MAKALAH TUGAS MATA KULIAH HIDROLOGI DENGAN TOPIK/JUDUL: DEBIT AIR

Oleh NIM Fakultas : Suwandi : 20060212056 : Kehutanan

1. PENGERTIAN DEBIT AIR Karena pengertian debit sangat luas maka dalam makalah ini saya memberi batasan sedikit supaya tidak keluar dari topik yang telah di tetapkan yaitu ”DEBIT AIR”, maka dari itu yang di bahas hanya debit air sungai saja. Dalam hidrologi dikemukakan, debit air sungai adalah, tinggi permukaan air sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Pengukurannya dilakukan tiap hari, atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt). Dalam laporan-laporan teknis, debit aliran biasanya ditunjukan dalam bentuk hidrograf aliran. Hidrograf aliran adalah suatu prilaku debit sebagai respon adanya perubahan karateristik biogeofisik yang ber langsung dalam suatu DAS (oleh adanya pengelolaan DAS) dan atau adanya perubahan (fluktuasi musiman atau tahunan). Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumberday air permukaan yang ada.

PROSES TERBENTUKNYA DEBIT Sungai itu terbentuk dgn adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian. maka semakin panjang dan semakin dalam. atau batu yang banyak. apabila air yang mengalir disitu terhalang oleh batu sebesar alur itu. terjadi dari air yang mengalir dari atas.2.umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi. kemudian menemukan bagian-bagan yang dapat di tembus ke bawah permukaan tanah dan mengalir ke arah dataran rendah yg rendah. akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air. dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu. atau bercabang. kemudian terkumpul dibagian yang cekung. namun karena ada bagian.maka mudahlah terkikis.lama kelamaan sungai itu akan semakin lebar Gambar. demikian juga dgn sungai di bawah permukaan tanah. lama kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh. selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah.bagian dipermukaan tanah yg tidak begitu keras. Ilustrasi terbentuknya Debit air . alur itu akan berbelok. seiring dengan makin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu. mungkin mula mula merata. sehingga menjadi alur alur yang tercipta makin hari makin panjang.

dan kecepatan aliran dekat permukaan air tidak sama dengan kecepatan pada Dasar alur. Dengan kata lain kecepatan aliran pada tepi alur tidak sama dengan tengah alur. METODE PENGUKURAN DEBIT AIR Perlu diingat bahwa distribusi kecepatan aliran di dalam alur tidak sama arah horisontal maupun arah vertikal. Distribusi Kecepatan Aliran A : teoritis B : dasar saluran kasar dan banyak tumbuhan C : gangguan permukaan (sampah) D : aliran cepat. dasar saluran halus F : dasar saluran kasar/berbatu Menurut mayong.(situs mayong) Ada beberapa metode pengukuran debit aliran sungai yaitu : • • • Area-velocity method Fload area method Metode kontinyu . aliran turbulen pada dasar E : aliran lambat.3.

2) Pengukuran Debit dengan Cara Apung (Float Area Methode) Jenis-jenis pelampung dapat dilihat pada Gambar dibawah ini. Debit aliran sungai dapat diukur dengan beberapa metode. Prinsip : kecepatan aliran (V) ditetapkan berdasarkan kecepatan pelampung (U) luas penampang (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar saluran (L) dan kedalaman saluran (D) debit sungai (Q) = A x V atau A = A x k dimana k adalah konstanta Q=AxkxU Q = debit (m3/det) U = kecepatan pelampung (m/det) A = luas penampang basah sungai (m2) k = koefisien pelampung . Tidak semua metode pengukuran debit cocok digunakan. tingkat turbulensi aliran) dan tingkat ketelitian yang akan dicapai.1) Velocity Method Pada prinsipnya adalah pengukuran luas penampang basah dan kecepatan aliran. Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus). Pemilihan metode tergantung pada kondisi (jenis sungai. Penampang basah (A) diperoleh dengan pengukuran lebar permukaan air dan pengukuran kedalaman dengan tongkat pengukur atau kabel pengukur. Oleh karena distribusi kecepatan aliran di sungai tidak sama baik arah vertikal maupun horisontal. Ada dua tipe current meter yaitu tipe baling-baling (proppeler type) dan tipe canting (cup type). Kecepatan aliran dapat diukur dengan metode : metode current-meter dan metode apung. maka pengukuran kecepatan aliran dengan alat ini tidak cukup pada satu titik..

Pengukuran : Ada 4 cara pengukuran kecepatan aliran yang disajikan dalam Tabel berikut : Cara Pengukuran Kecepatan Aliran Keterangan : Vs di ukur 0. Hitung jumlah putaran dan waktu putaran balingbaling (dengan stopwatch).3 m dari permukaan air Vb di ukur 0. 3) Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama. kabel atau tali. Kecepatan aliran V = aN + b dimana a dan b adalah nilai kalibrasi alat current meter.3 m di atas dasar sungai Kecepatan aliran dihitung berdasarkan jumlah putaran baling-baling per waktu putarannya (N = putaran/dt). Kedalaman dapat diukur dengan mistar pengukur.Pengukuran Debit dengan Current-meter Prinsip : kecepatan diukur dengan current-meter luas penampang basah ditetapkan berdasarkan pengukuran kedalaman air dan lebar permukaan air. .

Pengukuran debit dengan cara ini dianggap paling akurat. Namun menurut Chay asdak metode pengukuran debit air di bagi dalam 4 katagori 1. terutama untuk debit aliran lambat seperti pada aliran mata air. Prosedur yang biasa dilakukan untuk pengukuran debit dengan cara pengukuran volume adalah dengan membuat dam kecil (atau alat semacam weir) disalah satu bagian dari badan aliran air yang akan diukur. Pengukuran air sungai.Pengukuran Debit dengan Metode Kontinyu Current meter diturunkan kedalam aliran air dengan kecepatan penurunan yang konstant dari permukaan dan setelah mencapai dasar sungai diangkat lagi ke atas dengan kecepatan yang sama. Biasanya dilakukan untuk aliran air (sungai) lambat. . Cara pengukurannya dilakukan dengan menentukan waktu yang di perlukan untuk mengisi kontainer yang telah diketahui volumenya.

bahan-bahan penelusur (tracers). Pengukuran debit dengan cara mengukur kecepatan aliran dan menentukan luas penampang melintang sungai. (1) Mudah larut dalam aliran sungai (2) Bersifat stabil (3) Mudah dikenali pada kosentrasi rendah. pengukuran debit dengan menggunakan bahan kimia (pewarna) yang dialirkan dalam aliran sungai.Gunanya adalah agar aliran air dapat terkonsentrasi pada satu outlet. Di tempat tersebut pengukuran volume air dilakukan. 3. Sering digunakan untuk jenis sungai yang aliran airnya tidak beraturan (turbulence). Pembuatan dam kecil harus sedemikian rupa sehingga permukaan air di belakang dam tersebut cukup stabil. Laju injeksi = q (l/det) Bahan Kimia Konsentrasi C (ppb) Bahan Kimia Konsentrasi C” (ppb) L m . (4) Tidak bersifat meracuni biota perairan dan tidak menimbulkan dampak (negatif) yang permanen pada badan perairan. Yaitu pengukuran debit dengan bantuan alat ukur current meter atau sering dikenal sebagai pengukur debit melalui pendekatan velocity-area method paling banyak dipraktikan dan berlaku untuk kebanyakan aliran sungai. Besarnya debit aliran dihitung dengan cara: Q =ν/t Q = debit (m3/dt) ν= volume air (m3) t = waktu pengukuran (detik) 2. Untuk maksud-maksud pengukuran hidrologi. (5) Relatif tidak terlalu mahal harganya.

Namun demikian. Perkiraan debit empiris Dibanyak negara berkembang. Salah satu metoda yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan aliran air melalui pendekatan slope-area method adalah persamaan Manning. sangat diperlukan untuk mengevaluasi keadaan DAS atau untuk merancang bangunan pengairan. Persoalan yangsering muncul ketika melakukan pengukuran debit sungai mendorong para ahli hidrologi mengembangkan alat/bangnan pengontrol aliran sungai untuk tujuan pengukuran debit. prakiraan besarnya aliran air. weir dan flume. Perbedaan pemakaian kedua alat tersebut adalah bahwa flume digunakan untuk mengukur debit pada sungai dengan debit aliran besar. seperti yang disajikan pada gambar tabel di bawah ini. Bentuk persamaan Manning untuk memperoleh angaka kecepatan aliran pada saluran terbuka adalah. sering disertai banyak sampah atau bentuk kotoran lainnya.bangnan tersebut antara lain. karena keterbatasan alat ukur debit. Cara yang sering digunakan untuk memprakirakan besarnya debit dalam kasus ini adalah melelui pendekatan slope-area method. Aliran yang melewati lempengan weir akan menunjukan besar kecilnya debit di tempat tersebut. terutama di daera-daerah terpencil alat pencatat aliran air sangat terbatas dan kalau tersedia sering kali dalam kondisi kurang memadai.4. pengukuran debit dengan membuat bangunan pengukur debit seperti weir (aliran lambat) atau aliran air cepat. terlepas dari segala kekurangan yang ada. terutama dalam kaitannya pengendali banjir. . Sedangkan aliran air kecil atau dengan ketinggian aliran (h) tidak melebihi 50 cm. Cara kerja banganunan pengukur debit tersebut diatas adalah dengan menggunakan kurva aliran untuk mengubah kedalaman aliran air menjadi debit. Pada tempat-tempat seperti tersebut diatas. berikut ini akan dikemukan teknik atau metoda untuk memprakirakan besarnya debit dengan menggunakan persamaan empiris. besarnya debit biasanya ditentukan secara tidak langsung(indirect measurement). Untuk mengatasi permasalahan seperti tersebut diatas. Kegunaan utama alat tersebut adalah untuk mengurani kesalahan dalam menentukan hubungan debit (Q) dan tinggi muka air. Biasanya dipakai weir. betapapun kasarnya.

5 cm) air larian (direct runoff) suatu DAS. Sherman mendefenisikan UHG sebagai berikut: Dengan kata lain. Unsur iklim yang perlu diketahui adalah jumlah curah hujan total. Sedang sisanya.Hidrograf Aliran Konsep unit hidrograf (UHG) memberikan dasar berbagai model hidrologi yang lebih rumit dan pemakaian yang lebih luas dibandingkan dengan metoda rasional. UHG mewakili 1 inch (2. intensitas hujan. Selang waktu biasanya dipilih antara seperempat sampai setengah dari waktu yang diperlukan untuk tercapainya debit puncak (Qp). Debit puncak dan lama waktu aliran tidak berubah untuk curah hujan yang jatuh dalam selang waktu tertentu. akan memerlukan waktu sama dengan waktu konsentrasi Tc untuk mencapai lokasi pengamatan (outlet). UHG dibentuk dari data aliran sungai dari suatu Das sebagai respon curah hujan. UHG berhenti ketika air larian terakhir dari tempat yang paling jauh mencapai lokasi pengamatan. dan suhu. Sherman (19320 memperkenalkan metoda untuk memperkirakan dan menelusuri debit sungai yang kemudian dikenal sebagai metoda UHG. air larian. . Curah hujan efektif (exess rainfall) biasanya dianggap sebagai curah hujan total dikurangi air infiltrasi. Kegunaan utama metoda UHG adalah untuk menganalisa proyek-proyek pengendalian banjir. Dua faktor utama untuk menentukan bentuk hidrograf adalah karateristek Das dan iklim.

Penurunan debit air sungai dapat terjadi akibat erosi. (musim hujan pendek). seperti pengaturan pola tanam. Pengundulan Hutan Fungsi utama hutan dalam kaitan dengan hidrologi adalah sebagai penahan tanah yang mempunyai kelerengan tinggi. sehingga bila tidak memperhatikan faktor konservasi tanah. Yang menyebabkan bertambahnya . FAKTOR PENENTU DEBIT AIR 1.Kebanyakan kawasan hutan yang diubah menjadi lahan pertanian mempunyai kemiringan diatas 25%. Selain akan meningkatnya kandungan zat padat tersuspensi (suspended solid) dalam air sungai sebagai akibat dari sedimentasi. Pada musim hujan. 2. sehingga air hujan yang jatuh di daerah tersebut tertahan dan meresap ke dalam tanah untuk selanjutnya akan menjadi air tanah. juga akan diikuti oleh meningkatnya kesuburan air dengan meningkatnya kandungan hara dalam air sungai. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian Risiko penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian sama besarnya dengan penggundulan hutan. Akibatnya adalah terjadi tanah longsor dan atau banjir bandang yang membawa kandungan lumpur. atau kemarau panjang debit air. Oleh karena itu hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat berupa ketersediaan sumber-sumber air pada musim kemarau.4. Sebaiknya hutan yang gundul akan menjadi malapetaka bagi penduduk di hulu maupun di hilir. Intensitas hujan Karena curah hujan merupakan salah satu faktor utama yang memiliki komponen musiman yang dapat secara cepat mempengaruhi debit air. air hujan yang jatuh di atas lahan yang gundul akan menggerus tanah yang kemiringannya tinggi. pembuatan teras dan lain-lain. 3. Sebagian besar air hujan akan menjadi aliran permukaan dan sedikit sekali infiltrasinya. dan siklus tahunan dengan karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek). Air tanah di daerah hulu merupakan cadangan air bagi sumber air sungai.

Sedikit demi sedikit. 5. karena hutan merupakan faktor utama dalam hal penyerapan air tanah serta dalam proses Evaporasi dan Transpirasi.4. meskipun intersepsi dianggap bukan faktor penting dalam penentu faktor debit air. karena melalu kedua proses ini dapat membuat air baru. mengapa dikatakan salah satu komponen penentu debit air. tanah dan permukaan daun. untuk diuapkan kembali(”hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang bersangkutan. tertahan bebereapa saat. sebagai contoh. Debit air merupakan komponen yang penting dalam pengelolaan suatu DAS 2. dapat mempengaruhi hasil air di daerah tersebut. sebab kedua proses ini menguapkan air dari per mukan air. ada sebagian air yang tak pernah mencapai permukaan tanah dan dengan demikian. Evaporasi dan Transpirasi Evaporasi transpirasi juga merupakan salah satu komponen atau kelompok yang dapat menentukan besar kecilnya debit air di suatu kawasan DAS. dengan adanya hujan tadi maka debit air di DAS akan bertambah juga. Setiap kali hujan jatuh di daerah bervegetasi. serta cabang tanaman sehingga membentuk uap air di udara dengan adanya uap air diudara maka akan terjadi hujan. Pelestarian hutan juga penting dalam rangka menjaga kestabilan debit air yang ada di DAS. pengelola daerah aliran sungai harus tetap memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air intersepsi dapat mempengaruhi neraca air regional. Intersepsi Adalah proses ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi diatas permukaan tanah. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat diambil suatu kesimpulan tentang aspek-aspek debit air yang ada di DAS dinatranya adalah sebagai berikut: 1. Proses intersepsi terjadi selama berlangsungnya curah hujan dan setelah hujan berhenti. jika terjadi pendangkalan maka debit air sungai akan ikut berkurang. Juga pengendali terjadinya longsor yang mengakibatkan permukaan sungai menjadi dangkal. . 5. Penggantian dari satu jenis vegetasi menjadi jenis vegetasi lain yang berbeda.

juga yang tidak kalah pentingnya yang sangat penting kita perhatikan yaitu tingkah laku manusia terhadap DAS. Jumlah lokasi alat ukur perlu dibatasi agar waktu yang diperlukan masih dalam jangkauan. Selain menjaga pelestarian hutan. Pengukuran debit sungai memerlukan penentuan lokasi alat ukur yang memadai untuk mendapatkan kecepatan aliran sungai rata-rata yang tepat. terutama bila perubahan tinggi muka air berlangsung dengan cepat. seperti pembuangan sampah sembarangan.3. 4. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful