P. 1
Era Keterbukaan Atau Lebih Dikenal Dengan Globalisasi

Era Keterbukaan Atau Lebih Dikenal Dengan Globalisasi

|Views: 1,416|Likes:
Published by Ivan Ahmad Punk

More info:

Published by: Ivan Ahmad Punk on Nov 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Era keterbukaan atau lebih dikenal dengan globalisasi, merupakan resulatante (akibat/hasil) dari sedemikian banyak perkembangan

pemikiran menyeluruh baik ilmu pengetahuan maupun teknologi dalam paruh kedua abad ke 20. Hal ini telah mendorong dilakukannya serangkaian penyesuaian serta perkembangan kelambagaan serta tatanannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar dengan cepat mampu menyesuaikan diri. Rangkaian penyesuaian yang diperlukan bukan hanya menyangkut kebijaksanaan penyelenggaraan negara, strategi serta tata kerja pemerintahan, tetapi juga orientasi tata nilai serta aspek kelembagaan masyarakat dan bangsa itu sendiri (aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, hukum, pertahanan dan keamanan). Memasuki era keterbukaan, mengharuskan kita secara arif agar mampu merumuskan dan mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tangguh dalam berinteraksi terhadap tatanan dunia luar dengan tetap berpijak pada jati diri bangsa, serta menyegarkan dan memperluas makna pemahaman kebangsaan kita. Sudah saatnya makna nasionalisme dan patriotisme yang memiliki dimensi dan cakupan yang makin kompleks, memerlukan langkah-langkah arif dan bijaksana agar kita makin dapat mendekatkan wujud cita-cita Proklamasi yang tercantum di dalam Pembukaan UndangUndang Dasar 1945. Secara psikologis, tumbuhnya sikap keterbukaan berkaitan erat dengan jaminan keadilan.Keterbukaan merupakan sikap jujur, rendah hati dan adil serta mua menerima pandapat orang lain. Sedangkan keadilan merupakan pengakuan dan perlakuan yang seimbang antarahak dan kewajiban. Dengan demikian penerapan jaminan keadilan perlu dilandasi oleh sikap jujur rendah hati dan tindakan yang tidak berat sebelah. Sebagai manusia kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan mengabaikan kewajiban, karena hal yang demikian dapat mengarah padapemerasan dan memperbudak oran lain. Sebaliknya jika hanya menjalankan kewajiban dan mengabaikan apa yang menjadi hak kita, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas oleh orang lain. Contoh; seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa diimbangi peningkatan kualitas kerjanya tentu dianggap sebagai pemeras. Sebaliknya seorang majikan yang terus menerus memeras tenaga pegawainya tanpa memperhatikan kenaikan upah dan peningkatan kesejahteraan pekerjanya, maka cenderung disebut telah memperbudak orang lain.

Keserasian. Sedangkan di dalam Ensiklopedi Indonesia.B. Dengan demikian dapat dipahami pula bahwa yang dimaksud dengan keterbukaan adalah suatu sikap dan perilaku terbuka dari individu dalam beraktivitas. Sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak dan tidak sewenang-wenang. atau tindakan yang didasarkan kepada norma-norma (norma agama. Kata “keadilan” dapat juga diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan. maka sesungguhnya pada setiap diri manusia telah melekat sumber kebenaran yang disebut hati nurani. kebalikan darifa siq (orang yang tidak engerjakan perintah). Keterbukaan Keterbukaan merupakan perwujudan dari sikap jujur. b. Prinsip keadilan sosial yang melandasi pelaksaan pembangunan nasional di Indonesia adalah sebagai berikut. norma kesusilaan. Keterbukaan Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Dalam kehidupan bermasyarakat. rendah hati. dan Keselarasan dalam peri kehidupan. Asas keseimbangan. keterbukaan adalah hal terbuka. Pelaksanaan pembangunan nasional harus dilandasi oleh nilai-nilai yang tercermin dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. berbangsa dan bernegara sudah saatnya ditumbuhkan sikap keterbukaan dalam rangka memberikan jaminan pemerataan terhadap hasil-hasil pembangunan. kelurusan dan keikhlasan yang tidak berat sebelah. Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya. bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atau syarat dan rukun yang telah ditetapkan. Pengertian kata “adil” yang lebih menekankan pada “tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan”.Pengertian Keterbukaan dan Keadilan a. ‘adl) mengandung pengertian sebagai berikut : Tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak. Orang yang berbuat adil. perasaan toleransi dan hati-hati serta merupakan landasan untuk berkomunikasi.PENTINGNYA KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA 1. kata keadilan yang berasal dari kata dasar “adil”. Tidak sewenang-wenang dan maksiat atau berbuat dosa. yaitu mengandung arti bahwa pembangunan nasional yang diselenggarakan itu pada dasarnya merupakan usaha bersama yang harus merata disemua lapisan masyarakat Indonesia dan di seluruh tanah air. maupun norma hukum). disebutkan bahwa kata “adil” (bahasa Arab . Keadilan Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. norma kesopanan. mempunyai arti kejujuran. DalamKamus Besar Bahasa Indonesia.hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan darma baktinya yang diberikan kepada bangsa dan negara. mengerti mana yang benar dan mana yang salah. yaitu berarti bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai . Tuhanlah yang menuntun hati nurani setiap manusia beriman agar sanggup berbuat adil sesuai dengan salah satu sifat-Nya yang Maha Adil. mau menerima pendapat. kritik dari orang lain. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan berperan dan menikmati hasil. Sikap keterbukaan sangat diperlukan dalam upaya pelaksanaan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak dan bukan kesejahteraan sekelompok orang. Mengetahui hak dan kewajiban. adil. Asas Adil dan Merata.

serta perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sikap terbuka diperlukan terutama dalam hal menjaga keutuhan bangsa. maka setiap orang mau mengakui dan menerima keberagaman sehingga melahirkan sikap toleran terhadap orang lain. Berdasarkan penjelasan tersebut. b. adalah suatu sikap berupa kesediaan seseorang untuk mau menerima terhadap hal-hal yang berbeda dengan kondisi dirinya. 4) Tidak merahasiakan sesuatu yang berdampak pada kecurigaan orang lain. Terwujudnya sila Persatuan Indonesia yang merupakan sila ketiga dari Pancasila sebagai landasan untuk mempersatukan bangsa. 5)Bersikap hati-hati dan selektif (check and recheck) dalam menerima dan mengolah informasi dari manapun sumbernya. merupakan prasyarat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. jika pemerintah dan pejabat publik mampu mewujudkan “Clean Government” atau pemerintah yang bersih. Terwujudnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa sebagai sumber etika dan moral untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela. 7)Mau mengakui kelemahan atau kekurangan dirinya atas segala yang dilakukan. kerukunan sosial. berbangsa dan bernegara. 3)Berterus terang dan tidak menutup-nutupi kesalahan dirinya maupun yang dilakukan orang lain. Untuk merwujudkan sikap terbuka atau transparan tersebut. a. pemerintah dan pejabat publik harus juga mampu untuk bersikap terbuka dalam mengatur negara. 6)Toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain. maka dapat dilihat tentang ciri-ciri keterbukaan sebagai berikut: 1)Terbuka (transparan) dalam proses maupun pelaksanaan kebijakan publik. tentu saja akan semakin menambah kepercayaan masyarakat secara luas. mempererat hubungan toleransi serta untuk menghindari konflik. Terwujudnya demokrasi yang menjamin hak dan kewajiban masyarakat untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik secara bebas dan bertanggung jawab sehingga menumbuhkan kesadaran untuk memantapkan persatuan bangsa Pulihnya . 9) Mau bekerja sama dan menghargai orang lain. diperlukan kondisi-kondisi sebagai berikut. 2)Menjadi dasar atau pedoman dalam dialog maupun berkomunikasi.Sikap Terbuka Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sikap terbuka. Terwujudnya penyelenggara negara yang mampu memahami dan mengelola kemajemukan bangsa secara baik dan adil sehingga dapat terwujud toleransi. materiil dan spiritual. Keterbukaan juga merupakan sikap yang dibutuhkan dalam harmonisasi kehidupan bermasyarakat. Dan akan lebih baik lagi.kepentingan. Jika pemerintah dan pejabat publik mau dan mampu melaksanakan dengan prinsip keterbukaan atau transparansi. hal ini dapat meningkatkan kepercayaan rakyat untuk berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara. 10)Mau dan mampu menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi. 8) Sangat menyadari tentang keberagaman dalam berbagai bidang kehidupan. kebersamaan dan kesetaraan berbangsa. Karena dengan sikap terbuka yang ditunjukkan. Kepentingan tersebut adalah kepentingan dunia dan akhirat. Ciri-ciri Keterbukaan Sikap keterbukaan. Dalam kehidupan bernegara.

pejabat publik dan aparat penegak hukumnya -. hak asasi manusia dan memperkukuh persatuan dan kesataun bangsa. Bila suatu negara – terutama pemerintah.Jaminan Keadilan Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masalah keadilan menjadi masalah penting dalam rangka memberikan jaminan rasa aman dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Untuk memperoleh keadilan biasanya diperlukan pihak ketiga sebagai penegak. demokratisasi dan hak-hak asasi manusia. Keterbukaan arus informasi di bidang hukum. melainkan berdasarkan aturan (hukum) yang tidak membedakan antara orang kuat dan orang lemah. Oleh karena itu apabila ada seseorang yang merasa mendapatkan ketidak adilan. tetapi juga diperintah Tuhan apapun agamanya. Keadilan pada umumnya relatif sulit diperoleh. Hukum diciptakan untuk mencegah agar konflik yang terjadi dipecahkan secara terbuka Pemecahannya bukan atas dasar siapa yang kuat. merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari dengan cara apapun dan oleh negara manapun terkait dengan derasnya arus informasi dalam berbagai bidang kehidupan. dengan harapan pihak tersebut dapat bertindak adil terhadap pokok-pokok yang berselisih. maka ia berhak mengajukan tuntutan. Dalam rangka jaminan keadilan di dalam suatu negara diperlukan peraturan yang disebut Undang-undang atau hukum. Berdasarkan hal tersebut. tidak hanya merupakan idaman manusia. dikatakan “di mana ada masyarakat disana ada hukum” ( ubi societes ini ius). telah menjadi bahan pemikiran bagi setiap negara untuk dapat melaksanakan jaminan keadilan bagi warga negara sejalan dengan tuntutan supremasi hukum . Jadi adanya pihak ketiga dalam rangka menghindari konfrontatif antara yang sedang berselisih. Oleh karena itu pihak ketiga tersebut harus netral. . Setiap masyarakat memerlukan hukum. Keterbukaan dalam pengertian sikap dan perilaku yang dilakukan pemerintah dan pejabat pulbik dewasa ini. niscaya kepedulian (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (sense of responsbility) warga negara dalam rangka membangun negara serta memperkukuh persatuan dan kesatuan dapat terwujud. Perbuatan adil.mampu memperlakukan warganya dengan “adil” dalam segala bidang.kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara negara dan antara sesama masyarakat sehingga dapat menjadi landasan untuk kerukunan dalam hidup bernegara. 3. Hukum merupakan suatu sistem norma yang mengatur kehidupan dalam masyarakat. tidak boleh menguntungkan salah satu pihak.

di antaranya adalah. Tanpa masa peralihan. Dalam menjamin adanya kepastian hukum. Dalam undang-undang ini terdapat banyak cara untuk menjatuhkan putusan8 .maka keadilan merupakan salah satu ciri hukum dan jaminan keadilan hanya bisa tercapai apabila hukum diterapkan dengan tanpa memperhatikan aspek subjektifitas. Asas Kepastian hukum(principle of legal security = Rechts zekerheid beginsed). Hal ini diatur dalam undang. tuntutan keadilan memiliki dua arti yaitu. a. Dalam hukum. bersih dan transparan. Pelaksanaan jaminan keadilan sangat dituntut oleh penyelenggaraan negara (pemerintah dan pejabat publik) yang baik. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik tersebut didasarkan pada beberapa asas umum. Keadaan tersebut akan menimbulkan ketidakpastian hukum dan dapat mengurangi kepercayaan masyarakat kepada hukum. Asas Keseimbangan. Asas ini menghendaki agar sikap dan keputusan pejabat administrasi negara yang mana pun tidak boleh menimbulkan keguncangan hukum atau status hukum. pejabat administrasi negara wajib menentukan masa peralihan untuk menetapkan peraturan baru atau perubahan status hukum suatu peraturan. b. Asas ini menyatakan bahwa tindakan disiplin yang dijatuhkan oleh pejabat administrasi negara harus seimbang dengan kesalahan yang dibuatnya. peraturan-peraturan serta wibawa pejabat administrasi negara. suatu keputusan administrasi negara yang sah (legal) secara mendadak (tanpa masa peralihan) menjadi tidak sah sehingga dapat merugikan masyarakat.undang kepegawaian dan peraturan tentang pegawai negeri umum (Ambtenarenwet juncto algemene rijksambte narenreglement).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->