Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

trus setelah itu membuat proposal. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Intinya. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Berdasar informasi tersebut. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. semoga ini bisa membantu.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. Nah. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. Namanya tim. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). Melihat kerja redaksi di atas. kamu perlu nyiapin pasukan. Bagusnya. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik .

baiknya. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. agama. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. dan lain sebagainya. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. liputan kegiatan luar sekolah. Sebaiknya. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. antara reporter dan redaksi non-liputan. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. terlalu muda). ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. font hilang. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. tahu sopan santun. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. Walaupun demikian. Agar lebih jelas.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. dan semacamnya. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. Untuk kerja reporter. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Dalam praktiknya. dan sebagainya. opini. agak repot ‘membawahkan’ reporter. Soalnya. bersemangat. diberi header/footer atau tidak. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. dan sebagainya. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Dalam jurnalisme umum. teman kita yang . kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. ia bertanggung jawab mencari. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. Sebenarnya. gambar geser. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. Misal. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. missal: bahasan utama atau tema utama. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. termasuk masalah tata tulis. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. wawancara. rubric iptek. optimis.tahu. kiat. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah.

Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. kalo demikian. layout tanggal 21-22. masuk percetakan 23-24. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). Tentukan jadwal. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. . Misalnya. Kru Opsional Selain kru utama di atas. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. Freehand. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Nah. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. perlu dibentuk tim tersendiri. Photoshop. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. membahas rencana isi masel atau bulletin. koreksi. Untuk menangani iklan dengan baik. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. Selain illustrator. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. Dengan alur kerja seperti itu. deadline tanggal 20. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. CorelDraw. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. ia tetap harus punya sense of art. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. boleh juga tidak. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. bisa melalui wawancara atau studi literature). artistic.

Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. jabatan apa dipegang oleh siapa. IKLAN . motivasi. Nama rubrik tidak harus lugas. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. nama ini juga masalah sensitive. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. ya. Jangan lupa. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. tapi juga deskripsi rubric tersebut. semangat. dan sebagainya. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. antara siswa dan guru. antara siswa dan alumni. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. Anggaran Ini penting. Misal saja. dll. Oh. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Soalnya. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. tebalnya. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. juga sekali terbit berapa eksemplar. Nggak boleh berkonotasi negative. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. Tidak hanya namanya saja. halaman warna berapa persen. jenis kertas kovernya. biasanya setahun. jilid pake lem atau benang atau stapler. Terus. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. posisinya tegak atau landscape. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. dsb. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. waktu penerbitannya kapan. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. dan antara itu semua. Tulis juga masa jabatannya. jenis kertas isinya. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. bisa saja: saintika. Misal rubric Iptek.

Dalam praktiknya. hendaknya dipilih kru . Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. rubrik iptek. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. baiknya. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. antara reporter dan redaksi non-liputan. jangan sampek iklannya rokok misalnya. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. liputan kegiatan luar sekolah.wordpress. Agar lebih jelas. pasang dulu iklan pancingan. agak repot ‘membawahkan’ reporter. Misal.huzaifah. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. gratis dulu bila perlu. www. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. www.irvansyaiban. misal bahasan utama atau tema utama. surat kesepakatan. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. Untuk kerja reporter. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. dan sebagainya. wawancara. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah.org. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Walaupun demikian. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. opini. Untuk mencari iklan. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. dan semacamnya. ia bertanggung jawab mencari. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. kiat. agama.

Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. dan sebagainya. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. Selain illustrator. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Nah. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. diberi header/footer atau tidak. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. jika kamu tidak mau repot-repot. boleh juga tidak. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. optimis. font hilang. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. terlalu muda). Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. dan lain sebagainya. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Dalam jurnalis umum. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. gambar geser. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. perlu dibentuk tim tersendiri. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. bersemangat. Freehand. CorelDraw. Untuk menangani iklan dengan baik. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Soalnya. Photoshop.redaksi yang berani. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. ia tetap harus punya sense of art. tahu sopan santun. kalo demikian.dll. Sebaiknya.

” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik.” Tapi intinya.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru. Tulisannya biasanya panjang. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism. menulis .Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme.

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik.Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. menulis . mulai dari sekedar hobi. Sebuah Energi Tulisan June 20. menulis dianggap membosankan. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. disukai atau dinikmati orang lain. Alasannya pasti beragam. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca.

menulis merupakan energi. Menulis dengan hati. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . Menulis bukan sekedar menyampaikan ide.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. tertanam di hati dan menjadi energi hati. Lalu darimana datangnya energi menulis. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Faktanya. Lebih dari itu. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya.

gairah. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Jurnalistik. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. Ini dapat dipahami. Jurnalistik. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. resensi . Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24.

buku ini mengatakan. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. pemulisan ejaan dll. Pernah ada satu kejadian. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat.500. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. Akhirnya dikirimkan ke media . Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. hasilnya sama. tulisan itu akan jadi berapa halaman. Misalnya. Yang lebih penting lagi.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Jangan pernah pikirkan. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. tata bahasa. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. 22. tapi juga karena penampilan yang imut. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. Telah banyak kejadian tentang itu. Merujuk pada judulnya. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. kapan selesainya. Dari semua hal tersebut. di tolak juga. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai.-. tidak ada tulisan yang jelek. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari.

seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. 03. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Namun isinya berbeda. Kaya materiil. 02. termasuk penulis. Jadi selain masalah selera. Ingat. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. 04. Syaratnya mudah. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. hasil tulisan pasti akan berbeda. 09. Ide boleh sama. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. mau mengolahnya atau tidak. Jadi? Segeralah menulis. 05. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. moril dan harga diri. 08. Semua tergantung kita. . Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. Gampangkan? 07. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. katakan dengan tulisan. 06. 10. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. hasilnya tak akan sama. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda.

Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. (3) memberikan hiburan. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. (2) memberikan pendidikan. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. kirimkan ke media lain. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. Peluang akan datang di saat yang tepat. dua puluh. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. sebagaimana halnya sebuah institusi. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. Kirimkan lagi. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. Ubah jika memang ada permintaan. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. terdapat pembagian tugas yang jelas. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. kedua: senantiasa bersikap waspada. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. kelima: akal yang panjang. Sepuluh. dan peminatnya pun cukup banyak pula. keempat peduli terhadap masyarakat. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. Pengertian Berita .Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. Kirim dan kirim. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu.

berita terdiri dari straight news dan features. press release/press conference dan statement of informan. dan Review/Resensi/Kritik. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. kolom. Editorial (Tajuk Rencana). Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. resensi. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. Artikel Opini. News Analysis (Analisis Berita). Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. jelas dan ringkas. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. mulai dari bright sampai enterprise story. bagi khalayak. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). tetapi dalam kenyataannya. aritkel opini. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. komentar berita. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. lengkap. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). Features terdiri dari beberapa macam. Dalam media cetak. analisis berita. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. antara lain harus akurat. seimbang. . yaitu secara impresif dan autoritatif. riset kepustakaan.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. pojok dan kolom. objektif. Straight news dari soft news dan hard news. Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. News Commentary (Komentar Berita). observasi. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria.

penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 7. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. menerbitkan majalah sekolah. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. melakukan kegiatan kepewaraan. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. sasaran. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 4. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. 8. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. 10. kepewaraan dan pidato. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. menyelenggarakan drama radio. fungsi. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut. 2. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. tujuan. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. 5. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). 11. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber.Press Conference. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. hargailah hak-hak narasumber. 9. menerbitkan majalah dinding. 3. 6. melakukan kegiatan pidato. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat.

penyuntingan bahasa. kepewaraan. referensial. dan drama panggung. apresiasi cerpen. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. memproduksi. heuristik. estetik. (c) alat edukatif. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. (b) alat berkomunikasi. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. apresiasi cerpen. misalnya majalah sekolah. psikomotor (keterampilan). mengkaji. dan (4) pemakai bahasa . dan afektif (sikap). penyuntingan. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. Selain itu. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. jiwa mandiri. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. drama radio. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. (3) penutur asli bahasa Indonesia. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi.tersebut. dan drama panggung. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. Secara garis besar. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. dan pidato. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). kepewaraan. dan pidato. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. majalah dinding. drama radio. dan kreatif. majalah dinding. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. regulatori.

pengayaan. (b) beragam. kepala sekolah. Jurnalistik Masa Kini. M. dan kondisi peserta. kebutuhan. (6) apresiasi puisi. Maidar G. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. (1988). (1995). dan hangat. terbuka. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . Anwar. (3) penyuntingan bahasa. Habib. (2) majalah dinding. percepatan sesuai dengan potensi. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. perkembangan. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. pegawai sekolah. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. maupun masyarakat pada umumnya.S. (8) drama radio. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. Malang: FPBS. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. sumber belajar dan teknologi yang memadai. akrab. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. Dja’far G. (e) belajar sepanjang hayat. IKIP Malang. dan Mukti U. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. dan seni. Arsjad. (1984). Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Rosihan. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. (4) kepewaraan. guru. Bari. Jakarta: Ghalia Indonesia. dan (9) drama panggung. (5) pidato. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. tahap perkembangan. Jakarta: Paradnya Paramita. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. (1984). Jakarta: Erlangga. (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. teknologi. (7) apresiasi cerpen. Assegaf. (1991).Indonesia sebagai bahasa asing.

dkk. A. (2005). (2004). Apresiasi Kesusastraan. Henry Guntur. Semi. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. (1988).). MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. Teori Berbicara. berita foto. (1991). Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. (2003). Pengantar Ilmu Sastra. dan (3) iklan (advertising). M. Jakarta: Gramedia. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Depdiknas. Yogyakarta: Cinta Pena. (2005). Kridalaksana. (1996). Ater.V. Jakarta: Pustaka Jaya.Pengetahuan Praktis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Dipodjojo. Feature. Basuni. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Gramedia. Asdi S. berita suasana ber¬warna. (1982). Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Bandung: Mengantara. Ishwara. (1993). Haris. Surabaya: Kartika. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). Bandung: Angkasa. IKIP Malang. Surabaya: Unesa University Press. Ermanto. (1995). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. (1984). Luxemburg. . Depdiknas. Tarigan. Jakarta: Balai Pustaka. Kisyani-Laksono. Yogyakarta: PD Lukman. FPBS. Sumardjo.M. Siswanto. Harimurti (Ed. Malang: JPBSI. (1984). Komunikasi Lisan. (1999). Ach. Teeuw. Jakob dan Saini K. Wahyudi dan Roekhan. (2) opini (views). dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Jakarta: Gramedia. Luwi. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. J. Sumadiria.

Ketiga. teras (lead). ringan. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. dan humor. Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. informatif. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. singkat. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. segar. dan menghibur. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. artikel. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Kegiatan Belajar 3: . Struktur berita terdiri atas judul (headline). Keenam. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. (d) struktur tulisan. aktual. menarik. jelas. subjektivitas. dan berita penyelidikan. sejarah. memengaruhi dan meyakinkan. perjalanan. penting/ternama. kabar. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. pojok. berita penafsiran. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. dan ejaan. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. ka¬dang kadang subjektif. kemanusiawian. wartawan. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. karikatur. atau menghibur pembaca. Kelima. dan tubuh berita (body). Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. maupun kepada redaktur. berita mendalam. Ketujuh. meng¬utamakan kalimat aktif. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). dan surat pembaca. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. santai. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. petunjuk. atau kontroversial. Struktur feature terdiri atas judul (headline). jernih. Jenis feature itu adalah feature human interes. artikel menyajikan gagasan yang menarik. Kedua. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. laporan di dalam majalah sekolah. keluarbiasaan. biografi. padat. aktual. Feature disajikan secara kreatif. singkat.berita menyeluruh. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. teknis. kemajuan/kebaruan. menghibur. (c) sumber berita. (b) urutan peristiwa. Feature. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. demokratis. bahasa. dan ilmiah. Keempat. Kedelapan. kolom. dan populer. dan tubuh berita (body). pertentangan/komplek. teras (lead). dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. jarak. Pertama. akibat/dampak.

Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. “Aktivitas Pramuka. baik dari segi pengetahuan. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Dennisa dan Merriam. dan urutannya. Basuni. Surabaya: Kartika. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. (2005). dewan redaksi. redaksi pelaksana. Lomba Poster” dalam Vagazine. Yogyakarta: Cinta Pena. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Redaktur adalah orang yang menangani. Edisi 2 Tahun I. (2004). Cox. (2003). 2005. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. gambar. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. Boston: Allyn and Bacon. Assegaf. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pengatakan artinya proses. warna. Depdiknas. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Kaifa. keterampilan. organizing (pengorganisasian). Sebagai istilah. Edisi III Juni 2006. Bobbi dan Hernacki. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. maupun sikap. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. pembuatan. Carole. Selain itu. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. pengaturan. Rosihan.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Jurnalistik Masa Kini. controlling (pengendalian) majalah sekolah. DePorter. Jakarta: Depdiknas. cara mengatak. (1984). actuating (pelaksanaan). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. urutan. (2003). Dja’far G. pembuatan. (1999). Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Mike. (2005). jenis huruf. Ach. dan redaktur majalah sekolah. memilih. Ermanto. Quantum Learning. latar. Jakarta: Paradnya Paramita. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. (2006). Dian. pembina. . Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. (1991).

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. dan (3) penutup. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. talk-show. Berdasarkan sifatnya. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. dalam acara tv. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. Dalam acara tidak resmi. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Sumadiria. Dendy. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. Sindhunata. Atar. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. Sugono. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Berdasarkan jenis acaranya. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. (2006). pemandu debat. dan (3) jenis acaranya. Berdasarkan waktunya. (2005). (1989). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kegiatan Belajar 2: . Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. (6) mengetahui cara tampil. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. dan strukturnya. Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. Syarat itu adalah (1) mau belajar. perkawinan. (3) belajar. 2005. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. (2) motivasi. (2005). Teknik Menulis Berita dan Feature. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. dan (4) lingkungan. Sugihastuti. Secara umum. Editor Bahasa. Karima. Semi. (2) waktunya.Depdiknas. Edisi 2 Tahun I. Ada bermacam-macam kepewaraan. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. Dalam acara resmi. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. (2) ingin selalu maju. Haris. serta (7) mempunyai sifar humor. Berbahasa Indonesia dengan Benar. antaracara tv. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. (2) inti. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. (1995). Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Jakarta: Priastu. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Bandung: Mengantara. M.

(3) memilih topik. OHP. (4) waktu berpidato. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. (2) isi. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. Maidar G. Pada bagian ini. suasana. perlu persiapan. (b) ucapan penghormatan. alat peraga seperti tayangan. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. tempat. Waktu. dan (4) metode menghafal. (5) mengatasi kecemasan. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. M. dan Mukti U. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. dan persiapan teknis. (6) menguraikan pidato. Jakarta: Erlangga. (3) memahami proses komunikasi massa.S. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. dan (7) berlatih. (4) membuat kerangka. atau membawa perangkat lainnya). dan (4) pidato tidak langsung. (2) pidato tidak resmi. (5) tempat berpidato. (5) mengumpulkan bahan. Bari. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. (7) media pidato. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. (6) suasana berpidato. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. pelantang. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. (3) pendengar. Unsur pidato adalah (1) pembicara. (b) permintaan maaf. gagasan. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. Habib. (2) mempelajari pendengar dan situasi. (1995). podium. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. (3) pidato langsung. dan (3) penutup. (2) pesan. Jakarta: Gramedia . informasi. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Ada berbagai jenis pidato. peralatan (naskah. Sebelum berpidato. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. atau komputer). Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. (3) metode membaca naskah. Pembukaan (a) salam pembuka. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. psikologis. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. dan (c) salam penutup. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. model.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. (1988). Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato.

MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. pengumuman lomba. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. perlu dipersiapkan laporan. kain rentang atau baliho. hak dan kewajiban peserta. (1991). dokumentasi. dan biaya tidak terduga. surat koordinasi panitia. deklamasi puisi. puisi yang dilombakan. Tarigan. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. waktu perlombaan. hadiah. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. penentuan peserta. (1999). penentuan juri. Teori Berbicara. lomba. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. dokumentasi. atau musikalisasi puisi. sistem dan kriteria penilaian. Surabaya: Unesa University Press. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . (3) sarana. proposal kegiatan. surat kepada undangan. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. keamanan. (1993). Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Bandung:Angkasa.Dipodjojo. Kisyani-Laksono. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. Harimurti (Ed. (2) administrasi. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Kridalaksana. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Henry Guntur. sekretaris. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. Asdi S. kesekretariatan. bendahara. Surabaya: Mekar. hubungan masyarakat. Gorys. Setelah perlombaan. dan (4) biaya. administrasi. dan bidang-bidang. Komunikasi Lisan. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. Keraf.). Ende: Nusa Indah. surat kepada peserta. (1980). Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. surat kepada juri. Jakarta: Balai Pustaka. dramatisasi puisi. honorarium juri dan panitia. hak dan kewajiban juri. Sulchan. tata tertib lomba. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. konsumsi. sistem lomba dan pemenangnya. (1996). Yasin. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Komposisi. Yogyakarta: PD Lukman. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. (1982).

IKIP Malang. (1984). hubungan masyarakat. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Sudjiman. Luxemburg. Keempat. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. dan bidang-bidang. Ketiga. Ketiga. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Keempat. mengetahui jenis kompetisi.digariskan dalam perencanaannya. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Malang: FPBS. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Rachmat D. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. (2) administrasi. Malang: JPBSI. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. lomba. Pertama. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. J. (1987). Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Pengkajian Puisi. (1988). dan dokumentasi. Kedua. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Jakarta: Gramedia. kesekretariatan. hubungan masyarakat. mengetahui jenis kompetisi. dokumentasi. Panuti. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Pengantar I1mu Sastra. Kedua. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Memahami Cerita Rekaan. FPBS. lomba. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. . Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. IKIP Malang. Siswanto. (1991). penentuan peserta. Pertama. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. kesekretariatan. sekretaris. dkk. (3) sarana. penentuan juri. (1984). bendahara. Jakarta: Pustaka Jaya. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. dan dokumentasi.V. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. dan (4) biaya. Wahyudi dan Roekhan. kesekretariatan. lomba. Pradopo. hubungan masyarakat.

(7) media belajar dan sumber belajar. monolog. dan penutup.Sumardjo. (1988). dialog. (1990). penata elektronik. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca.kebudayaan. Pustaka Jaya. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Jakarta: Gramedia. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. Teori Kesusastraan (terj. dan (3) unsur teks drama. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. bukan untuk dipentaskan. (1987). Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. inti. (b) . Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. dan percakapan. sutradara. (4) mengembangkan imajinasi. (1989). MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. Dengan penyelenggaraan drama radio. Zoest. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. yakni tokoh. dan tema atau nilai. dan penjelasan narator. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . Waluyo. Unsur-unsur teks drama. (3) pelaksanaan. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. dan (4) evaluasi. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. Jakarta: Erlangga. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. (2) pelatihan. (5) mengembangkan perasaan (humor. Jakarta: Intermasa. simpati dan empati). mental pemain harus dipersiapkan. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. watak dan penokohan. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. pemain. Secara umum. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. dan penata musik. Apresiasi Kesusastraan. Melani Budianta). (2) unsur pertunjukan.M. Jakarta. keindahan. Teeuw. Jakob dan Saini K. latar. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. sutradara. epilog. Rene dan Austin Warren. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. Herman J. Aart van. gaya bahasa. tetapi dibentuk oleh prolog. (1984). (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. dan pemain. karakterisasi. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. A. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Wellek. Jakarta: Gramedia. Teori dan Apresiasi Puisi. peristiwa.

dan berdoa. kalimat. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. keindahan. dialog. dan olah imajinasi. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. olah suara. seni rupa. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. inti. dan seni musik. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. (2) pertunjukan. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama.olah suara. dan (c) olah imajinasi. tata artistik. (4) evaluasi. busana. berlatih gerak tubuh. Di sisi lain. pemain. (4) mengembangkan imajinasi. pembisik. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. lampu. dan penutup. peristiwa. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. (7) media belajar dan sumber belajar. pemain. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. sutradara. watak dan penokohan. dan penyusunan buku kerja. mental pemain harus dipersiapkan. seni gerak. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. simpati dan empati). dan gerak. diskusi. olah tubuh. busana. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. Kegiatan penutup berupa penenangan. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. gaya bahasa. has. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. (3) olah imajinasi. (2) pelatihan. rias. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. . dialog. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. karakterisasi. (8) media hiburan. (3) pelaksanaan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. berlatih ekspresi. penata (panggung. penata (panggung. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. (2) olah tubuh. dan musik). sutradara. Dengan penyelenggaraan drama panggung. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. lampu. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). dan (3) teks drama. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. latar (setting). (9) melestarikan kebudayaan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. dan tema atau nilai. (5) mengembangkan perasaan (humor. yaitu campuran antara seni sastra. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja.

Konstantin.). (1984). editor.). and the rubrics dealing with youth lives (musics. art.).V. code mix. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Wahyudi dan Roekhan. Jakob dan Saini K. FPBS. school magazine. AIDS. sickness. The identities of the homogenious readers produce greetings. talk show. national commemoration. dkk. Sumardjo. J.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. etc. talk show with the teachers or head masters. Jakarta: Gramedia. the infinite forms to express intimacy. Mengingat majalah sekolah . humours. etc. Pengantar Teori Sastra. Malang: FPBS. Jakarta: Pustaka Jaya. etc. natioal exam. and news). The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Satanislavski. editors. Jakarta: Pustaka Jaya. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. religious reflection. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. IKIP Malang. Apresiasi Kesusastraan. Malang: JPBSI. conjunction. to those in the world (global warming. youth.M. (1984). city master plan. sports. the profiles of the teachers and students. Siswanto. language. 1. (1984). Luxemburg. Teeuw. interjections. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. (1980). etc.) Key words: content. and familiarity. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. (1991). Jakarta: Gramedia. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. A. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). in the state (education. article. in the region (graffiti. illigal logging. rules. (1988). superlatives. IKIP Malang. negation.

Driyarkara. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. 2. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. yang tentu akan membawa ide-ide baru. pemikiran. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Dalam tulisan ini. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. dkk. 2006: xxiii-xxiv). Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. dsb. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Suara Merdeka Anak. ke belakang. dan.menuntut penanganan khusus. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. Gaul. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Bobo. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. ke kanan) waktu berjalan’.. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Ketiga . Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. bekas langkah’. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. ke kiri. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. dan lain-lain. “Para awak baru. Oleh karena itu. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Aneka. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis.

bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. 2006: 96). periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. tindak tanduk. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Dalam pandangan Piaget. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Lebih lanjut beliau mengemukakan. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. sedangkan sebagai proses kegiatan. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . 2006: 93-4). membuat pilihan. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. buat selama hidupnya (Tauchid. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. khususnya pada tingkat SMA. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. bagian’. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja.‘sikap. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Seperti kita ketahui. Keempat ‘tahap. 3. inipun amat penting pula.)’ (2002: 201). Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. perbuatan’. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. gagasan. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. perasaan. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. 2004: 446). kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Sebagai hasil kegiatan. Ihwal perkembangan masa remaja. dsb.

Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. emosional. d. sosial. dan moral. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. olahragawan. dan kehamilan sebelum menikah. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. e. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Oleh karena itu. dan emosional. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. tokoh politik. sosioemosional. dan sebagainya. a. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. remaja mulai meminati masalah seksual. seperti bintang film. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. moral. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. dan masalah-masalah remaja. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. b. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. kognitif. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. pengajaran di SMP dan SMA. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. dirasakan. intelektual. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. . Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Oleh karena itu. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. c. sosial.meliputi perkembangan fisik. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. gangguan emosi. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. hukum. dan fisiknya. dan dilakukan. sosial.

majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. yang dapat disebut langgam atau gaya. a. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. . pokok persoalan yang hendak disampaikannya. yaitu: (1) daerah. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah.4. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Ragam ini. (2) pendidikan. oleh umur dan kedudukan yang disapa. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Suara Aquila. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Bertumpu pada pandangan di atas. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. Surat Redaksi. seperti tampak pada contoh berikut. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. 1) Hiiii. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. yaitu Salam Redaksi. seperti tampak pada uraian berikut. cara penulisan kata. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Kata Qta. atapnya bocor. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. interjeksi. membuat majalah itu nggak gampang. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. Sikapnya itu dipengaruhi. dan (3) sikap penutur (1980: 17). Dari Redaksi. antara lain.

puji Tuhan. ini akhirnya terbit juga. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. seperti kata tak. dan onomatope hiks hiks. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. sekarang tinggal 8 orang. nggak. bersua. aja. gampang. Delayoters. kerasa. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. naah. Konsulidasi.. keren. nunggu. kalo. seperti tampak pada contoh 5) berikut. jumpa. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. dan udah. dah. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke.. dan Hai Sobat Pelita. Komunikasi.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. udah lulus. neh. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. Pelita edisi ke-13 kali ini. kali ini Mesra ngambil tema.. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. Cara lain menggunakan interjeksi. Guys.. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. udah. Hi Friends. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. “Evolusi”. setu. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban.. dunk. kalo. lega. dan menggairahkan.. seperti kata oke. dan kamu-kamu. . Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. Kamu-kamu pasti tahu. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. seperti Hiiii. Soalnya. so... bubar. Mesra terbit juga. lamaaaa. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya.. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. dan sedikit bergerilya. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran... banget.. kan.

8). kerja keras dan kemauan team redaksi. 5 bulan terakhir. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. Oleh karena itu.Ketersibukan. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. 7). Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Wb. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. tanggal terbit yang baru. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. thanks banget.. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. 6). Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. seperti content. dan thanks to the whole team. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Selanjutnya. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Wb. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. tetapi dengan kemauan. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. Januari. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020.

• Ditebelin. coz ntar jadi jelek. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . MESRA. atas tanggapannya…. Untuk masalah foto. tetap jaga kekompakan.D. ya!!! Trus. BIKAR. yaitu MABOSA. Jika motret artis tolong yang jelas donk. dan Bullpakç.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. Cas Cis Cus. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA.. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. seperti tampak pada contoh berikut. buat pemimpin-pemimpin sekolah. puisi. okey?! (BIKAR). ya!! (MESRA: 53). Contohnya. Setelah saya membaca cukup lumayan. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada.. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. guys! qta bakal lu2s bareng.. dong. misalnya cerpen. de el el. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Skali-kali memakai kertas berwarna. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. kursi kantin. Jangan kaya kemaren.kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. jangan blawur-blawur. kelas-kelasnya dipasangai AC. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. 1) Jangan Blawur donk Wah. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”.. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). Giancinta B. gamelan. b. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII.

guys. Perlu temen-temen ketahui. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan.. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. qta. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca.Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. ntar. dikomplitin. nggak. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. buat. Penggunaan interjeksi wah. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. . contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. Eksklusif Wawancara. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. Yang Utama. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. dan harapan. dan lu2s. Liputan. Penggunaan kata tidak baku kalo. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. coz. sindiran mengenai kejanggalan. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. dan Headline. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. 3). Contoh 2). blawur-blawur. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. de el el. I Luv You.. dan ngecewain. mbuat.. dong. Dari sisi bahasa. c. Untuk menghargai kerja keras itu.. seperti terlihat pada uraian berikut. kan. Nah. Maka dari itu. Redaksi memberikan honor yang setimpal. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. lho. ditebelin. Laput. kemaren. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. skalikali. adain. 1) Jadi. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Liputan Utama.. donk. biar. seperti penggunaan interjeksi thanks. untuk masalah kualitas. Oleh karena itu.. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan.

selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Fauzi Baadilah. 2007:17). “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. Glen Fredly. Miss Universe 2005. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. karakter atau pribadi. Wingky Wiryawan. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. Karena kita hidup itu perlu berkembang. Berdasarkan fenomena di atas. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Contoh 1a). wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Delon. Perlu teman-teman ketahui. Club eighties. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. dan lain-lain. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. tren itu saya rasa perlu ya. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. yaitu dah dan nggak. seperti yang dia katakan. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. perilaku yang sudah bagus harus berubah.

Ir. 2a) Euphoria ini. aja. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. suster. Kartini. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. dokter. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7).. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. seperti tampak pada uraian berikut.A. aja. kan. dll. so . Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. Sukarno. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. So. Christina Marta Tiahahu. yuuk. sapaan langsung. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. 2b) Duh. yup. tapi gak apa-apa juga kan. (BIKAR: 2). 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). negator. Oleh karena itu. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. langsung aja ya. ya. loh. guru. wuih. Ibu. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII.tinggi. khususnya interjeksi. pemadam kebakaran. sih. superlatif.. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. (MESRA: 12). DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. super rame. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. nah.

tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. sosioemosional. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. yaitu EKSIS. 4 Negator nggak. dan masalahmasalah remaja. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. pengajaran di SMP dan SMA. seperti tampak pada diagram berikut. ra. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . editorial dan topik utama. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. a. rame. Cas Cis Cus. kognitif. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. hay 3 Superlatif banget. heboh. Empat majalah lainnya. gimana. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. hay girl. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. cetha. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. 2007). Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. abis.2 Sapaan sobat. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. Aquila. 5.M (XI IPS 3). 7 Bentuk tidakbaku konyol. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. buat 6 Campur kode and. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. dan beberapa rubrik yang ada. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. Ihwal isi. nampilin. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. gak 5 Konjungsi tapi.

Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. EKSIS. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br.. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS.. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1.3. mulai persoalan internal sekolah. Sajian pada MABOSA dan Progresif. Ada Bahasa dalam Teknologi”. regional. Aquila. seni. dan penerapan KTSP. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah.. Cas Cis Cus. Progresif. “Warna Hidup”.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. b. pendidikan. dan Bullpakç. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib . Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. kesehatan. “Tentang Cinta”. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. “Ada Teknologi Bahasa. Aquila. “Bahasa Cinta Dunia”. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. dan nasional. pergaulan. seperti tampak pada diagram berikut.2. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. Cas Cis Cus. EKSIS. dan humaniora.

Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. dan keterampilan khusus. oleh karena . Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Berita intern sekolah. pengamen. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. berupa prestasi dalam bidang olah raga.kurang beruntung. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. prestasi yang dicapai oleh sekolah. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. pasar seni Gabusan. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. FKY. rumah makan.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. seni. gelandangan. c. siswa. akademik. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. Bastian. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. orang yang mengalami cacat fisik. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. guru. dan sebagainya. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. yaitu St. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. seperti pengemis. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut.

artikel. antara dua sampai lima kalimat. OSIS baru. “JB On The Spot”. atau aspek kehidupan” (2008: 66). tahun 1997. dan sebagainya. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature.itu. (2) UAN. global warming. pesawat tempur.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. tidak ada kemasan berita. grafiti. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. seperti masalah internet. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). dan profil tokoh. dan sindiran singkat. keadaan. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. “Cerita feature adalah artikel kreatif. “Warna Hidup”. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. prestasi. seperti tampak pada diagram berikut. (3) adaptasi bagi siswa baru. (4) . kadang-kadang subjektif. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. film. d. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Dari sembilan majalah. tanggapan. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”.

partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika.co. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. yaitu kesejahteraan bersama. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. seperti kasus illegal loging (2007: 3). Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. dan BIKAR. pendamping.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. dan alumni. Keistimewaannya. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. dan kutipan sumber lain 1 artikel. PELITA.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Dari 12 artikel. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. Dari segi isi.

dan masalah kemanusiaan. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. bazar. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . rak kamar mandi. lemari pakaian. yaitu mengenai hidup sehat. 28 Oktober – 1 November 2008. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. kartun.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. sumbangan. dan laci dapur. teknologi. dan cerbung. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. percintaan. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. e. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. seperti tampak pada diagram berikut. cerpen.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. persahabatan. kekeluargaan. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut.

the profiles of the teachers and students. talk show with the teachers or head masters. dan lain-lain. Gaul. the infinite forms to express intimacy. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. etc. school magazine. religious reflection. sports.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. language. superlatives. Driyarkara. illigal logging. youth. Suara Merdeka Anak. negation. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. and familiarity. talk show. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. rules.) Key words: content. etc. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Bobo. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. AIDS. The identities of the homogenious readers produce greetings. sickness. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. in the state (education. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. city master plan. editor. art. Aneka. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. 1. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. national commemoration. natioal exam. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. dan. and news). editors. Oleh karena itu. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. pemikiran.). code mix.). Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. in the region (graffiti.). to those in the world (global warming. humours. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. and the rubrics dealing with youth lives (musics. yang tentu akan membawa ide-ide baru. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). article. “Para awak baru. interjections. conjunction. etc. etc.

Ketiga ‘sikap. dsb. bagian’. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Sebagai hasil kegiatan. perbuatan’. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian.Mahatinggi’ (Sudiarja. ke belakang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. perasaan. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. 3. 2006: xxiii-xxiv). kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun.)’ (2002: 201). Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Keempat ‘tahap. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Masa puber atau permulaan remaja . ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. khususnya pada tingkat SMA. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. gagasan.. ke kiri. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. tindak tanduk. dsb. Dalam tulisan ini. dkk. ke kanan) waktu berjalan’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. sedangkan sebagai proses kegiatan. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. bekas langkah’. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. 2. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut.

Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. Ihwal perkembangan masa remaja. membuat pilihan. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. buat selama hidupnya (Tauchid. kognitif. Seperti kita ketahui. sosial. moral. dan masalah-masalah remaja. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. a. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Lebih lanjut beliau mengemukakan. dan dilakukan. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. sosioemosional. remaja mulai meminati masalah seksual. pengajaran di SMP dan SMA. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. 2006: 96). 2006: 93-4). Dalam ilmu pendidikan diterangkan. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. dirasakan. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. inipun amat penting pula. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. c. emosional. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Oleh karena itu. Dalam pandangan Piaget. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. dan fisiknya. Kondisi . b. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. 2004: 446). Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas.

dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. d. sosial. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. (2) pendidikan. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. seperti tampak pada . dan (3) sikap penutur (1980: 17). penyalahgunaan obat bius dan alkohol.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. yaitu: (1) daerah. Ragam ini. hukum. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. antara lain. dan emosional. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. Sikapnya itu dipengaruhi. seperti bintang film. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. Oleh karena itu. e. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. 4. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. dan kehamilan sebelum menikah. dan sebagainya. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. cara penulisan kata. tokoh politik. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. gangguan emosi. intelektual. oleh umur dan kedudukan yang disapa. yang dapat disebut langgam atau gaya. olahragawan. sosial. dan moral. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. Bertumpu pada pandangan di atas. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi.

ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. atapnya bocor. Pelita edisi ke-13 kali ini. Kata Qta. dan onomatope hiks hiks. seperti Hiiii. neh. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. seperti kata tak. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends.uraian berikut. dunk. lamaaaa. 1) Hiiii. nunggu. Hal tersebut sebagai salah satu cara . interjeksi. banget. ini akhirnya terbit juga. dan Hai Sobat Pelita. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. Guys. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Delayoters. Kamu-kamu pasti tahu. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. udah. Hi Friends. a. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. jumpa. bersua. dan kamu-kamu. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. seperti tampak pada contoh berikut. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. puji Tuhan. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. nggak. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. Surat Redaksi. kalo. kan. naah. so. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. keren. kerasa. Suara Aquila. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. Dari Redaksi. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. setu. gampang. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. yaitu Salam Redaksi. membuat majalah itu nggak gampang.

udah lulus. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets.. tanggal terbit yang baru. bubar. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita.. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. Mesra terbit juga. kalo. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan.. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca.. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. dan udah. 5 bulan terakhir. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. dan menggairahkan. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang.. seperti tampak pada contoh 5) berikut. Konsulidasi. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. sekarang tinggal 8 orang.menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. dah.. seperti kata oke. Soalnya. Ketersibukan... lega.. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. tetapi dengan kemauan.. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr.. kali ini Mesra ngambil tema. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. dan sedikit bergerilya.. Wb. Komunikasi. kerja keras dan kemauan team redaksi. “Evolusi”.. Cara lain menggunakan interjeksi. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). aja. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Januari.

dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Skali-kali memakai kertas berwarna. 1) Jangan Blawur donk Wah. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. 7). MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. MESRA. seperti tampak pada contoh berikut. seperti content. b.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. BIKAR. Wb. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. thanks banget. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. Jika motret artis tolong yang jelas donk.. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. Untuk masalah foto.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. dan Bullpakç. Oleh karena itu. 8). coz ntar jadi jelek. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Setelah saya membaca cukup lumayan. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. Giancinta B. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Selanjutnya. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. jangan blawur-blawur. atas tanggapannya…. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. Cas Cis Cus. dan thanks to the whole team. 6). yaitu MABOSA. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. kita . Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini.D. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis.. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”.

yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. skalikali. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. coz. ntar. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). ecek2 dan tanggapan redaksi yang . Perlu temen-temen ketahui. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. Redaksi memberikan honor yang setimpal. puisi. nggak. Contohnya. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. okey?! (BIKAR). Penggunaan kata tidak baku kalo. dong. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik.. Nah. Maka dari itu. ya!! (MESRA: 53). Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. ya!!! Trus.. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik.. dan ngecewain. • Ditebelin. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. buat pemimpin-pemimpin sekolah. blawur-blawur. Untuk menghargai kerja keras itu. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. gamelan. kursi kantin.. misalnya cerpen.. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). untuk masalah kualitas. Jangan kaya kemaren. mbuat. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. donk. seperti penggunaan interjeksi thanks. tetap jaga kekompakan. guys! qta bakal lu2s bareng. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja.. Penggunaan interjeksi wah. kelas-kelasnya dipasangai AC. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. de el el. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç.janji kita bakalan lebih bagus lagi. kemaren. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar.

Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. Contoh 2). Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. ditebelin. seperti terlihat pada uraian berikut. Liputan Utama. Liputan. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Dari sisi bahasa. Karena kita hidup itu perlu berkembang. 3). tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. qta. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. 1) Jadi. tren itu saya rasa perlu ya.. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Yang Utama. sindiran mengenai kejanggalan. biar. kan. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. buat. c. Eksklusif Wawancara. dan harapan. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. dikomplitin. adain. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). lho. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. de el el. I Luv You.. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. guys. perilaku yang sudah bagus harus berubah.menggunakan kata tidak baku ngga’. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. Laput. Oleh karena itu. dong. karakter atau pribadi. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. dan lu2s. dan Headline. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku.

Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. Glen Fredly. 2a) Euphoria ini. tapi gak apa-apa juga kan. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). negator. Miss Universe 2005. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. superlatif. Delon. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. seperti tampak pada uraian berikut. seperti yang dia katakan. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. langsung aja ya. khususnya interjeksi. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). dan lain-lain.kode ke bahasa Inggris God bless you. Oleh karena itu. yaitu dah dan nggak. Perlu teman-teman ketahui. Contoh 1a). Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Wingky Wiryawan. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. 2007:17). sapaan langsung. Berdasarkan fenomena di atas. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. super rame. Club eighties. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). 2b) Duh. Fauzi Baadilah.

jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . loh. hay girl. ya. 7 Bentuk tidakbaku konyol.. suster. nah. Ihwal isi.sekarang ini? Menurut saya. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. Empat majalah lainnya. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. sih. gak 5 Konjungsi tapi.A. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. yup. kognitif. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. pengajaran di SMP dan SMA. pemadam kebakaran. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. sosioemosional. kan. (MESRA: 12). yuuk. Aquila. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. (BIKAR: 2).. dan masalahmasalah remaja. dokter. Ibu. hay 3 Superlatif banget. gimana. abis. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Ir. wuih. aja. cetha. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. guru. Sukarno. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. heboh. buat 6 Campur kode and. 5. Kartini. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. 4 Negator nggak. So. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. ra. Christina Marta Tiahahu. dll. aja. rame. so 2 Sapaan sobat. Cas Cis Cus. yaitu EKSIS. nampilin.

Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. kesehatan.. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). dan humaniora. pergaulan. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. a.3. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. pendidikan.M (XI IPS 3). Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. seperti tampak pada diagram berikut.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja.. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. seni. 2007). Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. regional. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br.2. editorial dan topik utama. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. seperti tampak pada diagram berikut. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . mulai persoalan internal sekolah. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman.. b. dan nasional. dan beberapa rubrik yang ada. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut.

Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . Cas Cis Cus. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. “Ada Teknologi Bahasa. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. pengamen. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. c. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. seperti pengemis. seni. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. EKSIS. akademik. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. dan penerapan KTSP. “Warna Hidup”. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. dan keterampilan khusus. Cas Cis Cus. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. Bastian. gelandangan. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. Aquila. dan sebagainya. “Tentang Cinta”. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Aquila. dan Bullpakç. prestasi yang dicapai oleh sekolah. EKSIS. siswa. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. guru. Progresif. “Bahasa Cinta Dunia”. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. orang yang mengalami cacat fisik. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Sajian pada MABOSA dan Progresif.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A.

tahun 1997. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. pasar seni Gabusan. keadaan. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. OSIS baru. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). dan mengenai Indonesia yang panen gempa. FKY. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. . Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. rumah makan. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. yaitu St. tidak ada kemasan berita. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. artikel. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. dan profil tokoh. pesawat tempur. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. oleh karena itu. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. atau aspek kehidupan” (2008: 66). kadang-kadang subjektif. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. “Warna Hidup”. Berita intern sekolah. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR.

partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. prestasi. seperti masalah internet. (2) UAN. grafiti. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. film. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. seperti tampak pada diagram berikut. (3) adaptasi bagi siswa baru. global warming. dan BIKAR. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. dan sebagainya. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. d. dan sindiran singkat. antara dua sampai lima kalimat.“JB On The Spot”. PELITA. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. Dari 12 artikel. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. Dari sembilan majalah. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. tanggapan. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk .

co. sumbangan. dan kutipan sumber lain 1 artikel. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. dan laci dapur.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. yaitu mengenai hidup sehat. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. rak kamar mandi. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. Keistimewaannya. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. e. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. malah kita menjadi maling di negeri sendiri.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. seperti kasus illegal loging (2007: 3). seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. seperti tampak pada diagram berikut. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. dan alumni. Dari segi isi. bazar. lemari pakaian.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . pendamping. yaitu kesejahteraan bersama.

28 Oktober – 1 November 2008. kartun. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. dan cerbung. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. . teknologi. persahabatan. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. kekeluargaan. dan masalah kemanusiaan. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. cerpen. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. percintaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful