P. 1
Permutasi dan Kombinasi

Permutasi dan Kombinasi

|Views: 2,338|Likes:
Published by 紳一 Wijaya
About Permutation and Combination in Indonesian Languange.
About Permutation and Combination in Indonesian Languange.

More info:

Published by: 紳一 Wijaya on Nov 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa Permutasi dan Kombinasi sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz

xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuio pasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjk
11/8/2010 Shinichi Wijaya

Kombinasi dan permutasi

Kombinasi

adalah menggabungkan beberapa objek dari suatu grup

tanpa memperhatikan urutan.Di dalam kombinasi, urutan tidak diperhatikan. {1,2,3} adalah sama dengan {2,3,1} dan {3,1,2}. Contoh: Seorang anak hanya diperbolehkan mengambil dua buah amplop dari tiga buah amplop yang disediakan yaitu amplop A, amplop B dan amplop C. Tentukan ada berapa banyak kombinasi untuk mengambil dua buah amplop dari tiga buah amplop yang disediakan? Solusi: Ada 3 kombinasi yaitu; A-B, A-C dan B-C. Sedangkan

permutasi

adalah menggabungkan beberapa objek dari

suatu grup dengan memperhatikan urutan.Di dalam permutasi, urutan diperhatikan. {1,2,3} tidak sama dengan {2,3,1} dan {3,1,2} Contoh: Ada sebuah kotak berisi 3 bola masing-masing berwarna merah, hijau dan biru. Jika seorang anak ditugaskan untuk mengambil 2 bola secara acak dan urutan pengambilan diperhatikan, ada berapa permutasi yang terjadi? Solusi: Ada 6 permutasi yaitu; M-H, M-B, H-M, H-B, B-M, B-H. Salah satu aplikasi kombinasi dan permutasi adalah digunakan untuk mencari probabilitas suatu kejadian.

Rumus
a) Permutasi pengulangan
Jika urutan diperhatikan dan suatu objek dapat dipilih lebih dari sekali maka jumlah permutasinya adalah:

di mana n adalah banyaknya objek yang dapat dipilih dan r adalah jumlah yang harus dipilih. Sebagai contoh, jika kamu memiliki huruf A, B, C, dan D dan kamu ingin mencari tahu ada berapa cara untuk menyusunnya dalam suatu grup yang berisi tiga angka maka kamu akan menemukan bahwa ada 43 atau 64 cara untuk menyusunnya. Beberapa cara untuk menyusunnya adalah: AAA, BBB, CCC, DDD, ABB, CBB, DBB, dst.

b) Permutasi tanpa pengulangan
Jika urutan diperhatikan dan setiap objek yang tersedia hanya bisa dipilih atau dipakai sekali maka jumlah permutasi yang ada adalah:

di mana n adalah jumlah objek yang dapat kamu pilih, r adalah jumlah yang harus dipilih dan !adalah simbol faktorial. Sebagai contoh, ada sebuah pemungutan suara dalam suatu organisasi. Kandidat yang bisa dipilih ada lima orang. Yang mendapat suara terbanyak akan diangkat menjadi ketua organisasi tersebut. Yang mendapat suara kedua terbanyak

akan diangkat menjadi wakil ketua. Dan yang mendapat suara ketiga terbanyak akan menjadi sekretaris. Ada berapa banyak hasil pemungutan suara yang mungkin terjadi? Dengan menggunakan rumus di atas maka ada 5!/(5-3)! = 60 permutasi. Umpamakan jika n = r (yang menandakan bahwa jumlah objek yang bisa dipilih sama dengan jumlah yang harus dipilih) maka rumusnya menjadi:

karena 0! = 1! = 1 Sebagai contoh, ada lima kotak kosong yang tersedia. Kelima kotak kosong itu harus diisi (tidak boleh ada yang kosong). Kelima kotak kosong itu hanya boleh diisi dengan angka 1,2,3,4,5. Ada berapa banyak cara untuk mengisi kotak kosong? Dengan menggunakan rumus n! maka ada 5! = 120 permutasi.

Kombinasi tanpa pengulangan
Ketika urutan tidak diperhatikan akan tetapi setiap objek yang ada hanya bisa dipilih sekali maka jumlah kombinasi yang ada adalah:

Di mana n adalah jumlah objek yang bisa dipilih dan r adalah jumlah yang harus dipilih. Sebagai contoh, kamu mempunyai 5 pensil warna dengan warna yang berbeda yaitu; merah, kuning, hijau, biru dan ungu.Kamu ingin membawanya ke sekolah.Tapi kamu hanya boleh membawa dua pensil warna. Ada berapa banyak cara untuk mengkombinasikan pensil warna yang ada? Dengan menggunakan rumus di atas maka ada 5!/(5-2)!(2)! = 10 kombinasi.

Kombinasi pengulangan
Jika urutan tidak diperhatikan dan objek bisa dipilih lebih dari sekali, maka jumlah kombinasi yang ada adalah:

Di mana n adalah jumlah objek yang bisa dipilih dan r adalah jumlah yang harus dipilih.Sebagai contoh jika kamu pergi ke sebuah toko donat.Toko donut itu menyediakan 10 jenis donat berbeda.Kamu ingin membeli tiga donat. Maka kombinasi yang dihasilkan adalah (10+3-1)!/3!(10-1)! = 220 kombinasi. Untuk lebih jelasnya, maka akan d bahas satu per satu«.(^_^)

Permutasi
Permutasi adalah penyusunan kembali suatu kumpulan objek dalam urutan yang berbeda dari urutan yang semula.Sebagai contoh, kata-kata dalam kalimat sebelumnya dapat disusun kembali sebagai "adalah Permutasi suatu urutan yang berbeda urutan yang kumpulan semula objek penyusunan kembali dalam dari." Proses mengembalikan objek-objek tersebut pada urutan yang baku (sesuai ketentuan) disebut sorting.

Pengertian
Jika terdapat suatu untai abjad abcd, maka untai itu dapat dituliskan kembali dengan urutan yang berbeda: acbd, dacb, dan seterusnya. Selengkapnya ada 24 cara menuliskan keempat huruf tersebut dalam urutan yang berbeda satu sama lain.
abcd bacd cabd dabc abdc badc cadb dacb acbd bcad cbad dbac acdb bcda cbda dbca adbc bdac cdab dcab adcb bdca cdba dcba

Setiap untai baru yang tertulis mengandung unsur-unsur yang sama dengan untai semula abcd, hanya saja ditulis dengan urutan yang berbeda. Maka setiap untai baru yang memiliki urutan berbeda dari untai semula ini disebut dengan permutasi dari abcd.

Menghitung Banyaknya Permutasi yang Mungkin
Untuk membuat permutasi dari abcd, dapat diandaikan bahwa terdapat empat kartu bertuliskan masing-masing huruf, yang hendak kita susun kembali. Juga terdapat 4 kotak kosong yang hendak kita isi dengan masing-masing kartu:

Kartu ----------a b c d

Kotak kosong --------------[ ] [ ] [ ] [ ]

Maka kita dapat mengisi setiap kotak dengan kartu.Tentunya setiap kartu yang telah dipakai tidak dapat dipakai di dua tempat sekaligus. Prosesnya digambarkan sebagai berikut:
y Kartu ----------a b c d

Di kotak pertama, kita memiliki 4 pilihan kartu untuk dimasukkan.
Kotak --------------[ ] [ ] [ ] [ ] ^ 4 pilihan: a, b, c, d

y

Sekarang, kondisi kartunya tinggal 3, maka kita tinggal memiliki 3 pilihan kartu untuk dimasukkan di kotak kedua.

Kartu ----------a * c d

Kotak --------------[b] [ ] [ ] [ ] ^ 3 pilihan: a, c, d

y

Karena dua kartu telah dipakai, maka untuk kotak ketiga, kita tinggal memiliki dua pilihan.

Kartu ----------a * c *

Kotak --------------[b] [d] [ ] [ ] ^ 2 pilihan: a, c

y Kartu

Kotak terakhir, kita hanya memiliki sebuah pilihan.
Kotak --------------[b] [d] [c] [ ] ^ 1 pilihan: a

----------a * * *

y Kartu

Kondisi terakhir semua kotak sudah terisi.
Kotak --------------[b] [d] [c] [a]

----------* * * *

Di setiap langkah, kita memiliki sejumlah pilihan yang semakin berkurang.Maka banyaknya semua kemungkinan permutasi adalah 4×3×2×1 = 24 buah. Jika banyaknya kartu 5, dengan cara yang sama dapat diperoleh ada 5×4×3×2×1 = 120 kemungkinan. Maka jika digeneralisasikan, banyaknya permutasi dari n unsur adalah sebanyak n!.

Definisi Formal
Bilangan Inversi
Setiap permutasi dapat kita kaitkan dengan barisan bilangan yang disebut sebagai barisan bilangan inversi.Setiap unsur dalam permutasi dikaitkan dengan sebuah bilangan yang menunjukkan banyaknya unsur setelah unsur tersebut, yang posisinya salah.Sebagai contoh, salah satu permutasi dari untai abcdefg adalah dacfgeb. Maka untuk setiap unsur dacfgeb dapat dibuat bilangan inversinya: Posisi Unsur Bilangan 0 d 3 Ada 3 huruf setelah posisi 0, yang seharusnya berada sebelum d, yaitu a, b, dan c. Tidak ada huruf setelah posisi 1, yang seharusnya berada sebelum a. Ada 1 huruf setelah posisi 2, yang seharusnya berada sebelum c, yaitu b. Ada 2 huruf setelah posisi 3, yang seharusnya berada sebelum f, yaitu e, dan b. Ada 2 huruf setelah posisi 4, yang seharusnya berada sebelum g, yaitu e, dan b. Ada 1 huruf setelah posisi 5, yang seharusnya berada sebelum g, yaitu b. Tidak ada huruf setelah b.

1

a

0

2

c

1

3

f

2

4

g

2

5 6

e b

1 0

Maka barisan bilangan inversi dari dacfgeb adalah 3, 0, 1, 2, 2, 1, 0.

Faktoradik
Barisan bilangan inversi dapat dimengerti sebagai sebuah sistem bilangan, yang setiap digitnya memiliki sifat:

dan

Sistem bilangan ini disebut sebagai faktoradik.Masing-masing faktoradik dapat diubah maupun dibentuk dari bilangan desimal.Ini berguna untuk dapat menghasilkan permutasi ke-k dari sebuah untai. Membangkitkan Permutasi Permasalahan umum yang terdapat seputar membangkitkan permutasi adalah: Diberikan sebuah untai S, tentukan:
y y y y

Semua permutasi dari S Semua permutasi n-elemen dari S Permutasi berikutnya setelah S Permutasi ke-k dari s sesuai urutan leksikografik (atau aturan lainnya)

Jenis-jenis Permutasi Lainnya a) Permutasi-k dari n benda Terkadang kita hanya ingin menyusun ulang sejumlah elemen saja, tidak semuanya.Permutasi ini disebut permutasi-k dari n benda. Pada contoh untai abcd, maka permutasi-2 dari abcd (yang semuanya ada 4 unsur) adalah sebanyak 12:
ab ba ca da ac bc cb db ad bd cd dc

Sedangkan permutasi-3 dari untai yang sama adalah sebanyak 24:
abc bac cab dab abd bca cba dba acb bad cad dac acd bda cda dca adb bcd cbd dbc adc bdc cdb dcb

Banyaknya kemungkinan permutasi seperti ini adalah

b) Permutasi dengan elemen yang identik
Terkadang tidak semua unsur dalam permutasi dapat dibedakan. Unsurunsur ini adalah unsur-unsur yang identik atau sama secara kualitas. Suatu untai aabc terdiri dari 4 macam unsur, yaitu a, b, dan c tetapi unsur a muncul sebanyak dua kali.Kedua a tersebut identik. Permutasi dari aabc adalah berjumlah 12:
aabc acab bcaa aacb acba caab abac baac caba abca baca cbaa

Ini bisa dimengerti sebagai permutasi biasa dengan kedua unsur a dibedakan, yaitu a0 dan a1:
a0a1bc a0a1cb a0ba1c a0bca1 a0ca1b a0cba1 ba0a1c ba0ca1 bca0a1 ca0a1b ca0ba1 cba0a1 a1a0bc a1a0cb a1ba0c a1bca0 a1ca0b a1cba0 ba1a0c ba1ca0 bca1a0 ca1a0b ca1ba0 cba1a0 = = = = = = = = = = = = aabc aacb abac abca acab acba baac baca bcaa caab caba cbaa

Total permutasi dari untai aabc adalah sebanyak 4! = 24. Tetapi total permutasi ini juga mencakup posisi a0 dan a1 yang bertukar-tukar, yang jumlahnya adalah 2! (karenaa terdiri dari 2 unsur: a0 dan a1). Dengan demikian jika dianggap a0 = a1 maka banyak permutasinya menjadi 4! dibagi dengan 2!. Cara menghitung ini dapat digeneralisasikan: Untuk untai S sepanjang n yang mengandung satu macam unsur identik sebanyak k:

Lebih general lagi, jika panjang untai adalah n, mengandung m macam unsur yang masing-masing adalah sebanyak k1, k2, ...,km, maka:

atau

Sebagai contoh, untai aaaaabbcccdddddd terdiri dari 5 a, 2 b, 3 c, dan 6 d, maka banyaknya permutasi yang dapat dibentuk:

Dalam permutasi biasa, misalnya abcd, setiap unsur hanya muncul satu kali, sehingga

Unsur yang identik tersebut tidak perlu benar-benar identik, tetapi bisa merupakan unsur yang berbeda, tetapi ada kualitas tertentu yang kita anggap sama dari kedua unsur tersebut. Sebagai contoh, huruf A dan huruf a bisa dianggap identik untuk keperluan tertentu.

c) Permutasi siklis
Permutasi siklis menganggap elemen disusun secara melingkar.
h g f e d a b c

Pada susunan di atas, kita dapat membaca untai tersebut sebagai salah satu dari untai-untai berikut:
abcdefgh bcdefgha cdefghab defghabc

efghabcd fghabcde ghabcdef habcdefg

Cara membaca untai abcdefgh dalam susunan melingkar tersebut bermacam-macam, maka setiap macam cara kita anggap identik satu sama lain. Permutasi siklis dapat dihitung dengan menganggap bahwa satu elemen harus ditulis sebagai awal untai.
abcdefgh -------^ bagian yang dipermutasikan

Dengan menganggap panjang untai (atau banyaknya elemen) adalah n, dan karena elemen awal tidak boleh diubah-ubah posisinya, maka banyaknya elemen yang dapat berubah-ubah posisinya adalah n-1. Dengan demikian kita cukup mempermutasikan elemen yang dapat berubah-ubah posisi saja, yaitu sebanyak (n í 1)!.

Kombinasi
Istilah kombinasi dalam matematika kombinatorik berarti himpunan objek yang tidak mementingkan urutan.Kombinasi berbeda dengan permutasi yang mementingkan urutan objek. Definisi KombinasiC dari sebuah himpunan S adalah himpunan bagian dari S.

Sebagai contoh, misalkan terdapat suatu kumpulan buah: apel, jeruk, mangga, pisang. Maka {apel, jeruk} dan {jeruk, mangga, pisang} adalah merupakan kombinasi dari kumpulan tersebut. Seluruh himpunan bagian yang mungkin dibentuk dari kumpulan buah tersebut adalah:
y y

tidak ada buah apa pun satu buah:
o o o o

apel jeruk mangga pisang

y

dua buah:
o o o o o o

apel, jeruk apel, mangga apel, pisang jeruk, mangga jeruk, pisang mangga, pisang

y

tiga buah:
o o o o

apel, jeruk, mangga apel, jeruk, pisang apel, mangga, pisang jeruk, mangga, pisang

y

empat buah:
o

apel, jeruk, mangga, pisang

Kombinasi r dari sebuah himpunan S, berarti dari himpunan S diambil elemen sebanyak r untuk dijadikan sebuah himpunan baru. Dalam hal kumpulan buah di atas, himpunan {apel, jeruk, pisang} adalah sebuah kombinasi 3 dari S, sedangkan {jeruk, pisang} adalah sebuah kombinasi 2 dari S. Banyaknya kombinasi r dari sebuah himpunan berisi n elemen dapat dihitung tanpa harus memperhatikan isi dari himpunan tersebut. Besarnya dinyatakan dengan fungsi:

Fungsi

dalam banyak literatur dinyatakan juga dengan notasi

.

Sebagai contoh, tanpa harus mengetahui elemen himpunan {apel, jeruk, mangga, pisang}, banyaknya kombinasi 3 dari himpunan tersebut dapat dihitung:

Sifat rekursif dari Kombinasi Kombinasi dapat dibentuk dari dua kombinasi sebelumnya. Ini

mengakibatkan banyaknya kombinasi juga bersifat rekursif:

HubungandenganPermutasi Dari himpunan {apel, jeruk, mangga, pisang} dapat diambil permutasi 3 unsur, yang dapat didaftar sebagai berikut: apel jeruk mangga apel jeruk pisang apel mangga jeruk apel jeruk apel pisang jeruk mangga jeruk apel pisang jeruk mangga mangga apel mangga jeruk apel jeruk apel pisang jeruk apel pisang mangga apel

jeruk pisang pisang apel apel jeruk pisang apel mangga

apel mangga apel pisang pisang mangga

mangga apel mangga pisang pisang apel

jeruk mangga jeruk pisang mangga jeruk mangga pisang mangga pisang

pisang jeruk pisang mangga jeruk

pisang jeruk mangga

Perhatikan bahwa dalam susunan ini setiap kolom merupakan permutasi dari kolom pertama.Karena dalam kombinasi urutan tidak dipentingkan, maka cukup salah satu kolom saja yang diambil. Jika kita mengambil kolom pertama saja, maka kita mendapatkan kombinasi 3 dari keempat buah tersebut adalah:
y y y y

apel, jeruk, mangga apel, jeruk, pisang apel, mangga, pisang jeruk, mangga, pisang

Penyusunan tabel seperti di atas akan menghasilkan

atau 24 permutasi,

dengan 3! kolom, karena untuk setiap baris terdapat 3! permutasi dari kolom pertama. Dengan demikian, jumlah baris dari tabel akan sebesar:

Aturan seperti ini dapat digeneralisasikan sehingga untuk setiap n unsur yang dikombinasikan r unsur, berlaku:

Yang dapat dengan mudah dibuktikan:

Hubungan dengan Permutasi Berunsur Identik Kombinasi juga berhubungan dengan permutasi dengan unsur

identik.Kombinasi dari sebuah himpunan S dapat dimengerti sebagai pemilihan unsur-unsur himpunan S. Unsur yang terpilih kita tandai dengan 1, dan yang tidak terpilih kita tandai dengan 0. Dengan demikian dari himpunan {apel, jeruk, mangga, pisang} tersebut, kita dapat mendaftarkan kombinasi-3 nya seperti ini: Kombinasi apel, jeruk, mangga apel, jeruk, pisang apel jeruk mangga pisang 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1

apel, mangga, pisang 1 jeruk, mangga, pisang 0

Dengan demikian, banyaknya kombinasi 3 unsur dari himpunan S yang berisi 4 benda setara dengan banyaknya permutasi terhadap untai 1110, yaitu:

Karena untai 1110 memiliki 4 unsur, tetapi ada 3 unsur identik, yaitu 1. Maka total permutasinya adalah 4! dibagi dengan 3!. Kombinasi r dari n unsur, sesuai dengan pengertian itu, selalu setara dengan permutasi yang terdiri dari r angka 1 dan n - r angka 0. Maka permutasinya menjadi:

Yang sesuai dengan rumus kita di awal, untuk menghitung

.

Koefisien Binomial Suatu binomial (a + b)n yang dijabarkan dalam bentuk jumlahan, akan membangkitkan koefisien-koefisien yang merupakan bilangan kombinasi.

Dengan penjabaran seperti di atas, maka banyaknya kombinasi r dari n unsur bisa didapat dari setiap suku:

Daftar berikut menunjukkan beberapa penjabaran binomial: 1. (a + b)0 = 1a0b0 2. (a + b)1 = 1a1b0 + 1a0b1 3. (a + b)2 = 1a2b0 + 2a1b1 + 1a0b2 4. (a + b)3 = 1a3b0 + 3a2b1 + 3a1b2 + 1a0b3 5. (a + b)4 = 1a4b0 + 4a3b1 + 6a2b2 + 4a1b3 + 1a0b4 6. (a + b)5 = 1a5b0 + 5a4b1 + 10a3b2 + 10a2b3 + 5a1b4 + 1a0b5 7. (a + b)6 = 1a6b0 + 6a5b1 + 15a4b2 + 20a3b3 + 15a2b4 + 6a1b5 + 1a0b6 Segitiga Pascal Dengan menuliskan hanya koefisiennya saja, dari penjabaran binomial dapat kita peroleh:

1. 2. 3.

4. Jika diteruskan, daftar koefisien ini akan membentuk susunan yang disebut sebagai Segitiga Pascal.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 1 3 6 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1

5 10 10

6 15 20 15

7 21 35 35 21

8 28 56 70 56 28

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->