ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

S (K) iii . Dr. Punik Mumpuni Wijayanti.Kes Disahkan Dekan Prof.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. Sp.Sc.Med. Sunarto. dr. M. H. Rusdi Lamsudin. M. M.Kes Penguji drg.

18 Februari 2010 Arie Patramanda iv . dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakarta.

drg. M. membimbing saya. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan.Kes. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. saling berbagi informasi. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. 3. 5.Med. Prof. selaku dosen penguji. diantaranya kepada : 1. dukungan. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. v . hilir – mudik dari kampus ke desa. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Orang tua yang sangat aku cintai. M. konsultasi. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. 6. Sp. Sunarto. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. terima kasih atas izin dan bantuannya. Dr. 4. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. dr.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. selaku dosen pembimbing utama. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. dr. S. Sc. Mawardi. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. terima kasih atas masukan-masukannya.E dan mamaku Siti Hajar. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. papaku M. Punik Mumpuni Wijayanti. Rusdi Lamsudin.S(K).

Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Dewi Aryanti . Akhir kata. Kepada Eko Arya Sandi. 9. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. Jerrisky. Ihsan. Dhani. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Rizky Al Fajar. Okky. Yogyakarta. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. 11. Abdul haris. Yusuf. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Mufti. Syaiful bin Usman. Asri Yoanita. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain.7. Soipe. 19 Februari 2010 Penulis vi . Rizky Kurniawan. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Bayu. yang sudah mau berbagi tawa bersama. 10. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. melakukan hal-hal yang menyenangkan. Dalam penyusunan karya tulis ini. Prima. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Dyah arum Kusumaningtyas. Isti. Inandra Prayogi. Kepada Ade rahmayanti. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. sampai menunggang kuda bersama. 8. Dwi Aprilia. Sufron. Erma. Tria Arisanti. Adit. Hairul Asri. menemani setiap saat. Dian Hertisa.

Indikator PHBS 2.1.2.2.2. Definisi Desa Siaga 2.4.2. Perilaku 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I.3. Manfaat Penelitian BAB II. Tujuan Desa Siaga 2. Tujuan PHBS 2. Konsep Dasar Desa Siaga 2.5. Latar Belakang 1.4.1. Keaslian Penelitian 1.2.1.5.3. Rumusan Masalah 1.3. PENDAHULUAN 1. TINJAUAN PUSTAKA 2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.3.3.1.3. Tujuan Penelitian 1. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii . Sasaran PHBS 2.2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Manfaat PHBS 2.2.3.2.2.

FGD 3. Desa Margomulyo 4.3. Observasi 3. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.7.7. PHBS dalam Desa Siaga 4.5.5.5. Teknik Pengumpulan Data 3.5.1. Instrumen Penelitian 3.2. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii . Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. Proses Pengambilan data 3.4. Teknik Analisis Data 3.6. HASIL dan PEMBAHASAN 4.2.9.4.1. Pelaksanaan Penelitian 3. Etika Penelitian BAB IV. Kerangka Konsep 2.3. METODOLOGI PENELITIAN 3. Jenis dan Sumber Data 3.2. Penilaian 2.5.2.1. Pertanyaan Penelitian BAB III.4. Subyek dan Obyek Penelitian 3.5.2. Dokumentasi 3.3.5.3. Subyek Penelitian 3.4.5. Triangulasi 3. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.2.1.8.6.4.2.7.5.1. Wawancara 3. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.5. Obyek Penelitian 3. Data Narasumber 4.2. Persiapan Penelitian 3.3.

Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix . SIMPULAN dan SARAN 5.1. Saran dan Tanggapan BAB V. Simpulan 5.2.4.7.

Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Hubungan perilaku. dan individu Gambar 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. lingkungan.

Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Sumber Biaya Tabel 4. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2.DAFTAR TABEL Tabel 1. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3.

Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Foto Penelitian xii . Panduan Wawancara Lampiran 4. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. 20 Indikator PHBS Lampiran 9. Transkrip Wawancara Lampiran 11. Koding Lampiran 10. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8.LAMPIRAN Lampiran 1. Transkrip FGD Lampiran 12.

Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. dokumentasi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. dan triangulasi. keberhasilan pencapaian >75%. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. xiii . Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. focus discussion group (FGD). Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. desa siaga. PHBS di Desa siaga. wawancara mendalam. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat.

depth interviews. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. the success of achieving> 75%. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. Keywords: behaviour of life clean and healthy. and not the achievement of all existing indicators. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. the performance of cadres and the role of good health. focus group discussion (FGD). PHBS in the village margomulyo. because it determines the health of 30%. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. Conclusions: PHBS program has been running well. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. The collection of data by way of non-participatory observation. documentation. desa siaga. and triangulation. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. xiv . Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. not in terms of the functioning of the existing village health post.

Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. sekolah. dan tatanan tempat-tempat umum. yaitu lingkungan sehat. 2004).BAB I. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . yang dilandasi paradigma sehat. tempat kerja. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. PENDAHULUAN 1. mencegah risiko terjadinya penyakit. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. 2008). Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. sarana kesehatan. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010.1. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. adil dan merata (Depkes. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. 2004). dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus.

Puskesmas dan jaringannya. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. melindungi diri 2 . serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Masalah kesehatan terus berkembang. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Polio. mencegah resiko terjadinya penyakit. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. HIV-AIDS. 2004). Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. dan Flu Burung. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. Dengan demikian. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks.

Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY.dari ancaman penyakit. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. Pos Obat Desa. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. kecelakaan. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Oleh karena itu. 2008). desa siap-antar-jaga. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. kurang gizi. Kabupaten Sleman. Melihat potensi tersebut. 3 . Selain itu. dan lain-lain. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. 2009). kejadian bencana. Polindes. Kecamatan Seyegan. dana sehat. dan dijadikan sebagai desa percontohan. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga.

penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan.2.4. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ . keluarga. 4 . masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .3.1.

4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. dan masyarakat. pembiayaan dan sarana).Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. ambulan desa. posyandu. tim siaga bencana. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. penggalangan dana masyarakat. poskesdes. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. dan dukungan masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. surveillan. poskesdes. serta kebersihan lingkungan. dan lokasinya di Desa Margomulyo. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. aparat pemerintah. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. kebersihan lingkungan. warung obat desa. pencatatan dan pelaporan. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. kelompok donor darah. 5 . tabulin. kelompok donor darah. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. tabulin.

3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. 6 .5. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. serta pola hidup bersih sudah baik. 1. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. b. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. pelaksanaan desa siaga.

2007). Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. 2003).1. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. 2006). Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. TINJAUAN PUSTAKA 2.BAB II. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . 2) Operant respons atu instrumental respon. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. cahaya terang menyebabkan mata tertutup.2003). Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan.

lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. E= environment. kelompok sosial. B E P Gambar 2. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. emosi. situasi. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). norma-norma. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. tanggapan. Formulasi berwujud B= behavior. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. adalah faktor yang memungkinkan 8 . Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. pengetahuan. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. P= person. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. sikap. pengetahuan. persepsi. b) faktor pendukung (enabling). persepsi. lingkungan. isu sosial. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. STIMULUS (individu. Perilaku. 2005). dan individu (Walgito. Hubungan perilaku. demikian sebaliknya. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir.

dan sebagainya. sarana. dan lainnya. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. 2006 didaptasi dari Green. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. yaitu faktor internal dan eksternal. dana.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. c) faktor pendorong (reinforcing). keluarga. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . lingkungan. fasilitas. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. seperti pengaruh teman.

c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. meningkatkan.2. dipelihara. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. 2. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . 2007). Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga.2.1.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial.

yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. tabungan bersalin (Tabulin). dan pengasuh anak (Depkes. kabupaten/kota diseluruh Indonesia.2. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. jaminan pemeliharaan kesehatan. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. 2.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. 2. 2007).2. 2005). arisan jamban. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. kemauan. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 2007). ibu hamil dan ibu menyusui. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. 2.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. kelompok pemakai air.masyarakat maupun pada keluarga.2. 2008). 11 . Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. anak dan remaja. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. anak tumbuh sehat dan cerdas. usia lanjut. kesehatan.

Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes.3. tidak merokok didalam rumah. kegawatdaruratan. keluarga berperilaku 12 . meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. wabah. bayi diberi ASI eklusif.3. 2008). 2. menggunakan jamban sehat. melakukan aktivitas fisik setiap hari. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. makan buah dan sayur setiap hari. penimbangan bayi dan balita.3. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga.2. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. 2. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. rumah bebas jentik. meningkatnya keluarga sadar gizi.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat.2. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. menggunakan air bersih. 2008). dsb). Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan.1. khususnya meningkatkan pengetahuan. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. Konsep Dasar Desa Siaga 2. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.2.

swasta. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. peraturan. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. 13 . tokoh agama. kepala desa. sarana dan lain-lain. pejabat terkait. kepala dusun/RW.4.3. seperti tokoh masyarakat. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes.2.3. 2. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan.4. 2006). Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. Tabel 1. 2. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya.3. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. dana. kader serta petugas kesehatan. donatur dll (Depkes 2007). perempuan dan pemuda. seperti camat. 2008).1. LSM. tenaga.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY.

3. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk.2. 14 .4. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas.4. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif.2. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga. 2.2.2. 2.4. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan.2.4. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini.

Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. balita. purnama. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. madya. pertolongan pertama cedera trauma. keracunan. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya.5.3. mandiri). bencana dll. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. gigitan binatang. Dimulai dari kegiatan pengumpulan.2. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. pengelolaan. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. pembuluh darah dan syok. 15 . c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. DBD.

tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. hijau. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. kuning. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. Disusun dalam empat tingkat (skor). c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi).

Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Kerangka konsep penelitian 17 . d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes.4. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. nilai 2 jika 2 UKBM. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2.

Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2.5. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 . Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. PERTANYAAN PENELITIAN 1.2. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4.

Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci.BAB III. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 .2. kompleks. 3. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. dinamis dan penuh makna (Sugiyono. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). 2007).2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. 3. METODOLOGI PENELITIAN 3. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). 2008). teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala.1.1.

2008). dan bidan. Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan.2. 3. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. tokoh masyarakat. dalam hal ini adalah masyarakat. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. tenaga kesehatan dan bidan. tenaga kesehatan. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. 20 . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. 1) Tempat : Desa Margomulyo. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data.2. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. kader PHBS. Kecamatan Seyegan.3. informan. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). berbagai setting dan berbagai cara.yang dipelajari. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. kader PHBS. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). tokoh masyarakat.

serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.4. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Peneliti mencatat. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif .(Sugiyono. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton.1. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. antara lain . Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. Teknik Pengumpulan Data 3. baik secara akademik maupun logistik. 3. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 .5. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku.3.2. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur.5. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.5.

dan masyarakat setempat. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. sketsa dan sebagainya.permasalahan yang akan ditanyakan. tokoh masyarakat.5. surat-surat dan sebagainya. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . bidan.3. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. 3. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup.4. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. kader.5. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. biografi. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. 3.

wawancara mendalam. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. dan FGD. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Triangulasi 23 . Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi.5. 3. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. dokumentasi. bidan. dan masyarakat setempat. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. 2008).5. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi.

Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . mencari dan menemukan pola. mensintesiskannya. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. mengorganisasikan data. Dalam penelitian ini. Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. 2000).sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.6. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong.

2005). Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. memfokuskan pada hal-hal yang penting. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. properti-properti dan dimensi-dimensinya. mencari pola dan temanya. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. Pada tahap berikutnya.hal-hal yang pokok. Ini adalah tahap awal pengkodean. (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). maka 25 . Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. Tahap terakhir adalah koding selektif.

peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 .2.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. 3. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak.7. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten.7. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. Namun. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data.7. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. Kecamatan Seyegan. 3. Persiapan Penelitian 3. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. hipotesis atau teori. Setelah itu. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. peneliti melakukan persiapan. peneliti masih menggunakan snow ball effect. pena dan kertas. rekorder. dapat berupa hubungan kausal. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya.1. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber.

pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan. Sebelum melakukan wawancara. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. 3.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data.

Informed Consent. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Anonimity. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. 3. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman.9. 2. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. 28 . Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. 3. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Confidentially. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian.

dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. Kamal Kulon. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Mangsel. 1 SLTP. 4 Bidan praktek swasta. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. Tabel 2. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. Sompokan.1. 12 Posyandu lansia. Kregolan. 1 Dokter praktek swasta. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. Gerjen. Kasuran. Kabupaten Sleman. Ngemplak. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Jingin. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. 8 SD. Jumeneng. 13 Posyandu balita. dan Jamblangan. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.BAB IV. 1 Poskesdes.976 orang yang belum bermata pencaharian. dan 1 SMA. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . Daplokan. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Mriyan.

RW. 37 tahun (Masyarakat) 4. 60 tahun (Kader) : NY.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5.(CP 142-146)"..7. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu. WN. SN. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara. 38 tahun (Kader) : Ny..keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn.. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. mau. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny.. “.3. SG.8. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny.2. terus rumah berlantai bukan tanah. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. buang Air BAB di WC. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1. NS. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny.3. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik..6.2. beberapa narasumber mengutarakan : “. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. SR.. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu..4. 48 tahun (Masyarakat) : Ny.9) dengan uraian . ZN. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny... BS. CP.

Dengan demikian. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat.. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. tempat kerja... Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. agar bisa.. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. 2008). …….. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). mau.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya.Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam.. “. sekolah.menghindari dari ancaman penyakit. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. mau. sarana kesehatan.. dan tatanan tempat-tempat umum.

terus... Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. PHBS.. kepemilikan TOGA... BAB tidak di kali.(CP 152-173)”. melakukan aktivitas fisik setiap hari. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. imunisasi.. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. kepemilikan toga.. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran.. pendataan ibu hamil.teruss. terus cuci tangan pake sabun.tidak merokok yang saya hapal. 32 .... yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas. balita tidak dibawah garis merah. PUS ikut KB.. pemberian ASI eklusif. “. surveillan... walaupun ada beberapa indikator yang lain. terus lantai berdinding. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.untuk indikator PHBS sendiri. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS. Berdasarkan hasil temuan..pemberian ASI eklusif. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. tidak merokok didalam rumah. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. kepemilikan jaminan kesehatan. terusss.. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “.. menimbang balita setiap bulan.eeeee. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat.. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.. Posko kesehatan desa.(RW 163-172)”. kebiasaan gosok gigi.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. kebiasaan gosok gigi secara teratur. penerangan. tidak merokok didalam rumah. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari. kepemilikan jaminan kesehatan. menimbang balita setiap bulan.. imunisasi.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. KADARZI. cuci tangan pakai sabun.

“.. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah.4. alat tulis..Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa.. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”.. swadaya masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda. 33 .oleh kabupaten sleman sendiri.. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain.... (CP 94-96)”.. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku..Dari APBDes. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun.Dari Pusat.. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan.. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan...4... “. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. bantuan pemerintah desa. swadaya kader..Kalau dari Pemerintah Daerah.. Tabel 3. arisan. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun. terus dari desa juga memberikan kontribusi.Ada (RW 132-143)”..

1.000. 1. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya. biaya pertemuan masyarakat.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik.000 300. kecamatan.000. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. 34 .000 200. juga ada anggaran sendri dari APBDes.yang digunakan. mulai dari pendataan oleh bendahara. dan lain-lain.650. yang akan berlanjut ke tingkat desa.000 1..650. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya.000 1. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. masih ada Rp.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4. Di tingkat desa.yang belum digunakan. transportasi. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.550. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada . Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000.. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik.000.000 750. biaya operasional.

dalam bentuk Yandu... kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT.. baik dari instansi terkait seperti kepala desa.. Dari pengamatan peneliti. seperti melakukan Posyandu. (NS 155-179)”. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri...Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. penjadwalan. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan.Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. dukungan masyarakat juga sangat baik. Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “. pendataan di Posyandu. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. “. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”.dan mengarahkan untuk hidup sehat itu.. Kesra.. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri..... dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat... dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan. “. berperan aktif dalam kegiatan. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.Ya nanti to mencatat Balita.. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya... pemetaan PHBS... kalau saya sebagai bidan . membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. (RW 267-281)”.Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. dan lainnya.. kampanye. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. 35 . ..

. KADARZI.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak.. 53-57)”.(N3.. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada. kepala desa. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan. kesra. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga. “.. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”.. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. bank darah. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. bank darah.5. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak.. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. PHBS.... kader. Posyandu. seperti diungkapkan dibawah ini : “. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”...yang terlibat.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun.(RW 36-59)”.oiya satu lagi... balita Gizi buruk.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat. terus pelaksananya dari kader sendiri. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. dan masyarakat sendiri. teruuus seksi posyandu. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya.. serta kesehatan lingkungan.. bidan desa. “. pengamatan penyakit. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. terus apa. pengamatan penyakit. pendatan Ibu hamil.. kesehatan lingkungan..... 36 .. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. bersih-bersih Dusun..4.. perilaku hidup bersih dan sehat.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih. ambulan desa. tokoh masyarakat.

haa seluruh komponen masyarakat. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. kesra... lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi.. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa.. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik... bidan..Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades.. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). .“. terus ada Bidan Desa. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.. “. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya.(CP 52-61)”. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan. Lewat kader sosialisasinya. atau eeee……leaflet... masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat. kader... Beberapa narasumber mengatakan : “. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 . Puskesmas. “. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat... kemudian akan diinformasikan ke bidan desa.(SN 46-52)”..(SN 54-62)”.. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada..Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat.

. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik...himbauan oleh Departemen Kesehatan. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember.. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas.Terus setelah 38 . perencanaan. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman..Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Program PHBS dievaluasi setiap semester. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. dan lainnya. Pelatihan PHBS. misalnya rokok.6. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. Pemetaan PHBS. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader.... seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . 4. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya.. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga.

. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. memeriksakan kehamilan sesuai standar.. memberantas jentik nyamuk dirumah.. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik..sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo...(CP 205224)”.. laporan gizi buruk. apa cuci tangan pakai sabun. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit.... dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . makan sayur dan buah setiap hari.. (SN 183-187)”.. gizi seimbang. kesehatan lingkungan. pemberian ASI eklusif. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%. Poskesdes. memiliki jaminan kesehatan. “. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan... Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. lantai rumah bukan dari tanah.. terus laporan-laporannya sudah masuk semua.. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik.Kinerjanya ya.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. PUS ikut KB. imunisasi lengkap pada bayi. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. penimbangan balita setiap bulan.. “. melakukan aktivitas fisik setiap hari.. dan lainnya. dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik.(RW 185-190)”. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada. laporan PHBS. ada laporan ibu hamil. menggunakan air bersih. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to...

Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. dan pengelolaan sampah. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. hubungan antar personil kurang. Peneliti mengamati selama penelitian.. dan komitmen kesra kurang (CP.. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. “.. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang.. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. 40 .setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik. Namun kenyataannya. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. 230250)..(RW 61-77)”. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada.. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. saran promosi. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. tidak merokok didalam rumah... Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa).

.(WN 166-169)”.suami saya sendiri merokok. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban. cara penggunaan jamban. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. cara perawatan. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat. dan lainnya. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya... seperti pernyataan narasumber berikut : “. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. 2 bulan balik lagi mas…. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban.pernah disuruh berhenti.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat.. 41 .

. “. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah.. “... banyak kendalanya (NS 139-140)”. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 .. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada. kan ga enak mas... (SR 177-179)”.pengolahan sampah. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya...Terus pengelolaan sampah.... seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”.. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat.tapi ya kalau ada tamu itu tadi.(SN 269-270)”..paling. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya.

menanggulangi 43 ..Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif..Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1.. Berikut kutipan wawancaranya : “..perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga..Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan... sendiri. “. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya.... masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan... dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga.. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya.(N4.. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya.(N2. 294-300)”... Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali.. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. 4.5. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. 303-316)”.. 254-266)”.. “.

Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. tujuan dan indikatornya.1. Simpulan 1. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. dan masyarakat. 2. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. SIMPULAN dan SARAN 5. keberhasilan pencapaian >75%. 5.1. instansi terkait. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. koordinasi. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. serta dukungan dari semua stakeholder. 5. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. pihak yang terlibat.2.2. konsep Desa Siaga. sosialisasi.BAB V. menanggulangi bencana. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan. 5. 4. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. 44 . 3. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS.

5. 5.2. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. 3. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.3. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga. 5.2.2. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. 45 . Bagi pengurus Desa Margomulyo 1.2. 2.4. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi.

Prenada Media Group: Jakarta. Yogyakarta Download tanggal 26 46 .indoskripsi. 2007. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. pukul 22. Azwar. Raja Grafindo Persada: Jakarta.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. 2007. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. http://one. Tesis. Yogyakarta Azhar.35 WIB. 2008. Djonny. Burhan. 2008. Desember 2009. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. 2007. S. Pustaka pelajar offset. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. 2002. 2005. Burhan. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. 2008. Departemen Kesehatan RI. 2009. Darmawan. Bungin.DAFTAR PUSTAKA Anis. Yogyakarta. Taufik. Analisis Data Penelitian Kualitatif. 2008. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. Universitas Gadjah Mada. FK UII. 2008. Penelitian Kualitatif. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. FK UGM. Departemen Kesehatan RI. Yogyakarta Bungin.

Moleong. Download tanggal 29 Desember 2009. H. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. matsum. PT. 2005. 2008.N. Kes. Vol 3. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara.11 WIB. 2007. 2005. No. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. Rake Sarasin: Jakarta. Machfoedz. hal 26-28.Hermansyah. Perilaku Manusia. hal 9-11. 2008. Samsunuwiyati. Universitas Gadjah Mada. Tesis. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Yogyakarta. No. Soekidjo. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. 47 . 2007. 2005. Alfabeta: Bandung. pukul 23. Ircham dkk. 2006.html-. E. Muhadjir. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. Rosadakarya: Bandung.2 April. Kes.3. Belajar Mudah Penelitian. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga .J. Yogyakarta Riasmini. 2008. K. 2007. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. Polisiri. 2002. M. Rineka Cipta: Jakarta. FK UGM. PT Refika Aditama:Bandung. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. Metode Penelitian Kualitatif. Agus. Poewandari.com/2008/05/determinanperilaku. Vol. Fitramaya: Jakarta Matsum. L. Notoadmojdo. Nurjasmi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.1 Januari. Determinan Perilaku.blogspot. Ridwan.

edisi 03. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. hal 10-13. Utarini. S. Sastroasmoro. Yogyakarta. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2002. Mediakom Departemen Kesehatan. Sugiyono. 2008. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. 2006. Des. Binarupa Aksara: Jakarta. Universitas Gadja Mada. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Memahami Penelitian Kualitatif. Pascasarjana. 48 . 2007.Soeparmanto. Sudigdo.A. Alfabeta: Bandung. A. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan.

LAMPIRAN .

. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.………………………………………………………. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… . identitas narasumber akan dirahasiakan.. Yogyakarta. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.

Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Prosedur 1. Penjelasan 1. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Pengantar 1. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Setelah selesai. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. apakah itu salah atau benar 6.

Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5.

Tahap Awal a. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. pengalaman dan saran iii. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Pendapat. pengalaman. Pembukaan i. Penjelasan i. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Prosedur i. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat.

Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut .iv. dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif. tidak saling memotong pembicaraan v. Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2.

peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . Sebelum diskusi diakhiri. Tahap Penutup a.

Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Forum Masyarakat Desa 2. Pengembangan Kadarzi 8. Poskesdes 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak . UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. PHBS Sumber Pendanaan 1. Lingkungan Sehat 7. Suveilans 5.

Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2.

Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. kader. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. 3. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . 2. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. 4. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. dan unsure desa yang terkait. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). kepala dukuh. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. bidan. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. Komponen Desa Siaga a. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1.

Donor darah. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Ambulan desa. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Pengamatan penyakit. Koordinator oleh bidan desa. Keluarga sadar gizi (KADARZI). perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Bendahara. . Kesehatan ibu dan anak. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Kesehatan lingkungan. Tim kegawatdaruratan bencana. Sekertaris. c.

bidan. kader. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. 6. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. seminar. pemberian pelayanan kesehatan. DBD. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. dll. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. PHBS. gizi. Pertemuan didesa. para tokoh masyarakat. dll. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. balita. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. dan TBC 5. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. Kesehatan ibu dan anak. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. 7. promosi kesehatan. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. Mulai dari mayarakat setempat. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. Penyuluhan. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini.d.

mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Pengelolaan sampah xix. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. dll. Pemberian ASI eklusif iii. Gizi seimbang xii. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Pemilkan TOGA xx. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. belum terkelolanya sampah dengan baik. Imunisasi lengkap pada bayi xv. PUS ikut KB xvi. Bebas jentik nyamuk viii. Tidak merokok didalam rumah xi. Penimbangan balita setiap bulan iv. . Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Menggunakan jamban sehat vii. Memiliki jaminan kesehatan xiv. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. i. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. kebiasaan mandi disungai. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. Penggunaan air bersih v. Makan sayur dan buah detiap hari ix.

Kesehatan Lingkungan 7. Kesehatan Ibu dan Anak 4. Posyandu . PHBS 9. Kegawatdaruratan Bencana 2. Sutardjo Ny. Ambulan Desa 6. Pengamatan Penyakit 3.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Bank Darah 5. Marsudi Bendahara : Ny. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8.

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Menggunakan air bersih 5. Imunisasi lengkap pada bayi 15.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Menimbang balita setiap bulan 4. Pengelolaan sampah 19. Kebiasaan gosok gigi . Makan sayur dan buah setiap hari 9. Memiliki TOGA 20. Memberikan ASI eklusif 3. Menggunakan jamban sehat 7. Tidak merokok didalam rumah 11. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. PUS ikut KB 16. Memiliki jaminan kesehatan 14. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Gizi seimbang 12.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. dan tokoh masyarakat (N1. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. dan melalui pelatihan (N1. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. kader. kepala desa dan kesra (N4. bidan koordinator. kader. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. leaflet atau poster oleh puskesmas. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. kepala desa. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1.Pembina dari kecamatan. bidan desa. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2. kader. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . puskesmas.

32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . 193-195) Jika ada masalah kesehatan.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. dan dinas kesehatan (N2. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. poskesdes (N2. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. perumusan masalah. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. mulai dari pemetaan. bidan koordinator. pemetaan dan kampanye PHBS (N1.

225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. saran promosi. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. posyandu. dan program lainnya (N4. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. pertemuan yang selalu diundur. dll (N2. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. (N2. dan komitmen kesra kurang (N1. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. adanya pelaporan. hubungan antar personil kurang. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1.(N1. dll.

penggunaan jamban sehat. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4.

penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. (N2. 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 254-266) .

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B.Narasumber Pertama A. saat itu diruangan ada peneliti. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. pukul 12. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.53 WIB. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas. Suasana diruangan cukup tenang.eeee…. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12.. apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. dan seorang teman peneliti.. mau. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. Wawancara selesai pada pukul 12. narasumber. dan mampu untuk mengenali masalah .

bank darah. teruuus seksi posyandu.. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan.. bank darah. PHBS.eeee….apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. pengamatan penyakit... kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1.ummm (berfikir) ……. kecamatan. kader. keluarga sadar gizi… P : umm. kepala desa. leaflet atau poster oleh . Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. perilaku hidup bersih dan sehat..15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu.. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan.... mau.. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. N : oiya satu lagi. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. serta kesehatan lingkungan. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. P : dari penjelasan mas tadi. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. puskesmas. bencana. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. posyandu. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti. ambulan desa.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.eeee…...jadi tidak dibiarkan begitu saja…. pengamatan penyakit.apa namanya…. dan KIA ( N1. terus pelaksananya dari kader sendiri. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii. dan tokoh masyarakat (N1. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana. tapi juga dari puskesmas. ambulan desa. tulisan dikoran oleh kabupaten kota.. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. penyakit menular.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.bisa dikatakan bagus.

P : dari mau dulu ya mas? N ... P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas.. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat. P : terus... sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. atau eeee……leaflet. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas. 91-99) .kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1.. N : oke.. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu.. dokter. DINKES DIY. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. iya dari mau dulu.mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. dan dari desa sendiri (N1.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi.60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. mau.emmmm. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades... Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. kesra. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik.. P : oke.……. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. P : oke…. kabupaten sleman.. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1. dan melalui pelatihan (N1.

dan derajat kesehatan lainnya (N1.. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada.ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya. dll (N1... dan output (N1. teruuus SBH.. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi. Hehehe…. lurah. Yang kedua. kalau gak gitu kan pada gak mau…. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri.eeee…. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. berjalan tidaknya UKBM. Terus..pusat kedaerah sampai sejauh ini ada.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. proses. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan.. angka kematian bayi. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. UKBM. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. .. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input. UKBM itu kan meliputi posyandu.(berfikir) dari. POD. mau. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu.(tertawa) P : hehehe…. proses. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi....105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari.tapi prinsipnya itu.(tertawa) Terus mas. TOGA. DINKES DIY juga memberikan kontribusi... UKGMD. UKK.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. usia harapan hidup. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input. UKGS.

mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1.mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri.. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis . karena bisa dilihat dibuku...... aktivitas fisik setiap hari. berapa angka kematian bayi.apa namanya. kepemilikan TOGA.....eeeee.. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut. kepemilikan jaminan kesehatan.. ummmmm……...teruss..... terus.. karena yang dari pusat kan masih umum….. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1. P : oke. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu..150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. terus cuci tangan pake sabun. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut.pemberian ASI eklusif..berhubung tema saya tentang PHBS mas. tidak merokok didalam rumah..jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya. terus eee.. terusss. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu..baiklah…..eeeee.(berfikir)…. P : Oke.. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit.... Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.eeeee.. berapa usia harapan hidupnya.. menimbang balita setiap bulan.... kebiasaan gosok gigi secara teratur... imunisasi.. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1.

..belum 100 persen. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum.. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. P : oke mas. biologi.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. dan lainnya. Dan kalau didesa yaaaaa. dan sebagainya.ketua.nanti saya ambilkan….ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. mulai dari pemetaan. saran promosi. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester.. sekretaris. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe….. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua.terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar.. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. misalnya rokok. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo.. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. terus seksi-seksi.... . perumusan masalah. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir..(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS ..ada…... kimia. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun….. bendahara. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan.

. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa.eeeee. dll. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali.... Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. video. P : oooo margomulyo yang pertama. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya.. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi... Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut. terus dari hubungan antar personil kurang. dan lainnya..kampanye itu buka kampanye seperti partai ya. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga. dan komitmen kesra kurang (N1..kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. 279-282) . Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo.hahahahha(tertawa)…. Misalnya ketuanya. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan.terus hubungan antar personil yang relative kurang.. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan.. di SD terutama margomulyo. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1... 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster. dia yang bertanggung jawab mengarahkan.

Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus.317-335) . pemetaan dan kampanye PHBS (N1. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah.283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. lurah.. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. P : tanggapan mas.. kader. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri.. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. dan dukungan bidan desa siaga (N1. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. P : terus. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah..kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan... adanya pelatihan khusus untuk calon kader.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. RT. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu.hehehe..

. tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua..indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru.waalaikumsalam ..wasalamualaikum mas…. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas... Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa... Yang kedua.emmmmmm...... supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses.. jadi harus selalu ada.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.. N : oiya. P : yaaah itu saja dulu mas.. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat. Terus.. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat... Data sampah keluarnya sampah.yang pertama itu tadi.eeeeeeee.. ada peningkatan..kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas…. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga....hehehe. P : apakah mas ada saran.masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.. Eeeeeeee. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop..

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. di Poskesdes itu 3. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. nggak pakai. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. nggak ada. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. Lewat kader sosialisasinya. Itu yang mau aja. dan anggaran dari desa sendiri (N2. terus apa pertama itu kan sosialisasi. Tiap Dusun ada 2. ada macam-macam to. pembentukan. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. terus itu ke MMD SMD itu. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. kalau kayak pengumuman. belum sama sekali. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. satu Kelurahan 3. P : Oke.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. tapi nggak stand by di Kelurahan. Plankplank. pemkab sleman. kan jarang to yang mau. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. sudah tau semua. 132-146) . P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. ada Ambulance Desa. brosur gitu? N : Nggak.

Ya itu yang saya tau cuma itu. buang air di WC. penerangan. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. ada 20 kalau nggak salah. tapi sekarang saya kan nggak tahu. balita tidak dibawah garis merah. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. P : La terus ini Bu. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. pengembangan. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. balita tidak di bawah garis merah. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. (N2. lanjut. BAB tidak di kali. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. terus rumah berlantai bukan tanah. BAB tidak di kali. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. balita tidak dibawah garis merah. dll (N2. adanya pelaporan. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. buang Air BAB di WC. dll (N2. ini Bu. 185-190) . P : Terus Bu.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. dan mandiri (purnama) (N2. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. dll. tapi nggak hapal e. balita tidak dibawah garis merah. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. lantai berdinding. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. terus lantai berdinding.

mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. Udah. Ada Warsa. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. ada laporan ibu hamil. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. itu besok-besok. ke tingkat pengembangan. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. Madya. Madya. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. ya masuk pengembangan aja. dll (N2. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. N : Tadi pembentukan sudah. tiap bulan. yang 3 Kader itu terus nanti saya. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. Nanti targetnya kena nggak. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. tapi nggak urut ya mas. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). pertemuan yang selalu diundur. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. bidan koordinator. P : Karya. laporan PHBS. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. Purnama? N : Ha a. laporan gizi buruk. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . Karya. poskesdes (N2. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. Purnama.

P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. P : Oke. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. Ini Pak Lurahnya kan ganti. P : Nah ini Bu. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. jadi saya tergantung sama pak lurah. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. 267-281) . Terus kadang Balita yang. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. baik untuk ibu hamil. target pencapaian. dananya selalu ada.

P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. efektif. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. Di sini kan nggak ada Polindes. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. (N2. P : Bu. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. jadi nggak bisa memantau. P : Nah ini Bu.hehehehehe. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana.. kita bicara tentang Ibu. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. Harus ada Kader tuh yang bantu. ini kan Margomulyo. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. 314-322) . Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. tapi kan sudah disediakan Polindes. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. N : ya hahahaha. Saya kan tinggalnya di Margoagung. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan..295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun.

bisa mendeteksi? N : Iya. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. sedang gitu aja. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. P : Nah ini Bu. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. P : Ibu ada masukan. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. P : Oh itu benar Bu.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. Eeee ntar Bu. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. Iya. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. ini kan ada tempat kosong. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. Cuma itu. 361-363) Penutup . Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. tapi khusus untuk koordinasi. selama ini ada. dan dinas kesehatan (N2. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. baik banget itu yo nggak. Nah Bu. tapi bukan untuk. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. kalau benar-benar jalan itu bagus.

ya baru 6 bulan sekali. . P : Per semester berarti Bu? N : Iya.saya. Jadi ada fungsinya gitu lho. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. uda semuanya Bu. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. N : Selama ini. Makasih ya Bu. P : Terus pelatihan Kader gitu. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya.

Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya. Suasana diruangan cukup tenang. narasumber.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber.. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. pukul 13.. ini penelitian saya tentang PHBS bu. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. berhubung Ibu Kader PHBS. dan seorang teman peneliti. Wawancara selesai pada pukul 13. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat .56 WIB.Narasumber Ketiga A. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. eee.. saat itu diruangan ada peneliti.. kemarin ya.. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. N : Waalaikum salam. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B.

P : Terus Bu. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. Praktek pertolongan gitu. Baru di bentuk apa pengurus. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu .15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. ehem PHBS itu sendiri Bu. P : Margoagung. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e. apakah disitu ada yang merokok. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. umpamanya lho itu. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. 53-57) dalam seluruh . Sehat kalau Nggak salah itu. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. kebersihan lingkungan. P : Ya udah.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2.

dari Puskesmas. kendala mungkin. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. Dianjurkan untuk itu tadi. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. P : Terus Ibu. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. P : Terus ini Bu. Iyo to.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. sekarang masih susah e. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. kendalanya dimana? N : Yo. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. 77-82) . P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. mungkin Ibu bisa lihat. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. N : Hallah Nggak kelihatan e. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. Intinya bersih gitu. ini ada 20 point Bu. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. koq belum ada dana untuk PHBS. tapi panjang itu belum tentu kotor. masyarakat. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. terus ada seperti reksol itu. Oh dari anu. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. P : Terus Ibu. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. mungkin ada saja to kendalanya. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu.

P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Terus jentik dirumah Bu. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. dari Kelurahan. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. ditempat saya aja masih ada e. 93-150) . karena ada bantuan juga sini. P : Terus. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. rutin. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3.

150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. udah dilatih. P : Kalau Kader Bu. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. kartu askes udah banyak. melakukan pendataan. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. umur berapa. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. mengajak masyarakat langsung (N3. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. P : Jadi itu ya Bu tadi. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. sudah nggak ada yang dari tanah. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. 183-187) program berjalan . ini mau dimulai lagi lomba besok. ibunya ya lengkap anak siapa. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. dari kecil udah nganu.

P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. sukar e ngajak masyarakat. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. Desa Siaganya itu yang baru. kalau. kalau makan diajak berdoa. P : Terus nah. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. nggak ada tergetnya. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. Cabut-cabut rumput itu. apa cuci tangan pakai sabun. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. P : Haah 2009? N : Ee 2008. P : Terus Ibu. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. 219221) Penutup .

P : Ya sudah Bu ya. Kayaknya sudah cukup e mas. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya.. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu.asslamualaikum . Iya to. Ya mungkin gini Bu. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. P : Sekitar jam-jam duaan gitu. minta maaf aja. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. N : Iya. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. ada diskusi sedikit.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. masih banyak kurangnya to heeeheee.

Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Pertama Pak.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan.53 WIB. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B. narasumber. pukul 11. saat itu diruangan ada peneliti. Wawancara selesai pada pukul 12. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Suasana diruangan cukup tenang. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak.Narasumber Keempat A. dan seorang teman peneliti. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Terima kasih Pak atas waktunya.

kepala desa dan kesra (N4. terus ada Bidan Desa. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. P : Terus Pak. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. P : DB? N : Iya. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. jadi lebih dini. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat .. Kepala Desa dan Kesra. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga.. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil.. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. kader. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. bidan desa. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. pencegahan penyakit endemis. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB.

satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. satu Desa cuman satu. sehingga benar mengadakan. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. P : Targetnya Pak. satu Desa itu empat Bidan. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. Terus jadi ada empat. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. haa seluruh komponen masyarakat. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. P : Nah ini lagi Pak.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif.Sakit. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. Tetap lewat mekanisme. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4.

apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. P : Ini Pak saya punya Pak. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. 135-145) . Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. iya dari pagi sampe. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. P : Kalau PHBS Pak. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. Lupa sekali saya lupa. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. Diantara memang ada sepuluh. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. nek mungkin disitu juga ada. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. kita memang dari Desa Siaga itu. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. Dinkes (N4. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. N : Ee saya koq lupa ya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. N : Ada.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

Asi. jamban besih sehat. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. lemas. olahraga. Pengolahan sampah. jentik di rumah.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. Tapi untuk gambaran. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. Secara kebetulan. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. menimbang tiap bulan. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. dan yang merokok ini. Kami tidak mau anu.tidak merokok. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. kalau Toga ada ya. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. air bersih. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. ASI eksklusif. nggak ada lagi. nggak sehat. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. Seratus Persen ditolong Bidan. disitu orang merokok semua. cuman ini to. merokok ini susah. Itu meninggal gara-gara perokok berat. 303-316) . semua ada. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak.

masa bodoh. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga.. Tengah. 326-338) Penutup . karena kami kan 13 Dusun. e seratus sepuluh to persis. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. sangat tinggi. khusus untuk di kampung saya. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. dari tahun. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. Saran dari kami ya ada. N : Iya. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. Kemarin akhir tahun saya cek. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. Paling. sekian dulu wawancaranya…. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. sangat. itu paling kerasa dan yang saya paling. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. kalau bagi kami itu. Satu.. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah.. paling itu kerasa. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. saya nilai cukup. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya.. terima kasih banyak ya Pak ya. 13 Dusun 3 Wilayah. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. wilayah Utara.

04 dengan suasana yang santai. Diskusi dimulai pukul 15. A3 (BS). cara jalannya diskusi. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. : 7 Februari 2010.hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD).. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen. 10 Berhubung hujan.. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi.. Diskusi selesai pada pukul 16.. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja.anu.. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan.30 WIB. dan ketentuan dalam diskusi. Baiklah. pukul 15..04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN). (berfikir lama)… Saya lupa e.desa siaga itu.. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee.. A4 (SR). kita mulai aja ya bu. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. A2 (ZN). Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B.. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras. Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman.. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini.Focus Group Discussion A.

lingkungan harus bersih. mandi dua kali sehari. A2. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita…... sikatan tiga kali sehari. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan.lali aku… Udah mas….perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee..perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit.harus hidup sehat.prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan... Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm... makan sebisa mungkin bergizi. A3 : masih sama.... balita dibawa keposyandu... perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu.. A3 : hehehehe….. P : terus untuk PHBS nya sendiri. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . A2 .....hehehe (tertawa) A5 : kalau saya. Hehehe…. A5 : hahahhaa…..lupa saya…. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya.. bersih lingkungan. dah itu saja..... A1... (Memotong pembicaraan) .. ada jamban. eee. A4.....A5 : yakin.. masakan harus bersih.ga hapal semuanya…. tidak membuang sampah sembarangan.20 25 A2 : Saya belum tau juga….saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan. rumah harus bersih.(tertawa) A1..apa lagi ya.bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas. dilarang merokok. orang hamil diperiksakan kebidan.

. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya…. A2. lalu pertama kali disini ada 15.3.5 : baik. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. Poin pertama.4 : tersenyum A5 : hehehe…. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai.4.2. baik…..5 : baik. yaaa. kepercayaan 90 95 100 105 . Mulai dari yang pertama. saya jelaskan dulu.3. A3 : sudah dilaksanakan….akan saya tanyakan satu persatu ya bu..5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.4...4.. baik.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya.5 : sudah…. biar data yang saya dapatkan bisa akurat. A2.. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.5 : iya sudah dilaksanakan….3. A1 : permasalahannya kan.65 70 75 P : bentar bu. terus sekarang ditambah jadi 20.4.3.(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah. P : Menggunakan jamban sehat A1.3 : nah itu.4. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. A2.3.. dari pusat kan ada 10.2.. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) .. memberi bayi ASI eklusif ? A2. Iya kan bu?? A1.

bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”…..5 : sudah….... A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.hahaha (tertawa) .4..110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”.4 : oooh enggak……. tahu tempe itu kan lauk ya mas.P : hahaha…. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah. Ada juga yang belum memiliki jamban..3.ee.5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1..3.. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup….. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa….. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin.5... bisanya ke wc yang panjang..(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.2.” A1.3.(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur…. gitu….hehehe…. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.2..(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang..4.kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya. Itu bagi orang yang ortodok.. kekali aja deket. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya.2..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.

(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok. papaya... buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan.2. 2 bulan balik lagi mas….3. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu..5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 .hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok.3.4.dan anak saya itu sekali makan tiga…. terutama pisang…. tapi tamunya yang merokok….5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas….hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1.. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung. salak..hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu..2.4. dan kalau buah juga kalau ada uang…. dll…. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok.kadang kadang saja….. rambutan. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu.hehe….hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…..160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli….pernah disuruh berhenti. Kan suami saya pedagang keliling mas.(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.

2. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.5 : ya itu tadi.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1. jamsostek ada.3.3. udah lama itu mas…. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.4.4..5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1. jamkesda ada…. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.2.2..5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .5 : sudah…….205 merokok.3.5 : adaaa…….4. tapi ya kalau ada tamu itu tadi. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1.4. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas.3. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.2.. itu kan udah data jaman kapan mas.2. A3 : jamkesmas ada. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1.5 : sudahh….4..kadang seimbang kadang tidak…. jamkesos ada. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.3.2.4.5 : sudahh…….3.4.sudah diterapkan….3. A5 : dulu malah swadaya masyarakat..

A1.4..4.3 kali sehari malah jalan mas…. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas. banyak mas….tapi kan untuk dikampung susah mas….. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas..baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3. daun sendiri..hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas….5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa.. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas..tapi ga dikelola…. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu….255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas... kalau tidak 3 kali sehari saya sapu. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik .... baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya..4 : iya mas.hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu.\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…....hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri.. A2. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….memang belum dikelola….untuk buang sampah…..5 : (manggut manggut) P : ok.2. bisa kotor semua….

dan mencuci . mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful