Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. Meratus. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4.278 m. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. Bunyu. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Sebuku. Tarakan. Nunukan. Panebangan. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. Teberian. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. sungai-sungai dan lainlain. mantan ‘besar’). pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. dan Madi. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Baru. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. Karimata. Panjang dan Kakaban. Borneo. menurut peta topografi adalah 2. Bangkudulis. Dakkus. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Molengraaf. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi.218 m. gunung-gunung. Daerah Lingkungan Alam. Keramayan. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. Rachmat. Natuna. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. Laut. Dr. Muller. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. dan sebelah selatan Laut Jawa.175 m dan Bukit Raya 2.A.F. Schwaner. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Subi. Tanjung Negara (pada masa Hindu). Karayaan. Maya. Baru 30 tahun kemudian. Serasan. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. Tibi. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. Damar. Hans Winklen. 4 . Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’.Lokasi. Sebatik. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Kalimantan dikelilingi laut. walau bukan puncak yang tertinggi. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. di sebelah barat ada Selat Karimata. Derawan. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu.

Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. kangkung. Darvel. duku/langsat. famili papiliomacena.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). kemudian keladi air. Sampit. dan Sekatuk Mahakam. jenis langsat. semangka. Segama. telor belalang. Trusan. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. dan Malatayur. Paitan. Kayan. Usang. Arut/Lamandau. Hantu. Sesayap Karangan. Silat (Selatan). wedasan. Simpang. dan kerokot merah. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. Krian. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. sukma. Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. paku payung. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. Baram. bingkai dan balaran dali. Aluh-aluh Besar. Datuk. dimana terdapat kebun buah-buahan. Kinabatangan. Lahei. jenis sup-supan. Sekatok. ubi jalar dan labu (waluh). jenis alang-alang. karmalaha. Sugut. Mempawah. masisin. Puting. Padas. Kemenah. Adang. 5 . Serban. Kahayan dengan anak-anak sungai. Kapuas Kecil. jenis pisang. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. hutan. hutan krokot. Sebangau. Batu Laki. Sebakuan. Radas. keramunting. Sambar. dan Sebangau. Datuk. petah kemudi. Kawalan. rambutan. dan Pembuang atau Seruyan. Teluk yang ada: Teluk Berunai. Kumai. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. pepaya. durian. Katingan atau Mendawai. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. Kalumpang. kesisap sayur. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. Lucia. kangkung. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. kasturi. Layar. Kapuas. Kupang. gelagah. tusuk konde. Marudu. bayam duri. pisang. tambaran-tambaran. maman hutan. Sembakung Berau. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. Batang Rayang. palmae. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. rumbia. Baram. Jelai. Mangkalihat. Durian. Melinsan. Murung. Air Hitam Besar. galah motawauk. Mentaya atau Sampit. jukut. Sebangkau. dan Kalapang. Kagibangan. Ambawang. Sambas. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). dan Bahan. Balikpapan. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Paloh. telor jarum. dan Kendawangan. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. kerokot hijau. Batu Licin. Kemudian juga famili compositae. Landak. Kayung. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). genjer. dan famili nyphacacene. keminting. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. Pawan. kancur-kancur. Kumai. dan terutama karet. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. Sengkulu. St.

Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. orang hutan (kahiu alas). beruang. madu. Manjan Delima. achas. Umbang. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). Schimper. irit. Sembuluh. Hampangen. Melintang. lilin. kayu tampurau. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. belatung. hutan rawa. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. kayu meranti. kayu garunggang. Sementara rotan (uei bahasa Dayak.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. Madara. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. dan Luard. kayu meran bungkan. kayu palepek. dan hutan gunung. hutan bukit-bukit/belukar/primer. Hutan Kalimantan yang begitu luas. Gadis. Sentarum. Beberapa lilin. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. hutan nipah. Lurus Raden. onglin. memiliki hasil alam yang beragam. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. kulit kayu. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. Badagai. kayu rasak. bebek (itik) dan kerbau. bajungan dan lain-lain. landak. Murdjani. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. kayu lanan. kayu damar. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. Semanjang. bulin. Bulan. 6 . Di antaranya: kayu ulin (tabalien. dan buaya. ular sawah. semambu. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. Kamipang. kertas. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. eusideroglon. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. kayu rangas. korek api. Jempang. tantuwu. rotan sigi. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). kayu bangkirai. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan.

Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur.H. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. Mohr. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. Akhirnya tahun 1889. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. A. Sementara menurut Dr. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. Daerah Serawak. Abad kelima belas negeri Brunai. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. bernama James Brooke. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. J. Setelah tahun 1800 masehi. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Setelah kerajaan Malaka jatuh. Schmit dan Ir. Pada tahun 1830 masehi.A. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. Menurut alamnya. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris. awalnya dikuasai Raja Brunai. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. Ferfuson dalam verhandelingen no. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm.H.Iklim Menurut Dr. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika.

apabila ingin mencapai kemajuan. Sungai besar adalah: Rajang. Iban. Kayan. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. banyak yang bermukim di pedalaman. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. Baram. Cara bergaul menunjukan keakraban. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Mereka berwatak keras dan jujur. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. Lalu lintas darat sangat terbatas. tetapi mudah tersinggung dan dendam. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. Kayan dan Bahau. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. seperti Bahau. mereka belajar dari nenek moyang. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. Limbang. yang terdiri dari suku-suku Melayu. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. dan Murut. Bangsa Melayu. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Yang terbesar adalah suku Iban. Punan. Batang Lupat. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Kelambit. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Lalu lintas yang utama adalah di air. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. Makin masuk pedalaman. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. Bagi penduduk pribumi. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. nampaknya semua berasal dari satu turunan. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. Kenyah. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Punan. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah.

berasal dari suku Buket. Sanggau. berasal dari turunan yang sama. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. 6. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Batu-batu beku. Schwaner. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. 3.barat. Pegunungan Kempayang. pegunungan Singkawang. menurut para ahli etnologi. berasal dari suku Punan Howong. ditemukan di pegunungan Paloh. 5. 2. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. Muller. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. misi dan zending. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. batu liat. terdiri dari batu-batu beku. dan perubahan dari batu-batu tersebut. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. dikelilingi pegunungan Bayang. Nanga Tanjung Lakung. Batas Landak. Selain itu. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. batu-batu sendimen. Semitu Hulu. Pegunungan Gramiet. Nanga Mentalunai. Semberuang. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. Untuk daerah pedalaman. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. Tayan. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. batu lempeng. berasal dari suku Punan Uhing. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. Tanah pegunungan tinggi dan rendah. Schwaner. yaitu Gunung Nait. 9 . Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. batu sendimen. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. Terdapat batu pasir. 4. Nanga Talai. Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. 7. tinggi 1700 m. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. berasal dari suku Punan Howong. tinggi 1767 m. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Nanga Belatung. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Letaknya sebelah timur laut Bangka. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Nanga Erah. berasal dari suku Buket. berasal dari suku Punan Kerco. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. cara pengobatan masih secara tradisional. • Gunung Saran. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. Nanga Balang. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. misalnya granit dan kwartdioriet.

Di Paloh dekat Sambas. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. terletak agak jauh dari pantai. bauksit. Sanggau. menangkap ikan di laut. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. juga di Pontianak. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. Pegunungan rendah dari Bengkayang.Di beberapa tempat ditemukan marmer. tanah di belakang pagung tergenang air. keturunan Solok dan Piliphine. Sukadana. mangan. mica. menetap di sebelah timur pantai Berau. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. Landak. Diwaktu air pasang. Suku Bugis dan 10 . Lapisanlapisan dari batuan sendimen. karet. dan sungai. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. sebagian besar dari Pegunungan Muller. yaitu di Gunung Bayang. koaline. rawa sungai dan pengairan tehnis. Penduduk Kubang Solok. lama-lama berubah menjadi pasir putih. membuat pagung overwallen ditepinya. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. curah hujan sangat sedikit. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. dan Juni – Agustus. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. Batu-batu pasir dan kwartsieten. molydenite. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan. yang pada waktu surut. batubara. Tanah liat laut yang sudah tua. Yang tidak luas dekat Kandawangan.Pebruari. tembaga. Di Kalimantan Barat. dan jenis tanah ini tebal sekali. Asalnya dari batu sungai. Mata pencarian utama. kelapa. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Pada bulan Januari. Pegunungan Tinggi Madi. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. ditemukan pengairan pasang surut. sanstone. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. cinnabar. Pegunungan Hulu. Tanah datar rendah dekat petani ini. Pengairan. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. Pertanian. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. batu tersebut berubah menjadi tanah. Iklim. sampai di tepi laut dekat Singkawang. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. karena proses alam. hidup berkelompok. misal. Melawi Utara dari batuan pasir. Suku Banjar. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. emas.

didominasi oleh suku Dayak. suku Tunjung. dan hidup sebagai nelayan. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. hidupnya masih mengembara. suku Kenyah. suku Berau. Adanya satu Tuhan. suku Bahau. suku Ulon Dayo. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. Diantara suku Punan. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. Suku Punan. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. terdapat di daerah Kutai. Banyak mendiami daerah pantai. Berau dan Bulongan. Sotek dan Pemaluan. berburu. dan sebagainya. Suku Punan. akan tetapi penyebaran tidak merata. Kristen Protestan. Suku Pasir berdiam di Sepan. 11 . Dari kampung Long Nawang. sejumlah 328 jiwa. Suku Basap. Walau mereka berdomisili di Kutai. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Kerajaan Kutai. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. menyebar di seluruh pelosok Kutai. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. Pendatang lain ialah suku Banjar. hutan. sungai. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. menangkap ikan. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Bangsa Tionghoa. Mata pencariannya. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. Suku Bajau. pohon. banyak yang beragama Islam. Katholik. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. Suku Jawa. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . Di Kabupaten Kutai.Mandar menetap di pinggir pantai. dengan mata pencarian utama berdagang. rawa. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama.

Pegunungan Candi Hantu. Perbatasan dengan Serawak. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. bagian yang paling dalam 38 meter. • Sebelah timur dengan Selat Makasar. dan sebelah barat. Gunung Kundas. dan Gunung Saren Pala. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. Pegunungan Iban. tinggi 1600 meter. sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. dari muara sampai ke Long Iram. Pasir. tinggi 1704 meter. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. terletak di Samarinda. Gunung Lumut. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. berbatas dengan daerah rawa. panjangnya 223 mil. ketiganya terpecah lagi. 2. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. 3. tinggi 2053 meter. Pegunungan Lasan. Tahun 1870. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. dan bermuara di dekat Selat Makasar. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 211. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . Gunung Kong Kemul. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum.145. walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. Inggris. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . dan yang paling dangkal 4 meter. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . terletak di Kabupaten Kutai. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. tingginya 1380 meter. Bukit Batu Tiban. Gunung Sarati. Gunung Siagung. tingginya 1233 meter. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . Enam puluh persen. 12 . 3. Di daerah Kabupaten Pasir. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. gunung Cimanis.2. Gunung Benua. Berau. terletak di Kampung Baju . perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. tinggi 1790. yang masih aktif. Sungai Mahakam. Gunung Tambalang. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. Gunung Kerihun. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. Dari utara ke selatan. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan.

Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002). terdiri dari hutan belantara seluas 126. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan. • Pada musim hujan. Rata-rata curah hujan. danau.686 km2 . musim panas 30 celcius. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. dan genangan air lainnya seluas 4.115 km2.95% dari keseluruhan luas Indonesia. Berbukit berat. belukar. 145 hari dalam setahun.terdiri dari tanah pematang.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 . Dari daerah ke daerah. Demografi 13 . Daerah pegunungan seluas 212. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura. hingga ke goa-goa kapur. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris. 3. Pegunungan Meratus. rawa-rawa 18. Laut Jawa di sebelah Selatan.200 km2. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus. Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel . Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. membentang jalur tanah kapur. suhunya rata-rata 17 celcius. beriklim tropis yang umumnya panas. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. Berbukit ringan. terdapat di pegubungan Meratus Babaris.564 km2 atau lebih kurang 7. Daerah batu/ tanah kapur/karang. 50-300 meter dari permukaan laut. sungai. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat.814.6 mm. 5-100 meter dari permukaan laut.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4. dan kampung-kampung. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) . kebun karet. 2.750 Ha. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. terdapat gunung batu kapur. melalui Pengarus sampai ke Koah. Maratus. 2. Bagian timur berdaratan alluvial. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur.1160 Bujur Timur (BT).

untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. Sebagai akibat kolonialisme barat. juga di hulu Sungai Mahakam. maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . Namun tentu saja.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. tembaga. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. Kahayan. di Sungai Kale. mulai dilaksanakan. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. bekas wilayah Inggris di utara. Ot Danum dan Ngaju. yang terbagi menjadi empat propinsi. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. Desa Tumbang Sabetung. dan di hulu Sungai Katingan. batu arang (batu bara). Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. yaitu Kalimantan Barat. dan Kapuas. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. Di barat. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. diantaranya Manyan. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . Kabupaten Barito Utara 5. sekitar Long Pahangei di pedalaman. Rungan. terutama diantara anakanak Sungai Patai. Ayuh. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. yaitu Sungai Samba. menjadi wilayah Republik Indonesia. juga hasil hutan berupa kayu. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . Rungan Manuhing. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. Kalimantan Timur. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Kabupaten Barito Selatan dan. Telang. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. 6. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. kecubung dan intan. yaitu di tepi timur Sungai Barito. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. Kotamadya Palangka Raya. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . Barito dan Katingan. Barito. emas. pesawat terpaksa mendarat di air. saat itu. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. damar dan rotan. sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. hulu Sungai Kapuas. Kabupaten Kotawaringin timur 3. Karau. Kabupaten Kapuas 4. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. yang di masa awal lahirnya propinsi ini.

6. 9. suku Dayak Ngaju. 10. Di antara bahasa tersebut. Menurut Mallinckrods. Daerah keluarga Barito itu. 4. Dayak Lawangan. Dayak Kapuas. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. bahasa Dayak Ngaju. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. Dayak Witu. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. 15 . yaitu stramras Ot Danum. stammen groep der Ngaju. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. di Tumbang Samba Sungai Katingan. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. Dayak Siang. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. Murung dan Mahakam. diantaranya di Long Iram. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. Dayak Klementen. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. 8. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. Dayak Ma’anyan. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Menurut Mallinckrodt . menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. Menurut klasifikasi Hudson. 2. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. 7. Dusun Barito. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. 3. Dayak Dusun. sungai-sungai Busang. Dayak Ot Danum.Sungai Barito. Dayak Ngaju. Dayak Katingan. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. Dayak Ma’anyan. 5.

Kabupaten Katingan. 4. Bahasa Dayak Ma’anyan. Kabupaten Seruyan.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. Bahasa Dayak Dusun. Kabupaten Murung Raya. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. Kabupaten Pulang Pisau. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. Kabupaten Gunung Mas. dan Kabupaten Sukamara. Bahasa Dayak Ngaju. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. 3. Kabupaten Lamandau. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. Bahasa Dayak Katingan. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. 2. 16 .

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Soekarno. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.Ir. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir.H.M. Yang Mulia Menteri Pelayaran. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. Nasution. 6. F. Kapten B. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. 3. Pangeran Moh. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas.C.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. 9. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Noor.I. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani. Letnan Djendral A. Menteri Dalam Negeri. Cyrillus Ulfah Ringkin. Bajupati. 2. Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. 5. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI).M. 16 Desember 1958 Jam 10. Komodor Moh Nasir. J. 4. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 .L. Kepala Staf Angkatan Darat. 8. Anggota Polisi Negara. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. Raden Gampang Prawirosastro. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). 7. Anggota-anggota : 1. 2. Tobing. Rangkap. 4. 3. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. Djuanda.

truck. orangnya boleh berganti. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1.M. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958. 7. Y. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. Dengan ramah sekali Y. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. Para pelaksana boleh pindah. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. tetapi Piagam Palangka Raya. 19 . waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat. jika perlu mati. 6. 3. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. 5. pick up. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional. darat dan udara dipercepat. Menteri Dalam Negeri. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. Y. 8. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu.M. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan.M. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah. 4. 2. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya. dsb. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah.M. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. jeep. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain.

Nasir. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional.M. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya. dan akhirnya. Dengan berbesar hati.00 delegasi diterima oleh Y. Cita-cita ini adalah berani.M. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. Presiden Soekarno. 20 . Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. 3. 5. 7. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. Bekerja. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata. 6.Y.2. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional. Jam 11. maka Wakil Ketua. 8.M. demikian pula semangat hendaknya. 9. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara. Menteri Pelayaran Komodor Moh. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional. 4. disampaikan kepada pemerintah Pusat. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional.

Y. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. J. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini. 3. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal.15 delegasi diterima oleh Y.M. Menteri. Jam 17.M. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah.C. 2.M. 2. Menurut pendapat Beliau. karena delegasi telah diterima dengan resmi. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. Menteri menyatakan : 1. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. Perdana Menteri II menyatakan : 1. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 4. Y. dan akan mempelajarinya dengan seksama. 5. maka dengan demikian. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja.M. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing.M. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang. Rangkap sebagai olahragawan. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas. 4. Y. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. 2. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya. 21 . putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit).Y. J. sedianya akan diterima. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu. 21 Desember 1958 Jam 10. maka baru saat ini delegasi dapat diterima.M. K. Dr. Kesan dari P. P. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah.M. 25 .C. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. Ternyata Menteri Pertahanan. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957.Y.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya.M.Y. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri. wajar dalam arti kata pantas. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya. dan dapat dilaksanakan. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar. Bukan saja Kalimantan Tengah. Ir. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya. K.30 tepat. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). maka secepat mungkin. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini.S. P. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan.A. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah. P. Soekarno di Istana Merdeka. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi.A. Presiden Republik Indonesia.M. delegasi menghadap P. kedua anjir tersebut akan dikeruk. menjelang tahun 1958. baik dalam jangka panjang. untuk membangun daerahnya. tanggal 19 desember 1958. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya.U. sungai-sungai dan kesunyian alamnya.Y. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. rindu hutan rimba. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum. Perdana Menteri.Y. maupun jangka pendek..D.S..M Presiden dipersilahkan datang.

Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.Delegasi merasa sangat lega. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. dapat menemui apa yang diharapkan semula. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . ke tangan Kepala Negara sendiri. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. kekeluargaan yang erat. II. sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. akan tetapi ternyata.

: 17. dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya.MENGINGAT : a. Sipil. 3. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. 2. dan Tenaga Ahli. yang bersendikan Pancasila. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. menerima segala akibat dan resikonya. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. Wkl Rakyat. : 30 NOPEMBER 1958. Daya gotong royong. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.00. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. Pejuang. b. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya. 27 . apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan.

Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. agar upaya setiap penjabat/petugas. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. kemacetan. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. 28 . Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. Catatan : Naskah ini dibuat. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. dan lain-lain yang serupa. Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat.

30 Nopember 1958. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya.III. khususnya dan Indonesia umumnya. Palangka Raya.t. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh.Kol Darmosugondo) 2. tidak terpisah-pisah.t. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. (Let. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah.Gampang Prawirosastro) 29 . sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini.Komandan Kodam Kalteng. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya.t (Tjilik Riwut) 3. (R.t.t. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami.t. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d. d. tokoh Militer. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah.

dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. tak cinta“. Propinsi Kalimantan Barat. Pepatah mengatakan: “Tak kenal. c. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. Mahir Mahar. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. b. ibu-ibu. Propinsi Kalimantan Timur. yakni Sdr. Bapak Gubernur. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. Maka dari hasil Kongres tersebut. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. di Kota Palangka Raya.IV. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai.

partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. Menimbang : a. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956. Mendengar : Pandangan–pandangan.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun.Mahar 31 . Bahwa akan Indonesia. b. padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah.

Sekretaris : d.D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan. Banjarmasin. M. dan Barat. telah memutuskan.t.t. Mahar H. 7 Desember 1956.t. . No . . . LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. B.t. Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan.(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . Timur. . MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. Ukur 32 . yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah.

Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi.34/41/24. Mahir Mahar.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. Kapuas. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. serta memberikan penjelasan-penjelasan. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin. Seruyan. 33 . tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Daerah Kahayan. Berkenan dengan itu. Daerah Katingan. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Mentaya (Sampit). Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. bermunculan lah suara-suara. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. maka bapak Milono. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin.P.

pertahanan keamanan dan psikologi. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. 5. C. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Sebagai Penasihat Ahli: 1. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. 3. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat. Pada bulan Januari 1957. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. E. L. Pemerintah Pusat. didapat kesimpulan. Mihing. Obus. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. Ir. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. Tjilik Riwut. Mahir Mahar. R. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris. Panitia pun berpendapat. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. Moenasir. Pulang Pisau. 3. Mahar. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . Maka dengan Undang-undang Darurat No. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. Sampit dan Pangkalan Bun. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. G.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. sosial. Buntok.10 tahun 1957. Muara Teweh.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. 4. 2. ekonomi. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. 2. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. Van Der Pijl.N. terdiri dari: 1. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. 2. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. No. 4. Kamis. Bupati KDH dpb. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah.

dan Kalimantan Timur. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya.N. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. Pangeran Moch. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota. yang Mulia dan Besar. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. 27 tahun 1959 L.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Kemudian dengan Undang-undang No. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Ir.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. Selanjutnya dengan Undang-undang No. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. Kalimantan Selatan. dalam Pasal 2 ayat 1.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . Soekarno. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut.Kalimantan Barat. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Ir. No.52/12/2-206. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. Des.

Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV.V. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Bungai. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. pada abad ke 17. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. Tahun 1620. Kalimantan Tengah. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. 17 Agustus 1945. Perlawanan secara frontal. Tahun 1917. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. belum ada pendatang dari daerah lain. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. Tahun 1365. dan Pembuang. berakhir tahun 1905. Mendawai. diantaranya Tambun. dan Tawala Rawa Raca. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. bahkan nyaris seluruh daerah. dekat Kapuas. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. dikuasai VOC. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. berakibat daerah Kalimantan Tengah. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. Menurut Hermogenes Ugang . Tahun 1835. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. Tahun 1787. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. Namun penduduk pribumi. atas perintah Sultan Banjarmasin. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. Andin Sindai. Sejak abad XIX. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. Namun. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. dipimpin langsung oleh para kepala suku.

Uvang Uray . Tjilik Riwut. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. Bungai. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. adalah sebagai berikut: 37 . Muchtar. dan masih banyak lainnya. F. yang bergerak dalam bidang sosial. baik yang berdomisili di Kalimantan. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. dan masih banyak lainnya. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri.kepada mereka. M. Christian Nyunting. Tamanggung Tundan. A. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. dan masih banyak lainnya. Amir Hasan. Sian. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. Lampe . dipelopori oleh J. Luran. H. Lui Kamis . bergerak aktif hingga tahun 1926. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah.S. Nyangkal. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. Pada tahun 1959. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. Leiden. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Handuran. Tahun 1919. ataupun pihak partikulir. maupun yang sedang merantau. Tahun 1928. T. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman. Loei Kamis. Persatuan Dayak bubar. pada tahun 1937. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. yang dipelopori oleh Hausman Babu. Haji Abdulgani.D. R. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak. F. Djaelani. Tahun 1945. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. Philips Sinar. E. pasal 2 dan 3. W. Anton Samat. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. ekonomi dan politik. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar.J. Di masa penjajahan. Palaunsuka. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. Philips Sinar. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. C. Oto Ibrahim. Sejak saat itu. Brahim. Magat.

b. Pontianak. Dalam waktu singkat. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. 38 . sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. Kapuas. d. Mentaya. Pangkalan Bun. Pasal 3 Tujuan a. Mengejar ketinggalan derajat suku. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. bahkan dua cabang berada di Jawa.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. serta Kebudayaan Suku. sosial dan ekonomi. c. Seruyan. Barito. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Dalam usianya yang keempat. Kahayan. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Sebangau. Samarinda. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. baik dalam soal politik. Katingan.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

dan dibersihkan kulit padinya.1. Kenta. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. Biasanya dibuat untuk makan pagi. Kangkuyau. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. dipotong dan dikumpulkan. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara. kemudian ditanak hingga menjadi nasi. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Beras Padi yang diolah menjadi beras. kadangkadang minyak babi. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning. Pulut Pulut atau ketan. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . dicampur santan kelapa. jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. dan dibungkus dawen tewu . Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. Bari Bahenda atau nasi kuning. makanan utama mereka adalah nasi. Bubur Nasi. diberi sedikit garam. demikian pula suku Dayak. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Setelah itu didinginkan. 40 . gula merah dan madu. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang.

sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. dipotong dadu. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. garam dan terasi. dicuci bersih. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. dimasukkan kuali. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. Cara membuat. laos. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. Ubi Kayu Kangkalut. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. makanan yang terbuat dari singkong. Caranya. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. singkong dikupas. Goreng Jawau. dibersihkan. dikukus. Singkong dikupas. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati.Amping. minyak tengkawang ataupun minyak babi. Pulut Kukusan. dibersihkan. dicuci bersih. lombok. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. Sangkuwai. Cara membuat. diberi sedikit air . Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. boleh juga daging babi. diletakkan di atas api hingga mendidih. Tapai Jawau. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. singkong dikupas. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. tape yang terbuat dari singkong. semua bumbu diulek halus. kunir. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. Luntuh Jawau. Ubi Kayu direbus. Lamang. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. hanya bahan yang berbeda-beda. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. makanan yang terbuat dari singkong. suna. Macam-macam Juhu 41 . Cara membuatnya singkong dikupas.

Gulai keladi diberi santan. rasanya agak pahit. Juhu Batang Pisang. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. rasanya asam. Juhu Kangkung. boleh tidak. Kuah daun kamenyo. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Kuah batang rumbia muda. Kuah rotan muda. bersantan. Juhu Dawen Saretak.Juhu Dawen kayu. keladi. Juhu Dahian. Juhu Baluh Baputi. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. Juhu Singkah Enyoh. Apabila daun nangka muda tidak ada. Juhu Singkah Hambie. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Kuah durian muda. Juhu Singkah. Kuah labu kuning. Gulai buah pisang muda. Juhu Dawen jawau. Gulai pepaya muda. boleh tidak. Juhu Baluh Bahenda. 42 . Sayur berkuah daun kacang panjang. Juhu Asem. bersantan. Juhu Kujang. Kuah buah nanas muda. Juhu Tampuyak. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. Juhu Mantela Mangur. Juhu Lauk. boleh bersantan boleh tidak. Gulai batang pisang. Juhu Enyoh. Kuah ikan Juhu Kamenyo. pakai santan. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. Kuah labu putih. boleh bersantan. Juhu Bua Pisang. Kuah daun singkong. Kuah durian yang telah diasinkan. rasanya asam. Kuah asam muda. Kuah daun leping rasanya asam. Gulai kangkung. Kuah kelapa muda. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. Juhu Kanas. boleh bersantan. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan. Juhu Leping. Kuah batang kelapa muda. Juhu Ujau. santan kelapa. Kuah timun.

Kuah ubi. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. boleh juga idak. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. garam. biasanya dicampur dengan lemak babi. diletakkan di api.Juhu Galimbing Tunjuk. dicuci bersih. Bumbunya antara lain lombok. garam.boleh diberi santan. diulek dan diberi air jeruk nipis. Jenis-jenis ikan 2). diulek dan ditambah air jeruk nipis. Juhu Bajei. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. terasi. Juhu jagung Muda. suna. Kuah rimbang. rasanya asam. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. Kemudian siapkan lombok rawit. Kuah daun kalakai. Juhu Kulat. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. terasi. serai. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. garam. boleh juga tidak Juhu Kalakai. laos. diberi air sedikit dan santan kelapa. direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Sapi 43 . terasi dan garam. Kuah paku boleh diberi santan. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. Kuah cendawan Juhu Uwi. diulek halus. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. terasi. kunir. Kuah taya/bengkel. serei. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda.

bioko. dan jenis lainnya Orang Hutan. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. 13). merica. 7). boleh juga tidak. 10). terasi. dan lain-lain Bajai atau buaya. lombok. kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. lombok. marawak. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. 5). kunir. 4). kunir. diparut dan ditumbuk hingga halus. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. manjangan. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas. Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. depong. jahe. Opor Opor jenis masakan bersantan. serai. pala. 14). hurangan Rusa. laos. 11). kayu manis. laos. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. Babi hutan. bebek. terasi. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. 6). panganen atau ular sawah. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. lombok. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. sesuai selera. kunir. ayam alas atau ayam hutan Itik. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. yang kesemuanya diulek halus. kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. 9). antara lain ular payahe atau paraca. payau.serai. serai. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Boleh diberi sedikit santan kelapa. pantang di bakar. 44 . Kelapa dibakar. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. laos. Kemudian bahan. bengau Kijang atau karahau. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang.3). Bumbu-bumbunya ialah: Garam. babi yang dipelihara Kerbau. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. kahiu atau alas. beruk Bulus. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. biawak. bumbu. 8). hadangan. jahe. Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. 12). sambuk. muhe.

Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. kemudian kunir dibakar. dimasukkan kedalam perut ikan. terasi dan kunir agak lebih banyak. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. laos. lombok. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. biarkan ikan tetap utuh. jangan dipotong-potong. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. gepengkan. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. laos. Kaluk berarti bengkok. biarkan utuh. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. beri sedikit air. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. kunir. Caranya ayam dibersihkan. Apabila sering dihangatkan. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. lombok. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. Cara membuat. serai. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. garam. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. 45 . bakar di bara api kecil hingga mateng. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. Adapun bumbubumbunya adalah suna. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. jahe. lombok. sisiknya jangan dibuang. laos. serai. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. suna. kemudian lombok. garam. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. untuk ikan bersisik. Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. masukkan dalam seruas bambu. garam. serai. kupas. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak.

Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. lombok utuh. suna. daya tahan dapat mencapai enam bulan. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. Kemudian sangrai. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. agar lebih awet. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. bersama kunir bakar yang telah digepengkan. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. 46 . Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. selanjutnya dimasak hingga matang. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. Cara pembuatan. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. Caranya. dikasih sedikit air. Bila ikan. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. dan tambahkan air agak banyak. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. setelah itu dalam keaadaan masih panas. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. garam. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata.

terutama di daerah Kalimantan Timur. nila. ketan. enau.Di daerah Tewang Pajangan. gatas. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. hitam dan merah tua. kue-kue. goreng-gorengan. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. ahas. Utara dan Tengah. dibuat bubur. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. Setelah air ditiriskan. berwarna putih jernih. diberi garam secukupnya. panggang-panggangan. bahkan dicampurkan pada nasi. Caranya.tuak. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. Saat itu tahun 1918. anding yang dibuat dari nasi. putih susu. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. hanau. dan direndam dalam air. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. tamanyau. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. Wadai atau Kue Basah Wadai. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. Tuak dapat disimpan lama. potong kecil-kecil. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. dibungkus dengan daun. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. jemur hingga kering benar. diasapkan atau di para. panen gagal. bubur atau campuran nasi. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. kuning. Minuman Beralkohol Baram. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. semakin lama semakin baik. dijemur hingga kering benar. tanaktanakan. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. Apabila hanya membuat sedikit. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. 47 . dikang. lamang. garuk. yaitu pertama kupas ubi kayu. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. cuci bersih. wajik.

Amak Danau. Amak Pararani. e. o. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. g. Amak Dangan. Amak Madu. Amak Dawen. Amak Pasar. atau daun purun. dibuat dari kajang. h. dapat disusun sampai tujuh. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Amak Tahising. Tanggoi Sarudong. Amak Bamban. 48 . Amak Purun. Amak kajang kacang. j. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. Amak Tihing/ tahing.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. s. Kerudung Tanggoi Uei. Tanggoi Dare. Amak Talep. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Amak Rais. Amak Hilai. m. atau daun rais. ataupun alas tidur. Amak Letem i. Tanggoi Kayu. f. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. r. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. q. berladang dan menangkap ikan. n. Tanggoi Lahung. p. Dibuat dari anyaman rotan. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. Amak Lampit. Amak Silar. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. Nama-nama Amak: a. daun rais. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. Amak Biro. c. k. l. b. Amak Dare. d.2.

orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. Ewah. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. Ewah Nyamo.t. Amak Pahakung. Sejenis topi pisur waktu menawur. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Disamping untuk merawat kulit. Semacam cawat Ewah Bumbun. Pada jaman dahulu. begitu juga selimut. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Sampah Ukong. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. 3. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. khususnya pada saat upacara tiwah. Amak Dawen Enyoh. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor.) Pakaian Bahan pakaian. Sakarut/Sangkarut. 49 . Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. u. khususnya pada saat upacara tiwah. atau asesoris pada saat menari. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning. Sampah Angang. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. tetapi juga oleh kaum lakilaki. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang. Bila dilihat dari jauh.

terbuat dari buah labu yang telah tua. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. mandau. Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. belati. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat. ambang. 4.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari.Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Sangkalan 50 . Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. dsb. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang.

Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. luntung silip dan luntung jarang. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. Intar Intar sama dengan nyiru. terbuat dari rotan. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. 51 . Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan.

garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. Gunanya untuk menyendok makanan. sejenis keranjang. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Jantar 52 . tinggi lima puluh centi meter. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. Bentuknya menyerupai tabung. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan. Jambia juga mempunyai kupang. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan.

Lain-lain Masih banyak lainnya. pisau. 6. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. Lading Lading berarti pisau. pisau mambawau. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. langgei gunjak. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. 53 . atau berukir dengan menggunakan emas. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. lading belati. misalnya baladau. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. pisau duang. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. Mandau bertatah. yaitu alat pemotong. berarti rezeki. Pisau pamantung. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. pisau lantik. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. langgei kilung. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru.

Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. • Di hulu Sungai Baram. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. burung tingang. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. yang biasa disebut suhup lewa. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. juga tidak mudah pecah. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. sekali dicelupkan ke dalam air. dan elastis. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. Dalam keadaan bernyala. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. dan terurai. dan daun ampelas. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. Besi mantikei sangat keras. hingga batu-batuan itu bernyala. dan mata mandau menghadap ke atas. bebatuan mendidih di air. tidak perlu diulang-ulang. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. bebatuan dimasukkan ke dalam air. jujuk. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. Kumpang mandau ialah sarung mandau. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. baru kemudian diikat lagi dengan jangang. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. juga mengandung bisa. pisau. Setelah sekali dipanaskan. burung tanjaku atau burung baliang. tajam. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. kupang mandau arah kedepan. sungai Koro Jangkang.

Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. • Model mata mandau bawin Balui. 55 . Mandau jenis ini harganya sangat mahal. • Model mata mandau Hatuen Balui. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. • Model Birang. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. • Model Bawen Buhu. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. model hulu mandau pulang kayuh. Pada bagian tengah sipet berlubang.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. Polos tanpa tatah. Bertatah dua baris. bentuk persegi enam. Telawang terbuat dari kayu liat. Bertatah tiga baris. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. tidak mudah pecah dan ringan. • Model Butung Bahun Badulilat.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. dan sebelah dalam diberi pegangan. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. model hulu mandau pulang kayuh. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. pulang kayuh. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. Model pulang kayuh Neneng. model hulu mandau. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter. dengan pulang model kamau. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki.

Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. Siang dan Pasir. kayu plepek. Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. uhit. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. Tidak semua orang mampu membuat sipet. 56 . Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. Apu Kayan. sipet dibuat dari kayu tampang. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu.Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. kayu ulin/tabalien. Di Kalimantan. Bahau. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. kayu lanan. atau kayu resak. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. kayu berangbungkan. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. Damek Damek ialah anak sumpitan. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. digunakan gumpalan tanah. Punan. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. Mula-mula. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Untuk membuat lubang di tengah sipet. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal.

Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. ataupun merah. Untuk racun mematikan. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. juga lombok. Damang. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam. kedua sisinya tajam. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. Bentuknya kecil. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. yang dicampur dengan getah tuba. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. batang/uwi ara. atau dapat pula dari kayu. atau ipuh /ipu. Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. dan tajam sebelah menyebelah. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. lalu dimasak hingga kental. serum manusia yang telah meninggal lama. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . Hitam adalah warna yang umum di pakai. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. Hanya Basir. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan. kuning. bisa kalajengking. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak.

sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. tidak mudah untuk naik kembali. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. dedaunan. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. 58 . Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. jarang yang selamat. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. Lunju Duhuk. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. sehingga siapapun yang terkena dondang. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. Lunju Laurang. jiwanya sulit tertolong. juga untuk menangkap musuh. Lunju Ambung Lunju Duha. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. sering digunakan untuk berburu babi. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. rusa dan buaya. digunakan untuk menangkap binatang buruan.

) Alat Transportasi Di Sungai. Tirok. Bentuknya kecil. botol-botol kecil yang tertutup rapat. namun pada dua sisi dibuat serupu. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. Dando atau Rando. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. Dereh Bunu. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka. Karis. Simpang. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. juga taring-taring binatang. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. Lain-lain Masih banyak lainnya. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. Tohok. Jambia. menghindari gangguan mahluk halus. tahan air. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. 7. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. Besei 59 . Semakin banyak susunan serupu tersusun. batu-batuan. bahkan mampu menyembuhkan penyakit. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan.

Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. Jukung Jukung adalah perahu. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Penes Penes ialah perahu layar. Gondol Sejenis perahu berukuran besar. 60 . Jukung Sodor Sejenis perahu. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. kemudian dilem dengan perekat khusus. dapat digunakan di laut. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. dan dibuat berserupu. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue.

Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Perahu. bakis jukung. sama-sama perahu. yaitu perahu berserupu. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). 61 . begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. misalnya malambung. arut. mengambang di air. basean. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda.Tjilik Riwut) Di Sungai. Lain-lain Masih banyak lainnya.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. namun dapat melaju kencang. jukung sarupih. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. Banama Tingang Sejenis rangkan. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. Banama Sejenis rangkan. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. Misalnya jukung sodor. maka namanya pun berbeda.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

yang ada hanya tempat membikin api. Jendela tidak ditemukan. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. Dapur juga tidak ditemukan. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. terbuat dari kayu bulat. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. Gunanya untuk menjemur. Bentuk Kenyah dan Bahau. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu. Namanya jurang. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. yaitu : 1. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. keamanan seisi rumah terjamin. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa. Pojongan.9. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. Juga ditemukan adanya awa. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. 3. dan menyimpan kayu bakar. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. dan bila siang dibuka. dengan bentuk longlat. 65 . Dengan demikian. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. lantai terbuat dari papan. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. terdapat di Tanah Tidung. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. yang letaknya di bawah ruang tidur. Tak jauh dari rumah besar. Sebagai pengganti jendela. dan Lepumaut.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. Rumah bentuk tenggalan. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. yang disebut solek. Bentuk Longlat. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. Apokayan. juga untuk menginap para pendatang. Berau. menumbuk padi. 2. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. terbuat dari kayu yang kokoh. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau.

Dimasa yang telah lalu. Atap rumah terbuat dari sirap. Gambar Hejan atau hejot. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku. juga untuk menyimpan halu dan lisung. Suku Dayak gemar memelihara anjing. dan tiap ekor anjing mereka beri nama. satu-satunya tangga di rumah betang. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. 66 . juga memiliki dapur sendiri-sendiri. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. Lantai terbuat dari kayu. atau berladang. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung.Tjilik Riwut). juga karena tuntutan adat. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. menghindari binatang buas. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani.

Kurungan burung mereka buat sendiri. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. gong. patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. piring malawen. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. bila duduk menggunakan alas tikar. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. burung talisok dan burung tiung (Beo). juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. begitu melihat darah. juga kulit kayu. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. 67 . butiran emas yang mereka dulang sendiri. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. tiung akan mati. Khusus untuk burung tiung. tempayan. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. bantal. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). beberapa cara mereka lakukan. tiung pantang melihat darah. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. terkadang dari kajang. tajau. seperti balanga. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya.

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan.Sakang Untuk menangkap buaya. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. semacam selugi tetapi di air. Ukurannya bervariasi. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. 72 . Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Rawai Alat menangkap ikan. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Bagian ujung meruncing. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas.

misalnya Rengge. Pikat. Sambil menyelam. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. Buwu Puring. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. pada mata kail diberi umpan. Siap. Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Santagi. Lukah. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. Banjur.) Peralatan Perladangan 73 . Lain-lain Masih banyak lainnya. Rempa. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. Pasat. terutama di daerah yang banyak ikannya. 4. Rakep. Hancau. Tambu. Salambau. Bubu/Buwu. Rawai Banjur. Jebuk. Tampirai. Sebelum dilemparkan ke sungai. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. Takalak. Kabam. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. Tukung. Telung. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Hempeng/Hampang. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. Lurang. Hantai. Jala. Takalak Liau. Haup. Ringkap. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Panggilar/pengilar. Salahawu. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Tambak udang. Serapang. Embang. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Pasuran. yang berbentuk tabung memanjang. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Tangkawing. Ikan-ikan yang terjaring.

lekukan atau lubang lesung. dan sebagainya. Bentuknya seperti cangkul kecil. bagian tajam berbentuk melengkung. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. dapat juga terbuat dari seng tipis. 74 . Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. gunanya untuk membuat lubang di tanah. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. bagian atas diberi tutup. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. bagian ujung gepeng. tangkai terbuat dari bambu. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. Bentuknya mirip ani-ani. Tangkai tamparang disebut pahera. berdiameter 20 cm. tinggi 30 cm. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. Palundu Palundu sejenis balakon. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. berdiameter 30 cm. Misalnya membuat perahu.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. daun bingkuang ataupun daun purun. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 .

BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 . Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan.Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi.

khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. Semua kebaikan yang telah mereka terima. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. bukan menjadikan beban bagi mereka. Demikian pula seluruh keluarga. Dengan demikian secara tidak sadar. Dalam setiap kesempatan. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. bahkan dalam setiap kesempatan. serta rasa hormat yang mendalam. bahkan bisa membawa kematian. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap.1. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan. tidak begitu saja melupakannya. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. demi menetralisir situasi. dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. baik ringan maupun berat. Resiko berupa malapetaka. Apabila terpaksa harus menolak. Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. maka akan ada resikonya. anak turunannya juga turut serta mensyukuri.

kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. Salasa Salasa berarti Selasa. Selain dengan cara itu. Apabila bepergian. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. maka anak yang akan lahir. Misalnya dalam suatu keluarga. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. Karena apabila lepas kontrol. 77 . Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. Bahenda – kuning. sikap dan perbuatannya. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. Bahijau – hijau 5. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. sambil berguman “pusepuse”.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. Ahli Waris. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. terpaksa salah satu ngalah. Bahandang – merah 3. 4. Babilem – hitam. Baputi – putih 2. 2.

karena resikonya tidak kecil. terkadang ditimang dan disanjung. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. Jenis kelamin tidak dibedakan. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya. 2. serakah atau sedang melakukan penipuan. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung.) Tandak Tandak berarti menimang. Sesama mungkin saja dikelabui. cucu. 1. 3. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. tidak punya keberanian untuk ditandak. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang. tidak jujur. boleh ayam atau babi. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. Apabila ada anak angkat. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. 3). Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. 3. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. 78 . anak.2). anak angkat. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. saudara kandung.

Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 .Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang. panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun.

Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. kaleka ulek Nyai Undang. Baka rintuh tisoi kanaruhan. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. rondang karangan penyang bulu. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. ngangkuling banama jahawen. Kambang sihong ringkang tatean hariran. • Banau atawa Bahanau. Kamban baringen kilat. kabalen kapang.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe. Juking Lewu Tanjung Hanyi. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Raing 82 . • Basarang ?. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. baka ginjai tulang. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak.

baka lelep Lewu Pulu. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. Lewo Lentop Banama. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. bahanyi mandoi daha belum. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. Kaleka Liau Rajan Pasang.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. 83 . Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. rondong karawah batu sambang. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. rondong timbok kanaruhan. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. kambang sukai baluhing. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang.

rondong jumpang handiwung. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Mantarei Lewu Payong nyahu. kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung. rondong gelombang pahalang.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang. Sehungkir kamban kabanteran bulan. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. Mandomai Lewu olek kalingu. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. Rondong paseban raja. rondong teweh dare . Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. rondong ngajang gangerang. rondong nyaimbur tambon baputi. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. kaleka Liau Lunuk panjang. randang tambarang tingang. Kamban sihong hamaring. rondong ampah timpong. Tangahon Lewu Pandih Batu. rondong riak batu sambang. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. 84 . Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. Mangandam Lewu Jakatan rundian.

Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. rondong sakatan randin tandang. Lamunti Lewu Mandarai Sambang. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. Penda Putik Lewu olek kalingo. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. rondong riak batu sambang. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. Mantangai Lewu olek lawang jata. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. Rondong kamesak lohing. bqka tetes uhat bakau langit. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. Rondong kereng tusang salahan tandang. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. Bapakang Lewu jakatan. tau mangarak penyang ije kasimpai. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. rondong paget Hatalla. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. 85 . rondong salohan tandang. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat.

Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. Kaleka Liau Handiwung belum. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. 86 . Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. rondong tarion antang. rondang olek kalingo. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. rondong tarian antang. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. rondong jakatan runjan.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit.

Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Penda Payang Lewu Olek Kalingo. Dandang Lewu Jakatan Runjan. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Tumbang Kakat 87 . Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. rondong riang batun sambang. Rohong Lewu Jakatan Runjan. rondong olek kalingo. Rondang pasang darah. rondong olek kalinga. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. Marapit Lewu Jakatan Runjan. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. rondang tahutan Liau Lampang. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. rondang kajang apoi nyaro. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang.

Tambahan Keterangan 1. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. ie te hila dipah Kuala Kapuas. Kuala Kapuas. Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. aran solake Tumbang Kapuas. tkt. kejariae. tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan. baik karena sakit. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang. Puruk Cahu. selama kurang lebih setengah jam.gong . . Mandomai. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. uluh bakas helo. Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. Sekalipun sedang 88 . Kuala Kuayan. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. . Apabila berita duka telah tersebar. Kumai. Pangkalanbun. Tewah. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. Muara Tewe. Kuala Kurun. maka dengan seketika mereka. yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. mendadak atau karena mengalami kecelakaan. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong.mandoi mai atawa . namun dengan irama pelan.gong . kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. Buntok. rondang pasang darah. gong . Kuala Pambuang. Ampah. Kasongan. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. Sampit. .mandoi umai. manjadi Pulau Telo wayah toh. Sei = Sungai. 2.5 Km. 5. Tamiang Layang. jiwa terpisah dari raga. Tumbang Samba. 3. 4. 4. . Pulang Pisau. Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. Suara gong ditalu kuat atau keras. . Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . Ketika ajal menjelang. . aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835.

bekerja di ladang. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. Pada malam hari. b. atau lainnya . boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. menggelar tikar. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. tanpa menunjukkan kegembiraan. bisa dalam bentuk raung. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. kakurung. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. Apabila hal ini tidak ditaati. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. Peti jenazah dibuat saat itu juga. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. menyediakan tungku tempat masak memasak. di hutan atau di manapun mereka berada. berduyun-duyun mendatangi rumah duka. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. bicara pelahan. Di rumah duka. runi. di perahu. Ada penduduk yang tanpa komando. Pada saat penguburan. Tantulak Matei. langsung mengumpulkan kayu bakar. biasanya mereka bekerja bahu membahu. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. di rumah. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. pada saat itu juga. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. tidak membuat kegaduhan. 89 . dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. Penguburan. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. Pada sore hari. dibakar ujungnya.

hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. Segala sial dan malapetaka. Pada bagian mata. mandau. 90 . untuk perempuan. Setelah upacara meludahi patung selesai. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. ditutupi tujuh lembar potongan kain.c. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. lalu dikenakan pakaian. 2). Beras satu mangkuk. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. adalah pantang makan nasi. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. Pada lubang telinga dan lubang hidung. tombak. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. diletakan disebelah kiri. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. Setelah peti mati selesai dibuat. diletakan di kiri kanannya. Jenazah seorang laki-laki. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. diletakan batu atau uang putih. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. patung dua buah. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. kepala diletakkan arah selatan. Setelah semuanya siap. yang antara lain pakaian. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. besei atau pengayuh. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. diberi penutup. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). dimasukan ke dalam peti mati. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. Garam satu mangkuk 3). Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. kepala diletakkan arah utara. gotong royong warga kampung. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. Ujung benang pengikat kaki. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan.

( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. pada hari itu juga. Dibakar. ) 91 . ) foto Membersihkan tulang. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih.) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah. Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. 5). ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa.Ketika jenazah telah dikebumikan. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. S. ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang. Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca.T. 2). ) foto Menikam binatang korban – kerbau. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. Dihanyutkan dalam air dengan upacara. ) foto 1 foto 2 Basir . ns). 3).T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. 2).T. ) foto Ritual Adat. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. S. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung.T.makanan tertentu. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan. S. S.T. Maksudnya (tidak terbaca. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah. Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). lalu ancak tersebut digantungkan. 4). Niwah Palus. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi. 5. Setahun kemudian. S. Beberapa Cara Penguburan 1).

Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. c. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. maka segala kesulitan dapat diatasi. Jiwa atau Roh. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. mencuri dan merampok. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. Bila dana belum mencukupi. b. Habusung Hintan. tasik. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. yang bertempat tinggal di langit ketiga. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Barang- 92 . a. laut. dengan melalui bermacam-macam rintangan. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. Manuk Ambun. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. telaga. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. Merampas. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. Lewu Tatau Habaras Bulau. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. gunung-gunung. ada kematian. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. mengambil isteri orang. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. d. melalui sungai-sungai. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . Setelah mengalami kematian. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya.

Sandung Raung. 93 . i. d. Kakiring. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. h. r. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. 2). Ambatan. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. n. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Sandung. Sandung Rahung. b. Pali akan pambelum itah harian . dengan satu tiang. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. Sandung Balanga. f. seperti peti mati pada umumnya. Sapundu. l. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. kepala suku dan kepala adat. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. tempat menyimpan abu jenazah. diantaranya : 1). dengan tutup dibagian atas. Tambak. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. Tau pamparesen itah limbah gawie toh .2). Sandung Tulang. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. c. tempat menyimpan tulang belulang. j. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. ada tutup peti pada bagian atas. Jiwab. Sandung Naung. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. o. yaitu para kepala kampung. Pambak. dengan enam tiang. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. Kakurung. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. e. Sandung Dulang. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). m. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. dengan empat tiang. k. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. g. 2. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. 3). juga dikubur dalam tanah. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. Jenis dan Nama Peti Mati : a. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. q. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi.

sapi. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. selalu duduk di atas gong. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. ayam. dalam hal pengobatan. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. 3. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. Pelaksana upacara sakral 1. 2. Indu kakicas. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. 94 . diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau.3). Basir. pambelum itah harian andau . sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Di masa silam. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. babi. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. 4. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan.

Nyaring. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Sangkanak. Patendu. Bintang. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Setelah diumumkan. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. Jakarang Matanandau. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. Kambe Hai. Jin. Pampahilep. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. Salah satunya. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Pada hari yang ditentukan. toroi. katambung dan tarai mulai dibunyikan. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . garantung.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. kangkanung. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. apakah Mahanteran atau Balian. Naga Galang Petak. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. Bulan. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. Jata. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. 95 . barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi.

Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. minyak sangkalemu. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. berdiri mengelilingi sangkaraya. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . minyak tatamba. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. tua. muda. 96 . foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. jauh dari segala penyakit dan gangguan. panjang umur dan banyak rezeki. penyang. Di samping untuk memalas. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. ramu. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. baik ayah. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Setelah Menganjan selesai. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. kemudian dilemparkan ke atas. kaki ayam. juga memalas batu-batuan. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. Tidak mentaati aturan. Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir. anak. paman. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. rakas. ibu. babi. resiko tanggung sendiri. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. nasi. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. bibi. Benang Ranggam Malahui. karuhei. serta segala penjuru. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. mandau. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. pangantuhu. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. mulailah acara membunuh binatang korban. suasana meriah riang gembira. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas.

6. 12. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. Pali makan kancil/pelanduk 4. 14. Pali makan Tahatung. 11. 10. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. 5. Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. orang terluka. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. 2. Pali makan kera. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1.kemungkinan ditangkap. jangan sampai terjadi kematian mendadak. sakit. 97 . Pali makan Buhis 8. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. Pali makan Mahar . 13. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. Pali makan Burung Tanjaku. rokok. Pali makan kelep dan kura-kura. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. Pali makan kijang. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. Jata. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. sirih. Pali makan Kalawet 9. Pali makan Beruk 7. Pali makan Ular. 3. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. Pali makan Ahom . Kemudian seorang penawur duduk di atas gong.

maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. Pali makan ujau. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. 17. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. Pali makan dawen bajai. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat.daun bajai. Kemudian Talin Pali diputuskan. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. sapi atau babi. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau.15. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. 18. Pali makan buah rimbang. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung . 16. berkumpul. 19. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. 98 . Pali makan Angkes. Pali makan daun keladi. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. serta empat orang duduk di belakangnya. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. kemudian dibungkus dengan daun itik. juga ada pali berkelahi. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara.

Cara pertama : 1). Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. mereka disambut dengan laluhan. dinamakan kempas bunuhan. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . babi. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa.Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. 2). memiliki keberanian luar biasa. 3). Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. taharang dan manetek pantan. Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. 2). ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. gagah perkasa pantang menyerah. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. tidak begitu saja diterima. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. Cara kedua : 1). ayam. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. sapi. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. gagah perkasa pantang menyerah. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). Kepada tamu yang datang. Mereka yang datang. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. terlebih dahulu di uji keberaniannya. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. semua ada aturannya.

tanda mata diberikan kepada mereka. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. Setelah hari ketujuh. burung papau. 100 . Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. Terima Kasih dan selamat jalan. Nyaring. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. menabur-naburkan beras ke segala arah. burung bahotok. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. Matahari. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. upacara segera dimulai. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. burung Antang. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. yang dengan sarana beras. Diawali dengan seorang penawur. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. Dengan perantaraan seorang penawur. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. Kemudian diulangi lagi. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Pampahilep. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. Bintang. Sangkanak. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Patendu. Kilat dan Nyahu. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Balian. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara.untuk Sangiang. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . kambe. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan.

Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Pambujang Linga. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Menjelang pintu ke tujuh. Haramaung Lewu Danum Jalayan. Tarung Lingu. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. 2. 8.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. 3. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. Mantir Mama Luhing Bungai. Kanyumping Linga. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Apabila sesajen diterima dengan baik. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. Setelah melewati empat puluh lapisan embun. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. lalu langit kedua dan seterusnya. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. lalu ke Tasik Malambung Bulau. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. 7. barulah mereka mencapai langit pertama. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. 5. Bersama Raja Anging Langit. Balu Indu Iring Penyang. Pambujang Hewang. antara lain: 1. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. 4. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. 6. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. seorang sangiang akan turut serta.

tidak terbaca. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. Setelah upacara selesai. Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. ns). Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. . 102 . . ns. Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. Mantir Mama Luhing. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. .) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . tidak terbaca. lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. Indu Sangumang. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. Raja Tunggal sangumang. 2. yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. Mereka adalah : 1. Disinilah Banama Tingang . empat puluh lapisan embun. Permohonan telah dikabulkan. tempat Raja Sapaitung Andau. Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. 3. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. berarti permohonan mereka ditolak. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. . diadakan pengecekan ulang. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian.

hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. mantilung kanaruhan ringgit. uras nyahuan usang. nyahuangku bitim. hai ganan. ie babalai sansiri koenjat antang. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. nampahanjung luwuk kampungan bunu. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. basali mangkuk sarangiring laut. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. Balu indu iring pinang. panati danum kalunen. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. panasiran Hawun. kenyui mangja. hapaharis rayung baya tandak. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. akan pantai danum kalunen. dia jaka penankekei. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. Hapan juyang bangkang halelan tingang. ije puna hampang jawah hempeng. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. katabelan uluh balai entas. Nyimak saturi malayu. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. belum nantuguh labatang entang bulau. nyahungku indum luang reawei. 103 . bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. anak salibayung antang. uluh lewu danum jalayan. malentui gentui daren lintung. runting tajahan burung nampasut. harenjet ganan. akan luwuk kampungan bunu.katabelan uluh balai nyaho. kilau nampasut tingang ije kadadang. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. burung lingu kanyumping linga. Nyangkabila balitan kenyui mangaja.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. kangatil garantung. bara busi renteng bapampang pulu. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. mahutu Penyang. Kuntep kamaras. antang manamuei manajah riak renteng tingang. raja tabela basandar ranjang. nyahuan ie tingang hadurat lunuk.

kalalambang tambun. are timpung jari tampahar harus laut. due. te palus manekap katambung. manipas ulek lawin lanting raja. sama manetep tuwung tambun rayung tatau.Ie jari bitim behas. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. mateiu lunjang lenjut. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. hasapau dawen birun bukit. halawu bumbung dawen purun. rintuh rinau. luwuk kampungan bunu. karungutm ambu harenda pandung. awang matei junjun helu. gohong santik malelak bulau. entan bulau. talawang. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. hijir bahenda dia nanggalung bulan. tuwung siakung tatau. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. jadi barakandung peteh. tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. Kilat baputi dia kanatah hintan. kamalesan karatu lumpung matanandau. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . bulau tambun . lime. hayak enum bandadang. jadi peteh manyiret. nasat kabangkang nayu-nayu. epat. Kilau lanting darai janji manalan. . tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. pantai danum kalunen. Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. unduk ampah tanjung ambun buang. batesei manturana pakaluyang bulau. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. pusuk rawung bambau ukei. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. batiang janjin. . Hatalla baparung rangkang huang danum. jahawen. jadi sukup tuntur. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. te kareh tandakm panjang. basali tanduh babulung bulau. dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. telu. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. hatingkap pusuk rahing tarung. nampara nampulilang liau. Te palus teneng gandang tambun jete. bahing jarambang. nihau tutuk panambalun tambun. mahapan pahulanger bulan. hakalusang patung. nipas marung garing gantungan. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. Mampahulang naharantung nyalung.

Petak sintel hambalambang tambun. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. pakur layang antang. ie palus hajanjuri hanjak. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. nyahu mangaruntung langit. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. basa tawangku panamparan belum. tapalumpang limpet. buli pampang raung. nakaje andau bunu nalanjat pandange . pantis kambang garing manyangen. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. kanahintip talampe. kabahena bajanda. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. hindai aku mungkang tandakm. pain bukit tunjung nyahu lilap. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. nambaji garing handue uju hansasulang. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. Bahalap nyaluang. harenda riang dedet habangkalan garantung. harende pandunge balau tambun. malangka langit.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. haring saluhan antang nahuei. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit. ela naharantung bahing pantung sambang. kanyaki liau Randin tandang. kabantikan asai menteng ije tawae. jalan liau matei nabasan dohong. meto rama batanduk garing. sandung danun dua kapamarau langit. uei ringka. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. bara hemben horan. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. kamalesang kereng rohanjang tulang. Awang matei . mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. bakulas aku muta tingang. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak.

Ie rawei banama baongkar puat. parei tanjujik helang uhat 106 . Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. sedang handiwung kesampelau belum. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. sawang bapangku anak. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. bateras nyalung Kaharingan belum. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. nambatang suling. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. ringun tingang.tambun. pandung malelak bulau. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. galigir bintang. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. ie parei. Baluhing gohong. ie duam kauju andau. haring lamabat hambalaun nyampali. puna bitim hai kuasam belum. Nundun balitam tingkah nundum paturung. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. tampan jata bara huang danum. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. ie umbet kanumpuh bujang. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. manangkep balitam. kanarah lintung talawang. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. paninting aseng. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. Ie mangambang bulau. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. belum nahabulun urung. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. luntur bahandang batinting lima balas. nasuwa sebutan bitim. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. taparuyang rayuh.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. self service.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. Okey deh. malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. Kami tidak menyesal. Akibat motorboat rombongan. a). . Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. Vrij Nederland. Siap untuk berlayar . . Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. kami tolak secara halus. Barang barang kami angkut sendiri. . Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. Kami terkejut . Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. . Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. kami semua siap untuk berlayar . Kami terperanjat dan bertanya. Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. Kami hampir terjun memberikan pertolongan. Oltmans Dar SK. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat.Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. . Berat dan Kerja Keras. kata 108 . Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. . Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. .. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. b). Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. . . . c).L. . Sarapan pagi hanya dua kerat roti. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. Hari telah menjelang siang.

gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. Mereka seharian memancing.”. d). ya jujur dan jiwa mereka bersih. hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. Anjir Serapat. karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. teriak wartawan dari Shin Hwa. . . cepat dan produktif. dan maha besar alias raksasa yang mohon . tidak termasuk Kalimantan Utara. maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. Jujur . Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis. 5 ½ kali Pulau Jawa. .kami. . Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan. selain bentuknya besar. Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. Kapuas. dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. ketika kami tegur. . Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. Inilah sekedar kegembiraan mereka. bila Kalimantan terbangun dengan baik. Karenanya gaya hidup harus dirubah. Luasnya 550. . e).000 jiwa manusia. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. . dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. harus lebih dinamis . hasil alamnya besar. . Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. Stop Bung . . “ Be carefully my friend”. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. . Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. . Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. Puas dengan Memancing . g). Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. Barito.000 kilometer persegi. lain tempat lain tabiat wanitanya’. . Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. “Haiyaaa . f). . Menurut perhitungan Bung Karno. Tabuh Gong dan Hantu.000. . dengan kepulan asap pertanda sedang masak. Raksasa mohon . Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa.

dan kami agak merasa berdosa. seolaholah sebelum kami mengerti ah . merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. . . Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. Di sini lain lagi. i). Serupa kalau kita naik kapal besar. rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. Perahu-perahu kami meluncur terus. Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. . . Terkadang kita hampir-hampir mangkel. Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. . pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. . Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. bahaya banjir. Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. yang merupakan simpanan mereka. ada kain sarung. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan ….dihentikan karena ada tanda stop di depan. Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas. Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. berlangsunglah rapat raksasa kecil. aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. . ada tudung atau sarudung. . serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. Walaupun lelah. Memang satu hal yang patut dipujikan. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. . dan jalan keluar telah terlihat. . selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. malah petentang-petenteng di depan . ada selendang. sedikit menggaruk-garuk dan . kiranya dugaan kami itu salah. h). gaya baru. . dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . . . . Ada kain lepas.. Jiwa Gotong Royong Yah . kurang sopan pak. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno.

dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. lauk pauknya tidak ada. demikian ucapan Bung Karno. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. Di Kapuas . Oleh karena itu. maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. k). Lagi-lagi alam memberi pelajaran. mana yang cantik. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. . bersenda gurau. makanan telah tersedia. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. Ada yang telah menerima gelas. 111 . Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. sekedar. membersihkan diri sendiri. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. Ada yang telah memegang piring. . Kamipun terpaksa tidak mau kalah. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. l). Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. airnya tidak ada. Sesudah makan. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. gelas tidak ada. sampai dengan mancing saja sudah puas. Menjelang senja.keselamatan dan kebahagiaan manusia. Serupa Puteri Solo. . karena perut belum terisi sepanjang hari. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. Terkadang-kadang ada minuman. Di Kabupaten. Ah . Untuk melepaskan lelah. Jangan Puas dengan Mancing saja. . tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. secara gojek. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. kataku. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. Ada yang telah menerima nasi. nasinya tidak ada. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. kuat. . bahkan bekerja seperti biasa. . minum. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. demikian Bung Karno berkata. hampir serupa dengan puteri Solo. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. j). Minta pendapat pak. karena terlalu puas memancing . dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas.

dan sekarang bernama Palangka Raya. semula bernama Pahandut. Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. terus jalan kaki . kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. tidak terkecuali para Menteri. harus mandi. dan itu memang benar. . Ke Palangka Raya. Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. Sekarang menjadi tempat penginapan kami. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. yang lainnya jalan kaki. mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. akhirnya apa boleh buat. Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. Jangan heran. kembali menjadi kantor biasa. . Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. baunya keringat tidak tahan lagi . n). tegas dijawab. terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. . perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. kami tidak boleh turun. seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. Pahandut. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. plung . kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. Menurut adat setempat. tidak mandi. Kami bergegas-gegas menemui panitia. Paginya barulah turun ke darat. ikei heam aro ang kajipon “. . . Besok paginya. . sewaktu di tanya kepada panitia. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. tetapi sebelum dan sesudahnya. m). lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. . 112 . Begitulah pendapat Sri Sunan. Kembali ke Hotel. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. kami menggayung dan menimba air. Dalam upacara adat. . Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. menanyakan di mana hotel/penginapan kami. . tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. . . wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. Hanya Bung Karno yang naik jeep. kurang lebih 3 km. di pinggir kali .Bagaimana perhubungan? Ya . Kuala Kapuas. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. . paling lama 20 menit. sambil menunjuk ke kali yang luas. “itu pak “. Jam 2 malam kami tiba di Pahandut.

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

dan kedua. yaitu zaman Bandar. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan.Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. 4. pada zaman Lewu Uju. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. Dan seterusnya. 3. 6. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 . 2. tetek tatum. disamping untuk menguatkan pemahaman. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara. Dalam karungut. nama Bandar sering disebut-sebut. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. Zaman Tambun Bungai. 5. ada dua pendapat: pertama. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap.

Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan. Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga.

Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti. Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. 116 .Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli. Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan.

Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang.TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar.

Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar. Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri.Itu perbuatan semua budak. Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 .

Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 . Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar. Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata.Anak tunggal tak bersaudara. Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat.

Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 . Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga.Diancam jiwa serta disuapi. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran.

Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar.Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. 121 .

Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana . Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak.mana. 122 . Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua. Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari.Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. 126 . Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera.

127 .Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu. Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan. Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan.

Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan. 128 . Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian. Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah.

gelang. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu.Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. 129 . Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu.

Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 . Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang. Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari.Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku.

Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda. Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar.

Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. dicium.Dipeluk. BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan. Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat. Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 .

133 . Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang. Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani.Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat.

Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah. Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha. Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. 134 .

TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru. Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk. Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 . Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka.

Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .Terus memperkosa tentu menjalar. Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali.

Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang.Mencari tempat yang tak disangka. Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 . Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya.

Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah.Oleh Bandar anak celaka. Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. isteri. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama. Dambung.

bapak. Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 . sumpit. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu.Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman.

Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah. Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata.Boleh rebah bagai kayuan. Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. 140 .

Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Hati kecut dan tepekur. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 .Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.

Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus. Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya. Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya.Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui.

143 . Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal. Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu.Sampai Kalingu pasti menjalar. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu.

Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 .

Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk.Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. 145 .

Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati. Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan. Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa.

147 . Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali.Itulah dia yang kusembunyikan. Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan.

Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 .Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama. Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan. Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat. Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan.

NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Dimanakah bekas atau dengung. Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat. Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema.Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat.

Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 . Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan.

Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman.Begitu Jata telah pikiran. Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar. 151 . Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan.

Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 .

Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar. Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. 153 . Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan.Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar.

Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 . Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji.Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan.

Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. 155 . Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga.Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan. Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua.

Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras.Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa. Tiada panjang akan cerita 156 . Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki.

Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera.Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua. SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu. Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 . Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah.

Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami. Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat.

Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. hutan biduri Laut lepas diselam sekali.Menderu berirama kepada sekalian. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung. 159 . Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. gunung. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama.

Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan. Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali. Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 .

Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut.Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan.

Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. di darat. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan. Kapal cepat berjalan segera. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 . dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda.Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua.

Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang. 163 . Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi.Tanda persaudaraan untuk selama.

Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan. Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara. Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman.

Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Semua datang besar ingin 165 . Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri.Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu.

Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 . Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain. Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan.

Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang.emas.perak. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan.Harga pantas tak ditawarkan.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. 167 . Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga.

Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 .Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia. Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya.

Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai.

Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan. Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku.

Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 . Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat.Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Puteri istana juga ditunggu. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali.

Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir. Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu.Mandau bagus tempat kesayangan. Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara.

Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba.Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 . Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin.

Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran. Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. 174 . Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun.

Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita.Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan. Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Siang malam puteri mendoa 175 . Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara.

Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu.Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 . Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala.

Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. 177 . Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk.Banyak kapal kecil besar. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku.

Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan. Sedemikian permintaan puteri. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 .

Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Umbun. Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan. 179 . Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun. Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul.

Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang.Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Akan ketentuan segala jujuran 180 . Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam.

Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang. Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan.

Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. 182 . Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Bandar. Sumbu. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai.Siapa melihat tentu menyilaukan. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang.

Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. 183 . Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula. Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah.Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. dan terjun berenang. Tanpa kawan. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. membabat hutan. matanya menerawang jauh ke depan. Setelah puas mandi dan berenang. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. 185 . namun karena berada di rimba raya. Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. Burut Ules terpana. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. Ia seorang yang bakaji . kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. 1. kelompok kecil itu naik ke darat. ceria. besaluka tanpa penutup dada. Menyaksikan hal tersebut. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. jantung Burut Ules nyaris copot. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. Pada suatu hari. sejuk terasa. penuh tawa canda nan meriah. Matahari bersinar terik. matanya menatap tajam ke arah sang dara. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. padahal jarak antara mereka tidak jauh. resah. Tanpa sepengetahuan si gadis. gelisah. dan kantuk mulai datang menyerang. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. ia kerja keras. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. terletak di daerah Kalimantan Tengah. membangun pondok untuk tempat beristirahat. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. penunggu daerah tersebut. bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi.

Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. ia hanya menjawab singkat. mandi sambil berenang. yang ia berikan kepada isterinya. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. aku tak akan melawan”. Timbul kemarahan Burut Ules. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama.. silahkan bunuh aku. dan hanya berdua. mereka selalu pergi berdua. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. pada saat yang tepat. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. Rasa cemburu mulai muncul. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib. 186 . namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. berenang ceria. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules. Ketika melihat Burut Ules datang. Suatu hari muncul seorang pemuda. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. Namun. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. . Suatu hari. dengan ceria terjun ke telaga. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk.. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. Kepanikan pun terjadi. hitam. Singkat cerita. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian. penuh tawa ria. mamut menteng.

Entah apa yang ia lakukan disana. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. tak seorang pun tahu. Sejak kecil oleh ayahnya. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. dan terus bekerja. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. menangkap ikan. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. Sesal kemudian tak berguna. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. Petir kilat sambar menyambar. letih tidur dan kerja lagi. 2. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. walau tak terlihat dengan mata jasmani. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. seorang laki-laki dan seorang perempuan.Sebelum pergi. Tumbang Kasongan. Suatu hari di Teluk Derep. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. ia akan kembali ke alam ayahnya. Wangsit 187 . Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. kerja. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Di Bukit Batu ia balampah. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. saat itu telah dewasa. Setelah melampaui usia balita. maka janji itu telah ditepati. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. kerja. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. Sesuai janji. Waktu berlalu. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. sangat mendambakan anak laki-laki. Tanggal 2 Pebruari 1918. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Ketika menginjak usia remaja. namun apabila anak laki-laki yang lahir.

Belum ada telepon. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. belum ada layanan pos. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. ketika sampai di Banjarmasin. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Dapat dikatakan hanya impian. naik perahu dan rakit. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. Djainudin. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . 188 . pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. batu telinga itu pun gaib. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. Jangankan ke pulau Jawa. Singkat cerita. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. Memang benar pada saat firasat dirasakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful