P. 1
Maneser Panatau Tatu Hiang

Maneser Panatau Tatu Hiang

|Views: 1,303|Likes:
Published by andrisr26

More info:

Published by: andrisr26 on Nov 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Nunukan. Karayaan. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Tarakan.278 m. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Laut. Hans Winklen. Rachmat. Schwaner. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. Subi. menurut peta topografi adalah 2. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Dr. mantan ‘besar’). Panebangan. Daerah Lingkungan Alam. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. Maya. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. Baru. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. gunung-gunung. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. Borneo. Molengraaf. Meratus. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Natuna. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. Keramayan. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. Dakkus. walau bukan puncak yang tertinggi. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Panjang dan Kakaban. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Serasan. Bangkudulis.175 m dan Bukit Raya 2. 4 . Bunyu. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. Sebuku.A. Karimata. Kalimantan dikelilingi laut.218 m. Damar. sungai-sungai dan lainlain.F. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. Tibi. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Teberian. Baru 30 tahun kemudian. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. Sebatik. Muller. di sebelah barat ada Selat Karimata. Derawan. Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. dan Madi. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Tanjung Negara (pada masa Hindu). dan sebelah selatan Laut Jawa. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu.Lokasi. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah.

Baram. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Landak. Balikpapan. Kagibangan. Simpang. Puting. dimana terdapat kebun buah-buahan. kesisap sayur. masisin. dan Bahan. Hantu. karmalaha. Sebangkau. telor jarum. dan Sekatuk Mahakam. Paitan. Mempawah. Sambas. Kemenah. Ambawang. Adang. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). Paloh. keminting. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. dan Malatayur. Kahayan dengan anak-anak sungai. dan terutama karet. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. Kumai. Marudu. Melinsan. Segama. ubi jalar dan labu (waluh). dan kerokot merah. Silat (Selatan). Radas. jenis pisang. tusuk konde. tambaran-tambaran. dan famili nyphacacene. maman hutan.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. Kumai. Datuk. Durian. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. kancur-kancur. 5 . genjer. galah motawauk. Krian. jenis alang-alang. kasturi. Mangkalihat. Pawan. Lahei. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. Teluk yang ada: Teluk Berunai. bayam duri. Sebangau. Kayan. Sampit. Sambar. Sembakung Berau. Batu Laki. dan Kalapang. jukut. hutan. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. Padas. Usang. jenis sup-supan. Mentaya atau Sampit. rumbia. petah kemudi. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. Kawalan. Serban. Datuk. kangkung. Murung. Batang Rayang. Kalumpang. Sugut. Air Hitam Besar. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. Sekatok. dan Pembuang atau Seruyan. keramunting. duku/langsat. semangka. rambutan. St. Sebakuan. Kupang. dan Sebangau. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. dan Kendawangan. Arut/Lamandau. telor belalang. Batu Licin. hutan krokot. kangkung. bingkai dan balaran dali. Baram. Kayung. sukma. kerokot hijau. Kinabatangan. durian. Aluh-aluh Besar. kemudian keladi air. Jelai. pepaya. Layar. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. Sengkulu. palmae. Kemudian juga famili compositae. Kapuas. wedasan. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. pisang. jenis langsat. famili papiliomacena. Katingan atau Mendawai. gelagah. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. Trusan. Kapuas Kecil. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. Lucia. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). Sesayap Karangan. paku payung. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. Darvel.

kayu damar. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. Kamipang. beruang. Bulan. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). kulit kayu. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. hutan bukit-bukit/belukar/primer. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. bulin. Sentarum. Beberapa lilin. kayu palepek. Jempang. Madara. Semanjang. Manjan Delima. rotan sigi. kayu bangkirai. Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. 6 . irit. madu. dan Luard. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. memiliki hasil alam yang beragam. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. onglin. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. hutan rawa. kayu lanan. eusideroglon. bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. dan hutan gunung. Melintang. Lurus Raden. semambu. Hampangen. Murdjani. landak. kayu meran bungkan. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. tantuwu. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. bajungan dan lain-lain. bebek (itik) dan kerbau. Sembuluh. hutan nipah. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. ular sawah. Hutan Kalimantan yang begitu luas. Badagai. Schimper. lilin. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. kayu rasak. dan buaya. Gadis. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. kayu meranti. Umbang. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. orang hutan (kahiu alas). Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. korek api. kayu rangas. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. belatung. kayu garunggang. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. kayu tampurau. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). kertas. achas.

berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. Akhirnya tahun 1889. bernama James Brooke. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. Sementara menurut Dr. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. Mohr. Setelah kerajaan Malaka jatuh. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. Abad kelima belas negeri Brunai. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. Pada tahun 1830 masehi. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA.H. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. Daerah Serawak. James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris.Iklim Menurut Dr. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. Ferfuson dalam verhandelingen no. J. Schmit dan Ir. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. awalnya dikuasai Raja Brunai. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. Setelah tahun 1800 masehi. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika.A.H. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. Menurut alamnya. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. A.

Punan. Kayan. Makin masuk pedalaman. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. banyak yang bermukim di pedalaman. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. yang terdiri dari suku-suku Melayu. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. Mereka berwatak keras dan jujur. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Kelambit. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. Lalu lintas darat sangat terbatas.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. seperti Bahau. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Sungai besar adalah: Rajang. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. Punan. Iban. Kenyah. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. Batang Lupat. Lalu lintas yang utama adalah di air. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. nampaknya semua berasal dari satu turunan. Baram. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. Limbang. Yang terbesar adalah suku Iban. Kayan dan Bahau. Bagi penduduk pribumi. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. Cara bergaul menunjukan keakraban. dan Murut. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. Bangsa Melayu. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. tetapi mudah tersinggung dan dendam. mereka belajar dari nenek moyang. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. apabila ingin mencapai kemajuan. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar.

tinggi 1700 m. dan perubahan dari batu-batu tersebut. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. berasal dari suku Punan Kerco. • Gunung Saran. cara pengobatan masih secara tradisional. Nanga Belatung. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. 7. 5. berasal dari suku Buket. menurut para ahli etnologi. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. Schwaner. terdiri dari batu-batu beku. Nanga Talai. Tanah pegunungan tinggi dan rendah. Nanga Mentalunai. batu lempeng. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. berasal dari suku Punan Howong. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. berasal dari turunan yang sama. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. Nanga Balang. 6. Selain itu. berasal dari suku Buket. yaitu Gunung Nait. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. Untuk daerah pedalaman. Nanga Tanjung Lakung. 4. berasal dari suku Punan Uhing. misi dan zending. dikelilingi pegunungan Bayang. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. berasal dari suku Punan Howong. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. batu sendimen. batu liat. pegunungan Singkawang. misalnya granit dan kwartdioriet. Batas Landak. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . Terdapat batu pasir. Schwaner. Semitu Hulu. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. batu-batu sendimen. 9 . Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Semberuang. Batu-batu beku. 2. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. Pegunungan Gramiet. Pegunungan Kempayang. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. Tayan. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. Sanggau. Letaknya sebelah timur laut Bangka. tinggi 1767 m. Nanga Erah. ditemukan di pegunungan Paloh. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing.barat. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. Muller. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. 3.

juga di Pontianak. Di Kalimantan Barat. Sukadana. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. dan Juni – Agustus. dan jenis tanah ini tebal sekali. menetap di sebelah timur pantai Berau. koaline. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. terletak agak jauh dari pantai. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. sebagian besar dari Pegunungan Muller. Yang tidak luas dekat Kandawangan. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. Diwaktu air pasang. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. mica. Penduduk Kubang Solok. Suku Banjar. Pengairan. Suku Bugis dan 10 . Pegunungan rendah dari Bengkayang. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. hidup berkelompok. bauksit. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Melawi Utara dari batuan pasir. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. Sanggau. curah hujan sangat sedikit. sampai di tepi laut dekat Singkawang. yang pada waktu surut. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. Landak.Di beberapa tempat ditemukan marmer. cinnabar. lama-lama berubah menjadi pasir putih. sanstone. Pegunungan Tinggi Madi. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. keturunan Solok dan Piliphine. misal. molydenite. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. Tanah liat laut yang sudah tua. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan. karet. Mata pencarian utama. menangkap ikan di laut. tembaga. Di Paloh dekat Sambas. dan sungai. Batu-batu pasir dan kwartsieten. yaitu di Gunung Bayang. Pada bulan Januari. ditemukan pengairan pasang surut. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur.Pebruari. karena proses alam. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. Iklim. rawa sungai dan pengairan tehnis. emas. batubara. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. Pegunungan Hulu. tanah di belakang pagung tergenang air. Pertanian. batu tersebut berubah menjadi tanah. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. Tanah datar rendah dekat petani ini. kelapa. mangan. Asalnya dari batu sungai. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. membuat pagung overwallen ditepinya.

ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. dan hidup sebagai nelayan. suku Ulon Dayo. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. Katholik. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. Suku Punan. rawa. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. menangkap ikan. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. akan tetapi penyebaran tidak merata. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. dan sebagainya. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. menyebar di seluruh pelosok Kutai. Suku Bajau. suku Berau. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Adanya satu Tuhan. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. terdapat di daerah Kutai. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. suku Tunjung. Di Kabupaten Kutai. banyak yang beragama Islam. hutan. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. Suku Punan. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. pohon. hidupnya masih mengembara. Berau dan Bulongan. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Kerajaan Kutai. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. dengan mata pencarian utama berdagang. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. didominasi oleh suku Dayak.Mandar menetap di pinggir pantai. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. Dari kampung Long Nawang. Diantara suku Punan. sungai. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. Banyak mendiami daerah pantai. sejumlah 328 jiwa. Kristen Protestan. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. Sotek dan Pemaluan. Suku Pasir berdiam di Sepan. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. Walau mereka berdomisili di Kutai. suku Kenyah. 11 . Suku Jawa. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. Suku Basap. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . Mata pencariannya. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. berburu. Bangsa Tionghoa. suku Bahau. Pendatang lain ialah suku Banjar. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur.

terletak di Samarinda. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. yang masih aktif. perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. dan bermuara di dekat Selat Makasar. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. Di daerah Kabupaten Pasir. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. Sungai Mahakam. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . Gunung Benua. Inggris. tingginya 1233 meter. gunung Cimanis. Tahun 1870. Gunung Kundas. tinggi 1704 meter. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. terletak di Kampung Baju . walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. dan Gunung Saren Pala. ketiganya terpecah lagi. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. terletak di Kabupaten Kutai. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. bagian yang paling dalam 38 meter. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. Perbatasan dengan Serawak. Pasir. Gunung Tambalang. Pegunungan Lasan.2. Gunung Siagung. Bukit Batu Tiban. dan sebelah barat. 3. berbatas dengan daerah rawa. 3. tinggi 1600 meter. Pegunungan Candi Hantu. Gunung Lumut.145. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. Enam puluh persen. tinggi 2053 meter. • Sebelah timur dengan Selat Makasar. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. Dari utara ke selatan. panjangnya 223 mil. 211. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. Gunung Sarati. dan yang paling dangkal 4 meter. Pegunungan Iban. tingginya 1380 meter. Gunung Kong Kemul. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. tinggi 1790. 2. 12 . Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. dari muara sampai ke Long Iram. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum. Berau. Gunung Kerihun.

Dari daerah ke daerah. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm. terdiri dari hutan belantara seluas 126. kebun karet. danau. Berbukit berat. Daerah batu/ tanah kapur/karang. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. terdapat gunung batu kapur. Maratus. Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 .115 km2. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus.95% dari keseluruhan luas Indonesia. Laut Jawa di sebelah Selatan. 50-300 meter dari permukaan laut. 2.564 km2 atau lebih kurang 7. Rata-rata curah hujan.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) . musim panas 30 celcius. beriklim tropis yang umumnya panas. • Pada musim hujan. Berbukit ringan. rawa-rawa 18. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. terdapat di pegubungan Meratus Babaris. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002). 5-100 meter dari permukaan laut. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan.terdiri dari tanah pematang. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. melalui Pengarus sampai ke Koah. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris.1160 Bujur Timur (BT). Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur. dan kampung-kampung. 3. Demografi 13 . dan genangan air lainnya seluas 4.200 km2. Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel . sungai. 2. 145 hari dalam setahun. membentang jalur tanah kapur. Bagian timur berdaratan alluvial. Daerah pegunungan seluas 212. belukar. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4.814. Pegunungan Meratus.6 mm. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153.750 Ha. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura. hingga ke goa-goa kapur. suhunya rata-rata 17 celcius.686 km2 .

dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. Ot Danum dan Ngaju. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. batu arang (batu bara). Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. pesawat terpaksa mendarat di air. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. Desa Tumbang Sabetung. Barito. kecubung dan intan. Namun tentu saja. yaitu Kalimantan Barat. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. yaitu di tepi timur Sungai Barito. Sebagai akibat kolonialisme barat. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. Rungan. Karau. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. damar dan rotan. yaitu Sungai Samba. diantaranya Manyan. juga hasil hutan berupa kayu. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. dan di hulu Sungai Katingan. Kabupaten Kapuas 4. sekitar Long Pahangei di pedalaman. juga di hulu Sungai Mahakam. Ayuh. 6. Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. Kabupaten Kotawaringin timur 3. Barito dan Katingan. Rungan Manuhing. bekas wilayah Inggris di utara. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. Kotamadya Palangka Raya. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. menjadi wilayah Republik Indonesia. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. tembaga. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. Kabupaten Barito Selatan dan. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. hulu Sungai Kapuas. Kalimantan Timur. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. dan Kapuas. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . yang terbagi menjadi empat propinsi. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. Kahayan. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. terutama diantara anakanak Sungai Patai. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. mulai dilaksanakan. Di barat. di Sungai Kale. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Telang. saat itu. emas. Kabupaten Barito Utara 5.

di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. 6. sungai-sungai Busang. Daerah keluarga Barito itu. Dayak Lawangan. Dayak Ngaju. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. Dusun Barito. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. Menurut Mallinckrods. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. stammen groep der Ngaju. Di antara bahasa tersebut. Murung dan Mahakam. Dayak Ot Danum. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. 9. Menurut Mallinckrodt .Sungai Barito. 15 . dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. suku Dayak Ngaju. 3. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. di Tumbang Samba Sungai Katingan. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. Dayak Witu. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. 4. diantaranya di Long Iram. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. Dayak Dusun. bahasa Dayak Ngaju. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. 10. Menurut klasifikasi Hudson. Dayak Ma’anyan. yaitu stramras Ot Danum. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. Dayak Kapuas. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. Dayak Klementen. 5. 8. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. Dayak Katingan. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. 7. Dayak Ma’anyan. Dayak Siang. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. 2. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya.

4. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. Bahasa Dayak Katingan. dan Kabupaten Sukamara.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. Kabupaten Murung Raya. Kabupaten Gunung Mas. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. 3. Kabupaten Pulang Pisau. Bahasa Dayak Ngaju. Bahasa Dayak Dusun. Kabupaten Seruyan. Bahasa Dayak Ma’anyan. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. Kabupaten Katingan. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. Kabupaten Lamandau. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. 2. 16 . wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

5. 4. 2. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit).Ir.M. Bajupati. Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. Yang Mulia Menteri Pelayaran. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. Anggota Polisi Negara. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . 3. Kepala Staf Angkatan Darat. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. Menteri Dalam Negeri. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. Kapten B. 7.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 . J. Noor. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI). Komodor Moh Nasir. Soekarno. 8. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. 9. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Letnan Djendral A.M.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Raden Gampang Prawirosastro. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Tobing.I. 4. F.C. 3. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. 16 Desember 1958 Jam 10. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. Cyrillus Ulfah Ringkin. Nasution. Pangeran Moh. Djuanda. 6. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani. 2.L. Anggota-anggota : 1.H. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Rangkap. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian.

darat dan udara dipercepat. 3. 2. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah.M.M. jika perlu mati. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. Y. Menteri Dalam Negeri. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. 8. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan. dsb. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. jeep. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. orangnya boleh berganti. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya.truck. 6. 4. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. 5. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. 7. Para pelaksana boleh pindah. 19 . dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu. Y. Dengan ramah sekali Y. pick up.M. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali. tetapi Piagam Palangka Raya. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah.M. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun.

7. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional.00 delegasi diterima oleh Y. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. Presiden Soekarno. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. Dengan berbesar hati. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan.M. 9. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. 8. 5. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata.Nasir. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. dan akhirnya. maka Wakil Ketua. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya.M. demikian pula semangat hendaknya. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. 3. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya. Jam 11. 20 . disampaikan kepada pemerintah Pusat. 4. Menteri Pelayaran Komodor Moh. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional.M. Bekerja. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional. Cita-cita ini adalah berani.2.Y. 6.

karena delegasi telah diterima dengan resmi. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang. J. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. 5.M. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. dan akan mempelajarinya dengan seksama. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah.15 delegasi diterima oleh Y. Menteri menyatakan : 1. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas. Jam 17. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. 4. Perdana Menteri II menyatakan : 1. 4. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang.M. Y. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. maka dengan demikian. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai. 2. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja. Menteri.C. 21 .Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah. Y. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Menurut pendapat Beliau. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. 2. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. 2. Y.M. 3.M. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Rangkap sebagai olahragawan.M.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

kedua anjir tersebut akan dikeruk. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum. Ternyata Menteri Pertahanan. P. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. Dr. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi. Presiden Republik Indonesia. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. K. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar.Y. Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. delegasi menghadap P. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen. sungai-sungai dan kesunyian alamnya. wajar dalam arti kata pantas. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini. rindu hutan rimba. Ir. J.M. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya. dan dapat dilaksanakan. P. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). untuk membangun daerahnya. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah.U.S.M Presiden dipersilahkan datang.M.30 tepat. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit). dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri. P.C.D.A. maupun jangka pendek. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya.M. Soekarno di Istana Merdeka. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. baik dalam jangka panjang. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat.Y.Y. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar. sedianya akan diterima. K. maka secepat mungkin.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya. Bukan saja Kalimantan Tengah. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu.M.Y. 25 ..Y. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya.A. 21 Desember 1958 Jam 10.S. menjelang tahun 1958. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. tanggal 19 desember 1958.. Perdana Menteri. Kesan dari P. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957.

kekeluargaan yang erat. Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. dapat menemui apa yang diharapkan semula. ke tangan Kepala Negara sendiri. Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan.Delegasi merasa sangat lega. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. akan tetapi ternyata. II. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 .

MENGINGAT : a. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Wkl Rakyat. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya.00. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. 2. b. Sipil. Daya gotong royong. 3. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. Pejuang. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. menerima segala akibat dan resikonya. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). : 30 NOPEMBER 1958. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah. 27 . : 17. setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. yang bersendikan Pancasila. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. dan Tenaga Ahli. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Catatan : Naskah ini dibuat. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. agar upaya setiap penjabat/petugas. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. dan lain-lain yang serupa. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. kemacetan. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. 28 . di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil.

terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat.t. d. Palangka Raya. tokoh Militer. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah.t. 30 Nopember 1958. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d. khususnya dan Indonesia umumnya. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1.t.t. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh.III. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya.Komandan Kodam Kalteng. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. (Let. (R.Kol Darmosugondo) 2. tidak terpisah-pisah.t (Tjilik Riwut) 3. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah.t. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d.Gampang Prawirosastro) 29 .

IV. Propinsi Kalimantan Timur. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . Mahir Mahar. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. Bapak Gubernur. Maka dari hasil Kongres tersebut. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. b. Propinsi Kalimantan Barat. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. di Kota Palangka Raya. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. yakni Sdr. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. ibu-ibu. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. tak cinta“. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. Pepatah mengatakan: “Tak kenal. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. c.

Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. b. Menimbang : a. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah.Mahar 31 . DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. Mendengar : Pandangan–pandangan. Bahwa akan Indonesia. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah.

B.t.t. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. .t.D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A. M. Ukur 32 . . Banjarmasin. Sekretaris : d. 7 Desember 1956. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . Mahar H. yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. . Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan.(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan. Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. dan Barat. No .t. . telah memutuskan. Timur.

Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. Daerah Katingan. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. bermunculan lah suara-suara. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Seruyan. menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. serta memberikan penjelasan-penjelasan.34/41/24. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. Berkenan dengan itu. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957.P. Mentaya (Sampit). Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. maka bapak Milono. 33 . Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. Mahir Mahar. Daerah Kahayan. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin. Kapuas. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang.

Obus. G. Pulang Pisau. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. E. didapat kesimpulan. Bupati KDH dpb. C. ekonomi. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. Pada bulan Januari 1957.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. Kamis. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Moenasir.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. 4. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat.10 tahun 1957. Maka dengan Undang-undang Darurat No. Buntok. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. L. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. terdiri dari: 1. 4. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. sosial. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah.N. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. Mahar. Muara Teweh. 5. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. 3.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . Sampit dan Pangkalan Bun. Mahir Mahar. R. No. Sebagai Penasihat Ahli: 1. Ir. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. 2. 2. Van Der Pijl. pertahanan keamanan dan psikologi. 2. Mihing. Pemerintah Pusat. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. Tjilik Riwut. 3. Panitia pun berpendapat.

Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Kemudian dengan Undang-undang No.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. dalam Pasal 2 ayat 1.N. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. Pangeran Moch. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Kalimantan Selatan. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Ir. dan Kalimantan Timur. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949. yang Mulia dan Besar.52/12/2-206.Kalimantan Barat. Ir. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. No.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. Des. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Selanjutnya dengan Undang-undang No. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. Soekarno. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut. 27 tahun 1959 L. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959.

dan Pembuang. pada abad ke 17. Tahun 1620. Namun. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. Tahun 1917. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. berakhir tahun 1905. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. Sejak abad XIX. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bungai. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. dan Tawala Rawa Raca. Namun penduduk pribumi. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. diantaranya Tambun. berakibat daerah Kalimantan Tengah. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. Tahun 1835. dipimpin langsung oleh para kepala suku.V. Menurut Hermogenes Ugang . Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. Tahun 1365. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. Tahun 1787. belum ada pendatang dari daerah lain. Perlawanan secara frontal. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. dekat Kapuas. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Kalimantan Tengah. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. bahkan nyaris seluruh daerah. Mendawai. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Andin Sindai. Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. 17 Agustus 1945. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. atas perintah Sultan Banjarmasin. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. dikuasai VOC.

juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Philips Sinar. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. baik yang berdomisili di Kalimantan. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Handuran. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. E. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. Di masa penjajahan. yang bergerak dalam bidang sosial. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Tahun 1919. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. dan masih banyak lainnya. A. Bungai. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. F. Oto Ibrahim. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. M. T. Tahun 1928. dan masih banyak lainnya. Tamanggung Tundan. Amir Hasan. Loei Kamis. Tahun 1945. Sejak saat itu. dan masih banyak lainnya. pasal 2 dan 3. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman. Lui Kamis . maupun yang sedang merantau.kepada mereka. Djaelani. Anton Samat. C. ekonomi dan politik. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. H. dipelopori oleh J. Lampe .D. Muchtar. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Persatuan Dayak bubar. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. Haji Abdulgani. pada tahun 1937. Palaunsuka. Brahim. yang dipelopori oleh Hausman Babu. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. F.S. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. Magat. Luran. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak. Christian Nyunting. Leiden. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak.J. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. R. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. Sian. Uvang Uray . Pada tahun 1959. bergerak aktif hingga tahun 1926. Tjilik Riwut. Nyangkal. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. ataupun pihak partikulir. Philips Sinar. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. adalah sebagai berikut: 37 . W.

Mentaya. c. Sebangau. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. 38 . d. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Pontianak. Kapuas. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Katingan.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. sosial dan ekonomi. Dalam waktu singkat. bahkan dua cabang berada di Jawa. baik dalam soal politik. Barito. Pangkalan Bun. serta Kebudayaan Suku. Seruyan. Mengejar ketinggalan derajat suku. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. Dalam usianya yang keempat. Kahayan. b. Pasal 3 Tujuan a. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. Samarinda.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. dan dibungkus dawen tewu . Bari Bahenda atau nasi kuning. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. diberi sedikit garam. demikian pula suku Dayak. 40 . kadangkadang minyak babi. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. Kenta. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. Pulut Pulut atau ketan. Biasanya dibuat untuk makan pagi. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. kemudian ditanak hingga menjadi nasi.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara.1. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Bubur Nasi. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . makanan utama mereka adalah nasi. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. Kangkuyau. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. dipotong dan dikumpulkan. dan dibersihkan kulit padinya. dicampur santan kelapa. Setelah itu didinginkan. gula merah dan madu. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. Beras Padi yang diolah menjadi beras. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning.

Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. Luntuh Jawau. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. Ubi Kayu direbus. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. lombok. makanan yang terbuat dari singkong. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. suna. dicuci bersih. laos. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. Pulut Kukusan. diletakkan di atas api hingga mendidih. garam dan terasi. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. semua bumbu diulek halus.Amping. Sangkuwai. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. dikukus. Cara membuatnya singkong dikupas. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. kunir. singkong dikupas. dipotong dadu. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. boleh juga daging babi. makanan yang terbuat dari singkong. singkong dikupas. Macam-macam Juhu 41 . dibersihkan. Goreng Jawau. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. dimasukkan kuali. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. Singkong dikupas. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. dibersihkan. dicuci bersih. Lamang. hanya bahan yang berbeda-beda. tape yang terbuat dari singkong. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. Cara membuat. Cara membuat. diberi sedikit air . Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. Ubi Kayu Kangkalut. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. minyak tengkawang ataupun minyak babi. Tapai Jawau. Caranya.

Kuah durian muda. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Kuah batang kelapa muda. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. rasanya agak pahit. Gulai keladi diberi santan. santan kelapa. Juhu Dahian. Juhu Singkah. Kuah daun kamenyo. Kuah durian yang telah diasinkan. Kuah daun singkong. Kuah buah nanas muda. keladi. Kuah kelapa muda. Juhu Bua Pisang. Juhu Mantela Mangur. Juhu Baluh Bahenda. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. bersantan. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan. Juhu Asem. Juhu Kujang. Kuah asam muda. Kuah timun. Kuah labu kuning. Juhu Batang Pisang. Gulai kangkung. boleh tidak. Gulai pepaya muda. Juhu Kanas. Juhu Baluh Baputi. Kuah labu putih. Juhu Lauk. boleh bersantan. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. 42 . Juhu Dawen jawau. Gulai buah pisang muda. Juhu Singkah Enyoh. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Kuah rotan muda. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun.Juhu Dawen kayu. Kuah batang rumbia muda. Apabila daun nangka muda tidak ada. Kuah ikan Juhu Kamenyo. bersantan. Juhu Ujau. boleh tidak. Juhu Leping. Gulai batang pisang. Juhu Dawen Saretak. boleh bersantan. Juhu Tampuyak. Sayur berkuah daun kacang panjang. rasanya asam. Kuah daun leping rasanya asam. rasanya asam. Juhu Kangkung. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Juhu Singkah Hambie. Juhu Enyoh. pakai santan. boleh bersantan boleh tidak.

Jenis-jenis ikan 2). serai. Juhu Kulat. diulek halus. dicuci bersih. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. terasi dan garam. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. diulek dan ditambah air jeruk nipis. Kuah cendawan Juhu Uwi. Kuah ubi. boleh juga idak. Bumbunya antara lain lombok. terasi. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. Kemudian siapkan lombok rawit. Kuah taya/bengkel. garam. terasi. Juhu jagung Muda. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. garam. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Sapi 43 . Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. Kuah daun kalakai. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah.Juhu Galimbing Tunjuk. laos. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). suna. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. Kuah rimbang. boleh juga tidak Juhu Kalakai. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. terasi. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. serei. diberi air sedikit dan santan kelapa. rasanya asam. garam. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. biasanya dicampur dengan lemak babi. diletakkan di api. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. diulek dan diberi air jeruk nipis.boleh diberi santan. Kuah paku boleh diberi santan. kunir. Juhu Bajei.

merica. kahiu atau alas. lombok. kunir. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. jahe.serai. 11). kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. pantang di bakar. 14). babi yang dipelihara Kerbau. Kelapa dibakar. kunir. 5). hurangan Rusa. 13). diparut dan ditumbuk hingga halus. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. serai. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. 9). kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. terasi. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. 12). 44 . marawak. sambuk. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. laos. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. lombok. bioko. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. jahe. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. kunir. 10). manjangan. muhe. biawak. laos. pala. antara lain ular payahe atau paraca. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. dan lain-lain Bajai atau buaya. 4). Opor Opor jenis masakan bersantan. Bumbu-bumbunya ialah: Garam. ayam alas atau ayam hutan Itik. boleh juga tidak. 7). bengau Kijang atau karahau. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas. bumbu. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. laos. payau. bebek. Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. depong. Kemudian bahan. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. kayu manis. Boleh diberi sedikit santan kelapa.3). terasi. panganen atau ular sawah. sesuai selera. Babi hutan. serai. yang kesemuanya diulek halus. hadangan. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. 6). lombok. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. 8). dan jenis lainnya Orang Hutan. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. beruk Bulus.

dimasukkan kedalam perut ikan. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. serai. beri sedikit air. masukkan dalam seruas bambu. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. garam. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. lombok. laos. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. serai. jahe. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. kemudian lombok. Kaluk berarti bengkok. Adapun bumbubumbunya adalah suna. Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. jangan dipotong-potong. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. Cara membuat. suna. gepengkan. 45 . biarkan ikan tetap utuh. serai. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. Caranya ayam dibersihkan. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. laos. sisiknya jangan dibuang. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. biarkan utuh. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. lombok. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. kunir. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. garam. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. kupas. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. Apabila sering dihangatkan. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. terasi dan kunir agak lebih banyak. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. laos. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. garam. kemudian kunir dibakar. untuk ikan bersisik. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. bakar di bara api kecil hingga mateng. lombok. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu.

dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. Bila ikan. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. Caranya. Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. lombok utuh. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. suna. dikasih sedikit air. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. 46 . garam. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. dan tambahkan air agak banyak. bersama kunir bakar yang telah digepengkan. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. daya tahan dapat mencapai enam bulan. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. setelah itu dalam keaadaan masih panas. selanjutnya dimasak hingga matang. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Kemudian sangrai. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. Cara pembuatan. agar lebih awet. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam.

cuci bersih. gatas. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. diberi garam secukupnya. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. Apabila hanya membuat sedikit. Tuak dapat disimpan lama.Di daerah Tewang Pajangan. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. dibungkus dengan daun. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . dikang. dijemur hingga kering benar. tamanyau. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. panen gagal. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. panggang-panggangan. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. potong kecil-kecil. ketan. Setelah air ditiriskan. kue-kue. tanaktanakan.tuak. kuning. garuk. hanau. jemur hingga kering benar. bahkan dicampurkan pada nasi. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. Minuman Beralkohol Baram. lamang. bubur atau campuran nasi. Wadai atau Kue Basah Wadai. enau. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. dibuat bubur. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. wajik. putih susu. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. yaitu pertama kupas ubi kayu. terutama di daerah Kalimantan Timur. dan direndam dalam air. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. nila. Utara dan Tengah. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. ahas. anding yang dibuat dari nasi. diasapkan atau di para. Caranya. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. berwarna putih jernih. 47 . goreng-gorengan. Saat itu tahun 1918. semakin lama semakin baik. hitam dan merah tua. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak.

Amak Pararani. Amak Lampit. Tanggoi Sarudong. Amak Tahising. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. c. p. Amak Dare. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. r. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. b. Amak Dangan. daun rais. k. Amak Bamban. Amak Hilai. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. Tanggoi Kayu. Kerudung Tanggoi Uei. s. m. Amak Letem i.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. ataupun alas tidur. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. Amak Madu. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. 48 . Amak Purun. f. Dibuat dari anyaman rotan. Amak Danau. Amak Biro. Amak kajang kacang. j. e. q. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. Tanggoi Lahung. d. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Amak Pasar. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. Amak Talep. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. l. g. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. atau daun rais. Amak Dawen. dapat disusun sampai tujuh. o. atau daun purun. n. Tanggoi Dare. berladang dan menangkap ikan. Amak Rais. Nama-nama Amak: a. h.2. Amak Silar. Amak Tihing/ tahing. dibuat dari kajang.

Amak Pahakung. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Sampah Angang. Sejenis topi pisur waktu menawur. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning. Pada jaman dahulu. Ewah Nyamo. Semacam cawat Ewah Bumbun. 49 . Ewah. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. 3. Sampah Ukong. Sakarut/Sangkarut. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. u. Amak Dawen Enyoh. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor. khususnya pada saat upacara tiwah.) Pakaian Bahan pakaian. atau asesoris pada saat menari. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Disamping untuk merawat kulit. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. begitu juga selimut. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. tetapi juga oleh kaum lakilaki. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang.t. khususnya pada saat upacara tiwah. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Bila dilihat dari jauh. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya.

Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat.Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. Sangkalan 50 . dsb. mandau. terbuat dari buah labu yang telah tua. 4. ambang. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. belati. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin.

Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. 51 . Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. terbuat dari rotan. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. Intar Intar sama dengan nyiru. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. luntung silip dan luntung jarang. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan.

pulang atau hulu terbuat dari tembaga. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. tinggi lima puluh centi meter. Jambia juga mempunyai kupang. Bentuknya menyerupai tabung. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. Gunanya untuk menyendok makanan.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. Jantar 52 . Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. sejenis keranjang. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang.

Pisau pamantung. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. langgei gunjak. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. berarti rezeki. Mandau bertatah. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. langgei kilung. yaitu alat pemotong. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan. pisau. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. pisau mambawau. 6. 53 . pisau duang. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. misalnya baladau. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. atau berukir dengan menggunakan emas. lading belati. pisau lantik. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. Lading Lading berarti pisau.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. Lain-lain Masih banyak lainnya.

Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Dalam keadaan bernyala. dan mata mandau menghadap ke atas. kupang mandau arah kedepan. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. pisau. juga tidak mudah pecah. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. yang biasa disebut suhup lewa. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. baru kemudian diikat lagi dengan jangang. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. juga mengandung bisa. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. dan elastis. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. sekali dicelupkan ke dalam air. dan terurai. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. Besi mantikei sangat keras. Setelah sekali dipanaskan. Kumpang mandau ialah sarung mandau. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). burung tingang. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. tajam. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. tidak perlu diulang-ulang. bebatuan dimasukkan ke dalam air. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. bebatuan mendidih di air. hingga batu-batuan itu bernyala. • Di hulu Sungai Baram. jujuk. dan daun ampelas. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. burung tanjaku atau burung baliang. sungai Koro Jangkang. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja.

dengan pulang model kamau.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. pulang kayuh. bentuk persegi enam. • Model mata mandau bawin Balui. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Polos tanpa tatah. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. 55 . Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. tidak mudah pecah dan ringan. dan sebelah dalam diberi pegangan. model hulu mandau pulang kayuh. model hulu mandau pulang kayuh. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. model hulu mandau. • Model mata mandau Hatuen Balui. • Model Birang. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. Pada bagian tengah sipet berlubang. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Bertatah tiga baris. Model pulang kayuh Neneng. Telawang terbuat dari kayu liat. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. Bertatah dua baris. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. • Model Butung Bahun Badulilat. • Model Bawen Buhu.

kayu berangbungkan. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. Untuk membuat lubang di tengah sipet. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. Tidak semua orang mampu membuat sipet. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Punan. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. Mula-mula. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. Siang dan Pasir. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom.Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. Apu Kayan. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. kayu plepek. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. 56 . Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. kayu ulin/tabalien. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. Di Kalimantan. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. Bahau. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. uhit. digunakan gumpalan tanah. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. atau kayu resak. Damek Damek ialah anak sumpitan. kayu lanan. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . sipet dibuat dari kayu tampang. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet.

lalu dimasak hingga kental. kedua sisinya tajam. bisa kalajengking. batang/uwi ara. kuning. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. yang dicampur dengan getah tuba. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. Untuk racun mematikan. Bentuknya kecil. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. Damang. dan tajam sebelah menyebelah. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. Hanya Basir. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. ataupun merah. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. Hitam adalah warna yang umum di pakai.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . atau dapat pula dari kayu. serum manusia yang telah meninggal lama. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. atau ipuh /ipu. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. juga lombok. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang.

rusa dan buaya. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. Lunju Duhuk. Lunju Laurang. jiwanya sulit tertolong. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. juga untuk menangkap musuh. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. dedaunan. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. 58 . Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. digunakan untuk menangkap binatang buruan. sering digunakan untuk berburu babi. sehingga siapapun yang terkena dondang. jarang yang selamat. Lunju Ambung Lunju Duha. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. tidak mudah untuk naik kembali.

batu-batuan.) Alat Transportasi Di Sungai. Karis. Dando atau Rando. Dereh Bunu. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang. Lain-lain Masih banyak lainnya. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. botol-botol kecil yang tertutup rapat. juga taring-taring binatang. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. tahan air. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. Semakin banyak susunan serupu tersusun. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. menghindari gangguan mahluk halus. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. Tohok. namun pada dua sisi dibuat serupu. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. 7. Bentuknya kecil. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. Tirok. Simpang. Jambia. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. Besei 59 . bahkan mampu menyembuhkan penyakit. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh.

kemudian dilem dengan perekat khusus. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. dapat digunakan di laut. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi. 60 . Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Penes Penes ialah perahu layar. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. Gondol Sejenis perahu berukuran besar. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. dan dibuat berserupu. Jukung Jukung adalah perahu. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. Jukung Sodor Sejenis perahu. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu.

Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel. Banama Tingang Sejenis rangkan. Lain-lain Masih banyak lainnya. misalnya malambung. namun dapat melaju kencang. jukung sarupih. begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. Banama Sejenis rangkan. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. basean. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. maka namanya pun berbeda. mengambang di air. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). yaitu perahu berserupu. 61 . Misalnya jukung sodor. Perahu. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda.Tjilik Riwut) Di Sungai.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat. sama-sama perahu. arut. bakis jukung. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

Juga ditemukan adanya awa. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. Pojongan. Dapur juga tidak ditemukan. terbuat dari kayu bulat. Jendela tidak ditemukan. keamanan seisi rumah terjamin. Bentuk Longlat. dan bila siang dibuka. Bentuk Kenyah dan Bahau.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. 3. Gunanya untuk menjemur. yaitu : 1. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. yang ada hanya tempat membikin api. terdapat di Tanah Tidung. yang letaknya di bawah ruang tidur. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. terbuat dari kayu yang kokoh. dengan bentuk longlat. menumbuk padi. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. Berau.9. dan menyimpan kayu bakar. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. yang disebut solek. 65 . Dengan demikian. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. Rumah bentuk tenggalan. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. Tak jauh dari rumah besar. lantai terbuat dari papan. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. Sebagai pengganti jendela. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. juga untuk menginap para pendatang. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. 2. Apokayan. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. Namanya jurang. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. dan Lepumaut.

Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. Suku Dayak gemar memelihara anjing. Gambar Hejan atau hejot. juga untuk menyimpan halu dan lisung. dan tiap ekor anjing mereka beri nama. Atap rumah terbuat dari sirap. atau berladang. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. Dimasa yang telah lalu. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. juga memiliki dapur sendiri-sendiri. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. 66 .Tjilik Riwut). menghindari binatang buas. juga karena tuntutan adat. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. Lantai terbuat dari kayu. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. satu-satunya tangga di rumah betang. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan.

burung talisok dan burung tiung (Beo). Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. butiran emas yang mereka dulang sendiri. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. begitu melihat darah. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. tajau. terkadang dari kajang. piring malawen. tempayan. bila duduk menggunakan alas tikar. juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. beberapa cara mereka lakukan. 67 . seperti balanga. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. bantal. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. tiung pantang melihat darah. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. juga kulit kayu. tiung akan mati. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. Khusus untuk burung tiung. gong. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri.Kurungan burung mereka buat sendiri. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya.

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. semacam selugi tetapi di air. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. 72 .Sakang Untuk menangkap buaya. Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Bagian ujung meruncing. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan. Rawai Alat menangkap ikan. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Ukurannya bervariasi.

Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. Rakep. Bubu/Buwu. Salahawu. Takalak. Serapang. Embang. Siap. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut. Salambau. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Sambil menyelam. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Tambu. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Buwu Puring. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. Tambak udang. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. misalnya Rengge. Kabam.) Peralatan Perladangan 73 . Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter. Pikat. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. Telung. Tukung. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Jala. Haup. Hempeng/Hampang. Takalak Liau. Banjur. Pasuran. Ikan-ikan yang terjaring. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. Santagi. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. Hantai. yang berbentuk tabung memanjang.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Jebuk. Rempa. Lain-lain Masih banyak lainnya. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. Lukah. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. pada mata kail diberi umpan. Panggilar/pengilar. Sebelum dilemparkan ke sungai. Hancau. Lurang. Pasat. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. Tangkawing. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. 4. Rawai Banjur. Tampirai. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Ringkap. terutama di daerah yang banyak ikannya.

berdiameter 30 cm. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. daun bingkuang ataupun daun purun. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. Bentuknya seperti cangkul kecil. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. Bentuknya mirip ani-ani. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. bagian ujung gepeng. Tangkai tamparang disebut pahera. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. dan sebagainya. Misalnya membuat perahu. gunanya untuk membuat lubang di tanah. Palundu Palundu sejenis balakon. 74 . tangkai terbuat dari bambu. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. bagian tajam berbentuk melengkung. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. bagian atas diberi tutup. dapat juga terbuat dari seng tipis. tinggi 30 cm. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. berdiameter 20 cm. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 . Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. lekukan atau lubang lesung.

Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi. BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 . Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan.

bahkan dalam setiap kesempatan. Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. maka akan ada resikonya. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap. Dengan demikian secara tidak sadar. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. Semua kebaikan yang telah mereka terima. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . Dalam setiap kesempatan.1. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. serta rasa hormat yang mendalam. bahkan bisa membawa kematian. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya. Resiko berupa malapetaka. bukan menjadikan beban bagi mereka. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. Demikian pula seluruh keluarga. Apabila terpaksa harus menolak. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. tidak begitu saja melupakannya. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. baik ringan maupun berat. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. demi menetralisir situasi. sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan.

Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. maka anak yang akan lahir. 2. Bahijau – hijau 5.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. Salasa Salasa berarti Selasa. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. Selain dengan cara itu. Babilem – hitam. 77 . Karena apabila lepas kontrol. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. Baputi – putih 2. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. 4. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. Misalnya dalam suatu keluarga. Bahenda – kuning. sambil berguman “pusepuse”. Ahli Waris. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. Bahandang – merah 3. Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. Apabila bepergian. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. sikap dan perbuatannya. terpaksa salah satu ngalah.

Sesama mungkin saja dikelabui. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . saudara kandung. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. cucu. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. 1. maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. serakah atau sedang melakukan penipuan. tidak punya keberanian untuk ditandak. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. Apabila ada anak angkat. Jenis kelamin tidak dibedakan. anak angkat. tidak jujur. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya.) Tandak Tandak berarti menimang. 3. karena resikonya tidak kecil. 2. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. anak. 3.2). boleh ayam atau babi. terkadang ditimang dan disanjung. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. 78 . 3). maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya.

panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang. Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 .Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun. Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .

Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. • Banau atawa Bahanau. ngangkuling banama jahawen. kaleka ulek Nyai Undang. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Raing 82 . Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Kambang sihong ringkang tatean hariran. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. kabalen kapang. Kamban baringen kilat. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Baka rintuh tisoi kanaruhan. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing. baka ginjai tulang. Juking Lewu Tanjung Hanyi. • Basarang ?. rondang karangan penyang bulu.

Kaleka Liau Rajan Pasang. Lewo Lentop Banama. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. bahanyi mandoi daha belum. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. kambang sukai baluhing. Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. 83 . Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng. rondong timbok kanaruhan. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. rondong karawah batu sambang. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. baka lelep Lewu Pulu. Sungai Kayu Lewo payong nyaho.

Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. Mantarei Lewu Payong nyahu. rondong ampah timpong. rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. rondong jumpang handiwung. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. rondong gelombang pahalang. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. randang tambarang tingang. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Tangahon Lewu Pandih Batu. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. kaleka Liau Lunuk panjang. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga. rondong nyaimbur tambon baputi. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. rondong ngajang gangerang. Mangandam Lewu Jakatan rundian. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. Rondong paseban raja. Sehungkir kamban kabanteran bulan. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. Mandomai Lewu olek kalingu. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. Kamban sihong hamaring. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. 84 . rondong teweh dare .

Penda Putik Lewu olek kalingo. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. rondong salohan tandang. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Bapakang Lewu jakatan. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. 85 . Lamunti Lewu Mandarai Sambang. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. rondong paget Hatalla. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. Rondong kereng tusang salahan tandang. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. rondong sakatan randin tandang. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. Rondong kamesak lohing. Mantangai Lewu olek lawang jata. tau mangarak penyang ije kasimpai. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. bqka tetes uhat bakau langit.

Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. 86 . rondang olek kalingo. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. rondong jakatan runjan. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang. rondong tarion antang. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Kaleka Liau Handiwung belum. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. rondong tarian antang. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Rondong riak batu sambang. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali.

Rohong Lewu Jakatan Runjan. rondong olek kalinga. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. Rondang pasang darah. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. rondang kajang apoi nyaro. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. rondang tahutan Liau Lampang. Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. Dandang Lewu Jakatan Runjan. Tumbang Kakat 87 . Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. rondong olek kalingo. Marapit Lewu Jakatan Runjan. rondong riang batun sambang. Penda Payang Lewu Olek Kalingo.

jiwa terpisah dari raga. Puruk Cahu. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. Apabila berita duka telah tersebar. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. Kuala Kapuas. 5. .mandoi mai atawa . tkt. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. aran solake Tumbang Kapuas. Buntok.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang. tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. Kumai. Mandomai. Ampah. Kuala Pambuang. Tambahan Keterangan 1. . Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. gong . Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . Kasongan. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. Pulang Pisau.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. Suara gong ditalu kuat atau keras. Sampit. uluh bakas helo. Tamiang Layang. namun dengan irama pelan. Muara Tewe. selama kurang lebih setengah jam. . Kuala Kuayan.5 Km.mandoi umai. . Sei = Sungai. 2. maka dengan seketika mereka. 4. . yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. manjadi Pulau Telo wayah toh. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. baik karena sakit. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam.gong . Sekalipun sedang 88 . rondang pasang darah.gong . Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. mendadak atau karena mengalami kecelakaan. kejariae. . Tewah. Ketika ajal menjelang. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. Pangkalanbun. Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. 3. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. Tumbang Samba. ie te hila dipah Kuala Kapuas. 4. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. Kuala Kurun.

di perahu. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. bicara pelahan. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. menyediakan tungku tempat masak memasak. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. Tantulak Matei. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. Ada penduduk yang tanpa komando. di rumah. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. dibakar ujungnya. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. Peti jenazah dibuat saat itu juga. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. tidak membuat kegaduhan. kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. atau lainnya . berduyun-duyun mendatangi rumah duka. tanpa menunjukkan kegembiraan. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. runi. pada saat itu juga. kakurung. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. Apabila hal ini tidak ditaati. Penguburan. biasanya mereka bekerja bahu membahu. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. Pada saat penguburan. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Pada sore hari. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. Pada malam hari. Di rumah duka. b. 89 . Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. di hutan atau di manapun mereka berada. menggelar tikar. bisa dalam bentuk raung. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a.bekerja di ladang. langsung mengumpulkan kayu bakar. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk.

tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. ditutupi tujuh lembar potongan kain. diberi penutup. Pada lubang telinga dan lubang hidung. Pada bagian mata. Setelah peti mati selesai dibuat. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. diletakan di kiri kanannya. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. dimasukan ke dalam peti mati. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. diletakan batu atau uang putih. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. Ujung benang pengikat kaki. Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. Setelah semuanya siap. Setelah upacara meludahi patung selesai. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. Segala sial dan malapetaka. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. adalah pantang makan nasi. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. Beras satu mangkuk. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. kepala diletakkan arah selatan. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). besei atau pengayuh. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. gotong royong warga kampung. untuk perempuan. yang antara lain pakaian. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. patung dua buah. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. 2). jenazah diikat dari kepala hingga kaki. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. diletakan disebelah kiri. kepala diletakkan arah utara. 90 . Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. mandau. Jenazah seorang laki-laki. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. lalu dikenakan pakaian. Garam satu mangkuk 3).c. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. tombak.

S. ns). Dihanyutkan dalam air dengan upacara. ) foto Ritual Adat. S.T. lalu ancak tersebut digantungkan. Dibakar. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih. Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. Maksudnya (tidak terbaca. ) foto Menikam binatang korban – kerbau.makanan tertentu. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ) 91 .T. 4). kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan.T. ) foto 1 foto 2 Basir . 5). Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). 2). ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. Beberapa Cara Penguburan 1). Setahun kemudian. ) foto Membersihkan tulang.) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah. S. 2). Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. 3). S. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. pada hari itu juga. Niwah Palus. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung. 5. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. S.T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa.T. ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang.Ketika jenazah telah dikebumikan.

Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. yang bertempat tinggal di langit ketiga. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jiwa atau Roh. Merampas. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. mencuri dan merampok. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. c. Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. Bila dana belum mencukupi. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. b. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. Setelah mengalami kematian. laut. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. Manuk Ambun. ada kematian. d. maka segala kesulitan dapat diatasi.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. melalui sungai-sungai. telaga. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. mengambil isteri orang. Lewu Tatau Habaras Bulau. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. gunung-gunung. a. Habusung Hintan. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. dengan melalui bermacam-macam rintangan. Barang- 92 . Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. tasik.

Sandung Tulang. foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). i. Tambak. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. q. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. Jenis dan Nama Peti Mati : a. h. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. Sandung Raung. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. b. dengan empat tiang. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. Sandung. Sandung Rahung. yaitu para kepala kampung. r. 3). f. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. d. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). Sandung Naung. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. ada tutup peti pada bagian atas. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. m. j. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. Pambak. c. Sandung Dulang. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. tempat menyimpan tulang belulang. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. dengan satu tiang.2). Pali akan pambelum itah harian . Kakurung. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. n. 93 . kepala suku dan kepala adat. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. Sapundu. Jiwab. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. o. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. 2. 2). dengan enam tiang. Sandung Balanga. e. tempat menyimpan abu jenazah. juga dikubur dalam tanah. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. seperti peti mati pada umumnya. l. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. Kakiring. g. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. diantaranya : 1). Ambatan. k. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . dengan tutup dibagian atas. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi.

mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. 94 . Indu kakicas. ayam. Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Di masa silam. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. babi. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. Basir. namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. sapi. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut.3). Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. 3. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Pelaksana upacara sakral 1. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. selalu duduk di atas gong. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. 4. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. dalam hal pengobatan. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. pambelum itah harian andau . 2. Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. namun lahir utuh terbungkus plasentanya.

hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. Naga Galang Petak. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. apakah Mahanteran atau Balian.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . Jakarang Matanandau. Jin. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. katambung dan tarai mulai dibunyikan. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. Pada hari yang ditentukan. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. Bulan. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. Jata. Nyaring. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. Bintang. Setelah diumumkan. Salah satunya. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. kangkanung. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. 95 . Patendu. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. Sangkanak. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . Kambe Hai. garantung. Pampahilep. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. toroi.

kakek neneknya hadir berkumpul di situ. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. juga memalas batu-batuan. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. ibu. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. panjang umur dan banyak rezeki. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. bibi. nasi. baik ayah. Tidak mentaati aturan. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. pangantuhu. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. Benang Ranggam Malahui. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. 96 . muda. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik. rakas. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. berdiri mengelilingi sangkaraya. penyang. jauh dari segala penyakit dan gangguan. minyak sangkalemu. Di samping untuk memalas. paman. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. kemudian dilemparkan ke atas.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. kaki ayam. ramu. minyak tatamba. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. tua. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . karuhei. serta segala penjuru. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir. resiko tanggung sendiri. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. Setelah Menganjan selesai. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. anak. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. suasana meriah riang gembira. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. babi. mandau. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. mulailah acara membunuh binatang korban.

Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. orang terluka. sakit. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. Pali makan kera. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. Pali makan Ahom . Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. Pali makan kelep dan kura-kura. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. 13. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. 6. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. Pali makan Burung Tanjaku. Pali makan Mahar . pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. Pali makan Kalawet 9. 12. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. 5. 3. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. 11. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. 10. serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. Jata. 97 . Pali makan Ular. Pali makan Buhis 8. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. Pali makan Tahatung. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. 2. Pali makan kijang. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1. rokok. sirih. Pali makan Beruk 7.kemungkinan ditangkap. jangan sampai terjadi kematian mendadak. 14. Pali makan kancil/pelanduk 4. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah.

16. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. sapi atau babi. 98 . 18. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. juga ada pali berkelahi. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. 17. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. kemudian dibungkus dengan daun itik.daun bajai. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. serta empat orang duduk di belakangnya. Pali makan dawen bajai. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung . Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. Kemudian Talin Pali diputuskan.15. Pali makan daun keladi. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Pali makan ujau. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. berkumpul. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien. Pali makan Angkes. 19. Pali makan buah rimbang.

bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. ayam. 2). Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. memiliki keberanian luar biasa.Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Cara pertama : 1). Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. terlebih dahulu di uji keberaniannya. sapi. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. gagah perkasa pantang menyerah. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. semua ada aturannya. Cara kedua : 1). 3). Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. dinamakan kempas bunuhan. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. babi. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. mereka disambut dengan laluhan. 2). baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. tidak begitu saja diterima. Mereka yang datang. Kepada tamu yang datang. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . gagah perkasa pantang menyerah. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. taharang dan manetek pantan.

Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. tanda mata diberikan kepada mereka.untuk Sangiang. Setelah hari ketujuh. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. Kilat dan Nyahu. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. burung Antang. burung bahotok. Balian. menabur-naburkan beras ke segala arah. Pampahilep. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Dengan perantaraan seorang penawur. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. Terima Kasih dan selamat jalan. kambe. Matahari. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. Patendu. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. yang dengan sarana beras. upacara segera dimulai. Diawali dengan seorang penawur. Sangkanak. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. burung papau. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Nyaring. 100 . Bintang. banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Kemudian diulangi lagi. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut.

Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . Menjelang pintu ke tujuh. Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. barulah mereka mencapai langit pertama. Pambujang Linga. 7. 8. 2. Balu Indu Iring Penyang. Apabila sesajen diterima dengan baik. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. Kanyumping Linga. Mantir Mama Luhing Bungai. Pambujang Hewang. 5. antara lain: 1. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. Tarung Lingu. 4. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. 3. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. Bersama Raja Anging Langit. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. 6. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. Haramaung Lewu Danum Jalayan. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . Setelah melewati empat puluh lapisan embun.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. lalu ke Tasik Malambung Bulau. seorang sangiang akan turut serta. lalu langit kedua dan seterusnya. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut.

Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. empat puluh lapisan embun. . 102 . kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. 3. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. tidak terbaca. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. Indu Sangumang. Setelah upacara selesai. 2. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. Mereka adalah : 1. diadakan pengecekan ulang. tempat Raja Sapaitung Andau. Disinilah Banama Tingang . lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. . Raja Tunggal sangumang. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. ns). disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. . Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. Mantir Mama Luhing. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. tidak terbaca. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. Permohonan telah dikabulkan. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. berarti permohonan mereka ditolak. .) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. ns. yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat.

dia jaka penankekei. hapaharis rayung baya tandak. bara busi renteng bapampang pulu. 103 . nampahanjung luwuk kampungan bunu. mantilung kanaruhan ringgit. kangatil garantung. panati danum kalunen. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. ije puna hampang jawah hempeng. burung lingu kanyumping linga. akan luwuk kampungan bunu.katabelan uluh balai nyaho. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. Balu indu iring pinang. malentui gentui daren lintung. runting tajahan burung nampasut. Nyimak saturi malayu. basali mangkuk sarangiring laut. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. panasiran Hawun. belum nantuguh labatang entang bulau. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. raja tabela basandar ranjang. nyahungku indum luang reawei. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. uras nyahuan usang. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. antang manamuei manajah riak renteng tingang. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. harenjet ganan. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. katabelan uluh balai entas. ie babalai sansiri koenjat antang. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. anak salibayung antang. Kuntep kamaras. nyahuangku bitim. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. uluh lewu danum jalayan. Hapan juyang bangkang halelan tingang. akan pantai danum kalunen. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. hai ganan. kenyui mangja. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. kilau nampasut tingang ije kadadang. mahutu Penyang.

telu. awang matei junjun helu. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau.Ie jari bitim behas. tuwung siakung tatau. are timpung jari tampahar harus laut. manipas ulek lawin lanting raja. bulau tambun . . tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. jadi sukup tuntur. dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. Te palus teneng gandang tambun jete. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. pusuk rawung bambau ukei. hatingkap pusuk rahing tarung. hayak enum bandadang. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. te kareh tandakm panjang. Mampahulang naharantung nyalung. jadi barakandung peteh. sama manetep tuwung tambun rayung tatau. nasat kabangkang nayu-nayu. mateiu lunjang lenjut. due. mahapan pahulanger bulan. basali tanduh babulung bulau. halawu bumbung dawen purun. jadi peteh manyiret. mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . pantai danum kalunen. gohong santik malelak bulau. nampara nampulilang liau. entan bulau. jahawen. nihau tutuk panambalun tambun. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. te palus manekap katambung. hasapau dawen birun bukit. Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. Kilat baputi dia kanatah hintan. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. nipas marung garing gantungan. karungutm ambu harenda pandung. hijir bahenda dia nanggalung bulan. rintuh rinau. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. epat. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. lime. kalalambang tambun. . hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . bahing jarambang. unduk ampah tanjung ambun buang. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. batesei manturana pakaluyang bulau. talawang. hakalusang patung. luwuk kampungan bunu. Hatalla baparung rangkang huang danum. batiang janjin. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. kamalesan karatu lumpung matanandau. Kilau lanting darai janji manalan.

Awang matei . ela naharantung bahing pantung sambang. pain bukit tunjung nyahu lilap.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. nakaje andau bunu nalanjat pandange . harenda riang dedet habangkalan garantung. nyahu mangaruntung langit. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. uei ringka. bara hemben horan. panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. pantis kambang garing manyangen. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. bakulas aku muta tingang. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . kabantikan asai menteng ije tawae. sandung danun dua kapamarau langit. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. hindai aku mungkang tandakm. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. kabahena bajanda. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. nambaji garing handue uju hansasulang. mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. kanahintip talampe. tapalumpang limpet. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. malangka langit. kanyaki liau Randin tandang. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. Petak sintel hambalambang tambun. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. kamalesang kereng rohanjang tulang. ie palus hajanjuri hanjak. haring saluhan antang nahuei. meto rama batanduk garing. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. Bahalap nyaluang. pakur layang antang. basa tawangku panamparan belum. buli pampang raung. jalan liau matei nabasan dohong. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. harende pandunge balau tambun. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun.

parei tanjujik helang uhat 106 . palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. nambatang suling. ie duam kauju andau. taparuyang rayuh. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. galigir bintang. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. tampan jata bara huang danum. paninting aseng. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken.tambun. Ie rawei banama baongkar puat. nasuwa sebutan bitim. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. haring lamabat hambalaun nyampali. manangkep balitam. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. sawang bapangku anak. Ie mangambang bulau. sedang handiwung kesampelau belum. ie umbet kanumpuh bujang. ie parei. ringun tingang. Baluhing gohong. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. luntur bahandang batinting lima balas. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. pandung malelak bulau. Nundun balitam tingkah nundum paturung. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . kanarah lintung talawang. belum nahabulun urung. bateras nyalung Kaharingan belum. puna bitim hai kuasam belum. te bukum jadi handiwung pakandung pusue.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. . Berat dan Kerja Keras. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. c). Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. kami semua siap untuk berlayar . Okey deh. dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. Akibat motorboat rombongan. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. self service. Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. .Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. Kami hampir terjun memberikan pertolongan. Hari telah menjelang siang. malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. . a). seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Kami terkejut . Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. . Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. b). sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. . Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. . Siap untuk berlayar . Oltmans Dar SK. kata 108 . Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Kami terperanjat dan bertanya. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat.L. . Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. Kami tidak menyesal. Vrij Nederland. Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. . Barang barang kami angkut sendiri. Sarapan pagi hanya dua kerat roti. yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat.. ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. kami tolak secara halus. . .

Tabuh Gong dan Hantu. Puas dengan Memancing . Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. . Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis. Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . harus lebih dinamis . “Haiyaaa . Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura.000. Raksasa mohon . Stop Bung . yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. Inilah sekedar kegembiraan mereka. Luasnya 550. Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. . Jujur . Barito. Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. . e). Kapuas. hasil alamnya besar. tidak termasuk Kalimantan Utara. dengan kepulan asap pertanda sedang masak. 5 ½ kali Pulau Jawa. dan maha besar alias raksasa yang mohon . maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. Anjir Serapat. hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. bila Kalimantan terbangun dengan baik. “ Be carefully my friend”. .000 jiwa manusia. Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. . lain tempat lain tabiat wanitanya’. . . dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. Mereka seharian memancing. teriak wartawan dari Shin Hwa. Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. selain bentuknya besar. dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya.000 kilometer persegi. g).kami. Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. . karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan.”. . Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. ketika kami tegur. gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. . d). Karenanya gaya hidup harus dirubah. Menurut perhitungan Bung Karno. cepat dan produktif. . . f). ya jujur dan jiwa mereka bersih. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. . .

merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Serupa kalau kita naik kapal besar. semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. kiranya dugaan kami itu salah. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. . Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. berlangsunglah rapat raksasa kecil. . barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . . Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . malah petentang-petenteng di depan . Walaupun lelah. ada selendang. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. . aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. ada kain sarung. Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. Terkadang kita hampir-hampir mangkel. Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. Jiwa Gotong Royong Yah . . . Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. kurang sopan pak. Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. gaya baru. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. . Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. Perahu-perahu kami meluncur terus. Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. . Memang satu hal yang patut dipujikan. dan jalan keluar telah terlihat. Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. seolaholah sebelum kami mengerti ah . Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. i). rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. sedikit menggaruk-garuk dan . . Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. yang merupakan simpanan mereka. . Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. . Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. . Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. dan kami agak merasa berdosa. dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. Di sini lain lagi. h).. . Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas.dihentikan karena ada tanda stop di depan. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. . pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. bahaya banjir. ada tudung atau sarudung. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. Ada kain lepas.

k). Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. airnya tidak ada. Oleh karena itu. secara gojek. bahkan bekerja seperti biasa. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. Terkadang-kadang ada minuman. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. makanan telah tersedia. minum. Ada yang telah menerima gelas. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. karena perut belum terisi sepanjang hari. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. bersenda gurau. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. Menjelang senja. Sesudah makan. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. karena terlalu puas memancing . hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. j). sampai dengan mancing saja sudah puas. Ada yang telah menerima nasi. Ah . dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. lauk pauknya tidak ada. . Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. Kamipun terpaksa tidak mau kalah.keselamatan dan kebahagiaan manusia. . beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. kuat. . kataku. Untuk melepaskan lelah. Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. gelas tidak ada. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. mana yang cantik. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. . Ada yang telah memegang piring. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. nasinya tidak ada. maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. Minta pendapat pak. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. 111 . berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. hampir serupa dengan puteri Solo. demikian Bung Karno berkata. selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. Di Kapuas . l). demikian ucapan Bung Karno. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. . Di Kabupaten. Jangan Puas dengan Mancing saja. . sekedar. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. Serupa Puteri Solo. Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. membersihkan diri sendiri.

Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. semula bernama Pahandut. dan sekarang bernama Palangka Raya. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. Paginya barulah turun ke darat. mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. sambil menunjuk ke kali yang luas. Hanya Bung Karno yang naik jeep. Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “.Bagaimana perhubungan? Ya . menanyakan di mana hotel/penginapan kami. Dalam upacara adat. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. sewaktu di tanya kepada panitia. harus mandi. Menurut adat setempat. akhirnya apa boleh buat. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. di pinggir kali . “itu pak “. . Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. plung . sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. kami menggayung dan menimba air. kembali menjadi kantor biasa. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. . . tidak mandi. kurang lebih 3 km. tetapi sebelum dan sesudahnya. kami tidak boleh turun. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. . baunya keringat tidak tahan lagi . . m). tegas dijawab. . tidak terkecuali para Menteri. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. Jangan heran. Kembali ke Hotel. terus jalan kaki . Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. . kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. . 112 . Kuala Kapuas. perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. Pahandut. Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. Kami bergegas-gegas menemui panitia. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. . ikei heam aro ang kajipon “. yang lainnya jalan kaki. paling lama 20 menit. Ke Palangka Raya. Begitulah pendapat Sri Sunan. lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. dan itu memang benar. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. . tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. . kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. Sekarang menjadi tempat penginapan kami. . terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. Besok paginya. n).

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. pada zaman Lewu Uju. 6. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 . diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. 5. 3. Zaman Tambun Bungai. ada dua pendapat: pertama. 2. 4. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara. tetek tatum. yaitu zaman Bandar. dan kedua. nama Bandar sering disebut-sebut. Dalam karungut. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. disamping untuk menguatkan pemahaman. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar.Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. Dan seterusnya.

Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan. Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga. Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli.

Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti. 116 . Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas.Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan.

Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang.TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar. Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan.

Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata.Itu perbuatan semua budak. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 . Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar.

Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar.Anak tunggal tak bersaudara. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 . Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga. Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati.

Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah.Diancam jiwa serta disuapi. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga. Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 .

Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan.Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. 121 . KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar.

Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri. Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. 122 . Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana .mana. Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua. Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera.Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari. 126 .

Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna. Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. 127 .Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan.

Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian.Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah. Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. 128 .

Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu.Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. gelang. Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan. 129 . Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu.

Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari. Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang. Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 .

Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar. Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama. Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda.

Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat. Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. dicium.Dipeluk. Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan. BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah. Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 .

Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang.Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat. 133 .

Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha.Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. 134 . Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera.

Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk. Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka. TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru. Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 .

Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali.Terus memperkosa tentu menjalar. Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .

Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang. Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya.Mencari tempat yang tak disangka. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 . Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira.

Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang.Oleh Bandar anak celaka. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Dambung. Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama. isteri.

bapak. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu.Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 . Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. sumpit. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan.

Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru. 140 . Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah.Boleh rebah bagai kayuan.

Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Hati kecut dan tepekur. Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 .

Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya. Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus.Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya.

143 . Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan.Sampai Kalingu pasti menjalar. Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal.

lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 . Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta.

145 . Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk.Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan.

Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala. Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati. Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan.

Itulah dia yang kusembunyikan. 147 . Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan.

Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan. Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat.

Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat. Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Dimanakah bekas atau dengung. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema. Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji.

Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 . Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan. Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan.Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan.

Begitu Jata telah pikiran. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan. Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu. 151 . Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar. Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar. Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral.

Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat. Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 .

Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. 153 .Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali. Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar.

Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji. Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar. Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 .

Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga. Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan. 155 .Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal.

Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa.Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Tiada panjang akan cerita 156 . Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan.

Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 .Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu. Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera.

Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.

Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. 159 .Menderu berirama kepada sekalian. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. hutan biduri Laut lepas diselam sekali. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. gunung. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung.

Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 . Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan. Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya.

Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak. Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang.Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras.

Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 .Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. di darat. Kapal cepat berjalan segera. Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma.

Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi.Tanda persaudaraan untuk selama. Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. 163 . Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang.

Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai. Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan. Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih.

Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Semua datang besar ingin 165 . Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri.

Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 .

Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan. Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan.emas.Harga pantas tak ditawarkan. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. 167 .perak.

Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia. Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 . Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya.

Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya.

Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku.

Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi.Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Puteri istana juga ditunggu. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 . Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan.

Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara. Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan.Mandau bagus tempat kesayangan. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir.

Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 . Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin.Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba. Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan.

Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun. Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. 174 . Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera.

Siang malam puteri mendoa 175 . Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai.Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan. Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu.

Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah. Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 .

Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. 177 . Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku. Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua.Banyak kapal kecil besar. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri.

Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 . Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan. Sedemikian permintaan puteri.

Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul. Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun. Umbun. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian.Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. 179 .

Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah.Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam. Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Akan ketentuan segala jujuran 180 .

Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang. Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran.

Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan.Siapa melihat tentu menyilaukan. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang. Bandar. 182 . Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. Sumbu. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti.

Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula.Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. 183 . Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang. Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. sejuk terasa. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. 185 . Matahari bersinar terik. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. resah. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. Pada suatu hari. matanya menerawang jauh ke depan. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. Tanpa sepengetahuan si gadis. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. ceria. besaluka tanpa penutup dada. bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. membangun pondok untuk tempat beristirahat. Menyaksikan hal tersebut. namun karena berada di rimba raya. 1. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. dan terjun berenang. penunggu daerah tersebut. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. kelompok kecil itu naik ke darat. jantung Burut Ules nyaris copot. Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. gelisah.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. membabat hutan. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. ia kerja keras. padahal jarak antara mereka tidak jauh. terletak di daerah Kalimantan Tengah. Ia seorang yang bakaji . Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. Burut Ules terpana. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. Tanpa kawan. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. dan kantuk mulai datang menyerang. matanya menatap tajam ke arah sang dara. Setelah puas mandi dan berenang. penuh tawa canda nan meriah.

Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. 186 . Suatu hari. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules. hitam. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. Singkat cerita. ia hanya menjawab singkat. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. mandi sambil berenang. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. Kepanikan pun terjadi. dan hanya berdua. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. aku tak akan melawan”. silahkan bunuh aku. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. pada saat yang tepat. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. Rasa cemburu mulai muncul. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Suatu hari muncul seorang pemuda. Ketika melihat Burut Ules datang. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. mereka selalu pergi berdua.Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. penuh tawa ria. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. Namun.. berenang ceria. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. Timbul kemarahan Burut Ules. dengan ceria terjun ke telaga. . namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. mamut menteng.. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. yang ia berikan kepada isterinya. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya.

kerja. menangkap ikan. tak seorang pun tahu. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. ia akan kembali ke alam ayahnya. Ketika menginjak usia remaja. walau tak terlihat dengan mata jasmani. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. Petir kilat sambar menyambar. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. Suatu hari di Teluk Derep. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. Setelah melampaui usia balita. maka janji itu telah ditepati. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. Wangsit 187 . Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. Di Bukit Batu ia balampah. Sesal kemudian tak berguna. Sesuai janji. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Tumbang Kasongan. letih tidur dan kerja lagi. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. Tanggal 2 Pebruari 1918. Waktu berlalu. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. kerja. 2. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. namun apabila anak laki-laki yang lahir. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . Sejak kecil oleh ayahnya. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya.Sebelum pergi. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. dan terus bekerja. sangat mendambakan anak laki-laki. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Entah apa yang ia lakukan disana. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. saat itu telah dewasa. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya.

tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. batu telinga itu pun gaib. Singkat cerita. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. Memang benar pada saat firasat dirasakan. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. Djainudin. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. ketika sampai di Banjarmasin. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. belum ada layanan pos.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. 188 . Jangankan ke pulau Jawa. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. naik perahu dan rakit. Belum ada telepon. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. Dapat dikatakan hanya impian. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. Tjilik Riwut tak kenal putus asa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->