Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. Namanya tim. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. kamu perlu nyiapin pasukan. Bagusnya. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. trus setelah itu membuat proposal. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. semoga ini bisa membantu. Melihat kerja redaksi di atas. Berdasar informasi tersebut. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik . Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Nah. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Intinya.

Sebenarnya. dan lain sebagainya. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. bersemangat. Dalam jurnalisme umum. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Tapi dalam jurnalisme sekolah. dan sebagainya. Agar lebih jelas. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. rubric iptek. optimis. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. liputan kegiatan luar sekolah. agak repot ‘membawahkan’ reporter. tahu sopan santun. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. dan sebagainya. ia bertanggung jawab mencari. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Misal. antara reporter dan redaksi non-liputan. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Untuk kerja reporter. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. kiat.tahu. dan semacamnya. gambar geser. terlalu muda). agama. font hilang. Walaupun demikian. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. termasuk masalah tata tulis. teman kita yang . ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Sebaiknya. Soalnya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. diberi header/footer atau tidak. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. missal: bahasan utama atau tema utama. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. opini. Dalam praktiknya. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. baiknya. wawancara.

misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. Freehand. artistic. . Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. kalo demikian. perlu dibentuk tim tersendiri. Dengan alur kerja seperti itu. masuk percetakan 23-24. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. layout tanggal 21-22. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. Photoshop. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. ia tetap harus punya sense of art. boleh juga tidak. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. Selain illustrator. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). membahas rencana isi masel atau bulletin. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. Tentukan jadwal. Untuk menangani iklan dengan baik. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. koreksi. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. bisa melalui wawancara atau studi literature). missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). deadline tanggal 20. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. Kru Opsional Selain kru utama di atas. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. CorelDraw. Nah. Misalnya.

Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. antara siswa dan guru. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. jenis kertas isinya. Terus. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. dll. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. dsb. jenis kertas kovernya. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. Misal saja. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. Jangan lupa. jabatan apa dipegang oleh siapa. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. Nama rubrik tidak harus lugas. Nggak boleh berkonotasi negative. dan sebagainya. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. Misal rubric Iptek. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). halaman warna berapa persen. Oh. IKLAN . sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. biasanya setahun. bisa saja: saintika. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. posisinya tegak atau landscape. juga sekali terbit berapa eksemplar. ya. jilid pake lem atau benang atau stapler. waktu penerbitannya kapan. tebalnya. motivasi. Soalnya. Tulis juga masa jabatannya. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. dan antara itu semua. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. Tidak hanya namanya saja. antara siswa dan alumni. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. Anggaran Ini penting. nama ini juga masalah sensitive. tapi juga deskripsi rubric tersebut. semangat. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama.

bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. surat kesepakatan. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan. Misal. misal bahasan utama atau tema utama. Dalam praktiknya. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. antara reporter dan redaksi non-liputan. pasang dulu iklan pancingan. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. rubrik iptek. hendaknya dipilih kru . Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. gratis dulu bila perlu. dan semacamnya.irvansyaiban. opini. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak.org. Agar lebih jelas. liputan kegiatan luar sekolah. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama.huzaifah. www. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Walaupun demikian. wawancara. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. baiknya. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. agama. kiat.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. jangan sampek iklannya rokok misalnya. ia bertanggung jawab mencari. dan sebagainya. Untuk mencari iklan. www. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Untuk kerja reporter. agak repot ‘membawahkan’ reporter. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu.wordpress. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah.

boleh juga tidak. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. font hilang. gambar geser. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Dalam jurnalis umum. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Untuk menangani iklan dengan baik. Soalnya. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. Nah. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. Selain illustrator. ia tetap harus punya sense of art. CorelDraw. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. kalo demikian. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. tahu sopan santun. dan sebagainya. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah.redaksi yang berani. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Freehand. diberi header/footer atau tidak. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Sebaiknya. dan lain sebagainya. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. jika kamu tidak mau repot-repot. Photoshop. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. perlu dibentuk tim tersendiri. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. bersemangat. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual.dll. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. terlalu muda). teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. optimis.

” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting.” Tapi intinya. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. menulis . Tulisannya biasanya panjang.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru.

Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Sebuah Energi Tulisan June 20. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. mulai dari sekedar hobi. menulis . mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca. Alasannya pasti beragam. menulis dianggap membosankan. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. disukai atau dinikmati orang lain.Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang.

memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. Faktanya.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. menulis merupakan energi. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. tertanam di hati dan menjadi energi hati. Menulis dengan hati. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Lalu darimana datangnya energi menulis. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . Lebih dari itu. merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi.

Jurnalistik. Jurnalistik. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. gairah. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. resensi . Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. Ini dapat dipahami.

Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. Misalnya.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. Pernah ada satu kejadian. hasilnya sama. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. tata bahasa. tidak ada tulisan yang jelek. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Dari semua hal tersebut. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. 22. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. tulisan itu akan jadi berapa halaman. Telah banyak kejadian tentang itu. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. pemulisan ejaan dll. Merujuk pada judulnya. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp.500. tapi juga karena penampilan yang imut. Jangan pernah pikirkan. di tolak juga. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller.-. kapan selesainya. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. Yang lebih penting lagi. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. buku ini mengatakan. Akhirnya dikirimkan ke media .

Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. 03. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. termasuk penulis. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. Jadi selain masalah selera. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. 09. 10. Syaratnya mudah. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. moril dan harga diri. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. 05. 06.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Ide boleh sama. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. Gampangkan? 07.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. 02. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. hasil tulisan pasti akan berbeda. Ingat. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. Semua tergantung kita. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. Jadi? Segeralah menulis. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. hasilnya tak akan sama. 04. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. Namun isinya berbeda. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. mau mengolahnya atau tidak. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. . 08. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. katakan dengan tulisan. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”. Kaya materiil.

Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. keempat peduli terhadap masyarakat. terdapat pembagian tugas yang jelas. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. kirimkan ke media lain. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. kedua: senantiasa bersikap waspada. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. Sepuluh. Ubah jika memang ada permintaan. (2) memberikan pendidikan. sebagaimana halnya sebuah institusi. Kirim dan kirim. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. Pengertian Berita . seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. kelima: akal yang panjang. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. dua puluh. Kirimkan lagi. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. (3) memberikan hiburan. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. dan peminatnya pun cukup banyak pula. Peluang akan datang di saat yang tepat. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut.

Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). Editorial (Tajuk Rencana). kolom. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. lengkap. resensi. press release/press conference dan statement of informan. News Commentary (Komentar Berita). kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. mulai dari bright sampai enterprise story. aritkel opini. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. pojok dan kolom. yaitu secara impresif dan autoritatif. Features terdiri dari beberapa macam.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. seimbang. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. bagi khalayak. Straight news dari soft news dan hard news. dan Review/Resensi/Kritik. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). komentar berita. antara lain harus akurat. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. . Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. riset kepustakaan. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. tetapi dalam kenyataannya. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. Dalam media cetak. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. objektif. News Analysis (Analisis Berita). Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. jelas dan ringkas. observasi. berita terdiri dari straight news dan features. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. Artikel Opini. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. analisis berita.

Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. hargailah hak-hak narasumber. melakukan kegiatan pidato. menerbitkan majalah dinding. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. 7. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 6. fungsi. 9. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. 4. 10. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. 3. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika.Press Conference. menyelenggarakan drama radio. sasaran. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. Untuk mencapai tujuan tersebut. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. 11. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. melakukan kegiatan kepewaraan. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. 8. menerbitkan majalah sekolah. 5. 2. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. tujuan. kepewaraan dan pidato.

estetik. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). mengkaji. dan pidato. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. kepewaraan. drama radio. (3) penutur asli bahasa Indonesia. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. drama radio. heuristik. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). majalah dinding. Selain itu. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. dan pidato. (b) alat berkomunikasi. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. misalnya majalah sekolah. referensial.tersebut. penyuntingan bahasa. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. majalah dinding. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. apresiasi cerpen. kepewaraan. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. penyuntingan. regulatori. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. dan afektif (sikap). dan drama panggung. apresiasi cerpen. dan drama panggung. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. memproduksi. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. dan kreatif. Secara garis besar. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. (c) alat edukatif. jiwa mandiri. psikomotor (keterampilan). dan (4) pemakai bahasa . fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari.

(4) kepewaraan. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. Malang: FPBS. pengayaan. dan (9) drama panggung. guru. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. terbuka. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. Assegaf. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. dan seni. perkembangan. (7) apresiasi cerpen. (2) majalah dinding. Anwar. kebutuhan. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. (1984). (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif.S. (6) apresiasi puisi. (8) drama radio. dan hangat. teknologi. (3) penyuntingan bahasa. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. M. Bari. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Erlangga. (1991). kepala sekolah. (b) beragam. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. Habib. tahap perkembangan. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. percepatan sesuai dengan potensi. (e) belajar sepanjang hayat. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. pegawai sekolah. (1984). akrab.Indonesia sebagai bahasa asing. sumber belajar dan teknologi yang memadai. (1995). Jakarta: Ghalia Indonesia. Jurnalistik Masa Kini. Dja’far G. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Rosihan. Arsjad. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. (1988). Maidar G. dan kondisi peserta. dan Mukti U. IKIP Malang. Jakarta: Paradnya Paramita. (5) pidato. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. maupun masyarakat pada umumnya. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai.

Surabaya: Kartika. Semi. Jakarta: Balai Pustaka. Surabaya: Unesa University Press. J. Luxemburg. Bandung: Angkasa. Ishwara. . Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1991). Haris. Sumardjo. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Malang: JPBSI. Siswanto. Pengantar Ilmu Sastra. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. (2003). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. IKIP Malang. Ermanto. Apresiasi Kesusastraan. Asdi S. A. Jakob dan Saini K. Dipodjojo. Jakarta: Depdiknas. Komunikasi Lisan. Basuni. (1996). (2) opini (views). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. berita foto. (1984). MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. Teknik Menulis Berita dan Feature. Ater. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: PD Lukman. M. (1993).Pengetahuan Praktis. (1984). (1995). Jakarta: Gramedia. (1988). Bandung: Mengantara.M. Wahyudi dan Roekhan. dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. FPBS. berita suasana ber¬warna. Harimurti (Ed. (1982). Henry Guntur. (2004). Yogyakarta: Cinta Pena. Jakarta: Pustaka Jaya. Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. Teori Berbicara. Tarigan. Teeuw. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Gramedia.V. Feature. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). (2005). Ach.). Luwi. Kisyani-Laksono. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. (2005). Depdiknas. Sumadiria. dan (3) iklan (advertising). dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Kridalaksana. (1999).

wartawan. Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. bahasa. padat. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. atau menghibur pembaca. Feature. berita penafsiran. Keenam. dan ilmiah. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. maupun kepada redaktur. demokratis. karikatur. artikel menyajikan gagasan yang menarik. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. memengaruhi dan meyakinkan. perjalanan. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. Kelima. dan tubuh berita (body). dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. dan ejaan. ka¬dang kadang subjektif. pojok. ringan. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. akibat/dampak. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. dan humor. petunjuk. meng¬utamakan kalimat aktif. dan surat pembaca. teknis. menarik. Struktur feature terdiri atas judul (headline). dan populer. Struktur berita terdiri atas judul (headline). Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. teras (lead). atau kontroversial. laporan di dalam majalah sekolah. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. biografi. subjektivitas. dan berita penyelidikan. Kedelapan. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. menghibur. penting/ternama. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. kolom. Keempat. aktual. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. berita mendalam. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. Ketujuh. teras (lead). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. santai.berita menyeluruh. singkat. Ketiga. Feature disajikan secara kreatif. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. dan tubuh berita (body). bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. jelas. Kedua. (d) struktur tulisan. Jenis feature itu adalah feature human interes. kemajuan/kebaruan. Pertama. singkat. informatif. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. artikel. keluarbiasaan. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. Kegiatan Belajar 3: . kabar. (c) sumber berita. jernih. segar. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. pertentangan/komplek. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). aktual. sejarah. dan menghibur. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. jarak. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. kemanusiawian. (b) urutan peristiwa.

dan redaktur majalah sekolah. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. (2005). . Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Edisi 2 Tahun I. Rosihan. dewan redaksi. urutan. pembuatan. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. (2005). Jakarta: Paradnya Paramita. Ermanto. warna. dan urutannya. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Jakarta: Ghalia Indonesia. cara mengatak. Sebagai istilah. Redaktur adalah orang yang menangani. Surabaya: Kartika. Pengatakan artinya proses. Ach. redaksi pelaksana. pembuatan. Depdiknas. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. (1984). actuating (pelaksanaan). Bandung: Kaifa. (1991). pembina. baik dari segi pengetahuan. DePorter. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. latar. Carole. Jakarta: Depdiknas. organizing (pengorganisasian). Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. Selain itu. Yogyakarta: Cinta Pena. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. jenis huruf. (2006). Quantum Learning.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. Assegaf. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Dennisa dan Merriam. Basuni. pengatakan dapat diartikan sebagai proses. penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. controlling (pengendalian) majalah sekolah. Jurnalistik Masa Kini. Edisi III Juni 2006. gambar. Cox. maupun sikap. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. “Aktivitas Pramuka. Mike. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. Boston: Allyn and Bacon. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. Lomba Poster” dalam Vagazine. keterampilan. Dja’far G. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Bobbi dan Hernacki. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Dian. pengaturan. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. 2005. (2004). (1999). Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. (2003). memilih. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom.

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. (2) inti. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. Ada bermacam-macam kepewaraan. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun. Semi. dan (3) jenis acaranya. (2) waktunya. (1995). Dalam acara tidak resmi. (2) motivasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Kegiatan Belajar 2: . dan (4) lingkungan. Syarat itu adalah (1) mau belajar. Dendy. Atar. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. (2006). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. (3) belajar. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Jakarta: Priastu. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. Berdasarkan waktunya. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. serta (7) mempunyai sifar humor. Editor Bahasa. dan (3) penutup. Teknik Menulis Berita dan Feature. Sumadiria. (2005). (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. (2) ingin selalu maju. Sindhunata. Berdasarkan jenis acaranya. M. 2005. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Karima. Edisi 2 Tahun I. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. Sugihastuti. Haris. dan strukturnya. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. dalam acara tv. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. Bandung: Mengantara. Sugono. Berdasarkan sifatnya. (2005). Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. antaracara tv. (1989). (6) mengetahui cara tampil. talk-show. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. pemandu debat. Dalam acara resmi.Depdiknas. perkawinan. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Secara umum. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti.

dan (4) pidato tidak langsung. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. (3) pendengar. pelantang. (7) media pidato. Ada berbagai jenis pidato. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. dan persiapan teknis. Jakarta: Erlangga. atau membawa perangkat lainnya). podium. dan (7) berlatih. alat peraga seperti tayangan. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. (2) pidato tidak resmi. (1995). dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. (b) ucapan penghormatan. gagasan. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. Pada bagian ini. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. (1988). yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. peralatan (naskah. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik.S. model. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (4) waktu berpidato. dan (4) metode menghafal. perlu persiapan. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. informasi. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. (3) memahami proses komunikasi massa. Unsur pidato adalah (1) pembicara. (b) permintaan maaf. M. (2) isi. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. Bari. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. (3) memilih topik. OHP. Maidar G. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. (5) mengumpulkan bahan. (6) menguraikan pidato. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. (3) pidato langsung. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. (4) membuat kerangka. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. (2) pesan. Habib. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. dan (3) penutup. dan Mukti U. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. (6) suasana berpidato. (5) mengatasi kecemasan. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. psikologis. tempat. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. Pembukaan (a) salam pembuka. Sebelum berpidato. atau komputer). Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. (2) mempelajari pendengar dan situasi. dan (c) salam penutup. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. (5) tempat berpidato. Waktu. (3) metode membaca naskah. suasana. Jakarta: Gramedia .

deklamasi puisi. perlu dipersiapkan laporan. pengumuman lomba. kesekretariatan. (1996). Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. surat koordinasi panitia. Sulchan. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. sistem lomba dan pemenangnya. (1993). kain rentang atau baliho. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. atau musikalisasi puisi. hubungan masyarakat. Komunikasi Lisan. surat kepada undangan. Ende: Nusa Indah. Jakarta: Balai Pustaka. Keraf. konsumsi. Tarigan. penentuan peserta. Surabaya: Unesa University Press. dokumentasi. keamanan. Surabaya: Mekar. hadiah. Yogyakarta: PD Lukman. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. dramatisasi puisi. administrasi. Asdi S. (3) sarana. Setelah perlombaan. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. sekretaris. Teori Berbicara. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. Bandung:Angkasa.Dipodjojo. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . lomba. puisi yang dilombakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Harimurti (Ed. Kridalaksana. hak dan kewajiban peserta. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. surat kepada peserta. waktu perlombaan. tata tertib lomba. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. (1991). Henry Guntur. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. bendahara. honorarium juri dan panitia. Kisyani-Laksono. dan bidang-bidang. Gorys. Yasin. dan biaya tidak terduga. penentuan juri. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. dan (4) biaya.). Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. Komposisi. sistem dan kriteria penilaian. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. (1980). (1999). (1982). surat kepada juri. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. hak dan kewajiban juri. proposal kegiatan. dokumentasi. (2) administrasi.

Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Ketiga.V. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. IKIP Malang. penentuan juri. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. kesekretariatan. (3) sarana. Siswanto. FPBS. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Pertama. mengetahui jenis kompetisi. Pertama. Ketiga. lomba. (1984). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. mengetahui jenis kompetisi. (1987). hubungan masyarakat. Wahyudi dan Roekhan.digariskan dalam perencanaannya. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. Jakarta: Gramedia. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Sudjiman. sekretaris. J. Keempat. dkk. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. dan dokumentasi. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. kesekretariatan. Malang: FPBS. Rachmat D. (1984). Malang: JPBSI. Jakarta: Pustaka Jaya. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Pengkajian Puisi. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. dan dokumentasi. Panuti. Luxemburg. dan (4) biaya. (1988). menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Kedua. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. lomba. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. lomba. (2) administrasi. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. (1991). dan bidang-bidang. penentuan peserta. Memahami Cerita Rekaan. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. hubungan masyarakat. dokumentasi. . Keempat. Pradopo. bendahara. Pengantar I1mu Sastra. kesekretariatan. hubungan masyarakat. IKIP Malang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Kedua. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen.

Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. karakterisasi. Pustaka Jaya. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. Teori dan Apresiasi Puisi. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. Jakarta: Intermasa. Jakarta: Gramedia. dan percakapan. Teori Kesusastraan (terj. Unsur-unsur teks drama. Dengan penyelenggaraan drama radio. (1989). unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). tetapi dibentuk oleh prolog. (1988). penata elektronik. (3) pelaksanaan. Waluyo. Secara umum. dan (4) evaluasi. dan tema atau nilai. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. Apresiasi Kesusastraan. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. mental pemain harus dipersiapkan. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. sutradara. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah.kebudayaan. simpati dan empati). (1984). A. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. Jakarta: Gramedia. yakni tokoh. epilog. dialog. pemain. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Wellek. (b) . dan penjelasan narator. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio.Sumardjo. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Melani Budianta). Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. (1990). gaya bahasa. dan pemain. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. inti. (5) mengembangkan perasaan (humor. Herman J. peristiwa. dan penutup. latar. Rene dan Austin Warren. dan (3) unsur teks drama. monolog. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. (2) unsur pertunjukan. bukan untuk dipentaskan. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Zoest. keindahan. (7) media belajar dan sumber belajar. (1987). Teeuw. Aart van. Jakarta. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. Jakarta: Erlangga. Jakob dan Saini K. (4) mengembangkan imajinasi.M. sutradara. (2) pelatihan. watak dan penokohan. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. dan penata musik. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio.

dan olah imajinasi. (2) olah tubuh. dan seni musik. (8) media hiburan. dan penyusunan buku kerja. keindahan. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. (4) evaluasi. dialog. olah tubuh. Dengan penyelenggaraan drama panggung. dan musik). Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. dialog. karakterisasi. (9) melestarikan kebudayaan. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. Kegiatan penutup berupa penenangan. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. pemain. . Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. (3) olah imajinasi. busana. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. (7) media belajar dan sumber belajar. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. latar (setting). yaitu campuran antara seni sastra. berlatih gerak tubuh. (3) pelaksanaan. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. pemain. dan penutup. penata (panggung. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). simpati dan empati). gaya bahasa. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. seni gerak. watak dan penokohan. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. dan berdoa. sutradara. lampu. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. berlatih ekspresi. has. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. dan gerak. dan (c) olah imajinasi. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. dan (3) teks drama. (2) pertunjukan. (4) mengembangkan imajinasi. dan tema atau nilai. inti. Di sisi lain. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. sutradara. diskusi. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. (5) mengembangkan perasaan (humor. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. busana. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. tata artistik. (2) pelatihan. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. mental pemain harus dipersiapkan. rias. seni rupa. olah suara. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. peristiwa. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. penata (panggung. pembisik.olah suara. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. lampu. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). kalimat.

DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. illigal logging. language. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. (1984). and the rubrics dealing with youth lives (musics. editors. school magazine. conjunction. the profiles of the teachers and students. AIDS. Wahyudi dan Roekhan. Teeuw. The identities of the homogenious readers produce greetings. 1. etc. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Malang: JPBSI. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Sumardjo. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Malang: FPBS. talk show. Jakarta: Gramedia. (1991). code mix. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. city master plan. etc.). superlatives. Apresiasi Kesusastraan.). (1988). This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. youth. etc. Jakob dan Saini K. (1980). sickness. Satanislavski. art. Luxemburg. interjections. rules. Pengantar Teori Sastra. in the state (education. Siswanto. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). talk show with the teachers or head masters.V. A. and news). humours. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. in the region (graffiti. IKIP Malang. etc. Jakarta: Pustaka Jaya. and familiarity.) Key words: content. IKIP Malang. FPBS.). article. the infinite forms to express intimacy. (1984). (1984). Konstantin. natioal exam. dkk.M. negation. national commemoration. to those in the world (global warming. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. sports. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Pustaka Jaya. Mengingat majalah sekolah . editor. religious reflection. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. J.

Ketiga . ke belakang. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. dan lain-lain. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. dsb. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. dkk. 2006: xxiii-xxiv). Suara Merdeka Anak. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). bekas langkah’. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Bobo. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. 2. pemikiran.. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. “Para awak baru. Oleh karena itu. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Dalam tulisan ini. Aneka. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. dan. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Gaul. Driyarkara. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. ke kanan) waktu berjalan’. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. ke kiri. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti.menuntut penanganan khusus.

perbuatan’. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). 2006: 93-4). dsb. Dalam pandangan Piaget. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Seperti kita ketahui. 2006: 96). Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. khususnya pada tingkat SMA. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). 2004: 446). periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). perasaan. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. 3. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab.)’ (2002: 201). membuat pilihan. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. sedangkan sebagai proses kegiatan. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. gagasan. Keempat ‘tahap. bagian’. inipun amat penting pula. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. tindak tanduk. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun.‘sikap. Sebagai hasil kegiatan. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. buat selama hidupnya (Tauchid. Ihwal perkembangan masa remaja. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang .

dirasakan. sosial. emosional. moral. olahragawan. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. hukum. d. b. seperti bintang film. remaja mulai meminati masalah seksual. gangguan emosi.meliputi perkembangan fisik. dan emosional. intelektual. a. sosioemosional. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. pengajaran di SMP dan SMA. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. e. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan dilakukan. sosial. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. dan fisiknya. Oleh karena itu. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. dan sebagainya. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. dan kehamilan sebelum menikah. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. sosial. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. tokoh politik. dan masalah-masalah remaja. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Oleh karena itu. c. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. dan moral. . kognitif.

atapnya bocor. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. yang dapat disebut langgam atau gaya. a. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. 1) Hiiii. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. seperti tampak pada contoh berikut. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. interjeksi. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. seperti tampak pada uraian berikut. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Sikapnya itu dipengaruhi. (2) pendidikan. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. cara penulisan kata. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). dan (3) sikap penutur (1980: 17). Dari Redaksi. yaitu Salam Redaksi. antara lain. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. membuat majalah itu nggak gampang. Suara Aquila. Bertumpu pada pandangan di atas. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. . Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan.4. Surat Redaksi. Kata Qta. Ragam ini. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. yaitu: (1) daerah. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa.

seperti tampak pada contoh 5) berikut. bersua. kalo. naah. Komunikasi. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta.. Hi Friends. bubar. Mesra terbit juga. nggak. kan. dan udah.. Cara lain menggunakan interjeksi. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. seperti Hiiii. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. keren. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. “Evolusi”. dan kamu-kamu.. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. . kerasa. dan onomatope hiks hiks.. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita.. Kamu-kamu pasti tahu. jumpa.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. banget. lamaaaa. aja. kali ini Mesra ngambil tema. seperti kata tak... Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. lega.. puji Tuhan. Pelita edisi ke-13 kali ini. seperti kata oke. gampang. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. udah lulus. neh. setu. dan sedikit bergerilya. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. dan Hai Sobat Pelita. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. dan menggairahkan... kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. Delayoters. Konsulidasi. dah. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal... nunggu. so. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. Soalnya. sekarang tinggal 8 orang. Guys. kalo. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. ini akhirnya terbit juga. udah. dunk.

6). thanks banget. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”.Ketersibukan. seperti content. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Wb. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. 8). Wb. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. 5 bulan terakhir. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. tanggal terbit yang baru. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. tetapi dengan kemauan. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. Oleh karena itu. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. dan thanks to the whole team.. Januari. Selanjutnya. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). 7). Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. kerja keras dan kemauan team redaksi. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr.

Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. 1) Jangan Blawur donk Wah. Untuk masalah foto. Giancinta B. tetap jaga kekompakan.. yaitu MABOSA. guys! qta bakal lu2s bareng. okey?! (BIKAR). Skali-kali memakai kertas berwarna. Setelah saya membaca cukup lumayan. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA.D. seperti tampak pada contoh berikut.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . b.. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. de el el.. puisi. atas tanggapannya…. ya!! (MESRA: 53). harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. dan Bullpakç. gamelan. kelas-kelasnya dipasangai AC. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. MESRA. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. kursi kantin.. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. Cas Cis Cus. Jangan kaya kemaren. coz ntar jadi jelek. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Contohnya. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. BIKAR. ya!!! Trus. dong. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. misalnya cerpen. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. buat pemimpin-pemimpin sekolah. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”.kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. Jika motret artis tolong yang jelas donk. jangan blawur-blawur. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. • Ditebelin. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik.

.. 1) Jadi. kemaren. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. dan harapan. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. Penggunaan interjeksi wah. qta.. de el el. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. seperti penggunaan interjeksi thanks. Redaksi memberikan honor yang setimpal. mbuat. kan.. donk. dan lu2s. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah.. dan Headline. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. . Maka dari itu. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. biar. coz. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi.. Laput. guys. Eksklusif Wawancara. seperti terlihat pada uraian berikut. nggak. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. Penggunaan kata tidak baku kalo. untuk masalah kualitas. Perlu temen-temen ketahui. Liputan. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). skalikali. I Luv You. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. buat. c. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. Oleh karena itu. adain. sindiran mengenai kejanggalan. Yang Utama. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. 3). Liputan Utama. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. dikomplitin. ditebelin. dan ngecewain. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. ntar. dong. blawur-blawur. Contoh 2). Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Nah. Dari sisi bahasa. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Untuk menghargai kerja keras itu.Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. lho.

Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Glen Fredly. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. tren itu saya rasa perlu ya. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Perlu teman-teman ketahui. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Berdasarkan fenomena di atas. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. yaitu dah dan nggak. perilaku yang sudah bagus harus berubah. Karena kita hidup itu perlu berkembang. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. Wingky Wiryawan. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. dan lain-lain. seperti yang dia katakan. Fauzi Baadilah. 2007:17). Miss Universe 2005. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. Contoh 1a). Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . Delon. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Club eighties. karakter atau pribadi. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you.

2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. seperti tampak pada uraian berikut. so . Oleh karena itu. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP.. suster. tapi gak apa-apa juga kan.A.. kan. yup. dll. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. 2b) Duh. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. Christina Marta Tiahahu. super rame. Sukarno. 2a) Euphoria ini. yuuk. negator. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. nah. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. superlatif. (BIKAR: 2). Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). So. aja. wuih. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. pemadam kebakaran. Ir. sih. (MESRA: 12). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. khususnya interjeksi. dokter. loh. langsung aja ya. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Kartini.tinggi. aja. guru. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. sapaan langsung. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). pengembangannya gimana and tujuannya gimana. Ibu. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. ya.

M (XI IPS 3). rame. heboh. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. Cas Cis Cus. 4 Negator nggak. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . 2007). Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. pengajaran di SMP dan SMA. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Aquila. ra. a. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. sosioemosional. dan masalahmasalah remaja. Ihwal isi. gak 5 Konjungsi tapi. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. abis. Empat majalah lainnya. nampilin. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. seperti tampak pada diagram berikut. 5. gimana. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. hay girl. yaitu EKSIS. cetha. editorial dan topik utama. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. kognitif. 7 Bentuk tidakbaku konyol. hay 3 Superlatif banget. buat 6 Campur kode and.2 Sapaan sobat. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. dan beberapa rubrik yang ada.

dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. regional. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Aquila. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. Progresif. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. dan nasional. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Ada Bahasa dalam Teknologi”.. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. dan humaniora.. EKSIS. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. Sajian pada MABOSA dan Progresif. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. seperti tampak pada diagram berikut.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Cas Cis Cus. EKSIS. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Cas Cis Cus.2. pergaulan. kesehatan.3. pendidikan. seni. dan Bullpakç. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. “Bahasa Cinta Dunia”. b. “Warna Hidup”. “Ada Teknologi Bahasa. Aquila. mulai persoalan internal sekolah. dan penerapan KTSP.. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. “Tentang Cinta”. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib .

seni. FKY. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. gelandangan. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. rumah makan. siswa.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. dan keterampilan khusus. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Berita intern sekolah. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. dan sebagainya. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. guru. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. seperti pengemis. pengamen. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. berupa prestasi dalam bidang olah raga. c.kurang beruntung. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. oleh karena . sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. prestasi yang dicapai oleh sekolah. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. yaitu St. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Bastian. pasar seni Gabusan. akademik. orang yang mengalami cacat fisik.

Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. tanggapan. (3) adaptasi bagi siswa baru. d.itu. seperti masalah internet. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. antara dua sampai lima kalimat. dan sindiran singkat. “JB On The Spot”. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. OSIS baru. Dari sembilan majalah. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. “Warna Hidup”. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. dan profil tokoh. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. (2) UAN. prestasi. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. artikel. kadang-kadang subjektif. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. keadaan. dan sebagainya. (4) . film. pesawat tempur. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. atau aspek kehidupan” (2008: 66). seperti tampak pada diagram berikut. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. grafiti. tidak ada kemasan berita. global warming. tahun 1997.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria.

id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu.co. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Dari segi isi. seperti kasus illegal loging (2007: 3). Keistimewaannya. Dari 12 artikel. pendamping. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. dan alumni. yaitu kesejahteraan bersama. PELITA. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. dan BIKAR. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI).

dan masalah kemanusiaan. dan laci dapur. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. yaitu mengenai hidup sehat. lemari pakaian. persahabatan. seperti tampak pada diagram berikut.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. teknologi. kartun. bazar. cerpen. 28 Oktober – 1 November 2008. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. percintaan. rak kamar mandi. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. dan cerbung. sumbangan. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. kekeluargaan. e.

Gaul. and familiarity. and news).). superlatives. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. editors. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda.) Key words: content. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. sickness. art. sports. Suara Merdeka Anak. humours. “Para awak baru. the profiles of the teachers and students. etc. negation. youth. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. religious reflection. dan. rules. school magazine. etc. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Bobo. The identities of the homogenious readers produce greetings. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Aneka. AIDS. in the state (education. natioal exam. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. conjunction. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Driyarkara. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. 1.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. and the rubrics dealing with youth lives (musics. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. illigal logging. yang tentu akan membawa ide-ide baru. language. etc. national commemoration. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). editor. to those in the world (global warming. in the region (graffiti. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. Oleh karena itu. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. talk show with the teachers or head masters. etc. the infinite forms to express intimacy. city master plan. pemikiran. code mix. interjections. dan lain-lain.).). article. talk show.

2006: xxiii-xxiv). Sebagai hasil kegiatan. Keempat ‘tahap. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian.Mahatinggi’ (Sudiarja.)’ (2002: 201). Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. perasaan. Masa puber atau permulaan remaja . kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. perbuatan’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. dkk. bagian’. ke kiri. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. ke belakang. gagasan. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Dalam tulisan ini. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Ketiga ‘sikap. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. sedangkan sebagai proses kegiatan. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. bekas langkah’. khususnya pada tingkat SMA. dsb. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK.. dsb. tindak tanduk. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. 2. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. 3. ke kanan) waktu berjalan’. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga.

sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. pengajaran di SMP dan SMA. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. 2004: 446). buat selama hidupnya (Tauchid. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. inipun amat penting pula. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). sosial. 2006: 96). Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. membuat pilihan. Seperti kita ketahui. Oleh karena itu. Kondisi . Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. 2006: 93-4). Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. sosioemosional.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. remaja mulai meminati masalah seksual. dirasakan. moral. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. kognitif. c. dan fisiknya. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. dan masalah-masalah remaja. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. a. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Ihwal perkembangan masa remaja. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. dan dilakukan. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. Lebih lanjut beliau mengemukakan. b. Dalam pandangan Piaget. emosional. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani).

hukum. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. dan moral. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. intelektual. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. Sikapnya itu dipengaruhi. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. dan (3) sikap penutur (1980: 17). oleh umur dan kedudukan yang disapa. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. tokoh politik. Oleh karena itu. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. 4. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. e. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. olahragawan. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. dan kehamilan sebelum menikah.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. cara penulisan kata. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. Bertumpu pada pandangan di atas. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. seperti bintang film. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. (2) pendidikan. sosial. d. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. yang dapat disebut langgam atau gaya. seperti tampak pada . antara lain. dan sebagainya. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. sosial. dan emosional. Ragam ini. gangguan emosi. yaitu: (1) daerah.

membuat majalah itu nggak gampang. gampang. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. bersua. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. seperti tampak pada contoh berikut. nunggu. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. 1) Hiiii. kan. Guys. a. so. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. udah. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. dunk. Hi Friends. keren. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. seperti Hiiii. seperti kata tak. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. dan Hai Sobat Pelita. lamaaaa. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. Suara Aquila. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. kalo. puji Tuhan. jumpa. setu. neh.uraian berikut. Kata Qta. yaitu Salam Redaksi. Delayoters. atapnya bocor. Surat Redaksi. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. dan onomatope hiks hiks. Hal tersebut sebagai salah satu cara . interjeksi. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Dari Redaksi. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. Kamu-kamu pasti tahu. naah. nggak. dan kamu-kamu. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. banget. Pelita edisi ke-13 kali ini. kerasa. ini akhirnya terbit juga.

tetapi dengan kemauan. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. dan udah.. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T).. Soalnya..menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran.. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini.. udah lulus. tanggal terbit yang baru.. dan sedikit bergerilya. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. aja. Mesra terbit juga. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . lega. seperti tampak pada contoh 5) berikut. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. seperti kata oke. dan menggairahkan. Konsulidasi. bubar.. Komunikasi. kerja keras dan kemauan team redaksi. dah.. “Evolusi”. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr.. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. Ketersibukan. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga.. Januari. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. sekarang tinggal 8 orang. Cara lain menggunakan interjeksi. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Wb.. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. 5 bulan terakhir. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca.. kali ini Mesra ngambil tema. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan.. kalo. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya.

Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. Jika motret artis tolong yang jelas donk.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. dan Bullpakç. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Selanjutnya. Wb. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. Skali-kali memakai kertas berwarna. 6). dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku.D. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. b. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. seperti tampak pada contoh berikut. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. BIKAR. Oleh karena itu. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Untuk masalah foto. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. Setelah saya membaca cukup lumayan. dan thanks to the whole team. Cas Cis Cus. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat.. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. 1) Jangan Blawur donk Wah. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. coz ntar jadi jelek. thanks banget. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. atas tanggapannya…. yaitu MABOSA. seperti content. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. 8).. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. kita . dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). 7). Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. MESRA. Giancinta B. jangan blawur-blawur.

janji kita bakalan lebih bagus lagi.. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. Maka dari itu. misalnya cerpen. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Penggunaan kata tidak baku kalo. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. ya!! (MESRA: 53).. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. okey?! (BIKAR). dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. Contohnya. mbuat. de el el. seperti penggunaan interjeksi thanks. donk. Jangan kaya kemaren. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. blawur-blawur. untuk masalah kualitas. tetap jaga kekompakan. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. kelas-kelasnya dipasangai AC. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta.. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. kemaren. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi.. Redaksi memberikan honor yang setimpal. Untuk menghargai kerja keras itu. kursi kantin. Perlu temen-temen ketahui. • Ditebelin. coz. puisi. dong. buat pemimpin-pemimpin sekolah. guys! qta bakal lu2s bareng. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik.. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. skalikali. dan ngecewain. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). ya!!! Trus. Nah. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). gamelan. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece.. Penggunaan interjeksi wah. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. ntar. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . nggak.

pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. c. Yang Utama.. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. dong. adain. kan..menggunakan kata tidak baku ngga’. 3). perilaku yang sudah bagus harus berubah. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Contoh 2). Liputan Utama. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. tren itu saya rasa perlu ya. sindiran mengenai kejanggalan. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. ditebelin. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. qta. Oleh karena itu. biar. Laput. Dari sisi bahasa. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. dan harapan. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. Liputan. dikomplitin. dan Headline. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. lho. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. 1) Jadi. buat. karakter atau pribadi. I Luv You. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Karena kita hidup itu perlu berkembang. Eksklusif Wawancara. de el el. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. seperti terlihat pada uraian berikut. dan lu2s. guys.

Club eighties. langsung aja ya. superlatif. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. tapi gak apa-apa juga kan. 2007:17). and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. seperti yang dia katakan. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Oleh karena itu.kode ke bahasa Inggris God bless you. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Berdasarkan fenomena di atas. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. yaitu dah dan nggak. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. seperti tampak pada uraian berikut. Glen Fredly. negator. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. sapaan langsung. Miss Universe 2005. Delon. super rame. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Fauzi Baadilah. Perlu teman-teman ketahui. dan lain-lain. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Contoh 1a). penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. khususnya interjeksi. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Wingky Wiryawan. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. 2a) Euphoria ini. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. 2b) Duh.

pengajaran di SMP dan SMA. heboh. Ihwal isi. loh. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono.. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . buat 6 Campur kode and.sekarang ini? Menurut saya. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. ya. 7 Bentuk tidakbaku konyol. (MESRA: 12). cetha. (BIKAR: 2). sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. yaitu EKSIS. hay 3 Superlatif banget. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. Kartini. sih. guru. kognitif. So. yuuk. suster. dan masalahmasalah remaja. nah. Christina Marta Tiahahu. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. 4 Negator nggak. aja. so 2 Sapaan sobat. aja. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. rame. Cas Cis Cus. gimana. nampilin. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh.A. sosioemosional. dll. 5. gak 5 Konjungsi tapi. dokter. kan. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. pemadam kebakaran. yup. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. Aquila. Sukarno. Ibu.. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. Empat majalah lainnya. hay girl. Ir. abis. wuih. ra. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16).

mulai persoalan internal sekolah. editorial dan topik utama. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS.2. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. b. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. pendidikan. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA . seperti tampak pada diagram berikut. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. dan beberapa rubrik yang ada. dan humaniora. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. seni. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. kesehatan. a.3. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. dan nasional.. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. 2007). pergaulan.M (XI IPS 3). tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. regional... seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. seperti tampak pada diagram berikut.

dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. dan keterampilan khusus. seni. akademik. Aquila. orang yang mengalami cacat fisik. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. Bastian. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. “Warna Hidup”. c. gelandangan. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. “Tentang Cinta”. EKSIS. Ada Bahasa dalam Teknologi”. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. Progresif. Cas Cis Cus. siswa. guru. seperti pengemis. dan Bullpakç. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. EKSIS. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. “Bahasa Cinta Dunia”. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. dan penerapan KTSP. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Aquila. prestasi yang dicapai oleh sekolah. dan sebagainya. pengamen. Cas Cis Cus. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Sajian pada MABOSA dan Progresif. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. “Ada Teknologi Bahasa. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah.

rumah makan. tidak ada kemasan berita. dan profil tokoh. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. keadaan. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. yaitu St. kadang-kadang subjektif. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. tahun 1997. . Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. pesawat tempur. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. “Warna Hidup”. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. FKY. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. OSIS baru. pasar seni Gabusan.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. oleh karena itu. artikel. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Berita intern sekolah. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. atau aspek kehidupan” (2008: 66). Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). “Cerita feature adalah artikel kreatif.

seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. PELITA. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. antara dua sampai lima kalimat. d. (2) UAN. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. tanggapan. dan sebagainya. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . dan sindiran singkat. seperti tampak pada diagram berikut. global warming. Dari 12 artikel. (3) adaptasi bagi siswa baru. seperti masalah internet. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. dan BIKAR. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif.“JB On The Spot”. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Dari sembilan majalah. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. prestasi. grafiti. film. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru.

lemari pakaian. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. bazar. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. seperti tampak pada diagram berikut. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. yaitu kesejahteraan bersama.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit .co.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. yaitu mengenai hidup sehat. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. dan laci dapur. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. rak kamar mandi. Dari segi isi. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. dan alumni. Keistimewaannya. seperti kasus illegal loging (2007: 3). pendamping. e. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. sumbangan. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah.

4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. teknologi. 28 Oktober – 1 November 2008. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. dan cerbung. persahabatan. kekeluargaan. dan masalah kemanusiaan. . kartun. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. cerpen. percintaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful