Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Panjang dan Kakaban. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. Schwaner. dan sebelah selatan Laut Jawa. Borneo. Meratus.278 m. menurut peta topografi adalah 2. Sebatik. mantan ‘besar’). Kalimantan dikelilingi laut. Derawan. Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. Tanjung Negara (pada masa Hindu). Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Bangkudulis. walau bukan puncak yang tertinggi.Lokasi. Nunukan. Muller. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. Teberian. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Damar. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal.F. Laut. Hans Winklen. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu. Baru 30 tahun kemudian. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. Daerah Lingkungan Alam. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. 4 . Tibi. Keramayan. di sebelah barat ada Selat Karimata. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. Molengraaf. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. Karimata. Serasan. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. Sebuku.175 m dan Bukit Raya 2. Tarakan. Maya.A. dan Madi.218 m. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. sungai-sungai dan lainlain. Dr. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. Karayaan. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. Natuna. Rachmat. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. Baru. gunung-gunung. Bunyu. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. Panebangan. Dakkus. Subi.

Ambawang. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. Hantu. telor belalang. Silat (Selatan). Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. kesisap sayur. dan Sekatuk Mahakam. Layar. 5 . Pawan. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. Sambar. jenis pisang. jukut. dan Kendawangan. dan Bahan. Datuk. Sesayap Karangan. Sengkulu. bingkai dan balaran dali. keramunting. Kagibangan. St. Kemudian juga famili compositae. Sambas. Kapuas. Marudu. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). duku/langsat. jenis langsat. Sebangkau. Batu Laki. kemudian keladi air. sukma. Katingan atau Mendawai. Kayung. Sekatok. kancur-kancur. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. Radas. durian. Datuk. Balikpapan. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. dan Sebangau. Air Hitam Besar. Paloh. Kayan. Batu Licin. dan Malatayur. maman hutan. Mentaya atau Sampit. karmalaha. Serban. kangkung. Sembakung Berau. Kupang. tusuk konde. Kumai. dan terutama karet. masisin. kasturi. jenis alang-alang. dan Pembuang atau Seruyan. Baram. Krian. Lucia. Usang. Baram. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. Sampit. Aluh-aluh Besar. Kapuas Kecil. hutan. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). tambaran-tambaran. Kemenah. Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). pisang. famili papiliomacena. paku payung. Sugut. Murung. Mempawah. Arut/Lamandau. Kahayan dengan anak-anak sungai. Padas. semangka. petah kemudi. dimana terdapat kebun buah-buahan. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. dan Kalapang. Kumai. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. rumbia. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. Landak. Kalumpang. galah motawauk. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. pepaya. wedasan. jenis sup-supan. dan famili nyphacacene. Kinabatangan. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. dan kerokot merah. bayam duri. keminting. Simpang. Trusan. Puting.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. palmae. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Melinsan. Sebangau. Teluk yang ada: Teluk Berunai. Sebakuan. kerokot hijau. Paitan. Kawalan. Batang Rayang. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. Lahei. Darvel. gelagah. hutan krokot. genjer. Segama. kangkung. telor jarum. Durian. Jelai. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. Adang. ubi jalar dan labu (waluh). Mangkalihat. rambutan.

kayu tampurau. lilin. Gadis. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. belatung. kertas. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. kayu rangas. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. Semanjang. kayu bangkirai. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. kayu damar. Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. Jempang. Lurus Raden. Bulan. beruang. madu. tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. 6 . Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. Sentarum. kayu lanan. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. kayu rasak. kayu garunggang. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. rotan sigi. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. Hampangen. kayu palepek. semambu. Umbang. Sembuluh. bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. bajungan dan lain-lain. hutan nipah. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. Schimper. kayu meran bungkan. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. landak. onglin. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. Beberapa lilin.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. ular sawah. irit. Hutan Kalimantan yang begitu luas. Badagai. Manjan Delima. Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. bebek (itik) dan kerbau. Madara. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. dan buaya. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. hutan rawa. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. Kamipang. achas. orang hutan (kahiu alas). dan Luard. dan hutan gunung. bulin. Murdjani. korek api. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. hutan bukit-bukit/belukar/primer. kayu meranti. tantuwu. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). eusideroglon. memiliki hasil alam yang beragam. Melintang. kulit kayu.

yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . Schmit dan Ir. Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. Mohr. A. Setelah tahun 1800 masehi. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau.A. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia.Iklim Menurut Dr. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. Menurut alamnya.H. Sementara menurut Dr. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. bernama James Brooke. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika.H. kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. Ferfuson dalam verhandelingen no. Pada tahun 1830 masehi. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. Abad kelima belas negeri Brunai. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Setelah kerajaan Malaka jatuh. awalnya dikuasai Raja Brunai. J. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris. 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah. Daerah Serawak. Akhirnya tahun 1889.

Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. apabila ingin mencapai kemajuan. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Kayan.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. Punan. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. banyak yang bermukim di pedalaman. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. yang terdiri dari suku-suku Melayu. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. Kenyah. Bagi penduduk pribumi. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. dan Murut. Batang Lupat. Cara bergaul menunjukan keakraban. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. Bangsa Melayu. Kelambit. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. Mereka berwatak keras dan jujur. Iban. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. Punan. Yang terbesar adalah suku Iban. Limbang. Lalu lintas darat sangat terbatas. Lalu lintas yang utama adalah di air. nampaknya semua berasal dari satu turunan. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. seperti Bahau. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Sungai besar adalah: Rajang. Baram. mereka belajar dari nenek moyang. dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. Kayan dan Bahau. Makin masuk pedalaman. tetapi mudah tersinggung dan dendam. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia.

Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. Letaknya sebelah timur laut Bangka. Selain itu. berasal dari suku Punan Howong. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Pegunungan Gramiet. ditemukan di pegunungan Paloh. Nanga Belatung. batu lempeng. Nanga Talai. Batas Landak. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. 6. • Gunung Saran. 3. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. Semitu Hulu. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Tayan. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. Schwaner. menurut para ahli etnologi. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. yaitu Gunung Nait. Nanga Mentalunai. berasal dari suku Punan Uhing. berasal dari suku Punan Howong. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. terdiri dari batu-batu beku. Nanga Erah. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. cara pengobatan masih secara tradisional. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. misalnya granit dan kwartdioriet. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. berasal dari suku Buket. 5. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. Pegunungan Kempayang. 2. tinggi 1767 m. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. batu liat. Terdapat batu pasir. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. Untuk daerah pedalaman. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. Schwaner. pegunungan Singkawang. batu-batu sendimen. Muller. Tanah pegunungan tinggi dan rendah. Nanga Tanjung Lakung. 4. Batu-batu beku. berasal dari suku Punan Kerco. 7. dan perubahan dari batu-batu tersebut. 9 . berasal dari suku Buket. Sanggau. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. batu sendimen. berasal dari turunan yang sama.barat. misi dan zending. tinggi 1700 m. dikelilingi pegunungan Bayang. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. Nanga Balang. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. Semberuang. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan.

yang pada waktu surut. Pengairan. bauksit. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. mangan. hidup berkelompok. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. yaitu di Gunung Bayang. keturunan Solok dan Piliphine. sebagian besar dari Pegunungan Muller. Pegunungan Hulu. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Batu-batu pasir dan kwartsieten. Yang tidak luas dekat Kandawangan. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. tanah di belakang pagung tergenang air. Pegunungan Tinggi Madi. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. kelapa. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. curah hujan sangat sedikit. dan jenis tanah ini tebal sekali. tembaga. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. Sanggau. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. karena proses alam. Landak. dan Juni – Agustus. mica. lama-lama berubah menjadi pasir putih. Di Kalimantan Barat. misal.Pebruari. juga di Pontianak. Iklim. menangkap ikan di laut. Di Paloh dekat Sambas. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. Mata pencarian utama. Asalnya dari batu sungai. Suku Banjar. Diwaktu air pasang. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. molydenite. Sukadana. sanstone. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. rawa sungai dan pengairan tehnis. Tanah liat laut yang sudah tua. ditemukan pengairan pasang surut. menetap di sebelah timur pantai Berau. batubara. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. Tanah datar rendah dekat petani ini. Pertanian. Suku Bugis dan 10 . dan sungai. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara. cinnabar. sampai di tepi laut dekat Singkawang. karet. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. Pada bulan Januari. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan.Di beberapa tempat ditemukan marmer. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. Pegunungan rendah dari Bengkayang. Melawi Utara dari batuan pasir. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. batu tersebut berubah menjadi tanah. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. koaline. Penduduk Kubang Solok. emas. membuat pagung overwallen ditepinya. terletak agak jauh dari pantai.

dan hidup sebagai nelayan. dan sebagainya. berburu. Suku Bajau. sungai. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. terdapat di daerah Kutai. Bangsa Tionghoa. Dari kampung Long Nawang. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Katholik. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis. Diantara suku Punan. dengan mata pencarian utama berdagang.Mandar menetap di pinggir pantai. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. suku Ulon Dayo. Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. menangkap ikan. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Mata pencariannya. Banyak mendiami daerah pantai. suku Berau. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. sejumlah 328 jiwa. hidupnya masih mengembara. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. Di Kabupaten Kutai. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. Suku Pasir berdiam di Sepan. Suku Punan. menyebar di seluruh pelosok Kutai. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. pohon. Pendatang lain ialah suku Banjar. hutan. Suku Jawa. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . suku Kenyah. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. didominasi oleh suku Dayak. Suku Basap. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. suku Bahau. suku Tunjung. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. Sotek dan Pemaluan. Walau mereka berdomisili di Kutai. Kerajaan Kutai. rawa. banyak yang beragama Islam. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. Adanya satu Tuhan. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. Berau dan Bulongan. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. 11 . melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. akan tetapi penyebaran tidak merata. Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. Suku Punan. Kristen Protestan. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang.

dan sebelah barat. dan bermuara di dekat Selat Makasar. dan Gunung Saren Pala. 3. terletak di Samarinda. Gunung Lumut. Inggris. Pegunungan Iban. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. Gunung Sarati. Di daerah Kabupaten Pasir. tinggi 1600 meter. 211. Tahun 1870. Pegunungan Lasan. • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1.2. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. tinggi 1704 meter. Pasir. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. Gunung Tambalang. Dari utara ke selatan. tinggi 2053 meter. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. Gunung Kerihun. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. berbatas dengan daerah rawa. walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. 3. ketiganya terpecah lagi. Perbatasan dengan Serawak. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . dari muara sampai ke Long Iram. Bukit Batu Tiban. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. yang masih aktif. Gunung Kundas. Gunung Siagung. terletak di Kabupaten Kutai. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. 12 . gunung Cimanis. Pegunungan Candi Hantu. dan yang paling dangkal 4 meter. perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. panjangnya 223 mil. Enam puluh persen. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. bagian yang paling dalam 38 meter. tingginya 1233 meter. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. terletak di Kampung Baju . tinggi 1790. • Sebelah timur dengan Selat Makasar.145. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. Gunung Kong Kemul. tingginya 1380 meter. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. Gunung Benua. 2. Sungai Mahakam. Berau.

750 Ha. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut. 5-100 meter dari permukaan laut. Ukuran kelembaban: • Banyak hujan. Berbukit berat. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur.6 mm. Maratus. Dari daerah ke daerah. 50-300 meter dari permukaan laut. • Pada musim hujan. membentang jalur tanah kapur. dan genangan air lainnya seluas 4. danau. 2. belukar. 2. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris.200 km2. dan kampung-kampung.814. melalui Pengarus sampai ke Koah. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris. rawa-rawa 18. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. 145 hari dalam setahun.terdiri dari tanah pematang. hingga ke goa-goa kapur.95% dari keseluruhan luas Indonesia. musim panas 30 celcius. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153.1160 Bujur Timur (BT). kebun karet. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002).564 km2 atau lebih kurang 7. sungai. Bagian timur berdaratan alluvial. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering. terdapat di pegubungan Meratus Babaris. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan. Pegunungan Meratus. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm.686 km2 . Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. beriklim tropis yang umumnya panas.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 . Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura. terdiri dari hutan belantara seluas 126. Daerah batu/ tanah kapur/karang. Daerah pegunungan seluas 212. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) .563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. suhunya rata-rata 17 celcius.115 km2. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. terdapat gunung batu kapur. Berbukit ringan. Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. Rata-rata curah hujan. 3. Demografi 13 . Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel . Laut Jawa di sebelah Selatan. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus.

Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. Ot Danum dan Ngaju. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. yaitu Sungai Samba. juga hasil hutan berupa kayu. Ayuh. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . Telang. juga di hulu Sungai Mahakam. Kotamadya Palangka Raya. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. menjadi wilayah Republik Indonesia. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. Desa Tumbang Sabetung. yaitu Kalimantan Barat. Di barat. Namun tentu saja. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . batu arang (batu bara). yang terbagi menjadi empat propinsi. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. di Sungai Kale. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. sekitar Long Pahangei di pedalaman. Kabupaten Kotawaringin timur 3. saat itu. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. Rungan Manuhing. mulai dilaksanakan. Kabupaten Barito Selatan dan. Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. yaitu di tepi timur Sungai Barito. bekas wilayah Inggris di utara. maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. Barito. tembaga. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. Karau. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. Sebagai akibat kolonialisme barat. Barito dan Katingan. Rungan. kecubung dan intan. dan Kapuas. terutama diantara anakanak Sungai Patai. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. pesawat terpaksa mendarat di air. Kabupaten Barito Utara 5. Kahayan. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. hulu Sungai Kapuas. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. diantaranya Manyan. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. Kabupaten Kapuas 4. 6. damar dan rotan. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. dan di hulu Sungai Katingan. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. emas.

Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. Dayak Ngaju. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. yaitu stramras Ot Danum. Dayak Siang. 7. Dayak Witu. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. Dayak Ot Danum. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. Dusun Barito. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. Murung dan Mahakam. Dayak Katingan. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. diantaranya di Long Iram. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. Dayak Lawangan. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. Dayak Ma’anyan. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. Menurut Mallinckrodt . Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. bahasa Dayak Ngaju. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. 4. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. stammen groep der Ngaju. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. Dayak Klementen. 6. 2. di Tumbang Samba Sungai Katingan. 8. suku Dayak Ngaju. 3. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. Daerah keluarga Barito itu. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. Di antara bahasa tersebut.Sungai Barito. 5. Dayak Kapuas. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. sungai-sungai Busang. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. Dayak Ma’anyan. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. 9. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . 10. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. 15 . Menurut Mallinckrods. Menurut klasifikasi Hudson. Dayak Dusun.

3. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. Bahasa Dayak Ma’anyan. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. Kabupaten Murung Raya. 2. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. Kabupaten Pulang Pisau. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. 4. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. Bahasa Dayak Katingan. Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten Seruyan. Bahasa Dayak Dusun. Kabupaten Lamandau. Kabupaten Katingan.Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. dan Kabupaten Sukamara. Bahasa Dayak Ngaju. wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. 16 . meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

H. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. Rangkap. 5.L. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). Kepala Staf Angkatan Darat. 3. Bajupati.M. Kapten B. 8. Anggota-anggota : 1. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. 9. 2. Nasution.I. Letnan Djendral A. 4. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian. Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Tobing.C. Yang Mulia Menteri Pelayaran. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. Noor. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Pangeran Moh. 3. Menteri Dalam Negeri. 4. Raden Gampang Prawirosastro. 6. Komodor Moh Nasir. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . 16 Desember 1958 Jam 10. Anggota Polisi Negara. 2. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. 7. Cyrillus Ulfah Ringkin. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Djuanda. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. J. Soekarno. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 .Ir. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI). Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani.M. F.

Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1. Menteri Dalam Negeri. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat.M. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. tetapi Piagam Palangka Raya. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y. 5. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. Dengan ramah sekali Y. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya. orangnya boleh berganti. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. 7. 8. jika perlu mati. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. 19 .truck. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini.M. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. dsb. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. jeep. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah.M. Y. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. 2. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. Y.M. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah. darat dan udara dipercepat. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun. pick up. 6. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. Para pelaksana boleh pindah. 3. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. 4.

delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional.Y. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. dan akhirnya. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. 8. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. 3. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. 5. Bekerja. Presiden Soekarno. Jam 11. 20 . adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan. 6. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. 4. 7. maka Wakil Ketua. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata.M.2. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. Menteri Pelayaran Komodor Moh. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara. Cita-cita ini adalah berani. Dengan berbesar hati.Nasir. 9.M. disampaikan kepada pemerintah Pusat. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya. demikian pula semangat hendaknya.00 delegasi diterima oleh Y.M.

Y. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. Y. karena delegasi telah diterima dengan resmi. 21 . Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah.15 delegasi diterima oleh Y. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. dan akan mempelajarinya dengan seksama. 5.M. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. 3. 4. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 2. Menteri menyatakan : 1. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang.M.C. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. Y.M.M. maka dengan demikian. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. 2. 2. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. Menteri. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini. Jam 17. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah. 4. Rangkap sebagai olahragawan. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat. J. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1. Perdana Menteri II menyatakan : 1. Menurut pendapat Beliau.M. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan.

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah.Y.M. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya. J. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit). sedianya akan diterima. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu.A. Soekarno di Istana Merdeka. Ir. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan. untuk membangun daerahnya. wajar dalam arti kata pantas. baik dalam jangka panjang.Y. delegasi menghadap P.M. Kesan dari P.30 tepat. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957.Y. P.U.M. sungai-sungai dan kesunyian alamnya.Y.A. menjelang tahun 1958.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah.. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. Dr. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah. P.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya.S. 25 . tanggal 19 desember 1958.D. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya.M. P. Ternyata Menteri Pertahanan. K. rindu hutan rimba. dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri.Y. maupun jangka pendek. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. Presiden Republik Indonesia. kedua anjir tersebut akan dikeruk. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini. maka secepat mungkin. Bukan saja Kalimantan Tengah. K. dan dapat dilaksanakan. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan..C. Perdana Menteri. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ). 21 Desember 1958 Jam 10.S. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen.M Presiden dipersilahkan datang.

sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. II. Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara.Delegasi merasa sangat lega. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata. akan tetapi ternyata. ke tangan Kepala Negara sendiri. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. kekeluargaan yang erat. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . dapat menemui apa yang diharapkan semula. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH.

yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. Sipil.00. 27 . untuk menciptakan ketertiban daya kerja. dan Tenaga Ahli. 2. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. menerima segala akibat dan resikonya. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya.MENGINGAT : a. yang bersendikan Pancasila. b. 3. : 30 NOPEMBER 1958. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. Wkl Rakyat. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). Daya gotong royong. Pejuang. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah. dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. : 17. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya.

agar upaya setiap penjabat/petugas. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. Catatan : Naskah ini dibuat. dan lain-lain yang serupa. 28 . Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. kemacetan.

III.t. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d. tidak terpisah-pisah. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958.t. Palangka Raya. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya.Komandan Kodam Kalteng. d. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya.Gampang Prawirosastro) 29 . Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. khususnya dan Indonesia umumnya.t. Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d.Kol Darmosugondo) 2. (R. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami. 30 Nopember 1958. tokoh Militer. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat.t.t. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad.t (Tjilik Riwut) 3. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah. (Let. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.

Propinsi Kalimantan Barat. yakni Sdr. c. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. di Kota Palangka Raya. Maka dari hasil Kongres tersebut. Bapak Gubernur. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima.IV. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. Mahir Mahar. Pepatah mengatakan: “Tak kenal. Propinsi Kalimantan Timur. tak cinta“. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. ibu-ibu. 3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . b.

mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. Mendengar : Pandangan–pandangan. DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956. prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. Menimbang : a. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin.Mahar 31 .RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. b. partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. Bahwa akan Indonesia. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip.

Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. 7 Desember 1956. Mahar H.(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. B. telah memutuskan. Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan.t. M. . mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A.t. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan.D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. Ukur 32 . . dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . .t. Timur. yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. No . LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. Sekretaris : d.t. Banjarmasin. . dan Barat.

Daerah Kahayan. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. 33 . menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. bermunculan lah suara-suara. serta memberikan penjelasan-penjelasan.P. Kapuas.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin. Berkenan dengan itu. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi. Daerah Katingan. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin.34/41/24. Seruyan. Mentaya (Sampit). maka bapak Milono. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. Mahir Mahar.

Buntok. Moenasir. L. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Obus. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. pertahanan keamanan dan psikologi. Bupati KDH dpb. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. Tjilik Riwut. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. Pulang Pisau.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. sosial. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. 3. Mahar. ekonomi. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. terdiri dari: 1. C. E. Panitia pun berpendapat. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah.10 tahun 1957. Mihing. Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. 2.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . R. No. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. Mahir Mahar. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. didapat kesimpulan. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. 2. Sebagai Penasihat Ahli: 1. 2.N. 5. 4. Pada bulan Januari 1957. Kamis. Van Der Pijl. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. Maka dengan Undang-undang Darurat No. 4. G. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. Muara Teweh. Sampit dan Pangkalan Bun. Ir. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. 3. Pemerintah Pusat.

Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. Ir.Kalimantan Barat.N. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959. Des. Ir. dan Kalimantan Timur. Pangeran Moch. Kalimantan Selatan.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Soekarno.52/12/2-206. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut. 27 tahun 1959 L. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. Selanjutnya dengan Undang-undang No. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. No. Kemudian dengan Undang-undang No. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri. dalam Pasal 2 ayat 1. yang Mulia dan Besar.

Tahun 1917.V. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. Tahun 1787. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. atas perintah Sultan Banjarmasin. berakhir tahun 1905. dekat Kapuas. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. Perlawanan secara frontal. bahkan nyaris seluruh daerah. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Bungai. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. pada abad ke 17. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. dan Tawala Rawa Raca. Tahun 1365. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. Kalimantan Tengah. dikuasai VOC. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. Andin Sindai. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. dipimpin langsung oleh para kepala suku. berakibat daerah Kalimantan Tengah. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . 17 Agustus 1945. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. Tahun 1620. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. belum ada pendatang dari daerah lain. Menurut Hermogenes Ugang . Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. Mendawai. Namun penduduk pribumi. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Sejak abad XIX. dan Pembuang. Tahun 1835. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. Namun. diantaranya Tambun.

Loei Kamis. Tahun 1919. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. Uvang Uray . ekonomi dan politik. Sejak saat itu. dipelopori oleh J. Pakat Dayak meneruskan perjuangan.J. Bungai. Handuran. Luran. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. Brahim. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. Christian Nyunting. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Tamanggung Tundan. F. dan masih banyak lainnya. H. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. Haji Abdulgani. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. C. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. Philips Sinar.S. Leiden. adalah sebagai berikut: 37 . Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak. Nyangkal. Palaunsuka. Magat. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. W. M. Oto Ibrahim. Lampe . pasal 2 dan 3. A. Lui Kamis . Muchtar. Tahun 1928. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. Di masa penjajahan. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. maupun yang sedang merantau. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman. orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. Persatuan Dayak bubar. ataupun pihak partikulir. dan masih banyak lainnya. F. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Tahun 1945. Sian. E. pada tahun 1937. Tjilik Riwut. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. Philips Sinar.kepada mereka. yang bergerak dalam bidang sosial. Pada tahun 1959.D. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. Amir Hasan. R. Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. dan masih banyak lainnya. T. Anton Samat. yang dipelopori oleh Hausman Babu. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. Djaelani. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. bergerak aktif hingga tahun 1926. baik yang berdomisili di Kalimantan.

serta Kebudayaan Suku. Katingan.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. Kahayan. baik dalam soal politik. Barito. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Dalam usianya yang keempat. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Mentaya. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. sosial dan ekonomi. Mengejar ketinggalan derajat suku. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. Seruyan. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. Sebangau. c. Dalam waktu singkat. Kapuas. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Pangkalan Bun. b. bahkan dua cabang berada di Jawa. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. 38 . Samarinda. Pontianak. d. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang. Pasal 3 Tujuan a.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

dan dibersihkan kulit padinya. dan dibungkus dawen tewu . gula merah dan madu. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. makanan utama mereka adalah nasi. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. diberi sedikit garam.1. 40 . Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. Kangkuyau. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. kemudian ditanak hingga menjadi nasi. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. Pulut Pulut atau ketan. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . Biasanya dibuat untuk makan pagi. dipotong dan dikumpulkan. kadangkadang minyak babi. Beras Padi yang diolah menjadi beras. Kenta. Setelah itu didinginkan. dicampur santan kelapa. Bari Bahenda atau nasi kuning. demikian pula suku Dayak. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. Bubur Nasi. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu.

Luntuh Jawau. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. dicuci bersih. laos. suna. Goreng Jawau. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. Ubi Kayu Kangkalut. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. hanya bahan yang berbeda-beda. dikukus. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. Macam-macam Juhu 41 . boleh juga daging babi. makanan yang terbuat dari singkong. dimasukkan kuali. Tapai Jawau. minyak tengkawang ataupun minyak babi. Singkong dikupas. dibersihkan. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. kunir. Cara membuat. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. Cara membuatnya singkong dikupas. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. semua bumbu diulek halus. Ubi Kayu direbus. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. dipotong dadu. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. dibersihkan. garam dan terasi. lombok. diberi sedikit air . Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. singkong dikupas. Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. tape yang terbuat dari singkong. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. Cara membuat. diletakkan di atas api hingga mendidih. Lamang.Amping. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. singkong dikupas. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. Caranya. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. makanan yang terbuat dari singkong. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. Sangkuwai. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. Pulut Kukusan. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. dicuci bersih. Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir.

Kuah labu putih. rasanya asam. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. Juhu Ujau. Kuah asam muda. Kuah rotan muda. Juhu Singkah Hambie. Apabila daun nangka muda tidak ada. rasanya agak pahit. boleh tidak. Juhu Singkah. Kuah daun kamenyo. boleh bersantan. Gulai pepaya muda. bersantan. Gulai kangkung. Kuah durian yang telah diasinkan. Kuah ikan Juhu Kamenyo. boleh tidak. Juhu Singkah Enyoh. Juhu Lauk. Juhu Dawen Saretak. Juhu Enyoh. Kuah batang kelapa muda. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Juhu Mantela Mangur. Juhu Dahian. Juhu Kujang. keladi. Kuah labu kuning. Gulai buah pisang muda. Kuah kelapa muda. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. boleh bersantan boleh tidak. Juhu Baluh Baputi. Juhu Bua Pisang. Juhu Kanas. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Juhu Leping. Kuah durian muda.Juhu Dawen kayu. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan. Gulai batang pisang. bersantan. santan kelapa. Sayur berkuah daun kacang panjang. Juhu Dawen jawau. Juhu Tampuyak. Juhu Baluh Bahenda. boleh bersantan. Kuah batang rumbia muda. pakai santan. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. Juhu Batang Pisang. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Kuah daun singkong. Juhu Asem. Kuah buah nanas muda. rasanya asam. Juhu Kangkung. 42 . Kuah timun. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. Kuah daun leping rasanya asam. Gulai keladi diberi santan.

Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. dicuci bersih. Kuah taya/bengkel. biasanya dicampur dengan lemak babi. suna. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. diulek dan ditambah air jeruk nipis. boleh juga tidak Juhu Kalakai. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. diulek dan diberi air jeruk nipis. garam. Bumbunya antara lain lombok. diletakkan di api. direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Kuah ubi. Jenis-jenis ikan 2). Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. rasanya asam. Kuah paku boleh diberi santan. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. Juhu jagung Muda. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. Kuah rimbang. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. garam. terasi dan garam. Juhu Kulat. garam. serei. Sapi 43 . dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. terasi. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. boleh juga idak.Juhu Galimbing Tunjuk. serai. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok.boleh diberi santan. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. Kuah cendawan Juhu Uwi. Kuah daun kalakai. terasi. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). terasi. bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah. diberi air sedikit dan santan kelapa. Kemudian siapkan lombok rawit. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. Juhu Bajei. kunir. laos. diulek halus.

kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. payau. hurangan Rusa. 4). kayu manis. beruk Bulus. Kelapa dibakar. 9). dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. 12). kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. diparut dan ditumbuk hingga halus. pantang di bakar. Boleh diberi sedikit santan kelapa. babi yang dipelihara Kerbau. laos. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera. 5). Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. marawak. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. 44 . 14). serai. lombok. 13). dan lain-lain Bajai atau buaya. kahiu atau alas. merica. ayam alas atau ayam hutan Itik. 10). terasi. muhe.serai. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. yang kesemuanya diulek halus. lombok. Bumbu-bumbunya ialah: Garam. sesuai selera. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. terasi. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. 8). Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. manjangan. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. jahe.3). Opor Opor jenis masakan bersantan. jahe. bioko. laos. serai. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. 6). depong. kunir. 7). pala. biawak. laos. sambuk. antara lain ular payahe atau paraca. panganen atau ular sawah. bebek. boleh juga tidak. diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. lombok. Kemudian bahan. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. kunir. Babi hutan. dan jenis lainnya Orang Hutan. kunir. hadangan. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. bengau Kijang atau karahau. bumbu. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. 11). dicampur bumbu-bumbu seperti di atas.

Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. biarkan utuh. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. untuk ikan bersisik. garam. Cara membuat.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. dimasukkan kedalam perut ikan. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. biarkan ikan tetap utuh. masukkan dalam seruas bambu. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. suna. serai. laos. jahe. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. Adapun bumbubumbunya adalah suna. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. 45 . Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. garam. serai. kemudian lombok. garam. kupas. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. Kaluk berarti bengkok. bakar di bara api kecil hingga mateng. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. Caranya ayam dibersihkan. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. Apabila sering dihangatkan. lombok. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. laos. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. lombok. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. laos. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. kunir. sisiknya jangan dibuang. gepengkan. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. jangan dipotong-potong. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. beri sedikit air. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. kemudian kunir dibakar. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. lombok. terasi dan kunir agak lebih banyak. serai. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok.

Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. lombok utuh. baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Caranya. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. selanjutnya dimasak hingga matang. padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. Cara pembuatan. dikasih sedikit air. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. daya tahan dapat mencapai enam bulan. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. Bila ikan. 46 . bersama kunir bakar yang telah digepengkan. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. agar lebih awet. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. setelah itu dalam keaadaan masih panas. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. Kemudian sangrai. Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. dan tambahkan air agak banyak. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. suna. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. garam.

boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. ahas. dan direndam dalam air. enau. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. dibungkus dengan daun. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. wajik. dibuat bubur. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas.Di daerah Tewang Pajangan. Tuak dapat disimpan lama. ketan. bubur atau campuran nasi. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. bahkan dicampurkan pada nasi. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. dijemur hingga kering benar. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. goreng-gorengan. tanaktanakan. diberi garam secukupnya. cuci bersih. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu.tuak. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. putih susu. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. hitam dan merah tua. Setelah air ditiriskan. tamanyau. 47 . Wadai atau Kue Basah Wadai. Caranya. kue-kue. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. lamang. kuning. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. dikang. terutama di daerah Kalimantan Timur. semakin lama semakin baik. Minuman Beralkohol Baram. garuk. berwarna putih jernih. hanau. jemur hingga kering benar. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. panen gagal. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. nila. Saat itu tahun 1918. yaitu pertama kupas ubi kayu. panggang-panggangan. potong kecil-kecil. Utara dan Tengah. Apabila hanya membuat sedikit. gatas. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. anding yang dibuat dari nasi. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. diasapkan atau di para.

Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. o. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. h. Amak Dangan. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. d. Amak Biro. atau daun purun. Tanggoi Lahung. berladang dan menangkap ikan. Dibuat dari anyaman rotan. 48 . ataupun alas tidur. Amak Danau. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. Amak Pasar. p. q. s.2. atau daun rais. Amak Letem i. daun rais. Amak Madu. Tanggoi Kayu. Kerudung Tanggoi Uei. Tanggoi Sarudong. n. m. Amak Talep. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Amak Bamban. k. g. Tanggoi Dare. j. b. Amak Hilai. Amak Pararani. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter. dibuat dari kajang. Amak Silar. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. c. Amak Tahising. dapat disusun sampai tujuh. l. Nama-nama Amak: a. Amak Lampit. Amak Dare. Amak kajang kacang. f. Amak Rais. r. Amak Dawen. e. Amak Purun. Amak Tihing/ tahing.

Bila dilihat dari jauh. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. Ewah. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor.) Pakaian Bahan pakaian. Sampah Ukong.t. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. atau asesoris pada saat menari. Sampah Angang. Semacam cawat Ewah Bumbun. Ewah Nyamo. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. khususnya pada saat upacara tiwah. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. Amak Pahakung. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. 49 . Sakarut/Sangkarut. u. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. 3. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. Sejenis topi pisur waktu menawur. Pada jaman dahulu. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. tetapi juga oleh kaum lakilaki. Amak Dawen Enyoh. begitu juga selimut. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang. khususnya pada saat upacara tiwah. Disamping untuk merawat kulit.

Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. mandau. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. ambang.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. Sangkalan 50 .Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. belati. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. 4. dsb. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat. terbuat dari buah labu yang telah tua. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang.

juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Ukurannya bervariasi sesuai selera. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. terbuat dari rotan. Intar Intar sama dengan nyiru. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. 51 . dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. luntung silip dan luntung jarang. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau.

Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Jambia juga mempunyai kupang. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan. Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. Bentuknya menyerupai tabung. sejenis keranjang. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi. Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. tinggi lima puluh centi meter. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. Jantar 52 . Gunanya untuk menyendok makanan.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang.

Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. langgei gunjak. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. pisau lantik. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. pisau. pisau duang. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. Lading Lading berarti pisau. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. atau berukir dengan menggunakan emas. Lain-lain Masih banyak lainnya. pisau mambawau. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. 6. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. langgei kilung. Mandau bertatah. maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. berarti rezeki. misalnya baladau. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan. 53 . yaitu alat pemotong. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. Pisau pamantung. lading belati.

Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. jujuk. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. burung tingang. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. • Di hulu Sungai Baram. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. dan daun ampelas. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. yang biasa disebut suhup lewa. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei. Besi mantikei sangat keras. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. hingga batu-batuan itu bernyala. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. Kumpang mandau ialah sarung mandau. bebatuan mendidih di air. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. dan terurai. burung tanjaku atau burung baliang. baru kemudian diikat lagi dengan jangang.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. tajam. bebatuan dimasukkan ke dalam air. dan mata mandau menghadap ke atas. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. sungai Koro Jangkang. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. dan elastis. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. pisau. Setelah sekali dipanaskan. Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. sekali dicelupkan ke dalam air. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. juga tidak mudah pecah. Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. Dalam keadaan bernyala. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. tidak perlu diulang-ulang. kupang mandau arah kedepan. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. juga mengandung bisa.

mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. Polos tanpa tatah. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. tidak mudah pecah dan ringan. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. 55 . juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. dengan pulang model kamau. model hulu mandau pulang kayuh. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. pulang kayuh. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. Telawang terbuat dari kayu liat. • Model mata mandau Hatuen Balui. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. dan sebelah dalam diberi pegangan. • Model Bawen Buhu. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. model hulu mandau. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. • Model Butung Bahun Badulilat. model hulu mandau pulang kayuh. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. Bertatah dua baris. • Model Birang. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. Model pulang kayuh Neneng. Pada bagian tengah sipet berlubang. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. Bertatah tiga baris. bentuk persegi enam. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. • Model mata mandau bawin Balui. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter.

hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. Siang dan Pasir. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. Bahau. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. kayu plepek. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. kayu lanan. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Untuk membuat lubang di tengah sipet. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. uhit. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. atau kayu resak. Di Kalimantan. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . Jenis bambu ini keras dan mengandung racun. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. kayu berangbungkan. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. Mula-mula. sipet dibuat dari kayu tampang. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. Damek Damek ialah anak sumpitan. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju.Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. 56 . kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. kayu ulin/tabalien. Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. digunakan gumpalan tanah. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. Apu Kayan. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Punan. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. Tidak semua orang mampu membuat sipet.

Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. atau dapat pula dari kayu. dan tajam sebelah menyebelah. serum manusia yang telah meninggal lama. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu. namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Hanya Basir. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . bisa kalajengking. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. kedua sisinya tajam. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. Damang. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. yang dicampur dengan getah tuba. Hitam adalah warna yang umum di pakai. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. batang/uwi ara. ataupun merah. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. lalu dimasak hingga kental. Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. atau ipuh /ipu. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. Untuk racun mematikan. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. juga lombok. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. kuning. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. Bentuknya kecil. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya.

dedaunan. namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. Lunju Ambung Lunju Duha. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. jarang yang selamat. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. rusa dan buaya. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. Lunju Duhuk. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. juga untuk menangkap musuh. Lunju Laurang. sering digunakan untuk berburu babi. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang. jiwanya sulit tertolong. tidak mudah untuk naik kembali. 58 . Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. sehingga siapapun yang terkena dondang. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan. sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. digunakan untuk menangkap binatang buruan. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan.

Tohok. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang. menghindari gangguan mahluk halus. Lain-lain Masih banyak lainnya. batu-batuan. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka. Tirok. juga taring-taring binatang. Jambia. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. namun pada dua sisi dibuat serupu. Karis. Besei 59 .) Alat Transportasi Di Sungai. bahkan mampu menyembuhkan penyakit. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. Bentuknya kecil. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku. Dereh Bunu. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. botol-botol kecil yang tertutup rapat. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. Dando atau Rando. Simpang. Semakin banyak susunan serupu tersusun. tahan air. 7. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan.

Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. dan dibuat berserupu. Gondol Sejenis perahu berukuran besar. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. Jukung Jukung adalah perahu. Penes Penes ialah perahu layar. dapat digunakan di laut. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. kemudian dilem dengan perekat khusus. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. 60 . Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Jukung Sodor Sejenis perahu. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi.

namun dapat melaju kencang. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). bakis jukung. 61 . Banama Sejenis rangkan. Banama Tingang Sejenis rangkan. Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. maka namanya pun berbeda. misalnya malambung. mengambang di air. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. sama-sama perahu. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel. arut. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel. Perahu.Tjilik Riwut) Di Sungai. Misalnya jukung sodor. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. basean. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. yaitu perahu berserupu. Arti lain dari lasang ialah tempat sirih. Lain-lain Masih banyak lainnya.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat. jukung sarupih. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

Dapur juga tidak ditemukan. Namanya jurang. terbuat dari kayu yang kokoh. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. dan bila siang dibuka. Berau. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. 2. Gunanya untuk menjemur. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. Tak jauh dari rumah besar. keamanan seisi rumah terjamin. menumbuk padi. terbuat dari kayu bulat.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. Rumah bentuk tenggalan. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. Dengan demikian. lantai terbuat dari papan. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. juga untuk menginap para pendatang. Jendela tidak ditemukan. Bentuk Longlat. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. dan menyimpan kayu bakar. terdapat di Tanah Tidung. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. Juga ditemukan adanya awa. dan Lepumaut. 3. Sebagai pengganti jendela. 65 . Ditemukan juga ruang permusyawaratan. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. yang disebut solek. Pojongan. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup. yaitu : 1. Bentuk Kenyah dan Bahau. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. dengan bentuk longlat. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. Apokayan. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa.9. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. yang ada hanya tempat membikin api. yang letaknya di bawah ruang tidur. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu.

Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. Suku Dayak gemar memelihara anjing. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. Dimasa yang telah lalu. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. juga memiliki dapur sendiri-sendiri.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. satu-satunya tangga di rumah betang. Lantai terbuat dari kayu. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. 66 . juga untuk menyimpan halu dan lisung. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. atau berladang. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. Atap rumah terbuat dari sirap. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku.Tjilik Riwut). menghindari binatang buas. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung. juga karena tuntutan adat. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Gambar Hejan atau hejot. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. dan tiap ekor anjing mereka beri nama. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu.

67 . selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. beberapa cara mereka lakukan. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. tiung pantang melihat darah. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. tempayan. Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. Khusus untuk burung tiung. gong. seperti balanga. bila duduk menggunakan alas tikar. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. bantal. tiung akan mati. tajau. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. burung talisok dan burung tiung (Beo). terkadang dari kajang. butiran emas yang mereka dulang sendiri. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya.Kurungan burung mereka buat sendiri. piring malawen. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. juga kulit kayu. begitu melihat darah. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri. juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar.

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

semacam selugi tetapi di air. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal.Sakang Untuk menangkap buaya. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Rawai Alat menangkap ikan. Ukurannya bervariasi. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Bagian ujung meruncing. 72 . Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah.

Banjur. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. Hempeng/Hampang. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. Bubu/Buwu. pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi.) Peralatan Perladangan 73 . Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. Kabam. Takalak. Hancau. Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. Pasat. Tampirai. Sebelum dilemparkan ke sungai. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. Buwu Puring. Tambak udang. Tambu. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter. Lurang. Jebuk. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Salahawu. Telung. Hantai. Panggilar/pengilar. Takalak Liau. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Embang. Salambau. Santagi. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Rakep. Jala. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. yang berbentuk tabung memanjang. terutama di daerah yang banyak ikannya. Lain-lain Masih banyak lainnya. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. Lukah. Serapang. Tangkawing. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Sambil menyelam. Pasuran. Rawai Banjur. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Haup. Rempa. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. pada mata kail diberi umpan.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Pikat. 4. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut. Ikan-ikan yang terjaring. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. Ringkap. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Tukung. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. misalnya Rengge. Siap.

Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. Bentuknya mirip ani-ani. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. tinggi 30 cm. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. dan sebagainya. Misalnya membuat perahu. bagian atas diberi tutup. gunanya untuk membuat lubang di tanah. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. bagian tajam berbentuk melengkung. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. tangkai terbuat dari bambu. daun bingkuang ataupun daun purun. Bentuknya seperti cangkul kecil. 74 . dapat juga terbuat dari seng tipis. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. bagian ujung gepeng. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 . Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. Palundu Palundu sejenis balakon. Tangkai tamparang disebut pahera. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan. lekukan atau lubang lesung. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. berdiameter 20 cm. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi. berdiameter 30 cm. Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan.

BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 .Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi. Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan.

sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan. bahkan dalam setiap kesempatan. Apabila terpaksa harus menolak. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya. bahkan bisa membawa kematian. mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. Semua kebaikan yang telah mereka terima. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. tidak begitu saja melupakannya. maka akan ada resikonya.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. Demikian pula seluruh keluarga. demi menetralisir situasi. serta rasa hormat yang mendalam. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. Resiko berupa malapetaka. Dalam setiap kesempatan. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap. bukan menjadikan beban bagi mereka. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu.1. baik ringan maupun berat. Dengan demikian secara tidak sadar. Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya.

Ahli Waris. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. Karena apabila lepas kontrol. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). Bahijau – hijau 5. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. 2. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. Babilem – hitam. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. Apabila bepergian. maka anak yang akan lahir. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. sikap dan perbuatannya. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. Misalnya dalam suatu keluarga. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. Bahandang – merah 3. Salasa Salasa berarti Selasa. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. Baputi – putih 2. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. 4. Selain dengan cara itu. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. Bahenda – kuning. terpaksa salah satu ngalah. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. 77 . karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. sambil berguman “pusepuse”.

Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. 3). maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya.2). Sesama mungkin saja dikelabui. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. saudara kandung. boleh ayam atau babi. tidak punya keberanian untuk ditandak. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. 2. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. Apabila ada anak angkat.) Tandak Tandak berarti menimang. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. anak angkat. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. anak. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. 3. cucu. karena resikonya tidak kecil. 3. Jenis kelamin tidak dibedakan. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. serakah atau sedang melakukan penipuan. baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. terkadang ditimang dan disanjung. tidak jujur. 1. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. 78 . Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang.

Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 . panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang.Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun. Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .

Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Kamban baringen kilat. • Basarang ?. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe. ngangkuling banama jahawen. • Banau atawa Bahanau. kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. kabalen kapang. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. Juking Lewu Tanjung Hanyi. Kambang sihong ringkang tatean hariran. Baka rintuh tisoi kanaruhan.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. baka ginjai tulang. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Raing 82 . Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. kaleka ulek Nyai Undang. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. rondang karangan penyang bulu. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing.

Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. rondong karawah batu sambang. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. Kaleka Liau Rajan Pasang. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng. baka lelep Lewu Pulu. 83 . busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Lewo Lentop Banama. rondong timbok kanaruhan. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. kambang sukai baluhing. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring.Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. bahanyi mandoi daha belum. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja.

Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Mangandam Lewu Jakatan rundian. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. rondong teweh dare . Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Tangahon Lewu Pandih Batu. Sehungkir kamban kabanteran bulan. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. rondong ngajang gangerang. Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. Mandomai Lewu olek kalingu. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Kamban sihong hamaring. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. rondong riak batu sambang. Rondong paseban raja. kaleka Liau Lunuk panjang. rondong nyaimbur tambon baputi. randang tambarang tingang. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang. rondong gelombang pahalang. rondong jumpang handiwung. Mantarei Lewu Payong nyahu. rondong ampah timpong.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. 84 .

Bapakang Lewu jakatan. rondong paget Hatalla. Penda Putik Lewu olek kalingo. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. 85 . bqka tetes uhat bakau langit. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. Mantangai Lewu olek lawang jata. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. Rondong kereng tusang salahan tandang. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. tau mangarak penyang ije kasimpai. rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Lamunti Lewu Mandarai Sambang. rondong salohan tandang. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat. rondong sakatan randin tandang. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. Rondong kamesak lohing.

Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. rondong tarian antang. Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. rondong tarion antang. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. 86 . Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Aruk Lewu Olek Lawang Jata. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. rondang olek kalingo. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Rondong riak batu sambang. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Handiwung belum. rondong jakatan runjan. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama.

Tumbang Kakat 87 . Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. rondong riang batun sambang. Rondang pasang darah. Bajuh Lewu Jakatan Runjan. Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Rohong Lewu Jakatan Runjan. rondang tahutan Liau Lampang. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Dandang Lewu Jakatan Runjan. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. rondang kajang apoi nyaro. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. rondong olek kalingo. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. rondong olek kalinga. Marapit Lewu Jakatan Runjan. Penda Payang Lewu Olek Kalingo. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit.

Ampah. namun dengan irama pelan. . 5. Tumbang Samba. tkt. Kuala Kurun.mandoi umai. Kasongan. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. Suara gong ditalu kuat atau keras. Sampit. . kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. Apabila berita duka telah tersebar. 4. Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . uluh bakas helo.5 Km. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. manjadi Pulau Telo wayah toh. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu. Tambahan Keterangan 1. maka dengan seketika mereka. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. Puruk Cahu. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. rondang pasang darah. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. . Kuala Kuayan. Sekalipun sedang 88 . Tewah. Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24. . yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. . Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. Kumai. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas.gong . jiwa terpisah dari raga.) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. Buntok. Muara Tewe. Tamiang Layang. Ketika ajal menjelang. gong . yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali. Mandomai. selama kurang lebih setengah jam. Pulang Pisau. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan.gong . Kuala Pambuang. 3. aran solake Tumbang Kapuas. kejariae. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. . 2.mandoi mai atawa .Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang. Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. mendadak atau karena mengalami kecelakaan. ie te hila dipah Kuala Kapuas. Kuala Kapuas. baik karena sakit. 4. Sei = Sungai. Pangkalanbun. tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden.

kakurung. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah.bekerja di ladang. langsung mengumpulkan kayu bakar. 89 . kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. b. biasanya mereka bekerja bahu membahu. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. menggelar tikar. agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. pada saat itu juga. bicara pelahan. tanpa menunjukkan kegembiraan. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. Apabila hal ini tidak ditaati. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. Pada malam hari. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. Pada sore hari. Penguburan. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. di hutan atau di manapun mereka berada. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. tidak membuat kegaduhan. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. Tantulak Matei. Peti jenazah dibuat saat itu juga. Ada penduduk yang tanpa komando. Pada saat penguburan. di perahu. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. runi. berduyun-duyun mendatangi rumah duka. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. bisa dalam bentuk raung. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. menyediakan tungku tempat masak memasak. di rumah. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. dibakar ujungnya. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. atau lainnya . Di rumah duka.

Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. 2). lalu dikenakan pakaian.c. Pada lubang telinga dan lubang hidung. dan di atas potongan kain pada lapis teratas. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. diberi penutup. diletakan batu atau uang putih. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. mandau. Jenazah seorang laki-laki. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. Pada bagian mata. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. patung dua buah. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. diletakan di kiri kanannya. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. Beras satu mangkuk. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. yang antara lain pakaian. kepala diletakkan arah utara. besei atau pengayuh. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. Segala sial dan malapetaka. Ujung benang pengikat kaki. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. tombak. dimasukan ke dalam peti mati. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. 90 . Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . ditutupi tujuh lembar potongan kain. tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. untuk perempuan. Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. Setelah semuanya siap. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. Garam satu mangkuk 3). Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. diletakan disebelah kiri. gotong royong warga kampung. kepala diletakkan arah selatan. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. Setelah peti mati selesai dibuat. Setelah upacara meludahi patung selesai. pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. adalah pantang makan nasi.

ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi. ) foto Ritual Adat. Maksudnya (tidak terbaca.T. pada hari itu juga. Dihanyutkan dalam air dengan upacara.T. Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih. ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang. Dibakar. 2). Niwah Palus. Beberapa Cara Penguburan 1).) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah. 5. S. Setahun kemudian. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan.makanan tertentu. S. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. 5). S. 3). tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung. 4).T. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca.T. S. ) foto 1 foto 2 Basir . Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). ) foto Menikam binatang korban – kerbau.Ketika jenazah telah dikebumikan. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. lalu ancak tersebut digantungkan. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ) foto Membersihkan tulang. ) 91 .T. Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ns). S. 2).

telaga. Barang- 92 . Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. a. dengan melalui bermacam-macam rintangan. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. maka segala kesulitan dapat diatasi. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. d. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. melalui sungai-sungai. Merampas. ada kematian. yang bertempat tinggal di langit ketiga. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. Lewu Tatau Habaras Bulau. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. mengambil isteri orang. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. laut. Habusung Hintan. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. mencuri dan merampok. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. b. Jiwa atau Roh. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). Bila dana belum mencukupi. Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. c. tasik. gunung-gunung. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. Manuk Ambun. Setelah mengalami kematian. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah.

Kakurung. barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. m. Jenis dan Nama Peti Mati : a. e. Ambatan. foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). tempat menyimpan abu jenazah. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. k. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. juga dikubur dalam tanah. tempat menyimpan tulang belulang. Pali akan pambelum itah harian . Sandung. 3). Sandung Dulang. bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. 93 . foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. h. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. Kakiring. dengan satu tiang. Sandung Balanga. b. Sandung Naung. Tambak. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. d. l. j. r. o.2). dengan empat tiang. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. Sapundu. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. g. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. seperti peti mati pada umumnya. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat. ada tutup peti pada bagian atas. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). i. diantaranya : 1). Sandung Tulang. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. Pambak. Sandung Raung. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. dengan enam tiang. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . 2). dengan tutup dibagian atas. 2. maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. f. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. kepala suku dan kepala adat. Sandung Rahung. q. Jiwab. c. n. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. yaitu para kepala kampung.

sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . 4. Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. Di masa silam. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. babi. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. pambelum itah harian andau . Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan.3). 2. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. 94 . namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. ayam. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. 3. selalu duduk di atas gong. Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Indu kakicas. dalam hal pengobatan. Pelaksana upacara sakral 1. Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. sapi. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. Basir. Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih.

semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. Pada hari yang ditentukan. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. garantung. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. Jata. Naga Galang Petak. Jakarang Matanandau. Patendu. Bintang.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . Setelah pemilihan Bakas Tiwah. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. apakah Mahanteran atau Balian. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Nyaring. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. kangkanung. Salah satunya. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. Kambe Hai. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. Sangkanak. toroi. Setelah diumumkan. Bulan. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . katambung dan tarai mulai dibunyikan. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. Pampahilep. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. 95 . Jin. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya.

Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. pangantuhu. kaki ayam. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. anak. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. karuhei. penyang. paman. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. ramu. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. 96 . juga memalas batu-batuan. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. serta segala penjuru. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. minyak sangkalemu. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. rakas. suasana meriah riang gembira. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. ibu. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. minyak tatamba. bibi. tua. berdiri mengelilingi sangkaraya. kemudian dilemparkan ke atas. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. muda. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. babi. baik ayah. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. resiko tanggung sendiri. Benang Ranggam Malahui. mulailah acara membunuh binatang korban. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. Tidak mentaati aturan. mandau. Di samping untuk memalas. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. jauh dari segala penyakit dan gangguan. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. nasi. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . panjang umur dan banyak rezeki. Setelah Menganjan selesai. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut.

Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. Pali makan Ular. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. sirih. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. Pali makan Mahar . serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. sakit. 5. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. 12. Pali makan Burung Tanjaku. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. orang terluka. Pali makan kelep dan kura-kura. Pali makan kera. 2. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. Pali makan kancil/pelanduk 4. Jata. Pali makan Buhis 8. 11. rokok. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. Pali makan Ahom . 13. 10. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. 97 . Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. jangan sampai terjadi kematian mendadak. Pali makan Beruk 7. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. Pali makan kijang. 14. jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. Pali makan Kalawet 9. Pali makan Tahatung. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. 3. 6.kemungkinan ditangkap. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1.

Kemudian Talin Pali diputuskan. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. 98 . Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. sapi atau babi. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. Pali makan ujau. 19. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. Pali makan dawen bajai. 17. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung . 18. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. serta empat orang duduk di belakangnya. 16. juga ada pali berkelahi. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas. kemudian dibungkus dengan daun itik. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan.daun bajai. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. Pali makan Angkes. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. berkumpul. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. Pali makan daun keladi. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. Pali makan buah rimbang. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien.15.

diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. gagah perkasa pantang menyerah. babi. mereka disambut dengan laluhan. sapi. Cara pertama : 1). Kepada tamu yang datang. tidak begitu saja diterima. semua ada aturannya. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Cara kedua : 1). terlebih dahulu di uji keberaniannya. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. Mereka yang datang. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. ayam. taharang dan manetek pantan. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. 2). ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . dinamakan kempas bunuhan. Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. memiliki keberanian luar biasa.Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. 2). gagah perkasa pantang menyerah. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. 3). Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya.

Terima Kasih dan selamat jalan. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Setelah hari ketujuh. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. menabur-naburkan beras ke segala arah. Nyaring. Diawali dengan seorang penawur. banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Matahari. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Sangkanak. Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. upacara segera dimulai. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. 100 . Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. tanda mata diberikan kepada mereka. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau.untuk Sangiang. kambe. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Patendu. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. Kilat dan Nyahu. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. Balian. Pampahilep. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. burung bahotok. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. burung Antang. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. burung papau. Kemudian diulangi lagi. Bintang. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. yang dengan sarana beras. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. Dengan perantaraan seorang penawur.

3. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. 5. Mantir Mama Luhing Bungai. Pambujang Hewang. Pambujang Linga. seorang sangiang akan turut serta. 6. lalu langit kedua dan seterusnya. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. 8. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. antara lain: 1. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. Kanyumping Linga. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. barulah mereka mencapai langit pertama. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . Setelah dipahami maksud dan tujuannya. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . Balu Indu Iring Penyang. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. 4. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Bersama Raja Anging Langit. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. Apabila sesajen diterima dengan baik. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. Setelah melewati empat puluh lapisan embun. lalu ke Tasik Malambung Bulau. Haramaung Lewu Danum Jalayan. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. 7. 2.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. Menjelang pintu ke tujuh. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. Tarung Lingu. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam.

ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. . maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . tidak terbaca. Permohonan telah dikabulkan. mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. tempat Raja Sapaitung Andau. ns. ns). . Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. . tidak terbaca. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. 102 .) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. Setelah upacara selesai. kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla. Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. Mereka adalah : 1. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. 3. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. Disinilah Banama Tingang . yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar. 2. Raja Tunggal sangumang. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. . lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. berarti permohonan mereka ditolak. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Mantir Mama Luhing. diadakan pengecekan ulang. Indu Sangumang. Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. empat puluh lapisan embun.

kenyui mangja. Kuntep kamaras. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. anak salibayung antang. nyahuangku bitim. panati danum kalunen. Nyimak saturi malayu. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. mahutu Penyang. hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. 103 . bara busi renteng bapampang pulu. malentui gentui daren lintung. belum nantuguh labatang entang bulau. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating.katabelan uluh balai nyaho. burung lingu kanyumping linga. ije puna hampang jawah hempeng. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. hai ganan. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. antang manamuei manajah riak renteng tingang. panasiran Hawun. kilau nampasut tingang ije kadadang.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. harenjet ganan. akan luwuk kampungan bunu. mantilung kanaruhan ringgit. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. nampahanjung luwuk kampungan bunu. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. kangatil garantung. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. akan pantai danum kalunen. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun. ie babalai sansiri koenjat antang. nyahungku indum luang reawei. Balu indu iring pinang. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. raja tabela basandar ranjang. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. basali mangkuk sarangiring laut. runting tajahan burung nampasut. katabelan uluh balai entas. Hapan juyang bangkang halelan tingang. dia jaka penankekei. uras nyahuan usang. uluh lewu danum jalayan. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. hapaharis rayung baya tandak. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama.

telu. jadi barakandung peteh. hayak enum bandadang. are timpung jari tampahar harus laut. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. awang matei junjun helu. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. epat. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . unduk ampah tanjung ambun buang. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. lime. rintuh rinau. kalalambang tambun. Te palus teneng gandang tambun jete. nasat kabangkang nayu-nayu. te kareh tandakm panjang. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. hatingkap pusuk rahing tarung. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. te palus manekap katambung.Ie jari bitim behas. Kilat baputi dia kanatah hintan. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. Hatalla baparung rangkang huang danum. pantai danum kalunen. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. Mampahulang naharantung nyalung. sama manetep tuwung tambun rayung tatau. bahing jarambang. jadi peteh manyiret. batesei manturana pakaluyang bulau. kamalesan karatu lumpung matanandau. due. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . jahawen. nampara nampulilang liau. gohong santik malelak bulau. nipas marung garing gantungan. halawu bumbung dawen purun. hakalusang patung. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. bulau tambun . Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. Kilau lanting darai janji manalan. basali tanduh babulung bulau. manipas ulek lawin lanting raja. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. hijir bahenda dia nanggalung bulan. . entan bulau. karungutm ambu harenda pandung. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. hasapau dawen birun bukit. tuwung siakung tatau. mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. mahapan pahulanger bulan. talawang. . dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. luwuk kampungan bunu. jadi sukup tuntur. pusuk rawung bambau ukei. nihau tutuk panambalun tambun. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. mateiu lunjang lenjut. batiang janjin. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang.

Bahalap nyaluang. nyahu mangaruntung langit. ela naharantung bahing pantung sambang. tapalumpang limpet. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. basa tawangku panamparan belum. bakulas aku muta tingang. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. harenda riang dedet habangkalan garantung. Petak sintel hambalambang tambun. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. nambaji garing handue uju hansasulang. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. harende pandunge balau tambun. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. nakaje andau bunu nalanjat pandange . pain bukit tunjung nyahu lilap. sandung danun dua kapamarau langit. pakur layang antang. meto rama batanduk garing. Awang matei . kanahintip talampe. kanyaki liau Randin tandang. hindai aku mungkang tandakm.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. kamalesang kereng rohanjang tulang. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. pantis kambang garing manyangen. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. malangka langit. kabahena bajanda. ie palus hajanjuri hanjak. buli pampang raung. kabantikan asai menteng ije tawae. uei ringka. bara hemben horan. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit. haring saluhan antang nahuei. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . jalan liau matei nabasan dohong. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan.

ie duam kauju andau. belum nahabulun urung. haring lamabat hambalaun nyampali. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring.tambun. galigir bintang. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. ringun tingang. ruwan manangkep ajung hatatean hareran. Baluhing gohong. puna bitim hai kuasam belum. pandung malelak bulau. Ie mangambang bulau. paninting aseng. kanarah lintung talawang. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. sedang handiwung kesampelau belum. ie parei. ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. luntur bahandang batinting lima balas. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. manangkep balitam. Ie rawei banama baongkar puat. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. Nundun balitam tingkah nundum paturung. nasuwa sebutan bitim. bateras nyalung Kaharingan belum. tampan jata bara huang danum. sawang bapangku anak. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. nambatang suling. parei tanjujik helang uhat 106 . ie umbet kanumpuh bujang. taparuyang rayuh.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

Kami tidak menyesal. c). Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari. sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka .. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. Kami terkejut . . Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. Hari telah menjelang siang. . Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. Okey deh. malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. Kami hampir terjun memberikan pertolongan.L. Vrij Nederland. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. Akibat motorboat rombongan. . dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. Berat dan Kerja Keras. Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. self service. Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. a). Sarapan pagi hanya dua kerat roti. . ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai. Siap untuk berlayar . Barang barang kami angkut sendiri. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. . Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. . . Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras. kami tolak secara halus.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. . Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. Oltmans Dar SK.Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. . dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. . Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. Kami terperanjat dan bertanya. Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat. kami semua siap untuk berlayar . . b). kata 108 . sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman.

Barito. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam.000 kilometer persegi. d). bila Kalimantan terbangun dengan baik. . harus lebih dinamis .kami. dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. Menurut perhitungan Bung Karno. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. f). . lain tempat lain tabiat wanitanya’. hasil alamnya besar. “ Be carefully my friend”. Anjir Serapat. selain bentuknya besar. . Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. . hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan. Kapuas. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. . Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. . Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. . . cepat dan produktif. ketika kami tegur. Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. . Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. . g). dan maha besar alias raksasa yang mohon . Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. tidak termasuk Kalimantan Utara. . Raksasa mohon . dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. . Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . Luasnya 550. karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. 5 ½ kali Pulau Jawa. Inilah sekedar kegembiraan mereka.”. dengan kepulan asap pertanda sedang masak. Puas dengan Memancing . Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis.000.000 jiwa manusia. maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. . ya jujur dan jiwa mereka bersih. . Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. Stop Bung . Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. Jujur . Mereka seharian memancing. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. teriak wartawan dari Shin Hwa. e). Karenanya gaya hidup harus dirubah. Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas. Tabuh Gong dan Hantu. “Haiyaaa .

. . gaya baru. dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. . i). Walaupun lelah. Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. . seolaholah sebelum kami mengerti ah . Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. yang merupakan simpanan mereka. Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. . Serupa kalau kita naik kapal besar. rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. bahaya banjir. Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam . kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas.. barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . kurang sopan pak. Terkadang kita hampir-hampir mangkel. aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. . berlangsunglah rapat raksasa kecil. pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. dan jalan keluar telah terlihat. merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. . manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. . Perahu-perahu kami meluncur terus. Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. kiranya dugaan kami itu salah. Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. Di sini lain lagi. dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa.dihentikan karena ada tanda stop di depan. Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. dan kami agak merasa berdosa. Ada kain lepas. ada tudung atau sarudung. . Jiwa Gotong Royong Yah . Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. h). ada selendang. . malah petentang-petenteng di depan . . merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. . semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. . . sedikit menggaruk-garuk dan . Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. Memang satu hal yang patut dipujikan. Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. ada kain sarung.

keselamatan dan kebahagiaan manusia. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. Oleh karena itu. k). Di Kabupaten. kataku. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. Menjelang senja. Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. makanan telah tersedia. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. . sekedar. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. Ada yang telah menerima gelas. . selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. l). sampai dengan mancing saja sudah puas. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. . mana yang cantik. Ada yang telah menerima nasi. maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. Di Kapuas . demikian ucapan Bung Karno. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. Ah . dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. kuat. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. karena terlalu puas memancing . Untuk melepaskan lelah. gelas tidak ada. . demikian Bung Karno berkata. membersihkan diri sendiri. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. karena perut belum terisi sepanjang hari. bersenda gurau. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. bahkan bekerja seperti biasa. Terkadang-kadang ada minuman. Kamipun terpaksa tidak mau kalah. 111 . . minum. nasinya tidak ada. Sesudah makan. airnya tidak ada. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. . j). Ada yang telah memegang piring. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. hampir serupa dengan puteri Solo. secara gojek. Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. lauk pauknya tidak ada. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. Minta pendapat pak. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. Serupa Puteri Solo. Jangan Puas dengan Mancing saja.

Pahandut. tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. Hanya Bung Karno yang naik jeep. kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. Ke Palangka Raya. . seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. .Bagaimana perhubungan? Ya . sewaktu di tanya kepada panitia. kami tidak boleh turun. dan itu memang benar. wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. 112 . kurang lebih 3 km. terus jalan kaki . “itu pak “. sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. . tetapi sebelum dan sesudahnya. lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . . Jangan heran. yang lainnya jalan kaki. tegas dijawab. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. menanyakan di mana hotel/penginapan kami. Dalam upacara adat. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. Menurut adat setempat. sambil menunjuk ke kali yang luas. dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. plung . Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. Kembali ke Hotel. tidak terkecuali para Menteri. tidak mandi. mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. Kami bergegas-gegas menemui panitia. . ikei heam aro ang kajipon “. terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. n). m). . Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. Kuala Kapuas. Paginya barulah turun ke darat. . Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. paling lama 20 menit. . . . Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. harus mandi. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. kembali menjadi kantor biasa. kami menggayung dan menimba air. dan sekarang bernama Palangka Raya. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. baunya keringat tidak tahan lagi . Besok paginya. . Begitulah pendapat Sri Sunan. akhirnya apa boleh buat. . di pinggir kali . semula bernama Pahandut. Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. Sekarang menjadi tempat penginapan kami.

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

Zaman Tambun Bungai. Dan seterusnya. 5. dan kedua. ada dua pendapat: pertama. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. tetek tatum. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara. Dalam karungut. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 .Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. 2. nama Bandar sering disebut-sebut. 4. yaitu zaman Bandar. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. 6. 3. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. disamping untuk menguatkan pemahaman. pada zaman Lewu Uju.

Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 . Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan. Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga.

Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan. 116 . Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli. Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda. Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti.

Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan. Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar. Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang.TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya.

Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah.Itu perbuatan semua budak. Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 . Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata. Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri.

Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 . Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga.Anak tunggal tak bersaudara. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata. Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar.

Diancam jiwa serta disuapi. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran. Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 . Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua.

Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah. 121 . Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya.

Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana . 122 .mana. Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri. Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima. 126 . Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera. Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada.Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari.

Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana. Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna. Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan.Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan. Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. 127 . Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu.

Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka. Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. 128 . Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan. Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian.Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah.

Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan. Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. 129 . Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu. gelang. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas.Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya.

Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari. Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang. Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira. Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 .

Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar. Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda. Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah.

Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. dicium. Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan.Dipeluk. Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat. Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 . BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah.

Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat. Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang. 133 .

Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah. Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris. Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera. 134 .

Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan. Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 . Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka. TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru.

Terus memperkosa tentu menjalar. Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan. Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .

Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang. Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 . Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya.Mencari tempat yang tak disangka.

Dambung. isteri. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang.Oleh Bandar anak celaka. Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah.

Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 . Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. sumpit. bapak. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan.Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu.

Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata. 140 . Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi.Boleh rebah bagai kayuan. Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru.

Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 . Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Hati kecut dan tepekur.

Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui. Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya. Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus.

Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu. Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan. Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri.Sampai Kalingu pasti menjalar. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri. 143 . Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal. Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu.

Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati. Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 .

Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina. 145 . Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk. Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu.

Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala. Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan. Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama. Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati.

Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar.Itulah dia yang kusembunyikan. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata. Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. 147 .

Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan. Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat.

Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji. Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak. Dimanakah bekas atau dengung. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema.

Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan.Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 . Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan.

Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata.Begitu Jata telah pikiran. 151 . Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan. Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar.

Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 .Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan. Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat. Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja.

Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. 153 . Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur.

Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki. Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar. Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 . Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji.

Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan. Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. 155 . Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga.Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali.

Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa. Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Tiada panjang akan cerita 156 . Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa. Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan.

Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera.Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua. SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 . Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu.

Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami.

Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. hutan biduri Laut lepas diselam sekali.Menderu berirama kepada sekalian. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. gunung. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. 159 . Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung.

Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan. Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan. Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 .

Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan. Keempat yaitu jangkau bulan 161 .Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak. Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras.

di darat. Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan. Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda.Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 . Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Kapal cepat berjalan segera.

Tanda persaudaraan untuk selama. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. 163 . Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya. Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi. Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang.

Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 .Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan.

Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri. Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan.Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Semua datang besar ingin 165 .

Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 . Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu.

Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang.Harga pantas tak ditawarkan. Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. 167 . Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan.emas. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga.perak.

Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada.Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia. Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya. Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 .

Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai. Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 .Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya.

Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan. Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang. Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya.

Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan. Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 . Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat. Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Puteri istana juga ditunggu. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali.

Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan. Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara.Mandau bagus tempat kesayangan. Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan.

Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 . Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong.Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba. Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah.

Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun. Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera. Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. 174 .

Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita. Siang malam puteri mendoa 175 . Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari.Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan.

Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 .Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa. Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah.

Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. 177 .Banyak kapal kecil besar. Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam. Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan.

Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 . Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata. Sedemikian permintaan puteri.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri.

Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan.Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. 179 . Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul. Umbun. nama berdua Awak tangkas diperhias rupa.

Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam. Akan ketentuan segala jujuran 180 .Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki.

Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran. Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang. Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong.

Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. 182 .Siapa melihat tentu menyilaukan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Sumbu. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Bandar. Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang. Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan.

Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah. Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. 183 . Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula. Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

penuh tawa canda nan meriah. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. membabat hutan. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. dan terjun berenang. Tanpa sepengetahuan si gadis. kelompok kecil itu naik ke darat. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. gelisah. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. resah. penunggu daerah tersebut. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. membangun pondok untuk tempat beristirahat. terletak di daerah Kalimantan Tengah. Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. Burut Ules terpana. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia. sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. dan kantuk mulai datang menyerang. Matahari bersinar terik. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. ceria. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. namun karena berada di rimba raya. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. matanya menatap tajam ke arah sang dara. 1. padahal jarak antara mereka tidak jauh. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. Menyaksikan hal tersebut. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. ia kerja keras. matanya menerawang jauh ke depan. besaluka tanpa penutup dada. bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. Tanpa kawan. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. Setelah puas mandi dan berenang. sejuk terasa. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. jantung Burut Ules nyaris copot. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. Ia seorang yang bakaji . seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. Pada suatu hari. 185 . Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan.

Timbul kemarahan Burut Ules. silahkan bunuh aku. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. berenang ceria. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. mamut menteng. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian. yang ia berikan kepada isterinya. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. ia hanya menjawab singkat. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules.. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. Kepanikan pun terjadi. Suatu hari muncul seorang pemuda. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib. penuh tawa ria. mereka selalu pergi berdua. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. hitam. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. Ketika melihat Burut Ules datang. mandi sambil berenang. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. dengan ceria terjun ke telaga. Namun. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya.Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. . pada saat yang tepat. 186 . Rasa cemburu mulai muncul. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. Suatu hari. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku.. dan hanya berdua. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. Singkat cerita. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. aku tak akan melawan”. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. tinggi besar mengunjungi keluarga itu.

ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. Setelah melampaui usia balita. kerja. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. 2. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. walau tak terlihat dengan mata jasmani. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. maka janji itu telah ditepati. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. Suatu hari di Teluk Derep. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. tak seorang pun tahu. Sesal kemudian tak berguna. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat.Sebelum pergi. Wangsit 187 . sangat mendambakan anak laki-laki. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. letih tidur dan kerja lagi. Sejak kecil oleh ayahnya. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. Tumbang Kasongan. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. Waktu berlalu. Petir kilat sambar menyambar. dan terus bekerja. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . saat itu telah dewasa. seorang laki-laki dan seorang perempuan. Entah apa yang ia lakukan disana. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. Sesuai janji. Tanggal 2 Pebruari 1918. Ketika menginjak usia remaja. menangkap ikan. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. namun apabila anak laki-laki yang lahir. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. Di Bukit Batu ia balampah. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. ia akan kembali ke alam ayahnya. kerja. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya.

tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. Dapat dikatakan hanya impian. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. ketika sampai di Banjarmasin. belum ada layanan pos. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. Memang benar pada saat firasat dirasakan. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. batu telinga itu pun gaib. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. Djainudin. Belum ada telepon. Jangankan ke pulau Jawa. Singkat cerita. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. naik perahu dan rakit. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. 188 . Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran.