Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Sebuku. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. Dakkus. Tibi. di sebelah barat ada Selat Karimata. Rachmat. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Sebatik. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. dan Madi. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. Panebangan. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. sungai-sungai dan lainlain.175 m dan Bukit Raya 2. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Kalimantan dikelilingi laut. Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. Laut. Borneo. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Schwaner. menurut peta topografi adalah 2. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Natuna. Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. Dr. Derawan. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu. Teberian. Baru. Bunyu. Meratus. Nunukan. Molengraaf. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. Karayaan. Tanjung Negara (pada masa Hindu).218 m. walau bukan puncak yang tertinggi. mantan ‘besar’).A. Tarakan. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. Maya. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. 4 . dan sebelah selatan Laut Jawa. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Panjang dan Kakaban.Lokasi. Muller.278 m. Subi. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Damar. Baru 30 tahun kemudian. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Serasan. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Bangkudulis. Hans Winklen.F. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. Keramayan. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. Daerah Lingkungan Alam. Karimata. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. gunung-gunung.

Kahayan dengan anak-anak sungai. Kayung. dan famili nyphacacene. Usang. Paloh. dan Sekatuk Mahakam. Kupang. Puting. Kinabatangan. Melinsan. Murung. pisang. Krian. Batang Rayang. Ambawang. St. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. Arut/Lamandau. Kalumpang. Paitan. gelagah. Batu Laki. jenis alang-alang. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. Sampit. dan Sebangau. dan Kendawangan. dan terutama karet. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. Kapuas Kecil. dimana terdapat kebun buah-buahan. keminting. kancur-kancur. Sebakuan. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. Katingan atau Mendawai. Sesayap Karangan. Radas. Air Hitam Besar. Baram. kerokot hijau. kasturi. dan Bahan. Sekatok. Batu Licin. 5 . Mangkalihat. Kawalan. famili papiliomacena. Baram. Pawan. sukma. kemudian keladi air. Datuk. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. Segama. Sambas. masisin.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. jenis sup-supan. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Lucia. Silat (Selatan). Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. Adang. Kagibangan. Datuk. Kapuas. Marudu. genjer. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). dan Kalapang. Sengkulu. hutan krokot. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. palmae. semangka. galah motawauk. ubi jalar dan labu (waluh). Jelai. jenis pisang. Padas. Sambar. durian. kesisap sayur. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. keramunting. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). Mentaya atau Sampit. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. dan Malatayur. dan Pembuang atau Seruyan. hutan. kangkung. tambaran-tambaran. Kemudian juga famili compositae. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. telor jarum. Kayan. Sugut. Teluk yang ada: Teluk Berunai. Trusan. Hantu. Simpang. Sebangau. jenis langsat. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. pepaya. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). kangkung. Kumai. dan kerokot merah. Aluh-aluh Besar. Landak. Balikpapan. wedasan. telor belalang. karmalaha. bingkai dan balaran dali. Lahei. Sembakung Berau. tusuk konde. Durian. duku/langsat. petah kemudi. Serban. rumbia. bayam duri. paku payung. Mempawah. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. jukut. rambutan. Kemenah. Darvel. Layar. maman hutan. Kumai. Sebangkau.

kayu garunggang. Schimper. dan Luard. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. irit.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. kayu palepek. rotan sigi. belatung. kayu damar. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. memiliki hasil alam yang beragam. kayu rangas. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. landak. dan buaya. Lurus Raden. bajungan dan lain-lain. 6 . bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). Jempang. kertas. dan hutan gunung. beruang. Badagai. Sentarum. kayu meranti. hutan rawa. Manjan Delima. bebek (itik) dan kerbau. kayu rasak. Madara. kulit kayu. madu. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. bulin. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. kayu lanan. Bulan. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. korek api. orang hutan (kahiu alas). Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. ular sawah. tantuwu. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. Gadis. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. hutan nipah. kayu meran bungkan. Kamipang. Sembuluh. semambu. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). Umbang. onglin. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. achas. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. Hutan Kalimantan yang begitu luas. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. kayu tampurau. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. eusideroglon. kayu bangkirai. Melintang. hutan bukit-bukit/belukar/primer. Beberapa lilin. Hampangen. Murdjani. Semanjang. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. lilin.

James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. awalnya dikuasai Raja Brunai. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. Daerah Serawak. Sementara menurut Dr. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. Mohr. Setelah tahun 1800 masehi. bernama James Brooke. Schmit dan Ir. Setelah kerajaan Malaka jatuh. Pada tahun 1830 masehi.H. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. Abad kelima belas negeri Brunai. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau.H. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau.Iklim Menurut Dr. A.A. J. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Akhirnya tahun 1889. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. Ferfuson dalam verhandelingen no. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. Menurut alamnya.

mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Kayan dan Bahau. seperti Bahau. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. Lalu lintas darat sangat terbatas. Cara bergaul menunjukan keakraban. Bagi penduduk pribumi. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. nampaknya semua berasal dari satu turunan. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. Mereka berwatak keras dan jujur. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. banyak yang bermukim di pedalaman. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. Iban. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. Kayan. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. Sungai besar adalah: Rajang. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Kelambit. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. tetapi mudah tersinggung dan dendam. Bangsa Melayu. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. Punan. Makin masuk pedalaman. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. Batang Lupat. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. yang terdiri dari suku-suku Melayu. Baram. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . dan Murut. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. Limbang. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. apabila ingin mencapai kemajuan. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Yang terbesar adalah suku Iban. Punan. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. Lalu lintas yang utama adalah di air. Kenyah. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. mereka belajar dari nenek moyang. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda.

berasal dari suku Punan Uhing. Selain itu. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. batu liat. Untuk daerah pedalaman. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. 3. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. Semitu Hulu. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. Semberuang. tinggi 1700 m. 5. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Muller. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Sanggau. Terdapat batu pasir. batu-batu sendimen. yaitu Gunung Nait. 9 . Tanah pegunungan tinggi dan rendah. terdiri dari batu-batu beku. Nanga Balang. Tayan. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. Nanga Talai. pegunungan Singkawang. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Nanga Tanjung Lakung. Nanga Mentalunai. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. Pegunungan Kempayang. batu sendimen. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. batu lempeng. 7. berasal dari turunan yang sama. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. 6. berasal dari suku Buket. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. dan perubahan dari batu-batu tersebut. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. Schwaner. Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. Batu-batu beku. Batas Landak. 4.barat. tinggi 1767 m. 2. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. berasal dari suku Punan Howong. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. Schwaner. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. Nanga Erah. Letaknya sebelah timur laut Bangka. misalnya granit dan kwartdioriet. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. berasal dari suku Punan Howong. berasal dari suku Punan Kerco. Nanga Belatung. berasal dari suku Buket. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. dikelilingi pegunungan Bayang. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. Pegunungan Gramiet. ditemukan di pegunungan Paloh. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. • Gunung Saran. cara pengobatan masih secara tradisional. misi dan zending. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. menurut para ahli etnologi.

rawa sungai dan pengairan tehnis. juga di Pontianak. keturunan Solok dan Piliphine. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. emas. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. mangan. Pegunungan Tinggi Madi. Yang tidak luas dekat Kandawangan. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. Sukadana. tanah di belakang pagung tergenang air. hidup berkelompok. Iklim. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. sanstone. molydenite. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. Di Kalimantan Barat. yang pada waktu surut. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. bauksit. dan sungai. Sanggau. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Pengairan. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. Pertanian. tembaga. sampai di tepi laut dekat Singkawang. Asalnya dari batu sungai. Diwaktu air pasang. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. kelapa. Landak. menetap di sebelah timur pantai Berau. Pegunungan Hulu. Di Paloh dekat Sambas. Pegunungan rendah dari Bengkayang. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. curah hujan sangat sedikit.Di beberapa tempat ditemukan marmer. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. ditemukan pengairan pasang surut. Tanah liat laut yang sudah tua. karet. batu tersebut berubah menjadi tanah. Pada bulan Januari. Suku Bugis dan 10 . Suku Banjar. batubara. sebagian besar dari Pegunungan Muller. Mata pencarian utama. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. Melawi Utara dari batuan pasir. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. cinnabar. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. dan Juni – Agustus. karena proses alam. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. koaline.Pebruari. yaitu di Gunung Bayang. mica. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. terletak agak jauh dari pantai. misal. dan jenis tanah ini tebal sekali. menangkap ikan di laut. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. Batu-batu pasir dan kwartsieten. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. lama-lama berubah menjadi pasir putih. Tanah datar rendah dekat petani ini. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. membuat pagung overwallen ditepinya. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. Penduduk Kubang Solok. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan.

Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau.Mandar menetap di pinggir pantai. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. 11 . Banyak mendiami daerah pantai. akan tetapi penyebaran tidak merata. Di Kabupaten Kutai. dan sebagainya. Suku Punan. terdapat di daerah Kutai. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. pohon. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. Suku Pasir berdiam di Sepan. hutan. Bangsa Tionghoa. Berau dan Bulongan. banyak yang beragama Islam. dan hidup sebagai nelayan. Suku Bajau. Walau mereka berdomisili di Kutai. Mata pencariannya. dengan mata pencarian utama berdagang. suku Berau. Suku Basap. Pendatang lain ialah suku Banjar. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. hidupnya masih mengembara. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. Diantara suku Punan. berburu. Sotek dan Pemaluan. suku Bahau. sungai. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. sejumlah 328 jiwa. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. menyebar di seluruh pelosok Kutai. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Katholik. menangkap ikan. Kerajaan Kutai. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. suku Kenyah. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . Dari kampung Long Nawang. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. suku Ulon Dayo. didominasi oleh suku Dayak. Suku Jawa. Kristen Protestan. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. suku Tunjung. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. Suku Punan. Adanya satu Tuhan. rawa. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri.

Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. Sungai Mahakam. Berau. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. 2. Gunung Kerihun. dan sebelah barat. panjangnya 223 mil. tingginya 1233 meter. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. Bukit Batu Tiban. Gunung Kong Kemul. berbatas dengan daerah rawa. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. tinggi 1600 meter. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. 3. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. Gunung Kundas. Pegunungan Candi Hantu. bagian yang paling dalam 38 meter. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. dan Gunung Saren Pala. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . terletak di Kabupaten Kutai. gunung Cimanis. 211. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. 12 . Perbatasan dengan Serawak. dan yang paling dangkal 4 meter. Dari utara ke selatan. tinggi 1704 meter. dan bermuara di dekat Selat Makasar. walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. Pasir. Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. Gunung Benua. Pegunungan Lasan. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum. Gunung Sarati. yang masih aktif. tinggi 1790. Gunung Lumut. Inggris. terletak di Kampung Baju . Enam puluh persen. • Sebelah timur dengan Selat Makasar.2. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. Gunung Siagung. terletak di Samarinda. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. Di daerah Kabupaten Pasir. Gunung Tambalang. sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. ketiganya terpecah lagi. tingginya 1380 meter. Tahun 1870. perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. tinggi 2053 meter. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. 3. Pegunungan Iban. perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit.145. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . dari muara sampai ke Long Iram.

belukar.6 mm. Daerah batu/ tanah kapur/karang. • Pada musim hujan. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut. danau. Bagian timur berdaratan alluvial. 2. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm. 50-300 meter dari permukaan laut. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan. Berbukit ringan. terdapat di pegubungan Meratus Babaris. Berbukit berat. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. 145 hari dalam setahun. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering.200 km2.95% dari keseluruhan luas Indonesia. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa.564 km2 atau lebih kurang 7. melalui Pengarus sampai ke Koah. terdapat gunung batu kapur. terdiri dari hutan belantara seluas 126. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) . letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 . Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel .750 Ha. musim panas 30 celcius. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153. suhunya rata-rata 17 celcius. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. dan kampung-kampung. 2. rawa-rawa 18. sungai. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus. dan genangan air lainnya seluas 4. membentang jalur tanah kapur.terdiri dari tanah pematang. Maratus. hingga ke goa-goa kapur. beriklim tropis yang umumnya panas. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4. Laut Jawa di sebelah Selatan. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur. Demografi 13 .1160 Bujur Timur (BT). Pegunungan Meratus. kebun karet. 3.115 km2. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002).686 km2 . Rata-rata curah hujan.814. 5-100 meter dari permukaan laut. Daerah pegunungan seluas 212. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris. Dari daerah ke daerah.

diantaranya Manyan. 6. sekitar Long Pahangei di pedalaman. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. Kahayan. damar dan rotan. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. Kalimantan Timur. dan Kapuas. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. bekas wilayah Inggris di utara. Rungan.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. hulu Sungai Kapuas. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . Desa Tumbang Sabetung. pesawat terpaksa mendarat di air. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. batu arang (batu bara). untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. Kotamadya Palangka Raya. juga hasil hutan berupa kayu. Sebagai akibat kolonialisme barat. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. mulai dilaksanakan. Di barat. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . yang terbagi menjadi empat propinsi. tembaga. Telang. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. Namun tentu saja. Kabupaten Kotawaringin timur 3. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. terutama diantara anakanak Sungai Patai. Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. yaitu Kalimantan Barat. Kabupaten Kapuas 4. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. Barito dan Katingan. menjadi wilayah Republik Indonesia. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. dan di hulu Sungai Katingan. Kabupaten Barito Utara 5. Rungan Manuhing. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. yaitu di tepi timur Sungai Barito. Barito. yaitu Sungai Samba. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. Karau. di Sungai Kale. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. kecubung dan intan. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. saat itu. Ot Danum dan Ngaju. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. juga di hulu Sungai Mahakam. emas. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. Kabupaten Barito Selatan dan. Ayuh. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi.

Dayak Dusun. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. Dayak Siang. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. 4. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. 15 . sungai-sungai Busang. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. Dayak Klementen. 5. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. Dusun Barito. 8. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. 7. Dayak Kapuas. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. bahasa Dayak Ngaju. Menurut Mallinckrods. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. Dayak Katingan. 2. 6. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. yaitu stramras Ot Danum. Menurut Mallinckrodt . diantaranya di Long Iram. Dayak Ma’anyan. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. suku Dayak Ngaju. 3. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. Dayak Ma’anyan.Sungai Barito. stammen groep der Ngaju. Dayak Ot Danum. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. Dayak Witu. 9. Daerah keluarga Barito itu. Murung dan Mahakam. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. 10. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. Menurut klasifikasi Hudson. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. di Tumbang Samba Sungai Katingan. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. Dayak Lawangan. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. Di antara bahasa tersebut. Dayak Ngaju. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut.

wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. 16 . meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. Bahasa Dayak Katingan. dan Kabupaten Sukamara. Bahasa Dayak Ngaju. 2. Bahasa Dayak Ma’anyan. 3. Kabupaten Lamandau. Kabupaten Katingan. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten Seruyan. Kabupaten Murung Raya. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. Bahasa Dayak Dusun. 4. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil. Kabupaten Gunung Mas. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir.L. 4. Raden Gampang Prawirosastro. 2.H. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Menteri Dalam Negeri. 16 Desember 1958 Jam 10. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. 4. Soekarno. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya.C. Anggota-anggota : 1. F. 2. 3.M. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Pangeran Moh. 9. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. J. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. Cyrillus Ulfah Ringkin. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . 8. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Nasution. Letnan Djendral A.Ir. 3. Kapten B. 5. Komodor Moh Nasir. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y.I. 7. Kepala Staf Angkatan Darat.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. 6. Noor. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian. Djuanda. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. Tobing. Yang Mulia Menteri Pelayaran. Wakil Ketua : Tjilik Riwut.M. Anggota Polisi Negara. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 . Bajupati. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Rangkap. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI).

dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959. pick up. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun.M. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. darat dan udara dipercepat. 2. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. 7. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. 8. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. 6. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y. jeep. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. 4. Y.M. 5. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. 3. orangnya boleh berganti. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah. Menteri Dalam Negeri. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. Dengan ramah sekali Y.truck. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional. dsb. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. Para pelaksana boleh pindah. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat.M. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. 19 . Seperti pada tanggal 16 Desember 1958. Y. tetapi Piagam Palangka Raya. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. jika perlu mati. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya.M.

M. maka Wakil Ketua.00 delegasi diterima oleh Y. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. Cita-cita ini adalah berani.Nasir. demikian pula semangat hendaknya. 6.2. 3. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. Jam 11. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. Dengan berbesar hati. 5. Menteri Pelayaran Komodor Moh. 9. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. 20 . Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional.M. 4. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata.M. Presiden Soekarno. 7. Bekerja. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara. disampaikan kepada pemerintah Pusat. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. dan akhirnya.Y. 8. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya.

Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja.C. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah.M. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. Y. Y. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. 5. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Rangkap sebagai olahragawan. Menteri menyatakan : 1. 3. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. Jam 17. 21 . 2. 4. Perdana Menteri II menyatakan : 1. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah. 4. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas. maka dengan demikian. karena delegasi telah diterima dengan resmi. J. 2. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 2. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3.M.M.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y.M. Menteri. Menurut pendapat Beliau. dan akan mempelajarinya dengan seksama. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat.15 delegasi diterima oleh Y. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan.M. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Y. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

D.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah. J. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya. Kesan dari P. Perdana Menteri..M.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya. dan dapat dilaksanakan.U. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. Dr. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan.Y.. P.S. untuk membangun daerahnya. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum.S. baik dalam jangka panjang. Ternyata Menteri Pertahanan. 21 Desember 1958 Jam 10. dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri. maka secepat mungkin. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Ir. 25 .M. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit). kedua anjir tersebut akan dikeruk. Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. rindu hutan rimba.M. sungai-sungai dan kesunyian alamnya. menjelang tahun 1958.C. Presiden Republik Indonesia.A. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957.Y. Bukan saja Kalimantan Tengah. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi.Y. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar. P. K. Soekarno di Istana Merdeka.Y. P. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. wajar dalam arti kata pantas. maupun jangka pendek. sedianya akan diterima.30 tepat. tanggal 19 desember 1958. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya.A.Y. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini. K. delegasi menghadap P.M Presiden dipersilahkan datang.M.

Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan.Delegasi merasa sangat lega. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. dapat menemui apa yang diharapkan semula. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. akan tetapi ternyata. II. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. kekeluargaan yang erat. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. ke tangan Kepala Negara sendiri. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah.

27 . A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. b. dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. Wkl Rakyat. : 30 NOPEMBER 1958. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. 2. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sipil. 3. yang bersendikan Pancasila. : 17. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. dan Tenaga Ahli. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya.00. setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. Pejuang. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan).MENGINGAT : a. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). Daya gotong royong. menerima segala akibat dan resikonya.

oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. dan lain-lain yang serupa. kemacetan. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. 28 . Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. agar upaya setiap penjabat/petugas. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. Catatan : Naskah ini dibuat. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah.

yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Palangka Raya. d. 30 Nopember 1958. tidak terpisah-pisah.Kol Darmosugondo) 2.t.Komandan Kodam Kalteng. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat. (Let. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini. tokoh Militer.t. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah.t.Gampang Prawirosastro) 29 .III. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh.t (Tjilik Riwut) 3. (R. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.t. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. khususnya dan Indonesia umumnya.t. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d.

Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. Pepatah mengatakan: “Tak kenal. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. tak cinta“. bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. b. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. di Kota Palangka Raya. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). Mahir Mahar. ibu-ibu. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. Propinsi Kalimantan Barat.IV. c. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. Maka dari hasil Kongres tersebut. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. Bapak Gubernur. yakni Sdr. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. Propinsi Kalimantan Timur. Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954.

Mendengar : Pandangan–pandangan. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “.Mahar 31 . padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. b. partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. Bahwa akan Indonesia. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. Menimbang : a.

No . .D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan. . dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. dan Barat. Mahar H. . Ukur 32 . mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A. yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. Banjarmasin. M. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . .t. B. telah memutuskan. Sekretaris : d. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan. Timur. 7 Desember 1956. LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah.t.t. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah.t.(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah.

dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. serta memberikan penjelasan-penjelasan. Seruyan. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. maka bapak Milono. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. Berkenan dengan itu. Kapuas.34/41/24. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin.P.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin. bermunculan lah suara-suara. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Daerah Katingan. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. Mentaya (Sampit). menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. Mahir Mahar. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. 33 . 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. Daerah Kahayan.

2. L.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. 3. Pemerintah Pusat. Panitia pun berpendapat. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. 3. 2. Sebagai Penasihat Ahli: 1. didapat kesimpulan. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. Mihing. 2. No. 4. Buntok. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah.N. pertahanan keamanan dan psikologi. Van Der Pijl.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. terdiri dari: 1. G. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. 5. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Obus. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. Pada bulan Januari 1957. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. Mahar. ekonomi. E. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat. 4. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. Mahir Mahar. Pulang Pisau. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris.10 tahun 1957. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. Muara Teweh. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. Maka dengan Undang-undang Darurat No. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. Kamis. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. Sampit dan Pangkalan Bun. Ir. Tjilik Riwut. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. Bupati KDH dpb. Moenasir. sosial. C. R. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“.

Soekarno. dan Kalimantan Timur. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Ir. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota. 27 tahun 1959 L. Pangeran Moch. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949. Selanjutnya dengan Undang-undang No.Kalimantan Barat. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 .” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959.52/12/2-206. Ir. Kemudian dengan Undang-undang No. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. No. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. yang Mulia dan Besar.N. Kalimantan Selatan. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. Des. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. dalam Pasal 2 ayat 1. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah.

Sejak abad XIX. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Tahun 1365. bahkan nyaris seluruh daerah.V. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Andin Sindai. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. berakhir tahun 1905. diantaranya Tambun. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Mendawai. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. Tahun 1787. atas perintah Sultan Banjarmasin. Tahun 1917. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. pada abad ke 17. Tahun 1835. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. 17 Agustus 1945. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. berakibat daerah Kalimantan Tengah. dekat Kapuas. Namun. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. dipimpin langsung oleh para kepala suku. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. dikuasai VOC. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. belum ada pendatang dari daerah lain. Namun penduduk pribumi. Menurut Hermogenes Ugang . Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. dan Tawala Rawa Raca. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. dan Pembuang. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. Kalimantan Tengah. Perlawanan secara frontal. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. Tahun 1620. Bungai.

Tamanggung Tundan. R.J. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. Christian Nyunting. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. F. maupun yang sedang merantau. E. Brahim. dan masih banyak lainnya. Philips Sinar. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. ataupun pihak partikulir. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Di masa penjajahan. Anton Samat.S. ekonomi dan politik. Sejak saat itu. Luran. Sian. A. Tahun 1919. Tahun 1945. bergerak aktif hingga tahun 1926. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Palaunsuka. Philips Sinar. Bungai. baik yang berdomisili di Kalimantan. H. C. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. T. dan masih banyak lainnya. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman. Tahun 1928. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. yang bergerak dalam bidang sosial. M. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Lui Kamis . Handuran. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. yang dipelopori oleh Hausman Babu. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. W. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. Loei Kamis. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. Persatuan Dayak bubar. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. F. adalah sebagai berikut: 37 . Pada tahun 1959. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. dan masih banyak lainnya. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak. Oto Ibrahim. Nyangkal. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Muchtar.kepada mereka. Lampe . Tjilik Riwut. Djaelani. pasal 2 dan 3. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. Magat. Leiden. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. dipelopori oleh J. Uvang Uray .D. Amir Hasan. pada tahun 1937. Haji Abdulgani.

Dalam waktu singkat. bahkan dua cabang berada di Jawa. Kahayan. Mentaya. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Pontianak. Barito. sosial dan ekonomi. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. serta Kebudayaan Suku. Mengejar ketinggalan derajat suku. c.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. Katingan. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Samarinda. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. Dalam usianya yang keempat. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Sebangau. d. Pangkalan Bun. baik dalam soal politik. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. Seruyan. 38 . Pasal 3 Tujuan a. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Kapuas. b.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. Pulut Pulut atau ketan. kemudian ditanak hingga menjadi nasi. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. diberi sedikit garam. Biasanya dibuat untuk makan pagi.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. dan dibungkus dawen tewu . jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. demikian pula suku Dayak. Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. kadangkadang minyak babi. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. 40 . Kangkuyau. Beras Padi yang diolah menjadi beras.1. Bubur Nasi. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. dan dibersihkan kulit padinya. gula merah dan madu. makanan utama mereka adalah nasi. Setelah itu didinginkan. Bari Bahenda atau nasi kuning. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. dicampur santan kelapa. Kenta. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . dipotong dan dikumpulkan.

Pulut Kukusan. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. dibersihkan. Ubi Kayu Kangkalut. kunir. diletakkan di atas api hingga mendidih. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. tape yang terbuat dari singkong. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. Ubi Kayu direbus. lombok. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. Cara membuat. dicuci bersih. suna. hanya bahan yang berbeda-beda. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. diberi sedikit air . minyak tengkawang ataupun minyak babi. boleh juga daging babi. dikukus. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. dibersihkan. dicuci bersih. Caranya. dimasukkan kuali. Singkong dikupas. makanan yang terbuat dari singkong. singkong dikupas. garam dan terasi. Lamang. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. Cara membuat. dipotong dadu. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. semua bumbu diulek halus. Goreng Jawau. Tapai Jawau. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. laos. Sangkuwai. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. makanan yang terbuat dari singkong. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. Macam-macam Juhu 41 . Luntuh Jawau. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. singkong dikupas. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. Cara membuatnya singkong dikupas.Amping. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran.

Juhu Enyoh. Juhu Lauk. Juhu Kangkung. keladi. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. Kuah timun. Kuah asam muda. Apabila daun nangka muda tidak ada. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Juhu Asem. Juhu Kujang. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. 42 . boleh bersantan. Kuah durian muda. Juhu Bua Pisang. rasanya asam. rasanya agak pahit. Juhu Singkah. Kuah daun kamenyo. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. Juhu Dahian. Kuah batang kelapa muda. bersantan. Kuah ikan Juhu Kamenyo.Juhu Dawen kayu. Juhu Singkah Enyoh. Juhu Tampuyak. Juhu Singkah Hambie. Gulai pepaya muda. Kuah daun leping rasanya asam. Juhu Ujau. Sayur berkuah daun kacang panjang. Juhu Leping. Juhu Baluh Bahenda. Kuah labu kuning. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Kuah kelapa muda. Kuah buah nanas muda. Juhu Kanas. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. Gulai buah pisang muda. Juhu Dawen Saretak. bersantan. boleh tidak. santan kelapa. Juhu Batang Pisang. Kuah durian yang telah diasinkan. Kuah batang rumbia muda. Gulai keladi diberi santan. pakai santan. Gulai batang pisang. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Juhu Baluh Baputi. Kuah rotan muda. Juhu Mantela Mangur. Gulai kangkung. Juhu Dawen jawau. rasanya asam. boleh bersantan boleh tidak. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. boleh tidak. boleh bersantan. Kuah daun singkong. Kuah labu putih. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan.

direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. biasanya dicampur dengan lemak babi. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. Juhu jagung Muda. suna. Kemudian siapkan lombok rawit. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. boleh juga idak. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. Kuah ubi. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). garam. Bumbunya antara lain lombok. kunir. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. Kuah cendawan Juhu Uwi. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. Jenis-jenis ikan 2). Kuah paku boleh diberi santan. terasi. Kuah rimbang. garam. Kuah daun kalakai. Sapi 43 . diletakkan di api. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. diulek halus. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. Juhu Kulat. dicuci bersih. terasi. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah.Juhu Galimbing Tunjuk.boleh diberi santan. diulek dan diberi air jeruk nipis. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. serai. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. rasanya asam. laos. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. Kuah taya/bengkel. serei. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. terasi. terasi dan garam. diulek dan ditambah air jeruk nipis. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. boleh juga tidak Juhu Kalakai. Juhu Bajei. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. garam. diberi air sedikit dan santan kelapa.

marawak. kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. beruk Bulus. kunir. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. lombok. boleh juga tidak. depong. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. terasi. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. bioko. hadangan. 4). kunir. antara lain ular payahe atau paraca. kayu manis. 11). dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. 5). Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. serai. 12). Babi hutan. payau. pala. 14). kunir.serai. terasi. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. 6). ayam alas atau ayam hutan Itik. 44 . diparut dan ditumbuk hingga halus. Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. 8). muhe. laos. dan jenis lainnya Orang Hutan. Bumbu-bumbunya ialah: Garam. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. serai. biawak. 7). dan lain-lain Bajai atau buaya. 10). bengau Kijang atau karahau. lombok. lombok. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. bebek. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. hurangan Rusa. 13). Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. Kelapa dibakar. kahiu atau alas. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan.3). babi yang dipelihara Kerbau. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. laos. jahe. yang kesemuanya diulek halus. Kemudian bahan. Boleh diberi sedikit santan kelapa. 9). pantang di bakar. Opor Opor jenis masakan bersantan. panganen atau ular sawah. laos. jahe. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. manjangan. bumbu. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. sambuk. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. sesuai selera. merica. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas.

Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. suna. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. Cara membuat. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. kunir. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. dimasukkan kedalam perut ikan. laos. jahe. lombok. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. laos. bakar di bara api kecil hingga mateng. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. terasi dan kunir agak lebih banyak. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. garam. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. jangan dipotong-potong. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. biarkan utuh. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. laos. kemudian lombok. garam. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. untuk ikan bersisik. lombok. kupas. lombok. Apabila sering dihangatkan. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. Kaluk berarti bengkok. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. masukkan dalam seruas bambu. beri sedikit air. serai. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. biarkan ikan tetap utuh. kemudian kunir dibakar. garam. sisiknya jangan dibuang. 45 . Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. Adapun bumbubumbunya adalah suna. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. serai. Caranya ayam dibersihkan. gepengkan. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. serai. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus.

setelah itu dalam keaadaan masih panas. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. agar lebih awet. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. selanjutnya dimasak hingga matang. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. dan tambahkan air agak banyak. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. Caranya. lombok utuh. garam. dikasih sedikit air. daya tahan dapat mencapai enam bulan. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. suna. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. 46 .Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. Kemudian sangrai. Bila ikan. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. Cara pembuatan. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. bersama kunir bakar yang telah digepengkan.

yaitu pertama kupas ubi kayu. ketan. dibungkus dengan daun. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. Utara dan Tengah. enau. goreng-gorengan. dibuat bubur. Tuak dapat disimpan lama. jemur hingga kering benar. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. tamanyau. bubur atau campuran nasi. panen gagal. lamang. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Saat itu tahun 1918. dijemur hingga kering benar. dan direndam dalam air. berwarna putih jernih. dikang.tuak. putih susu. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. ahas. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. anding yang dibuat dari nasi. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. cuci bersih. diberi garam secukupnya. Setelah air ditiriskan. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. kue-kue. gatas. terutama di daerah Kalimantan Timur. nila. potong kecil-kecil. kuning. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. hanau. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. wajik. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. bahkan dicampurkan pada nasi. Caranya. semakin lama semakin baik. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. tanaktanakan. 47 . Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. Wadai atau Kue Basah Wadai. panggang-panggangan. diasapkan atau di para.Di daerah Tewang Pajangan. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. hitam dan merah tua. Minuman Beralkohol Baram. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. Apabila hanya membuat sedikit. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . garuk.

ataupun alas tidur. Tanggoi Kayu. daun rais. Amak Letem i. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. k. Amak Dawen. Amak Hilai. Amak Danau. Amak Tahising. Amak Tihing/ tahing. j. p. s. Tanggoi Dare. Amak Dangan. berladang dan menangkap ikan. Amak Biro. Amak Madu. q. Amak Dare. Amak Talep. g.2. Nama-nama Amak: a. e. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. c. Tanggoi Sarudong. Amak Rais. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. m. f. o. Amak kajang kacang. r. Tanggoi Lahung. Amak Pasar. b. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Kerudung Tanggoi Uei. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. n. Amak Lampit. atau daun rais. dapat disusun sampai tujuh. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. Amak Pararani.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. atau daun purun. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. 48 . Dibuat dari anyaman rotan. h. Amak Silar. d. Amak Bamban. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. l. Amak Purun. dibuat dari kajang.

khususnya pada saat upacara tiwah. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. Sakarut/Sangkarut. Amak Dawen Enyoh. u. khususnya pada saat upacara tiwah. tetapi juga oleh kaum lakilaki. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. Amak Pahakung. begitu juga selimut. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Ewah. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. Semacam cawat Ewah Bumbun. Pada jaman dahulu. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. Sampah Angang. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor. Bila dilihat dari jauh.) Pakaian Bahan pakaian. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Sejenis topi pisur waktu menawur. Ewah Nyamo.t. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Disamping untuk merawat kulit. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. 49 . 3. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning. Sampah Ukong. atau asesoris pada saat menari. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat.

Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. ambang. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. belati. 4. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin. Sangkalan 50 . dsb.Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. terbuat dari buah labu yang telah tua. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. mandau.

Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. terbuat dari rotan. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. luntung silip dan luntung jarang. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. 51 . Intar Intar sama dengan nyiru.

Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. Jantar 52 . Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. Bentuknya menyerupai tabung. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. Jambia juga mempunyai kupang. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Gunanya untuk menyendok makanan. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. sejenis keranjang. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. tinggi lima puluh centi meter. Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang.

Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. 6. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru. Lain-lain Masih banyak lainnya. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. langgei gunjak. Mandau bertatah. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. atau berukir dengan menggunakan emas. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. pisau duang. lading belati. 53 . misalnya baladau. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. Pisau pamantung.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. langgei kilung. pisau. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. Lading Lading berarti pisau. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. yaitu alat pemotong. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. pisau mambawau. pisau lantik. berarti rezeki. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan.

dan terurai. Dalam keadaan bernyala. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. hingga batu-batuan itu bernyala. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. yang biasa disebut suhup lewa. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. kupang mandau arah kedepan. jujuk. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. sekali dicelupkan ke dalam air. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. pisau. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. baru kemudian diikat lagi dengan jangang. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. sungai Koro Jangkang. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. bebatuan dimasukkan ke dalam air. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. dan daun ampelas. Besi mantikei sangat keras. burung tanjaku atau burung baliang. Kumpang mandau ialah sarung mandau. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. Setelah sekali dipanaskan. bebatuan mendidih di air. • Di hulu Sungai Baram. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. dan elastis. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. tidak perlu diulang-ulang. tajam. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. juga tidak mudah pecah. dan mata mandau menghadap ke atas. burung tingang. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). juga mengandung bisa. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho.

tidak mudah pecah dan ringan. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. • Model Butung Bahun Badulilat. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. Model pulang kayuh Neneng. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. Bertatah tiga baris. model hulu mandau. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. bentuk persegi enam. • Model Birang. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. Polos tanpa tatah. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. dengan pulang model kamau. model hulu mandau pulang kayuh. Bertatah dua baris. Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. • Model mata mandau Hatuen Balui. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. model hulu mandau pulang kayuh. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. Telawang terbuat dari kayu liat. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. • Model mata mandau bawin Balui. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. Pada bagian tengah sipet berlubang. pulang kayuh. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. 55 . • Model Bawen Buhu. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. dan sebelah dalam diberi pegangan.

Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. Di Kalimantan. kayu lanan. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. kayu berangbungkan. Mula-mula. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. Bahau. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. Damek Damek ialah anak sumpitan. uhit. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. Tidak semua orang mampu membuat sipet. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. kayu plepek. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. digunakan gumpalan tanah. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. Untuk membuat lubang di tengah sipet. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. 56 . sipet dibuat dari kayu tampang. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. Siang dan Pasir. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . kayu ulin/tabalien. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. Apu Kayan. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. atau kayu resak.Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. Punan. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju.

batang/uwi ara. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. juga lombok. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. Bentuknya kecil. Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. atau ipuh /ipu. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak. Damang. serum manusia yang telah meninggal lama. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. bisa kalajengking. ataupun merah. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. dan tajam sebelah menyebelah. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. kuning. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. atau dapat pula dari kayu. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . kedua sisinya tajam. lalu dimasak hingga kental. Hanya Basir. yang dicampur dengan getah tuba. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Hitam adalah warna yang umum di pakai. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. Untuk racun mematikan. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam.

58 . Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. tidak mudah untuk naik kembali. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. sehingga siapapun yang terkena dondang. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. sering digunakan untuk berburu babi. Lunju Ambung Lunju Duha. Lunju Laurang. Lunju Duhuk. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. juga untuk menangkap musuh. rusa dan buaya. dedaunan. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. jiwanya sulit tertolong. digunakan untuk menangkap binatang buruan. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. jarang yang selamat. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan.

semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. Karis. Dereh Bunu. Tirok. Simpang.) Alat Transportasi Di Sungai. bahkan mampu menyembuhkan penyakit. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. 7. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. Dando atau Rando. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. Lain-lain Masih banyak lainnya. Jambia. tahan air. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang. Besei 59 . Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka. menghindari gangguan mahluk halus. batu-batuan. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. Tohok. juga taring-taring binatang. Bentuknya kecil. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. botol-botol kecil yang tertutup rapat. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan. Semakin banyak susunan serupu tersusun. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. namun pada dua sisi dibuat serupu. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah.

Pada umumnya digunakan di daerah Riam. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Penes Penes ialah perahu layar. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. 60 . Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. kemudian dilem dengan perekat khusus. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu. Jukung Jukung adalah perahu. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. dapat digunakan di laut. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Gondol Sejenis perahu berukuran besar. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. dan dibuat berserupu. Jukung Sodor Sejenis perahu. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang.

begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. Perahu. Misalnya jukung sodor. 61 . sama-sama perahu. misalnya malambung. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel. bakis jukung. Banama Sejenis rangkan. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. basean. Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. namun dapat melaju kencang. jukung sarupih. Banama Tingang Sejenis rangkan. arut. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda. yaitu perahu berserupu. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). mengambang di air. Lain-lain Masih banyak lainnya.Tjilik Riwut) Di Sungai. maka namanya pun berbeda. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. keamanan seisi rumah terjamin.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. 3. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. yang letaknya di bawah ruang tidur. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. Apokayan. lantai terbuat dari papan. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. yaitu : 1. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. Juga ditemukan adanya awa. dan menyimpan kayu bakar. Sebagai pengganti jendela. Gunanya untuk menjemur. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. Dapur juga tidak ditemukan. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. Jendela tidak ditemukan. yang disebut solek. terbuat dari kayu yang kokoh. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa. Berau. terdapat di Tanah Tidung. Pojongan. dan bila siang dibuka. Rumah bentuk tenggalan. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. menumbuk padi. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. Tak jauh dari rumah besar. 65 . terbuat dari kayu bulat. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. dan Lepumaut. Dengan demikian. dengan bentuk longlat. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. juga untuk menginap para pendatang. Bentuk Longlat. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. 2. yang ada hanya tempat membikin api. Bentuk Kenyah dan Bahau. Namanya jurang.9. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu.

Atap rumah terbuat dari sirap. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku. satu-satunya tangga di rumah betang. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. Lantai terbuat dari kayu. juga untuk menyimpan halu dan lisung. Dimasa yang telah lalu. juga memiliki dapur sendiri-sendiri. 66 . Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. dan tiap ekor anjing mereka beri nama. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. atau berladang. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung.Tjilik Riwut). Gambar Hejan atau hejot. Suku Dayak gemar memelihara anjing. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. juga karena tuntutan adat.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. menghindari binatang buas. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak.

juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. 67 . patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri.Kurungan burung mereka buat sendiri. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. terkadang dari kajang. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. seperti balanga. begitu melihat darah. tiung akan mati. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. bantal. tajau. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. gong. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). tempayan. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. tiung pantang melihat darah. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. bila duduk menggunakan alas tikar. Khusus untuk burung tiung. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. juga kulit kayu. butiran emas yang mereka dulang sendiri. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. piring malawen. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. beberapa cara mereka lakukan. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. burung talisok dan burung tiung (Beo).

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Bagian ujung meruncing. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih.Sakang Untuk menangkap buaya. semacam selugi tetapi di air. 72 . Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. Rawai Alat menangkap ikan. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Ukurannya bervariasi.

misalnya Rengge. Rawai Banjur. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. Santagi. Panggilar/pengilar. Pasuran. Hancau. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Embang. Jala. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Rempa. Hantai. yang berbentuk tabung memanjang. Serapang. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Rakep. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. Salahawu. pada mata kail diberi umpan. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Tampirai. Jebuk. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. Ikan-ikan yang terjaring. Lurang. Siap.) Peralatan Perladangan 73 . Lukah. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. Bubu/Buwu. Sambil menyelam. Pasat. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Haup. 4. Tangkawing. Hempeng/Hampang. Ringkap. Lain-lain Masih banyak lainnya. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. terutama di daerah yang banyak ikannya. Banjur. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. Takalak. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Tambak udang. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. Sebelum dilemparkan ke sungai. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Takalak Liau. Salambau. Tambu. Telung. Buwu Puring. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. Kabam. Pikat. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Tukung.

berdiameter 30 cm.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. tinggi 30 cm. bagian atas diberi tutup. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm. Misalnya membuat perahu. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. lekukan atau lubang lesung. 74 . Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. dan sebagainya. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. Bentuknya mirip ani-ani. berdiameter 20 cm. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. bagian tajam berbentuk melengkung. tangkai terbuat dari bambu. Tangkai tamparang disebut pahera. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 . Bentuknya seperti cangkul kecil. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. bagian ujung gepeng. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. Palundu Palundu sejenis balakon. daun bingkuang ataupun daun purun. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan. gunanya untuk membuat lubang di tanah. dapat juga terbuat dari seng tipis. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter.

Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan.Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi. BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 .

Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. Semua kebaikan yang telah mereka terima. bahkan dalam setiap kesempatan. serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan. maka akan ada resikonya. Demikian pula seluruh keluarga. Apabila terpaksa harus menolak. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. bukan menjadikan beban bagi mereka. Dengan demikian secara tidak sadar. demi menetralisir situasi. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. tidak begitu saja melupakannya.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka.1. bahkan bisa membawa kematian. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya. serta rasa hormat yang mendalam. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. Dalam setiap kesempatan. baik ringan maupun berat. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. Resiko berupa malapetaka.

77 . demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Babilem – hitam. maka anak yang akan lahir. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. Bahandang – merah 3.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. Apabila bepergian. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. 4. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. Misalnya dalam suatu keluarga. Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. Karena apabila lepas kontrol. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. 2. terpaksa salah satu ngalah. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. Baputi – putih 2. sambil berguman “pusepuse”. Bahenda – kuning. Selain dengan cara itu. sikap dan perbuatannya.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. Bahijau – hijau 5. Ahli Waris. Salasa Salasa berarti Selasa.

maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . serakah atau sedang melakukan penipuan. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban.) Tandak Tandak berarti menimang. terkadang ditimang dan disanjung. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. cucu. 78 . Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. saudara kandung. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. tidak punya keberanian untuk ditandak. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. boleh ayam atau babi. tidak jujur. 3. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. Apabila ada anak angkat. 1. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri.2). 2. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. Sesama mungkin saja dikelabui. Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya. 3). karena resikonya tidak kecil. 3. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. Jenis kelamin tidak dibedakan. anak. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. anak angkat. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak.

panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang.Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang. Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 .

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun.

Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing. • Basarang ?. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. • Banau atawa Bahanau. Juking Lewu Tanjung Hanyi. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. kabalen kapang. Kambang sihong ringkang tatean hariran. kaleka ulek Nyai Undang. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. ngangkuling banama jahawen. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Kamban baringen kilat. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. Baka rintuh tisoi kanaruhan. Raing 82 . Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. baka ginjai tulang. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. rondang karangan penyang bulu.

Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. rondong karawah batu sambang. 83 . Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. bahanyi mandoi daha belum. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. Lewo Lentop Banama. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. Kaleka Liau Rajan Pasang. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. kambang sukai baluhing. baka lelep Lewu Pulu. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. rondong timbok kanaruhan. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring.

kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. Mantarei Lewu Payong nyahu. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Mandomai Lewu olek kalingu. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. Sehungkir kamban kabanteran bulan. Tangahon Lewu Pandih Batu.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. Kamban sihong hamaring. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang. kaleka Liau Lunuk panjang. 84 . rondong nyaimbur tambon baputi. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. rondong gelombang pahalang. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung. rondong ampah timpong. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. rondong ngajang gangerang. randang tambarang tingang. rondong teweh dare . Rondong paseban raja. Mangandam Lewu Jakatan rundian. rondong jumpang handiwung. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. rondong riak batu sambang.

tau mangarak penyang ije kasimpai.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. rondong salohan tandang. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. bqka tetes uhat bakau langit. Rondong kamesak lohing. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. rondong sakatan randin tandang. rondong paget Hatalla. Rondong kereng tusang salahan tandang. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Penda Putik Lewu olek kalingo. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. Bapakang Lewu jakatan. Lamunti Lewu Mandarai Sambang. rondong riak batu sambang. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Mantangai Lewu olek lawang jata. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. 85 . Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu.

rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. rondang olek kalingo. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Rondong riak batu sambang. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Handiwung belum. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang. rondong tarion antang. rondong tarian antang.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. rondong jakatan runjan. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. 86 . Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi.

rondong riang batun sambang. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Rohong Lewu Jakatan Runjan. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. rondong olek kalinga. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. rondang kajang apoi nyaro. rondang tahutan Liau Lampang. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Tumbang Kakat 87 . Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Rondang pasang darah. Penda Payang Lewu Olek Kalingo. Marapit Lewu Jakatan Runjan. rondong olek kalingo. Dandang Lewu Jakatan Runjan. Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan.

. Tewah. Mandomai. . Kuala Kuayan. 4. Sekalipun sedang 88 . Kuala Pambuang. ie te hila dipah Kuala Kapuas. Ketika ajal menjelang. Pangkalanbun. tkt. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. Kuala Kapuas. maka dengan seketika mereka.gong . tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. selama kurang lebih setengah jam. 3. aran solake Tumbang Kapuas. Puruk Cahu. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. Ampah. Pulang Pisau. Buntok. Sei = Sungai.5 Km.mandoi umai.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan. . namun dengan irama pelan. jiwa terpisah dari raga. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. baik karena sakit. 4. Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. manjadi Pulau Telo wayah toh.gong . Tamiang Layang. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. Sampit. Suara gong ditalu kuat atau keras. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. uluh bakas helo. Kumai. Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . Muara Tewe. Apabila berita duka telah tersebar. kejariae.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang. Kasongan. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24. Tambahan Keterangan 1. . mendadak atau karena mengalami kecelakaan. Kuala Kurun. kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. 2. . rondang pasang darah. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. Tumbang Samba. 5. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. . Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum.mandoi mai atawa . dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. gong .

tanpa menunjukkan kegembiraan. kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. di hutan atau di manapun mereka berada. menggelar tikar. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. di perahu. atau lainnya . Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. Tantulak Matei. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. bicara pelahan. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. Pada sore hari. Penguburan.bekerja di ladang. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. pada saat itu juga. runi. menyediakan tungku tempat masak memasak. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. dibakar ujungnya. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. biasanya mereka bekerja bahu membahu. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. b. langsung mengumpulkan kayu bakar. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. di rumah. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. 89 . tidak membuat kegaduhan. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. Pada malam hari. bisa dalam bentuk raung. Ada penduduk yang tanpa komando. Apabila hal ini tidak ditaati. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. Peti jenazah dibuat saat itu juga. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. berduyun-duyun mendatangi rumah duka. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. kakurung. Di rumah duka. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. Pada saat penguburan.

90 . demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. Setelah peti mati selesai dibuat. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. kepala diletakkan arah utara. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. lalu dikenakan pakaian. Segala sial dan malapetaka. 2). gotong royong warga kampung. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. dimasukan ke dalam peti mati. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. Jenazah seorang laki-laki. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. kepala diletakkan arah selatan. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. besei atau pengayuh. diberi penutup. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Pada lubang telinga dan lubang hidung. diletakan di kiri kanannya. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. patung dua buah. hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. untuk perempuan. Kemudian dengan lawai atau benang lembut.c. tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. Setelah semuanya siap. Beras satu mangkuk. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. tombak. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. adalah pantang makan nasi. ditutupi tujuh lembar potongan kain. Setelah upacara meludahi patung selesai. yang antara lain pakaian. mandau. Garam satu mangkuk 3). pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. diletakan batu atau uang putih. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. diletakan disebelah kiri. Ujung benang pengikat kaki. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. Pada bagian mata. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil.

2). ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. Niwah Palus.T. ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah.makanan tertentu. ) foto Ritual Adat. Setahun kemudian.T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ns). S. 2). Maksudnya (tidak terbaca.T. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung. 3). 5). ) foto Menikam binatang korban – kerbau. Beberapa Cara Penguburan 1). pada hari itu juga. Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1).T. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah. ) foto Membersihkan tulang. S.) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah. S. S. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. lalu ancak tersebut digantungkan. 5. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang. S. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. Dibakar. Dihanyutkan dalam air dengan upacara. ) foto 1 foto 2 Basir . maksudnya sebagai ungkapan terima kasih. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan.Ketika jenazah telah dikebumikan. Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. ) 91 . Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. 4).T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa.

Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. dengan melalui bermacam-macam rintangan. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. Merampas. d. Manuk Ambun. Barang- 92 . sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. telaga. tasik. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. mengambil isteri orang. Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . ada kematian. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. mencuri dan merampok. b. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Habusung Hintan. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. Setelah mengalami kematian. laut. gunung-gunung. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. Bila dana belum mencukupi. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. maka segala kesulitan dapat diatasi. a. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. Lewu Tatau Habaras Bulau. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. yang bertempat tinggal di langit ketiga. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. melalui sungai-sungai. Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. c. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Jiwa atau Roh.

foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). Sandung Naung. g. n. 93 . b. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. dengan enam tiang. r. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. Tambak. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. o. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. 3). Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. yaitu para kepala kampung. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. dengan tutup dibagian atas. Sandung Dulang. Sapundu. Jenis dan Nama Peti Mati : a. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. Sandung Raung. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. Kakiring. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. tempat menyimpan abu jenazah. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. Sandung Tulang. k. l. h. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. 2). kepala suku dan kepala adat.2). para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. q. seperti peti mati pada umumnya. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . ada tutup peti pada bagian atas. diantaranya : 1). e. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. d. f. Sandung. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. dengan empat tiang. Jiwab. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. j. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Pambak. 2. Sandung Balanga. m. Pali akan pambelum itah harian . Ambatan. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. dengan satu tiang. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. c. Kakurung. Sandung Rahung. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. i. tempat menyimpan tulang belulang. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. juga dikubur dalam tanah.

Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. 2. Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . Di masa silam. babi. 94 . dalam hal pengobatan. Indu kakicas. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. 3. ayam. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. pambelum itah harian andau .3). Basir. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. sapi. namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. 4. selalu duduk di atas gong. Pelaksana upacara sakral 1. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat.

Setelah diumumkan. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Pampahilep. Salah satunya. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Pada hari yang ditentukan. Kambe Hai. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. garantung. Jin. toroi. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. Bulan. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. apakah Mahanteran atau Balian. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. Patendu. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. Bintang. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . Sangkanak. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. Jakarang Matanandau. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. kangkanung. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . Jata. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. katambung dan tarai mulai dibunyikan. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. 95 . Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Naga Galang Petak.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. Nyaring.

antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. bibi. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. rakas. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. baik ayah. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. ibu. mandau. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. muda. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. 96 . paman. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. Benang Ranggam Malahui. penyang. serta segala penjuru. tua. kaki ayam. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. minyak sangkalemu. panjang umur dan banyak rezeki. berdiri mengelilingi sangkaraya. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. kemudian dilemparkan ke atas. anak. minyak tatamba. suasana meriah riang gembira. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. nasi. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. karuhei. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. mulailah acara membunuh binatang korban. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. juga memalas batu-batuan. pangantuhu. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. babi. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. Tidak mentaati aturan. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. jauh dari segala penyakit dan gangguan. Setelah Menganjan selesai. Di samping untuk memalas. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. ramu. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. resiko tanggung sendiri. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir.

Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. Pali makan kijang. 6. 2. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. Jata. 12. Pali makan Ular. 13. sakit. jangan sampai terjadi kematian mendadak.kemungkinan ditangkap. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. 10. Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. orang terluka. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. 97 . serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. Pali makan kelep dan kura-kura. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. Pali makan Tahatung. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. 3. rokok. Pali makan Burung Tanjaku. Pali makan Mahar . Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. Pali makan Beruk 7. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. Pali makan kancil/pelanduk 4. Pali makan kera. Pali makan Buhis 8. Pali makan Ahom . Pali makan Kalawet 9. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. 14. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. sirih. 5. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. 11.

Pali makan daun keladi. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. berkumpul. Kemudian Talin Pali diputuskan. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. kemudian dibungkus dengan daun itik. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien.daun bajai. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. Pali makan dawen bajai. Pali makan Angkes. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. Pali makan ujau. 18. 16. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. juga ada pali berkelahi. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah.15. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. 98 . Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung . Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. 19. Pali makan buah rimbang. sapi atau babi. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. serta empat orang duduk di belakangnya. 17. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas.

ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Cara pertama : 1). Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. terlebih dahulu di uji keberaniannya. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. 2). Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. memiliki keberanian luar biasa. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. 3).Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. semua ada aturannya. tidak begitu saja diterima. Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. babi. Cara kedua : 1). Kepada tamu yang datang. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. ayam. gagah perkasa pantang menyerah. taharang dan manetek pantan. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. gagah perkasa pantang menyerah. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. sapi. dinamakan kempas bunuhan. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. 2). Bakas Tiwah menikam lambung kanan. mereka disambut dengan laluhan. Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Mereka yang datang. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3).

Matahari. yang dengan sarana beras. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. kambe. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Nyaring. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. Bintang. Terima Kasih dan selamat jalan. menabur-naburkan beras ke segala arah. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. 100 . banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. tanda mata diberikan kepada mereka. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. Diawali dengan seorang penawur. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. Dengan perantaraan seorang penawur. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. upacara segera dimulai. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. burung Antang. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Setelah hari ketujuh. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . Patendu. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. Pampahilep. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. Kilat dan Nyahu. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau. Balian. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. burung papau. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. burung bahotok. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. Sangkanak. Kemudian diulangi lagi.untuk Sangiang. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul.

turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. 2. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. Kanyumping Linga. Balu Indu Iring Penyang. Bersama Raja Anging Langit. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . seorang sangiang akan turut serta. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. 6. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . Mantir Mama Luhing Bungai. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. 4. barulah mereka mencapai langit pertama. Pambujang Linga. Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. antara lain: 1. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. 3. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. Haramaung Lewu Danum Jalayan. Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. Apabila sesajen diterima dengan baik. lalu langit kedua dan seterusnya. 8. lalu ke Tasik Malambung Bulau. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. 7. Menjelang pintu ke tujuh. Setelah melewati empat puluh lapisan embun. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. Tarung Lingu. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. 5. Pambujang Hewang.

Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. Disinilah Banama Tingang . tidak terbaca. 3. tempat Raja Sapaitung Andau. . Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. . . ns. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. diadakan pengecekan ulang. lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. Mantir Mama Luhing. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. Permohonan telah dikabulkan. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. empat puluh lapisan embun. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . ns). Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat. Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. Setelah upacara selesai. Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Raja Tunggal sangumang. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. berarti permohonan mereka ditolak. Mereka adalah : 1. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. 102 . kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla. tidak terbaca. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. Indu Sangumang. . 2. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit.) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu.

telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. raja tabela basandar ranjang. basali mangkuk sarangiring laut. 103 . runting tajahan burung nampasut. nyahungku indum luang reawei. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. burung lingu kanyumping linga.katabelan uluh balai nyaho. nampahanjung luwuk kampungan bunu. mahutu Penyang. Kuntep kamaras. mantilung kanaruhan ringgit. Nyimak saturi malayu. panati danum kalunen. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. belum nantuguh labatang entang bulau. akan luwuk kampungan bunu. antang manamuei manajah riak renteng tingang. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. ije puna hampang jawah hempeng. uluh lewu danum jalayan. hai ganan. hapaharis rayung baya tandak. panasiran Hawun. uras nyahuan usang. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. bara busi renteng bapampang pulu. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. katabelan uluh balai entas. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. akan pantai danum kalunen. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. Hapan juyang bangkang halelan tingang.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. dia jaka penankekei. kangatil garantung. malentui gentui daren lintung. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. kenyui mangja. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. Balu indu iring pinang. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. nyahuangku bitim. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. kilau nampasut tingang ije kadadang. hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. ie babalai sansiri koenjat antang. anak salibayung antang. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. harenjet ganan.

jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. telu. entan bulau. bahing jarambang. Kilat baputi dia kanatah hintan.Ie jari bitim behas. dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . sama manetep tuwung tambun rayung tatau. basali tanduh babulung bulau. . uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. batiang janjin. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. epat. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. te palus manekap katambung. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. karungutm ambu harenda pandung. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. hayak enum bandadang. awang matei junjun helu. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. mateiu lunjang lenjut. luwuk kampungan bunu. jadi sukup tuntur. rintuh rinau. mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. pusuk rawung bambau ukei. jadi peteh manyiret. Hatalla baparung rangkang huang danum. nihau tutuk panambalun tambun. tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. due. mahapan pahulanger bulan. hasapau dawen birun bukit. bulau tambun . hatingkap pusuk rahing tarung. . jahawen. nipas marung garing gantungan. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. Te palus teneng gandang tambun jete. nasat kabangkang nayu-nayu. pantai danum kalunen. gohong santik malelak bulau. talawang. hijir bahenda dia nanggalung bulan. Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. Kilau lanting darai janji manalan. nampara nampulilang liau. hakalusang patung. are timpung jari tampahar harus laut. halawu bumbung dawen purun. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. kalalambang tambun. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. kamalesan karatu lumpung matanandau. jadi barakandung peteh. tuwung siakung tatau. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. manipas ulek lawin lanting raja. te kareh tandakm panjang. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . unduk ampah tanjung ambun buang. Mampahulang naharantung nyalung. batesei manturana pakaluyang bulau. lime.

nyahu mangaruntung langit. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. nakaje andau bunu nalanjat pandange . panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. sandung danun dua kapamarau langit. jalan liau matei nabasan dohong. haring saluhan antang nahuei.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. kamalesang kereng rohanjang tulang. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. Bahalap nyaluang. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. pakur layang antang. ie palus hajanjuri hanjak. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. kabantikan asai menteng ije tawae. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. Petak sintel hambalambang tambun. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. basa tawangku panamparan belum. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. kanyaki liau Randin tandang. bara hemben horan. nambaji garing handue uju hansasulang. pain bukit tunjung nyahu lilap. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. kabahena bajanda. Awang matei . mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. buli pampang raung. ela naharantung bahing pantung sambang. bakulas aku muta tingang.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. malangka langit. pantis kambang garing manyangen. uei ringka. kanahintip talampe. hindai aku mungkang tandakm. harende pandunge balau tambun. harenda riang dedet habangkalan garantung. tapalumpang limpet. meto rama batanduk garing.

puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. ie parei. Ie rawei banama baongkar puat. luntur bahandang batinting lima balas. ringun tingang. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. sawang bapangku anak. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. ie umbet kanumpuh bujang. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. galigir bintang. manangkep balitam. haring lamabat hambalaun nyampali. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. Ie mangambang bulau. puna bitim hai kuasam belum. parei tanjujik helang uhat 106 . te palus hatarung pulu ngalingkang pulau.tambun. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. bateras nyalung Kaharingan belum. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. kanarah lintung talawang. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. pandung malelak bulau. tampan jata bara huang danum. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. belum nahabulun urung. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. Baluhing gohong. taparuyang rayuh. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . nambatang suling. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. sedang handiwung kesampelau belum. paninting aseng. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. Nundun balitam tingkah nundum paturung. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. ie duam kauju andau. nasuwa sebutan bitim.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

kata 108 . Oltmans Dar SK. Sarapan pagi hanya dua kerat roti. kami semua siap untuk berlayar . Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. a). Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . . ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya.. malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. Kami hampir terjun memberikan pertolongan. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. . sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. Vrij Nederland. Kami terkejut . Hari telah menjelang siang. . Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. . Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar.Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. . b). Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. . Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. . . Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. Berat dan Kerja Keras. Okey deh. kami tolak secara halus. Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. . self service. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. Siap untuk berlayar . Akibat motorboat rombongan. . . Barang barang kami angkut sendiri. Kami tidak menyesal. dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. Kami terperanjat dan bertanya. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak.L. c).

.”. Jujur . Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. teriak wartawan dari Shin Hwa. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. cepat dan produktif. . . g). Menurut perhitungan Bung Karno. Mereka seharian memancing. . karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. 5 ½ kali Pulau Jawa. Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . Kapuas.kami. d). Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. dan maha besar alias raksasa yang mohon . . Raksasa mohon .000 jiwa manusia. . Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. lain tempat lain tabiat wanitanya’. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. . ya jujur dan jiwa mereka bersih. Inilah sekedar kegembiraan mereka. . . Anjir Serapat. . “ Be carefully my friend”. Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. tidak termasuk Kalimantan Utara. Puas dengan Memancing . “Haiyaaa . dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. Stop Bung . ketika kami tegur. selain bentuknya besar. e). Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari.000. . disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis. hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. . gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. Tabuh Gong dan Hantu. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. .000 kilometer persegi. Luasnya 550. hasil alamnya besar. dengan kepulan asap pertanda sedang masak. bila Kalimantan terbangun dengan baik. Karenanya gaya hidup harus dirubah. Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . . Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. harus lebih dinamis . maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. Barito. f).

. sedikit menggaruk-garuk dan . tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. . Terkadang kita hampir-hampir mangkel. ada kain sarung. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. . . h). gaya baru. Memang satu hal yang patut dipujikan. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. Serupa kalau kita naik kapal besar. Walaupun lelah. Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. seolaholah sebelum kami mengerti ah . . . dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. bahaya banjir. Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. i). Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. . ada selendang. barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. Perahu-perahu kami meluncur terus. Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. . Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. berlangsunglah rapat raksasa kecil. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. Di sini lain lagi. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. . kurang sopan pak. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. . Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. yang merupakan simpanan mereka. Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. dan jalan keluar telah terlihat. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. kiranya dugaan kami itu salah. Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. Jiwa Gotong Royong Yah . malah petentang-petenteng di depan . Ada kain lepas. Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. . dan kami agak merasa berdosa. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas. ada tudung atau sarudung. Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi.. . aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. . Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran.dihentikan karena ada tanda stop di depan. pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. . Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ).

Terkadang-kadang ada minuman. maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. Ada yang telah menerima nasi. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. Menjelang senja. j). nasinya tidak ada. . Ada yang telah memegang piring. membersihkan diri sendiri. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. demikian Bung Karno berkata. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. 111 . bersenda gurau. sampai dengan mancing saja sudah puas. Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. gelas tidak ada. . sekedar. Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. Untuk melepaskan lelah. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. . Di Kapuas . daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. . berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. l). kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. . Serupa Puteri Solo. selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo.keselamatan dan kebahagiaan manusia. minum. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. makanan telah tersedia. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. hampir serupa dengan puteri Solo. Jangan Puas dengan Mancing saja. kuat. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. karena terlalu puas memancing . Di Kabupaten. mana yang cantik. Kamipun terpaksa tidak mau kalah. lauk pauknya tidak ada. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. demikian ucapan Bung Karno. Sesudah makan. Oleh karena itu. kataku. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. k). Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. Minta pendapat pak. airnya tidak ada. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. karena perut belum terisi sepanjang hari. . dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. bahkan bekerja seperti biasa. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. Ada yang telah menerima gelas. Ah . secara gojek.

mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. kami menggayung dan menimba air. Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. 112 . Kembali ke Hotel. Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. semula bernama Pahandut. harus mandi. Sekarang menjadi tempat penginapan kami. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. Pahandut. yang lainnya jalan kaki. Menurut adat setempat. tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . sewaktu di tanya kepada panitia. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. . plung . . . Besok paginya. Hanya Bung Karno yang naik jeep. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. Dalam upacara adat. dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. sambil menunjuk ke kali yang luas.Bagaimana perhubungan? Ya . ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. ikei heam aro ang kajipon “. menanyakan di mana hotel/penginapan kami. kurang lebih 3 km. Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. n). . kami tidak boleh turun. kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. tidak terkecuali para Menteri. Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. kembali menjadi kantor biasa. Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. . Ke Palangka Raya. . tidak mandi. . “itu pak “. Begitulah pendapat Sri Sunan. seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. . Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. . Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. paling lama 20 menit. . dan sekarang bernama Palangka Raya. Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. m). . tetapi sebelum dan sesudahnya. di pinggir kali . lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. baunya keringat tidak tahan lagi . Jangan heran. akhirnya apa boleh buat. Paginya barulah turun ke darat. perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. terus jalan kaki . sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. Kuala Kapuas. tegas dijawab. terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. . Kami bergegas-gegas menemui panitia. wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. dan itu memang benar.

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

6. ada dua pendapat: pertama. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 .Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. 3. Zaman Tambun Bungai. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. yaitu zaman Bandar. dan kedua. disamping untuk menguatkan pemahaman. 5. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. tetek tatum. Dan seterusnya. nama Bandar sering disebut-sebut. Dalam karungut. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. 2. pada zaman Lewu Uju. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. 4. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara.

Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata. Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan.

Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan. Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas. 116 . Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti.

TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar. Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan.

Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 . Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri. Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata. Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar.Itu perbuatan semua budak.

Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar. Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 .Anak tunggal tak bersaudara. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar.

Diancam jiwa serta disuapi. Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga. Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 .

Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar. 121 .

Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri.mana.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak. Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu. 122 . Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana . Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut.Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera. Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. 126 .

Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan. 127 . Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna.Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan.

Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah. 128 . Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan.Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian.

Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui.Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu. gelang. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas. 129 . Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan. Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang.

Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang.Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 . Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira.

Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama. Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar.

Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan. Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah. Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. dicium. Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 .Dipeluk.

Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat. Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang. 133 .

Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. 134 . Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha.Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera.

Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan. Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka. TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 . Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk.

Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 . Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela.Terus memperkosa tentu menjalar.

Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 . Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling.Mencari tempat yang tak disangka. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya. Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang.

Oleh Bandar anak celaka. Dambung. Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah. isteri. Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama. Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang.

Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 .Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. sumpit. bapak. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan.

Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata. 140 .Boleh rebah bagai kayuan. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru. Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah.

Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 . Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Hati kecut dan tepekur. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning.

Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya.Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui. Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus. Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya.

Sampai Kalingu pasti menjalar. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal. 143 . Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan. Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang.

Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 . Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk.

Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya.Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. 145 . Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar.

Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati. Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala. Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama. Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi.

Itulah dia yang kusembunyikan. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. 147 . Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan.

Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama.

Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji. Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat.Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Dimanakah bekas atau dengung. Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema. Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 .

Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya.Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 .

Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu. Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. 151 . Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar.Begitu Jata telah pikiran.

Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 . Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah.

Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali. 153 . Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar.Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru.

Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji.Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 . Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar.

Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga. 155 . Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan.Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali. Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian.

Tiada panjang akan cerita 156 . Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa. Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras.Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa.

Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera. SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu. Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 .Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang.

Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah. Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami.

Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. 159 . gunung. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung.Menderu berirama kepada sekalian. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. hutan biduri Laut lepas diselam sekali. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena.

Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 . Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali.

Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras.Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak. Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama.

Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 . Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. di darat. Kapal cepat berjalan segera. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan.Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau.

Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. 163 . Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua.Tanda persaudaraan untuk selama. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang.

Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara. Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan.

BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Semua datang besar ingin 165 . Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan.Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri.

Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 .Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung. Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah.

Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan.perak.emas. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain. 167 .intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan.Harga pantas tak ditawarkan.

Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 . Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan.Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya.

Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai. Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai.

Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal.

Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat. Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali. Puteri istana juga ditunggu. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 .Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu.

Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir.Mandau bagus tempat kesayangan. Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan.

Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 . Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba. Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma.

Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran. Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. 174 . Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal. Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula.

Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara.Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Siang malam puteri mendoa 175 .

Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 . Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa.Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala.

Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan.Banyak kapal kecil besar. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku. Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. 177 . Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini.

Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Sedemikian permintaan puteri. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 . Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan.

nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. Umbun. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul. 179 . Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun. Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali.Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan.

Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Akan ketentuan segala jujuran 180 . Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki.Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan.

Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian. Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang.

Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang.Siapa melihat tentu menyilaukan. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. 182 . Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Sumbu. Bandar.

Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang. Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah.Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. 183 .

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

185 . bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. 1. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. matanya menatap tajam ke arah sang dara. matanya menerawang jauh ke depan. dan terjun berenang. Tanpa sepengetahuan si gadis. sejuk terasa. Matahari bersinar terik. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. namun karena berada di rimba raya. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. Burut Ules terpana. penunggu daerah tersebut. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. jantung Burut Ules nyaris copot. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. Tanpa kawan. Menyaksikan hal tersebut. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. membabat hutan. besaluka tanpa penutup dada. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. resah. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. kelompok kecil itu naik ke darat. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. Ia seorang yang bakaji . ceria. Setelah puas mandi dan berenang. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. padahal jarak antara mereka tidak jauh. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. terletak di daerah Kalimantan Tengah. gelisah. dan kantuk mulai datang menyerang. membangun pondok untuk tempat beristirahat. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. penuh tawa canda nan meriah. ia kerja keras. Pada suatu hari.

hitam. ia hanya menjawab singkat. Ketika melihat Burut Ules datang. penuh tawa ria. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. mereka selalu pergi berdua. mamut menteng. berenang ceria. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. Namun. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik.. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. yang ia berikan kepada isterinya. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. Suatu hari. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Suatu hari muncul seorang pemuda. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku.Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. mandi sambil berenang. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. 186 . Ketika Burut Ules pulang ke rumah. dengan ceria terjun ke telaga. pada saat yang tepat. Kepanikan pun terjadi. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. Timbul kemarahan Burut Ules. . kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. Singkat cerita. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. aku tak akan melawan”. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian.. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. silahkan bunuh aku. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. Rasa cemburu mulai muncul. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. dan hanya berdua. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib.

Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. walau tak terlihat dengan mata jasmani. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Sejak kecil oleh ayahnya. Waktu berlalu. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Setelah melampaui usia balita. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . menangkap ikan. Tumbang Kasongan. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. seorang laki-laki dan seorang perempuan. tak seorang pun tahu. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. kerja. namun apabila anak laki-laki yang lahir. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. Petir kilat sambar menyambar. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. sangat mendambakan anak laki-laki. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Sesuai janji. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. 2. Suatu hari di Teluk Derep. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. kerja. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. maka janji itu telah ditepati. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. Tanggal 2 Pebruari 1918. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. dan terus bekerja. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. ia akan kembali ke alam ayahnya. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Wangsit 187 . selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. letih tidur dan kerja lagi. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. Ketika menginjak usia remaja. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki.Sebelum pergi. saat itu telah dewasa. Entah apa yang ia lakukan disana. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. Sesal kemudian tak berguna. Di Bukit Batu ia balampah. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda.

Singkat cerita. Jangankan ke pulau Jawa. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Memang benar pada saat firasat dirasakan. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. naik perahu dan rakit.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. 188 . Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Dapat dikatakan hanya impian. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. Djainudin. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. ketika sampai di Banjarmasin. belum ada layanan pos. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. Belum ada telepon. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. batu telinga itu pun gaib. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful