1

Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi
JPEG2000

Agustina Linda S.

Departemen Teknik Informatika
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132

E-mail : lyn_on_line@yahoo.com


Abstrak
Metode kompresi dengan performansi tinggi dirasakan makin penting keberadaannya. Salah satu teknik
kompresi baru, yang merupakan pengembangan dari metode kompresi JPEG adalah metode kompresi
JPEG2000. Metode kompresi ini dikembangkan sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan teknik kompresi
JPEG. Sehingga JPEG2000 mempunyai berbagai fitur yang sebelumnya tidak terdapat pada teknik kompresi
JPEG, seperti Region of Interest (ROI), Error Resilience, robustness to bit-errors, dan Progression Order dalam
berbagai dimensi.

Fitur Region of Interest (ROI) pada metode kompresi JPEG2000 ini memungkinkan dilakukannya kompresi
secara berbeda pada area tertentu dari citra dijital, sehingga area yang dipilih akan mempunyai kualitas citra
lebih baik daripada area sekitarnya. ROI akan optimal jika luas area yang dipilih mempunyai ukuran tertentu dari
total luas citra dijital yang dikompresi. Namun, secara keseluruhan, ROI lebih tepat dikatakan sebagai upaya
menurunkan kualitas citra dijital yang berada diluar area yang dipilih. Metode kompresi JPEG2000 ini
mempunyai performansi yang baik pada rata-rata bit per piksel yang rendah.

Kata kunci: kompresi, dekompresi, JPEG2000, ROI, PSNR
1. Pendahuluan
Berbagai teknologi pengolahan citra dijital telah banyak berkembang dewasa ini, salah satunya
adalah teknologi kompresi. Teknik pengompresian citra dijital tersebut semakin berkembang, seiring
dengan makin dibutuhkannya kemampuan melakukan kompresi dengan performansi tinggi untuk
diterapkan pada berbagai bidang.

Kompresi pada citra dijital merupakan upaya untuk melakukan transformasi terhadap data atau
simbol penyusun citra dijital menjadi data atau simbol lain, tanpa menimbulkan perubahan yang
signifikan atas citra dijital tersebut bagi mata manusia yang mengamatinya. Kompresi haruslah
dilakukan secara efektif, sehingga citra dijital yang dihasilkan setelah proses kompresi mempunyai
ukuran yang lebih kecil dibandingkan sebelum menjalani proses kompresi
22)
. Tujuan akhir dari
kompresi adalah untuk mengurangi pemanfaatan memori dalam penyimpanan atau pengolahan citra
dijital tersebut.

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 2
Metode kompresi yang sudah cukup dikenal oleh sebagian pengguna aplikasi dan telah menjadi
salah satu standar dalam pengolahan citra dijital adalah metode kompresi JPEG (Joint Photographic
Experts Group), yang dikembangkan oleh ITU (International Telecomunication Union) bekerja sama
dengan ISO (International Standard Organization). Karena semakin beragamnya kebutuhan akan
pengolahan citra dijital, khususnya di bidang kompresi, metode kompresi JPEG dirasakan masih
memiliki banyak kekurangan. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dibuatlah sebuah standar baru
yaitu metode kompresi JPEG2000. Metode kompresi ini diluncurkan tidak untuk menggantikan
metode kompresi JPEG yang sudah ada, tetapi lebih dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan pada
metode kompresi JPEG tersebut.

Metode kompresi JPEG2000 menyediakan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki standar kompresi
yang sudah ada sebelumnya. Fitur-fitur khusus yang disediakan oleh metode kompresi JPEG2000 ini
antara lain penyempurnaan kedua macam kompresinya yaitu lossy dan lossless compression, error
resilience, robustness to bit-errors, random codestream access and processing, dan pengkodean
Region of Iinterest (ROI).

Region of Interest (ROI) memungkinkan pengguna untuk mengakses bagian tertentu dari sebuah
citra dijital untuk diolah secara berbeda. Fitur ini menjadi sangat penting, apabila terdapat bagian atau
area tertentu dari citra dijital yang dianggap lebih penting dari area yang lainnya
17)
. Dengan
pengkodean ROI ini, area khusus tersebut akan nampak mempunyai kualitas citra lebih baik daripada
area sekitarnya (background) pada citra dijital tersebut.

2. Kompresi
Informasi yang dirasakan redundan dapat dikompresi untuk meminimalisasi redundansi tersebut.
Hal ini dapat pula dilakukan pada citra dijital yang beragam tipenya, dengan menerapkan berbagai
metode kompresi yang ada. Tujuan utama dari kompresi pada citra dijital adalah untuk mengurangi
penggunaan memori, sehingga akan memudahkan penyimpanan, pengolahan serta pengiriman citra
dijital tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kompresi merupakan proses untuk menghilangkan berbagai
kerumitan yang tidak penting (redundansi) dari suatu informasi, dengan memaksimalkan
kesederhanaannya dan tetap menjaga kualitas penggambaran dari informasi tersebut
10)
.

3. Kompresi pada JPEG2000
JPEG2000 merupakan salah satu metode standard dan terbaru dalam melakukan kompresi terhadap
citra dijital, yang dihasilkan oleh ISO (International Standard Organization) bekerja sama dengan ITU
(International Telecommunication Union). JPEG2000 tersebut dikembangkan, karena standar metode
kompresi yang sudah ada, yaitu JPEG, dirasakan masih belum dapat memenuhi kebutuhan kompresi
citra dijital.

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 3
Teknik kompresi pada JPEG2000 termasuk metode kompresi yang simetris, yaitu proses kompresi
dan dekompresinya menggunakan dasar algoritma yang sama, tetapi mempunyai arah yang
berlawanan. Berikut ini skema proses kompresi pada JPEG2000:

Gambar 1 Skema Proses Kompresi JPEG2000

3.2 Pre-Processing
Pada Pre-Processing dilakukan transformasi atas data-data piksel penyusun komponen citra dijital
menjadi bentukan lain untuk memudahkan perhitungan. Pada Gambar 2 di bawah ini dapat dilihat
tahapan-tahapan dalam Pre-Processing.

Gambar 2 Skema Pre-Processing


3.2.1 Tiling
Tiling (pengubinan) dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan keterbatasan sumber daya memori
yang tersedia selama proses kompresi. Dalam tiling ini dilakukan pembagian area citra dijital menjadi
persegi panjang dengan ukuran yang sama dan tidak saling tumpang tindih. Perbedaan ukuran dapat
terjadi pada bagian tepi dari citra dijital. Ukuran dari tile atau ubin yang dibentuk adalah bebas.
Sebuah citra dijital dapat saja hanya terbagi menjadi sebuah tile, yaitu dengan ukuran yang sama
dengan citra dijital itu sendiri.


3.2.2 DC Level Shifting
Data yang diolah hendaknya merupakan bilangan yang berkisar pada nol. Jika penyusun dari
masing-masing komponen pada citra dijital merupakan tipe non-negatif (unsigned), maka perlu
dilakukan DC Level Shifting untuk masing-masing penyusun komponen tersebut. Pada DC Level
Shifting, akan dilakukan penambahan sebuah bilangan penyeimbang yaitu -2
B-1
, sehingga penyusun
komponen citra dijital akan berada pada kisaran -2
B-1
= x[n] < 2
B-1
. B menyatakan kedalaman dari bit
penyusun masing-masing komponen pada citra dijital, dan x[n] menyatakan bilangan penyusun yang
berkisar pada nol. Sedangkan apabila penyusun komponen citra dijital merupakan bilangan bertipe
signed, maka proses ini tidak perlu dilakukan.
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 4

3.2.3 Irreversible Component Transformation (ICT)
Irreversible Component Transformation (ICT) merupakan transformasi komponen untuk tipe
kompresi lossy. Sedangkan pada kompresi lossless, transformasi yang dilakukan disebut dengan
Reversible Component Transformation (RCT).

Dalam ICT ini, akan dilakukan transformasi dari format RCB menjadi Luminance (Y), dan
Chrominnce (Cr dan Cb). Rumus yang digunakan untuk melakukan transformasi tersebut adalah
sebagai berikut:

]
]
]
]
]

]
]
]
]
]

− −
− − ·
]
]
]
]
]

B
G
R
Cr
Cb
Y
08131 , 0 41869 , 0 5 , 0
5 , 0 33126 , 0 16875 , 0
114 , 0 587 , 0 299 , 0
(1)


3.3 Discrete Wavelet Transform (DWT)
Pada transformasi wavelet, dilakukan penyaringan data menjadi low pass dan high pass. Low pass
merepresentasikan bagian penting dari data dalam resolusi yang rendah, sedangkan high pass
menyatakan detail dari data yang ditransformasikan.

Pada JPEG2000, dilakukan DWT dua dimensi, yaitu DWT terhadap baris (horizontal), dan
terhadap kolom (vertikal). Suatu tahapan DWT dua dimensi akan menghasilkan empat buah kuadran,
yaitu:
LL: sub-kelompok low dari hasil transformasi pada baris dan kolom.
HL: sub-kelompok high dari hasil transformasi pada baris, dan sub-kelompok low dari
transformasi kolomnya.
LH: sub-kelompok low dari hasil transformasi pada baris, dan sub-kelompok high dari
transformasi kolomnya.
HH: sub-kelompok high dari hasil transformasi baris dan kolom.


Gambar 3 Transformasi Wavelet Dua Dimensi
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 5
Salah satu metode transformasi wavelet yang cukup sederhana adalah dengan menggunakan
pendekatan Lifting. Dengan metode ini, konstanta wavelet filter seperti konstanta filter Daubechies
(9,7) yang banyak digunakan, difaktorkan menjadi konstanta lainnya yang menyatakan lifting steps.
Berikut ini beberapa konstanta yang digunakan untuk perhitungan dengan pendekatan Lifting ini:
a = -1.586 b = -0.052 c = 0.883 d = 0.444


3.4 Quantization
Quantization merupakan proses untuk membulatkan koefisien yang dihasilkan dari proses
transformasi. Operasi ini bersifat lossy, kecuali jika nilai pembulatannya 1 dan koefisien hasil
transformasi merupakan bilangan bulat, sebagai hasil yang diperoleh dari Reversible Component
Transformation (RCT). Masing-masing koefisien dari hasil transformasi yaitu a
b
(u,v), dari sub
kelompok b, dibulatkan dan menghasilkan q
b
(u,v), berdasarkan rumus berikut:

]
]
]


·
b
b
b b
v u a
v u a sign v u q
) , (
)) , ( ( ) , ( (2)

?
b
menyatakan ukuran dari langkah pembulatan yang dilakukan terhadap koefisien, sign(a
b
(u,v))
menyatakan tanda dari koefisien (a
b
(u,v)), dan operasi +
X
+digunakan untuk mendapatkan bilangan
bulat terbesar yang kurang dari atau sama dengan x.


3.5 Entropy Coding
Metode yang digunakan dalam melakukan Entropy Coding adalah Embedded Block Coding with
Optimised Truncation, atau yang disingkat sebagai EBCOT. EBCOT terdiri atas dua tahapan (Tier).
Tier 1 bertanggung jawab dalam pemodelan pada data yang dikompresi, serta entropy coding yang
dilakukan untuk membentuk bit stream, sedangkan Tier 2 mengatur data keluarannya membentuk
paket-paket bit stream hasil kompresi.

Dalam EBCOT, dilakukan pengelompokan koefisien yang diperoleh dari transformasi Wavelet
menjadi persegi dengan ukuran yang lebih kecil, untuk dikodekan secara independen. Standar ukuran
yang digunakan adalah 2
n
, tetapi tidak boleh kurang dari 4x4. EBCOT dilakukan pada masing-masing
lapisan bit penyusun citra dijital yang disebut sebagai bitplane, dengan perhitungan yang dimulai dari
lapisan bit yang paling signifikan (Most Significant Bit) atau MSB, ke bit yang kurang signifikan
(Least Significant Bit) atau LSB. Lapisan MSB yang dipilih sebagai bitplane pertama yang dikode,
setidaknya harus mengandung sebuah bit 1.
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 6

Gambar 4 EBCOT pada Code Block yang Diuraikan menjadi bitplane
Proses perhitungan pada masing-masing code block, dilakukan dengan urutan perhitungan yang
khusus. Dimulai dari pojok kiri code block, dengan melakukan perhitungan terhadap empat baris
koefisien pada kolom pertama, kemudian diikuti dengan perhitungan pada empat baris data pertama di
kolom kedua, hal tersebut dilakukan hingga mencapai kolom yang paling kanan. Proses tersebut
kemudian diulangi untuk empat baris data yang kedua, dari kolom yang paling kiri sampai paling
kanan. Proses tersebut dilakukan hingga mencapai bagian bawah code block. Pola perhitungan tersebut
dapat dilihat pada Gambar 5 di bawah ini:


Gambar 5 Pola Perhitungan Koefisien Bit dalam Code Block

3.5.1 Tier 1
Skema Tier 1 pada EBCOT dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini:

Gambar 6 Skema EBCOT Tier 1


Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 7
Context Formation

Context vector menyatakan significance state dari kedelapan koefisien bit yang menjadi tetangga
dari sebuah bit seperti tampak pada Gambar 7 di bawah ini. Jika koefisien dari masing-masing
tetangga tersebut signifikan, maka tetangga-tetangga tersebut akan bernilai 1, etapi jika sebaliknya
akan bernilai 0.

Gambar 7 Bit-bit dalam Perhitungan Context Vector
Terdapat empat pengkodean yang dilakukan dalam entropy coding ini, yaitu significant coding,
sign coding, magnitude refinement, dan cleanup coding. Keempat pengkodean tersebut dilakukan
dalam tiga buah tahapan, yaitu:
1. Significance dan sign coding dalam significance propagation pass.
2. Magnitude refinement coding dalam magnitude refinement pass.
3. Cleanup dan sign coding dalam cleanup pass.

Masing-masing koefisien bit akan dikodekan dengan salah satu dari ketiga tahapan tersebut,
berdasarkan kondisi dari bit yang sesuai dengan salah satu tahapan. Skema dari ketiga tahapan tersebut
dapat dilihat pada Gambar 8 berikut ini:

New coefficient
Significant?
Magnitude
Refinement
Significant
Propagation
Cleanup Pass
Preffered
Neighbourhood
yes
yes
no
no

Gambar 8 Skema Entropy Coding
Arithmatic Coding

Pengkodean yang digunakan dalam arithmatic coding ini adalah MQ-Coder. MQ-Coder tidak
hanya menggunakan simbol dari bit masukan, tetapi lebih mengindikasikan jenis bit yang diolah,
apakah bit tersebut termasuk bit yang kemungkinan munculnya lebih sering (Most Probable Symbol),
disingkat dengan MPS; atau sebaliknya, yaitu lebih jarang muncul (Less Probable Symbol), disebut
sebagai LPS.

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 8
Masing-masing kemungkinan tersebut mempunyai nilai terbatas dalam sebuah interval, yang
terbagi menjadi dua buah sub interval. Dalam interval tersebut, MPS berada pada bagian atas dari LPS,
dengan prosentase lebih besar. Penggambaran, serta pembagian dari interval tersebut dapat dilihat
pada Gambar 9 di bawah ini:

0 A x Qe A
MPS
A x Qe A - A x Qe
LPS

Gambar 9 Pembagian Interval pada MQ-Coder
Pada Gambar 9 di atas, A menyatakan panjang interval, dan Qe menyatakan perkiraan probabilitas
dari LPS, sedangkan basis, atau batas bawah interval dinyatakan dengan C. Panjang interval dibatasi
dalam jangkauan 0.75 = A < 1.5. Jika nilai A berada di bawah batasan minimum, maka A akan
digandakan, hingga berada dalam batasan yang seharusnya. Proses ini dinamakan dengan
renormalization. Jika nilai A berubah, maka C juga harus diubah dengan proses yang sama. Karena
nilai A yang selalu berada dalam batasan tersebut, maka nilai A akan selalu dianggap sebanding
dengan 1 (A ≈ 1). Sebuah kondisi dimana sub interval MPS kurang dari LPS dapat terjadi jika Qe
mendekati 0.5 dengan nilai A yang kecil. Apabila kondisi tersebut terjadi, maka harus dilakukan
pembalikan nilai antara MPS dengan LPS, yang disebut sebagai Conditional exchange.


3.5.2 Tier 2
MQ Coder yang dilakukan pada masing-masing code block, seperti yang telah dijelaskan di atas,
akan menghasilkan bit stream, berupa byte-byte data mentah yang telah terkompresi. Pada Tier 2
dalam tahapan EBCOT ini, akan dilakukan pengaturan terhadap bit stream tersebut, sehingga
representasi akhir dari citra dijital yang telah dikompresi dapat lebih terstruktur, yaitu dengan
membentuk layer.

Layer menyatakan kumpulan dari urutan tahapan pengkodean yang dilakukan oleh code block yang
terdapat dalam subband dan juga komponen. Kontribusi dari masing-masing code block terhadap layer
berubah-ubah, tergantung bit plane yang diperhitungkan dalam coding pass. Setiap pertambahan layer,
akan menambah kualitas citra dijital hasil kompresi yang dihasilkan.


3.6 Rate Control
Rate Control merupakan proses pengaturan code stream, dalam rangka pencapaian bit rate yang
diiginkan (target bit rate). Dalam penentuan target bit rate ini, akan dilakukan perhitungan terhadap
titik-titik potong optimal dari bit stream yang telah dihasilkan.

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 9
3.7 Bit Stream Organization
Dalam tahapan ini, akan dilakukan pengelompokan dari bit stream hasil kompresi, menjadi paket-
paket data. Paket-paket tersebut, dihasilkan dari code block-code block yang berada pada subband-
subband dalam level resolusi yang sama. Masing-masing paket yang terbentuk akan memiliki paket
header, yang antara lain berisi informasi mengenai layer, resolusi, komponen, serta posisi.
Pengorganisasian dari bit stream dapat dilihat pada Gambar 10 berikut:


Gambar 10 Organisasi Code Stream

4. Region of Interest
Region of Interest (ROI) merupakan salah satu fitur yang tersedia dalam JPEG2000. ROI
memungkinkan dilakukannya pengkodean secara berbeda pada area tertentu dari citra dijital, sehingga
mempunyai kualitas yang lebih baik dari area sekitarnya (background). Fitur ini menjadi sangat
penting, bila terdapat bagian tertentu dari citra dijital yang dirasakan lebih penting dari bagian yang
lainnya.

Metode yang digunakan untuk pengkodean ROI ini adalah Metode Maxshift. Prinsip utama pada
pengkodean ROI ini adalah dengan menggeser bitplane dari koefisien yang dipilih sebagai ROI,
sehingga menempati posisi yang lebih tinggi daripada bitplane sekitarnya (background). Karena
menggunakan metode Maxshift, pergeserannya dilakukan sampai batas maksimal, sehingga seluruh
bitplane dari koefisien ROI berada di atas bitplane dari area sekitarnya. Hal ini menyebabkan,
pengkodean pada ROI akan menghasilkan area dengan kualitas maksimal dibandingkan area
sekitarnya. Pada tahapan pengkodean Entropy, koefisien yang dipilih untuk ROI, akan dikodekan
terlebih dahulu, daripada koefisien yang lainnya (background).
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 10

Gambar 11 Pergeseran bitplane untuk ROI dengan metode Maxshift

Untuk melakukan ROI, perlu diidentifikasi koefisien-koefisien yang termasuk dalam ROI. Hal
tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan sebuah ROI mask, yang merupakan indikator dari koefisien
yang termasuk ROI atau bukan. Umumnya yang digunakan sebagai penanda merupakan sebuah angka
biner, yang dimiliki oleh piksel-piksel yang termasuk area ROI. Penanda tersebut berperan sebagai
pemetaan area dari citra dijital yang termasuk ROI. Pada proses DWT pun, mask tersebut akan
berubah, mengikuti transformasi yang dilakukan pada citra dijital. Sehingga pada akhirnya akan
diperoleh informasi mengenai koefisien yang termasuk ROI.


Gambar 12 Pengidentifikasian ROI mask pada DWT
5. Perhitungan Kualitas Citra
Perhitungan kualitas citra dijital yang merupakan hasil modifikasi, terhadap citra dijital yang asli,
dapat dilakukan dengan menghitung nilai MSE (Mean Square Error) dan juga nilai PSNR (Peak
Signal-to-noise ratio). Perhitungan nilai MSE dari citra dijital berukuran N x M, dilakukan sesuai
dengan rumus berikut:

[ ]
∑∑

·

·
− ·
1
0
2
1
0
) , ( ' ) , (
.
1
N
i
M
j
j i f j i f
M N
MSE (3)

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 11
f(i,j) menyatakan citra dijital yang asli sebelum dikompresi, sedangkan f’(i,j), merupakan citra dijital
hasil kompresi. Nilai MSE yang besar, menyatakan bahwa penyimpangan atau selisih antara citra hasil
modifikasi dengan citra aslinya cukup besar.

Sedangkan untuk perhitungan nilai PSNR, dapat dilakukan dengan rumus berikut:

( )

,
`

.
|
·
MSE
PSNR
2
255
log 10 (4)

Semakin besar PSNR, maka kualitas citra hasil modifikasi akan semakin baik, sebab tidak banyak
data yang mengalami perubahan, dibandingkan aslinya.

6. Pengembangan Perangkat Lunak
Terkait dengan topik yang tengah dibahas, penulis telah mengembangkan sebuah perangkat lunak
yang menerapkan metode kompresi JPEG2000 dengan dilengkapi fitur Region of Interest (ROI).
Perangkat lunak ini dikembangkan dari program standar JPEG2000
8)
, dengan kebutuhan fungsional
utamanya berupa:
1. Mampu menampilkan dan melakukan kompresi pada citra berformat bitmap (24 bpp), dan juga
menyediakan fasilitas dilakukannya ROI pada saat kompresi.
2. Mampu menghasilkan citra hasil kompresi dengan rata-rata bit per piksel, sesuai dengan
keinginan pengguna.
3. Melakukan dekompresi pada citra hasil kompresi.
4. Menghitung nilai PSNR dari citra hasil kompresi dengan citra aslinya.
Nama dari perangkat lunak ini adalah JPEG2000 Image Compressor.

Performansi dari kompresi yang dilakukan, dihitung dengan memanfaatkan fasilitas perhitungan
nilai PSNR yang tersedia dalam perangkat lunak. Tiga buah skenario pengujian yang telah dilakukan
terhadap perangkat lunak ini, berupa:
1. Melakukan perbandingan nilai PSNR dari hasil kompresi pada berbagai rata-rata bit per piksel,
tanpa ROI.
2. Melakukan perbandingan nilai PSNR dari hasil kompresi pada berbagai rata-rata bit per piksel,
dengan berbagai ukuran luas area ROI.
3. Melakukan perbandingan ukuran berkas citra hasil kompresi dengan metode kompresi JPEG.

Dari hasil pengujian terhadap perangkat lunak, dengan menerapkan beberapa skenario pengujian
yang telah dirancang tersebut, diketahui bahwa rata-rata bit per piksel dari citra hasil kompresi, ikut
menentukan ukuran citra dijital hasil kompresi. Selain itu, dapat diketahui bahwa metode kompresi
JPEG2000 masih lebih unggul dibandingkan metode kompresi JPEG, karena dapat menghasilkan
kualitas citra yang lebih baik pada rata-rata bit per piksel yang rendah. Adanya ROI pada saat
kompresi, ternyata tidak berpengeruh besar pada ukuran citra hasil kompresi. Dan dengan semakin
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 12
luasnya ukuran ROI, maka nilai PSNR akan semakin besar, walaupun pada titik tertentu, nilai PSNR
kemudian akan turun.

7. Kesimpulan
Metode kompresi JPEG2000 merupakan metode kompresi dengan teknik kompresi dan dekompresi
yang kompleks karena menggunakan perhitungan matematis yang yang rumit. Akan tetapi metode
kompresi JPEG2000 ini mempunyai sebuah fitur baru yang cukup bermanfaat, yang dikenal dengan
Region of Interest (ROI), yang memungkinkan pengguna untuk melakukan kompresi secara berbeda
pada area yang telah dipilihnya. ROI dapat menghasilkan kualitas PSNR yang maksimal, jika ukuran
dari area yang dipilih ukurannya optimal, kurang lebih setengah dari total luas area citra yang
dikompresi.

ROI lebih sesuai jika dinyatakan sebagai upaya penurunan kualitas citra yang berada di luar area
yang dipilih, sehingga berdasarkan pengamatan secara visual, area yang dipilih akan mempunyai
kualitas citra yang lebih baik. Syarat agar ROI dapat dilihat secara visual adalah dengan melakukan
kompresi pada citra dijital dengan menampilkan hasil kompresinya pada rata-rata bit per piksel yang
rendah.

8. Daftar Pustaka
[1] Arizona State University (ASU), JPEG 2000, Arizona State University, EEE 508 – Lecture 18,
2000
[2] Charilaos Christopoulos, Athanassios Skodras, and Touradj Ebrahimi, The JPEG2000 Still
Image Coding System: An Overview, IEEE Transactions on Consumer Electronics, 2000
[3] Karen L. Gray, The JPEG2000 Standard, Techniche Universitat Munchen, 2002
[4] Huang W.B., The Embedded Block Coding with Optimized Truncation (EBCOT) in JPEG2000,
2000
[5] Gaetano Impoco, JPEG2000 – A Short Tutorial, Visual Computing Lab – ISTI CNR Pisa,
Italia, 2004
[6] ISO and ITU, Information Technology, JPEG 2000 Image Coding System, JPEG 2000 Final
Committee Draft Version 1.0. ISO/IEC, 2000
[7] Jin Li, Image Compression – The Mechanics of The JPEG2000, Microsoft Research, Signal
Processing, One Microsoft Way, Redmond, 2002
[8] ---, http://www.jpeg.org/jpeg2000/+jpeg2000&hl=en, 2004
[9] Majid Rabbani and Diego Santa Cruz, The JPEG2000 Still-Image Compression Standard,
Eastman Kodak Research Laboratories; Swiss Federal Institute of Technology, Laussane, 2000
[10] David Salomon, Data Compression; The Complete Reference (Second Edition), Springer-
Verlag, 2000
[11] Prof. Edward Aboufadel, JPEG2000: The Next Compression Standard Using Wavelet
Technology, Grand Valley State University,
http://www.gvsu.edu/math/wavelets/student_work/EF/, 2001
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 13
[12] Michael D. Adams and Faouzi Kossentini, JPEG 2000: The Next Generation Still Image
Compression Standar, Departement of Electrical and Computer Engineering, University of
British Columbia, 2000
[13] Michael D. Adams, The JPEG-2000 Still Image Compression Standar, Dept. of Electrical and
Computer Engineering, University of Victoria, 2002
[14] Kishore Andra, Chaitali Chakrabarti, and Tinku Acharya, A High-Performance JPEG2000
Architecture, IEEE Transaction on Circuits and Systems for Video Technology, 2003
[15] Andrew P. Bradley and Fred W.M. Stentiford, Visual Attention for Region od Interest Coding
in JPEG 2000, Cooperative Research Centre for Sensor Signal Information Processing
(CSSIP), Scool if Information Technology and Electrical Engineering, The University of
Queensland, 2003
[16] Andrew P. Bradley and Fred W.M. Stentiford, JPEG2000 and Region of Interest Coding,
DICTA2002: Digital Image Computing Technique and Applications, Melbourne, Australia,
2002
[17] Charilaos Christopoulos, Joel Askelöf and Mathias Larsson, Efficient Methods for Encoding
Regions of Interest in The Upcoming JPEG2000 Still Image Coding Standard, IEEE Signal
Processing Letters, 2000
[18] Christos Chrysafis, David Taubman, and Alex Drukarev, Overview of JPEG2000, Hewlett
Packard Laboratories, 2000
[19] Touradj Ebrahimi and Charilaos Christopoulos, The JPEG2000 The Next Generation Still
Image, Signal Processing Laboratory, Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne, 2001
[20] Drew Li, Fundamental of Multimedia, Chapter 9; Image Compression Standard, Prentice
Hall, 2003
[21] Michael W. Marcellin, Michael J. Gormish, Ali Bilgin, and Martin P. Boliek, An Overview of
JPEG-2000, Proc. of IEEE Data Compression Conference, 2000
[22] Mark Nelson, and Jean-Loup Gailly, The Data Compression Book (Second Edition), M&T
Books, 1996
[23] Majid Rabbani and Rajan Joshi, An Overview of the JPEG2000 Still Image Compression
Standard, Eastman Kodak Company, USA, 2003
[24] Shanty Meliani Hendrawan, Robust dan Non Blind Watermarking pada Citra Dijital dengan
Teknik Spread Spectrum, Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung, 2003
[25] Spring, Introduction to Data Compression: Wavelet Transform Coding SPHIT, 2003
[26] David Taubman, High Performance Scalable Image Compression with EBCOT, IEEE
Transaction on Image Processing, 2000
[27] David S. Taubman and Michael W. Marcellin, JPEG2000: Standard for Interactive Imaging,
Proceedings of the IEEE, 2002
[28] David Taubman, Erik Ordentlich, Marcelo Weinberger, Gadiel Seroussi, Ikuro Ueno, and
Fumitako Ono, Embedded Block Coding in JPEG2000, The University of NSW, Sydney; HP
Labs, Palo Alto; Mitsubishi Electric Corp., Tokyo, 2000
[29] Ulil Hamida, Penggunaan Teknik Fuzzy Untuk Perbaikan Kontras, Pelembutan dan
Pendeteksian Tepi Pada Citra Dijital, Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi
Bandung, 2003
[30] Bryan E. Usevitch, A Tutorial on Modern Lossy Wavelet Image Compression: Foundations of
JPEG 2000, IEEE Signal Processing Magazine, 2001
Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 14
[31] Mona Vajihollahi and Roozbeh Farahbod, JPEG-2000, -, 2000
[32] Shufang Wu, Embedded Block Coding with Optimized Truncation-An Image Compression
Algorithm, http://www.sfu.ca/~vswu, 2002

2. metode kompresi JPEG dirasakan masih memiliki banyak kekurangan. area khusus tersebut akan nampak mempunyai kualitas citra lebih baik daripada area sekitarnya (background) pada citra dijital tersebut. random codestream access and processing. JPEG2000 tersebut dikembangkan. apabila terdapat bagian atau area tertentu dari citra dijital yang dianggap lebih penting dari area yang lainnya 17). . Tujuan utama dari kompresi pada citra dijital adalah untuk mengurangi penggunaan memori. pengolahan serta pengiriman citra dijital tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kompresi merupakan proses untuk menghilangkan berbagai kerumitan yang tidak penting (redundansi) dari suatu informasi. Fitur ini menjadi sangat penting. tetapi lebih dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan pada metode kompresi JPEG tersebut. karena standar metode kompresi yang sudah ada. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut. dan pengkodean Region of Iinterest (ROI).Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 2 Metode kompresi yang sudah cukup dikenal oleh sebagian pengguna aplikasi dan telah menjadi salah satu standar dalam pengolahan citra dijital adalah metode kompresi JPEG (Joint Photographic Experts Group). Region of Interest (ROI) memungkinkan pengguna untuk mengakses bagian tertentu dari sebuah citra dijital untuk diolah secara berbeda. error resilience. robustness to bit-errors. yaitu JPEG. Fitur-fitur khusus yang disediakan oleh metode kompresi JPEG2000 ini antara lain penyempurnaan kedua macam kompresinya yaitu lossy dan lossless compression. Hal ini dapat pula dilakukan pada citra dijital yang beragam tipenya. 3. khususnya di bidang kompresi. Dengan pengkodean ROI ini. Metode kompresi JPEG2000 menyediakan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki standar kompresi yang sudah ada sebelumnya. Metode kompresi ini diluncurkan tidak untuk menggantikan metode kompresi JPEG yang sudah ada. Karena semakin beragamnya kebutuhan akan pengolahan citra dijital. Kompresi pada JPEG2000 JPEG2000 merupakan salah satu metode standard dan terbaru dalam melakukan kompresi terhadap citra dijital. dirasakan masih belum dapat memenuhi kebutuhan kompresi citra dijital. dengan memaksimalkan kesederhanaannya dan tetap menjaga kualitas penggambaran dari informasi tersebut10). dibuatlah sebuah standar baru yaitu metode kompresi JPEG2000. dengan menerapkan berbagai metode kompresi yang ada. yang dihasilkan oleh ISO (International Standard Organization) bekerja sama dengan ITU (International Telecommunication Union). Kompresi Informasi yang dirasakan redundan dapat dikompresi untuk meminimalisasi redundansi tersebut. yang dikembangkan oleh ITU (International Telecomunication Union) bekerja sama dengan ISO (International Standard Organization). sehingga akan memudahkan penyimpanan.

maka proses ini tidak perlu dilakukan. 3. Sebuah citra dijital dapat saja hanya t rbagi menjadi sebuah tile.1 Tiling Tiling (pengubinan) dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan keterbatasan sumber daya memori yang tersedia selama proses kompresi.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 3 Teknik kompresi pada JPEG2000 termasuk metode kompresi yang simetris. Dalam tiling ini dilakukan pembagian area citra dijital menjadi persegi panjang dengan ukuran yang sama dan tidak saling tumpang tindih.2. Perbedaan ukuran dapat terjadi pada bagian tepi dari citra dijital. yaitu proses kompresi dan dekompresinya menggunakan dasar algoritma yang sama.2 DC Level Shifting Data yang diolah hendaknya merupakan bilangan yang berkisar pada nol.2 Pre-Processing Pada Pre-Processing dilakukan transformasi atas data-data piksel penyusun komponen citra dijital menjadi bentukan lain untuk memudahkan perhitungan. Gambar 2 Skema Pre-Processing 3. Jika penyusun dari masing-masing komponen pada citra dijital merupakan tipe non-negatif (unsigned). yaitu dengan ukuran yang sama e dengan citra dijital itu sendiri. Pada DC Level Shifting. maka perlu dilakukan DC Level Shifting untuk masing-masing penyusun komponen tersebut. akan dilakukan penambahan sebuah bilangan penyeimbang yaitu -2 B-1 . Pada Gambar 2 di bawah ini dapat dilihat tahapan-tahapan dalam Pre-Processing. B menyatakan kedalaman dari bit penyusun masing-masing komponen pada citra dijital. Berikut ini skema proses kompresi pada JPEG2000: Gambar 1 Skema Proses Kompresi JPEG2 000 3. . dan x[n] menyatakan bilangan penyusun yang berkisar pada nol. Ukuran dari tile atau ubin yang dibentuk adalah bebas.2. sehingga penyusun komponen citra dijital akan berada pada kisaran -2 B-1 = x[n] < 2B-1 . Sedangkan apabila penyusun komponen citra dijital merupakan bilangan bertipe signed. tetapi mempunyai arah yang berlawanan.

Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 4 3.3 Discrete Wavelet Transform (DWT) (1) Pada transformasi wavelet. HH: sub-kelompok high dari hasil transformasi baris dan kolom. Low pass merepresentasikan bagian penting dari data dalam resolusi yang rendah.3 Irreversible Component Transformation (ICT) Irreversible Component Transformation (ICT) merupakan transformasi komponen untuk tipe kompresi lossy. transformasi yang dilakukan disebut dengan Reversible Component Transformation (RCT).16875 − 0.2. Pada JPEG2000. dan sub-kelompok low dari transformasi kolomnya. dan terhadap kolom (vertikal). dilakukan DWT dua dimensi. HL: sub-kelompok high dari hasil transformasi pada baris. Gambar 3 Transformasi Wavelet Dua Dimensi . Suatu tahapan DWT dua dimensi akan menghasilkan empat buah kuadran. dan Chrominnce (Cr dan Cb).299 Cb =  − 0. LH: sub-kelompok low dari hasil transformasi pada baris. yaitu DWT terhadap baris (horizontal).33126 0.5 − 0. Sedangkan pada kompresi lossless. Rumus yang digunakan untuk melakukan transformasi tersebut adalah sebagai berikut: 0.41869 − 0. yaitu: LL: sub-kelompok low dari hasil transformasi pada baris dan kolom. sedangkan high pass menyatakan detail dari data yang ditransformasikan.114   R  Y   0.5  G       Cr   0.587 0. dilakukan penyaringan data menjadi low pass dan high pass.08131  B       3. dan sub-kelompok high dari transformasi kolomnya. Dalam ICT ini. akan dilakukan transformasi dari format RCB menjadi Luminance (Y).

setidaknya harus mengandung sebuah bit 1. sedangkan Tier 2 mengatur data keluarannya membentuk paket-paket bit stream hasil kompresi. 3. untuk dikodekan secara independen.4 Quantization Quantization merupakan proses untuk membulatkan koefisien yang dihasilkan dari proses transformasi.v). konstanta wavelet filter seperti konstanta filter Daubechies (9. difaktorkan menjadi konstanta lainnya yang menyatakan lifting steps.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 5 Salah satu metode transformasi wavelet yang cukup sederhana adalah dengan menggunakan pendekatan Lifting. dilakukan pengelompokan koefisien yang diperoleh dari transformasi Wavelet menjadi persegi dengan ukuran yang lebih kecil. Masing-masing koefisien dari hasil transformasi yaitu a b (u. Standar ukuran yang digunakan adalah 2 n .v)). Operasi ini bersifat lossy. dari sub kelompok b. Berikut ini beberapa konstanta yang digunakan untuk perhitungan dengan pendekatan Lifting ini: a = -1. Lapisan MSB yang dipilih sebagai bitplane pertama yang dikode. kecuali jika nilai pembulatannya 1 dan koefisien hasil transformasi merupakan bilangan bulat.7) yang banyak digunakan. EBCOT terdiri atas dua tahapan (Tier). Dalam EBCOT. . Dengan metode ini. atau yang disingkat sebagai EBCOT.444 3. dibulatkan dan menghasilkan q b (u.586 b = -0. sebagai hasil yang diperoleh dari Reversible Component Transformation (RCT). ke bit yang kurang signifikan (Least Significant Bit) atau LSB. v ) = sign (a b (u . berdasarkan rumus berikut:  a b (u. EBCOT dilakukan pada masing-masing lapisan bit penyusun citra dijital yang disebut sebagai bitplane.v)) menyatakan tanda dari koefisien (ab (u. tetapi tidak boleh kurang dari 4x4.5 Entropy Coding Metode yang digunakan dalam melakukan Entropy Coding adalah Embedded Block Coding with Optimised Truncation. v ))    ∆b  (2) ? b menyatakan ukuran dari langkah pembulatan yang dilakukan terhadap koefisien.v).883 d = 0. Tier 1 bertanggung jawab dalam pemodelan pada data yang dikompresi. v )  q b (u . sign(ab (u. dengan perhitungan yang dimulai dari lapisan bit yang paling signifikan ( Most Significant Bit) atau MSB. serta entropy coding yang dilakukan untuk membentuk bit stream.052 c = 0. dan operasi + X +digunakan untuk mendapatkan bilangan bulat terbesar yang kurang dari atau sama dengan x.

Proses tersebut dilakukan hingga mencapai bagian bawah code block. dilakukan dengan urutan perhitungan yang khusus. Proses tersebut kemudian diulangi untuk empat baris data yang kedua. hal tersebut dilakukan hingga mencapai kolom yang paling kanan.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 6 Gambar 4 EBCOT pada Code Block yang Diuraikan menjadi bitplane Proses perhitungan pada masing-masing code block. dengan melakukan perhitungan terhadap empat baris koefisien pada kolom pertama. Pola perhitungan tersebut dapat dilihat pada Gambar 5 di bawah ini: Gambar 5 Pola Perhitungan Koefisien Bit dalam Code Block 3.1 Tier 1 Skema Tier 1 pada EBCOT dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini: Gambar 6 Skema EBCOT Tier 1 . Dimulai dari pojok kiri code block.5. dari kolom yang paling kiri sampai paling kanan. kemudian diikuti dengan perhitungan pada empat baris data pertama di kolom kedua.

berdasarkan kondisi dari bit yang sesuai dengan salah satu tahapan. yaitu lebih jarang muncul (Less Probable Symbol). disebut sebagai LPS. 2. etapi jika sebaliknya akan bernilai 0. Skema dari ketiga tahapan tersebut dapat dilihat pada Gambar 8 berikut ini: New coefficient Significant? no yes Magnitude Refinement Preffered Neighbourhood no yes Significant Propagation Cleanup Pass Gambar 8 Skema Entropy Coding Arithmatic Coding Pengkodean yang digunakan dalam arithmatic coding ini adalah MQ-Coder.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 7 Context Formation Context vector menyatakan significance state dari kedelapan koefisien bit yang menjadi tetangga dari sebuah bit seperti tampak pada Gambar 7 di bawah ini. Magnitude refinement coding dalam magnitude refinement pass. Gambar 7 Bit-bit dalam Perhitungan Context Vector Terdapat empat pengkodean yang dilakukan dalam entropy coding ini. . Keempat pengkodean tersebut dilakukan dalam tiga buah tahapan. yaitu significant coding. sign coding. MQ-Coder tidak hanya menggunakan simbol dari bit masukan. Significance dan sign coding dalam significance propagation pass. disingkat dengan MPS. Masing-masing koefisien bit akan dikodekan dengan salah satu dari ketiga tahapan tersebut. 3. yaitu: 1. tetapi lebih mengindikasikan jenis bit yang diolah. Cleanup dan sign coding dalam cleanup pass. Jika koefisien dari masing-masing tetangga tersebut signifikan. dan cleanup coding. apakah bit tersebut termasuk bit yang kemungkinan munculnya lebih sering (Most Probable Symbol). atau sebaliknya. magnitude refinement. maka tetangga-tetangga tersebut akan bernilai 1.

tergantung bit plane yang diperhitungkan dalam coding pass. dalam rangka pencapaian bit rate yang diiginkan (target bit rate). Sebuah kondisi dimana sub interval MPS kurang dari LPS dapat terjadi jika Qe mendekati 0.5. sedangkan basis. hingga berada dalam batasan yang seharusnya. Penggambaran. Kontribusi dari masing-masing code block terhadap layer berubah-ubah. yaitu dengan membentuk layer.75 = A < 1. maka nilai A akan selalu dianggap sebanding dengan 1 (A ≈ 1). Jika nilai A berada di bawah batasan minimum. 3. Dalam interval tersebut. Jika nilai A berubah. Proses ini dinamakan dengan renormalization.5 dengan nilai A yang kecil. atau batas bawah interval dinyatakan dengan C. Layer menyatakan kumpulan dari urutan tahapan pengkodean yang dilakukan oleh code block yang terdapat dalam subband dan juga komponen.6 Rate Control Rate Control merupakan proses pengaturan code stream. akan menghasilkan bit stream. yang disebut sebagai Conditional exchange. Panjang interval dibatasi dalam jangkauan 0. Karena nilai A yang selalu berada dalam batasan tersebut. Setiap pertambahan layer. seperti yang telah dijelaskan di atas.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 8 Masing-masing kemungkinan tersebut mempunyai nilai terbatas dalam sebuah interval. maka A akan digandakan. 3. akan dilakukan pengaturan terhadap bit stream tersebut. MPS berada pada bagian atas dari LPS. dan Qe menyatakan perkiraan probabilitas dari LPS. berupa byte-byte data mentah yang telah terkompresi. A menyatakan panjang interval. maka C juga harus diubah dengan proses yang sama.2 Tier 2 MQ Coder yang dilakukan pada masing-masing code block. akan dilakukan perhitungan terhadap titik-titik potong optimal dari bit stream yang telah dihasilkan. Pada Tier 2 dalam tahapan EBCOT ini.A x Qe A LPS MPS Gambar 9 Pembagian Interval pada MQ-Coder Pada Gambar 9 di atas. . Apabila kondisi tersebut terjadi.5. Dalam penentuan target bit rate ini. dengan prosentase lebih besar. maka harus dilakukan pembalikan nilai antara MPS dengan LPS. yang terbagi menjadi dua buah sub interval. akan menambah kualitas citra dijital hasil kompresi yang dihasilkan. sehingga representasi akhir dari citra dijital yang telah dikompresi dapat lebih terstruktur. serta pembagian dari interval tersebut dapat dilihat pada Gambar 9 di bawah ini: 0 A x Qe A x Qe A .

daripada koefisien yang lainnya (background). Paket-paket tersebut. menjadi paketpaket data. Prinsip utama pada pengkodean ROI ini adalah dengan menggeser bitplane dari koefisien yang dipilih sebagai ROI.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 9 3. Metode yang digunakan untuk pengkodean ROI ini adalah Metode Maxshift. Region of Interest Region of Interest (ROI) merupakan salah satu fitur yang tersedia dalam JPEG2000. komponen. yang antara lain berisi informasi mengenai layer. serta posisi. pengkodean pada ROI akan menghasilkan area dengan kualitas maksimal dibandingkan area sekitarnya. dihasilkan dari code block-code block yang berada pada subbandsubband dalam level resolusi yang sama. sehingga mempunyai kualitas yang lebih baik dari area sekitarnya (background). Pengorganisasian dari bit stream dapat dilihat pada Gambar 10 berikut: Gambar 10 Organisasi Code Stream 4. pergeserannya dilakukan sampai batas maksimal. akan dilakukan pengelompokan dari bit stream hasil kompresi. Karena menggunakan metode Maxshift. ROI memungkinkan dilakukannya pengkodean secara berbeda pada area tertentu dari citra dijital. . resolusi. Pada tahapan pengkodean Entropy. sehingga menempati posisi yang lebih tinggi daripada bitplane sekitarnya (background). koefisien yang dipilih untuk ROI. Masing-masing paket yang terbentuk akan memiliki paket header. bila terdapat bagian tertentu dari citra dijital yang dirasakan lebih penting dari bagian yang lainnya. sehingga seluruh bitplane dari koefisien ROI berada di atas bitplane dari area sekitarnya. Fitur ini menjadi sangat penting.7 Bit Stream Organization Dalam tahapan ini. Hal ini menyebabkan. akan dikodekan terlebih dahulu.

Umumnya yang digunakan sebagai penanda merupakan sebuah angka biner. j ) − f ' (i.M ∑∑ i= 0 j= 0 N −1 M −1 [ f (i. Perhitungan Kualitas Citra Perhitungan kualitas citra dijital yang merupakan hasil modifikasi. Pada proses DWT pun. j) ] 2 (3) . perlu diidentifikasi koefisien-koefisien yang termasuk dalam ROI. mask tersebut akan berubah. dapat dilakukan dengan menghitung nilai MSE ( Mean Square Error) dan juga nilai PSNR (Peak Signal-to-noise ratio). Hal tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan sebuah ROI mask.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 10 Gambar 11 Pergeseran bitplane untuk ROI dengan metode Maxshift Untuk melakukan ROI. yang merupakan indikator dari koefisien yang termasuk ROI atau bukan. Penanda tersebut berperan sebagai pemetaan area dari citra dijital yang termasuk ROI. terhadap citra dijital yang asli. dengan rumus berikut: MSE = 1 N. Perhitungan nilai MSE dari citra dijital berukuran N x M dilakukan sesuai . Gambar 12 Pengidentifikasian ROI mask pada DWT 5. yang dimiliki oleh piksel-piksel yang termasuk area ROI. mengikuti transformasi yang dilakukan pada citra dijital. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh informasi mengenai koefisien yang termasuk ROI.

dengan menerapkan beberapa skenario pengujian yang telah dirancang tersebut. maka kualitas citra hasil modifikasi akan semakin baik. Pengembangan Perangkat Lunak Terkait dengan topik yang tengah dibahas. Nama dari perangkat lunak ini adalah JPEG2000 Image Compressor. 3. Melakukan perbandingan nilai PSNR dari hasil kompresi pada berbagai rata-rata bit per piksel. Melakukan perbandingan ukuran berkas citra hasil kompresi dengan metode kompresi JPEG. Melakukan dekompresi pada citra hasil kompresi. berupa: 1. sesuai dengan keinginan pengguna. Perangkat lunak ini dikembangkan dari program standar JPEG20008).j). dan juga menyediakan fasilitas dilakukannya ROI pada saat kompresi. diketahui bahwa rata-rata bit per piksel dari citra hasil kompresi. dibandingkan aslinya. dihitung dengan memanfaatkan fasilitas perhitungan nilai PSNR yang tersedia dalam perangkat lunak. 4. Adanya ROI pada saat kompresi. dengan kebutuhan fungsional utamanya berupa: 1.j) menyatakan citra dijital yang asli sebelum dikompresi. sebab tidak banyak data yang mengalami perubahan. ikut menentukan ukuran citra dijital hasil kompresi. 3. Tiga buah skenario pengujian yang telah dilakukan terhadap perangkat lunak ini. Melakukan perbandingan nilai PSNR dari hasil kompresi pada berbagai rata-rata bit per piksel.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 11 f(i. sedangkan f’(i. Dan dengan semakin . karena dapat menghasilkan kualitas citra yang lebih baik pada rata-rata bit per piksel yang rendah. dengan berbagai ukuran luas area ROI. Performansi dari kompresi yang dilakukan. ternyata tidak berpengeruh besar pada ukuran citra hasil kompresi. Menghitung nilai PSNR dari citra hasil kompresi dengan citra aslinya. merupakan citra dijital hasil kompresi. Mampu menampilkan dan melakukan kompresi pada citra berformat bitmap (24 bpp). penulis telah mengembangkan sebuah perangkat lunak yang menerapkan metode kompresi JPEG2000 dengan dilengkapi fitur Region of Interest (ROI). dapat diketahui bahwa metode kompresi JPEG2000 masih lebih unggul dibandingkan metode kompresi JPEG. 6. Dari hasil pengujian terhadap perangkat lunak. Nilai MSE yang besar. 2. 2. Sedangkan untuk perhitungan nilai PSNR. Mampu menghasilkan citra hasil kompresi dengan rata-rata bit per piksel. dapat dilakukan dengan rumus berikut:  (255) 2   PSNR= 10 log   MSE    (4) Semakin besar PSNR. menyatakan bahwa penyimpangan atau selisih antara citra hasil modifikasi dengan citra aslinya cukup besar. tanpa ROI. Selain itu.

2000 [3] Karen L. http://www. Eastman Kodak Research Laboratories. SpringerVerlag. Arizona State University. kurang lebih setengah dari total luas area citra yang dikompresi.. Kesimpulan Metode kompresi JPEG2000 merupakan metode kompresi dengan teknik kompresi dan dekompresi yang kompleks karena menggunakan perhitungan matematis yang yang rumit. Data Compression. Syarat agar ROI dapat dilihat secara visual adalah dengan melakukan kompresi pada citra dijital dengan menampilkan hasil kompresinya pada rata-rata bit per piksel yang rendah. 2000 [11] Prof. 2000 [5] Gaetano Impoco. Image Compression – The Mechanics of The JPEG2000. Gray. yang memungkinkan pengguna untuk melakukan kompresi secara berbeda pada area yang telah dipilihnya. 2000 [7] Jin Li. The Complete Reference (Second Edition).Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 12 luasnya ukuran ROI. 2002 [4] Huang W. One Microsoft Way. ROI dapat menghasilkan kualitas PSNR yang maksimal.0. area yang dipilih akan mempunyai kualitas citra yang lebih baik.jpeg. ISO/IEC. 2004 [9] Majid Rabbani and Diego Santa Cruz. Grand Valley State University. 2002 [8] ---. Akan tetapi metode kompresi JPEG2000 ini mempunyai sebuah fitur baru yang cukup bermanfaat. Italia. 7. The JPEG2000 Standard. 2001 . The JPEG2000 Still Image Coding System: An Overview. Redmond. ROI lebih sesuai jika dinyatakan sebagai upaya penurunan kualitas citra yang berada di luar area yang dipilih.org/jpeg2000/+jpeg2000&hl=en. JPEG2000: The Next Compression Standard Using Wavelet Technology. http://www. walaupun pada titik tertentu. Edward Aboufadel. 2000 [10] David Salomon. yang dikenal dengan Region of Interest (ROI). 2004 [6] ISO and ITU. EEE 508 – Lecture 18. sehingga berdasarkan pengamatan secara visual. 2000 [2] Charilaos Christopoulos. Signal Processing. JPEG2000 – A Short Tutorial. The JPEG2000 Still-Image Compression Standard. JPEG 2000. IEEE Transactions on Consumer Electronics.edu/math/wavelets/student_work/EF/. nila i PSNR kemudian akan turun.gvsu. Daftar Pustaka [1] Arizona State University (ASU). jika ukuran dari area yang dipilih ukurannya optimal. Laussane. JPEG 2000 Final Committee Draft Version 1. Techniche Universitat Munchen. maka nilai PSNR akan semakin besar. Swiss Federal Institute of Technology. Visual Computing Lab – ISTI CNR Pisa. Athanassios Skodras. Microsoft Research. JPEG 2000 Image Coding System.B. The Embedded Block Coding with Optimized Truncation (EBCOT) in JPEG2000. 8. Information Technology. and Touradj Ebrahimi.

JPEG2000 and Region of Interest Coding. 2003 [15] Andrew P. Efficient Methods for Encoding Regions of Interest in The Upcoming JPEG2000 Still Image Coding Standard. Ikuro Ueno. Taubman and Michael W. Gadiel Seroussi. Scool if Information Technology and Electrical Engineering. DICTA2002: Digital Image Computing Technique and Applications. Chapter 9. Ali Bilgin. 2002 [28] David Taubman. and Alex Drukarev.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 13 [12] Michael D. Boliek. M&T Books. University of Victoria . Lausanne. of Electrical and Computer Engineering. A High-Performance JPEG2000 Architecture. Pelembutan dan Pendeteksian Tepi Pada Citra Dijital. HP Labs. Michael J. Sydney. 2002 [14] Kishore Andra. 2003 [26] David Taubman. Dept. 2000 [18] Christos Chrysafis. IEEE Transaction on Image Processing. Stentiford. Joel Askelöf and Mathias Larsson. Tokyo. Image Compression Standard. Proceedings of the IEEE. Marcellin. 2003 [24] Shanty Meliani Hendrawan. Introduction to Data Compression: Wavelet Transform Coding SPHIT. Marcelo Weinberger. Chaitali Chakrabarti. of IEEE Data Compression Conference. Cooperative Research Centre for Sensor Signal Information Processing (CSSIP). Palo Alto. Swiss Federal Institute of Technology. Proc. Overview of JPEG2000. Adams and Faouzi Kossentini. Departemen Teknik Informatika. 2000 [29] Ulil Hamida. Gormish. USA. Institut Teknologi Bandung.. Institut Teknologi Bandung. 2001 . IEEE Signal Processing Letters. Eastman Kodak Company. Bradley and Fred W. An Overview of JPEG-2000. 1996 [23] Majid Rabbani and Rajan Joshi. The JPEG2000 The Next Generation Still Image. Signal Processing Laboratory. Fundamental of Multimedia. High Performance Scalable Image Compression with EBCOT. 2003 [16] Andrew P. JPEG 2000: The Next Generation Still Image Compression Standar. Stentiford. University of British Columbia. JPEG2000: Standard for Interactive Imaging.M. A Tutorial on Modern Lossy Wavelet Image Compression: Foundations of JPEG 2000. and Martin P. 2001 [20] Drew Li. The University of Queensland. 2002 [17] Charilaos Christopoulos. and Jean-Loup Gailly. IEEE Transaction on Circuits and Systems for Video Technology. 2003 [25] Spring. Penggunaan Teknik Fuzzy Untuk Perbaikan Kontras. Robust dan Non Blind Watermarking pada Citra Dijital dengan Teknik Spread Spectrum. IEEE Signal Processing Magazine. An Overview of the JPEG2000 Still Image Compression Standard. Bradley and Fred W. The Data Compression Book (Second Edition). Departemen Teknik Informatika. Hewlett Packard Laboratories. 2000 [27] David S. Adams. Mitsubishi Electric Corp. Prentice Hall.M. 2000 [22] Mark Nelson. 2000 [19] Touradj Ebrahimi and Charilaos Christopoulos. Melbourne. Australia . Marcellin. 2003 [30] Bryan E. and Tinku Acharya. Departement of Electrical and Computer Engineering. Usevitch. The JPEG-2000 Still Image Compression Standar. David Taubman. 2003 [21] Michael W. Visual Attention for Region od Interest Coding in JPEG 2000. Embedded Block Coding in JPEG2000. The University of NSW. 2000 [13] Michael D. and Fumitako Ono. Erik Ordentlich.

http://www. JPEG-2000. Embedded Block Coding with Optimized Truncation-An Image Compression Algorithm. 2002 .ca/~vswu. -. 2000 [32] Shufang Wu.sfu.Agustina Linda / Penerapan Region of Interest (ROI) pada Metode Kompresi JPEG2000 14 [31] Mona Vajihollahi and Roozbeh Farahbod.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful