Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Nah. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. kamu perlu nyiapin pasukan. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Melihat kerja redaksi di atas. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Bagusnya. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. trus setelah itu membuat proposal. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Namanya tim.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik . Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. semoga ini bisa membantu. Berdasar informasi tersebut. Intinya. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya.

melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. teman kita yang . liputan kegiatan luar sekolah. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Untuk kerja reporter. optimis. Soalnya. kiat. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. agama. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. agak repot ‘membawahkan’ reporter. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. Walaupun demikian. ia bertanggung jawab mencari. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. terlalu muda). missal: bahasan utama atau tema utama. Tapi dalam jurnalisme sekolah. bersemangat. gambar geser.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. wawancara. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Sebaiknya. Misal. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Sebenarnya. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. dan semacamnya. tahu sopan santun. baiknya. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. dan sebagainya. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. antara reporter dan redaksi non-liputan. dan sebagainya. diberi header/footer atau tidak. Dalam praktiknya. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Agar lebih jelas. font hilang. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual.tahu. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. rubric iptek. termasuk masalah tata tulis. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. opini. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. dan lain sebagainya. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Dalam jurnalisme umum. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua.

proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. perlu dibentuk tim tersendiri. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. deadline tanggal 20. koreksi. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. layout tanggal 21-22. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. CorelDraw.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. kalo demikian. boleh juga tidak. artistic. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. Dengan alur kerja seperti itu. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). Untuk menangani iklan dengan baik. bisa melalui wawancara atau studi literature). ia tetap harus punya sense of art. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. Freehand. . Selain illustrator. Misalnya. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Photoshop. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. Kru Opsional Selain kru utama di atas. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. Tentukan jadwal. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. membahas rencana isi masel atau bulletin. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. masuk percetakan 23-24. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Nah. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah.

jilid pake lem atau benang atau stapler. Tulis juga masa jabatannya. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. Oh. Nggak boleh berkonotasi negative. halaman warna berapa persen.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. waktu penerbitannya kapan. dll. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. Jangan lupa. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. IKLAN . Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. nama ini juga masalah sensitive. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. dsb. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. ya. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. Nama rubrik tidak harus lugas. posisinya tegak atau landscape. Misal rubric Iptek. semangat. Misal saja. jabatan apa dipegang oleh siapa. jenis kertas isinya. Tidak hanya namanya saja. dan sebagainya. bisa saja: saintika. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. juga sekali terbit berapa eksemplar. antara siswa dan guru. motivasi. Soalnya. antara siswa dan alumni. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. jenis kertas kovernya. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). biasanya setahun. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). Terus. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. tapi juga deskripsi rubric tersebut. tebalnya. Anggaran Ini penting. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. dan antara itu semua.

Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis.wordpress.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Tapi dalam jurnalisme sekolah.huzaifah. kiat. antara reporter dan redaksi non-liputan. dan sebagainya. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. agak repot ‘membawahkan’ reporter. www.irvansyaiban. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. Untuk mencari iklan. surat kesepakatan. agama. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. Walaupun demikian. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. jangan sampek iklannya rokok misalnya.org. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan. ia bertanggung jawab mencari. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. hendaknya dipilih kru . ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. Dalam praktiknya. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. gratis dulu bila perlu. baiknya. www. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. opini. wawancara. pasang dulu iklan pancingan. misal bahasan utama atau tema utama. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Misal. liputan kegiatan luar sekolah. dan semacamnya. Untuk kerja reporter. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Agar lebih jelas. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. rubrik iptek.

CorelDraw. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. kalo demikian.dll. jika kamu tidak mau repot-repot. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. gambar geser. boleh juga tidak. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. Soalnya. Selain illustrator. dan lain sebagainya. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Sebaiknya. terlalu muda). Dalam jurnalis umum. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. perlu dibentuk tim tersendiri. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign.redaksi yang berani. dan sebagainya. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Photoshop. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. bersemangat. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Untuk menangani iklan dengan baik. Freehand. Nah. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. optimis. font hilang. ia tetap harus punya sense of art. tahu sopan santun. diberi header/footer atau tidak. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik .

Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme.” Tapi intinya. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. menulis . genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Tulisannya biasanya panjang.

mulai dari sekedar hobi. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. menulis .Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. Sebuah Energi Tulisan June 20. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. disukai atau dinikmati orang lain. menulis dianggap membosankan. Alasannya pasti beragam.

menulis merupakan energi.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Lebih dari itu. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. Lalu darimana datangnya energi menulis. Faktanya. tertanam di hati dan menjadi energi hati. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. Menulis dengan hati. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » .

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Jurnalistik. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. Ini dapat dipahami.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. gairah. resensi . Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. Jurnalistik. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik.

sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. buku ini mengatakan. Misalnya. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. hasilnya sama. Merujuk pada judulnya. di tolak juga. kapan selesainya. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Akhirnya dikirimkan ke media .Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. tulisan itu akan jadi berapa halaman. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. tidak ada tulisan yang jelek. tata bahasa. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut.-. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Telah banyak kejadian tentang itu. pemulisan ejaan dll. Pernah ada satu kejadian. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. 22. Jangan pernah pikirkan. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. Yang lebih penting lagi. Dari semua hal tersebut. tapi juga karena penampilan yang imut.500. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari.

Syaratnya mudah. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. Semua tergantung kita. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. hasilnya tak akan sama. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. Namun isinya berbeda. 06. Ide boleh sama. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. 03. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. hasil tulisan pasti akan berbeda. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. 05. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. 04. moril dan harga diri. 02. 09. katakan dengan tulisan. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. Jadi? Segeralah menulis. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. mau mengolahnya atau tidak. termasuk penulis. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. Kaya materiil. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. Ingat. 10.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. 08. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. Gampangkan? 07. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. . Jadi selain masalah selera.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01.

ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. keempat peduli terhadap masyarakat. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. kedua: senantiasa bersikap waspada. terdapat pembagian tugas yang jelas. kelima: akal yang panjang. Ubah jika memang ada permintaan.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. Kirim dan kirim. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. dua puluh. Pengertian Berita . demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. Kirimkan lagi. dan peminatnya pun cukup banyak pula. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. kirimkan ke media lain. (3) memberikan hiburan. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. Peluang akan datang di saat yang tepat. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. sebagaimana halnya sebuah institusi. Sepuluh. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. (2) memberikan pendidikan. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini.

News Commentary (Komentar Berita). Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. komentar berita. berita terdiri dari straight news dan features. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. lengkap. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. yaitu secara impresif dan autoritatif. press release/press conference dan statement of informan. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). seimbang.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. dan Review/Resensi/Kritik. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. jelas dan ringkas. Editorial (Tajuk Rencana). observasi. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. Artikel Opini. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. News Analysis (Analisis Berita). tetapi dalam kenyataannya. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. . pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. bagi khalayak. objektif. Dalam media cetak. pojok dan kolom. riset kepustakaan. analisis berita. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. Straight news dari soft news dan hard news. Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. resensi. Features terdiri dari beberapa macam. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. antara lain harus akurat. kolom. mulai dari bright sampai enterprise story. aritkel opini. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa.

kepewaraan dan pidato. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia.Press Conference. sasaran. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 9. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut. 3. 6. hargailah hak-hak narasumber. 8. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). 10. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. 7. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. fungsi. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. menyelenggarakan drama radio. melakukan kegiatan pidato. menerbitkan majalah dinding. tujuan. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 4. melakukan kegiatan kepewaraan. 2. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. 11. 5. menerbitkan majalah sekolah. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding.

(2) guru bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. heuristik. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. (b) alat berkomunikasi. majalah dinding. memproduksi. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. Secara garis besar. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. dan drama panggung. drama radio. psikomotor (keterampilan). penyuntingan bahasa. (c) alat edukatif.tersebut. mengkaji. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. apresiasi cerpen. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. Selain itu. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. (3) penutur asli bahasa Indonesia. kepewaraan. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. dan kreatif. dan pidato. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. dan drama panggung. kepewaraan. dan afektif (sikap). drama radio. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. majalah dinding. misalnya majalah sekolah. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. dan (4) pemakai bahasa . Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. estetik. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. referensial. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). jiwa mandiri. penyuntingan. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. apresiasi cerpen. dan pidato. regulatori. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi.

dan Mukti U. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. (2) majalah dinding. Arsjad. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. terbuka. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan hangat. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. IKIP Malang. Jakarta: Paradnya Paramita. (1991). Anwar. pengayaan. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. kebutuhan. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. (7) apresiasi cerpen. (6) apresiasi puisi. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. pegawai sekolah. kepala sekolah. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. Habib. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Maidar G. Rosihan. (e) belajar sepanjang hayat. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Assegaf. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. (5) pidato. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. dan kondisi peserta. Jakarta: Erlangga. percepatan sesuai dengan potensi.S. (4) kepewaraan. M. (8) drama radio. guru. (1988).Indonesia sebagai bahasa asing. Jurnalistik Masa Kini. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. tahap perkembangan. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. dan (9) drama panggung. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. (3) penyuntingan bahasa. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. (1984). akrab. teknologi. Jakarta: Ghalia Indonesia. Malang: FPBS. (b) beragam. (1984). Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. maupun masyarakat pada umumnya. Bari. perkembangan. (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. Dja’far G. (1995).

(1991). Jakarta: Gramedia. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah.). Jakarta: Gramedia. Ater. Kisyani-Laksono. Komunikasi Lisan. Surabaya: Unesa University Press. . (1995). Sumadiria. Feature. Jakarta: Gramedia. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Haris. (1982). (2005). Bandung: Angkasa. Luwi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Tarigan. Bandung: Mengantara. Kridalaksana. (1996). Teori Berbicara. (1993). Harimurti (Ed. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar.M. FPBS. Luxemburg. dan (3) iklan (advertising). Henry Guntur. Jakarta: Depdiknas. Ishwara. Jakob dan Saini K.V. Siswanto. Surabaya: Kartika. (1988). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. M. Asdi S. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). (1999). A. (2003). (1984). Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. berita suasana ber¬warna. Apresiasi Kesusastraan. Dipodjojo. (2004). Sumardjo. Teknik Menulis Berita dan Feature. Pengantar Ilmu Sastra. J. Depdiknas. Jakarta: Balai Pustaka. Wahyudi dan Roekhan. Yogyakarta: PD Lukman.Pengetahuan Praktis. (2005). IKIP Malang. Basuni. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. dkk. Jakarta: Pustaka Jaya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ach. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. Semi. (2) opini (views). Teeuw. Ermanto. (1984). Yogyakarta: Cinta Pena. berita foto. Malang: JPBSI. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

artikel menyajikan gagasan yang menarik. perjalanan. Kelima. Ketujuh. dan tubuh berita (body). Feature. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. bahasa. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. pertentangan/komplek. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. pojok. Kedua. atau menghibur pembaca. penting/ternama. Struktur berita terdiri atas judul (headline). teras (lead). singkat. Pertama. dan populer. teknis. jernih. dan menghibur. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. Jenis feature itu adalah feature human interes. dan ilmiah. Kedelapan. demokratis. kemajuan/kebaruan. dan berita penyelidikan. aktual. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. meng¬utamakan kalimat aktif. (c) sumber berita. dan humor. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. ringan. Feature disajikan secara kreatif. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. berita penafsiran. informatif. segar. akibat/dampak. artikel. jarak. laporan di dalam majalah sekolah. wartawan. dan surat pembaca. (b) urutan peristiwa. Keenam. keluarbiasaan. menghibur. karikatur. dan ejaan. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. kabar. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. subjektivitas. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. teras (lead). kemanusiawian. Kegiatan Belajar 3: . artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. santai. petunjuk. dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. padat. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. ka¬dang kadang subjektif. berita mendalam. singkat. biografi. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. memengaruhi dan meyakinkan. sejarah. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. jelas. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. menarik. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. kolom. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. (d) struktur tulisan. aktual. Keempat. Ketiga. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. maupun kepada redaktur. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. Struktur feature terdiri atas judul (headline). atau kontroversial.berita menyeluruh.

dan redaktur majalah sekolah. jenis huruf. . redaksi pelaksana. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. 2005. controlling (pengendalian) majalah sekolah. dan urutannya.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Surabaya: Kartika. baik dari segi pengetahuan. keterampilan. Lomba Poster” dalam Vagazine. Bobbi dan Hernacki. urutan. (2003). Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Jakarta: Ghalia Indonesia. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. Dian. cara mengatak. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Carole. Redaktur adalah orang yang menangani. Jurnalistik Masa Kini. Pengatakan artinya proses. “Aktivitas Pramuka. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. gambar. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. (2004). Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Selain itu. dewan redaksi. pembina. Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Basuni. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Depdiknas. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Dennisa dan Merriam. latar. memilih. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. DePorter. Bandung: Kaifa. pembuatan. organizing (pengorganisasian). Ach. (2006). Sebagai istilah. Assegaf. Cox. Jakarta: Paradnya Paramita. penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. warna. Edisi III Juni 2006. actuating (pelaksanaan). (1991). Rosihan. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Dja’far G. Yogyakarta: Cinta Pena. Boston: Allyn and Bacon. Edisi 2 Tahun I. (2005). (2005). (1984). pembuatan. (2003). Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. Mike. (1999). Jakarta: Depdiknas. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. maupun sikap. pengaturan. Quantum Learning. Ermanto. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar.

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

perkawinan. Sugono. Berdasarkan sifatnya. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. (2005). dan strukturnya. M. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. 2005. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. Semi. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. Dendy. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Sindhunata. Dalam acara resmi. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Berdasarkan waktunya. Haris. Kegiatan Belajar 2: . dan (3) penutup. serta (7) mempunyai sifar humor. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. Syarat itu adalah (1) mau belajar. (2) motivasi. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. Sugihastuti. Editor Bahasa. (2) inti. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Dalam acara tidak resmi. (2) ingin selalu maju. Edisi 2 Tahun I. (6) mengetahui cara tampil. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. Bandung: Mengantara. pemandu debat. talk-show. (1989). Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. Ada bermacam-macam kepewaraan. Atar. Secara umum. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. Sumadiria. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. dalam acara tv. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun.Depdiknas. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Priastu. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. (2006). (1995). Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. dan (3) jenis acaranya. (3) belajar. (2005). dan (4) lingkungan. Karima. antaracara tv. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Berdasarkan jenis acaranya. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. Berbahasa Indonesia dengan Benar. (2) waktunya.

Jakarta: Erlangga. dan (7) berlatih. Pada bagian ini. (3) memahami proses komunikasi massa. peralatan (naskah. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. Ada berbagai jenis pidato. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. (3) pidato langsung. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. psikologis. (7) media pidato. Waktu. dan persiapan teknis. (b) permintaan maaf. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. (3) memilih topik. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. dan (3) penutup. gagasan. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. OHP. (6) menguraikan pidato. alat peraga seperti tayangan. perlu persiapan. dan (c) salam penutup. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. Habib. (2) pesan. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. (6) suasana berpidato. dan (4) pidato tidak langsung. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. (3) pendengar. (1995). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. M. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. Jakarta: Gramedia . Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. (5) mengatasi kecemasan. Maidar G. Unsur pidato adalah (1) pembicara. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. (2) isi. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. (4) waktu berpidato. (2) mempelajari pendengar dan situasi. pelantang. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. dan (4) metode menghafal. Bari. (1988). Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. Pembukaan (a) salam pembuka. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. (5) mengumpulkan bahan. (5) tempat berpidato. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. (3) metode membaca naskah. (b) ucapan penghormatan. (2) pidato tidak resmi. model. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. tempat. dan Mukti U. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. atau membawa perangkat lainnya). informasi. podium. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. Sebelum berpidato. suasana. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. atau komputer). (4) membuat kerangka.S. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato.

Surabaya: Unesa University Press. Tarigan. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. proposal kegiatan. hadiah. Yasin. lomba. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. hubungan masyarakat. hak dan kewajiban peserta. surat kepada undangan. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. (1996). sistem lomba dan pemenangnya. Keraf. Bandung:Angkasa. kesekretariatan. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Surabaya: Mekar. Jakarta: Balai Pustaka. surat kepada peserta. (2) administrasi. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. tata tertib lomba. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. surat koordinasi panitia. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. dokumentasi. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. (1980). (1991). Komposisi. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. keamanan. penentuan juri. deklamasi puisi.Dipodjojo. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. Asdi S. dan bidang-bidang. sistem dan kriteria penilaian. Ende: Nusa Indah. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. dokumentasi. dan (4) biaya. perlu dipersiapkan laporan. surat kepada juri. (3) sarana. honorarium juri dan panitia. sekretaris. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. administrasi. Komunikasi Lisan. waktu perlombaan. Setelah perlombaan. Teori Berbicara. hak dan kewajiban juri. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. atau musikalisasi puisi. Harimurti (Ed. (1993). konsumsi. (1982). Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta.). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Gorys. Sulchan. bendahara. penentuan peserta. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. dan biaya tidak terduga. Henry Guntur. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. (1999). MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. Kridalaksana. kain rentang atau baliho. dramatisasi puisi. Kisyani-Laksono. puisi yang dilombakan. Yogyakarta: PD Lukman. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. pengumuman lomba.

Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. lomba. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. mengetahui jenis kompetisi. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Kedua. Jakarta: Gramedia.V. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. lomba. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Wahyudi dan Roekhan. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Memahami Cerita Rekaan. (1984). dan dokumentasi. . perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Keempat. mengetahui jenis kompetisi. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. IKIP Malang. kesekretariatan. (2) administrasi. Malang: JPBSI. Kedua. Panuti. dan dokumentasi. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Pengantar I1mu Sastra. (1987).digariskan dalam perencanaannya. Keempat. sekretaris. Malang: FPBS. Siswanto. penentuan juri. FPBS. Luxemburg. dkk. kesekretariatan. Ketiga. Pertama. hubungan masyarakat. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. (1984). J. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Pengkajian Puisi. lomba. Jakarta: Pustaka Jaya. (1988). dokumentasi. bendahara. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. (3) sarana. IKIP Malang. penentuan peserta. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. dan (4) biaya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. hubungan masyarakat. Ketiga. Pertama. Pradopo. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. dan bidang-bidang. Rachmat D. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. (1991). kesekretariatan. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. hubungan masyarakat. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sudjiman. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. perlu mengenal seluk beluk puisi itu.

dan percakapan. Unsur-unsur teks drama. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. dan penata musik. sutradara. mental pemain harus dipersiapkan. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. Rene dan Austin Warren. (1989). (1984). dan pemain. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). tetapi dibentuk oleh prolog. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. Pustaka Jaya. (5) mengembangkan perasaan (humor. Jakob dan Saini K. (3) pelaksanaan. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. (2) unsur pertunjukan. Waluyo. (1987). Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. Herman J. gaya bahasa. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. Jakarta: Gramedia. Teori dan Apresiasi Puisi.M. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Jakarta: Erlangga. (8) media hiburan serta (9) melestarikan .Sumardjo. watak dan penokohan. Melani Budianta). (1988). dan (3) unsur teks drama. dan penjelasan narator. dan tema atau nilai.kebudayaan. peristiwa. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Jakarta: Gramedia. inti. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Jakarta: Intermasa. (7) media belajar dan sumber belajar. karakterisasi. Apresiasi Kesusastraan. penata elektronik. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Aart van. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. dialog. (1990). simpati dan empati). pemain. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. (4) mengembangkan imajinasi. dan penutup. epilog. Wellek. keindahan. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. Zoest. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. A. yakni tokoh. Teori Kesusastraan (terj. Jakarta. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. monolog. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. dan (4) evaluasi. Secara umum. Dengan penyelenggaraan drama radio. (b) . Teeuw. bukan untuk dipentaskan. sutradara. latar. (2) pelatihan.

gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. (3) olah imajinasi. mental pemain harus dipersiapkan. seni gerak. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. sutradara. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). olah tubuh. dan musik). Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. (2) pelatihan. seni rupa. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja.olah suara. (4) mengembangkan imajinasi. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. inti. (4) evaluasi. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. dan olah imajinasi. dan (3) teks drama. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. (2) olah tubuh. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. peristiwa. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. has. gaya bahasa. dialog. Di sisi lain. sutradara. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. pemain. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. dan penyusunan buku kerja. busana. tata artistik. diskusi. rias. Dengan penyelenggaraan drama panggung. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. (3) pelaksanaan. dan seni musik. dan penutup. pembisik. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. berlatih ekspresi. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. (7) media belajar dan sumber belajar. lampu. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. dan gerak. olah suara. penata (panggung. Kegiatan penutup berupa penenangan. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. busana. (2) pertunjukan. latar (setting). karakterisasi. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. . simpati dan empati). pemain. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. (9) melestarikan kebudayaan. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. watak dan penokohan. dan berdoa. dan (c) olah imajinasi. lampu. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. dan tema atau nilai. (5) mengembangkan perasaan (humor. penata (panggung. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. berlatih gerak tubuh. kalimat. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). yaitu campuran antara seni sastra. dialog. keindahan. (8) media hiburan.

Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. interjections. Konstantin. etc. AIDS. conjunction. sickness. (1984). religious reflection. the profiles of the teachers and students. Siswanto. (1984).) Key words: content.). etc. Apresiasi Kesusastraan. Sumardjo. natioal exam. city master plan. Jakob dan Saini K. editor. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Mengingat majalah sekolah . art. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. (1980).DAFTAR PUSTAKA Aminuddin.V.). J. talk show with the teachers or head masters. illigal logging. Satanislavski. Malang: FPBS. Jakarta: Pustaka Jaya. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities.). A. Jakarta: Pustaka Jaya. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. superlatives. to those in the world (global warming. youth. FPBS. 1. code mix. etc. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Malang: JPBSI. school magazine. Jakarta: Gramedia. (1991). article. Luxemburg. negation. editors. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). national commemoration. and news). IKIP Malang. IKIP Malang. The identities of the homogenious readers produce greetings. Jakarta: Gramedia. Wahyudi dan Roekhan. rules. Teeuw.M. and the rubrics dealing with youth lives (musics. in the region (graffiti. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. dkk. etc. in the state (education. the infinite forms to express intimacy. talk show. and familiarity. humours. sports. (1984). Pengantar Teori Sastra. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. (1988). language.

pemikiran. Dalam tulisan ini. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. bekas langkah’. Driyarkara. 2. yang tentu akan membawa ide-ide baru. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. ke kiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. 2006: xxiii-xxiv). dkk. Bobo. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Suara Merdeka Anak. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. dsb. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat.. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. dan. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N.menuntut penanganan khusus. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Gaul. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Ketiga . Oleh karena itu. ke belakang. ke kanan) waktu berjalan’. Aneka. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. “Para awak baru. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. dan lain-lain. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian.

kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. gagasan. sedangkan sebagai proses kegiatan. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). Dalam ilmu pendidikan diterangkan. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. 2006: 93-4). bagian’. inipun amat penting pula.)’ (2002: 201). Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). khususnya pada tingkat SMA. buat selama hidupnya (Tauchid. 2004: 446). 3. tindak tanduk. Sebagai hasil kegiatan. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Ihwal perkembangan masa remaja. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. perasaan. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Dalam pandangan Piaget.‘sikap. Keempat ‘tahap. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. dsb. membuat pilihan. 2006: 96). Seperti kita ketahui. perbuatan’. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun.

Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. c. e. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. gangguan emosi. a. tokoh politik. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. sosial. intelektual. moral. dan emosional. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. sosioemosional. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. kognitif. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. sosial. dan fisiknya. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. dan sebagainya. sosial. hukum. . dirasakan. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. b. pengajaran di SMP dan SMA. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. olahragawan. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. remaja mulai meminati masalah seksual. Oleh karena itu. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. d. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama.meliputi perkembangan fisik. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. dan moral. emosional. dan kehamilan sebelum menikah. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Oleh karena itu. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. dan masalah-masalah remaja. dan dilakukan. seperti bintang film. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya.

Kata Qta. atapnya bocor. seperti tampak pada contoh berikut. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. a. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19).4. . yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. antara lain. yang dapat disebut langgam atau gaya. Dari Redaksi. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Bertumpu pada pandangan di atas. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. (2) pendidikan. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. Sikapnya itu dipengaruhi. dan (3) sikap penutur (1980: 17). kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. yaitu Salam Redaksi. yaitu: (1) daerah. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. Suara Aquila. oleh umur dan kedudukan yang disapa. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. membuat majalah itu nggak gampang. seperti tampak pada uraian berikut. interjeksi. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. cara penulisan kata. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. 1) Hiiii. Ragam ini. Surat Redaksi.

Delayoters.. naah. dan sedikit bergerilya. dan menggairahkan. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5.. aja. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So.. dan udah. dan onomatope hiks hiks. seperti tampak pada contoh 5) berikut. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal.. so. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. Kamu-kamu pasti tahu. lamaaaa. kali ini Mesra ngambil tema. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. nunggu. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. kan. Konsulidasi. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. “Evolusi”. udah. Hi Friends.. nggak. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. . 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. banget. dah. puji Tuhan. Komunikasi. seperti kata oke. dan kamu-kamu. Cara lain menggunakan interjeksi.. bersua. dunk.. udah lulus. kalo. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. bubar.. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Mesra terbit juga. seperti kata tak. kerasa. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. kalo. jumpa. Guys. neh. sekarang tinggal 8 orang. seperti Hiiii. lega. Pelita edisi ke-13 kali ini. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. gampang. dan Hai Sobat Pelita. keren.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini... ini akhirnya terbit juga. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. setu. Soalnya. Hai… hai… hai… jumpa lagi….. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang..

Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. 5 bulan terakhir. 7). menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. dan thanks to the whole team. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. tanggal terbit yang baru. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. 8). Wb. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Wb. seperti content. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. kerja keras dan kemauan team redaksi. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. tetapi dengan kemauan. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. Januari.Ketersibukan. 6). Oleh karena itu.. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Selanjutnya. thanks banget. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat.

harus sesuai dengan kualitas dana yang ada.kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. • Ditebelin. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You.D. jangan blawur-blawur. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. seperti tampak pada contoh berikut. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. de el el. kursi kantin. okey?! (BIKAR). ya!!! Trus. atas tanggapannya…. Untuk masalah foto. dan Bullpakç. b. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII.. guys! qta bakal lu2s bareng. tetap jaga kekompakan. dong. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. puisi. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. kelas-kelasnya dipasangai AC. 1) Jangan Blawur donk Wah. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6).. Jangan kaya kemaren. ya!! (MESRA: 53). Cas Cis Cus. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. Giancinta B. coz ntar jadi jelek. Setelah saya membaca cukup lumayan.. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. misalnya cerpen. Skali-kali memakai kertas berwarna. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Contohnya.. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. BIKAR.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. buat pemimpin-pemimpin sekolah. yaitu MABOSA. gamelan. MESRA.

qta.. untuk masalah kualitas. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. 3). ditebelin. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Untuk menghargai kerja keras itu. ntar. Oleh karena itu. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. skalikali. dong. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. Penggunaan kata tidak baku kalo. biar.. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi.. Yang Utama. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. Contoh 2). ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’.. adain. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Laput. dikomplitin. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. Eksklusif Wawancara. buat. Penggunaan interjeksi wah. Liputan. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. Perlu temen-temen ketahui. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Maka dari itu. seperti terlihat pada uraian berikut. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. c. 1) Jadi. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. dan lu2s. Nah. nggak. Dari sisi bahasa. kan.Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. kemaren. guys. mbuat. dan ngecewain. coz. donk.. I Luv You. de el el. . dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). Redaksi memberikan honor yang setimpal. Liputan Utama. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai.. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. dan harapan. blawur-blawur. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. seperti penggunaan interjeksi thanks. sindiran mengenai kejanggalan. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. dan Headline. lho.

Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Karena kita hidup itu perlu berkembang. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. tren itu saya rasa perlu ya. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Berdasarkan fenomena di atas. karakter atau pribadi. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. 2007:17). yaitu dah dan nggak. Club eighties. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. Glen Fredly. Perlu teman-teman ketahui. dan lain-lain. perilaku yang sudah bagus harus berubah. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). Miss Universe 2005. Delon. seperti yang dia katakan. Fauzi Baadilah. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Wingky Wiryawan. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Contoh 1a).

sapaan langsung. Kartini. seperti tampak pada uraian berikut. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. suster. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. So. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. negator. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). pemadam kebakaran. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya.. kan. sih. guru. aja. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). langsung aja ya. Christina Marta Tiahahu. Oleh karena itu. Ir. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. wuih.A. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. tapi gak apa-apa juga kan. aja. loh. khususnya interjeksi. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. so . dokter. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. yup. (BIKAR: 2). (MESRA: 12). Sukarno.tinggi. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. Ibu.. ya. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). 2a) Euphoria ini. dll. superlatif. nah. yuuk. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. 2b) Duh. super rame.

M (XI IPS 3). Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. a. 4 Negator nggak. ra. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. yaitu EKSIS. heboh. kognitif. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. pengajaran di SMP dan SMA. 7 Bentuk tidakbaku konyol. hay 3 Superlatif banget. buat 6 Campur kode and. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. dan beberapa rubrik yang ada. sosioemosional. nampilin. abis. Empat majalah lainnya. dan masalahmasalah remaja. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. Ihwal isi. gak 5 Konjungsi tapi. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. 2007). 5. rame. hay girl. seperti tampak pada diagram berikut. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. gimana. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Aquila. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Cas Cis Cus. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi.2 Sapaan sobat. editorial dan topik utama. cetha. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan.

yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru.. Aquila. pergaulan. regional. seni.2. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. “Warna Hidup”. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. “Ada Teknologi Bahasa. EKSIS. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. mulai persoalan internal sekolah. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah.. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. pendidikan. EKSIS. dan humaniora. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. “Bahasa Cinta Dunia”. “Tentang Cinta”. Progresif. Ada Bahasa dalam Teknologi”. Aquila. Cas Cis Cus. dan nasional. Cas Cis Cus. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. b. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Sajian pada MABOSA dan Progresif.. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. seperti tampak pada diagram berikut. dan penerapan KTSP. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib . Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. dan Bullpakç.3. kesehatan. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br.

Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca.kurang beruntung. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. pasar seni Gabusan. orang yang mengalami cacat fisik. Berita intern sekolah. gelandangan. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. siswa.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. berupa prestasi dalam bidang olah raga. yaitu St. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. dan sebagainya. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Bastian. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. seperti pengemis. guru. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. rumah makan. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. pengamen. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. c. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. prestasi yang dicapai oleh sekolah. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. FKY. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. seni. akademik. dan keterampilan khusus. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. oleh karena .

dan profil tokoh. pesawat tempur. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu.itu. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. dan sindiran singkat. tahun 1997. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. seperti tampak pada diagram berikut.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. d. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. dan sebagainya. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. “JB On The Spot”. (2) UAN. prestasi. “Warna Hidup”. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. (3) adaptasi bagi siswa baru. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. Dari sembilan majalah. (4) . Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. seperti masalah internet. antara dua sampai lima kalimat. artikel. global warming. OSIS baru. “Cerita feature adalah artikel kreatif. atau aspek kehidupan” (2008: 66). tanggapan. kadang-kadang subjektif. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. tidak ada kemasan berita. keadaan. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. grafiti. film. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan.

co. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. dan alumni. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Dari 12 artikel. Dari segi isi. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. yaitu kesejahteraan bersama. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. seperti kasus illegal loging (2007: 3). hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Keistimewaannya.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan kutipan sumber lain 1 artikel. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan .pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. dan BIKAR. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. PELITA. pendamping.

Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. 28 Oktober – 1 November 2008. cerpen. bazar. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. dan masalah kemanusiaan.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. yaitu mengenai hidup sehat. teknologi. kekeluargaan. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. rak kamar mandi. sumbangan. seperti tampak pada diagram berikut. e. dan cerbung. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. lemari pakaian. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. percintaan. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. kartun. dan laci dapur. persahabatan.

religious reflection. editor. dan lain-lain. and news). article.).). talk show. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. “Para awak baru. to those in the world (global warming.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. natioal exam. the profiles of the teachers and students. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Suara Merdeka Anak. illigal logging. school magazine. Aneka. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. rules. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Bobo. negation. youth. etc. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. talk show with the teachers or head masters. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. and the rubrics dealing with youth lives (musics. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. national commemoration. in the state (education.). art. interjections. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. yang tentu akan membawa ide-ide baru. pemikiran. editors. etc. etc. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. city master plan. Gaul. sports. 1. sickness. Driyarkara. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. The identities of the homogenious readers produce greetings. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. AIDS. conjunction. in the region (graffiti. etc. humours. language. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. superlatives. code mix. dan. the infinite forms to express intimacy.) Key words: content. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. and familiarity. Oleh karena itu.

Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. ke kiri. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Dalam tulisan ini. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. tindak tanduk. ke kanan) waktu berjalan’. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Sebagai hasil kegiatan. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. dsb. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Masa puber atau permulaan remaja . Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. bekas langkah’. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. perbuatan’. gagasan. Keempat ‘tahap. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. dkk. khususnya pada tingkat SMA. 3. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. 2. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. 2006: xxiii-xxiv). Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. dsb. perasaan.Mahatinggi’ (Sudiarja. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. ke belakang. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. sedangkan sebagai proses kegiatan. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan..)’ (2002: 201). Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. Ketiga ‘sikap. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. bagian’. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki.

tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. buat selama hidupnya (Tauchid. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. c. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. inipun amat penting pula. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Seperti kita ketahui. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Oleh karena itu. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. emosional. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Dalam pandangan Piaget. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. dan fisiknya. kognitif. 2006: 93-4). pengajaran di SMP dan SMA. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Kondisi . Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). dirasakan. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. b. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. sosioemosional. dan masalah-masalah remaja. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). membuat pilihan. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. 2004: 446). remaja mulai meminati masalah seksual. a. 2006: 96). moral. Ihwal perkembangan masa remaja.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. dan dilakukan. sosial.

anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. tokoh politik. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. dan emosional. intelektual. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. seperti bintang film. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. gangguan emosi. olahragawan. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. e. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. yaitu: (1) daerah. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. dan (3) sikap penutur (1980: 17). dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. hukum. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. yang dapat disebut langgam atau gaya. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). sosial. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. 4. dan kehamilan sebelum menikah. sosial. dan moral. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. antara lain. cara penulisan kata. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Oleh karena itu. Bertumpu pada pandangan di atas. Sikapnya itu dipengaruhi. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Ragam ini. (2) pendidikan. dan sebagainya. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. d. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. seperti tampak pada . Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun.

Hal tersebut sebagai salah satu cara . keren. kalo. Guys. neh. kerasa. dan onomatope hiks hiks. kan. Pelita edisi ke-13 kali ini. ini akhirnya terbit juga. seperti tampak pada contoh berikut. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. seperti kata tak. gampang. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. bersua. Delayoters. 1) Hiiii. dunk. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. puji Tuhan. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. so. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. Kata Qta. a. setu. interjeksi. Suara Aquila. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. banget. dan kamu-kamu. nggak. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. lamaaaa. Surat Redaksi. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. seperti Hiiii. membuat majalah itu nggak gampang. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. nunggu. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. jumpa. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini.uraian berikut. naah. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Dari Redaksi. yaitu Salam Redaksi. Kamu-kamu pasti tahu. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. dan Hai Sobat Pelita. udah. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Hi Friends. atapnya bocor.

bubar. sekarang tinggal 8 orang. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami... Cara lain menggunakan interjeksi. kalo. kali ini Mesra ngambil tema. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. aja. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. “Evolusi”. udah lulus. Konsulidasi.. seperti tampak pada contoh 5) berikut. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. dah. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. lega. tanggal terbit yang baru. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. Mesra terbit juga. kerja keras dan kemauan team redaksi. Komunikasi.. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T).menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya.. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Januari. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. dan sedikit bergerilya. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru... Wb... Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A .. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa.. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. dan menggairahkan. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. Soalnya. Ketersibukan. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. seperti kata oke. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. tetapi dengan kemauan. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke.. 5 bulan terakhir. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. dan udah..

menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Selanjutnya. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. seperti content. dan Bullpakç. b. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Cas Cis Cus. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. Untuk masalah foto.. BIKAR. jangan blawur-blawur. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. MESRA. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Giancinta B. kita . penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Setelah saya membaca cukup lumayan. dan thanks to the whole team. 8). Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. yaitu MABOSA. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. 7). Wb. 1) Jangan Blawur donk Wah. coz ntar jadi jelek. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. thanks banget. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Jika motret artis tolong yang jelas donk.D. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. 6). Oleh karena itu.. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. atas tanggapannya…. Skali-kali memakai kertas berwarna. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. seperti tampak pada contoh berikut.

. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi.janji kita bakalan lebih bagus lagi. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. ya!! (MESRA: 53). Penggunaan kata tidak baku kalo.. ntar. Untuk menghargai kerja keras itu. blawur-blawur.. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. kemaren. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. Contohnya. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . mbuat. puisi. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. seperti penggunaan interjeksi thanks. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. Jangan kaya kemaren. untuk masalah kualitas. misalnya cerpen. tetap jaga kekompakan. • Ditebelin. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. kursi kantin. nggak. dan ngecewain... dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. donk. gamelan. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). Maka dari itu. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. coz.. Perlu temen-temen ketahui. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). skalikali. Penggunaan interjeksi wah. ya!!! Trus. dong. okey?! (BIKAR). dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. guys! qta bakal lu2s bareng. Nah. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. kelas-kelasnya dipasangai AC. buat pemimpin-pemimpin sekolah. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. de el el. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar.

bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah.. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Dari sisi bahasa. de el el. Contoh 2). acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Liputan.menggunakan kata tidak baku ngga’. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Oleh karena itu. seperti terlihat pada uraian berikut. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. buat. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. dan lu2s. perilaku yang sudah bagus harus berubah. qta. lho. ditebelin. Karena kita hidup itu perlu berkembang. tren itu saya rasa perlu ya. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. biar. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. dikomplitin. kan. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. I Luv You. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Eksklusif Wawancara. sindiran mengenai kejanggalan. Laput. Liputan Utama. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. dan Headline. c. adain. dong. Yang Utama.. guys. dan harapan. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. karakter atau pribadi. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. 1) Jadi. 3). temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan.

Contoh 1a). Miss Universe 2005. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. seperti yang dia katakan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. yaitu dah dan nggak. Perlu teman-teman ketahui. superlatif. 2a) Euphoria ini. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. seperti tampak pada uraian berikut. Glen Fredly. langsung aja ya. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. tapi gak apa-apa juga kan. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Delon. Berdasarkan fenomena di atas. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). khususnya interjeksi. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. dan lain-lain.kode ke bahasa Inggris God bless you. Wingky Wiryawan. 2b) Duh. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. negator. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. super rame. 2007:17). PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Fauzi Baadilah. Oleh karena itu. sapaan langsung. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Club eighties.

kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. guru. buat 6 Campur kode and. aja. yup. nah. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. cetha. dokter. aja. (MESRA: 12). 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. hay girl. wuih. nampilin. gak 5 Konjungsi tapi. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. Aquila. so 2 Sapaan sobat. rame. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. Ir. sih. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Ihwal isi. abis. ya. kognitif. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. dan masalahmasalah remaja. Kartini. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. sosioemosional. Ibu. kan. dll. loh. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. ra.A. Empat majalah lainnya. hay 3 Superlatif banget.. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . pemadam kebakaran.. 5. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. (BIKAR: 2). gimana. yaitu EKSIS. 7 Bentuk tidakbaku konyol. 4 Negator nggak. Cas Cis Cus. Christina Marta Tiahahu. pengajaran di SMP dan SMA. So. yuuk. suster. heboh. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan.sekarang ini? Menurut saya. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Sukarno. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh.

a. seperti tampak pada diagram berikut. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. dan humaniora.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. b.2. dan nasional. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. seni. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. seperti tampak pada diagram berikut. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. pergaulan. pendidikan.. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. editorial dan topik utama.. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. regional. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2.M (XI IPS 3). mulai persoalan internal sekolah. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1.. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. dan beberapa rubrik yang ada. 2007).3. kesehatan.

seni. “Bahasa Cinta Dunia”. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. seperti pengemis. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. pengamen. EKSIS. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. “Ada Teknologi Bahasa.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. dan penerapan KTSP. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Cas Cis Cus. siswa. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. orang yang mengalami cacat fisik. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. prestasi yang dicapai oleh sekolah. Sajian pada MABOSA dan Progresif. “Tentang Cinta”. akademik. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Cas Cis Cus. Aquila. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. dan keterampilan khusus. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. Aquila. Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan sebagainya. c. Bastian. berupa prestasi dalam bidang olah raga. dan Bullpakç. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. gelandangan. Progresif. EKSIS. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. “Warna Hidup”. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. guru.

Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. “Warna Hidup”. . tidak ada kemasan berita. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. keadaan. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. FKY. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. pesawat tempur. pasar seni Gabusan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. atau aspek kehidupan” (2008: 66). rumah makan.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. artikel. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. kadang-kadang subjektif. yaitu St. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. OSIS baru. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. Berita intern sekolah. “Cerita feature adalah artikel kreatif. oleh karena itu. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. tahun 1997. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. dan profil tokoh. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian.

Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. antara dua sampai lima kalimat. (3) adaptasi bagi siswa baru. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. (2) UAN. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. seperti tampak pada diagram berikut.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. dan sebagainya. d.“JB On The Spot”. global warming. seperti masalah internet. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. film. dan BIKAR. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. prestasi. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. grafiti. PELITA. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Dari 12 artikel. dan sindiran singkat. tanggapan. Dari sembilan majalah.

Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Keistimewaannya. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI).id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. rak kamar mandi. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. pendamping. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. e. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. lemari pakaian. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. Dari segi isi. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. dan laci dapur. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. dan kutipan sumber lain 1 artikel.co. seperti kasus illegal loging (2007: 3). seperti tampak pada diagram berikut.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. bazar. dan alumni. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. yaitu kesejahteraan bersama. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. yaitu mengenai hidup sehat. sumbangan. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah.

EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. .(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. dan masalah kemanusiaan. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. persahabatan. cerpen. kekeluargaan. kartun. teknologi. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. dan cerbung. percintaan. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. 28 Oktober – 1 November 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful