Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . kamu perlu nyiapin pasukan. Nah. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Intinya. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. semoga ini bisa membantu. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Bagusnya. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. Berdasar informasi tersebut. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). Namanya tim. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. trus setelah itu membuat proposal. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. Melihat kerja redaksi di atas. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik . ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya.

tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. wawancara. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Dalam jurnalisme umum. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. liputan kegiatan luar sekolah. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Dalam praktiknya. agama. diberi header/footer atau tidak. antara reporter dan redaksi non-liputan. terlalu muda). ia bertanggung jawab mencari. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. missal: bahasan utama atau tema utama. opini. dan lain sebagainya. tahu sopan santun. font hilang. termasuk masalah tata tulis. dan sebagainya. rubric iptek. Soalnya. baiknya. dan semacamnya. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. bersemangat. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Misal. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. dan sebagainya. Sebenarnya. Agar lebih jelas. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi.tahu. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. kiat. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Sebaiknya. Walaupun demikian. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Untuk kerja reporter. optimis. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. teman kita yang . Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. agak repot ‘membawahkan’ reporter. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. gambar geser. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu.

insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Misalnya. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Tentukan jadwal. Kru Opsional Selain kru utama di atas. ia tetap harus punya sense of art. kalo demikian. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. Selain illustrator.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. Nah. CorelDraw. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. . misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. bisa melalui wawancara atau studi literature). deadline tanggal 20. masuk percetakan 23-24. Photoshop. layout tanggal 21-22. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Dengan alur kerja seperti itu. koreksi. boleh juga tidak. Untuk menangani iklan dengan baik. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. perlu dibentuk tim tersendiri. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. artistic. membahas rencana isi masel atau bulletin. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Freehand.

Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan lupa.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. Oh. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. jenis kertas isinya. posisinya tegak atau landscape. antara siswa dan guru. dan sebagainya. dsb. antara siswa dan alumni. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. nama ini juga masalah sensitive. Anggaran Ini penting. motivasi. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. jenis kertas kovernya. tebalnya. juga sekali terbit berapa eksemplar. dll. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. Soalnya. Nama rubrik tidak harus lugas. tapi juga deskripsi rubric tersebut. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. Misal rubric Iptek. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. Terus. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. Misal saja. halaman warna berapa persen. Tulis juga masa jabatannya. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. ya. jilid pake lem atau benang atau stapler. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. biasanya setahun. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. jabatan apa dipegang oleh siapa. Tidak hanya namanya saja. waktu penerbitannya kapan. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. bisa saja: saintika. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. semangat. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. IKLAN . dan antara itu semua. Nggak boleh berkonotasi negative.

kiat. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. opini. gratis dulu bila perlu. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Untuk kerja reporter. liputan kegiatan luar sekolah.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis.irvansyaiban.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. baiknya. antara reporter dan redaksi non-liputan. agama. hendaknya dipilih kru .wordpress. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan. www. dan sebagainya. dan semacamnya. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. Walaupun demikian. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. pasang dulu iklan pancingan. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. jangan sampek iklannya rokok misalnya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Agar lebih jelas. Tapi dalam jurnalisme sekolah. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu.org. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. misal bahasan utama atau tema utama. Dengan ilustrasi kerja yang demikian.huzaifah. wawancara. surat kesepakatan. www. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. Misal. Untuk mencari iklan. Dalam praktiknya. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. rubrik iptek. ia bertanggung jawab mencari. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. agak repot ‘membawahkan’ reporter.

dan lain sebagainya. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. Freehand.redaksi yang berani. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. font hilang. Photoshop. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. tahu sopan santun. Dalam jurnalis umum. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Untuk menangani iklan dengan baik. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Selain illustrator. kalo demikian. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Nah. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Sebaiknya. bersemangat. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. perlu dibentuk tim tersendiri. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. Soalnya. ia tetap harus punya sense of art. gambar geser. diberi header/footer atau tidak. jika kamu tidak mau repot-repot. boleh juga tidak. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. CorelDraw.dll. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. optimis. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. dan sebagainya. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . terlalu muda). akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah.

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. menulis . Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Tulisannya biasanya panjang. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut.” Tapi intinya.

mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). menulis . luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Sebuah Energi Tulisan June 20. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Alasannya pasti beragam. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. mulai dari sekedar hobi. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca. menulis dianggap membosankan. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. disukai atau dinikmati orang lain.Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang.

apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . Lalu darimana datangnya energi menulis. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. menulis merupakan energi. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Lebih dari itu. Menulis dengan hati. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. Faktanya. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. tertanam di hati dan menjadi energi hati. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi.

Jurnalistik. Ini dapat dipahami. resensi . 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Jurnalistik. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. gairah. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat.

dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. kapan selesainya.500.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. buku ini mengatakan. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. Akhirnya dikirimkan ke media . tidak ada tulisan yang jelek. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. hasilnya sama.-. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. di tolak juga. Pernah ada satu kejadian. Yang lebih penting lagi. Dari semua hal tersebut. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. 22. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. tata bahasa. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. Jangan pernah pikirkan. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Merujuk pada judulnya. tapi juga karena penampilan yang imut. Telah banyak kejadian tentang itu. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. pemulisan ejaan dll. Misalnya. tulisan itu akan jadi berapa halaman. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan.

Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. Jadi selain masalah selera. Ide boleh sama. 05.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. Namun isinya berbeda. termasuk penulis. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. Jadi? Segeralah menulis. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. 10.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. katakan dengan tulisan. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. mau mengolahnya atau tidak. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. hasilnya tak akan sama. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. 03.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. . perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. 06. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. hasil tulisan pasti akan berbeda. Syaratnya mudah. 09. 02. 08. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. Gampangkan? 07. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. 04. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. moril dan harga diri. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Semua tergantung kita. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. Kaya materiil. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. Ingat. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya.

kirimkan ke media lain. dan peminatnya pun cukup banyak pula.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. (2) memberikan pendidikan. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. keempat peduli terhadap masyarakat. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. Ubah jika memang ada permintaan. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. Pengertian Berita . seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. Kirim dan kirim. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. Kirimkan lagi. Sepuluh. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. kedua: senantiasa bersikap waspada. sebagaimana halnya sebuah institusi. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. terdapat pembagian tugas yang jelas. (3) memberikan hiburan. dua puluh. Peluang akan datang di saat yang tepat. kelima: akal yang panjang. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain.

jelas dan ringkas. press release/press conference dan statement of informan. lengkap. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. News Commentary (Komentar Berita). Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. mulai dari bright sampai enterprise story. analisis berita. yaitu secara impresif dan autoritatif. . Editorial (Tajuk Rencana). berita terdiri dari straight news dan features. Features terdiri dari beberapa macam. observasi. Dalam media cetak. tetapi dalam kenyataannya. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). komentar berita. News Analysis (Analisis Berita). Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. antara lain harus akurat. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. pojok dan kolom. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. objektif. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. Straight news dari soft news dan hard news. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. seimbang. bagi khalayak. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. kolom. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. riset kepustakaan. resensi. Artikel Opini. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. aritkel opini. dan Review/Resensi/Kritik.

melakukan kegiatan pidato. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). sasaran. menerbitkan majalah dinding. tujuan. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. 3. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini.Press Conference. 4. 8. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. 2. kepewaraan dan pidato. 11. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. hargailah hak-hak narasumber. 6. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. 7. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. menyelenggarakan drama radio. melakukan kegiatan kepewaraan. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. 9. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. Untuk mencapai tujuan tersebut. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . menerbitkan majalah sekolah. 5. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. fungsi. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 10. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding.

dan pidato. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. dan (4) pemakai bahasa . referensial. heuristik. majalah dinding. dan afektif (sikap). majalah dinding. apresiasi cerpen. dan drama panggung.tersebut. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. estetik. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. dan drama panggung. kepewaraan. penyuntingan. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. (3) penutur asli bahasa Indonesia. (b) alat berkomunikasi. dan pidato. drama radio. jiwa mandiri. Secara garis besar. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. dan kreatif. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. (c) alat edukatif. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. psikomotor (keterampilan). Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. apresiasi cerpen. penyuntingan bahasa. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. Selain itu. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. mengkaji. drama radio. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. kepewaraan. regulatori. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. memproduksi. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. misalnya majalah sekolah. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual.

akrab. Jurnalistik Masa Kini.Indonesia sebagai bahasa asing. Anwar. pengayaan. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. (8) drama radio. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. dan Mukti U. dan kondisi peserta. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. (1991). (6) apresiasi puisi. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. dan seni. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. (2) majalah dinding. (1995). Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. pegawai sekolah. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Maidar G. Bari. kebutuhan. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Arsjad. dan (9) drama panggung. IKIP Malang. guru. tahap perkembangan. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. terbuka. (b) beragam. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. (1984). Dja’far G. Malang: FPBS. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. M. percepatan sesuai dengan potensi. dan hangat. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Habib. (4) kepewaraan. maupun masyarakat pada umumnya. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. kepala sekolah. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. perkembangan. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. (1988). dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. (7) apresiasi cerpen.S. Jakarta: Ghalia Indonesia. (3) penyuntingan bahasa. sumber belajar dan teknologi yang memadai. (e) belajar sepanjang hayat. Assegaf. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. teknologi. (1984). (5) pidato. Rosihan. Jakarta: Erlangga.

Jakarta: Penerbit Buku Kompas. (1995). Bandung: Mengantara. Semi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.V. Bandung: Angkasa. (1984). A. Kisyani-Laksono. Ermanto. Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Pustaka Jaya. (1982). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis.Pengetahuan Praktis. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Asdi S. Yogyakarta: PD Lukman. Jakarta: Gramedia. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. FPBS. . Tarigan. (1993). Luwi. (2005). Komunikasi Lisan. M. (1996). Jakarta: Gramedia. Jakob dan Saini K. (2005). Wahyudi dan Roekhan. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. (2003). Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. Apresiasi Kesusastraan. Siswanto. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). Harimurti (Ed.M. Jakarta: Depdiknas. Jakarta: Gramedia. Ach. Teeuw. IKIP Malang. Basuni. dkk. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. (1988). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Sumadiria. Ishwara. (2) opini (views). dan (3) iklan (advertising). (1991). Dipodjojo. Sumardjo. Yogyakarta: Cinta Pena. Luxemburg. (2004). J. MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. Kridalaksana. Depdiknas. Ater. Teori Berbicara. Surabaya: Unesa University Press. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Balai Pustaka. (1984). Feature. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Haris. berita suasana ber¬warna. Malang: JPBSI. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. berita foto.). Henry Guntur. Surabaya: Kartika. (1999). Kamus Besar Bahasa Indonesia.

karikatur. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. berita penafsiran. segar. dan tubuh berita (body). dan berita penyelidikan. memengaruhi dan meyakinkan. informatif. dan ilmiah. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. menarik. kemajuan/kebaruan. aktual. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. wartawan. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. (b) urutan peristiwa. artikel menyajikan gagasan yang menarik. Kedua. dan humor. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. Kedelapan. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. jelas. keluarbiasaan. dan ejaan. (c) sumber berita. aktual. meng¬utamakan kalimat aktif. Keempat. teras (lead). Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. padat. teknis. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. demokratis. Feature. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). Struktur berita terdiri atas judul (headline). pertentangan/komplek. maupun kepada redaktur. laporan di dalam majalah sekolah. artikel. atau kontroversial. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. kolom. menghibur. Ketiga. Keenam. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. penting/ternama. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. dan populer. Kegiatan Belajar 3: . bahasa. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. perjalanan. berita mendalam. kemanusiawian. Feature disajikan secara kreatif. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. jarak. santai. petunjuk. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. dan tubuh berita (body). Kelima. subjektivitas.berita menyeluruh. Struktur feature terdiri atas judul (headline). Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. Jenis feature itu adalah feature human interes. dan surat pembaca. ringan. singkat. Ketujuh. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. dan menghibur. teras (lead). Pertama. akibat/dampak. sejarah. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. atau menghibur pembaca. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. jernih. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. (d) struktur tulisan. biografi. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. singkat. pojok. ka¬dang kadang subjektif. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. kabar.

Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. (1991). penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. memilih. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. (2003). diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Bobbi dan Hernacki. urutan. Selain itu. Cox. (1984). pembina. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Jurnalistik Masa Kini. dan redaktur majalah sekolah. Carole. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Yogyakarta: Cinta Pena. pembuatan. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. gambar.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Mike. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Ermanto. jenis huruf. 2005. (2003). redaksi pelaksana. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Assegaf. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. actuating (pelaksanaan). (1999). pengaturan. warna. latar. (2005). . Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. Ach. Rosihan. Redaktur adalah orang yang menangani. pembuatan. DePorter. controlling (pengendalian) majalah sekolah. Quantum Learning. dewan redaksi. (2005). Jakarta: Paradnya Paramita. Boston: Allyn and Bacon. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surabaya: Kartika. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. dan urutannya. Lomba Poster” dalam Vagazine. Edisi 2 Tahun I. Edisi III Juni 2006. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. (2004). Pengatakan artinya proses. Basuni. keterampilan. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Dja’far G. cara mengatak. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. Depdiknas. Dian. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. baik dari segi pengetahuan. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. Bandung: Kaifa. “Aktivitas Pramuka. organizing (pengorganisasian). Sebagai istilah. Dennisa dan Merriam. (2006). maupun sikap. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. Jakarta: Depdiknas.

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

(6) mengetahui cara tampil. Berdasarkan waktunya. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Dalam acara resmi. Edisi 2 Tahun I. Syarat itu adalah (1) mau belajar. antaracara tv. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. Berdasarkan sifatnya. Sindhunata. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. Kegiatan Belajar 2: . dan (4) lingkungan. (2005). Haris. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. (1995). (1989). (2006). Karima. Semi. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. talk-show. dan (3) penutup. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. Editor Bahasa. (2) motivasi. serta (7) mempunyai sifar humor. Teknik Menulis Berita dan Feature. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. dalam acara tv. Ada bermacam-macam kepewaraan. dan strukturnya. M. (2) waktunya. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. dan (3) jenis acaranya. Sumadiria. (2) inti. Dalam acara tidak resmi. Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. Dendy. Jakarta: Priastu. 2005. Sugihastuti. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Berdasarkan jenis acaranya. pemandu debat. Atar. perkawinan. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. (3) belajar. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi.Depdiknas. Sugono. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Secara umum. (2) ingin selalu maju. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. Bandung: Mengantara. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. (2005). semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti.

suasana. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. atau komputer). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. Bari. perlu persiapan. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. dan (c) salam penutup. (1988). dan (4) pidato tidak langsung. podium. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Pada bagian ini. (3) memahami proses komunikasi massa. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. gagasan. (5) mengumpulkan bahan. tempat. (4) waktu berpidato. dan (4) metode menghafal. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. Sebelum berpidato. alat peraga seperti tayangan. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. psikologis. (b) permintaan maaf. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. Jakarta: Gramedia . Waktu. Jakarta: Erlangga. Ada berbagai jenis pidato. peralatan (naskah. (3) metode membaca naskah. (3) memilih topik. Pembukaan (a) salam pembuka. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. M.S. (5) mengatasi kecemasan. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. (2) pesan. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. (2) mempelajari pendengar dan situasi. pelantang. Habib.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. dan (3) penutup. OHP. (6) suasana berpidato. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. (5) tempat berpidato. Unsur pidato adalah (1) pembicara. (3) pidato langsung. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. (1995). atau membawa perangkat lainnya). informasi. model. (4) membuat kerangka. Maidar G. dan persiapan teknis. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. (b) ucapan penghormatan. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. (2) pidato tidak resmi. (6) menguraikan pidato. (3) pendengar. dan Mukti U. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. dan (7) berlatih. (2) isi. (7) media pidato.

lomba. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. hadiah. surat kepada peserta. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. Henry Guntur. sistem lomba dan pemenangnya. Komposisi. hak dan kewajiban peserta. dramatisasi puisi. Komunikasi Lisan. sistem dan kriteria penilaian. (3) sarana. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. Yasin. (1996). Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. dan biaya tidak terduga. hak dan kewajiban juri. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. surat koordinasi panitia. honorarium juri dan panitia. kain rentang atau baliho. bendahara. perlu dipersiapkan laporan. Jakarta: Balai Pustaka. surat kepada juri. (2) administrasi. konsumsi. dokumentasi. surat kepada undangan. Tarigan. penentuan juri. Kamus Besar Bahasa Indonesia. administrasi. tata tertib lomba. Gorys. penentuan peserta. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. (1999). Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan.). Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . Kridalaksana. Surabaya: Unesa University Press. (1982). Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Sulchan. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. proposal kegiatan. Yogyakarta: PD Lukman. dan bidang-bidang. waktu perlombaan. dokumentasi. Asdi S. Setelah perlombaan. Harimurti (Ed.Dipodjojo. Bandung:Angkasa. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. atau musikalisasi puisi. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. (1980). Keraf. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. (1991). Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. deklamasi puisi. dan (4) biaya. Surabaya: Mekar. (1993). Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. pengumuman lomba. Teori Berbicara. keamanan. Ende: Nusa Indah. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. hubungan masyarakat. puisi yang dilombakan. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. Kisyani-Laksono. sekretaris. kesekretariatan. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana.

Keempat. Pengantar I1mu Sastra. hubungan masyarakat. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. dan dokumentasi. Rachmat D. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. dan dokumentasi. kesekretariatan. dan (4) biaya. Jakarta: Gramedia. Siswanto. Memahami Cerita Rekaan. Pradopo. mengetahui jenis kompetisi. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. hubungan masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Kedua. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. Ketiga. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Pertama. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. lomba. IKIP Malang. Luxemburg. (2) administrasi. J.digariskan dalam perencanaannya. dkk. (1987). kesekretariatan. Sudjiman. penentuan peserta. dan bidang-bidang. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. Wahyudi dan Roekhan.V. hubungan masyarakat. (1984). dokumentasi. kesekretariatan. FPBS. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Pengkajian Puisi. . (1991). Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. Ketiga. Malang: FPBS. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. (1984). lomba. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. lomba. sekretaris. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Panuti. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Pertama. (1988). Jakarta: Pustaka Jaya. mengetahui jenis kompetisi. (3) sarana. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. bendahara. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Malang: JPBSI. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Keempat. Kedua. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. penentuan juri. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. IKIP Malang.

Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. dan percakapan. simpati dan empati). yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. keindahan. Unsur-unsur teks drama. monolog. Jakarta: Erlangga. penata elektronik. dan penjelasan narator. Jakarta: Gramedia. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. Jakarta. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . Zoest. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio.M. Teeuw. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. (1987). mental pemain harus dipersiapkan. karakterisasi. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. (3) pelaksanaan. sutradara. Secara umum. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. Melani Budianta). peristiwa. dan (4) evaluasi. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. (1989). dan penutup. (b) . Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. A. Rene dan Austin Warren. latar. Pustaka Jaya. Dengan penyelenggaraan drama radio. Teori dan Apresiasi Puisi. (4) mengembangkan imajinasi. bukan untuk dipentaskan. epilog. (1984). (1990). Aart van. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. (1988). Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. dan (3) unsur teks drama. watak dan penokohan. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. (2) unsur pertunjukan.Sumardjo. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. (7) media belajar dan sumber belajar. Wellek. pemain. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. dan tema atau nilai. (5) mengembangkan perasaan (humor. Jakob dan Saini K. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. dan pemain. tetapi dibentuk oleh prolog. Herman J. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. sutradara. (2) pelatihan. dan penata musik. Jakarta: Intermasa. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). gaya bahasa. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. dialog. Apresiasi Kesusastraan.kebudayaan. Jakarta: Gramedia. inti. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. yakni tokoh. Teori Kesusastraan (terj. Waluyo.

(2) mengembangkan kemampuan berdrama. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. dan tema atau nilai. (4) mengembangkan imajinasi. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. diskusi. karakterisasi. pembisik. yaitu campuran antara seni sastra. Kegiatan penutup berupa penenangan. pemain. inti. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. busana. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. sutradara. (4) evaluasi. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. (7) media belajar dan sumber belajar. penata (panggung. dan berdoa. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. (2) pertunjukan. (8) media hiburan. tata artistik. pemain. dan penyusunan buku kerja. olah suara. (3) pelaksanaan. dan gerak. Di sisi lain. . (5) mengembangkan perasaan (humor. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. (2) olah tubuh. rias. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. dan musik). (3) olah imajinasi. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Dengan penyelenggaraan drama panggung. dialog. dialog. berlatih gerak tubuh. dan penutup. gaya bahasa. sutradara. olah tubuh. latar (setting). seni gerak. lampu. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh.olah suara. dan olah imajinasi. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. lampu. keindahan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. kalimat. dan (c) olah imajinasi. seni rupa. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. busana. watak dan penokohan. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. (2) pelatihan. (9) melestarikan kebudayaan. penata (panggung. berlatih ekspresi. simpati dan empati). Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. has. dan seni musik. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. mental pemain harus dipersiapkan. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. peristiwa. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. dan (3) teks drama.

editors. (1984).V. talk show with the teachers or head masters. Konstantin. sickness. Jakarta: Gramedia. (1980). language. talk show. and news). Wahyudi dan Roekhan.) Key words: content. etc. Jakarta: Pustaka Jaya. dkk. etc. Malang: FPBS. humours. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. negation. religious reflection. Pengantar Teori Sastra. editor. superlatives. (1984). AIDS. Siswanto. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. city master plan. The identities of the homogenious readers produce greetings. conjunction. illigal logging. (1988). Teeuw. Satanislavski. code mix. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). A. to those in the world (global warming. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. etc. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities.). Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Apresiasi Kesusastraan. interjections. Mengingat majalah sekolah . school magazine. the infinite forms to express intimacy. sports. art. and familiarity. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. natioal exam. IKIP Malang. in the state (education. FPBS.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Jakarta: Gramedia. in the region (graffiti. IKIP Malang. rules.). Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya. etc. Malang: JPBSI.). article. J. youth. Sumardjo. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters.M. national commemoration. Jakob dan Saini K. 1. (1991). and the rubrics dealing with youth lives (musics. Luxemburg. the profiles of the teachers and students.

pemikiran. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. dan. Aneka. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti.. ke kiri. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Gaul. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Dalam tulisan ini. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. dan lain-lain. 2006: xxiii-xxiv). ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Bobo. ke kanan) waktu berjalan’. Oleh karena itu.menuntut penanganan khusus. Ketiga . dsb. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. bekas langkah’. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. ke belakang. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Suara Merdeka Anak. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Driyarkara. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. “Para awak baru. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. 2. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. dkk.

Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. bagian’. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Ihwal perkembangan masa remaja. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. inipun amat penting pula. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. sedangkan sebagai proses kegiatan. buat selama hidupnya (Tauchid. perasaan. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. dsb. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11).)’ (2002: 201). yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Seperti kita ketahui. Sebagai hasil kegiatan. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. perbuatan’.‘sikap. membuat pilihan. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. 2006: 96). kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. tindak tanduk. khususnya pada tingkat SMA. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. 2004: 446). Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Keempat ‘tahap. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. 3. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. 2006: 93-4). Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . Dalam pandangan Piaget. gagasan. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya).

Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. sosial. b. dan masalah-masalah remaja. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. c. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. olahragawan. sosial. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. gangguan emosi. remaja mulai meminati masalah seksual. kognitif. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. sosial. dan emosional. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. seperti bintang film. a. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. dan sebagainya. moral. pengajaran di SMP dan SMA. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. dan fisiknya. dan dilakukan. intelektual. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. dan moral. tokoh politik. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. d. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. emosional. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. sosioemosional. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. . dan kehamilan sebelum menikah. Oleh karena itu. hukum. dirasakan. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. Oleh karena itu. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. e.meliputi perkembangan fisik.

Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Sikapnya itu dipengaruhi. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. . yaitu Salam Redaksi. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. antara lain. seperti tampak pada contoh berikut. cara penulisan kata. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. yaitu: (1) daerah. membuat majalah itu nggak gampang. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. Ragam ini. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Kata Qta. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. seperti tampak pada uraian berikut.4. dan (3) sikap penutur (1980: 17). oleh umur dan kedudukan yang disapa. Surat Redaksi. (2) pendidikan. Bertumpu pada pandangan di atas. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. Dari Redaksi. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. atapnya bocor. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. Suara Aquila. interjeksi. yang dapat disebut langgam atau gaya. a. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. 1) Hiiii.

. jumpa. aja. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Kamu-kamu pasti tahu. puji Tuhan. banget. kalo. nunggu. bersua. dunk.. Komunikasi. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga.. naah. kerasa. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. sekarang tinggal 8 orang. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal.. dan menggairahkan. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. Hi Friends. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. udah lulus. Guys. ini akhirnya terbit juga. gampang. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. dan sedikit bergerilya.. kan. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. seperti Hiiii.. Cara lain menggunakan interjeksi. Mesra terbit juga. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. dan Hai Sobat Pelita. keren. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. neh. dan udah. bubar. so.. seperti tampak pada contoh 5) berikut. lega. kalo. lamaaaa. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. seperti kata oke. “Evolusi”.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini.. dan onomatope hiks hiks.. . 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. seperti kata tak. Delayoters. nggak. Pelita edisi ke-13 kali ini. dan kamu-kamu.. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. setu. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban.. Konsulidasi. Soalnya. udah. dah. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang.. kali ini Mesra ngambil tema. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Hai… hai… hai… jumpa lagi….

Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). kerja keras dan kemauan team redaksi. tanggal terbit yang baru. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. Selanjutnya. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. 7). Januari.. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Wb. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Oleh karena itu. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. 6). bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. thanks banget. dan thanks to the whole team. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. tetapi dengan kemauan. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan.Ketersibukan. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. 8). (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. seperti content. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). 5 bulan terakhir. Wb.

Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. ya!!! Trus.. okey?! (BIKAR). de el el. Untuk masalah foto. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. seperti tampak pada contoh berikut. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. kursi kantin. tetap jaga kekompakan. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. Contohnya. b. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. gamelan. ya!! (MESRA: 53).. jangan blawur-blawur. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. buat pemimpin-pemimpin sekolah. misalnya cerpen. guys! qta bakal lu2s bareng. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. Skali-kali memakai kertas berwarna. Setelah saya membaca cukup lumayan. • Ditebelin.D.. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu .kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. Giancinta B. BIKAR. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. coz ntar jadi jelek. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6).S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. yaitu MABOSA. MESRA. dong. Jangan kaya kemaren.. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. dan Bullpakç. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. Cas Cis Cus. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. 1) Jangan Blawur donk Wah. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. atas tanggapannya…. kelas-kelasnya dipasangai AC. puisi.

Laput. coz.. . temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. dan lu2s. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. Nah. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. 1) Jadi. dan Headline. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. ntar.. Liputan. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. dikomplitin. 3). Maka dari itu. blawur-blawur..Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. de el el.. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Contoh 2). c. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. dong. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. untuk masalah kualitas. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. seperti terlihat pada uraian berikut. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. Perlu temen-temen ketahui. Liputan Utama. Oleh karena itu. adain. ditebelin. Untuk menghargai kerja keras itu. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. biar. I Luv You. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. seperti penggunaan interjeksi thanks. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. mbuat. qta. Yang Utama. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. dan harapan. Dari sisi bahasa. sindiran mengenai kejanggalan. donk. Penggunaan interjeksi wah. nggak.. kemaren. dan ngecewain. Penggunaan kata tidak baku kalo. Eksklusif Wawancara. kan. skalikali. buat.. guys. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). lho.

Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Glen Fredly. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. 2007:17). karakter atau pribadi. seperti yang dia katakan. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Berdasarkan fenomena di atas. tren itu saya rasa perlu ya. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Perlu teman-teman ketahui. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Delon. dan lain-lain. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. Karena kita hidup itu perlu berkembang. yaitu dah dan nggak.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Contoh 1a). penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. perilaku yang sudah bagus harus berubah. Miss Universe 2005. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). Wingky Wiryawan. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Club eighties. Fauzi Baadilah.

. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Christina Marta Tiahahu. (MESRA: 12). Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. khususnya interjeksi. guru. aja.tinggi. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. wuih. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. loh. pemadam kebakaran. so . ya. sih. superlatif.A. (BIKAR: 2). Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). 2b) Duh. sapaan langsung. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R.. dokter. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. tapi gak apa-apa juga kan. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. yuuk. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Ibu. negator. yup. nah. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). suster. Oleh karena itu. seperti tampak pada uraian berikut. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Kartini. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. kan. langsung aja ya. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. 2a) Euphoria ini. dll. Sukarno. super rame. Ir. So. aja. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku.

dan beberapa rubrik yang ada. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. heboh. sosioemosional. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. buat 6 Campur kode and. 4 Negator nggak. Empat majalah lainnya. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. yaitu EKSIS. gimana. Aquila. Ihwal isi. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. cetha. 7 Bentuk tidakbaku konyol. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). abis. kognitif. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. editorial dan topik utama. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. hay girl. hay 3 Superlatif banget. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. a. Cas Cis Cus.M (XI IPS 3). dan masalahmasalah remaja.2 Sapaan sobat. seperti tampak pada diagram berikut. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. rame. 2007). masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. nampilin. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. gak 5 Konjungsi tapi. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. ra. pengajaran di SMP dan SMA. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. 5. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut.

Sajian pada MABOSA dan Progresif.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi.2. pergaulan. Aquila. EKSIS. mulai persoalan internal sekolah. Aquila. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. seperti tampak pada diagram berikut. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. “Tentang Cinta”. dan Bullpakç. pendidikan. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib . MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. “Ada Teknologi Bahasa. b. EKSIS. seni. dan nasional. kesehatan. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. dan penerapan KTSP. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. Ada Bahasa dalam Teknologi”. “Bahasa Cinta Dunia”.. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru.. dan humaniora. regional. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. “Warna Hidup”. Progresif. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Cas Cis Cus.3.. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Cas Cis Cus. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi.

FKY. pengamen. Bastian. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. oleh karena . Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. seni. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah.kurang beruntung. orang yang mengalami cacat fisik. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. c. akademik. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. seperti pengemis. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. Berita intern sekolah. pasar seni Gabusan.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. guru. yaitu St. rumah makan. dan keterampilan khusus. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. dan sebagainya. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. siswa. gelandangan. prestasi yang dicapai oleh sekolah.

dan mengenai Indonesia yang panen gempa. antara dua sampai lima kalimat. atau aspek kehidupan” (2008: 66). Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. (4) . OSIS baru. tanggapan.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. global warming. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. tidak ada kemasan berita. pesawat tempur. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. seperti tampak pada diagram berikut. tahun 1997. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. grafiti. (2) UAN. (3) adaptasi bagi siswa baru. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Dari sembilan majalah. dan sebagainya. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. dan profil tokoh. prestasi. “JB On The Spot”. seperti masalah internet. kadang-kadang subjektif. dan sindiran singkat. d. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa.itu. keadaan. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. film. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. artikel. “Warna Hidup”.

EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Dari 12 artikel. Dari segi isi. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Keistimewaannya. dan kutipan sumber lain 1 artikel. yaitu kesejahteraan bersama. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. PELITA. dan BIKAR.co. dan alumni.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. seperti kasus illegal loging (2007: 3). pendamping.

Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. sumbangan. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. dan cerbung. persahabatan.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. seperti tampak pada diagram berikut. teknologi. kartun. lemari pakaian. cerpen. bazar. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. yaitu mengenai hidup sehat.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. percintaan. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. kekeluargaan. dan masalah kemanusiaan. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . e. dan laci dapur. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. 28 Oktober – 1 November 2008. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. rak kamar mandi. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut.

and news). rules. editors. in the region (graffiti. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. “Para awak baru. talk show with the teachers or head masters. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. the profiles of the teachers and students. to those in the world (global warming. 1. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. etc. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. city master plan. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. in the state (education. humours. AIDS. youth.). Suara Merdeka Anak. etc. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Bobo. national commemoration. etc.). etc. sickness.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. religious reflection. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan.). talk show. Aneka. and the rubrics dealing with youth lives (musics. conjunction. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. negation. and familiarity. The identities of the homogenious readers produce greetings. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. interjections. code mix. school magazine. illigal logging. the infinite forms to express intimacy. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Driyarkara. art. editor. dan. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Oleh karena itu. natioal exam. sports. pemikiran. language. Gaul.) Key words: content. dan lain-lain. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . article. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. superlatives.

Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. dsb. ke kanan) waktu berjalan’. gagasan. khususnya pada tingkat SMA. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. ke kiri. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. sedangkan sebagai proses kegiatan. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Ketiga ‘sikap. 2006: xxiii-xxiv). kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. bagian’. Dalam tulisan ini. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan.)’ (2002: 201). Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. ke belakang. dkk. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan.. Keempat ‘tahap. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. bekas langkah’. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Sebagai hasil kegiatan. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun.Mahatinggi’ (Sudiarja. dsb. 2. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. tindak tanduk. Masa puber atau permulaan remaja . Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. perasaan. 3. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. perbuatan’. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu.

Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. a. kognitif. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Ihwal perkembangan masa remaja. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. moral. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. 2006: 93-4). Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. pengajaran di SMP dan SMA. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. emosional. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Seperti kita ketahui. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). membuat pilihan. dan fisiknya. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). c. Kondisi . b. buat selama hidupnya (Tauchid. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. dirasakan. Dalam pandangan Piaget. inipun amat penting pula. Lebih lanjut beliau mengemukakan. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. dan dilakukan. remaja mulai meminati masalah seksual. Oleh karena itu. sosial. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. 2006: 96). sosioemosional. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. dan masalah-masalah remaja. 2004: 446).

Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. olahragawan. dan kehamilan sebelum menikah. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. Ragam ini. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. hukum. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan emosional. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. dan moral. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. sosial. intelektual. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). e. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. yaitu: (1) daerah. 4. cara penulisan kata. dan (3) sikap penutur (1980: 17). Sikapnya itu dipengaruhi. seperti tampak pada .tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. seperti bintang film. gangguan emosi. yang dapat disebut langgam atau gaya. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. Oleh karena itu. antara lain. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Bertumpu pada pandangan di atas. sosial. d. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. tokoh politik. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. dan sebagainya. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. (2) pendidikan.

uraian berikut. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Hi Friends. 1) Hiiii. neh. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. membuat majalah itu nggak gampang. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. a. dan onomatope hiks hiks. kerasa. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. dan Hai Sobat Pelita. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. udah. Dari Redaksi. Surat Redaksi. puji Tuhan. setu. ini akhirnya terbit juga. keren. dan kamu-kamu. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. kalo. Guys. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. seperti tampak pada contoh berikut. kan. atapnya bocor. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. seperti Hiiii. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). lamaaaa. nggak. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. Hal tersebut sebagai salah satu cara . interjeksi. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. Kata Qta. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. nunggu. seperti kata tak. Delayoters. Pelita edisi ke-13 kali ini. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. bersua. Kamu-kamu pasti tahu. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. gampang. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. yaitu Salam Redaksi. naah. banget. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. so. dunk. Suara Aquila. jumpa.

waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. aja. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). seperti tampak pada contoh 5) berikut. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita.. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan.. Soalnya. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. tetapi dengan kemauan. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). kalo. dan sedikit bergerilya. 5 bulan terakhir. dan udah. Januari. Wb. “Evolusi”. Konsulidasi. bubar.. seperti kata oke. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal.. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. Ketersibukan.. kerja keras dan kemauan team redaksi. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin.. tanggal terbit yang baru. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta.menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran.. sekarang tinggal 8 orang. kali ini Mesra ngambil tema. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . Cara lain menggunakan interjeksi. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. dah. dan menggairahkan. udah lulus. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit.. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga.. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. lega. Komunikasi... dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. Mesra terbit juga. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini.. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa..

yaitu MABOSA. atas tanggapannya…. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. 6). Jika motret artis tolong yang jelas donk. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Oleh karena itu. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. Selanjutnya. kita . Untuk masalah foto. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. Skali-kali memakai kertas berwarna. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Cas Cis Cus. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. seperti content. coz ntar jadi jelek.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. 1) Jangan Blawur donk Wah. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Setelah saya membaca cukup lumayan. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. b. 7). thanks banget. dan thanks to the whole team. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. BIKAR. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab.. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Wb. Giancinta B. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis.D. dan Bullpakç. MESRA. seperti tampak pada contoh berikut. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. jangan blawur-blawur.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph.. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. 8).

dong. skalikali. okey?! (BIKAR). Jangan kaya kemaren. kursi kantin. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB.. seperti penggunaan interjeksi thanks. kelas-kelasnya dipasangai AC. tetap jaga kekompakan.janji kita bakalan lebih bagus lagi. misalnya cerpen. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. untuk masalah kualitas. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar.. Contohnya. donk. Perlu temen-temen ketahui. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. mbuat. Redaksi memberikan honor yang setimpal. nggak. gamelan. Untuk menghargai kerja keras itu. kemaren. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . buat pemimpin-pemimpin sekolah. de el el. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. • Ditebelin. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. dan ngecewain. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan.. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. guys! qta bakal lu2s bareng. Maka dari itu. ntar. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. coz. Nah. ya!!! Trus. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. ya!! (MESRA: 53). 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. blawur-blawur. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç... puisi. Penggunaan kata tidak baku kalo.. Penggunaan interjeksi wah. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6).

bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. c. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. perilaku yang sudah bagus harus berubah. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Liputan. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. sindiran mengenai kejanggalan.. Dari sisi bahasa. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. 3). dong. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. de el el. dan harapan. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . karakter atau pribadi. biar. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Eksklusif Wawancara. Laput. dan lu2s. guys. seperti terlihat pada uraian berikut. Yang Utama. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. ditebelin. Karena kita hidup itu perlu berkembang. Contoh 2). Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). dikomplitin. kan.menggunakan kata tidak baku ngga’. adain. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. I Luv You. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. Oleh karena itu. dan Headline. lho. buat. qta. Liputan Utama.. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. 1) Jadi. tren itu saya rasa perlu ya.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. tapi gak apa-apa juga kan.kode ke bahasa Inggris God bless you. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Delon. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). dan lain-lain. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. negator. 2007:17). Glen Fredly. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Oleh karena itu. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. super rame. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. yaitu dah dan nggak. langsung aja ya. superlatif. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. 2b) Duh. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). seperti tampak pada uraian berikut. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. Perlu teman-teman ketahui. 2a) Euphoria ini. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Wingky Wiryawan. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Contoh 1a). 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. sapaan langsung. Berdasarkan fenomena di atas. Miss Universe 2005. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. seperti yang dia katakan. Club eighties. khususnya interjeksi. Fauzi Baadilah. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya.

(BIKAR: 2). pemadam kebakaran. yup. ya. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. gak 5 Konjungsi tapi. Aquila. kognitif. Kartini. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). loh. yaitu EKSIS. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. aja. dokter. Empat majalah lainnya. sosioemosional. heboh.A. dll. So. Christina Marta Tiahahu. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. ra. buat 6 Campur kode and. Ir. wuih. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. aja. abis. 4 Negator nggak. gimana. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. suster. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. 5. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP.. cetha. guru. pengajaran di SMP dan SMA. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. dan masalahmasalah remaja. (MESRA: 12). Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan.. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. rame. hay 3 Superlatif banget. Ibu. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . so 2 Sapaan sobat. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Sukarno.sekarang ini? Menurut saya. hay girl. 7 Bentuk tidakbaku konyol. nah. nampilin. yuuk. Ihwal isi. Cas Cis Cus. kan. sih. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo.

pergaulan. mulai persoalan internal sekolah.. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. seperti tampak pada diagram berikut.. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. seperti tampak pada diagram berikut. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. dan humaniora. dan beberapa rubrik yang ada. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja.M (XI IPS 3). seni. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. editorial dan topik utama. b. regional. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. dan nasional..2. pendidikan. 2007). Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . kesehatan. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. a. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah.3. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru.

Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. pengamen. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Aquila. EKSIS. Progresif. berupa prestasi dalam bidang olah raga. gelandangan. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. dan sebagainya. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. guru. seni. seperti pengemis. Bastian. “Warna Hidup”. Aquila. prestasi yang dicapai oleh sekolah. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Cas Cis Cus. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. EKSIS. siswa. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Cas Cis Cus. “Tentang Cinta”. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. dan keterampilan khusus. akademik. Ada Bahasa dalam Teknologi”. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. dan penerapan KTSP. c. “Ada Teknologi Bahasa. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. Sajian pada MABOSA dan Progresif. orang yang mengalami cacat fisik. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. “Bahasa Cinta Dunia”. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. dan Bullpakç.

dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. yaitu St. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. keadaan. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. dan profil tokoh. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. “Cerita feature adalah artikel kreatif. tidak ada kemasan berita. Berita intern sekolah. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). OSIS baru. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. oleh karena itu. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. atau aspek kehidupan” (2008: 66). tahun 1997. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. “Warna Hidup”.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. kadang-kadang subjektif. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. pesawat tempur. rumah makan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. pasar seni Gabusan. artikel. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. FKY. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. . Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR.

grafiti. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. tanggapan. seperti masalah internet. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . dan BIKAR. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. antara dua sampai lima kalimat. prestasi. Dari sembilan majalah. (2) UAN.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. dan sindiran singkat. (3) adaptasi bagi siswa baru. seperti tampak pada diagram berikut. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. global warming.“JB On The Spot”. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. dan sebagainya. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. PELITA. film. d. Dari 12 artikel.

Dari segi isi. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. e.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Keistimewaannya. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. yaitu kesejahteraan bersama. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. lemari pakaian.co. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. dan alumni. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. pendamping. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. seperti tampak pada diagram berikut. dan laci dapur.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . rak kamar mandi. seperti kasus illegal loging (2007: 3). Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. bazar. yaitu mengenai hidup sehat. sumbangan. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat.

MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. teknologi. percintaan. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. . kartun. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. kekeluargaan. cerpen.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. persahabatan. dan masalah kemanusiaan. dan cerbung. 28 Oktober – 1 November 2008. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful