. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. tertanam di hati dan menjadi energi hati.

Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. gairah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Ini dapat dipahami. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. resensi . Jurnalistik. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Jurnalistik. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. bahkan ada kelas khusus jurnalistik.

Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. tidak ada tulisan yang jelek. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. kapan selesainya. Akhirnya dikirimkan ke media . Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. pemulisan ejaan dll. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. Dari semua hal tersebut. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. tata bahasa. Misalnya.500. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. di tolak juga. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak.-. hasilnya sama. 22. buku ini mengatakan. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. Merujuk pada judulnya. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Jangan pernah pikirkan. Pernah ada satu kejadian. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. tapi juga karena penampilan yang imut. Yang lebih penting lagi. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. tulisan itu akan jadi berapa halaman. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. Telah banyak kejadian tentang itu.

Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. katakan dengan tulisan. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. Gampangkan? 07. hasil tulisan pasti akan berbeda. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. hasilnya tak akan sama. 05. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. Ingat. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. . Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Jadi? Segeralah menulis. 04. moril dan harga diri. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. 08. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. 03.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. mau mengolahnya atau tidak. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. Namun isinya berbeda. 06. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. 10. 09. Semua tergantung kita. termasuk penulis. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. Ide boleh sama. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. Jadi selain masalah selera. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. Syaratnya mudah. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Kaya materiil. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. 02.

yaitu pertama: memiliki kecerdasan. kelima: akal yang panjang. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. kedua: senantiasa bersikap waspada. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. Sepuluh. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. dua puluh. (3) memberikan hiburan. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. Peluang akan datang di saat yang tepat. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. sebagaimana halnya sebuah institusi. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. Pengertian Berita . seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. keempat peduli terhadap masyarakat. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. kirimkan ke media lain. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. Ubah jika memang ada permintaan. Kirimkan lagi. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. terdapat pembagian tugas yang jelas. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. dan peminatnya pun cukup banyak pula.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. (2) memberikan pendidikan. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. Kirim dan kirim. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia.

Artikel Opini. seimbang. riset kepustakaan. Dalam media cetak. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. Editorial (Tajuk Rencana). mulai dari bright sampai enterprise story. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. objektif. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. Straight news dari soft news dan hard news. observasi. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. analisis berita. berita terdiri dari straight news dan features. News Commentary (Komentar Berita). jelas dan ringkas. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas).Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. yaitu secara impresif dan autoritatif. aritkel opini. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. dan Review/Resensi/Kritik. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Features terdiri dari beberapa macam. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. antara lain harus akurat. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. pojok dan kolom. resensi. bagi khalayak. press release/press conference dan statement of informan. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. News Analysis (Analisis Berita). angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. lengkap. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. . komentar berita. tetapi dalam kenyataannya. kolom.

menerbitkan majalah dinding. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 4. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. menerbitkan majalah sekolah. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. fungsi. tujuan. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. menyelenggarakan drama radio. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. kepewaraan dan pidato. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. melakukan kegiatan pidato. 3.Press Conference. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. Untuk mencapai tujuan tersebut. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. melakukan kegiatan kepewaraan. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. 7. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. 10. 6. 9. 5. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. 11. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. 8. hargailah hak-hak narasumber. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. 2. sasaran.

Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. dan pidato. penyuntingan. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. apresiasi cerpen. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. dan afektif (sikap). Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. drama radio. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. dan drama panggung. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia.tersebut. regulatori. dan drama panggung. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. estetik. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. jiwa mandiri. heuristik. referensial. majalah dinding. psikomotor (keterampilan). Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. penyuntingan bahasa. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. apresiasi cerpen. Selain itu. (c) alat edukatif. kepewaraan. mengkaji. kepewaraan. Secara garis besar. dan (4) pemakai bahasa . Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). dan kreatif. dan pidato. (b) alat berkomunikasi. drama radio. misalnya majalah sekolah. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. (3) penutur asli bahasa Indonesia. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. memproduksi. majalah dinding. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi.

Indonesia sebagai bahasa asing. Dja’far G. (1991). Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. Jakarta: Ghalia Indonesia. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Rosihan. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. (1988). (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. (4) kepewaraan. terbuka. Habib. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. IKIP Malang. (7) apresiasi cerpen. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. dan kondisi peserta. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. (1995). (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. akrab. tahap perkembangan. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. Anwar. kebutuhan. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. teknologi. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. Jurnalistik Masa Kini. guru. Jakarta: Paradnya Paramita. (e) belajar sepanjang hayat. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Maidar G. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. Bari. Malang: FPBS. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. dan seni. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Assegaf. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. M. pengayaan.S. (8) drama radio. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. (b) beragam. (6) apresiasi puisi. (3) penyuntingan bahasa. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. (1984). Arsjad. (1984). (d) menyeluruh dan berkesinambungan. dan (9) drama panggung. percepatan sesuai dengan potensi. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. perkembangan. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. kepala sekolah. dan Mukti U. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. pegawai sekolah. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. (2) majalah dinding. dan hangat. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga. maupun masyarakat pada umumnya. (5) pidato.

Jakarta: Pustaka Jaya. (2005). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. berita suasana ber¬warna. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Malang: JPBSI. berita foto. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Tarigan. Jakarta: Balai Pustaka. (1984). Ater. Ishwara. Ermanto. (1988). (1996). Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). Feature. Haris. Jakob dan Saini K. Surabaya: Unesa University Press. Apresiasi Kesusastraan. Sumardjo. Luxemburg. Depdiknas. Teeuw. Komunikasi Lisan. . (2004). IKIP Malang. FPBS. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.V. (1993). Dipodjojo. (1984). Bandung: Mengantara. Kisyani-Laksono. Ach. Surabaya: Kartika. dkk. Wahyudi dan Roekhan. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Siswanto. Bandung: Angkasa. Jakarta: Depdiknas. Henry Guntur. (2003). (1982). dan (3) iklan (advertising). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Teori Berbicara. Semi. (1991). (1999). Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar.M. Luwi. Jakarta: Gramedia. M. MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. (2) opini (views). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.). Jakarta: Gramedia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Cinta Pena. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Jakarta: Gramedia. A.Pengetahuan Praktis. Kridalaksana. Sumadiria. Pengantar Ilmu Sastra. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. (1995). Basuni. Asdi S. Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. Teknik Menulis Berita dan Feature. Yogyakarta: PD Lukman. J. (2005). Harimurti (Ed.

Ketiga. singkat. (c) sumber berita. dan ejaan. keluarbiasaan. Kedelapan. menghibur. singkat. Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. padat. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. (b) urutan peristiwa. bahasa. Keenam. teknis. pojok. teras (lead). panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). maupun kepada redaktur. teras (lead). Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. aktual. petunjuk.berita menyeluruh. perjalanan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. akibat/dampak. Feature. Ketujuh. berita mendalam. berita penafsiran. dan tubuh berita (body). dan tubuh berita (body). ringan. Jenis feature itu adalah feature human interes. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. demokratis. biografi. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. artikel menyajikan gagasan yang menarik. penting/ternama. Kedua. kemajuan/kebaruan. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. wartawan. Keempat. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. subjektivitas. kabar. meng¬utamakan kalimat aktif. Kelima. dan humor. jernih. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. ka¬dang kadang subjektif. kolom. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. dan populer. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. jelas. aktual. menarik. dan surat pembaca. pertentangan/komplek. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. kemanusiawian. Struktur feature terdiri atas judul (headline). dan ilmiah. santai. Feature disajikan secara kreatif. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. Pertama. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. segar. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. jarak. dan menghibur. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. dan berita penyelidikan. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. karikatur. atau kontroversial. atau menghibur pembaca. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. Kegiatan Belajar 3: . sejarah. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. memengaruhi dan meyakinkan. informatif. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. artikel. Struktur berita terdiri atas judul (headline). sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. laporan di dalam majalah sekolah. (d) struktur tulisan. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar.

Assegaf. organizing (pengorganisasian). Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. baik dari segi pengetahuan. Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. (2005). Jakarta: Paradnya Paramita. Dja’far G. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Yogyakarta: Cinta Pena. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. Pengatakan artinya proses. Dennisa dan Merriam. pembuatan. Redaktur adalah orang yang menangani. . Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. warna.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Jurnalistik Masa Kini. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Quantum Learning. Ermanto. urutan. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Rosihan. gambar. controlling (pengendalian) majalah sekolah. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. 2005. memilih. (2005). actuating (pelaksanaan). dan redaktur majalah sekolah. pembina. Lomba Poster” dalam Vagazine. Basuni. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. Ach. (2003). Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). pembuatan. DePorter. penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. keterampilan. Bobbi dan Hernacki. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Edisi 2 Tahun I. Selain itu. Sebagai istilah. (2003). Mike. Jakarta: Ghalia Indonesia. (1991). Bandung: Kaifa. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. “Aktivitas Pramuka. (1999). diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Depdiknas. dan urutannya. Jakarta: Depdiknas. maupun sikap. Cox. Edisi III Juni 2006. redaksi pelaksana. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Carole. (2006). Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. jenis huruf. Dian. cara mengatak. pengaturan. Surabaya: Kartika. (2004). latar. dewan redaksi. (1984). Boston: Allyn and Bacon.

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

2005. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. Dalam acara tidak resmi. Sumadiria. dan strukturnya. Secara umum. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Jakarta: Priastu. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. dalam acara tv. Ada bermacam-macam kepewaraan. (2) inti. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. (2005). Bandung: Mengantara. dan (3) jenis acaranya. (1995). (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. Dalam acara resmi. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Semi. Edisi 2 Tahun I. (3) belajar. Berdasarkan sifatnya. talk-show. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. Teknik Menulis Berita dan Feature. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Karima. Sugihastuti. Berdasarkan jenis acaranya. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. serta (7) mempunyai sifar humor. Atar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. (2006). Sindhunata. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. dan (4) lingkungan.Depdiknas. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Haris. Kegiatan Belajar 2: . (2) waktunya. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. (2) motivasi. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Dendy. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. M. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. pemandu debat. (1989). (6) mengetahui cara tampil. Syarat itu adalah (1) mau belajar. (2) ingin selalu maju. Editor Bahasa. Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. antaracara tv. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. perkawinan. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. Berdasarkan waktunya. dan (3) penutup. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. Sugono. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun.

tempat. (3) pendengar. Waktu. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. informasi. atau komputer). DAFTAR PUSTAKA Arsjad. Ada berbagai jenis pidato. gagasan. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. (4) membuat kerangka. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. Pembukaan (a) salam pembuka. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. (2) pidato tidak resmi. (3) pidato langsung. Pada bagian ini. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (3) memahami proses komunikasi massa. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. (6) suasana berpidato. Jakarta: Gramedia . dan (3) penutup. Bari. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. alat peraga seperti tayangan. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. dan (4) metode menghafal. (2) mempelajari pendengar dan situasi. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. dan Mukti U. (3) memilih topik. podium. (2) isi. M. dan (7) berlatih. (5) mengumpulkan bahan. dan persiapan teknis. Sebelum berpidato. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. (5) mengatasi kecemasan. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. Jakarta: Erlangga.S.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. Unsur pidato adalah (1) pembicara. (7) media pidato. dan (c) salam penutup. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. OHP. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. Habib. psikologis. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. peralatan (naskah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. (b) ucapan penghormatan. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. pelantang. model. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. (5) tempat berpidato. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. (3) metode membaca naskah. (6) menguraikan pidato. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. perlu persiapan. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. (2) pesan. suasana. (b) permintaan maaf. (1995). (4) waktu berpidato. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. Maidar G. (1988). dan (4) pidato tidak langsung. atau membawa perangkat lainnya). Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah.

hak dan kewajiban juri. hadiah. Asdi S. administrasi. Harimurti (Ed. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. puisi yang dilombakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Henry Guntur. Komunikasi Lisan. (1980). Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. (1993). Yogyakarta: PD Lukman. (1996). kain rentang atau baliho. Keraf. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. (2) administrasi. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Setelah perlombaan. atau musikalisasi puisi. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. konsumsi. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . dan (4) biaya. perlu dipersiapkan laporan. dokumentasi. Bandung:Angkasa. dan biaya tidak terduga. (1999). penentuan juri. proposal kegiatan. sistem lomba dan pemenangnya. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. Teori Berbicara. dokumentasi. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. Komposisi. tata tertib lomba. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan.Dipodjojo. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. honorarium juri dan panitia. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. Surabaya: Unesa University Press. Jakarta: Balai Pustaka. Ende: Nusa Indah. surat koordinasi panitia. (1991).). hubungan masyarakat. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. lomba. Kridalaksana. dramatisasi puisi. dan bidang-bidang. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. Surabaya: Mekar. sistem dan kriteria penilaian. bendahara. deklamasi puisi. Gorys. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. Yasin. sekretaris. surat kepada juri. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. surat kepada undangan. hak dan kewajiban peserta. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. waktu perlombaan. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. penentuan peserta. kesekretariatan. surat kepada peserta. (3) sarana. Tarigan. Kisyani-Laksono. (1982). Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. Sulchan. pengumuman lomba. keamanan.

hubungan masyarakat. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. lomba. Malang: JPBSI. J. Pertama. kesekretariatan. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. mengetahui jenis kompetisi. dokumentasi. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. dan dokumentasi. (1984). (1987). hubungan masyarakat. Pertama. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. lomba. IKIP Malang. Siswanto.digariskan dalam perencanaannya. kesekretariatan. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. penentuan peserta. Keempat. Kedua.V. Sudjiman. Ketiga. lomba. dkk. Jakarta: Pustaka Jaya. penentuan juri. Wahyudi dan Roekhan. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Jakarta: Gramedia. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. dan (4) biaya. dan bidang-bidang. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. . Memahami Cerita Rekaan. Panuti. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. bendahara. (1984). Kedua. Keempat. Rachmat D. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. sekretaris. dan dokumentasi. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. FPBS. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. (2) administrasi. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. (1988). IKIP Malang. Ketiga. mengetahui jenis kompetisi. Pengantar I1mu Sastra. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. hubungan masyarakat. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. (3) sarana. kesekretariatan. Malang: FPBS. Luxemburg. Pengkajian Puisi. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. (1991). Pradopo. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen.

(1989). Teori Kesusastraan (terj. Aart van. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. Herman J. (1990). Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Rene dan Austin Warren. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia. dialog. yakni tokoh.M. (1988). Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). (2) pelatihan. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. A. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. monolog. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. dan (3) unsur teks drama. Jakob dan Saini K. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. dan penutup. Waluyo. epilog. Jakarta: Gramedia. inti. Melani Budianta). latar. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. watak dan penokohan. mental pemain harus dipersiapkan. (7) media belajar dan sumber belajar.Sumardjo. Teori dan Apresiasi Puisi. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . Jakarta: Intermasa. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. penata elektronik. (3) pelaksanaan. peristiwa. Pustaka Jaya. (2) unsur pertunjukan. Jakarta. bukan untuk dipentaskan. sutradara. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Unsur-unsur teks drama. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. (1987). dan percakapan. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. dan penjelasan narator. keindahan. Zoest. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. Dengan penyelenggaraan drama radio. simpati dan empati). sutradara. tetapi dibentuk oleh prolog. (5) mengembangkan perasaan (humor. gaya bahasa. (4) mengembangkan imajinasi. Secara umum.kebudayaan. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. dan (4) evaluasi. pemain. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. (1984). Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. karakterisasi. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. dan penata musik. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. Wellek. Jakarta: Erlangga. dan tema atau nilai. (b) . Teeuw. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. dan pemain.

dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. dan (3) teks drama. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. karakterisasi. busana. (2) pelatihan. pembisik. . Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. pemain. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. (2) olah tubuh. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). lampu. latar (setting). Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama.olah suara. gaya bahasa. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). dan gerak. (8) media hiburan. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. dialog. dan penyusunan buku kerja. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. keindahan. Di sisi lain. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. dan berdoa. tata artistik. rias. mental pemain harus dipersiapkan. penata (panggung. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. (7) media belajar dan sumber belajar. dan olah imajinasi. olah suara. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. dan tema atau nilai. inti. has. (9) melestarikan kebudayaan. (2) pertunjukan. (4) mengembangkan imajinasi. olah tubuh. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. lampu. dan seni musik. berlatih ekspresi. dan musik). Dengan penyelenggaraan drama panggung. seni gerak. berlatih gerak tubuh. dan (c) olah imajinasi. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. simpati dan empati). penata (panggung. seni rupa. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. (3) olah imajinasi. sutradara. watak dan penokohan. (4) evaluasi. Kegiatan penutup berupa penenangan. busana. (3) pelaksanaan. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. pemain. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. sutradara. yaitu campuran antara seni sastra. peristiwa. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. dialog. (5) mengembangkan perasaan (humor. kalimat. diskusi. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. dan penutup.

humours. and the rubrics dealing with youth lives (musics. A. in the region (graffiti. rules. editor. religious reflection. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. dkk. Sumardjo.V. IKIP Malang. and news). talk show with the teachers or head masters. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. art. article. Jakarta: Gramedia. etc. FPBS. The identities of the homogenious readers produce greetings. Jakarta: Pustaka Jaya. Konstantin. school magazine. Teeuw. language. (1980). Satanislavski. Pengantar Teori Sastra. sports. interjections. the profiles of the teachers and students. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Apresiasi Kesusastraan. Malang: FPBS. (1991). Jakarta: Pustaka Jaya. the infinite forms to express intimacy.). (1984). Jakob dan Saini K. J. sickness. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Mengingat majalah sekolah . IKIP Malang. talk show. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). natioal exam. illigal logging. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Luxemburg. etc. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. negation. Siswanto. AIDS. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers.) Key words: content.). national commemoration. conjunction. superlatives. (1988). city master plan. Jakarta: Gramedia. etc.M.). in the state (education. code mix. youth. to those in the world (global warming. 1. (1984). Malang: JPBSI. and familiarity. editors. Wahyudi dan Roekhan. (1984). Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. etc.

majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Ketiga . Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. bekas langkah’. pemikiran. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). 2. “Para awak baru. Oleh karena itu. ke kiri. Dalam tulisan ini. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis.. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Driyarkara. dan. dkk. ke belakang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Aneka. dsb. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Suara Merdeka Anak. Bobo. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Gaul.menuntut penanganan khusus. ke kanan) waktu berjalan’. 2006: xxiii-xxiv). dan lain-lain. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’.

2006: 96). 2004: 446). 2006: 93-4). Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). gagasan. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. sedangkan sebagai proses kegiatan.‘sikap. Ihwal perkembangan masa remaja. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. khususnya pada tingkat SMA. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. perbuatan’. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat.)’ (2002: 201). Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. bagian’. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Sebagai hasil kegiatan. dsb. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Keempat ‘tahap. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Dalam pandangan Piaget. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. 3. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). membuat pilihan. Seperti kita ketahui. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. buat selama hidupnya (Tauchid. inipun amat penting pula. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. perasaan. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. tindak tanduk.

Oleh karena itu. b. dan emosional. dan kehamilan sebelum menikah. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. intelektual. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. seperti bintang film. sosial. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. dan dilakukan. remaja mulai meminati masalah seksual. moral. sosial. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. c. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. Oleh karena itu. sosial. a. sosioemosional. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. tokoh politik. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. kognitif. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. e. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. hukum. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. emosional. d. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif.meliputi perkembangan fisik. pengajaran di SMP dan SMA. gangguan emosi. dan masalah-masalah remaja. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. dan fisiknya. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. dan moral. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. olahragawan. dirasakan. dan sebagainya. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. .

kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. Sikapnya itu dipengaruhi. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. . dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. yaitu Salam Redaksi. interjeksi. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. Dari Redaksi. atapnya bocor. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. a. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. 1) Hiiii. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. (2) pendidikan. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. dan (3) sikap penutur (1980: 17). yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Suara Aquila. Surat Redaksi. membuat majalah itu nggak gampang. Kata Qta. Ragam ini. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata.4. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. cara penulisan kata. yaitu: (1) daerah. yang dapat disebut langgam atau gaya. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Bertumpu pada pandangan di atas. seperti tampak pada contoh berikut. antara lain. seperti tampak pada uraian berikut.

so. Pelita edisi ke-13 kali ini. udah lulus. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca.. neh. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. Soalnya.. dan udah. kalo.. dan menggairahkan. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. aja. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. lamaaaa. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. kalo.. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. Mesra terbit juga. sekarang tinggal 8 orang. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. seperti Hiiii. ini akhirnya terbit juga.. dan Hai Sobat Pelita.. setu. Komunikasi. keren. seperti kata tak.. lega. bubar. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi.. dah. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. “Evolusi”.. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. seperti kata oke. gampang. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. dan sedikit bergerilya. Kamu-kamu pasti tahu.. kali ini Mesra ngambil tema. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. bersua. naah. dan onomatope hiks hiks. nggak. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. puji Tuhan. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. banget. kerasa. . Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. nunggu. Konsulidasi.. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Delayoters. dan kamu-kamu. kan. Guys. udah. Cara lain menggunakan interjeksi. dunk. Hi Friends. jumpa. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini.. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. seperti tampak pada contoh 5) berikut.

seperti content. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. 8). Wb. tanggal terbit yang baru. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Oleh karena itu. 6). kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. Selanjutnya. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan .Ketersibukan. 5 bulan terakhir. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. dan thanks to the whole team. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. 7). dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. tetapi dengan kemauan. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Wb. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Januari. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. kerja keras dan kemauan team redaksi. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB).. thanks banget.

Giancinta B. MESRA.. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. jangan blawur-blawur. okey?! (BIKAR). de el el. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. 1) Jangan Blawur donk Wah. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Untuk masalah foto. dong. atas tanggapannya…. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. dan Bullpakç. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece.. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. ya!! (MESRA: 53). saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA.. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. kursi kantin. seperti tampak pada contoh berikut. tetap jaga kekompakan. yaitu MABOSA. coz ntar jadi jelek. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. • Ditebelin. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. Cas Cis Cus. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. misalnya cerpen. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk….kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. buat pemimpin-pemimpin sekolah. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. gamelan. guys! qta bakal lu2s bareng.. Jangan kaya kemaren. BIKAR. Contohnya. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). ya!!! Trus.D. b. puisi. kelas-kelasnya dipasangai AC. Setelah saya membaca cukup lumayan. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Skali-kali memakai kertas berwarna. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA.

lho. Dari sisi bahasa. Eksklusif Wawancara..Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada.. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. guys. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Oleh karena itu. de el el. Laput. dan Headline. blawur-blawur. qta. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. Penggunaan interjeksi wah. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. Yang Utama. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. c. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku.. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. seperti penggunaan interjeksi thanks. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. ditebelin. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. kan. biar. Nah. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). coz. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. dan ngecewain. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. dikomplitin.. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. adain. donk.. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. Liputan. skalikali. 1) Jadi. sindiran mengenai kejanggalan. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. Contoh 2). Maka dari itu. Penggunaan kata tidak baku kalo. buat. untuk masalah kualitas. dan lu2s. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. nggak. I Luv You. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. . Liputan Utama. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. mbuat. Untuk menghargai kerja keras itu. 3). kemaren. Perlu temen-temen ketahui. dong. ntar. dan harapan.. seperti terlihat pada uraian berikut. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga.

Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Fauzi Baadilah. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). seperti yang dia katakan. Contoh 1a). Glen Fredly. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . perilaku yang sudah bagus harus berubah. Wingky Wiryawan. Delon. karakter atau pribadi. dan lain-lain. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Perlu teman-teman ketahui. Berdasarkan fenomena di atas. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. yaitu dah dan nggak. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Miss Universe 2005. tren itu saya rasa perlu ya. Karena kita hidup itu perlu berkembang. 2007:17). Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Club eighties.

Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). 2a) Euphoria ini. suster. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. guru. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. sih. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder.tinggi. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. Sukarno.. sapaan langsung. Ibu. yup.A. So. Kartini. super rame. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. aja. (MESRA: 12). pemadam kebakaran. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. loh. superlatif.. (BIKAR: 2). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. ya. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. yuuk. Ir. wuih. negator. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. langsung aja ya. so . seperti tampak pada uraian berikut. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). dll. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Christina Marta Tiahahu. dokter. nah. tapi gak apa-apa juga kan. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. khususnya interjeksi. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). kan. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. 2b) Duh. Oleh karena itu. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. aja.

Ihwal isi. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. Aquila. editorial dan topik utama. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. hay 3 Superlatif banget.M (XI IPS 3). heboh. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. yaitu EKSIS. pengajaran di SMP dan SMA. Empat majalah lainnya.2 Sapaan sobat. a. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. ra. Cas Cis Cus. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. 5. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . seperti tampak pada diagram berikut. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. kognitif. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. 4 Negator nggak. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. gimana. nampilin. hay girl. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. abis. dan masalahmasalah remaja. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. buat 6 Campur kode and. sosioemosional. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. 2007). seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. rame. dan beberapa rubrik yang ada. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). 7 Bentuk tidakbaku konyol. gak 5 Konjungsi tapi. cetha. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C.

Sajian pada MABOSA dan Progresif. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis.. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. seni. pergaulan. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib . Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. EKSIS. kesehatan. dan Bullpakç. b. dan humaniora. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. “Bahasa Cinta Dunia”.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi.. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. “Warna Hidup”. Aquila. seperti tampak pada diagram berikut. Cas Cis Cus. “Tentang Cinta”. Ada Bahasa dalam Teknologi”. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. Progresif.2. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. regional. Aquila. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru.3. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. “Ada Teknologi Bahasa. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. Cas Cis Cus. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas.. mulai persoalan internal sekolah. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. pendidikan. dan penerapan KTSP. dan nasional. EKSIS.

Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. pasar seni Gabusan. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. seperti pengemis. guru. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. dan keterampilan khusus. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. oleh karena . Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. siswa. gelandangan. akademik. Berita intern sekolah. dan sebagainya. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Bastian. berupa prestasi dalam bidang olah raga. c. prestasi yang dicapai oleh sekolah. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. pengamen. seni. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. rumah makan. FKY. orang yang mengalami cacat fisik. yaitu St. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah.kurang beruntung.

OSIS baru.itu. tahun 1997. seperti masalah internet. tanggapan. global warming. film. (3) adaptasi bagi siswa baru. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. pesawat tempur. Dari sembilan majalah. artikel.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. “JB On The Spot”. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. dan sindiran singkat. kadang-kadang subjektif. (4) . Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. dan profil tokoh. tidak ada kemasan berita. “Cerita feature adalah artikel kreatif. prestasi. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. keadaan. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. d. seperti tampak pada diagram berikut. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. (2) UAN. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. atau aspek kehidupan” (2008: 66). antara dua sampai lima kalimat. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. grafiti. dan sebagainya. “Warna Hidup”. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal.

co. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. seperti kasus illegal loging (2007: 3). redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. PELITA. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. pendamping. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. Dari segi isi. Keistimewaannya. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Dari 12 artikel. dan BIKAR. yaitu kesejahteraan bersama. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. dan alumni.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan .id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas.

seperti tampak pada diagram berikut. dan laci dapur. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. e. cerpen.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. bazar. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. dan cerbung. dan masalah kemanusiaan. yaitu mengenai hidup sehat. teknologi. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. kekeluargaan. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . percintaan. rak kamar mandi. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. sumbangan. 28 Oktober – 1 November 2008. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. kartun. persahabatan. lemari pakaian. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus.

Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. the profiles of the teachers and students. pemikiran. Aneka. article. yang tentu akan membawa ide-ide baru. in the region (graffiti. city master plan. interjections. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language.) Key words: content. code mix. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. and familiarity. editors. talk show. The identities of the homogenious readers produce greetings.). in the state (education. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. dan lain-lain. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N.). “Para awak baru. etc. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. humours. to those in the world (global warming. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. Bobo. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. talk show with the teachers or head masters. etc. and news). natioal exam. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . etc. illigal logging. and the rubrics dealing with youth lives (musics. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). editor. sports. religious reflection. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. conjunction. Oleh karena itu. school magazine. Suara Merdeka Anak. dan. superlatives.). negation. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. art. Gaul. sickness. etc. rules. 1. Driyarkara. AIDS. the infinite forms to express intimacy. language. youth. national commemoration.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers.

Dalam tulisan ini. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses.Mahatinggi’ (Sudiarja. dsb. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut.. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. dkk. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. sedangkan sebagai proses kegiatan. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Keempat ‘tahap. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. ke belakang. 2006: xxiii-xxiv). kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. perasaan. ke kiri. Masa puber atau permulaan remaja . Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Ketiga ‘sikap. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. tindak tanduk. dsb. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. perbuatan’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. 3. khususnya pada tingkat SMA. ke kanan) waktu berjalan’. gagasan. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). 2. bekas langkah’. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’.)’ (2002: 201). Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. bagian’. Sebagai hasil kegiatan. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun.

Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Kondisi . Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Dalam pandangan Piaget. sosioemosional. 2006: 93-4). Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. emosional. 2006: 96). Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. c. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). membuat pilihan. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. dan fisiknya. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). dan masalah-masalah remaja. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. b. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. kognitif. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. inipun amat penting pula. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. 2004: 446). kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. dirasakan. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. pengajaran di SMP dan SMA. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. dan dilakukan. Seperti kita ketahui. buat selama hidupnya (Tauchid. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. a. Ihwal perkembangan masa remaja. Oleh karena itu. moral. sosial. remaja mulai meminati masalah seksual.

Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. dan sebagainya. yaitu: (1) daerah. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). sosial. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. e. dan kehamilan sebelum menikah. sosial. Ragam ini. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. gangguan emosi. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan emosional. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. Oleh karena itu. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. intelektual. Sikapnya itu dipengaruhi. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. dan moral. oleh umur dan kedudukan yang disapa. tokoh politik. (2) pendidikan. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. olahragawan. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. Bertumpu pada pandangan di atas. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. dan (3) sikap penutur (1980: 17). Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. yang dapat disebut langgam atau gaya. cara penulisan kata. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. seperti bintang film. seperti tampak pada . Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. hukum. antara lain. d. 4.

kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. kerasa. naah. Dari Redaksi. nunggu. udah. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Guys. puji Tuhan. Surat Redaksi. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Kata Qta. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. keren. Hal tersebut sebagai salah satu cara . dan Hai Sobat Pelita. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Hi Friends. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. setu. interjeksi. kalo. lamaaaa. kan. gampang. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Delayoters. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Pelita edisi ke-13 kali ini. 1) Hiiii. seperti kata tak. so. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. dan onomatope hiks hiks.uraian berikut. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. ini akhirnya terbit juga. banget. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. a. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Suara Aquila. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. seperti tampak pada contoh berikut. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. atapnya bocor. dan kamu-kamu. bersua. Kamu-kamu pasti tahu. membuat majalah itu nggak gampang. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. jumpa. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. yaitu Salam Redaksi. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. neh. nggak. dunk. seperti Hiiii. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam.

sekarang tinggal 8 orang.. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. kerja keras dan kemauan team redaksi. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . tetapi dengan kemauan.. Januari. Mesra terbit juga. Wb. Konsulidasi. Komunikasi.. bubar. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. Ketersibukan. dan udah. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. lega. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. seperti kata oke. dah. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami.. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut.. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. 5 bulan terakhir. Soalnya. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. aja. “Evolusi”. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang..menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran... keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit.. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. Cara lain menggunakan interjeksi. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. seperti tampak pada contoh 5) berikut. dan sedikit bergerilya. kalo. tanggal terbit yang baru.. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini.. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. dan menggairahkan. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan... udah lulus. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. kali ini Mesra ngambil tema.

Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. atas tanggapannya….. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. BIKAR. 6). Cas Cis Cus. Oleh karena itu. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. seperti tampak pada contoh berikut. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. kita . 8). Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA.D.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). coz ntar jadi jelek. jangan blawur-blawur. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. 7). dan thanks to the whole team. Setelah saya membaca cukup lumayan. 1) Jangan Blawur donk Wah. b. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. MESRA. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. yaitu MABOSA. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Selanjutnya. seperti content. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Wb. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. thanks banget. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. Untuk masalah foto. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Skali-kali memakai kertas berwarna.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. Giancinta B. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. dan Bullpakç.. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab.

3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. Redaksi memberikan honor yang setimpal. okey?! (BIKAR). 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. nggak... misalnya cerpen. • Ditebelin. Penggunaan interjeksi wah. puisi. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. donk.. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. ya!! (MESRA: 53). mbuat. buat pemimpin-pemimpin sekolah. dong.. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. gamelan. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. de el el. skalikali. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Contohnya. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . kursi kantin.. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. kelas-kelasnya dipasangai AC. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. ya!!! Trus. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. untuk masalah kualitas. Perlu temen-temen ketahui. ntar. Maka dari itu. dan ngecewain. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. kemaren. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. Penggunaan kata tidak baku kalo. seperti penggunaan interjeksi thanks. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6).janji kita bakalan lebih bagus lagi. blawur-blawur. Nah. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. coz. tetap jaga kekompakan. Jangan kaya kemaren. Untuk menghargai kerja keras itu.. guys! qta bakal lu2s bareng.

pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. Dari sisi bahasa. adain. Contoh 2). (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. dan harapan. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. c. I Luv You. buat. Liputan. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . qta. Eksklusif Wawancara. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Liputan Utama. Karena kita hidup itu perlu berkembang. 3). Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. ditebelin. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. karakter atau pribadi.menggunakan kata tidak baku ngga’. biar. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku.. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. Laput. dan Headline. Oleh karena itu.. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. perilaku yang sudah bagus harus berubah. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. dikomplitin. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. dong. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. tren itu saya rasa perlu ya. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. kan. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. dan lu2s. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. 1) Jadi. Yang Utama. lho. sindiran mengenai kejanggalan. seperti terlihat pada uraian berikut. guys. de el el.

Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. Berdasarkan fenomena di atas. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Fauzi Baadilah. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. langsung aja ya. Perlu teman-teman ketahui. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku.kode ke bahasa Inggris God bless you. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. dan lain-lain. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). khususnya interjeksi. Oleh karena itu. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Wingky Wiryawan. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. Contoh 1a). 2a) Euphoria ini. seperti yang dia katakan. super rame. Glen Fredly. yaitu dah dan nggak. superlatif. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. negator. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. tapi gak apa-apa juga kan. sapaan langsung. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Club eighties. 2b) Duh. seperti tampak pada uraian berikut. Delon. Miss Universe 2005. 2007:17). Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol.

cetha. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . kognitif. dll. gimana. 7 Bentuk tidakbaku konyol. aja.sekarang ini? Menurut saya. (BIKAR: 2). hay girl. sosioemosional. rame. sih. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). So. 5. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. kan. Christina Marta Tiahahu. Cas Cis Cus. dan masalahmasalah remaja. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Ihwal isi. wuih. so 2 Sapaan sobat. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. suster. heboh. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. ya. (MESRA: 12).A. Sukarno. hay 3 Superlatif banget. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. 4 Negator nggak. aja. Empat majalah lainnya. guru. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. pemadam kebakaran. abis. buat 6 Campur kode and. Ir.. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. ra. loh. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan.. yuuk. Kartini. Ibu. yaitu EKSIS. pengajaran di SMP dan SMA. nampilin. gak 5 Konjungsi tapi. dokter. nah. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Aquila. yup.

Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . 2007). regional. dan beberapa rubrik yang ada. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. dan nasional... tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. mulai persoalan internal sekolah. b. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. dan humaniora.. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. pendidikan. a. seperti tampak pada diagram berikut. editorial dan topik utama.M (XI IPS 3). Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. kesehatan. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. seni. seperti tampak pada diagram berikut.3.2. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. pergaulan. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut.

EKSIS. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. gelandangan. seni. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. “Tentang Cinta”. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. siswa. dan penerapan KTSP. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. dan Bullpakç. EKSIS. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . akademik. prestasi yang dicapai oleh sekolah. c. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. “Warna Hidup”. guru. Sajian pada MABOSA dan Progresif. Aquila. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. “Ada Teknologi Bahasa. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. Cas Cis Cus. “Bahasa Cinta Dunia”. Aquila.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. dan keterampilan khusus. orang yang mengalami cacat fisik. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. dan sebagainya. Cas Cis Cus. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Ada Bahasa dalam Teknologi”. pengamen. seperti pengemis. Bastian. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. Progresif.

kadang-kadang subjektif. oleh karena itu. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. pesawat tempur. rumah makan. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. atau aspek kehidupan” (2008: 66). Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. artikel. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. . “Warna Hidup”. pasar seni Gabusan. dan profil tokoh. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. tidak ada kemasan berita. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. OSIS baru. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. FKY. Masri Sarep Putra yang mengemukakan.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. yaitu St. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). keadaan. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. Berita intern sekolah. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. tahun 1997. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika.

dan BIKAR. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. PELITA. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. seperti tampak pada diagram berikut. (2) UAN. dan sindiran singkat. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural.“JB On The Spot”. d. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. prestasi. film. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. grafiti.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. (3) adaptasi bagi siswa baru. seperti masalah internet. antara dua sampai lima kalimat. Dari 12 artikel. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . global warming. Dari sembilan majalah. dan sebagainya. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. tanggapan. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan.

yaitu kesejahteraan bersama.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. malah kita menjadi maling di negeri sendiri.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. dan alumni. bazar. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. seperti tampak pada diagram berikut. Keistimewaannya. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. sumbangan. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. dan kutipan sumber lain 1 artikel. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. pendamping. seperti kasus illegal loging (2007: 3). redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. lemari pakaian.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. dan laci dapur. Dari segi isi. yaitu mengenai hidup sehat. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. e. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut.co. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. rak kamar mandi.

. persahabatan. teknologi. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. kartun. cerpen. 28 Oktober – 1 November 2008. dan cerbung. percintaan. kekeluargaan. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. dan masalah kemanusiaan. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->