P. 1
tantangan disintegrasi bangsa dan globalisasi terhadap nasionalisme indonesia

tantangan disintegrasi bangsa dan globalisasi terhadap nasionalisme indonesia

|Views: 3,599|Likes:
Published by Yudha Pradana

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yudha Pradana on Nov 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

Nasionalisme Indonesia bangkit sebagai bentuk perlawanan atau

penentangan terhadap kolonialisme. Nasionalisme Indonesia dengan

sendirinya juga mengandung tiga aspek penting, yaitu :

1.Politik. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghilangkan

dominasi politik bangsa asing dan menggantikannya dengan

sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat.

2.Sosial ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul untuk

menghentikan eksploitasi ekonomi asing dan membangun

masyarakat baru yang bebas dari kemelaratan dan

kesengsaraan.

3.Budaya. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghidupkan

kembali kepribadian bangsa yang harus diselaraskan dengan

perubahan zaman. Ia tidak menolak pengaruh kebudayaan luar,

tetapi dengan menyesuaikannya dengan pandangan hidup,

sistem nilai dan gambaran dunia (worldview, Weltanschauung)

bangsa Indonesia. Juga tidak dimaksudkan untuk mengingkari

52

kebhinnekaan yang telah sedia ada sebagai realitas sosial

budaya dan realitas anthropologis bangsa Indonesia.

Notonegoro mengemukakan bahwa nasionalisme dalam konteks

Pancasila bersifat “majemuk tunggal” (bhinneka tunggal ika). Unsur-unsur

yang membentuk nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut :

1.Kesatuan Sejarah, yaitu kesatuan yang dibentuk dalam

perjalanan sejasrahnya yang panjang sejak zaman Sriwijaya,

Majapahit dan munculnya kerajaan-kerajaan Islam hingga

akhirnya muncul penjajahan VOC dan Belanda. Secara terbuka

nasionalisme mulai pertama dicetuskan dalam Sumpah Pemuda

28 Oktober 1928 dan mencapai puncaknya pada Proklamasi

Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

2.Kesatuan Nasib. Bangsa Indonesia terbentuk karena memiliki

persamaan nasib, yaitu penderitaan selama masa penjajahan

dan perjuangan merebut kemerdekaan secara terpisah dan

bersama-sama, sehingga berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa

dapat memproklmasikan kemerdekaan menjelang berakhirnya

masa pendudukan tentara Jepang.

3.Kesatuan Kebudayaan. Walaupun bangsa Indonesia memiliki

keragaman kebudayaan dan menganut agama yang berbeda,

namun keseluruhannya itu merupakan satu kebudayaan yang

serumpun dan mempunyai kaitan dengan agama-agama besar

yang dianut bangsa Indonesia, khususnya Hindu dan Islam.

53

4.Kesatuan Wilayah. Bangsa ini hidup dan mencari

penghidupan di wilayah yang sama yaitu tumpah darah

Indonesia.

5.Kesatuan Asas Kerohanian. Bangsa ini memiliki kesamaan

cia-cita, pandangan hidup dan falsafah kenegaraan yang

berakar dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri

di masa lalu maupun pada masa kini.

Substansi nasionalisme Indonesia memiliki dua unsur. Pertama,

kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas

berbagai suku, etnik, dan agama. Kedua, kesadaran bersama bangsa Indonesia

dalam menghapuskan segala bentuk pensubordinasian, penjajahan, dan

penindasan dari bumi Indonesia. Semangat dari dua substansi tersebutlah yang

kemudian tercermin dalam Sumpah Pemuda dan Proklamasi serta dalam

Pembukaan UUD 1945.

Nasionalisme Indonesia mengalami pertumbuhan dan perkembangan

pada masa lalu seirama dengan dinamika pertumbuhan dan perkembangan

pergerakan kebangsaan Indonesia. Nasionalisme yang dianut oleh bangsa

Indonesia melahirkan pendirian untuk menghormati kemerdekaan bangsa lain

sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 “bahwa sesungguhnya

kemerdekaan adalah hak segala bangsa”. Oleh karena itu dalam nasionalisme

terkandung sikap anti penjajahan. Semangat yang demikian dengan sendirinya

tidak menumbuhkan keinginan bangsa Indonesia untuk menjajah bangsa lain,

sebaliknya bangsa Indonesia ingin tetap bekerja sama dengan bangsa-bangsa

54

lain untuk mewujudkan perdamaian dunia menuju masyarakat maju, sejahtera,

dan adil bagi semua umat manusia di dunia.

Berbicara tentang nasionalisme Indonesia, perlu dicatat bahwa kita

tidak dapat menyepadankannya begitu saja dengan nasionalisme Barat.

Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme berfondasi Pancasila.

Nasionalisme yang bersenyawa dengan keadilan sosial, yang oleh Soekarno

disebut Sosio-nasionalisme. Nasionalisme yang demikian ini menghendaki

penghargaan, penghormatan, toleransi kepada bangsa atau suku bangsa lain.

Maka nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme Barat yang bisa

menjurus kepada sikap chauvinistik dan ethnonationalism -nasionalisme

sempit- yang membenci bangsa atau suku bangsa lain, menganggap bangsa

atau suku bangsa sendirilah yang paling bagus, paling unggul, sesuai dengan

individualisme Barat.

Nasionalisme Indonesia menurut Soekarno (2006 : 8) adalah

nasionalisme yang cintanya pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas

susunan ekonomi-dunia dan riwayat, bukan semata-mata timbul dari

kesombongan bangsa belaka, bukan chauvinis. Nasionalisme Indonesia ialah

nasionalisme yang bercorak ketimuran, yang timbul dari rasa cinta akan

manusia dan kemanusiaan, yang memberikan tempat pada lain-lain sesuatu,

bagaikan lebarnya dan luasnya udara yang memberi tempat pada segenap

sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.

Lebih lanjut mengenai nasionalisme Indonesia, Soekarno (2003 : 14)

juga menambahkan bahwa nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang

55

sempit (jingo nationalism), yang selalu menghitung untung rugi (gain dan

loss). Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme biasa, tetapi sosio-

nasionalisme yang dalam pengertian, kita berhubungan erat dengan seluruh

perikemanusiaan dan kemanusiaan.

Nasionalisme bangsa Indonesia merupakan nasionalisme yang

berdasarkan Pancasila. Hal ini terwujud dalam butir-butir pancasila, sila ke

tiga yakni :

a.Menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan

keselamatan bangsa sebagai kepentingan bersama diatas

kepentingan pribadi atau golongan.

b.Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan

bangsa apabila diperlukan

c.Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

d.Mengembangkan rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia.

e.Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,

persamaan abadi dan keadilan sosial.

f.Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka

Tunggal Ika.

g.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->