Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Meratus. Sebatik. Natuna. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. Tibi. Dakkus. Kalimantan dikelilingi laut. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Muller.218 m. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. Serasan. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. Borneo. Karimata. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. gunung-gunung.Lokasi. sungai-sungai dan lainlain. Baru.278 m. walau bukan puncak yang tertinggi. Bunyu. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. Panjang dan Kakaban. Laut. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. mantan ‘besar’). Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Sebuku. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. dan sebelah selatan Laut Jawa. Tanjung Negara (pada masa Hindu). yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala.A. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Hans Winklen. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. Bangkudulis. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. Daerah Lingkungan Alam. Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. Derawan. 4 . Subi. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. menurut peta topografi adalah 2. Baru 30 tahun kemudian. Keramayan. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Maya. dan Madi. di sebelah barat ada Selat Karimata.F. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Damar.175 m dan Bukit Raya 2. Teberian. Nunukan. Molengraaf. Dr. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. Panebangan. Rachmat. Karayaan. Schwaner. Tarakan.

5 . Paitan. Kagibangan. jenis langsat. pisang. rambutan. Sampit. Pawan. Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. Sambas. kesisap sayur. Lucia. dan Kendawangan. kasturi. Teluk yang ada: Teluk Berunai. Puting. Sembakung Berau. dan kerokot merah. karmalaha. Mentaya atau Sampit. dimana terdapat kebun buah-buahan. Hantu. telor belalang. Lahei. Mempawah. Kemenah. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. Katingan atau Mendawai. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. kemudian keladi air. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. Kalumpang. jenis alang-alang. Trusan. Sebakuan. Sekatok. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. Datuk. Marudu. petah kemudi. sukma. bingkai dan balaran dali. jenis sup-supan. Padas. Batu Laki. Layar. Serban. Jelai. Batang Rayang. rumbia. kangkung. Kinabatangan. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. Melinsan. duku/langsat. Kahayan dengan anak-anak sungai. Kapuas. dan Malatayur. Darvel. Sebangau. Sengkulu. Simpang. Arut/Lamandau. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). Murung. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). Kupang. Sugut. Sambar. Mangkalihat. Krian. dan famili nyphacacene. dan Sekatuk Mahakam. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. gelagah. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. Segama. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. kangkung. palmae. Radas. telor jarum. genjer. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. paku payung. Batu Licin. pepaya. famili papiliomacena. galah motawauk. masisin. Aluh-aluh Besar. keramunting. keminting. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). bayam duri. tambaran-tambaran. dan Sebangau. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. hutan krokot. Baram. Kayung. dan Kalapang. Kawalan. dan Pembuang atau Seruyan. St. Paloh. hutan. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. durian. Landak. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. tusuk konde. maman hutan. Kapuas Kecil. Kayan. Adang. Durian. jenis pisang. Sesayap Karangan. Usang. jukut. Ambawang. kancur-kancur. Sebangkau. Datuk. ubi jalar dan labu (waluh). semangka. Kumai. Silat (Selatan).Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. wedasan. Baram. kerokot hijau. Balikpapan. dan Bahan. Kemudian juga famili compositae. Air Hitam Besar. dan terutama karet. Kumai.

Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. Umbang. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. hutan nipah. tantuwu. kayu rasak. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Schimper. Jempang. Semanjang. kayu garunggang. rotan sigi. Badagai. kayu rangas. irit. landak. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. korek api. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. kulit kayu. semambu.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. Sentarum. Bulan. dan hutan gunung. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). Madara. Gadis. kayu meranti. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. hutan bukit-bukit/belukar/primer. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. onglin. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. Manjan Delima. Sembuluh. Hutan Kalimantan yang begitu luas. Hampangen. Murdjani. kayu palepek. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. kayu meran bungkan. bajungan dan lain-lain. 6 . Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. Lurus Raden. madu. bulin. dan buaya. kayu bangkirai. achas. hutan rawa. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. eusideroglon. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. lilin. orang hutan (kahiu alas). bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. memiliki hasil alam yang beragam. kayu lanan. kayu tampurau. ular sawah. Beberapa lilin. Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. bebek (itik) dan kerbau. kayu damar. Melintang. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. kertas. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. dan Luard. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. belatung. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. beruang. Kamipang.

Setelah tahun 1800 masehi. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. Schmit dan Ir. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur.H. Setelah kerajaan Malaka jatuh.Iklim Menurut Dr. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Pada tahun 1830 masehi. Daerah Serawak. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. Menurut alamnya. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. bernama James Brooke. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Abad kelima belas negeri Brunai. Sementara menurut Dr. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.A. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. Mohr. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. A. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. Ferfuson dalam verhandelingen no. J. James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris. Akhirnya tahun 1889. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA.H. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. awalnya dikuasai Raja Brunai.

nampaknya semua berasal dari satu turunan. banyak yang bermukim di pedalaman. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. Limbang. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. Lalu lintas darat sangat terbatas. seperti Bahau. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. Kayan dan Bahau. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. Makin masuk pedalaman. apabila ingin mencapai kemajuan. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. Yang terbesar adalah suku Iban. Punan. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Punan. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. mereka belajar dari nenek moyang. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. Bagi penduduk pribumi. Mereka berwatak keras dan jujur. Iban. Kelambit. Kenyah. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah. dan Murut. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. Baram. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Sungai besar adalah: Rajang. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. Bangsa Melayu. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. tetapi mudah tersinggung dan dendam. Kayan. Lalu lintas yang utama adalah di air. yang terdiri dari suku-suku Melayu. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. Cara bergaul menunjukan keakraban. Batang Lupat.

Tanah pegunungan tinggi dan rendah. • Gunung Saran. 3. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. 5. Sanggau. dikelilingi pegunungan Bayang. Selain itu. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. tinggi 1700 m. Terdapat batu pasir. Tayan. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. 7. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. yaitu Gunung Nait. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. Nanga Mentalunai. Untuk daerah pedalaman. misi dan zending. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. Nanga Erah. dan perubahan dari batu-batu tersebut. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. terdiri dari batu-batu beku. menurut para ahli etnologi. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. pegunungan Singkawang. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. Muller. Schwaner. Nanga Balang. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. Nanga Belatung. berasal dari suku Punan Kerco. Schwaner. misalnya granit dan kwartdioriet. Batu-batu beku. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. Pegunungan Gramiet. batu-batu sendimen. 4. 6.barat. 2. berasal dari turunan yang sama. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . ditemukan di pegunungan Paloh. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. Pegunungan Kempayang. batu sendimen. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. 9 . batu liat. Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. batu lempeng. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. berasal dari suku Buket. Nanga Talai. cara pengobatan masih secara tradisional. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Batas Landak. berasal dari suku Punan Howong. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. Nanga Tanjung Lakung. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Semitu Hulu. berasal dari suku Punan Howong. Letaknya sebelah timur laut Bangka. tinggi 1767 m. berasal dari suku Buket. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. berasal dari suku Punan Uhing. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. Semberuang. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang.

Pebruari. yang pada waktu surut. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. batubara. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. Asalnya dari batu sungai. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. bauksit. Pertanian. karena proses alam. Pegunungan Tinggi Madi. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. dan Juni – Agustus. sebagian besar dari Pegunungan Muller. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. juga di Pontianak. Pegunungan rendah dari Bengkayang. Diwaktu air pasang. Yang tidak luas dekat Kandawangan. Pada bulan Januari. emas. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. Tanah datar rendah dekat petani ini. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. karet. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. tanah di belakang pagung tergenang air. kelapa. Pegunungan Hulu. curah hujan sangat sedikit. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. cinnabar. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda.Di beberapa tempat ditemukan marmer. Batu-batu pasir dan kwartsieten. Iklim. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. sampai di tepi laut dekat Singkawang. lama-lama berubah menjadi pasir putih. yaitu di Gunung Bayang. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan. Di Kalimantan Barat. molydenite. Penduduk Kubang Solok. Suku Bugis dan 10 . Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. keturunan Solok dan Piliphine. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. Sanggau. menangkap ikan di laut. misal. Sukadana. rawa sungai dan pengairan tehnis. menetap di sebelah timur pantai Berau. Melawi Utara dari batuan pasir. terletak agak jauh dari pantai. Tanah liat laut yang sudah tua. mangan. Di Paloh dekat Sambas. tembaga. Mata pencarian utama. dan jenis tanah ini tebal sekali. sanstone. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. Suku Banjar. dan sungai. koaline. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. mica. hidup berkelompok. Landak. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. membuat pagung overwallen ditepinya. ditemukan pengairan pasang surut. batu tersebut berubah menjadi tanah. Pengairan.

Suku Bajau. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Suku Jawa. banyak yang beragama Islam. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . dan sebagainya. 11 . sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. dan hidup sebagai nelayan. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. akan tetapi penyebaran tidak merata. Suku Basap. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. Katholik. Suku Punan. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. rawa. suku Bahau. menyebar di seluruh pelosok Kutai. Di Kabupaten Kutai. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. berburu. Kristen Protestan. Suku Punan. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. Pendatang lain ialah suku Banjar. hidupnya masih mengembara. suku Kenyah. suku Berau. Walau mereka berdomisili di Kutai. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Dari kampung Long Nawang. Bangsa Tionghoa. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. pohon. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. Kerajaan Kutai. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. didominasi oleh suku Dayak. Mata pencariannya. suku Ulon Dayo. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. Sotek dan Pemaluan. Adanya satu Tuhan. sungai. menangkap ikan. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. Suku Pasir berdiam di Sepan. suku Tunjung. Banyak mendiami daerah pantai. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka.Mandar menetap di pinggir pantai. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. Berau dan Bulongan. hutan. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. terdapat di daerah Kutai. sejumlah 328 jiwa. dengan mata pencarian utama berdagang. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. Diantara suku Punan. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi.

Pegunungan Iban. 2. tinggi 1704 meter. dan yang paling dangkal 4 meter. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 12 . • Sebelah timur dengan Selat Makasar. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. Tahun 1870. tinggi 1600 meter. Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. tinggi 1790. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. tinggi 2053 meter. dari muara sampai ke Long Iram. berbatas dengan daerah rawa. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. terletak di Samarinda. Gunung Kong Kemul. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. Sungai Mahakam. Pegunungan Lasan. Enam puluh persen. 211. Gunung Benua. tingginya 1380 meter. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Gunung Lumut.2. sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. Pegunungan Candi Hantu. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. Dari utara ke selatan. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. ketiganya terpecah lagi.145. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . Gunung Kundas. Gunung Siagung. bagian yang paling dalam 38 meter. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. panjangnya 223 mil. yang masih aktif. dan sebelah barat. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. Gunung Tambalang. dan Gunung Saren Pala. gunung Cimanis. Perbatasan dengan Serawak. Pasir. Di daerah Kabupaten Pasir. dan bermuara di dekat Selat Makasar. 3. Gunung Sarati. Berau. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. Bukit Batu Tiban. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. terletak di Kabupaten Kutai. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. tingginya 1233 meter. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. 3. Gunung Kerihun. Inggris. terletak di Kampung Baju .

terdapat di pegubungan Meratus Babaris.1160 Bujur Timur (BT). danau. Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel . Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur. 2. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. Bagian timur berdaratan alluvial. sungai.6 mm. Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. Daerah pegunungan seluas 212.terdiri dari tanah pematang. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut.750 Ha. 50-300 meter dari permukaan laut. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) . kebun karet.200 km2. Rata-rata curah hujan.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 . beriklim tropis yang umumnya panas.115 km2.95% dari keseluruhan luas Indonesia. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. Berbukit berat. Berbukit ringan. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153. terdiri dari hutan belantara seluas 126. belukar. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4. Laut Jawa di sebelah Selatan. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002). Demografi 13 . membentang jalur tanah kapur. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. Maratus. melalui Pengarus sampai ke Koah. 5-100 meter dari permukaan laut. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering. terdapat gunung batu kapur.686 km2 . letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. hingga ke goa-goa kapur. Daerah batu/ tanah kapur/karang. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus. musim panas 30 celcius. dan genangan air lainnya seluas 4.814. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan. suhunya rata-rata 17 celcius.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura. 145 hari dalam setahun.564 km2 atau lebih kurang 7. Dari daerah ke daerah. dan kampung-kampung. Pegunungan Meratus. rawa-rawa 18. 2. 3. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm. • Pada musim hujan.

Rungan. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Barito Utara 5. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. diantaranya Manyan. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. di Sungai Kale. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. Kotamadya Palangka Raya. batu arang (batu bara). Barito. sekitar Long Pahangei di pedalaman. Barito dan Katingan. juga hasil hutan berupa kayu. pesawat terpaksa mendarat di air. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. Di barat. Kabupaten Kapuas 4. damar dan rotan. hulu Sungai Kapuas. 6. Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . bekas wilayah Inggris di utara. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. Telang. Ayuh. yaitu di tepi timur Sungai Barito. yaitu Kalimantan Barat. terutama diantara anakanak Sungai Patai. menjadi wilayah Republik Indonesia. untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. Rungan Manuhing. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. dan di hulu Sungai Katingan. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. Kabupaten Barito Selatan dan. saat itu. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. emas. Kahayan. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . yaitu Sungai Samba. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. Sebagai akibat kolonialisme barat. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. kecubung dan intan. Karau. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. Desa Tumbang Sabetung. Ot Danum dan Ngaju. mulai dilaksanakan. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. Kabupaten Kotawaringin timur 3. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Kalimantan Timur. dan Kapuas. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . juga di hulu Sungai Mahakam. yang terbagi menjadi empat propinsi. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. tembaga. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. Namun tentu saja.

bahasa Dayak Ngaju. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. Menurut Mallinckrodt . 7. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. 5. Dayak Witu. 6. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. stammen groep der Ngaju. Dayak Dusun. Dayak Ngaju. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. suku Dayak Ngaju. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. 10. Dayak Katingan. Menurut klasifikasi Hudson. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . Menurut Mallinckrods. 4. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. 8. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. Dayak Ma’anyan. Dayak Siang. Dusun Barito.Sungai Barito. di Tumbang Samba Sungai Katingan. 9. Di antara bahasa tersebut. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. sungai-sungai Busang. diantaranya di Long Iram. Dayak Ot Danum. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. Dayak Kapuas. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. 2. Dayak Lawangan. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. Murung dan Mahakam. yaitu stramras Ot Danum. Dayak Ma’anyan. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. 15 . Daerah keluarga Barito itu. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. Dayak Klementen. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. 3.

Kabupaten Lamandau. Kabupaten Gunung Mas. 3. Bahasa Dayak Dusun. Bahasa Dayak Ngaju. Bahasa Dayak Katingan. 16 . Kabupaten Seruyan. Bahasa Dayak Ma’anyan. dan Kabupaten Sukamara. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. 4. wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. Kabupaten Katingan. Kabupaten Murung Raya. 2. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. Kabupaten Pulang Pisau.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 3.Ir. Pangeran Moh. 3. 8. Kepala Staf Angkatan Darat. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Menteri Dalam Negeri. 16 Desember 1958 Jam 10.M. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Anggota Polisi Negara. Bajupati.I. Raden Gampang Prawirosastro. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. Komodor Moh Nasir. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. 6. 2. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. 7. Yang Mulia Menteri Pelayaran.C. 2. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). Kapten B. Djuanda. J. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI).L. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Tobing. Rangkap. 4. F. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 . Nasution. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. Cyrillus Ulfah Ringkin. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. Anggota-anggota : 1. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani. 5. 4. Noor. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. 9.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir.M. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo.H. Soekarno. Letnan Djendral A.

PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali. 3. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. jeep. 2. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat.M. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. Y. dsb. darat dan udara dipercepat. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958. Menteri Dalam Negeri. 5. tetapi Piagam Palangka Raya. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat. jika perlu mati. pick up. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah. Y. orangnya boleh berganti. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. 4. 7. 6. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. Dengan ramah sekali Y. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut.M.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional.M. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. 8. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya.truck. 19 .M. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. Para pelaksana boleh pindah. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1.

Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. 20 . dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y.M. 6. Bekerja. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini.M. 9. dan akhirnya. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan. maka Wakil Ketua. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional. Jam 11. 7. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya.2. Dengan berbesar hati. 3. demikian pula semangat hendaknya.Y.Nasir. Menteri Pelayaran Komodor Moh. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara.00 delegasi diterima oleh Y. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. 4. disampaikan kepada pemerintah Pusat. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional. Presiden Soekarno. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata. 5. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P.M. Cita-cita ini adalah berani. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional. 8.

selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. Perdana Menteri II menyatakan : 1.M. Menurut pendapat Beliau. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. 4. Rangkap sebagai olahragawan. 2. Y. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 5. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat.M. Y. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. maka dengan demikian. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. 21 . Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya.M. Y. Menteri. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini.C.M. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja. dan akan mempelajarinya dengan seksama.15 delegasi diterima oleh Y. Jam 17. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. Menteri menyatakan : 1. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. karena delegasi telah diterima dengan resmi. 3. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. J. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton.M. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. 4. 2. 2. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar. Bukan saja Kalimantan Tengah. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. Ternyata Menteri Pertahanan..Y.Y.M. Perdana Menteri.A.M.D.S. Presiden Republik Indonesia. Kesan dari P. kedua anjir tersebut akan dikeruk. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). J. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. delegasi menghadap P. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. menjelang tahun 1958. Ir. sedianya akan diterima. tanggal 19 desember 1958. untuk membangun daerahnya. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit). dan dapat dilaksanakan. P. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah. Dr. maka secepat mungkin. wajar dalam arti kata pantas. P.U. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum.Y. P. Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah. 25 . Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan. dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri.30 tepat.M.Y.S. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. sungai-sungai dan kesunyian alamnya. 21 Desember 1958 Jam 10. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. baik dalam jangka panjang. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya.C. maupun jangka pendek. Soekarno di Istana Merdeka. rindu hutan rimba. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar..A.Y.M Presiden dipersilahkan datang. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya. K. K.M.

sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. kekeluargaan yang erat. Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia.Delegasi merasa sangat lega. dapat menemui apa yang diharapkan semula. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. ke tangan Kepala Negara sendiri. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. akan tetapi ternyata. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. II. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata.

setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. Daya gotong royong. menerima segala akibat dan resikonya. yang bersendikan Pancasila. Sipil. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.MENGINGAT : a. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. b.00. Pejuang. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. 3. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Wkl Rakyat. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). dan Tenaga Ahli. 2. 27 . MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. : 17. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. : 30 NOPEMBER 1958. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

28 . Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. Catatan : Naskah ini dibuat. dan lain-lain yang serupa.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. agar upaya setiap penjabat/petugas. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. kemacetan.

(R.t. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d.Gampang Prawirosastro) 29 . mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.Kol Darmosugondo) 2.III. Palangka Raya. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah. 30 Nopember 1958. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. d. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini.t. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh.t. tokoh Militer.t. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat.Komandan Kodam Kalteng. (Let. tidak terpisah-pisah. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1.t. khususnya dan Indonesia umumnya.t (Tjilik Riwut) 3.

2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. Propinsi Kalimantan Timur. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. ibu-ibu. Maka dari hasil Kongres tersebut. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. Bapak Gubernur. b. di Kota Palangka Raya. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956.IV. c. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. yakni Sdr. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. Propinsi Kalimantan Barat. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. Mahir Mahar. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . Pepatah mengatakan: “Tak kenal. bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. tak cinta“. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya.

Bahwa akan Indonesia. DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956.Mahar 31 . padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. Mendengar : Pandangan–pandangan. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. Menimbang : a.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip. b. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah.

Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. B.t. Ukur 32 .D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H.t. Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan. Mahar H. 7 Desember 1956. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . No . telah memutuskan. . M. . dan Barat.t. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. .(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah.t. Sekretaris : d. Banjarmasin. Timur. . yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A. LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan.

33 .P. dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. bermunculan lah suara-suara. Mentaya (Sampit). Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. maka bapak Milono. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. Seruyan. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Kapuas. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Daerah Katingan. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. Berkenan dengan itu. serta memberikan penjelasan-penjelasan. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. Daerah Kahayan. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi.34/41/24. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin. Mahir Mahar.

ekonomi. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. C. 4.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. 5. Mihing. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. Mahir Mahar. Kamis. Muara Teweh. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah. Maka dengan Undang-undang Darurat No. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. 2. sosial.10 tahun 1957. Pemerintah Pusat. 3. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Bupati KDH dpb. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. Pada bulan Januari 1957. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. 4. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Ir. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. Moenasir. Buntok. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. Mahar. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. G. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. 3. No. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. pertahanan keamanan dan psikologi.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris. R. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat. Pulang Pisau. L. Obus. Sampit dan Pangkalan Bun. terdiri dari: 1. didapat kesimpulan.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. Tjilik Riwut. Sebagai Penasihat Ahli: 1.N. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. 2. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. Panitia pun berpendapat. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. Van Der Pijl. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. 2. E.

27 tahun 1959 L. Soekarno. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. Palangka Raya artinya tempat yang Suci.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949. Ir. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. Kalimantan Selatan. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. Kemudian dengan Undang-undang No. No. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Des. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. serta 6 orang termasuk Menteri PUT.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah.N.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959. dan Kalimantan Timur. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung.Kalimantan Barat.52/12/2-206. Selanjutnya dengan Undang-undang No. Ir. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. Pangeran Moch. dalam Pasal 2 ayat 1. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. yang Mulia dan Besar.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1.

Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. dipimpin langsung oleh para kepala suku. diantaranya Tambun. Tahun 1620. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. Namun penduduk pribumi. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . dan Tawala Rawa Raca. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. 17 Agustus 1945. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. dan Pembuang. dekat Kapuas. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tahun 1835. atas perintah Sultan Banjarmasin. Kalimantan Tengah. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. Menurut Hermogenes Ugang . pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. pada abad ke 17. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. dikuasai VOC. berakibat daerah Kalimantan Tengah. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Tahun 1917. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. bahkan nyaris seluruh daerah. Sejak abad XIX. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. Mendawai. Namun. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. Perlawanan secara frontal. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan.V. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. Tahun 1365. Andin Sindai. Bungai. Tahun 1787. berakhir tahun 1905. belum ada pendatang dari daerah lain. Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda.

Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. Loei Kamis. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. Palaunsuka. Philips Sinar. F. Lampe . Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. Brahim. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. Uvang Uray . generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. E. Oto Ibrahim. ekonomi dan politik. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. H. baik yang berdomisili di Kalimantan. Djaelani. Pada tahun 1959. Tamanggung Tundan. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Haji Abdulgani. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak.S. Lui Kamis . Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. Tahun 1919. Tahun 1928. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. F. maupun yang sedang merantau. dan masih banyak lainnya. A. Luran. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. yang dipelopori oleh Hausman Babu. Di masa penjajahan. Anton Samat. yang bergerak dalam bidang sosial. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. Muchtar. R. dipelopori oleh J. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. pasal 2 dan 3. W.D. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. Nyangkal. Magat. Tjilik Riwut. adalah sebagai berikut: 37 . Bungai. bergerak aktif hingga tahun 1926. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak.kepada mereka. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman.J. dan masih banyak lainnya. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. Persatuan Dayak bubar. Christian Nyunting. M. Sejak saat itu. Handuran. Tahun 1945. C. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. pada tahun 1937. Sian. T. Philips Sinar. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Amir Hasan. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. ataupun pihak partikulir. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Leiden. dan masih banyak lainnya.

c. d. Dalam waktu singkat. Seruyan. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. Mengejar ketinggalan derajat suku. b. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. serta Kebudayaan Suku. Dalam usianya yang keempat. 38 . Katingan. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. bahkan dua cabang berada di Jawa. Kahayan. baik dalam soal politik. Sebangau. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Pasal 3 Tujuan a. Pangkalan Bun. Barito. Mentaya. Kapuas.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. Samarinda. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Pontianak. sosial dan ekonomi.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. dan dibungkus dawen tewu . jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. Setelah itu didinginkan. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. Kenta. dipotong dan dikumpulkan. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . Beras Padi yang diolah menjadi beras. Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara. Bubur Nasi. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. Biasanya dibuat untuk makan pagi. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. makanan utama mereka adalah nasi.1. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. gula merah dan madu. kadangkadang minyak babi. dicampur santan kelapa. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Kangkuyau. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. demikian pula suku Dayak. diberi sedikit garam. dan dibersihkan kulit padinya. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. 40 . Pulut Pulut atau ketan. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. Bari Bahenda atau nasi kuning. kemudian ditanak hingga menjadi nasi. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning.

Cara membuatnya singkong dikupas. boleh juga daging babi. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. Singkong dikupas. laos. dikukus. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. dicuci bersih. dipotong dadu. suna. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. Goreng Jawau. Caranya. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. Cara membuat. garam dan terasi.Amping. Ubi Kayu Kangkalut. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. dibersihkan. Sangkuwai. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. lombok. Macam-macam Juhu 41 . Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. dicuci bersih. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. Ubi Kayu direbus. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. diletakkan di atas api hingga mendidih. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. tape yang terbuat dari singkong. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. Luntuh Jawau. Lamang. semua bumbu diulek halus. singkong dikupas. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. makanan yang terbuat dari singkong. Pulut Kukusan. dimasukkan kuali. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. kunir. makanan yang terbuat dari singkong. singkong dikupas. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. Cara membuat. hanya bahan yang berbeda-beda. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. diberi sedikit air . dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. Tapai Jawau. dibersihkan. minyak tengkawang ataupun minyak babi. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik.

Juhu Dawen Saretak. Juhu Dawen jawau. rasanya agak pahit. Juhu Asem. Juhu Singkah Enyoh. Juhu Kujang. Kuah daun singkong. Kuah batang kelapa muda. boleh bersantan. Kuah rotan muda. Kuah labu kuning. Sayur berkuah daun kacang panjang. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Gulai kangkung. Juhu Dahian.Juhu Dawen kayu. Kuah timun. Juhu Enyoh. Juhu Mantela Mangur. Gulai pepaya muda. Kuah asam muda. Gulai keladi diberi santan. boleh tidak. Kuah ikan Juhu Kamenyo. boleh bersantan boleh tidak. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. Juhu Kangkung. Kuah batang rumbia muda. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. Gulai buah pisang muda. bersantan. Juhu Ujau. Kuah daun leping rasanya asam. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. Juhu Baluh Baputi. Juhu Singkah. bersantan. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. rasanya asam. Kuah durian yang telah diasinkan. Juhu Kanas. Juhu Tampuyak. Gulai batang pisang. Kuah labu putih. keladi. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Juhu Lauk. Kuah daun kamenyo. boleh tidak. Apabila daun nangka muda tidak ada. Kuah durian muda. rasanya asam. Juhu Bua Pisang. pakai santan. Juhu Batang Pisang. Kuah kelapa muda. Juhu Singkah Hambie. Juhu Leping. 42 . boleh bersantan. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. Kuah buah nanas muda. Juhu Baluh Bahenda. santan kelapa. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan.

ditekan pelan-pelan sampai tercampur. direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. kunir. Juhu Kulat. Kuah cendawan Juhu Uwi. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. serei. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. Kuah ubi. terasi. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. Sapi 43 . garam. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. Kuah paku boleh diberi santan. suna. diulek dan ditambah air jeruk nipis. terasi dan garam. diberi air sedikit dan santan kelapa. boleh juga tidak Juhu Kalakai. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. diulek halus. Kemudian siapkan lombok rawit. terasi. garam. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda.Juhu Galimbing Tunjuk. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. biasanya dicampur dengan lemak babi. boleh juga idak.boleh diberi santan. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. Juhu jagung Muda. diletakkan di api. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. rasanya asam. Juhu Bajei. Kuah daun kalakai. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. laos. garam. Jenis-jenis ikan 2). terasi. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). serai. diulek dan diberi air jeruk nipis. dicuci bersih. Bumbunya antara lain lombok. Kuah rimbang. Kuah taya/bengkel. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung.

kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. hadangan. 8). lombok. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. 14). marawak. babi yang dipelihara Kerbau. laos. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. serai. kayu manis. hurangan Rusa. laos. ayam alas atau ayam hutan Itik. Boleh diberi sedikit santan kelapa. terasi. boleh juga tidak. Kemudian bahan. bengau Kijang atau karahau. laos. muhe. dan jenis lainnya Orang Hutan. sambuk. payau. Kelapa dibakar. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. panganen atau ular sawah. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. 5). Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. merica. serai. kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. pala. antara lain ular payahe atau paraca. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. lombok. pantang di bakar. jahe. yang kesemuanya diulek halus.3). kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. kunir. 9). diparut dan ditumbuk hingga halus. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. jahe. bumbu. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. 10). Opor Opor jenis masakan bersantan. kunir. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. kunir. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. 4). 11). manjangan. dan lain-lain Bajai atau buaya. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. 6). Bumbu-bumbunya ialah: Garam. 44 . bioko. sesuai selera. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. biawak. kahiu atau alas. bebek. Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. beruk Bulus. terasi.serai. 13). Babi hutan. 7). 12). depong. lombok.

serai. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. lombok. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. Cara membuat. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. untuk ikan bersisik. masakan ini bisa bertahan beberapa hari.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. laos. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. kupas. lombok. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. dimasukkan kedalam perut ikan. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. garam. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. bakar di bara api kecil hingga mateng. Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. Caranya ayam dibersihkan. beri sedikit air. garam. 45 . jangan dipotong-potong. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. jahe. kemudian lombok. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. gepengkan. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. lombok. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. sisiknya jangan dibuang. serai. masukkan dalam seruas bambu. biarkan ikan tetap utuh. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. Adapun bumbubumbunya adalah suna. garam. serai. biarkan utuh. kemudian kunir dibakar. terasi dan kunir agak lebih banyak. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. suna. kunir. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. laos. Apabila sering dihangatkan. Kaluk berarti bengkok. laos. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap.

Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. dikasih sedikit air. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. Bila ikan. 46 . agar lebih awet. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. Cara pembuatan. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. dan tambahkan air agak banyak. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. lombok utuh. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. garam. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. selanjutnya dimasak hingga matang. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Kemudian sangrai. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. setelah itu dalam keaadaan masih panas. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. Caranya.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. suna. daya tahan dapat mencapai enam bulan. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. bersama kunir bakar yang telah digepengkan. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat.

ahas. wajik. dijemur hingga kering benar. Setelah air ditiriskan. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. putih susu. panggang-panggangan. terutama di daerah Kalimantan Timur. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. tanaktanakan. jemur hingga kering benar. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . bahkan dicampurkan pada nasi. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai.Di daerah Tewang Pajangan. garuk. yaitu pertama kupas ubi kayu. nila. 47 . gatas. diasapkan atau di para. cuci bersih. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. berwarna putih jernih. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. tamanyau. lamang. Tuak dapat disimpan lama. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. enau. dibuat bubur. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. Wadai atau Kue Basah Wadai. kuning. dan direndam dalam air. potong kecil-kecil. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. anding yang dibuat dari nasi. diberi garam secukupnya. Caranya. goreng-gorengan. dibungkus dengan daun. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. Minuman Beralkohol Baram. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. panen gagal. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. dikang. Saat itu tahun 1918. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. hanau. kue-kue. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. Utara dan Tengah.tuak. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. semakin lama semakin baik. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. bubur atau campuran nasi. ketan. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. hitam dan merah tua. Apabila hanya membuat sedikit.

Tanggoi Dare. Amak Rais. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. Amak Silar. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. p. Amak kajang kacang. dibuat dari kajang. Amak Pararani. Tanggoi Sarudong. Amak Lampit. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. e. Amak Dare. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. atau daun rais.2. Kerudung Tanggoi Uei. j. l. k. Tanggoi Kayu. daun rais. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Dibuat dari anyaman rotan. Amak Letem i. Amak Dawen. s. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. Amak Bamban. Amak Purun. dapat disusun sampai tujuh. Amak Danau. q. d. Amak Tihing/ tahing. berladang dan menangkap ikan. g. ataupun alas tidur. n. h. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. Amak Biro. r. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. 48 . Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. Amak Dangan. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. Amak Madu. b. c. Nama-nama Amak: a. atau daun purun. o. f.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. m. Tanggoi Lahung. Amak Hilai. Amak Talep. Amak Tahising. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Amak Pasar.

Disamping untuk merawat kulit. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Pada jaman dahulu. Amak Dawen Enyoh. khususnya pada saat upacara tiwah. u. Amak Pahakung. Ewah Nyamo.t. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Sakarut/Sangkarut. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. khususnya pada saat upacara tiwah. Semacam cawat Ewah Bumbun. atau asesoris pada saat menari. Sampah Ukong. Sejenis topi pisur waktu menawur. 3. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang.) Pakaian Bahan pakaian. tetapi juga oleh kaum lakilaki. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Bila dilihat dari jauh. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. 49 . dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Sampah Angang. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. begitu juga selimut. Ewah. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning.

Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. mandau. Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. terbuat dari buah labu yang telah tua. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. belati.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin. dsb. 4.Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. Sangkalan 50 .) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. ambang.

Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Intar Intar sama dengan nyiru. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. 51 . Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. terbuat dari rotan. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. luntung silip dan luntung jarang. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup.

Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Bentuknya menyerupai tabung. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. tinggi lima puluh centi meter. Gunanya untuk menyendok makanan. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan. Jambia juga mempunyai kupang. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. sejenis keranjang.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Jantar 52 . bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria.

pisau. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. Mandau bertatah. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan. yaitu alat pemotong. Lading Lading berarti pisau. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. atau berukir dengan menggunakan emas. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. langgei gunjak. Lain-lain Masih banyak lainnya. langgei kilung.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. lading belati. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. Pisau pamantung. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. pisau duang. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. misalnya baladau. 6. 53 . berarti rezeki. pisau mambawau. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. pisau lantik.

Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. juga mengandung bisa. dan elastis. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. dan mata mandau menghadap ke atas. hingga batu-batuan itu bernyala. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. Besi mantikei sangat keras.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. sekali dicelupkan ke dalam air. kupang mandau arah kedepan. bebatuan dimasukkan ke dalam air. burung tingang. pisau. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. Dalam keadaan bernyala. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. • Di hulu Sungai Baram. juga tidak mudah pecah. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. Kumpang mandau ialah sarung mandau. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. tajam. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. Setelah sekali dipanaskan. baru kemudian diikat lagi dengan jangang. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. burung tanjaku atau burung baliang. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. bebatuan mendidih di air. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. tidak perlu diulang-ulang. sungai Koro Jangkang. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). yang biasa disebut suhup lewa. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. dan daun ampelas. Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. dan terurai. jujuk. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik.

Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. Bertatah tiga baris. Bertatah dua baris. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter. • Model mata mandau Hatuen Balui.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. Telawang terbuat dari kayu liat. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. pulang kayuh. • Model Bawen Buhu. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Pada bagian tengah sipet berlubang. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. model hulu mandau. model hulu mandau pulang kayuh. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. Model pulang kayuh Neneng. tidak mudah pecah dan ringan.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. 55 . Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. model hulu mandau pulang kayuh. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. • Model Butung Bahun Badulilat. bentuk persegi enam. • Model Birang. • Model mata mandau bawin Balui. Polos tanpa tatah. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. dan sebelah dalam diberi pegangan. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. dengan pulang model kamau. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. berdiameter dua sampai tiga sentimeter.

Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. Punan. atau kayu resak. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. kayu ulin/tabalien. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. sipet dibuat dari kayu tampang. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. Mula-mula. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. kayu plepek. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. Untuk membuat lubang di tengah sipet. digunakan gumpalan tanah. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. kayu lanan. Siang dan Pasir. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. Tidak semua orang mampu membuat sipet. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. 56 .Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. Di Kalimantan. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. Apu Kayan. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. Bahau. kayu berangbungkan. Damek Damek ialah anak sumpitan. uhit. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak.

namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. dan tajam sebelah menyebelah. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . Damang. bisa kalajengking. Untuk racun mematikan. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. Hanya Basir. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. ataupun merah. juga lombok. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Bentuknya kecil. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . serum manusia yang telah meninggal lama. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. Hitam adalah warna yang umum di pakai. batang/uwi ara. yang dicampur dengan getah tuba. lalu dimasak hingga kental. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. kedua sisinya tajam. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. kuning. atau ipuh /ipu. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. atau dapat pula dari kayu.

Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. 58 . sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang. Lunju Ambung Lunju Duha. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. Lunju Laurang. jiwanya sulit tertolong. sering digunakan untuk berburu babi. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. lunju jenis ini mampu membunuh beruang.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. sehingga siapapun yang terkena dondang. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. tidak mudah untuk naik kembali. Lunju Duhuk. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. dedaunan. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. juga untuk menangkap musuh. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. digunakan untuk menangkap binatang buruan. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. rusa dan buaya. jarang yang selamat. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter.

atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. Tirok.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun.) Alat Transportasi Di Sungai. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. Tohok. Dereh Bunu. bahkan mampu menyembuhkan penyakit. tahan air. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. Simpang. juga taring-taring binatang. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh. Karis. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. namun pada dua sisi dibuat serupu. Lain-lain Masih banyak lainnya. botol-botol kecil yang tertutup rapat. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang. 7. menghindari gangguan mahluk halus. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan. Bentuknya kecil. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. batu-batuan. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Dando atau Rando. Jambia. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. Semakin banyak susunan serupu tersusun. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. Besei 59 . penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka.

Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. Jukung Jukung adalah perahu. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda. dapat digunakan di laut. Penes Penes ialah perahu layar. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu. Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. Jukung Sodor Sejenis perahu. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. kemudian dilem dengan perekat khusus. 60 . kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. dan dibuat berserupu. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi. Gondol Sejenis perahu berukuran besar.

yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. bakis jukung. 61 . Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel.Tjilik Riwut) Di Sungai. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. sama-sama perahu. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). maka namanya pun berbeda. namun dapat melaju kencang. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. Perahu. Misalnya jukung sodor. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. arut. basean. jukung sarupih. misalnya malambung.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda. begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. yaitu perahu berserupu. mengambang di air. Lain-lain Masih banyak lainnya. Banama Tingang Sejenis rangkan. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. Banama Sejenis rangkan.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

Dengan demikian. 65 . dengan bentuk longlat. 2. terbuat dari kayu bulat. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter.9. terbuat dari kayu yang kokoh. dan Lepumaut. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. keamanan seisi rumah terjamin. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. dan menyimpan kayu bakar. yang disebut solek. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu. Apokayan. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. yang ada hanya tempat membikin api. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. Bentuk Longlat. Sebagai pengganti jendela. lantai terbuat dari papan. yang letaknya di bawah ruang tidur. yaitu : 1. Namanya jurang. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. 3. Juga ditemukan adanya awa. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. Bentuk Kenyah dan Bahau. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. dan bila siang dibuka. juga untuk menginap para pendatang. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. Berau. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. Dapur juga tidak ditemukan. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. terdapat di Tanah Tidung. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. Pojongan. Rumah bentuk tenggalan. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. Tak jauh dari rumah besar. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. Gunanya untuk menjemur. menumbuk padi. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. Jendela tidak ditemukan. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah.

satu-satunya tangga di rumah betang. menghindari binatang buas. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung. juga untuk menyimpan halu dan lisung. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. Suku Dayak gemar memelihara anjing. Dimasa yang telah lalu. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. 66 . orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. Atap rumah terbuat dari sirap. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. juga memiliki dapur sendiri-sendiri. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. juga karena tuntutan adat. Lantai terbuat dari kayu. atau berladang. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. Gambar Hejan atau hejot.Tjilik Riwut). dan tiap ekor anjing mereka beri nama. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku.

diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. terkadang dari kajang. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. butiran emas yang mereka dulang sendiri. gong. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. beberapa cara mereka lakukan. bantal. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). bila duduk menggunakan alas tikar. tempayan. juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. tajau.Kurungan burung mereka buat sendiri. piring malawen. tiung akan mati. begitu melihat darah. burung talisok dan burung tiung (Beo). karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. 67 . Mereka tidak mengenal meja dan kursi. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. seperti balanga. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. juga kulit kayu. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. Khusus untuk burung tiung. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. tiung pantang melihat darah. Sambil menunggu jatuhnya buah durian.

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Ukurannya bervariasi. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Bagian ujung meruncing. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan. 72 . Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. semacam selugi tetapi di air. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Rawai Alat menangkap ikan. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan.Sakang Untuk menangkap buaya. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya.

Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Sebelum dilemparkan ke sungai. Salahawu. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. Rawai Banjur. Siap. Banjur. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Tangkawing. Bubu/Buwu. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. Takalak. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. Telung. Embang. Haup. Pasat. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. Pasuran. Pikat. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. misalnya Rengge. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Panggilar/pengilar. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. yang berbentuk tabung memanjang. Serapang. Takalak Liau. Rempa. Santagi. Lukah. pada mata kail diberi umpan. Kabam.) Peralatan Perladangan 73 . Lurang. Jebuk. 4. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Sambil menyelam. Tambu. Rakep. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Tampirai. Tambak udang. Ikan-ikan yang terjaring. Salambau. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Hempeng/Hampang. Hantai. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Lain-lain Masih banyak lainnya. Buwu Puring. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Ringkap. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. terutama di daerah yang banyak ikannya. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. Tukung. Hancau. Jala. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter.

tinggi 30 cm. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. lekukan atau lubang lesung. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm. berdiameter 30 cm. gunanya untuk membuat lubang di tanah. Tangkai tamparang disebut pahera. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. bagian ujung gepeng. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 . Palundu Palundu sejenis balakon. bagian atas diberi tutup. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. Misalnya membuat perahu. daun bingkuang ataupun daun purun. dan sebagainya. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. dapat juga terbuat dari seng tipis. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. tangkai terbuat dari bambu. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. bagian tajam berbentuk melengkung. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. berdiameter 20 cm. 74 . Bentuknya seperti cangkul kecil. Bentuknya mirip ani-ani.

Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi. Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan. BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 .

dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. tidak begitu saja melupakannya. Resiko berupa malapetaka. serta rasa hormat yang mendalam. Demikian pula seluruh keluarga. Dalam setiap kesempatan. Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. Dengan demikian secara tidak sadar. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. Apabila terpaksa harus menolak. demi menetralisir situasi. bahkan dalam setiap kesempatan. maka akan ada resikonya. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. baik ringan maupun berat.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. Semua kebaikan yang telah mereka terima. sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan.1. serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . bukan menjadikan beban bagi mereka. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. bahkan bisa membawa kematian. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap.

ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. Apabila bepergian. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. Misalnya dalam suatu keluarga. Selain dengan cara itu. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. Karena apabila lepas kontrol.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. Salasa Salasa berarti Selasa. Baputi – putih 2. sambil berguman “pusepuse”. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. maka anak yang akan lahir. 2. Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. Babilem – hitam. 77 . Bahandang – merah 3. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. 4. Bahenda – kuning.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). Bahijau – hijau 5. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. Ahli Waris. sikap dan perbuatannya. terpaksa salah satu ngalah. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa.

Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. anak angkat. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. serakah atau sedang melakukan penipuan. 78 . cucu. Apabila ada anak angkat. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan.) Tandak Tandak berarti menimang. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. anak.2). tidak punya keberanian untuk ditandak. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. 3. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. karena resikonya tidak kecil. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. 1. Sesama mungkin saja dikelabui. maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya. 3. tidak jujur. Jenis kelamin tidak dibedakan. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. 3). dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. saudara kandung. boleh ayam atau babi. terkadang ditimang dan disanjung. 2.

Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang. Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 . panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun. Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .

Kamban baringen kilat. kabalen kapang. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Kambang sihong ringkang tatean hariran. • Banau atawa Bahanau. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. Raing 82 . rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak. baka ginjai tulang. rondang karangan penyang bulu. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Juking Lewu Tanjung Hanyi. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. ngangkuling banama jahawen. Baka rintuh tisoi kanaruhan. kaleka ulek Nyai Undang. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe. • Basarang ?. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang.

Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. rondong karawah batu sambang. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. bahanyi mandoi daha belum. Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng. Kaleka Liau Rajan Pasang. rondong timbok kanaruhan. 83 . kambang sukai baluhing. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Lewo Lentop Banama. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. baka lelep Lewu Pulu. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau.

rondong teweh dare . kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Mangandam Lewu Jakatan rundian. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. rondong jumpang handiwung.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. rondong riak batu sambang. Mantarei Lewu Payong nyahu. randang tambarang tingang. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. kaleka Liau Lunuk panjang. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. rondong gelombang pahalang. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. Sehungkir kamban kabanteran bulan. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. Kamban sihong hamaring. rondong nyaimbur tambon baputi. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. Rondong paseban raja. Tangahon Lewu Pandih Batu. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. rondong ngajang gangerang. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. rondong ampah timpong. 84 . Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. Mandomai Lewu olek kalingu.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga.

Mantangai Lewu olek lawang jata. Bapakang Lewu jakatan. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. 85 . rondong paget Hatalla. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Rondong kereng tusang salahan tandang. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. tau mangarak penyang ije kasimpai. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. rondong riak batu sambang. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. Lamunti Lewu Mandarai Sambang. rondong salohan tandang. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. rondong sakatan randin tandang. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. bqka tetes uhat bakau langit. Rondong kamesak lohing. Penda Putik Lewu olek kalingo. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang.

Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. rondang olek kalingo. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. Rondong riak batu sambang. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. Kaleka Liau Handiwung belum. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. 86 . rondong tarian antang. rondong jakatan runjan. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. rondong tarion antang. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu.

Penda Payang Lewu Olek Kalingo. rondang kajang apoi nyaro. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Dandang Lewu Jakatan Runjan. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. rondong riang batun sambang. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. Rondang pasang darah. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. rondong olek kalingo. Rohong Lewu Jakatan Runjan. Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. Marapit Lewu Jakatan Runjan. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. rondong olek kalinga. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Tumbang Kakat 87 . rondang tahutan Liau Lampang.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit.

Pangkalanbun. Apabila berita duka telah tersebar. manjadi Pulau Telo wayah toh. tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. rondang pasang darah.gong . . Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . gong . Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo.5 Km. . . Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24.gong . Kuala Kapuas. Ampah. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. . Tumbang Samba. ie te hila dipah Kuala Kapuas. selama kurang lebih setengah jam. 3. Kuala Kuayan. jiwa terpisah dari raga. Tambahan Keterangan 1. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. maka dengan seketika mereka. namun dengan irama pelan. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. kejariae.mandoi mai atawa . mendadak atau karena mengalami kecelakaan. Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. Tewah.mandoi umai. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. Pulang Pisau. Buntok. baik karena sakit. 4. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. Kuala Pambuang. aran solake Tumbang Kapuas. 4. 5. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. Sei = Sungai. Sekalipun sedang 88 . Suara gong ditalu kuat atau keras. Ketika ajal menjelang. . kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. Muara Tewe. tkt. Mandomai. Puruk Cahu. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. Sampit. Tamiang Layang. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. 2. Kasongan. Kumai. uluh bakas helo. Kuala Kurun.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. .

Peti mati yang umum dipakai ialah raung. di rumah. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. pada saat itu juga. Tantulak Matei. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. langsung mengumpulkan kayu bakar. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. berduyun-duyun mendatangi rumah duka. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. Pada saat penguburan. menyediakan tungku tempat masak memasak. atau lainnya . kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. bicara pelahan. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi.bekerja di ladang. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. Di rumah duka. tidak membuat kegaduhan. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. Ada penduduk yang tanpa komando. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. di hutan atau di manapun mereka berada. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. bisa dalam bentuk raung. menggelar tikar. Penguburan. tanpa menunjukkan kegembiraan. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. Pada sore hari. b. Apabila hal ini tidak ditaati. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. Peti jenazah dibuat saat itu juga. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. kakurung. Pada malam hari. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. biasanya mereka bekerja bahu membahu. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. di perahu. runi. 89 . dibakar ujungnya.

Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. dimasukan ke dalam peti mati. mandau. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat.c. Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . Ujung benang pengikat kaki. tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. 90 . ditutupi tujuh lembar potongan kain. Setelah peti mati selesai dibuat. pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. Setelah semuanya siap. Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. kepala diletakkan arah selatan. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. Setelah upacara meludahi patung selesai. untuk perempuan. gotong royong warga kampung. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. tombak. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. patung dua buah. adalah pantang makan nasi. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. diletakan di kiri kanannya. lalu dikenakan pakaian. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. kepala diletakkan arah utara. besei atau pengayuh. hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. 2). diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. Beras satu mangkuk. Pada lubang telinga dan lubang hidung. diletakan batu atau uang putih. Segala sial dan malapetaka. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. yang antara lain pakaian. diletakan disebelah kiri. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. Garam satu mangkuk 3). diberi penutup. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. Pada bagian mata. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Jenazah seorang laki-laki. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang.

5.) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah.Ketika jenazah telah dikebumikan. S. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung. lalu ancak tersebut digantungkan. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. 5). 3).T. ) foto Menikam binatang korban – kerbau. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. ) foto Membersihkan tulang. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan. ns). ) 91 . Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. Niwah Palus. Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. Dihanyutkan dalam air dengan upacara. ) foto 1 foto 2 Basir . abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah.T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa.T. Dibakar. ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi.T. S. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. Maksudnya (tidak terbaca. 2).T. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang. Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). S. pada hari itu juga. S. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih.makanan tertentu. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. 4). S. ) foto Ritual Adat. Setahun kemudian. Beberapa Cara Penguburan 1). 2).

a. mengambil isteri orang. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. Jiwa atau Roh. Habusung Hintan. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. b. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. melalui sungai-sungai. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. yang bertempat tinggal di langit ketiga. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. d. Barang- 92 . Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. gunung-gunung.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. laut. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. maka segala kesulitan dapat diatasi. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. tasik. mencuri dan merampok. Manuk Ambun. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. telaga. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. dengan melalui bermacam-macam rintangan. Setelah mengalami kematian. Bila dana belum mencukupi. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. Merampas. Lewu Tatau Habaras Bulau. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. ada kematian. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). c. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan.

Sandung Rahung. kepala suku dan kepala adat. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. o. m. dengan empat tiang. dengan enam tiang. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. Jiwab. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Kakiring. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. Sapundu. Pali akan pambelum itah harian . foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. f. tempat menyimpan tulang belulang. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. Sandung Balanga. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Sandung Tulang. 2). patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. Kakurung. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. k. seperti peti mati pada umumnya. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. yaitu para kepala kampung. Pambak. Tambak. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). 93 . Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. j. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat.2). berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. ada tutup peti pada bagian atas. i. dengan tutup dibagian atas. dengan satu tiang. r. Sandung Raung. q. l. e. diantaranya : 1). n. Ambatan. Sandung Dulang. juga dikubur dalam tanah. 3). Jenis dan Nama Peti Mati : a. 2. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. d. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. b. h. c. tempat menyimpan abu jenazah. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. g. Sandung. Sandung Naung. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit.

khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. Indu kakicas. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. 3. Pelaksana upacara sakral 1. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. 4. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. ayam. Di masa silam. dalam hal pengobatan. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. sapi. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. babi. Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. 2. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. selalu duduk di atas gong. Basir. 94 . pambelum itah harian andau . Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian.3).

Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. Salah satunya. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. Pada hari yang ditentukan. Pampahilep. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. Naga Galang Petak. Setelah diumumkan. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. 95 . juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. apakah Mahanteran atau Balian. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. katambung dan tarai mulai dibunyikan. Bulan. garantung. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. Jin. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . toroi. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Jata. barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. Nyaring. Jakarang Matanandau. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. Bintang. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. Sangkanak. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . Kambe Hai. Patendu. kangkanung. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta.

nasi. Benang Ranggam Malahui. serta segala penjuru. Setelah Menganjan selesai. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik. bibi. pangantuhu. paman. resiko tanggung sendiri. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. Di samping untuk memalas. panjang umur dan banyak rezeki. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. juga memalas batu-batuan. anak. mulailah acara membunuh binatang korban. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . ramu. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. baik ayah. minyak tatamba. karuhei. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. ibu. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. suasana meriah riang gembira. kaki ayam. Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. minyak sangkalemu. penyang. 96 . serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. kemudian dilemparkan ke atas. jauh dari segala penyakit dan gangguan. rakas. berdiri mengelilingi sangkaraya. babi. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. tua. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. mandau. Tidak mentaati aturan. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. muda.

untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. 12. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1. Jata. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. 5. 6. Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. 97 . Pali makan Mahar . sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. Pali makan kera. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. 10. Pali makan kelep dan kura-kura. Pali makan Beruk 7. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. 3. 2. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. jangan sampai terjadi kematian mendadak. Pali makan Kalawet 9. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. orang terluka. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. Pali makan Ular. Pali makan kijang. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. sakit. Pali makan kancil/pelanduk 4. 11. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. Pali makan Tahatung. 13. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang.kemungkinan ditangkap. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. Pali makan Buhis 8. serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. Pali makan Burung Tanjaku. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. 14. rokok. sirih. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. Pali makan Ahom .

Pali makan buah rimbang. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. serta empat orang duduk di belakangnya. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. juga ada pali berkelahi. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan.daun bajai. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. Pali makan Angkes. sapi atau babi. 16. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. kemudian dibungkus dengan daun itik. Pali makan daun keladi. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien. 18. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. berkumpul. 98 . 19. Kemudian Talin Pali diputuskan. 17. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Pali makan dawen bajai. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. Pali makan ujau. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung .15. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas.

tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. tidak begitu saja diterima. Cara pertama : 1). 3). Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan.Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. dinamakan kempas bunuhan. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. babi. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. 2). ayam. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. taharang dan manetek pantan. mereka disambut dengan laluhan. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. 2). memiliki keberanian luar biasa. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. gagah perkasa pantang menyerah. Kepada tamu yang datang. Mereka yang datang. gagah perkasa pantang menyerah. sapi. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Cara kedua : 1). Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. terlebih dahulu di uji keberaniannya. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. semua ada aturannya. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan.

minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau.untuk Sangiang. Sangkanak. Diawali dengan seorang penawur. tanda mata diberikan kepada mereka. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. Dengan perantaraan seorang penawur. burung bahotok. Pampahilep. yang dengan sarana beras. menabur-naburkan beras ke segala arah. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. Nyaring. Kemudian diulangi lagi. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. burung Antang. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. upacara segera dimulai. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. Terima Kasih dan selamat jalan. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. Balian. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Bintang. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. Patendu. Matahari. burung papau. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. kambe. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. Setelah hari ketujuh. Kilat dan Nyahu. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. 100 .

Setelah melewati empat puluh lapisan embun. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. lalu ke Tasik Malambung Bulau. Bersama Raja Anging Langit. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. 5. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. 4. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. 7. 2. Mantir Mama Luhing Bungai. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . 6. barulah mereka mencapai langit pertama. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. Tarung Lingu. Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. seorang sangiang akan turut serta. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. Menjelang pintu ke tujuh. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. Haramaung Lewu Danum Jalayan. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. 8. Pambujang Hewang. Apabila sesajen diterima dengan baik. antara lain: 1. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. Kanyumping Linga.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. Balu Indu Iring Penyang. 3. lalu langit kedua dan seterusnya. Pambujang Linga. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen.

Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. Mereka adalah : 1. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. 102 . Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. empat puluh lapisan embun. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. tidak terbaca. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. ns). dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. Permohonan telah dikabulkan. Raja Tunggal sangumang. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. ns. Setelah upacara selesai. tidak terbaca. berarti permohonan mereka ditolak. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. diadakan pengecekan ulang. . Indu Sangumang. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. 3. tempat Raja Sapaitung Andau. Disinilah Banama Tingang . begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat.) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. . Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. . Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. 2. . kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. Mantir Mama Luhing.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat.

malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. belum nantuguh labatang entang bulau. 103 . Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. dia jaka penankekei. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. uluh lewu danum jalayan.katabelan uluh balai nyaho. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. malentui gentui daren lintung. hapaharis rayung baya tandak. ie babalai sansiri koenjat antang. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. akan pantai danum kalunen. nyahuangku bitim.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. kilau nampasut tingang ije kadadang. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. harenjet ganan. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. nampahanjung luwuk kampungan bunu. panasiran Hawun. mahutu Penyang. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. antang manamuei manajah riak renteng tingang. ije puna hampang jawah hempeng. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. hai ganan. runting tajahan burung nampasut. kenyui mangja. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. mantilung kanaruhan ringgit. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. akan luwuk kampungan bunu. burung lingu kanyumping linga. katabelan uluh balai entas. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. anak salibayung antang. Hapan juyang bangkang halelan tingang. basali mangkuk sarangiring laut. raja tabela basandar ranjang. Kuntep kamaras. Balu indu iring pinang. kangatil garantung. panati danum kalunen. bara busi renteng bapampang pulu. nyahungku indum luang reawei. Nyimak saturi malayu. uras nyahuan usang. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi.

bulau tambun . Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. unduk ampah tanjung ambun buang. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. nasat kabangkang nayu-nayu. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. mahapan pahulanger bulan. due. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. luwuk kampungan bunu. karungutm ambu harenda pandung. awang matei junjun helu. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. te palus manekap katambung. pusuk rawung bambau ukei. basali tanduh babulung bulau. entan bulau. are timpung jari tampahar harus laut. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. epat. telu. hayak enum bandadang. halawu bumbung dawen purun. kamalesan karatu lumpung matanandau. nampara nampulilang liau. rintuh rinau. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. gohong santik malelak bulau. batesei manturana pakaluyang bulau. mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. . nihau tutuk panambalun tambun. lime. Kilau lanting darai janji manalan. jadi barakandung peteh. hijir bahenda dia nanggalung bulan. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. pantai danum kalunen. hatingkap pusuk rahing tarung. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing.Ie jari bitim behas. jahawen. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. te kareh tandakm panjang. Mampahulang naharantung nyalung. talawang. kalalambang tambun. Hatalla baparung rangkang huang danum. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. hasapau dawen birun bukit. nipas marung garing gantungan. Te palus teneng gandang tambun jete. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. . hakalusang patung. tuwung siakung tatau. Kilat baputi dia kanatah hintan. mateiu lunjang lenjut. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. jadi sukup tuntur. sama manetep tuwung tambun rayung tatau. manipas ulek lawin lanting raja. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. bahing jarambang. jadi peteh manyiret. batiang janjin.

bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. tapalumpang limpet. hindai aku mungkang tandakm. Bahalap nyaluang. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. pantis kambang garing manyangen. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. pakur layang antang. kamalesang kereng rohanjang tulang. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. ie palus hajanjuri hanjak. nyahu mangaruntung langit. kabantikan asai menteng ije tawae. pain bukit tunjung nyahu lilap. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. harenda riang dedet habangkalan garantung. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. malangka langit.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. Petak sintel hambalambang tambun. kabahena bajanda. harende pandunge balau tambun. buli pampang raung. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . kanyaki liau Randin tandang. panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. uei ringka. jalan liau matei nabasan dohong. ela naharantung bahing pantung sambang. nakaje andau bunu nalanjat pandange . haring saluhan antang nahuei. meto rama batanduk garing. basa tawangku panamparan belum. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. bakulas aku muta tingang. Awang matei . nambaji garing handue uju hansasulang. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. sandung danun dua kapamarau langit. bara hemben horan. kanahintip talampe. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit.

belum nahabulun urung. Ie mangambang bulau. haring lamabat hambalaun nyampali. galigir bintang. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. ie duam kauju andau. sawang bapangku anak. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. luntur bahandang batinting lima balas. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. paninting aseng. parei tanjujik helang uhat 106 . pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. bateras nyalung Kaharingan belum. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. nasuwa sebutan bitim.tambun. ie parei. ringun tingang. Ie rawei banama baongkar puat. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. Nundun balitam tingkah nundum paturung. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. puna bitim hai kuasam belum. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. taparuyang rayuh. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. tampan jata bara huang danum. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. sedang handiwung kesampelau belum. ie umbet kanumpuh bujang. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. Baluhing gohong. kanarah lintung talawang. manangkep balitam. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. nambatang suling. pandung malelak bulau.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. Hari telah menjelang siang. Akibat motorboat rombongan. . Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. . . Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. . Barang barang kami angkut sendiri. . Siap untuk berlayar . .Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. Kami tidak menyesal. Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. Okey deh. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. kami semua siap untuk berlayar . b). Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. .. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. Kami terkejut . . Vrij Nederland. dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. . Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. c). Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. Kami terperanjat dan bertanya.L. . a). yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat. kata 108 . Oltmans Dar SK. kami tolak secara halus. sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. . Berat dan Kerja Keras. Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. Kami hampir terjun memberikan pertolongan. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. self service. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. Sarapan pagi hanya dua kerat roti.

Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. Kapuas. . Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan. Jujur . Inilah sekedar kegembiraan mereka. Raksasa mohon . teriak wartawan dari Shin Hwa. ketika kami tegur. Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. dengan kepulan asap pertanda sedang masak. Anjir Serapat.kami. . . Tabuh Gong dan Hantu. Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. g). Luasnya 550. selain bentuknya besar. disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis. . dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. . tidak termasuk Kalimantan Utara. cepat dan produktif. f).000 jiwa manusia. . . Menurut perhitungan Bung Karno. . .000 kilometer persegi. gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. Barito. . Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. . bila Kalimantan terbangun dengan baik. Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . hasil alamnya besar. . lain tempat lain tabiat wanitanya’. e). Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. Stop Bung . Karenanya gaya hidup harus dirubah. Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. harus lebih dinamis . “ Be carefully my friend”. Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. 5 ½ kali Pulau Jawa. Puas dengan Memancing . ya jujur dan jiwa mereka bersih.”.000. Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. “Haiyaaa . Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. Mereka seharian memancing. . . dan maha besar alias raksasa yang mohon . d). Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu.

h). Walaupun lelah. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa.. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. malah petentang-petenteng di depan .dihentikan karena ada tanda stop di depan. . . ada selendang. Perahu-perahu kami meluncur terus. . . Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas. i). ada kain sarung. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. . bahaya banjir. gaya baru. Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. . Terkadang kita hampir-hampir mangkel. kiranya dugaan kami itu salah. Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. . . . Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. . barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. berlangsunglah rapat raksasa kecil. . ada tudung atau sarudung. merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. seolaholah sebelum kami mengerti ah . Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. . Ada kain lepas. sedikit menggaruk-garuk dan . Di sini lain lagi. rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. dan kami agak merasa berdosa. selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. kurang sopan pak. Serupa kalau kita naik kapal besar. Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . . dan jalan keluar telah terlihat. Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. . Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. Memang satu hal yang patut dipujikan. Jiwa Gotong Royong Yah . yang merupakan simpanan mereka. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain.

Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. mana yang cantik. j). nasinya tidak ada. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. bahkan bekerja seperti biasa. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. sekedar.keselamatan dan kebahagiaan manusia. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. Menjelang senja. Sesudah makan. Ada yang telah menerima gelas. Terkadang-kadang ada minuman. kuat. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. karena terlalu puas memancing . Ada yang telah menerima nasi. Serupa Puteri Solo. demikian ucapan Bung Karno. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. makanan telah tersedia. demikian Bung Karno berkata. hampir serupa dengan puteri Solo. Jangan Puas dengan Mancing saja. . Oleh karena itu. . selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. Minta pendapat pak. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. bersenda gurau. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. Di Kapuas . . . yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. membersihkan diri sendiri. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. gelas tidak ada. lauk pauknya tidak ada. Untuk melepaskan lelah. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. Kamipun terpaksa tidak mau kalah. . Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. . karena perut belum terisi sepanjang hari. maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. kataku. l). minum. Ada yang telah memegang piring. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. Ah . secara gojek. airnya tidak ada. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. 111 . dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. k). Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. Di Kabupaten. sampai dengan mancing saja sudah puas.

sambil menunjuk ke kali yang luas. tidak terkecuali para Menteri. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. Besok paginya. Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. kami tidak boleh turun. baunya keringat tidak tahan lagi . Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. . Begitulah pendapat Sri Sunan. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. di pinggir kali . . Kami bergegas-gegas menemui panitia. . kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan.Bagaimana perhubungan? Ya . paling lama 20 menit. n). perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. . dan sekarang bernama Palangka Raya. . Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. Paginya barulah turun ke darat. Dalam upacara adat. kurang lebih 3 km. tegas dijawab. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. . Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. Kembali ke Hotel. . Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. . Kuala Kapuas. akhirnya apa boleh buat. Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. Pahandut. sewaktu di tanya kepada panitia. plung . terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. yang lainnya jalan kaki. . menanyakan di mana hotel/penginapan kami. mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. kami menggayung dan menimba air. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. tetapi sebelum dan sesudahnya. harus mandi. kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. m). Jangan heran. Ke Palangka Raya. Hanya Bung Karno yang naik jeep. Menurut adat setempat. kembali menjadi kantor biasa. 112 . semula bernama Pahandut. “itu pak “. lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. tidak mandi. . ikei heam aro ang kajipon “. dan itu memang benar. . terus jalan kaki . sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. Sekarang menjadi tempat penginapan kami. . wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan .

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

3.Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. Dalam karungut. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. pada zaman Lewu Uju. tetek tatum. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. 2. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. disamping untuk menguatkan pemahaman. Dan seterusnya. ada dua pendapat: pertama. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. 5. 6. 4. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 . yaitu zaman Bandar. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. nama Bandar sering disebut-sebut. dan kedua. Zaman Tambun Bungai.

Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan. Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata.

Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan.Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti. Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. 116 . Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli.

TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan. Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar.

Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata.Itu perbuatan semua budak. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 . Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar.

Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar. Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 .Anak tunggal tak bersaudara. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata. Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga.

Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 . Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran.Diancam jiwa serta disuapi. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga.

Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan.Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar. KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. 121 .

mana. 122 . Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak. Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu. Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana .

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. 126 . Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari.Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut.

Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna.Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan. 127 . Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu.

Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah. Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka.Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. 128 . Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan.

Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan.Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas. Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. gelang. Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu. 129 .

Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang. Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira.Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 . Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari. Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan.

Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda. Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama.

Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 . BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah. Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat.Dipeluk. Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan. Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. dicium.

Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang. 133 .Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat.

134 . Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha. Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera.Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah.

Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka. TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan. Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk. Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 .

Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .Terus memperkosa tentu menjalar. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali.

Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas.Mencari tempat yang tak disangka. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 . Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang.

Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. Dambung. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang. Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah. isteri. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama.Oleh Bandar anak celaka.

tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu. bapak. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 . Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan. sumpit.Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat.

Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah.Boleh rebah bagai kayuan. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru. Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata. Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. 140 .

Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan. Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 .Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Hati kecut dan tepekur. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur.

Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui. Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya. Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya. Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus.

Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan.Sampai Kalingu pasti menjalar. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. 143 . Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal. Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu.

Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 . Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta. Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran.

Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. 145 . Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu.Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat.

Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati. Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan. Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala.

Itulah dia yang kusembunyikan. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan. Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. 147 . Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar.

Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama. Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan.

Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Dimanakah bekas atau dengung. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji. Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan.Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi.

Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 .Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan.

Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. 151 . Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan.Begitu Jata telah pikiran. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar. Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar.

Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 . Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan. Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami.

Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah.Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. 153 . Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali.

Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 . Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki.Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ.

Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga. Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. 155 . Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan.

Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Tiada panjang akan cerita 156 .Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa.

SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu.Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua. Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 . Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera.

Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami. Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.

Menderu berirama kepada sekalian. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. 159 . Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. gunung. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena. hutan biduri Laut lepas diselam sekali.

Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 .

Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras. Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti.Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak.

Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong.Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. Kapal cepat berjalan segera. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. di darat. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 .

Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. 163 . Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi. Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang.Tanda persaudaraan untuk selama.

Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan. Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara.

Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama.Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. Semua datang besar ingin 165 . Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan.

Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 .

Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain.perak. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan.Harga pantas tak ditawarkan. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan. 167 . Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan. Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda.emas.

Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 .Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya. Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia.

Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai. Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai.

Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan. Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang. Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan.

Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi. Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan. Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Puteri istana juga ditunggu. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 . Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan.Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat.

Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan.Mandau bagus tempat kesayangan. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir. Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan.

Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 .Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita.

Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran. 174 .Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal. Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera.

Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara. Siang malam puteri mendoa 175 .Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan.

Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah.Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 .

Banyak kapal kecil besar. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku. Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. 177 . Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan.

Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan. Sedemikian permintaan puteri. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan. Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 .

Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul.Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. 179 . nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Umbun.

Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Akan ketentuan segala jujuran 180 . Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah.Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu.

Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran. Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong.

Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai. Bandar. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang. 182 . Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. Sumbu. Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan.Siapa melihat tentu menyilaukan. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan.

Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah. 183 .Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

padahal jarak antara mereka tidak jauh. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. ceria. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. Tanpa sepengetahuan si gadis. Pada suatu hari. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. resah. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. Ia seorang yang bakaji . Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. 1. besaluka tanpa penutup dada. Matahari bersinar terik. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. dan kantuk mulai datang menyerang. matanya menatap tajam ke arah sang dara. 185 . jantung Burut Ules nyaris copot. Menyaksikan hal tersebut. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. Burut Ules terpana. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. ia kerja keras. kelompok kecil itu naik ke darat. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. penunggu daerah tersebut. Tanpa kawan. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. membangun pondok untuk tempat beristirahat. bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. matanya menerawang jauh ke depan. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. penuh tawa canda nan meriah. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. terletak di daerah Kalimantan Tengah. namun karena berada di rimba raya. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. sejuk terasa. dan terjun berenang. membabat hutan. gelisah. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. Setelah puas mandi dan berenang.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut.

Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. Namun. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. penuh tawa ria. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib. dengan ceria terjun ke telaga. Ketika melihat Burut Ules datang. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian.Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. . Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. 186 .. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. Suatu hari muncul seorang pemuda. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. silahkan bunuh aku. mamut menteng. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. pada saat yang tepat. Rasa cemburu mulai muncul. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. Kepanikan pun terjadi. Singkat cerita. mereka selalu pergi berdua. berenang ceria. ia hanya menjawab singkat. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku. mandi sambil berenang. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. Suatu hari. dan hanya berdua. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. yang ia berikan kepada isterinya. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. hitam. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan.. aku tak akan melawan”. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. Timbul kemarahan Burut Ules. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules.

Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. walau tak terlihat dengan mata jasmani. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. tak seorang pun tahu. 2. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Tumbang Kasongan. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. Sesuai janji. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. kerja. Waktu berlalu. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. saat itu telah dewasa. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. letih tidur dan kerja lagi. Sesal kemudian tak berguna. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. Entah apa yang ia lakukan disana. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. maka janji itu telah ditepati. Di Bukit Batu ia balampah. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . Setelah melampaui usia balita. dan terus bekerja. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Suatu hari di Teluk Derep. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. Wangsit 187 .Sebelum pergi. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. namun apabila anak laki-laki yang lahir. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. Tanggal 2 Pebruari 1918. menangkap ikan. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. Sejak kecil oleh ayahnya. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. kerja. sangat mendambakan anak laki-laki. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. Petir kilat sambar menyambar. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. seorang laki-laki dan seorang perempuan. Ketika menginjak usia remaja. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. ia akan kembali ke alam ayahnya. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam.

Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. naik perahu dan rakit. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. ketika sampai di Banjarmasin. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. 188 . Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Jangankan ke pulau Jawa. Belum ada telepon. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. Singkat cerita. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. batu telinga itu pun gaib. belum ada layanan pos. Dapat dikatakan hanya impian. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. Djainudin. Memang benar pada saat firasat dirasakan. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu.