Maneser Panatau Tatu Hiang

Menyelami Kekayaan Leluhur

Tjilik Riwut
1

Maneser Panatau Tatu Hiang
Tahun 1979 Bapak Tjilik Riwut menulis buku Kalimantan Membangun. Setelah beberapa tahun, buku tersebut kemudian diedit dan diperbaharui kembali oleh puterinya, Dra. Nila Riwut Suseno. Tahun 2003, keluarlah buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang, yang artinya Menyelami Kekayaan Leluhur. Tahun 2009 ini, sebagai persembahan dari Bapak Tjilik Riwut dan Keluarga Tjilik Riwut, buku Maneser Panatau Tatu Hiang diperkenankan untuk ditampilkan isinya dalam format digital berupa sebuah web khusus. Persembahan ini diberikan untuk seluruh Rakyat Indonesia dan Warga Dunia, dengan harapan budaya Suku Dayak akan dikenal dan Anak Esun Tambun Bungai tidak akan kehilangan jati dirinya.

Buku Maneser
• • • • • • • • Bab I Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab II Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab V Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VI Buku Maneser Panatau Tatu Hiang Bab VII Tambahan 1 Tambahan 2 Tambahan 3 Alam Kalteng ( 1 item ) Perjuangan Suku Dayak ( 5 Artikel ) Sistem Teknologi ( 9 Artikel )

Sistem Mata Pencaharian ( 4 Artikel ) Kebiasaan dan Tradisi ( 5 Artikel ) ( 1 item ) ( 1 item ) ( 1 item )

2

BAB I Alam Kalteng

3

Kalimantan dikelilingi laut. Pada waktu ketinggian permukaan air laut berkurang. Keramayan. Panebangan. pada tanggal 22-24 Desember 1924 puncak tertinggi Bukit Raya didaki oleh ekspedisi Botanika Jerman-Belanda dibawah pimpinan Prof. Molengraaf.Lokasi. dan Madi. Teberian. Serasan. seorang Belanda dan dua orang Indonesia. Muller. Pegunungan yang ada di Kalimantan: Pegunungan Kapuas.278 m. sebelah timur Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Dr. Laut. Tibi.218 m. Nunukan. Meratus. sungai-sungai dan lainlain. ahli dari Kebun Raya Bogor dan Entja. Damar.F. Pada tahap selanjutnya formasi tertier di pesisir dan teluk-teluk lambat laun tertutup dengan formasi kwartier. yang mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 1894. Rachmat. Karenanya daerah ini hanya cocok untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering. Pulau Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil. Natuna. Pulau Kalimantan dikenal juga dengan nama Brunai.A. yang mulai terbentuk di bawah permukaan laut pada zaman purbakala. formasi tertier ter-erosi hingga terpotong-potong dan bergelombang menjadikannya daratan yang terputusputus dengan bukit-bukit dan sungai-sungai kecil. Bangkudulis. luasnya mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Hans Winklen. Daerah Lingkungan Alam. Derawan. walau bukan puncak yang tertinggi. Bukit Raya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tiga puncak. dengan puncak tertinggi yang berada di tengah-tengah. Bunyu. Formasi ini menyebabkan tanah Kalimantan banyak mengandung batubara dan batu karang di kaki gunung bekas pesisir. di sebelah barat ada Selat Karimata. Turut serta dalam ekspedisi itu antara lain P. yaitu formasi yang lebih muda yang terbentuk dari tanah liat yang sebagian besar tertutup gambut dari daun-daun yang berguguran. Tanah Kalimantan termasuk formasi tertier yang amat tebal. Sebuku. 4 . Beberapa pulau yang tercatat: Pulau Labuhan. mantan ‘besar’). Karayaan. gunung-gunung. Sebatik. Karimata. sebelah utara Laut Cina Selatan dan Sulu. Orang Eropa pertama yang mendaki Bukit Raya adalah G. menurut peta topografi adalah 2. Tarakan. seorang pekerja pada Herbarium di Bogor. Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (kali ‘sungai’. Baru.175 m dan Bukit Raya 2. Schwaner. Gunung yang tertinggi di Pulau ini terletak di Kalimantan Utara yaitu Gunung Kinabalu yang tingginya 4. Tanah inilah yang disukai petani untuk dijadikan sawah bayar atau sawah pasang surut. Subi. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang dimiliki Indonesia. Tanjung Negara (pada masa Hindu). dan dengan nama setempat Pulau Bagawan Bawi Lewu Telo. Panjang dan Kakaban. Maya. dan Demografi 1) Pulau Kalimantan Secara Umum Dalam bahasa setempat. Baru 30 tahun kemudian. dan sebelah selatan Laut Jawa. Pada umumnya tanah seperti ini kurang subur dan sukar diairi untuk dijadikan sawah dan hanya berair pada waktu hujan. Borneo. Dakkus.

Jika endapan mencapai tebal 1 meter dan tercampur dengan gambut. wedasan. Segama. Marudu. Adang. Darvel. dan Malatayur. palmae. Melinsan. Keadaan Tanah dan Tumbuh-tumbuhan Di daerah-daerah pesisir. petah kemudi. dan Sekatuk Mahakam. bayam duri. Di Kalimantan Selatan: Sungai Martapura. Sugut. Kayung. dimana sungai bermuara lebarnya 1 sampai 2 km. maman hutan. rambutan. Sementara tanah daratan di belakang pantai dan bergelombang termasuk bukit yang tingginya sampai 120 m. genjer. Mentaya atau Sampit. masisin. Lucia. dan Kendawangan. paku payung. Baram. selain berbatu karang terdapat tanah kering dan bentuknya bergelombang. keminting. Usang. Balikpapan. Jelai. kangkung. Sambas. famili papiliomacena. Puting. Krian. durian. Kagibangan. kemudian keladi air. Sebakuan. Di pantai dimana tidak ada sungai-sungai bermuara. Arut/Lamandau. pepaya. jukut. tegalan dan sawah musim hujan (sawah tadahan). Barito (hanya sampai Kabupaten Barito Kuala). Baram. Di daerah ini terdapat (dapat tumbuh) pohon-pohon nangka. dan Pembuang atau Seruyan. Layar. dan Kalapang. Batu Licin. Air Hitam Besar. Teluk yang ada: Teluk Berunai. kerokot hijau. keramunting. Batu Laki. telor belalang. Kahayan dengan anak-anak sungai. Kapuas. Kemenah. dan terutama karet. Paloh.Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan: Tanjung Sampan Mangio. Kawalan. telor jarum. Sebangkau. Sekatok. jenis sup-supan. Trusan. Datuk. kangkung. Sengkulu. dan kerokot merah. Kayan. jenis alang-alang. jenis pisang. Di Kalimantan Utara: Sungai Batang Lupar. Sembakung Berau. Ambawang. Kupang. Kemudian juga famili compositae. Kalimantan Tengah: Sungai Barito atau Murung dengan anakanak Sungai Tewe. Kalumpang. gelagah. Di Kalimantan Timur: Sungai Sebuku. Sementara sungai-sungai yang tersebar di Kalimantan terdapat di seluruh bagian Pulau. Katingan atau Mendawai. pisang. Kumai. dan Sebangau. Serban. Radas. Di tanah-tanah yang kurang subur karena erosi hanya dapat tumbuh tanaman jika zat lemas dan fosfor cukup seperti jenis: buntut tikus. kancur-kancur. Durian. Pawan. Hantu. dan famili nyphacacene. ubi jalar dan labu (waluh). kesisap sayur. Kapuas Kecil. Silat (Selatan). dan Bahan. Simpang. Kalimantan Barat: Sungai Kapuas (Kapuas Bohang). hutan. Sebangau. terdapat rawa-rawa yang pada waktu air pasang tergenang air dan ditimbuni endapan yang terbawa oleh sungai-sungai. bingkai dan balaran dali. semangka. Sampit. galah motawauk. Tumbuh-tumbuhan di tanah kering pesisir ini: famili graminae. Sambar. tusuk konde. tambaran-tambaran. St. kasturi. yang suka zat asam yaitu famili nyrtaceae seperti jenis galam. Datuk. Kumai. Batang Rayang. Padas. jenis langsat. Murung. sukma. Aluh-aluh Besar. Mempawah. 5 . Sesayap Karangan. duku/langsat. rumbia. Mangkalihat. Paitan. Kinabatangan. hutan krokot. tanah itu ditanami dengan tanaman-tanaman yang berakar. Lahei. Landak. karmalaha. dimana terdapat kebun buah-buahan.

tetapi akan memberikan kemakmuran bagi beribu-ribu juta manusia sampai beratus-ratus abad. Badagai. 6 . Beberapa jenis didatangkan dari Bogor. Sentarum. Gadis. Melintang. Dalam pembagian vegetasi menurut Dr. dan buaya. madu. Bulan. Sembuluh. Schimper. kertas. Jempang. achas. irit. bajungan dan lain-lain. kulit kayu. semambu. orang hutan (kahiu alas). Beberapa jenis di antaranya: rotan taman. hutan di Kalimantan masuk ke dalam golongan hutan hujan tropis. dan hutan gunung. kayu meran bungkan. ular sawah. kayu tampurau. Hal ini telah diperhatikan dunia luar semenjak jaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang. mencapai lebih dari satu meter garis tengahnya. kayu garunggang. Kamipang. beruang. Kemudian ada kayu bangalan (agathis) atau pilau yang dapat dijadikan tripleks. kayu damar. Lurus Raden. Hutan ini merupakan salah satu sumber atau gudang penghasilan dan kemakmuran rakyat dan negaranya. lilin.Danau-danau di Kalimantan dipergunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan-ikan. hutan rawa. Jenis-jenis padi yang digunakan termasuk jenis padi gunung yaitu: Rantaumudik. pekat bahasa Banjar) banyak dikirim ke luar Kalimantan seperti ke Jawa bahkan ke luar negeri. Beberapa lilin. Di antaranya: kayu ulin (tabalien. landak. kayu palepek. korek api. Pembukaan Kalimantan sebagai rencana raksasa dimulai dari Bapak Gubernur Kalimantan Dr. Sampai sekarang sebagian besar Kalimantan masih terdiri dari hutan rimba raya dengan kayu-kayunya yang besar-besar. Kalimantan juga terkenal dengan hutannya yang lebat dan sebagian besar belum pernah diinjak oleh telapak kaki manusia. Bila naik pesawat terbang di atas Kalimantan. dan Luard. bulin. eusideroglon. Sementara rotan (uei bahasa Dayak. kayu rangas. Danau-danau yang terkenal: Danau Meninjau. Hutan Selain terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar (ada yang 200-1500 m) dan dalam serta panjang (300-500 km). Madara. akan nampak hutan rimba belantara yang luas dan tentunya banyak binatang-binatang buas sebagai penghuninya seperti macan dahan (hangkuliah bahasa Dayak). Hal ini merupakan satu ide yang besar sekali karena hasil hutan Kalimantan bukan hanya memberikan kemakmuran dan kebahagiaan untuk beratus-ratus ribu manusia dalam satu atau dua abad saja. belatung. Umbang. kayu lanan. Manjan Delima. Hutan Kalimantan yang begitu luas. rotan sigi. Semanjang. kayu bangkirai. kayu meranti. yang dibagi-bagi lagi dalam beberapa formasi: hutan payau. Hampangen. bebek (itik) dan kerbau. hutan nipah. hutan bukit-bukit/belukar/primer. memiliki hasil alam yang beragam. zwageri) yang terkenal dengan nama kayu besi. bermacam-macam damar dan getah (karet) melengkapi kekayaan hasil hutan Kalimantan. Di tanah datar dan pegunungan dapat diusahakan padi. onglin. Tumbuhan bydeilla-yerticellata dan diatome sangat subur dan menjadi sumber makanan ikan. tantuwu. Murdjani. kayu rasak.

Pada tahun 1830 masehi. bernama James Brooke. J. kapal-kapal Portugis dan Spanyol sudah pernah berlabuh di Brunai tapi tidak dapat menaklukkannya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dan pada akhirnya hanya ditinggalkan begitu saja. Brunai mendirikan kerajaan sendiri dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang Melayu dan Solok Islam. iklim di Kalimantan termasuk tipe I dan IA. 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika. termasuk semua daerah Kalimantan Utara dan Serawak yang sekarang. berbatasan langsung dengan daratan Kalimantan wilayah Republik Indonesia yaitu daerah Sabah.H. Abad kelima belas negeri Brunai. Sementara tipe B adalah iklim yang memiliki 10-11 bulan penghujan dalam setahun dengan 1-2 bulan kemarau. Keadaan Daerah Keadaan daerah di Kalimantan Utara umumnya sama dengan keadaan daerah-daerah Kalimantan wilayah Indonesia. di daerah Kalimantan Barat dan Pulau-pulau Solok.A. yang kemudian takluk kepada Sultan Solok . 2) Kalimantan Utara Daerah Kalimantan Utara sekarang adalah daerah Malaysia Timur. Setelah kerajaan Malaka jatuh. Daerah Serawak. Menurut alamnya. Dari sinilah ajaran Islam menyebar sampai ke Mindanau. Kerajaan Brunai berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Timur. awalnya dikuasai Raja Brunai. Akhirnya tahun 1889. Mohr. Tipe A adalah iklim yang mempunyai 12 bulan penghujan dalam setahun. iklim di Kalimantan masuk dalam tipe A dan sebagian tipe B. Ferfuson dalam verhandelingen no. seorang berkebangsaan Inggris pegawai dari East India Company. James Brooke akhirnya berhasil menjadi Raja Putih dan memerintah di bagian selatan negeri Brunai yang kemudian daerah kekuasaannya diperluas sampai negeri Serawak atau Kuching sehingga menjadi daerah naungan Inggris.H. Daerah ujung Kalimantan Utara yang disebut British North Borneo. iklim dari tipe-tipe di atas ditumbuhi hutan hujan tropis. Inggris sampai di daerah itu dan mencoba membuka daerah Labuhan atas persetujuan Raja Brunai. Daerah itu kemudian dibeli oleh British North Borneo Company dari Sultan Solok dan kemudian menjadi jajahan Inggris. berbatas langsung dengan daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. yaitu bulan yang hujannya lebih dari 100 mm.Iklim Menurut Dr. A. datang ke Brunai dan bersahabat dengan Pangeran Hasyim yang memerintah negeri Brunai. Abad tujuh belas dan delapan belas masehi. Schmit dan Ir. Sementara menurut Dr. Setelah tahun 1800 masehi. Tipe I tidak mempunyai bulan kemarau sementara tipe IA mempunyai 1-2 bulan kemarau. merupakan daerah Kerajaan Melayu Malaka dan diperintah oleh seorang besar yang bergelar Sang Aji. Daerah-daerah pesisir adalah daerah berlumpur/rawa 7 . Brunai pun bernaung dibawah kekuasaan Inggris.

Yang terbesar adalah suku Iban. Bagi penduduk pribumi.yang pada umumnya ditumbuhi oleh nipah-nipah. nampaknya semua berasal dari satu turunan. Baram. Pada umumnya ketinggian maksimal 2000 meter dengan hutan belantara yang lebat. yang memiliki hubungan darah dengan suku Dayak di Kalimantan Timur. Kayan dan Bahau. banyak persamaannya dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Adat istiadatnya memiliki banyak persamaan dengan adat istiadat suku Dayak di wilayah Kalimantan. Kayan. Punan. terlebih dahulu harus mampu berbahasa Inggris. tinggal di daerah perbatasan atau pedalaman. dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris. Lalu lintas yang utama adalah di air. Batang Lupat. Pengaruh agama Kristen atau Islam terlihat pada suku Melayu dan Tionghoa yang menempati sepanjang pesisir dan sepanjang sungai. Sosial Ekonomi Bangsa kulit putih dan pendatang lainnya bermukim di daerah perkotaan. Bahasa pengantar yang dipergunakan di sekolah ialah bahasa Inggris atau bahasa Tionghoa. diberikan oleh Zending dan Misi yang terdiri dari orang-orang asing. Untuk suku Dayak di daerah pedalaman sudah mulai mengenal agama nasrani. Makin masuk pedalaman. Untuk pendidikan agama Islam diberikan oleh Kiai-kiai. Dalam pergaulan mereka bersifat ramah tamah. mengakibatkan keinginan penduduk untuk dapat berbahasa Inggris sangat besar. Bahasa pengantar ialah bahasa Iban. Limbang. Punan. Mereka berwatak keras dan jujur. Kelambit. banyak yang bermukim di pedalaman. nyanyi-nyanyian dalam bahasa daerah. Penduduk daerah pantai ialah suku Dayak Laut. Dengan adanya pembatasan pendidikan di sekolah lanjutan. Sungai besar adalah: Rajang. Cara bergaul menunjukan keakraban. Tiap-tiap suku Dayak memakai bahasa daerahnya masing-masing yang satu sama lain berbeda. mereka belajar dari nenek moyang. Yang bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan hanyalah anakanak pejabat dan anak-anak orang berada saja. Pada umumnya adat istiadat suku Dayak pada dasarnya baik. seperti dansa dan menguasai lagu-lagu 8 . dan percaya kepada roh-roh yang sudah meninggal. seperti Bahau. yaitu berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Iban. dengan menggunakan perahu-perahu kecil atau speed boat. Sistim pendidikan bagi penduduk pribumi di Kalimantan Utara. akan tetapi sebagian masih beragama Kaharingan. dan Murut. Mereka masih sangat memelihara tari-tarian. Adapun suku-suku Dayak Darat terdiri dari suku-suku Iban. apabila ingin mencapai kemajuan. Di daerah perbatasan ditemukan daerah pegunungan yang terpotong-potong dengan lereng-lereng yang curam. Bila dipandang dari adat istiadat yang sama dengan suku Dayak di wilayah Indonesia. Lalu lintas darat sangat terbatas. dan hanya dijumpai pada daerah perkotaan. Kaum pelajar lebih menyukai kebudayaan yang berbau asing. Kenyah. serta kurangnya penanaman tentang kebangsaan. terdapat tanah-tanah yang berombak dengan pegunungan. yang terdiri dari suku-suku Melayu. tetapi kadang-kadang terjadi juga kekacauan hanya karena salah pengertian. sedang ajaran rohani agama Kristen dan Katholik. tetapi mudah tersinggung dan dendam. sekolah dasar tiga atau enam tahun. Bangsa Melayu. Kebudayaan suku Dayak Kalimantan Utara.

Selain itu. Kemudian datang imigran suku bangsa Murud dan Kayan. Lokasi Wilayah dan Keadaan Daerah Kalimantan Barat berbatasan di sebelah barat dengan Karimata. suku Karen di Birma dan suku Kayan di Kalimantan. dengan menggunakan akar-akar kayu dan daun-daunan. • Gunung Saran. Untuk daerah pedalaman. Batu-batu beku sebagian besar terdiri dari batu dalam yang asa. Sanggau. dikelilingi pegunungan Bayang. Nanga Talai. tanah pegunungan rendah dan tanah dataran rendah. berasal dari suku Punan Uhing. Batas Landak. Sebelah selatan dengan Kalimantan Tengah. tinggi 1758 m • Gunung Kerihun. Terdapat batu pasir. 3. Di tengah-tengah batu sendimen banyak ditemukan batu-batu beku. berasal dari suku Buket. menurut para ahli etnologi. Nanga Mentalunai. Pengobatan secara modern mereka lakukan hanya apabila mendapat bantuan dari pemerintah. Schwaner. tinggi 1790 m • Gunung Nuit. tinggi 1767 m. 7. Suku-suku ini kemudian mengadakan perkawinan dengan bangsa Kaukasia dan Mongolia. batu lempeng. misalnya granit dan kwartdioriet. Letaknya sebelah timur laut Bangka. Penduduk pedalaman Kalimantan Barat yang tinggal di Kapuas Hulu. Schwaner. cara pengobatan masih secara tradisional. tinggi 1700 m. berasal dari suku Punan Howong. Batu-batu yang kelat terdapat di gunung yang sudah mati. berasal dari suku Punan Kerco. Yang terkenal ialah Bukit Kelam dekat Sintang. Nanga Belatung. batu liat. batu-batu sendimen. berasal dari turunan yang sama. batu sendimen. terbagi dari beberapa Nanga suku dan berasal dari suku Punan : 1. 5. Tayan. Semitu Hulu. dan di tempat ini banyak ditemukan juga gunung-gunung yang bentuknya tidak seperti biasanya. Semberuang. 3) Kalimantan Barat Ada teori yang mengatakan bahwa suku-suku Dayak pedalaman yang pertama mendiami Kalimantan. yaitu Gunung Nait. 6.barat. 4. Nanga Erah. terdiri dari batu-batu beku. 9 . Sebelah utara dengan Pegunungan Kapuas Hulu. Sebelah timur dengan Pegunungan Muller. Nanga Tanjung Lakung. Pegunungan Gramiet. dan perubahan dari batu-batu tersebut. Gunung-gunung yang ditemukan di daerah Kalimantan Barat : • Gunung Lawit. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Batu-batu beku. misi dan zending. Nanga Enap berasal dari suku Punan Uhing. Dari keturunan ini lahir suku Punan dan Kenya . pegunungan Singkawang. Daerah Kalimantan Barat terbagi atas tanah pegunungan tinggi. Nanga Balang. sebelum Kalimantan terpisah dengan Penisula Malaya. berasal dari daerah perbatasan yang terbentang luas dari perbatasan Cina dan India sampai Tibet. berasal dari suku Buket. Pegunungan Kempayang. Tanah pegunungan tinggi dan rendah. dan batu-batu yang terjadi dari perubahan batu tersebut. ditemukan di pegunungan Paloh. Muller. berasal dari suku Punan Howong. dari benua Asia yang hampir menyerupai bangsa Mongol. 2.

Tanah datar rendah dekat petani ini. Pertanian. yaitu di Gunung Bayang. curah hujan sangat sedikit. Tanah liat laut yang sudah tua. Di Paloh dekat Sambas. tembaga. Penduduk yang menetap di Kalimantan Timur. Batu-batu pasir dan kwartsieten. Mata pencarian utama.Di beberapa tempat ditemukan marmer. misal. ditemukan pengairan pasang surut. batubara. Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pengaruh aliran air yang membawa zatzat makanan dari tanah yang berada disebelah atasnya. Rata-rata setiap bulan 100 mm bahkan mencapai 350mm. terdapat sapok yang tebalnya bermeter-meter. sebagian besar dari Pegunungan Muller. Bahan tambang yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan Barat: intan. dan jenis tanah ini tebal sekali. mica. Yang tidak luas dekat Kandawangan. lama-lama berubah menjadi pasir putih. terdapat tanah-tanah autochtoom yang artinya tanah yang tidak beralih tempat. mangan. Pegunungan rendah dari Bengkayang. Pada bulan Januari. Pengairan. keturunan Solok dan Piliphine. paling lebar terletak di delta Sngai Kapuas dan di tempat yang di bukitbukitnya. Pertambangan Kalimantan Barat adalah daerah yang banyak mengandung curah hujan. juga di Pontianak. Iklim. Tanah tersebut tidak subur karena banyak zat-zat tanah yang hanyut oleh rambang. Sungai-sungai yang mengalir melalui tanah rendah tersebut. Di tempat-tempat yang tidak digenangi air. Melawi Utara dari batuan pasir. Saat itu disebut musim kemarau pendek dan musim kemarau panjang. Suku Banjar. yang terletak dekat pantai dan tanah datar rendah dekat Kapuas Tengah. Pertanian yang dilaksanakan oleh penduduk : • Pertanian yang tanamannya berumur panjang. Di Kalimantan Barat. Landak. Suku Bugis dan 10 . dan Juni – Agustus. Tanah liat laut yang masih muda sangat subur. koaline. karet. • Pertanian yang tanamannya berumur pendek. menangkap ikan di laut. Pasir putih ditemukan banyak di daerah Kalimantan Barat. Pegunungan Tinggi Madi. molydenite. sangat besar dan bergelombang besar dan dalam. Lapisanlapisan dari batuan sendimen. kelapa. membuat pagung overwallen ditepinya. air tersebut sulit untuk kembali ke sungai. karena proses alam. 4) Kalimantan Timur Penyebaran Penduduk Penyebaran penduduk tidak merata. cinnabar. dan sungai. seperti di daerah mempawah yang dimanfaatkan sebagai daerah persawahan. tanah di belakang pagung tergenang air. Pegunungan Hulu. sanstone. Diwaktu air pasang. Penduduk Kubang Solok. emas. Di lembah banyak dijumpai tanah persawahan yang subur. bauksit. sampai di tepi laut dekat Singkawang. menetap di sebelah timur pantai Berau. yang pada waktu surut. batu tersebut berubah menjadi tanah. terletak agak jauh dari pantai. hidup berkelompok. Yang banyak dijumpai ialah pengairan rawa pantai. Asalnya dari batu sungai. rawa sungai dan pengairan tehnis. Sanggau. Sukadana. Tanah datar rendah dibagi dua yaitu tanah datar rendah yang muda. banyak pendatang yang berasal dari seluruh Nusantara.Pebruari.

dengan mata pencarian utama berdagang. Orang-orang Melayu yang berada di Kalimantan Tmur. penduduknya didominasi oleh orang-orang Kutai sendiri. sebagian besar telah mengenal mata uang serta masih menggunakan sistim barter. yang di beberapa tempat terkenal dengan nama Tuhan Singei. Suku Jawa. Pendatang lain ialah suku Banjar. Kerajaan Kutai. Suku Punan. Adanya keyakinan dalam masyarakat yang menghubungkan firasat dengan gejala-gejala alam. dan hidup sebagai nelayan. namun adat istiadat dan bahasa tetap mereka pelihara dan pertahankan. ke daerah Tabang dan Malinau berjumlah 4000 jiwa. sejumlah 328 jiwa. didominasi oleh suku Dayak. Juga adanya perpindahan penduduk yang disebabkan karena usaha penduduk dalam mencukupi kebutuhan ekonomi. Katholik. Banyak mendiami daerah pantai. banyak yang beragama Islam. Dari kampung Long Nawang. suku Kenyah. ke kampung Lung Urug dan ke kampung Long Lees . Latar Belakang Sejarah Sebelum Patih Gajah Mada dari Majapahit. akan tetapi penyebaran tidak merata. suku Berau. suku Tunjung. Suku Basap. sungai. di Kalimantan Timur ditemukan tiga buah kerajaan kecil yaitu: 1. Walau mereka berdomisili di Kutai. terdapat di daerah Kutai. Sebagian besar mata pencarian mereka adalah berdagang. berburu. suku Ulon Dayo.Mandar menetap di pinggir pantai. Adanya satu Tuhan. Suku Punan. hutan. menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu. Kristen Protestan. banyak berdiam di daerah Kabupaten Kutai. hidupnya masih mengembara. Suku Pasir berdiam di Sepan. ada yang mengenal satu Tuhan Ma’Tau. Berau dan Bulongan. pohon. Mata pencariannya. Suku Dayak banyak yang beragama Kaharingan. Tahun 1967 terjadi perpindahan penduduk di wilayah Kalimantan Timur yaitu dari kampung Long Puti . Dari Long Berang dan Long Heban Kabupaten Bulongan ke Muara Wahau Kabupaten Kutai sejumlah 1500 jiwa. menangkap ikan. Suku-suku lainnya yang terdapat di Kutai ialah: suku Benoa. suku Bahau. Mereka juga masih mempercayai mahluk-mahluk penjaga kampung. Suku Bajau. mereka hidup terpencar di seluruh Kutai. Sotek dan Pemaluan. Keyakinan lama masih sangat besar pengaruhnya. Hal ini disebabkan karena sumber kekayaan alam tidak merata. tetapi mereka lebih maju daripada suku Punan. Perpindahan Penduduk Penduduk yang mendiami Kalimantan Timur. melaksanakan usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara. Bangsa Tionghoa. Di Kabupaten Kutai. Yang terdapat di daerah Pasir ialah suku Pasir. dan sebagainya. 11 . menyebar di seluruh pelosok Kutai. Diantara suku Punan. dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. tetapi pengaruh firasat yang dihubungkan dengan kejadian-kejadian masih sangat besar artinya bagi mereka. kebanyakan bekerja di pertambangan batu bara. rawa. dalam jumlah kecil berdiam di Pamengkaran dan Bontang dengan mata pencarian utama. Transmigrasi tertua di Kutai berasal dari suku Bugis.

3. • Sebelah utara dengan Kalimantan Utara. yang masih aktif. dari muara sampai ke Long Iram. tinggi 1704 meter. Suaran Gunung Mapa dan Gunung Berum.2. Perbatasan-perbatasan: • Sebelah barat dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara-Pegunungan Kapuas Muller. Akan tetapi pada masa penjajahan ketika Belanda. Gunung Kong Kemul. Pasir. Gunung Siagung. tingginya 1380 meter. antara 4 derajat 21 menit lintang utara dan 1 derajat 20 menit lintang selatan. tingginya 1233 meter. akibat adanya politik kontrak yang ditandatangani oleh Sultan Sulaiman. terletak di Kampung Baju . sebagaimana tersebut dalam lembaran negara tahun 1916 No. perbatasan Kabupaten Berau dengan Apu Kayan . • Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Bukit Batu Tiban. Sungai ini bersumber dari Gunung Iban . 211. Perbatasan dengan Serawak. • Sebelah timur dengan Selat Makasar. terletak di Samarinda. Di daerah Kabupaten Pasir. Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia bersama dari kedua kerajaan. tinggi 1600 meter. bagian yang paling dalam 38 meter. Berau. dan bermuara di dekat Selat Makasar. Gunung Kundas. Gunung Benua. ketiganya terpecah lagi. yang kemudian gugur sebagai pahlawan. 5) Kalimantan Selatan Keadaan Tanah 1. Gunung Kerihun. Gunung Lumut. Sungai terbesar ialah Sungai Mahakam. Kapal seberat 1500 ton dapat berlayar sampai batu dinding yang letaknya lima puluh mil dari Samarinda. terdapat di sepanjang kaki pegunungan Meratus . Perjanjian tersebut terdapat di dalam lembaran negara tahun 1892 No. tinggi 2053 meter. 2. Gunung Tambalang. panjangnya 223 mil. Lokasi Wilayah dan Kondisi Daerah Letak Kalimantan Timur. Dataran dan Lembah Alluvial Daerah rawa. Pegunungan Candi Hantu.145. dan Gunung Saren Pala. Beberapa gunung yang ditemui di Kalimantan Timur: 1. Pegunungan Iban. perbatasan antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulongan. 12 . dan sebelah barat. terletak di Kabupaten Kutai. membujur dari barat ke timur antara 113 derajat 47 menit lintang utara dan 119 derajat bujur timur. 3. tinggi 1790. Namun kemudian ketiga kerajaan tersebut bernaung di bawah kekuasaan Majapahit. Sungai Mahakam. gunung Cimanis. Tahun 1870. walau sebelumnya ada perlawanan dari Sultan Salahudin dan Panglima Perang Awang Lor. Gunung Sarati. Portugis menginjakkan kakinya di bumi Nusantara. Enam puluh persen. Pegunungan Iban yang juga disebut Pegunungan Kapuas Hulu merupakan perbatasan dengan daerah Serawak . perbatasan Pasir dengan Kabupaten Kutai dan Tabalong. dan yang paling dangkal 4 meter. Pegunungan Lasan. berbatas dengan daerah rawa. diatur dan ditentukan dengan suatu perjanjian antara pemerintah kerajaan Belanda dan Inggris. Inggris. secara yuridis lenyaplah kekuasaan kerajaan. Dari utara ke selatan.

dan kampung-kampung. kebun karet. terdiri dari hutan belantara seluas 126. Secara administratif propinsi ini dibagi dalam 13 kabupaten dan satu kota yaitu Palangka Raya yang menjadi ibu kota propinsi ini (pemekaran wilayah tahun 2002). 2. Maratus. musim panas 30 celcius. di tepi barat dan timur Pegunungan Babaris. terdapat gunung batu kapur.115 km2. danau. Tinggi 800-2000 meter dari permukaan laut. beriklim tropis yang umumnya panas. Dari Mataraman hingga sepanjang Riam Kiwa. Laut Jawa di sebelah Selatan. Rata-rata curah hujan.686 km2 . Ukuran kelembaban: • Banyak hujan.95% dari keseluruhan luas Indonesia. suhunya rata-rata 17 celcius. Kelanjutan Pegunungan Maratus-Kusan-Babaris di bagian selatan.750 Ha. 3. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Kalimantan Timur di sebelah timur. Klimatologis Kalimantan Tengah termasuk daerah equatorial yang beriklim basah dengan rata-rata delapan bulan basah dan empat bulan kering. belukar. Demografi 13 . letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris.564 km2 atau lebih kurang 7.563 km2 serta pertanahan lainnya seluas 4.814. Terdapat di daerah yang berbukit-bukit dan daerah sepanjang tepi lembah Barito dari Hulu Sungai sampai Martapura. juga di bagian utara sepanjang Pegunungan Meratus. Pegunungan Meratus. Berbukit berat. 5-100 meter dari permukaan laut. Dari daerah ke daerah. tiap-tiap bulan rata-rata enam sampai limabelas hari dengan ukuran 156 – 343 mm. rawa-rawa 18. melalui Pengarus sampai ke Koah. dan genangan air lainnya seluas 4. 6) Kalimantan Tengah Lokasi dan Lingkungan Alam Propinsi Kalimantan Tengah secara astronomi berada pada posisi 0045’ Lintang Utara (LU) .1160 Bujur Timur (BT). Iklim Sebagai daerah khatulistiwa. hingga ke goa-goa kapur.6 mm. membentang jalur tanah kapur. Secara geografis berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur di sebelah utara. Propinsi Kalimantan Barat di sebelah barat. Bagian timur berdaratan alluvial. sejak batas Kabupaten Banjar dan Amuntai 4.3031’ Lintang Selatan (LS) dan antara 1110 . sungai. Luas wilayah Propinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan sekitar 153. letaknya di tepi barat Pegunungan Babaris. Daerah batu/ tanah kapur/karang. Daerah pegunungan seluas 212. 145 hari dalam setahun.terdiri dari tanah pematang. 2. 50-300 meter dari permukaan laut. Endapan kapur terdapat antara kedua sisi tembok tanah margel .200 km2. • Pada musim hujan. terdapat di pegubungan Meratus Babaris. Berbukit ringan.

Kabupaten Kotawaringin timur 3. juga hasil hutan berupa kayu. Batas kediaman suku Dayak Ngaju di hulu Kahayan. Karau. yang di masa awal lahirnya propinsi ini. menjadi wilayah negara Malaysia dan Kesultanan Brunei. juga di hulu Sungai Mahakam.Penduduk utama adalah suku Dayak yang menggunakan lingua franca bahasa Dayak Ngaju. mulai dilaksanakan. hanya terdiri dari 6 daerah tingkat II yaitu: 1. Setelah Propinsi Kalimantan Tengah terbentuk. bekas wilayah Inggris di utara. berbatasan dengan suku Dayak Bakumpai dan suku Banjar daerah Hulu Sungai dari 14 . Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. diantaranya Manyan. Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah adalah propinsi ke 17 untuk wilayah Republik Indonesia. sedangkan bekas jajahan Belanda di selatan. 6. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. pesawat udara belum merupakan sarana transportasi umum. namun juga kekayaan isi buminya yang mengandung minyak bumi. terutama diantara anakanak Sungai Patai. Di barat. Rungan Manuhing. Kabupaten Kapuas 4. Kahayan. tembaga. yaitu Sungai Samba. Namun tentu saja. Kotamadya Palangka Raya. kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan. Ayuh. (Nb: Data saat belum pemekaran) Kalimantan adalah pulau terbesar ke tiga setelah Green Land dan Irian Jaya. batu arang (batu bara). Suku Dayak Ngaju mendiami daerah sepanjang Sungai Kapuas. kecubung dan intan. yaitu Kalimantan Barat. seperti jalan dengan lebar empat puluh meter yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tangkiling. Telang. hulu Sungai Kapuas. hanya sampai desa Tumbang Miri saja. dan sebagian hulu Sungai Seruyan . emas. Ot Danum dan Ngaju. Pengerukan untuk pembuatan terusan yang menghubungkan satu sungai besar dengan lainnya. dan di hulu Sungai Katingan. Kekayaan Kalimantan Tengah yang utama bukan hanya kesuburan tanahnya. yaitu di daerah utara Tumbang Miri. Suku Dayak di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa suku. Barito. Kabupaten Barito Selatan dan. Untuk daerah-daerah yang belum mempunyai bandara udara. sekitar Long Pahangei di pedalaman. yaitu di tepi timur Sungai Barito. Sebagai akibat kolonialisme barat. Berbeda dengan perkampungan suku Dayak Ot Danum yang pada umumnya merupakan daerah tersendiri . Rungan. Kemudian prasarana lainnya juga dibangun seperti pembuatan bandara udara di Palangka Raya dan Pangkalanbun. damar dan rotan. Kabupaten Barito Utara 5. dan suku Dayak Ot Danum adalah mereka yang berdiam di sebelah hulu. Di timur suku Ma’anyan bersentuhan dengan wilayah suku Banjar. yaitu di daerah Hulu Sungai Kalimantan Selatan. di Sungai Kale. Suku Dayak Ot Danum mendiami daerah sepanjang hulu-hulu sungai besar seperti Sungai Kahayan. Suku Dayak Ngaju adalah mereka yang berdiam di sebelah hilir. pesawat terpaksa mendarat di air. maka suku Dayak Ma’anyan tersebar di seluruh Kabupaten Barito Selatan. Jalan-jalan mulai dibangun di Kalimantan Tengah yang wilayahnya sebagian besar masih berupa hutan rimba belantara. saat itu. untuk mempersiapkan irigasi bagi program transmigrasi yang segera akan dijalankan dengan mendatangkan para transmigran dari Jawa dan Bali. Barito dan Katingan. Letak kediaman suku Ot Danum di hulu Kahayan. menjadi wilayah Republik Indonesia. misalnya Terusan Basarang yang kemudian diberi nama Terusan Milono . dan Kapuas. yang terbagi menjadi empat propinsi. Desa Tumbang Sabetung.

4. Dayak Ot Danum. antara lain dengan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Dayak Ngaju. Dayak Ma’anyan. Suku Bakumpai banyak mendiami sepanjang Sungai Barito. Daerah keluarga Barito itu. 8. yaitu stramras Ot Danum. tetapi kemudian karena mereka berdiam di daerah hilir. misalnya suku Dayak Lawangan yang memang telah mendiami daerah itu sebelum suku Dayak Ma’anyan memasukinya. 7. 15 . Dayak Ngaju. 10. Dayak Witu. upacara kematian yang bersifat potlatch dan kepercayaan asli yaitu agama Kaharingan. Dayak Ot Danum berasal dari satu stramras. 5. bahasa Indonesia mulai menggantikannya. stammen groep der Ma’anyan dan Lawangan. Dusun Barito. diantaranya di Long Iram. Di sini kelompok suku yang hidup di pedalaman sesungguhnya mempunyai satu corak kebudayaan. Untuk hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam. lambat laun mereka mengalami perubahan kebudayaan sebagai akibat berakulturasi dengan kebudayaan orang-orang Dayak di seluruh Kalimantan. bahasa Dayak Ngaju.Sungai Barito. di selatan dan timur dibatasi oleh laut Jawa dan Selat Makasar. Suku Dayak Ngaju berasal dari suku Dayak Ot Danum juga. Dayak Lawangan. 6. Dayak Katingan. dan bahasa Ma’anyan termasuk dalam isolek Barito Tenggara. Mallinckrodt menganggap bahwa yang termasuk stramras Ot Danum adalah stammen groep der Ot Danom. di Tumbang Samba Sungai Katingan. Suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah: 1. bahasa Dayak Ngaju telah lama menjadi lingua franca suku Dayak di Kalimantan Tengah. Kesatuan mereka ini adalah berdasarkan persamaan dalam beberapa unsur kebudayaan. Dayak Klementen. keluarga bahasa ini dipergunakan di Kalimantan Tengah dan sebagian lagi di Kalimantan Selatan yaitu di suatu wilayah yang di bagian barat di batasi oleh Sungai Sampit . Mereka telah memilih bahasa Dayak Ngaju dalam penyebaran agama. menurut Kennedy didiami oleh suku Dayak Ngaju. 9. suku Dayak Ma’anyan banyak bercampur dengan suku Dayak lainnya. Dayak Dusun. prinsip keturunan yang berdasarkan ambilinaal. Dayak Siang. Dayak Kapuas. Peranan bahasa Dayak Ngaju menjadi penting untuk daerah Kalimantan Tengah berkat usaha zending Protestan dari Jerman dan basel yaitu baselsche zending. suku Dayak Ngaju. termasuk dalam isolek bahasa Barito Barat Laut. di utara dengan pegunungan Schwaner dan Muller. sungai-sungai Busang. di sepanjang sungai Mahakam bagian tengah. sedang menurut Mallinckrodt oleh suku Dayak Ot Danum. walaupun akhir-akhir ini setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Dayak Ma’anyan. Menurut klasifikasi Hudson. Menurut Mallinckrods. 3. Murung dan Mahakam. stammen groep der Ngaju. peralatan perang seperti mandau dan sumpitan. Di antara bahasa tersebut. Menurut Mallinckrodt . 2. suku Bakumpai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam. Di daerah aliran Sungai Karau dan Ayu.

Bahasa daerah yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi: 1. wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dipecah menjadi 14 daerah setingkat kabupaten/kota. 2. Selain lima kabupaten dan satu kota yang sudah ada. Kabupaten Pulang Pisau. meliputi delapan puluh delapan suku kecil-kecil. 16 . Kabupaten Gunung Mas. Daerah kabupaten yang baru tersebut adalah Kabupaten Barito Timur. meliputi empat puluh satu suku kecil-kecil. dan Kabupaten Sukamara. Kabupaten Lamandau. dll) Peta Kalimantan Tengah Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai otonomi daerah. meliputi enam puluh delapan suku kecil-kecil. Bahasa Dayak Ma’anyan. Kabupaten Seruyan. (Nb: selain itu masih ada bahasa lain seperti bahasa kadorih dari Dayak Ot Danum. Kabupaten Murung Raya. Bahasa Dayak Ngaju. 4. Bahasa Dayak Dusun. delapan kabupaten pemekaran dibentuk dengan menggabungkan beberapa kecamatan dari daerah kabupaten asal. meliputi enam puluh suku kecil-kecil. Bahasa Dayak Katingan. 3. Kabupaten Katingan.

BAB II-IV Perjuangan Suku Dayak 17 .

Di Jakarta delegasi telah menemui : 1. Raden Gampang Prawirosastro. Noor.L. Delegasi Kalimantan Tengah ini terdiri atas: Ketua : Letnan Kolonel Darmosugondo. Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo telah menyerahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan nama Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama dalam bentuk satu buku. Nasution.I. 15 Desember 1958 Delegasi berunding di Medan Merdeka Selatan 13 (bekas istana wakil Presiden RI). Letnan Djendral A. Anggota Polisi Negara. Yang Mulia Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Raden Soeparto. Menteri Dalam Negeri. Komodor Moh Nasir.M. Soekarno. 16 Desember 1958 Jam 10. 5. Bajupati. Kepala Polisi Propinsi Kalimantan Tengah. Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan Singkat Pertemuan Delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Yang Mulia Menteri Negara Urusan Transmigrasi Dr. 4. Yang Mulia Perdana Menteri Republik Indonesia Ir. Gubernur / Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. 6.H. Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani. J. 2.C. Yang Mulia Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. 3.Komandan Komando Daerah Militer (Kodam) Kalimantan Tengah. Anggota-anggota : 1.Ir.00 delegasi dengan resmi diterima oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri yang mewakili Y. 7. Rangkap. 9. 3. Tobing. Keputusan yang didapat bahwa delegasi dapat diterima pada tanggal 16 Desember 1958 oleh Y. F. Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua delegasi berhubungan dengan Istana dan Kementerian-kementerian. Wakil Ketua : Tjilik Riwut. Kepala Staf Angkatan Darat. Saat Penyerahan Piagam Palangka Raya Laporan singkat ini bercerita tentang pembicaraan delegasi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Pusat di Jakarta ketika membawa Piagam Palangka Raya. Menteri Dalam Negeri (berhalangan hadir karena sakit). 8. Pangeran Moh.M. Yang Mulia Menteri Pelayaran. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Dr . Cyrillus Ulfah Ringkin. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas. hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah yang diadakan pada tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958 di Palangka Raya. 2. 4. Dengan singkat dijelaskan oleh Ketua Delegasi bahwa Musyawarah ini merupakan sumbangsih dari daerah untuk 18 . Djuanda. Kapten B.

Pembukaan jalan-jalan dan hubungan laut. Menteri Dalam Negeri telah memberikan kesediaan diri untuk menjadi perantara agar delegasi dapat diterima oleh menteri-menteri yang lainnya walaupun pada saat ini pemerintah sedang sibuk menerima Tamu-tamu Agung. wakil Ketua Dewan Nasional antara lain mengatakan : 1. Yang Mulia Menteri selanjutnya meminta sedikit penjelasan maupun tambahan dari isi Musyawarah itu.M. 5. tetapi Piagam Palangka Raya. Pelaksanaan pembangunan dalam jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun) adalah menjadi pegangan dari musyawarah.M. jeep. 17 Desember 1958 Delegasi diterima oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Ruslan Abdulgani di Gedung Dewan Nasional. waktu penyerahan Piagam Palangka Raya. 7. 8. darat dan udara dipercepat. Beliau mengucapkan terima kasih kepada delegasi dan bersedia menyampaikan hal ini kepada Y.merealisasikan Pembangunan daerah Kalimantan Tengah sebagai lanjutan dari Musyawarah Nasional Pembangunan Pusat.M. Pembangunan Kota Palangka Raya sedapat mungkin selesai tanggal 17-8-1959. Menteri menerima delegasi dan akan memberi bantuan yang besar sekali bagi daerah Kalimantan Tengah. Dan lain-lain hal yang telah dijelaskan di dalam Piagam Palangka Raya. Menteri (dalam hal ini Sekjen) yang menghadiri sendiri musyawarah itu di Palangka Raya dan telah mempersaksikan sendiri kesederhanaan tempat dan caranya. Transmigrasi sangat diperlukan mengingat daerah sangat luas sekali. Y. Sebagai sambutan atas hasil musyawarah ini. Bahwa hasil dari Musyawarah Dewan itu sudah lebih dahulu diterima oleh Dewan Nasional di Jakarta. orangnya boleh berganti. Seperti pada tanggal 16 Desember 1958.truck. Penerangan listrik pada tempat-tempat penting di seluruh Kalimantan Tengah. Menteri Dalam Negeri. Dengan ramah sekali Y. jika perlu mati. dengan penjelasan yang sama oleh Gubernur Tjilik Riwut. Pelabuhan-pelabuhan baru di Mintin dan Kuala Kapuas. 2. dengan tambahan dimohonkan tenaga-tenaga ahli dan diterangkan bahwa jalan-jalan menuju Sungai Hanyu. 19 . pick up. tetap menjadi pegangan bagi pembangunan daerah.M. dengan pembangunan rumah-rumah dan gedung sebanyak 300 sampai 400 buah. yaitu pada saat ini pula pada jam 10. Y. dan tiap-tiap pokok yang tertulis dalam musyawarah itu akan disalurkan dan dipelajari secara seksama oleh masing-masing bagian pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian yang lain. Pengangkutan yang dapat dilaksanakan dalam jangka pendek untuk kepentingan sipil dan militer diantaranya motorboat. PTT dan RRI supaya tahun 1959 dapat selesai dibangun.15 Ketua Delegasi menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Nasional. 4. Ketua Delegasi menyerahkan kesempatan untuk memberi penjelasan tersebut kepada Wakil Ketua yaitu Gubernur Tjilik Riwut. Secara singkat Gubernur Tjilik Riwut telah menguraikan beberapa hal antara lain : 1. diantaranya Presiden India dan disusul pula dengan Presiden Yugoslavia. 6. sedangkan operasi makmur sebagian besar akan dilaksanakan di daerah Kalimantan Tengah. dan memperbaiki dan memperluas pelabuhan Sampit dan Kumai. dsb. sangat berbesar hati dapat menerima hasil musyawarah ini. 3. Pengerukan muara Sungai Kapuas dan Kahayan. Para pelaksana boleh pindah. dimana akan didirikan Monumen Dewan Nasional akan mulai dikerjakan pada tahun 1959.

disampaikan kepada pemerintah Pusat. adanya musyawarah ini adalah memberi cukup bahan-bahan. akan tetapi sedikit-sedikitnya satu Benteng kalau tidak dapat disebutkan satu Batu dari sudut geografis dari kepulauan Nusantara. Beliau menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada delegasi bahwa Kalimantan bukan saja satu Pion. Presiden Soekarno. 8.M. Hasil Musyawarah ini akan disampaikan kepada Ketua Dewan Nasional yaitu P. adalah tidak cepat dan tidak pula terlambat. 9. Kami ingin menjadikan Kalimantan satu model dan modal (sungai Hanyu khususnya) dengan Lembaga Pembangunan Monumen Nasional.00 delegasi diterima oleh Y. 3. 20 . Dengan berbesar hati. Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional akan diperintahkan melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Jawa untuk berhubungan dengan kepala-kepala daerah dan instansi-instansi yang bersangkutan untuk mulai melaksanakan sesuatu dengan nyata. maka Wakil Ketua. dan akhirnya. 4.2. Cita-cita ini adalah berani.M. 5.Y.Nasir. demikian pula semangat hendaknya. dan sesudah Ketua Delegasi menyerahkan buku Piagam Palangka Raya. Menteri Pelayaran Komodor Moh. Gubernur Tjilik Riwut memberikan penjelasan seperti kepada Y. di mana Dewan Perancang Nasional sekarang sedang membuat rencana. 6.M. Monumen mana adalah satu perpaduan antara materiel dan spritual. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Dewan Nasional. Bekerja. Jam 11. Bahan-bahan yang dibawa adalah lebih mendahului dari orang yang ditunjuk menjadi Perancang Dewan Nasional. 7. Keputusan-keputusan ini adalah tepat pada waktunya. delegasi sesudah diterima dengan ramah-tamah meninggalkan gedung Dewan Nasional. Apa yang disampaikan ini adalah satu ketegasan dari Kalimantan Tengah sebagaimana tebalnya buku ini. Anggota Dewan Nasional Henk Ngantung mempunyai laporan yang sangat berharga sekali yang dibawanya dengan lukisan realitas keadaan Kalimantan.

C. Terima kasih yang setinggi-tingginya karena delegasi telah menyerahkan satu kepercayaan yang besar kepada Beliau sebagai seorang anggota kabinet yang banyak memperhatikan pertumbuhan daerah Kalimantan Tengah. dan tetap berdiri di belakang Pemerintah Pusat dengan Kabinet Karya yang sekarang.M. Apalagi pula telah terbuka hatinya untuk kepentingan pembangunan daerahnya secara meluas.M. yang sudah membawa hasil dari satu Musyawarah Nasional Daerah. Minta kapal-kapal untuk pelayaran di pantai dan di sungai. maka pertemuan ini diakhiri dengan masing-masing mempunyai keyakinan yang penuh bagi pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Menteri menyatakan : 1. dan akan mempelajarinya dengan seksama. putera Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Kalimantan. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Sesudah Ketua Delegasi menyerahkan hasil musyawarah. Menteri Transmigrasi sedang betul-betul mempelajari agar tidak terjadi kembali kegagalan mendatangkan transmigran ke daerah-daerah. Rangkap sebagai olahragawan. Dengan ucapan terima kasih menerima Piagam Palangka Raya ini.15 delegasi diterima oleh Y. Dengan demikian Beliau merasakan segala pembangunan akan dapat lebih lancar dilaksanakan daripada hanya dengan surat menyurat saja. Muara-muara sungai supaya dikeruk dan lampu-lampu untuk tanda di laut diadakan. disamping perasaan hubungan kekeluargaan yang sangat erat sekali dengan Y. karena delegasi telah diterima dengan resmi. Semua kekurangankekurangan dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan menjadi pelajaran di kemudian hari. Y. Pemerintah Pusat mulai lapang dadanya. Y. Wakil Perdana Menteri II Idham Chalid. Jam 17. 3. Setelah delegasi menyatakan setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. maka dengan demikian. delegasi ini adalah delegasi yang pertama kali datang. 2. Perdana Menteri II menyatakan : 1. selain sendiri menerima delegasi dengan resmi dan penuh ramah tamah. 4. Menteri. dan kalau tidak ada halangan apa-apa pada pertengahan Pebruari 1959 akan dapat diterima. Selanjutnya Beliau menyatakan apa yang disiarkan di surat kabar dengan Proklamasi Negara Sumatera dan Kalimantan adalah lelucon dari badut yang gagal. Sebaiknya harus ada satu orang yang tetap tinggal di Pusat. 5. Minta diadakan sekolah pelayaran di Kalimantan Tengah dan membuat tempat pembangunan kapal-kapal yang dapat dibangun di Danau Sambuluh Kuala Pembuang. 2. Gubernur Tjilik Riwut menjelaskan garis-garis besar apa yang menjadi tuntutan dari Musyawarah Pembangunan Nasional diadakan di Palangka Raya.M. Membuat pelabuhan baru yang memperluas serta memperbaiki pelabuhanpelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah 3. supaya dapat mendesak Menteri-menteri dalam bidangnya masing-masing. secara kekeluargaan merasakan diri berasal dari Kalimantan karena semasa masih muda sudah kenal baik dengan Bupati/Kepala daerah Swatantra Tingkat II Kapuas.Dan lebih ditekankan lagi antara lain : 1.M. 2. 4. Menurut pendapat Beliau. Kalimantan Tengah akan mendapat bantuan kapal yang besarnya kira-kira 600 ton. Y. J.M. 21 .

18 Desember 1958 Jam 08.55 pagi delegasi diterima oleh Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal A.H. Nasution. Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo melaporkan diri datang dengan anggota-anggota delegasi secara kemiliteran, kemudian menyerahkan buku Piagam Palangka Raya dengan resmi. Wakil Ketua delegasi menjelaskan seperti kepada Menteri-menteri pada hari-hari yang lalu. Yang lebih ditegaskan pada hari ini adalah tentang pembangunan yang merupakan gedung-gedung, asrama, rumah tempat tinggal, pengangkutan seperti motorboat, motor tempel, jeep dan kendaraan-kendaraan lainnya yang sangat diperlukan sekali oleh Ketentaraan dan Kepolisian. Kepala Staff Angkatan Darat dalam kata sambutannya menyatakan beberapa hal berikut : 1. Kepala Staff Angkatan Darat akan memperhatikan Anggaran Belanja untuk bangunan-bangunan termasuk objek Kodam di Kuala Kapuas. 2. Pelaksanaan Transmigrasi. 3. Realita dari pembangunan dengan inisiatip dari partikelir (swasta, red) dibantu oleh alat-alat pemerintah. 4. Agar pengusaha-pengusaha langsung mengambil perhatian untuk pembangunan objek-objek. Terakhir beliau mengatakan supaya daerah dengan segiat-giatnya bekerja, tidak hanya menuntut kepada Pemerintah Pusat saja, kalau sudah terpenuhi masalah keuangan dari Pemerintah Pusat, supaya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan mengambil keuntungan untuk diri sendiri ataupun golongan. Jam 10.20, Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga menerima delegasi. Setelah Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya, dengan kata pengantar seperti telah disampaikan kepada Menteri-menteri yang terdahulu, maka Gubernur Tjilik Riwut sebagai Wakil Ketua memberikan pula penjelasan-penjelasan dengan singkat tentang hasil musyawarah, ditambah beberapa usul yang lain. Yang Mulia Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Ir. Pangeran Moh. Noor, menyampaikan kesannya antara lain : 1. Beliau sangat berterima kasih atas hasil yang telah ditelurkan oleh musyawarah yang telah diadakan di Palangka Raya tersebut. Beliau pada tanggal 28 November 1958 bersama-sama dengan Perdana Menteri, Kepala Staff Angkatan Udara, Sekjen Kementerian Dalam Negeri, serta penjabat-penjabat penting lainnya mendapat kesempatan bersama-sama berada di tengah-tengah Musyawarah itu. 2. Beliau menyatakan sedapat mungkin membantu mengusahakan penyelesaian segala pekerjaan yang diputuskan oleh Musyawarah itu. 3. Mengenai rencana penyelesaian pembangunan Kota Palangka Raya pada tanggal 17-8-1959, Beliau mengajak kita bersama-sama melaksanakannya. 4. Dana dari Kementerian PUT akan cepat dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan, yaitu untuk segala pekerjaan yang telah diotorisiert sedangkan budgeting kwartal pertama untuk tahun 1959 sudah dapat diterima. 5. Bila anggaran belanja dari Kementerian-kementerian lain telah tersedia dalam hal ini terutama sekali dari Kementrian Dalam Negeri, maka Kementrian Pekerjaan Umum Tenaga akan menyelesaikan pembangunan-pembangunannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 6. Beliau sangat berbangga sekali karena Kabinet Karya sekarang telah dapat menyelesaikan rencana anggaran belanja tahun 1959 yang telah disetujui oleh 22

Parlemen dan telah menjadi Undang-undang, sehingga dengan jalan demikian, tentu segala pembangunan dapat berjalan lancar. 7. Perundingan dengan Sovyet Unie (Uni Soviet, ed.) tentang pinjaman 12 juta dollar (Amerika, ed.) sudah hampir selesai dan Kalimantan Tengah juga akan mendapat bagiannya. 8. Dana rampasan Jepang juga akan diberikan untuk Kalimantan Tengah. 9. Untuk belanja modal, juga sudah diberikan angka-angka yang konkrit adalah sebagai berikut : 6 buah kapal keruk @ Rp. 5.000.000,= Rp. 30.000.000,2 buah kapal tangki @ Rp. 74.000.000,= Rp. 14.800.000,2 buah kapal tarik @ Rp. 3.900.000,= Rp. 7.800.000,1 buah bis air @ Rp. 1.500.000,= Rp. 1.500.000,Biaya pengerukan 120 km saluran induk @ Rp.205.400,- / km = Rp. 24.648.000,Biaya pengerukan 120/5 x 10 km saluran Sekunder 240 km @ Rp. 50.000,= Rp. 12.000.000,Listrik untuk Sampit = Rp. 10.000.000,Untuk pembuatan jalan = Rp. 40.000.000,Total = Rp.140.748.000,Masih ditambah 1 juta dolar Amerika untuk pembuatan jalan-jalan. Angka-angka tersebut di atas hanyalah semata-mata dari Kementerian PUT saja, jadi tidak terhitung dari Kementerian lainnya. Beliau berharap pula bahwa Keputusan Musyawarah Nasional mendapat sokongan dari kementerian-kementerian yang lain dan Beliau sebagai putera Kalimantan akan turut serta memperjuangkannya. Dengan demikian berakhirlah kunjungan resmi dari delegasi pada Y.M. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga, bertempat di rumah beliau di Kebayoran Baru. 19 Desember 1958 Jam 09.10. delegasi diterima oleh Menteri Negara Urusan Transmigrasi. sebelumnya Ketua Delegasi menyerahkan Piagam Palangka Raya terlebih dahulu Y.M.Menteri F.L. Tobing menyampaikan beberapa kesan, antara lain: 1. Beliau sangat gembira atas kedatangan para delegasi. 2. Praktek yang tepat dan sederhana lebih baik dari pada teori yang muluk-muluk. 3. Beliau bermaksud akan berkunjung pada pertengahan bulan Januari 1959 ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk beberapa soal yaitu : a. Membicarakan dengan Pemerintah Daerah tentang ide-ide baru dari pelaksanaan transmigrasi. b. Menyerahkan tugas pada daerah. c. Mengunjungi objek-objek transmigrasi sambil memperhatikan sebab-sebab mandegnya pekerjaan yang dilaksanakan. 4. Mengikuti kanalisasi dan rijstbodrijven oleh pertanian serta perkembangan pembangunan Palangka Raya. Kemudian Ketua delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo menyerahkan Piagam Palangka Raya, sebagai hasil Musyawarah Nasional yang telah diadakan tanggal 25 s/d 30 Nopember 1958, yang dihadiri oleh seluruh Pemerintah Sipil, Militer, diantaranya Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah selaku Pimpinan dan Gubernur Kalimantan Tengah, serta Kepala-kepala Jawatan Tingkat Propinsi, Bupati-bupati, Ketua-ketua DPR Peralihan, Wakil Ketua DPD Peralihan, Perwira Distrik Militer, Kepala Polisi Tingkat Kabupaten dan Tokoh-tokoh dalam masyarakat tani dsb. Jumlah peserta 23

mencapai lebih kurang 400 orang Dinyatakan juga bahwa Putusan Musyawarah ini adalah satu sumbangsih dari daerah bukan untuk Kalimantan Tengah saja, tetapi untuk warga negara Indonesia di seluruh Nusantara. Pada saat itu delegasi menyampaikan satu masalah pokok yaitu tentang transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud ialah transmigrasi umum lokal dan spontan (suka rela). Daerah Kalimantan Tengah yang sangat luas sekali sedangkan penduduknya sangat sedikit, membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap warga negara Republik Indonesia, karena di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan Operasi Makmur. Setelah itu Y.M. Menteri menyampaikan kesan-kesannya yang terakhir bahwa untuk kepentingan transmigran, kedatangannya di daerah tidak dihadapkan dengan rimbarimba, dengan kayunya yang besar-besar. 20 Desember 1958 Sabtu jam 08.12, Y.M. Perdana Menteri Ir. Djuanda telah menerima kunjungan delegasi di ruangan kerjanya. Delegasi menghadap tanpa rombongan Ketua Letnan Kolonel Darmosugondo yang berhalangan datang karena sakit. Pimpinan lalu dipegang oleh Gubernur Tjilik Riwut. Setelah Gubernur menjelaskan bahwa Ketua Rombongan Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo berhalangan datang, beliau sebagai pimpinan menyerahkan Piagam Palangka Raya sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah dan menjelaskan berbagai hal sebagai hasil Musyawarah Pembangunan Daerah. Penjelasan dari hasil musyawarah tersebut, diantaranya tentang pembagian harta benda (inventaris) yang bergerak dari Kalimantan dahulu untuk Kalimantan Tengah, bagi kepentingan sipil maupun militer Perdana Menteri kemudian menyampaikan pesan sebagai berikut : 1. Y.M. Perdana Menteri sangat gembira atas musyawarah yang telah di adakan di Palangka Raya secara sederhana dan unik sekali. Beliau sendiri dapat menghadirinya pada tanggal 28 Nopember 1958, dan sempat memberikan amanat selama beberapa menit. 2. Beliau menaruh perhatian yang besar kepada pembangunan daerah dan beliau berikhtiar membantu sepenuh-penuhnya. 3. Beliau sangat gembira dengan adanya putusan musyawarah untuk menerima transmigrasi untuk daerah Kalimantan Tengah. Tentang asimilasi dari para transmigran di daerah akan diambil perhatian sambil meninjau kembali dasar-dasar pengalaman yang telah lalu. 4. Beliau terharu dengan adanya lapangan terbang Panarung di Palangka Raya yang telah dapat dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Beliau telah merasakan sendiri mendarat dengan otter (twin otter, ed.) di Kalimantan di suatu lapangan dari hasil jerih lelah masyarakat di daerah itu sendiri. Yang Mulia Perdana Menteri juga memberikan kesediaan Beliau sebagai perantara agar delegasi dapat menemui P.Y.M. Presiden dan Beliau pada saat itu juga telah berhubungan dengan ajudan Presiden di Istana. Kemudian dari mulut Perdana Menteri keluar pernyataan bahwa delegasi Kalimantan Tengah akan diterima oleh P.Y.M. Presiden walaupun dalam beberapa menit saja, karena Kalimantan Tengah adalah Anak Emas dari Presiden Sukarno. Selama lebih kurang 45 menit delegasi secara resmi telah diterima di Pejambon oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri menyampaikan kegembiraan Beliau dan meminta 24

untuk membangun daerahnya.A. sedianya akan diterima. baik dalam jangka panjang. delegasi menghadap P. Ir. Presiden Republik Indonesia. Rangkap bahwa tugu itu sudah dibongkar pada akhir bulan Desember 1957. Pada saat ini pula pimpinan Delegasi secara resmi menyerahkan Piagam Palangka Raya hasil dari Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan diiringi penjelasan singkat. maupun jangka pendek. wajar dalam arti kata pantas.Y. tetapi karena kesibukan Pemerintah dengan pertanggunganjawaban kepada Parlemen. bukan saja sukar untuk memberikan dorongan kepada pemerintah dan instansi-instansi. akan tetapi terpaksa diakhiri karena ajudan Presiden sudah memberi tanda bahwa waktu telah lewat. maka secepat mungkin.M. 21 Desember 1958 Jam 10.Y. Bukan saja Kalimantan Tengah. tetapi juga seluruh negara kita diperhatikan. Delegasi menghadap di bawah pimpinan Gubernur Tjilik Riwut (Ketua Delegasi Letnan Kolonel Darmosugondo masih sakit).Y.30 tepat. Kunjungan resmi ini berjalan hanya 32 menit dan sebenarnya terlihat bahwa Presiden masih ingin menanyakan keadaan di Kalimantan Tengah.M. Ternyata Menteri Pertahanan. Perdana Menteri. dan dijawab bahwa pada tanggal 20 Desember 1958 delegasi sudah diterima oleh Perdana Menteri. kedua anjir tersebut akan dikeruk. telah menunggu kedatangan Presiden sehubungan dengan kedatangan dari Tamu Agung Presiden Yugoslavia. Presiden Soekarno kemudian menanyakan apakah delegasi sudah menemui pemerintah ( Perdana Menteri ).Y. J. dan dapat dilaksanakan.M. menjelang tahun 1958. P. Saya ingin sekali datang untuk meninjau kembali ke Palangka Raya.. Oleh karena itu delegasi memohonkan bantuan Beliau dalam rangka mempercepat pembangunan Palangka Raya dan seluruh Kalimantan Tengah. Tetapi kepada permintaan yang tidak wajar. Presiden menanyakan apakah tugu controleur yang ada di Anjir Serapat sudah dibongkar apa belum.D. Dr. maka baru saat ini delegasi dapat diterima. Paduka Yang Mulia Presiden mengajukan pertanyaan ini karena ingin mengetahui bagaimana pendirian dari pemerintah tentang hasil musyawarah ini. tanggal 19 desember 1958. Presiden adalah sebagai berikut: “Saya akan mendesakkan kepada Pemerintah dan umumnya instansi-instansi agar sedapat mungkin permintaan yang wajar untuk pembangunan daerah-daerah dapat direalisasikan. bahkan saya akan berkata permintaan semacam itu kurang ajar.Y. Dijawab oleh Bupati/Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Kapuas.S. Beliau kemudian menanyakan kepada delegasi kapan beliau dapat datang lagi ke Palangka Raya.A. Presiden mengharapkan agar Anjir Serapat dan Anjir Kelampan diperdalam agar lalu lintas tidak terhalang karenanya. K. Kesan dari P. Soekarno di Istana Merdeka. rindu hutan rimba.C.maaf kepada delegasi karena hari sebelumnya. P.M.” Selanjutnya Beliau mengatakan sejak semula saya mengerti keinginan daerah. Dijawab oleh Gubernur Kalimantan Tengah bahwa pada tahun 1959. P. K.M Presiden dipersilahkan datang. Dijawab oleh Gubernur Tjilik Riwut bahwa bila pembangunan Palangka Raya sebagai ibu kota dan alat-alat pemerintah yang direncanakan berjalan lancar sedapat mungkin sebagian besarnya pada tanggal 17 Agustus 1959 sudah dapat berkedudukan di ibu kota itu. sungai-sungai dan kesunyian alamnya.S.. 25 .U.

Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah KONFERENSI DINAS PEMBANGUNAN DAERAH SWATANTRA TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH. berbuat jasa yang besar untuk merintis jalan bagi putera Daerah Kalimantan Tengah. karena sedang menerima tamu-tamu agung yaitu Presiden India dan Presiden Yugoslavia. NASKAH BERSAMA Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah 26 . sehingga mulai tahun 1959 adalah saat dimulainya tahun karya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur di seluruh Kalimantan Tengah. maka dengan kebijaksanaan dari Tjilik Riwut sebagai anggota Dewan Nasional. Pendapat Secara Umum Delegasi sudah dapat diterima dengan sebaik-baiknya. II. Dengan tidak melupakan juga jasa-jasa dari seluruh peserta musyawarah dan anggotaanggota delegasi sendiri karena dengan doa restunya telah dapat menyampaikan citacitanya walaupun masih dalam taraf perencanaan. ke tangan Kepala Negara sendiri. oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Negara. yaitu menyampaikan Piagam Palangka Raya dan Naskah Bersama. dapat menemui apa yang diharapkan semula. kekeluargaan yang erat. Peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. sebagai penyambung lidah masyarakat di Kalimantan Tengah. Dalam hal ini pelapor telah menyaksikan sendiri bahwa tokoh Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. akan tetapi ternyata. Kalau awalnya delegasi agak pesimis untuk dapat menemui Pemerintah dan Kepala Negara. dan telah menerima harapan-harapan yang baik. karena harapan yang dirasakan semula sangat tipis untuk dapat menemui Kepala Negara di tengah kesibukan beliau.Delegasi merasa sangat lega. Delegasi secara resmi telah diterima dengan penuh ramah tamah. Pemerintah Pusat dan Kepala Negara masih dapat memberikan kesempatan waktu untuk menerima laporan dari mulut pimpinan delegasi sendiri. yang memberi kekuatan batin dan menambah keyakinan untuk membangun secara nyata.

setiap keputusan yang dapat dilaksanakan oleh daerah sendiri (dalam hal ini penggunaan wewenang Peperda/Gubernur Kepala Daerah. MENIMBANG : Perlu menciptakan Naskah Bersama sebagai pegangan dasar atau landasan dari pada hasil Musyawarah Nasional Pembangunan daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. untuk menciptakan ketertiban daya kerja. Wkl Rakyat. MEMUTUSKAN : 1 Dengan kebulatan tekad dan mendukung sepenuhnya. menuju Kemakmuran Rakyat dan Keamanan). dengan mengutamakan koordinasi kerja sama sebaik-baiknya. Daya gotong royong. DIBUAT DI PADA TANGGAL JAM : PALANGKA RAYA. mengantarkan/mempersembahkan hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. menerima segala akibat dan resikonya. yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. 3. 2. yang telah dilangsungkan dari tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958. Menyatakan tetap setia dan hormat kepada Pemerintah Pusat. dan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. : 17. Perkembangan pelaksanaan dan usaha-usaha pembangunan selanjutnya. Pejuang. apabila terjadi pemindahan/penggantian diharuskan mentaati NASKAH BERSAMA yang diciptakan oleh segenap peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang dilangsungkan pada tanggal 25 Nopember 1958 sampai dengan tanggal 30 Nopember 1958 di Palangka Raya (Ibu kota Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah). yang merupakan konsekwensi dan kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. 27 . dan Tenaga Ahli.MENGINGAT : a. Pentingnya hasil Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I kalimantan Tengah.00. Setiap penjabat/petugas baik Militer maupun Sipil dari Dinas-dinas/Jawatanjawatan. yang bersendikan Pancasila. b. sebagai sumbangsih dari Daerah untuk minta perhatian sepenuhnya. Sipil. A/n Peserta Konperensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah : Dari penjabat-penjabat Militer. : 30 NOPEMBER 1958.

28 . Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah menurut daya Kemampuan Daerah dan Pemerintah Pusat. dapat melanjutkan dengan tidak menyimpang atau menyalah gunakan politik pembangunan yang menjadi tujuan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.PENJELASAN DARI NASKAH BERSAMA. Pertama : Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah adalah merupakan kebulatan tekad dengan hasrat yang penuh untuk membangun daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. dimana terjadi pemindahan/ penggantian. Ketiga : Menjaga dalam perkembangan pelaksanaan usaha Pembangunan selanjutnya. pemerintah dan pertahanan wilayah sebagai bagian dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan lain-lain yang serupa. oleh pelopor dari segenap perwakilan tokoh-tokoh Militer/Sipil/Jawatan/Pejuang/Buruh/Tani keseluruhannya. disahkan dan ditandatangani atas nama Peserta Musyawarah Nasional Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah yang menanda tangani Naskah Bersama ini ditentukan/ ditunjuk oleh Rapat. Kedua : Menginsafi dan menyadari bahwa apabila setiap keputusan yang tidak diikat oleh ketertiban. maka perlu ikut serta mengambil perhatian dan membantu dalam arti pelaksanaan pembangunan daerah sebagai usaha pemerintah pusat di daerah menuju kepada kestabilan ekonomi. Kelima : Memberikan garis-garis besar ketentuan dibidang Pembangunan. Catatan : Naskah ini dibuat. di mana yang dapat dikerjakan atas kekuatan daerah. maka dikhawatirkan dalam pelaksanaannya akan banyak menghadapi kesulitan. Hal ini adalah merupakan lembaran tulisan sejarah TINTA-EMAS. Dengan memberikan sumbangsih yang berwujud hasil. Keempat Menginsafi dan menyadari mengingat banyak kesulitan dan penderitaan pemerintah pusat sebagai akibat gangguan keamanan dalam negeri yang terus menerus. kemacetan. di mana yang perlu meminta bantuan dan di mana yang diserahkan kepada pemerintah pusat. agar upaya setiap penjabat/petugas.

Pd Gubernur/Kep Daerah Kal-Teng d. (Let. Palangka Raya. mulai tanggal 25 sampai dengan tangal 30 Nopember 1958. yang diadakan oleh Penguasa Perang Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya. tokoh Militer.Kol Darmosugondo) 2. Sipil dan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. khususnya dan Indonesia umumnya. d.t. Kepala Polisi Propinsi Kal-Teng d.t.Komandan Kodam Kalteng. tidak terpisah-pisah.Gampang Prawirosastro) 29 .t (Tjilik Riwut) 3.t. Atas nama seluruh peserta Konferensi Pimpinan Kongres 1. Piagam Palangka Raya Piagam Palangka Raya Kami peserta Konferensi Dinas Pembangunan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.t. dengan tekad disertai pertanggungan jawab penuh. dalam hal ini mengikrarkan bersama : Bersatu tekad. terdiri dari seluruh unsur dalam Masyarakat. (R. memberi dasar-dasar keyakinan hidup (conception of life) bagi rakyat di daerah Kalimantan Tengah khususnya dan negara Republik Indonesia umumnya. konsekuen serta setia kepada keputusan konferensi dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan dalam segala lapangan pembangunan moril dan materiil demi kemajuan dan mengangkat derajat hidup yang layak bagi lapisan Rakyat dalam daerah Kalimantan Tengah. dikuatkan dengan keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa dan yang Maha Adil menyertai pekerjaan/perjuangan kami. sesuai dengan hasrat daerah dan masyarakat yang dicetuskan melalui saluran musyawarah dalam konperensi ini.t.III. 30 Nopember 1958.

3) Akhirnya disalurkan melalui Kongres Rakyat Kalimantan Tengah dalam pimpinan Ketua Presidium Kongres.IV. ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai. bertubi-tubi mosi dan resolusi-resolusi dan pernyataanpernyataan dari parpol/ormas dan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pada pokok isinya adalah sama yaitu “menuntut daerah otonom Propinsi Kalimantan Tengah tersendiri”. 2) Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah. telah melahirkan resolusi sebagaimana yang kami baca sebagai berikut: 30 . Selanjutnya pada akhir tahun 1956 waktu sidang parlemen atau DPR Pusat membicarakan rancangan Undang-undang pembentukan 3 (tiga) Propinsi di Kalimantan yakni : a. Sejarah Singkat Kalimantan Tengah Pembentukan Provinsi Saat awal pembangunan ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) Sejarah singkat pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan pemancangan tiang pertama Kota Palangka Raya dapat diketahui dari sambutan Tjilik Riwut pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Palangka Raya yang diawali dengan sambutan seperti di bawah ini : “Bapak Panglima. ibu-ibu. Propinsi Kalimantan Timur. Propinsi Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan (dalam hal ini termasuk di dalamnya Propinsi Kalimantan Tengah yang sekarang ini). c. tak cinta“. dan tokoh-tokoh Kalimantan Tengah lainnya. dihadiri oleh 600 utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh Kalimantan Tengah mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. Pepatah mengatakan: “Tak kenal. b. di Kota Palangka Raya. maka perlu sekali kita mengetahui sejarah pembentukan dan perjuangannya. Sejarah singkat ini akan kami baca secara bertingkat:” Latar belakang Sejarah Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah Semenjak tahun 1954. Maka hasrat rakyat Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui : 1) Parpol / ormas. dengan demikian untuk lebih mencintai Kalimantan Tengah dan ibu kotanya Palangka Raya. yang dilangsungkan di Kota Banjarmasin mulai tanggal 2 s/d 5 Desember 1956. Mahir Mahar. saudara-saudara para hadirin yang terhormat! Bersyukur kepada Yang Maha Besar Tuhan bahwa pada malam ini kami dapat menghadiri perayaan HUT XIII Kota Palangka Raya. Maka dari hasil Kongres tersebut. yakni Sdr. Bapak Gubernur.

partai-partai dan badan-badan yang menyalurkan perjuangan Rakyat Kalimantan Tengah. tokoh-tokoh organisasi-organisasi. MEMUTUSKAN : “ MENDESAK KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA AGAR DALAM WAKTU YANG SESINGKAT-SINGKATNYA. belum dapat menjadi dasar pegangan yang positip.Mahar 31 . prasaran – prasaran dan nasihat dari utusanutusan rakyat. Menimbang : a. yang memberikan ketentuan bahwa Kalimantan Tengah akan dijadikan suatu propinsi Otonomi dalam jangka waktu selambat-lambatnya Tiga Tahun.RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Kongres Rakyat Kalimantan Tengah. yang dilangsungkan mulai pada tanggal 2 s/d 5 Desember 1956 di Banjarmasin. Mendengar : Pandangan–pandangan. Bahwa akan Indonesia. Memperhatikan : Keputusan Parlemen Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956. padahal suasana di Kalimantan Tengah dalam waktu akhir-akhir ini sungguh menggelisahkan akibat dari Semangat Rakyat yang meluap-luap menghendaki segera terbentuknya Propinsi Kalimantan Tengah. Bahwa jangka waktu yang ditentukan selambat-lambatnya Tiga Tahun tersebut. mengenai Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah. b. Keputusan ini dikeluarkan : Di Tgl : Banjarmasin : 5 Desember 1956 apabila hal ini dibiarkan. KALIMANTAN TENGAH SUDAH DIJADIKAN SUATU PROPINSI OTONOMI “. DENGAN PENGERTIAN SEBELUM TERLAKSANANYA PEMILIHAN UMUM UNTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat dan negara Republik Oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah Tertanda KETUA PRESIDIUM KONGRES M. dihadiri oleh 600 utusan-utusan yang mewakili segenap lapisan rakyat dari seluruh daerah Kalimantan Tengah.

. Timur. Banjarmasin. telah memutuskan. mengeluarkan suatu saran kepada pemerintah sebagai berikut : A.t. MENGAKUI dan MENYETUJUI SEPENUHNYA AKAN TUNTUTAN Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. Ukur 32 .t. . No . LAMPIRAN RESOLUSI KONGRES RAKYAT SELURUH KALIMANTAN TENGAH Dewan Rakyat Kalimantan Tengah. dalam sidang plenonya tanggal 7 Desember 1956. Mahar H. Memohon kepada pemerintah agar mengeluarkan suatu pernyataan.t. Sekretaris : d. dengan menyatakan bahwa dengan B E S L U I T tanggal . B.(tidak terbaca ) menunjuk seorang yang menjadi Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. yang dibentuk oleh Kongres Rakyat Kalimantan Tengah.t. dan Barat. Dewan Rakyat Kalimantan Tengah Ketua d. 7 Desember 1956.D E W A N R A K Y A T K A L I M A N T A N T E N G A H. . M. . Pelaksanaannya dari pengakuan ini haruslah serempak dengan pengangkatan gubernur-gubernurnya untuk Kalimantan Selatan.

Mentaya (Sampit). dan ditetapkan Personilnya terdiri dari 21 orang. Daerah Kahayan. Hasilnya didapatkan pengertian dan persesuaian pendapat dimana Pemerintah Pusat cq. menghendaki Kuala Kapuas dan Pulang Pisau sebagai ibu kota. Daerah Katingan. Urusan daerah Otonom bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan. bermunculan lah suara-suara. menghendaki Kota Sampit menjadi ibu kota. Menteri Dalam Negeri telah mengambil satu keputusan pada tanggal 28 Desember 1956 nomor: U. Dalam hal ini untuk membantu Koordinasi Keamanan Propinsi Kalimantan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Kalimantan Tengah maka dibentuklah Panitia Pemulihan Keamanan Daerah Kalimantan Tengah yang terdiri dari Anggota Presidium Dewan Rakyat Kalimantan Tengah sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Sdr. Adapun tugastugas yang menyangkut urusan Pemerintah Pusat langsung bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. tuntutan-tuntutan pernyataan dari parpol/ormas dan dari daerah-daerah masing-masing menurut iramanya sendiri-sendiri agar ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan di daerahnya masing-masing. Dari daerah Barito meminta agar Muara Teweh atau Buntok menjadi ibu kota. Kapuas. Mahir Mahar. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah telah mengambil suatu kebijaksanaan membentuk satu panitia untuk merumuskan dan mencari di mana daerah atau tempat yang pantas/wajar untuk dijadikan ibu kota propinsi Kalimantan Tengah. tentang Propinsi Kalimantan lama dibagi menjadi 3 propinsi baru. serta memberikan penjelasan-penjelasan. hanya dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa sesudah 1 (satu) tahun dibentuk wilayah Propinsi Kalimantan Tengah melalui Karesidenan terlebih dahulu. Seruyan. Daerah Pangkalan Bun pun tidak ketinggalan memberikan saran/tuntutan agar Pangkalan Bun menjadi ibu kota. Berkenan dengan itu. Kongres Rakyat Kalimantan Tengah telah mengirim utusan menghadap Gubernur Kalimantan (pada saat itu Gubernur Milono) dan menghadap Pemerintah Pusat menghaturkan keputusan dan tuntutan Kongres Rakyat Kalimantan Tengah yang telah dibaca di atas tadi. Mereka berkantor sementara di Kantor Gubernur Kalimantan lama dan Gubernur Milono sebagai Gubernur pada Kementerian dalam Negeri ditunjuk / ditugaskan sebagai Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. 33 . maka bapak Milono. 25 tahun 1956 yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 1957.Sidang Parlemen di Jakarta telah mensahkan Undang-undang No. antara lain menetapkan: Mulai tanggal 1 Januari 1957 membentuk “Kantor Persiapan Pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah” yang berkedudukan langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri dan sementara ditempatkan di Banjarmasin.P. Latar belakang Sejarah Pembentukan/Penetapan Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Dengan terbentuknya Kantor Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah yang sementara berkedudukan di Banjarmasin.34/41/24.

Mihing. alangkah baiknya apabila calon ibu kota itu berada di tengah-tengah masyarakat seluruhnya untuk memudahkan melaksanakan proses kepemimpinan dan koordinasi pada masa-masa yang akan datang. Kepala Dinas PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah. pegawai Jawatan Penerangan Propinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai anggota dan sekretaris.53 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 yang dinamai Undang-undang Pembentukan Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah dan merupakan perubahan Undangundang No. E. panitia telah berangkat menuju daerah calon ibu kota dengan pimpinan M. Maka dengan Undang-undang Darurat No. yaitu mencari daerah baru yang dapat diterima oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pemerintah tingkat Kalimantan. Setelah panitia mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah dan penjabat-penjabat pimpinan militer dan sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin. 4. Dan lain-lain alasan dipandang dari sudut politik. Sampit dan Pangkalan Bun. Pada bulan Januari 1957. C. dan memiliki satu kota baru yang dibangun di tengah-tengah hutan rimba dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri di alam merdeka. Moenasir. maka dipandang perlu dicari satu kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini. 3. Panitia pun berpendapat. Mahar. Hasil dari peninjauan/penelitian tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah. Karena ada perbedaan pendapat tentang calon-calon ibu kota. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. sosial.Panitia tersebut dibentuk pada tanggal 23 Januari 1957. Muara Teweh. 4. Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai ketua merangkap anggota. Buntok. Pulang Pisau. 5. residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb. terdiri dari: 1. misalnya ada yang mengusulkan Kuala Kapuas. R. Pemerintah Pusat. 3. ekonomi. Mahir Mahar. didapat kesimpulan. Gubernur Pembentuk Propinsi Kalimantan Tengah sebagai anggota. 2. Sebagai Penasihat Ahli: 1. Tjilik Riwut. untuk mengadakan penelitian dan pembicaraan dengan tokohtokoh masyarakat setempat.N. L. Kamis. pertahanan keamanan dan psikologi. Van Der Pijl. “bahwa di sekitar Desa Pahandut di Kampung Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah“. G. 2.25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah swatantra propinsi 34 . Panitia berpendapat pula karena alasan penuntutan (1) diatas perlu sekali dicari jalan keluar. Obus. Alasan-alasan/dasar-dasar untuk memilih tempat tersebut menjadi calon ibu kota antara lain sebagai berikut: 1. 2. Bupati KDH dpb. antara lain mendapat restu dari Kolonel Koesno Oetomo Panglima Tentara dan Teritorium VI/Tanjung Pura. No. pegawai PU Persiapan Propinsi Kalimantan Tengah bagian gedunggedung. Ir.10 tahun 1957. dan mendapat persetujuan sepenuhnya bahwa daerah tersebut menjadi calon ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah. pensiunan Kiai kepala/pegawai PT Sampit Dayak di Sampit sebagai anggota.

Sebagai catatan penutup/terakhir agar penjelasan bermanfaat untuk kita bersama untuk memelihara dan meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya. Ir. Ir. dan Kalimantan Timur.” Demikianlah sejarah singkat dan latar belakang pembentukan Propinsi Kalimantan Tengah dan penetapan Palangka Raya menjadi ibu kotanya.N.“ Sementara dalam pasal 3 ayat 1. Undang-undang tersebut dinyatakan DPRD Propinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 30 orang anggota. Pangeran Mochamad Noor dan para Corps Diplomatik serta para wartawan dalam dan luar negeri yang memprakarsai pendirian dan pembangunan ibu kota Palangka Raya. Kemudian dengan Undang-undang No. Kalimantan Selatan. Noor adalah Gubernur RI yang pertama di Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta dari tahun 1945 s/d 1949.17 menit telah diletakkan tiang pertama ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI Hal ini disaksikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Untuk sementara waktu Pemerintah Daerah Swatantra Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Banjarmasin. Palangka Raya artinya tempat yang Suci. dalam Pasal 2 ayat 1. pejabatpejabat sipil dan militer tingkat Kalimantan dan Kalimantan Selatan/Kalimantan Tengah. yang menyatakan: “Nama yang diberikan ini ialah: Palangka Raya. 72 tahun 1959 ditetapkan bahwa ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Palangka Raya. undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut: “Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut. yang memang telah mempunyai rencana dan cita-cita membuka Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah. Soekarno. Oleh karena itu sesuaikan nama ini dengan cita-cita yang dilahirkannya di Kalimantan Tengah dan semoga memberikan contoh yang baik bagi lain-lain daerah. Presiden Republik Indonesia Pertama Ir.Kalimantan Barat. Sesudah Undang-undang Darurat tersebut ditetapkan maka pada tanggal 17 Juli 1957 jam 10. yang Mulia dan Besar.17 menit (Foto : Dokumentasi keluarga Tjilik Riwut) 35 . tanggal 22 Desember 1959 telah ditetapkan untuk memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung mulai tanggal 20 Desember 1959. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1965 Kotamadya Palangka Raya dibentuk menjadi Kotamadya Otonom yang diresmikan pada 17 Juni 1965 oleh Menteri Dalam Negeri.52/12/2-206. bahwa Lambang Kotamadya Palangka Raya telah diterjunkan dari udara dan dibawa oleh sukarelawan/sukarelawati dari atas Kota Palangka Raya bersama pasukan payung. Pangeran Moch. Satu keistimewaan yang patut dicatat dalam sejarah Kotamadya Palangka Raya. mantejek tihang ije solake pembangunan Kota Palangka Raya. disertakan amanat Bapak Milono pada hari peletakan tiang pertama Kota Palangka Raya. No. Selanjutnya dengan Undang-undang No. Des. serta 6 orang termasuk Menteri PUT. tanggal 17 Juli 1957 jam 10. 27 tahun 1959 L.

Tahun 1679 Kerajaan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin. Yang tertinggal hanyalah tanda-tanda salib yang pernah dikenalkan oleh Pastor Ventimiglia 36 . Sedangkan daerahdaerah lain tetap bebas. dipimpin langsung oleh para kepala suku. pada abad ke 17. Andin Sindai. Perlawanan secara frontal. Di kemudian hari nama pahlawan gagah perkasa Tambun Bungai. 17 Agustus 1945. Mendawai. Agama Kristen Protestan mulai masuk ke pedalaman. Dengan perjuangan gigih dan ketekunannya hilir-mudik mengarungi sungai besar di Kalimantan dengan perahu yang telah dilengkapi altar untuk mengurbankan Misa. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. Perlawanan kepada para penjajah mereka lakukan hingga abad XX. penjajah mulai mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan maksud untuk memperkuat kedudukan mereka. berakibat daerah Kalimantan Tengah. berakhir tahun 1905. Tahun 1835. Pertempuran diakhiri dengan perdamaian di Sampit antara Oot Marikit dengan menantunya Pangenan atau Panganon dengan Pemerintah Belanda. dekat Kapuas. Zaman Perjuangan Suku Dayak Sejarah Singkat Sebelum abad XIV. atas perintah Sultan Banjarmasin. Pemerintah Penjajah mulai mengangkat masyarakat setempat untuk dijadikan petugaspetugas pemerintahannya. menjadi nama Kodam XI Tambun Bungai. setelah Sultan Mohamad Seman terbunuh di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh. bahkan nyaris seluruh daerah. Dengan terbunuhnya Pastor Ventimiglia maka beribu-ribu umat Katholik orang Ngaju yang telah dibapbtiskannya. Pastor Antonius Ventimiglia kemudian dibunuh. Pekerjaan beliau dipusatkan di daerah hulu Kapuas (Manusup) dan pengaruh pekerjaan beliau terasa sampai ke daerah Bukit. Tahun 1365. dan Pembuang. kembali kepada iman asli milik leluhur mereka. Di daerah Pematang Sawang Pulau Kupang. Alasan pembunuhan adalah karena Pastor Ventimiglia sangat mengasihi orang Ngaju. Tahun 1620. Kota Bataguh pernah terjadi perang besar. dengan adanya perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC. Menurut Hermogenes Ugang . dikuasai VOC. Kalimantan Tengah. bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. belum ada pendatang dari daerah lain. Namun penduduk pribumi. sementara saat itu orang-orang Ngaju mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Sultan Banjarmasin. seorang misionaris Roma Katholik bernama Antonio Ventimiglia pernah datang ke Banjarmasin. Perempuan Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Kerajaan Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Daerah-daerah tersebut ialah : Sampit. yang meliputi daerah pantai Kalimantan Tengah. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa. Penduduk asli tetap bertahan dan mengadakan perlawanan. Namun. daerah Kalimantan Tengah termasuk daerah yang masih murni. ia berhasil membapbtiskan tiga ribu orang Ngaju menjadi Katholik. Pada Agustus 1935 terjadi pertempuran antara suku Dayak Punan yaitu Oot Marikit dengan kaum penjajah. Tahun 1787. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. diantaranya Tambun. Sejak abad XIX. Bungai. tidak begitu saja mudah dipengaruhi dan dikuasai. pada waktu pantai di Kalimantan bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak. Beberapa kepala suku diangkat menjadi Menteri Kerajaan. Tahun 1917. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. dan Tawala Rawa Raca.V. dengan pengawasan langsung oleh para penjajah sendiri.

orang-orang dari suku Dayak tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk di situ. Loei Kamis. yang bergerak dalam bidang sosial. Handuran. Lui Kamis . ekonomi dan politik. Luran.kepada mereka. Maksud dan Tujuan Pendirian Pakat Dayak Maksud dan tujuan pendirian Pakat Dayak. Sian. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Mahar. Pertemuan ini diadakan karena mereka merasa prihatin akan situasi dan keadaan masyarakat sukunya. Wakil Kalimantan di Volksraad Pejambon. F. Nyangkal. baik yang berdomisili di Kalimantan. mengadakan pertemuan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai urusan suku Dayak dan urusan tanah Dayak sendiri. mengusahakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. Tjilik Riwut.J. dan masih banyak lainnya. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu. Komite ini telah mengumpulkan beribu-ribu tanda tangan dari seluruh suku Dayak. Philips Sinar. Tanda salib hanya menjadi benda fetis (jimat) yang berkhasiat magis sebagai penolak bala yang hingga saat ini terkenal dengan sebutan lapak lampinak dalam bahasa Dayak atau cacak burung dalam bahasa Banjar. E. Di masa penjajahan. F. Magat. walau kenyataannya poin pembicaraan adalah urusan tanah Dayak sendiri. generasi muda Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal. Tujuan utama pendirian ialah untuk menuntut hak dan kedudukan dalam Sidang Dewan Rakyat serta mengobarkan semangat suku Dayak akan nasib tanah airnya. Namun tanda salib tersebut telah kehilangan arti yang sebenarnya. Christian Nyunting.S. R. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. mengerti dan mengikuti perkembangan zaman. H. Uvang Uray . pasal 2 dan 3. M. Djaelani. Persatuan Dayak bubar. Sejak saat itu. kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak. Kemudian didirikan suatu komite yang diberi nama Komite Kesadaran Suku Dayak. Palaunsuka. Pakat Dayak meneruskan perjuangan. T. sekalipun telah bersosialisasi dengan pendatang. dan masih banyak lainnya. Tamanggung Tundan. Serikat Dayak dan Koperasi Dayak. bergerak aktif hingga tahun 1926. Amir Hasan. hingga bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia. kemudian bergabung dengan PNI dan Partindo. C. Di daerah Kalimantan Timur berdiri Persukai atau Persatuan Suku Kalimantan Indonesia dibawah pimpinan Kamuk Tupak. A. namun tetap berada dalam lingkungannya sendiri. Bungai. pada tahun 1937. W. untuk meminta kedudukan dalam Dewan Rakyat yang disampaikan kepada Pemerintah Agung. Haji Abdulgani. generasi muda Kalimantan yang telah mengenyam pendidikan formal. Brahim. Philips Sinar. Suku Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai bergerak. Oto Ibrahim. Tahun 1928.D. juga tidak memberikan perhatian sehingga keinginan rakyat Dayak tidak pernah terdengar sampai Pejambon. Pakat Dayak Seperti yang telah disinggung sebelumnya. seperti tersebut dalam Anggaran Dasar. dipelopori oleh J. dan masih banyak lainnya. adalah sebagai berikut: 37 . yang dipelopori oleh Hausman Babu. Muchtar. suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak. Pada tahun 1959. Tahun 1919. Leiden. kemudian mempunyai cabang di seluruh Kalimantan. Anton Samat. maupun yang sedang merantau. Tahun 1945. Lampe . Dalam segala raad-raad atau komite-komite yang diadakan oleh pihak pemerintah Belanda. ataupun pihak partikulir.

Pontianak. Katingan. c. 38 . bahkan dua cabang berada di Jawa. Mempertinggi kembali Adat Leluhur. Mentaya. d. Sebangau. Barito. Maksud persatuan ini ialah penggabungan seluruh suku Dayak. Terlihat dari pernyataan tersebut bahwa perhimpunan Pakat Dayak bukan perhimpunan keagamaan. serta Kebudayaan Suku. sehingga siapapun yang merasa seorang Dayak berhak menjadi anggota. Dalam usianya yang keempat. Pangkalan Bun. sosial dan ekonomi. Pakat Dayak telah mampu membangun 9 buah sekolah serta berpuluh-puluh warung kecil. b. Persatuan seluruh suku Dayak Mengejar segala hak-hak yang diakui oleh Hukum Negara. Pasal 3 Tujuan a. Mengejar ketinggalan derajat suku. Cabangnya tersebar di Dusun Timur. hingga merupakan satu golongan yang besar dan teratur. Seruyan. Dalam waktu singkat. Kapuas.Pasal 2 Dasar: Perhimpunan ini berdasar pada persatuan suku Dayak dengan mengindahkan persamaan hak dan kewajiban. Kahayan. Samarinda. baik dalam soal politik. Pakat Dayak telah beranggotakan empat ribu lima ratus orang.

BAB V Sistem Teknologi 39 .

gula merah dan madu.1. 40 . dan boleh juga diberi sedikit air sampai baunya wangi dan isinya menjadi lembek. Bari Bahenda atau nasi kuning. diberi sedikit garam. Cara pembuatan sama dengan cara pembuatan nasi goreng pada umumnya hanya minyak yang digunakan kadang-kadang menggunakan minyak tengkawang. dipotong dan dikumpulkan. dan dibungkus dawen tewu . dan dibersihkan kulit padinya. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. Baru kemudian ditumbuk di lisung hingga bentuknya pipih. demikian pula suku Dayak.) Masakan Dayak Seperti umumnya suku-suku di Nusantara. Biasanya ketupat dibuat untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacaraupacara adat. kemudian ditanak hingga menjadi nasi. Bari Sanga atau Bari Narang ialah nasi goreng. Kenta. kukusan yang terbuat dari rotan atau bamboo atau dibuat ketupat Bari Tanihi yaitu nasi putih yang dimasak di dalam bambu. Biasanya dibuat untuk makan pagi. Kangkuyau. Beras Padi yang diolah menjadi beras. Bubur Nasi. kemudian dimasak dalam periuk tanpa air. kadangkadang minyak babi. Ada dua jenis ketan yaitu ketan hitam dan ketan putih. Dimasak dengan mempergunakan kenceng . Pulut Pulut atau ketan. Uraian singkat cara suku Dayak mengolah bahan makanan untuk menjadi santapan harian mereka. bubur yang terbuat dari beras yang diberi air dengan perbandingan satu banding empat. cara pengolahannya: Bari atau nasi putih yang merupakan makanan pokok berasal dari beras dengan bermacam cara pengolahan untuk dapat dimakan. makanan utama mereka adalah nasi. Cara membuatnya padi ketan yang baru saja mulai menguning. Cara menyajikan yaitu kenta dicampur parutan kelapa dan gula. jenis panganan terbuat dari beras ketan yang baru saja dipanen. yang dilengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauknya. Biasanya memasak nasi dengan cara demikian ialah untuk bekal perjalanan jauh atau dalam upacara-upacara adat. Ketupat ialah nasi yang dimasak dalam ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dimasukkan dalam sejenis tumbuhan hutan yang bentuknya seperti ketupat. Setelah itu didinginkan. dicampur santan kelapa.

diberi sedikit air . Setelah kulit padi dibersihkan maka amping tersebut dapat dihidangkan dengan dicampur parutan kelapa dan gula pasir. Namun dapat juga dimakan bersama ikan asin atau wadi yang digoreng. Setelah hangat-hangat kuku dicampur ragi ditutup rapat selama dua puluh empat jam dan siap dinikmati. Tapai Jawau. sejenis panganan yang terbuat dari ketan. semua bumbu diulek halus. Cara membuat. Biasanya pulut kukusan dimakan bersama inti yaitu parutan kelapa yang dicampur gula merah dan dimasak di api. tape yang terbuat dari singkong. Ubi Kayu Kangkalut. suna. Sangkuwai. singkong dikupas. Goreng Jawau. singkong dikupas. dipotong sepantasnya lalu digoreng dengan minyak kelapa. Cara membuat amping hampir sama dengan cara membuat kenta. Untuk ikan bisa diganti ayam atau sapi. Lamang. dipotong dadu. diberi santan kelapa dan garam secukupnya. suku Dayak sangat menggemari sayuran berkuah dengan bumbu-bumbu yang sama. Macam-macam Juhu 41 . Sayur Mayur Cara Membuat Masakan Sayur Berkuah Dalam pengolahan sayur sayuran. hanya bahan yang berbeda-beda. Juhu dapat pula dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran. Pada saat memasak maka sayur yang masaknya lebih lama dimasukkan lebih dahulu baru kemudian dimasukkan sayuran yang cepat matang. bedanya amping dibuat dari padi ketan yang telah kering dan dipilih padi ketan yang terbaik. Untuk bahan tertentu sayur berkuah akan lebih nikmat apabila ditambahkan santan kelapa.Amping. dicuci bersih. dipotong dadu dicampur beras dan ditanak seperti menanak nasi. makanan yang terbuat dari singkong. Setelah mendidih dimasukkan sayuran hingga matang dan siap disaji. Cara membuatnya singkong dikupas. Padi ketan yang telah kering digoreng tanpa minyak dalam kuali hingga beras dalam padi ketan tsb masak. kunir. Bumbubumbu yang dibutuhkan pada umumnya sama yaitu serai. dimasukkan kuali. dicampur beras dengan perbandingan satu banding dua lalu dikukus hingga matang. boleh juga daging babi. dibersihkan. jenis makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. Ubi Kayu direbus. Caranya. Kemudian ditumbuk di lisung hingga berbentuk gepeng. diletakkan di atas api hingga mendidih. dicuci bersih. dicampurkan pada ikan/ayam/sapi/babi. Cara membuat. laos. Bahan masakan adalah sayuran sesuai selera dan ikan sungai yang berlemak. dikukus. lombok. Singkong dikupas. dibersihkan. garam dan terasi. sejenis makanan yang dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang. Luntuh Jawau. Pulut Kukusan. minyak tengkawang ataupun minyak babi. makanan yang terbuat dari singkong.

Juhu Mantela Mangur. Juhu Singkah. Kuah kelapa muda. Sayur berkuah dedaunan yang dapat dimakan. pakai santan. 42 . Kuah daun singkong. boleh bersantan. bersantan.Juhu Dawen kayu. biasanya ditambah sedikit santan kelapa. Juhu Asem. Kuah buah nanas muda. rasanya asam. Juhu Lauk. Kuah durian yang telah diasinkan. Juhu Singkah Enyoh. Juhu Bua Pisang. Gulai keladi diberi santan. Juhu Kangkung. Juhu Dawen Saretak. Sayur berkuah daun kacang panjang. Kuah ikan Juhu Kamenyo. Kuah labu kuning. Gulai buah pisang muda. rasanya asam. santan kelapa. Gulai pepaya muda. Juhu Batang Pisang. Kuah labu putih. keladi. boleh tidak. ditambahkan daun nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil tujuh lembar lalu diletakkan di atas api hingga matang. Juhu Ujau. Juhu Tampuyak. Kuah rotan muda. rasanya agak pahit. Kuah durian muda. Kuah umbut-umbutan Juhu Tantimun. boleh bersantan boleh tidak. Gulai kangkung. Setelah itu ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu. Kuah daun leping rasanya asam. Kuah asam muda. Kuah batang kelapa muda. boleh bersantan. Juhu Baluh Bahenda. penghilang gatal dapat diganti kerak nasi. Juhu Baluh Baputi. Juhu Dawen jawau. Apabila daun nangka muda tidak ada. Juhu Kanas. Gulai batang pisang. Juhu Kujang. Kuah timun. Juhu Enyoh. Kuah daun kamenyo. bersantan. Juhu Singkah Hambie. direbus dengan diberi garam secukupnya hingga mendidih dan kemudian airnya dibuang. boleh tidak. maka untuk menghilangkannya keladi dibersihkan. Kuah batang rumbia muda. Terkadang keladi bila dimasak terasa gatal. Juhu Dahian. Juhu Leping.

suna. pahit rasanya Dawen Mantela Sayur daun kates muda. Sapi 43 . bila tidak ada suna boleh diganti bawang merah. Juhu Bajei. Kuah daun kalakai.boleh diberi santan. Terong Mapui Terong ungu yang sedang besarnya. boleh juga tidak Juhu Kalakai. rasanya asam. jangan dilepaskan dari tangkai yang masih muda. diulek dan ditambah air jeruk nipis. Lauk Pauk Jenis-jenis binatang yang dimakan: 1). terasi. terasi dan garam. serei. laos. diletakkan di api. ditambah ikan bakar yang berlemak dan terong bakar. dicuci bersih. Kuah cendawan Juhu Uwi. terasi. dibakar dengan kulitnya hingga matang dan menjadi lembek. Bumbunya antara lain lombok. Tepen Dawen jawau Tepen dawen jawau ialah daun ubi kayu yang telah ditumbuk halus dilisung. diulek dan diberi air jeruk nipis. Apabila telah mendidih dimasukkan daun ubi kayu yang telah dihaluskan sampai matang siap dihidangkan. Kuah rimbang. diulek halus. diberi air sedikit dan santan kelapa. Kuah paria (pare) Juhu Taya/Bengkel. Cara lain boleh juga semua bahan diletakkan di wajan dan dimasak hingga kuahnya hampir kering. kunir. garam. Kuah ubi. terasi. Luntuh Dawen Jawau dengan Pancuk Daun ubi kayu muda. Jenis-jenis ikan 2). direbus dan dimakan bersama sambal yang terbuat dari lombok merah. Kuah daun Paria (pare) Juhu Paria. serai. Kemudian siapkan lombok rawit. garam. Kuah jagung muda Juhu Dawen Paria. Juhu jagung Muda. Kuah belimbing wuluh Juhu Rimbang.Juhu Galimbing Tunjuk. boleh juga idak. Kuah taya/bengkel. Juhu Kulat. ditekan pelan-pelan sampai tercampur. biasanya dicampur dengan lemak babi. Luntuh Dawen Mantela dengan Pancuk Daun pepaya muda direbus dan dimakan bersama pancuk yang berarti sambel terasi yang dibuat dari lombok. garam. Bumbunya harus dihaluskan terlebih dahulu. Babi berlemak dipotong kecil-kecil dicampur bumbu. Kuah paku boleh diberi santan.

angsa atau japun Bermacam-macam burung Bermacam-macam ular. lombok. 12). Babi hutan. Burup Burup sama dengan tanak namun harus terbuat dari bahan ikan bukan daging. Khusus untuk jenis ikan saluang yaitu sejenis ikan kecil yang sangat populer bagi orang Dayak. depong. Bahan daging binatang berkaki empat atau ayam. Setelah itu digoreng dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak babi. Bumbu-bumbunya ialah: Garam. Cara membuat setelah jeroan dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. dicampur bumbu-bumbu seperti di atas. diberi santan kelapa secukupnya dan dimasak hingga matang. 11). dan lain-lain Bajai atau buaya. Opor Opor jenis masakan bersantan. kunir. bioko. boleh juga tidak. Untuk Ikan kecil ditusuk seperti sate. pala. laos. kayu manis. 9). 44 . lombok. laos. sesuai selera. Kelapa dibakar. beruk Bulus. jahe. bebek. jahe. serai. hadangan. Dapat dimakan sebagai teman nasi atau ketan. biawak. 10). 8). terasi. 7).3). kelapa bakar yang telah dihaluskan dicampur jadi satu. 5). yang kesemuanya diulek halus. Setelah itu dimasukkan dalam kuali diletakkan di atas api sampai matang dan siap dihidangkan. kunir. serai. Tanak Tanak ialah jenis masakan yang terdiri dari Ikan atau daging atau jeroan yang telah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. kahiu atau alas. bumbu. kura-kura Landak Jenis Masakan Sangan Sangan ialah masakan yang terbuat dari ikan atau babi atau sapi. terasi. marawak. sambuk. 4). Lawar Lawar ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau isi perut binatang berkaki empat ataupun ikan. laos. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari ulekan garam. lombok. pantang di bakar. babi yang dipelihara Kerbau. payau. Panggang Panggang ialah daging binatang atau ikan yang telah dibersihkan diberi garam dan dibakar di bara api sampai matang. muhe. kunir. panganen atau ular sawah. 6). diberi air hanya sedikit dimasak hingga matang. dan jenis lainnya Orang Hutan. merica. hurangan Rusa. antara lain ular payahe atau paraca. bengau Kijang atau karahau. Boleh diberi sedikit santan kelapa. ayam alas atau ayam hutan Itik. 13). Setelah bahan dibersihkan dan dipotong sesuai selera.serai. kancil atau pelanduk Ayam atau manuk. Kemudian bahan. Lawar dan tanak hampir sama hanya tanak kunirnya lebih banyak. 14). manjangan. dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek yang terdiri dari garam. diparut dan ditumbuk hingga halus.

Panggang Enyak Panggang enyak ialah panggang babi yang berlemak. Kemudian ikan dijepit dengan bambu yang telah dibelah dua sampai tubuh ikan menjadi bengkok. Cara membuat: daun-daun yang akan digunakan sebagai bahan ditumbuk halus. Ikan yang dapat dibuat panggang kaluk adalah jenis ikan besar baik bersisik ataupun tidak. Cara membuatnya babi berlemak dipotong dengan potongan agak besar. lombok. laos. gepengkan. Kemudian semua bahan dan bumbu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api hingga matang. yaitu Ikan besar dipanggang hingga mateng. masukkan dalam seruas bambu. Caranya ayam dibersihkan. bila tidak ada boleh diganti bawang merah. untuk ikan bersisik.Kalampis Kalampis adalah makanan sejenis pepes. Bahan dicampurkan dengan bumbu-bumbu ditambah potongan kecil daging babi berlemak atau ikan yang tidak banyak durinya. garam. dan dimakan sebagai teman nasi dan pancuk atau sambel terasi. suna. dibersihkan dicampur bumbu-bumbu yang terdiri dari bumbu yang sama dengan membuat tanak. Kaluk berarti bengkok. Setelah matang pada waktu mau disantap terlebih dahulu dipotong kecil sesuai selera. Adapun bumbubumbunya adalah suna. kunir yang kesemuanya sudah diulek halus. sisiknya jangan dibuang. kunir. biarkan utuh. Pundang Pundang ialah ikan asin yang digoreng atau dibakar. Caranya isi perut ikan kecil-kecil dikumpulkan. diberi garam dan dipanggang diatas bara api hingga matang. biarkan ikan tetap utuh. terasi dan belimbing tunjuk atau dapat pula serai diulek halus. serai. 45 . bakar di bara api kecil hingga mateng. serai. Bakar dalam bara api hingga matang dan agak kering siap disantap. kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari suna. Cara membuatnya : Ikan boleh besar boleh ikan-ikan kecil. Kandas/Pipis Kandas atau pipis ialah masakan sambel dan ikan panggang. Luntuh Manuk Luntuh Manuk ialah ayam utuh yang direbus berkuah. beri sedikit air. lombok. kupas. kemudian kunir dibakar. Bumbu-bumbu yang telah diulek halus yang terdiri dari garam. Apabila sering dihangatkan. garam. diberi sedikit air dan dimasak dalam kuali hingga matang. jangan dipotong-potong. Bahan boleh daun keladi atau daun singkong muda. laos. serai. Kohok Kohok ialah jenis masakan yang dimasak dalam bambu. garam. jahe. terasi dan kunir agak lebih banyak. kemudian lombok. Panggang Kaluk/Gatal Panggang kaluk atau gatal ialah panggang ikan. Boleh juga memasaknya dalam seruas bambu. dicampur bumbu-bumbu yang telah diulek halus. Pancit Pancit ialah masakan yang terbuat dari jeroan atau perut ikan-ikan kecil. Setelah itu ikan panggang di ulek pelan-pelan pada sambel hingga gepeng dan siap disantap. lombok. masakan ini bisa bertahan beberapa hari. Setelah isi perut ikan dikeluarkan. laos. Cara membuat. dimasukkan kedalam perut ikan.

padi hingga kering dan matang beras yang ada dalam padi tsb. Wadi Salah satu cara pengawetan ikan yang daya tahannya bisa mencapai setahun. Kemudian sangrai. Caranya ikan atau daging yang akan dipakasem terlebih dahulu dipotong sebesar telapak tangan. Sehei Sehei adalah salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Pundang Pundang ialah pengawetan ikan atau daging dengan cara dijemur disinar mata hari hingga kering. Namun pengawetan cara ini daya tahannya tidak lebih dari dua hari. daya tahan dapat mencapai enam bulan. padi yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Caranya setelah ikan atau daging dibersihkan dan diberi garam secukupnya. Boleh juga ditambahkan daging durian dan dicampurkan hingga merata. Setelah dingin disimpan bersama lemaknya dalam suatu tempat yang dapat ditutup rapat. Apabila pembuatannya sempurna dan tutupnya rapat. Daya tahan cara pengawetan ini tidak lebih dari tujuh hari. Baru kemudian disimpan dalam tempayan atau bambu dan ditutup rapat. Cara penyimpanan dimasukan dalam balanga atau bambu dan ditutup rapat. Jaga dan hindari jangan sampai dihinggapi lalat. setelah itu dalam keaadaan masih panas. tambahkan lagi sedikit garam yang kemudian campurkan agar benar-benar merata. garam. dan tambahkan air agak banyak.Ayam utuh tadi dimasukkan dalam kuali. lombok utuh. selanjutnya dimasak hingga matang. garam dan padi yang telah ditumbuk tadi dicampur merata. kemudian diberi garam dan dicampur hingga merata. pertama-tama ikan yang akan diawetkan menjadi wadi dibersihkan dan dipotong-potong sebesar telapak tangan. Pengawetan Bahan Makanan Kariting atau Karapas Keriting atau Karapas ialah salah satu cara pengawetan daging babi. dikasih sedikit air. Caranya : Ikan atau daging yang akan diawetkan diberi garam secukupnya. dijemur disinar mata hari hingga keringnya merata. Pengawetan cara ini dapat bertahan hingga enam bulan asalkan jangan terkena air dan kadang-kadang dipanaskan di atas api. Cara pembuatan. Setelah itu didiamkan dahulu selama setengah jam. agar lebih awet. 46 . baru kemudian diberi nasi secukupnya dan dicampur hingga merata. dimasak setengah matang diatas api dan tutup panci jangan dibuka hingga saat akan dimanfaatkan. suna. dicampur garam hingga merata dan diletakan dalam suatu tempat tertutup. Caranya. yaitu ikan yang masih baru di panggang di atas bara api hingga kering benar. Pakasem Pakasem adalah salah satu cara pengawetan ikan atau daging. Caranya: Daging dan lemak babi ditaburi garam dan disangrai hingga kering. bersama kunir bakar yang telah digepengkan. Kalasuam Kalasuam adalah cara pengawetan daging buruan atau ikan agar rasanya tidak berubah. dan campurkan merata pada ikan yang telah tercampur garam merata tadi. Bila ikan. serai yang juga utuh cukup dibersihkan dan digepengkan saja tidak perlu dihaluskan.

enau. Rampang biasanya dapat di jadikan bahan pembuatan panganan. Ikan manjuhan mentah yang telah dikucuri jeruk terlebih dahulu juga langsung dapat disantap tanpa dimasak terlebih dahulu. wajik. Kupue Kupue adalah salah satu cara pengawetan ubi kayu. Saat itu tahun 1918.Di daerah Tewang Pajangan. 47 . Utara dan Tengah. panen gagal. Tuak dapat disimpan lama. masukkan dalam belanai atau tempayan dan ditutup rapat. boleh direndam dalam tempayan besar yang telah diberi air. bahkan dicampurkan pada nasi. dikang. Lampuk atau Megan atau Dodol Duren Daging duren dimasak di atas api sampai berwarna coklat. ketan. Tepung kupue dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan. Pengawetan durian cara ini bisa mencapai enam bulan asal tidak dihinggapi lalat. Kejadian penting yang sulit dilupakan oleh orang Dayak ialah mereka pernah diselamatkan oleh kupue. goreng-gorengan. terutama di daerah Kalimantan Timur. anding yang dibuat dari nasi. dibungkus dengan daun. kuning. garuk. bubur atau campuran nasi. tanpa dimasak terlebih dahulu asalkan wadi tersebut telah jadi. dapat pula sebagai campuran membuat juhu. hanau. tanaktanakan. sukup sipan wadai egang eguk mahi atun . ahas. Setelah kering tumbuk hingga menjadi tepung halus. yaitu pertama kupas ubi kayu. kadang kadang selain garam juga ditambahkan sedikit gula dan lombok rawit. ditumbuk halus hingga menjadi tepung dan disimpan dalam tempayan dan ditutup rapat. diasapkan atau di para. nila. Tempuyak dapat langsung dimakan begitu saja sebagai teman nasi atau diberi campuran udang dan di goreng dengan sedikit minyak. putih susu. gatas. Minuman Beralkohol Baram. dibuat bubur. berwarna putih jernih. dan direndam dalam air. Caranya. boleh juga dimasukkan dalam keranjang besar yang terbuat dari bambu atau rotan dan direndam dalam air sungai. Perendaman memakan waktu sekitar satu minggu hingga ubi kayu menjadi lembek dan baunya asam. diberi garam secukupnya. wadi ikan manjuhan disantap dalam keadaan mentah. Cara pembuatannya terlebih dahulu ubi kayu dikupas. dijemur hingga kering benar. Daya tahan pengawetan dapat mencapai setahun. Daya tahan dapat mencapai enam bulan. Wadai atau Kue Basah Wadai.tuak. Apabila hanya membuat sedikit. tamanyau. Setelah air ditiriskan. Rampang Rampang : ialah salah satu cara pengawetan ubi kayu. Tampuyak Tampuyak ialah cara pengawetan durian yang diasinkan. cuci bersih. semakin lama semakin baik. Kemudian beras sebagai makanan pokok digantikan oleh kupue. lamang. jemur hingga kering benar. potong kecil-kecil. panggang-panggangan. Caranya daging durian mateng dipisahkan dari bijinya. kue-kue. hitam dan merah tua.

Amak Letem i. Amak Tihing/ tahing. Namun untuk amak yang terbuat dari daun rais atau daun purun biasanya tanpa motif dan lebih populer disebut lampit. Tanggoi Lahung. berladang dan menangkap ikan. dibuat dari kajang. Amak Silar. Amak yang terbuat dari anyaman rotan yang telah diraut halus biasanya bermotif. Topi yang terbuat dari kayu ringan misalnya kayu jalutung. q. s. Amak Dangan. d. Amak Dawen. h. atau daun rais. b. o. Amak Madu. Dibuat dari anyaman rotan. Amak Pararani. Amak Lampit. Amak Pasar. Amak kajang kacang.2. Bahan yang digunakan untuk membuat topi ialah rotan. atau daun purun. j. Tanggoi Sentang Amak Amak adalah tikar yang gunanya sebagai alas duduk. f. Amak Biro. Topi yang terbuat dari bahan purun dan bermotif. Amak Bamban. p. Tanggoi Sarudong. Tanggoi Kayu. Tanggoi Dare. k. Amak Rais. c. ataupun alas tidur. r. Lebar tanggoi biasanya limapuluh centimeter.) Kerajinan Tangan Tanggoi Tanggoi ialah penutup kepala atau sejenis topi berukuran lebar. e. Amak Purun. l. Amak Tahising. dapat disusun sampai tujuh. Amak Hilai. Nama-nama Amak: a. Kerudung Tanggoi Uei. Amak Talep. daun rais. Ukurannya berbeda-beda sesuai kebutuhan. Amak Danau. Biasanya topi digunakan untuk bepergian. n. Topi yang terbuat dari rotan dan bermotif. Topi yang terbuat dari rotan tanpa motif. 48 . Amak Dare. Gunanya untuk menutupi kepala dari panas matahari. m. g.

Sejenis topi pisur waktu menawur. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. 49 . 3. Ewah Nyamo. Semacam rompi dan di bagian sebelah dalam banyak jimat. Cawat yang terbuat dari kulit kayu. Disamping untuk merawat kulit. Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui. terkadang dipasang pada mandau pusaka atau pada ikat kepala. atau asesoris pada saat menari. Semacam cawat Ewah Bumbun. Bila dilihat dari jauh. Semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning.t. Jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat. seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Pada jaman dahulu.) Pakaian Bahan pakaian. Hal ini yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor. Gambar orang Dayak dengan pakaian kulit hewan Baju Kalambi Barun Rakawan. begitu juga selimut. Sampah Angang. Bulu Burung Bulu burung sering digunakan untuk asesoris. dibuat dari kulit kayu siren atau kayu nyamu. Jenis pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong. Lain-lain Kasai Bedak dingin digunakan tidak saja oleh kaum perempuan. Sampah Ukong. Amak Pahakung. Yang sering digunakan untuk asesoris adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang. Sakarut/Sangkarut. khususnya pada saat upacara tiwah. Ewah. kasai juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. tetapi juga oleh kaum lakilaki. orang Dayak ada yang menggunakan pakaian dari kulit hewan (antara lain macan dahan) lengkap dengan ekornya. u. Amak Dawen Enyoh. khususnya pada saat upacara tiwah.

Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. Bur Bur ialah bur Gergaji Gergaji ialah gergaji Paku Paku ialah paku Kawat Kawat ialah kawat Katam Katam ialah ketam Pahat Pahat ialah pahat 5. dsb. Fungsi puputan menyerupai pompa yang dapat menghasilkan hembusan angin yang gunanya untuk meniup bara api guna memanaskan besi yang ditempa. terbuat dari buah labu yang telah tua. ambang. Untuk memasukan dan mengeluarkan air dibuat lubang pada bagian atas labu dan dipasang tali yang terbuat dari rotan untuk pegangan pada saat membawanya. Sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat. khususnya pada saat pelaksanaan upacara tiwah. belati.) Peralatan Pertukangan Puputan Puputan ialah peralatan yang biasa dimiliki oleh seorang pandai besi untuk membuat peralatan-peralatan yang terbuat dari besi untuk keperluan hidup sehari-hari. Penyaok labo Penyaok Labo berfungsi sebagai ember untuk membawa atau tempat menyimpan air. kemudian dikeringkan dan isi labu tersebut dibuang. Puputan berbentuk dua buah tabung yanng berukuran tujuhpuluh lima centimeter dan duapuluh centi meter.) Peralatan Rumah Tangga Batu Asa Batu asa ialah sejenis batu yang digunakan untuk mengasah pisau. mandau. Sangkalan 50 . 4. Pada bagian dinding bawah diberi dua lubang dan kemudian dipasang bambu yang berdiameter lima centmeter yang gunanya untuk cerobong angin.

fungsinya sama namun bedanya intar pada bagian tengah lingkaran diberi lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai alat penyaring antara beras dan padi. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. Pada umumnya luntung tidak hanya digunakan untuk mengangkat padi. luntung silip dan luntung jarang. dan tingginya tujuhpuluh lima centimeter namun kadang-kadang dibuat dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil. Bentuk mata pisau semakin ke ujung meruncing kecil dan sangat tajam. Nyiru Nyiru atau Intar terbuat dari rotan. Keba atau Pakalu Keba atau Pakalu adalah sejenis tas punggung. fungsinya untuk memisahkan beras dari kulit padi atau padi yang masih tersisa. Kumpang nya melekat pada sarung atau kumpang mandau sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan.Sangkalan ialah sejenis cobek yang gunanya untuk membuat sambel atau melumatkan bumbu-bumbu dapur. Langgei Panamek Langgei Panamek ialah sejenis pisau kecil bertangkai panjang. Nama-nama jenis luntung antara lain luntung kembang. Gunanya untuk meraut palawi yaitu akar kayu jelutung yang ringan dan lemah. Kipas Kipas terbuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu. terbuat dari rotan. Luntung atau Lanjung Luntung atau Lanjung adalah sejenis tas punggung yang terbuat dari rotan dan fungsi utamanya adalah untuk mengangkut barang dalam perjalanan jauh. Keistimewaan keba sebagai alat mengangkut barang untuk perjalanan jauh ini karena dapat mengangkat barang dengan ukuran besar maupun kecil. Sasapu Sasapu atau sapu terbuat dari sabut kelapa disebut sapu ijuk dan yang terbuat dari ijuk disebut sasapu haduk. Intar Intar sama dengan nyiru. tinggi antara empatpuluh sampai tujuhpuluh lima centimeter. Hal ini disebabkan karena salah satu bagian dinding keba dapat dibuka dan ditutup. karena dimasa yang telah lalu orang Dayak berkelana dihutan tanpa alas kaki. tapi juga untuk mengangkat barang lainnya. yang sering ditemukan ukuran garis tengah dasar lima puluh centimeter dan garis tengah atas tujuhpuluh sentimeter. 51 . Bentuk luntung menyerupai kubus namun bagian atas yang tidak diberi tutup berukuran lebih besar dari pada bagian bawah. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak ditelapak kaki. Langgei Puai Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. Ukuran bervariasi sesuai kebutuhan dan terbuat dari bahan kayu ulin. Tangkainya panjang sekitar dua puluh centimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. Pada umumnya keba digunakan untuk mengangkut hasil-hasil hutan Bentuk keba menyerupai kubus. Ukurannya bervariasi sesuai selera.

Sambilu Pisau yang terbuat dari bambu (bagian kulit luar bambu) berukuran limabelas centimeter. Gunanya untuk memahat atau menurih pohon karet untuk mengambil getah pohon tsb. Pahat Turih Pahat Turih ialah sejenis pahat yang ujungnya melengkung. Ada jenis badek yang dapat dilenturkan. Jantar 52 . Badek Sama dengan jambia yang berfungsi seperti pisau digunakan hari-hari. Jambia didaerah Katingan sering dimanfaatkan sebagai senjata untuk membela diri. Senduk Bangu Senduk bangu adalah sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Gunanya untuk menyendok makanan. Rambat Rambat adalah sejenis tas punggung. Supak Supak ialah alat yang gunanya untuk mengambil beras atau takaran beras dan terbuat dari tempurung kelapa. tinggi lima puluh centi meter. Misalnya Bumbu-bumbu dapur. terbuat dari rotan yang telah diraut dan dibersihkan dengan rapi sehingga hasil akhirnya tampak lembut dan rapi.Kusak Sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa barang. Gunanya sebagai pengganti pisau untuk makan buah barania atau gandaria. namun ada juga sebagian yang tidak dapat dilenturkan. Kadang-kadang badek bisa juga berfungsi sebagai benda pusaka. Kancip Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang. garis tengah lingkaran baik atas maupun bagian bawah tigapuluh centi meter. Jambia Jambia sejenis duhung yang bentuknya hampir menyerupai keris. namun untuk badek yang dianggap sebagai barang pusaka pastilah badek yang dapat dilenturkan. Karanjang Karanjang sejenis tas yang dijinjing dan digunakan untuk membawa bahan-bahan kebutuhan masak memasak. Rambat tidak memakai tutup namun pada ujung bagian atas terdapat gelang-gelang kecil yang terbuat dari anyaman rotan. sejenis keranjang. sayur mayur baik dari kebun sendiri maupun dari pasar. Jambia juga mempunyai kupang. pulang atau hulu terbuat dari tembaga. Di dalam gelang-gelang tersebut diberi tali dengan maksud apabila tali ditarik maka bagian sebelah atas rambat jadi mengecil dan berbentuk krucut yang juga berfungsi sebagai alat penutup. bedanya dengan duhung adalah sejenis pusaka dan digunakan untuk menyodok babi pada saat upacara adat. Bentuknya menyerupai tabung.

maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. lading belati. berarti rezeki. pulang atau hulu mandau yang biasa disebut pulang mandau juga dibuat berukir dengan menggunakan tanduk rusa untuk warna putih dan tanduk kerbau untuk warna hitam Namun dapat pula dibuat dengan menggunakan kayu kayamihing. Untuk merekatkan mandau dengan pulangnya digunakan getah kayu sambun yang telah terbukti daya rekatnya. Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau dirawat dengan baik karena diyakini bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi mereka dari serangan dan maksud jahat lawan. Pisau pamantung. Dibagian ujung pulang mandau diberi bulu binatang atau rambut manusia. karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan. yang apabila pemilik mandau bermimpi dijumpai perempuan penunggu mandau. Namun bila diperhatikan lebih seksama perbedaan akan ditemukan. perak atau tembaga sedangkan ambang atau apang hanya terbuat dari besi biasa. langgei gunjak. yaitu alat pemotong. atau berukir dengan menggunakan emas. Untuk memproses pembuatan pulang mandau dengan kayu kayamihing terlebih dahulu batang kayu yang akan digunakan tersebut direndam dalam tanah luncur yaitu tanah yang ditemukan di daerah pantai. pisau duang. Sering kali orang terkecoh antara mandau dan parang atau yang disebut ambang atau apang. 6. Di samping itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Cara penggunaannya dengan cara menggerakkan kedua pen dengan lilitan tali yang kemudian ditarik sehingga pen berputar. yaitu mandau lebih kuat dan lentur karena terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dengan proses pengolahan sedemikian rupa. misalnya baladau. Pada ujung pen diikatkan serat kayu yang akan dibuat menjadi tali atau benang. Lading Lading berarti pisau. pisau lantik. Seorang yang tidak terbiasa akan dengan mudah mengira bahwa ambang atau apang adalah mandau karena memang bentuknya sama. Benang atau tali yang dipilin berasal serat kayu tengang atau serat kayu baru. Di samping itu diyakini bahwa mandau dijaga oleh seorang perempuan.Jantar ialah alat pintal benang atau dapat pula digunakan untuk memilin tali. Mandau bertatah. Lain-lain Masih banyak lainnya. langgei kilung. pisau mambawau. sedangkan ambang atau apang terbuat dari besi biasa. pisau.) Peralatan Berperang Mandau Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. Mandau selain dibuat dari besi batu gunung dan diukir. 53 .

Kemampuan daya tahan jangang tidak perlu diragukan. Dalam keadaan bernyala. Peralatan pada saat membuat kumpang mandau ialah rautan. Apabila Tempuser undang berjumlah empat buah berarti mandau tersebut adalah milik pangkalima. baru kemudian diikat lagi dengan jangang. Bagian ujung kumpang mandau tempat masuknya mata mandau dilapisi tanduk rusa. namun apabila jangang sulit ditemukan dapat diganti dengan anyaman rotan. Kumpang mandau dibuat dari batang pohon kayu bawang. Kumpang mandau diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan. Ukiran yang populer digunakan pada kupang mandau ialah ukiran Rambunan Tambun. • Di hulu Sungai Baram. Sungai Mantikei anak Sungai Samba simpangan Sungai Katingan. juga mengandung bisa. kupang mandau arah kedepan. bebatuan dimasukkan ke dalam air. juga tidak mudah pecah. dan mata mandau menghadap ke atas. jujuk. Butir-butiran besi yang dihasilkan diolah menjadi bahan pembuatan mandau. tajam. Pada kumpang mandau biasanya diberi hiasan manik-manik. Membuat Mandau dengan besi mantikei prosesnya lebih mudah karena pemanasan cukup sekali saja. Setelah sekali dipanaskan. • Batu Mujat dan Batu Tengger yang terdapat disekitar Pasir Tanah Grogot. Pada kumpang mandau diberi tiga tempuser undang yaitu tiga ikatan yang terbuat dari anyaman rotan. Guna tali untuk mengikat mandau di pinggang karena memang demikianlah cara tepat membawa mandau. sekali dicelupkan ke dalam air. Dibutuhkan kemampuan memilih bebatuan yang mengandung besi bila mengawali pekerjaan ini. besi mantikei tersebut dapat segera diproses menjadi bentuk mandau yang diinginkan. pisau. Dari tetek tatum diketahui bahwa mereka yang mampu mengolah besi batu gunung menjadi mandau hanyalah Pangkalima Sempung dan Bungai serta anak turunannya saja. Besi mantikei sangat keras. daerah Kucing (Serawak Kalimantan Utara). Cara memakai mandau yang benar ialah diikat dipinggang kiri. burung tanjaku atau burung baliang. bebatuan mendidih di air. yang biasa disebut suhup lewa. dan elastis. hingga batu-batuan itu bernyala. Kumpang mandau ialah sarung mandau. atau kayu garunggung yang telah tua usianya. dan terurai. Agar kumpang mandau menjadi halus dan licin lalu diampelas dengan sejenis daun berbulu yang bernama bajakah tampelas. Tali kumpang selain dipakai untuk 54 . dan daun ampelas. • Di hulu Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) di udik Putu Sibau. Kemudian bebatuan yang terkumpul mereka masak dalam tumpukan ranting-ranting dan daun kering dengan menggunakan alat yang disebut puputan. atau bulu-bulu burung seperti burung haruei.Gambar Pulang mandau terbuat dari tanduk rusa Setelah pulang dan mandau terikat dengan baik. disamping itu mahluk halus yang punya maksud jahat takut pada daya magis yang dimiliki oleh besi mantikei tersebut. tidak perlu diulang-ulang. Besi mantikei banyak ditemukan di daerah : • Di Kereng Gambir. serta sekitar Long Nawang dan Long Pahangai (Kalimantan Timur) • Batu Montalat yang terdapat di hulu Sungai Montalat anak Sungai Barito (Kabupaten Barito) di daerah Saripoi Barito Hulu. • Di hulu Sungai Mahakam sekitar Long Tepat dan Long Deho. sungai Koro Jangkang. Pada umumnya ketika membuat kumpang lebih cendrung dipilih bahan kayu garunggung karena selain mudah dibentuk. burung tingang.

Gambar Mata Mandau ( Karya Damang J. Bagian atas sipet tepat di depan sasaran bidik. sehingga mandau dan langgei Puai selalu dekat tak terpisahkan. dan sebelah dalam diberi pegangan. • Model Bawen Buhu. Model pulang kayuh Neneng. Bentuk mata pisau semakin ke ujung semakin runcing dan sangat tajam. Bertatah dua baris. Kadang-kadang lubang sipet bagian bawah lebih besar dari pada lubang sipet bagian atas tetapi kadangkadang lubang atas dan bawah ukurannya sama. Pada bagian depan kumpang dibuat sarung kecil untuk menyimpan langgei Puai. dipasang tombak yang disebut sangkoh terbuat dari batu gunung yang diikat dengan anyaman rotan. • Model mata mandau bawin Balui. Telawang terbuat dari kayu liat.Saililah ) Beberapa model mandau yang dikenal antara lain : • Model mata mandau Bawin Butung. Langgei Puai ialah sejenis pisau kecil pelengkap mandau. model hulu mandau. bentuk persegi enam. dengan lebar tiga puluh sampai lima puluh centi meter dan ujungnya mengecil. tidak mudah pecah dan ringan. Tangkainya panjang sekitar dua puluh sentimeter dan mata pisaunya berbentuk lebih kecil dari tangkainya. juga berfungsi untuk mengeluarkan duri yang terinjak di telapak kaki. ukuran panjang sekitar satu sampai dua meter. • Model mata mandau Hatuen Balui. model hulu mandau pulang kayuh. 55 . Saililah ) Telawang Telawang atau perisai yaitu perlengkapan perang yang gunanya untuk melindungi diri menghadapi serangan senjata lawan. Guna lubang untuk memasukan anak sumpitan atau damek. Bentuknya bulat panjang berukuran satu setengah sampai dua meter. pulang kayuh. berdiameter dua sampai tiga sentimeter. dibagian ujung mandau juga diberi ukiran. Biasanya sebelah depan diberi ukiran sesuai selera pemiliknya. Pada bagian tengah sipet berlubang. Mandau jenis ini harganya sangat mahal. Gunanya untuk membersihkan dan menghaluskan benda-benda seperti rotan. • Model Butung Bahun Badulilat. harus lurus dan licin dengan diameter seperempat sampai tiga perempat sentimeter. model hulu mandau pulang kayuh. Gambar Kumpang Mandau dan Langgei Puai ( Karya Damang J. dengan pulang model kamau. Polos tanpa tatah. Sarung atau kumpang langgei melekat pada sarung atau kumpang mandau. Pada ujung sipet dibuat sasaran bidik berupa patok kecil bentuk wajik berukuran tiga sampai lima sentimeter.mengikat mandau pada pinggang juga tempat mengikat dan menyimpan penyang yaitu taring-taring binatang dan benda-benda kecil bertuah sebagai jimat. karena di masa yang telah lalu orang Dayak berkelana di hutan tanpa alas kaki. Sipet Sipet atau sumpit merupakan senjata utama suku Dayak. Bertatah tiga baris. • Model Birang.

kayu ulin/tabalien. Siang dan Pasir. Harga jual per sipet telah ditentukan oleh hukum adat yaitu jipen ije atau due halamaung taheta. Dengan cara ini sipet yang dihasilkan akan lebih banyak sekitar sepuluh batang perminggu. hanya orang-orang yang ahli dalam bidangnya saja yang mampu. tancapan ujung damek tidak mudah terlepas karena menancap dan mengikat daging korbannya bahkan patah sehingga ipuh yang dicampurkan pada damek meracuni korbannya. yang mengandung racun digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan racun lemah atau racun mematikan. Ada dua jenis damek yaitu yang mengandung racun dan yang tidak mengandung racun. akibatnya bisa-bisa dituntut dalam suatu rapat adat. Tidak semua orang mampu membuat sipet. kayu lanan. Mula-mula. kerikil atau buah-buah hutan yang besarnya telah disesuaikan dengan ukuran lubang sumpit Ujung bagian belakang damek diberi kayu ringan berukuran panjang dua centimeter dengan diameter setengah centimeter depan dan tigaperempat centimeter belakang. Kemudian dibutuhkan juga tamiang atau lamiang yaitu bambu kecil yang beruas panjang. digunakan alat yang mereka buat sendiri dari batu gunung yang telah dilebur. Proses pembuatan dapat dilakukan dengan dua cara. kayu berangbungkan. kayu plepek. Melanggar aturan berarti tidak mentaati hukum adat. Untuk menyumpit burung-burung kecil semacam burung pipit. Bentuk dan ukuran damek bermacammacam. Batang damek dibuat dari dahan pohon bendang atau dahan pohon bamban yang sudah dikeringkan. Lubang sumpitan harus lurus dan licin. Tidak semua jenis kayu dapat di buat sipet. Kayu ringan tersebut ditancapkan pada bagian belakang damek untuk menstabilkan terbangnya damek saat ditiupkan ke sasaran yang dituju. Ketika ditiup kekuatan terbang damek untuk mencapai sasaran dapat mencapai dua ratus meter. digunakan gumpalan tanah. Damek yang tidak mengandung racun digunakan untuk berburu. Pembuatan sipet diawali dengan penebangan pohon kayu besar. Sipet pantang dipotong dengan parang dan pantang pula di injak-injak. 56 . Di Kalimantan. Dapat juga pada ujung diberi kaitan semacam pancing yang biasa disebut ahau atau lajau. yang kemudian dipotong memanjang sekitar tiga meter. pertama murni menggunakan tenaga dan ketrampilan tangan si pembuat. Cara kedua dengan memanfaatkan tenaga alam yaitu dengan kekuatan arus air yang terdapat di riam dan dibuat semacam kincir penumbuk padi. Lima centimeter dekat ujung damek dibuat celah atau dikerat dengan maksud apabila damek telah ditiup dan mengenai sasaran. damek atau anak sumpitan dimasukkan kedalam lubang sipet dari bawah lalu dengan menggunakan sasaran bidik . Punan. Dari pengalaman untuk mendapatkan hasil maksimal. Untuk membuat lubang di tengah sipet. namun ukuran umum biasanya panjang limabelas centimeter. Apu Kayan. Bahau. Damek Damek ialah anak sumpitan. lubang tersebut ditiup menuju sasaran yang dituju. Jenis bambu ini keras dan mengandung racun.Cara menggunakan sipet adalah sebagai berikut. uhit. Dari sebuah pohon berukuran besar dapat dibuat sepuluh sampai dua puluh batang sipet. sipet dibuat dari kayu tampang. suku-suku yang terkenal sebagai suku yang gemar dan mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan sumpitan yaitu Suku Dayak Ot Danom. atau kayu resak.

Bentuk tutup dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah terbuka dan jatuh. dan tajam sebelah menyebelah. lebar hanya setengah sampai satu centimeter. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul. Telep Telep yaitu tempat menyimpan damek atau anak sumpitan. Lunju Lunju atau tombak ialah peralatan berburu yang juga dapat digunakan untuk berperang. Beberapa nama lunju : • Lunju Bawin Sambilapayau • Lunju Darung Arang 57 . lunju juga merupakan barang pusaka yang dirawat dengan baik karena dalam upacara-upacara tertentu lunju dibutuhkan keberadaannya sebagai pelengkap persyaratan upacara. Pinding telep atau telinga telep terbuat dari kuningan. lalu dimasak hingga kental. Dibuat dari seruas bambu dan atasnya diberi tutup yang terbuat dari tempurung kelapa. atau ipuh /ipu. Bentuknya kecil. ataupun merah. kedua sisinya tajam. Bila bepergian cara membawa telep di kaitkan pada tali mandau pada pinggang sebelah kiri atau dibagian depan. Damang. pada bagian ujung dipasang atau diikat mata lunju dengan rotan yang dianyam. pulang duhung terbuat dari tanduk dan kumpang nya terbuat dari kayu.Ipu Ipu ialah racun yang sengaja dibuat pada damek atau anak sumpitan. Lunju bertangkai panjang berukuran dua meter. Diyakini bahwa lunju-lunju tertentu bertuah dan ada penunggunya. yang dicampur dengan getah tuba. bisa kalajengking. kuning. panjang hanya sekitar lima sampai sepuluh centi meter. para Kepala Suku yang boleh memiliki dan menggunakannya. serum manusia yang telah meninggal lama. Selain digunakan sebagai alat berburu binatang. Taji yang berasal dari daerah Pasir dan terbuat dari besi batu tengger dan mujat sangat terkenal keampuhannya . ramuan yang ada masih ditambahkan lagi bisa ular. Sebuah telep dapat memuat limapuluh sampai seratus batang damek. Biasanya terbuat dari besi batu gunung dan mengandung bisa. batang/uwi ara. Untuk racun mematikan. Diantaranya getah pohon kayu siren/upas. Racun ipu dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan. Taji Taji adalah sejenis senjata rahasia yang dapat disembunyikan dibalik pakaian atau diikatkan pada pinggang. atau dapat pula dari kayu. juga lombok. Duhung Duhung ialah senjata suku Dayak yang bentuk dan ukurannya seperti mata tombak. Hanya Basir. Sarung taji terbuat dari kayu atau bambu dan hulunya kecil. Hitam adalah warna yang umum di pakai. namun dapat pula dipakai warna lainnya seperti putih. Diberi pewarna yang juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. Untuk kwalitas istimewa mata lunju terbuat dari besi mantikei.

namun tidak jarang dondang juga dimanfaatkan untuk menyerang lawan. Lunju Duhuk. jarang yang selamat. sering digunakan untuk berburu binatang berkaki empat. Lunju Laurang. Bagian sebelah atas lubang ditutupi dengan ranting-ranting pohon. tidak mudah untuk naik kembali. sering digunakan untuk berburu babi. rusa dan buaya. lunju jenis ini mampu membunuh beruang. jiwanya sulit tertolong. Salengkap Salengkap ialah salah satu alat pemberi tanda kepada penghuni rumah bahwa ada binatang atau musuh lalu atau meliwati daerah dekat rumahnya. Lubang bagian dalam dibuat lebih besar dari pada dibagian atas agar apabila binatang atau musuh yang terjebak. digunakan untuk menangkap binatang buruan. Caranya dondang dipasang mengelilingi kampung lawan dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu mengarah kearah perut atau jantung lawan. Umumnya digunakan untuk menangkap binatang buruan. dibuat sedemikian rupa seolah tidak ada perangkap dibawahnya. Salengkap terbuat dari bambu yang diikat tali berukuran panjang. sering digunakan untuk menangkap ikan-ikan besar. Namun kadang-kadang digunakan juga untuk menjerat lawan. apabila mata lunju terbuat dari besi mantikei. Lunju Ambung Lunju Duha. Lunju Buluh Lunju Duha Tundan Dahian Lunju Simpang Lunju Sahimpang Lunju Sarapang Lunju Rangga Simpang Lunju Sahimpang Banan Lunju Salahawu Lunju Simpang Dandan Lunju Sahimpang Dandan Dondong/Su’ut Dondong/Su’ut terbuat dari bambu runcing yang bertangkai. 58 . dedaunan. Kadang-kadang dalam lubang diberi ranjau yang terbuat dari kayu atau bambu runcing sehingga yang terjebak. sehingga siapapun yang terkena dondang. juga untuk menangkap musuh. Tambuwung Tambuwung adalah sejenis perangkap berbentuk lubang yang digali sedalam dua sampai empat meter dan lebarnya satu sampai dua meter.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Lunju Bunu Ruhui Lunju Rabayang Lunju Randu Lunju Bunu – Ranying Pandereh Bunu – Renteng Nanggalung Bulau Lunju Rawayang Sandang Awang Lunju Pakihu. Jarat Jarat atau jerat adalah salah satu cara menangkap binatang buruan di hutan. mata lunju berbentuk agak bulat dan tidak panjang.

Rangkan juga dari kayu bulat yang dikerok di bagian tengah. 7. Tohok. Lain-lain Masih banyak lainnya. atau dikalungkan pada leher pemiliknya bahkan dapat pula diikat bergelantungan pada sarung mandau. tanpa Mesin Pengertian yang perlu dipahami disini ialah pada cara pembuatan. Tirok. Disamping itu penyang mampu sebagai penolak bala. Suku Dayak yakin bahwa penyang yang mereka miliki mampu mengobarkan semangat pada saat perang.) Alat Transportasi Di Sungai. hukumannya sama dengan membunuh Kepala Suku yaitu hukuman mati. namun pada dua sisi dibuat serupu. Jangan coba-coba mentertawakan atau memperolok-olok seorang yang ditubuhnya bergelantungan penyang karena penyang adalah lambang keberanian. Mentertawakan atau menghina sama artinya dengan menghina Suku.Penyang/Penyong Penyang ialah sejenis jimat yang diwariskan secara turun temurun. Dando atau Rando. Jambia. Biasanya diikat bergelantungan dipinggang pemiliknya. Dereh Bunu. Simpang. Perahu terbuat dari batang pohon yang dikerok dibagian tengah. Semakin banyak susunan serupu tersusun. Besei 59 . bahkan mampu menyembuhkan penyakit. misalnya Rawayang Kawit Kalakai. Bentuknya kecil. Langgei Simbel Senjata khusus semacam jimat yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. botol-botol kecil yang tertutup rapat. Karis. Penyang pantang dilangkahi oleh siapapun juga karena dengan dilangkahi khasiatnya akan berkurang. Perahu yang berserupu stabil dan lincah sehingga dapat berlayar di laut bahkan mampu berlayar di daerah yang banyak riamnya. tahan air. dan direkat dengan alat perekat khusus yang terbuat dari getah kayu. Terkadang dalam jumlah banyak berupa kayu-kayuan. penolak racun apabila musuh berniat jahat meracuni mereka. menghindari gangguan mahluk halus. Penguasa Penyang adalah Jata lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga. pada langgai ditemukan semacam gelang yang terbuat dari tembaga. semakin besar dan pada akhirnya tercipta kapal dengan ukuran besar. sehingga mereka tidak memiliki rasa takut kepada musuh. juga taring-taring binatang. batu-batuan.

Ukuran besei bawi lebih besar daripada besei hatue. dan dibuat berserupu. Ukuran besei hatue sedikit lebih kecil dari pada ukuran besei bawi. Tambangan Perahu atau jukung Banjar. Gondol Sejenis perahu berukuran besar. Jukung Sodor Sejenis perahu. Dayung bawi tangkainya berukir dan di bagian yang melebar membentuk tiga sudut. kemudian dilem dengan perekat khusus. kemudian bagian tengah kayu tersebut dikeruk dengan menggunakan alat. Besei Bawi Besei Bawi berarti alat mendayung perahu yang biasa dipakai oleh perempuan. Besei Hatue Besei Hatue berarti alat mendayung perahu yang biasa digunakan oleh laki-laki. Besei terbuat dari kayu ulin dengan ukuran yang berbeda. Jukung Sarupih Disebut juga jukung tiung.Besei berarti alat untuk mendayung perahu. Dibuat dari sebatang pohon besar yang masih utuh. Variasi hiasan pada ujung perahu yang membedakan satu perahu dengan perahu lainnya. tangkai tidak berukir dan pada bagian yang melebar ujungnya berbentuk tumpul. Dengan besei perahu yang ditumpangi dapat meluncur sesuai kehendak atau arah yang dituju oleh sipendayung tanpa menggunakan mesin. pada bagian ujung perahu selalu dibuat semacam hiasan. kemudian pada bagian kiri dan kanan dinding perahu diberi semacam dinding yang bentuknya lentur. Ukuran besei buat anak-anak lebih kecil daripada ukuran besei untuk orang dewasa. dan begitu seterusnya sehingga ukuran perahu tersebut dapat dibuat sesuai kebutuhan. Pada umumnya perahu yang berserupu lebih stabil dan dapat berlayar di laut. Getek Disebut juga becak air atau perahu penyebrang. 60 . Jukung Pantai Jukung adalah perahu yang dibuat tidak berserupu. Perbedaan dengan alat dayung yang biasa dipakai oleh laki-laki ialah pada bagian tangkai dayung. Rangkan Perahu yang dibuat berserupu. Serupu ialah bagian dasar perahu dibuat dari batang kayu utuh yang dikerok. Penes Penes ialah perahu layar. dapat digunakan di laut. Pada umumnya digunakan di daerah Riam. Jukung Jukung adalah perahu.

Perahu Bermesin Klotok Klotok adalah perahu yang diberi mesin. Perahu. misalnya malambung. 61 . Misalnya jukung sodor. Kapal Kapal dalam perjalanan menelusuri sungai di daerah Kereng Bangkirai ( Foto : Dokumentasi Kapten dr Herman Hidayat ). maka namanya pun berbeda. Hiasan tersebut yang membedakan nama-nama perahu atau rangkan. Motor Tempel Motor Tempel ( Foto : Dokumentaasi keluarga Tjilik Riwut ) Motor Tempel adalah perahu yang diberi mesin. mengambang di air. begitu juga rangkan pada bagian ujung selalu diberi hiasan. Lain-lain Masih banyak lainnya. jukung sarupih. Gambar Perbedaan Perahu dan Rangkan Gambar Perahu (Foto : Dokumentasi Kel. bakis jukung. yaitu perahu berserupu. namun dapat melaju kencang. sama-sama perahu. Arti lain dari lasang ialah tempat sirih.Tjilik Riwut) Di Sungai.Lasang Perahu berukuran besar dan dapat berlayar cepat.Tjilik Riwut) Gambar Rangkan (Foto : Dokumentasi Kel. yaitu perahu berserupu dan berukuran besar – sejenis kapal. Banama Tingang Sejenis rangkan. Pangkoh Sejenis perahu Rakit Sejenis alat transportasi air yang dibuat dari susunan bambu atau kayu ringan yang diikat rotan. basean. arut. sejenis kapal dan dapat berlayar di laut. Gerakannya tidak begitu laju bila dibandingkan dengan motor tempel. Banama Sejenis rangkan. akan tetapi karena hiasan pada ujung perahu berbeda.

Kapal ialah perahu bermesin dan berserupu. Serupu yang tersusun, menjadikan kapal berukuran besar. bermesin. Di Darat dengan Jalan Kaki Di masa yang telah lalu, transportasi di darat hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki menembus rimba belantara. Sejauh apapun tujuan yang akan dicapai, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berjalan kaki, terkecuali apabila perjalanan itu dapat ditempuh melalui sungai, barulah sarana perahu, rangkan atau kapal bisa digunakan. Dalam perjalanan, mereka tidak pernah lupa membawa mandau yaitu senjata utama suku Dayak. Ketika berada di hutan, mandau banyak kegunaannya, selain berguna untuk menyelamatkan diri dari serangan musuh dan binatang, juga digunakan untuk menebang semak-semak yang menghalangi perjalanan mereka. Selain mandau, mereka juga terkadang membawa tongkeh atau takada atau songkeh yaitu tongkat yang berfungsi sebagai teman dan petunjuk jalan khususnya dimalam hari, untuk meraba-raba daerah depan langkah mereka. Ada beberapa jenis tongkat, diantaranya ada tongkat yang anti ular, sehingga ketika mereka berjalan, sekalipun di daerah yang banyak ularnya, mereka merasa aman karena ular tidak berani mendekat, bahkan menjadi lemah tak berdaya. Apabila dalam perjalanan ada seorang yang sakit, dan tidak mampu lagi berjalan, agar perjalanan tidak terhambat, maka sisakit ditandu. Untuk menggendong anak kecil dalam perjalanan di hutan, biasanya anak tsb dimasukan dalam keba . Apabila perjalanan terlalu jauh, biasanya mereka tidur di hutan, terkadang membangun pondok atau gubuk sederhana untuk istirahat dan menginap di tempat itu beberapa waktu hingga lelah dan letih lenyap. Perjalanan di hutan, dengan jalan kaki ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut )

8.) Tempayan atau Tajau atau Balanga
Tajau atau balanga, bagi suku Dayak termasuk barang yang bernilai sakral. Untuk mengamati, memahami, dan mengetahui asal usul, perkiraan tahun pembuatan dan kualitas bahan pembuatan, dibutuhkan pengamatan yang sangat cermat untuk membedakannya, antara lain dengan mengamati lukisan yang ada pada tajau atau balanga tersebut. Tajau atau balanga ada dua macam yaitu laki dan perempuan. Asal Usul Balanga Menurut keyakinan suku Dayak, balanga berasal dari Ranying Hatalla. Dan dibuat dari campuran tanah untung panjang yang dicampur emas. balanga, dibuat sendiri oleh Ranying Hatalla. Dalam proses pembuatan dibantu oleh Lalang Rangkang Haramaung Ampit Putung Jambangan Nyahu, Setelah penciptaan, dan manusia telah diturunkan ke bumi dari langit ke tujuh, balanga pun diturunkan ke bumi, dan diserahkan kepada Ratu 62

Campa. Pada saat halilintar menggelegar, Ratu Campa menyembunyikan balangabalanga tersebut ke dalam sebuah gua besar yang terbuat dari batu di gunung dan dijaga ketat. Ratu Campa menikah dengan Putir Unak Manjang, yaitu puteri dari Majapahit, dan melahirkan seorang putera yang diberi nama Raden Tunjung. Suatu saat, Ratu Campa berkeinginan pulang ke langit. Sebelum berangkat ia berpesan kepada puteranya, bahwa ia telah menyembunyikan barang berharga, dan tempat di mana barang-barang tersebut disembunyikan juga dikatakannya. Namun puteranya tidak peduli dan tidak mau tahu. Pada suatu hari, petir, kilat, sambar menyambar, dan balanga-balanga yang telah disembunyikan di dalam gua tercerai berai. Ada yang masuk ke dalam laut, ada yang menjelma menjadi kijang. Senjata-senjata, menjelma menjadi ular, dan gong menjelma menjadi kura-kura. Lama-kelamaan, barang-barang tersebut ditiru oleh bangsa Cina dan dibawa ke negerinya. Atas keyakinan tersebut, balanga atau tajau, mempunyai arti khusus bagi suku Dayak. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat sekampung akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah. Menurut Prof. HM. Yamin SH, dalam bukunya Tata Negara Majapahit jilid 1, dikatakan bahwa tidak sedikit barang-barang yang berasal dari Tiongkok, ditemukan di Indonesia. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Van Orsey Flines, seorang ahli keramik.

Jenis-Jenis Tajau atau Balanga Balanga Lagie Warna, merah, kuning. Mempunyai enam sampai delapan telinga. Tinggi balanga empat sampai lima jengkal. Untuk balanga yang mempunyai telinga antara tujuh sampai delapan, harganya lebih mahal. Apabila pada bagian telinga tajau atau balanga tersebut, nampak ada bekas jari yang sangat jelas, maka tajau atau balanga tersebut laki-laki. Akan tetapi apabila bekas jari yang nampak tidak begitu jelas, maka balanga tersebut perempuan. Apabila pada bagian telinga bergigi, dan lukisan yang ada tidak begitu terang, maka harga balanga tersebut tidak mahal. Balanga yang menunjukkan kelakian yang tulen, apabila di bagian pinggir mulut balanga, ditemukan garis. Sebangkang Balanga jenis ini berwarna kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga ukuran besar, hingga pada bengkokannya dapat digunakan untuk menggantung parang. Tingginya empat sampai lima jengkal dan bermulut besar. Lakian dan Brahan Balanga jenis ini, telinganya lebar, antara satu setengah sampai dua jari. Namun apabila dibandingkan dengan telinga Brahan, ukuran telinga lakian, agak lebih kecil sedikit. Biasanya ditemukan lukisan naga yang lebarnya antara dua sampai tiga jari. Brahan dan Lakian, bentuknya hampir sama, perbedaan hanya pada lukisan naga saja. Patokan untuk membedakan Brahan dan Lakian adalah : Brahan bersisik, telinganya berbentuk bundar dan ukuran telinga hanya satu inci saja, dan ada lubang-lubang. Apabila dalam lukisan naga terlihat jelas ada mata dan hidung, menunjukkan bahwa

63

Brahan tersebut tidak palsu. Brahan yang paling baik, apabila sisik yang ada berjauhan letaknya dan terlihat bahwa naga hendak mengambil buah yang tergantung disitu. Balanga Berikit Disebut berikit, karena dari sebelah bawah sampai leher balanga, di bagian sebelah menyebelah, menyerupai belahan rotan. Balanga Rantungan Ialah balanga yang belahan rotannya bersusun dua, dan dibagian leher sebelah atas, ujungnya sedikit bengkok keluar, menyerupai bundaran. Balanga Tamun Tidak berikit Balanga Rimpah Tidak berikit Balanga Tingang Ada lukisan berbentuk burung tingang, harganya murah, tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal . Balanga Bingkon Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Bako Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Balanga Kemis Tinggi dua setengah sampai tiga setengah jengkal, keliling lima sampai tujuh jengkal. Rawie Rawie, berwarna kemerah-merahan, mempunyai enam buah telinga. Tingginya empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan. Merajang Berwarna kuning muda, terkadang ada pula yang berwarna agak kemerah-merahan. Mempunyai enam buah telinga, dengan tinggi empat sampai lima jengkal, tidak ada lukisan gambar. Tajau Macan Telinga kecil, tetapi tidak berlubang. Bibir sedikit turun ke bawah. Tajau jenis ini banyak macamnya, ada pula yang termasuk jenis terbaik dan hampir menyerupai Brahan. Jenis Balanga lainnya Balanga lagi, Perempuan laki, Balanga Haramaung, Perempuan Halamaung, Laki Prahan, Laki Rentilan, Parampuwan Rentian, Sabangkang, Prahan atau Brahan, Balanga atau Tarahan, Rawie, Marajang, Tajau, Sahuri, Potok, Kalata, Basir, Rumos.

64

65 . Bentuk enggalan Untuk rumah bentuk kenyah dan bahau. Juga ditemukan adanya awa. Pojongan. Dinding terbuat dari papan dan anyaman bambu. keamanan seisi rumah terjamin. Bentuk Longlat. terbuat dari kayu yang kokoh. sekitar dua sampai tiga meter dari tanah. menumbuk padi. Rumah Betang/Lamin Gambar Rumah Betang Di masa yang telah lalu. terbuat dari kayu bulat. 2. yang letaknya di bawah ruang tidur. Tak jauh dari rumah besar. dan tangganya terbuat dari batang kayu ulin.) Perumahan Penduduk Rumah Asli Penduduk Suku Dayak di Kalimantan Timur Rumah asli penduduk suku Dayak di Kalimantan Timur disebut Lamin dan terbagi dalam tiga bentuk. semua tiang rumah terbuat dari kayu ulin. lebarnya antara sepuluh sampai tigapuluh meter. Berau. secara garis besar sama dengan rumah-rumah Dayak pada umumnya. Rumah bentuk tenggalan. dan untuk dapat naik ke serambi harus melalui tangga yang disebut hejan. Tinggi rumah antara lima sampai enam meter dari tanah. yang ada hanya tempat membikin api. Serambi muka dari rumah tersebut panjang dan disebut awa. dan menyimpan kayu bakar. banyak dijumpai di hulu Sungai Mahakam. Namanya jurang. sering dibuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama. yang disebut solek. Dapur juga tidak ditemukan. 3. Gunanya untuk menjemur. dibuat lubang di atap yang bisa ditutup.9. Rumah bentuk longlat banyak ditemukan di sepanjang Sungai Kayan dan disekitar kampung longlat. Tangga ditemukan untuk menghubungkan awa dan lamin. merupakan tradisi bagi suku Dayak apabila membangun rumah dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong oleh seluruh keluarga. terdapat di Tanah Tidung. Ditemukan juga ruang permusyawaratan. dan bila siang dibuka. Rumah yang dibangun berukuran besar dengan panjang mencapai tiga puluh sampai seratus limapuluh meter. juga untuk menginap para pendatang. atap terbuat dari sirap atau kulit pohon. lantai terbuat dari papan. yaitu : 1. Rumah Suku Dayak Leboyan Kalimantan Barat Bangunan rumah suku Dayak Leboyan. dijumpai rumah kecil dan lebih rendah. Bentuk Kenyah dan Bahau. manfaatnya untuk tempat bermusyawarah. Dengan demikian. Sebagai pintu ialah lubang-lubang besar di lantai. Jendela tidak ditemukan. dan Lepumaut. Sebagai pengganti jendela. Apokayan. bertiang tinggi antara tiga sampai empat meter dari tanah. dengan bentuk longlat. Untuk membangun rumah mereka selalu memilih lokasi di pinggir sungai.

satu-satunya tangga di rumah betang. orang Dayak tidak pernah memakan daging anjing karena bagi mereka anjing adalah pendamping setia yang selalu berpihak kepada mereka khususnya ketika mereka harus berada di hutan untuk berburu. Ruang untuk menyimpan senjata namanya Bawong. Di halaman depan rumah Betang biasanya disediakan Balai atau Pasangrahan tempat menerima tamu ataupun ruang pertemuan. atau berladang. Di halaman depan atau kadangkadang di sebelah belakang rumah betang ditemukan sandung yaitu tempat menyimpan tulang-tulang kerabat mereka yang telah meninggal dan telah mengalami proses upacara tiwah. Sekalipun ukuran rumah sangat besar namun pintu dan tangga hanya tersedia satu buah saja dan terletak dibagian depan rumah. merekapun membutuhkan anjing-anjingnya untuk menemani saat berburu binatang di hutan. menghindari musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba. Gambar Hejan atau hejot. Atap rumah terbuat dari sirap. menghindari binatang buas. Penghuni satu rumah bisa mencapai seratus sampai dua ratus jiwa. juga untuk menyimpan halu dan lisung. 66 . Suku Dayak gemar memelihara anjing. Selain anjing kadang-kadang mereka juga memelihara kucing dan burung-burung.Tjilik Riwut). Tangga tersebut dinamakan hejan atau hejot. Dibagian sebelah belakang rumah betang ditemukan sebuah balai berukuran kecil yang disebut kerangking atau jorong atau tukau yang digunakan untuk menyimpan alat-alat bertani. Kayu yang dipilih untuk membangun rumah ialah kayu ulin selain anti rayap kayu ulin juga berdaya tahan sangat tinggi mampu bertahan ratusan tahun. selain mereka sangat menyayangi anjing-anjing yang mereka pelihara dan rawat dengan penuh kasih sayang. Setiap keluarga mempunyai kamar sendiri berbentuk ruang berpetak-petak. Rumah demikian dapat dikatakan sebagai rumah suku karena di dalamnya dihuni oleh satu keluarga besar yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau seorang Kepala Suku. berdinding kayu bahkan kadang-kadang dinding terbuat dari kulit kayu. ( Foto Sapondu : Dokumentasi Kel. Kadang-kadang satu keluarga memiliki dua belas ekor anjing bahkan kadang-kadang jumlahnya lebih banyak lagi. juga memiliki dapur sendiri-sendiri. juga karena tuntutan adat. Kadang-kadang Petahu atau pangantoho yaitu rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah pemujaan ditemukan di halaman depan rumah betang. Dimasa yang telah lalu. Lantai terbuat dari kayu.Rumah yang dibangun tinggi dari tanah tersebut dengan maksud untuk menghindari banjir. Di halaman depan rumah betang atau lamin juga ditemukan sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang fungsinya untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upacara adat. dan tiap ekor anjing mereka beri nama.

Salah satu contoh rumah yang terbuat dari kulit kayu. gong. Gambar Rumah Penduduk di daerah Katingan. Jenis burung yang sering dipelihara ialah burung sarindit. berfungsi sebagai rumah darurat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari ketika mereka sedang bekerja di ladang atau pada saat musim buah durian. tajau. Benda benda sakral yang umum mereka miliki adalah guci. terkadang dari kajang. maka untuk merangsang lebih cepat dan banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh burung tiung yang mereka miliki itu. bila duduk menggunakan alas tikar. diantaranya setiap malam jumat mereka gosok lidah tiung dengan emas. ada pula penduduk yang membangun rumahnya sendiri. tanduk rusa sebagai perhiasan dinding. Hanya dalam upacara adat tertentu potongan-potongan kayu besar dibutuhkan untuk tempat duduk. Perlengkapan rumah tangga yang umum mereka miliki ialah tikar. tempayan. tiung akan mati. Khusus untuk burung tiung. mereka berteduh dan beristirahat di dalamnya. karena dapat bicara menirukan suara yang didengarnya. beberapa cara mereka lakukan. Lanting Lanting adalah rumah yang dibangun mengapung di atas air sungai. begitu melihat darah. selimut yang terbuat dari kulit kayu atau ditenun sendiri yang dinamakan manantang. 67 . bantal. patung-patung kecil yang mereka pahat dan ukir sendiri. seperti balanga. piring malawen.Kurungan burung mereka buat sendiri. Rumah Keluarga yang terbuat dari kulit kayu Selain rumah-rumah tersebut di atas. Sambil menunggu jatuhnya buah durian. tiung pantang melihat darah. selain tiung sangat gemar lombok yang pedas tersebut. juga lombok rawit pedas sering mereka berikan kepada tiungnya. butiran emas yang mereka dulang sendiri. juga lombok rawit membuat tiung lebih lincah bicara. (Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut ). Terkadang rumah tersebut terbuat dari kayu. Pasah/Puduk Pasah/Puduk ialah rumah kecil yang dibangun di ladang atau kebun buah durian. juga kulit kayu. Mereka tidak mengenal meja dan kursi. burung talisok dan burung tiung (Beo).

BAB VI Sistem Mata Pencaharian 68 .

1.) Peralatan Berburu
Tampuling Tampuling ialah alat berburu. Tampuling bentuknya menyerupai duhuk hanya ukurannya lebih kecil. Bentuknya sejenis tombak bermata dua dan tangkainya terbuat dari bambu berukuran 1,75 m. Pada ujung tombak diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau agar tancapan ujung tombak tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran sehingga pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. Jarat Jebakan terikat. Tambuwung Menangkap binatang buruan, dalam keadaan hidup. Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Karena ingin menangkap binatang buruan dalam keadaan hidup maka di dalam lubang tidak diberi senjata tajam. Dibagian atas lubang ditutupi ranting-ranting pohon dan dedaunan kering, sehingga binatang yang lewat jatuh terperangkap ke dalam lubang. Apabila tidak awas dan waspada, mungkin saja manusia yang terperangkap. Oleh karena itu bagi siapapun yang berjalan di hutan harus waspada mengamati salugi yaitu bambu runcing yang diletakan di daerah sekitar situ, arah bambu menunjukan arah tambuwung. Maksud salugi adalah semacam pemberitahuan kepada yang lewat di daerah tersebut bahwa di daerah itu ada dipasang Tambuwung. Apabila manusia yang terperangkap, berarti kesalahan sendiri karena ketika berjalan tidak waspada mengamati rambu-rambu di hutan. Sangguh Sipet Sangguh Sipet adalah tempat anak sumpitan yang berbentuk tabung. Sangguh Atep Sangguh Atep artinya tutup sangguh sumpitan. sipet atau tutup tempat menyimpan anak

Sambulut Perangkap burung yang bahannya terbuat dari getah rekat bagai lem. Burung yang hinggap akan merekat dan tidak dapat lepas sampai pemilik sambuluh datang. Katek Katek berarti ketapel, yaitu alat untuk penangkap burung. Biasanya burung yang dibidik dengan ketapel dan tepat sasaran akan mati. Sepan-Sepan 69

Sepan-sepan adalah sumber air yang rasanya asin dan digemari oleh binatang buruan seperti kijang, rusa, bahkan berjenis-jenis burung menyukainya. Sepan-Sepan yang terkenal terdapat di daerah hulu sungai Sanamang daerah kampung Balai. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 berduyun-duyun binatang buruan mendatangi tempat itu untuk minum air asin yang terasa hangat. Ditempat itu pula para pemburu telah menunggu dan mengintai binatang buruannya. Cara membuat sepan tiruan adalah dengan mengumpulkan batang kelapa yang kemudian dibubuhi garam, maka binatang buruan akan berdatangan. Salugi Salugi adalah jenis totok bakaka, atau bahasa sandi yang telah sangat dipahami oleh Suku Dayak. Salugi, semacam rambu-rambu petunjuk bagi lalu lintas hutan. Bila menemui salugi yaitu bambu runcing yang diberi cacak burung yaitu tanda (+) yang digambar dengan kapur pada sebuah bambu runcing yang ditancapkan di tanah, berarti waspada. Amati arah salugi tersebut, arah salugi menunjukan arah tempat perangkap binatang telah dibuat atau dipasang di daerah tersebut. Sansuruk / Jarat Palanduk Sansuruk atau Jarat Palanduk ialah sejenis alat penjebak untuk berburu binatang khususnya pelanduk atau kancil. Sansuruk terbuat dari jenis kayu lentur yang lurus, dengan panjang empat meter. Ujung kayu ditancapkan ke tanah dan ujung lainnya diikat rotan sepanjang dua meter. Apabila rotan ditarik ke arah bawah, maka kayu akan melentur. Untuk mempertahankan lenturan tersebut maka rotan dikaitkan pada sebuah patok setinggi tiga puluh senti meter dan pada bagian ujung rotan dibuat lingkaran simpul hidup. Dengan demikian apabila binatang melalui dan menginjak simpul hidup tersebut, maka tali yang hanya dikaitkan sedikit akan terlepas, kayu yang lentur menarik dan binatang yang lewat terjerat di simpul hidup. Sempiti / Poti Sempiti atau Poti adalah alat berburu binatang berkaki empat dengan menggunakan bambu runcing yang dipasang sedemikian rupa sehingga apabila ada binatang yang menyentuh alat pemicu maka bambu runcing akan segera meluncur mengenai sasaran. Sangkatok / Saketung / Jarat Tupai Sangkatok atau Jarat tupai adalah alat berburu sejenis jerat khususnya untuk menjerat tupai, tikus dan binatang mengerat lainnya. Sangkatok terbuat dari bambu.

2.) Ikan

Cara

Menangkap

Maneser tukung Menyelam dan menangkap ikan yang telah terperangkap dengan sejenis alat yang disebut mahauk yaitu sejenis jala yang bertangkai. foto Maneser Tukung (Photo : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut.) 70

Manyauk Menangkap ikan dengan alat yang disebut sauk, seolah menyaring air, dan ikan yang tertangkap, tertinggal sauk. Manuba Meracuni air di sungai atau danau untuk menangkap ikan. Mamisi Memancing. Manjala Menjala ikan. Marengge Menangkap ikan dengan mengunakan sejenis jaring yang mengapung. Mahaup Menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang bertangkai. Pasat Menangkap ikan dengan sejenis jaring yang pada ke empat sudut diberi tali dan diikatkan pada sepotong kayu. Ngaruhi Menangkap ikan dengan cara diburu ke suatu tempat, kemudian disauk. Pada umumnya menangkap ikan dengan cara ngaruhi dilaksanakan pada waktu air surut, di daerah yang banyak ikannya. Kemudian dengan cara beramai-ramai penduduk menghalau ikan dengan menggunakan ranting-ranting pohon menuju kesuatu tempat. Merawai Pancing banyak, tiap pancing diberi pelampung. Nampana Menangkap ikan saluang.

3.) Peralatan Menangkap Ikan
Pisi Pancing kecil yang bertangkai, gunanya untuk menangkap ikan-ikan kecil.

Banjur Banjur digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar, umpannya adalah ikan hidup, biasanya tanpa menggunakan tangkai pancing dan tali banjur diikat di pohon kayu. Ikan besar yang tertangkap hanya seekor saja. Buwu Tali Ditunggu dengan perahu, dan tali dipegang. Untuk menangkap ikan atau buaya. 71

Tangkalak Tangkalak ialah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dan ruangnya menyempit sehingga ikan yang telah masuk kedalam tidak bisa keluar karena tidak bisa membalikkan atau memutar tubuhnya. Bentuknya seperti tombak bermata dua bahkan lebih. Duhuk Duhuk adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tombak bermata dua. hampir sama dengan banjur tetapi pada rawai tali pancing panjang yang mengapung diatas air kemudian dipasang banyak mata pancing dengan arah tegak lurus. Bagian ujung meruncing. Dibagian ujung dipasang besi runcing dan pada sudut diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga tancapan ujung tombak pada tubuh binatang buruan tidak mudah terlepas. Keistimewaan alat ini ujung tombak dapat terlepas secara otomatis apabila mengenai sasaran. Ukuran Tangkalak bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Di bagian dalam dipasang ijab atau hanjab yang berbentuk krucut dan meruncing kebagian dalam. Daya rekat serapang sangat kuat karena pada ujung diberi kaitan semacam kancing yang biasa disebut ahau atau lajau sehingga ikan yang terkena jarang terlepas. Dasarnya berbentuk cekung dan atasnya berbentuk elips dan terbuka. Oleh karena itu pada pangkal tombak diikat seutas tali yang berfungsi sebagai alat penarik binatang yang kena sasaran. 72 . Rawai Alat menangkap ikan. Serapang Serapang adalah alat penangkap ikan. Lukah terbuat dari bambu dan ijabnya terbuat dari rotan. Bahan pembuatan dahiling atau tangguk ialah bambu atau rotan. Dahiling atau Tangguk Dahiling atau Tangguk atau sauk ialah alat penangkap ikan terutama ikan-ikan kecil di rawa atau di sungai kecil yang airnya dangkal. Biasanya lukah dipasang di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa yang berarus dan diletakkan mengarah arah datangnya arus pada saat air pasang ataupun air turun/surut. Ikan berukuran besarpun tidak terkecuali dapat tertangkap dengan alat ini asalkan ikan-ikan tersebut sedang berada di daerah rawa yang berlumpur dan bersembunyi di sela-sela akar-akar pohon atau diantara bebatuan dan masuk dilubang-lubang tanah. Ukurannya bervariasi. semacam selugi tetapi di air. Insoi Lowu Insoi Lowu sejenis duhuk namun ukurannya lebih kecil. Panjang tangkai tombak bervariasi sesuai kebutuhan namun pada umumnya dua meter. Duhuk hampir sama dengan tampuling hanya ukurannya lebih kecil dan pada umumnya duhuk digunakan untuk menangkap/berburu ikan.Sakang Untuk menangkap buaya. Lukah Lukah adalah alat penangkap ikan yang berbentuk tabung memanjang dengan ukuran bervariasi sesuai selera dan jenis ikan yang menjadi sasaran penangkapan.

Lurang. Ringkap. Sambil menyelam. Pada bagian atas tukung diberi tutup yang tidak permanen. Rawai Banjur. Rempa. Hancau. Sebelum dilemparkan ke sungai. Hantai. Kabam. Tingginya diusahakan mencapai batas air pasang. pada mata kail diberi umpan. Lain-lain Masih banyak lainnya. misalnya Rengge. tidak dapat keluar lagi karena badannya akan melekat pada duri-duri tersebut.) Peralatan Perladangan 73 . pada tali rawai terlebih dahulu diikat mata kail dengan ukuran yang bervariasi. Pikat. Jala. pemilik tukung mahauk lauk yaitu menangkap ikan dengan alat semacam jaring yang bertangkai. dan luasnya sekitar dua sampai tiga meter. 4. Salambau. bagian tengah diberi ahau dan dindingnya diberi duri-duri. Tukung. Tali rawai dari serat kayu tengang atau boleh juga tali nilon. maka ikan tidak bisa keluar karena terhalang ahau. Umumnya ikan-ikan yang terperangkap berukuran besar. sehingga pada saat air pasang banyak ikan terperangkap dan ketika air surut ikan-ikan tersebut telah aman berada di dalam tukung. Pasuran. Bubu/Buwu. Buwu Puring. Rakep. Dibagian sebelah atas dipasang pelampung yang terbuat dari bambu. Caranya tali rawai diulur panjang dan diperkirakan sampai mencapai dasar sungai. gunanya untuk jalan masuk pemilik tukung ketika ia menyelam dan memasuki bangunan tukung untuk menangkap ikan yang terperangkap di dalam tukung . Tampirai. Pasuran Pasuran adalah alat penangkap ikan kecil-kecil. terutama di daerah yang banyak ikannya. Siap. Tukung Perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan diikat rotan. Santagi. Pintu masuk disediakan pada bangunan tukung. Pasat. Serapang. Telung. Apabila ikan masuk ketabung kecil yang telah diberi umpan. Takalak. Tambu. Ukuran tukung bermacam-macam sesuai kebutuhan. Tambak udang. dibawa ke permukaan sungai atau danau dan diterima oleh salah seorang yang bertugas mengamankan ikan yang telah terjaring di dalam perahu. Salahawu. Takalak Liau. dan pemilik meneser atau menyelam kembali ke dalam tukung untuk menangkap ikan lainnya. Banjur. baru kemudian diberi pemberat dan dilemparkan ke sungai. Lukah. yang berbentuk tabung memanjang.Sentapo Sentopo alat penangkap ikan. Perangkap ini dibangun permanen di dalam sungai atau danau. Jebuk. Ikan-ikan yang terjaring. Pada dinding dibuat lubang yang gunanya untuk tempat menancapkan tabung kecil yang ujungnya diberi ahau. Bentuknya seperti tabung dan terbuat dari rotan atau bambu. Sehingga apabila ada ikan besar bersisik tebal masuk sentapo. Haup. Embang. Hempeng/Hampang. Panggilar/pengilar. Rawai Rawai ialah alat penangkap ikan dengan cara dipancing. Tangkawing.

Balasai Balasai terbuat dari anyaman daun rais. Misalnya membuat perahu. Tangkai tamparang disebut pahera. Bentuknya mirip ani-ani. Palundu Palundu sejenis balakon. bagian ujung gepeng. Beliung Beliung adalah sejenis kapak yang gunanya untuk menebang pohon. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. gunanya untuk membuat lubang di tanah. Pada bagian tepi diberi anyaman daun untuk pegangan. Bagian atas dilingkari rotan yang lebih besar dan dari lingkaran tersebut diberi tali yang terbuat dari anyaman rotan selebar 5 cm agar lebih mudah bila diikatkan pada pinggang. 74 . Bagian sebelah atas yang tidak bertutup diberi anyaman untuk pegangan.7 cm dan panjang 10 cm untuk tempat pegangan dan disebut palantan. bagian tajam berbentuk melengkung. karena memang membawa palundu tidak perlu diikatkan dipinggang. berdiameter 30 cm. dapat juga terbuat dari seng tipis. tinggi 30 cm. Ucung Ucung adalah tempat membawa benih padi pilihan yang segera akan ditanam. daun bingkuang ataupun daun purun. pangkal tempat landasan pisau terbuat dari kayu dan alat potongnya terbuat dari besi.Tamparang Tamparang ialah alat untuk membuat lekuk atau lubang pada kayu. Bagian belakang meruncing dan diikat kuat pada tangkainya dengan menggunakan rotan. Berbentuk tabung berdiameter 25 cm. Kapak Kapak ialah alat penebang pohon atau pemotong kayu. sedangkan laki-laki menggunakan luntung. Ranggaman Ranggaman ialah alat pemotong padi. Sering kali balasai digunakan untuk mengangkat padi setelah dijemur. Ambang Sejenis mandau Linggis Besi panjang berukuran 1 meter. Balakon Balakon terbuat dari anyaman rotan. tangkai terbuat dari bambu. Pada umumnya balakon digunakan oleh perempuan dengan cara diikat dibagian pinggang untuk mengangkat padi setelah panen ke tempat penjemuran. Bentuknya seperti cangkul kecil. berdiameter 20 cm. bagian atas diberi tutup. Tangkai beliung yang disebut pira atau pahera terbuat dari cabang kayu elastis kuat dan panjangnya tujuh puluh lima sentimeter. bedanya pada palundu tidak ditemukan tali untuk diikatkan dipinggang. dan sebagainya. Mata atau alat pemotongnya terbuat dari besi. lekukan atau lubang lesung. Berbentuk bundar panjang dengan tinggi 20 cm. Ujung tangkai beliung ditancapkan pada sepotong kayu bundar berdiameter 5 .

Amak Dawen Rais Amak dawen rais ialah tikar dengan ukuran besar yang terbuat dari daun rais dan gunanya untuk menjemur padi. Kajang Tangkap Kajang Tangkap terbuat dari anyaman daun kajang atau daun rais dan berfungsi untuk melindungi atau menutupi padi yang sedang dijemur dari curahan hujan. BAB VII Kebiasaan dan Tradisi 75 .

dan rasa syukur dan hormat semakin berkembang dan menguasai kehidupan mereka. Pahuni Pahuni ialah suatu tradisi dalam suku Dayak bahwa apabila menolak makanan yang telah dengan tulus ditawarkan untuk disantap. Naluri membalas kebaikan yang pernah diterima. bahkan tradisi demikian menjadikan orang Dayak memiliki ikatan batin yang kuat kepada sesamanya . mereka akan menyentuh tempat atau piring di 76 . Semua kebaikan yang telah mereka terima. bahkan dalam setiap kesempatan. tidak begitu saja melupakannya. Apabila terpaksa harus menolak. Resiko berupa malapetaka. demi menetralisir situasi. baik ringan maupun berat. serta rasa hormat yang mendalam. bahkan bisa membawa kematian. satu sama lain selalu menceritakan kebaikan yang pernah mereka peroleh dari sesamanya. Seorang yang telah menerima kebaikan dari sesamanya. namun kelak anak cucu mereka yang tergerak mengupayakan membalas kebaikan. mereka selalu menceritakan kepada anak turunannya semua kebaikan-kebaikan yang pernah mereka terima. sekalipun tidak langsung kepada yang bersangkutan. Terkadang kebaikan seseorang tidak langsung diterima kembali olehnya. Dalam setiap kesempatan.1. maka akan ada resikonya.) Beberapa Hal Ungkapan Rasa Terima Kasih Bahasa Dayak tidak mengenal kosa kata ungkapan rasa Terima Kasih. Biasanya orang Dayak selalu ingin membalas kebaikan dengan kebaikan. Demikian pula seluruh keluarga. Ungkapan rasa terima kasih diungkapkan dalam sikap dan perbuatan. Dengan demikian secara tidak sadar. anak turunannya juga turut serta mensyukuri. serta menyebutkan dengan lengkap nama dan identitas rekan baiknya itu. khususnya nasi goreng dan makanan yang terbuat dari ketan. bukan menjadikan beban bagi mereka. namun memiliki nilai kebahagiaan sendiri. mengenang dan menghormati orang yang telah berbuat baik bagi keluarga itu. mereka simpan dalam lubuk hati yang terdalam. orang yang pernah menerima kebaikan dari seseorang akan selalu berusaha membalas kebaikan yang pernah mereka peroleh.

sikap dan perbuatannya. Lapak Laminak Lapak Laminak atau cacak burung adalah tanda silang yang diyakini sebagai penolak bala. Baputi – putih 2. Dengan demikian penolakan tersebut telah dianggap sah dan terbebas dari resiko kepuhunan. maka anak yang akan lahir. Selain dengan cara itu.) Warisan dan Angkat Anak Pembagian Warisan Suku Dayak Ngaju Tiga hal yang berkaitan dengan masalah warisan : 1). harus mampu kontrol diri dalam setiap kata. Karena apabila lepas kontrol. Bahijau – hijau 5. Bahenda – kuning. harus berangkat sebelum atau sesudah Selasa. terpaksa salah satu ngalah.mana makanan diletakan sambil berguman mengucapkan kata singkat “sapulun”. Tanda tersebut pada umumnya digambarkan pada sebilah bambu atau pada daun sawang yang digantung di depan rumah. Salasa Salasa berarti Selasa. Misalnya dalam suatu keluarga. kakak pergi ke arah timur dan adik ke arah barat. Bahandang – merah 3. ialah orang yang berhak menerima harta /warisan. misalnya saja memotong tangan kelawet yaitu sejenis orang hutan. dikhawatirkan mengalami cacat pada tangannya. orang Dayak selalu berusaha menghindari hari Selasa. Pahingen Pahingen ialah suatu tradisi dalam masyarakat Dayak bahwa seorang suami yang isterinya sedang mengandung bayi mereka. Ahli Waris. untuk menetralisir dapat pula dengan cara menjumput sedikit makanan yang ditawarkan tersebut sedikit. Terutama apabila bepergian dengan arah yang bertolak belakang. Akan banyak kesalahan dan kesialan yang dialami bila nekad bepergian pada hari Selasa. Apabila bepergian. dua kakak beradik akan bepergian ke tempat yang berbeda pada hari Selasa. sambil berguman “pusepuse”. demi menghindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apabila keberangkatan tersebut memang tidak mungkin lagi ditunda. 4. 77 . Warna Lime Ba Lime Ba berarti lima ba maksudnya lima warna yang dimiliki oleh orang Dayak yaitu 1. 2. karena bagi mereka hari Selasa – sala – yang berarti salah. Babilem – hitam.

baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. baru kemudian saudara ibu atau saudara bapak. karena resikonya tidak kecil. maka harta warisan diserahkan kepada janda atau dudanya . saudara kandung. dengan disaksikan oleh Demang atau Kepala Adat. Sesama mungkin saja dikelabui.) Tandak Tandak berarti menimang. Akan tetapi pada umumnya seorang yang hidupnya penuh kepura-puraan. tidak punya keberanian untuk ditandak. Apabila ada anak angkat. 3. Akhir-akhir ini ada semacam perjanjian dalam perkawinan yang menegaskan bahwa apabila tidak punya anak. 78 . serakah atau sedang melakukan penipuan. Jenis kelamin tidak dibedakan. 3. Urutan penerima waris menurut tradisi Dayak Ngaju ialah isteri. dengan disertai upacara adat memotong hewan korban. Pewaris ialah orang yang memiliki harta benda tersebut Warisan ialah harta benda yang ditinggalkan. maka warisannya diserahkan kepada jandanya dan bagian lain diserahkan kepada orang tua dan saudara kandungnya. 2. karena ia akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati. akan tetapi mana mungkin manusia mampu mengelabui Ranying Hatalla? Tulah atau kualat akan diterima apabila nekad menerimanya. anak angkat. anak. Angkat Anak Cara mengangkat anak angkat menurut tradisi Dayak adalah sebagai berikut: anak telah dipelihara dan dirawat dengan baik semenjak masih kecil. Apabila yang meninggal tidak mempunyai anak. Seorang yang hidupnya bermakna bagi sesamanya. lalu makan bersama dengan para pemuka kampung.2). 3). tidak jujur. kemudian anak dipalas dengan darah binatang korban. boleh ayam atau babi. Contoh-contoh Tandak Tandak Anak Nyaru Hapantar Batu Antang Liang Habalau Kilat Mangkalewu Bukit Batu. terkadang ditimang dan disanjung. sekurang-kurangnya disaksikan oleh seorang Pembakal atau Kepala Kampung. cucu. Sejak itu anak dianggap telah sah diangkat sebagai anak angkat dalam keluarga barunya. Barigana garing Bulau Sangkalemu Baterus penyang salumpuk bukit tunjung nyahu. 1. Barigana haramaung menteng Kinjap Palangka Bulau Ruhung. Barigana hanjaliwen babilem Ganan Ulai Telun Penyang. maka harta warisan itu jatuh kepada anak angkatnya.

panggirik lingu Jadi bajanda pintu jajingan Manarui paturung pangarasang karandem Akan tingang manuk Sangiang Ije dohong hanjanjungen enteng Akan ranying Tangkarayung Jalayan Kabontenga nyari angkat hanyie Mangat tingang dia hungkui dandang Mandui Riak Penyang Uka haramaung dia mekut tambang Hapanduyan ringkin paturung Dia Tingang taratingkai dandang Malawan Tambun Baputi Kueh Haramaung tarasamping tambang Hakajang dengan ihing bajaleang. Mangat Tingang sangiang Dia enteng mulang nahabajing gandang Uka Ranying Tangkarayung jalayan Dia Hany tendur mahatambit sambang Mangat penyang sawu-sawuh entenge Mapaleteng tarung tambun baputi 79 .Tandak Penyang Menteng Malang malampai tanduk Putir bawin sangiang Maut mamehera kininge Kameloh taran jalayan Manuntun mangep kilau tatak rahung Manuntun bumbung daren purun Manurang marinak ingkah jari pulang Manureng Pandung irit Bungai Kapandukan Rawing Tempun Telun Jari mukung sambang garantung Tempu enon lumbah haburung bulau Jari bajanda tintun janjingan Rangkang Penyang Panjanjuri Balua batang danum jalayan Parukat Sehang Bapindak bahanjung gohong Labehu pali mangantimbung tambun Lelek batu Rangkang mangareheng tanggar haramaung Jadi mukung sembang garantung Manarui penyang.

Uka paturung giri-giri hanyie Nampalilap tintinge ihing bajaleang Mangat ikei lapas Bara kalung jela bulu Uka ikei liwus Bara genjen untei rabiu Mangat penyang tambun baputi Leteng lilap baranehu Uka paturung ihing Bajaleang malangiau Mangat tarung lampang Ngangapung duhung tambing benteng Uka tinting kalapangan Nyarupih talawang tambing Mina penyang ije bahari simpeie Baka lenyuh tambun baputi Mingkes paturung ije mait sandike Bahalap ihing manjaleang Hemben daraduan hambekan katun Aku manandak balitan Rawing Tempun Telun Metuk dinon kajaretan etuk Aku mangarunya lumbah balai palangka Nahingku terunge lampang Bababalai lawang labehun langit Nyaneangku selatan tinting Batuyang rantau kangkuria hawun Mina penyang menteng Mujang lawang langit Mingkes paturung bahanyi Manyamparau rantai hawun Hinjap antang manamuei Duhung sarak tanjung ambun Hiket kenyui rewen maja pulang Tangkuranak luwuk enon Jaloh nipang kambu kameteng penyang Katapasan bukit jadi pantang tambange Jaloh nipeng raning kapandereh bunu Katapasan lunuk jari puntuh ruhung Jaloh nipeng bangun tarajun ambun 80 .

Katapasan labehu jari tuwen penyangm Jaloh nipeng bulau kayun tangguie Katapasan langit penda tingan Puna bulu menteng ikau dia lalangena Talawang bahanyi ikau jaton sampalangen Hemben duan kambekan katun Aku manandak gangguranan aram Mantuk rinun kajuretan ituh Aku mangarunya sasabutan bitim Malik bahing patun ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik Bahing pantun Ambang Akamu manandak gawin gangguranan aram Mulas salintik luhing Aku mangarungi sasabutan bitim Malik lagu : Inanggareku aram duhung kurik kinjap Kuit lawang langit Nansuwaku sasabutan bitim Pulang ringkang ringit hiket Ukei kangarim hawun. Layang garun tandak sambang Akan papar penyangm hila panyambilei Inanggareku gangguranan aram Duhung kurik baka tetes hinting bunu Mansuwaku sasabutan bitim pulang Ringkang ringit Bakagetu jamban kamara ambu Ie eweh hawah gangguranan aram Ije selem toto batu piring kalingun Lisem sasabutan bitim Ije tolok bungka liang jarak karendem Ie tawa inggareku tuwe ije kabungkal Pali mupuk gantu-gantung Baka buang kalang labehu Tambun baputi uju bara tuntung Parukat tawing due katawing 81 .

kamban tahajak iwa kabantus tambilok. Badapung (Gantau) Kaleka Liau Gandang sanaman baka narah henteng palimantu baka tenong rewei raja endus habantusan. Raing 82 . Antang nyahi lentem langit kenyoi kilat randan ngangkuling peteng penyang. Sei Barangas Kaleka Liau Busun Gareng hagandang purun. Panambusan Sali nusan kayu alau hanya baratandai mingkat. Katabalan uluh balai katapang uju bararenjeng mendeng. Kambang sihong ringkang tatean hariran. Kaleka Liau Rawing basiak pamatas tungkup. kabalen kapang. Tumbang Tagiring Lewu olek rondong nasarang Rawing. • Banau atawa Bahanau. Kamban baner sihung halejar pandung balau tambun tandipah pulau tonggal nganderang tingang nusa sahinya hengkuk Ranying. rondong karangan penyang kaleka Liau Kapang baka petak rundung banama kamban tabilok baka darai lanting jalatien. Juking Lewu Tanjung Hanyi. rondong liang lentah tambun kaleka Liau Turus pandak.Ije pali ngisai tuya-tuyang Baka santung rantau ihing bajuleu hanya baratinggu Tandak Lewu Murik Murung Lewu Tumbang Murung Lewu Batu Randang Tingang. Lewu Lupak Dalam Kaleka Liau Garing randan bajamban laut. • Basarang ?. Kamban lumba bahanyi pamisah ruang. ngangkuling banama jahawen. Baka rintuh tisoi kanaruhan. Balanggar Kaleka Liau Langgau hantu pangios lewu pulu. Kueh Tandak Lewu ? • Pulau Kupang kota Bataguh pamatang sawang pulau Kupang. rondang karangan penyang bulu. kaleka ulek Nyai Undang. Badapung (Sambil) Lewu Tambak Raja. Kambun untai rabia endus habarika baka rintuh ringkin lumba. Kamban baringen kilat. baka ginjai tulang. Tumbang Tarusan Kaleka Liau Haramaung panjang ikohe. Basungkai Kaleka Liau Jala Bulau pali habirik baka tenong Riak Rawing.

Tumbang Sungei Dayang Lewu Tambak Raja. halawu pulau lentop Banama Nusa sempong tihang. Kaleka Ayam Rabia kabantus ganggerang. Rondong Sempong Tihang Kaleka Liau Moehoer batu bateras penyang. Tandak Lewu Murik Juking Kompai Lewu Juking kompai tajur ruhung. Kaleka Liau Uei Sigi baruntih sangkalemo. baka lelep Lewu Pulu. Kambang pangadien kanto-kantok hanyi petah kapandoian tanggiri hamaring. Tumbang Maluen Kaleka Liau Antang Pasihai basilo ruhung bahanyi mandui daha belum kamban kenyoi patenggau bajari pulang petah kepandoian tinggi hamaring. Kamban kanaruhan jaramai baka lilap rundung jalatien. Lewo Lentop Banama. Kaleka Liau Nyaring gila –gila enteng. Kaleka Liau Haramaung tirohtiroh entenge. busilo ruhung bahanyi mandui darah belum. kambang sukai baluhing. Kaleka Liau Lunuk hai kajang tombang ulang hagandang kamban daringan datah tingkap kanarewong antang. Kamban kenyoi patenggan bajari pulan petah kapandaian tanggiri hamiring. Juking (Kuala Kapuas) Lewu Tambak Raja rondang banjang tarahan. rondong karawah batu sambang. Kaleka Liau Rajan Pasang. Pulau Telo Pulau rotek kasanang manyang nusa lawang hajenjeng tandipah lewu kangajang apui nyaru rondong kaningkap bahan ganggereng. Tumbang Bakampat Kaleka Liau Burung Bulau busik pasebun raja. Tamiang Kaleka Liau Antang pasihai. Jari mandoi asep sandawa laut kamban siakung rawe-rawe hanyie petah kapandoian paruru barantai. 83 .Kaleka Liau Gandang sanaman kanarah henteng kamban pali mantu baka teneng riwai laut Towong jongkarang endus habantuan baka rintuh selatan kariran. Sungai Kayu Lewo payong nyaho. tuntang Liau Luruk Garu sangkabilan hintung sangiang. rondong timbok kanaruhan. katengkan nyaru kamban talali rabia kabantus ganggerang. bahanyi mandoi daha belum. Tumbang Rasanggal Kaleka Liau Taming Bulau. Tumbang Sakaraung Kaleka Liau Garantung korik tetawak lewu danom jalajan kamban janjingan rinjit titih rondong labeho pali.

Kamban hengkun banturung mamumbung pehawang. rondong ampah timpong.Kambang hanyang rabia hantapiket banuas tanterus nyalong kereng liang. Kamban mamben bahanyi petah badari luar tatanep salimbayong antang. Mangandam Lewu Jakatan rundian. Kaleka Liau Patahu menteng beheken luar palangka ruhung. Pantai (hila gantau murik) Lewu Tahuton Liau Lampang. Kamban sihong hamaring. 84 . rondong teweh dare . Kamban kenyoi patenggau pamisah raung. Kaleka Liau Rajan talawang basaki daha tambarirang.Tumbang Paraya Kaleka Liau Antang pasihai basilo ruhung pamatas tungkup. Sei Garantung Lewu tahutun pantara. Sehungkir kamban kabanteran bulan. kaleka Liau Lunuk panjang. Tangahon Lewu Pandih Batu. Mandomai Lewu olek kalingu. rondong riak sanglemo Kaleka Liau Lamiang Bulau hantantaliasae serumput mihing bukit batu. Lanting Lewu Ranting Rondong pelabuhan banama. rondong jumpang handiwung. Kaleka Liau Sawang belum merajak bukit batu. rondong gelombang pahalang. randang tambarang tingang. Rondong paseban raja. Kaleka Liau Lunuk nyaho baka giring bulu. rondong riak batu sambang. Kamban bonge hamaring manterus kereng liang. Sungai Sangalang Lewu Dandang dalam. Kaleka Liau Gareng beloh soka lumpung matanandau. Kaleka Liau Rangkang salingkat mandawen bulan. Tamiang Lewu Olek Lawang Jata. kaleka Liau Riwut dohong maliambong sambong selatan pulang panangkules bengkel bahanyi mutang giling pinang janji undun pamua lunuk bungai. Eka Antang Riak Rawing panasarang ambun balanga kenjoi ringkin loemba panasakui tambun repang garantung. Kamban baringin kilat baka ginjai tulang. rondong nyaimbur tambon baputi. rondong ngajang gangerang. Mantarei Lewu Payong nyahu. Tumbang Umap Lewu Ulek kalinga. Pantai (hila sambil murik) Lewu Pantai Bulau.

kaleka Liau Lunuk kajang lewu pulu kamban baringin datoh tongkap rondong hapamantai jalatien. Kaleka Liau Dohong tanggalong mara-marang tasale. tau mangarak penyang ije kasimpai. Bapakang Lewu jakatan. Kaleka Liau gandang lamiang pamaripih pulu towong hanyang papalapak jalatien. Kaleka Batu Lampang amba parei nyangen tingah. Kaleka Liau Nyating gila-gila entenge nakaruan pain bukit panjang halawu pulang tanggung tingang nusa sangkai tarahan tandipah pulau kurik sumpin tamaun nusa simit junjung rawing. Kaleka Liau Lunuk hai teweng katelo dia bajombang bukit tingang papui kepat dia basale dandang. Kaleka Liau Nyaring gila-gila entenge makongan garing janjihin tihang. rondong salohan tandang. Sei Dusun Lewu Galang tarahan rondang masarang rawing. Kaleka Liau Lunuk sangkalemu belum manambai paseban raja. Dahuyan Lawu Lewu Ulek kalingo rondong riak haselan. Eka Antang Raja bagelang bulau kenyoi kanaruhan batingkat rabia. rondong riak batu sambang. Rondong kereng tusang salahan tandang. Basuta Lewu Bukit Tihang Jakatan Rawing. Sei Kapar Lewu Ulek Kalinga. Mantangai Lewu olek lawang jata. Halawu pulau tonggal nganderang tingang nusa sahin nyahengkok ranying. Manusup Lewu Leleh Lentur Satasi rondang kanapan lasang. bqka tetes uhat bakau langit. Kaleka Nyaring gila-gila entenge basilo ruhung. Kamban bangingen hamaring maninggang masigit kanaruhan. Pulau Kaladan Lewu Dandang dalam rondang talian surat. Tumbun tarantang riwutdohong maliambong sambung.Penda Ketapi Lewu Mandarit Garing rondong mandarut bulau. Penda Putik Lewu olek kalingo. Tarantang Lewu Lawang Patahu rondong salampak sawang. rondong sakatan randin tandang. 85 . Rondong kamesak lohing. rondong paget Hatalla. Kaleka Liau Dahiang tabela jarang pampahiu dia tau metoh rawei pulu. Lamunti Lewu Mandarai Sambang.

Rondong riak batu sambang. Kaleka Liau Handiwung belum. Katanjung Lewu Olek kalingo rondong tahuton Liau Lampang. Tumbang Hiang Lewu Dandang dalam rondang talian surat. rondong tarion antang. rondang olek kalingo. Tawanan Lewu Olek kalengo rondong nyapenda garing balemo. Kambang jajungan rinyit titih rondang lebehu pali. 86 . Kaleka Lunuk hai belum mambai masigi due habambai. Sei Ahas Lewu Lawang Patahu. palus halawu nangkalau batang danum riak sangkalemo malangkawei guhung ringkin sangkalunyai. Timpah Lewu Nabasan sambang rondong riak batu sambang. Tawai Baru Lewu Dandang Taheta. Leleh Baner Lewu Leleh Lentur Santagi. rondong jakatan runjan. rondong kankelong bengkel kaleka Liau Rajan Tambarirang Balua Bara Singkep Langit. Aruk Lewu Olek Lawang Jata.Tapian Lisong Lewu Olek Kalingo rondong palabuhan banama. Longko Layang Lewu jakatan runjan rondong nyampeda tihang bendera. Kaleka Liau Garantung kurik panyong lewo danom jalajan. Tumbang Kajang Lewu Dandang Taheta. Katimpun Lewu Dandang Dalam. Kalompang Lewo Payong Nyaho rondong kaninding timpang. Lawang Kajang Lewu jakatan runjan rondong riak batu sambang. Belom petak kasamboyan kambang pandong hamating hating kereng kasimbu laut. Kaleka Antang Pasihai basilo rohong baka tetes uhat marau langit. rondong tarian antang. Panti Lewu Salampak Sawang rondong pandang bulan. Kaleka Liau Tingang ije kadandang kajang pukung pahewan antang bungai due kapiting tingkap parajangan dahiang.

Pujun Lewu Ampah Surat rondong jakatan runjan. Tapan (gantau) Lewu Tahutan Pantar rondong jakatan runjan. rondong olek kalinga.Penda Ketapi Due Lewu Uhat Marau Langit. Lewu Baru (Sambil Murik) Lewu tahutan panatar rondong teweh dara. rondong olek kalingo. Tapan Lewu Sakatan Runjan rondong jakatan randin tandang. rondang tahutan Liau Lampang. Kareta sei Jihi Lewu Olek Lawang jata rondang tarian antang. Marapit Lewu Jakatan Runjan. Kayu Bulan Lewu Jakatan kalingo rondong jakatan randin tandang. rondang kajang apoi nyaro. Lewu Baru (Gantau Murik) Lewu Tanjung Hanyi rondang karangan penyang. Masaran Lewu Ampah Durat rondang tihang bandera. Penda Payang Lewu Olek Kalingo. Mahuus Lewu Jakatan Runjan rondong sakatan randin tandang. Penda Muntei Lewu Olek kalingo rondong kalapan lasang. Rohong Lewu Jakatan Runjan. rondong riang batun sambang. Rondang pasang darah. Tumbang Kakat 87 . Bajuh Lewu Jakatan Runjan. Penda Panguran Lewu nyampeda garing balemo randan jakatan runjan. Dandang Lewu Jakatan Runjan.

Juking Kumpai : Amon manumon tetek tatum. baik karena sakit. aton telo ije intu bentuk sungai kapuas te asale kapal perang Belanda kahem into nyelo 1830-1835. rondang pasang darah. Tambahan Keterangan 1. selama kurang lebih setengah jam.gong .) Kematian Apabila terjadi kematian dalam suatu keluarga Suku Dayak. . Tewah. yaitu garantung atau gong dipalu tiga kali.5 Km. . . 3. maka dengan seketika mereka. Ketika ajal menjelang. gong . . Mandomai = manumon sarita uluh bakas helo bara bawak kotak . Basarang : Kaleka te metoh toh inampa tarussan akan sungai Kahayan (mintin) jari tembus benteng nyelo 1961 kepanjange 24. Pulang Pisau. aran solake Tumbang Kapuas. 2. 5. Sampit.mandoi mai atawa . Pangkalanbun. Kumai. Suara gong ditalu kuat atau keras. Tumbang Samba. Wayah to horan kaleka Tamanggung Tanjung Kompai Dohong. dengan spontan penduduk kampung bereaksi menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada warganya yang sedang menerima cobaan. mendadak atau karena mengalami kecelakaan. Kuala Kurun. ie te hila dipah Kuala Kapuas. Kuala Kuayan. Kuala Kapuas. Muara Tewe. Ada suatu tradisi dalam masyarakat. Ampah. Mandomai. dilanjutknan suara tiga buah gong yang dipalu bersaut-sautan diiringi karuau atau jerit tangis kaum ibu. hati tersayat nyeri bak tertusuk sembilu.gong . uluh bakas helo. kejariae. . kalombahe 30 meter tinai kahandalem 5 meter. yang disebarkan dengan cara berantai dari mulut ke mulut ataupun karena mendengar suara bamba atau titih gong yang bertalu-talu. Buntok. tkt. 4. Puruk Cahu. Suara yang terdengar mampu menciptakan suasana mencekam. kajariae mindah akan lewu kehu seha wayah toh bagare Marabahan atawa huran asale Tumbang Bahan atawa Muara Bahan palus manjadi Marabahan. Pulau Telo : Manumon sarita uluh bakas helo. Kasongan. kepergian atau terlepasnya jiwa menuju alam lain diiringi dengan suara bamba atau titih. mengiringi kematian dengan suara garantung atau gong. namun dengan irama pelan. Sekalipun sedang 88 . Sei = Sungai. . Aran Lewo Hai Into Kalimantan Tengah Ije Solake Palangka Raya: Ibu kota Propinsi Kalimantan Tengah ije intejek tihang solake tanggal 17 Juli 1957 awi Paduka Yang Mulia Presiden Ir Soekarno. baik keluarga maupun keluarga terdekat akan berdaya upaya menyebarkan berita kematian itu kepada seluruh masyarakatnya secara luas. Apabila berita duka telah tersebar. tuntang andau te kea aran Palangka Raya inetep awi Paduka Yang Mulia Presiden. Tamiang Layang. 4. jiwa terpisah dari raga.mandoi umai. manjadi Pulau Telo wayah toh. Kuala Pambuang.Lewu ayun hatanjung rondang pasang darah Jangkang Lewu Jakatan Runjang.

berduyun-duyun mendatangi rumah duka. karena saling usik dan tidak boleh ada kemarahan. b. Aturan tidak tertulis namun telah disepakati. runi. Pada saat penguburan. untuk menjauhkan keluarga dari arwah yang meninggal dari segala bentuk kesialan dan kematian. untuk menemani keluarga yang sedang berduka. maka didenda karena telah dianggap melanggar adat. yaitu peti mati yang dibuat dari batang pohon yang dibelah dua dan di bagian tengah dikerok untuk tempat meletakkan jenazah. Pemberitahuan kepada Duhung Mama Tandang bahwa seorang manusia telah meninggal. menggelar tikar.bekerja di ladang. yang disesuaikan dengan kemampuan atau persyaratan adat. biasanya mereka bekerja bahu membahu. 89 . agar Duhung Mama Tandang turun ke bumi untuk memandikan arwah dengan Nyalung Kaharingan Belum dan mengantarkannya ke Lewu Bukit Nalian Lanting sampai kelak upacara Tiwah dilaksanakan. Tiga Tahapan Pelaksanaan Upacara Kematian suku Dayak a. dan dikelilingi oleh kaum kerabat dan keluarga. Penguburan. kakurung. Tantulak Matei. apabila suara titih atau berita kematian mereka dengar. mereka mencoba menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyatakan dukacitanya. untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. bisa dalam bentuk raung. ibu-ibu akan datang dan berkumpul lagi di rumah duka untuk mandaring atau tidak tidur semalam. Pembuatan peti mati dilaksanakan dengan cara gotong royong. di rumah. langsung mengumpulkan kayu bakar. Kedatangan mereka ke rumah duka dengan membawa sumbangan duka berupa hasil bumi hasil usaha sendiri. kemudian ujung yang berapi disentuhkan ke kulit tubuh pelayat yang malam itu berkumpul di rumah duka. bicara pelahan. atau lainnya . segala kegiatan yang sedang dilakukan ditinggalkan begitu saja. di perahu. Pada malam hari. dengan cara gotong royong melakukan sesuatu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini menjadikan para pelayat yang mandaring di rumah duka menjadi tidak mengantuk. Pada sore hari. menyediakan tungku tempat masak memasak. maka ia harus juga hadir mandaring di rumah duka tersebut selama tiga malam terus menerus. di hutan atau di manapun mereka berada. Ada penduduk yang tanpa komando. Peti jenazah dibuat saat itu juga. Jenazah diletakkan di tengah-tengah rumah. Apabila hal ini tidak ditaati. pada saat itu juga. tidak membuat kegaduhan. menyerahkan arwah yang meninggal kepada Raja Entai Nyahu yang tugasnya sebagai penjaga kuburan. boleh saling balas membalas atau menghindari sentuhan. dibakar ujungnya. dilaksanakan acara puar atau hapuar yaitu daun kelapa kering yang masih berlidi atau bambu kering yang dibuat menyerupai batang lidi. dan banyak kegiatan yang dengan iklas mereka lakukan. Di rumah duka mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan suasana duka. semua pelayat yang hadir dalam upacara akan turut berduka dan menundukkan kepala. tanpa menunjukkan kegembiraan. setelah datang mendekati dan melihat wajah jenazah untuk terakhir kali. Peti mati yang umum dipakai ialah raung. bahwa apabila seorang telah ikut mandaring pada hari pertama. Di rumah duka.

Upacara Tiwah atau Ijambe atau Wara atau Nyorat . lalu dikenakan pakaian. Jenis peti mati ditentukan oleh ahli waris dan dibuat bersama-sama. pada satu kaki diikatkan sepotong perak atau besi. besei atau pengayuh. ditutupi tujuh lembar potongan kain. lalu pada bagian ulu hati diletakan sasari atau mangkuk kecil. Setelah dimandikan oleh petugas yang telah ditentukan. mandau. dan tangan kanan pinang muda atau pinang tua. Setelah upacara meludahi patung selesai. Ujung benang pengikat kaki. kemudian seorang pisur atau petugas pelaksana upacara adat. patung dua buah. Barang-barang yang diletakan di sebelah kiri. Jenazah seorang laki-laki. Arwah diantar ke Lewu Liau atau Surga dipandu oleh Rawing Tempun Telun. Setelah semuanya siap. Pada bagian mata. Disamping kepala dan kaki diletakan mangkuk dan piring kecil. Pada lubang telinga dan lubang hidung. Setelah peti mati selesai dibuat. Segala sial dan malapetaka. jenazah diikat dari kepala hingga kaki. diberi penutup. Cara Merawat Jenazah Menjelang Penguburan Arah meletakkan jenazah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. 2). 90 .c. tombak. diletakan di sebelah jenazah menunggu sampai saatnya jenazah dimasukan ke dalam peti mati. karena nantinya akan dibawa ke liang kubur untuk kemudian dibawa lagi ke Lewu Liau atau surga apabila upacara Tiwah telah dilaksanakan. Barang-barang yang dimilikinya selama hidup. barulah barangbarang yang akan dibawa ke liang kubur. Lalu semua yang hadir meludahi kedua patung yang telah disediakan agar segala sial dan niat jahat siapapun yang hadir tidak terbawa oleh si mati. Kemudian dengan lawai atau benang lembut. gotong royong warga kampung. Garam satu mangkuk 3). Setelah itu dibungkus dengan tujuh lapis kain. diletakan batu atau uang putih. baru kemudian peti mati dipasak atau dipaku. Barang-barang yang diletakan di sebelah kanan. Beras satu mangkuk. hanya akan dibawa dan ditanggung oleh kedua patung tersebut. kepala diletakkan arah selatan. Yang sebuah terbuat dari batang pisang dan yang sebuah lagi terbuat dari bambu telang. Ia hanya boleh makan sayur mayur selama menunggui jenazah. kepala diletakkan arah utara. melaksanakan tugasnya memanggil hambaruan atau semangat yang dimiliki oleh siapapun yang hadir dalam rumah duka. adalah pantang makan nasi. untuk perempuan. diletakan disebelah kiri. pada tangan kiri diletakan telur atau daun sawang. Maksudnya menjaga jangan sampai jenazah dihinggapi lalat. terlebih dahulu ahli waris menyediakan : 1). dan di atas potongan kain pada lapis teratas. dimasukan ke dalam peti mati. yang antara lain pakaian. Sebelum jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah. Apabila jenazah telah diletakkan di dalam peti mati dan ditaburi beras dan garam yang telah disediakan. seorang perempuan yang telah ditentukan akan duduk di samping jenazah dan tangannya memegang daun sawang. Larangan yang harus ditaati oleh perempuan yang bertugas duduk disebelah jenazah. dan kaki satunya lagi diikatkan sirih pinang dan rokok. demikian pula segala sial dan malapetaka dari si mati jangan mengganggu yang masih hidup. diletakan di kiri kanannya. tidak dibawa ke liang kubur karena akan ditinggalkan sebagai warisan bagi keluarga yang ditinggalkan.

( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. Maksudnya (tidak terbaca.T. 5. maksudnya sebagai ungkapan terima kasih. ) foto 1 foto 2 Basir . pada hari itu juga. Setahun kemudian. di rumah duka disediakan dua buah ancak atau palangka atau tempat sesajen yang telah dilengkapi dengan sajen berupa makanan. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. lalu ancak tersebut digantungkan.Ketika jenazah telah dikebumikan.T.T. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. S. ns) harus diadakan upacara Tiwah Bilit atau belit Orang yang telah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang disebut runi.T. 5). 3). ns).makanan tertentu. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. ) foto Ritual Adat. S. kemudian digantung di dalam hutan hingga (tidak terbaca. ) 91 . Kedua sajen tersebut ditujukan kepada : 1). 4). Ditujukan kepada Roh jahat agar tidak mengacaukan suasana dan jangan mengganggu ahli waris dan keluarga yang sedang dalam keadaan berduka. Ada yang dalam tiga hari di kubur nguluhpalus. Beberapa Cara Penguburan 1). ( Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut ) foto Penggalian tulang.T. S. Roh baik yang telah mengusahakan segala sesuatunya hingga berjalan lancar tanpa halangan. ns) hari setelah meninggal diadakan upacara Tiwah. ) foto Menikam binatang korban – kerbau.) Upacara Tiwah foto Persiapan akhir menjelang upacara Tiwah. abunya dimasukkan ke sebuah guci lalu disimpan di depan rumah. ) foto Membersihkan tulang. S. S. 2). Niwah Palus. Dibakar. ( Foto : dokumentasi Christian Bela Bangsa. dan dalam waktu satu sampai tujuh (tidak terbaca. 2). Dihanyutkan dalam air dengan upacara. tulang diambil untuk ditiwahkan lalu tulang-tulang tersebut disimpan dalam Sandung Naung.

Selumpuk Liau harus dikembalikan kepada Hatalla. Perantara dalam upacara ini ialah : Rawing Tempun Telun. yang bertempat tinggal di langit ketiga. pelaksanaan upacara Tiwah boleh ditunda menunggu terkumpulnya dana dan bertambahnya jumlah keluarga yang akan bergabung untuk bersama melaksanakan upacara sakral tersebut. Pengertian dosa Tiga hukuman dosa yang harus ditanggung oleh Salumpuk liau akibat perbuatan semasa hidupnya : 1). Merampas. Untuk lebih memahami uraian selanjutnya. Upacara besar yang berlangsung antara tujuh sampai empat puluh hari tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Di tempat itu pula Salumpuk liau harus mengangkat barang-barang yang telah dicuri atau dirampok ketika hidup di dunia. Salumpuk liau yang diantar menuju alam baka tersesat. Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate. Prinsip keyakinan Kaharingan menyatakan bahwa tanpa diantar ke lewu liau dengan sarana upacara Tiwah. Bila dana belum mencukupi. ada kematian. Raja Dohong Bulau atau Mantir Mama Luhing Bungai Raja Malawung Bulau. melalui sungai-sungai.Upacara Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang. Hukuman yang harus dijalani oleh Salumpuk liau untuk perbuatan ini ialah menanggung siksaan di Tasik Layang Jalajan. tak akan mungkin arwah mencapai lewu liau. maka segala kesulitan dapat diatasi. sambil menunggu pelaksanaan upacara Tiwah. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Rawing Tempun Telun dibantu oleh Telun dan Hamparung. d. a. Pelaksana di pantai danum kalunen dilakukan oleh Basir dan Balian. Untuk selamanya mereka akan menjadi penghuni tempat tersebut. mengambil isteri orang. Tumbuh suburnya prinsip saling mendukung dalam kebersamaan menumbuhkan sifat kepedulian yang sangat mendalam sehingga kewajiban melaksanakan upacara Tiwah bagi keluargakeluarga yang ditinggalkan didukung dan dilaksanakan bersama oleh mereka yang merasa senasib dan sepenanggungan. tasik. jembatan-jembatan yang mungkin saja apabila pelaksanaan tidak sempurna. Habusung Hintan. Bulau Pulau Tanduh Nyahu Sali Rabia. Barang- 92 . Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. salumpuk bereng dikuburkan terlebih dahulu. Jiwa/roh orang yang telah meninggal dunia disebut Salumpuk Liau. Setelah mengalami kematian. b. namun karena adanya sifat gotong royong yang telah mendarah daging. salumpuk bereng diletakkan dalam peti mati. Lewu Tatau Habaras Bulau. Perjalanan jauh menuju Lewu Liau meli\ewati empat puluh lapisan embun . Kendaraan yang digunakan oleh Rawing Tempun Telun mengantarkan liau ke Lewu Liau ialah Banama Balai Rabia. Jiwa atau Roh. telaga. c. mencuri dan merampok. Salumpuk Bereng yaitu raga manusia yang telah terpisah dari jiwa karena terjadinya proses kematian. Jiwa/roh manusia yang masih hidup di dunia disebut Hambaruan atau Semenget. beberapa istilah perlu diketahui : Pengertian yang Perlu Dipahami 1. Manuk Ambun. laut. dengan melalui bermacam-macam rintangan. gunung-gunung.

h. Sandung Tulang. b. patung-patung yang terbuat dari kayu dan diletakan disekitar sandung. f. umumnya digunakan oleh mereka yang mati terbunuh. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Ketidakadilan dalam memutuskan perkara bagi mereka yang berwewenang memutuskannya. 93 . Sandung. m.2). Kakurung. o. peti mati berbentuk dulang tempat makanan babi. j. yaitu para kepala kampung. Sandung Naung. 3). Sapundu. c. d. di kubur di dalam tanah bentuknya persegi empat. Raung yaitu peti mati terbuat dari kayu bulat. q. n. e. i. Sandung Raung. tempat menyimpan abu jenazah. dengan enam tiang. seperti peti mati pada umumnya. Ambatan. para ahli waris yang ditinggalkan akan menanggung beban berat. kakinya berbentuk tiang panjang ukuran satu depa. foto Sandung ( Foto : dokumentasi kel Tjilik Riwut ). Tambak. r. 2. Pambak. Tau pamparesen itah limbah gawie toh . Sandung Dulang. Jenis dan Nama Peti Mati : a. foto Sapondu ( Foto : Dokumentasi Keluarga Tjilik Riwut) p. patung terbuat dari kayu berukuran besar dan diletakan di depan rumah. Mereka juga akan dihukum di Tasik Layang Jalajan untuk selamanya dalam rupa setengah kijang dan setengah manusia. yaitu jenis peti mati pada umumnya terbuat dari papan persegi empat panjang. Pantar Tabalien yaitu Pantar kayu jalan ke lewu liau. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. Pali akan pambelum itah harian . barang curian tersebut akan selalu dijunjung sampai pemilik barang yang barangnya dicuri meninggal dunia. Sandung Rahung. yaitu belanga tempat menyimpan abu jenazah. karena kalau terjadi kekeliruan atau pelaksanaan tidak sempurna. tempat menyimpan tulang belulang. Kakiring. Mereka akan dimasukkan ke dalam goa-goa kecil yang terkunci untuk selamanya. ada tutup peti pada bagian atas. Upacara Tiwah adalah upacara sakral terbesar yang beresiko tinggi. kepala suku dan kepala adat. k. Tindakan tidak adil atau menerima suap atau uang “Sorok“ bagi mereka yang bertugas mengadili perkara di Pantai Danum Kalunen (dunia). Sandung Balanga. namun bentuknya sedikit berbeda dengan Tambak. juga dikubur dalam tanah. diantaranya : 1). maka pelaksanaan dan persiapan segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar-benar cermat. berbentuk rumah kecil berukuran tinggi. bagian tengahnya dibuat berongga/diberi lubang dan ukuran lubang tengah disesuaikan dengan ukuran salumpuk bereng yang akan diletakkan di situ. Sandaran Sangkalan Tabalien yaitu patung besar jalan ke langit. g. dengan tutup dibagian atas. dengan satu tiang. dengan empat tiang. Jiwab. Sandung Rahung juga disebut Balai Telun karena Rawing Tempun Telun akan memberikan balasan kepada si pembunuh. l. 2). bentuknya menyerupai sandung namun tanpa tiang. Runi yaitu jenis peti mati yang terbuat dari batang kayu bulat.

Basir selalu seorang laki-laki yang bersifat dan bertingkah laku seperti perempuan. 4. ia pun banyak mengalami peristiwa-peristiwa tidak masuk akal bagi lingkungannya. Mereka yang terpilih dan kepala mereka yang telah dipersembahkan dalam upacara sakral tersebut. Telun atau Pisur Telun atau Pisur adalah pangkat atau jabatan dalam agama Kaharingan. ayam. Biasanya hanya orang-orang terpilih saja. babi. namun lahir utuh terbungkus plasentanya. 3. Indu kakicas. Mahanteran Mahanteran atau Manjangen adalah mediator dan komunikator manusia dengan Rawing Tempun Telun. 2. Pelaksana upacara sakral 1. Adapun tanda-tanda yang mungkin dapat dijadikan pedoman kemungkinannya seorang anak kelak dikemudian hari bila telah dewasa menjadi seorang Balian. mampu melakukan tugas dan kewajiban sebagai Balian. sambil memegang duhung dan batanggui sampule dare . namun untuk masa sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. sejumlah itu pula pelayan yang dimilikinya kelak. Makna persembahan kepala manusia ialah ungkapan rasa hormat dan bakti para ahli waris kepada salumpuk liau yang siap diantar ke Lewu Liau. juga sikap dan tingkah laku anak sejak kecil berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Telun bertugas hanya akan hal-hal yang berkaitan dengan upacara-upacara adat keagamaan. antara lain apabila seorang anak perempuan lahir bungkus yaitu pada saat dilahirkan plasenta anak tidak pecah karena proses kelahiran. Telun tidak termasuk dalam jabatan atau anggota Kerapatan Adat. selalu duduk di atas gong. sapi. Di masa silam. Biasanya seorang Mahanteran atau Manjangen. Basir seperti halnya Balian adalah mediator dan komunikator manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh mata jasmani. pambelum itah harian andau . Dalam dunia spiritual Basir memiliki kemampuan lebih. bahkan di masa yang telah lalu persyaratan yang tersedia masih dilengkapi lagi dengan kepala manusia. secara otomatis Salumpuk liau-nya akan masuk Lewu Liau tanpa harus di-tiwah-kan walau keberadaan mereka di Lewu Liau hanya sebagai pelayan.3). Mereka yakin bahwa kelak di kemudian hari apabila salumpuk liau telah mencapai tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Balian menyampaikan permohonan-permohonan manusia kepada Ranying Hatalla dengan perantaraan roh baik yang telah menerima tugas khusus dari Ranying Hatalla untuk mengayomi manusia. diantaranya harus tersedia hewan korban seperti kerbau. khususnya penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mistik. dalam hal pengobatan. maka sejumlah kepala yang dipersembahkan. Basir. Dengan demikian Telun tidak punya suara dalam Putusan Kerapatan Adat. Kepala manusia digantikan oleh kepala kerbau atau kepala sapi. Tidak setiap orang sekalipun berusaha keras. Namun di masa kini hal tersebut telah tidak berlaku lagi. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. 94 . Balian Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan makhluk lain yang keberadaannya tidak terlihat oleh kasat mata jasmani manusia.

Bulan. Setelah pendataan jumlah salumpuk liau yang akan bergabung untuk diantarkan ke Lewu Liau. Upacara diadakan di rumah Bakas Tiwah. Setelah diumumkan. semua keluarga berkumpul di rumah Bakas Tiwah. Juga pemberitahuan diberikan kepada Sangumang. Bintang. dengan waktu pelaksanaan ditentukan musyawarah.Proses Pelaksanaan Upacara Tiwah Diawali dengan musyawarah para Bakas Lewu . Hari pertama : Upacara diawali dengan mendirikan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Balai Pangun Jandau yang artinya mendirikan balai hanya dalam satu hari. Di sekitar Sangkaraya Sandung Rahung dipasang bambu kuning dan lamiang atau Tamiang Palingkau. Detail pembicaraan antara lain menyangkut jumlah kesanggupan yang akan diberikan oleh pihak-pihak keluarga yang telah menyatakan diri akan bergabung. juga kain-kain warna kuning dan bendera Panjang Ngambang Kabanteran Bulan Rarusir Ambu Ngekah Lampung Matanandau . barulah pembicaraan lebih detail dilaksanakan. katambung dan tarai mulai dibunyikan. Pampahilep. Jin. Pada hari itu pula seorang Penawur mulai melaksanakan tugasnya menawur untuk menghubungi salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah tersebut agar mengetahui dan memohon izin kepada para Sangiang. Disamping ditawarkan kebutuhan-kebutuhan upacara Tiwah sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga salumpuk liau. garantung. minimal wajib menyediakan seekor ayam untuk setiap Salumpuk liau. sehingga siapapun yang berniat meniwahkan keluarganya mengetahui dan dapat turut serta. Setelah itu seekor babi dibunuh diambil darahnya untuk memalas Sangkaraya Sandung Rahung. kangkanung. gunanya untuk menyimpan tulang belulang masing-masing salumpuk liau. hewan-hewan yang akan dipersembahkan sebagai korban juga bersama memutuskan siapa pelaksana Upacara Tiwah itu nantinya. Namun terlebih dahulu semua peralatan musik. siapapun yang ingin bergabung terlebih dahulu harus menyatakan niatnya dengan menyebutkan jumlah salumpuk liau yang akan diikutsertakan dalam upacara Tiwah. masih ada beberapa persyaratan yang wajib harus disediakan oleh pihak keluarga. Kesanggupan itu menyangkut masalah konsumsi. Di hari kedua ini alat-alat musik bunyi-bunyian seperti gandang. Bakas Tiwah melakukan Pasar Sababulu yaitu memberikan tanda buat barang-barang yang akan digunakan untuk upacara Tiwah nantinya dan menyediakan Dawen Silar yang nantinya akan digunakan untuk Palas Bukit. Jata. Jakarang Matanandau. 95 . toroi. Kambe Hai. juga semua perkakas yang akan digunakan dalam upacara Tiwah dipalas atau disaki dengan darah binatang yang telah ditentukan. Nyaring. Setelah pemilihan Bakas Tiwah. Pada hari yang ditentukan. yang hasilnya diumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Upacara Tiwah . barulah ditentukan dengan pemilihan siapa dari para Bakas Lewu yang pantas menjadi “Bakas Tiwah” . Patendu. Hari kedua : Hari kedua mendirikan Sangkaraya Sandung Rahung yang diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Salah satunya. Sangkanak. apakah Mahanteran atau Balian. Setelah Balai Pangun Jandau selesai dibangun. Persyaratan yang harus dipenuhi ialah seekor babi yang harus dibunuh sendiri oleh Bakas Tiwah. Naga Galang Petak.

Benang Ranggam Malahui. serta di pinggang diikat dohong Sanaman Mantikei. dilanjutkan Menganjan untuk menyambut dan menghormati para Sangiang yang telah hadir bersama mereka untuk mengantarkan Salumpuk liau menuju Lewu Liau. muda. bibi. Baju Kalambi Barun Rakawan Salingkat Sangkurat. kemudian dilemparkan ke atas. Ketika bendera dinaikkan di atas sangkaraya. jauh dari segala penyakit dan gangguan. kakek neneknya hadir berkumpul di situ. serta lemak babi yang diakhiri dengan menyuguhkan rokok dan sipa . kaki ayam. Dengan melempar beras yang telah dicampur darah Rawing Tempun Telun tersebut diharapkan semua jadi baik. suasana meriah riang gembira. menuangkan minyak kelapa di kepala para tamu. Kemudian tarian Manganjan diawali oleh tiga orang yang berputar mengelilingi Sangkaraya. mulailah acara membunuh binatang korban. sapi atau kerbau diikat di tiang Sangkaraya. Setelah Menganjan selesai. Setelah itu di dekat Sangkaraya didirikan tiang panjang bernama Tihang Mandera yang maknanya pemberitahuan kepada siapapun yang datang ke kampung tersebut bahwa dalam kampung tersebut sedang berlangsung pesta Tiwah. nasi. antara lain belum disaki atau dipalas dilarang menginjakkan kaki di kampung itu. penyang.Mereka yang hadir dalam acara tersebut berbusana Penyang Gawing Haramaung. mandau. Ewah Bumbun dengan memakai ikat kepala atau Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang. pekik sorak kegembiraan terdengar disana-sini. baik ayah. berdiri mengelilingi sangkaraya. rakas. ramu. Di samping untuk memalas. darah binatang korban tadi juga dicampur beras. karuhei. ibu. minyak sangkalemu. mereka menggosokkan air kunyit ke telapak tangan dan kaki mereka yang hadir. Mereka yang belum memenuhi persyaratan yang harus dilakukan dalam pesta Tiwah. juga memalas batu-batuan. panjang umur dan banyak rezeki. Darah binatang yang dibunuh dikumpulkan pada sebuah sangku dan akan digunakan untuk membasuh segala kotoran. paman. dan menemui mereka yang hadir dalam perayaan tersebut. Salumpuk liau jadi semakin bahagia dan gembira ketika para keluarga. juga ke arah mereka yang hadir dalam upacara. minyak tatamba. mereka yang hadir baik laki-laki atau perempuan. babi. resiko tanggung sendiri. foto Manganjan (Foto : dokumentasi keluarga Tjilik Riwut Hari ketiga: Pada hari ketiga. Pada hari itu beras merah dan beras kuning ditaburkan ke arah atas. Diyakini bahwa darah binatang yang dikorbankan tersebut adalah darah Rawing Tempun Telun yang telah disucikan oleh Hatalla. anak. Pada leher dikalungkan Lamiang Saling Santagi Raja. serta segala penjuru. pangantuhu. berarti kampung tersebut tertutup bagi lalu lintas umum. Kemudian darah tersebut digunakan untuk menyaki dan memalas semua orang yang berada dalam kampung tersebut. Tidak mentaati aturan. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh. tatau serta semua peralatan yang digunakan dalam upacara Tiwah itu. tua. sambil menuangkan baram dan anding serta menawarkan ketan. Hari ke empat Pada hari empat ini diyakini bahwa Salumpuk liau pun turut hadir serta aktif berperan serta dalam perayaan Tiwah tersebut namun kehadirannya tidak terlihat oleh mata jasmani. 96 .

dipotong kepalanya sebagai pelengkap upacara Tiwah. sambil manangking Dohong Nucung Dandang Tingang. 12. 14. 10. Jata. Setelah itu Antang penghuni Tumbang Lawang Langit dipanggil untuk mengamati. pada hari itu pula dibunuh lalu ditaruh di Sangkaraya. Pali makan Beruk 7. jangan sampai terjadi kematian mendadak. serta menjaga kemungkinan datangnya musuh yang berniat mengganggu proses pelaksanaan upacara sakral tersebut. Kemudian berkomunikasi dengan para Sangiang. Pali makan kera. Pali makan Mahar . jangan terjadi tulah malai dan jangan sampai terjadi perkelahian. kambe dan jin-jin agar tidak mengganggu jalannya upacara. Pali makan kelep dan kura-kura. 13. Pali makan Ahom . Komunikasi selanjutnya ditujukan kepada setan-setan. yang diikat sebutir manik hitam dengan tengang beliat yang ditanam pada tanah perbatasan kampung dimana upacara Tiwah sedang dilangsungkan dengan perkampungan lain yang tidak sedang mengadakan upacara Tiwah. Setelah itu burung elang datang dan terbang melayang-layang di diatas tempat upacara Tiwah berlangsung untuk mengawasi suasana serta menjaga keamanan kampung itu. Pali makan Burung Tanjaku.kemungkinan ditangkap. Batas waktu pelaksanaan hukum pali telah ditentukan yang artinya bukan selamanya. 11. sirih. rokok. Adapun larangan-larangan itu adalah sebagai berikut : 1. Pali makan kijang. 6. 5. Selanjutnya penawur berkomunikasi kepada Gunjuh Apang Pangcono yaitu “Raja Pali“ Sang Penguasa segala bentuk larangan yang harus ditaati penduduk bumi. Proses selanjutnya didirikan Hampatung Halu. Pali makan Kalawet 9. 97 . Pali makan Ular. Pali makan Tahatung. Pemberitahuan dan permohonan izin pelaksanaan Tiwah yang dilaksanakan selama tujuh atau empat puluh hari dimaksud untuk menghindari kesalahpahaman Raja Pali akan peristiwa sakral tersebut. orang terluka. Pali makan Burung Tingang /Burung Enggang. Sejak hari itu hukum pali mulai dilaksanakan oleh para ahli waris Salumpuk liau. 3. Pali makan kancil/pelanduk 4. Pali makan Buhis 8. 2. sakit. Pertama-tama penawur berkomunikasi dengan semua orang yang telah meninggal dunia untuk memberitahukan bahwa mereka yang nama-namanya disebut akan diantarkan ke Lewu Liau. Kemudian seorang penawur duduk di atas gong. Kemudian pada bangunan Balai Pangun Jandau diletakkan sebuah gong yang berisi beras kuning. untuk memohon perlindungan bagi semua sanak keluarga salumpuk liau yang ditiwahkan serta para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut agar dijauhkan dari sakit penyakit serta jauh dari kesusahan selama terlaksananya upacara Tiwah tersebut. Pali makan rusa – dilarang makan rusa. maksudnya sebagai parapah bagi tamu-tamu dan para ahli waris Salumpuk liau yang sedang di-tiwah-kan juga diikat Sulau Garanuhing.

Saat itu pula Sandung dan Pambak tempat menyimpan salumpuk bereng mulai dibuat. dan tentu saja juga menyediakan binatang-binatang korban karena sejak hari ke lima dan seterusnya akan banyak masyarakat berdatangan. Puncak Upacara Terlebih dahulu oleh Bakas Tiwah. Basir dikenakan pakaian khusus yang memang telah dipersiapkan untuk upacara. Bila terjadi perkelahian maka mereka yang berkelahi wajib membayar denda kepada Bakas Tiwah Jipen ije dan kewajiban potong babi. Keperluan masak memasak lebih dilengkapi lagi. serta empat orang duduk di belakangnya. namanya Sandaran Sangkalan Tabalien. 18. Pali makan buah rimbang. 98 . yang setelah siap terlebih dulu dipalas dengan darah kerbau. Selain larangan menyantap beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan. juga ada pali berkelahi. Posisi duduk Basir di tengah dan diapit oleh dua orang. Pali makan daun keladi. Hari keempat : Kanjan diawali oleh empat orang. maksudnya membuang segala bencana yang mungkin terjadi selama prosesi sakral berlangsung. Kemudian selama tujuh hari Sandung tersebut dipali yaitu selama tujuh hari mereka yang lalu lalang di kampung tersebut terkena pali dan wajib menyerahkan sesuatu miliknya berupa benda apa saja untuk menetralisir pali yang menimpanya. 19. bergabung menganjan mengelilingi hewan-hewan yang akan dikorbankan.15. menganjan tanpa henti baik siang maupun malam. dengan tinggi mencapai 50 sampai 60 meter dari tanah. sapi atau babi. Hari kelima : Hari ini Pantar Tabalien didirikan. bambu dan daun itik mulai dikumpulkan karena makanan akan dimasak di dalam bambu. 17. berkumpul. Pada hari ini pula hewan-hewan yang dikorbankan yaitu kerbau atau sapi diikat di sapundu dan mereka yang hadir mengelilingi sapundu tersebut. Ingarungkung dengan Lalang Pehuk Barahan. Penawur dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan upacara telah berkumpul di Balai. Sebuah Tajau atau belanga dengan ukuran besar dan mahal harganya diletakkan disamping patung besar yang terbuat dari kayu. darah babi digunakan untuk menyaki mereka yang berkelahi. Pali makan dawen bajai. berbentuk tiang yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang menjulang tinggi ke atas. Pantar Tabalien yaitu jalan yang akan dilalui salumpuk liau menuju Lewu Liau. Pali makan ujau. 16. Keyakinan suku Dayak belanga berasal dari langit ketujuh oleh karena itu siapapun yang ingin diantar ke Lewu Liau yang terletak di langit ketujuh wajib memenuhi persyaratan sebuah belanga. Penawur mengawali Tatulak Balian yang artinya buang sial. Kemudian Talin Pali diputuskan. kemudian dibungkus dengan daun itik. baik siang maupun malam untuk menghormati Salumpuk liau yang segera akan dihantar ke tujuan.daun bajai. Pali makan Angkes. Basir dan Balian didudukkan diatas Katil Garing dan siap memegang sambang/ ketambung .

Ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang korban yang telah ditombaknya. bekas tikamannya disebut pekas bunuhan. Cara kedua : 1). Kemudian rombongan tamu akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan tidak lupa menceritakan tindak kepahlawanan yang pernah mereka lakukan. Tikaman ketiga oleh Bakas Lewu. Bakas Tiwah bertanya asal usul rombongan yang baru saja datang. Begitu rombongan tamu turun dari lanting rakit yang ditumpangi. Kepada tamu yang datang. Cara pertama : 1). tidak begitu saja diterima. memiliki keberanian luar biasa. Disusul dengan Kanjan Hatue yaitu tarian kanjan yang hanya dilakukan oleh laki-laki. Ia berhak mendapatkan paha kanan dari binatang yang ditombaknya. sapi. taharang dan manetek pantan. Tikaman pertama dilaksanakan oleh Bakas Tiwah. ayam. Bekas tikamannya disebut timbalan bunuhan. Untuk membuktikan kebenaran perkataan mereka. Bakas Tiwah meminta kepada para tamunya untuk memotong kayu penghalang yang ada di depan mata mereka. Mereka yang datang. ia berhak mendapat paha kiri binatang yang ditombaknya.Salah satu persyaratan yang diminta oleh Hatalla dengan perantaraan Rawing Tempun Telun kepada mereka yang melaksanakan upacara Tiwah ialah sifat ksatria. tujuan kedatangan juga nama dan jenis binatang yang dibawa. baru kemudian mereka dipersilahkan bergabung. kemudian ia berhak mendapatkan dada dan jantung binatang yang ditombaknya. babi. diikat melintang pada tiang setinggi pinggang dan diletakkan di depan rumah Bakas Tiwah. Kedatangan rombongan tamu saat upacara Tiwah dengan membawa binatang-binatang korban seperti kerbau. kemudian ia berhak menerima paha kanan binatang yang telah ditombaknya. semua ada aturannya. dan diikat di sapundu tempat dimana masyarakat yang hadir telah menganjan siang malam tanpa henti. Selesai kanjan hatue dilanjutkan acara masak memasak mempersiapkan makanan 99 . 3). 2). mereka disambut dengan laluhan. Tidak setiap orang diperkenankan menikam binatang korban. 2). Seorang perempuan ahli waris salumpuk liau. gagah perkasa pantang menyerah. Bakas Tiwah menikam lambung kanan. Ia berhak mendapatkan paha kiri dari binatang yang telah ditombaknya 3). Batang kayu bulat yang panjangnya dua meter. dinamakan kempas bunuhan. Salah seorang wakil masyarakat yang hadir dalam upacara. Sikap ini diekspresikan dengan datangnya sebuah Lanting Rakit dari sebelah hulu. terlebih dahulu di uji keberaniannya. pada hari ketujuh inilah salumpuk liau mengawali perjalanan menuju Lewu Liau diawali dengan penikaman dengan menggunakan tombak atau lunju pada binatang korban yang telah dipersiapkan. Tikaman kedua oleh kepala rombongan yang datang dengan lanting rakit dan telah berhasil memotong pantan. Hari ketujuh yang disebut hari manggetu rutas pakasindus yaitu hari melepaskan segala kesialan kawe rutas matei. Bila mampu memotong hingga patah berarti benar mereka adalah para ksatria yang memiliki keberanian luar biasa. gagah perkasa pantang menyerah.

kambe. Kilat dan Nyahu. Kepada Rawing Tempun Telun tidak lupa mereka selalu mohon perlindungan. dengan demikian keluarga yang ditinggalkan merasa lega karena telah berhasil melaksanakan tugas dan kewajibanya kepada orang-orang yang dicintai. Patendu. minum tuak/baram adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih oleh ahli waris salumpuk liau kepada para tamu yang telah hadir bersama mereka. Salumpuk liau telah sampai ke tempat yang dituju yaitu Lewu Liau. Sangkanak. masyarakat yang telah turut hadir dalam upacara Tiwah berbondongbondong mengantarkan mereka sampai ketempat yang dituju. Matahari.untuk Sangiang. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Basir. menabur-naburkan beras ke segala arah. ke arah atas ditujukan kepada Bulan. Tulang belulang yang ditemukan dikumpulkan. tanda mata diberikan kepada mereka. bahkan ketika mereka yang melaksanakan upacara akan pulang ke kampung dan rumah mereka masing-masing. Balian. Pampahilep. lemparan ke arah kanan ditujukan kepada Raja Untung dan para Sangiang. banyak rezeki serta mendapat berkat dari Ranying Hatalla. Namun boleh juga kerbau atau sapi. Lemparan ke arah belakang ditujukan kepada Raja Sial. Dengan perantaraan seorang penawur. Balian Balaku Untung Merupakan salah satu upacara adat yang bertujuan meminta umur panjang. 100 . Maksud acara lanjutan yang juga dilengkapi dengan potong babi. Diawali dengan seorang penawur. Ada ketentuan cara memberi makan kepada mereka yang tidak terlihat mata jasmani yaitu dilempar ke arah bawah ditujukan kepada salumpuk liau yang sedang diantar ke Lewu Liau. itulah ungkapan yang ingin mereka sampaikan. Bintang. Pada hari yang sama diadakan juga acara Balian Balaku Untung yaitu dengan perantaraan Rawing Tempun Telun mohon rezeki kepada Hatalla. dan pada hari itu pula dimasukkan dalam tambak atau pambak atau sandung . Kemudian pantar didirikan dan dilanjutkan hajamuk atau hapuar. yang dengan sarana beras. Upacara dianggap selesai apabila seluruh prosesi upacara telah dilaksanakan lengkap. burung bahotok. mereka memohon kepada roh beras yang ditawurkannya untuk menyampaikan kepada Mantir Mama Luhing Bungai agar bersedia turun ke bumi untuk menyampaikan persembahan mereka kepada Penguasa Alam. Terima Kasih dan selamat jalan. Setelah hari ketujuh. Setelah segala macam persyaratan dan sesajen disiapkan. Permohonan kepada Hatalla tersebut mereka lakukan dengan perantaraan Rawing Tempun Telun yang dalam upacara Balian Balaku Untung disebut Mantir Mama Luhing Bungai. Tibalah saatnya salumpuk bereng digali/diambil dari tempat penyimpanan sementara. Nyaring. upacara segera dimulai. Basir dan Balian diberi kesempatan beristirahat namun hanya sehari saja karena setelah itu acara akan dilanjutkan lagi selama tiga hari berturut-turut. burung papau. Dalam upacara ini persyaratan yang lazim disediakan ialah bawui buku baputi atau babi kerdil yang berwarna putih. Mahanteran dan Penawur yang telah terlibat aktif sebagi perantara dalam semua prosesi upacara demi mengantarkan salumpuk liau ke lewu liau. ke arah belakang ditujukan kepada Sangumang dan Sangkanak. burung Antang. Selesai acara pemberian makan kembali masyarakat yang hadir berkumpul. Kemudian diulangi lagi.

Bulan Pangajin Sambang Batu Bangkalan Banama. jumlah rombongan sangiang yang dipimpin oleh Rawing Tempun Telon atau Mantir Mama Luhing Bungai telah bertambah enam orang. 4. Setelah roh beras yang ditawurkan naik menuju ke tempat Mantir Mama Luhing Bungai di Batang Danum Jalayan di langit ketiga yaitu di negeri Batu Nindan Tarung. kemudian beberapa Sangiang mengambil alih tugas tersebut. Setelah dipahami maksud dan tujuannya. Kanyumping Linga. Dengan demikian setiap melewati lapisan langit. 5. Pambujang Linga. Tarung Lingu. Asun Tandang Panangkuluk Enteng. pesan dan tujuan dilaksanakannya upacara adat tersebut disampaikan. barulah mereka mencapai langit pertama. Pambujang Hewang. lalu langit kedua dan seterusnya. Apabila sesajen diterima dengan baik. dan setiap penjaga gerbang berhak pula menerima sesajen yang khusus telah disiapkan bagi mereka. Adapun alasannya karena sebagai manusia yang masih harus melanjutkan hidupnya di Pantai Danum Kalunen. antara lain: 1. mereka masih membutuhkan rezeki dan umur panjang. Sangiang-sangiang itulah yang nantinya menjadi perantara manusia menuju Tahta Ranying Hatalla. Gohong Rintuh Kamanjang Lohing tempat tinggal Tamanang Handut Nyahu dan Kereng Tatambat Kilat Baru Tumbang Danum 101 . Setelah melewati empat puluh lapisan embun.Tidak lupa dengan perantaraan penawur pula mereka memohon izin kepada salumpuk liau atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia bahwa di bumi sedang diadakan upacara Balian Balaku Untung. Lalu mengutus salah seorang dari penjaga pintu gerbang setiap lapisan langit bergabung dalam rombongan untuk turut serta mengantarkan Bulau Untung Panjang menuju Tahta Ranying Hatalla. Mereka tidak lama berada di rumah tersebut karena harus segera mengantarkan korban persembahan serta permohonan manusia ke hadirat Penguasa Alam. 6. Haramaung Lewu Danum Jalayan. Dengan demikian setelah mencapai langit keenam. 8. Sangiang-Sangiang yang bersedia menjadi perantara tersebut akan langsung turun ke bumi dan memasuki rumah tempat upacara dilaksanakan. turut serta Indu Sangumang yang nantinya akan bertugas mengetuk Pintu Tahta Kerajaan Ranying Hatalla. Setelah memasuki pintu langit ketujuh. Bersama Raja Anging Langit. 7. Menjelang pintu ke tujuh. Tumbang Batang Danum Kamandih Sambang. Raja Tabela Basandar Ranjan Kanarohan Rinyit Kangantil Garantung. jumlah rombongan menjadi semakin besar karena dari setiap langit yang dilalui. Setiap langit ada penjaga pintu gerbang. Raja Anging Langit telah menunggu di depan pintu gerbang langit ke tujuh untuk mengucapkan salam. 3. Mantir Mama Luhing Bungai. Juga disebutkan alasan upacara tersebut mereka adakan. seorang sangiang akan turut serta. Para Sangiang yang sering kali terlibat dalam melaksanakan tugas tersebut. 2. lalu ke Tasik Malambung Bulau. lalu mereka menukar sesajen tersebut dengan Bulau Untung Panjang . Mereka naik ke atas menuju langit ketujuh dengan melalui empat puluh lapisan embun. Balu Indu Iring Penyang.

Apabila ukuran rotan menjadi lebih panjang yaitu lebih dari tujuh depa seperti hasil pengukuran semula. . Untuk pengecekan apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak dengan cara sebagai berikut: Sebelum upacara dimulai. Mereka adalah : 1. Akan tetapi apabila setelah diukur kembali panjang rotan kurang dari tujuh depa. 102 . ns). empat puluh lapisan embun. diadakan pengecekan ulang. untuk membersihkan Bulau Batu Untung yang mereka bawa tersebut. dan di tempat tersebut telah menunggu 40 Mantir Untung yang langsung meletakkan Bulau Batu Untung pada kendarah cinta kasih yang tak dapat direnggangkan oleh kekuatan apapun jua. tempat Raja Sapaitung Andau. . ns. Lalu Indu Sangumang mengetuk pintu. 2. kendaraan berbentuk perahu yang mereka tumpangi berhenti. Anggota rombongan lainnya hanya sampai di tempat tersebut dan harus bersabar menantikan ketiga temannya melanjutkan perjalanan menuju Tahta Ranying Hatalla. tidak terbaca. namun terlebih dahulu mereka menyantap sesajen yang telah disediakan khusus bagi mereka pada sebuah kamar.Nyarangkukui Nyahu Gohong Nyarabendu Kilat. Dengan demikian proses tugas para Sangiang telah selesai dan mereka kembali ke dunia dengan melalui tujuh lapisan langit. Permohonan telah dikabulkan.) setelah berkat diberikan mereka kembali menuju arah Bukit Tunjung Nyahu. Hanya tiga dari rombongan Sangiang tersebut yang melanjutkan perjalanannya menuju Tahta Ranying Hatalla. Setelah menjelaskan segala sesuatunya kepada perantara dalam hal ini balian. begitu pula jumlah beras kurang dari tujuh sukat. 3. Dari tempat itu mereka pergi lagi menuju Bukit Garinda Hintan tempat Angui Bungai Tempulengai Tingang. Sambil membawa Bulau Gantung Panjang atau Batun Bulau Untung yang telah diserahkan oleh para penjaga lapisan langit. langsung menuju rumah di mana upacara sedang berlangsung. Panjang rotan benar-benar telah diukur oleh tukang tawur atau balian. disediakan rotan yang panjangnya tujuh depa dan beras tujuh sukat. Indu Sangumang. Setelah upacara selesai. Setelah itu menuju Bukit Tunjung Nyahu Harende Kereng Sariangkat Kilat. Raja Tunggal sangumang. Mantir Mama Luhing. berarti permohonan mereka diterima dengan baik. . berarti permohonan mereka ditolak. ketiganya menuju ke tempat Raja Sagagaling Langit di Bukit Bagantung Langit. tidak terbaca. Indu Sangumang memohon berkat bagi Bulau Batu Untung (. lauk Angin Manjala Buking Tapang untuk mangarinda Bulau Batu Untung. Begitu pula beras sebanyak tujuh sukat. Setelah itu dengan menumpang Lasang Nyahu. Di sana mereka membuka gedung tujuh tempat Putir Sinta Kameluh( . mereka menuju Bukit Hintan Bagantung Langit tempat kediaman Raja Mintir Langit. maka para Sangiang pamit untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. . Disinilah Banama Tingang . yaitu sejenis perahu yang melaju cepat. panjangnya tujuh depa dengan disaksikan oleh banyak orang. begitu juga jumlah beras lebih dari tujuh sukat. Baru kemudian menuju Bukit Bulau Nalambang Kintan Tumbang Danum Banyahu. kemudian masuk dan menghadap Singgasana Ranying Hatalla.

hadurut lunuk hayak mandurut papan talawang mahapan tantang burung dahiang. hai ganan. belum nantuguh labatang entang bulau. malugaku bitim kilau banama nyandang liara nampilaku balitam. nyahuangku bitim. nampuras tingkah nampuras bungai ije kapating. panati danum kalunen. 103 . nyahungku indum luang reawei. palus mimbing behaas ietuh : Ehem behas. bara usuk lisum pananjuri bara wain tapan. katabelan uluh balai entas. datuh labate habaring jari hampit riwut manyan Raja. kilau nampasut tingang ije kadadang. ije puna hampang jawah hempeng. harenjet ganan. Kuntep kamaras. Hapan juyang bangkang halelan tingang. akan jamban payaruhan tisue luwuk kampungan bunu. antang manamuei manajah riak renteng tingang. nyahuan ie tingang hadurat lunuk. raja tabela basandar ranjang. kangatil garantung. netek ajung hatalumbang jadri hampalua uluh pantai danum kalunen bara balanai bintan penyang. Terai nduan tambekan etuh ijamku enteng nasihku hanyim. hapaharis rayung baya tandak. akan pantai danum kalunen. Nyimak saturi malayu. akan luwuk kampungan bunu. Nyangkabila balitan kenyui mangaja. ason tandang panangkului enteng uluh lewu danum jalajan. uluh lewu danum jalayan. uluh rindang labehu pali tuntang kare bulau pangajin sambang batu bangkalan banama. basali mangkuk sarangiring laut. nyangkabilae tambun nyalentur labehu. nampahanjung luwuk kampungan bunu.katabelan uluh balai nyaho. Ije mapan batu jadi randung banama namburak karangan jari talin pambuhui riwut hanya mananteng hanyin. Katabelan oleh balai mihing nyapundu runjan anak Sali nyalung marusuk hintan. ban penu kaningagang sara dia jaka teburan garing tabela belum. anak salibayung antang.Manawur Tamparan Munduk Balian Hapan Tiwah (Bahasa Dayak Ngaju) Bara solak tamparan munduk balian. dia jaka penankekei. mahutu Penyang. kenyui mangja. burung lingu kanyumping linga. bara busi renteng bapampang pulu. mantilung kanaruhan ringgit. Balu indu iring pinang. uras nyahuan usang. lapik banama antng manamuei tapeting ayung. malentui gentui daren lintung. ie babalai sansiri koenjat antang. runting tajahan burung nampasut. hayak manenteng hanyin katabelan uluh balai ltuyang katabelan uluh balai suling bulau. palumpang langit busun kenyui juhai hanyi. panasiran Hawun. telu puluh ruang tuntang katabelan uluh balai Palangka nambulang tambun.

kalalambang tambun. entan bulau. Kilat baputi dia kanatah hintan. te kareh tandakm panjang. epat. . Kanalantai lamiang kanungket bajihi tambun. Mangat sama ela balisang panjang ije gawang tingang rata ela balakas ambu. pandang kaninding saramin sina rarajak saruk suling ringun tingang. jadi peteh manyiret. talawang.Ie jari bitim behas. manipas ulek lawin lanting raja. bajihi bulau tarahan tawe-tawe manyamei halampat nyahu nangkuang burung piak liau hatarusan pantung baya tau mansanam 104 . mikeh are bunu baletuk ngandang andau panurean dare. batiang janjin. te palus manekap katambung. are timpung jari tampahar harus laut. pantai danum kalunen. unduk ampah tanjung ambun buang. luwuk kampungan bunu. jadi sukup tuntur. basali tanduh babulung bulau. hapamuntung luang kalang labehu handalem rintuh rinau tuwung ihing . . hatingkap pusuk rahing tarung. lime. te palus manjakah behas tuh auch : Ije. Saran kuwu bajumbang nihau nambahui rahu nawan bulan. rintuh rinau. kamalesan karatu lumpung matanandau. dinun due kasambutin antang awang matei hila ngaju. karungutm ambu harenda pandung. bulau balemu mantap kasalananggalung petak sintel manajung halentur liau. mahapan pahulanger bulan. bahalap nyapau pisih rarindap langit kamalipir burung piak liau. gohong santik malelak bulau. batesei manturana pakaluyang bulau. palus teneng tendur gandang nyaring menteng randah are babalai bungking lunuk. Te palus teneng gandang tambun jete. tawurku belum baun pingan rungan etan bulau bahanjung mangkuk saramurung laut. Nyamping bulan lembut nyarahan andau pandang. nipas marung garing gantungan. bulau tambun . awang matei junjun helu. kilau bulan bele manyinai nenteng sukup palakue tingkah pahawang nangkunyahe tatau. jadi barakandung peteh. Mampahulang naharantung nyalung. due. jadi nyahuangku buli batang danum katimbungan nyahu. hakalusang patung. jahawen. hasapau dawen birun bukit. mateiu lunjang lenjut. telu. tiling petak jajulana kahem pahulanger bulan nyaluluk. nihau tutuk panambalun tambun. Hatalla baparung rangkang huang danum. nampara nampulilang liau. tanjung rahu ngalingkang bulan halaliangku buli sandung garing. tuwung siakung tatau. halawu bumbung dawen purun. uju ije kalabien ketun sintung uju due kalambungan ketun lambung hanya. Kilau lanting darai janji manalan. sama manetep tuwung tambun rayung tatau. Toh ie auch : Liiiiii liala – liaang liau matei randang are mananjung ambun. hijir bahenda dia nanggalung bulan. pusuk rawung bambau ukei. bahing jarambang. nasat kabangkang nayu-nayu. hayak enum bandadang.

harende pandunge balau tambun. kamelasang kereng buli hatelangkup rabia. parakanan renteng bantus manela bungai hajanjala tundu-tundu balaku badandang lantaran tanjung Ambun. Belum tandah hakaluwah nyakelang uru jajarupen purun 105 . malangka langit. kamalesang kereng rohanjang tulang. sandung danun dua kapamarau langit. sama netep garing kapandukae munduk jiret sihung kabahena. bahalap bajela rohong bakadandang uru jejerupan perun tambun. totok tambalun tambun hayak enon haganggupa ie palus kaput biti alem. balau tambun –te palus malik tinai tekap sambang. nambaji garing handue uju hansasulang. Petak sintel hambalambang tambun. pain bukit tunjung nyahu lilap. bakulas aku muta tingang. Patiana pamalempang bara zaman totok panambalon tambun puna bitim behaas pantis kambang kabanteran bulau balitam etam bulau tahutun lelak lumpung matanandau. Bahalap nyaluang. ela nyampilek bambi hengan lohing belum tumbang kapanjungan panjung. harenda riang dedet habangkalan garantung. te toh iye auch : Manturan behas te iyoh-iyoh bitim tawur ela tarewen matei halawu bumbung daren purun. Palus nangkalume putir Selung Tamanang ewen ndue Raja Nangking langit.kaban lumpat lawang langit ie gagahan Telun mama Tambun bunu kandayu lanting jahawen. ela sabanen ajung hatilalian hariran etan bulan. jalan liau matei nabasan dohong. nakaje andau bunu nalanjat pandange . nyahu mangaruntung langit. meto rama batanduk garing. jalangku manjurung tawur namuei langit balalu batehan laberuh luwuk enon. Awang matei . kanahintip talampe. tanduhangku mangkat entan bulan mangaja lambang bulau bara gantung totok timung tandak. panatekei humba kilat malambai ambun kapamalem malentur balitam. liau matei sambile mangantau sambung santin karunya bapilu nihau ulang bajambilei. mijen timpung uju hatantilap pahangan hanya hatalamping. bara hemben horan. uei ringka. pantis kambang garing manyangen. tawur ije halawu bumbung daren purun hindai menjung karungut etan bulau harende pandung. ie hajamban teras kayu engang tingang hatatean lohing kayu anduh nyahu ie halalawu bukit kagantung gandang harenda kereng nunyang. ela naharantung bahing pantung sambang. tapalumpang limpet. basa tawangku panamparan belum. kanyaki liau Randin tandang.nambit mambahete halaiyangku buli bukit pasahang braung. kabantikan asai menteng ije tawae. ie palus hajanjuri hanjak. pakur layang antang. kabahena bajanda. kanarah hanjaliwan matei lunjang lenjut. hanggupa tanda puruk kereng sariangkat kilat halawu. haring saluhan antang nahuei. buli pampang raung. hindai aku mungkang tandakm.

ie rawei awang hatue kamampan bunu nantaulah anju tanjuren teken. ie lentu-lentu oleh tingang tempun hemben horan naji-najing antang sangiang totok tambalun tambun palus nagaggre gangguranan arae. taparuyang rayuh. Kueh maku leteng kambang nyahun tarung. parei tanjujik helang uhat 106 . sedang handiwung kesampelau belum. kanarah lintung talawang. ie parei. nasuwa sebutan bitim. ajung jawu dagange handiwung banbaukei pusu pundung malelak bulau. haring lamabat hambalaun nyampali. galigir bintang. tangkenya mampan baun tiowong panjang parei karumis mampan jalan. Ie palus rawei masak manalajan pating ripu mangantien tundu palus nangkung nangkuluk gentu nanpung penyang. ie palus mandawen handadue manumbung dinun hatantelu. bapa manambang bitim kilau manambang banana manungkah laut. pangarawang baun tiwing panjang hari tapu-tapu tingkah sahempun pasang bara tumbang danum. ie duam kauju andau. Nundun balitam tingkah nundum paturung. Baluhing gohong. malelak hintan tapang rundang rundai babehat babatu pating. palus karimahan soho manggandang bara jalayan bulu. naring tingkah singan behau belum runja-runjat ampin bilis manyang mananjak. pandung malelak bulau. enon suka nilap batu kilat tinting balitam datuh jema hamaring. paninting aseng. danum nyamuk pasang bara tumbang danum. nangkuyang bilatamu nahajib tingkah lanting rabia. manangkep balitam. Ie mangambang bulau. bauhat rentai nyangkabilan bawak nambuku tisim. Hababiyan karayan tantanjuk rangkan . Akan batang danum ngabuhi bulau burung tumpah bua nyembang hatuen burung kajajirak laut. nambatang suling. Ie rawei banama baongkar puat. ringun tingang. luntur bahandang batinting lima balas. puna bitim hai kuasam belum. ie umbet kanumpuh bujang. te bukum jadi handiwung pakandung pusue. ie umbet bula katugalam belum sadang bintang patendum hamaring. sawang bapangku anak. puna selung Hatalla bara lawang labehu langit. tampan jata bara huang danum. belum nahabulun urung. ruwan manangkep ajung hatatean hareran.tambun. bateras nyalung Kaharingan belum. palus mandung bitim marantep kilau hendan bulau. te palus hatarung pulu ngalingkang pulau. mandawen simbel bulau bakatantan jari bulau jandau.

Tambahan 1 RAKSASA KALIMANTAN MEMANGGIL 107 .

seorang wartawan yang telah mengikuti perjalanan Bung Karno ke Kalimantan Tengah 14 Juli s/d 20 Juli 1957. Dikatakan oleh Bung Karno bahwa wartawan Belanda ini selalu membantu penyiaran keluar negeri bahwa dia setuju Irian Barat dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia. dan mereka mengajak Oltmans untuk tetap tinggal di Indonesia. . malah kami anggap sebagai cara yang baik untuk melatih diri di zaman karya ini. dan beberapa orang telah siap untuk meloncat ke sungai untuk menolong mereka. Banyak juga anggota masyarakat menawarkan diri ingin membantu kami membawa barang tanpa bayaran. Di perahu ternyata tidak tersedia makanan dan minuman. kami semua siap untuk berlayar . Akibat motorboat rombongan. . Pekikan Merdeka dan Hidup Bung Karno selalu menggema disepanjang rute perjalanan kami. kata 108 . Pemudapemuda Kalimantan mengucapkan terima kasih atas simpati Oltmans terhadap Irian Barat. yang diperkenalkan oleh Bung Karno kepada masyarakat. karena tidak baik untuk diminum sebelum dimasak. Mereka menjelaskan bahwa mungkin air itu mengandung banyak bibit penyakit. Kami terkejut . Kedatangan Bung Karno dan rombongan ke Kalimantan kali ini adalah merupakan pekerjaan yang berat dan keras.L. Kiranya mereka cukup berpengalaman dan latihan setiap hari.!!” Kami terkejut tapi akhirnya ketawa. Kedatangan kami disambut oleh masyarakat dengan sangat meriah. . Barang barang kami angkut sendiri. Rasanya tak sabar ‘manggayung’ air dari sungai tapi selalu dicegah oleh anak buah kapal. Vrij Nederland. Di sepanjang jalan yang dilalui baik jalan raya. sungai dan kanal terpancang dengan megahnya sang Merah Putih. kami tolak secara halus. dan mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. Oltmans pun mengiakan dengan mengangguk kepalanya atas kata-kata Bung Karno itu. dan kalau perlu membentuk pasukan Istimewa bersama pemuda Kalimantan untuk membebaskan Irian Barat dari kungkungan penjajah Belanda. Bung Karno dan menteri-menteri beserta rombongan tetap tabah dan bersemangat. .. Perlu dilaporkan juga akan kehadiran seorang wartawan Belanda bernama W. Gelombang yang dibuat oleh motorboat kami bergulung-gulung di tepi pantai. . . c). dalam Harian Pemuda tanggal 30 Juli s/d 4 Agustus 1957. . Tiga orang anak kecil berkumpul mengelu-elukan kami berdiri di atas sebatang kayu. . Kami hampir terjun memberikan pertolongan. Dikatakan bahwa bekas Gubernur Murdjani meninggal dunia juga diduga karena kurang berhati-hati dalam menggunakan air seperti itu. Sarapan pagi hanya dua kerat roti. Kami semua terkejut dan cemas akan nasib mereka. . Okey deh. self service. Berat dan Kerja Keras. . Setelah mengunjungi perkampungan pelajar Mulawarman. Hari telah menjelang siang. ketiga anak tersebut terpelanting ke dalam sungai.Berikut adalah cerita pengalaman Notosutarja. Siap untuk berlayar . sambil gelak ketawa dan berteriak “Merdeka . Kami tidak menyesal. Tiba-tiba mereka bertiga muncul kepermukaan sungai sebagai ikan duyung. Oltmans Dar SK. Acara sangat padat namun tetap berjalan dengan lancar. Kami terperanjat dan bertanya. b). . a).

Mereka seharian memancing. Yang sangat mengagumkan kami ialah gubug-gubug yang terbuat dari kertas dan kajang itu. Kalimantan adalah pulau yang terbesar di dunia. Hari itu kami harus menuju ke Kuala Kapuas.kami. tidak termasuk Kalimantan Utara. . Banyak diantara kami yang tertarik dengan keindahan alam. Kapuas. lain tempat lain tabiat wanitanya’. g). Hasilnya segera dilalap pada waktu itu juga. Pernah juga kami alami perahu motor tiba-tiba 109 . Luasnya 550. . . Setelah senja pulanglah mereka ke gubugnya. . ketika kami tegur. cepat dan produktif. Barito. d). Inilah sekedar kegembiraan mereka. harus lebih dinamis .000 jiwa manusia. Raksasa mohon . . hasil alamnya besar. Tapi kami harus bisa ‘bertahan’ . . “ Be carefully my friend”. “Haiyaaa . Dengan cara begini tentu raksasa Kalimantan tidak bisa dibangun sebagaimana mestinya. namun di depan pekarangan sederhana dari gubug itu terpancang dan berkibarlah bendera Merah-Putih. . . Tabuh Gong dan Hantu. . dengan kepulan asap pertanda sedang masak. e). ya jujur dan jiwa mereka bersih. gong di pantai menandakan ditempat tersebut sedang menunggu dan menyambut rombongan kami. . kebesaran mereka sebagai pertanda ucapan ‘Selamat Datang’ bagi pemimpinnya yang sedang lewat dengan maksud agar terhindar dari segala gangguan orang-orang halus. Karena itulah judul ini kita beri Raksasa Kalimantan. Sekali-sekali kita mendengar dan dikejutkan oleh tabuhan gendang. Berarti Kalimantan lebih kurang 30% dari seluruh wilayah Indonesia. yang akan ditempuh lebih kurang 6 jam. Begitulah sebagian penduduk menghabiskan hari hidupnya. teriak wartawan dari Shin Hwa.000. Anjir Serapat. bila Kalimantan terbangun dengan baik. Begitulah berpuluh-puluh perahu motor terus membelah sungai Martapura. dengan sangat agar pemuda-pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menumpahkan perhatiannya kepada pembangunan raksasa di Kalimantan ini. dari jinjin dan pengacau-pengacau lainnya. Sekali-sekali bersua perahu kecil-kecil hanya dihuni sepasang merpati suami-isteri. dan maha besar alias raksasa yang mohon . Bentuk instrumen-instrumen ini sama dengan apa yang kita lihat di Jawa. 5 ½ kali Pulau Jawa. maka paling sedikit dapat memberi hidup bagi 250. selain bentuknya besar. . f). Menurut perhitungan Bung Karno. Anjir Kelampan dan Sungai Kahayan dalam perjalanan menuju Kuala Kapuas dan Pahandut. Stop Bung . hanya cara menabuhnya yang agak berlainan. disamping pemandangan gadis-gadis Kalimantan yang cukup manis.000 kilometer persegi. . dia merupakan ulu hatinya Negara Republik Indonesia. karena berlaku peribahasa ‘lain lubuk lain ikannya’. Terkadang diantaranya telah koyak dan tidak tahan untuk menghambat kucing-kucing lari. Puas dengan Memancing . Karenanya gaya hidup harus dirubah.”. . Jujur . .

gaya baru. Perahu-perahu kami meluncur terus. aku dapat menduga mungkin mereka sedang memikirkan pemecahan masalah pembangunan. bahaya banjir. kiranya dugaan kami itu salah. kemudian tidak ada apa-apa lantas bunyi nguuuuung yang kiranya memberi hormat kepada kapal lainnya yang sedang melintas.. ada kain sarung. tetapi setelah didekati dugaan kami samasekali salah. berlangsunglah rapat raksasa kecil. . . dan jalan keluar telah terlihat. Begitulah bila kita akan mengakhiri satu daerah kampung dan akan memasuki daerah kampung yang lain . Marilah kita buat berfaedah bagi manusia dari apa yang merupakan alam ini. barang-barang tersebut dikumpulkan secara gotong royong . . Bung Karno ‘ maklumkan perang terhadap alam ‘ Di beberapa tempat Bung Karno terus menganjurkan : Marilah kita tundukan alam .dihentikan karena ada tanda stop di depan. Di sini dengan cara lain yang lebih istimewa dan orisinil. Begitulah yang terjadi hampir disetiap kampung yang kami lalui. Walaupun lelah. Jiwa Gotong Royong Yah . seolaholah sebelum kami mengerti ah . . dengan cara menyelam dan berenang-renang menandakan “Stop Dulu Bung”. Ada kain lepas. kurang sopan pak. merupakan anak sungai kecil jika dibandingkan di Kalimantan ). Semuanya ini harus ditundukan untuk 110 . Maksud mereka ialah tidak lain untuk memberi hormatnya. . merupakan rangkaian dan deretan kain-kain yang biasa dipakai wanita-wanita. Memang satu hal yang patut dipujikan. . Serupa kalau kita naik kapal besar. Maksudnya tidak lain memberi hormat dengan berkeliling berputar tiga kali di depan perahu motor yang ditumpangi Bung Karno. . Begitulah selalu diperingatkannya akan bahaya gunung berapi. . Apa itu ? Sungai yang kami lalui ada yang sempit dan ada pula yang lebar. . semuanya tercermin dari bermacam ragamnya pakaian tadi. manggut-manggut yang menandakan oplosing telah mulai terasa. dan merupakan pengalaman baru pula bagi kami putera puteri Ciliwung (Ciliwung adalah sungai kecil di Jawa. Pada sungai yang sempit ini terbentang sepanduk model baru. serta tantangan alam lainnya bagi kehidupan manusia. . yang merupakan simpanan mereka. . i). . Kalau di Jakarta setiap perayaan bersejarah kita lihat poster-poster dan spanduk melintang di jalan. Rakyat sebagian terjun ke sungai mengelilingi perahu Bung Karno. rombongan agung jalan kok tidak mau minggir. malah petentang-petenteng di depan . Maksudnya tidak lain adalah untuk memberi hormat dan menyambut gembira atas kedatangan dan kunjungan Bung Karno beserta rombongan. Di sini lain lagi. sedikit menggaruk-garuk dan . dan kami agak merasa berdosa. pokoknya semua barang pakaian yang jarang dipakai. Isyarat ini rupanya dapat dimengerti oleh Bung Karno dan rombongannya. karena seolah-olah ada pula motor-motor boot dan perahu lainnya yang mondar-mandir di depan iringan perahu rombongan. tak terlihat tanda-tanda bosan pada Bung Karno untuk melayangkan pandangnnya kesegala penjuru. Terkadang kita hampir-hampir mangkel. . Dan tentu saja Bung Karno terpaksa melayani dan …. selalu kita liat kejadian-kejadian seperti itu. Mula-mula kami terkejut dikira sebagai jemuran. Sebentar-sebentar beliau membuka pecinya. Menterimenteri Kabinet Karya sesekali kelihatan berbisik satu sama lain. . h). Kiranya itu merupakan penghormatan kepada kami dan merupakan arti simbolik mereka terus bersatu merupakan keluarga besar. ada tudung atau sarudung. ada selendang.

Oleh karena itu. . Ada yang telah menerima gelas. karena terlalu puas memancing . secara gojek. airnya tidak ada. Memang hutan Kalimantan memiliki kekayaan yang terpendam. Terkadang-kadang ada minuman. . Minta pendapat pak. lauk pauknya tidak ada. Ada yang telah menerima nasi. Dan oleh karena itu saudara-saudara tidak bisa menundukkan alam ini karena saudarasaudara teranja-anja oleh kemakmuran ikan-ikan yang mudah ditangkap setiap waktu. demikian ucapan Bung Karno. Untuk melepaskan lelah. Serupa Puteri Solo. nasinya tidak ada. Ini semua adalah berkat jamu asli Kalimantan. Di Kabupaten. bingung tidak ada tempat duduk untuk istirahat. Rakyat puas dengan hasil yang lumayan itu. dikuat-kuatkan karena tidak mau kalah dengan orang tua. “Saya lihat saudara selalu lekas puas. Di Kapuas . bahkan bekerja seperti biasa. . maka masing-masing kami menyerbu tanpa menunggu layanan dari panitia. dengan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar”. Kami mendarat dalam keadaan sempoyongan. Kamipun terpaksa tidak mau kalah. Lagi-lagi alam memberi pelajaran. kalau tidak Kalimantan sukar dibangun. membersihkan diri sendiri. Kata-kata Bung Karno ini kira-kira terilhami oleh pemandangan di sepanjang jalan di mana rakyat gemar sekali memancing ikan. sekedar. minum. Sesudah makan. j). Menjelang senja. . mana yang cantik. beberapa jam kemudian sudah bisa mandi di kali. Oleh karena itu kita harus memaklumkan perang sekarang juga terhadap alam. demikian Bung Karno berkata. .keselamatan dan kebahagiaan manusia. Bagaimana membangun Kalimantan? Kirimlah transmigran dari daerah-daerah yang padat. gelas tidak ada. Jangan Puas dengan Mancing saja. maka tibalah kami di pelabuhan Kuala Kapuas. hampir serupa dengan puteri Solo. Sempoyongan lagi menuju rapat raksasa. ditambah harus berhadapan dengan beribu-ribu rakyat yang menutupi jalan-jalan yang kami tempuh. dan dengan insting masing-masing akhirnya memilih tempat yang asli. berbaring diatas rumput yang di sana sini dihiasi rawa-rawa format kecil. 111 . sampai dengan mancing saja sudah puas. makanan telah tersedia. Begitulah ada cerita yang mengatakan bahwa ada wanita yang baru saja melahirkan anak. l). Tenaga mau bekerja harus diletakkan di Kalimantan. bersenda gurau. Ah . puteri dayak atau puteri Solo? Dengan penuh dinamik dijawabnya. selalu bercakap-cakap dengan Sri Sunan Solo. kuat. k). karena perut belum terisi sepanjang hari. . Ada yang telah memegang piring. hingga sedikit sekali minat untuk mencapai tingkat hidup yang lebih besar lagi. Yang bicara adalah Menteri Dalam Negeri dan Bung Karno. yang disambut dengan tempik sorak dari rakyat. tetapi tetap gembira karena para Menteri dan Bung Karno sendiri tetap kelihatan gagah. termasuk obat-obatan tradisional yang berkhasiat dan manjur. kataku. daratan tetap terbengkalai dan hutan mendapat kemerdekaan sebebas-bebasnya. semua itu sengaja terjadi karena kehendak alam untuk menguji wartawan-wartawan yang mau bekerja.

kami tidak boleh turun. . . Kalimat tersebut mempunyai makna penghormatan dan sanjungan kepada Bung karno. m). tetapi sebelum dan sesudahnya. Maka pertama-tama pemerintah harus lekas mengatasi perhubungan ini dengan lebih dulu menggunakan lalu lintas udara. Kami bergegas-gegas menemui panitia. “itu pak “. plung . Rencana semula akan dilakukan setelah rapat raksasa. . Sekarang menjadi tempat penginapan kami. Dalam upacara adat. ditarik oleh penduduk atas keinginan mereka sendiri. Dengan tegas dijawab “ Itu Dia “. kami tidak mau dijajah atau diperbudak”. terus jalan kaki . dan itu memang benar. Besok paginya. . seperti seorang pahlawan besar yang pulang berperang membawa kemenangan. Menjelang magrib rapat raksasa berakhir. perjalanan dilanjutkan ke Palangka Raya. lenyaplah ia ke dasar sungai Kapuas. sambil menunjuk ke kali yang luas. mau meloncat ke kali kabarnya banyak buaya. masuklah seorang demi seorang ke kamar kecil biasa tempat melepaskan sesuatu dan dari kamar rahasia ini yang hanya berdinding tiga dan setinggi setengah meter. sewaktu di tanya kepada panitia. sambil menunjuk sebuah perahu motor bertingkat tiga. tegas dijawab. . Perahu itu telah dinobatkan terus menerus menancapkan jangkarnya di pinggir kali Kapuas. . Jangan heran. dan ternyata memang tidak ada tempat menginap. 112 . Pahandut. ke tempat dataran di mana ibu kota Kalimantan Tengah dibangun. terdengar kata-kata “ Angkajori doha ikei bahondang. wartawan-wartawan dan Menteri-menteri tidak sempat mandi. kurang lebih 3 km. menanyakan di mana hotel/penginapan kami. . yang lainnya jalan kaki.Bagaimana perhubungan? Ya . . Lagi sekali dipentingkan dulu lalu lintas udara Banjarmasin. Ke Palangka Raya. paling lama 20 menit. di pinggir kali . Jam 2 malam kami tiba di Pahandut. Kembali ke Hotel. . akhirnya apa boleh buat. Semenjak meninggalkan Banjarmasin sampai di Kuala Kapuas. Cuaca panas terik membuat keringat bercucuran. Paginya barulah turun ke darat. Sebentar lagi akan menghadiri malam kesenian. dan sekarang bernama Palangka Raya. kami menggayung dan menimba air. Menurut adat setempat. kalau dari Banjarmasin menuju ke Kuala Kapuas baru bisa ditempuh dalam waktu 6 jam. Setelah meliwati bermacam-macam acara adat. tapi dengan Catalina atau Helikopter tentu bisa hanya beberapa menit. . . tidak terkecuali para Menteri. Cari-cari kamar mandi tidak jumpa. kembali menjadi kantor biasa. Begitulah pendapat Sri Sunan. semula bernama Pahandut. Hanya Bung Karno yang naik jeep. tidak mandi. kalau sabun dan gosok gigi kami satu persatu memisahkan diri dari pemiliknya karena tergelincir dari tangan . baunya keringat tidak tahan lagi . n). Bulu kudukku berdiri juga karena waktu sudah magrib. . Kuala Kapuas. yaitu kalimat bahasa Dayak yang artinya : “Selama darah kami masih merah. harus mandi. ikei heam aro ang kajipon “.

Tambahan 2 MANSANA BANDAR 113 .

Zaman Bandar Tamanggung—Mengenai zaman Bandar. disamping untuk menguatkan pemahaman. Dalam karungut. 4. yaitu zaman Bandar. Zaman Dambung Mangkurap – sejaman dengan kekuatan kerajaan Banjar. dan kedua. Dan seterusnya. 5. SYAIR PERMULAAN KATA Bismillah itu permulaan kata Lalu diambil kertas dan pena Maksud mengarang satu cerita Buat penglipur gundah gulana. Zaman Tambun Bungai. Zaman Rapat Raksasa Tumbang Anoy tahun 1896. Masa penciptaan dengan segala prosesnya. maka di sini salah satu judul Mansana Bandar dikutip dengan lengkap. tetek tatum. Untuk menghindari terputusnya pemahaman akan suatu masa. 6. pada zaman datangnya Portugis – Belanda ke Bumi Nusantara.Penjelasan Singkat Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku bangsa Dayak telah mengalami beberapa zaman yaitu : 1. diharapkan Mansana ini mampu memberikan gambaran kepada pembaca situasi dan kehidupan masyarakat di zaman masa itu. 2. pada zaman Lewu Uju. ada dua pendapat: pertama. Maksud syair saya karangkan Bukan pandai kutunjukkan Cerita lama yang memaksakan Salah dan kurang minta maafkan. nama Bandar sering disebut-sebut. Saya bermaksud akan mengarang Ilmu di dada sangatlah kurang 114 . 3.

Cerita ini berasal mula Dayak Ngaju umpamanya cerita Kali Kahayan tempat bermula Hikayat Tamanggung sekali nyata. Batu Suli nama yang asli Gunung tinggi hendak menutupi Sungai Kahayan tegak berdiri Di situ tempat putera berhenti. Adapun akan cerita ini Seluruh Dayak tak asing lagi Cerita banyak corak dan ragi Kesimpulan juga Tamanggung asli. Di puncak bukit nyata kelihatan Kata yang pernah menaikkan Di situ ada tempat melihatkan Akan nasib sial atau bukan. Sesungguhnya cerita jika dirasa Banyak yang ganjil kalau diduga Akal sehat dapat membayangnya Teladan yang baik dapat diharga.Hidup melarat di desa orang Lagi miskin bukan kepalang. Ada karang saya paparkan Kepada saudara pembaca sekalian Tempatnya nyata di hulu Kahayan Bukit Batu terang kelihatan. Adalah lubang di tanah datar Lubang kecil serta bundar 115 .

Tetapi bagi yang tak berezeki Biarpun dimasuk berkali-kali Tiada lulus kepala lagi Orang hina kalau diarti. Adapun akan bekasnya negeri Tidak ada rupanya lagi Belum diketahui dengan pasti Sukar didapat tanda-tanda asli. Dialih lagi haluan kata Akan susunan mula cerita Kuterangkan sebagai yang pertama Asal dan mula orang kata. Bertambah lagi kata cerita Negeri gaib hilang di mata Entahlah itu belum tiada Sebenarnya belum didapat tanda.Dimasukkan kepala biarpun besar Tiadalah melekat boleh keluar. 116 . Di atas puncak ada kuburan Kerabat dari putera cekatan Waktu sekarang ada kenyataan Itulah juga sekedar keterangan. Sampai di sini keterangan di atas Keterangan itu dianggap jelas Dengan cerita diganti lekas Itulah sebagai maksud ikhlas.

Akan jalanan dari batang Berjembatan kuat serta panjang Berlantai ulin enam bidang Bersambung sembilan sampai gelanggang. Jembatan ulin semua berpasak Semua dibikin dari pada perak Itulah bukan karena congkak Karena kekayaan Temanggung yang bijak. Dalam jalan besar yang ke hulu Semua hitam berpagar batu Berpasir kuning sebagai mutu Sayup-sayup kelihatan ujung tentu Balik ke hilir badan bergerak Semua putih berpagar perak Hilir mudik sebagai berarak 117 . Adapun akan Temanggung pilihan Amatlah kaya tiada terlawan Kalau ditilik batang talian Sungguh hebat bukan buatan.TAMANGGUNG MERATA PATI Adalah konon asal cerita Seorang Tamanggung sebagai kepala Perintah adil tiada lawannya Luwuk Dalam Betawi nama negerinya. Sungguh hebat batang pembesar Berlantai ulin berpagar besar Seakan-akan pelabuhan besar Tahan dipukul gelombang besar.

Itu perbuatan semua budak. Supaya terus jalan cerita Di muka kantor berkibar bendera Menyatakan pegawai turun bekerja Akan menyempurna susun negara. Sungguh-sungguh mengherankan juga Di serambi muka yaitu beranda Adalah patung sebagai boneka Pandai bernyanyi dan berkata-kata. Tempat istana Temanggung Pati Rumah besar tiada terperi Empat puluh pintu berlapis baiduri Gilang gemilang berseri-seri. Segenap lorong yang besar-besar Terdiri toko serta pasar Semua kepunyaan Temanggung pendekar Rakyat aman tiada bertengkar. Muatan di dalam cukuplah sudah Ukir-ukiran yang indah-indah Siapa melihat heran dan lengah Tiadalah saja panjangkan mudah. Begitu juga kekayaan uang Emas dan perak bergudang-gudang Fakir miskin datang menjelang Semua diberi mana yang kurang. Betul senang penghidupan baginda Ada permaisuri jadi adinda Mempunyai seorang ialah putera 118 .

Karena kekerasan perbuatan Bandar Ke negeri lain menjalankan kabar Barang siapa tiada sadar Tentu diperkosa anak pendekar.Anak tunggal tak bersaudara. Bandar disebut akan namanya Tempat kesayangan ibu dan bapak Rupanya elok tiada terkira Gadis melihat tertarik mata. Pada suatu hari anak dilihat Rupanya ia berubah tabiat Timbul sombong tiada manfaat Perintah ayah tiada diingat. Jangan dikata pada dalam Betawi Ada diperkosa puteri-puteri Siapa melawan dipaksa diri 119 . Cukuplah pintar Bandar bestari Akan menolong memangku negeri Rakyat setia di dalam Betawi Kecil besar menghormati. Tabiat sombong tiada terkira Suka menghianat gadis beka Biarpun ditegur dan disapa Tiada ia jera juga. Anak laki-laki bertambah besar Dalam negeri menjadi sinar Ditimang-timang jadi pendekar Mengganti ayah kalau besar.

Ibu melarang nyatalah tentu Ibu kasihan memesan pulang Ceritanya tidak akan kupanjang 120 . Berpikir lari tujuan pemuda Cuma membawa teman seperlunya Kepada ayah tidak diceritanya Hanya ibu mengetahui jua. Tiada tertahan marah mereka Jika begitu merusak negara Nomer satu menghina bangsa Nomer dua adat lembaga. Tiada aku panjangkan mudah Akan Temanggung punya sumpah Bandar termenung rupa mengindah Berpikir hendak lari pindah. Jika begitu dihukum Tuhan Ayah lari anak kekurangan. Sangatlah malu Bandar cekatan Pada tegur ayah yang bukan-bukan Betul rasanya di dalam badan Hendak diubah tujuan pikiran. Oleh kelakuan Bandar demikian Bergudang-gudang uang kehilangan Jika kurang harta Temanggung Sultan Tentulah miskin oleh anak harapan. Bukan begitu kelakuan sultan Mudah dimasuk iblis setan.Diancam jiwa serta disuapi.

Ada juga melambai tangan Serta mengucap selamat jalan Cuma Temanggung yang ketinggalan Oleh perintah yang dikeluarkan. Setelah sedia akan muatan Barang sedikit untuk jualan Jadi bekalan di tengah jalan Kadar lain dianugerah Tuhan. Tali Ruhaii dilepas sudah Dari batang Temanggung Syahdah Siapa melihat memberi madah Selamat jalan suara murah.Keberangkatan Bandar lagi kuterang. Bandar turun memeriksa jua Akan alamat perjalanan mereka Alamat baik sudah menanda Selamat jalan suar murah. 121 . KEBERANGKATAN BANDAR KE HULU KAHAYAN Diambil ringkas jalan cerita Akan keberangkatan anak merata Ruhaii Pangun nama perahunya Siap sedia anak buahnya. Tiada miris Ruhaii pendekar Perjalanan cepat serta lancar Menuju ke hulu tiada lingsar Berdentum dayung budak besar.

Sampai Bandar Bereng Kalingu Orang datang menjadi tamu Heran mereka melihat perahu Siapa gerangan nama penghulu. Akan keadaan Dambung kepala Tiada usah dipanjang cerita Tidak kalah oleh Temanggung Baginda Sudah termashyur kemana .mana. 122 . Nama Dambung memerintah negeri Besar amat tiada terperi Orang datang bersendi-sendi Melihat keindahan taman dan peri.Jika tiada aral melintang Sampai Bandar jam lima petang Bereng Kalingu telah dipandang Tampak menara tinggi tiang. Terhenti cerita Bandar dahulu Timbul kisah Bereng Kalingu Dambung Kepala memerintah di situ Aman damai tiada terganggu. Adapun akan Bandar kepala Berpakaian hebat rupa jenaka Di dalam negeri hendak tamasya Hendak menemui saudara bapak. Dalam ini cerita menyala Adalah akan Dambung kepala Saudara Bandar perwira Rumah Dambung dijelang jua.

Lalu menjadi bertambah nama Dambung hidup bergurau senda Dengan permaisyuri amat tercinta Mempunyai seorang puteri jua. Anak perempuan besarlah sudah Tiada melawan sembarang mudah Tempat kesayangan ibu dan ayah Karena anak amatlah indah. Sumbu Kurung akan namanya Sangat cerdik tiada terkira Sama Bidadari turun menjelma Kelihatan air sirih yang ditelannya. Begitu keindahan anak pingitan Dalam Kalingu tak ada bandingan Banyak yang memberi keheranan Coba dengar saya terangkan. Adapun akan tempat puteri Pucuk Mahligai istana puri Tiga puluh lapis buatan ahli Memancar di sinar si matahari. Adat puteri sudah teratur Apabila keluar sebagai guntur Pipi licin kemerah-merahan Siapa melihat lupa ingatan. Rambut panjang tiada sedikit Jika dijambul berbelit-belit Jika terurai sampailah tumit Hitam lebat menutup kulit. 123

Jari lancip mudah dibentur Rupa empuk sebagai kasur Jika melambai dapat melipur Biar hati yang sudah hancur Kecantikan puteri berhenti dikata Supaya jelas jalan cerita Keliling istana dicerita jua Keindahan alam yang kaya raya. Karena dekat istana puri Hidup sebatang pinang tinggi Boleh membentur sebagai jari Siapa pandai meminangi Kalau pinang membentur jua Tepat tentangan dengan jendela Siapa hina tiada mulia Tak dapat naik sampai puncaknya. Berhenti pinang punya keterangan Kisah Bandar anak Pangeran Seluruh negeri sudah dikenalkan Meninggal Kalingu tak ingatan. Bandar anak Temanggung kepala Tinggal di Kalingu hendaklah lama Kelakuan jahat terulang pula Bereng Kalingu hendak diperkosa. Kelakuan buruk mulai dilaku Tiada mengingat nasib dahulu Sebabnya ia pergi ke hulu Karena diusir ayah penghulu. 124

Beberapa anak dara dalam negeri Hendak dibujuk dan disuapi Tetapi tak seorangpun yang turut peri Malah dimarah dan disumpahi Tetapi Bandar tak putus harapan Di dalam puri hendak dicobakan. Atas tolongan pinang kesaktian Saudara sepupu hendak dihinakan Begitu jahatnya Bandar berlayar Saudara sendiri hendak dilanggar Tiada mengingat adat yang besar Sebagai janji tidak ikrar. Batang pinang lalu dinaiki Maksud mendapat tuan puteri Sampai puncak duduk tinggi Bangsa mulia pinang ditimangi. Lalu berkata Bandar kepala Jika aku benar anak berbangsa Benturlah pinang menuju jendela Dengan puteri ada bicara. Dengan pertolongan Maharabi Benturlah pinang mendekati Pintu jendela tuan puteri Diangkat tangan lalu mengetuki Ketuk didengar puteri di dalam Duduk terkejut dari tilam Siapa mengetuk tinggi malam Kelakuan begitu patut dirajam. 125

Datang ke sini apakah maksud Karena malam sudah larut Maksud jahat jangan diturut Baiklah pulang dari maut. Kemana-mana aku mencari Tuan puteri seimbang diri Tiada didapat di mana segi Sampai dicari ke langit tepi. Jikalau hamba matilah dirinya Jikalau kaya habislah hartanya Siapa berani mendekati istana Begitu hukum undang-undang negera. Banyaklah macam madah puteri Tiadalah usah dipanjangkan peri Bandar di luar bermenung diri Jawab balasan hendak dicari. Bertahan di pirang Bandar berkata Maaf aku wahai saudara Adalah aku Bandar bernama Datang ke sini maksudpun ada. 126 .Wahai bedebah siapa itu Berani ketuk saya punya pintu Sejari tak kubuka tentu Ayahlah turun wahai hantu. Maksud baik akan kusangka Sungguh adat dalam dunia Dengan adinda hendak berdua Buka pintu ayo terima.

Adapun sebab tuan berpindah Karena ada beberapa salah Tabiat begini memberi kesal Seperti anak kehilangan akal. Adalah konon satu peribahasa Seperti titik hujan biasa Temannya guruh besar suara Ada bunyi yang berguna. Wahai bunda dengarlah tentu Akan hal tuan satu persatu Semuanya itu akan tahu Ibarat surat pemberian tahu. Sudah habis aku pikirkan Tiada patut seorang sultan Terhadap saudara sedemikian Maksud saudara saya tolakkan. 127 . Marah puteri tiada tertahan Karena mendengar suara lawan Berkata keras tiada segan Biar berharap anak sultan.Wahai dengan tuan puteri Tiadalah aku mengundur diri Jika tiada mendapat janji Akan disimpan di dalam hati. Tuan simpan di dalam dada Padahal tersiar kemana-mana Sebagai bau melayang jua Masuk jua ke puri istana.

Bertambah lagi wahai kakanda Aku ini bukan engkau punya Jikalau tidak cukup syaratnya Sekali-kali tak boleh diterima. Bandar turun membawa kemaluan Sampai di bawah lalu berjalan Ruhaii Pangun ditunjukkan Bereng Kalingu hendak ditinggalkan. Perihal saudara yang marah Bandar mendengar tunduk tengadah Seperti orang penyakit lemah Bandar sedikit lalu bermadah. Kalau saudara tiada terima Akupun tak memaksa jua Jangan menyesal kemudian kiranya Jika dapat bertemu muka. 128 . Selamat tinggal adik pingitan Aku akan turun berjalan Entah bertahun atau berbulan Mudah-mudahan bertemu hari kemudian. Sampai di sini puteri berkata Bandar termenung di luar nyata Malu rasanya tiada terkira Rahasia dirinya telah terbuka.Ayah lekas turun berjalan Balasan baik jangan diharapkan Tiada guna engkau tunggukan Memberi malu begitu kelakuan.

Bandar berangkat tiada kupanjangkan Ruhaii penuh dengan muatan Karena berkat pertolongan teman Sampailah ia hulu Kahayan. Tunggal Mambu orang yang tangkas Kepandaian ada bertukang emas Subang. Tinggallah Bandar dengan senang Ibu dan ayah tiada dikenang Beramai-ramai malam dan siang Cuma teringat nasib yang malang. Akan keadaan Upun Batu Orangnya banyak baik laku Siapa datang sahabat tentu Orang jahat diusir lalu. 129 .Di dalam negeri sudahlah lama Bandar bermaksud berangkat segera Ruhaii Pangun sudah sedia Kepada Dambung diberitahunya. gelang. Maka kebetulan ketika itu Sampai di tempat saudara sepupu Tunggal Mambu namanya tentu Negeri bernama Upun Batu. Upun Batu ialah lagi Batu Suli namanya asli Tempat singgah Bandar Bestari Ada diterang yang sudah dilalui. bermacam perhias Rupa bagus dan upah pantas.

Begitulah Bandar empunya barang Orang melihat semua girang Emas keluar lagi menjelang Ke tangan pemuda gemilang Bertambah lagi kekayaan pemuda Oleh karena pertolongan saudara Bandar bertukang emas jua Lalu pandai tak terkira. Maksud pulang tiada di hati Di tanah orang sukalah mati Kejadian dahulu sudah diingati Ayah juga menyuruh lari.Sebagai uang orang dahulu Ialah emas timbangan tarju Dengan barang bertukar selalu Selain dari itu jarang laku. BANDAR PULANG Tersebut kisah Temanggung Pati Terkenang anak Bandar asli 130 . Dicerita lagi akan kehidupan Bandar senang di hulu Kahayan Mendapat emas banyak timbangan Akan pertolongan saudara bangsawan. Biarpun ada maksud yang kurang Tiada usah dipanjang walang Hati kecut saudara garang Itulah sebab menjadi bimbang.

Tetapi telah didapat khabar Di Batu Suli tempat pendekar Surat Temanggung lalu beredar Menuju anak pulang di khabar Hati Temanggung sudahlah sabar Terharu mengingat nasib pendekar Siang malam hati berdebar Mendoa anak pulang sebentar.Sudah lama meninggal negeri Entah kemana ia pergi. Tiada aku panjangkan madah Surat Temanggung dikirim sudah Sampailah Bandar hati gundah Teringat jua kasih ayah. Bereng Kalingu sudah dilalui Sampai ke Luwuk Dalam Betawi Kepada ayah diri dikhabari Ayah gembira tiada terperi. Sedikit surat kasihan jua Seperti di bawah aku tera Cuma mencerita gundah gulana Selama ditinggal oleh ananda. Kesukaan ibu tiada ketinggalan Diambil beras kuruk semangat dipanggilkan 131 . Seluruh negeri semua suka Karena Bandar datang segera Memberi salam kepada putera Kita bercerai sudahlah lama.

Tetapi akan Bandar kepala Tabiat dulu datang menggoda Dalam pekerjaan tiada setia Harta ayah selalu dimusnah Tiada diceritakan tabiat itu Ialah tabiat seperti dahulu Ayah tahu tabiat memalu Supaya anak jangan terharu 132 . Sampai di sini kesukaan merata Supaya jelas jalan cerita Cerita Bandar yang terutama Tabiat dulu kembali rupa. dicium. BANDAR DALAM HUTAN Supaya jelas jalannya kisah Bandar dalam negeri lamalah sudah Urusan negeri diserahkan ayah Dari yang berat sampai yang susah.Dipeluk. Sesudah adat dikerjakan Orang banyak menyaksikan Temanggung anak beranak berampunan Hidup sempurna sekalian. Temanggung tiada melupakan adat Tanda mengampun patut diingat Membikin pesta tanda hormat Seperti orang berdoa selamat. anak timangan Anak tunggal tempat kesayangan.

Ayah selalu sakit hati Tabiat anak telah kembali Tiada mau ia memarahi Akal ada telah dicari Disuruh sediakan Ruhii Pangun Sudah sedia lalu diturun Muatan banyak tertimbun-timbun Makanan bermacam bersusun-susun Setelah mustaid semuanya Anak dibawa serta dibujuknya Anak berdagang ia berkata Pergi ke hulu lagi didusta Bandar tiada juga melawan Perkataan ayah diturutkan Lalu berangkat tiada ketahuan Dimana sebenar arah tujuan Temanggung berakar dengan cepat Serta memberi beberapa isyarat Mengasing Bandar akan ditaat Rahasia dipegang erat-erat. Danau Karang jauh sekali Dari negeri Luwuk Dalam Betawi Apalagi berjalan kaki Seorang manusia tak berani. 133 . Tiada beberapa lama berselang Ruhaii sampai di Danau Karang Masuk di situ hajat sekarang Ibarat burung tempat bersarang.

Bagaimana mereka tinggal bersenang Bandar tiada mengetahui terang Alat senjata sumpitan kayu Masuk hutan hilir hulu. 134 . Di sinilah ada waktu terbuka Temanggung meninggalkan sang putera Segala hamba mustaid semua Lari pulang dengan segera. Segala muatan diangkat semua Satu pondok didirikan sudah Serta Temanggung berkata jua Bahwa di sini tempat berusaha. Berkayuh keras bukan buatan Sebab meninggalkan anak buangan Danau Karang sudah ditinggalkan Sedikit tidak menaruh kasihan Berhenti kisah Temanggung mulia Tersebut kisah Bandar pemuda Pulang berburu ke pondoknya Heran termangu kena perdaya Ayah dan teman pulang habis Tersedu sedan pemuda menangis Seorang ditinggalkan dengan bengis Hati sakit seperti diiris.Danau Karang sampailah sudah Tempat mengasing putera syahdah Itu pertimbangan dalam hati ayah Untuk hukuman kelakuan yang salah.

Apakah sebab Dambung tak sabar Karena ia mendengar khabar Kelakuan kemenakan ialah Bandar 135 . Bandar tinggal di dalam hutan Beberapa bulan telah berjalan Hati sedih melihat bekalan Jika habis apa dimakan. Memikir nasib tengadah tunduk Mengenang hidup sangat buruk Dalam bantal hidup kapuk Air mata turut memupuk. TANJUNG BERENG KALINGU Tersebut konon Tanjung Bereng Kalingu Keadaan Dambung ketika itu Hati sakit bertambah pilu Menaruh wasangka yang keliru.Seperti diiris dengan sembilu Pagi dan petang hati terharu Apa kesalahan dihukum begitu Tiada diterang lebih dahulu. Diambil ringkas dalam cerita Bandar hidup di pondok merata Dengan manusia tiada bersua Cuma berteman pelanduk jenaka.

Lalu permaisuri menjawab jua Tiada kubantah maksud kakanda Tetapi kakanda harus waspada Agar akhirnya tiada cacat cela. Tiada aku panjangkan percakapan Segalanya mustaid persediaan Puteri merengut hendak melawan Hati sedih karena perpisahan Lalu siap Dambung kepala Berangkat mengantar puteri ananda Permaisuri turut di higa 136 .Terus memperkosa tentu menjalar. Adapun akan pikiran baginda Seluruh kota tentu akan diperkosa Barangkali puterinya dimusna Harus puteri dijauhi jua Permaisuri lalu dipanggil Perundingan ada supaya berhasil Permaisuri datang berhati kecil Niat salah sangat mustahil Aduhai adinda permaisuri Adalah maksud timbul di hati Karena mendengar kabar yang pasti Kelakuan Bandar jahat sekali. Sebab itu puteri patut dijauhkan Agar jangan diperkosakan Ke tempat jauh tidak ketahuan Agar selamat jiwa dan badan.

Mencari tempat yang tak disangka. Pondok itu telah nyata Sudah ditinggal beberapa lama Karena melihat segala keterangannya Serba kosong segala isinya. Di dalam pondok ada perkakas Dalam periuk tak berberas Sebiji tiada didapat beras Cuma lantai tikar beralas. Pada sampaian dekat dinding Pakaian robek rupa kuning Kelambu buruk kain saring Tambalan penuh berkeliling. Lalu berangkat Dambung ke situ Serta sampai ke pondok itu Lalu diperiksa satu-persatu Rupanya didiam orang dulu. Kebetulan pada waktu ketika Hari gelap singgah lama Naik ke darat nanti diperiksa Tantangan danau nanti dikira. Hari pagi cahaya cemerlang Pemandangan luas serta terang Tampak di sana seperti ladang Pondok berdiri rupanya sedang. Kesimpulan oleh Dambung kepala Di sinilah tempat meninggalkan ananda Agar jangan dapat diperkosa 137 .

Waktu Dambung berkata-kata Permaisuri lalu menyela Wahai anakku seri kamal Maksud ayahmu begini rupa. Dambung. Dalam hatiku mau menentang Perbuatan ayah yang garang Tiada berani aku melarang Takut kalau kena tendang. Persiapanpun semua sudah Dambung kepala lalu bermadah Tinggal di sini jangan gundah Karena kami pulang berpindah.Oleh Bandar anak celaka. dan teman Lalu berangkat sekalian Ananda kandung ditinggalkan 138 . Perkakas puteri diangkat semua Satu persatu habis semua Teman puteri tinggal dua Ngambun Hawun dayang-dayangnya. isteri. Sesudah mereka berpeluk-pelukan Serta bercium tanda perpisahan Dambung memohon pulang berjalan Puteri beriga tersedu sedan Puteri menangis tiada terkira Mengingat nasib mereka bertiga Telah berpisah dengan ibu bapak Tiada diketahui berapa lama.

Hidup melarat teerus selalu Dengan manusia tak bertemu Ibu.Karena sangat kekeliruan Diambil cerita dengan singkat Sampai di rumah Dambung selamat Permaisuri menangis seperti keringat Anak kandung selalu teringat. BANDAR MENDAPAT TEMAN Tersebut kisah Bandar buangan Sudah lama di dalam hutan Bertahun-tahun dan berbulan-bulan Habis sudah segala makanan. Beberapa bulan telah berjalan Sesudah puteri ditinggalkan Anak tunggal tiga berkawan Hampir dilupa Dambung Jembangan. dipergunakan Sekedar umbut jadi teman. sumpit. Selama Bandar dalam pengasingan Seperti miskin rupa kasihan Jangan dibilang baju pakaian Tinggal sedikit menutup badan. tiada membantu Jika kiriman tiada ditunggu. Apa akal mencari makan Cuma keluar masuk hutan Jerat. Kalau ditilik seluruh badan Badan kurus tak terperikan Jika umpama dipukul topan 139 . Berhenti di sini Dambung dahulu Cerita Bandar kutinggal lalu Hidup mati hendaklah tahu Berbulan bertahun sudah lalu. bapak.

Sesudah bertiga ditinggalkan Dambung Duduk di luar sambil termenung Bercakap-cakap dengan bingung Merasa curiga dan canggung Ngambun Hawon lalu berkata Adinda sungguh kami cinta Rupa menurut hemat beta Pondok ini ada yang punya Puteri menjawab wahai kakanda Adalah benar dugaan berdua Tetapi apa yang hendak dikata Hukum ayah sudah memaksa Ngambun Hawon bertanya lagi Wahai adinda tuan puteri Jika jin orangnya nanti Tanpa menyerah atau lari. 140 . Teman berdua bertanya pula Wahai adinda sebuah mata Jika manusia orangnya nyata Apalah lagi hendak dikata.Boleh rebah bagai kayuan. Puteri menjawab serta bermadah Hati sabar dan bermurah Jangan dipikirkan pada yang salah Manusia hidup dilindungi Allah. Tiap hari pondok ditinggali Mencari kadar kesana-kesini Baru malam boleh kembali Tidur nyenyak sampai pagi. Waktu Dambung memeriksakan Isi pondok dan sekalian Waktu itu ada kebetulan Bandar anak telah berjalan Tersebut puteri tiga berteman Waktu ayah mengasingkan Pondok kosong sangka gerangan Padahal Bandar waktu berjalan Sewaktu sepeninggal Bandar itu Puteri bertiga sebagai tamu Disangka orang tak ada di situ Padahal itu nyata keliru.

Melihat hal sedemikian rupa Puteri berkata dengan sabarnya Ambil air pengusap dada Kakanda lain buat buburnya Setelah bekerja dengan giat Dada diusap dengan hemat Baru siuman rupanya umat Bibir bergerak mata melihat Bubur diberi ketika itu Beserta dengan air susu Mana yang sukar dapat dibantu Habis sepiring diminum tentu Tiada berapa lama berselang 141 . Tiada berapa lama antara Sampailah mereka ke tempat bahana Hati terkejut tiada terkira Karena melihat itulah manusia Orangnya tampak telah terbaring Seluruh badan kurus kering Tampak tulang dada beriring-iring Diliput kulit putih kuning. Setempo mereka bertutur-tutur Terdengar di serambi dapur Tertawa gelak berhenti sembur. Puteri berkata apakah gerangan Ayo kakanda lihat keterangan Apakah itu orang hutan Ataukah manusia dibuat teman Mereka mendekat bersuruh-suruhan Disangka hantu dalam ingatan Sambil takut perlahan-lahan Lalu menuju suara gerangan.Hal itu gampang wahai kawan Manusia itu memang tolan Bawalah ia bercakap-cakapan Maksud jahat dihindarkan. Manusia itu rupanya pingsan Sekelilingnya tak ketahuan Rupanya ia kurang makan Karena umbut dibawakan. Hati kecut dan tepekur.

Coba dengar wahai adinda Rupa buruk menjadi hina Tiada lain oleh karena Sebab diasing oleh baginda Adapun akan namaku Supaya tuan puteri tau Bandar Temanggung jangan keliru Yang diusir lebih dahulu Bandar menyambungkan katanya Sebab ia menjadi hina Dari semula sampai akhirnya Sebab karena kelakuannya. Cukup sekali Bandar bercerita Datang giliran aku bertanya Siapa gerangan nama bertiga Seakan-akan nasib kita sama. Mendengar pertanyaan Bandar demikian Mereka bertiga berpandang-pandangan Apalagi hendak dikatakan Mundur maju salah jejakkan Puteri menjawab dengan terpaksa Lemah lembut segala suara Rasa malu tiada terkira Kejadian dulu teringat jua Sumbu Kurung nama pertama Ngambun Hawun nama kedua Datang ke sini agak terperdaya Ke dalam pondok ada orangnya. Kami ke sini cobalah dengar Diasing ayah karena kabar Tabiat tuan tuan membikin gempar 142 . Pemuda menjawab dengan terus Dengan suara putus-putus Dipegang hidung menyapu ingus Terkenang nasib menjadi kurus.Badan sehat rupa girang Tuntuk duduk ada dikenang Karena mengingat nasib malang Lalu bertanya tuan puteri Siapa gerangan tuanku ini Atau nama harus disebuti Agar kami dapat mengetahui.

Kita ini anak hilang Rupa nasib sama malang Ibarat kerbau keluar kandang Sama-sama menjadi jalang. Di sini kita sama menunggu Cuma ada satu permintaanku Jiwa dan badan jangan diganggu Bahan makanan boleh membantu. Rupanya ayah sangat keliru Teman berdua serta aku Diasingkan tempat ke sini hulu Supaya tuan jangan ditemu. 143 . Tetapi apa dikatakan lagi Maksud ayah menyuruh lari Untung malang menimpa diri Semua salah duduk berdiri. Habislah sudah keterangan puteri Bandar tersenyum mendengari Rupanya kita ini bersaudari Datang ke sini seperti berjanji Jangan khawatir tentang permintaan Tentu itu aku kabulkan Biar hidup kita berdekatan Segalanya ada dalam pembicaraan. Sungguh kami sangat menyesal Ayahku kehilangan akal Dengan apa hendak dibatal Ibarat janji sudah kekal. Mereka hidup bercumbu-cumbuan Menyata diri anak sultan Lupa hidup di dalam hutan Karena Bandar mendapat teman Dialah kata haluan peri Timbul kisah empat saudari Bergurau senda sehari-hari Bandar gemuk besar diri.Sampai Kalingu pasti menjalar. Ada permintaan yang harus laku Adindaku harus juga membantu Memberi makan yang ada itu Agar badanku gemuk dulu.

Sebab itu apa pikiran Baik kita memperjuang diri Kepada Bandar sehidup semati Mudah-mudahan Allah memberkati.Hidup berteman di dalam hutan Selain dari empat berkawan Beruk. Karena ini bukan kesalahan Dibikin Bandar anak sultan Tetapi ayah mempunyai buatan Menaruh wasangka yang bukan-bukan. Kalau melihat keadaan demikian Ibu dan bapak tiada harapan Mengambil kita memberi makan Seumur hidup kita dilupakan. Maaf aku tuan puteri Maksud di dalam hati Sudah takdir Maha Tinggi Tidak boleh dipungkiri Inilah suatu maksud besar Mempersatukan puteri dengan Bandar Memekat janji jadi ikral Baik senang dalam sukar. Biar aku dapat berkata Akan menaruh suatu cinta Boleh ditanya pada kakanda Maukah emas mengikat permata. lutung banyak berlumpatan Sekeliling pondok berkeliaran. Sebab itu datang giliran Anak Temanggung menjawabkan 144 . Kuambil lekas jalan cerita Ngambun Hawun lalu berkata Melihat keadaan sudah nyata Maaf aku hendak meminta. Puteri menjawab berkisar awak Maksud kakanda hampir kutolak Tetapi kupikir masak-masak Sebab tempat tiada berjarak. Puteri mendengar tersenyum simpul Akan alasan serta usul Hendak ditolak dirasa betul Seumpama listrik itulah tombol.

Cuma lagi ada permintaan Jika adinda dapat celaan Jangan dikata satu paksaan Ini maksud kita bersamamu. Beginilah konon kata cerita Mereka hidup senang sentosa Di dalam hutan sudah lama Berkasih-kasihan tiada lawannya. Sekali lagi aku peringatkan Jangan di bibir taruh perjanjian Harus meresap ke dalam badan Cinta birahi berzaman-zaman. Sampai di sini Bandar beramanat Supaya jalannya kisah cepat Perjanjian bersatu sudah erat Cuma tinggal melakukan adat Adat kawin sederhana disediakan Dua sejoli lalu disandingkan Darah Kaharingan dipercikkan Karena itu adat aturan Ngambun Hawun menjadi saksi Duduk di hadapan dua sejoli Mereka duduk didekati Laksana bulan dan matahari Bandar. Puteri berduduk dekat Ngambun Hawun menemui adat Mendoa kedua semua sehat Panjang umur hidup selamat. 145 .Maukah emas mengikat intan Supaya melekat berdua-duaan. Karena oleh karunia Tuhan Puteri hamil beberapa bulan Pekerjaan baik oleh sekalian Semua sehat dalam ingatan. Bandar menjawab berkisar duduk Awak sudah mulai gemuk Mata mengerling meliuk-liuk Tanda setuju kepala diangguk. Segala maksud saudara-saudara Boleh kukabul bersama-sama Jikalau saudara suka memperguna Dagang miskin lagi hina.

Anak tempat kesayangan ibu bapak Di timang-timang setiap masa Paras cantik pengganti Bapak Selalu dijaga tiada lupa. BANDAR DITINGGALKAN OLEH TUAN PUTERI DAN TEMAN Kembali kisah Dambung kepala Baru sadar impian belaka Teringat anak puteri juita Tinggal di hutan sudah lama. Terpaksa Bandar setiap hari Masuk hutan kesana kemari Binatang disumpit umbut dicari Mana yang dapat pengganti nasi. Karena oleh lama sekali Ibu dan bapak tiada mendatangi Kami mendapat anak laki-laki 146 . Penderitaan mereka kena kelaparan Mana yang dapat itu dimakan Sampai disini aku ceritakan Agar cerita lekas berjalan. Sungguh untung mereka sekalian Satu jiwa telah bertambahan Tetapi ada satu halangan Mereka habis barang makanan. Timbul maksud di dalam hati Lalu berkemas akan pergi Akan mengambil tuan puteri Entah hidup atau mati. Karena merasa semua diasingkan Dan berteman di dalam hutan Di dalam hati timbul persatuan Sehidup semati itu gerakkan. Di dalam pondok telah dikira Bahwa tidak ada isinya Padahal isinya memang ada Ialah Bandar Temanggung kepala.Cerita tak usah diperpanjangkan Anak laki-laki dilahirkan Diberi nama Si Sahan Artinya karena hidup di dalam hutan.

147 . Mendengar itu Dambung lemah pikiran Menyiap perkakas berangkat bergegasan Barang puteri semua dikumpulkan Semua habis dimuat sekalian. Ngambun Hawun siap sedia Tunggu Si Rahai sudah lama Tuan puteri hendak dikata Tersedu sedan tidak terkira. Jika tidak ditahan permaisuri Ngambun Hawun membantu lagi Akan menahan Dambung benci Tentu lepas kepala puteri. Oleh pertolongan Allah Hu Akbar Marah Dambung menjadi sabar Karena mengingat pokok sebenar Bukan puteri yang salah benar. Ibarat bulan dan matahari Datang awan segera menutupi Sinar puteri hilang sekali Baiklah kita lekas kembali. Apalagi kalau diperiksakan Dari asal atau permulaan Mengantar puteri ke padang hutan Sungguh puteri tidak bersetujuan. Jalan puteri memberi keterangan Ayah tahu akan halangan Timbul marah bukan buatan Mandau dicabut hendak dibunuhkan. Waktu Dambung dalam kesabaran Permaisuri memberi ingatan Wahai kanda dulu kukatakan Mengasing puteri sekali jangan.Itulah dia yang kusembunyikan. Tetapi Dambung tidak menyukai Membawa Sahan anak laki-laki Biar dia tinggal mati Dengan Bandar juga sekali. Tetapi apa hendak dikata Barang salah ada hukumnya Tiada lain ada malunya Bertambah lagi air mata.

Tetapi apa hendak dikata Perintah ayah tak dilawan Takut berpisah kepala dengan badan Biarlah anak ditinggalkan. Tetapi peninggalan sebelum berangkat Cincin intan warna berkilat Sehelai selendang juga berikat Kepada suami tanda ingat. Ruhaii Pangun laju sekali Maklum dayung dayang kembali Cuma puteri termenung diri Mengingat anak dan suami Tiada berapa lama selam Ruhaii berjalan siang malam Bereng Kalingu sampai di dalam Sampai istana puteri ke dalam Mereka sampai dengan selamat Keadaan baik serta sehat 148 . Tinggallah anak si buah hati Ibumu ini pulang kembali Jika umur panjang anakku nanti Pasti anakku akan mencari.Tersedu sedan karena apa Karena anak sebuah mata Tinggal sendiri dengan bapak Tentu tak hidup dengan lama. Apalagi si bayi Sahan Tiada tahu kiri dan kanan Sedangkan besar ayahnya tuan Pasti mati karena kelaparan. Di dalam hati puteri berpesan Umur bapak dan anak dipanjangkan Karena ibu berjalan tidak ketahuan Entah bertahun atau berbulan Tiada aku panjangkan madah Karena tangan sudah payah Sumbu Kurung turut berangkatlah Tinggal anak terengah-engah. Lagi air susu secawan Pada anak ada didekatkan Ini tanda bekal penghabisan Karena ibu pergi berjalan.

Apakah sebab jadi gerangan Selama bersatu tak pernah perpaluan Sampai sedikit tak ada ditinggal kesan Aku dan anak ditinggalkan. Adakah adinda di lautan api Di Kayangan atau di bumi Bersumpah aku berani mati Sanggup aku akan mencari Di mana-mana aku mencari 149 . Begitukah adat dunia ini Atau perbuatan seorang puteri Janji diucap di muka saksi Ngambun Hawun dimana lagi. Binatang buruan lalu dibawa Dekat pondok mendengar tangis anaknya Dipanggil isteri tak menjawab kata Selain dari bunyi gema. Dimanakah kau lari berlindung Pergi ke laut atau ke gunung Ke udara kah serta membumbung. Ketika anak menangis sangat Ilham Tuhan memberi ingat Kepada Bandar pulang cepat Bencana di pondok hebat sangat.Sampai disini puteri ke tempat Bandar dan Sahan kita ingat. Sampai pondok anak didekati Diam anak apa sebabmu ini Ditinggal ibu kemana lari Apakah nian telah terjadi. Aduhai adinda tuan puteri Sampai hati meninggalkan diri Serta anak sebuah hati Tidakkah adinda mengingat janji. Dimanakah bekas atau dengung. NASIB BANDAR DAN SAHAN Adapun kata aulia Ketika ditinggal puteri jelita Anak menangis tiada terkira Sebab mencari ibu dan bapak.

Di mana jejak tuan puteeri Tidakkah dinda mengetahui Kami kelaparan pasti mati. Ratapan Bandar selesai cerita Bandar sakit tidak terkira Nomer satu karena cinta Nomer dua karena laparnya. Susu habis di dalam cawan Anak lemah hampir pingsan Ayah sakit tak mau makan Kedua rebah berdampingan. Dalam keadaan bandar berdua Di Danau Karang dan Jata Lalu timbul datang menjelma Seperti manusia rupa tampannya. Begitu keluh kesah sultan Sambil duduk ia keheranan Serta memandang kiri dan kanan Lalu terlihat barang peninggalan. Tapi setelah melihat keadaan Jikalau tidak ditolongkan Tentu hilang utusan bangsawan 150 . Air susu terlihat secawan Serta sebentuk cincin intan Selendang sehelai berkilauan Dilepas puteri dari badan. Sama masih anak dan bapak Karena ditinggal puteri bunda Sedikit lagi tentu bahaya Jika tidak tolongan yang kuasa. Sebelum Jata itu menjelma Keadaan Bandar serta anaknya Satu persatu telah diketahuinya Tetapi hal itu disengajainya. Bandar sakit tidak terperi Tiada seorang yang mengetahui Cuma maut saja menanti Harapan hidup kecil sekali. Barang itu tanda peringatan Kasih puteri hilangnya bukan Kepada anak serta sultan Bandar melihat jadi renungan.

Dengan laju kapal berlayar Lalu sampai tanah Banjar Singgah di situ Bandar keluar Berjabat tangan dengan Syahbandar. Lalu berdiri sambil keheranan Melihat rupa dan segala keadaan Barangkali ini dalam impian Sebab karena lupa ingatan. Dengan segera Jata menimbulkan Satu kapal yang bermuatan Kepada Bandar dan anak yang pingsan Ke dalam kapal terus dimuatkan. Bertambah lagi kata cerita Sahan sehat cepat besarnya Atas pertolongan Jata kuasa Juga cepat berkata-kata. Syahbandar bertanya apa kabar Jawab Bandar hendak berlayar Saya singgah cuma sebentar Sekedar cuma mengikat ikral. Kapal itu lalu dijalankan Waktu malam tak kelihatan Luwuk Betawi dan Kalingu dilalukan Oleh puteri tak ketahuan.Begitu Jata telah pikiran. Adapun kata sehibul hikayat Kapal berjalan dengan cepat Menuju laut dengan selamat Dekat negeri ada alamat. 151 . Setelah sampai muara Kahayan Bandar dan Sahan ada kesehatan Menyambut pertolongan Jata kesaktian Bandar bangun serta siuman. Dari bilik Bandar keluar Kaki diangkat mata dibesar Tiada lain ini kadar Oleh Jata tempat bernazar. Bandar siuman ketika itu Duduk bersandar di atas bangku Serta bertanya dimanakah aku Mata diraba serta disapu.

Bandar Temanggung menjawab segera Adalah saya Bandar kepala Berhenti di sini berniat ada Berkenalan dengan saudara-saudara. Singgah di pinggir ditanya berita Oleh Syahbandar Betawi kepala Kapal dari mana asal mula Mampir di sini apa kerja. Tiada usah dipanjangkan madah Banyak petunjuk diberi sudah Jindal Betawi memberi perintah Jika kembali harus singgah. Begitu Bandar lalu berangkat Ke tanah laut tujuan tempat Banyak pulau telah dilewat Karena berkat pertolongan sahabat.Bandar permisi mohon diri Kapal berangkat lalu dijalani Dilambai tangan berkali-kali Selamat tinggal saudara kami. Diangguk kepala bertemu sahabat Berjabat tangan tanda selamat 152 . Kapal berjalan dengan keras Sampai pelabuhan Betawi atas Singgah di situ dengan pantas Syahbandar menyambut dengan cerdas. Lama berdua bercakap-cakapan Bandar minta persetujuan Lagi minta beberapa keterangan Bandar hendak menyambung pelajaran. Kapal berlayar dengan senang Terus sampai kota Palembang Mampir di situ dengan gampang Sobat bernama Anak Kuda Palembang. Baik jawab Syahbandar asli Baik berkenal Jindal Betawi Karena ia berkuasa di sini Ibarat rumah ialah penghuni Bandar naik bertemulah tuan Jindal Betawi lalu berkenalan Sejak itu lalu berkawan Karena sama anak bangsawan.

Bercakap-cakap keadaan sehat Bandar menceritakan ada minat. Ia memesan serta memadah Jika kembali harus singgah Sahabat kita tak dapat berpisah Nanti saja memberi anugerah. Berjabat tangan dengan Sepektur Ialah nama Raja Johor Lagi bijak dan kesohor Pandai merampok kerja tak jujur. Kapal cepat tidak terkira Sayup-sayup telah kentara Kota Johor punya menara Itulah sebagai satu tanda. 153 . Bandar bercakap dengan sabar Maksud besar hendak berlayar Ke tanah laut hendak beredar Menambah pengetahuan agar mekar. Cuma sedikit aku memesan Harap saudara memperkenan Jika kembali hari kemudian Harus singgah minta diingatkan. Sehari dua tinggal di situ Melihat negeri terus selalu Hati raja baik ketika itu Ia memesan serta menyeru. Pelabuhan Johor lalu sampai Banyak pejabat telah mengintai Kapal berlabuh dekat pantai Disilahkan naik duduk di balai. Dentuman meriam bunyi besar Tanda Bandar berangkat berlayar Haluan kapal lalu berkisar Di laut lepas lalu beredar. Kota Johor sudah dekat Singgah di sini menurut hemat Bandar kepala punya sahabat Kali ini untuk dipererat. Anak Kuda Palembang bercakap lagi Baik maksud saudara ini Sahabat banyak harus dicari Serta ilmu dibawa kembali.

Tiada usah dipanjang kesan Bandar berlayar menuju lautan Timbul tenggelam kemudi haluan Bergurau senda dengan kawan. Menyela dahulu cerita ini Aku mencerita Bawi Rapatan Binji Akan penduduk semua negeri Banyak perempuan kurang laki-laki.Bandar mengangguk mendengar pesan Memberi salam mohon berjalan Naik kapal menuju lautan Entah berapa lama tak ketahuan. Mereka menyerbu seperti perempuan Adat rapatan Binji telah ketahuan Kapal sampai ke pelabuhan Sangat perlu naik ke daratan Bandar naik lalu ke daratan Disambut oleh raja perempuan Rapatan Rinji bertanya kalian Adalah laki-laki turut pelajaran Bandar menjawab tiada kesal 154 . Adapun akan cerita dahulu Jika laki-laki ada selalu Laki-laki ditangkap diambil selalu Diambil suami tinggal di situ. Kapal cepat sebagai lari Dari jauh tampak tepi Tampak menara yang tinggi-tinggi Tanda tempat Bawi Rapatan Binji. Begitulah adat dalam negeri Kalaukan penduduk Rapatan Binji Hal ini telah diketahui Oleh Bandar Luwuk Betawi Berputar lagi akan cerita Sudah dekat kapal kepala Tetapi mereka sudah bersedia Menyerbu perempuan mereka semua. Kapal Bandar selalu beredar Menyerbu melalui ombak besar Ada mabuk anak buah pendekar Bandar Temanggung tetap sabar.

Sebab saya perlu berlayar Menempuh laut gelombang besar Barangkali nanti jalan berkisah Jalan lain dapat keluar Wahai saudara jangan begitu Jika kembali singgah tentu Jangan saudara takut selalu Akan pertanyaan satu persatu Selesai Bandar lalu berangkat Rapatan Binji diberi hormat Melalu laut bertingkat-tingkat Pukulan gelombang sangat hebat. 155 . Rapatan Binji mengangguk segera Baru percaya perkataan saudara Tiada panjang rupa memeriksa Air kahwa keluar jua. Apa salahnya wahai saudari Perempuan berlayar melihat negeri Derajat perempuan dengan laki-laki Sungguh tak beda sama sekali. Lama kedua bercakap-cakapan Tanya jawab berbalas-balasan Hanya Bandar perempuan samaran Singgah sebentar akan berkenalan Singgah sebentar akan berkenalan Menemui sahabat semua perempuan Tak tentu hari kemudian. Jika sanggup perempuan bertamasya Walaupun berkeliling dunia Tiada salahnya saya rasa Sebab perempuan tak kurang harga.Kami perempuan semua bekal Nasib kita semua sial Dengan laki-laki tak ingin berkawal. Bagaimana begitu wahai saudara Tiadakah saudara membuat dusta Berani berlayar perempuan semua Takkan nanti dapat berjaya Anak Temanggung menjawab kesan Jangan saudara memikir yang bukan-bukan Kami ini benar semua perempuan Berlayar hendak menambah pengetahuan.

Waktu mereka dalam bahaya Jata ada tetap menjaga Karena Jata teman setia Oleh Bandar anak kepala Sampai di dasar dengan selamat Oleh pertolongan Jata keramat Mereka hidup dengan sehat Hidup berteman dengan umat. Tiada panjang akan cerita 156 . Jata bernama Galuh Ringan Hidup di dasar laut aman Bandar anak Temanggung beriman Kepada Jata penjaga lautan Menurut kepercayaan dahulu zaman Orang bernazar kepada Galuh Ringan Siapa-siapa yang berkemauan Beras kuning harus dihamburkan. Kalian anak kapal segera gempar Semua berzikir Allah itu Akbar Tetapi karena ada alat-alat pendekar Mereka hidup di dalam daras. Akibat gelombang besar sekali Kapal oleng tak cepat pergi Lalu terantuk pada kayu janji Kapal keras pecah diri. Kapal berlayar kencang sekali Melalui gelombang bertubi-tubi Bertemu ombak tiga kali sehari Bahaya besar tak dapat dielaki. Menurut asal mula cerita Di bawah ada negeri Jata Orangnya banyak semua manusia Hidup aman senang sentosa. Galuh Ringan terang nyata Dengan Bandar anak kepala Sebab itu dapat ditolongnya Itu sebab mereka selamat semua.Berkisar lagi haluan cerita Bandar berlayar teristimewa Pantang mundur hati pemuda Namun pulang tak ada dibawa.

SUMBU KURUNG BATARUNG Timbul cerita Sumbu Kurung puteri Senang juga di Kalingu negeri Awak tua rupanya diri Hampir lupa kepada suami. Jata timbul dengan bijaksana Menjelma menjadi manusia kuasa Segera masuk ke dalam istana Dengan puteri lalu berbicara. Sesudah mendengar kabar itu Hampir pingsan puteri rindu Disangka mati hidup lalu Lalu siuman serta berseru Aduhai bapak paduka Jata 157 . Karena apa berkata begitu Oleh melihat keadaan lalu Keadaan negeri merosot tentu Jika tidak aku membantu. Apakah bala bantuanku Mendatangkan suami dan anaknya Kau tinggalkan zaman dahulu Sekarang mereka hidup senang tentu. Wahai puteri yang sangat kusayang Jika sedemikian sepanjang-panjang Kemajuan negeri bisa kurang Akhirnya istana menjadi lenggang. Hidup senang tinggal di bawah Pada ibu bapak lupa sudah Kekayaan cukup tiada susah Berkat Jata memberi madah. Adapun akan puteri cekatan Bersahabat Jata muara Kahayan Jata tersebut sangat kasihan Kepada puteri anak pingitan Timbul di dalam hati Jata Jika demikian perihalnya Tentu tak timbul riwayatnya Tuan puteri dan anaknya yang putera.Bandar hidup dengan temannya Hidup senang tiada kurangnya Anaknya Si Sahan besar jua.

Kasai penarung lalu dicari Yang ditunjuk Jata tadi Segala syarat diturut sekali Agar berbuat dapat sakti Malam Jum’at telah sampai Lalu mengurap panarung kasai Segala syarat telah selesai Maksud hati pasti sampai. Ajaib kekuatan kasai penarung Membuat puteri serta agung Kekuatan gaib yang menjunjung Bercakap dibawa angin bersambung-sambung.Benar tidak kabar dibawa Suami dan anakku hidup jiwa Jika hidup dimana alamnya Anakku tunggu dengan sabar Karena kabar adalah benar Tetapi harus aku berikhtiar Kalau salah tak datang Bandar. Mengusapkan penarung asalam jumat Agar mahir jalan ajimat Angin pusat membawa minat Membisik suami pulang cepat. Kita harus berbuat dengan sakti Jika salah tak dapat kembali Harus membuat kasai panarung asli Akan mengembalikan sang suami. Karena Bandar senang sekarang Permaisuri tak dikenang Hidup di bawah selalu bergirang Galah ringan tempat bersarang. Setelah diusap penarung buatan Kecantikan puteri dibawa angin turutan Berdengung bunyi melalui lautan 158 . Sesudah habis segala madah Jata lenyap dari kuliah Puteri yakin serta mengindah Terus membuat apa dititah. Kasai panarung harus diusapkan Jangan ketinggalan seluruh badan Karena perlu untuk menggerakkan Hati suami yang melupakan.

gunung. hutan biduri Laut lepas diselam sekali. Di mana-mana aku mencari Seluruh tempat aku edari Di darat. Siapa mendengar selalu rindu Sebab kecantikan puteri tentu Jarang didapat sukar ditemu Biar dicari di langit biru. Penarung melayang hebat sekali Dibawa angin banyak dilalui Tiada lalu yang ditujui Hanya tempat di kayu janji.Menderu berirama kepada sekalian. Setiap tempat penarung berirama Dibawa angin berkata-kata Memberitahukan puteri juita Cantik manis tiada terkira. Sekarang aku membawa kabar Kepada tuan anak pendekar Aku harap dengan sabar Tuan mendengar jangan gentar. Bandar duduk serta terlena Dalam pendengaran penarung berbicara Wahai tuan Bandar kepala Aku mencari telah lama. Sampai penarung di kayu janji Berputar balik mencari-cari Dicari tempat kesana-kemari Tetapi belum didapati. Aku ini kembang penarung Kekuasaan Jata menolong Sumbu Kurung Mencari tuan dimana lorong Aku bertemu kesan disambung. Penarung mencari tiada lelah Terpaksa menyelam sampai bawah Kekuatan kasai terus menyesah Perasaan bandar telah bergundah. Waktu penarung masuk menjelma Bandar tidur nyenyak tak terkira Tergesa bangun dan terpesona Oleh godaan puteri terkena. 159 .

Jika tuan tak mau pulang dulu Aku ini dapat menyeru Jika tuan mendengar lalu Hati tuan menjadi rindu. Puteri merindu bukan kepalang Seribu satu harap tuan pulang Jika tiada tuan datang Puteri berusaha malam siang. Sampai di sini kasai panarung Memesan Bandar anak Temanggung Harus diturut supaya beruntung Hidup bahagia serta agung. Sedemikian akan pesanku Harus tuan menurut lalu Jika tidak tentu rindu Ibarat bunga nanti layu. Betul kenamaan kemana-mana Banyak yang ingin memetiknya Hal itu tak mudah terlaksana Karena tuan mula punya. Tapi karena kebijaksanaan asli Jata Kahayan telah memberi Tuan berada di bawah kayu janji Rupanya benar tepat sekali. Kasai penarung lalu bersiap Dari pendengaran lalu lenyap Bandar terbangun serta meratap Maksud hati akan ditetap. BANDAR PULANG Beralih lagi haluan cerita Akan Bandar anak kepala Akan penarung punya bicara Hati rindu tidak terkira 160 . Karena aku dapat menceritakan Kecantikan puteri tak terperikan Sinar bagus seperti intan Puteri lain tak melawan.Aku ini membawa pesan Dari puteri kepada tuan Karena dulu hidup sekawan Disangkanya mati hidup di hutan.

Di dalam hati timbul keraguan Jika pulang banyak kemaluan Jika tidak mati kerinduan Besar hasrat putar haluan. Bandar memohon serta meminta Hal ihwal satu persatunya Karena rindu kampung halamannya Terutama kepada ibu bapak. Ketiga lagi dokah emas Untuk puteri nanti berhias Jika dipakai menambah tangkas Dikalung di leher menambah paras. Pikiran hati sudah tentu Akan pulang sangat perlu Galuh Ringan diberi tahu Karena itu sebagai ibu. Ilham penarung sayang dibuang Ditetap hati akan pulang Hati rindu bukan kepalang Setiap detik puteri dikenang. Keempat yaitu jangkau bulan 161 . Wahai anakku sang putera Aku tahu dapat menduga Lebih dahulu tertentu jua Tertentu anak mempunyai juita Tetapi sebelum anakku kembali Anakku harus dibekali Segala jujuran tuan puteri Jangan jadi soal nanti. Galuh Ringan mendengar tertawa Sebab diketahui maksud kepala Karena hati telah tergoda Oleh isteri peninggalan lama. Jujuran tersedialah tersebut Satu bernama balanga hinut Belanga hinut pandai karungut Dapat meneduhkan angin ribut. Dalam hati kerap ditahan Akan pulang kampung halaman Tapi kena penarung puteri pingitan Seperti pungguk merindu bulan.

Segala alat telah tersedia Kelimpangan berangkat sampai waktunya Katilambung burung sedia orangnya Mohon berangkat kepada bunda.Perhiasan rambut untuk beliau Tujuh lembar warna berkilau Seperti rambut dilihat silau. Rapatan Rinji dilalui jua Perlu singgah jua pemuda Menyerbu perempuan mereka semua. Banyak lain pemberian Galuh Lebih dari berpuluh-puluh Siap semua diberi sungguh Bandar bersiap akan berlabuh. dapat bergantung Berjalan cepat sebagai burung Dapat melintas segala lorong. Kapal pangeran terus berjalan Singgah dimana teman memesan Waktu ia mulai perjalanan Hadiah kawan tentu didapatkan. di darat. Kapal cepat berjalan segera. Kelima bernama sangkai ruku Kekuatan gaib ada di situ Apa permintaan dapat tentu Barang makanan lebih dahulu. Diberi kapal Katilambung burung Di laut. Rapatan binji agak gembira Melihat saudara datang pula Satu kapal besar dihadiahkannya 162 . Sebelum bertolak kata ulia Bandar dan anak diubah nama Karena lama di alam Jata Disangka mati hidup menjelma. Tiada usah dipanjang walang Kapal timbul menuju pulang Lambaian tangan berulang-ulang Permukaan laut lagi dipandang. Bandar dinamai Pangeran Kalimpangan Sahan dinamai Pangeran Ambong-Ambongan Kemenakan dan cucu Galuh Ringan Kebal dan kuat diilhamkan.

Tersebut kisah Luwuk Dalam Betawi Temanggung tetap memangku negeri Rasa takut di dalam hati Melihat-lihat ada terjadi.Tanda persaudaraan untuk selama. 163 . Berlayar terus pangeran bestari Lalu sampai Bandar Betawi Syahbandar menyambut muka berseri Sebab bertemu sahabat bahari Pangeran tinggal tak berapa lama Karena perlu berangkat jua Mohon diri dan bersedia Bandar Betawi tinggalkan jua. Tiada lama pangeran di sana Mohon pulang serta terimakasihnya Kapal satu jadi dua Lalu berangkat dengan segera. Sungguh benar kata aulia Pangeran banyak kapal jua Hadiah banyak dari mana-mana Tiga puluh sembilan buah jumlahnya. Berlayar terus dengan selamat Suara Kahayan telah terlihat Kapal maju makin mendekat Luwuk dalam Betawi menara cagat. Kapal maju sangat kesohor Sampai pelabuhan Sultan Johor Tepat di sana waktu lohor Bersalaman dengan Sultan Johor Salam pangeran menyatakan pulang Sultan Johor baru tercengang Tapi dalam hati tiada bimbang Menghadiahkan satu kapal perang. Kapal cepat bukan kepalang Sampai tempat Anak Kuda Palembang Pangeran singgah menyatakan pulang Juga dihadiahkan kapal perang. Kapal mustaid dan diterima Dengan segala anak buahnya Pangeran berangkat dengan segera Memberi salam dan terima kasihnya.

Kenaikan sang pangeran diusung Oleh ayah yaitu Temanggung Temanggung bimbang serta bingung Tiada kenal anak kandung. Baru senang hati sang mata Hati gembira dan bersabda Harus negeri bersedia Tamu agung dari luar negara. Satu lagi tugas dijalankan Mau melihat segala kesenian 164 . Kapal singgah di pelabuhan Lalu turun sang pangeran Diiringi putera nama Sahan Berlenggang tangan beriring-iringan. Saya bernama Pangeran Kalimpangan Datang dari tengah lautan Dari jauh hendak ke pedalaman Mau menjual emas intan. Timbul pertanyaan di dalam hati Kapal siapa banyak begini Apa maksud datang ke sini Baik jahat tak diketahui Dilambai dengan sapu tangan putih Dibalas dengan lambaian putih Lambaian merah lagi dialih Balasan merah lagi dipulih.Meneropong ke hilir sang mata Hati berdebar tiada terkira Melihat kapal banyak jumlahnya Siapa gerangan yang punya. Bertemu dan berjabat tangan Naik ke rumah diperkenankan Tuan ini dari mana gerangan Suka ke tempat kami pedalaman. Seluruh negeri berkemas-kemas Menanti tamu kelihatan jelas Kapal banyak indah berhias Makin dekat menderu deras. Hiruk pikuk sorak dan sorai Menanda kapal telah sampai Hampir tertutup muara sungai Pelabuhan Temanggung tetap mengintai.

Kesenian Dayak anak Kahayan Juga dagang ingin diperhubungkan Temanggung tunduk timbul sesalan Karena teringat anak pingitan Masih hidupkah anak rupawan Jika hidup tentu bersamaan. BANDAR PANGERAN KAWIN KEMBALI Tersebut kisah Bereng Kalingu Puteri cantik bertambah mutu Bertarung cantik ke hilir hulu Kaya miskin datang membantu. Temanggung dengan tuan pangeran Hidup damai berkasih-kasihan Cuma ada satu kesalahan Tiada kenal anak pilihan Apa lagi pangeran Ambong-Ambongan Tiada tahu segala keterangan Tiada kenal nenek kesayangan Karena ayah tak beri pandangan. Saya bernama Temanggung Kepala Menanggung rindu setiap masa Karena teringat akan putera Telah menghilang beberapa lama. Jika ada anak rupawan Rupa mirip dengan pangeran Tetapi maklum kehendak Tuhan Anak kekasih telah kehilangan. Oleh sebab itu tuan pangeran Tuan suka datang ke pedalaman Anak hilang tuan gantian Tinggal di sini kita bergurauan. Berhenti di sini Temanggung Pangeran Ayah saling tak mengenalkan Mereka hidup dalam keraguan Cerita lagi saya lanjutkan. Semua datang besar ingin 165 . Sebegitu terpedaya temanggung bestari Tiada mengenal anak sendiri Pangeran juga tak mau berperi Memberi tahu akan diri.

Dambung kepala tak keberatan Atas permintaan Ambong-Ambongan Hilir mudik boleh di jalan Kepentingan jual emas intan. Mereka datang terburu-buru Sebab datangnya kasai dulu Padahal itu ada tertentu Kepada Bandar suami dulu. Kapal berangkat menuju Kalingu Kapal cepat mendaru-daru Orang Kalingu gempar menunggu Heran melihat bagai terpaku. Saya datang mengambil kesempatan Mau berdagang emas intan Harap nenek tak keberatan Saya berjalan ke kampung halaman. Mulailah Pangeran Ambong-Ambongan Hilir hulu menjual intan Sangat laku dalam pendapatan 166 . Kapal Ambong-Ambongan lalu singgah Lalu naik tanpa perintah Mendatang nenek dalam rumah Tutur baik halus madah. Diminta izin ayah pangeran Mohon berjalan hendak berjualan Kapal satu dimintakan Rupanya ayah tak keberatan. Demikian ramai Bereng Kalingu Orang banyak ke hilir hulu Gegap gempita dan menderu Karena berfikir terburu-buru. Berkisar lagi akan haluan Timbul kisah Ambong-Ambongan Bereng Kalingu hendak di jalan Maksud hati hendak berjualan. Kapal sampai di Pelabuhan Dambung Dambung menyambut sambil bingung Kapal siapa ini mengunjung Yang cepatnya seperti burung.Dengan tuan puteri ingin kawin Mereka mau puteri tak mau Sebab puteri kepunyaan orang lain.

Datang ke mahligai ada tujuan Tujuan baik hendak berjualan Menjual emas cincin intan Barangkali puteri ada kemauan. Saya ini orang muda gerangan Datang dari seberang lautan Maksud ke sini dapat keizinan Dari Dambung kepala kerajaan. Ambong-Ambongan membuka sekalian Segala macam barang dagangan Kain. Duduklah tuan muda belia Apakah yang tuan bawa Ingin juga aku memeriksa Barangkali ada ketuju mata. Diminta izin pada Dambung kepala Untuk masuk istana pura Akan berjual pada puteri juwita Barang mahal atau berharga.Harga pantas tak ditawarkan. Sangat laku jualan pemuda Hampir keliling seluruh kota Istana puri belum didatangnya Menjual kain cincin pada bunda.intan berlian Hampir tak ada yang ketinggalan. Dambung kepala tak berkeberatan Memberi izin kepada pangeran Menjual emas cincin berlian Dalam pucuk mahligai lapisan.emas.perak. 167 . Mendengar itu pintu dibuka Pemuda disilakan masuk jua Disuruh duduk di kursi bunda Tuan puteri lalu bersabda. Puteri melihat rupa tercengang Diulur tangan serta memegang Terikat hati dalam dua barang Cincin intan serta selendang. Pintu Mahligai diketukkan Oleh Pangeran Ambong-Ambongan Ketuk didengar datang pertanyaan Di luar itu siapa gerangan.

Maafkan aku puteri Juita Asal mula barang diminta Tiada dapat aku mengurai semua Dari awal sampai akhirnya.Tampak dalam ingatan puteri Tiada lain barang bahari Cincin selendang kepunyaan diri Ditinggal di pondok waktu kembali. Barang itu ditanya harga Satu persatu pada pemuda Pemuda ternganga dan terlena Teringat akan pesan ayahnya. Ayahku ada saja menanti Di Lubuk Dalam Betawi Tinggal sabar dan mencari Apakah rahasia belum diketahui Sedemikian aku dapat cerita Selendang serta cincin permata Kepastian lain belum ternyata Hanya ayah yang waspada. Ambong-Ambongan termenung sebentar Akan menjawab puteri yang pintar Duduk beralih gerak berkisar Lalu berkata dengan sabar. Maaf aku tuan puteri Akan barang yang tuan ingini Tiada dijual pusaka asli Terbawa dalam bebanku ini Mendengar hal keadaan berita Tuan puteri lalu bertanya Barang ini dimana anaknda dapatnya Harap ceritakan pada saya. Puteri termenung dalam hati Pada selendang kepunyaan diri 168 . Saya bernama Pangeran Ambong-Ambongan Datang dari seberang lautan Pesan ayah disuruh berjualan Dua ini dilarang jualkan. Dilarang jual kedua-duanya Pesan Ayah ada orang punya Aku tidak mengetahui tempatnya Entah di kayangan atau dunia.

Tapi semua tiada lalai Perbuatan pangeran lekas dilerai Adat perbaikan harus dipakai Dengan ringkas semua damai. Kapal sampai tiada dipanjangkan Temanggung kepala punya pelabuhan Pangeran bertemu dengan kawan Kepada ayah diberitahukan 169 . Begitu semua sudah selesai Pangeran turun kapal dipakai Kapal kembali tangan melambai Pada Kalingu sahabat disemai.Cincin intan juga peri Yang ditinggalkan zaman bahari. Berkisar sebentar jalan cerita Pangeran turun dari istana Sampai di tanah lalu dinista Oleh pemuda dan orang tua. Melihat hal yang sedemikian Pangeran muda izin berkemasan Mohon diri kepada Tuan Selendang cincin dikumpul kalian. Kapal berkisar buritan haluan Kapal burung lancar jalan Dalam Betawi telah kelihatan Tampak menara banyak berjongkokan. Apa sebab pangeran dicerca Karena beliau dicurigai Pekerjaan salah di istana Itulah sebab musababnya. Tetapi puteri tak putus harapan Tentu ini anakku Sahan Rahasia ini dapat ditahan Nanti dibuka hari kemudian Sampai di sini puteri saksikan Senyum simpul tanda kegembiraan Kasai panarung ada harapan Maksud baik dikabul Tuhan. Oleh sedemikian hal keadaan Pangeran marah tak terperikan Bulu menggerutu dan bergetaran Mandau siap ada tantangan.

Pangeran Kalimpangan angkat bicara Tinggal di sini aku lama Ingin melihat sebagaimana Kesenian di sini maksud semula. Nomer satu kehormatan saja Kepada penduduk seluruh kota Saling mengenal dari dekatnya Kampung hulu hilirnya. Pangeran Kalimpangan juga tak mau Akan dirinya tak diberi tahu Dengan jalan ia mau Berupa cara atau lagu. Segala kesenian dihajatkan Berupa tari atau balian Pesta sedikit untuk pertemuan Antara kita bersebelahan. Alat dan orang semua dikumpulkan Balian tujuh disediakan Bahan lain tiada ketinggalan Bahan pantan tak dilupakan. Temanggung menjawab berhati ria Lebih dulu ada rencana Kemauanku membuat pesta Segala kesenian tanda bersua. Lalu berangkat sang pangeran Akan bertemu ayah kalian Tamanggung siap di ruangan Silahkan masuk anak lautan.Pangeran Kalimpangan lama tinggal Luwuk Batawi negeri asal Sayang ayah belum kenal Akan anaknya punya ihwal. Tiada ketinggalan Nyai Indu Mating 170 . Maksud mereka bersatu padu Tiada memakan waktu dan tempo Alat diperlengkap satu persatu Lusanya lagi akan berlaku. Pada sewaktu waktu tegang Pangeran Kalimpangan lalu bertandang Kepada ayah Temanggung Gedang Maksud hati hendak dibentang.

Puteri istana juga ditunggu. Bertalikan rotan dari anyaman Berkeliling pinggang tempat lekatkan Giring-giring gemerincing tambah perhiasan 171 . Dentuman meriam bertubi-tubi Selama pesta empat puluh hari Akan akhirnya akan didekati Di sini lebih akan dimeriahi.Untuk keindahan Katil Garing Suara berirama serta nyaring Itu balian bahu bersanding Seluruh Kalingu diundang lalu Baik hilir sampai ke hulu Gadis dara janda balu. Tiada usah dipanjang madah Pangeran mencabut mandau bertatah Berbulu tanduk rusa merkah Berbulu rambut kuning merah. Setelah Mustait alat sekalian Orang datang puluh ribuan Ingin melihat orang lautan Bagaimana rupa atau tampan. Pemotongan pantan akan berlaku Pakaian kebesaran pangeran tentu Di dalam disambut puteri ratu Sinar Intan Bereng Kalingu. Pesta besar sudah mulai Ramai benar tak terperi Baik joget atau tari Selalu menarik samasekali. Adapun akan hari penghabisan Permohonan pantan dilakukan Pangeran Kalimpangan berkewajiban Segala sesuatu perlu diceritakan. Sarung mandau berukir-ukiran Pelangi timbul bersambutan Lintah lemah berisapan Diikat rotan kehitam-hitaman. Mata mandau sangat hebat Sepuluh tahun tak dimakan karat Bertatah emas dua puluh empat karat Segala musuh tak berani dekat.

Diangkat mandau tetek ke hulu Mudah-mudahan Luwuk Batawi maju Diangkat mandau tetek ke hilir Mudah-mudahan Luwuk Betawi Cipta mahir. Waktu kelaparan datang mendekati Lalu datang tuan puteri Kalau aku tidak lupa di hati Kami lalu sehidup semati 172 . Apa yang kucerita Amban Balanga Apa yang kutuntun pantan haur Adapun aku ini asal mula Ialah Bandar anak yang kesohor. Di danau Karang beberapa bulan Lalu ditimpa bahaya kelaparan Jika tak ada pertolongan Tuhan Tentu jiwa jua kehilangan. Sambil menetek pantan berkata-kata Karena hal itu memang diminta Oleh puteri seri kulamal Lalu pangeran buka bicara.Mandau bagus tempat kesayangan. Sampai di sini tandak mandau berlaku Agar jangan sampai menjemu Potongan pantan mulai berlaku Pangeran mulai satu persatu. Oleh karena kurang kelakuan Oleh ayah aku diasingkan Di danau Karang tempat korban Coba dengar aku ceritakan. Diangkat mandau lalu merendah Mandau jatuh di tengah-tengah Pangeran Kalimpangan lalu berkisah Penghidupan beliau nyata syah Dengan hebat suara pangeran Waktu dia memotong pantan Diseling juga air minum Menambah merah muka sultan Siapa memberi air yang memabukkan Sumbu Kurung punya bikinan Agar pangeran banyak perkataan Supaya diketahui rahasia badan.

Sampai di sini dengan kasihan Oleh sayang Maha Besar Tuhan Hal ku aku sangkalkan Aku katakan anak lautan.Karena berkat Tuhan yang kaya Dapat anak laki-laki seperti boneka Sahan namanya saya tak lupa Adalah dia di sisi kita. Adapun akan perasaan diri Jika aku tak lupa sekali Tentu di muka ini puteri Yang mengikat janji zaman bahari Kemalangan itu tak dapat diduga Hidup kami tetap bercinta Kelaparan lagi tak mau membina Waktu itu puteri diambil ayahnya. selendang susu sepinggan Bahaya maut dekat dirasa Segala sesuatu kami lupa Berkat kasihan bapak Jata Rupanya kami hidup menjelma. Pertolongan Jata serta kawan Kepada kami berdua Sahan Hingga dapat tujuan pelajaran Dapat sampai seberang lautan Hidup di atas dan di bawah Sebeginilah satu kisah Galuh Ringan akhir berpisah Ingatan tepat tiada salah. Pengaruh Kasai Panarung datang membingung Yang dibuat oleh Sumbu Kurung Memukul hebat kena jantung Paksa pulang seperti didorong. Cuma aku tinggal serta Sahan Susah mengembara dalam hutan Cuma sedikit barang peninggalan Cincin. Gemuruh bunyi sorak dan sorai Segala rakyat adat dipakai 173 . Bertambah lagi aku berkata Wahai puteri sekeluarga Aku ini Bandar purba Harap jangan salah raba.

174 . Tiada aku panjangkan cerita Temanggung menyesal tiada terkira Lamanya pesta ditambah jua Untuk kehormatan pada putera. Berpuluh sapi yang tambun-tambun Disembelih perlu untuk mengampun Sebab salah Temanggung menyusun Kepada anak minta ampun. Karena aku besar kesalahan Karena perbuatan yang bukan-bukan Pesta besar untuk kerapatan Anak dan bapak berampunan. Hampir pingsan Tamanggung kepala Ibu dan bapak sekeluarga Karena mendengar tampan berita Anak kandung hidup menjelma Permaisuri tak lupa ingat Diambil beras kuruk semangat Riang hati sangat hebat Disangka mati hidup dilihat. Karena mendengar beberapa pasal Keterangan pangeran punya perihal Temanggung rupanya sangat menyesal Mengasing anak sampai tak dikenal.Pembicaraan Bandar besar dinilai Perasaan mereka benar yang diurai. Karena perbuatan yang sedemikian Temanggung baru sadar ingatan Terhadap anak sangat kemaluan Pekerjaan begitu dikutuk Tuhan. Anakku Pangeran sang nata Kutambah lagi akan pesta Aku ingin akan bersuka-suka Anakku hilang datang pula. Temanggung Dambung sangat gembira Anak dan cucu dicium berdua Terkenang salah menyesal mereka Itu perbuatan Temanggung kepala Sumbu Kurung puteri pingitan Senyum simpul dan kegembiraan Bandar dikenal dan ketahuan Tanda dibawa muda pangeran.

Bandar tersenyum sambil berdiri Tegas ia membuka peri Sekali-kali aku tak menyalahi Perbuatan keadaan yang dilalui Barangkali itu satu ajaran Berat ringan harus dirasakan Kira-kira jika tak sedemikian Segala maksud tak disampaikan. Keramaian berlaku empat puluh hari Meriahnya hebat tak terperi Seluruh rakyat gembira sekali Sebab datangnya Bandar bestari. Makan minum puas selalu Sapi berendi minum dulu Supaya menari jangan malu Baik rakyat atau penghulu. Berubah lagi haluan tuju Tersebut puteri Bereng Kalingu Sesudah usai pesta saudara ibu Lalu pulang menuju Kalingu Setelah sampai Mahligai puteri Duduk termenung seorang diri Mengingat keadaan telah terjadi Ketika Bandar jadi suami Tetapi apa hendak dikata Sudah menjadi kehendak oleh bapak Dengan pangeran berpisah rupa Tetapi sekarang lowongan terbuka. Temanggung Bandar sangat gembira Akan pesta dilangsungkan segera Ramai negeri tak terkira Riuh sorak gegap gempita. Keramaian Temanggung hampir selesai Waktu sampai serta usai Temanggung dan anak telah damai Akan menghadap waktu permai. Siang malam puteri mendoa 175 . Hati tetap duduk bercinta Kepada pangeran anak kepala Kasai panarung tentu memakan Akan membuka hati saudara.

Maksud ini diberi tahu Kepada permaisuri yaitu ibu Hal ini memang dari dulu Dihadat ibu akan mempersatu. Temanggung serta permaisuri Disambut dengan ramah tamah Tutur kata serba sembah Apakah kabar Dambung bertitah. Apa salahnya ibu dan bapak Mempersatukan aku dengan seri kemala Lebih baik dulu ditanya Datang ke rumah Dambung kepala. Temanggung berputar dan berbicara Pada pangeran tujuh kata Ada maksud ibu dan bapak Mempersatu pangeran dengan seri kepala. Tersebut lagi Temanggung kepala Setelah mendengar keterangan ananda Timbul maksud di dalam dada Mengembalikan puteri dengan mahkota. Tiada lupa mereka berkelakar Tentang keadaan nasib Bandar Kekayaan banyak didapat berlayar 176 . Banyak keluh kesah puteri Tiada usah aku panjangi Agar cerita lancar lagi Kepada Bandar beralih lagi.Agar pangeran lekas berdua Dengan puteri yaitu janda Yaitu Sahan empunya bunda. Tetapi harus kita beritahukan Maksud ini kepada pangeran Agar jangan jadi sesalan Jika sudah dipertemukan. Baiklah kata anakku pangeran Dengan Dambung diadakan persetujuan Agar mengetahui adat jalan Akhirnya tidak berkesalahan. Sambil bercakap dan berbicara Lalu keluar serutu manila Ditambah lagi air kahwa Makan minum tidak lupa.

Tiada lain aku cerita Karena kita telah mendengarnya Antara pangeran dan seri kemala Waktu dulu telah berdua. 177 . Pintu dibuka disilahkan masuk Puteri tersenyum serta mengangguk Alamat di hati tentu tertumbuk Bakal mentua disilahkan duduk. Tetapi karena salah anggapan Mereka lalu berpisahan Sebab menurut kehendak Tuhan Sekarang perlu dikembalikan. Banyak dan ramai akan perkataan Dambung Temanggung beramahan Temanggung bermadah ada tujuan Kami berkunjung ke rumah tuan. Lemah lembut nyai berbicara Pada puteri lalu berkata Maaf jika salah kata Maklum bibi orang tua.Banyak kapal kecil besar. Timbul maksud di dalam hati Akan mempersatu mereka kembali Wahai Dambung ayah puteri Harap dijawab pertanyaanku ini. Dambung menjawab tiada halangan Tanya pada puteri pingitan Apakah permintaan adat jalan Kita sama mengetahui aturan Temanggung berangkat serta permaisuri Langsung masuk istana puteri Istana diketuk memberi tahu diri Lalu disambut dayang puteri. Temanggung telah menyesal tentu Telah membuat anak begitu Akan membuang sesal dan malu Kepada anak telah mengaku. Karena aku masuk ke dalam Niat di hati ada di dalam Mau mengikat permata nilam Dapat saja anakku menyelam.

Sedemikian permintaan beta Yang lain tentu tak ada Tiada berhalangan apa-apa Jajuran dari laut samudera. Perjalanan mereka dicerita Kedatangan semua diterima Harus siap tujuh hari lama Bermacam-macam jujuran dibawa. Puteri menjawab sehat ingatan Diambil pandak puteri jawaban Akan permintaan ibu berduaan Sungguh tak ada halangan. Jika puteri salah mengira Tiada mengikat anak kepala Tentu lenyap tutur cerita Harap jangan ditolak kata.Mengembalikan persahabatan dahulu Anakku puteri putera yang lalu Agar berdua lagi bersatu Sebagai emas mengikat batu. Jajuran ada satu persatu Tak usah disebut satu demi satu Nanti ditunjuk waktu berlalu Agar umum jadi tahu. Temanggung isteri terus berangkat Dengan kapal sangat cepat Pelabuhan temanggung tempat rapat Naik membawa kabar yang sehat. Lalu ayah membuat janji Tiada lama janji dibuat Cukup lama tujuh hari. Ada lagi jangan dilupakan Yaitu segala adat jalan Yang aneh serta bukan-bukan Hal ini diketahui Bandar semuaan. Sedemikian permintaan puteri. Setelah selesai meminang puteri Permaisuri mohon diri Turun meninggalkan istana puteri Agar cepat persediaan kenduri. Segala sesuatu tak berhalangan Semua jujuran ada di tangan 178 .

Dilihat tanda serta alamat Kapal berangkat banyak sangat Gemuruh meriam tanda hebat Lalu berjalan dengan selamat. Berkisar lagi segala urusan Dambung menyedia segala peralatan Cukup lengkap besar-besaran Cahaya Kalingu bersinar-sinaran Cukup lengkap alat keperluan Mengenai pesta dan keramaian Orang diundang puluh ribuan Sapi kerbau disediakan Setelah lengkap semuanya Kepada temanggung disiarnya Kami menunggu akan saatnya Begitu pesan Dambung kepala. Berhenti di sini kawan dua orang Banyak orang berkumandang Kapal cepat sebagai terbang Bereng Kalingu telah dipandang. Umbun. Pangeran mendengar tersenyum simpul Karena jujuran ada terkumpul Nanti dibuka waktu berkumpul Galuh Ringan telah menyimpul. Sampai janji tujuh hari Bandar berangkat ditepati Kecil besar kapal dihiasi Berkat pangeran kaya sekali. Karena waktu Bandar diasingkan Mereka berdua dipisahkan Sebab itu tak ikut pelajaran Tak merasa asin lautan.Semua ada di tangan pangeran Itu pesan puteri katakan. nama berdua Awak tangkas diperhias rupa. Segala macam alat kesenian Balian juga tari-tarian Tiada satu yang ketinggalan Beragam corak baju pakaian. 179 . Hampir sedikit aku lupa Teman Bandar waktu muda Simbun.

Sesudah dekat Kalingu pelabuhan Meriam di kapal empat puluh dentuman Tanda dekat pengantin pangeran Seakan-akan minta balasan. Kapal sampai sudah rapat Dentuman meriam dari darat Bergoyang bumi sangat hebat Jika kurang hilang semangat. Akan ketentuan segala jujuran 180 . Di cerita indah baju pakaian Di atas bahu bersampaian Emas berumbai tanda kebesaran Sungguh pantas jadi pangeran. Pengantin naik lalu berhias Kopiah tinggi berumbai emas Biar dilihat dengan sepintas Menanda berani dan tangkas. Pengantin masuk terus ke dalam Lalu duduk di atas tilam Sampai di sini pangeran bersemayam Duduk teratur serta diam. Segala perkataan sama dahulu Cuma ditambah satu persatu Cincin Intan selendang bungsu Serta jujuran cukup tentu. Adat Kaharingan tak dibuang Bahasa asli ialah haluang Adat jalan semua diterang Mundur maju suara garang. Pengantin maju mengayun langkah Mendekat pantan siap sudah Di situ Bandar lalu bermadah Mencerita hidup selama berpisah. Pantas dilihat alas kaki Kulit diamak kulit sapi Berkilap-kilapan rupa disinari Jika diayun melangkah kaki. Cukup lengkap segala pakaian Di jari manis tampak berkilatan Cincin pusaka yang ditinggalkan Juga menambah cahaya pangeran.

Lalu jujuran dibayar akan Kepada Luang kepala kawan Wali puteri dalam Keadatan Bandar membayar sekalian. Sesudah sampai empat puluh hari Tuan puteri lalu disandingi Tampak wajah berseri-seri Seperti bulan dan matahari. Bandar serta Sumbu Kurung Duduk bersanding di atas gong Memenuhi adat tiada bingung Duduk tegak tiada condong. Akan meriah pesta puteri Banyak disembelih korban sapi Diberi makan dua kali sehari Selama keramaian empat puluh hari. Adapun kata sahibul hikayat Seluruh negeri ramai hebat Tari joget amat hangat Menginum baram mengubah ingat. Lagi pada Kalingu nian Subang emas permata berlian Rupa bagus tiada melawan 181 . Dicerita juga tentang keindahan Tuan puteri anak rupawan Jambul besar anak perhiasan Cucuk sanggul bermata intan. Sumbu Kurung Bereng Kalingu Walaupun sudah lama balu Tiada kalah seluruh Kalingu Pantas bersatu Bandar Penghulu. Kedua tangan rapat memegang Telunjuk tegang memegang sawang Adat lengkap tiada kurang Sorak sorai orang memandang. Berdentum mariam empat puluh kali Waktu Bandar bersanding diri Mereka disah dua sejoli Adat berdiri jadi saksi.Tak usah aku terangkan Semua pemberian Galuh Ringan Semua tunai untuk jujuran.

Gelang emas pada pergelangan Permata mahal intan berlian Rupa memancar jika diayunkan Patut bersanding anak sultan. Telapak kaki juga dihias Sepatu kembang berair emas Jika berjalan rupa pantas Siapa melihat tiada cemas. Baju indah serta berkembang Tenunan anak Jata Sangiang Bertambah wajah jika dipandang Pantas menutup dada yang bidang. hidup rapi Segala keadaan selalu diberkati Aman damai dalam negeri Ayah tua Bandar pengganti. Sumbu. Sedang di sini tentang perhiasan Segala macam ada yang kelupaan Yang berkuasa dapat menyempurnakan Selagi apa yang ketinggalan. Segala jujuran diserahkan Kepada puteri ibu Sehan Segala adat diselesaikan Mempelai senang hidup bersatuan. Tampak ada di jari manis Cincin ular beriris-iris Di jari lain beragam jenis Cincin emas berkembang manggis. Juga harus jangan lupa Simbun Umbun kawin juga Ngambun Hawun isterinya Hidup senang tiada terkira. 182 . Bandar.Siapa melihat tentu menyilaukan. Sampai lagi sarung pakaian Memakai batik mahal jualan Babat pinggang menguatkan Sungguh indah jarang bandingan. Penuh leher berkalung rantai Beriris banyak untuk dipakai Berbatu intan besar nilai Menambah cantik puteri mempelai.

Sungguh tamat akan kisah Menyusun kata tunduk tengadah Sukar adanya tiada mudah Menggerak tangan menggetar lidah. Mohon Bandar memperbaiki Dari Luwuk Dalam Betawi Kepala kawan sekalian kami Yang rajin membaca buku ini. 183 . Maaf aku wahai pembaca Mengarang sangat kurangnya Cuma hati saja memaksa Bergetar tangan waktu bermula. Lagi aku tiada lupa Jika ada cacat cela Akan susunan tutur bicara Siap menunggu akan pembela. Habis kisah syair dan nalam Cerita orang zaman yang silam Benar tidak alahu alam Cuma akal dapat menyelam. Habislah Bandar punya kisah Bertanya mohon ia menganugerah Jika kurang atau salah Mohon maaf akan kisah. Segala tamu pulang semua Mau miskin atau kaya Sampai di rumah selamat sejahtera Tiada satu kena apa-apa. Akhirul Kalam saya ucapkan Kepada sekalian pembaca budiman Salam saya anak Kahayan Sekarang tinggal berkelamaan. Jika salah aku membentang Banyak lebih atau kurang Harap Bandar jangan bimbang Ilmu di dada sangat kurang.Ayah tua Bandar memerintah Rezeki naik serba bertuah Sahan turut membela ayah Aman damai tiada susah.

Tambahan 3 BUKIT BATU 184 .

bergegas Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. Dengan posisi tiduran sambil berbantalkan tangan. Ia seorang yang bakaji . matanya menatap tajam ke arah sang dara. Suatu hari ketika matahari sedang bersinar terik dan turun hujan rintik-rintik. terletak di daerah Kalimantan Tengah. Salah seorang yang nampak paling muda dalam kelompok itu. gelisah. Pada suatu hari. dan terjun berenang. Saat itu hujan rintik-rintik namun matahari masih bersinar dengan teriknya. Saat itu juga Burut Ules langsung jatuh cinta. ia kerja keras. Sambil bersembunyi ia mengintip rombongan kecil tersebut. Matahari bersinar terik. Dilihatnya tujuh perempuan cantik yang sangat menawan turun dari langit langsung menuju telaga yang ada didekatnya. kelompok kecil itu naik ke darat. Pelan-pelan Burut Ules menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. tidak lama kemudian di angkasa terlihat buah hatinya dengan saudara-saudaranya menukik menuju telaga. Gadis-gadis itu langsung membuka pakaian. dan kantuk mulai datang menyerang. penunggu daerah tersebut. ia terperanjat dan langsung melompat bangkit. Menyaksikan hal tersebut dengan mengendap-ngendap Burut Ules mendekati telaga. Ia sangat menyesali dirinya mengapa pada saat itu tidak langsung memeluk si perempuan bungsu yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi. Setelah puas mandi dan berenang. tanpa melupakan tradisi leluhurnya yaitu memohon izin terlebih dahulu kepada segala mahluk yang tidak terlihat oleh mata jasmani. 1. padahal jarak antara mereka tidak jauh. Suatu siang ketika Burut Ules merasa lelah. resah. Akan tetapi ketika Burut Ules nyaris terlelap. Rasa sesal tersebut sangat menderanya hingga tidur tak nyenyak makan pun ia tak kenyang. beristirahatlah ia sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang tinggi dan telah berusia ratusan tahun. membangun pondok untuk tempat beristirahat. Burut Ules terpana. sejuk terasa. mata tak berkedip menyaksikan pemandangan itu. Sejak saat itu Burut Ules menjadi susah. seorang diri ia pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan perladangan. Tanpa kawan. kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. ceria.Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama Pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. penuh tawa canda nan meriah. Asal Usul Cerita panjang yang melatar belakangi munculnya pertapaan Bukit Batu tersebut diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang bernama Burut Ules. matanya menerawang jauh ke depan. jantung Burut Ules nyaris copot. Tanpa sepengetahuan si gadis. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tempat tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata spiritual. gerak geriknya membuat Burut Ules sangat terpesona. 185 . sepoi-sepoi angin menyentuh lembut kulitnya. membabat hutan. namun karena berada di rimba raya. besaluka tanpa penutup dada. Menyaksikan hal tersebut. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia.

Namun. yang ia berikan kepada isterinya. Untuk selanjutnya pakaian baru yang terbuat dari kulit kayu. aku tak akan melawan”. bahwa ia mencintai dan ingin menikahinya. Burut Ules menikam pemuda hitam tinggi besar tersebut dengan tombak hingga tewas dan seketika jasadnya gaib. namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut. dengan nada penuh duka isterinya mengatakan bahwa ia sangat sedih dan kecewa karena suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. Selanjutnya Burut Ules sibuk menyembunyikan pakaian yang pernah dipakai oleh isterinya saat pertama mereka bertemu. Sekalipun tombak yang dipakai untuk membunuh telah disembunyikan. Ia khawatir isterinya akan meninggalkannya apabila pakaian tersebut dipakai lagi oleh isterinya. si bungsu berkata kepada Burut Ules: “Mengapa aku kau sekap? Apa salahku? Dan apa maumu? Bila kau ingin membunuhku. Ketika melihat Burut Ules datang. tinggi besar mengunjungi keluarga itu. dan hanya berdua. Oleh karena itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka. Ketika semua kakaknya telah pergi meninggalkannya. dengan ceria terjun ke telaga. mereka selalu pergi berdua. mandi sambil berenang. ketika itu pula Burut Ules mendadak muncul diantara mereka dan serta merta memeluk buah hatinya. Timbul kemarahan Burut Ules. Ketujuh dara yang baru tiba langsung membuka pakaian.Kemudian Burut Ules melihat adegan ulangan yang pernah ia saksikan. penuh tawa ria.. ia hanya menjawab singkat. Suatu hari muncul seorang pemuda. Teguran untuk mandi renang berdua di telaga telah diberikan. Burut Ules hidup bahagia bersama anak dan isterinya. berenang ceria. Si bungsu langsung membalas pelukan Burut Ules dan resmilah mereka menjadi suami isteri. Rasa cemburu mulai muncul. bahwa pemuda tersebut benar saudaranya. lama kelamaan Burut Ules merasa curiga karena setiap mandi di telaga. kelompok kecil tersebut tergesagesa memakai pakaiannya masing-masing langsung lompat menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa pemuda tersebut adalah salah seorang saudaranya yang datang untuk mengunjungi mereka. Burut Ules menerima kehadiran pemuda tersebut dengan baik. Namun ketika mereka menginjak tanah kembali untuk berpakaian. mamut menteng.. isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama. Kepanikan pun terjadi. Burut Ules tak mampu menjawab pertanyaan beruntun itu. dijumpainya isterinya berdiri di hejan sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. 186 . Singkat cerita. Ketika Burut Ules pulang ke rumah. namun acara renang bersama tetap juga berlanjut. namun hal itu diketahui juga oleh isterinya. silahkan bunuh aku. . bahkan pemuda itu diizinkan turut menginap di rumahnya. pada saat yang tepat. hitam. Suatu hari. isterinya selalu memberikan jawaban yang sama.

pergilah Tjilik Riwut seorang diri menuju Bukit Batu. Setelah melampaui usia balita. sedikit demi sedikit Burut Ules mampu bangkit kembali dari kesedihan akibat ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. Begitu seluruh waktunya ia lalui untuk bekerja mengurus ladang. Entah apa yang ia lakukan disana. saat itu telah dewasa. menangkap ikan. terkadang Tjilik Riwut begitu saja pergi meninggalkan teman-temannya menuju Bukit Batu. terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Keinginan tersebut demikian kuat dan mendalam. ia akan kembali ke alam ayahnya. Tjilik Riwut sering diajak ke Bukit Batu sehingga bagi Tjilik Riwut kecil tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. Sejak kecil oleh ayahnya. Di Bukit Batu ia balampah. maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu. Sesuai janji. tak seorang pun tahu. Pertapaan Tjilik Riwut Riwut Dahiang yang bertempat tinggal di daerah Sungai Sala. Keinginan yang sedemikian kuat membawa Riwut Dahiang bermohon dengan khusuk kepada Hatalla . Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules dan Burut Ules menjadi sedih tak terhingga. Burut Ules mencoba bangkit dari kesedihannya. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak. kerja. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Maka pergilah ia menuju ke suatu tempat keramat yaitu Bukit Batu. namun apabila anak laki-laki yang lahir. Diyakini bahwa hingga kini Burut Ules tidak pernah meninggal dunia tetapi gaib ke alam lain. Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa. walau tak terlihat dengan mata jasmani. Wangsit 187 . Di tempat itu Riwut Dahiang balampah dan bermohon untuk diberikan seorang putera laki-laki. kerja. Petir kilat sambar menyambar. Suatu hari di Teluk Derep. Waktu berlalu. Tumbang Kasongan. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama isteri pertamanya. dan banyak kegiatan lain yang ia lakukan. ketika sedang bermain-main dengan teman seusia. Walau berkali-kali Piai Riwut isterinya telah melahirkan anak. apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal. maka janji itu telah ditepati. masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak dikemudian hari apabila anak turunan Burut Ules membutuhkan bantuannya. Wangsit yang diperoleh menyatakan bahwa kelak di kemudian hari putra lelaki yang sangat didambakan itu akan mengemban tugas khusus bagi masyarakat sukunya. Tjilik Riwut mulai mengikuti tradisi orang tuanya. letih tidur dan kerja lagi. ia tidak dapat hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada karena ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. Oleh karena itu apabila anak mereka telah dewasa. Ketika menginjak usia remaja.Sebelum pergi. namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. dan terus bekerja. anak laki-laki yang sangat diharapkan lahir dengan selamat di sebuah kebun durian Kampung Katunen Kasongan Kalimantan Tengah. Hariharinya ia habiskan untuk kerja keras. seorang laki-laki dan seorang perempuan. 2. sangat mendambakan anak laki-laki. selalu saja meninggal dunia dalam usia balita. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Tanggal 2 Pebruari 1918. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya. Sesal kemudian tak berguna.

Namun setelah kemerdekaan diperoleh oleh bangsa Indonesia. Sesuatu ia peroleh begitu usai balampah yaitu sebuah batu berbentuk daun telinga. Ia mohon petunjuk dalam perjuangannya melawan penjajah. Tentu saja semua kawan-kawannya terheran-heran. Di masa Revolusi ketika Tjilik Riwut telah berhasil mencapai pulau Jawa bahkan telah terlibat aktif dalam perjuangan menantang Belanda. Tjilik Riwut tak kenal putus asa. dalam suatu kesempatan ia pulang kampung dan balampah di Bukit Batu. Segala macam cara telah ia lakukan baik berjalan kaki menerobos rimba. Jangankan ke pulau Jawa. 188 . belum ada layanan pos. Tjilik Riwut bergegas menanyakan keadaan orang tuanya. Djainudin. halangan dan kesulitan yang menghadang ia anggap sebagai tantangan. Pada tahun 1942 di Banjarmasin. Dapat dikatakan hanya impian.pertama yang ia peroleh mengarahkannya untuk menyeberang laut menuju pulau Jawa. Tjilik Riwut meminta teman-temannya untuk mencatat kejadian tersebut lengkap dengan tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Tjilik Riwut bangun dari tidurnya dan langsung membangunkan kawan-kawannya yang sedang terlelap tidur. asalkan bisa mencapai pulau Jawa. tak satupun yang percaya bahkan mengira bahwa Tjilik Riwut sedang mimpi. Dalam kesempatan itupun Tjilik Riwut bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka . ketika sampai di Banjarmasin. batu telinga itu pun gaib. menuju Banjarmasin yang juga berada di pulau yang sama yaitu Kalimantan membutuhkan perjuangan. tengah malam ketika semua orang sedang tidur. Singkat cerita. Dengan begitu yakin Tjilik Riwut mengatakan kepada kawankawannya bahwa ayahndanya Riwut Dahiang malam ini telah dipanggil Yang Kuasa. Memang benar pada saat firasat dirasakan. Akhirnya sampai juga ia ke Banjarmasin. Tjilik Riwut berusaha mendapatkan pekerjaan yang ada peluang untuk menghantarkannya ke Pulau Jawa. Saat itu komunikasi tidak semudah saat ini. naik perahu dan rakit. Suatu hari ketika seorang kawan datang dari Kasongan ke Banjarmasin. Ketika itu komunikasi dan transportasi dari pedalaman Kalimantan ke Jawa amatlah sulitnya. Essel Djelau dan seorang teman lagi langsung mencatat walau tidak begitu yakin bahwa apa yang dialami Tjilik Riwut tersebut benar terjadi. Wangsit yang ia peroleh mengatakan bahwa batu tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan dan memonitor musuh apabila diletakkan pada daun telinganya. Belum ada telepon. Namun dengan mantap dan penuh keyakinan sekali lagi ia mengatakan bahwa semua ini benar karena penguasa Bukit Batu baru saja datang menemuinya menyampaikan pesan tersebut dan mengatakan bahwa sejak saat itu Tjilik Riwut adalah teman terdekatnya. Untuk mengecek kebenaran firasat tersebut hanya mungkin apabila ada seorang warga yang berasal dari Kasongan datang ke Banjarmasin. pengiriman berita mungkin terjadi apabila ada kenalan yang datang dari kampung halaman. pada saat itulah ayah tercintanya pergi menghadap ke hadirat Illahi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful