ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

Sc. M. dr. Dr. Rusdi Lamsudin. H.Kes Disahkan Dekan Prof. Punik Mumpuni Wijayanti. M.Kes Penguji drg.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. Sunarto.S (K) iii . Sp.Med. M.

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. Yogyakarta. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .

Sunarto. Dr. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Punik Mumpuni Wijayanti. dukungan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. drg.E dan mamaku Siti Hajar. dr. Mawardi.S(K). Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. terima kasih atas izin dan bantuannya. hilir – mudik dari kampus ke desa. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. papaku M. M. 3. Orang tua yang sangat aku cintai. v . kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. membimbing saya.Med. terima kasih atas masukan-masukannya. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. M. S. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. konsultasi. saling berbagi informasi. 6. selaku dosen pembimbing utama. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. diantaranya kepada : 1. Sp.Kes. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. 4. Rusdi Lamsudin. selaku dosen penguji. dr. Prof. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Sc. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. 5. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

Yusuf. 8. 10. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. Kepada Ade rahmayanti. Ihsan. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Rizky Al Fajar. Abdul haris. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Bayu. Okky. Dhani. Kepada Eko Arya Sandi. Jerrisky. Yogyakarta. sampai menunggang kuda bersama. 19 Februari 2010 Penulis vi . melakukan hal-hal yang menyenangkan. Dwi Aprilia. Mufti. Isti. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Dian Hertisa. Erma. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Dyah arum Kusumaningtyas. Dewi Aryanti . Syaiful bin Usman. Dalam penyusunan karya tulis ini. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. menemani setiap saat. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini.7. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Sufron. Soipe. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Rizky Kurniawan. Asri Yoanita. Adit. 9. Akhir kata. Inandra Prayogi. Tria Arisanti. Prima. 11. Hairul Asri. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. yang sudah mau berbagi tawa bersama. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang.

Definisi Desa Siaga 2.2.2.2. Tujuan PHBS 2. PENDAHULUAN 1.3. Indikator PHBS 2. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .3. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.5.5. Rumusan Masalah 1.2.2.3. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.4.1.2. Tujuan Desa Siaga 2.3.1. TINJAUAN PUSTAKA 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I.1. Konsep Dasar Desa Siaga 2.2.1.2. Perilaku 2. Sasaran PHBS 2.3.4.2. Keaslian Penelitian 1. Latar Belakang 1.3. Manfaat Penelitian BAB II. Manfaat PHBS 2. Tujuan Penelitian 1.3.

7.2.2.2.3.2. Observasi 3.2. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.7. Etika Penelitian BAB IV.3. Proses Pengambilan data 3. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii .4.2. Data Narasumber 4. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3.6.1. Teknik Analisis Data 3. Instrumen Penelitian 3.5.5.4.5.2. PHBS dalam Desa Siaga 4. FGD 3.7. HASIL dan PEMBAHASAN 4.1. METODOLOGI PENELITIAN 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.5. Teknik Pengumpulan Data 3.1.9.5. Triangulasi 3.3.5. Subyek Penelitian 3. Kerangka Konsep 2.3. Desa Margomulyo 4. Penilaian 2.1.5.1.5. Jenis dan Sumber Data 3.5.4.2.4.3. Wawancara 3.5. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2. Persiapan Penelitian 3. Pertanyaan Penelitian BAB III.8. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.4. Subyek dan Obyek Penelitian 3. Dokumentasi 3.6. Obyek Penelitian 3. Pelaksanaan Penelitian 3.

4. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .7. Simpulan 5.1. SIMPULAN dan SARAN 5. Saran dan Tanggapan BAB V.2.

Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . lingkungan. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Hubungan perilaku. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. dan individu Gambar 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2.DAFTAR TABEL Tabel 1. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3. Sumber Biaya Tabel 4. Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi .

Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Foto Penelitian xii . Koding Lampiran 10.LAMPIRAN Lampiran 1. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Transkrip FGD Lampiran 12. Panduan Wawancara Lampiran 4. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Transkrip Wawancara Lampiran 11. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. 20 Indikator PHBS Lampiran 9.

Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. xiii . focus discussion group (FGD). desa siaga. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. wawancara mendalam. keberhasilan pencapaian >75%. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. PHBS di Desa siaga. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. dokumentasi. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. dan triangulasi. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif.

Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. the success of achieving> 75%. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. and not the achievement of all existing indicators. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. Keywords: behaviour of life clean and healthy.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. documentation. and triangulation. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. focus group discussion (FGD). xiv . Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. Conclusions: PHBS program has been running well. desa siaga. PHBS in the village margomulyo. the performance of cadres and the role of good health. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. not in terms of the functioning of the existing village health post. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. depth interviews. because it determines the health of 30%. The collection of data by way of non-participatory observation.

tempat kerja. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. sekolah. dan tatanan tempat-tempat umum. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). PENDAHULUAN 1.1. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. mencegah risiko terjadinya penyakit. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. yaitu lingkungan sehat. adil dan merata (Depkes. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes.BAB I. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. 2004). Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. sarana kesehatan. yang dilandasi paradigma sehat. 2008). 2004).

Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. Polio.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. 2004). Puskesmas dan jaringannya. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. Dengan demikian. mencegah resiko terjadinya penyakit. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Masalah kesehatan terus berkembang. dan Flu Burung. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. melindungi diri 2 . HIV-AIDS. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan.

Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. 3 . mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. dan dijadikan sebagai desa percontohan. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. 2009). penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. kurang gizi. kejadian bencana. Kecamatan Seyegan. desa siap-antar-jaga. dana sehat. Oleh karena itu. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Kabupaten Sleman. kecelakaan. Pos Obat Desa. Melihat potensi tersebut. 2008). Polindes. dan lain-lain.dari ancaman penyakit. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. Selain itu. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes.

Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu.3. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1.4. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah . keluarga. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ . 4 . masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1.2.1. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti.

Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. 5 . poskesdes. dan masyarakat. kebersihan lingkungan. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. tim siaga bencana. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. serta kebersihan lingkungan. penggalangan dana masyarakat. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. pembiayaan dan sarana). 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. surveillan. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. kelompok donor darah. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. warung obat desa. tabulin. kelompok donor darah. aparat pemerintah. pencatatan dan pelaporan. dan lokasinya di Desa Margomulyo. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. ambulan desa. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. dan dukungan masyarakat. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. poskesdes. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. tabulin. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS.

5. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. serta pola hidup bersih sudah baik. 1. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. pelaksanaan desa siaga. 6 . Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. b.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga.

Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. 2003). Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya.1. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. TINJAUAN PUSTAKA 2. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. 2006). Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. 2) Operant respons atu instrumental respon. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati.BAB II. 2007). Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive.2003).

demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. sikap. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. situasi. B E P Gambar 2. persepsi. STIMULUS (individu. emosi. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. Perilaku. P= person. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. tanggapan. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. dan individu (Walgito. norma-norma. pengetahuan. Formulasi berwujud B= behavior. E= environment. demikian sebaliknya. 2005). adalah faktor yang memungkinkan 8 . Hubungan perilaku. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. pengetahuan. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. kelompok sosial. b) faktor pendukung (enabling). 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). persepsi. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. lingkungan. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. isu sosial. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein.

2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. sarana. c) faktor pendorong (reinforcing). Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. yaitu faktor internal dan eksternal. 2006 didaptasi dari Green. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. fasilitas. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. lingkungan.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . dan lainnya. seperti pengaruh teman. keluarga. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. dana. dan sebagainya.

Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya.1. 2. 2007).2. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. meningkatkan. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak.2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. dipelihara.

dan pengasuh anak (Depkes. 2007). 2. kesehatan. anak tumbuh sehat dan cerdas. jaminan pemeliharaan kesehatan.2. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. 2. ibu hamil dan ibu menyusui. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. tabungan bersalin (Tabulin).2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes.masyarakat maupun pada keluarga. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. 11 . usia lanjut. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. 2007). dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. 2005). 2008). kemauan.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. kelompok pemakai air.2.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur.2. 2. anak dan remaja. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. arisan jamban.

Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. 2008). Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. keluarga berperilaku 12 .2. 2. kegawatdaruratan.1. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. meningkatnya keluarga sadar gizi. rumah bebas jentik. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. bayi diberi ASI eklusif. wabah.2.3. Konsep Dasar Desa Siaga 2. melakukan aktivitas fisik setiap hari. menggunakan air bersih. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. 2. 2008). kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. menggunakan jamban sehat. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. dsb).2. penimbangan bayi dan balita. khususnya meningkatkan pengetahuan. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.3. makan buah dan sayur setiap hari. tidak merokok didalam rumah.3. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana.

4. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. pejabat terkait.3. Tabel 1. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. dana. 2006). Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya.4. 13 . Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. kepala dusun/RW. 2. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. 2008). kepala desa. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. 2. swasta. kader serta petugas kesehatan.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2.1. tokoh agama. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. perempuan dan pemuda. donatur dll (Depkes 2007).3. sarana dan lain-lain. seperti tokoh masyarakat. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. LSM.3. peraturan. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. tenaga.2. seperti camat.

Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik.2.4. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya.4. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. 14 . Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan.4. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.2. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk.4.2. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. 2.3.2. 2. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan.2.

15 . pertolongan pertama cedera trauma. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. DBD. bencana dll. pembuluh darah dan syok. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. madya.5. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama.3. purnama. pengelolaan. mandiri). Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. Dimulai dari kegiatan pengumpulan. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. keracunan. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. balita. gigitan binatang. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan.2.

Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. Disusun dalam empat tingkat (skor). biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. hijau. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. kuning. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam.

4. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. nilai 2 jika 2 UKBM. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. Kerangka konsep penelitian 17 . d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri.

Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4.2. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3.5. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 . Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. PERTANYAAN PENELITIAN 1.

METODOLOGI PENELITIAN 3. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. 2007). Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. 2008). Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). dinamis dan penuh makna (Sugiyono.BAB III. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin. 3. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008).1. analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.1. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place).2. 3. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). kompleks. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis.2. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala.

Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. Kecamatan Seyegan.2. tenaga kesehatan dan bidan. 2008). teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. tenaga kesehatan. 3. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. 20 . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. informan.yang dipelajari. tokoh masyarakat.3.2. dan bidan. dalam hal ini adalah masyarakat. tokoh masyarakat. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. 1) Tempat : Desa Margomulyo. berbagai setting dan berbagai cara. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. kader PHBS. kader PHBS.

serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Peneliti mencatat. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. 3. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif .5.1. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. baik secara akademik maupun logistik. antara lain .(Sugiyono. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 .3. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti.5. Teknik Pengumpulan Data 3. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian.4.2.5.

dan masyarakat setempat. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.4.3. surat-surat dan sebagainya. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi.5. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . 3.permasalahan yang akan ditanyakan. kader. tokoh masyarakat. bidan. 3. biografi.5. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. sketsa dan sebagainya. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar.

namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. dan masyarakat setempat. 3. dan FGD.5.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya.5. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. dokumentasi. wawancara mendalam. Triangulasi 23 . 2008). Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. bidan. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada.

Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola.6. 2000). Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. mensintesiskannya. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. mencari dan menemukan pola. mengorganisasikan data. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. Dalam penelitian ini.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh.

2005). (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. Ini adalah tahap awal pengkodean. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. maka 25 . mencari pola dan temanya. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. properti-properti dan dimensi-dimensinya. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. Tahap terakhir adalah koding selektif. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. Pada tahap berikutnya.hal-hal yang pokok. memfokuskan pada hal-hal yang penting.

7. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. 3.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. Persiapan Penelitian 3. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. peneliti melakukan persiapan.2. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. peneliti masih menggunakan snow ball effect. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. rekorder. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data.7. hipotesis atau teori. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan.1. Namun. Setelah itu.7. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Kecamatan Seyegan. dapat berupa hubungan kausal. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. pena dan kertas. 3.

Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. Sebelum melakukan wawancara. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. 3. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan.

Anonimity. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.9. 3. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. 3. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. Informed Consent. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. 2. Confidentially. 28 .menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti.

Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12.976 orang yang belum bermata pencaharian. Jumeneng. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Daplokan. 13 Posyandu balita. dan 1 SMA. 12 Posyandu lansia. Kamal Kulon. 1 Dokter praktek swasta. Kregolan. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 .BAB IV. Jingin.1. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. 1 SLTP. 1 Poskesdes. Gerjen. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. 4 Bidan praktek swasta. Kasuran. Mriyan. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. 8 SD. dan Jamblangan.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. Sompokan. Kabupaten Sleman. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. Ngemplak. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. Mangsel. Tabel 2.

RW. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. “..2. 48 tahun (Masyarakat) : Ny. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.3. ZN. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . WN. 38 tahun (Kader) : Ny. NS. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik....9) dengan uraian .. buang Air BAB di WC.2. terus rumah berlantai bukan tanah.. CP. BS. SG. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5. beberapa narasumber mengutarakan : “..secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu.3.6. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny.8. SR. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. 60 tahun (Kader) : NY.7. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.(CP 142-146)".keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. mau. 37 tahun (Masyarakat) 4... SN. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok.4. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya.

. sekolah. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. dan tatanan tempat-tempat umum.. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. tempat kerja. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga.. Dengan demikian. mau. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat.. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. ……. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 .Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. “. agar bisa..menghindari dari ancaman penyakit. 2008). oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya. mau. sarana kesehatan...

terusss.. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. balita tidak dibawah garis merah. Berdasarkan hasil temuan. “. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. imunisasi. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. melakukan aktivitas fisik setiap hari.. 32 .berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa.eeeee. kepemilikan toga. KADARZI..... menimbang balita setiap bulan. kebiasaan gosok gigi. Posko kesehatan desa. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS... mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari.. tidak merokok didalam rumah. surveillan. walaupun ada beberapa indikator yang lain.. pendataan ibu hamil. kepemilikan jaminan kesehatan. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas. pemberian ASI eklusif.tidak merokok yang saya hapal. terus cuci tangan pake sabun. cuci tangan pakai sabun.(CP 152-173)”. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “. tidak merokok didalam rumah.untuk indikator PHBS sendiri.. BAB tidak di kali.... PUS ikut KB.teruss. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. imunisasi.. terus.. menimbang balita setiap bulan.. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.(RW 163-172)”.. kebiasaan gosok gigi secara teratur.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan...pemberian ASI eklusif. terus lantai berdinding.. kepemilikan jaminan kesehatan. penerangan.. kepemilikan TOGA. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. PHBS. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.

Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa.Dari APBDes.... Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda.Dari Pusat.. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan..Ada (RW 132-143)”.. “.Kalau dari Pemerintah Daerah... Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan. terus dari desa juga memberikan kontribusi. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.4...4. 33 .... (CP 94-96)”. “... Dinkes DIY juga memberikan kontribusi.. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. arisan... swadaya masyarakat. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun.oleh kabupaten sleman sendiri.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah. alat tulis. swadaya kader. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku. Tabel 3. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan. bantuan pemerintah desa..

yang belum digunakan.000 750. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.000 300. 1..550.000. juga ada anggaran sendri dari APBDes. masih ada Rp. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. biaya operasional. 34 .yang digunakan.650.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY. mulai dari pendataan oleh bendahara. dan lain-lain. biaya pertemuan masyarakat.650. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3.000 1. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. kecamatan. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik. transportasi. Di tingkat desa. 1. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4.000..000.000 1. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000 200. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. yang akan berlanjut ke tingkat desa. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada . meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya.000.

kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri... 35 . ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan.. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan.. ... baik dari instansi terkait seperti kepala desa.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. Dari pengamatan peneliti.. Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “.. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat... Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. pendataan di Posyandu.. seperti melakukan Posyandu. kampanye.dalam bentuk Yandu.. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS.dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. “. berperan aktif dalam kegiatan..Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri.. dan lainnya. kalau saya sebagai bidan .. pemetaan PHBS.Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. dukungan masyarakat juga sangat baik. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan.. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa.. penjadwalan. (RW 267-281)”. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada.... (NS 155-179)”. Kesra... “.Ya nanti to mencatat Balita.

Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih.. terus apa. bidan desa.. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. balita Gizi buruk. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.yang terlibat.. ambulan desa. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil. kesehatan lingkungan... bank darah. 36 . pengamatan penyakit..(RW 36-59)”. terus pelaksananya dari kader sendiri.. seperti diungkapkan dibawah ini : “. 53-57)”. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”..5. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak... kepala desa.. PHBS. pengamatan penyakit.(N3. pendatan Ibu hamil.oiya satu lagi. dan masyarakat sendiri. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada. Posyandu... “.. KADARZI.. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. kader. serta kesehatan lingkungan.4. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya.. “.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak... tokoh masyarakat... kesra. teruuus seksi posyandu.. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. bank darah. perilaku hidup bersih dan sehat.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat.. bersih-bersih Dusun..tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder..

kesra. Lewat kader sosialisasinya. “. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). Puskesmas.(CP 52-61)”.. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD.Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 . atau eeee……leaflet. bidan.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya. Beberapa narasumber mengatakan : “. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.... atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas...kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik..(SN 46-52)”.. .. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat.. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. kader. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik. terus ada Bidan Desa. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan.Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat.. kemudian akan diinformasikan ke bidan desa....(SN 54-62)”.“. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada... “. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa..haa seluruh komponen masyarakat..

informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. misalnya rokok.. 4. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian.Terus setelah 38 .. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. Program PHBS dievaluasi setiap semester. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo.... Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. Pemetaan PHBS.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . Pelatihan PHBS. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.6. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember. perencanaan.. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga.. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi.Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas.. dan lainnya. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga.himbauan oleh Departemen Kesehatan. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader..

. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%. dan lainnya.. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. menggunakan air bersih.. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. imunisasi lengkap pada bayi. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik.(RW 185-190)”. Poskesdes..... dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan... dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo. penimbangan balita setiap bulan. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. laporan PHBS.. lantai rumah bukan dari tanah.. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 .(CP 205224)”. memiliki jaminan kesehatan. gizi seimbang. apa cuci tangan pakai sabun.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to.. kesehatan lingkungan. pemberian ASI eklusif. “. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan. memberantas jentik nyamuk dirumah...Kinerjanya ya. laporan gizi buruk. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. terus laporan-laporannya sudah masuk semua. PUS ikut KB. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. ada laporan ibu hamil. melakukan aktivitas fisik setiap hari.. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan.. “. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada. memeriksakan kehamilan sesuai standar. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit.. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi. (SN 183-187)”.... Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. makan sayur dan buah setiap hari.sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok.

dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. tidak merokok didalam rumah. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 40 .(RW 61-77)”. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. dan komitmen kesra kurang (CP. Peneliti mengamati selama penelitian... “. hubungan antar personil kurang.. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. dan pengelolaan sampah. saran promosi. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. 230250).setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik... Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama.. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga.. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal.. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). Namun kenyataannya.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja.

pernah disuruh berhenti.. dan lainnya. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat.. 41 . 2 bulan balik lagi mas…. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban.. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat.(WN 166-169)”. cara perawatan. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. seperti pernyataan narasumber berikut : “.. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat.. cara penggunaan jamban. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya.suami saya sendiri merokok.

(SR 177-179)”.... Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. “. kan ga enak mas. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk..paling. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 .pengolahan sampah. banyak kendalanya (NS 139-140)”. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”. “. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada.. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada.(SN 269-270)”...Terus pengelolaan sampah..... dan banyaknya produksi sampah setiap harinya.tapi ya kalau ada tamu itu tadi. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya... Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah..

Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1. dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga...Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.(N4.. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan.. menanggulangi 43 . Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga. dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga. 303-316)”. “..perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada.. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali.5..... “. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya... karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. sendiri. 254-266)”... pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya.. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan.. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. Berikut kutipan wawancaranya : “..(N2... 294-300)”.Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 4.

Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. keberhasilan pencapaian >75%. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. dan meningkatkan kualitas kesehatannya.BAB V.1.1. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. SIMPULAN dan SARAN 5. 4. 2. sosialisasi. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan.2. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. instansi terkait. Simpulan 1. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. dan masyarakat. 44 . 5. pihak yang terlibat. 5. konsep Desa Siaga. 5.2. tujuan dan indikatornya. menanggulangi bencana. koordinasi. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. 3. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. serta dukungan dari semua stakeholder.

Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali.5. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.2.2.3.2. 5. 45 . 2.2. 5. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap.4. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1. 3. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

Djonny. Bungin. Desember 2009. 2008. 2007. Penelitian Kualitatif. Yogyakarta Azhar. 2002. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Darmawan. http://one. 2008. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. 2005.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif.indoskripsi. 2008.35 WIB.DAFTAR PUSTAKA Anis. Burhan. Yogyakarta Bungin. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . 2008. Tesis. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Prenada Media Group: Jakarta. 2008. pukul 22. Departemen Kesehatan RI. Metodologi Penelitian Kualitatif. Burhan. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Pustaka pelajar offset. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. Yogyakarta. Taufik. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. 2007. FK UGM. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Azwar. FK UII. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. Analisis Data Penelitian Kualitatif. 2007. 2009. S.

Kes. 2008. Soekidjo. L. Determinan Perilaku. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi.1 Januari. 2005. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. Alfabeta: Bandung. Fitramaya: Jakarta Matsum. PT Refika Aditama:Bandung. K. Rineka Cipta: Jakarta.Hermansyah.com/2008/05/determinanperilaku. Moleong. Belajar Mudah Penelitian. Perilaku Manusia. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. Rosadakarya: Bandung. M. Samsunuwiyati. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. 2008.11 WIB. 47 . Poewandari.3. 2006. 2007. Ircham dkk. Muhadjir. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. hal 26-28. No. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Notoadmojdo. 2007.J. Ridwan. matsum.2 April. Machfoedz. Tesis. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. Vol. PT. Download tanggal 29 Desember 2009. H. Agus. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. 2008. 2005. 2005. pukul 23. Metode Penelitian Kualitatif. Vol 3. Yogyakarta. Rake Sarasin: Jakarta.blogspot. Kes. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2007. Polisiri. 2007. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. Universitas Gadjah Mada. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga .N. hal 9-11. No. 2002. FK UGM. E. Nurjasmi. Yogyakarta Riasmini.html-.

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2008. Mediakom Departemen Kesehatan. 2006.edisi 03.Soeparmanto. Utarini. Alfabeta: Bandung. 48 . Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. A. Pascasarjana. 2002. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Sugiyono. Sastroasmoro. Binarupa Aksara: Jakarta. S. Des. Universitas Gadja Mada. hal 10-13. Sudigdo.A. Yogyakarta. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan.

LAMPIRAN .

dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun.. identitas narasumber akan dirahasiakan. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… .FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : .………………………………………………………. Yogyakarta.. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.

Pengantar 1. Setelah selesai. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Prosedur 1. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Penjelasan 1. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. apakah itu salah atau benar 6. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Mengucapkan salam 2. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. pengalaman dan saran iii. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Penjelasan i. Tahap Awal a. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Pembukaan i. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. pengalaman. Pendapat. Prosedur i. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator.

Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2.iv. dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif. tidak saling memotong pembicaraan v.

jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Sebelum diskusi diakhiri. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b. Tahap Penutup a.

UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Pengembangan Kadarzi 8. Lingkungan Sehat 7. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak . Suveilans 5. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Poskesdes 3. Forum Masyarakat Desa 2. PHBS Sumber Pendanaan 1.

Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2.

kader. kepala dukuh. 4. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. Komponen Desa Siaga a. bidan. 3. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). 2. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. dan unsure desa yang terkait. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007.

Kesehatan lingkungan. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Tim kegawatdaruratan bencana.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Donor darah. Bendahara. . Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Koordinator oleh bidan desa. c. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Pengamatan penyakit. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Ambulan desa. Sekertaris. Kesehatan ibu dan anak.

Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. pemberian pelayanan kesehatan. para tokoh masyarakat. DBD. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun.d. 7. seminar. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. Penyuluhan. dll. promosi kesehatan. balita. gizi. kader. Mulai dari mayarakat setempat. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. dan TBC 5. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. PHBS. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. 6. bidan. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. Pertemuan didesa. dll. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. Kesehatan ibu dan anak.

Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. kebiasaan mandi disungai. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Menggunakan jamban sehat vii. Pengelolaan sampah xix. Pemilkan TOGA xx. dll. Gizi seimbang xii.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . . Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. belum terkelolanya sampah dengan baik. Bebas jentik nyamuk viii. PUS ikut KB xvi. Makan sayur dan buah detiap hari ix. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Memiliki jaminan kesehatan xiv. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. Pemberian ASI eklusif iii. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. Penimbangan balita setiap bulan iv. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Tidak merokok didalam rumah xi. Penggunaan air bersih v. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok.

PHBS 9.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Kegawatdaruratan Bencana 2. Kesehatan Ibu dan Anak 4. Kesehatan Lingkungan 7. Posyandu . Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Bank Darah 5. Marsudi Bendahara : Ny. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Ambulan Desa 6. Pengamatan Penyakit 3. Sutardjo Ny.

Makan sayur dan buah setiap hari 9. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Kebiasaan gosok gigi .20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Menimbang balita setiap bulan 4. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Memberikan ASI eklusif 3. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. PUS ikut KB 16. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Tidak merokok didalam rumah 11. Menggunakan jamban sehat 7. Pengelolaan sampah 19. Menggunakan air bersih 5. Gizi seimbang 12. Memiliki TOGA 20. Memiliki jaminan kesehatan 14.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

kader. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2. puskesmas. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. kader. leaflet atau poster oleh puskesmas. tulisan dikoran oleh kabupaten kota.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. kader. kepala desa dan kesra (N4. bidan koordinator.Pembina dari kecamatan. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. kepala desa. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. bidan desa. dan tokoh masyarakat (N1. dan melalui pelatihan (N1.

352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. poskesdes (N2.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. 193-195) Jika ada masalah kesehatan. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. dan dinas kesehatan (N2. perumusan masalah.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. mulai dari pemetaan. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. bidan koordinator. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1.

dan program lainnya (N4. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. pertemuan yang selalu diundur. hubungan antar personil kurang. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. dll (N2. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin.(N1. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. dan komitmen kesra kurang (N1. (N2. dll. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. adanya pelaporan. posyandu. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. saran promosi.

yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. penggunaan jamban sehat. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . dan dukungan bidan desa siaga (N1. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3.

294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. (N2.penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 254-266) .

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. dan seorang teman peneliti.Narasumber Pertama A. pukul 12. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas... apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. Suasana diruangan cukup tenang. Wawancara selesai pada pukul 12. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan.eeee…. narasumber. dan mampu untuk mengenali masalah . menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. mau. saat itu diruangan ada peneliti.53 WIB. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan.

pengamatan penyakit.. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. bencana. tulisan dikoran oleh kabupaten kota.bisa dikatakan bagus. kepala desa. penyakit menular. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik.apa namanya….15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan.. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.jadi tidak dibiarkan begitu saja…. puskesmas. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana..eeee…. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1.ummm (berfikir) ……. N : oiya satu lagi.. kecamatan. dan tokoh masyarakat (N1. pengamatan penyakit. bank darah. teruuus seksi posyandu. serta kesehatan lingkungan. ambulan desa. tapi juga dari puskesmas.eeee….. P : dari penjelasan mas tadi. PHBS. posyandu. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti. bank darah. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. dan KIA ( N1. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan. ambulan desa. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. perilaku hidup bersih dan sehat.... mau. terus pelaksananya dari kader sendiri.. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan... kader. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. keluarga sadar gizi… P : umm.. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1.. leaflet atau poster oleh . Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk..

kabupaten sleman. dan dari desa sendiri (N1. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri.. mau. kesra. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1..60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. iya dari mau dulu. P : terus. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi... Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. 91-99) . atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas... P : oke….emmmm. N : oke.. P : oke.mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya.. dokter.……. P : dari mau dulu ya mas? N . P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas. atau eeee……leaflet... N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. dan melalui pelatihan (N1..sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. DINKES DIY. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas.

.(berfikir) dari.. . UKGMD. UKGS.(tertawa) P : hehehe….. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. kalau gak gitu kan pada gak mau…. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. lurah. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input. Terus. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut. POD.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. dll (N1.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun..ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. dan output (N1. mau. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. proses. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa.. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. DINKES DIY juga memberikan kontribusi. Hehehe…...(tertawa) Terus mas. berjalan tidaknya UKBM. Yang kedua.. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi. teruuus SBH.eeee…. proses. angka kematian bayi. dan derajat kesehatan lainnya (N1. UKBM. TOGA. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri. UKBM itu kan meliputi posyandu. usia harapan hidup. UKK. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada... berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya.tapi prinsipnya itu...

.. aktivitas fisik setiap hari..baiklah….. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.. berapa angka kematian bayi.. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. terusss. terus cuci tangan pake sabun.(berfikir)….. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas.eeeee. terus.. kepemilikan TOGA. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu.eeeee. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit...150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan..... P : Oke. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu.. tidak merokok didalam rumah. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis . terus eee. karena bisa dilihat dibuku.. kebiasaan gosok gigi secara teratur.. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1. imunisasi. karena yang dari pusat kan masih umum…....apa namanya. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri. kepemilikan jaminan kesehatan.....mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya... menimbang balita setiap bulan. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.pemberian ASI eklusif. berapa usia harapan hidupnya...jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya. ummmmm……. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1.....teruss..yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan...eeeee.berhubung tema saya tentang PHBS mas.... P : oke. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut.

bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…. sekretaris. bendahara.... dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. Dan kalau didesa yaaaaa..ada….. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. kimia. biologi. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas.. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. dan sebagainya. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.. P : oke mas. misalnya rokok... dan lainnya. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1..(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS .nanti saya ambilkan…. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika.belum 100 persen.. perumusan masalah.ketua. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa.ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…...terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy. mulai dari pemetaan. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. terus seksi-seksi. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan. saran promosi.. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. .. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun…. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1.

250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. terus dari hubungan antar personil kurang. video. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut.kampanye itu buka kampanye seperti partai ya. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis. 279-282) .. di SD terutama margomulyo.. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali.terus hubungan antar personil yang relative kurang.. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1... Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan. dan lainnya. P : oooo margomulyo yang pertama. dia yang bertanggung jawab mengarahkan.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus.. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga.hahahahha(tertawa)…. dll. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang... dan komitmen kesra kurang (N1.. Misalnya ketuanya. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan.. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama.. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1.eeeee. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo....

tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya.317-335) .295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. P : tanggapan mas. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan.283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik.. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo.. lurah.. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. P : terus. kader..hehehe. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. RT. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu.. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran.. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus.

.masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.....hehehe. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat.. tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua.. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat... Eeeeeeee.. N : oiya. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa...wasalamualaikum mas…..eeeeeeee.indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. jadi harus selalu ada. P : apakah mas ada saran. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses... karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.. Terus. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.... Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop. Yang kedua.waalaikumsalam ..yang pertama itu tadi.. Data sampah keluarnya sampah.emmmmmm... seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas.. P : yaaah itu saja dulu mas... ada peningkatan.kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas….

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. nggak pakai. kalau kayak pengumuman. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. nggak ada. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. kan jarang to yang mau. Tiap Dusun ada 2. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. 132-146) . P : Oke. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. Lewat kader sosialisasinya. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. di Poskesdes itu 3. belum sama sekali. terus itu ke MMD SMD itu. pemkab sleman. ada macam-macam to. sudah tau semua.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. terus apa pertama itu kan sosialisasi. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. pembentukan. ada Ambulance Desa. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. brosur gitu? N : Nggak. tapi nggak stand by di Kelurahan. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. dan anggaran dari desa sendiri (N2. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. satu Kelurahan 3. Plankplank. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. Itu yang mau aja.

buang air di WC. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. (N2. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. buang Air BAB di WC. P : La terus ini Bu. dll. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. BAB tidak di kali. lantai berdinding. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. dll (N2. balita tidak dibawah garis merah. ada 20 kalau nggak salah. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. balita tidak dibawah garis merah. balita tidak dibawah garis merah. adanya pelaporan. penerangan. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. P : Terus Bu. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. dll (N2. tapi sekarang saya kan nggak tahu. dan mandiri (purnama) (N2. BAB tidak di kali. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. ini Bu. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. balita tidak di bawah garis merah. terus rumah berlantai bukan tanah. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. lanjut. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. pengembangan. tapi nggak hapal e. 185-190) . terus lantai berdinding. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. Ya itu yang saya tau cuma itu. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana.

Purnama? N : Ha a. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. poskesdes (N2. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. N : Tadi pembentukan sudah. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. tapi nggak urut ya mas. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . bidan koordinator. yang 3 Kader itu terus nanti saya. Madya. ya masuk pengembangan aja. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. Madya. Karya. pertemuan yang selalu diundur. ada laporan ibu hamil. Udah.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. laporan PHBS. itu besok-besok. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. Ada Warsa. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. Nanti targetnya kena nggak. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. Purnama. dll (N2. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. laporan gizi buruk. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. tiap bulan. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. ke tingkat pengembangan. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. P : Karya.

itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. jadi saya tergantung sama pak lurah. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. dananya selalu ada. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. Ini Pak Lurahnya kan ganti. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. P : Oke. Terus kadang Balita yang. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. baik untuk ibu hamil. 267-281) . di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. target pencapaian. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. P : Nah ini Bu. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini.

. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. Di sini kan nggak ada Polindes.. P : Bu. (N2. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. Harus ada Kader tuh yang bantu. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. 314-322) . 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. N : ya hahahaha. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. efektif. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. tapi kan sudah disediakan Polindes. ini kan Margomulyo. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. kita bicara tentang Ibu. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. Saya kan tinggalnya di Margoagung.hehehehehe. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. P : Nah ini Bu. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. jadi nggak bisa memantau.

Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. ini kan ada tempat kosong. Eeee ntar Bu. dan dinas kesehatan (N2. selama ini ada. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. bisa mendeteksi? N : Iya. Nah Bu. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. P : Ibu ada masukan. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. 361-363) Penutup . Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. P : Oh itu benar Bu. tapi bukan untuk.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. P : Nah ini Bu. tapi khusus untuk koordinasi. baik banget itu yo nggak. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. sedang gitu aja. Iya. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. Cuma itu. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. kalau benar-benar jalan itu bagus. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh.

biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. N : Selama ini. Jadi ada fungsinya gitu lho. Makasih ya Bu.saya. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. uda semuanya Bu. P : Terus pelatihan Kader gitu. . Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. ya baru 6 bulan sekali. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. P : Per semester berarti Bu? N : Iya. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu.

Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. eee. Wawancara selesai pada pukul 13.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. saat itu diruangan ada peneliti. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya.. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B. berhubung Ibu Kader PHBS. ini penelitian saya tentang PHBS bu. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat . N : Waalaikum salam.56 WIB. Suasana diruangan cukup tenang. dan seorang teman peneliti. kemarin ya. narasumber. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. pukul 13.. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu..Narasumber Ketiga A... P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg.

P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. apakah disitu ada yang merokok. P : Terus Bu. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. Sehat kalau Nggak salah itu.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. P : Ya udah. 53-57) dalam seluruh . P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. ehem PHBS itu sendiri Bu.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. Praktek pertolongan gitu. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. Baru di bentuk apa pengurus. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e. P : Margoagung. kebersihan lingkungan. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. umpamanya lho itu. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3.

P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. kendala mungkin. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. Oh dari anu. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. koq belum ada dana untuk PHBS. P : Terus ini Bu. P : Terus Ibu. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. kendalanya dimana? N : Yo. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. Iyo to. N : Hallah Nggak kelihatan e. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. tapi panjang itu belum tentu kotor. mungkin Ibu bisa lihat. ini ada 20 point Bu. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. Intinya bersih gitu. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. sekarang masih susah e. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. dari Puskesmas. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. P : Terus Ibu. Dianjurkan untuk itu tadi. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. terus ada seperti reksol itu. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. masyarakat. mungkin ada saja to kendalanya. 77-82) .

P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. rutin. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. karena ada bantuan juga sini. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus jentik dirumah Bu. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. ditempat saya aja masih ada e. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. P : Terus. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. 93-150) . hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. dari Kelurahan. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban.

P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. mengajak masyarakat langsung (N3. kartu askes udah banyak. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. ibunya ya lengkap anak siapa. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. melakukan pendataan. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. udah dilatih. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. P : Jadi itu ya Bu tadi. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. 183-187) program berjalan .150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. ini mau dimulai lagi lomba besok. dari kecil udah nganu. P : Kalau Kader Bu. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. sudah nggak ada yang dari tanah. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. umur berapa.

P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. apa cuci tangan pakai sabun. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. P : Terus nah. Cabut-cabut rumput itu. 219221) Penutup . P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. sukar e ngajak masyarakat. kalau makan diajak berdoa. P : Haah 2009? N : Ee 2008. Desa Siaganya itu yang baru. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. nggak ada tergetnya. P : Terus Ibu.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. kalau. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah.

soalnya jam 2 itu saya gini Bu. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. Iya to. ada diskusi sedikit. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. masih banyak kurangnya to heeeheee. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. minta maaf aja. Ya mungkin gini Bu. N : Iya.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini..asslamualaikum . P : Sekitar jam-jam duaan gitu. Kayaknya sudah cukup e mas. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. P : Ya sudah Bu ya. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa.

dan seorang teman peneliti.53 WIB. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . narasumber. Wawancara selesai pada pukul 12.Narasumber Keempat A. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak. Pertama Pak. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Terima kasih Pak atas waktunya. saat itu diruangan ada peneliti. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Suasana diruangan cukup tenang. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. pukul 11.

. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. bidan desa. terus ada Bidan Desa. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. pencegahan penyakit endemis. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. P : DB? N : Iya. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. kepala desa dan kesra (N4.. Kepala Desa dan Kesra. P : Terus Pak.. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. kader. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. jadi lebih dini. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes.

maka akan bidan akan menangani lebih dulu. sehingga benar mengadakan. Tetap lewat mekanisme. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. satu Desa cuman satu. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. haa seluruh komponen masyarakat. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. satu Desa itu empat Bidan. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . P : Nah ini lagi Pak. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. Terus jadi ada empat.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. P : Targetnya Pak.Sakit. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun.

itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. Dinkes (N4. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. iya dari pagi sampe. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. P : Ini Pak saya punya Pak. N : Ee saya koq lupa ya. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. N : Ada. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. kita memang dari Desa Siaga itu.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. P : Kalau PHBS Pak. nek mungkin disitu juga ada. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. Diantara memang ada sepuluh. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. 135-145) . Lupa sekali saya lupa. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

Secara kebetulan. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. ASI eksklusif. olahraga. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. cuman ini to. jamban besih sehat. Asi. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. semua ada. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. 303-316) . lemas. nggak sehat. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. Tapi untuk gambaran. menimbang tiap bulan. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. merokok ini susah.tidak merokok. Itu meninggal gara-gara perokok berat. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. Seratus Persen ditolong Bidan. Kami tidak mau anu.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. dan yang merokok ini. disitu orang merokok semua. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. jentik di rumah. Pengolahan sampah. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. air bersih. kalau Toga ada ya. nggak ada lagi. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan.

masa bodoh. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. Kemarin akhir tahun saya cek. khusus untuk di kampung saya. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. Satu. N : Iya. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. e seratus sepuluh to persis. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat.. karena kami kan 13 Dusun. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. dari tahun. terima kasih banyak ya Pak ya. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga.. sekian dulu wawancaranya…. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. sangat tinggi. Paling. sangat. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain.. wilayah Utara. itu paling kerasa dan yang saya paling. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. 326-338) Penutup . kalau bagi kami itu. Tengah. Saran dari kami ya ada. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. 13 Dusun 3 Wilayah. saya nilai cukup. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. paling itu kerasa..

desa siaga itu. Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. A2 (ZN).. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang.Focus Group Discussion A. A4 (SR). A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan.anu. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini. Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja.. pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD).. kita mulai aja ya bu. Diskusi selesai pada pukul 16.... P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen. A3 (BS). terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN).04 dengan suasana yang santai.hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . pukul 15..04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. (berfikir lama)… Saya lupa e. dan ketentuan dalam diskusi.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras.30 WIB. : 7 Februari 2010. Baiklah. 10 Berhubung hujan. cara jalannya diskusi. Diskusi dimulai pukul 15....

... Hehehe…. A2...bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas..ga hapal semuanya…. A3 : hehehehe…... masakan harus bersih. lingkungan harus bersih... P : terus untuk PHBS nya sendiri.. A3 : masih sama.. ada jamban.. balita dibawa keposyandu. orang hamil diperiksakan kebidan..hehehe (tertawa) A5 : kalau saya. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu.apa lagi ya. A5 : hahahhaa….. tidak membuang sampah sembarangan. A4. eee.lali aku… Udah mas…..perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit. dah itu saja. makan sebisa mungkin bergizi.( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya....(tertawa) A1... kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita…. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . rumah harus bersih.perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee.. sikatan tiga kali sehari.20 25 A2 : Saya belum tau juga…. A1... Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm... (Memotong pembicaraan) .... bersih lingkungan.... dilarang merokok. A2 . P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu.lupa saya….A5 : yakin. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan..saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan. mandi dua kali sehari.prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.harus hidup sehat.

.3. biar data yang saya dapatkan bisa akurat. Mulai dari yang pertama.65 70 75 P : bentar bu. P : Menggunakan jamban sehat A1. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. A2..2.4. baik. terus sekarang ditambah jadi 20..5 : baik. kepercayaan 90 95 100 105 . Poin pertama. saya jelaskan dulu.4.3. A3 : sudah dilaksanakan…. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. lalu pertama kali disini ada 15. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) . yaaa. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya..4.5 : baik.. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya….4 : tersenyum A5 : hehehe….5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.3 : nah itu.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya.(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah.. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai. memberi bayi ASI eklusif ? A2. A2.3. A2. dari pusat kan ada 10.akan saya tanyakan satu persatu ya bu. A1 : permasalahannya kan.5 : iya sudah dilaksanakan….4.2.4.. baik….5 : sudah…..3.3. Iya kan bu?? A1..

.3..hehehe…. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin. A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis..gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa…. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…...(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur….ee..5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai. tahu tempe itu kan lauk ya mas.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”….. Ada juga yang belum memiliki jamban.2.4 : oooh enggak…….kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya.. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah.3. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya.. gitu….(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang.P : hahaha…..5 : sudah…. kekali aja deket..4..2.(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.3.. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.2. Itu bagi orang yang ortodok..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam..4.110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”.. bisanya ke wc yang panjang. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.5.” A1.hahaha (tertawa) ..

jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok.kadang kadang saja….. tapi tamunya yang merokok…..4.2.2.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok. salak. dan kalau buah juga kalau ada uang….. rambutan. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu...3. 2 bulan balik lagi mas….hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 . dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung..3.pernah disuruh berhenti. Kan suami saya pedagang keliling mas. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas…. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu.. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli….hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari..4. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan.5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1.(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.hehe….160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli….dan anak saya itu sekali makan tiga…. terutama pisang…. papaya. dll….

jamkesos ada.sudah diterapkan…. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1..kadang seimbang kadang tidak…. jamsostek ada..4. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1.4. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.2.3. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.2. jamkesda ada….5 : sudahh……..2.2.3.3.. itu kan udah data jaman kapan mas.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1. A5 : dulu malah swadaya masyarakat.4. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.205 merokok.2.. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1.5 : ya itu tadi.3. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.4.5 : sudahh…. udah lama itu mas…. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.3. A3 : jamkesmas ada.2.5 : adaaa…….4.4. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.4.5 : sudah…….3. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1.3.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .

...hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas…... Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik .baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…..4 : iya mas.4...tapi kan untuk dikampung susah mas…. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu.hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri..hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu.tapi ga dikelola….2.. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas..memang belum dikelola…. banyak mas….4.5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa. A1... Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu….5 : (manggut manggut) P : ok..untuk buang sampah…..\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….. bisa kotor semua…. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa..3 kali sehari malah jalan mas….untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3. A2.255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas. daun sendiri.

mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB. dan mencuci .