Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!

” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat, yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik, bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Tidak hanya tulis-menulis yang diajarkan, tetapi juga pembuatan buletin atau majalah. Hal ini tentu didukung dengan sarana-prasarana untuk menunjang mata pelajaran jurnalistik di sekolah. Last but not least! Tiada kata terlambat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pembuatan majalah sekolah. Dalam 10 tahun terakhir ini, banyak sekolah yang menyadari arti penting majalah sekolah. Bahkan untuk meningkatkan kualitas majalah sekolah, dibukalah ekstrakulikuler (ekskul) jurnalistik di sekolah, juga digelar berbagai pelatihan jurnalistik dengan menggandeng praktisi pers. Meski tidak berupa mata pelajaran jurnalistik secara khusus, setidaknya dengan ekskul jurnalistik ini bisa mengejar ketertinggalannya dari negara maju. Banyak sekali manfaat ekskul jurnalistik. Hery Nugroho (2006) mengatakan ada empat hal, yakni a) sebagai media penyaluran bakat siswa dalam bidang penulisan, b) penyaluran minat dalam bidang yang sama, b) membantu anak memahami dan mempraktikkan teori-teori dalam pelajaran bahasa, dan d) melatih anak tampil lebih berani dan kritis terhadap berbagai kondisi. Dengan adanya ekskul jurnalistik, diharapankan dapat menelurkan produknya: majalah sekolah. Karenanya, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik akan lebih mudah membuat majalah sekolah daripada sekolah yang tidak mempunyai ekskul tersebut. Secara teori, sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik sudah siap dengan infrastruktur dalam pembuatan majalah sekolah. Sebenarnya sekolah yang tidak mempunyai ekskul jurnalistik tidak berarti harus menutup pintu untuk memiliki majalah sekolah. Sebab secara substansi juga diajarkan dalam setiap mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Inggris. Yang terpenting, adakah kemauan sekolah untuk membuatnya. Tentunya kemauan ini tidak hanya dari guru bahasa Indonesia saja, tetapi harus didukung berbagai komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, seluruh guru, karyawan, komite sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Merasakan Manfaat Dukungan ini dapat dengan cepat diperoleh kalau masing-masing pihak mengetahui dan merasakan manfaat adanya majalah sekolah. Menurut Mulyoto (2007), ada tujuh manfaat

adanya majalah sekolah. Pertama, sebagai media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan. Kedua, penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor. Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah. Ketiga, media komunikasi. Tulisan yang dimuat —baik dari siswa, guru atau karyawan— akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca. Keempat, media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan. Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya. Kelima, media belajar organisasi. Dalam pembuatan majalah sekolah diperlukan pengelola majalah, mulai dari pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, redaktur, wartawan, fotografer, dan lain-lain. Secara langsung, siswa belajar bagaimana membagi pekerjaan untuk membuat majalah sekolah. Keenam, penyemai demokrasi. Dengan adanya majalah sekolah, siswa bisa menuliskan uneg-unegnya dalam bentuk tulisan. Uneg-uneg bisa berbentuk masukan untuk perbaikan sekolah. Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman nyata tentang bagaimana menyampaikan pikiran dalam sistem yang demokratis, dengan cara yang bermartabat. Ketujuh, media promosi. Tulisan yang ada dalam majalah sekolah sekaligus dapat diketahui orang lain. Selagi majalah itu masih ada, sampai kapan pun orang lain akan dapat membacanya. Dengan kata lain, penerbitan majalah sekaligus bisa menjadi media promosi sekolah tersebut. Ya, ketujuh manfaat itu sangat bermanfaat. Atau dalam bahasa penulis (Hery Nugroho, 2008), kemanfaatanya sama seperti pohon kelapa. Mulai dari akar sampai batangnya bermannfaat. Setelah mengetahui manfaat dan bersepakat untuk membuat majalah sekolah, langkah berikutnya adalah action (pembuatan majalah sekolah). Cara Praktis Menurut pengalaman penulis selaku pembimbing, pembuatan majalah sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Yang pertama, masa persiapan. Pengelola majalah menyiapkan penerbitan majalah sekolah, yakni membuat proposal. Proposal hendaknya dibuat dan dibahas oleh seluruh pengelola. Mulai dari soal nama majalah, visi-misi, rencana rubrikasi, jumlah halaman, hingga rencana pemasukan dan pengeluaran dalam pembuatannya.

Kedua, masa penulisan dan pengeditan. Penulisan naskah bisa berasal dari siswa, guru, dan karyawan. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya dilakukan rapat redaksi terlebih dulu. Jangan lupa, dalam redaksi itu harus ada kesepakatan bersama kapan batas akhir (dead line) pengumpulan naskah. Setelah semua tulisan masuk ke meja redaksi, langkah berikutnya adalah menyeleksi naskah layak muat dan mengeditnya. Editing dilakukan oleh editor, dan tugas itu bisa dilakukan oleh guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Ketiga, lay out. Pada masa ini, naskah yang telah dimuat ditata (lay out). Kalau pengelola majalah bisa me-lay out sendiri, itu lebih baik. Kalau tidak, minta bantuan orang lain yang ahli. Meski yang me-layout orang lain, alangkah baiknya ada salah seorang redaksi yang ikut mendampingi, untuk memudahkan lay outer manata sesuai dengan keinginan redaksi. Hasil lay out bisa diprint, untuk diedit ulang. Mungkin ada yang masih salah, kurang foto, atau yang lain. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan isi majalah. Keempat, pracetak. Pada masa ini, pembuatan majalah 75 persen hampir jadi. Ibarat foto, tinggal membuat filmnya. Dalam tahap ini, pengelola dihadapkan pilihan apakah menggunakan film atau kalkir. Film pun ada dua pilihan: separasi atau hitam putih. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah. Kalau ingin bagus, bisa berbentuk film yang separasi. Tetapi kalau dananya minim, bisa menggunakan kalkir. Dalam pengamatan penulis, banyak pengelola majalah sekolah menggunakan film separasi untuk cover, sedangkan halaman isi menggunakan kalkir. Hal ini ditempuh dengan pertimbangan penghematan pengeluaran dana dan kualitasnya tidak begitu jelek. Kelima, pencetakan. Ini adalah tahapan terakhir, dan sangat menentukan kualitas cetak majalah. Karenanya, redaksi harus hati-hati memilih percetakan yang betul-betul berpengalaman. Selain itu, perlu diperjelas waktu selesai pencetakan. Jangan sampai waktunya meleset dari keinginan pengelola. Setelah kelima hal itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan pengelola majalah selesai. Ada hal yang tidak kalah penting, yakni membagi majalah ke tangan pembaca. Bagaimana, mudah bukan membuat majalah sekolah? Selamat mencoba! *** Hery Nugroho, S.Pd.I Guru SMP Negeri 7 Semarang, juara III Sayembara Penulisan Buku Pengayaan Tingkat Nasional Tahun 2008 yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Depdiknas, Pengurus Agupena Jawa Tengah. Tags:

Sumber: Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/07/05/cara-mudah-membuat-majalah-

Cari Bocoran informasi dana dari Pembina majalah sekolah. Redaksi Yang dipimpin pemimpin redaksi tentu adalah tim redaksi. kamu dapat memprediksi majalah sekolahmu nanti kayak apa. Intinya. Kamu dan teman-temanmu sudah ngebet mo bikin majalah atau buletin sekolah. Hal yang penting untuk dipersiapkan sekarang adalah menyusun kepengurusan beserta tanggung jawabnya alias tugas-tugasnya (penting nich: berdasarkan pengalaman penulis ini adalah pondasi awal yang harus dibentuk dengan sebaik mungkin). Ini nih perinciannya: Pemimpin Umum Biasanya kepala sekolah. Bagusnya. Naskah harus ia sediakan entah dengan menulisnya sendiri atau menyeleksi dari kiriman siswa-siswa lain. Berdasar informasi tersebut. Betapa berat beban bikin majalah sekolah jika yang menggarap Cuma 1 redaksi. Sebenarnya Majalah dan Buletin itu memiliki perbedaan lho but any bus way tuk JOB DESCRIPTION kita standartkan saja ok’s. seorang redaksi hendaklah tahu -minimal punya rasa ingin . redaksi bertanggung jawab terhadap penyediaan naskah. Ia yang harus mengkoordinasi seluruh anggota tim majalah sekolah serta mengatur agar setiap kegiatan masing-masing anggota timnya berjalan selaras saling melengkapi. 1 anggota tim redaksi majalah sekolah Cuma bertanggung jawab terhadap 1 atau 2 rubrik. Melihat kerja redaksi di atas. tentu anggotanya enggak Cuma satu orang. Lebih dari itu bisa mengganggu kewajiban belajar pelajaran sekolah. Nah.sekolah/#ixzz14PfNYJd5 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Category:Other "CARA MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH" YUP. Ia juga yang kudu berkonsolidkasi dengan Pembina tentang kebutuhan atau kesulitan dalam penerbitan masel. Pemimpin Redaksi Pemimpin redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. trus setelah itu membuat proposal. Namanya tim. ini dia formasi pasukan masel(majalah sekolah) beserta tugas-tugasnya. kamu perlu nyiapin pasukan. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik majalah sekolah yang dipimpinnya. Jika menyeleksi dari kiriman siswa. semoga ini bisa membantu. Pembina Biasanya guru bahasa Indonesia atau orang yang mengerti jurnalistik . ia juga diharuskan menyuntingnya agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan redaksi. Pasukan majalah sekolah kudu dirancang sedemikian rupa sehingga formasinya bagus agar misi bikin majalah sekolah ini berhasil dengan baik. Tugas-Tugas Pasukan Sebelum berangkat ke medan tempur bikin majalah sekolah.

agak repot ‘membawahkan’ reporter. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistic. deskripsi tugas 2 kru terakhir ini dijabarkan tersendiri. dan lain sebagainya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. dan sebagainya. gambar geser. wawancara. Termasuk tugas tim ini adalah bikin kover majalah. font hilang. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Sebaiknya. Tapi dalam jurnalisme sekolah. optimis. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. bersemangat. Ia juga harus punya rasa ingin tahu tentang bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dalam jurnalisme umum atau surat kabar bisa saja begitu. Soalnya. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Misal. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. tahu sopan santun. diberi header/footer atau tidak. Sebenarnya. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. termasuk dalam redaksi ini adalah reporter dan desainer grafis. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Ada juga rubric yang kudu digarap bersama. baiknya. Untuk kerja reporter. dan sebagainya. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah.bagaimana mengkomunikasikan ide dalam bahasa tulis yang mudah dimengerti. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. kiat. Walaupun demikian. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. opini. missal: bahasan utama atau tema utama. agama. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. hendaknya dipilih kru redaksi yang berani. Dalam jurnalisme umum. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. terlalu muda).tahu. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. antara reporter dan redaksi non-liputan. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubric semacam di atas dari buku atau browsing internet. liputan kegiatan luar sekolah. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. rubric iptek. teman kita yang . ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik anu itu memakai gambar latar belakang atau tidak. dan semacamnya. Dalam praktiknya. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. termasuk masalah tata tulis. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan: misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi. Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. ia bertanggung jawab mencari. Agar lebih jelas.

selesai dah tinggal membagikan! Bikin Proposal Setelah kru terbentuk. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Ikuti alur kerja berikut: * News planning (rapat redaksi. * News writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah) * News editing (penyutingan naskah. membahas rencana isi masel atau bulletin. Dengan alur kerja seperti itu. Proposal ini penting buat bukti kalo kamu mo serius ngurusinnya. Photoshop. Jadi tim desain tapi belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu? Buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak seperti ini mudah didapat di tokotoko buku dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. masuk percetakan 23-24. layout tanggal 21-22. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. karena siswa-siswa sudah membutuhkan media untuk menyalurkan aspirasinya. artistic. * Lalu masuk ke Design Graphic (layout. boleh juga tidak. missal tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya). Untuk menangani iklan dengan baik. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. perlu dibentuk tim tersendiri. Selain illustrator. mulai rapat redaksi hingga naik cetak. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. . Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. deadline tanggal 20. susunlah proposal penerbitan majalah sekolah. Jelaskanlah di sini mengapa sekolah kamu sudah memerlukan adanya majalah sekolah. insya allah kegiatan belajar tidak terganggu. Kru Opsional Selain kru utama di atas. dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia). CorelDraw. ilustrasi) dan masuk ke percetakan (printing). Tentukan jadwal. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. ia tetap harus punya sense of art. Membuat JADWAL KERJA Buatlah jadwal kerja. proposal itu harus mengandung unsur-unsur berikut ini: Latar Belakang Bagian ini merupakan pengantar proposal. Apa saja isi proposal penerbitan majalah sekolah ini? Yang penting.seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. kalo demikian. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. Misalnya. atau karena media majalah dinding sudah dianggap tidak mencukupi lagi untuk menampung aspirasi dan kreativitas siswa. misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1. Terus juga buat semacam panduan kerja kamu untuk sementara. bisa melalui wawancara atau studi literature). koreksi. Nah. * News hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan. Freehand.

Rubrikasi Datalah rubrik apa saja yang kamu rencanakan untuk tampil di majalah sekolahmu. Tulis juga pengeluaran danamu untuk biaya apa saja. posisinya tegak atau landscape. Tuliskan pemasukan danamu berasal dari mana saja. biasanya setahun. Sebutkan ukurannya (berapa mm kali berapa mm). juga sekali terbit berapa eksemplar. nama ini juga masalah sensitive. Yang ini bisa juga diletakkan di lampiran.Sebutkan juga alasan kamu memilih bentuk majalah untuk mewujudkan media penerbitan berkala di sekolah ini. jenis kertas kovernya. Masak di proposal belum ada namanya? Masalah nama bisa kamu rapatin sesama timmu dan juga jangan lupa diusulkan dulu ke Pembina lho. Oh. Karakteristik Majalah Sebutkan karakteristik fisik majalah sekolah yang ingin kamu buat itu. antara siswa dan guru. masalah slogan ini juga kamu rembug bersama dan kamu komunikasikan dengan bapak ibu Pembina. Struktur Organisasi Tulislah kepengurusan majalah sekolah ini. bermuatan merendahkan kehormatan orang/kelompok lain. jilid pake lem atau benang atau stapler. misal: mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar. ? Tujuan Pembuatan Majalah Sekolah Sebutkanlah tujuan dan manfaat adanya majalah sekolah. tebalnya. dan antara itu semua. majalah sekolah kamu (se)harus(nya) sudah punya nama. dan sebagainya. motivasi. Terus. jenis kertas isinya. dll. Misal saja. dsb. Nama rubrik tidak harus lugas. menjembatani jurang komunikasi antarsiswa. Anggaran Ini penting. Soalnya. Slogan adalah kata-kata atau seruan yang mengekspresikan ide. dan tujuan suatu organisasi -dalam konteks ini adalah majalah sekolahmu itu. waktu penerbitannya kapan. bisa saja: saintika. ya. IKLAN . Masak pilih nama begitu saja? Slogan seharusnya juga punya. semangat. Terangkan pula periode penerbitannya (berapa bulan sekali). Nama dan Slogan Ketika proposal penerbitan dibikin. halaman warna berapa persen. Kamu bisa mengutip tulisan di rubric ini sebelumnya tentang plus minusnya bentuk majalah sekolah. Pihak sekolah tentu akan perhatian banget dengan yang ini. tapi juga deskripsi rubric tersebut. antara siswa dan alumni. Tentu dong nama majalah sekolahmu harus punya arti dan filosofi. Terangkan pula makna sloganmu itu apa. Nggak boleh berkonotasi negative. Misal rubric Iptek. Tulis juga masa jabatannya. Jangan lupa. Tidak hanya namanya saja. jabatan apa dipegang oleh siapa. rubrik Iptek tidak harus bernama iptek. membahas tentang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. sebutkan juga mengapa kamu memilih nama tersebut.

Selamat bikin majalah sekolah dan buletin! Elvigto Sumber: (pengalaman penulis. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. Untuk mencari iklan. pasang dulu iklan pancingan. dan semacamnya. Caranya kamu buat proposal seperti diatas dan tambahkan perjanjian-perjanjian harga kesepakatan. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. kiat. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. dan sebagainya.Iklan ini berguna bagi pemasukan majalah sekolah kamu. jangan sampek iklannya rokok misalnya. opini.com) Prev: 2008's Indonesia's Highest-Paid Stars reply share osted on 1 Juni. hendaknya dipilih kru . misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. ia bertanggung jawab mencari. surat kesepakatan. misal bahasan utama atau tema utama. Misal. deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut: • Tim Reporter Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Dengan ilustrasi kerja yang demikian. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan. ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Agar lebih jelas. agama. baiknya. melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. agak repot ‘membawahkan’ reporter. rubrik iptek.irvansyaiban.wordpress. www. tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. gratis dulu bila perlu. Kamu juga harus memperhitungkan iklan-iklan apa saja yang layak di iklankan. Dalam praktiknya. termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi.huzaifah. antara reporter dan redaksi non-liputan.org. Tapi dalam jurnalisme sekolah. liputan kegiatan luar sekolah. Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus? Bisa ya bisa tidak. bisa berurusan sama pihak sekolah nanti. Untuk kerja reporter. wawancara. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama. ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Walaupun demikian. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. www. 2009 by elvigto Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi Sebenarnya. Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi? Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita.

Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan. boleh juga tidak. bersemangat. Untuk menangani iklan dengan baik. CorelDraw. Nah. • Tim Desain Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi.redaksi yang berani. Selain illustrator. Freehand. Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu. akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak. jika kamu tidak mau repot-repot. tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. kalo demikian. diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. • Kru Opsional Selain kru utama di atas. tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. tahu sopan santun. Photoshop. kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik . gambar geser. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Soalnya. (elvigto) osts tagged Jurnalistik Tujuh Pertimbangan Dalam Jurnalisme Sastra July 15. perlu dibentuk tim tersendiri. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. dan sebagainya. Sebaiknya. optimis. font hilang. dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. diberi header/footer atau tidak. Dalam jurnalis umum. terlalu muda). Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. ia tetap harus punya sense of art. Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual. dan lain sebagainya.dll. sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja. teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya.

Ada juga yang pakai nama “passionate journalism.” Ia bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Majalah The New Yorker bahkan pernah hanya menerbitkan laporan John Hersey berjudul “Hiroshima” dalam satu edisi majalah. menulis . Tulisannya biasanya panjang. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru. Read the rest of this entry » Leave a comment » Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental June 20.Oleh : Andreas Harsono Istilah jurnalisme sastra adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. genre ini menukik lebih dalam daripada apa yang kita kenal sebagai “indepth reporting.” Tapi intinya.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”.

Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis? Bagi sebagian orang. menulis dianggap membosankan. luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…). Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca. disukai atau dinikmati orang lain. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. menulis . 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting. Read the rest of this entry » Comments (3) » Menulis dengan Hati. mulai dari sekedar hobi. Alasannya pasti beragam. Sebuah Energi Tulisan June 20.

merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya. memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Lebih dari itu.Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti. tertanam di hati dan menjadi energi hati. Faktanya. Menulis dengan hati. apa saja bentuknya dan sepenting apakah? Read the rest of this entry » Leave a comment » . Lalu darimana datangnya energi menulis. Menulis bukan sekedar menyampaikan ide. sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati. sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. menulis merupakan energi. menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi.

Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah. Jurnalistik. bahkan ada kelas khusus jurnalistik. Read the rest of this entry » Comments (2) » Cara Mudah Membangkitkan Gairah March 24.Cara Mudah Membuat Majalah Sekolah May 9. Bagaimana? JAWABAN ”Ah susah!” dari para siswa itu tidak bisa disalahkan. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged buku. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. yang mana penulis pernah mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. gairah. resensi . Hal ini kontras dengan sekolah di Amerika Serikat. Semuanya mempunyai majalah sekolah yang dibuat sendiri. Di sana juga ada mata pelajaran jurnalistik. Jurnalistik. Ini dapat dipahami. majalah Membuat majalah sekolah? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah sekolah. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged cara membut majalah.

Jangan pernah pikirkan. Yang lebih penting lagi. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. pemulisan ejaan dll. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. 22. tulisan itu akan jadi berapa halaman. sewaktu akhirnya di terbitkan akan menjadi best seller. Dari semua hal tersebut. satu tulisan dikirim ke media “A” dan di tolak. tata bahasa. isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. Oktober 2007 Halaman: 110 Harga: Rp. dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. tidak ada tulisan yang jelek. Pernah ada satu kejadian. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. buku ini mengatakan. seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan. tapi juga karena penampilan yang imut.Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Waitlem Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia Cetakan: Pertama Padang. bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis. Merujuk pada judulnya.-. Misalnya. di tolak juga. Dikirim ulang ke berpuluh media lainnya.500. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Akhirnya dikirimkan ke media . Masalahnya hanyalah tercipta tidaknya kesesuaian selera antara tulisan kita dengan selera penerbit. Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari. hasilnya sama. Bisa jadi tulisan yang telah di tolak berpuluh kali. mass media tempat kita mengirimkan artikel atau tulisan tersebut. kapan selesainya. Telah banyak kejadian tentang itu.

termasuk penulis. 06. Walaupun satu ide yang sama pernah di tulis oleh banyak penulis. Mengolah Ide > Ide ada dimana-mana. 10. perhatikan hari-hari penting (nasional / internasional) dan tulis tentangnya. Boleh Melompat Pagar > Jangan hanya menulis tentang satu tema yang menjadi bidang keahlian anda. Kaya materiil. Gampangkan? 07. moril dan harga diri.“A” lagi tanpa perubahan sama sekali. Ketidakmampuan Juga Ide > Tidak mampu menulis? Kenapa tidak membuat tulisan berjudul “Mengapa Anda Tidak Mampu Menulis?” atau “Sepuluh Kiat Mengatasi Ketidakmampuan Menulis”.Menulis Itu Mudah > Penerbit tak memerlukan ijazah anda. Berangkat dari Satu Ide > Dalam satu momen penting. Jadi selain masalah selera. “Tidak ada yang sama di dunia ini”. . Syaratnya mudah. Hari-hari Penting > Jika anda menulis untuk satu harian. Semua tergantung kita. Lompatilah pagar dan menulis juga tentang bidang lainnya. Menjual Ide > Setiap ide yang dipindahkan menjadi tulisan akan berubah menjadi uang. 09. 04. 02. Jadi jangan takut untuk menulis hal yang sama tersebut. Tetapkan Tujuan > Tujuan akan memberi motivasi.Setiap ide bisa menjadi satu tulisan. seringkali media memuat 4 hingga 5 tulisan dengan ide yang sama. menulis tidak memerlukan ijazah satu bidang. 03. waktu yang tepatpun sangat berperan di sini. Hasilnya? Tayang dan menuai banyak pujian. Semua sisi kehidupan memerlukan motivasi. 08. hasilnya tak akan sama. mulailah dengan mengetik satu kata dan biarkan pikiran yang akan melanjutkannya menjadi satu tulisan utuh. mau mengolahnya atau tidak. Ingat. hasil tulisan pasti akan berbeda. katakan dengan tulisan. Berikut langkah-langkah yang diangkat buku ini yang harus dilakukan oleh seorang (calon) penulis agar meraih sukses: 01. Anda akan menjadi kaya dengan menulis. 05. Masih ada 15 langkah lainnya lagi yang kesemuanya dijelaskan secara simpel dan sangat mendorong kita untuk segera menulis. Hanya perlu kemauan dan kemampuan membaca dan menulis. Ide boleh sama. Satu ide akan melahirkan ide-ide lainnya.Katakan dengan Tulisan > jangan katakan sekedar dengan bunga. Namun isinya berbeda. Setiap ide akan menjadi tulisan dan setiap tulisan akan menjadi peluang. Ide di Mana-mana > Disini ada satu prinsip yang perlu dipegang. Jadi? Segeralah menulis.

terdapat pembagian tugas yang jelas. hendaknya menaati kode etik yang telah diakui dan diterima oleh organisasi tersebut. dan peminatnya pun cukup banyak pula. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia. sebagaimana halnya sebuah institusi. Di samping itu tentu saja seorang wartawan harus dapat mengantisipasi kemungkinan risiko yang harus ditanggung dalam melaksanakan kewajibannya. ketiga: memiliki rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya.Dan akhirnya adalah jangan pernah putus asa dengan penolakan. dua puluh. yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi. dan ketujuh: berani untuk berbeda pendapat dengan pihak yang berkuasa. Pengertian Berita . Kerja Rutin Wartawan dan Kehidupan di dalam News Room Dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di sebuah penerbitan ataupun sebuah stasiun radio/televisi. demi penjaga kelancaran kerja sehari-hari. Selain itu setiap insan yang bekerja sebagai seorang wartawan dan menjadi anggota sebuah organisasi yang secara resmi diakui eksistensinya. Kirimkan lagi. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat luas. (2) memberikan pendidikan. bila perlu sampai ratusan kali dikirim. kelima: akal yang panjang. Peluang akan datang di saat yang tepat. Jika ditolak tanpa alasan yang jelas. ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali. Kirim dan kirim. 2010 · Filed under Uncategorized · Tagged Jurnalistik Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. kedua: senantiasa bersikap waspada. seorang wartawan dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan tertentu. keempat peduli terhadap masyarakat. Ubah jika memang ada permintaan. Di tolak bukan karena tulisan kita jelek. Ada seribu alasan yang mengakibatkan tulisan kita tak layak terbit pada satu saat dan menjadi sangat layak di saat yang lain. (Aster’s Collections) Comments (9) » Sejarah Pendidikan Jurnalistik February 24. keenam: memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan. Walaupun tidak melalui pendidikan formal. namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan. yaitu pertama: memiliki kecerdasan. Untuk bisa menjalankan fungsinya ini. (3) memberikan hiburan. Sepuluh. kirimkan ke media lain.

Jenis Tulisan dalam Media Cetak Jenis tulisan yang biasa muncul dimedia cetak adalah: Features (Karangan Khas). antara lain harus akurat. mulai dari bright sampai enterprise story. analisis berita. Observasi adalah kegiatan mental yang subjektif dari wartawan sebagai hasil pengolahan stimuli di sekitarnya dan observasi ini digunakan untuk “mempermudah laporan”.Pada dasarnya berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang dianggap penting dan menarik. riset kepustakaan. Dalam proses inilah diperlukan kemampuan wartawan dalam mencari dan mengolah sumber berita sehingga dapat tercipta sebuah berita yang baik dan benar serta layak ditampilkan. serta disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu). seimbang. Artikel Opini. Sumber berita merupakan awal dari proses terciptanya berita. observasi. lengkap. Sumber berita tidak hanya manusia tetapi juga peristiwa. Sebagian besar metode perolehan berita adalah melalui wawancara. Metode Perolehan Berita Terdapat beberapa metode untuk memperoleh berita yang terdiri dari wawancara. News Commentary (Komentar Berita). Berbagai Jenis Berita Ditinjau dari penyajiannya. kolom. Berita tersebut memiliki beberapa kriteria. selain berita juga terdapat berbagai tulisan seperti tajuk rencana. Kedua jenis metode ini nampaknya terpisah. objektif. Straight news dari soft news dan hard news. Dalam media cetak. wartawan bidang seni terkadang menggabungkan kedua metode ini. yaitu secara impresif dan autoritatif. Pengertian Sumber Berita Dalam menjalankan tugasnya. Editorial (Tajuk Rencana). seorang wartawan/jurnalis pasti akan berhubungan dengan sumber berita. pojok dan kolom. . press release/press conference dan statement of informan. bagi khalayak. News Analysis (Analisis Berita). angka dan data dari kepustakaan juga ambil peranan penting. dan Review/Resensi/Kritik. pada prinsipnya ada unsur penting yang harus diperhatikan yaitu unsur-unsur laporan. komentar berita. Ada 2 teknik menulis resensi/revlew/kritik. tetapi dalam kenyataannya. Features terdiri dari beberapa macam. jelas dan ringkas. Dari berbagai macam batasan yang diberikan orang tentang berita. kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting. resensi. berita terdiri dari straight news dan features. aritkel opini. Tetapi dalam perkembangan jurnalistik mutakhir.

tetapi metode yang artinya harus dilacak lagi kebenaran dan kegunaannya bagi masyarakat. penerbitan majalah sekolah dan majalah dinding. fungsi. Mata kuliah sanggar bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan oleh Anda untuk membantu memahami apa sebenarnya sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 7. Wahyudi Siswanto TINJAUAN MATA KULIAH PBIN4214 2/SKS 1-6 Anda sebagai guru bahasa Indonesia memiliki kewajiban untuk membina sanggar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah tempat Anda mengajar. dan jangan sekali-sekali mengharap narasumber “tergelincir” dalam pernyataannya. dan bagaimana cara mengelola kegiatan-kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia tersebut. 5. 11. menyelenggarakan kompetisi apresiasi puisi. menjelaskan aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut. 10. Lindungilah kredibilitas dan reputasi sumber berita. melakukan kegiatan pidato. sasaran. dan ruang lingkup sanggar bahasa dan sastra Indonesia). menyelenggarakan drama panggung Sesuai dengan bobot mata kuliah ini. 3. kepewaraan dan pidato. 6. yaitu 2 sks dan juga tujuan yang ingin dicapai . menyelenggarakan drama radio. secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. menyelenggarakan kompetisi apresiasi cerpen. penting terutama untuk memperoleh background information untuk hal-hal yang masih sangat baru. 4. 8. 2. materi yang disajikan dalam mata kuliah ini adalah materi yang berkaitan dengan kegiatankegiatan yang terdapat di dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Melindungi Sumber Berita Dalam membina hubungan dengan narasumber. menjelaskan hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia. tujuan. Beritahukan tujuan kita kepada narasumber. penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi dan cerpen.Press Conference. seorang wartawan harus memperhatikan beberapa etika. melakukan kegiatan kepewaraan. yaitu hakikat sanggar bahasa dan sastra Indonesia (pengertian. penyelenggaraan drama radio dan drama panggung Setelah mempelajari mata kuliah ini. hargailah hak-hak narasumber. aktivitas produktif dan kreatif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Sedangkan statement of information bukan digunakan sebagai narasumber. menulis dan menyunting tulisan untuk majalah sekolah dan majalah dinding. menerbitkan majalah sekolah. kegiatan apa saja yang terdapat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia. 9. menerbitkan majalah dinding.

(b) alat berkomunikasi. kritis siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya). Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi.tersebut. memproduksi. apresiasi cerpen. kepewaraan. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah. (2) guru bahasa dan sastra Indonesia. majalah dinding. heuristik. mata kuliah ini terdiri dari 6 (enam) modul sebagai berikut. kepewaraan. Selain itu. penyuntingan. mengkaji. Tujuan ini dibedakan atas jangka pendek dan jangka panjang. Ada berbagai tujuan sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Secara garis besar. drama radio. jiwa mandiri. Tujuan jangka panjang sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas. regulatori. Tujuan ini meliputi aspek kognitif (pengetahuan). majalah dinding. sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif. Sasaran pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) siswa. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual. dan afektif (sikap). dan kreatif. Modul 1: Hakikat dan Aktivitas Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Modul 2: Majalah Sekolah Modul 3: Majalah Dinding Modul 4: Kepewaraan dan Pidato Modal 5: Kompetisi Apresiasi Puisi dan Cerpen Modal 6: Penyelenggaraan Drama Radio dan Drama Panggung Agar tujuan yang dirancang dapat Anda kuasai dengan baik maka Anda harus mempelajari setiap modul dengan cermat. sanggar bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi. dan drama panggung. dan drama panggung. dan pidato. Selamat Belajar Semoga Anda Sukses! MODUL 1: HAKIKAT DAN AKTIVITAS SANGGAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Hakikat Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari. estetik. referensial. Kerjakan semua latihan dan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah. (c) alat edukatif. dan pidato. dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. psikomotor (keterampilan). Tujuan jangka pendek sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah membina siswa dan guru (atau warga sekolah lainnya) untuk mengetahui dan aktif dalam mengelola kegiatan bahasa Indonesia. (3) penutur asli bahasa Indonesia. fungsi sanggar bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial dan (2) personal atau individual. apresiasi cerpen. misalnya majalah sekolah. Tetaplah menjaga semangat Anda dalam belajar. drama radio. dan (4) pemakai bahasa . penyuntingan bahasa.

Pengantar Memahami Unsur-Unsurdalam Karya Sastra. (d) dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta sanggar yang saling menerima dan menghargai. dan kepentingan peserta sanggar dan lingkungannya. (c) memungkinkan peserta sanggar mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Assegaf. (d) menyeluruh dan berkesinambungan. guru. pengayaan. (e) dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan secara optimal. (5) pidato. Jurnalistik Masa Kini. Sanggar bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip.Indonesia sebagai bahasa asing. Dja’far G. Anwar. M. (1988). (8) drama radio. IKIP Malang. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa. Maidar G. maupun masyarakat pada umumnya. percepatan sesuai dengan potensi. Jakarta: Paradnya Paramita. Mereka merupakan orang-orang kreatif yang mempunyai ide atau produk kreatif. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. (3) penyuntingan bahasa. (1991). dan kondisi peserta. tahap perkembangan. dan hangat. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah . kebutuhan. dan Mukti U. Habib. (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Malang: FPBS. Orang-orang yang terlibat dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia harus kreatif. (7) apresiasi cerpen. dan (9) drama panggung. selalu berproses kreatif dan terlibat dalam lingkungan kreatif. Rosihan. akrab. perkembangan. Jakarta: Erlangga. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. teknologi. Prinsip itu adalah (a) didasarkan pada potensi. (1984). Ruang lingkup kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia meliputi kegiatan produksi dan kreasi bahasa dan sastra Indonesia. pegawai sekolah. (e) belajar sepanjang hayat. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif. Jakarta: Ghalia Indonesia. Prinsip itu adalah (a) berpusat pada potensi. terbuka. perkembangan dan kondisi peserta sanggar untuk menguasai potensi yang berguna bagi dirinya. (4) kepewaraan. (b) dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar. kepala sekolah. dan seni. (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan. (1995). (b) beragam. (1984). Kegiatan Belajar 2: Aktivitas Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia Aktivitas produktif dan kreatif merupakan ciri khas sanggar bahasa dan sastra Indonesia. Bari. sumber belajar dan teknologi yang memadai. (f) dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. (2) majalah dinding. Adapun materi sanggar meliputi (1) majalah sekolah. Arsjad. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. (6) apresiasi puisi. Aktivitas produktif dalam sanggar bahasa dan sastra Indonesia mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia.S. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Dalam pelaksanaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia menggunakan beberapa prinsip.

A. Berita dapat dikelompokkan atas berita langsung. Pengantar Ilmu Sastra. M. MODUL 2: MAJALAH SEKOLAH Kegiatan Belajar 1: Penulisan Berita. . Jakarta: Gramedia. Surabaya: Kartika. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Balai Pustaka. Tarigan. Teknik Menulis Berita dan Feature. (1999). Luwi. Harimurti (Ed. Teori Berbicara. (1996). Bandung: Simbiosa Rekatama Media. dkk. Jakarta: Gramedia. Henry Guntur. Yogyakarta: Cinta Pena. Ater. (2003). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan mengelola Sendiri Media Sekolah. (2) opini (views). (1993). berita foto. dan (3) iklan (advertising). Sumadiria. Kisyani-Laksono. Asdi S. IKIP Malang. Jakarta: Depdiknas. Surabaya: Unesa University Press. J. Malang: JPBSI. (1984). Dipodjojo. dan Artikel untuk Majalah Sekolah Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan di sebuah sekolah. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. (1984). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. (2005). Jakarta: Gramedia. (2005). Ishwara. (1991). Wahyudi dan Roekhan. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Komunikasi Lisan. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Teeuw.Pengetahuan Praktis. Ermanto. Sumardjo. berita suasana ber¬warna. (2004). Jakarta: Pustaka Jaya. Feature. FPBS. Apresiasi Kesusastraan. Kridalaksana. (1995). Yogyakarta: PD Lukman. Luxemburg. Siswanto. Kamus Besar Bahasa Indonesia.V. Bandung: Angkasa.M. Bandung: Mengantara.). Ach. (1982). Jakob dan Saini K. Haris. Semi. Secara umum isi majalah sekolah dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news). Depdiknas. Basuni. (1988).

pojok. teras (lead).berita menyeluruh. Kedelapan. Kesalahan tanda baca akan mengubah arti sebuah pernyataan. Ketiga. karikatur. dan tubuh berita (body). pertentangan/komplek. dan ilmiah. padat. isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. menarik. demokratis. Jenis feature itu adalah feature human interes. informatif. Kelima. bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. (c) sumber berita. panjang artikel sekitar 1-3 halaman kuarto (untuk majalah sekolah) dan 4-6 halaman kuarto (untuk surat kabar). sejarah. kabar. wartawan. Feature disajikan secara kreatif. biografi. Keempat. Feature. perjalanan. dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku. subjektivitas. Ada beberapa karakteristik artikel majalah sekolah. teras (lead). keluarbiasaan. artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. ringan. Beberapa ciri feature yaitu adanya unsur: kreativitas. gagasan yang disampaikan merupakan gagasan asli penulisnya. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. santai. artikel menyajikan gagasan yang menarik. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial. berita mendalam. Ketujuh. singkat. teknis. Kegiatan Belajar 3: . Struktur berita terdiri atas judul (headline). meng¬utamakan kalimat aktif. segar. laporan di dalam majalah sekolah. Feature adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu. akibat/dampak. atau menghibur pembaca. penting/ternama. jelas. Struktur feature terdiri atas judul (headline). Isi tulisan akan disunting dari (a) kebenaran fakta atau data yang disajikan. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. dan surat pembaca. Penyuntingan dari segi bahasa harus sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik. bahasa. dan tubuh berita (body). dan humor. petunjuk. Secara umum aspek penentu nilai berita itu adalah aspek: waktu. jernih. dan menghibur. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan baik kepada pembaca. (d) struktur tulisan. atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu. (b) urutan peristiwa. sejauh mungkin menghindari penggu¬naan kata atau istilah istilah. jarak. singkat. artikel. maupun kepada redaktur. Kegiatan Belajar 2: Penyuntingan Tulisan Berita. berita penafsiran. menghibur. Keenam. dan ejaan. atau kontroversial. kolom. memengaruhi dan meyakinkan. dan berita penyelidikan. artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. aktual. kemanusiawian. ka¬dang kadang subjektif. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana. Berita majalah sekolah dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. disajikan dalam bahasa yang komunikatif. dan Artikel Majalah Sekolah Penyuntingan terhadap tulisan dalam majalah sekolah meliputi segi isi. kemajuan/kebaruan. masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. aktual. Pertama. Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik. Artikel majalah sekolah adalah tulisan yang dimuat di majalah sekolah yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menari. Kedua. dan populer. Penggunaan ejaan dalam majalah sekolah harus benar.

Carole. (2003). Redaktur majalah sekolah terdiri atas pemimpin redaksi. Belajar Kelompok Menjadi Kebiasaan Siswa dalam Sketsa. Majalah sekolah merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. Pengatakan artinya proses. Redaktur adalah orang yang menangani. Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. (2006). Bobbi dan Hernacki. Jakarta: Paradnya Paramita. (2004). Dja’far G. dan perwajahan setiap halaman majalah sekolah DAFTAR PUSTAKA Anwar. Majalah sekolah juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Edisi III Juni 2006. dan redaktur majalah sekolah. Quantum Learning. (1999). dan urutannya. (2005). Pembina majalah sekolah adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Mike. pembuatan. Lomba Poster” dalam Vagazine. Dian. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. penataan berita dan huruf dalam majalah sekolah. Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Boston: Allyn and Bacon. actuating (pelaksanaan). Unsur-unsur pengatakan majalah sekolah adalah teks. pembina. cara mengatak. diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. urutan. Selain itu. Depdiknas. pengaturan. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. DePorter. baik dari segi pengetahuan. 2005. Sebagai istilah. jenis huruf. Bandung: Kaifa. Jurnalistik Masa Kini. gambar. Yogyakarta: Cinta Pena. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Ermanto. Dennisa dan Merriam. Ach. (2003). pengatakan dapat diartikan sebagai proses. Surabaya: Kartika. redaksi pelaksana. dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah sekolah. Kegiatan manajemen majalah sekolah bisa dipilah atas planning (perencanaan). Basuni. latar. controlling (pengendalian) majalah sekolah. keterampilan. pembuatan. Edisi 2 Tahun I. . Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran. warna. maupun sikap. dewan redaksi. (1991). Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab. Jakarta: Depdiknas.Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Sekolah Organisasi majalah sekolah meliputi tujuan pembinaan majalah sekolah dan manajemen majalah sekolah. Teaching Language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Penerbitan majalah sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. organizing (pengorganisasian). “Aktivitas Pramuka. Jakarta: Ghalia Indonesia. Assegaf. (1984). Cox. Rosihan. memilih. (2005).

Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Jawa Pos. “Bubarkan Saja PBB”. Senin 30 Juli 2006. Kompas. “Eksploitasi Pertambangan, Amien Rais: Negosiasi Ulang Korporasi Asing”. 28 Agustus 2006. __________. “Menjaga Kondisi Baterai Ponsel”. 28 Agustus 2006. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mossaik. “10 Langkah Melindungi Mata”. Agustus 2003. __________. “Belimbing Manis Buat Penderita Kencing Manis”. Agustus 2003 __________. “Serai Usir Nyamuk”. Agustus 2003. Pramita, Ratih. (2006). Yanis, Peraih Nilai Absolut Unas SMP di Jatim: Kebiasaan Susah Tidur Malah Bawa Berkah” dalam Jawa Pos. Senin 26 Juni 2006. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas. Semi, M. Atar. (1995). Teknik Menulis Berita dan Feature. Bandung: Mengantara. Sugihastuti. (2006). Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugono, Dendy. (1989). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Priastu. Sumadiria, Haris. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. MODUL 3: MAJALAH DINDING Kegiatan Belajar 1:

Penulisan Berita, Feature, dan Artikel untuk Majalah Dinding
Majalah dinding adalah majalah yang ditempelkan di dinding. Yang dimuat di majalah dinding bisa berasal dari tulisan siswa sendiri, bisa juga mengambil dari majalah, surat kabar, internet, atau sumber-sumber lain. Dahulu, majalah dinding berbentuk empat persegi dan dua dimensi. Sekarang, muncul kecenderungan baru, majalah dinding yang berbentuk tiga dimensi, dengan bentuk bermacam-macam. Secara umum isi majalah dinding dapat digo¬longkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising).

Berita majalah dinding dapat dikelompokkan atas berita langsung, berita foto, berita suasana ber¬warna, berita menyeluruh, berita mendalam, berita penafsiran, dan berita penyelidikan. Opini dapat dikelompokkan atas tajuk rencana atau editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca. Berita majalah dinding dapat diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan di dalam majalah dinding. Secara umum, aspek penentu nilai berita adalah aspek waktu, jarak, penting/ternama, akibat/dampak, keluarbiasaan, pertentangan/kompleks, kemajuan/kebaruan, kemanu-siawian, dan humor. Struktur berita terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Berita lebih banyak disajikan dalam bentuk piramida terbalik; bentuk penulisan berita dari paragraf yang penting informasinya sampai ke paragraf akhir yang kurang penting informasinya. Bentuk semacam ini memberi kemu¬dahan, baik kepada pembaca, wartawan, maupun kepada redaktur. Feature majalah dinding adalah tulisan yang biasa disebut kisah atau karangan khas yang isinya tentang suatu peristiwa atau permasalahan kehidupan yang menarik ditinjau dari sisi tertentu yang dimuat di majalah dinding. Feature disajikan secara kreatif, santai, ringan, menghibur, ka¬dang kala subjektif. Penyajian permasalahan dalam feature bersifat tidak formal. Ada beberapa jenis feature yang dimuat di majalah. Jenis feature itu adalah feature human interes, sejarah, biografi, perjalanan, petunjuk, dan ilmiah. Struktur feature terdiri atas judul (headline), teras (lead), dan tubuh berita (body). Beberapa ciri feature, yaitu adanya unsur: kreativitas, subjektivitas, informatif, dan menghibur. Artikel majalah dinding adalah tulisan yang dimuat di majalah dinding yang berisi pendapat seseorang atau kelompok yang membahas tuntas suatu masalah yang menarik, aktual, atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu, memengaruhi dan meyakinkan, atau menghibur pembaca. Artikel dapat dibedakan atas beberapa macam, antara lain artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli. Ada beberapa karakteristik artikel majalah dinding. Pertama, artikel ditulis dengan atas nama seseorang atau beberapa orang. Kedua, artikel menyajikan gagasan yang menarik, aktual, atau kontroversial. Ketiga, masalah yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca. Keempat, disajikan dalam bahasa yang komunikatif, segar, dan populer. Kelima, panjang artikel sekitar 1-2 halaman kuarto dan ditulis 1,5 spasi. Keenam, artikel disajikan secara singkat tetapi dibahas secara tuntas. Ketujuh, isinya berupa pandangan subjektif penulisnya. Kedelapan, artikel itu bisa berupa gagasan asli penulisnya; bisa juga berupa artikel orang lain. Bila artikel itu artikel orang lain maka pemuatannya di majalah dinding harus menyebutkan sumber artikel itu. Kegiatan Belajar 2:

Pengorganisasian dan Pengatakan Majalah Dinding
Organisasi majalah dinding meliputi (a) tujuan pembinaan majalah dinding dan (b) manajemen majalah dinding. Majalah dinding merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Majalah dinding juga bisa digunakan siswa dan guru sebagai media belajar dan sumber belajar. Kegiatan manajemen majalah dinding bisa dipilah atas planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian)

majalah dinding. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab, pembina, dan redaktur majalah dinding. Penerbitan majalah dinding di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Pembina majalah dinding adalah guru yang menangani urusan kesiswaan. Redaktur adalah orang yang menangani, memilih, dan menyusun tulisan atau bahan yang akan dimasukkan ke dalam majalah dinding. Redaktur majalah dinding terdiri atas pemimpin redaksi, dewan redaksi, redaksi pelaksana. Pemimpin dan dewan redaksi dipegang oleh guru atau siswa. Sedangkan redaksi pelaksana dipegang oleh siswa. Selain itu, diperlukan bagian sirkulasi atau distribusi dan alamat radaksi. Pengatakan artinya proses, pembuatan, cara mengatak. Sebagai istilah, pengatakan dapat diartikan sebagai proses, pembuatan, pengaturan, penataan berita dan huruf dalam majalah dinding. Unsur-unsur pengatakan majalah dinding adalah teks, gambar, jenis huruf, latar, warna, dan urutannya. Model pengatakan ini berkaitan dengan ukuran, urutan, dan perwajahan majalah dinding DAFTAR PUSTAKA Anwar, Rosihan. (1984). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Paradnya Paramita. Assegaf, Dja’far G. (1991). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Basuni, Ach. (2003). Dasar-Dasar Jurnalistik: Membuat dan Mengelola Sendiri Media Sekolah. Surabaya: Kartika. Cox, Carole. (1999). Teaching language Arts: A Student-and Response-Centered Classroom. Boston: Allyn and Bacon. Depdiknas. (2004). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas. DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2003). Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Ermanto. (2005). Menjadi Wartawan Handal dan Profesional: Panduan Praktis dan Teoritis. Yogyakarta: Cinta Pena. Farris, Pamela J. (1993). Language Arts: A Process Approach. Madison: Brown & Bemnark Publishers. Hilal, David T. “Politik Pengajaran Bahasa Indonesia”, Jawa Pos. Sabtu 19 November 2005. Ishwara, Luwi. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kridalaksana, Harimurti (Ed.). (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. (2003). Buku Praktis Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Bahasa,

Berdasarkan jenis acaranya. pemandu debat. (6) mengetahui cara tampil.Depdiknas. Kepewaraan langsung adalah kepewaraan yang dilakukan pada saat acara itu berlangsung. dan (3) penutup. Dengan model ini pewara tidak langsung membawakan acaranya. (2) inti. Kepewaraan tidak resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara tidak resmi. Pengelompokan kepewaraan bisa dilakukan berdasarkan (1) sifatnya. Kegiatan Belajar 2: . Semi. (4) mengetahui siapa pendengarnya atau pemirsanya. talk-show. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara tidak ditentukan secara pasti. (1989). Jakarta: Priastu. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 2005. Berdasarkan sifatnya. Bandung: Mengantara. dan (3) jenis acaranya. dan (4) lingkungan. (3) belajar. Edisi 2 Tahun I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Karima. struktur kepewaraan terdiri atas tiga bagian. “Beetoven Komponis Sepanjang Masa yang Tuna Rungu (1770-1827)” dalam Sketsa. (2005). Kepewaraan resmi adalah kepewaraan yang dilaksanakan di dalam acara resmi. Editor Bahasa. Ia hanya bertugas mengantarkan acara yang akan datang yang sudah bisa diketahui sebelumnya. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan resmi dan tidak resmi. (2) waktunya. kepewaraan dapat dibedakan atas kepewaraan langsung dan tidak langsung. Sugono. Sumadiria. antaracara tv. MODUL 4: KEPEWARAAN DAN PIDATO Kegiatan Belajar 1: Kepewaraan Pewara adalah pembawa acara atau pemandu acara di suatu kegiatan. Dalam acara resmi. Ada juga kepewaraan yang tidak langsung. Ada bermacam-macam kepewaraan. Sindhunata. Teknik Menulis Berita dan Feature. serta (7) mempunyai sifar humor. Haris. (1995). Faktor yang berpengaruh pada kepewaraan adalah (1) bakat. Sugihastuti. (2005). Dendy. (5) kreatif dan pandai berimprovisasi. perkawinan. (2006). peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. antara lain kepewaraan bisa dibedakan atas kepewaraan dalam acara seminar. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Berdasarkan waktunya. semua urutan acara dan apa yang harus dilakukan pewara sudah ditentukan. Dalam acara tidak resmi. (3) mengetahui acara yang akan dibawakannya. Syarat itu adalah (1) mau belajar. Atar. dalam acara tv. M. (2) motivasi. (2) ingin selalu maju. Ketiga bagian itu adalah (1) pendahuluan. Secara umum. dan strukturnya. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang pewara yang baik. Kepewaraan adalah hal-hal yang berkenaan dengan masalah pewara. Dari seorang pewaralah acara itu diatur dan disusun.

atau membawa perangkat lainnya). Pendengar pidato adalah orang yang mendengarkan pidato seseorang. Sebelum berpidato. (5) mengatasi kecemasan. Pidato bisa juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan pendengar. dan Mukti U. Maidar G. (b) permintaan maaf. Persiapan itu bisa berupa persiapan fisik. Penutup pidato dapat diisi dengan (1) simpulan. Waktu. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. (4) menguasai bahasa yang baik dan benar. Komunikasi ini lebih banyak bersifat satu arah. alat peraga seperti tayangan.S. (5) mengumpulkan bahan. (5) tempat berpidato. (2) mempelajari pendengar dan situasi. psikologis. perlu persiapan.Pidato Pidato merupakan pengungkapan pesan baik dalam bentuk pikiran. dan (4) metode menghafal. DAFTAR PUSTAKA Arsjad. (2) isi. peralatan (naskah. yaitu komunikasi antara pembicara dan pendengar. dan (3) penutup. Masing-masing metode berpidato mempunyai kelebihan dan kelemahan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpidato adalah (1) memiliki keberanian berpidato. juga berkaitan dengan persiapan yang ada pada saat acara berlangsung (cahaya lampu. Habib. (4) membuat kerangka. dan (c) rasa syukur kepada Tuhan. (2) pidato tidak resmi. Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. ataupun perasaan dalam bentuk kata-kata dari pembicara kepada orang banyak. (6) menguraikan pidato. model. Struktur pidato terdiri atas (1) pembukaan. Jakarta: Gramedia . gagasan. (6) suasana berpidato. (1988). Cara atau metode berpidato dapat dikelompokkan atas empat jenis. (7) media pidato. Pidato dibedakan atas (1) pidato resmi. (3) metode membaca naskah. dan (4) pidato tidak langsung. (3) pendengar. dan (c) salam penutup. OHP. Ada berbagai jenis pidato. (1995). Unsur pidato adalah (1) pembicara. Komunikasi ini akan lancar bila kedua belah pihak bertindak aktif. pelantang. podium. Pada bagian ini. (2) metode tanpa persiapan naskah lengkap. (4) waktu berpidato. Pembicara adalah orang yang menyampaikan pidato. Pembicara akan menguraikan secara rinci dari materi yang ingin disampaikan kepada pendengar. M. Isi pidato adalah apa yang dibicarakan atau diucapkan oleh orang yang berpidato. Pembukaan (a) salam pembuka. dan persiapan teknis. (3) memahami proses komunikasi massa. (3) memilih topik. suasana. tempat. Beberapa hal yang berkaitan dengan persiapkan teknis sebelum berpidato adalah (1) menentukan maksud pidato. Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC: Sebuah Pengetahuan Praktis. dan media berpidato akan berpengaruh terhadap isi atau cara penyampaian pidato. (3) pidato langsung. dan (7) berlatih. yaitu dari orang yang berpidato kepada orang yang mendengarkan. Berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi. Persiapan psikologis adalah persiapan yang berkenaan dengan kejiwaan si pembicara. Keempat jenis cara berpidato itu adalah (1) metode mendadak. atau komputer). Bari. (2) mau belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. (b) ucapan penghormatan. Jakarta: Erlangga. (2) pesan. informasi. Persiapan fisik bisa berkenaan dengan pakaian yang dikenakan pembicara.

Yogyakarta: PD Lukman. pengumuman lomba. dokumentasi. Jakarta: Balai Pustaka. Komposisi. lomba. Kisyani-Laksono. (1999). Surabaya: Unesa University Press. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. juga perlu dipersiapkan daftar peserta. waktu perlombaan. Bidang yang sering dilombakan adalah baca puisi. Panitia harus merencanakan administrasi secara matang. tata tertib lomba. sistem dan kriteria penilaian. Kamus Besar Bahasa Indonesia. deklamasi puisi. penentuan juri. kesekretariatan. penentuan peserta. (1991). Yasin. Tarigan. Bisa juga kompetisi apresiasi puisi berupa lomba cipta puisi. (1993). hubungan masyarakat. (3) sarana. keamanan. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi puisi. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi puisi. hak dan kewajiban peserta. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Pada saat pelaksanaan kompetisi puisi. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. Sulchan. atau musikalisasi puisi. Asdi S. dokumentasi. surat kepada juri. Bandung:Angkasa. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah . surat koordinasi panitia. (1982). kain rentang atau baliho. Biaya yang diperoleh bisa dari uang pendaftaran peserta dan sponsor. surat kepada peserta. Teori Berbicara. Harimurti (Ed.Dipodjojo.). Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. hak dan kewajiban juri. Kridalaksana. surat kepada undangan. Panitia harus bisa menghitung berapa biaya yang diperolehnya dan biaya yang dikeluarkan. Perlu ada perencanaan yang matang tentang pembiayaan. bendahara. perlu dipersiapkan laporan. honorarium juri dan panitia. administrasi. sekretaris. dan bidang-bidang. (1980). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. (1996). Surabaya: Mekar. dan (4) biaya. Hal-hal yang dipersiapkan adalah surat izin pelaksanaan kompetisi puisi. Henry Guntur. Gorys. dan biaya tidak terduga. hadiah. Biaya yang dibutuhkan meliputi biaya untuk sarana. MODUL 5: KOMPETISI APRESIASI PUISI DAN CERPEN Kegiatan Belajar 1: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Puisi Kompetisi apresiasi puisi adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi puisi. proposal kegiatan. Ende: Nusa Indah. Keraf. dramatisasi puisi. Setelah perlombaan. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang: sarana. sistem lomba dan pemenangnya. (2) administrasi. puisi yang dilombakan. konsumsi. Contoh Praktis MC (Pembawa Acara) dan Pidato. Komunikasi Lisan.

mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. Malang: FPBS. hubungan masyarakat. (1984). . Rachmat D. Kedua. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi puisi. Keempat. Sudjiman. (1991). kesekretariatan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi cerpen. Kedua. Malang: JPBSI. Keempat. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. dan (4) biaya. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. penentuan juri. Pertama. mengetahui jenis kompetisi. perlu dilakukan pengecekan kembali persiapan petugas di bidang: sarana. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra. Luxemburg. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi. Bidang-bidang yang diperlukan dalam kompetisi paling tidak terdiri atas bidang sarana. Memahami Cerita Rekaan. hubungan masyarakat.digariskan dalam perencanaannya. Perencanaan yang berkenaan dengan personalia adalah pembentukan panitia. Perlu direncanakan sarana yang sesuai dengan kemampuan panitia dan peserta. lomba. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau mengikuti kompetisi apresiasi puisi. kesekretariatan. Masing-masing jenis lomba ini mempunyai kriteria yang berbeda. Pradopo. Pelaksanaan yang baik adalah pelaksanaan yang menggunakan sarana efektif dan efisien. IKIP Malang. Panuti. perlu mengenal seluk beluk puisi itu. kesekretariatan. FPBS. (1988). Pengantar I1mu Sastra. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. mengetahui jenis kompetisi. (2) administrasi. dan bidang-bidang. lomba. menyiapkan siswa untuk ikut kompetisi.V. Ketiga. dan dokumentasi. (1984). penentuan peserta. J. Pertama. bendahara. Panitia kompetisi terdiri atas ketua. Penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen yang baik hendaknya sesuai dengan yang telah digariskan dalam perencanaannya. Hal yang dipersiapkan meliputi (1) personalia. Bidang yang sering dilombakan adalah baca cerpen dan lomba cipta cerpen. IKIP Malang. Jakarta: Gramedia. Sebelum tiba hari penyelenggaraan kompetisi apresiasi cerpen. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. dan dokumentasi. perlu mengenal seluk beluk cerpen itu. Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kompetisi apresiasi cerpen. Jakarta: Pustaka Jaya. Wahyudi dan Roekhan. mengetahui kriteria penilaian masing-masing kompetisi. dokumentasi. (1987). Pengkajian Puisi. (3) sarana. lomba. sekretaris. Ketiga. dkk. hubungan masyarakat. Kegiatan Belajar 2: Pengelolaan Kompetisi Apresiasi Cerpen Kompetisi apresiasi cerpen adalah perlombaan untuk memperebutkan suatu kejuaraan dalam bidang apresiasi cerpen. Siswanto.

(7) media belajar dan sumber belajar.kebudayaan. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. dan penata musik. latar. dan penutup. Penyelenggaraan drama radio bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. dialog. Aart van. Teeuw. (1990). dan percakapan. penata elektronik. (3) pelaksanaan. Jakarta: Gramedia. Secara umum. Semua itu merupakan unsur utama dan yang dominan dalam drama radio. Jakarta: Intermasa. Jakob dan Saini K.Sumardjo. Melani Budianta). Zoest. keindahan. (1987). peristiwa. Apresiasi Kesusastraan. bukan untuk dipentaskan. yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca. Unsur-unsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. (4) mengembangkan imajinasi. (2) pelatihan. sutradara. Penyelenggaraan drama radio dilakukan dengan cara membacakan naskah drama dengan menggunakan media radio. simpati dan empati). Jakarta. (b) . (8) media hiburan serta (9) melestarikan . dan (3) unsur teks drama. dan tema atau nilai. Rene dan Austin Warren. A. dan (4) evaluasi. gaya bahasa. karakterisasi. unsur drama radio bisa dibagi atas tiga hal: (1) unsur orang. Plot dan karakter tidak didasarkan pada penjelasan pencerita. (2) unsur pertunjukan. (1988). Jakarta: Gramedia. dan penjelasan narator. mental pemain harus dipersiapkan. Persiapan penyelenggaraan drama radio meliputi (1) pendahuluan. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama radio. epilog. Teori dan Apresiasi Puisi. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. dan pemain. Kegiatan pendahuluan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan drama radio adalah pemilihan teks drama. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama radio. (1984). MODUL 6: PENYELENGGARAAN DRAMA RADIO DAN DRAMA PANGGUNG Kegiatan Belajar 1: Penyelenggaraan Drama Radio Drama radio termasuk drama baca. Waluyo. Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam penyelenggaraan drama radio. Wellek. Pustaka Jaya. monolog. Dengan penyelenggaraan drama radio. (1989). Unsur-unsur teks drama. (2) mengembangkan kemampuan berdrama (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. Drama radio merupakan wadah untuk menampung kreativitas siswa dan guru. tetapi dibentuk oleh prolog. Ada beberapa unsur pergelaran drama radio. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. Teori Kesusastraan (terj. (5) mengembangkan perasaan (humor. Orang yang terlibat di pergelaran drama radio adalah penulis naskah. Herman J. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). sutradara.M. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama radio. inti. yakni tokoh. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. Jakarta: Erlangga. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama radio adalah (a) olah naskah. pemain. watak dan penokohan.

dan (c) olah imajinasi. busana. Kegiatan inti bisa berupa kegiatan menghafal dialog atau percakapan. sutradara. seni gerak. has. seni rupa. dan musik). Drama yang dipentaskan disebut juga seni campuran. kalimat. Kegiatan Belajar 2: Penyelenggaraan Drama Panggung Drama adalah karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang diwujudkan dalam bentuk dialog-dialog. Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan pemilihan teks drama. Drama yang dipentaskan berhubungan dengan seni pertunjukan (teater atau performance). yaitu campuran antara seni sastra. (4) evaluasi. dan penutup. mental pemain harus dipersiapkan. Penyelenggaraan drama panggung bagi siswa dan guru bisa berfungsi sebagai hiburan dan alat untuk mengajak pendengar mencapai sesuatu. rias. Kegiatan pemanasan meliputi kegiatan berdoa. Olah suara adalah pelatihan untuk mengolah suara agar sesuai dengan tuntutan drama. Unsur-unsur teks drama yakni tokoh. dan olah imajinasi. sutradara. peristiwa. simpati dan empati). pemain. dan musik) ikut merancang bagian mereka yang sesuai dengan permainan drama. (5) mengembangkan perasaan (humor. latar (setting). Orang yang terlibat di drama adalah penulis naskah. (8) media hiburan. lampu. siswa dan guru dapat (1) memperoleh pengetahuan tentang drama panggung. (2) pertunjukan. (2) pelatihan. Kegiatan penutup berupa penenangan. dan tema atau nilai.olah suara. penata (panggung. . (4) mengembangkan imajinasi. busana. keindahan. inti. (3) olah imajinasi. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan drama panggung. (7) media belajar dan sumber belajar. diskusi. berlatih menata posisi di panggung sesuai dengan naskah drama dan buku kerja. Pelatihan meliputi pembukaan atau pemanasan (foreplay). Persiapan pementasan drama panggung meliputi (1) pendahuluan. pemain. pembisik. olah tubuh. berlatih gerak tubuh. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan. dan seni musik. (3) pelaksanaan. dan gerak. Hal yang bisa dilatihkan dalam penyelenggaraan drama antara lain (1) olah suara. (2) mengembangkan kemampuan berdrama. Unsurunsur drama sebagai seni pertunjukan adalah plot. Tujuan drama panggung adalah untuk mengembangkan dan menampung kreativitas siswa dan guru. (6) menajamkan daya analisisnya terhadap fakta. lampu. penata (panggung. berlatih ekspresi. dan penyusunan buku kerja. dialog. olah suara. dan berdoa. dan (3) teks drama. gaya bahasa. (3) mengembangkan kemampuan berbahasa. dialog. Di sisi lain. Olah naskah adalah upaya memahami isi teks drama. Olah suara adalah keterampilan melafalkan dan mengekspresikan kata. Dengan penyelenggaraan drama panggung. gejala yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis naskah drama panggung. Olah tubuh adalah pelatihan gerak tubuh agar pemain lentur dan siap bergerak sesuai dengan tuntutan naskah drama. Secara umum unsur drama panggung bisa dibagi atas tiga unsur: (1) orang. (2) olah tubuh. karakterisasi. Olah tubuh meliputi gerak wajah dan gerak tubuh. Olah imajinasi adalah pelatihan untuk mengembangkan daya imajinasi pemainnya agar bisa menghayati tokoh yang akan dimainkan di dalam drama. Dalam kegiatan evaluasi perlu dilakukan penilaian terhadap hasil penyelenggaraan yang telah dilakukan. (9) melestarikan kebudayaan. tata artistik. watak dan penokohan.

etc. language. Teeuw. Jakarta: Gramedia. Satanislavski. talk show with the teachers or head masters. 1. superlatives. Luxemburg. Wahyudi dan Roekhan. Apresiasi Kesusastraan.) Key words: content. Teori Kesusastraan: Sebuah Pengantar. etc. natioal exam. Malang: FPBS. editor. negation. national commemoration. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik.M. (1991). A. and the rubrics dealing with youth lives (musics. (1988). etc. Mengingat majalah sekolah . Jakarta: Pustaka Jaya.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. the infinite forms to express intimacy. IKIP Malang. This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. humours. Konstantin. (1984). Jakob dan Saini K. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. Siswanto. IKIP Malang. Jakarta: Pustaka Jaya. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. illigal logging. Sumardjo. city master plan. interjections. and news). code mix. article. the profiles of the teachers and students. editors. Persiapan Seorang Aktor (Terjemahan Asrul Sani). Malang: JPBSI. in the state (education. FPBS. in the region (graffiti. talk show. (1984). rules. school magazine. sports. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. Pengantar Memahami Unsur-unsur dalam Karya Sastra.). etc. dkk. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers.). J. Pengantar Teori Sastra. (1984). AIDS.). youth. Jakarta: Gramedia. The identities of the homogenious readers produce greetings. sickness. and familiarity. conjunction.V. (1980). to those in the world (global warming. art. religious reflection.

pemikiran. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Driyarkara. Aneka. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. dan. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang Mahatinggi’ (Sudiarja. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. Gaul. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. 2. Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. “Para awak baru. 2006: xxiii-xxiv). Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. Bobo. ke kiri. dan lain-lain. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. ke belakang. Suara Merdeka Anak. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. Ketiga . bekas langkah’. dkk. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan.. ke kanan) waktu berjalan’. Oleh karena itu. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Dalam tulisan ini. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’.menuntut penanganan khusus. dsb. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju.

bagian’. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). sedangkan sebagai proses kegiatan. Dalam ilmu pendidikan diterangkan. dsb.)’ (2002: 201). membuat pilihan. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. Lebih lanjut beliau mengemukakan. 2004: 446). sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. perasaan. Seperti kita ketahui. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa. gagasan. Sebagai hasil kegiatan. 3. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). tindak tanduk. Dalam pandangan Piaget. kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). Masa puber atau permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. khususnya pada tingkat SMA. buat selama hidupnya (Tauchid. Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. 2006: 93-4).‘sikap. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang . inipun amat penting pula. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). perbuatan’. Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. 2006: 96). Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. Ihwal perkembangan masa remaja. Keempat ‘tahap. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud.

dan fisiknya. tokoh politik. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. olahragawan. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. dan sebagainya. Kondisi tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. e. c. sosioemosional. dan dilakukan. dan kehamilan sebelum menikah. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. sosial. sosial. Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif. moral. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional.meliputi perkembangan fisik. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. b. . Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. Oleh karena itu. dirasakan. gangguan emosi. Oleh karena itu. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. pengajaran di SMP dan SMA. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. dan emosional. remaja mulai meminati masalah seksual. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. emosional. d. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. hukum. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. intelektual. kognitif. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. a. dan moral. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. sosial. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi. seperti bintang film. dan masalah-masalah remaja.

Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. 1) Hiiii. antara lain. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. dan (3) sikap penutur (1980: 17). kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Sikapnya itu dipengaruhi. atapnya bocor. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. seperti tampak pada contoh berikut. Ragam ini. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. (2) pendidikan. dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. oleh umur dan kedudukan yang disapa. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. Suara Aquila. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. yaitu: (1) daerah. Kata Qta. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. yaitu Salam Redaksi. Dari Redaksi. Surat Redaksi. cara penulisan kata. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. a. yang dapat disebut langgam atau gaya. seperti tampak pada uraian berikut. interjeksi. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. . majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. Bertumpu pada pandangan di atas. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1).4. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). membuat majalah itu nggak gampang.

bubar. seperti tampak pada contoh 5) berikut. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. nunggu. lega. ini akhirnya terbit juga. seperti kata oke. kalo. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. keren. Mesra terbit juga. udah. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. aja. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. seperti Hiiii. Pelita edisi ke-13 kali ini. neh.. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya. seperti kata tak. dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. nggak.. Komunikasi. bersua.. dah. kalo. dan sedikit bergerilya. dan udah. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. Hi Friends. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.. kerasa. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang.pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini... kan. udah lulus. Konsulidasi. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa. dan menggairahkan. so. setu. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal. Hal tersebut sebagai salah satu cara menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. Cara lain menggunakan interjeksi. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca. Kamu-kamu pasti tahu.. sekarang tinggal 8 orang.. dan Hai Sobat Pelita.. dan onomatope hiks hiks. Guys. banget. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta. kali ini Mesra ngambil tema. dunk. jumpa. gampang. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. puji Tuhan... yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. Delayoters. naah. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap.. Soalnya. . dan kamu-kamu. lamaaaa. “Evolusi”.

“Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. kerja keras dan kemauan team redaksi. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). 5 bulan terakhir. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan. Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami.Ketersibukan. 6). bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan. Wb. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. thanks banget. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. seperti content. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). Wb. tetapi dengan kemauan. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. Oleh karena itu. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. 7). Januari. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. dan thanks to the whole team. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. tanggal terbit yang baru.. 8). penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan . Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena…. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. Selanjutnya. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku.

gamelan. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”.kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB. seperti tampak pada contoh berikut. lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. okey?! (BIKAR). dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. tetap jaga kekompakan. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. de el el. Jangan kaya kemaren. Giancinta B. Untuk masalah foto. coz ntar jadi jelek. misalnya cerpen. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. MESRA. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. • Ditebelin.. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. guys! qta bakal lu2s bareng. dong. dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. b. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). BIKAR. puisi. buat pemimpin-pemimpin sekolah. Skali-kali memakai kertas berwarna. Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. kursi kantin. 1) Jangan Blawur donk Wah. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. ya!!! Trus.. atas tanggapannya…. kelas-kelasnya dipasangai AC. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph. dan Bullpakç. Contohnya.. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. jangan blawur-blawur. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu .D. Setelah saya membaca cukup lumayan. Cas Cis Cus. Jika motret artis tolong yang jelas donk. yaitu MABOSA. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. kita janji kita bakalan lebih bagus lagi. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam.. ya!! (MESRA: 53).

Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). dan lu2s. Untuk menghargai kerja keras itu. lho. Eksklusif Wawancara. donk. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. buat. 1) Jadi. biar. Oleh karena itu. 3). dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç..Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Maka dari itu. ditebelin. dan ngecewain. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. seperti penggunaan interjeksi thanks. dan harapan. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. nggak. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. Laput. blawur-blawur. Liputan. I Luv You.. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. .. yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. Yang Utama.. coz. untuk masalah kualitas. guys. adain. kemaren. skalikali. dong. dan Headline. Liputan Utama. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. Nah.. mbuat. Perlu temen-temen ketahui. Penggunaan kata tidak baku kalo. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. de el el. dikomplitin. Contoh 2). ecek2 dan tanggapan redaksi yang menggunakan kata tidak baku ngga’. ntar. qta. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Dari sisi bahasa. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. Penggunaan interjeksi wah. Redaksi memberikan honor yang setimpal.. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. kan. c. sindiran mengenai kejanggalan. seperti terlihat pada uraian berikut.

Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. Karena kita hidup itu perlu berkembang. Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. Club eighties. Perlu teman-teman ketahui. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih kode ke bahasa Inggris God bless you. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis. seperti yang dia katakan. Miss Universe 2005. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. karakter atau pribadi. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Wingky Wiryawan.selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Fauzi Baadilah. Glen Fredly. acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom. perilaku yang sudah bagus harus berubah. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang . Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. tren itu saya rasa perlu ya. Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). dan lain-lain. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. Berdasarkan fenomena di atas. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Contoh 1a). 2007:17). Delon. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. yaitu dah dan nggak.

ya. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. loh. Oleh karena itu. guru. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. Ibu. yuuk. suster. (MESRA: 12). kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini.A. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). sih. aja. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII sekarang ini? Menurut saya. Sukarno. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII. Kartini. negator. 2a) Euphoria ini.. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. sapaan langsung. langsung aja ya. tapi gak apa-apa juga kan. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. khususnya interjeksi. aja. dll. dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. nah. So. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. super rame. kan. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). (BIKAR: 2). anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16).. seperti tampak pada uraian berikut. yup. dokter. Christina Marta Tiahahu. Ir. so . pemadam kebakaran. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R.tinggi. 2b) Duh. wuih. superlatif. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku.

heboh. hay 3 Superlatif banget. kognitif. Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. hay girl. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. abis. Empat majalah lainnya. 2007). Aquila. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. sosioemosional. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. Ihwal isi. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. 4 Negator nggak. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. cetha. a. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. pengajaran di SMP dan SMA.2 Sapaan sobat. gimana. rame. seperti tampak pada diagram berikut. gak 5 Konjungsi tapi. Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. dan beberapa rubrik yang ada. 5. yaitu EKSIS. Cas Cis Cus. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. nampilin. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2.M (XI IPS 3). dan masalahmasalah remaja. 7 Bentuk tidakbaku konyol. editorial dan topik utama. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa . buat 6 Campur kode and. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan. ra. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya.

dan penerapan KTSP. “Bahasa Cinta Dunia”. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. Cas Cis Cus.. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. pendidikan. MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. Sajian pada MABOSA dan Progresif. “Warna Hidup”. pergaulan. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. b. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. seperti tampak pada diagram berikut. Cas Cis Cus. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. dan humaniora. kesehatan.. Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi. “Ada Teknologi Bahasa. mulai persoalan internal sekolah.EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib . EKSIS. Ada Bahasa dalam Teknologi”.2. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. regional. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas.. seni. Aquila. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. “Tentang Cinta”. Aquila. Progresif. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. dan nasional. dan Bullpakç. EKSIS.3.

dan keterampilan khusus. prestasi yang dicapai oleh sekolah. guru.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Berita intern sekolah. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. seperti pengemis. pasar seni Gabusan. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. oleh karena . meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. Bastian. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. rumah makan. pengamen. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. c. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. siswa. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4.kurang beruntung. gelandangan. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. dan sebagainya. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. FKY. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. akademik. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. orang yang mengalami cacat fisik. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. yaitu St. seni. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. berupa prestasi dalam bidang olah raga.

seperti masalah internet. Dari sembilan majalah. Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). grafiti. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. OSIS baru. dan profil tokoh. (2) UAN. prestasi. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. film.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. (4) . global warming. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. tahun 1997.itu. keadaan. “Warna Hidup”. atau aspek kehidupan” (2008: 66). dan sindiran singkat. “Cerita feature adalah artikel kreatif. kadang-kadang subjektif. artikel. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. seperti tampak pada diagram berikut. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. d. pesawat tempur. tanggapan. antara dua sampai lima kalimat. dan sebagainya. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. tidak ada kemasan berita. “JB On The Spot”. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. (3) adaptasi bagi siswa baru. Masri Sarep Putra yang mengemukakan.

MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Dari segi isi. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. yaitu kesejahteraan bersama. dan alumni. dan BIKAR. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI).pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. dan kutipan sumber lain 1 artikel.co. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. Dari 12 artikel. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan . Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. pendamping. 8 di antaranya ditulis siswa (termasuk yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. Keistimewaannya. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. seperti kasus illegal loging (2007: 3). MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. PELITA.

cerpen. rak kamar mandi. ABSTRACT School magazine is one of the discourse to guide . Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah. bazar.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit (Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. percintaan. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. kekeluargaan. seperti tampak pada diagram berikut. dan laci dapur. dan cerbung. Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. yaitu mengenai hidup sehat. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. lemari pakaian. sumbangan. kartun. dan masalah kemanusiaan.topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. e. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. 28 Oktober – 1 November 2008. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. teknologi. persahabatan.

pemikiran. the profiles of the teachers and students. The content of the magazine varies from the topics in the school (various school activities. youth.). religious reflection. tenaga baru ini adalah orangorang yang terpilih setelah melalui serangkaian seleksi redaksi” (Desember 2007: 3). school magazine. Suara Merdeka Anak. language. etc. Aneka. art. conjunction. sports. Sebagai lahan penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. majalah sekolah dapat digunakan sebagai lahan persemaian benih-benih penulis muda. national commemoration. editor. editors. illigal logging. superlatives. humours. and the rubrics dealing with youth lives (musics. city master plan.and develop the youth potential to produce the reliable and cultured writers. Sebagai salah satu wadah penyaluran dan pengembangan minat dan bakat menulis. penentuan pengurus redaksinya biasanya melalui seleksi. Bobo. “Para awak baru. majalah sekolah seperti Aquila terbukti telah melahirkan penulis-penulis handal dan bermartabat di Republik Indonesia ini. in the state (education. etc. etc. the infinite forms to express intimacy. Deviaton decreases in the rubrics of opinion. and news). This causes the use of the language rules not consistently especially in the rubrics for readers’ letters. in the region (graffiti. dan lain-lain. Mengingat majalah sekolah menuntut penanganan khusus. In this way the language use is not necessary to be worried to disrupt Indonesian language. to those in the world (global warming. yang tentu akan membawa ide-ide baru. Aquila berarti ‘rajawali’ dan merupakan akronim dari Augeammus Quam Impensissime Lauden Altissimi. talk show with the teachers or head masters. talk show. Driyarkara. rules. negation. Pendahuluan Majalah sekolah pada umumnya merupakan salah satu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam hal jurnalistik. interjections. Oleh karena itu.). dan. etc. bagi siswa yang berbakat dapat melakukan uji kompetensi lanjutan dengan memublikasikan tulisannya melalui majalah atau tabloid komersial seperti Hai. Gaul. article.). natioal exam. and familiarity. Hal tersebut dapat penulis ketahui melalui wawancara dan pernyataan yang muncul pada salah satu pengantar redaksi MABOSA yang mengemukakan. AIDS. 1. code mix.) Key words: content. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut kira-kira terjemahannya ialah ‘Marilah kita tumbuh berkembang sekuat tenaga menambah keluhuran Yang . Nama itu sendiri diciptakan oleh penulis dan pemikir handal Alm N. The identities of the homogenious readers produce greetings. sickness.

dsb. bagian’. Dalam tulisan ini pengertian langkah yang paling sesuai adalah pengertian yang ketiga. perasaan. dkk. Dalam pramuka kata jejak sering diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan agar dapat menjadi petunjuk untuk menuju suatu tempat atau menemukan sesuatu. Kata langkah pada kehidupan sehari-hari menunjukkan gerak maju. tindak tanduk. keempat ‘bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dsb yang telah dilakukan’. ke kiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 464) kata jejak memiliki empat pengertian. perbuatan’. ke kanan) waktu berjalan’. 2. 2006: xxiii-xxiv). Sudaryanto menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua sisi kebudayaan. Pengertian Kata jejak mengingatkan penulis pada kegiatan pramuka yang penulis geluti. Tahun 2008 ini sudah memasuki usia 78 tahun. ke belakang. kebudayaan itu “terpisah” dari sang manusia: dia merupakan JEJAK. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 635) langkah memiliki empat pengertian. kedua ‘jatuhnya kaki di tanah’. Kata ekspresi dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ‘pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud. Majalah AQUILA dipilih sebagai satu-satunya majalah sekolah di luar Yogyakarta karena memiliki pengalaman dan usia yang cukup panjang. Dalam tulisan ini pengertian jejak yang paling sesuai adalah pengertian yang keempat. khususnya pada tingkat SMA. 3. bekas langkah’. Konstruksi frasa semangat keremajaan berarti jiwa atau dinamika yang menunjukkan perilaku seseorang yang menunjukkan ciri pada tahap perkembangan masa remaja. sedangkan sebagai proses kegiatan. Keempat ‘tahap. dsb. Majalah Seminari Menengah Mertoyudan tersebut.. ketiga ‘tingkah laku (perbuatan) yang telah dilakukan’. Kedua ‘jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan)’. secara khusus dibahas mengenai karakteristik bahasa dan isi sebagai ekspresi yang mencerminkan semangat keremajaan. Ketiga ‘sikap. Istilah jejak dan langkah juga mengikuti pandangan Sudaryanto. Pengertian pertama ‘gerakan kaki (ke depan. Dalam tulisan ini. sampai saat ini sudah berusia 78 tahun.Mahatinggi’ (Sudiarja. gagasan. Pengertian pertama ‘bekas tapak kaki.)’ (2002: 201). kebudayaan itu “sinambung” dengan sang manusia: dia merupakan LANGKAH (1999: 11). Sebagai hasil kegiatan. yaitu sebagai hasil dan sebagai proses. Masa puber atau permulaan remaja . Semangat Keremajaan Perkembangan remaja dimulai dengan masa puber. yaitu umur kurang lebih antara 12-14 tahun. Pengertian majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah dan biasanya dikelola oleh siswa.

pengajaran di SMP dan SMA. 2006: 96). Anak usia SMA berkisar antara 14-19 tahun. dan fisiknya. dan masalah-masalah remaja. buat selama hidupnya (Tauchid. Anak akan beralih dari berpikir konkret operasional ke formal operasional. dirasakan. 2004: 446). ditandai dengan kematangan alat-alat reproduksi. b. Dalam ilmu pendidikan diterangkan.adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat. tertarik pada mitra jenis dengan memberi perhatian dan minta perhatian. Kondisi . sosial. Perkembangan fisik Rentang waktu perkembangan masa remaja yang dimulai dari masa pubertas. moral. Dalam masa pubertet ke-1 itu anak-anak menjadi masak sebagai anak manusia (sebab tadinya masih berdekatan dengan sifat khewani). dan dilakukan. Perkembangan sosioemosional Pada tahap ini anak mulai sanggup membedakan dan memilah mengenai apa yang dipikirkan. Perkembangan kognitif Terjadi perubahan fungsi otak. berfantasi masalah erotik dan sebagainya. bahwa segala pengalaman dari pemuda-pemuda pada waktu itu akan turut membentuk watak atau budi pekertinya. tentang periode yang ke-3 (14-21 tahun). Djiwandono (2006: 94-115) mengemukakan lima hal yang meliputi perkembangan fisik. membuat pilihan. Seperti kita ketahui. Kematangan reproduksi dan minatnya pada masalah seksual perlu mendapat penyaluran yang positif agar mendukung perkembangan intelektual. remaja mulai meminati masalah seksual. sedangkan pada masa pubertet ke-2 itu anak-anak akan masak sebagai manusia. sosioemosional. Hal tersebut ditandai dengan adanya lonjakan kemampuan intelegensi. kira-kira umur 14 tahun sampai umur 16 tahun. Kelima hal tersebut dijabarkan pada uraian berikut. Lebih lanjut beliau mengemukakan. Tahap perkembangan tersebut oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai masa dewasa. Kepentingan ini terbuktilah dari namanya. Dalam pandangan Piaget. Pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berintegrasi dengan perubahan permulaan remaja. Ihwal perkembangan masa remaja. masa remaja merupakan masa transisi dari penggunaan berpikir konkret secara operasional ke berpikir formal secara operasional (Djiwandono. Oleh karena itu. a. kognitif. Remaja akhir yang kira-kira berumur 18 tahun sampai umur 20 tahun ditandai dengan transisi untuk mulai bertanggung jawab. c. emosional. dan berkesempatan untuk mulai menjadi dewasa (Djiwandono. periode ke-3 ini sering disebut juga masa pubertet ke-2 (waktu menjadi masak yang ke-2 kalinya). Adapun masa pubertet yang ke-1 yaitu umur lebih kurang 3½-7 tahun. inipun amat penting pula. 2006: 93-4). Hal tersebut memungkinkan untuk mengombinasikan aneka fenomena untuk menghasilkan satu gagasan yang komprehensif.

dan (3) sikap penutur (1980: 17). pengajaran di sekolah perlu menaruh perhatian pada upaya untuk mendorong perkembangan kognitif. penyalahgunaan obat bius dan alkohol. seperti tampak pada . dan penyimpangan-penyimpangan dari kaidah baku sebagai upaya untuk menciptakan keakraban dan kemesraan relasi. cara penulisan kata. antara lain. Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Mengingat masa remaja merupakan masa transisi.tersebut memungkinkan anak melakukan koreksi diri dengan membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan sesamanya. Oleh karena itu. seperti bintang film. Berikutnya adalah mendorong perkembangan sosioemosional. dan kehamilan sebelum menikah. pokok persoalan yang hendak disampaikannya. tokoh politik. Hal tersebut dapat diperlihatkan melalui penyusunan kurikulum yang berimbang yang memungkinkan perkembangan fisik. Hal tersebut untuk membuktikan kemampuannya mengatasi dominasi orang dewasa dan sekaligus sebagai upaya menunjukkan kemandirian dirinya. yaitu: (1) daerah. Sikapnya itu dipengaruhi. Hal tersebut berimplikasi pada penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. anak berusaha mencari sosok ideal yang dikaguminya dan menjadi idola dirinya. yang dapat disebut langgam atau gaya. sosial. oleh umur dan kedudukan yang disapa. intelektual. Beberapa masalah yang lazim terjadi adalah kenakalan remaja. (2) pendidikan. Ragam ini. agar perkembangan pribadi dan sosialnya berjalan seimbang. Bahasa sebagai cermin semangat keremajaan dapat diidentifikasi berdasarkan pilihan kata. dan moral. Bertumpu pada pandangan di atas. sosial. 4. dan tujuan penyampaian informasi (1980: 19). olahragawan. Masalah-masalah remaja Sebagai masa transisi. masa remaja sangat rawan terhadap persoalan-persoalan yang menyimpang dari norma-norma agama. hukum. e. d. gangguan emosi. dan emosional. Bahasa sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti uraian Moeliono. yang memerinci ragam bahasa ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat dikelompokkan berdasarkan tiga patokan. majalah sekolah merupakan majalah yang dikelola oleh siswa sekolah yang tertentu dan lingkup pembacanya yang utama adalah teman-teman sekolah yang sebaya dengan rentang usia 14-19 tahun. pemilihannya bergantung pada sikap penutur terhadap orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. Khusus yang berkaitan dengan sikap penutur dikatakan bahwa ragam bahasa menurut sikap penutur mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. dan sebagainya.

banget. Suara Aquila. nggak. dunk. Tipe interjeksi lainnya yang digunakan adalah yap. a. so. Selain itu ruang jurnal tercinta sedang mengalami musibah. naah. Semua majalah yang menjadi sumber data senantiasa menyebutkan tema dengan rincian secara menyeluruh atau sebagian. Surat Redaksi. udah. seperti kata tak. nunggu. Pilihan kata dan cara penulisan kata yang cenderung tidak baku juga dimanfaatkan untuk menunjukkan keakraban. setu. lamaaaa. kita memilih tema yang kita rasa sangat cocok dengan bulan tersebut “EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN BAHASA” (BIKAR) 4) Hai Sobat Pelita. Kamu-kamu pasti udah lama nunggu BIKAR kita terbit kan?!?! So. kalau bulan Oktober ini bulannya bahasa So. kalo kalian nggak suka baca yang namanya sekapur sirih. Guys. kalo Bullpakç terbitnya lamaaaa banget karena perlu kalian ketahui bahwa. ini akhirnya terbit juga. kan. dan onomatope hiks hiks. kalo. dan Tajuk (Lihat Lampiran 1). Delayoters. gampang. neh. Kata Qta. yang merupakan edisi terakhir PELITA di tahun ajaran 2006/2007. Surat Redaksi Surat redaksi memiliki istilah yang beragam. (hiks hiks) (Bullpakç) 2) Hai… hai… hai… jumpa lagi… dengan MABOSA yang makin keren dan setu untuk dibaca!!! Guys. Hai… hai… hai… jumpa lagi…. yang ini namanya salam redaksi! Sebelumnya kita mau minta maaf neh. seperti tampak pada contoh berikut. seperti Hiiii. Hi Friends. jumpa. pasti dunk… Akhirnya dengan penuh perjuangan dan kerja keras tim BIKAR berhasil juga menerbitkan BIKAR ini. kerasa. bersua.uraian berikut. Kali ini redaksi menyajikan edisi khusus buat kakak-kakak kelas XII yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. dan kamu-kamu. atapnya bocor. ketika menerima MABOSA edisi 43 ini. Kamu-kamu pasti tahu. onomatope yang cenderung ekspresif dan mencerminkan karakter remaja yang menghendaki keakraban dan kemesraan relasi antara redaksi dengan pembaca. puji Tuhan. Surat redaksi pada sebagian majalah cenderung mengyisipkan sapaan. Dari Redaksi. yaitu Salam Redaksi. Delayoters Tak disangka udah 1 semester yap kita tak bersua??? Naah. Hal tersebut sebagai salah satu cara . dan Hai Sobat Pelita. membuat majalah itu nggak gampang. Pelita edisi ke-13 kali ini. 1) Hiiii. kerasa nggak ada sesuatu yang berbeda dengan MABOSA sebelumnya? (MABOSA) 3) Hi Friends. (PELITA) Empat dari sembilan sumber data dalam tulisan ini menunjukkan penggunaan sapaan yang akrab dalam mengawali pesan redaksi. interjeksi. keren.

dari kita-kita aja yang tadinya beranggotakan sebanyak 12 orang.. dan sedikit bergerilya. sekarang tinggal 8 orang. Hal ini dikarenakan anggota qta yang dah kelas 3 kemarin. Mesra terbit juga. Cara lain menggunakan interjeksi. kalo. Yang pasti thanks banget buat Allah SWT (tanpa ijinmu kami tidak akan berhasil T_T). thanks to the whole team (termasuk para pemain yang namanya tidak tersebut. Komunikasi. lega.. Setelah sekian lama tenggelam dalam keramaian kota Yogyakarta.. 6) Generasi Muda Pejuang Pena… Tiada terasa.. dan menggairahkan.menempatkan pembaca sebagai teman dan sahabat yang akrab dan memiliki kesejajaran. Konsulidasi. juga banyak memunculkan karya dan ide baru dalam content kami. Thanks juga buat yang udah menanti-nanti terbitnya Progresif! (Progresif) Serangan Hepatitis A Darurat! Darurat! Virus berbahaya telah menyerang kota kita tercinta ini. sampai-sampai ruang Mesra pun akhirnya diganti kegunaannya menjadi ruang Rets. tetapi dengan kemauan. waktu yang bergulir seiring bumi yang telah mengelilingi orbitnya hingga membawa majalah “EKSIS” kembali dapat anda baca.. aja. (Mesra) Seruan horeeeeeee!!!!! lazim digunakan untuk mengekspresikanm rasa senang. bulan baru di tahun baru! Yang pasti segalanya baru! Termasuk Progresif kali ini yang terbit dengan bentuk baru. Selain itu tampak pula cara penulisan kata kita yang ditulis dengan menggunakan bentuk tulisan qta. Wb. Penggunaan interjeksi dan penyimpangan bentuk juga masih tampak pada contoh 5. kita juga menggunakan sistem baru dalam pengolahan data dan berita. seperti kata oke. seperti tampak pada contoh 5) berikut. 5) Horeeeeeee!!!!! Akhirnya.. meskipun untuk bentuk reduplikasinya kembali ditulis kita-kita. “Evolusi”. kerja keras dan kemauan team redaksi. dah. bubar. qta akhirnya dapat muncul kembali… Oke. udah lulus. yang akhirnya membuat majalah “EKSIS” kita bisa terbit juga. 5 bulan terakhir. Setelah sempat beredar kabar burung kalo Mesra bubar... Ketersibukan.. Yogyakarta mengalami peningkatan penderita hepatitis A . Soalnya. kali ini Mesra ngambil tema.. dan thanks buat dukungan teman-teman yang bikin pekerjaan kami jadi lebih menyenangkan.. (EKSIS) 7) Assalamu’alaikum Wr. Empat contoh terakhir menunjukkan seruan dan sapaan yang lebih formal... tanggal terbit yang baru. keterlenaan dan agak ketergantungan merupakan salah satu hal yang menyebabkan keterlambatan terbit. dan udah. kalian sangat membantu! Tetap dukung Progresif). Januari. maka “EKSIS” sekarang bisa hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema pendidikan.

Surat Pembaca Majalah sekolah yang memiliki kolom surat pembaca hanya lima. Cas Cis Cus menyebut “JB On The Spot”. Contoh Diawali judul yang sugestif dan mengejutkan Serangan Hepatitis B dan diikuti seruan yang menyatakan keadaan. Kita bisa lihat wajah-wajah artis di MABOSA dan pendapatnya para artis. BIKAR. Wb. MESRA. b. Kalau bisa MABOSA jangan memakai kertas buram donk…. 6). Contoh 7) mengawalinya dengan ucapan salam Assalamu’alaikum Wr. dan 9) menunjukkan kecenderungan penggunaan ragam baku. Cas Cis Cus. BIKAR menyebut “Dari untuk dan Ucapan (DUDU)”. saya amat senang sekali bisa membaca MABOSA. (AQUILA) Empat contoh yang terakhir. Oleh karena itu. Selanjutnya. MABOSA menyebut kolom “Kontak Redaksi”.S (XI) Tanggapan Redaksi Cinta… thanks yaph.. Seminari Menengah Mertoyudan sedang dihadapkan pada persoalan besar. Jika motret artis tolong yang jelas donk. salah satu stasiun TV swasta menayangkan sebuah sinetron baru berjudul “Cinta 2020”. seperti tampak pada contoh berikut. Istilah yang digunakan untuk menyebut kolom surat pembaca beragam. 7). dan Bullpakç menyebut “Mailbox”. yaitu MABOSA. Karakteristik bahasa lebih longgar dan akrab. Penggunaan kata tidak baku cenderung tidak menonjol karena hanya muncul satu kali pada kata bikin dan udah. Giancinta B.. dan Bullpakç.dan sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). MESRA menyebut “TISAM (Titip Salam)”. kita . ya? Seperti apa ya kisah cinta para pemuda di tahun 2020?” Jika maksudnya demikian. Demikian halnya dengan AQUILA edisi sekarang. Apa maksud judul tersebut? Ada salah seorang penonton sinetron yang secara spontan berkata. atas tanggapannya…. seperti content. penggunaan interjeksi ooo dan ya menjadi sangat wajar untuk menyakatakan kealamiahan tuturan orang yang dimintai pendapat. Setelah saya membaca cukup lumayan. 1) Jangan Blawur donk Wah. thanks banget. Untuk masalah foto. jangan blawur-blawur. dan thanks to the whole team. 8). Ia akan berimajinasi untuk menggambarkan kisah cinta di tahun 2020. Banyak sekali yang bisa kita dapat dari membaca MABOSA. menunjukkan adanya kecenderungan campur kode bahasa Inggris untuk beberapa ungkapan. penulis naskah sinetron ini pasti akan mereka-reka skenario yang tepat. (Cas Cis Cus) 9) Baru-baru ini. Contoh 6) mengawali dengan slogan Generasi Muda Pejuang Pena….D. “Ooo… maksudnya kisah cinta di tahun 2020. dengan ungkapan Darurat! Darurat! Contoh 9) memanfaatkan pendapat orang dengan mencantumkan kalimat langsung. Skali-kali memakai kertas berwarna. coz ntar jadi jelek.

Contohnya. Untuk menghargai kerja keras itu. skalikali. Tetapi kenapa kursi di ruang AV2 yang sudah rusak tidak diganti? (WIS) (Cas Cis Cus) 5) Ecek-ecek??? Kalo mbuat majalah. okey?! (BIKAR). yaph dan penggukaan kosa kata tidak baku bakalan. tetap jaga kekompakan. kemaren. untuk masalah kualitas. ya!!! Trus. mbuat. Redaksi memberikan honor yang setimpal. 4) Sudah banyak barang baru yang ada di JB.janji kita bakalan lebih bagus lagi. kursi kantin. penggunaan kosa kata ragam tidak baku` motret. Perlu temen-temen ketahui.. nggak. dan konstruksi frasa amat senang sekali menunjukkan ciri bahasa tidak baku yang lazim digunakan di kalangan remaja. ecek2 dan tanggapan redaksi yang . lho!! Saran buat kami: • Rubriknya dikomplitin • Adain ajang kreasi siswi-siswi Stece. ya!! (MESRA: 53). dong!! Biar seru • Covernya dibuat lebih menarik. donk. seperti penggunaan interjeksi thanks. misalnya cerpen. Tanggapan redaksi pun memiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan pembaca. jadi nggak ngecewain pembaca… (MABOSA: 6). Penggunaan kata tidak baku kalo. Contoh 1) surat pembaca yang menyajikan pendapat pembaca dan tanggapan redaksi. Kan panas!! AC juga bisa nambah semangat belajar. Jadi tolong pengertiannya ya! (Bullpakç). Redaksi selalu mengusahakan yang terbaik. de el el. Jangan kaya kemaren. coz. Penggunaan interjeksi wah.. gamelan. Nah. ntar.. 3) Dari : Aq Untuk : Insight community Pesan : I Luv You. guys! qta bakal lu2s bareng. dong. puisi.. dana yang ada nggak seluruhnya untuk pembuatan Bullpakç. • Ditebelin.. harus sesuai dengan kualitas dana yang ada. dan ngecewain. 2) Ai_ryan/XII IS3 Titip salam buat anak? Stece tercinta. dan patung John De Bitto yang berdiri kokoh di depan kelas XII. bahwa rubrik yang ada itu dicari oleh Redaksi dan itu juga memerlukan dana dan tenaga. blawur-blawur. kelas-kelasnya dipasangai AC. buat pemimpin-pemimpin sekolah.. Pembayaran majalahnya banyak tapi hasilnya ecek2 (kaya tabloid biasa yang dijual di tempatnya Bu Harno) maksudnya!! Bunga (disamarkan) Tanggapan Redaksi Bukannya Redaksi ngga’ menyesuaikan dengan dana yang ada. Maka dari itu. Contoh 5) juga memuat pendapat pembaca dan tanggapan redaksi.

Karena kita hidup itu perlu berkembang. Contoh 4) dari segi bahasa cenderung formal paling tidak dari segi penggunaan kosa katanya. qta. Oleh karena itu. Contoh 1) laporan utama pada majalah MABOSA yang disampaikan dalam bentuk laporan dengan bahasa baku. I Luv You. Yang Utama. Pada saat itu ada konflik di daerah deket tempat kita manggung. Ada nggak pengalaman menarik dari acara-acara manggung kita itu? Waktu itu kebetulan jatah kita buat manggung di Kalimantan. Dari sisi bahasa.. Kosa kata tidak baku hanya terdapat pada alinea terakhir berupa interjeksi nah dan ya serta alih . acara manggung kita tetap berjalan dengan lancar kok (MABOSA: 21). dan 4) hanya menyampaikan pendapat pembaca yang kecenderungannya berupa saran. karakter atau pribadi. okey dan penggunaan kata tidak baku trus. tidak! Tetap ada modal dasar yang bagus. ditebelin. Istilah yang digunakan pada kesembilan majalah adalah Laporan Utama. de el el. adain. dan lu2s.. sindiran mengenai kejanggalan. (MABOSA: 9) 1a) Apakah kita harus selalu berubah mengikuti tahun yang selalu berubah? Berubah mengikuti era jaman. Contoh 2).menggunakan kata tidak baku ngga’. biar. contoh 2) dan 3) kembali menampilkan penggunaan kata-kata yang lazim digunakan di kalangan remaja seperti interjeksi ya. Eksklusif Wawancara. seperti terlihat pada uraian berikut. sedangkan yang berbentuk dialog cenderung disesuaikan dengan identitas yang diwawancarai. lho. Liputan Utama. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah bagus. temen-temen dan interjeksi nah dan ya sebagai ungkapan yang menunjukkan keakraban dan kesetaraan. Laput. tren itu saya rasa perlu ya. buat. kan. Editorial dan Topik Utama Kolom editorial dengan nama tajuk hanya digunakan oleh Cas Cis Cus yang dari segi bahasanya sudah cenderung baku. Topik utama berbentuk laporan cenderung formal. Editorial yang diberi nama tajuk terdapat pada Cas Cis Cus dan disampaikan dalam bentuk informasi dengan bahasa yang baku. 3). perilaku yang sudah bagus harus berubah. pembahasannya disatukan dengan topik utama yang dimiliki oleh semua majalah sekolah yang menjadi sumber data tulisan ini. dikomplitin. guys. selamat menjadi individu baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya ya! God bless you. tetapi kita tetap menjadi manusia yang tidak ketinggalan jaman (MABOSA: 13) 1b) Kalian kan dah sering tuh manggung ke mana-mana. dan harapan. dan Headline. Liputan. bersiaplah untuk mengevaluasi semua kesalahan kita dan juga bersiaplah untuk melangkah ke tahun yang baru… Nah. 1) Jadi. c. dong. trus pas 1 hari sebelum manggung ada ledakan bom gitu deh tapi walaupun ada bom.

yaitu dah dan nggak. Pengalaman sebagai pemimpin majalah sekolah menurut Sekarjati memberi pengalaman yang mengesankan dan menambah kepercayaan diri yang tinggi. Psikopad kan bukan diperuntukkan buat anak-anak muda aja. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan mantan pemimpin redaksi MABOSA yang sudah menjadi mahasiswa. Miss Universe 2005. 2007:17). wawancara dilakukan dengan salah seorang guru sehingga pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. tapi orang tua yang berjiwa muda juga (Progresif: 7). superlatif. Pada contoh 1b) wawancara dilakukan dengan kelompok band yang anggotaanggotanya masih muda sehingga pertanyaan disampaikan menggunakan kosa kata tidak baku seperti interjeksi kan dan tuh serta keterangan aspek dan negator ragam tidak baku. tapi gak apa-apa juga kan. penggunaan ragam tidak baku yang disesuaikan dengan seleranya anak-anak muda tidak mengkhawatirkan. 2b) Duh. and super ra cetha!!! 3b) Hallo Bruder. Wingky Wiryawan. negator. sapaan langsung. Perlu teman-teman ketahui. Oleh karena itu. Pada sumber data lain menunjukkan tipe yang sama. 3a) XII IA2? Wuih…!!! Ini kelas terhebat dengan orang-orang super! Super konyol. seperti yang dia katakan. 2) Nggak seperti Hari Pendidikan yang sebelumnya. Delon. khususnya interjeksi. Berdasarkan fenomena di atas. seperti tampak pada uraian berikut. dan lain-lain. PELITA sengaja secara langsung menemui kepala sekolah kita sebab beliau enggan dimintai komentar secara tertulis (PELITA: 16). Glen Fredly. Contoh 1a). Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2006). dan campur kode bahasa Inggris atau bahasa Jawa. siapa yang nggak pengen sih? (Progresif: 9) 3) Sobat PELITA untuk tema kali ini yang khusus membahas Kelas XII.kode ke bahasa Inggris God bless you. Saya pernah berjumpa dengan Krisdayanti. Club eighties. Bagaimana pendapat Bruder tentang anak-anak kelas XII . Redaksi dapat menyesuaikan diri kapan harus menggunakan ragam baku dan ragam tidak baku. Penggunaan bahasa tersebut disesuaikan dengan bahasa yang lazim digunakan oleh anak-anak muda. super rame. langsung aja ya. tidak mudah mengejar artis-artis sekelas ibu kota”(Sekarjati. Hari Pendidikan tahun ini yang jatuh tanggal 2 Mei ini unik banget (Progresif: 4). dia masih menjatuhkan pilihan untuk aktif dalam kegiatan jurnalistik di kampusnya. Fauzi Baadilah. Keakraban antara lain dimunculkan dalam bentuk penggunaan kosa kata yang tidak baku. 2a) Euphoria ini. Ketika menjadi redaksi dia sangat gigih melakukan wawancara dengan artis-artis. “Saya sangat giat mengejar artis sampai ada beberapa teman yang mengatakan norak atau penggila artis.

anak-anak kelas XII sekarang ini biasa saja seperti anak kelas XII yang sudah-sudah (PELITA: 16). gimana. (BIKAR: 2). yup. wuih. loh. aja. so 2 Sapaan sobat. (MESRA: 12). pengajaran di SMP dan SMA. sosioemosional. nampilin. Ibu. ra. 4b) Jadinya acara fashion show jadi tambah seru dan heboh banget!!! (MESRA: 13) 5) Hay Girl!! Kalian pasti sudah dengar tentang kurikulum baru untuk kita kan? Yup! KTSP itu loh. Christina Marta Tiahahu. Sukarno. Aquila. Ihwal isi. hay girl. yuuk. Empat majalah lainnya. 4 Negator nggak. heboh. DIAGRAM 1: PILIHAN KATA UNTUK MENYATAKAN KAKRABAN No Tipe Contoh 1 Interjeksi hallo. aja. 5. Kita wajib baca!! Baca yuuk… (BIKAR: 2) 5b) Nah.. Hal yang hampir sama terjadi pada artikelartikel lain yang ada. kemarin Tim Majas sempet mewawancarai beberapa anak soal pendapat mereka mengenai KTSP. dan masalahmasalah remaja. dll. jika ditelusur berdasarkan aneka rubrik yang ada pada sembilan majalah yang digunakan sebagai sumber data . kognitif. 7 Bentuk tidakbaku konyol. buat 6 Campur kode and. hay 3 Superlatif banget.A. Ternyata banyak pro dan kontra mengenai KTSP ini.sekarang ini? Menurut saya. pengembangannya gimana and tujuannya gimana. sih. ya. kan. guru. abis. rame. sempet Penggunaan pilihan kata tersebut cenderung terjadi pada awal atau akhir tulisan. pemadam kebakaran. Cas Cis Cus. gak 5 Konjungsi tapi. nah. loh!! (BIKAR: 4) Keempat kelompok contoh di atas memunculkan penggunaan kata-kata yang tampak pada diagram berikut. Sebutan hey girl digunakan pada sekolah yang muridnya khusus perempuan.. So. cetha. dokter. suster. dan Bullpakç pada topik utamanya cenderung menggunakan bentuk baku. masa remaja disoroti dari lima hal yang meliputi perkembangan fisik. Isi sebagai Cermin Semangat Keremajaan Dengan mengikuti pandangan Sri Esti Wuryani Djiwandono. yaitu EKSIS. 4) Acaranya seru bangettt!!! (MESRA: 12) 4a) Acara fashion show setiap kelas nampilin pahlawan-pahlawan seperti R. 5a) Di rubrik ini kita bakalan bedah abis tentang apa sih KTSP itu. Ir. Kartini.

Editorial dan Topik Utama Editorial dan topik utama cenderung merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema yang telah dikemukakan pada kolom Surat Redaksi.M (XI IPS 3). Dalam tulisan tersebut Sofia mengajak agar selalu bersikap baik kepada teman. dengan menggunakan referensi Alkitab yang tentu menolak kecenderungan tersebut karena bertentangan dengan dalil-dalil Alkitab (EKSIS. seperti tampak pada diagram berikut. b. pergaulan. dan humaniora. Tahun Baru adalah Bersyukur karena kita Berguna bagi Orang Lain Progresif 1. a. Herman MESRA Peristiwa Pertama di Bangku SMA .menampakkan kecenderungan ciri perkembangan remaja. Isi artikel yang lain akan dibahas dalam uraian berikut. sedangkan dari segi bidang meliputi masalah pembaharuan sekolah. DIAGRAM 3: EDITORIAL DAN TOPIK UTAMA Majalah Editorial/Topik Utama MABOSA Menjadi Baru di Tahun yang Baru. seperti tampak pada rubrik renungan berjudul “Tahun yang Baru. tidak hanya bersikap baik ketika sedang membutuhkan sesuatu (MABOSA: 5). Hati yang Baru pula…” yang ditulis oleh Pratiwi Sofia C. Berubah PELITA Ekslusif Wawancara dengan Br. seni. pendidikan.. 2007). kesehatan. editorial dan topik utama. DIAGRAM 2: ISI SURAT REDAKSI Majalah Tema MABOSA Menjadi Baru di Tahun Baru Progresif Perubahan Besar PELITA Leaving PL With Smile MESRA Evolusi BIKAR Ekspresikan Dirimu dengan Bahasa EKSIS Pendidikan Aquila Seminari Menatap Masa Depan Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A Bullpakç Act Ur Art Diagram di atas memperlihatkan tema yang bervariasi. tetapi justru menawarkan aneka kemungkinan mengatasinya. Berkaitan dengan masalah-masalah remaja. Surat Redaksi Isi surat redaksi cenderung menginformasikan tema dan rinciannya. seperti tampak pada diagram berikut. Majalah EKSIS menyorot masalah free sex yang ditulis oleh Rice-KY II S2.. dan nasional. Hal tersebut memperlihatkan keragaman minat dan perhatian redaksi yang beragam pula. isi majalah tidak mencerminkan adanya persoalan yang dihadapi. mulai persoalan internal sekolah. regional. Penelurusan isi dilakukan dengan mencermati surat redaksi. dan beberapa rubrik yang ada..2.3.

EKSIS. sedangkan pada “Lihatlah keluar Tataplah Sisi Lain dari Kita” menyajikan visualisasi foto-foto orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. “Tentang Cinta”. akademik. MABOSA juga menyajikan berita dari luar sekolah yang sudah dikemas dalam bentuk ulasan. seperti adanya tawaran mengisi halaman pelajar di Media Indonesia yang merupakan prestasi dalam bidang jurnalistik. Berita Berita merupakan informasi yang dihimpun oleh redaksi kemudian disampaikan kepada pembaca. guru. Bastian. BIKAR menajikan pada kolom khusus “Seputar Bahasa” yang menyajikan artikel “Bahaa Benteng Budaya”. dan keterampilan khusus. Sajian memiliki kemungkinan dalam bentuk deskripsi atau wawancara. Aneka sajian tersebut cenderung memanfaatkan sumber dari luar sekolah. Aquila. prestasi yang dicapai oleh sekolah. EKSIS. yaitu berdasarkan pandangan siswa dan pandangan guru. Berita-berita di majalah sekolah berupa peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. dan Bullpakç. cenderung memanfaatkan sumber-sumber internal sekolah. siswa. Cas Cis Cus. gelandangan. dan “Lihatlah keluar Tataplah Sisi lain dari Kita”. Berita internal sekolah pada MABOSA yang membawa nama baik sekolah. Sajian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk berempati kepada orang-orang tersebut. pengamen. “Warna Hidup”. “Ada Teknologi Bahasa. berupa prestasi dalam bidang olah raga. Ada Bahasa dalam Teknologi”. seperti pengemis. c. dan Bullpakç menyajikan materi dengan memanfaatkan referensi yang dikemas sebagai kajian kritis. PELITA mengembangkan rumusan tema dalam Profil Kelas. Sajian pada MABOSA dan Progresif. Aquila. Cas Cis Cus. Progresif. seni. Sayangilah Hatimu! Bullpakç Aneka musik dansa Topik yang merupakan uraian lebih lanjut mengenai tema terdapat pada majalah MABOSA. Seperti topik “Bahasa Cinta Dunia” redaksi menyajikan koleksi ungkapan aku cinta kamu dari 66 bahasa. Berita dari luar lainnya dikemas dalam bentuk wawancara dengan Group Band Kerispatih dan aktor film Vino G.BIKAR KTSP EKSIS Kemerdekaan Roh bagi Pendidikan Aquila Due in Altum Cas Cis Cus Serangan Hepatitis A. Majalah Progresif SMAN 3 menyampaikan berita internal . MESRA pada liputan dan berita mengenai pelantikan pengurus OSIS. dan penerapan KTSP. seperti pada berita mengenai “Sekolah Sahabat” yang mengulas SMKN 3 Kasihan Bantul. dan berita mengenai peristiwa atau tokoh di luar sekolah. orang yang mengalami cacat fisik. dan sebagainya. “Bahasa Cinta Dunia”.

rumah makan.2 PELITA secara khusus menyajikan berita intern sekolah mengenai profil kelas XII. Berita lebih mirip dengan surat pembaca yang dikemas dalam rubrik 2 Pengertian feature mengikuti uraian R. “Warna Hidup”. Kutipan tersebut diambil dari buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Bambang Bujono dan Toriq Hadad yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi-Yayasan Alumni Tempo. dan mengenai Indonesia yang panen gempa. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian. Carolus Borromeus serta siswa yang telah berprestasi dalam bidang akademik melalui aneka lomba bidang sain dan matematika. dan beberapa yang lain dikemas dalam bentuk feature. mengenai prestasi tim sepak bola yang sampai ke babak final. dan “Ada Teknologi dalam Bahasa dan Ada Bahasa dalam Teknologi”. setelah pada final kalah 1-0 dari SMAN 4. yaitu St. tahun 1997. OSIS baru. artikel. Masri Sarep Putra yang mengemukakan. Tipe yang sama dimiliki oleh EKSIS yang tulisan-tulisannya cenderung berupa feature. Berita intern sekolah. meskipun akhirnya menjadi juara II dalam ajang UPN Cup. “Cerita feature adalah artikel kreatif. kadang-kadang subjektif. Prestasi dalam bidang akademik seperti siswa yang lolos seleksi mengikuti AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika. MESRA majalah sekolah yang siswanya homogen perempuan ini menyajikan berita intern sekolah yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi pelindung. . Dari segi bentuk Cas Cis Cus lebih merupakan tabloid sekolah yang terdiri satu lembar (4 halaman). FKY.sekolah mengenai Latihan Dasar Metode Ilmiah (LDMI) yang wajib diikuti oleh siswa kelas XI dengan langsung diterjunkan ke lokasi penelitian serta aneka kegiatan tahunan yang telah diprogram oleh sekolah. Aquila menyajikan berita dalam bentuk ulasan dan profil tokoh yang cenderung bersifat internal. Feature yang dimaksud seperti mengenai MOS. keistimewaan SMA 1 Karangmojo yang dikatakan “Sekolah Ndeso Intelektualitas Kutho”. pesawat tempur. tidak ada kemasan berita. Majalah lain yang diterbitkan oleh sekolah dengan siswa homogen permpuan adalah BIKAR. pasar seni Gabusan. Berita dari luar berupa informasi mengenai lokasi wisata untuk mengisi liburan. Informasi setipe berita disampaikan dalam bentuk profil tokoh dan feature seperti tampak pada informasi mengenai “Bahasa Benteng Budaya”. oleh karena itu. Kegiatan intern sekolah lainnya adalah valentine day dan pelantikan pengurus OSIS. Aquila dan Cas Cis Cus diterbitkan oleh sekolah yang muridnya homogen pria. dan profil tokoh. sedangkan berita dari luar berupa ulasan mengenai group band “Captain Jack”. atau aspek kehidupan” (2008: 66). BIKAR tampaknya tidak menempatkan diri sebagai majalah berita. keadaan. Group band tersebut ditemui saat pentas dalam acara Psikopad di SMAN 3 Yogyakarta.

8 di antaranya ditulis siswa (termasuk . prestasi. PELITA. yang memiliki rubrik artikel adalah 6 majalah yang sebagian besar ditulis oleh siswa. tanggapan. Bullpakç menyajikan berita mengenai prestasi sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Australia serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah dan yang berkaitan dengan pendidikan. Rubrik tersebut menyampaikan peristiwa. antara dua sampai lima kalimat. d. dan 1 Redaksi imam dan (2) hasil jajak pendapat mengenai masa depan sekolah Cas Cis Cus 1 Guru Ajakan hidup sehat Bullpakç 1 Siswa Ajakan untuk bertindak adil dengan memanfaatkan harta karun untuk semua Berdasarkan diagram di atas. Berita lain disajikan dalam bentuk feature. Dua yang pertama merupakan gejala universal dan yang ketiga merupakan fenomena menarik di Yogyakarta dengan munculnya mural.“JB On The Spot”. (3) adaptasi bagi siswa baru. Dari 12 artikel. seperti tampak pada diagram berikut. (4) pengalaman sebagai siswa BOSA yang mengesankan dan pengelola majalah sekolah. seperti masalah internet. film. partisipasi siswa dalam menulis artikel cukup menonjol. global warming. dan sindiran singkat. Artikel Artikel merupakan tulisan yang mencerminkan pandangan penulis mengenai pokok persoalan yang tertentu. dan sebagainya. (2) UAN. dan (5) mengenai budaya Barat MESRA 1 Kutipan dari sumber lain Dunia pers di Indonesia EKSIS 2 Siswa (1) Pendidikan yang bobrok dan (2) ungkapan Jawa Dadi Godhong Emoh Nyuwek yang ditulis dalam bahasa Jawa Aquila 2 1 Pendamping (1) Tantangan pembinaan calon 3 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik artikel adalah Progresif. seperti pembangunan studio musik sekolah dan tambahan mata pelajaran yang di-UN-kan yang dipandang semakin memberatkan. Dari sembilan majalah.3 DIAGRAM 4: ARTIKEL DAN PENULISNYA Majalah Jumlah Penulis Isi MABOSA 5 4 Siswa dan 1 Alumni (1) Tahun baru. grafiti. dan BIKAR.

Aneka ajakan disampaikan secara simbolik dengan mengoreksi aneka kebutuhan hidup dan bagaimana membelajakan uang untuk kepentingan tersebut. Aquila mengangkat tema yang berkaitan dengan masa depan sekolah. dan alumni. Sajian artikel dalam Cas Cis Cus yang ditulis oleh guru disesuaikan dengan topik utama yang aktual dan menyangkut kebutuhan masyarakat. dan kutipan sumber lain 1 artikel. bazar.id memberikan wawasan mengenai jurnalistik yang aktual karena dikaitkan dengan peringatan hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2008. yaitu mengenai hidup sehat. redaksi menyusun artikel berdasarkan hasil jajak pendapat. lemari pakaian.co. seperti kasus illegal loging (2007: 3). Sajian pengalaman alumni dalam mengelola majalah sebagai kekuatan untuk menyugesti adik-adik kelasnya untuk memanfaatkan peluang aktif dalam kegiatan yang dikelola OSIS karena bermanfaat dan masih dapat dikembangkan di perguruan tinggi. Hal tersebut berpeluang memberi warna dunia ilmu di Indonesia. seperti yang dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang membina sikap ilmiah melalui kegiatan Latihan Dasar Metodologi Ilmiah (LDMI). Dikatakan bahwa pendidikan kita sekarang ini berantakan. Keistimewaannya. EKSIS menyoroti bobroknya pendidikan di Indonesia dan mengingatkan untuk terus setia kepada cita-cita kemerdekaan. rak kamar mandi. Hal tersebut sebagai langkah pembinaan sikap ilmiah. MABOSA memiliki keragaman mulai dari pendangan siswa mengenai persoalan intern sekolah dan masalah yang umum. seperti tampak pada diagram berikut. pendamping. Sastra Dari sembilan majalah yang memiliki rubrik sastra ada 8 majalah.4 DIAGRAM 5: RUBRIK SASTRA Majalah Jenis Sastra MABOSA Puisi Cerpen Cerbung Kartun Progresif Puisi Cerpen Kartun PELITA Puisi Cerpen MESRA Puisi Cerpen BIKAR Puisi Cerpen EKSIS Puisi Gurit . Bulpakç menyampaikan ajakan berlaku adil dan berbagi melalui menjaga lingkungan alam. Keistimewaan EKSIS adalah menyajikan artikel bahasa Jawa. dan dengan membuat komitmen-komitmen pembatasan diri yang dieksplisitkan dengan ungkapan berkomitmen dengan rak buku. hampir tak ada lagi kebangkitan nasional yang tertanam pada setiap individu. dan laci dapur. Tulisan tersebut menyikapi gejala munculnya kasus Hepatitis A di Yogyakarta. malah kita menjadi maling di negeri sendiri. yaitu kesejahteraan bersama. e. MESRA yang mengutip artikel dari http://wwwrepublika. Dari segi isi.yang ditulis redaksi Aquila) sedang 3 lainnya ditulis guru. sumbangan.

(Puisi Jawa) Cerpen Aquila Puisi Cerpen Kartun Bullpakç Puisi Kartun Diagram di atas menunjukkan bahwa minat dan potensi yang muncul dalam bidang sastra adalah penulisan puisi. kartun. kekeluargaan. EKSIS ememiliki kekhususan dengan menyajikan puisi bahasa Jawa atau yang biasa disebut gurit. Elisabeth Lespirita Veani Kelas XII SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta. Isi aneka jenis sastra cenderung persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja. cerpen. dan cerbung. teknologi. persahabatan. MABOSA memiliki keistimewaan karena memiliki tiga jenis sastra dan satu-satunya yang menampilkan jenis cerita bersambung yang memerlukan energi lebih banyak. . dan masalah kemanusiaan. 4 Tiga majalah yang tidak memiliki rubrik sastra adalah Cas Cis Cus. percintaan. 28 Oktober – 1 November 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful