P. 1
tantangan disintegrasi bangsa dan globalisasi terhadap nasionalisme indonesia

tantangan disintegrasi bangsa dan globalisasi terhadap nasionalisme indonesia

|Views: 3,598|Likes:
Published by Yudha Pradana

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yudha Pradana on Nov 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

Istilah nasionalisme dalam kamus perpolitikan di Indonesia diduga

baru muncul setelah Samanhudi menyerahkan tampuk kepemimpinan Sarekat

Islam kepada H.O.S Tjokroaminoto pada pertengahan 1912. Kemudian

disusul Indische Partij yang mendengungkan nasionalisme menentang

penetrasi asing yang dipelopori Douwes Dekker dengan Perhimpunan

Indonesia. Kesemuanya merupakan partai-partai yang menjadi pelopor

nasionalisme dalam pengertian politik yang kemudian disusul oleh banyak

organisasi politik yang tumbuh pada masa pergerakan nasional.

Pada permulaan abad-20, muncul kebijakan pemerintah Belanda

yang dinamakan politik etis atau politik balas budi. Politik etis dilatar

belakangi oleh rasa simpati terhadap penderitaan bangsa Indonesia yang telah

memberikan keuntungan terhadap Belanda. Politik etis ini meliputi tiga bidang

kehidupan yaitu: pendidikan (edukasi), pengairan (irigasi), dan perpindahan

penduduk (transmigrasi), tetapi pada pelaksanaannya politik etis ini lebih

menguntungkan Belanda. Walaupun demikian politik etis ini merupakan dasar

dalam pergerakan nasional.

Bangsa Indonesia merupakan suatu kesatuan solidaritas kebangsaan.

Seseorang yang termasuk bangsa Indonesia adalah seseorang yang memiliki

47

perilaku tertentu yang merupakan perilaku Indonesia, perasaan-perasaan

tertentu yang merupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Tumbuhnya

nation Indonesia bermula dari kebangkitan nasional dengan lahirnya Budi

Utomo pada tahun 1908. Terbentuknya nation Indonesia juga dapat kita lihat

dalam Sumpah Pemuda 1928, dimana anggota panitia tersebut terdiri dari suku

bangsa dan agama.

Nasionalisme adalah salah satu kekuatan yang menentukan dalam

sejarah modern suatu bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Di

Indonesia timbulnya pemikiran nasionalisme merupakan bentuk reaksi

terhadap kolonialisme. Nasionalisme Indonesia tidak bisa dilepaskan dari

pengaruh kekuatan kolonialisme barat. Nasionalisme Indonesia mengalami

perkembangan dan pertumbuhan seirama dengan dinamika pergerakan

kebangsaan Indonesia.

Pergerakan nasional Indonesia didukung oleh kebangkitan

nasionalisme negara-negara di Asia setelah Perang Dunia II. Di negara-negara

Asia, khususnya di Indonesia, tumbuhnya nasionalisme dalam pengertian

modern merupakan bentuk reaksi terhadap kolonialisme, yang bermula dari

cara eksploitasi yang menimbulkan pertentangan kepentingan yang permanen

antara penjajah dan yang dijajah. Nasionalisme Indonesia adalah gejala

historis yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kekuasaan kolonialisme

bangsa barat. Nasionalisme Indonesia secara umum bertujuan ke dalam

memperhebat nation and character building sesuai dengan falsafah dan

pandangan hidup bangsa, sedangkan tujuan keluar menolak segala bentuk

48

kolonialisme.

Semangat nasionalisme Indonesia muncul sebagai satu ikatan

bersama melawan kolonialisme. Nasion dan nasionalisme dipakai sebagai

perasaan bersama oleh penindasan kolonialisme dan oleh karena itu, dipakai

sebagai senjata ampuh untuk membangun ikatan dan solidaritas kebersamaan

melawan kolonialisme. Tidak dapat disangkal bahwa nasionalisme Indonesia

adalah nasionalisme yang diciptakan (invented). Oleh para pendiri bangsa

Indonesia, melalui Budi Utomo dan kemudian Sumpah Pemuda, telah

menciptakan nasionalisme Indonesia yang lintas etnis, dengan simbol bendera

merah putih dan bahasa Indonesia.

Nasionalisme yang muncul ketika menjelang dan awal kemerdekaan

Indonesia dapat dikatakan disebabkan oleh tiga hal. Pertama, bangsa

Indonesia menghadapi musuh yang sama (common enemy) yakni penjajahan.

Adanya musuh bersama ini telah membentuk rasa solidaritas yang sangat

tinggi untuk menghadapi dan mengusir musuh itu sejauh-jauhnya. Kedua,

berhubungan dengan yang pertama, pada waktu itu bangsa ini memiliki tujuan

yang sama, yakni ingin mandiri sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Ketiga,

karena kedua hal di atas, waktu itu bangsa ini merasa senasib seperjuangan.

Semua merasa tertindas dan teraniaya oleh bangsa asing. Kehidupan menjadi

teras selalu diinjak-injak dan sama sekali tak dihargai. Di sinilah terjadi

sinergi dari segenap lapisan masyarakat dengan kemampuan masing-masing

berjuang mengubah nasib bersama.

Secara historis awalnya gerakan nasionalisme Indonesia berawal dari

49

pembentukan organisasi Budi Utomo yang kemudian diikuti dengan

berdirinya organisasi-organisasi lain seperti Sarekat Islam, Pemuda Jawa,

Pemuda Sumatera, Pemuda Sulawesi, Pemuda Ambon dan organisasi lain

yang bersifat kedaerahan. Organisasi-organisasi yang bersifat primordialisme

ini segera mentransformasikan diri menjaadi organisasi yang bersifat non-

primordialisme atau bersifat nasional. Tahun 1927 berdirilah Partai Nasional

Indonesia (PNI) yang diprakarsai Soekarno. Sebagai organisasi politik

berskala nasional pertama di Indonesia, partai ini secara tegas menggariskan

agenda utama partai ialah Indonesia merdeka. Dengan lahirnya PNI, maka

semangat nasionalisme Indonesia semakin berkobar-kobar seperti api yang

menyala-nyala. Boleh dikatakan, bahwa gelombang nasionalisme pada

awalnya merupakan hasil dari ekspansi barat, yang juga sebagai sebuah reaksi

terhadap dominasi barat.

Gelora nasionalisme yang berkobar-kobar itu kemudian dimuarakan

lewat Kongres Pemuda tanggal 26-28 Oktober 1928 di Yogyakarta. Kongres

ini menghasilkan sebuah ikrar bersama yang dikenal dengan Sumpah Pemuda

yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah Proklamasi Kebangsaan

Indonesia yang merupakan ikrar tentang eksistensi nasion dan nasionalisme

Indonesia yang telah tumbuh puluhan tahun dalam perjuangan melawan

kolonialisme Belanda. Perjuangan bangsa Indonesia tersebut pada tanggal 17

Agustus 1945 mencapai titik kulminasi dengan dikumandangkannya

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Hal itu

50

membuktikan bahwa nasionalisme Indonesia sudah merupakan faktor penentu

perkembangan sejarah Indonesia – sejarah berdirinya negara Republik

Indonesia.

Nasionalisme akan mudah untuk dimengerti dan diimplementasikan

jika ada musuh bersama. Jika musuh ini hilang, maka ikatan nasionalisme

akan mengendur dengan sendirinya. Preseden yang muncul di Indonesia

mempertegas pendapat ini. Jika kita melihat ke tahun 1940-an, ketika Belanda

masih berusaha menguasai Indonesia melalui Agresi Militer I dan II,

nasionalisme di kalangan masyarakat masih kuat, sehingga perjuangan

Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 membuahkan hasil

diakuinya kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Namun pasca-KMB

1949, Indonesia kehilangan musuh bersama dan golongan-golongan dalam

masyarakat lebih mengutamakan kepentingan kelompok yang ditandai dengan

jatuh bangunnya kabinet selama masa tersebut. Nasionalisme sempat muncul

meski sebentar, ketika Indonesia mengeluarkan sikap politik luar negeri

terhadap Malaysia dengan Dwikora.

Hal ini tidak berlangsung lama, karena kondisi internal dalam

Indonesia memang sedang rapuh. Setelah itu, nasionalisme dapat dimunculkan

kembali ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan sebagai musuh

bersama karena dianggap sebagai biang keladi Gerakan 30 September. Lebih

dari 30 tahun kemudian, Indonesia memperoleh kembali sebuah musuh

bersama, yaitu Orde Baru, sehingga gerakan nasionalisme dapat menghasilkan

reformasi dan demokrasi yang selama 30 tahun dikebiri. Namun ketika musuh

51

bersama tersebut telah berhasil dilumpuhkan, kepentingan kelompok kembali

muncul mengesampingkan nasionalsime itu sendiri. Kejadian-kejadian historis

di Indonesia tersebut mempertegas bahwa nasionalisme dapat secara efektif

diimplementasikan apabila masyarakat dalam sebuah negara memiliki musuh

bersama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->