Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

gunung-gunung.A. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak.Lokasi. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. Bunyu. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. sungai-sungai dan lainlain. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. Tanjung Negara (pada masa Hindu). Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. Baru. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. Molengraaf. Serasan. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Subi. dan Madi. menurut peta topografi adalah 2. Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. Muller. Meratus. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. Karimata. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. Laut. Bangkudulis. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Karayaan. Hans Winklen. 4 . Keramayan. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Derawan. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Borneo. Natuna. Dr. Daerah Lingkungan Alam. Panjang dan Kakaban. Nunukan. di sebelah barat ada Selat Karimata. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. Teberian. walau bukan puncak yang tertinggi. Tarakan.F.218 m. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. Maya.175 m dan Bukit Raya 2. Sebuku. Dakkus. Tibi. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. Schwaner. Sebatik. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Baru 30 tahun kemudian. dan sebelah selatan Laut Jawa. Panebangan. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. mantan ‘besar’). Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Kalimantan dikelilingi laut. Rachmat. Damar.278 m.

Kayung. durian. semangka. Lahei. Kahayan dengan anak-anak sungai. pepaya. Kawalan. Sebangkau. dan terutama karet. Kumai. Sengkulu. Segama. Kalumpang. Kagibangan. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. keramunting. dan Malatayur. Landak. jenis langsat. Layar. Silat (Selatan). bingkai dan balaran dali. Sambar. Datuk. tusuk konde. Radas. 5 . jenis pisang. Batang Rayang. Puting. Kemenah. Murung. Pawan. duku/langsat. dan Kendawangan. petah kemudi. Sambas. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. Sekatok. dan kerokot merah. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. ubi jalar dan labu (waluh). Arut/Lamandau. maman hutan. Sembakung Berau. Kayan. Mentaya atau Sampit. Lucia. Mangkalihat.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. St. tambaran-tambaran. Aluh-aluh Besar. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. Kumai. bayam duri. masisin. dan famili nyphacacene. gelagah. kangkung. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. kangkung. dan Bahan. Baram. Kemudian juga famili compositae. Baram. rumbia. Padas. kasturi. rambutan. karmalaha. Batu Laki. Usang. Sebangau. kemudian keladi air. Jelai. Sugut. telor jarum. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. Durian. kerokot hijau. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. Kapuas Kecil. Paloh. Batu Licin. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). Ambawang. Datuk. Darvel. Kinabatangan. paku payung. famili papiliomacena. dan Pembuang atau Seruyan. Kapuas. Sebakuan. hutan. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. dan Kalapang. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). jenis sup-supan. kesisap sayur. Melinsan. Simpang. Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. keminting. Hantu. sukma. genjer. dimana terdapat kebun buah-buahan. palmae. Marudu. hutan krokot. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. galah motawauk. jenis alang-alang. dan Sekatuk Mahakam. Mempawah. dan Sebangau. pisang. jukut. Teluk yang ada: Teluk Berunai. Kupang. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. kancur-kancur. wedasan. Krian. Sesayap Karangan. telor belalang. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. Balikpapan. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). Adang. Sampit. Trusan. Paitan. Serban. Katingan atau Mendawai. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. Air Hitam Besar.

tantuwu. kayu rasak. korek api. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. orang hutan (kahiu alas). rotan sigi. Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. kayu meranti. kayu damar. ular sawah. Semanjang. Hutan Kalimantan yang begitu luas. irit. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. kulit kayu. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. bebek (itik) dan kerbau. Gadis. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. Beberapa lilin. hutan bukit-bukit/belukar/primer. semambu. madu. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. landak. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. kayu rangas. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. dan Luard. hutan nipah. Kamipang. Madara. Murdjani. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. Umbang. Sembuluh. kayu garunggang. bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. lilin. onglin. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). kayu tampurau. Sentarum. kayu bangkirai. Manjan Delima. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Lurus Raden. eusideroglon. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. achas. hutan rawa. Badagai. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. dan hutan gunung. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. kayu lanan. dan buaya. beruang. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. memiliki hasil alam yang beragam. bajungan dan lain-lain. Melintang. kayu palepek. Schimper. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. Hampangen. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. bulin. kertas. 6 . Bulan. belatung. Jempang. kayu meran bungkan.

Setelah kerajaan Malaka jatuh. Ferfuson dalam verhandelingen no. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. Schmit dan Ir. A. James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji.H. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. Daerah Serawak. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA. Abad kelima belas negeri Brunai. Mohr. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya.A. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B.Iklim Menurut Dr. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. J. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. Menurut alamnya. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.H. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. bernama James Brooke. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. awalnya dikuasai Raja Brunai. Sementara menurut Dr. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. Setelah tahun 1800 masehi. Pada tahun 1830 masehi. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Akhirnya tahun 1889.

yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. tetapi mudah tersinggung dan dendam. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. nampaknya semua berasal dari satu turunan. Lalu lintas darat sangat terbatas. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. Punan. Kenyah. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. Bangsa Melayu. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. Baram. banyak yang bermukim di pedalaman. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Bagi penduduk pribumi. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. Yang terbesar adalah suku Iban. Cara bergaul menunjukan keakraban. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. Kayan dan Bahau. Sungai besar adalah: Rajang. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Batang Lupat. Mereka berwatak keras dan jujur. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. yang terdiri dari suku-suku Melayu. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. mereka belajar dari nenek moyang. Limbang. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. Punan. sekolah dasar tiga atau enam tahun. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. apabila ingin mencapai kemajuan. Lalu lintas yang utama adalah di air. Makin masuk pedalaman.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. seperti Bahau. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. Kelambit. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . Kayan. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Iban. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. dan Murut.

Nanga Balang. Muller. 5. yaitu Gunung Nait. batu-batu sendimen. berasal dari suku Punan Howong. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Pegunungan Gramiet. dikelilingi pegunungan Bayang. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. terdiri dari batu-batu beku. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. Batu-batu beku. 7. batu lempeng. Schwaner. 4. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Nanga Erah. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. berasal dari suku Buket. Tayan. Tanah pegunungan tinggi dan rendah. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. pegunungan Singkawang. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. berasal dari suku Punan Howong. tinggi 1700 m. Selain itu. Batas Landak. berasal dari turunan yang sama. Semitu Hulu. berasal dari suku Buket. cara pengobatan masih secara tradisional. menurut para ahli etnologi.barat. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. batu sendimen. Nanga Mentalunai. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . Terdapat batu pasir. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. Schwaner. dan perubahan dari batu-batu tersebut. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Nanga Tanjung Lakung. Semberuang. ditemukan di pegunungan Paloh. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. misalnya granit dan kwartdioriet. 2. Pegunungan Kempayang. 9 . berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Letaknya sebelah timur laut Bangka. Sanggau. Nanga Belatung. misi dan zending. batu liat. tinggi 1767 m. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. Nanga Talai. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. berasal dari suku Punan Kerco. 3. • Gunung Saran. Untuk daerah pedalaman. 6. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. berasal dari suku Punan Uhing. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol.

Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. tembaga. membuat pagung overwallen ditepinya. sebagian besar dari Pegunungan Muller. hidup berkelompok. Landak. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. Iklim. Di Kalimantan Barat. yaitu di Gunung Bayang. karena proses alam. molydenite. menetap di sebelah timur pantai Berau. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. Tanah datar rendah dekat petani ini. Pegunungan Hulu. kelapa. Suku Banjar. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. Penduduk Kubang Solok. Asalnya dari batu sungai. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang.Di beberapa tempat ditemukan marmer. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. Melawi Utara dari batuan pasir. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. Sukadana. mica. yang pada waktu surut. Batu-batu pasir dan kwartsieten. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. batubara. terletak agak jauh dari pantai. Pertanian. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. dan sungai. Pegunungan rendah dari Bengkayang. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. batu tersebut berubah menjadi tanah. emas. Pengairan. rawa sungai dan pengairan tehnis. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. koaline. Di Paloh dekat Sambas. Mata pencarian utama. Pada bulan Januari. bauksit. karet. sanstone. Suku Bugis dan 10 .Pebruari. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. Tanah liat laut yang sudah tua. misal. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. Diwaktu air pasang. cinnabar. mangan. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. keturunan Solok dan Piliphine. menangkap ikan di laut. Sanggau. dan Juni – Agustus. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. ditemukan pengairan pasang surut. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan. Pegunungan Tinggi Madi. curah hujan sangat sedikit. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. sampai di tepi laut dekat Singkawang. tanah di belakang pagung tergenang air. juga di Pontianak. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. dan jenis tanah ini tebal sekali. lama-lama berubah menjadi pasir putih. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. Yang tidak luas dekat Kandawangan.

Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. Adanya satu Tuhan. Suku Punan. hidupnya masih mengembara. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Mata pencariannya. didominasi oleh suku Dayak. suku Kenyah. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. dan hidup sebagai nelayan. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. suku Berau. Banyak mendiami daerah pantai. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. suku Ulon Dayo. dan sebagainya. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. Suku Bajau. menyebar di seluruh pelosok Kutai. 11 . Diantara suku Punan. Kristen Protestan. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. berburu. Suku Basap. Suku Jawa. pohon. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. akan tetapi penyebaran tidak merata. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. Berau dan Bulongan.Mandar menetap di pinggir pantai. Kerajaan Kutai. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. suku Tunjung. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. sejumlah 328 jiwa. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. banyak yang beragama Islam. Di Kabupaten Kutai. suku Bahau. Katholik. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. Pendatang lain ialah suku Banjar. Suku Pasir berdiam di Sepan. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. Walau mereka berdomisili di Kutai. rawa. hutan. Dari kampung Long Nawang. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. menangkap ikan. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. Suku Punan. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. terdapat di daerah Kutai. sungai. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . Bangsa Tionghoa. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Sotek dan Pemaluan. dengan mata pencarian utama berdagang.

perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . Gunung Benua. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. dan sebelah barat. 211. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Tahun 1870. Bukit Batu Tiban. Gunung Kerihun. dan yang paling dangkal 4 meter. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . berbatas dengan daerah rawa. Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. Inggris. walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. Pasir. gunung Cimanis. terletak di Samarinda. tingginya 1380 meter. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. Di daerah Kabupaten Pasir. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum. terletak di Kampung Baju . panjangnya 223 mil. Pegunungan Candi Hantu. Gunung Kundas. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. Pegunungan Lasan. tinggi 2053 meter. terletak di Kabupaten Kutai. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. Gunung Tambalang. 2.145. Gunung Siagung. yang masih aktif. dari muara sampai ke Long Iram. perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. tingginya 1233 meter. Enam puluh persen. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari utara ke selatan. Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. Gunung Kong Kemul. ketiganya terpecah lagi. dan bermuara di dekat Selat Makasar. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. Sungai Mahakam. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. bagian yang paling dalam 38 meter. tinggi 1704 meter. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. 3. Gunung Lumut. Gunung Sarati.2. 12 . tinggi 1600 meter. Berau. tinggi 1790. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. 3. Pegunungan Iban. • Sebelah timur dengan Selat Makasar. Perbatasan dengan Serawak. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. dan Gunung Saren Pala.

Dari daerah ke daerah. 50-300 meter dari permukaan laut. 145 hari dalam setahun. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura.95% dari keseluruhan luas Indonesia. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan. Berbukit berat. dan kampung-kampung.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. hingga ke goa-goa kapur. kebun karet. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. 3.814. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering. suhunya rata-rata 17 celcius. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002). 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) . • Pada musim hujan. terdiri dari hutan belantara seluas 126. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm.1160 Bujur Timur (BT). Berbukit ringan. rawa-rawa 18. terdapat di pegubungan Meratus Babaris. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. Daerah pegunungan seluas 212. Bagian timur berdaratan alluvial. dan genangan air lainnya seluas 4. Daerah batu/ tanah kapur/karang. Iklim Sebagai daerah khatulistiwa.686 km2 . 5-100 meter dari permukaan laut.terdiri dari tanah pematang. Pegunungan Meratus. musim panas 30 celcius. belukar.200 km2. membentang jalur tanah kapur. Demografi 13 . melalui Pengarus sampai ke Koah. danau. beriklim tropis yang umumnya panas. Laut Jawa di sebelah Selatan. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. terdapat gunung batu kapur. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. 2. 2. Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel .6 mm. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 .750 Ha. Maratus. Rata-rata curah hujan.564 km2 atau lebih kurang 7. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut.115 km2. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur. sungai. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris.

dan di hulu Sungai Katingan. hulu Sungai Kapuas. Kabupaten Barito Selatan dan. Rungan. Barito. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. pesawat terpaksa mendarat di air. tembaga. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Rungan Manuhing. Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. saat itu. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. batu arang (batu bara). misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. diantaranya Manyan. menjadi wilayah Republik Indonesia. 6. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. yaitu Sungai Samba. Ot Danum dan Ngaju. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. sekitar Long Pahangei di pedalaman. Ayuh. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. Kotamadya Palangka Raya. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. di Sungai Kale. Kahayan. Karau. kecubung dan intan. Kabupaten Kotawaringin timur 3. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. terutama diantara anakanak Sungai Patai. juga hasil hutan berupa kayu. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. mulai dilaksanakan. Sebagai akibat kolonialisme barat.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. Telang. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. Kalimantan Timur. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. Desa Tumbang Sabetung. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. yaitu di tepi timur Sungai Barito. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. Namun tentu saja. Kabupaten Barito Utara 5. Barito dan Katingan. damar dan rotan. yaitu Kalimantan Barat. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. yang terbagi menjadi empat propinsi. Kabupaten Kapuas 4. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . emas. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. juga di hulu Sungai Mahakam. Di barat. dan Kapuas. bekas wilayah Inggris di utara.

Dayak Kapuas. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. 6. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. 10. Menurut Mallinckrodt . sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. yaitu stramras Ot Danum. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. Di antara bahasa tersebut. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. bahasa Dayak Ngaju. Dayak Ma’anyan. stammen groep der Ngaju. Dusun Barito. Dayak Siang. 2. Dayak Ot Danum. Dayak Lawangan. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. diantaranya di Long Iram. Dayak Klementen.Sungai Barito. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. Dayak Witu. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. 4. Dayak Ma’anyan. sungai-sungai Busang. di Tumbang Samba Sungai Katingan. Murung dan Mahakam. 15 . Dayak Ngaju. 3. Dayak Katingan. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. Daerah keluarga Barito itu. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. 7. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. Dayak Dusun. 9. Menurut Mallinckrods. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. 5. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. Menurut klasifikasi Hudson. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. suku Dayak Ngaju. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. 8.

Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. dan Kabupaten Sukamara. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. 4. Kabupaten Pulang Pisau. Bahasa Dayak Ngaju. Bahasa Dayak Dusun. Bahasa Dayak Katingan. 2. Kabupaten Seruyan. wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. Bahasa Dayak Ma’anyan. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. Kabupaten Murung Raya.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. Kabupaten Lamandau. 16 . Kabupaten Katingan. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. 3. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. Kabupaten Gunung Mas. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

Menteri Dalam Negeri. Kepala Staf Angkatan Darat. 5. 9. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani. 7. 3.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. 3. Letnan Djendral A. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid.H. Rangkap. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . 4. 4.L. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI). Anggota Polisi Negara.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Raden Gampang Prawirosastro. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. 16 Desember 1958 Jam 10. Tobing. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta.M.M. 2. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian. Nasution. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 .I. Yang Mulia Menteri Pelayaran. 8. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Pangeran Moh. Soekarno. 2. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. 6. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1.C. Anggota-anggota : 1. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. F. Komodor Moh Nasir. J. Bajupati. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. Kapten B. Noor. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). Djuanda. Cyrillus Ulfah Ringkin.Ir.

Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. jika perlu mati. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. dsb. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional.M. Dengan ramah sekali Y. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1. 8. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. tetapi Piagam Palangka Raya. jeep. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali. darat dan udara dipercepat. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. 3. 4. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah.truck. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. Y. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. 5. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat. Menteri Dalam Negeri. Y. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. 19 . sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959.M. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah. Para pelaksana boleh pindah. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas.M. 6. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958. orangnya boleh berganti. 2. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. 7.M. pick up.

20 . Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata. 5. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. disampaikan kepada pemerintah Pusat. Menteri Pelayaran Komodor Moh. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional. 6. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional. 7.Y.Nasir. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. Dengan berbesar hati.M. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional. 9. 3. 8.M. 4. Presiden Soekarno. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya. demikian pula semangat hendaknya. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat.00 delegasi diterima oleh Y. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan.M. Jam 11. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. dan akhirnya. Cita-cita ini adalah berani. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. maka Wakil Ketua. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara.2. Bekerja.

Y. 5. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. 4. J. Menteri. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan. 2. Rangkap sebagai olahragawan. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. Menteri menyatakan : 1. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945.15 delegasi diterima oleh Y. Jam 17.M. dan akan mempelajarinya dengan seksama. Menurut pendapat Beliau.M. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. Perdana Menteri II menyatakan : 1. Y. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. 2.M.M. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. 3. 4.C. 21 . Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. 2. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. Y. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah. maka dengan demikian.M. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah. karena delegasi telah diterima dengan resmi. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri. maka secepat mungkin. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen.. P. wajar dalam arti kata pantas. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya. Soekarno di Istana Merdeka.M.D. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum.30 tepat.S.Y.Y. sungai-sungai dan kesunyian alamnya. maupun jangka pendek. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar. Dr. Ternyata Menteri Pertahanan. kedua anjir tersebut akan dikeruk. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini.A. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat.A. rindu hutan rimba. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah.C. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi.. 21 Desember 1958 Jam 10.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya.Y. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya. dan dapat dilaksanakan. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. P.S. K. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah. baik dalam jangka panjang. Perdana Menteri.M. tanggal 19 desember 1958. Kesan dari P. Presiden Republik Indonesia. Ir. J. menjelang tahun 1958. P.M. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan.Y.M. Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit). telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia.U. K.Y. Bukan saja Kalimantan Tengah. 25 .M Presiden dipersilahkan datang. delegasi menghadap P. untuk membangun daerahnya. sedianya akan diterima. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya.

Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. akan tetapi ternyata. dapat menemui apa yang diharapkan semula. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. II. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. kekeluargaan yang erat. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan. ke tangan Kepala Negara sendiri. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau.Delegasi merasa sangat lega.

dan Tenaga Ahli. 2. b. Pejuang. 3. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. yang bersendikan Pancasila. Wkl Rakyat. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. menerima segala akibat dan resikonya. : 30 NOPEMBER 1958. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah.MENGINGAT : a. Sipil. setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). : 17. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. 27 . MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.00. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. Daya gotong royong.

Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. dan lain-lain yang serupa. 28 . pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. agar upaya setiap penjabat/petugas.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. Catatan : Naskah ini dibuat. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. kemacetan. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS.

Kol Darmosugondo) 2. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh.III.Gampang Prawirosastro) 29 .t (Tjilik Riwut) 3. tidak terpisah-pisah. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. khususnya dan Indonesia umumnya. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya. tokoh Militer.t. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami.t. 30 Nopember 1958.t. d. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya.Komandan Kodam Kalteng. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1.t. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d. Palangka Raya. (R.t. (Let.

Pepatah mengatakan: “Tak kenal. Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. yakni Sdr. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. di Kota Palangka Raya. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya.IV. b. Bapak Gubernur. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. ibu-ibu. Mahir Mahar. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. c. Propinsi Kalimantan Timur. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . tak cinta“. Propinsi Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. Maka dari hasil Kongres tersebut.

Mendengar : Pandangan–pandangan. partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. tokoh-tokoh organisasi-organisasi.Mahar 31 . DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. b. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. Bahwa akan Indonesia. Menimbang : a.

. dan Barat. M. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan.t. telah memutuskan. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. Banjarmasin. Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan. . Ukur 32 . No . mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A.t. Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d.t. Timur. yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah.t. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956.D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. B. 7 Desember 1956. Mahar H. Sekretaris : d. .(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. .

Seruyan. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. serta memberikan penjelasan-penjelasan. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Mentaya (Sampit). maka bapak Milono. dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. 33 . Berkenan dengan itu.34/41/24. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. Mahir Mahar. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. Daerah Kahayan.P. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. Kapuas. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957. Daerah Katingan.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. bermunculan lah suara-suara.

Tjilik Riwut. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. terdiri dari: 1. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. Pemerintah Pusat.N. Muara Teweh. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. R. L. Maka dengan Undang-undang Darurat No. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Mihing. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. Moenasir. Pulang Pisau. 2.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. sosial. C. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. 2. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. 4.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. No. pertahanan keamanan dan psikologi. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. Ir.10 tahun 1957. E. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. Mahar. Buntok. 5. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Panitia pun berpendapat. Bupati KDH dpb. Van Der Pijl. 3. Kamis. Sampit dan Pangkalan Bun. ekonomi. Sebagai Penasihat Ahli: 1. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. didapat kesimpulan. 2. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. G. Pada bulan Januari 1957. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah. 3. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. Mahir Mahar. 4. Obus.

27 tahun 1959 L.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. Des. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Ir. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. No. Kemudian dengan Undang-undang No. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959. Pangeran Moch. yang Mulia dan Besar. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. Ir. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. dalam Pasal 2 ayat 1. dan Kalimantan Timur.Kalimantan Barat. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10.N.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Soekarno. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. Selanjutnya dengan Undang-undang No.52/12/2-206.

Tahun 1917. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. Kalimantan Tengah. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Sejak abad XIX. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. Bungai. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. dan Tawala Rawa Raca. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. pada abad ke 17. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. Tahun 1620. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. Andin Sindai. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. berakibat daerah Kalimantan Tengah. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Mendawai. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . atas perintah Sultan Banjarmasin. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. berakhir tahun 1905. Namun penduduk pribumi. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. Namun. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. diantaranya Tambun. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. Tahun 1787. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. Perlawanan secara frontal. dipimpin langsung oleh para kepala suku. bahkan nyaris seluruh daerah. Menurut Hermogenes Ugang . yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Tahun 1835. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. dekat Kapuas.V. dan Pembuang. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Tahun 1365. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. 17 Agustus 1945. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. dikuasai VOC. belum ada pendatang dari daerah lain.

baik yang berdomisili di Kalimantan. Lui Kamis . Brahim. pada tahun 1937. Persatuan Dayak bubar. Luran. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. A. dan masih banyak lainnya. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. maupun yang sedang merantau. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. Sejak saat itu. Philips Sinar. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. Anton Samat. Tahun 1919. Pada tahun 1959. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. F. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman.S. Loei Kamis. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Djaelani. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. Tjilik Riwut. Muchtar. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. Magat. Sian. bergerak aktif hingga tahun 1926. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. Leiden. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Palaunsuka. Haji Abdulgani. T. dan masih banyak lainnya. adalah sebagai berikut: 37 . seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. Amir Hasan. dipelopori oleh J. Philips Sinar. dan masih banyak lainnya. Tahun 1945. pasal 2 dan 3. W. Handuran. Oto Ibrahim. C. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. ataupun pihak partikulir. Christian Nyunting. Di masa penjajahan. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. F. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak.D. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. Tamanggung Tundan. Uvang Uray . E. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. Tahun 1928. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. R. yang bergerak dalam bidang sosial. yang dipelopori oleh Hausman Babu. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. M.kepada mereka. Nyangkal. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal.J. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. ekonomi dan politik. H. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. Bungai. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Lampe .

baik dalam soal politik.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. bahkan dua cabang berada di Jawa. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Mentaya. b. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. Barito. 38 . Pasal 3 Tujuan a. d. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Katingan. c. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Dalam usianya yang keempat. Pontianak. Kapuas. sosial dan ekonomi. Mengejar ketinggalan derajat suku. Kahayan. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. Pangkalan Bun. Samarinda. Sebangau. Dalam waktu singkat. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. serta Kebudayaan Suku. Seruyan.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. diberi sedikit garam.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara.1. Biasanya dibuat untuk makan pagi. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. dicampur santan kelapa. Kangkuyau. kadangkadang minyak babi. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. 40 . Kenta. jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. Bari Bahenda atau nasi kuning. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning. gula merah dan madu. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. dan dibersihkan kulit padinya. Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. dipotong dan dikumpulkan. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. makanan utama mereka adalah nasi. Setelah itu didinginkan. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . Beras Padi yang diolah menjadi beras. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Pulut Pulut atau ketan. demikian pula suku Dayak. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. Bubur Nasi. dan dibungkus dawen tewu . kemudian ditanak hingga menjadi nasi.

Pulut Kukusan. Goreng Jawau. hanya bahan yang berbeda-beda. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. singkong dikupas. Singkong dikupas. boleh juga daging babi. dibersihkan. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. makanan yang terbuat dari singkong. dikukus. laos. garam dan terasi. Sangkuwai. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus.Amping. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. Cara membuat. minyak tengkawang ataupun minyak babi. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. Ubi Kayu Kangkalut. semua bumbu diulek halus. Tapai Jawau. Macam-macam Juhu 41 . diletakkan di atas api hingga mendidih. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. diberi sedikit air . dipotong dadu. Lamang. Ubi Kayu direbus. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. dimasukkan kuali. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. lombok. singkong dikupas. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. Caranya. makanan yang terbuat dari singkong. suna. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. tape yang terbuat dari singkong. dicuci bersih. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. Luntuh Jawau. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. dicuci bersih. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. Cara membuat. kunir. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. Cara membuatnya singkong dikupas. dibersihkan.

Kuah durian muda. rasanya asam. Kuah batang kelapa muda. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan. Kuah daun singkong. bersantan. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. Juhu Bua Pisang. boleh tidak. Juhu Dawen Saretak.Juhu Dawen kayu. Juhu Tampuyak. Juhu Baluh Baputi. Kuah durian yang telah diasinkan. Juhu Kujang. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Kuah asam muda. Gulai buah pisang muda. Juhu Kanas. bersantan. Kuah labu kuning. pakai santan. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. Juhu Baluh Bahenda. Kuah timun. Juhu Enyoh. Juhu Singkah. Gulai batang pisang. Juhu Singkah Enyoh. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. boleh bersantan. keladi. Kuah daun kamenyo. Juhu Kangkung. Kuah buah nanas muda. Juhu Mantela Mangur. Sayur berkuah daun kacang panjang. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. rasanya agak pahit. Kuah labu putih. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Kuah daun leping rasanya asam. boleh bersantan boleh tidak. Kuah batang rumbia muda. Juhu Dahian. santan kelapa. Gulai keladi diberi santan. Apabila daun nangka muda tidak ada. Juhu Asem. Kuah ikan Juhu Kamenyo. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Juhu Singkah Hambie. Juhu Dawen jawau. 42 . rasanya asam. Juhu Ujau. Juhu Lauk. Gulai kangkung. boleh tidak. boleh bersantan. Juhu Batang Pisang. Kuah kelapa muda. Kuah rotan muda. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. Juhu Leping. Gulai pepaya muda.

boleh juga idak. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah. garam. diulek dan ditambah air jeruk nipis. rasanya asam. dicuci bersih. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. Kemudian siapkan lombok rawit. boleh juga tidak Juhu Kalakai. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. Kuah ubi. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. diberi air sedikit dan santan kelapa. direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. Juhu jagung Muda.Juhu Galimbing Tunjuk. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. diulek halus. garam. suna. terasi. garam. terasi dan garam. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. serei. terasi. laos. Kuah taya/bengkel. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. Kuah daun kalakai. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. Juhu Kulat. Sapi 43 . diletakkan di api. biasanya dicampur dengan lemak babi. Juhu Bajei.boleh diberi santan. serai. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. Jenis-jenis ikan 2). Kuah rimbang. Bumbunya antara lain lombok. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). diulek dan diberi air jeruk nipis. kunir. Kuah cendawan Juhu Uwi. Kuah paku boleh diberi santan. terasi. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda.

jahe. payau. Bumbu-bumbunya ialah: Garam. Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. 5). Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. biawak. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. 13). diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. 9). kunir. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. manjangan. laos. kunir.serai. yang kesemuanya diulek halus. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. merica. terasi. 10). sesuai selera. 8). ayam alas atau ayam hutan Itik. dan jenis lainnya Orang Hutan. sambuk. 14). Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. antara lain ular payahe atau paraca. serai. lombok. boleh juga tidak. babi yang dipelihara Kerbau. kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. bebek. bioko. lombok. kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. pantang di bakar. Opor Opor jenis masakan bersantan. Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. bumbu. diparut dan ditumbuk hingga halus. 6). terasi. Babi hutan. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. marawak. Kemudian bahan. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. kunir. lombok. Kelapa dibakar. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. 44 . panganen atau ular sawah. beruk Bulus. 11). hurangan Rusa. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. kayu manis. hadangan. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. jahe. muhe. laos. 12). depong. dan lain-lain Bajai atau buaya.3). Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Boleh diberi sedikit santan kelapa. 7). serai. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. kahiu atau alas. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas. laos. 4). pala. bengau Kijang atau karahau.

kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. jangan dipotong-potong. 45 . serai. kunir. Kaluk berarti bengkok. Cara membuat.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. kemudian kunir dibakar. garam. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. lombok. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. sisiknya jangan dibuang. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. serai. untuk ikan bersisik. laos. biarkan ikan tetap utuh. laos. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. Adapun bumbubumbunya adalah suna. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. garam. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. dimasukkan kedalam perut ikan. Apabila sering dihangatkan. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. gepengkan. Caranya ayam dibersihkan. kemudian lombok. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. kupas. biarkan utuh. jahe. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. beri sedikit air. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. garam. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. masukkan dalam seruas bambu. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. suna. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. lombok. serai. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. laos. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. bakar di bara api kecil hingga mateng. lombok. Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. terasi dan kunir agak lebih banyak.

Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. dikasih sedikit air. suna. Cara pembuatan. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. bersama kunir bakar yang telah digepengkan. 46 . pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. selanjutnya dimasak hingga matang. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. agar lebih awet. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. setelah itu dalam keaadaan masih panas. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. daya tahan dapat mencapai enam bulan. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. dan tambahkan air agak banyak. lombok utuh. Kemudian sangrai. Bila ikan. garam. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. Caranya. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata.

Tuak dapat disimpan lama. kue-kue. dibungkus dengan daun. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. kuning. hitam dan merah tua. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. tanaktanakan. wajik. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. diberi garam secukupnya. diasapkan atau di para. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. bahkan dicampurkan pada nasi. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. cuci bersih. bubur atau campuran nasi. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. gatas. ketan. Utara dan Tengah. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. goreng-gorengan. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. dijemur hingga kering benar. semakin lama semakin baik. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. dan direndam dalam air. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. potong kecil-kecil. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. putih susu. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. Saat itu tahun 1918. Apabila hanya membuat sedikit. berwarna putih jernih. Caranya. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. jemur hingga kering benar. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. yaitu pertama kupas ubi kayu. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. garuk. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. terutama di daerah Kalimantan Timur. anding yang dibuat dari nasi. Wadai atau Kue Basah Wadai.Di daerah Tewang Pajangan. Minuman Beralkohol Baram.tuak. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. nila. ahas. panen gagal. lamang. 47 . dibuat bubur. dikang. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . tamanyau. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. Setelah air ditiriskan. hanau. enau. panggang-panggangan.

ataupun alas tidur. o. Amak Letem i. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Amak Rais. Amak Pararani. dibuat dari kajang. Amak Biro. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. atau daun rais. l. e. d. j. b. Tanggoi Kayu. Amak Purun. Amak Pasar. dapat disusun sampai tujuh. k. Amak Talep. Tanggoi Sarudong. Kerudung Tanggoi Uei. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. Amak Tahising. Dibuat dari anyaman rotan. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. Tanggoi Lahung. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. m. Amak Lampit. daun rais. Amak Dare. Amak Madu. Amak Dawen. Amak Tihing/ tahing. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. r. g. atau daun purun. Tanggoi Dare. f.2. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. q. n. p. Amak kajang kacang. berladang dan menangkap ikan. c. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Amak Hilai. h.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. Amak Bamban. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. Amak Silar. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. Amak Danau. Nama-nama Amak: a. Amak Dangan. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. 48 . s.

Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Amak Pahakung. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. 3. Amak Dawen Enyoh. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Ewah. Sejenis topi pisur waktu menawur. u. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. Disamping untuk merawat kulit. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Sampah Ukong. 49 . kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.t. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. begitu juga selimut. Pada jaman dahulu. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning. khususnya pada saat upacara tiwah. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. Ewah Nyamo. Sampah Angang.) Pakaian Bahan pakaian. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor. Bila dilihat dari jauh. khususnya pada saat upacara tiwah. Semacam cawat Ewah Bumbun. Sakarut/Sangkarut. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. atau asesoris pada saat menari. tetapi juga oleh kaum lakilaki.

Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. terbuat dari buah labu yang telah tua. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. ambang. Sangkalan 50 . Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. belati. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. 4.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. dsb.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. mandau. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa.

luntung silip dan luntung jarang. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Intar Intar sama dengan nyiru. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. terbuat dari rotan. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. 51 . Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya.

Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. Gunanya untuk menyendok makanan. Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. tinggi lima puluh centi meter. Bentuknya menyerupai tabung. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. Jambia juga mempunyai kupang. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. sejenis keranjang. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Jantar 52 . namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan.

perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. Lain-lain Masih banyak lainnya. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan. Lading Lading berarti pisau. langgei kilung. yaitu alat pemotong. 6. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. misalnya baladau. pisau duang. 53 .) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. Pisau pamantung. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. pisau lantik. Mandau bertatah. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. pisau. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. atau berukir dengan menggunakan emas. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. lading belati. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. langgei gunjak. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. pisau mambawau. berarti rezeki. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali.

Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. jujuk. yang biasa disebut suhup lewa. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. dan terurai. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. tajam. dan daun ampelas. dan mata mandau menghadap ke atas. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). burung tingang. dan elastis. hingga batu-batuan itu bernyala. tidak perlu diulang-ulang. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. Dalam keadaan bernyala. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. bebatuan dimasukkan ke dalam air. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. juga tidak mudah pecah. sekali dicelupkan ke dalam air. burung tanjaku atau burung baliang. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. Besi mantikei sangat keras. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. Kumpang mandau ialah sarung mandau. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. bebatuan mendidih di air. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. kupang mandau arah kedepan. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . sungai Koro Jangkang. juga mengandung bisa. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. Setelah sekali dipanaskan. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. • Di hulu Sungai Baram. pisau. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. baru kemudian diikat lagi dengan jangang.

bentuk persegi enam. • Model Birang. Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. • Model Butung Bahun Badulilat. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. model hulu mandau. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. • Model Bawen Buhu. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. Model pulang kayuh Neneng. Bertatah dua baris. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. Telawang terbuat dari kayu liat. Pada bagian tengah sipet berlubang. 55 . Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. tidak mudah pecah dan ringan.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. Polos tanpa tatah. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. dengan pulang model kamau. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. Bertatah tiga baris. • Model mata mandau bawin Balui. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. dan sebelah dalam diberi pegangan. model hulu mandau pulang kayuh. pulang kayuh. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. model hulu mandau pulang kayuh. • Model mata mandau Hatuen Balui. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam.

Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. kayu plepek. Siang dan Pasir. kayu lanan. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. digunakan gumpalan tanah. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. Punan. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Bahau. Damek Damek ialah anak sumpitan. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. Untuk membuat lubang di tengah sipet. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. uhit. kayu berangbungkan. kayu ulin/tabalien. Mula-mula. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. Tidak semua orang mampu membuat sipet. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. Apu Kayan. 56 .Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. atau kayu resak. sipet dibuat dari kayu tampang. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. Di Kalimantan.

ataupun merah. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. lalu dimasak hingga kental. Untuk racun mematikan. batang/uwi ara. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. kuning. serum manusia yang telah meninggal lama. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. dan tajam sebelah menyebelah. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. bisa kalajengking. Hitam adalah warna yang umum di pakai. Damang. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. Bentuknya kecil. atau dapat pula dari kayu. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. Hanya Basir. kedua sisinya tajam. yang dicampur dengan getah tuba. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. atau ipuh /ipu. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. juga lombok. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam.

Lunju Laurang. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. jarang yang selamat. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. Lunju Ambung Lunju Duha. digunakan untuk menangkap binatang buruan. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang. rusa dan buaya.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. tidak mudah untuk naik kembali. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. dedaunan. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. Lunju Duhuk. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. juga untuk menangkap musuh. sehingga siapapun yang terkena dondang. Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter. sering digunakan untuk berburu babi. jiwanya sulit tertolong. 58 .

tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka. Simpang. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. namun pada dua sisi dibuat serupu. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang.) Alat Transportasi Di Sungai. Bentuknya kecil. Besei 59 . Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. botol-botol kecil yang tertutup rapat. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. Karis. Jambia. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. 7. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. Lain-lain Masih banyak lainnya. Dereh Bunu. Tohok. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. batu-batuan. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Dando atau Rando.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. tahan air. menghindari gangguan mahluk halus. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. Tirok. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. Semakin banyak susunan serupu tersusun. juga taring-taring binatang. bahkan mampu menyembuhkan penyakit.

60 . Jukung Jukung adalah perahu. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. dan dibuat berserupu. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. Penes Penes ialah perahu layar. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. kemudian dilem dengan perekat khusus. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda. Jukung Sodor Sejenis perahu. dapat digunakan di laut. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Gondol Sejenis perahu berukuran besar.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu.

bakis jukung. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda.Tjilik Riwut) Di Sungai. jukung sarupih. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. Lain-lain Masih banyak lainnya. begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. namun dapat melaju kencang. 61 . sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. sama-sama perahu. Banama Sejenis rangkan. basean. mengambang di air. Perahu. maka namanya pun berbeda. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. misalnya malambung. Banama Tingang Sejenis rangkan.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. yaitu perahu berserupu. Misalnya jukung sodor. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel. arut. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. terbuat dari kayu bulat. terdapat di Tanah Tidung. Gunanya untuk menjemur. Namanya jurang. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. dan Lepumaut. Sebagai pengganti jendela. 3. dan bila siang dibuka. yang disebut solek. keamanan seisi rumah terjamin. juga untuk menginap para pendatang. yaitu : 1. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. Bentuk Kenyah dan Bahau. yang ada hanya tempat membikin api. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. Apokayan. Pojongan. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. 65 . Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. yang letaknya di bawah ruang tidur. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. Tak jauh dari rumah besar. Rumah bentuk tenggalan. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. 2. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. Dengan demikian. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa. terbuat dari kayu yang kokoh. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. dengan bentuk longlat. Dapur juga tidak ditemukan. Juga ditemukan adanya awa. dan menyimpan kayu bakar. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. Berau. lantai terbuat dari papan. Jendela tidak ditemukan. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu.9. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. Bentuk Longlat. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. menumbuk padi. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin.

juga untuk menyimpan halu dan lisung. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. atau berladang. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. menghindari binatang buas. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. Gambar Hejan atau hejot. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan. 66 . ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. dan tiap ekor anjing mereka beri nama.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. Lantai terbuat dari kayu. juga memiliki dapur sendiri-sendiri.Tjilik Riwut). juga karena tuntutan adat. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. satu-satunya tangga di rumah betang. Suku Dayak gemar memelihara anjing. Atap rumah terbuat dari sirap. Dimasa yang telah lalu. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah.

terkadang dari kajang.Kurungan burung mereka buat sendiri. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. begitu melihat darah. tiung akan mati. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. bantal. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. seperti balanga. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). tiung pantang melihat darah. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. juga kulit kayu. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. burung talisok dan burung tiung (Beo). maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. gong. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. piring malawen. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. Khusus untuk burung tiung. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. tempayan. patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri. juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. beberapa cara mereka lakukan. butiran emas yang mereka dulang sendiri. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. bila duduk menggunakan alas tikar. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. 67 . tajau.

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. semacam selugi tetapi di air. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Ukurannya bervariasi. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Rawai Alat menangkap ikan. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Bagian ujung meruncing. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. 72 .Sakang Untuk menangkap buaya. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas.

Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. Bubu/Buwu. Lukah. Sambil menyelam. Embang. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. Tangkawing. Tampirai. Salahawu. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. Salambau. Takalak. Buwu Puring. misalnya Rengge. Kabam. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Tambu. Rakep.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. yang berbentuk tabung memanjang. Lain-lain Masih banyak lainnya. Panggilar/pengilar. Pasuran. Takalak Liau. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. Serapang. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Ikan-ikan yang terjaring. Ringkap.) Peralatan Perladangan 73 . Telung. Siap. pada mata kail diberi umpan. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter. Lurang. 4. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. Pikat. terutama di daerah yang banyak ikannya. Jala. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. Sebelum dilemparkan ke sungai. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Tukung. Tambak udang. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Santagi. Banjur. Hantai. Pasat. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. Haup. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Rempa. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. Hancau. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. Jebuk. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Hempeng/Hampang. Rawai Banjur.

Bentuknya seperti cangkul kecil. tangkai terbuat dari bambu. Tangkai tamparang disebut pahera. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. Misalnya membuat perahu. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. bagian ujung gepeng. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. dapat juga terbuat dari seng tipis. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. bagian tajam berbentuk melengkung. daun bingkuang ataupun daun purun. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. tinggi 30 cm. Bentuknya mirip ani-ani. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. lekukan atau lubang lesung. 74 . Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. dan sebagainya. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. bagian atas diberi tutup. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 . gunanya untuk membuat lubang di tanah. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan. Palundu Palundu sejenis balakon. berdiameter 30 cm. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. berdiameter 20 cm.

Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan. BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 .Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi.

serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. demi menetralisir situasi. serta rasa hormat yang mendalam. Demikian pula seluruh keluarga.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. Resiko berupa malapetaka. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. Semua kebaikan yang telah mereka terima. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. maka akan ada resikonya. Dalam setiap kesempatan. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. tidak begitu saja melupakannya. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. baik ringan maupun berat. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. bukan menjadikan beban bagi mereka. bahkan bisa membawa kematian. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya.1. Apabila terpaksa harus menolak. bahkan dalam setiap kesempatan. sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . Dengan demikian secara tidak sadar. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap.

terpaksa salah satu ngalah. Ahli Waris. Salasa Salasa berarti Selasa. 4. Bahandang – merah 3. Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. Babilem – hitam. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. sambil berguman “pusepuse”. Selain dengan cara itu. 77 . sikap dan perbuatannya. Bahijau – hijau 5. Apabila bepergian. Baputi – putih 2. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. Karena apabila lepas kontrol. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. Misalnya dalam suatu keluarga. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. maka anak yang akan lahir. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). 2. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. Bahenda – kuning.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala.

anak. terkadang ditimang dan disanjung. 78 . Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. 3. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. tidak jujur. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. 3). maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. Apabila ada anak angkat. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. karena resikonya tidak kecil. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya. anak angkat.) Tandak Tandak berarti menimang. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. 3. cucu.2). lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. Jenis kelamin tidak dibedakan. Sesama mungkin saja dikelabui. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. serakah atau sedang melakukan penipuan. boleh ayam atau babi. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . 2. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. tidak punya keberanian untuk ditandak. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. saudara kandung. 1. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang.

Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang. Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 . panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun. Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .

• Banau atawa Bahanau. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Baka rintuh tisoi kanaruhan. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. baka ginjai tulang. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. • Basarang ?. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. Raing 82 . rondang karangan penyang bulu. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. kabalen kapang. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Juking Lewu Tanjung Hanyi. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing. Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. Kamban baringen kilat.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. ngangkuling banama jahawen. kaleka ulek Nyai Undang. Kambang sihong ringkang tatean hariran. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang.

Kaleka Liau Rajan Pasang. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. bahanyi mandoi daha belum. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. rondong karawah batu sambang. Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. Lewo Lentop Banama. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. 83 . tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. rondong timbok kanaruhan. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. kambang sukai baluhing. baka lelep Lewu Pulu. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng.

rondong teweh dare . Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. Mantarei Lewu Payong nyahu. Rondong paseban raja. rondong ampah timpong. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. rondong nyaimbur tambon baputi. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. kaleka Liau Lunuk panjang. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. rondong jumpang handiwung. kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Sehungkir kamban kabanteran bulan. rondong ngajang gangerang. rondong gelombang pahalang.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. Mangandam Lewu Jakatan rundian. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. randang tambarang tingang. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. rondong riak batu sambang. Kamban sihong hamaring. Mandomai Lewu olek kalingu. 84 . Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. Tangahon Lewu Pandih Batu. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga.

Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. bqka tetes uhat bakau langit. rondong riak batu sambang. Mantangai Lewu olek lawang jata. Bapakang Lewu jakatan. 85 . tau mangarak penyang ije kasimpai. rondong salohan tandang. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. Lamunti Lewu Mandarai Sambang. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. Rondong kereng tusang salahan tandang. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. rondong paget Hatalla. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. rondong sakatan randin tandang. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. Rondong kamesak lohing. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Penda Putik Lewu olek kalingo.

Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Handiwung belum. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. rondang olek kalingo. rondong tarian antang. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. rondong jakatan runjan. 86 . Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. rondong tarion antang. Rondong riak batu sambang. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera.

Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Penda Payang Lewu Olek Kalingo. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. Rondang pasang darah. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Rohong Lewu Jakatan Runjan. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. rondong olek kalingo. rondang kajang apoi nyaro.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Marapit Lewu Jakatan Runjan. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. rondong olek kalinga. rondong riang batun sambang. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Tumbang Kakat 87 . Dandang Lewu Jakatan Runjan. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. rondang tahutan Liau Lampang. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan.

gong . Buntok. aran solake Tumbang Kapuas. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. uluh bakas helo. Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. . dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan.gong . jiwa terpisah dari raga. Muara Tewe. Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . . . mendadak atau karena mengalami kecelakaan. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. Kuala Kurun. baik karena sakit. rondang pasang darah. 5. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong.gong . Sekalipun sedang 88 . Tumbang Samba. Ketika ajal menjelang. Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. Kumai. Sei = Sungai. Apabila berita duka telah tersebar. kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. . mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. Mandomai. kejariae. Kasongan. Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24. . 4.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang. 3. selama kurang lebih setengah jam. Pangkalanbun. Ampah. Suara gong ditalu kuat atau keras. maka dengan seketika mereka.mandoi mai atawa . tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. manjadi Pulau Telo wayah toh. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. Kuala Kapuas. Sampit. Kuala Kuayan. Kuala Pambuang. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. 2. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. Puruk Cahu. Tewah.mandoi umai. ie te hila dipah Kuala Kapuas. tkt. namun dengan irama pelan.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak.5 Km. Tamiang Layang. yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. . Pulang Pisau. Tambahan Keterangan 1. 4.

untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. langsung mengumpulkan kayu bakar. b. tanpa menunjukkan kegembiraan. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. tidak membuat kegaduhan. di perahu. Pada saat penguburan. 89 . ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. kakurung. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. Pada malam hari. dibakar ujungnya. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. Di rumah duka. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Penguburan. Tantulak Matei. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. Apabila hal ini tidak ditaati. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. pada saat itu juga. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja.bekerja di ladang. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. Peti jenazah dibuat saat itu juga. di hutan atau di manapun mereka berada. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. berduyun-duyun mendatangi rumah duka. biasanya mereka bekerja bahu membahu. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. runi. Pada sore hari. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. bisa dalam bentuk raung. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. Ada penduduk yang tanpa komando. di rumah. menggelar tikar. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. menyediakan tungku tempat masak memasak. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. bicara pelahan. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. atau lainnya .

diletakan disebelah kiri. 2). Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. yang antara lain pakaian. Ujung benang pengikat kaki. Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. dimasukan ke dalam peti mati. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. gotong royong warga kampung. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. Pada bagian mata. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. Setelah peti mati selesai dibuat. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. kepala diletakkan arah selatan. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. ditutupi tujuh lembar potongan kain. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. untuk perempuan. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. Setelah semuanya siap. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. adalah pantang makan nasi. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. Pada lubang telinga dan lubang hidung. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. Garam satu mangkuk 3). melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. Jenazah seorang laki-laki. mandau. Setelah upacara meludahi patung selesai. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. diletakan di kiri kanannya. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. patung dua buah. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. lalu dikenakan pakaian. 90 . Segala sial dan malapetaka. diberi penutup. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. Beras satu mangkuk. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. besei atau pengayuh. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. kepala diletakkan arah utara. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. diletakan batu atau uang putih.c. tombak. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan.

Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. 5). ) foto 1 foto 2 Basir . lalu ancak tersebut digantungkan. ) foto Membersihkan tulang. S. ) foto Ritual Adat.T. Dibakar. ) foto Menikam binatang korban – kerbau. S. Setahun kemudian. Beberapa Cara Penguburan 1).makanan tertentu. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. S. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. Dihanyutkan dalam air dengan upacara. ns). 5.T. 2). 2). Niwah Palus. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan. Maksudnya (tidak terbaca. pada hari itu juga. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. S. Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus.T. S. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah.T. 4). 3). ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung.T. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa.Ketika jenazah telah dikebumikan. ) 91 .) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah.

a. Merampas. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. laut. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. Lewu Tatau Habaras Bulau. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). mencuri dan merampok. maka segala kesulitan dapat diatasi. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. dengan melalui bermacam-macam rintangan. gunung-gunung. ada kematian. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. mengambil isteri orang. Setelah mengalami kematian. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. tasik. Barang- 92 . Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun .Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. Habusung Hintan. Bila dana belum mencukupi. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. c. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. Jiwa atau Roh. Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. melalui sungai-sungai. b. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. telaga. d. Manuk Ambun. yang bertempat tinggal di langit ketiga. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut.

ada tutup peti pada bagian atas. l. d. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . j. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. tempat menyimpan abu jenazah. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. Jenis dan Nama Peti Mati : a. dengan enam tiang. dengan empat tiang. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. o. k. Sapundu. 2. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. m. Kakurung. b. dengan tutup dibagian atas. Sandung. Sandung Dulang. Jiwab. foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). Sandung Tulang. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. Tambak. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. h. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. g. Pambak.2). f. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. kepala suku dan kepala adat. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. 3). Sandung Naung. 2). diantaranya : 1). Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). yaitu para kepala kampung. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. e. Sandung Raung. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. i. juga dikubur dalam tanah. r. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. Sandung Rahung. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. 93 . q. Kakiring. n. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. Sandung Balanga. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. Ambatan. tempat menyimpan tulang belulang. seperti peti mati pada umumnya. Pali akan pambelum itah harian . c. dengan satu tiang.

Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. pambelum itah harian andau . Indu kakicas. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. selalu duduk di atas gong. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. sapi. Basir. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. 2.3). dalam hal pengobatan. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. 3. 4. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. Pelaksana upacara sakral 1. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. ayam. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. Di masa silam. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. 94 . babi.

Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. apakah Mahanteran atau Balian. Sangkanak. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. katambung dan tarai mulai dibunyikan. Pada hari yang ditentukan. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. Kambe Hai. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Naga Galang Petak. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Pampahilep. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. Salah satunya. Jin. 95 . Bulan. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . garantung. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . kangkanung. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. Jakarang Matanandau. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Setelah diumumkan.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . toroi. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. Jata. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Nyaring. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. Bintang. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. Patendu. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau.

menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. paman. kaki ayam. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. mandau. berdiri mengelilingi sangkaraya. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. minyak sangkalemu. minyak tatamba. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. ibu. mulailah acara membunuh binatang korban. suasana meriah riang gembira. Benang Ranggam Malahui. karuhei. babi. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. ramu. panjang umur dan banyak rezeki.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. baik ayah. rakas. serta segala penjuru. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. Setelah Menganjan selesai. Tidak mentaati aturan. resiko tanggung sendiri. bibi. Di samping untuk memalas. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. tua. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. pangantuhu. 96 . dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. muda. anak. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. nasi. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . jauh dari segala penyakit dan gangguan. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. penyang. juga memalas batu-batuan. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. kemudian dilemparkan ke atas. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini.

Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. rokok. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. 5. 11. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. orang terluka. Pali makan Tahatung. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. Pali makan Buhis 8. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. Jata. 10. 6. Pali makan kelep dan kura-kura. 3. 97 . serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut.kemungkinan ditangkap. 14. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. Pali makan Beruk 7. Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. jangan sampai terjadi kematian mendadak. Pali makan Kalawet 9. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. Pali makan kijang. Pali makan Burung Tanjaku. 12. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. Pali makan kancil/pelanduk 4. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. sirih. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. Pali makan Ular. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. Pali makan Ahom . Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. Pali makan kera. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. sakit. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. Pali makan Mahar . 2. 13.

Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. 16. 98 . Kemudian Talin Pali diputuskan. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. Pali makan buah rimbang. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. kemudian dibungkus dengan daun itik. Pali makan dawen bajai. Pali makan ujau. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas. Pali makan Angkes. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. juga ada pali berkelahi. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. sapi atau babi. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah.daun bajai. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. serta empat orang duduk di belakangnya. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung . berkumpul. 19. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. Pali makan daun keladi. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. 18. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien.15. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. 17.

sapi. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. tidak begitu saja diterima. semua ada aturannya. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. taharang dan manetek pantan. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. 3). Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 .Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. ayam. ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. mereka disambut dengan laluhan. Cara kedua : 1). dinamakan kempas bunuhan. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. babi. Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. 2). Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. terlebih dahulu di uji keberaniannya. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. gagah perkasa pantang menyerah. Cara pertama : 1). Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. memiliki keberanian luar biasa. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. Mereka yang datang. 2). gagah perkasa pantang menyerah. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. Kepada tamu yang datang. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya.

Dengan perantaraan seorang penawur. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. tanda mata diberikan kepada mereka. burung Antang. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Nyaring. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. yang dengan sarana beras. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. 100 . Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. Kemudian diulangi lagi. Bintang. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. kambe. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. menabur-naburkan beras ke segala arah. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. burung bahotok. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. Patendu. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. Kilat dan Nyahu. Setelah hari ketujuh. Balian. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. Diawali dengan seorang penawur. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. Sangkanak. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang.untuk Sangiang. banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . burung papau. Matahari. Pampahilep. Terima Kasih dan selamat jalan. upacara segera dimulai. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau.

6. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. 5. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. seorang sangiang akan turut serta. Tarung Lingu. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. Setelah melewati empat puluh lapisan embun. Pambujang Linga. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. antara lain: 1. Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. barulah mereka mencapai langit pertama. Mantir Mama Luhing Bungai. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. Menjelang pintu ke tujuh. 3. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. Pambujang Hewang. lalu langit kedua dan seterusnya. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. Haramaung Lewu Danum Jalayan. Bersama Raja Anging Langit. Kanyumping Linga. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . 7. Apabila sesajen diterima dengan baik. 4. lalu ke Tasik Malambung Bulau. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. 2. 8. Balu Indu Iring Penyang. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla.

Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. Raja Tunggal sangumang. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. tidak terbaca. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla.) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. yaitu sejenis perahu yang melaju cepat.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. Disinilah Banama Tingang . Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. ns. lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. diadakan pengecekan ulang. 2. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. . Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. 3. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. tidak terbaca. Mereka adalah : 1. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. empat puluh lapisan embun. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. Indu Sangumang. Permohonan telah dikabulkan. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. Setelah upacara selesai. . . Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . tempat Raja Sapaitung Andau. ns). . Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. Mantir Mama Luhing. berarti permohonan mereka ditolak. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. 102 . ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla.

panati danum kalunen. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. hai ganan. kenyui mangja. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. nampahanjung luwuk kampungan bunu. Balu indu iring pinang. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. belum nantuguh labatang entang bulau. nyahungku indum luang reawei. Kuntep kamaras. raja tabela basandar ranjang. panasiran Hawun. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. runting tajahan burung nampasut. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. hapaharis rayung baya tandak. Nyimak saturi malayu. anak salibayung antang. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. akan luwuk kampungan bunu. kangatil garantung. nyahuangku bitim. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. antang manamuei manajah riak renteng tingang. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. burung lingu kanyumping linga. uluh lewu danum jalayan. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. akan pantai danum kalunen.katabelan uluh balai nyaho. katabelan uluh balai entas. mahutu Penyang. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. basali mangkuk sarangiring laut. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. ie babalai sansiri koenjat antang. harenjet ganan. uras nyahuan usang. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. dia jaka penankekei. bara busi renteng bapampang pulu. kilau nampasut tingang ije kadadang. Hapan juyang bangkang halelan tingang. malentui gentui daren lintung. ije puna hampang jawah hempeng. hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. mantilung kanaruhan ringgit. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. 103 .

Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. hijir bahenda dia nanggalung bulan. awang matei junjun helu. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . batiang janjin. jadi peteh manyiret.Ie jari bitim behas. luwuk kampungan bunu. mateiu lunjang lenjut. mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. telu. gohong santik malelak bulau. . nihau tutuk panambalun tambun. . unduk ampah tanjung ambun buang. Kilau lanting darai janji manalan. hatingkap pusuk rahing tarung. te kareh tandakm panjang. kamalesan karatu lumpung matanandau. lime. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. nipas marung garing gantungan. mahapan pahulanger bulan. Mampahulang naharantung nyalung. are timpung jari tampahar harus laut. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. pusuk rawung bambau ukei. jahawen. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . tuwung siakung tatau. nampara nampulilang liau. nasat kabangkang nayu-nayu. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. karungutm ambu harenda pandung. Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. jadi barakandung peteh. hayak enum bandadang. entan bulau. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. jadi sukup tuntur. Te palus teneng gandang tambun jete. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. rintuh rinau. Kilat baputi dia kanatah hintan. halawu bumbung dawen purun. talawang. basali tanduh babulung bulau. hakalusang patung. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. hasapau dawen birun bukit. te palus manekap katambung. batesei manturana pakaluyang bulau. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. bahing jarambang. due. pantai danum kalunen. kalalambang tambun. epat. bulau tambun . dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. manipas ulek lawin lanting raja. sama manetep tuwung tambun rayung tatau. tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. Hatalla baparung rangkang huang danum. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu.

kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. ela naharantung bahing pantung sambang. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. pantis kambang garing manyangen. bakulas aku muta tingang. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit. nyahu mangaruntung langit. kanyaki liau Randin tandang. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. kabantikan asai menteng ije tawae. hindai aku mungkang tandakm. meto rama batanduk garing. kamalesang kereng rohanjang tulang. jalan liau matei nabasan dohong. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. buli pampang raung. harende pandunge balau tambun. tapalumpang limpet. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. harenda riang dedet habangkalan garantung. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . nakaje andau bunu nalanjat pandange . balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. pain bukit tunjung nyahu lilap.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. pakur layang antang. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. Awang matei . sandung danun dua kapamarau langit. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. uei ringka. nambaji garing handue uju hansasulang. Bahalap nyaluang. basa tawangku panamparan belum. haring saluhan antang nahuei. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. kanahintip talampe. ie palus hajanjuri hanjak. malangka langit. kabahena bajanda. bara hemben horan. Petak sintel hambalambang tambun.

galigir bintang. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. belum nahabulun urung. ringun tingang. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. Baluhing gohong. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . luntur bahandang batinting lima balas. Ie rawei banama baongkar puat. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. ie duam kauju andau. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. paninting aseng. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. Nundun balitam tingkah nundum paturung. kanarah lintung talawang. tampan jata bara huang danum. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. parei tanjujik helang uhat 106 . sedang handiwung kesampelau belum. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. ie parei. sawang bapangku anak. nambatang suling. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. ie umbet kanumpuh bujang. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. pandung malelak bulau. Ie mangambang bulau. manangkep balitam. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. bateras nyalung Kaharingan belum. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. nasuwa sebutan bitim. puna bitim hai kuasam belum. haring lamabat hambalaun nyampali.tambun. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. taparuyang rayuh.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. Vrij Nederland. Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. b). malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. Kami terkejut . seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. Hari telah menjelang siang. . yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat. . . Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran.Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. a). Siap untuk berlayar . . . karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. Barang barang kami angkut sendiri.L. . Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. Oltmans Dar SK. kami semua siap untuk berlayar . Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. .!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Sarapan pagi hanya dua kerat roti. Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. . dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. . Kami terperanjat dan bertanya. sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. c). Kami hampir terjun memberikan pertolongan. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . self service. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. kata 108 . dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. Kami tidak menyesal. ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. Berat dan Kerja Keras. Akibat motorboat rombongan. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. kami tolak secara halus. Okey deh. . .

Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. Luasnya 550. maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. .”. Mereka seharian memancing. Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. ya jujur dan jiwa mereka bersih. . Raksasa mohon . ketika kami tegur. hasil alamnya besar. dan maha besar alias raksasa yang mohon . d). Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. g). Puas dengan Memancing . bila Kalimantan terbangun dengan baik. Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. cepat dan produktif. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. . Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. . . Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. . namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. Menurut perhitungan Bung Karno. Stop Bung . 5 ½ kali Pulau Jawa. . selain bentuknya besar. tidak termasuk Kalimantan Utara. “Haiyaaa . Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ .kami. . Kapuas. . harus lebih dinamis . Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan.000 jiwa manusia. Karenanya gaya hidup harus dirubah. Inilah sekedar kegembiraan mereka. Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. “ Be carefully my friend”. dengan kepulan asap pertanda sedang masak. Anjir Serapat. hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. . Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . lain tempat lain tabiat wanitanya’. disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. e). Barito. f). Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. . Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus.000 kilometer persegi. . dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. . teriak wartawan dari Shin Hwa. . Jujur . Tabuh Gong dan Hantu.000. karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’.

dan kami agak merasa berdosa. . aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. . . Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. gaya baru. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. Serupa kalau kita naik kapal besar. Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. Jiwa Gotong Royong Yah . semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. yang merupakan simpanan mereka. Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. kurang sopan pak. seolaholah sebelum kami mengerti ah . Walaupun lelah. . dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. i). . Ada kain lepas. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas. . rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. . merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Memang satu hal yang patut dipujikan. Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. . h). . Terkadang kita hampir-hampir mangkel. Di sini lain lagi. . Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. sedikit menggaruk-garuk dan . Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. dan jalan keluar telah terlihat. ada kain sarung.. pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. bahaya banjir. malah petentang-petenteng di depan . Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. ada tudung atau sarudung. berlangsunglah rapat raksasa kecil. Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. . barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. Perahu-perahu kami meluncur terus. kiranya dugaan kami itu salah. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. . ada selendang. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. . Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. . Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan.dihentikan karena ada tanda stop di depan.

berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. secara gojek. karena perut belum terisi sepanjang hari. Ada yang telah menerima nasi. makanan telah tersedia. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. kataku. k). . Serupa Puteri Solo. Jangan Puas dengan Mancing saja. Ah . Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. karena terlalu puas memancing . 111 . . hampir serupa dengan puteri Solo. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. . mana yang cantik. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. demikian Bung Karno berkata. l). sekedar. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. kuat. membersihkan diri sendiri. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. Ada yang telah memegang piring. . Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. gelas tidak ada. lauk pauknya tidak ada. Oleh karena itu. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. Terkadang-kadang ada minuman. Untuk melepaskan lelah. minum. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. Ada yang telah menerima gelas. Kamipun terpaksa tidak mau kalah. Menjelang senja. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. . Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. nasinya tidak ada. demikian ucapan Bung Karno. airnya tidak ada. bahkan bekerja seperti biasa. sampai dengan mancing saja sudah puas. Sesudah makan.keselamatan dan kebahagiaan manusia. Minta pendapat pak. j). Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. Di Kabupaten. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. bersenda gurau. . Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. Di Kapuas . maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat.

di pinggir kali . dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. paling lama 20 menit. Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. kami menggayung dan menimba air. Menurut adat setempat. Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. Paginya barulah turun ke darat. Dalam upacara adat. yang lainnya jalan kaki. Kembali ke Hotel. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. ikei heam aro ang kajipon “. sambil menunjuk ke kali yang luas. tetapi sebelum dan sesudahnya. Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. . Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Pahandut. . . plung . . . Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. Besok paginya. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. Kami bergegas-gegas menemui panitia. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. . mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. kami tidak boleh turun. tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. baunya keringat tidak tahan lagi . Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. Jangan heran. seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. . harus mandi. . Begitulah pendapat Sri Sunan. m). Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. menanyakan di mana hotel/penginapan kami. akhirnya apa boleh buat. . terus jalan kaki . kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. sewaktu di tanya kepada panitia. kembali menjadi kantor biasa. kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . Kuala Kapuas. semula bernama Pahandut. tidak terkecuali para Menteri. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. n). dan sekarang bernama Palangka Raya. Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. Hanya Bung Karno yang naik jeep. . “itu pak “. kurang lebih 3 km. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. dan itu memang benar. .Bagaimana perhubungan? Ya . Sekarang menjadi tempat penginapan kami. . 112 . tidak mandi. Ke Palangka Raya. tegas dijawab.

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

5. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. Zaman Tambun Bungai. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. 2. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara. pada zaman Lewu Uju.Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. 3. tetek tatum. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 . disamping untuk menguatkan pemahaman. 6. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. nama Bandar sering disebut-sebut. yaitu zaman Bandar. Dan seterusnya. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. Dalam karungut. dan kedua. ada dua pendapat: pertama. 4.

Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga. Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan.

Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan. Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas. 116 . Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli.

Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang. Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan.TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar. Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 .

Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 . Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara.Itu perbuatan semua budak. Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar.

Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata.Anak tunggal tak bersaudara. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar. Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 . Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga.

Diancam jiwa serta disuapi. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga. Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 . Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan.

Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. 121 . Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar.

122 . Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua. Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana . Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu.mana. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. 126 . Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut. Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera.

Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan. 127 . Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan. Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal.

Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan. 128 .Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah.

Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu. gelang. 129 . Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan.

Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 . Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang.Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira.

Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 .Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar. Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda. Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama.

Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. dicium.Dipeluk. BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan. Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 . Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat.

Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat. 133 . Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang.

134 .Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha. Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera.

Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 . TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru. Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan. Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka.

Terus memperkosa tentu menjalar. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali. Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .

Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu.Mencari tempat yang tak disangka. Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya. Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 .

Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah. isteri. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama.Oleh Bandar anak celaka. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang. Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. Dambung.

Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. bapak. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan. Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. sumpit. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 .Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat.

Boleh rebah bagai kayuan. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru. Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah. Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata. 140 .

Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Hati kecut dan tepekur. Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 .Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.

Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya. Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus.Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya.

Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu. 143 . Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu.Sampai Kalingu pasti menjalar. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal.

Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 .Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati. Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol.

Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu. 145 .Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman.

Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama. Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan. Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala.

Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan. 147 . Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali.Itulah dia yang kusembunyikan.

Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan. Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari. Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama.

Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat.Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema. Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. Dimanakah bekas atau dengung. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji.

Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan. Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 .Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali.

151 . Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu.Begitu Jata telah pikiran. Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar. Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar.

Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 . Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan.

Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. 153 . Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai.

Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji. Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 .Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ.

Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali.Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan. 155 .

Tiada panjang akan cerita 156 .Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa. Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri.

Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 . Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu. Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami.Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua.

Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah. Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 .

gunung. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. 159 . hutan biduri Laut lepas diselam sekali. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena.Menderu berirama kepada sekalian. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung.

Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 . Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan.

Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak.Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras. Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut.

Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 .Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Kapal cepat berjalan segera. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. di darat.

163 . Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat.Tanda persaudaraan untuk selama. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi.

Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai.

Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri. Semua datang besar ingin 165 . Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan.Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan.

Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 . Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain.

Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda.perak. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan. 167 . Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain.Harga pantas tak ditawarkan. Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda.emas.

Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 . Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia.Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya.

Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai.

Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan. Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang.

Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat. Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Puteri istana juga ditunggu. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan.Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 .

Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan. Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan.Mandau bagus tempat kesayangan. Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara.

selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba. Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin. Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan.Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 .

Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. 174 . Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal. Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran. Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan.

Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Siang malam puteri mendoa 175 . Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka.Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita.

Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 . Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala.Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda.

Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku.Banyak kapal kecil besar. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. 177 . Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua.

Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Sedemikian permintaan puteri. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 . Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan.

Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Umbun. 179 .Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan. Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun.

Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Akan ketentuan segala jujuran 180 . Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang.Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam.

Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran.

Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. Sumbu. 182 . Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Bandar. Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas.Siapa melihat tentu menyilaukan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai.

Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam.Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang. Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. 183 . Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. Burut Ules terpana. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. Setelah puas mandi dan berenang. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. padahal jarak antara mereka tidak jauh. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. jantung Burut Ules nyaris copot. ceria. besaluka tanpa penutup dada. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. dan kantuk mulai datang menyerang. sejuk terasa. resah. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. 185 . dan terjun berenang.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. ia kerja keras. Menyaksikan hal tersebut. kelompok kecil itu naik ke darat. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. matanya menerawang jauh ke depan. penuh tawa canda nan meriah. bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. terletak di daerah Kalimantan Tengah. Ia seorang yang bakaji . matanya menatap tajam ke arah sang dara. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. Matahari bersinar terik. namun karena berada di rimba raya. Tanpa kawan. gelisah. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. penunggu daerah tersebut. 1. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. membangun pondok untuk tempat beristirahat. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. Pada suatu hari. Tanpa sepengetahuan si gadis. membabat hutan. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga.

silahkan bunuh aku.. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. mereka selalu pergi berdua. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. pada saat yang tepat. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. aku tak akan melawan”. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. Singkat cerita. mandi sambil berenang. Ketika melihat Burut Ules datang. Kepanikan pun terjadi. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib.. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. dengan ceria terjun ke telaga. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. .Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. berenang ceria. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku. Rasa cemburu mulai muncul. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules. mamut menteng. dan hanya berdua. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. ia hanya menjawab singkat. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. Suatu hari muncul seorang pemuda. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. hitam. penuh tawa ria. yang ia berikan kepada isterinya. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. Suatu hari. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. 186 . Namun. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. Timbul kemarahan Burut Ules.

Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . Suatu hari di Teluk Derep. menangkap ikan. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Wangsit 187 . Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. Sesuai janji. Tanggal 2 Pebruari 1918. Sesal kemudian tak berguna. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. kerja. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. dan terus bekerja. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. 2. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. tak seorang pun tahu. ia akan kembali ke alam ayahnya. Waktu berlalu. sangat mendambakan anak laki-laki. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. letih tidur dan kerja lagi. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. Ketika menginjak usia remaja. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. Petir kilat sambar menyambar. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Di Bukit Batu ia balampah. walau tak terlihat dengan mata jasmani. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. namun apabila anak laki-laki yang lahir. Tumbang Kasongan. kerja. seorang laki-laki dan seorang perempuan. saat itu telah dewasa.Sebelum pergi. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Sejak kecil oleh ayahnya. Entah apa yang ia lakukan disana. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. Setelah melampaui usia balita. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. maka janji itu telah ditepati. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras.

batu telinga itu pun gaib. 188 . menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. belum ada layanan pos. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. Memang benar pada saat firasat dirasakan. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. ketika sampai di Banjarmasin. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Singkat cerita.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Djainudin. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Jangankan ke pulau Jawa. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. Belum ada telepon. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Dapat dikatakan hanya impian. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. naik perahu dan rakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful