Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Namanya tim. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. Melihat kerja redaksi di atas. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . trus setelah itu membuat proposal. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. Intinya. kamu perlu nyiapin pasukan. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah. Bagusnya.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. semoga ini bisa membantu. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). Berdasar informasi tersebut. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Nah. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik .

dan lain sebagainya. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. baiknya. Dalam jurnalisme umum. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. terlalu muda). agama. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. tahu sopan santun. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Sebaiknya. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. optimis. bersemangat. wawancara. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. rubric iptek. dan sebagainya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. antara reporter dan redaksi non-liputan. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. font hilang. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Untuk kerja reporter. Soalnya. Misal. liputan kegiatan luar sekolah. ia bertanggung jawab mencari. Walaupun demikian. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. opini. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. dan semacamnya. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. teman kita yang . Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. diberi header/footer atau tidak. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. Sebenarnya. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi.tahu. missal: bahasan utama atau tema utama. Agar lebih jelas. gambar geser. dan sebagainya. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. Dalam praktiknya. kiat. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. termasuk masalah tata tulis. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. agak repot ‘membawahkan’ reporter.

perlu dibentuk tim tersendiri. Kru Opsional Selain kru utama di atas.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. masuk percetakan 23-24. boleh juga tidak. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). layout tanggal 21-22. Photoshop. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. bisa melalui wawancara atau studi literature). mulai rapat redaksi hingga naik cetak. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. deadline tanggal 20. CorelDraw. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting. membahas rencana isi masel atau bulletin. Selain illustrator. Dengan alur kerja seperti itu. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. kalo demikian. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. . Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Nah. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Untuk menangani iklan dengan baik. Misalnya. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. ia tetap harus punya sense of art. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. artistic. Freehand. selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Tentukan jadwal. koreksi.

tapi juga deskripsi rubric tersebut. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Nggak boleh berkonotasi negative. tebalnya. halaman warna berapa persen. posisinya tegak atau landscape. Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. Misal saja. Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. Anggaran Ini penting. Jangan lupa. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. dan sebagainya. Soalnya. antara siswa dan guru. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran. IKLAN . jabatan apa dipegang oleh siapa. Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. dll. jilid pake lem atau benang atau stapler. bisa saja: saintika. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. Terus. Tidak hanya namanya saja. Tulis juga masa jabatannya. Oh. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. waktu penerbitannya kapan. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. nama ini juga masalah sensitive. semangat. jenis kertas kovernya. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. Nama rubrik tidak harus lugas. dan antara itu semua.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. motivasi. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. jenis kertas isinya. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. antara siswa dan alumni. dsb. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). juga sekali terbit berapa eksemplar. biasanya setahun. Misal rubric Iptek. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. ya. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. Terangkan pula makna sloganmu itu apa.

hendaknya dipilih kru . Walaupun demikian. agak repot ‘membawahkan’ reporter. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. baiknya. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. www.huzaifah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Untuk mencari iklan. surat kesepakatan. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. liputan kegiatan luar sekolah. ia bertanggung jawab mencari. rubrik iptek. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. Dalam praktiknya. opini.org. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. Agar lebih jelas.wordpress. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. www. Tapi dalam jurnalisme sekolah. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. dan sebagainya.irvansyaiban. antara reporter dan redaksi non-liputan. Untuk kerja reporter. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. jangan sampek iklannya rokok misalnya. misal bahasan utama atau tema utama. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. kiat. dan semacamnya. agama. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. gratis dulu bila perlu. pasang dulu iklan pancingan. wawancara. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. Misal.

Selain illustrator. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. font hilang. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. optimis. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. Sebaiknya. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. gambar geser. tahu sopan santun. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. bersemangat. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. kalo demikian. Soalnya.redaksi yang berani. ia tetap harus punya sense of art. dan sebagainya. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Nah. diberi header/footer atau tidak. Untuk menangani iklan dengan baik.dll. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. dan lain sebagainya. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . boleh juga tidak. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Photoshop. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. CorelDraw. Dalam jurnalis umum. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. Freehand. jika kamu tidak mau repot-repot. terlalu muda). perlu dibentuk tim tersendiri.

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism. menulis .” Tapi intinya.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Tulisannya biasanya panjang.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru.

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). Alasannya pasti beragam. Sebuah Energi Tulisan June 20. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. menulis . menulis dianggap membosankan. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. mulai dari sekedar hobi. luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis.Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. disukai atau dinikmati orang lain. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca.

merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. Lebih dari itu.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . tertanam di hati dan menjadi energi hati. Menulis dengan hati. menulis merupakan energi. Lalu darimana datangnya energi menulis. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. Faktanya.

Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. resensi . 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Ini dapat dipahami. Jurnalistik. gairah. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. Jurnalistik. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat.

kapan selesainya.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. 22. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. Misalnya. Yang lebih penting lagi.-. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. tata bahasa. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. buku ini mengatakan. tidak ada tulisan yang jelek. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. Dari semua hal tersebut. Jangan pernah pikirkan. pemulisan ejaan dll. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya. Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. Merujuk pada judulnya. Telah banyak kejadian tentang itu.500. tapi juga karena penampilan yang imut. tulisan itu akan jadi berapa halaman. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Pernah ada satu kejadian. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. di tolak juga. Akhirnya dikirimkan ke media . dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. hasilnya sama.

hasilnya tak akan sama.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. 09. 10. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. 06. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. Syaratnya mudah. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. termasuk penulis. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. Ide boleh sama. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. 02. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. 05. Jadi? Segeralah menulis.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. Semua tergantung kita. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. hasil tulisan pasti akan berbeda. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. Ingat. mau mengolahnya atau tidak. moril dan harga diri. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. katakan dengan tulisan. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Gampangkan? 07. Namun isinya berbeda. . Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. 04. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. Kaya materiil. 08. Jadi selain masalah selera. 03.

2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. terdapat pembagian tugas yang jelas. Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. dan peminatnya pun cukup banyak pula. Peluang akan datang di saat yang tepat. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. (3) memberikan hiburan. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. sebagaimana halnya sebuah institusi. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. Kirim dan kirim. kirimkan ke media lain. Pengertian Berita . Sepuluh. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. Kirimkan lagi. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. keempat peduli terhadap masyarakat. kelima: akal yang panjang. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. kedua: senantiasa bersikap waspada. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. dua puluh. Ubah jika memang ada permintaan. (2) memberikan pendidikan.

Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir. Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. riset kepustakaan. News Commentary (Komentar Berita). seimbang. kolom. analisis berita. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. observasi. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). Artikel Opini. Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. jelas dan ringkas. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. komentar berita. Straight news dari soft news dan hard news. press release/press conference dan statement of informan. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”. berita terdiri dari straight news dan features. angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. bagi khalayak. yaitu secara impresif dan autoritatif. News Analysis (Analisis Berita). pojok dan kolom. dan Review/Resensi/Kritik. Dalam media cetak. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. antara lain harus akurat. . mulai dari bright sampai enterprise story. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. tetapi dalam kenyataannya. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. resensi. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. lengkap. objektif. aritkel opini. Features terdiri dari beberapa macam. Editorial (Tajuk Rencana).

Press Conference. hargailah hak-hak narasumber. sasaran. 8. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . 5. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 7. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 9. 4. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. kepewaraan dan pidato. menerbitkan majalah sekolah. menerbitkan majalah dinding. 3. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). Untuk mencapai tujuan tersebut. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. melakukan kegiatan pidato. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. fungsi. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. tujuan. 6. menyelenggarakan drama radio. 10. 2. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. melakukan kegiatan kepewaraan. tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. 11. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini.

Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. majalah dinding. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. kepewaraan. (3) penutur asli bahasa Indonesia. memproduksi. mengkaji. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. kepewaraan. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. drama radio. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. Selain itu. (c) alat edukatif. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. heuristik. apresiasi cerpen. penyuntingan. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. dan (4) pemakai bahasa . drama radio. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). jiwa mandiri. dan pidato.tersebut. psikomotor (keterampilan). dan afektif (sikap). apresiasi cerpen. referensial. Secara garis besar. misalnya majalah sekolah. dan kreatif. dan pidato. regulatori. Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. dan drama panggung. penyuntingan bahasa. dan drama panggung. (b) alat berkomunikasi. majalah dinding. estetik. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif.

Maidar G. Assegaf. (7) apresiasi cerpen. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. (1984).S. perkembangan. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. (5) pidato. Arsjad. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. guru. Jakarta: Paradnya Paramita. pengayaan. dan kondisi peserta. (1991). (8) drama radio. dan (9) drama panggung. (2) majalah dinding. Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. percepatan sesuai dengan potensi. (b) beragam. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. terbuka. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. (1995). kepala sekolah. Malang: FPBS. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip. (1988). (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. dan seni. tahap perkembangan. teknologi. Rosihan. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. Habib. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. sumber belajar dan teknologi yang memadai. Jakarta: Ghalia Indonesia. (6) apresiasi puisi. Anwar. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. IKIP Malang. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Jurnalistik Masa Kini. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Jakarta: Erlangga. (4) kepewaraan. (1984). pegawai sekolah. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. Dja’far G. (3) penyuntingan bahasa. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . maupun masyarakat pada umumnya. Bari. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia.Indonesia sebagai bahasa asing. (e) belajar sepanjang hayat. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. akrab. kebutuhan. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip. M. dan Mukti U. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. dan hangat.

Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Jakarta: Depdiknas. Kisyani-Laksono. IKIP Malang. Luwi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ach. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. Jakob dan Saini K. MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. Teori Berbicara. berita foto. . Komunikasi Lisan. Teknik Menulis Berita dan Feature. Sumardjo. (1988). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya. (2003). (1996). (1982). Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung.). Feature. Sumadiria. (1991). dkk.Pengetahuan Praktis. M. berita suasana ber¬warna. Depdiknas. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Asdi S. Surabaya: Kartika. Surabaya: Unesa University Press. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). FPBS. Semi. Ermanto. Henry Guntur. Kridalaksana. Harimurti (Ed. Ater. Tarigan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Wahyudi dan Roekhan. Basuni. A. Yogyakarta: Cinta Pena.M. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Gramedia. (1995). (1984). Bandung: Mengantara. (2004). Malang: JPBSI. Haris. Yogyakarta: PD Lukman. Jakarta: Balai Pustaka. J. Bandung: Angkasa. (1993). (2005). Jakarta: Gramedia. Siswanto. Ishwara. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Teeuw. (1999). Dipodjojo. dan (3) iklan (advertising). Apresiasi Kesusastraan. (1984). Jakarta: Gramedia. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. (2) opini (views). Luxemburg.V. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra.

teras (lead). aktual. Keenam. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. kemajuan/kebaruan. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. berita penafsiran. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar. Kelima. demokratis. dan populer. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. menghibur. Ketujuh. segar. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. sejarah. santai. singkat. maupun kepada redaktur. Feature disajikan secara kreatif. dan humor. jernih. berita mendalam. wartawan. kolom. Struktur feature terdiri atas judul (headline). artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. padat. dan tubuh berita (body). menarik. (c) sumber berita. Pertama. penting/ternama. pojok. keluarbiasaan. singkat. jarak. Jenis feature itu adalah feature human interes. informatif. perjalanan. jelas. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. memengaruhi dan meyakinkan. Ketiga. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. Kedua. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. Kedelapan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. teknis. bahasa. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Feature. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. dan ilmiah. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. akibat/dampak. atau kontroversial. (b) urutan peristiwa. Kegiatan Belajar 3: . panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). dan menghibur. meng¬utamakan kalimat aktif. karikatur. kabar. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. pertentangan/komplek. petunjuk. Struktur berita terdiri atas judul (headline). Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. dan tubuh berita (body). Keempat. subjektivitas. dan surat pembaca. laporan di dalam majalah sekolah. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. dan berita penyelidikan. ka¬dang kadang subjektif. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. artikel. ringan. biografi. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. atau menghibur pembaca. kemanusiawian. Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. dan ejaan. aktual.berita menyeluruh. artikel menyajikan gagasan yang menarik. teras (lead). (d) struktur tulisan.

Yogyakarta: Cinta Pena. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. (1991). Cox. Boston: Allyn and Bacon. (2004). Dennisa dan Merriam. Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. (2005). cara mengatak. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. Rosihan. organizing (pengorganisasian). urutan. . pengatakan dapat diartikan sebagai proses. keterampilan. (2005). (1984). Assegaf. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. (2006). Ach. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. pembuatan. Selain itu. Redaktur adalah orang yang menangani. Basuni. Pengatakan artinya proses. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. DePorter. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Bandung: Kaifa. Depdiknas. Mike. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. baik dari segi pengetahuan. Edisi 2 Tahun I. maupun sikap. Dja’far G. redaksi pelaksana. Surabaya: Kartika.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. jenis huruf. dewan redaksi. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. “Aktivitas Pramuka. (1999). Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Dian. Sebagai istilah. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Jakarta: Depdiknas. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Ermanto. (2003). penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. Jurnalistik Masa Kini. pengaturan. controlling (pengendalian) majalah sekolah. dan redaktur majalah sekolah. latar. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. warna. gambar. 2005. Quantum Learning. dan urutannya. memilih. Lomba Poster” dalam Vagazine. Edisi III Juni 2006. pembina. (2003). Carole. Bobbi dan Hernacki. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. actuating (pelaksanaan). Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. pembuatan. Jakarta: Paradnya Paramita.

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

(3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. (1995). (6) mengetahui cara tampil. dan strukturnya. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. Haris. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. (2) inti. antaracara tv. Karima. (2) ingin selalu maju. Atar. (2005).Depdiknas. 2005. Editor Bahasa. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Edisi 2 Tahun I. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. Kegiatan Belajar 2: . Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. (2) waktunya. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. dan (3) penutup. peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Berdasarkan waktunya. dan (4) lingkungan. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Ada bermacam-macam kepewaraan. dan (3) jenis acaranya. (2) motivasi. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. perkawinan. pemandu debat. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Jakarta: Priastu. talk-show. serta (7) mempunyai sifar humor. Sumadiria. Dalam acara tidak resmi. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. Dalam acara resmi. Sindhunata. (2006). Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. Secara umum. Berdasarkan jenis acaranya. dalam acara tv. (2005). (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. Dendy. (1989). Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. Teknik Menulis Berita dan Feature. Berdasarkan sifatnya. Sugihastuti. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (3) belajar. M. Bandung: Mengantara. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. Syarat itu adalah (1) mau belajar. Semi. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. Sugono. Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi.

Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. (5) mengatasi kecemasan. model. (4) waktu berpidato. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. Pada bagian ini. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. tempat. Bari. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. (7) media pidato. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. (6) suasana berpidato. Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (2) pesan. atau komputer). informasi. (6) menguraikan pidato. dan (c) salam penutup. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. peralatan (naskah. (1988). (3) metode membaca naskah. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. (b) permintaan maaf. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. atau membawa perangkat lainnya). M. psikologis. dan (4) metode menghafal. dan (7) berlatih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. Ada berbagai jenis pidato. Waktu. perlu persiapan. (b) ucapan penghormatan. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. (1995). Jakarta: Gramedia .S. dan (4) pidato tidak langsung. Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. OHP. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. Pembukaan (a) salam pembuka. (2) isi. Sebelum berpidato. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. suasana. Habib. (2) pidato tidak resmi. (3) pendengar. (3) memilih topik. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. dan (3) penutup. podium. (5) mengumpulkan bahan. alat peraga seperti tayangan. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara. Unsur pidato adalah (1) pembicara.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. (5) tempat berpidato. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. dan Mukti U. (4) membuat kerangka. (3) pidato langsung. pelantang. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. (3) memahami proses komunikasi massa. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. gagasan. Maidar G. Jakarta: Erlangga. (2) mempelajari pendengar dan situasi. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. dan persiapan teknis.

dokumentasi. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Ende: Nusa Indah. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. (3) sarana. (1993). penentuan juri. Henry Guntur. surat kepada undangan. surat kepada juri. Kridalaksana. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. (1980). Panitia kompetisi terdiri atas ketua. administrasi. Gorys. pengumuman lomba. sistem dan kriteria penilaian. kesekretariatan. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Yogyakarta: PD Lukman. Keraf.). Teori Berbicara. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. Yasin. (1991). konsumsi. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. perlu dipersiapkan laporan. honorarium juri dan panitia. tata tertib lomba. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. sekretaris. surat kepada peserta. atau musikalisasi puisi. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. (1999). dan biaya tidak terduga. Surabaya: Unesa University Press. proposal kegiatan. (2) administrasi. dramatisasi puisi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Sulchan. Jakarta: Balai Pustaka. keamanan. Komunikasi Lisan. penentuan peserta. (1982). Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi.Dipodjojo. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. Setelah perlombaan. lomba. hak dan kewajiban peserta. Asdi S. Tarigan. Komposisi. waktu perlombaan. Harimurti (Ed. hubungan masyarakat. hadiah. surat koordinasi panitia. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. kain rentang atau baliho. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . dokumentasi. hak dan kewajiban juri. bendahara. puisi yang dilombakan. sistem lomba dan pemenangnya. dan (4) biaya. Kisyani-Laksono. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. (1996). Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Bandung:Angkasa. dan bidang-bidang. deklamasi puisi. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Surabaya: Mekar. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang.

lomba. dan dokumentasi. dan dokumentasi. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Pertama. kesekretariatan. IKIP Malang. penentuan peserta. kesekretariatan. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Memahami Cerita Rekaan. (1984). Malang: JPBSI. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. Luxemburg. Pengkajian Puisi. dan (4) biaya. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. hubungan masyarakat. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Kedua. sekretaris. Rachmat D. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. bendahara. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. Sudjiman. Kedua. mengetahui jenis kompetisi. (1991). (3) sarana. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Pradopo. lomba. Jakarta: Pustaka Jaya. kesekretariatan. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. Keempat. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. Panuti. dokumentasi. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana.V. Ketiga. penentuan juri. Wahyudi dan Roekhan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. Keempat. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. FPBS. hubungan masyarakat. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. dan bidang-bidang. Jakarta: Gramedia. J.digariskan dalam perencanaannya. (1984). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. IKIP Malang. Siswanto. hubungan masyarakat. . (2) administrasi. lomba. mengetahui jenis kompetisi. dkk. Malang: FPBS. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Pertama. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. Pengantar I1mu Sastra. (1988). Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Ketiga. (1987). mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi.

watak dan penokohan. Melani Budianta). Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. (1984). dan penjelasan narator. dan (3) unsur teks drama. Jakarta. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. monolog. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. A. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. dan tema atau nilai. (7) media belajar dan sumber belajar. yakni tokoh. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. (1988). (5) mengembangkan perasaan (humor. latar. (4) mengembangkan imajinasi. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. Secara umum. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. Teeuw. Jakarta: Gramedia. penata elektronik. sutradara. dan pemain. keindahan. dan penata musik. tetapi dibentuk oleh prolog. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. dan penutup.kebudayaan. (b) . (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Unsur-unsur teks drama. bukan untuk dipentaskan. Jakarta: Intermasa. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. Herman J. (1987). Jakob dan Saini K. dan (4) evaluasi. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Teori Kesusastraan (terj. dan percakapan. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. Rene dan Austin Warren. Teori dan Apresiasi Puisi. Apresiasi Kesusastraan. epilog. (2) unsur pertunjukan. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). (3) pelaksanaan. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. (2) pelatihan. Jakarta: Erlangga. sutradara. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Jakarta: Gramedia. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Waluyo. karakterisasi. (1990).M. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. gaya bahasa. MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca.Sumardjo. Aart van. Dengan penyelenggaraan drama radio. Zoest. inti. Pustaka Jaya. pemain. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. simpati dan empati). Wellek. peristiwa. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. (8) media hiburan serta (9) melestarikan . mental pemain harus dipersiapkan. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. (1989). dialog.

seni gerak. dan penyusunan buku kerja. dan (3) teks drama. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. Dengan penyelenggaraan drama panggung. Di sisi lain. busana. dan musik). Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. (7) media belajar dan sumber belajar. Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. penata (panggung. peristiwa. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. karakterisasi. rias. olah tubuh. seni rupa. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. has. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. diskusi. sutradara. sutradara. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). dan olah imajinasi. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). mental pemain harus dipersiapkan. (9) melestarikan kebudayaan. lampu. gaya bahasa. dan gerak. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. dan seni musik. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. keindahan. (4) mengembangkan imajinasi. pemain. berlatih gerak tubuh. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. dan berdoa. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. olah suara. (3) olah imajinasi. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. simpati dan empati). dan penutup. tata artistik. (2) pertunjukan. . Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. dan tema atau nilai. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. watak dan penokohan. kalimat. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. (8) media hiburan. pemain. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. dialog. Kegiatan penutup berupa penenangan. (4) evaluasi. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. dialog. busana. dan (c) olah imajinasi. berlatih ekspresi. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang.olah suara. (5) mengembangkan perasaan (humor. lampu. yaitu campuran antara seni sastra. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. penata (panggung. latar (setting). Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. pembisik. (3) pelaksanaan. (2) pelatihan. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. inti. (2) olah tubuh.

the infinite forms to express intimacy. in the region (graffiti. (1988). Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. J. etc. AIDS. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. sports. Malang: JPBSI. Malang: FPBS. Jakarta: Pustaka Jaya.V. school magazine. Jakarta: Gramedia. national commemoration. Wahyudi dan Roekhan. sickness. Konstantin. Satanislavski. Jakarta: Pustaka Jaya. 1. superlatives. rules. FPBS. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. dkk. humours. (1991). IKIP Malang. Apresiasi Kesusastraan. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. editor. and the rubrics dealing with youth lives (musics. illigal logging. in the state (education. Mengingat majalah sekolah .). etc. (1980). religious reflection. and familiarity. (1984). etc. The identities of the homogenious readers produce greetings. editors. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. IKIP Malang. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra.) Key words: content.). Teeuw. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. conjunction. (1984). This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. to those in the world (global warming. youth. Luxemburg. Pengantar Teori Sastra. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). the profiles of the teachers and students. A. Siswanto. article. interjections. talk show. Sumardjo. etc.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. art. language. (1984). negation. city master plan. talk show with the teachers or head masters.). natioal exam. Jakob dan Saini K. and news). Jakarta: Gramedia. code mix.M.

Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. 2. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. yang tentu akan membawa ide-ide baru. dkk. pemikiran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Bobo. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Suara Merdeka Anak. Aneka. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Oleh karena itu. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Dalam tulisan ini. Driyarkara. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Ketiga . bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. dan lain-lain. ke kiri. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Gaul. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. 2006: xxiii-xxiv). “Para awak baru. ke kanan) waktu berjalan’. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini.. ke belakang. dsb.menuntut penanganan khusus. dan. bekas langkah’. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’.

Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Sebagai hasil kegiatan. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. dsb. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. gagasan. Ihwal perkembangan masa remaja. khususnya pada tingkat SMA. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. perasaan. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono.‘sikap. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. 2006: 93-4).)’ (2002: 201). Dalam pandangan Piaget. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Lebih lanjut beliau mengemukakan. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . Seperti kita ketahui. bagian’. buat selama hidupnya (Tauchid. sedangkan sebagai proses kegiatan. tindak tanduk. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. 3. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. 2006: 96). dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. 2004: 446). yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. inipun amat penting pula. Keempat ‘tahap. membuat pilihan. perbuatan’. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun.

dan emosional. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. pengajaran di SMP dan SMA. dan fisiknya. dan moral. d. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. Oleh karena itu. b. c. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. sosial. dan dilakukan. moral. olahragawan. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. dirasakan. remaja mulai meminati masalah seksual. seperti bintang film. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. dan masalah-masalah remaja. dan sebagainya. . Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut.meliputi perkembangan fisik. sosioemosional. e. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. a. kognitif. Oleh karena itu. dan kehamilan sebelum menikah. intelektual. tokoh politik. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. hukum. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. sosial. sosial. gangguan emosi. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. emosional. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik.

cara penulisan kata. seperti tampak pada contoh berikut. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. 1) Hiiii. interjeksi. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Kata Qta. yaitu Salam Redaksi. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. yaitu: (1) daerah. Bertumpu pada pandangan di atas. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Sikapnya itu dipengaruhi. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. Surat Redaksi. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. Dari Redaksi. seperti tampak pada uraian berikut. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. dan (3) sikap penutur (1980: 17). a. membuat majalah itu nggak gampang. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. antara lain. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Suara Aquila. yang dapat disebut langgam atau gaya. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. . atapnya bocor. (2) pendidikan. Ragam ini.4. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys.

. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. lega. Hi Friends. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. dah. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. neh. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. so. kalo. kan. aja. nggak. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar.. Konsulidasi.. dan kamu-kamu. keren. udah. sekarang tinggal 8 orang. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. dunk.. bersua. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. Kamu-kamu pasti tahu. puji Tuhan. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. seperti kata tak. bubar. Cara lain menggunakan interjeksi. dan menggairahkan. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. Soalnya. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. setu.. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.. Pelita edisi ke-13 kali ini. seperti kata oke. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. nunggu.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. seperti Hiiii. Mesra terbit juga. Delayoters. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi.. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa.. . kalo. dan sedikit bergerilya. “Evolusi”. dan Hai Sobat Pelita.. jumpa. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. lamaaaa. banget. ini akhirnya terbit juga. dan onomatope hiks hiks.. naah. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. dan udah. seperti tampak pada contoh 5) berikut. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. kali ini Mesra ngambil tema. kerasa... dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. Komunikasi. Guys. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. gampang. udah lulus. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5.

6). (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. 5 bulan terakhir. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit.Ketersibukan. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. thanks banget. 7). “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . Wb. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. Selanjutnya. kerja keras dan kemauan team redaksi. Januari. Oleh karena itu. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Wb. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami.. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. 8). salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. seperti content. dan thanks to the whole team. tetapi dengan kemauan. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. tanggal terbit yang baru. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut.

2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Contohnya.. guys! qta bakal lu2s bareng.. dong. Jangan kaya kemaren. gamelan. kursi kantin. Skali-kali memakai kertas berwarna. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. tetap jaga kekompakan. BIKAR. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. yaitu MABOSA..kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. Untuk masalah foto. atas tanggapannya….S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam.. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. coz ntar jadi jelek. ya!!! Trus. misalnya cerpen. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. buat pemimpin-pemimpin sekolah. jangan blawur-blawur. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Setelah saya membaca cukup lumayan. okey?! (BIKAR). Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). • Ditebelin. puisi. ya!! (MESRA: 53). dan Bullpakç. 1) Jangan Blawur donk Wah. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. b. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”.D. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. MESRA. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu . Giancinta B. seperti tampak pada contoh berikut. kelas-kelasnya dipasangai AC. Cas Cis Cus. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. de el el. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab.

Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. qta. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). buat. c.. Penggunaan kata tidak baku kalo. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. Untuk menghargai kerja keras itu. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. Eksklusif Wawancara. Maka dari itu.Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada.. I Luv You. ntar. Perlu temen-temen ketahui. Liputan Utama. Nah. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. seperti terlihat pada uraian berikut. kemaren. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. donk. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca.. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. kan. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. 3). temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. dan harapan.. Contoh 2). sindiran mengenai kejanggalan. dan lu2s. untuk masalah kualitas. Penggunaan interjeksi wah. mbuat. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik.. seperti penggunaan interjeksi thanks. Oleh karena itu. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. de el el. coz. adain. . nggak. Redaksi memberikan honor yang setimpal. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. ditebelin.. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. biar. dan ngecewain. dong. ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. lho. dan Headline. Dari sisi bahasa. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. skalikali. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. blawur-blawur. Liputan. Yang Utama. Laput. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. 1) Jadi. guys. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. dikomplitin.

Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Club eighties. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. Perlu teman-teman ketahui. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. Fauzi Baadilah. Miss Universe 2005. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Contoh 1a). Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Delon. Berdasarkan fenomena di atas. Glen Fredly.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. yaitu dah dan nggak. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. seperti yang dia katakan. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. perilaku yang sudah bagus harus berubah. tren itu saya rasa perlu ya. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). 2007:17). Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. dan lain-lain. karakter atau pribadi. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). Karena kita hidup itu perlu berkembang. Wingky Wiryawan. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana.

negator. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. suster. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16).tinggi. 2a) Euphoria ini.. sih. Oleh karena itu. dll. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. pemadam kebakaran. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. tapi gak apa-apa juga kan. aja. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. super rame. dokter.. wuih. yup. (MESRA: 12). anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. loh. Sukarno.A. langsung aja ya. So. sapaan langsung. Ir. Christina Marta Tiahahu. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. khususnya interjeksi. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. kan. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. superlatif. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. ya. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. 2b) Duh. nah. seperti tampak pada uraian berikut. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). (BIKAR: 2). Kartini. guru. Ibu. yuuk. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. so . aja.

Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. seperti tampak pada diagram berikut. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. Aquila. cetha. buat 6 Campur kode and. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. 7 Bentuk tidakbaku konyol. dan beberapa rubrik yang ada. pengajaran di SMP dan SMA. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). heboh. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. Ihwal isi. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. abis. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. sosioemosional.2 Sapaan sobat. 2007). dan masalahmasalah remaja. nampilin. a. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. editorial dan topik utama. ra.M (XI IPS 3). gimana. Cas Cis Cus. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. hay 3 Superlatif banget. gak 5 Konjungsi tapi. kognitif. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. yaitu EKSIS. rame. 5. 4 Negator nggak. Empat majalah lainnya. hay girl.

2.. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA.. seperti tampak pada diagram berikut. dan nasional. pendidikan. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. kesehatan.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib .3. “Bahasa Cinta Dunia”. mulai persoalan internal sekolah. Progresif. Aquila. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. Cas Cis Cus. dan penerapan KTSP. dan Bullpakç. pergaulan. “Tentang Cinta”. “Warna Hidup”. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. Sajian pada MABOSA dan Progresif. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. seni. dan humaniora. Aquila. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Ada Bahasa dalam Teknologi”. regional. EKSIS. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”.. b. “Ada Teknologi Bahasa. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. Cas Cis Cus. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. EKSIS.

c. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. seni. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. dan sebagainya. yaitu St. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. guru. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. pasar seni Gabusan. akademik. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. gelandangan. rumah makan. pengamen. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. orang yang mengalami cacat fisik. Bastian. oleh karena . seperti pengemis. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. FKY. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Berita intern sekolah. siswa.kurang beruntung. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. dan keterampilan khusus. prestasi yang dicapai oleh sekolah. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika.

kadang-kadang subjektif. (4) . dan sindiran singkat. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. pesawat tempur. tahun 1997. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. d. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. dan profil tokoh.itu. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. tanggapan. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. seperti tampak pada diagram berikut. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. dan sebagainya. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. (3) adaptasi bagi siswa baru. (2) UAN. keadaan. film. artikel. OSIS baru. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. seperti masalah internet. atau aspek kehidupan” (2008: 66). “Warna Hidup”. prestasi. grafiti. Dari sembilan majalah. tidak ada kemasan berita. “JB On The Spot”. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. global warming. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. antara dua sampai lima kalimat.

Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. dan BIKAR. Dari 12 artikel.co. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. dan alumni. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. pendamping.pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Keistimewaannya. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. PELITA. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). seperti kasus illegal loging (2007: 3). malah kita menjadi maling di negeri sendiri. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. yaitu kesejahteraan bersama. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Dari segi isi. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan.

sumbangan. kartun. seperti tampak pada diagram berikut. percintaan. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. lemari pakaian. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. rak kamar mandi. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. 28 Oktober – 1 November 2008. dan laci dapur. e. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. teknologi. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. dan cerbung. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. cerpen.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. yaitu mengenai hidup sehat. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. bazar. dan masalah kemanusiaan.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. kekeluargaan. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . persahabatan.

rules. and familiarity. language. talk show. the infinite forms to express intimacy. school magazine. pemikiran. Suara Merdeka Anak. natioal exam. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. humours. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. code mix. sports. to those in the world (global warming. dan lain-lain. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. in the region (graffiti. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. superlatives. etc. interjections. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. editor. talk show with the teachers or head masters. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis.). etc. article. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini.). In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. the profiles of the teachers and students. conjunction.). “Para awak baru. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. youth. 1. religious reflection. national commemoration. Deviaton decreases in the rubrics of opinion.) Key words: content. Gaul. The identities of the homogenious readers produce greetings. Bobo. etc. editors. sickness. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). illigal logging. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. Oleh karena itu. Aneka. Driyarkara. and the rubrics dealing with youth lives (musics. art. etc. negation. and news). in the state (education. AIDS.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. yang tentu akan membawa ide-ide baru. city master plan. dan.

Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Ketiga ‘sikap. ke belakang.Mahatinggi’ (Sudiarja. 2. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Dalam tulisan ini. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Masa puber atau permulaan remaja . ke kiri.)’ (2002: 201). 2006: xxiii-xxiv). khususnya pada tingkat SMA. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. perbuatan’. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). dsb. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang.. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. ke kanan) waktu berjalan’. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. sedangkan sebagai proses kegiatan. Keempat ‘tahap. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. bagian’. Sebagai hasil kegiatan. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. 3. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. bekas langkah’. tindak tanduk. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. dsb. gagasan. dkk. perasaan. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga.

Kondisi . Oleh karena itu. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. 2006: 93-4). Lebih lanjut beliau mengemukakan. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). pengajaran di SMP dan SMA.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. inipun amat penting pula. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. dirasakan. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). Dalam ilmu pendidikan diterangkan. sosial. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. 2006: 96). Seperti kita ketahui. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. moral. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. dan masalah-masalah remaja. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. Ihwal perkembangan masa remaja. a. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. remaja mulai meminati masalah seksual. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. emosional. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. b. kognitif. membuat pilihan. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. buat selama hidupnya (Tauchid. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. sosioemosional. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. c. 2004: 446). Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. dan dilakukan. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Dalam pandangan Piaget. dan fisiknya.

dan (3) sikap penutur (1980: 17). Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. d. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. e. (2) pendidikan. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. oleh umur dan kedudukan yang disapa. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. seperti bintang film. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. yaitu: (1) daerah. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan sebagainya. Bertumpu pada pandangan di atas. cara penulisan kata. yang dapat disebut langgam atau gaya. Oleh karena itu. dan emosional. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. tokoh politik. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). Sikapnya itu dipengaruhi. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. intelektual. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. gangguan emosi. seperti tampak pada . 4. sosial. Ragam ini. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. dan kehamilan sebelum menikah. olahragawan. sosial. dan moral. hukum. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. antara lain. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun.

Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. seperti kata tak. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. so. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. kalo. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. udah. bersua. Delayoters. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Hal tersebut sebagai salah satu cara . kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. seperti Hiiii. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. Surat Redaksi. a. Dari Redaksi. lamaaaa. dan kamu-kamu. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. banget. dunk. gampang. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. jumpa. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. seperti tampak pada contoh berikut. yaitu Salam Redaksi. puji Tuhan. dan Hai Sobat Pelita.uraian berikut. nggak. 1) Hiiii. setu. keren. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. nunggu. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Suara Aquila. dan onomatope hiks hiks. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. Guys. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Hi Friends. ini akhirnya terbit juga. interjeksi. kan. membuat majalah itu nggak gampang. kerasa. Kamu-kamu pasti tahu. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. naah. Kata Qta. neh. atapnya bocor. Pelita edisi ke-13 kali ini.

juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. seperti tampak pada contoh 5) berikut. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal.menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. Konsulidasi. dan udah. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. Mesra terbit juga. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. seperti kata oke.. sekarang tinggal 8 orang. tanggal terbit yang baru.. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5.. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. dan sedikit bergerilya. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. lega. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca... kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. Soalnya. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. “Evolusi”. dah. Komunikasi... dan menggairahkan. Cara lain menggunakan interjeksi. tetapi dengan kemauan. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Januari. kerja keras dan kemauan team redaksi.. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin.. 5 bulan terakhir. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. bubar. kali ini Mesra ngambil tema. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang.. udah lulus.. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut.. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Wb.. kalo. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. aja. Ketersibukan.

penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. MESRA. Selanjutnya.D. Setelah saya membaca cukup lumayan. dan thanks to the whole team. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. Wb. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. 8). Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. BIKAR. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Giancinta B. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. Jika motret artis tolong yang jelas donk. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. 6). Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan.. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. yaitu MABOSA. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung.. seperti content. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. 1) Jangan Blawur donk Wah. Cas Cis Cus. thanks banget. Oleh karena itu. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”. b. 7). dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Untuk masalah foto. dan Bullpakç. Skali-kali memakai kertas berwarna. atas tanggapannya…. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. jangan blawur-blawur. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. kita .dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). seperti tampak pada contoh berikut. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. coz ntar jadi jelek.

Nah.. Jangan kaya kemaren. puisi. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan.janji kita bakalan lebih bagus lagi. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. Perlu temen-temen ketahui. de el el. coz. dan ngecewain. Maka dari itu. tetap jaga kekompakan. kelas-kelasnya dipasangai AC. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. dong. okey?! (BIKAR). buat pemimpin-pemimpin sekolah. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). donk. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. ya!!! Trus. nggak.. skalikali. Penggunaan interjeksi wah. dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. Contohnya. Penggunaan kata tidak baku kalo. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. • Ditebelin. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. ya!! (MESRA: 53). bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. Untuk menghargai kerja keras itu. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. seperti penggunaan interjeksi thanks. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. misalnya cerpen.. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. ntar. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah.. gamelan. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . guys! qta bakal lu2s bareng. kursi kantin. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. mbuat. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6)... Redaksi memberikan honor yang setimpal. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. blawur-blawur. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. kemaren. untuk masalah kualitas.

de el el. sindiran mengenai kejanggalan. Liputan. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. Oleh karena itu. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. dong. guys.. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. ditebelin. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. dan lu2s. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. Laput. qta. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. lho. seperti terlihat pada uraian berikut. kan. adain. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Eksklusif Wawancara. karakter atau pribadi. Liputan Utama. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman.menggunakan kata tidak baku ngga’. I Luv You. 1) Jadi. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. c.. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. biar. Contoh 2). tren itu saya rasa perlu ya. dan Headline. 3). perilaku yang sudah bagus harus berubah. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. dan harapan. Yang Utama. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. buat. Dari sisi bahasa. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . Karena kita hidup itu perlu berkembang. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). dikomplitin.

Delon. 2007:17). PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. sapaan langsung. negator. Miss Universe 2005. Berdasarkan fenomena di atas. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. 2b) Duh. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. Club eighties. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. dan lain-lain. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Glen Fredly. Wingky Wiryawan. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan.kode ke bahasa Inggris God bless you. tapi gak apa-apa juga kan. dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. 2a) Euphoria ini. yaitu dah dan nggak. Fauzi Baadilah. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. langsung aja ya. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Oleh karena itu. superlatif. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. seperti tampak pada uraian berikut. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. khususnya interjeksi. Contoh 1a). Perlu teman-teman ketahui. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. seperti yang dia katakan. super rame.

Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. buat 6 Campur kode and. wuih. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. guru. abis. Ihwal isi. nah. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. Aquila. ya. Sukarno. yup. 4 Negator nggak. pengajaran di SMP dan SMA. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. heboh. gimana. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. kognitif. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. yuuk. dll. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. 7 Bentuk tidakbaku konyol. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. cetha. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. kan. (BIKAR: 2).. dokter.A. hay 3 Superlatif banget. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. 5. Ibu. Empat majalah lainnya. gak 5 Konjungsi tapi. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini. So. dan masalahmasalah remaja. hay girl. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . aja. yaitu EKSIS. so 2 Sapaan sobat. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). Christina Marta Tiahahu. nampilin. Ir. (MESRA: 12). Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. Kartini. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. suster. Cas Cis Cus. rame. loh. ra. aja. sosioemosional. pemadam kebakaran.sekarang ini? Menurut saya.. sih. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh.

tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah..M (XI IPS 3). seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru..3. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. regional. editorial dan topik utama. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. 2007). tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA .. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. dan humaniora. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. dan beberapa rubrik yang ada. pendidikan. a. dan nasional.menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. kesehatan. pergaulan. seni. mulai persoalan internal sekolah. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. seperti tampak pada diagram berikut. b. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. seperti tampak pada diagram berikut.2. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi.

siswa. Progresif. berupa prestasi dalam bidang olah raga. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. Aquila. pengamen. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. prestasi yang dicapai oleh sekolah. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Cas Cis Cus.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. akademik. seni. dan sebagainya. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. seperti pengemis. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. EKSIS. Sajian pada MABOSA dan Progresif. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. Aquila. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. dan Bullpakç. Cas Cis Cus. Ada Bahasa dalam Teknologi”. “Tentang Cinta”. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. guru. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. “Warna Hidup”. gelandangan. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. Bastian. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. dan keterampilan khusus. dan penerapan KTSP. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. c. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. EKSIS. “Bahasa Cinta Dunia”. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. orang yang mengalami cacat fisik. “Ada Teknologi Bahasa. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah.

Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. tahun 1997. pasar seni Gabusan. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. dan profil tokoh.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. “Warna Hidup”. atau aspek kehidupan” (2008: 66). Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. keadaan. “Cerita feature adalah artikel kreatif. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. artikel. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. FKY. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. . Berita intern sekolah. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. yaitu St.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. oleh karena itu. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. tidak ada kemasan berita. pesawat tempur. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. kadang-kadang subjektif. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. OSIS baru. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. rumah makan.

prestasi. (3) adaptasi bagi siswa baru.“JB On The Spot”. antara dua sampai lima kalimat. Dari sembilan majalah. dan sebagainya. (2) UAN. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. grafiti. film. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. dan BIKAR. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. global warming. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . tanggapan. d. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. seperti tampak pada diagram berikut. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. Dari 12 artikel.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. dan sindiran singkat. PELITA. seperti masalah internet.

yaitu mengenai hidup sehat. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. yaitu kesejahteraan bersama. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. Dari segi isi. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. lemari pakaian.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. dan laci dapur.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . rak kamar mandi. seperti tampak pada diagram berikut. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat.co. bazar. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. dan kutipan sumber lain 1 artikel. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. pendamping. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). dan alumni. sumbangan. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. Keistimewaannya. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. seperti kasus illegal loging (2007: 3). MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. e. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta.

. kekeluargaan. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. kartun.(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. 28 Oktober – 1 November 2008. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. dan cerbung. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. percintaan. dan masalah kemanusiaan. teknologi. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. persahabatan. cerpen.