Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Intinya. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. kamu perlu nyiapin pasukan. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik . Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Berdasar informasi tersebut. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. trus setelah itu membuat proposal. Namanya tim. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. Nah. Melihat kerja redaksi di atas. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Bagusnya. semoga ini bisa membantu. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah.

Untuk kerja reporter.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. Agar lebih jelas. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. kiat. agama. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. dan sebagainya. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. optimis. dan lain sebagainya. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Walaupun demikian. Misal. antara reporter dan redaksi non-liputan. termasuk masalah tata tulis. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Dalam jurnalisme umum. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. terlalu muda). font hilang. missal: bahasan utama atau tema utama. tahu sopan santun. agak repot ‘membawahkan’ reporter. gambar geser. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. diberi header/footer atau tidak. Soalnya. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. dan sebagainya. opini. ia bertanggung jawab mencari. dan semacamnya. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. Sebaiknya. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. bersemangat. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. liputan kegiatan luar sekolah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. teman kita yang . tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. rubric iptek. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Dalam praktiknya. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet.tahu. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. baiknya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. wawancara. Sebenarnya.

koreksi. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. masuk percetakan 23-24. Untuk menangani iklan dengan baik. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. Tentukan jadwal. Photoshop.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. . ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. Kru Opsional Selain kru utama di atas. Freehand. layout tanggal 21-22. CorelDraw. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. artistic. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. Nah. perlu dibentuk tim tersendiri. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. bisa melalui wawancara atau studi literature). susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. Selain illustrator. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. membahas rencana isi masel atau bulletin. boleh juga tidak. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. Misalnya. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. kalo demikian. ia tetap harus punya sense of art. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Dengan alur kerja seperti itu. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. deadline tanggal 20.

IKLAN . jenis kertas isinya. tapi juga deskripsi rubric tersebut. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. waktu penerbitannya kapan. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. biasanya setahun. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. ya. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. nama ini juga masalah sensitive. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). motivasi. jenis kertas kovernya. dan antara itu semua. Tidak hanya namanya saja. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan lupa. Misal rubric Iptek. antara siswa dan alumni. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. juga sekali terbit berapa eksemplar. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. halaman warna berapa persen. Terus. jabatan apa dipegang oleh siapa. antara siswa dan guru. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. dsb. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. Oh. Anggaran Ini penting. jilid pake lem atau benang atau stapler. dan sebagainya. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. Tulis juga masa jabatannya. Nama rubrik tidak harus lugas. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. tebalnya. Misal saja. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. Nggak boleh berkonotasi negative. semangat. bisa saja: saintika. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. dll. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. posisinya tegak atau landscape.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. Soalnya. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah.

dan semacamnya. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. baiknya.wordpress. hendaknya dipilih kru . tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. ia bertanggung jawab mencari. pasang dulu iklan pancingan. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. agama. wawancara. Agar lebih jelas. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. kiat. liputan kegiatan luar sekolah. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. antara reporter dan redaksi non-liputan. www. surat kesepakatan. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Dalam praktiknya. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. agak repot ‘membawahkan’ reporter. jangan sampek iklannya rokok misalnya. gratis dulu bila perlu. misal bahasan utama atau tema utama. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah.huzaifah.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni.irvansyaiban. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Untuk kerja reporter. Misal. opini. rubrik iptek.org. Walaupun demikian. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. dan sebagainya. Untuk mencari iklan. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. www. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan.

redaksi yang berani. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Dalam jurnalis umum. ia tetap harus punya sense of art. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. boleh juga tidak. Selain illustrator. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. Untuk menangani iklan dengan baik. CorelDraw. diberi header/footer atau tidak. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. kalo demikian. gambar geser. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. terlalu muda). (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. optimis. Sebaiknya. dan sebagainya. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. Nah. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Soalnya. jika kamu tidak mau repot-repot. perlu dibentuk tim tersendiri. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. Photoshop. bersemangat. font hilang.dll. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Freehand. dan lain sebagainya. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. tahu sopan santun. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca.

genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru. Tulisannya biasanya panjang.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. menulis .” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”.” Tapi intinya.

disukai atau dinikmati orang lain. menulis dianggap membosankan. menulis . Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. mulai dari sekedar hobi. Alasannya pasti beragam.Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. Sebuah Energi Tulisan June 20.

memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. menulis merupakan energi. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. tertanam di hati dan menjadi energi hati. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. Menulis dengan hati. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi. Faktanya. Lebih dari itu. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. informasi atau sejumlah data dan peristiwa.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. Lalu darimana datangnya energi menulis. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » .

Jurnalistik. Ini dapat dipahami. Jurnalistik. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. resensi . bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. gairah. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu.

Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Misalnya. Merujuk pada judulnya. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. Jangan pernah pikirkan. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak.500.-. tata bahasa. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. tulisan itu akan jadi berapa halaman. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. 22. kapan selesainya. Telah banyak kejadian tentang itu. Pernah ada satu kejadian. di tolak juga. tidak ada tulisan yang jelek. Yang lebih penting lagi. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. tapi juga karena penampilan yang imut. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. hasilnya sama. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. pemulisan ejaan dll. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. Dari semua hal tersebut. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. Akhirnya dikirimkan ke media . buku ini mengatakan. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali.

Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Jadi? Segeralah menulis. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. termasuk penulis. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. 06. hasilnya tak akan sama. 04. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. Ide boleh sama.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. 10. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. 08. hasil tulisan pasti akan berbeda. 05.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. moril dan harga diri. 09. Semua tergantung kita. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. 03. 02. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. Kaya materiil. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. Ingat. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Namun isinya berbeda. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. katakan dengan tulisan. Syaratnya mudah. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. Jadi selain masalah selera. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. mau mengolahnya atau tidak. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. Gampangkan? 07. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. .

Ubah jika memang ada permintaan. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. kirimkan ke media lain. kelima: akal yang panjang. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. Kirim dan kirim. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. dan peminatnya pun cukup banyak pula. sebagaimana halnya sebuah institusi. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. Sepuluh. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. (3) memberikan hiburan. Peluang akan datang di saat yang tepat. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. Pengertian Berita . kedua: senantiasa bersikap waspada. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. keempat peduli terhadap masyarakat. terdapat pembagian tugas yang jelas. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. dua puluh. (2) memberikan pendidikan. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. Kirimkan lagi. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa.

News Analysis (Analisis Berita). Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. aritkel opini. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). lengkap. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. tetapi dalam kenyataannya. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. . Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. analisis berita. press release/press conference dan statement of informan. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. pojok dan kolom. bagi khalayak. seimbang. Editorial (Tajuk Rencana). Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. riset kepustakaan. Artikel Opini. resensi. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. Straight news dari soft news dan hard news. berita terdiri dari straight news dan features.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. objektif. dan Review/Resensi/Kritik. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. observasi. Dalam media cetak. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. jelas dan ringkas. News Commentary (Komentar Berita). komentar berita. kolom. antara lain harus akurat. mulai dari bright sampai enterprise story. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. yaitu secara impresif dan autoritatif. Features terdiri dari beberapa macam.

menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. 2. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. 7. 9. kepewaraan dan pidato. 11. fungsi. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. menerbitkan majalah dinding. tujuan. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. 4. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menerbitkan majalah sekolah. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). melakukan kegiatan kepewaraan. hargailah hak-hak narasumber. 10. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. 6. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. 8. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. sasaran. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. 3. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 5. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. Untuk mencapai tujuan tersebut.Press Conference. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menyelenggarakan drama radio. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . melakukan kegiatan pidato. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen.

fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. (c) alat edukatif. jiwa mandiri. (b) alat berkomunikasi. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. penyuntingan. dan afektif (sikap). dan pidato. majalah dinding. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. dan kreatif. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. (3) penutur asli bahasa Indonesia. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. dan drama panggung. drama radio. regulatori. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. drama radio. majalah dinding. mengkaji. apresiasi cerpen. psikomotor (keterampilan). kepewaraan. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. dan drama panggung. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). apresiasi cerpen. memproduksi. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. heuristik. kepewaraan. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. misalnya majalah sekolah. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. dan (4) pemakai bahasa . penyuntingan bahasa.tersebut. Secara garis besar. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. estetik. dan pidato. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. referensial. Selain itu. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat.

tahap perkembangan. Maidar G. pegawai sekolah. dan (9) drama panggung. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. teknologi. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Arsjad. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . (1984). dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. (2) majalah dinding. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. pengayaan. (3) penyuntingan bahasa. perkembangan. percepatan sesuai dengan potensi. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. (7) apresiasi cerpen. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. akrab. (1991). dan Mukti U. Bari. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia.Indonesia sebagai bahasa asing. kebutuhan. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. (5) pidato. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. (6) apresiasi puisi. maupun masyarakat pada umumnya. terbuka. dan kondisi peserta. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. Assegaf. dan seni. (1984). Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. Jakarta: Erlangga. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Anwar. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. (1995). (8) drama radio. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kepala sekolah. Rosihan. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. (e) belajar sepanjang hayat. (1988). dan hangat. Habib. Malang: FPBS. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. guru. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. M.S. IKIP Malang. (b) beragam. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. (4) kepewaraan. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. Dja’far G. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. Jakarta: Paradnya Paramita. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif.

MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. (1995). J. Haris. Harimurti (Ed. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. (1984). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. Feature. Bandung: Angkasa. dan (3) iklan (advertising). Siswanto. Surabaya: Kartika. Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung.). Jakarta: Gramedia. (1984). Jakarta: Depdiknas. Kridalaksana. Tarigan. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Dipodjojo. (1996). Sumadiria. IKIP Malang. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. (1988). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Jakarta: Balai Pustaka. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.V. (2005). (1993). Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Gramedia. Teeuw. dkk. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Kisyani-Laksono. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ishwara. Malang: JPBSI. Ach. Surabaya: Unesa University Press. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Cinta Pena. M. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Jakob dan Saini K. Jakarta: Pustaka Jaya. berita foto. Asdi S. Luwi. Semi. (2005). (2) opini (views). Wahyudi dan Roekhan. (2004).M. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). berita suasana ber¬warna. Sumardjo. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Luxemburg. Bandung: Mengantara. Yogyakarta: PD Lukman. Ermanto. Ater. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Pengetahuan Praktis. Depdiknas. Basuni. FPBS. Henry Guntur. . Pengantar Ilmu Sastra. (1999). (1982). Teori Berbicara. (2003). (1991). A. Apresiasi Kesusastraan. Komunikasi Lisan.

berita mendalam. aktual. Feature disajikan secara kreatif. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. (b) urutan peristiwa. demokratis. keluarbiasaan. jernih. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. sejarah. (d) struktur tulisan. berita penafsiran. menarik. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. menghibur. dan surat pembaca. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. jelas.berita menyeluruh. dan tubuh berita (body). Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. maupun kepada redaktur. teras (lead). Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. akibat/dampak. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. santai. dan humor. Keempat. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. karikatur. padat. petunjuk. atau kontroversial. penting/ternama. bahasa. Kegiatan Belajar 3: . kemanusiawian. artikel. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. dan ilmiah. atau menghibur pembaca. Struktur feature terdiri atas judul (headline). Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. ringan. laporan di dalam majalah sekolah. teras (lead). Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. subjektivitas. segar. jarak. informatif. pojok. teknis. Ketiga. kemajuan/kebaruan. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Kedua. dan menghibur. perjalanan. kabar. memengaruhi dan meyakinkan. aktual. Struktur berita terdiri atas judul (headline). Feature. ka¬dang kadang subjektif. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. dan berita penyelidikan. Jenis feature itu adalah feature human interes. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. (c) sumber berita. biografi. artikel menyajikan gagasan yang menarik. singkat. Ketujuh. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. Kelima. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. Keenam. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. dan tubuh berita (body). kolom. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. dan populer. Kedelapan. meng¬utamakan kalimat aktif. pertentangan/komplek. dan ejaan. singkat. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. wartawan. Pertama.

baik dari segi pengetahuan. Rosihan. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. (1999). pengaturan. (1991). Dja’far G. Boston: Allyn and Bacon. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. organizing (pengorganisasian). dan redaktur majalah sekolah. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. pembina. controlling (pengendalian) majalah sekolah. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. pembuatan. Selain itu. (2003). Assegaf. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengatakan artinya proses. Edisi 2 Tahun I. (1984). Jurnalistik Masa Kini. (2003). cara mengatak.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. Ach. Dennisa dan Merriam. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Sebagai istilah. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Dian. pembuatan. 2005. latar. Bandung: Kaifa. jenis huruf. Quantum Learning. Bobbi dan Hernacki. Basuni. “Aktivitas Pramuka. Jakarta: Ghalia Indonesia. redaksi pelaksana. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Redaktur adalah orang yang menangani. Yogyakarta: Cinta Pena. Surabaya: Kartika. (2005). (2004). . Jakarta: Paradnya Paramita. Depdiknas. Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. Cox. urutan. maupun sikap. (2005). Edisi III Juni 2006. Mike. actuating (pelaksanaan). penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. gambar. Carole. Jakarta: Depdiknas. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. DePorter. memilih. dan urutannya. dewan redaksi. warna. Lomba Poster” dalam Vagazine. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. keterampilan. Ermanto. (2006).

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

(2) ingin selalu maju. (2) motivasi. Ada bermacam-macam kepewaraan. (1989). Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Jakarta: Priastu. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. dan (3) jenis acaranya. Berbahasa Indonesia dengan Benar. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. dan (4) lingkungan. dan (3) penutup. Berdasarkan jenis acaranya. Secara umum. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. M. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. (2006). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. Teknik Menulis Berita dan Feature. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Dendy. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. (1995). Kegiatan Belajar 2: . semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. (2) inti. Semi. serta (7) mempunyai sifar humor. 2005. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. (3) belajar. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. pemandu debat. dan strukturnya. Sindhunata. Sumadiria. Karima. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun. Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. Bandung: Mengantara. talk-show. perkawinan. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. (2005). Editor Bahasa. Berdasarkan waktunya. (2005). dalam acara tv. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. Sugihastuti. Syarat itu adalah (1) mau belajar. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. Dalam acara resmi. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. (2) waktunya. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. Sugono. Edisi 2 Tahun I. (6) mengetahui cara tampil. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. Berdasarkan sifatnya.Depdiknas. Dalam acara tidak resmi. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. Haris. Atar. antaracara tv.

Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. (6) menguraikan pidato. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. pelantang. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. (3) memahami proses komunikasi massa. Pada bagian ini. (5) tempat berpidato. (b) ucapan penghormatan. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. tempat. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. (1995). atau membawa perangkat lainnya). DAFTAR PUSTAKA Arsjad. (2) pidato tidak resmi. dan (c) salam penutup. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. atau komputer). Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. dan (7) berlatih. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. (1988). yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. Unsur pidato adalah (1) pembicara. Waktu. dan Mukti U. Jakarta: Erlangga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. (7) media pidato. gagasan. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. M. OHP. podium. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. (2) mempelajari pendengar dan situasi. model. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. Ada berbagai jenis pidato. Pembukaan (a) salam pembuka. peralatan (naskah. (3) metode membaca naskah. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. Bari. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. (4) waktu berpidato. Maidar G. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. (4) membuat kerangka. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. (5) mengatasi kecemasan. Jakarta: Gramedia . Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. informasi. perlu persiapan. (2) isi. (3) memilih topik. (6) suasana berpidato. dan persiapan teknis. alat peraga seperti tayangan. (3) pendengar. dan (3) penutup. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. (b) permintaan maaf. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. Sebelum berpidato. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. (3) pidato langsung. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato.S. dan (4) pidato tidak langsung. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. dan (4) metode menghafal. psikologis. suasana. (5) mengumpulkan bahan. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. Habib. (2) pesan.

penentuan peserta. sistem dan kriteria penilaian. Setelah perlombaan.). surat kepada peserta. keamanan. Tarigan. lomba. Komposisi. surat kepada juri. Asdi S. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. kain rentang atau baliho. surat kepada undangan. Yasin. puisi yang dilombakan. Yogyakarta: PD Lukman. tata tertib lomba. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. penentuan juri. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. (2) administrasi. (1980). (1991). Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. honorarium juri dan panitia. kesekretariatan. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. konsumsi. (1982). Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Bandung:Angkasa. Kisyani-Laksono. hak dan kewajiban juri. sistem lomba dan pemenangnya. Jakarta: Balai Pustaka. dan (4) biaya. dokumentasi. pengumuman lomba. Sulchan. deklamasi puisi. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . Komunikasi Lisan. bendahara. (1999). dramatisasi puisi. Surabaya: Unesa University Press. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. Teori Berbicara. (1996). dan biaya tidak terduga. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dokumentasi. hadiah. dan bidang-bidang. Harimurti (Ed. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. hak dan kewajiban peserta. Henry Guntur. Kridalaksana. atau musikalisasi puisi. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia.Dipodjojo. waktu perlombaan. administrasi. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. sekretaris. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. Gorys. (3) sarana. hubungan masyarakat. Surabaya: Mekar. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. (1993). Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. Keraf. Ende: Nusa Indah. proposal kegiatan. perlu dipersiapkan laporan. surat koordinasi panitia. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi.

Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. bendahara. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. penentuan peserta. (1987). Pengkajian Puisi. . Pradopo. Jakarta: Pustaka Jaya. (1984). Sudjiman. Keempat. Luxemburg. J. Panuti. Rachmat D. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. dan dokumentasi. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. dkk. hubungan masyarakat. kesekretariatan. dokumentasi. Pertama. dan (4) biaya. Wahyudi dan Roekhan. Pengantar I1mu Sastra. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Malang: JPBSI. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. (2) administrasi. Keempat. lomba. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. lomba.V. Memahami Cerita Rekaan. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Ketiga. Jakarta: Gramedia. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. mengetahui jenis kompetisi. lomba. Ketiga. hubungan masyarakat. hubungan masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen.digariskan dalam perencanaannya. FPBS. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. dan bidang-bidang. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. Kedua. (3) sarana. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. (1988). kesekretariatan. Kedua. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. mengetahui jenis kompetisi. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. IKIP Malang. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Siswanto. Pertama. Malang: FPBS. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. (1984). (1991). Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. kesekretariatan. IKIP Malang. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. penentuan juri. sekretaris. dan dokumentasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya.

Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. dan percakapan. (1987). (7) media belajar dan sumber belajar.kebudayaan. penata elektronik. mental pemain harus dipersiapkan.Sumardjo. monolog. Melani Budianta). karakterisasi. simpati dan empati). tetapi dibentuk oleh prolog. Teori Kesusastraan (terj. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. (2) unsur pertunjukan. epilog. latar. Jakarta: Gramedia. pemain. Jakarta: Intermasa. A. (4) mengembangkan imajinasi. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Jakarta: Erlangga. bukan untuk dipentaskan. dan (4) evaluasi. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . watak dan penokohan. inti. dan tema atau nilai. (2) pelatihan. peristiwa. dan penata musik. (1989). yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. keindahan. dialog. dan (3) unsur teks drama. (5) mengembangkan perasaan (humor. (1988). (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. sutradara. Herman J. Secara umum. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta.M. Jakarta: Gramedia. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). (1990). Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Apresiasi Kesusastraan. dan penjelasan narator. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. Pustaka Jaya. Jakob dan Saini K. Teori dan Apresiasi Puisi. Waluyo. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. Zoest. gaya bahasa. Dengan penyelenggaraan drama radio. (b) . Wellek. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. Aart van. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. dan pemain. dan penutup. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. sutradara. Jakarta. Rene dan Austin Warren. (1984). Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. Teeuw. Unsur-unsur teks drama. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. (3) pelaksanaan. yakni tokoh.

berlatih gerak tubuh. dan gerak. dialog. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. diskusi. sutradara. watak dan penokohan. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. gaya bahasa. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. dan (c) olah imajinasi. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. olah tubuh. Di sisi lain. karakterisasi. kalimat. simpati dan empati). berlatih ekspresi. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. (5) mengembangkan perasaan (humor. penata (panggung. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. lampu. dan seni musik. (4) mengembangkan imajinasi. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). olah suara. (7) media belajar dan sumber belajar. Dengan penyelenggaraan drama panggung. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. dan (3) teks drama. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. latar (setting). Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. seni rupa. penata (panggung. dan olah imajinasi. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. (2) pertunjukan. (8) media hiburan. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. (3) pelaksanaan.olah suara. busana. peristiwa. rias. (2) pelatihan. dan penyusunan buku kerja. tata artistik. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. (9) melestarikan kebudayaan. dan tema atau nilai. sutradara. pembisik. yaitu campuran antara seni sastra. seni gerak. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. (2) olah tubuh. Kegiatan penutup berupa penenangan. has. lampu. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. (4) evaluasi. pemain. pemain. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. dan penutup. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. dan musik). dan berdoa. inti. mental pemain harus dipersiapkan. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. . Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. (3) olah imajinasi. busana. keindahan. dialog. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama.

A. conjunction. The identities of the homogenious readers produce greetings. Siswanto. Apresiasi Kesusastraan. natioal exam. religious reflection. (1984). the profiles of the teachers and students. art. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). in the state (education. rules. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. talk show. Satanislavski. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Wahyudi dan Roekhan. (1980). Jakarta: Pustaka Jaya. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar.M. Mengingat majalah sekolah . interjections. language. humours. to those in the world (global warming. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. school magazine. IKIP Malang. etc. article. Pengantar Teori Sastra. editors. Luxemburg. code mix. superlatives. negation. illigal logging. (1988). FPBS.V. and familiarity. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Teeuw. Jakarta: Gramedia. 1. Konstantin. city master plan. etc. Jakarta: Pustaka Jaya. etc. sports. Malang: FPBS. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language.) Key words: content. (1991).).).). IKIP Malang. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. editor. J. AIDS. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. and the rubrics dealing with youth lives (musics. Sumardjo. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. dkk. Jakob dan Saini K. sickness. in the region (graffiti. Jakarta: Gramedia. national commemoration. and news). (1984). talk show with the teachers or head masters. youth. etc. the infinite forms to express intimacy.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. (1984). Malang: JPBSI.

Bobo. Ketiga .. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Gaul. pemikiran. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Dalam tulisan ini. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. dsb. dan. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. “Para awak baru. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Suara Merdeka Anak. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda.menuntut penanganan khusus. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Driyarkara. ke kanan) waktu berjalan’. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. ke belakang. Oleh karena itu. 2006: xxiii-xxiv). dkk. 2. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. ke kiri. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Aneka. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. dan lain-lain. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. bekas langkah’. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’.

Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. khususnya pada tingkat SMA. Ihwal perkembangan masa remaja. 2006: 93-4). gagasan. inipun amat penting pula. perasaan. 2004: 446). Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. membuat pilihan. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. perbuatan’. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Dalam pandangan Piaget. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. tindak tanduk. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa.‘sikap.)’ (2002: 201). Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). 3. sedangkan sebagai proses kegiatan. dsb. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. Lebih lanjut beliau mengemukakan. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. Keempat ‘tahap. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Sebagai hasil kegiatan. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . Seperti kita ketahui. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. 2006: 96). Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. bagian’. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. buat selama hidupnya (Tauchid. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). yaitu sebagai hasil dan sebagai proses.

tokoh politik. . berfantasi masalah erotik dan sebagainya. pengajaran di SMP dan SMA. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. dirasakan.meliputi perkembangan fisik. a. e. dan kehamilan sebelum menikah. olahragawan. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. hukum. kognitif. dan masalah-masalah remaja. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. dan dilakukan. d. b. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. sosial. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. emosional. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. sosioemosional. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. moral. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Oleh karena itu. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. dan fisiknya. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. dan moral. sosial. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. c. sosial. remaja mulai meminati masalah seksual. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. seperti bintang film. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan sebagainya. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. Oleh karena itu. intelektual. dan emosional. gangguan emosi.

dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). yang dapat disebut langgam atau gaya. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. Kata Qta. Sikapnya itu dipengaruhi. Bertumpu pada pandangan di atas. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. a. antara lain. 1) Hiiii. membuat majalah itu nggak gampang. (2) pendidikan. cara penulisan kata. . pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih.4. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. Suara Aquila. yaitu Salam Redaksi. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. seperti tampak pada contoh berikut. atapnya bocor. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. seperti tampak pada uraian berikut. oleh umur dan kedudukan yang disapa. yaitu: (1) daerah. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. dan (3) sikap penutur (1980: 17). yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). interjeksi. Surat Redaksi. Ragam ini. Dari Redaksi.

Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. udah lulus. Mesra terbit juga. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. dan menggairahkan. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. neh. Konsulidasi. . aja.. Guys. dan onomatope hiks hiks. Kamu-kamu pasti tahu. seperti kata tak.. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa.. lega.. Komunikasi.. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. naah. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. seperti kata oke. nunggu. sekarang tinggal 8 orang. Hi Friends. seperti Hiiii. keren. gampang. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. Cara lain menggunakan interjeksi.. kali ini Mesra ngambil tema. kalo. so. setu.. kalo. kerasa. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. ini akhirnya terbit juga.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. seperti tampak pada contoh 5) berikut. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. lamaaaa. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5.. bersua. dan kamu-kamu. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. Pelita edisi ke-13 kali ini. dan udah. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. “Evolusi”. jumpa. Delayoters. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007... Soalnya. dan sedikit bergerilya. kan. dan Hai Sobat Pelita. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. puji Tuhan. bubar. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. dunk. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. banget. udah. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta.. nggak. dah.. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar.

kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita.. 6). Januari. kerja keras dan kemauan team redaksi. 8). dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. tanggal terbit yang baru. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Selanjutnya. tetapi dengan kemauan. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. thanks banget. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Wb. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. dan thanks to the whole team. seperti content. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. 7). Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit.Ketersibukan. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . Oleh karena itu. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. 5 bulan terakhir. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Wb.

kelas-kelasnya dipasangai AC. 1) Jangan Blawur donk Wah. misalnya cerpen. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB.D. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis... kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. yaitu MABOSA. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. ya!!! Trus. MESRA. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. okey?! (BIKAR). Jika motret artis tolong yang jelas donk. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. Contohnya. atas tanggapannya…. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. Setelah saya membaca cukup lumayan.. ya!! (MESRA: 53). Giancinta B. jangan blawur-blawur. guys! qta bakal lu2s bareng. gamelan. BIKAR. kursi kantin. coz ntar jadi jelek. tetap jaga kekompakan. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Untuk masalah foto. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. puisi. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. seperti tampak pada contoh berikut. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. buat pemimpin-pemimpin sekolah.kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. • Ditebelin. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. b.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. Skali-kali memakai kertas berwarna. dan Bullpakç. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Jangan kaya kemaren. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6).. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. dong. de el el. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. Cas Cis Cus.

. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Penggunaan interjeksi wah. Laput. ditebelin. Maka dari itu. Eksklusif Wawancara. mbuat. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. sindiran mengenai kejanggalan. blawur-blawur. Yang Utama. dan ngecewain. 3). kemaren. Nah. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. c. buat. Untuk menghargai kerja keras itu. dan Headline. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. seperti terlihat pada uraian berikut. I Luv You.. de el el.. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. seperti penggunaan interjeksi thanks.. skalikali. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. dikomplitin. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. dan lu2s. biar. qta. Penggunaan kata tidak baku kalo. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. adain. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. lho. Liputan Utama. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. guys. untuk masalah kualitas. donk. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. dan harapan. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. Oleh karena itu. dong. Contoh 2).Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. 1) Jadi. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Dari sisi bahasa. Perlu temen-temen ketahui. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik.. Liputan. nggak. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. ntar. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. . coz. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. kan.. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca.

Berdasarkan fenomena di atas. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. seperti yang dia katakan. Fauzi Baadilah. Contoh 1a). wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. tren itu saya rasa perlu ya. Karena kita hidup itu perlu berkembang. Delon. Perlu teman-teman ketahui. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Miss Universe 2005. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. Glen Fredly. yaitu dah dan nggak. Wingky Wiryawan. dan lain-lain. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Club eighties. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. 2007:17). tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. karakter atau pribadi. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. perilaku yang sudah bagus harus berubah.

seperti tampak pada uraian berikut. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. loh. khususnya interjeksi.. sih. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). suster. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. superlatif. kan. Christina Marta Tiahahu. So.. guru.tinggi. Ir. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. Kartini. Ibu. aja. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. dll. langsung aja ya. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. (BIKAR: 2). DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. yuuk. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu.A. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. nah. (MESRA: 12). 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. sapaan langsung. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. so . 2b) Duh. aja. negator. pemadam kebakaran. dokter. super rame. Oleh karena itu. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. Sukarno. yup. ya. tapi gak apa-apa juga kan. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. wuih. 2a) Euphoria ini.

Ihwal isi. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. dan masalahmasalah remaja. Empat majalah lainnya.M (XI IPS 3). heboh. kognitif. 7 Bentuk tidakbaku konyol. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. seperti tampak pada diagram berikut. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. hay 3 Superlatif banget. cetha. sosioemosional. 5. editorial dan topik utama. nampilin. 4 Negator nggak. hay girl. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. dan beberapa rubrik yang ada. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. abis. a. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. pengajaran di SMP dan SMA. Aquila. Cas Cis Cus.2 Sapaan sobat. yaitu EKSIS. buat 6 Campur kode and. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. 2007). Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. gak 5 Konjungsi tapi. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. ra. rame. gimana. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik.

EKSIS. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. Aquila. seperti tampak pada diagram berikut. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. EKSIS. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan humaniora.. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. “Ada Teknologi Bahasa. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib .3. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. mulai persoalan internal sekolah. b. Progresif. dan Bullpakç. kesehatan. “Warna Hidup”. regional. “Tentang Cinta”. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru... dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. seni. Aquila.2. “Bahasa Cinta Dunia”. pergaulan. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Cas Cis Cus. Cas Cis Cus. dan nasional. dan penerapan KTSP. pendidikan. Sajian pada MABOSA dan Progresif.

Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. Bastian. prestasi yang dicapai oleh sekolah. yaitu St. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. dan sebagainya. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. siswa. seni. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. seperti pengemis. Berita intern sekolah. orang yang mengalami cacat fisik.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII.kurang beruntung. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. FKY. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. rumah makan. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. dan keterampilan khusus. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. pasar seni Gabusan. gelandangan. c. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. oleh karena . Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. guru. akademik. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. berupa prestasi dalam bidang olah raga. pengamen. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan.

artikel. “Warna Hidup”. prestasi. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. seperti masalah internet.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. dan profil tokoh. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan sindiran singkat. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan.itu. kadang-kadang subjektif. (2) UAN. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. atau aspek kehidupan” (2008: 66). Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. antara dua sampai lima kalimat. grafiti. pesawat tempur. OSIS baru. “JB On The Spot”. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. d. seperti tampak pada diagram berikut. tidak ada kemasan berita. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). “Cerita feature adalah artikel kreatif. tanggapan. (4) . Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. dan sebagainya. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Dari sembilan majalah. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. film. (3) adaptasi bagi siswa baru. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. keadaan. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. tahun 1997. global warming.

pendamping. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Dari 12 artikel. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. dan BIKAR.co. dan kutipan sumber lain 1 artikel. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. Dari segi isi. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . seperti kasus illegal loging (2007: 3). seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. yaitu kesejahteraan bersama. Keistimewaannya. PELITA. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. dan alumni.

4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. seperti tampak pada diagram berikut. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. dan laci dapur. teknologi. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. sumbangan. yaitu mengenai hidup sehat. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. lemari pakaian. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. cerpen. percintaan. rak kamar mandi. kartun. persahabatan. e. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. dan cerbung. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. bazar. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. 28 Oktober – 1 November 2008. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . dan masalah kemanusiaan. kekeluargaan.

Aneka. city master plan. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. to those in the world (global warming. 1. The identities of the homogenious readers produce greetings. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. natioal exam. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik.). “Para awak baru. talk show. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. art. Driyarkara. youth. and news). Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus.). Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang .). tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3).) Key words: content. superlatives. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. AIDS. yang tentu akan membawa ide-ide baru. etc. talk show with the teachers or head masters. the profiles of the teachers and students. conjunction. sports. illigal logging. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. and the rubrics dealing with youth lives (musics. language. code mix. Bobo. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. school magazine. article. dan. Oleh karena itu. sickness. dan lain-lain. national commemoration. negation. the infinite forms to express intimacy. in the region (graffiti. editor. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. etc. Gaul. interjections. etc. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Suara Merdeka Anak.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. humours. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. editors. and familiarity. etc. in the state (education. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. pemikiran. religious reflection. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. rules.

Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. dsb. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. ke belakang. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. 3. Sebagai hasil kegiatan.Mahatinggi’ (Sudiarja. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. ke kiri. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. dkk. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. bekas langkah’. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. sedangkan sebagai proses kegiatan. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. perbuatan’. ke kanan) waktu berjalan’. dsb. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Ketiga ‘sikap. khususnya pada tingkat SMA. Keempat ‘tahap. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. gagasan. 2006: xxiii-xxiv). 2. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. tindak tanduk. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. perasaan. Dalam tulisan ini.. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Masa puber atau permulaan remaja . Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. bagian’.)’ (2002: 201). Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki.

tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Seperti kita ketahui. emosional. sosioemosional. inipun amat penting pula. c. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. dan fisiknya. membuat pilihan. Lebih lanjut beliau mengemukakan. dan dilakukan. b. remaja mulai meminati masalah seksual. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. kognitif. 2006: 93-4). dirasakan. pengajaran di SMP dan SMA. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. sosial. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. moral. buat selama hidupnya (Tauchid. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). a. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. Dalam pandangan Piaget. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Ihwal perkembangan masa remaja. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. dan masalah-masalah remaja. 2004: 446). tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Kondisi . Dalam ilmu pendidikan diterangkan. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. 2006: 96). Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Oleh karena itu. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak.

Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Sikapnya itu dipengaruhi. cara penulisan kata. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. Oleh karena itu. e. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. 4. olahragawan. dan (3) sikap penutur (1980: 17). dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. Ragam ini. dan moral. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. dan sebagainya. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. sosial. yaitu: (1) daerah. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). sosial. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. (2) pendidikan. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan emosional. oleh umur dan kedudukan yang disapa. seperti tampak pada . anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. yang dapat disebut langgam atau gaya. seperti bintang film. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. dan kehamilan sebelum menikah. tokoh politik. antara lain. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. gangguan emosi. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. hukum. Bertumpu pada pandangan di atas. intelektual. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. d.

yaitu Salam Redaksi. nunggu. Hi Friends. kan. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. setu. udah. Suara Aquila. Kata Qta. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. ini akhirnya terbit juga. banget. 1) Hiiii. keren. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. membuat majalah itu nggak gampang. Delayoters. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. neh. dunk. atapnya bocor. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. Hal tersebut sebagai salah satu cara .uraian berikut. interjeksi. bersua. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. jumpa. dan Hai Sobat Pelita. Pelita edisi ke-13 kali ini. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). dan kamu-kamu. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. kerasa. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. lamaaaa. seperti kata tak. Kamu-kamu pasti tahu. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. so. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Dari Redaksi. Guys. seperti tampak pada contoh berikut. puji Tuhan. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. nggak. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. a. Surat Redaksi. kalo. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. naah. gampang. dan onomatope hiks hiks. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. seperti Hiiii. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban.

waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. kerja keras dan kemauan team redaksi. dan menggairahkan. 5 bulan terakhir. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. seperti kata oke. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut.. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. kali ini Mesra ngambil tema. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. “Evolusi”. kalo. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). seperti tampak pada contoh 5) berikut. udah lulus. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. dah. Konsulidasi. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita.. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. dan udah.. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. Mesra terbit juga. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. Januari. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Komunikasi. Ketersibukan. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. sekarang tinggal 8 orang.. Soalnya. Cara lain menggunakan interjeksi. dan sedikit bergerilya. Wb. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A ... Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. tetapi dengan kemauan. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. tanggal terbit yang baru...menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran.. lega.. bubar... Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita.. aja.

1) Jangan Blawur donk Wah. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. Skali-kali memakai kertas berwarna. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. thanks banget. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. Untuk masalah foto. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. coz ntar jadi jelek.. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Giancinta B. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. 6). Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. seperti tampak pada contoh berikut. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Selanjutnya. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Cas Cis Cus. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. yaitu MABOSA. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. dan Bullpakç. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. dan thanks to the whole team. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. kita .S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. BIKAR. Wb. 8). Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Setelah saya membaca cukup lumayan. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. b. MESRA.. jangan blawur-blawur. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. Oleh karena itu.D. atas tanggapannya…. seperti content. 7). Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar.

penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. tetap jaga kekompakan. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. kursi kantin. ya!! (MESRA: 53). kelas-kelasnya dipasangai AC. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. • Ditebelin. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. blawur-blawur. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. seperti penggunaan interjeksi thanks. Jangan kaya kemaren. dan ngecewain. Penggunaan interjeksi wah. kemaren.. coz. misalnya cerpen. donk. dong. mbuat.. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). okey?! (BIKAR)... Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. nggak. gamelan. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. guys! qta bakal lu2s bareng. Contohnya. ntar. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. Perlu temen-temen ketahui. Penggunaan kata tidak baku kalo. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. de el el. puisi. Nah. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. untuk masalah kualitas.. buat pemimpin-pemimpin sekolah.janji kita bakalan lebih bagus lagi. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). Untuk menghargai kerja keras itu. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. skalikali. ya!!! Trus.. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Maka dari itu.

biar. Dari sisi bahasa. sindiran mengenai kejanggalan. dan Headline. Contoh 2). sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. dong. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. perilaku yang sudah bagus harus berubah. dikomplitin. dan lu2s. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. seperti terlihat pada uraian berikut. Liputan Utama. Karena kita hidup itu perlu berkembang. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. karakter atau pribadi. Liputan. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. 1) Jadi. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. ditebelin. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. guys.. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. tren itu saya rasa perlu ya. c. lho. buat. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Yang Utama. Oleh karena itu. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya.menggunakan kata tidak baku ngga’. Laput. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. I Luv You. qta. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Eksklusif Wawancara.. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. adain. kan. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . 3). temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. de el el. dan harapan. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran.

sapaan langsung. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. 2007:17). Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. Berdasarkan fenomena di atas. seperti tampak pada uraian berikut. Oleh karena itu. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). Miss Universe 2005. Fauzi Baadilah. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. Glen Fredly. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). langsung aja ya. dan lain-lain. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006).kode ke bahasa Inggris God bless you. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Club eighties. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Delon. super rame. tapi gak apa-apa juga kan. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. superlatif. Wingky Wiryawan. khususnya interjeksi. yaitu dah dan nggak. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. negator. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). seperti yang dia katakan. 2b) Duh. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. 2a) Euphoria ini. Contoh 1a). siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Perlu teman-teman ketahui. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis.

cetha. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. dll. ya. kan.. So. heboh. buat 6 Campur kode and. hay 3 Superlatif banget. rame.sekarang ini? Menurut saya. kognitif. 4 Negator nggak. nampilin. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. sosioemosional. Aquila. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. dokter. yaitu EKSIS. Empat majalah lainnya. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). wuih. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Ibu. loh. aja. (MESRA: 12). masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. 7 Bentuk tidakbaku konyol. pemadam kebakaran. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. nah. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. gak 5 Konjungsi tapi. guru. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. dan masalahmasalah remaja. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. yup. Ir. (BIKAR: 2). jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . Ihwal isi.A. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. sih. so 2 Sapaan sobat. 5.. Sukarno. aja. abis. ra. Christina Marta Tiahahu. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. pengajaran di SMP dan SMA. Kartini. yuuk. gimana. suster. hay girl. Cas Cis Cus.

Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. 2007).menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. seni.2. dan nasional.M (XI IPS 3). dan beberapa rubrik yang ada. kesehatan. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . dan humaniora. pergaulan. regional. seperti tampak pada diagram berikut. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut.3. b. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi.. a. editorial dan topik utama. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br.. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. pendidikan. mulai persoalan internal sekolah.. seperti tampak pada diagram berikut.

Sajian pada MABOSA dan Progresif. Bastian. seni. EKSIS. orang yang mengalami cacat fisik. dan sebagainya. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. gelandangan. Cas Cis Cus. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan penerapan KTSP. Aquila. siswa. “Warna Hidup”. c. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Progresif. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. EKSIS. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. pengamen. “Tentang Cinta”. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. “Bahasa Cinta Dunia”.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. dan keterampilan khusus. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. dan Bullpakç. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. seperti pengemis. “Ada Teknologi Bahasa. berupa prestasi dalam bidang olah raga. akademik. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. Aquila. Cas Cis Cus. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. prestasi yang dicapai oleh sekolah. guru. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru.

meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. . kadang-kadang subjektif. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. atau aspek kehidupan” (2008: 66). dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. rumah makan. “Cerita feature adalah artikel kreatif. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. yaitu St. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. dan profil tokoh.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. artikel. oleh karena itu. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. tidak ada kemasan berita.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. tahun 1997. pasar seni Gabusan. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. FKY. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Berita intern sekolah. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). pesawat tempur. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. “Warna Hidup”. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. OSIS baru. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. keadaan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature.

Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. dan sebagainya. antara dua sampai lima kalimat. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. PELITA. grafiti. prestasi. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. dan BIKAR. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. d. tanggapan.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. global warming. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. (2) UAN. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol.“JB On The Spot”. seperti masalah internet. Dari sembilan majalah. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. (3) adaptasi bagi siswa baru. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . dan sindiran singkat. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. seperti tampak pada diagram berikut. Dari 12 artikel. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. film.

EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. yaitu kesejahteraan bersama. Dari segi isi. e. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat.co. seperti tampak pada diagram berikut. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. pendamping. yaitu mengenai hidup sehat. rak kamar mandi. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI).id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan kutipan sumber lain 1 artikel. sumbangan.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. dan alumni. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. Keistimewaannya. dan laci dapur. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. lemari pakaian. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. bazar. malah kita menjadi maling di negeri sendiri.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . seperti kasus illegal loging (2007: 3).

dan cerbung. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. kartun. persahabatan. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. teknologi. . kekeluargaan. dan masalah kemanusiaan. cerpen. percintaan. 28 Oktober – 1 November 2008.