ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

M.Kes Disahkan Dekan Prof. dr. Sunarto. Punik Mumpuni Wijayanti. Rusdi Lamsudin.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr.S (K) iii . Dr. M. H.Sc.Med.Kes Penguji drg. Sp. M.

Yogyakarta. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .

Prof. 5. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. hilir – mudik dari kampus ke desa. 4. dr. Sunarto. selaku dosen penguji. M. dukungan. selaku dosen pembimbing utama. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Dr. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. S. terima kasih atas masukan-masukannya. drg. M. konsultasi.E dan mamaku Siti Hajar. Sp. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. terima kasih atas izin dan bantuannya. saling berbagi informasi. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. Mawardi. 3. v . serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. membimbing saya. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. 6.KATA PENGANTAR Alhamdulillah.S(K). dr. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Punik Mumpuni Wijayanti. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. diantaranya kepada : 1. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. Orang tua yang sangat aku cintai.Med. Sc. Rusdi Lamsudin.Kes. papaku M.

Akhir kata. Rizky Kurniawan. Dian Hertisa. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. 11. Dwi Aprilia. Rizky Al Fajar. Erma. Yogyakarta. Hairul Asri. Kepada Ade rahmayanti. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. 9. menemani setiap saat. Dewi Aryanti . Kepada Eko Arya Sandi. Abdul haris. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Prima. Ihsan. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. 19 Februari 2010 Penulis vi . Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Yusuf. 8. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Syaiful bin Usman. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. 10. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. sampai menunggang kuda bersama. yang sudah mau berbagi tawa bersama. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Mufti. Bayu. Soipe. Sufron. Isti. Jerrisky. Inandra Prayogi. Dalam penyusunan karya tulis ini.7. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Okky. Tria Arisanti. melakukan hal-hal yang menyenangkan. Adit. Asri Yoanita. Dhani. Dyah arum Kusumaningtyas. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau.

4. Indikator PHBS 2.2.5. Rumusan Masalah 1. Keaslian Penelitian 1.2.3.2. Manfaat Penelitian BAB II.2.2. Tujuan PHBS 2.3.3. PENDAHULUAN 1. Perilaku 2. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .1.1.5. Latar Belakang 1.1.2. Definisi Desa Siaga 2. Tujuan Desa Siaga 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I. TINJAUAN PUSTAKA 2.3.2.3. Konsep Dasar Desa Siaga 2.4.2.2. Manfaat PHBS 2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.1. Tujuan Penelitian 1.3. Sasaran PHBS 2.3.

PHBS dalam Desa Siaga 4. Pertanyaan Penelitian BAB III. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2.7. Persiapan Penelitian 3. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4. Teknik Analisis Data 3. Kerangka Konsep 2.5.1.5.3.1.1. Triangulasi 3.2. Penilaian 2. Subyek Penelitian 3. Wawancara 3. Observasi 3.3.1.5. Data Narasumber 4.2.4.3.5.5. Etika Penelitian BAB IV. Pelaksanaan Penelitian 3. Instrumen Penelitian 3. HASIL dan PEMBAHASAN 4.9. Obyek Penelitian 3.2. Teknik Pengumpulan Data 3.5.5.4.4. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3.5.5. Proses Pengambilan data 3. Subyek dan Obyek Penelitian 3.7. Desa Margomulyo 4. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii .4.7. METODOLOGI PENELITIAN 3.5.3. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.2. Jenis dan Sumber Data 3. Dokumentasi 3.6. FGD 3.2.8.6.3.2.1.4.2.2.

Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .4. SIMPULAN dan SARAN 5.2.7. Saran dan Tanggapan BAB V. Simpulan 5.1.

Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Hubungan perilaku. lingkungan. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. dan individu Gambar 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2.

Sumber Biaya Tabel 4.DAFTAR TABEL Tabel 1. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3. Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2.

20 Indikator PHBS Lampiran 9. Transkrip FGD Lampiran 12. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Foto Penelitian xii . Transkrip Wawancara Lampiran 11. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Panduan Wawancara Lampiran 4. Koding Lampiran 10.LAMPIRAN Lampiran 1. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7.

desa siaga. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. focus discussion group (FGD). Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. wawancara mendalam. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. keberhasilan pencapaian >75%. xiii . Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. dokumentasi. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. karena menentukan 30 % derajat kesehatan.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. PHBS di Desa siaga. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. dan triangulasi. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik.

because it determines the health of 30%. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. desa siaga. xiv . and not the achievement of all existing indicators. The collection of data by way of non-participatory observation. and triangulation. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. documentation. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. focus group discussion (FGD). Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. the performance of cadres and the role of good health. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. PHBS in the village margomulyo.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. the success of achieving> 75%. Keywords: behaviour of life clean and healthy. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. not in terms of the functioning of the existing village health post. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. depth interviews. Conclusions: PHBS program has been running well.

mencegah risiko terjadinya penyakit. 2008).BAB I. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . yang dilandasi paradigma sehat. PENDAHULUAN 1. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. adil dan merata (Depkes. sarana kesehatan. yaitu lingkungan sehat. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. sekolah. tempat kerja. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. 2004). Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. dan tatanan tempat-tempat umum. 2004). Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan.1. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus.

Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. mencegah resiko terjadinya penyakit. Puskesmas dan jaringannya. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. 2004). Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. Masalah kesehatan terus berkembang.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Polio. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. HIV-AIDS. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. dan Flu Burung. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Dengan demikian. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. melindungi diri 2 . dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi.

penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. 3 . Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. Selain itu. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. Kecamatan Seyegan. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. 2008).dari ancaman penyakit. 2009). Kabupaten Sleman. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. Pos Obat Desa. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. dan lain-lain. Melihat potensi tersebut. kurang gizi. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. Oleh karena itu. kejadian bencana. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. kecelakaan. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. Polindes. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. dan dijadikan sebagai desa percontohan. desa siap-antar-jaga. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. dana sehat.

1. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ .4. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1.3. masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti. keluarga.2. 4 . Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah . penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu.

tim siaga bencana. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. tabulin. ambulan desa. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. pembiayaan dan sarana). hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. kebersihan lingkungan. aparat pemerintah. poskesdes. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. serta kebersihan lingkungan. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. kelompok donor darah. surveillan. dan dukungan masyarakat. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. dan masyarakat. 5 . Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. warung obat desa. penggalangan dana masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. posyandu. dan lokasinya di Desa Margomulyo. pencatatan dan pelaporan.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. poskesdes. tabulin. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. kelompok donor darah.

tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. b.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. serta pola hidup bersih sudah baik. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga.5. pelaksanaan desa siaga. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. 1. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. 6 . Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo.

yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. 2007). Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. 2003). 2006). Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. 2) Operant respons atu instrumental respon. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo.2003). Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati.BAB II. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu.

dan individu (Walgito. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. lingkungan. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. E= environment. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. P= person. Perilaku. Hubungan perilaku. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). pengetahuan. situasi. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. persepsi. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. sikap. b) faktor pendukung (enabling). tanggapan. Formulasi berwujud B= behavior. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. emosi. pengetahuan. demikian sebaliknya. B E P Gambar 2. isu sosial. Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. adalah faktor yang memungkinkan 8 . 2005).behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). norma-norma. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. STIMULUS (individu. kelompok sosial. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. persepsi. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri.

dan sebagainya.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. sarana. keluarga. fasilitas. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. 2006 didaptasi dari Green. seperti pengaruh teman. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. yaitu faktor internal dan eksternal. c) faktor pendorong (reinforcing). dan lainnya. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. lingkungan. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. dana.

dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 .2.1. 2. 2007). c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.2. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. meningkatkan. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. dipelihara. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya.

dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 2007). kabupaten/kota diseluruh Indonesia.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. 2008). masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu.2. jaminan pemeliharaan kesehatan. dan pengasuh anak (Depkes. 11 . kelompok pemakai air. anak tumbuh sehat dan cerdas. anak dan remaja. tabungan bersalin (Tabulin). kemauan.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. ibu hamil dan ibu menyusui. 2007). 2. kesehatan. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. arisan jamban. 2.2. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.2. 2005). 2. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada.masyarakat maupun pada keluarga. usia lanjut. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.

tidak merokok didalam rumah.3. menggunakan air bersih.2. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. penimbangan bayi dan balita. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. bayi diberi ASI eklusif. Konsep Dasar Desa Siaga 2. 2008).2. Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. khususnya meningkatkan pengetahuan. wabah. kegawatdaruratan. 2008). bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga.2. 2. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. dsb).1. meningkatnya keluarga sadar gizi. 2. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. menggunakan jamban sehat.3. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. melakukan aktivitas fisik setiap hari. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat.3. makan buah dan sayur setiap hari. keluarga berperilaku 12 . rumah bebas jentik.

2006).4.3. pejabat terkait. LSM. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. kepala dusun/RW. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. dana. kader serta petugas kesehatan. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. peraturan. kepala desa. perempuan dan pemuda.3.3.4. tokoh agama. 2. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. 13 . Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto.1. seperti camat. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. sarana dan lain-lain. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga.2. tenaga. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. donatur dll (Depkes 2007). swasta.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. 2. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. 2008). Tabel 1. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. seperti tokoh masyarakat.

2. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik.2.4. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat.4. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik.4. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna.2.4. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas.2. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. 2. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif.2.3. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk.2. 14 .

Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan.3. mandiri). bencana dll. DBD.2. pembuluh darah dan syok. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. 15 . keracunan. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. pengelolaan.5. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. gigitan binatang. pertolongan pertama cedera trauma. madya. balita. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. purnama. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. Dimulai dari kegiatan pengumpulan.

tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . kuning. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. Disusun dalam empat tingkat (skor). Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. hijau. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah.

nilai 2 jika 2 UKBM. d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan.4. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Kerangka konsep penelitian 17 .

PERTANYAAN PENELITIAN 1. Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 . Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3.5.2.

Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place).2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif.1.1.BAB III. 2007). 2008).2. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). 3. 3. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). kompleks. analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin. dinamis dan penuh makna (Sugiyono. METODOLOGI PENELITIAN 3.

Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. 1) Tempat : Desa Margomulyo. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. tokoh masyarakat. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). dalam hal ini adalah masyarakat. berbagai setting dan berbagai cara.2. kader PHBS. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat.yang dipelajari. kader PHBS. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. informan. tenaga kesehatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. 2008). 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Kecamatan Seyegan. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. 3.2. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian.3. 20 . Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. tenaga kesehatan dan bidan. dan bidan. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. tokoh masyarakat.

1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. 3. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. baik secara akademik maupun logistik. Peneliti mencatat.(Sugiyono. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur. antara lain . penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.1.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif.4.5. Teknik Pengumpulan Data 3. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti.5. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 .5. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton.3. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.2.

Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 .5. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif.3. surat-surat dan sebagainya. dan masyarakat setempat. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup.5. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. sketsa dan sebagainya. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. biografi. 3. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. 3. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. bidan.permasalahan yang akan ditanyakan. kader.4. tokoh masyarakat.

Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif.5. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. wawancara mendalam. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. Triangulasi 23 . 2008). dokumentasi.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader.5. bidan. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. dan masyarakat setempat. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. dan FGD. 3.

memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. mencari dan menemukan pola. Dalam penelitian ini. Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong.6. 2000). aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. mengorganisasikan data.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. mensintesiskannya.

Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. Tahap terakhir adalah koding selektif. (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). memfokuskan pada hal-hal yang penting. mencari pola dan temanya. Pada tahap berikutnya. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. 2005). koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. maka 25 . dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. properti-properti dan dimensi-dimensinya. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori.hal-hal yang pokok. Ini adalah tahap awal pengkodean. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari.

Namun. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data. dapat berupa hubungan kausal. Kecamatan Seyegan. peneliti masih menggunakan snow ball effect.2.7. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. pena dan kertas. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. Persiapan Penelitian 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara.7. 3. 3. rekorder. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. peneliti melakukan persiapan. Setelah itu.1. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. hipotesis atau teori. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.7. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten.

hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. 3. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. Sebelum melakukan wawancara.

menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. 28 . lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. Confidentially. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. 3.9. Informed Consent. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. 3. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. 2. Anonimity. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber.

1 SLTP. Jumeneng. 13 Posyandu balita. Tabel 2. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ngemplak. 12 Posyandu lansia. Kamal Kulon. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. 8 SD.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Kasuran. 1 Dokter praktek swasta.BAB IV.976 orang yang belum bermata pencaharian. Kabupaten Sleman. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . HASIL dan PEMBAHASAN 4. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . dan Jamblangan. Mriyan. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. Sompokan. Gerjen. 1 Poskesdes. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. dan 1 SMA. Kregolan. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. Jingin. Mangsel. 4 Bidan praktek swasta. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Daplokan.1.

Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. WN.. SR. 60 tahun (Kader) : NY.8. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny..7. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya.. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn.4.. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. ZN. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.2.. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny.6. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny. NS. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 .keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. beberapa narasumber mengutarakan : “. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu. terus rumah berlantai bukan tanah. 38 tahun (Kader) : Ny...4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5. mau.2. CP. 37 tahun (Masyarakat) 4. SN.(CP 142-146)". 48 tahun (Masyarakat) : Ny.. “. SG.9) dengan uraian .3. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.3..RW. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik. buang Air BAB di WC.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. BS.

Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga..Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal.. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat.menghindari dari ancaman penyakit. “. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. agar bisa. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). 2008).. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. dan tatanan tempat-tempat umum. sekolah. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. ……. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 .(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. Dengan demikian.. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. mau. mau. sarana kesehatan. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular.. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”.. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya.. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. tempat kerja.

. kebiasaan gosok gigi secara teratur. imunisasi...... terus. Berdasarkan hasil temuan.teruss. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. terus lantai berdinding. kepemilikan jaminan kesehatan. melakukan aktivitas fisik setiap hari. kebiasaan gosok gigi... kepemilikan toga. PUS ikut KB. surveillan. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS..eeeee... pendataan ibu hamil.(CP 152-173)”. cuci tangan pakai sabun.untuk indikator PHBS sendiri. imunisasi.. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu.pemberian ASI eklusif. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. BAB tidak di kali.. penerangan...tidak merokok yang saya hapal. PHBS. terus cuci tangan pake sabun. tidak merokok didalam rumah. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. tidak merokok didalam rumah. KADARZI. kepemilikan jaminan kesehatan. terusss.. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat.. walaupun ada beberapa indikator yang lain. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “.. menimbang balita setiap bulan. “. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.. balita tidak dibawah garis merah. 32 .. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. pemberian ASI eklusif. menimbang balita setiap bulan. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari..(RW 163-172)”. kepemilikan TOGA. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. Posko kesehatan desa..

Dinkes DIY juga memberikan kontribusi..... alat tulis. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda...4.. “.Dari Pusat.oleh kabupaten sleman sendiri.Ada (RW 132-143)”. 33 .. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan.. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “.. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain.Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. “. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun.Dari APBDes. terus dari desa juga memberikan kontribusi..Kalau dari Pemerintah Daerah. Tabel 3. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan. bantuan pemerintah desa. arisan. swadaya kader. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK.. (CP 94-96)”. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku...4.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah.... swadaya masyarakat..

Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY.. dan lain-lain.650.yang digunakan. 1. biaya pertemuan masyarakat. kecamatan. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. Di tingkat desa. yang akan berlanjut ke tingkat desa.000 750.000 200. mulai dari pendataan oleh bendahara. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. masih ada Rp.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000 1. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada .550.000. biaya operasional.000. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. juga ada anggaran sendri dari APBDes. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas.000 1.650.yang belum digunakan.. 1. 34 . transportasi. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik.000.000 300. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.000.

Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT.. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu... kampanye.. Dari pengamatan peneliti. kalau saya sebagai bidan . “.... Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “.. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan... Kesra..Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.Ya nanti to mencatat Balita. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan.dalam bentuk Yandu. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan. dan lainnya. (NS 155-179)”.. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS. dukungan masyarakat juga sangat baik. .. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. penjadwalan.Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat... jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.. pemetaan PHBS. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. pendataan di Posyandu. (RW 267-281)”. baik dari instansi terkait seperti kepala desa... kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa.. seperti melakukan Posyandu.dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. berperan aktif dalam kegiatan.. “. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri..Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat.. 35 .

teruuus seksi posyandu.. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil. dan masyarakat sendiri. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”.. bersih-bersih Dusun. pendatan Ibu hamil. tokoh masyarakat.. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.(N3. pengamatan penyakit. bidan desa. serta kesehatan lingkungan.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat. 53-57)”.. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. PHBS... kepala desa. kesehatan lingkungan.. bank darah... perilaku hidup bersih dan sehat. terus pelaksananya dari kader sendiri.. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. ambulan desa. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak.4. bank darah..Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun.. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “.(RW 36-59)”.. terus apa..disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. kader. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. penanggulangan kegawatdaruratan bencana... pengamatan penyakit..oiya satu lagi..5. Posyandu. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. kesra.. balita Gizi buruk. seperti diungkapkan dibawah ini : “..yang terlibat.. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan. 36 . “.. “.. KADARZI..

Lewat kader sosialisasinya. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat.. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi.kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa..Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat.... atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 .. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo. Beberapa narasumber mengatakan : “. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan... .(SN 46-52)”. kesra. bidan. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.. terus ada Bidan Desa.haa seluruh komponen masyarakat. “. kemudian akan diinformasikan ke bidan desa. atau eeee……leaflet. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik.. “.Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades.. kader.. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada.. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat. Puskesmas... melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa).“...(CP 52-61)”. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra.(SN 54-62)”.. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa.

Pelatihan PHBS.. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya.himbauan oleh Departemen Kesehatan. Program PHBS dievaluasi setiap semester. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga.. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian.Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga.Terus setelah 38 . seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. 4. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik.. dan lainnya. misalnya rokok. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas.. perencanaan...6.. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan.. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS .. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga. Pemetaan PHBS. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader.

Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik... menggunakan air bersih... Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.. apa cuci tangan pakai sabun. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar... dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan. memberantas jentik nyamuk dirumah. lantai rumah bukan dari tanah. PUS ikut KB. kesehatan lingkungan. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit..Kinerjanya ya. imunisasi lengkap pada bayi. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada.. melakukan aktivitas fisik setiap hari. “. laporan gizi buruk. penimbangan balita setiap bulan. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. “. memiliki jaminan kesehatan.. terus laporan-laporannya sudah masuk semua. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. pemberian ASI eklusif. (SN 183-187)”. dan lainnya... dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo.(CP 205224)”.(RW 185-190)”. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. laporan PHBS.... makan sayur dan buah setiap hari.. Poskesdes. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%.... dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . memeriksakan kehamilan sesuai standar. ada laporan ibu hamil.sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi.. gizi seimbang. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber.

setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. dan pengelolaan sampah. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. Peneliti mengamati selama penelitian. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. saran promosi. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. hubungan antar personil kurang.(RW 61-77)”.. 230250). Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa.. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. tidak merokok didalam rumah. dan komitmen kesra kurang (CP. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). Namun kenyataannya....tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo.. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. “. 40 .setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik..

pernah disuruh berhenti. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat. seperti pernyataan narasumber berikut : “. 41 . Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat... beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. cara penggunaan jamban..Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat. cara perawatan. dan lainnya...(WN 166-169)”.suami saya sendiri merokok. 2 bulan balik lagi mas…. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban.

“. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 . banyak kendalanya (NS 139-140)”. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada... Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada.. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya. (SR 177-179)”..pengolahan sampah.. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun... seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”..tapi ya kalau ada tamu itu tadi.paling. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk...Terus pengelolaan sampah.(SN 269-270)”. kan ga enak mas. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan.... “.. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah.. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya.

dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga....Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga.. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya.Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1... 303-316)”... perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan. sendiri.5. Berikut kutipan wawancaranya : “. 4... dan juga meningkatkan kualitas kesehatan.. menanggulangi 43 . adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali.(N4.(N2. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. 294-300)”.. “. dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga.. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. 254-266)”.. “.Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk..perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada....

tujuan dan indikatornya. instansi terkait. pihak yang terlibat.2. 5. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS.1. menanggulangi bencana.BAB V. sosialisasi. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. 2. koordinasi. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik.1. keberhasilan pencapaian >75%. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. dan masyarakat. 4. 3. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. SIMPULAN dan SARAN 5. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan.2. serta dukungan dari semua stakeholder. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Simpulan 1. 44 . Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. 5. 5. konsep Desa Siaga.

agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.2. 3.3. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. 5. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.4. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. 5. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. 45 .2. 2. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi.5. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1.2.2. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.

FK UII. http://one. Tesis.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. FK UGM. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. Pustaka pelajar offset. 2002. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Azwar. 2009. 2007. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Bungin.DAFTAR PUSTAKA Anis. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. 2008. Penelitian Kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta. 2008. 2007. Burhan. Desember 2009. Djonny. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Yogyakarta Azhar. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. 2008. Yogyakarta. Analisis Data Penelitian Kualitatif. 2008. Taufik. Darmawan. S.35 WIB. Bungin. Burhan. Departemen Kesehatan RI. 2005. Dinas Kesehatan Propinsi DIY.indoskripsi. pukul 22. Departemen Kesehatan RI. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . 2008. 2007.

hal 9-11. 2007. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. 2005. hal 26-28. PT Refika Aditama:Bandung. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia.Hermansyah. 2006. M. 2002. 2007. Belajar Mudah Penelitian.3. matsum. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. Alfabeta: Bandung. Vol 3.11 WIB. Rosadakarya: Bandung. H. Metode Penelitian Kualitatif. K. Poewandari.J.1 Januari. Agus. Samsunuwiyati. Machfoedz. 2005. Yogyakarta Riasmini.com/2008/05/determinanperilaku. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. Rake Sarasin: Jakarta. FK UGM. Moleong. 2008. Ircham dkk. Vol. L. Notoadmojdo. Muhadjir. PT. No. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Soekidjo. 2007. Rineka Cipta: Jakarta. Fitramaya: Jakarta Matsum. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Download tanggal 29 Desember 2009. 2005. E. Ridwan.blogspot. Determinan Perilaku.2 April. Polisiri. Yogyakarta. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. pukul 23. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. Kes. 47 . Nurjasmi. Kes. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM.N. Tesis. Perilaku Manusia. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. 2007. Universitas Gadjah Mada. 2008.html-. 2008. No.

Sudigdo. Binarupa Aksara: Jakarta. Sugiyono. A.edisi 03. 2007. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. Memahami Penelitian Kualitatif. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Mediakom Departemen Kesehatan. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2008. Pascasarjana. Des. hal 10-13. 2006. S. 2002. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Utarini. Yogyakarta. Universitas Gadja Mada. Sastroasmoro. 48 .Soeparmanto.A. Alfabeta: Bandung.

LAMPIRAN .

Yogyakarta. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian. identitas narasumber akan dirahasiakan. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun..………………………………………………………. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… .

Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Penjelasan 1. Prosedur 1. Pengantar 1. Mengucapkan salam 2. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Setelah selesai. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. apakah itu salah atau benar 6. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3.

Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Pendapat. pengalaman. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Prosedur i. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. pengalaman dan saran iii. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Pembukaan i. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. Penjelasan i. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Tahap Awal a.

Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2. Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. tidak saling memotong pembicaraan v.iv. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif. dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader .

Tahap Penutup a. peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi .jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Sebelum diskusi diakhiri.

Lingkungan Sehat 7. Suveilans 5. PHBS Sumber Pendanaan 1. Forum Masyarakat Desa 2. Pengembangan Kadarzi 8.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Poskesdes 3. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak .

Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2. Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .

Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. dan unsure desa yang terkait. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Komponen Desa Siaga a. bidan. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. 2. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. kader. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. 3. 4. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. kepala dukuh.

Koordinator oleh bidan desa. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Sekertaris. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. . Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Donor darah. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Kesehatan ibu dan anak. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Tim kegawatdaruratan bencana. c. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Ambulan desa. Kesehatan lingkungan.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Bendahara. Pengamatan penyakit. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas.

balita.d. kader. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. bidan. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. Pertemuan didesa. Mulai dari mayarakat setempat. pemberian pelayanan kesehatan. dan TBC 5. seminar. 6. PHBS. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. para tokoh masyarakat. 7. dll. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. DBD. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. Kesehatan ibu dan anak. promosi kesehatan. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. dll. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. gizi. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. Penyuluhan.

i. Gizi seimbang xii. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. PUS ikut KB xvi. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Tidak merokok didalam rumah xi. dll.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Penimbangan balita setiap bulan iv. Pemilkan TOGA xx. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. Makan sayur dan buah detiap hari ix. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Penggunaan air bersih v. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Pengelolaan sampah xix. Bebas jentik nyamuk viii. Memiliki jaminan kesehatan xiv. Pemberian ASI eklusif iii. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. . belum terkelolanya sampah dengan baik. kebiasaan mandi disungai. Menggunakan jamban sehat vii.

Posyandu . Kegawatdaruratan Bencana 2. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Ambulan Desa 6. PHBS 9. Marsudi Bendahara : Ny. Kesehatan Lingkungan 7. Sutardjo Ny. Bank Darah 5. Pengamatan Penyakit 3. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Kesehatan Ibu dan Anak 4.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk.

Menimbang balita setiap bulan 4. Pengelolaan sampah 19. Memberikan ASI eklusif 3. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Tidak merokok didalam rumah 11. Kebiasaan gosok gigi . Lantai rumah bukan dari tanah 17. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Gizi seimbang 12. Memiliki TOGA 20. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Menggunakan air bersih 5. PUS ikut KB 16. Makan sayur dan buah setiap hari 9. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Memiliki jaminan kesehatan 14. Menggunakan jamban sehat 7.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . tulisan dikoran oleh kabupaten kota. leaflet atau poster oleh puskesmas. bidan desa. bidan koordinator. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. kepala desa. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. dan melalui pelatihan (N1. dan tokoh masyarakat (N1.Pembina dari kecamatan. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. kader. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. kepala desa dan kesra (N4. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. kader. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. puskesmas. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. kader.

58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. dan dinas kesehatan (N2.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. mulai dari pemetaan. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. poskesdes (N2. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. bidan koordinator. 193-195) Jika ada masalah kesehatan.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. perumusan masalah.

dll (N2. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. dan komitmen kesra kurang (N1. saran promosi.(N1. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. (N2. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. dan program lainnya (N4. adanya pelaporan. dll. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. posyandu. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. pertemuan yang selalu diundur. hubungan antar personil kurang. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat .

314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. penggunaan jamban sehat.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas.

294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 254-266) . 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. (N2. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4.penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010.eeee….53 WIB. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. pukul 12.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. saat itu diruangan ada peneliti. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas. mau..Narasumber Pertama A. Wawancara selesai pada pukul 12. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. narasumber.. dan mampu untuk mengenali masalah . Suasana diruangan cukup tenang. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. dan seorang teman peneliti. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan.

. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. puskesmas. posyandu. keluarga sadar gizi… P : umm. dan tokoh masyarakat (N1. ambulan desa.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. bank darah. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii.15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. dan KIA ( N1.apa namanya…. terus pelaksananya dari kader sendiri. penanggulangan kegawatdaruratan bencana... selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. bencana. penyakit menular.ummm (berfikir) ……. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. kader. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. pengamatan penyakit.. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1. kepala desa.eeee…. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1..eeee….. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. serta kesehatan lingkungan. tapi juga dari puskesmas.. kecamatan.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.. pengamatan penyakit.. perilaku hidup bersih dan sehat..bisa dikatakan bagus... ambulan desa. N : oiya satu lagi. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. teruuus seksi posyandu. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA.jadi tidak dibiarkan begitu saja…. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan. mau.. P : dari penjelasan mas tadi. leaflet atau poster oleh ..terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti. PHBS. bank darah. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut.

Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.. kesra. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. P : dari mau dulu ya mas? N ... 91-99) .kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya..sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya.emmmm. dan dari desa sendiri (N1.. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau..bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas. P : oke.. dokter.. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit.60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee…….……. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat.. kabupaten sleman. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. iya dari mau dulu.mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas... 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. atau eeee……leaflet. N : oke. dan melalui pelatihan (N1. P : oke…. DINKES DIY.. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas. P : terus. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1. mau.

TOGA. teruuus SBH...(tertawa) P : hehehe…. kalau gak gitu kan pada gak mau…. lurah. Terus. angka kematian bayi. UKBM. proses. proses.tapi prinsipnya itu.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari.. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. POD. dan output (N1. UKK.. berjalan tidaknya UKBM.. . mau. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi. Yang kedua. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.eeee…. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. UKBM itu kan meliputi posyandu. DINKES DIY juga memberikan kontribusi. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu. dan derajat kesehatan lainnya (N1. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada..(tertawa) Terus mas.. UKGS. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa... sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut. Hehehe….ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. usia harapan hidup. UKGMD.(berfikir) dari. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input.. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input.. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri.. dll (N1. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya.

ummmmm……... P : Oke.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. terus. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. terus eee.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. P : oke. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat... menimbang balita setiap bulan. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu.pemberian ASI eklusif..apa namanya....mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya.. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu. berapa angka kematian bayi.eeeee. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis .eeeee... imunisasi. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit..... karena bisa dilihat dibuku.. kebiasaan gosok gigi secara teratur.(berfikir)….baiklah…. terus cuci tangan pake sabun. kepemilikan TOGA.berhubung tema saya tentang PHBS mas.... berapa usia harapan hidupnya.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut..... untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas... 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1.eeeee....teruss. kepemilikan jaminan kesehatan. tidak merokok didalam rumah..... kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut.. terusss.. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1. karena yang dari pusat kan masih umum…..jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya.150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan. aktivitas fisik setiap hari..

Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum.nanti saya ambilkan…. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. sekretaris. dan lainnya. mulai dari pemetaan... perumusan masalah.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy..belum 100 persen.terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. kimia. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan... misalnya rokok.ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. terus seksi-seksi. dan sebagainya. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika.. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab..ketua. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. .. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1.. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1.. P : oke mas. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan. bendahara. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa...ada…. biologi.. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun…. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. Dan kalau didesa yaaaaa. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe….. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua.(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS . saran promosi..

dan lainnya. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah..... Kalau peluang yang kita berikan besar sekali. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga.. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus.eeeee. di SD terutama margomulyo.. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan.hahahahha(tertawa)…. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan.terus hubungan antar personil yang relative kurang. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis. P : oooo margomulyo yang pertama..kampanye itu buka kampanye seperti partai ya.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu... tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi.. terus dari hubungan antar personil kurang.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan.. 279-282) . dll.. dia yang bertanggung jawab mengarahkan. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus. dan komitmen kesra kurang (N1. Misalnya ketuanya.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. video. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1..

kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. kader.. RT. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan.. P : terus... tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. lurah. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. dan dukungan bidan desa siaga (N1.. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus.317-335) .hehehe. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. P : tanggapan mas.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya.. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh..283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan.

seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat...... jadi harus selalu ada. P : apakah mas ada saran...kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas…..masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat. Eeeeeeee.eeeeeeee. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.hehehe..indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20... Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas. ada peningkatan..waalaikumsalam . tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua. P : yaaah itu saja dulu mas.. N : oiya..emmmmmm.... supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS.. Data sampah keluarnya sampah. Yang kedua.wasalamualaikum mas….yang pertama itu tadi... P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat... Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.... Terus. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa.

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

kalau kayak pengumuman. Lewat kader sosialisasinya. P : Oke. terus apa pertama itu kan sosialisasi. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. Plankplank. ada macam-macam to.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. di Poskesdes itu 3. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. kan jarang to yang mau. sudah tau semua. satu Kelurahan 3. dan anggaran dari desa sendiri (N2. 132-146) . belum sama sekali. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. pembentukan. nggak ada. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. Tiap Dusun ada 2. ada Ambulance Desa. terus itu ke MMD SMD itu. tapi nggak stand by di Kelurahan. nggak pakai. brosur gitu? N : Nggak. pemkab sleman. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. Itu yang mau aja. tapi tiap Dusun ada 2 Kader.

balita tidak dibawah garis merah. ini Bu. balita tidak dibawah garis merah. penerangan. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. P : Terus Bu. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. terus lantai berdinding. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. dll. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. BAB tidak di kali. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. dll (N2. (N2. pengembangan.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. lanjut. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. lantai berdinding.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. buang air di WC. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. balita tidak di bawah garis merah. terus rumah berlantai bukan tanah. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. adanya pelaporan. Ya itu yang saya tau cuma itu. buang Air BAB di WC. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. 185-190) . tapi sekarang saya kan nggak tahu. balita tidak dibawah garis merah. tapi nggak hapal e. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. ada 20 kalau nggak salah. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. dan mandiri (purnama) (N2. BAB tidak di kali. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. dll (N2. P : La terus ini Bu.

kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. ke tingkat pengembangan. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. poskesdes (N2. Madya. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. tiap bulan. dll (N2. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. yang 3 Kader itu terus nanti saya. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. Ada Warsa. tapi nggak urut ya mas. Madya. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. P : Karya. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. Nanti targetnya kena nggak. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. laporan PHBS. Purnama? N : Ha a. ada laporan ibu hamil. N : Tadi pembentukan sudah. ya masuk pengembangan aja. Udah. laporan gizi buruk. pertemuan yang selalu diundur. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. Purnama. itu besok-besok. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. Karya. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. bidan koordinator.

P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. Ini Pak Lurahnya kan ganti. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. Terus kadang Balita yang. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. P : Nah ini Bu. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. itu kan hambatan tuh ya Ibu ya.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. target pencapaian. jadi saya tergantung sama pak lurah. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. baik untuk ibu hamil. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. P : Oke. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. 267-281) . 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. dananya selalu ada.

Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ.hehehehehe. Saya kan tinggalnya di Margoagung. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. kita bicara tentang Ibu. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. P : Nah ini Bu. N : ya hahahaha. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu.. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. Di sini kan nggak ada Polindes. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. (N2. efektif. ini kan Margomulyo. jadi nggak bisa memantau. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. 314-322) . P : Bu.. Harus ada Kader tuh yang bantu. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. tapi kan sudah disediakan Polindes. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu.

Cuma itu.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. selama ini ada. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. P : Ibu ada masukan. Iya. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. sedang gitu aja. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. P : Nah ini Bu. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. Nah Bu. tapi bukan untuk. 361-363) Penutup . dan dinas kesehatan (N2. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. baik banget itu yo nggak. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. tapi khusus untuk koordinasi. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. Eeee ntar Bu. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. bisa mendeteksi? N : Iya. kalau benar-benar jalan itu bagus. P : Oh itu benar Bu. ini kan ada tempat kosong. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin.

ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. . ya baru 6 bulan sekali. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya.saya. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. P : Terus pelatihan Kader gitu. Jadi ada fungsinya gitu lho. N : Selama ini. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Makasih ya Bu. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. uda semuanya Bu. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. P : Per semester berarti Bu? N : Iya. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada.

36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber.56 WIB. Suasana diruangan cukup tenang. pukul 13.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. ini penelitian saya tentang PHBS bu. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C.. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.. berhubung Ibu Kader PHBS. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat . kemarin ya... eee..Narasumber Ketiga A. Wawancara selesai pada pukul 13. N : Waalaikum salam. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. narasumber. saat itu diruangan ada peneliti. dan seorang teman peneliti.

P : Ya udah. apakah disitu ada yang merokok. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. P : Terus Bu. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e. kebersihan lingkungan. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. Praktek pertolongan gitu. umpamanya lho itu. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . Baru di bentuk apa pengurus. P : Margoagung. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. 53-57) dalam seluruh . ehem PHBS itu sendiri Bu. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. Sehat kalau Nggak salah itu.

77-82) . sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. mungkin ada saja to kendalanya. kendala mungkin. tapi panjang itu belum tentu kotor. P : Terus Ibu. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. masyarakat. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. sekarang masih susah e. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. P : Terus ini Bu. ini ada 20 point Bu. kendalanya dimana? N : Yo. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. Oh dari anu. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. Intinya bersih gitu. mungkin Ibu bisa lihat. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. Dianjurkan untuk itu tadi. terus ada seperti reksol itu. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. koq belum ada dana untuk PHBS. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. dari Puskesmas. N : Hallah Nggak kelihatan e. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. Iyo to. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. P : Terus Ibu. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3.

P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. rutin. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. 93-150) . P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. P : Terus jentik dirumah Bu. P : Terus. ya nyapu-nyapu yo senang. ditempat saya aja masih ada e. dari Kelurahan. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. karena ada bantuan juga sini. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok.

sudah nggak ada yang dari tanah. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. P : Kalau Kader Bu. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. ibunya ya lengkap anak siapa. P : Jadi itu ya Bu tadi. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. mengajak masyarakat langsung (N3. udah dilatih. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. umur berapa. ini mau dimulai lagi lomba besok. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. dari kecil udah nganu. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. 183-187) program berjalan . Ya nanti to mencatat Balita. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. kartu askes udah banyak. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. melakukan pendataan. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu.

ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. nggak ada tergetnya. kalau. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. kalau makan diajak berdoa. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. sukar e ngajak masyarakat. P : Haah 2009? N : Ee 2008. P : Terus Ibu. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. Cabut-cabut rumput itu.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. Desa Siaganya itu yang baru. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. P : Terus nah. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. 219221) Penutup . P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. apa cuci tangan pakai sabun.

Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu.asslamualaikum . P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. P : Sekitar jam-jam duaan gitu. masih banyak kurangnya to heeeheee. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. Ya mungkin gini Bu.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. P : Ya sudah Bu ya. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. Kayaknya sudah cukup e mas.. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. ada diskusi sedikit. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. minta maaf aja. N : Iya. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. Iya to.

Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. saat itu diruangan ada peneliti.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu.53 WIB. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. Pertama Pak. Terima kasih Pak atas waktunya. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak.Narasumber Keempat A. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. narasumber. dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan cukup tenang. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Wawancara selesai pada pukul 12. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. pukul 11. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.

. terus ada Bidan Desa. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. jadi lebih dini. kepala desa dan kesra (N4. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. bidan desa. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. P : Terus Pak. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. kader. Kepala Desa dan Kesra.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. alhamdulillah karena kita ada komunikasi.. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4.. pencegahan penyakit endemis. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. P : DB? N : Iya. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat .

lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. satu Desa cuman satu. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. sehingga benar mengadakan. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. P : Nah ini lagi Pak. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . satu Desa itu empat Bidan. P : Targetnya Pak. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa.Sakit. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. Tetap lewat mekanisme. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. Terus jadi ada empat. haa seluruh komponen masyarakat.

135-145) . orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. Diantara memang ada sepuluh. nek mungkin disitu juga ada. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. iya dari pagi sampe. N : Ada. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. P : Ini Pak saya punya Pak. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. P : Kalau PHBS Pak. Lupa sekali saya lupa. kita memang dari Desa Siaga itu. Dinkes (N4. N : Ee saya koq lupa ya. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

Seratus Persen ditolong Bidan. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. semua ada. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. jamban besih sehat. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. cuman ini to. dan yang merokok ini. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. ASI eksklusif. disitu orang merokok semua. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. nggak sehat. lemas. olahraga. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. Asi. air bersih. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi.tidak merokok. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. Kami tidak mau anu. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. 303-316) . orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. menimbang tiap bulan. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. Pengolahan sampah. Tapi untuk gambaran. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. Itu meninggal gara-gara perokok berat. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. kalau Toga ada ya. merokok ini susah. Secara kebetulan. jentik di rumah. nggak ada lagi.

ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. saya nilai cukup. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. Paling. Satu. Saran dari kami ya ada. paling itu kerasa. Kemarin akhir tahun saya cek. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. kalau bagi kami itu. 326-338) Penutup . sangat tinggi. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh.. 13 Dusun 3 Wilayah.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. khusus untuk di kampung saya. terima kasih banyak ya Pak ya. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. Tengah. masa bodoh. dari tahun. wilayah Utara.... sekian dulu wawancaranya…. e seratus sepuluh to persis.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. N : Iya. itu paling kerasa dan yang saya paling. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. sangat. karena kami kan 13 Dusun. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah.

10 Berhubung hujan. (berfikir lama)… Saya lupa e. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras. dan ketentuan dalam diskusi.. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja.. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen. A3 (BS). : 7 Februari 2010.desa siaga itu.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. pukul 15. A2 (ZN). P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD). Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. Baiklah... pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi.anu.hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . Diskusi dimulai pukul 15... Diskusi selesai pada pukul 16.04 dengan suasana yang santai. kita mulai aja ya bu..Focus Group Discussion A... Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B. cara jalannya diskusi. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. A4 (SR). Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN). jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini.04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb.30 WIB.. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan.

A3 : hehehehe….lupa saya…...... A2. sikatan tiga kali sehari..saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan.. dilarang merokok... Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm. P : terus untuk PHBS nya sendiri.. makan sebisa mungkin bergizi. A4. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . (Memotong pembicaraan) .lali aku… Udah mas….... bersih lingkungan. orang hamil diperiksakan kebidan.prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.. dah itu saja. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita….harus hidup sehat. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan.apa lagi ya... A5 : hahahhaa….ga hapal semuanya….. masakan harus bersih.20 25 A2 : Saya belum tau juga….. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu..(tertawa) A1. balita dibawa keposyandu. tidak membuang sampah sembarangan.. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya. ada jamban. mandi dua kali sehari. eee..( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan. A1. A2 . Hehehe…..bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas.... perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu. A3 : masih sama.perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee....A5 : yakin. lingkungan harus bersih.. rumah harus bersih...perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit...hehehe (tertawa) A5 : kalau saya.

..5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus. memberi bayi ASI eklusif ? A2. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai.65 70 75 P : bentar bu.. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya..(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah.3. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya…. A2.. Poin pertama... biar data yang saya dapatkan bisa akurat.4. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu.2. A1 : permasalahannya kan.3 : nah itu. A2. kepercayaan 90 95 100 105 .. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. dari pusat kan ada 10.4. P : Menggunakan jamban sehat A1. baik….5 : baik.5 : sudah….. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. baik.4 : tersenyum A5 : hehehe…. A2.4.4.3. lalu pertama kali disini ada 15.3.2. Mulai dari yang pertama. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1.5 : iya sudah dilaksanakan…. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) .3. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. saya jelaskan dulu. Iya kan bu?? A1.akan saya tanyakan satu persatu ya bu. yaaa. terus sekarang ditambah jadi 20.3. A3 : sudah dilaksanakan….5 : baik..4.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya.

ee...5. Ada juga yang belum memiliki jamban.4 : oooh enggak…….. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar. kekali aja deket..gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1.... A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang... bisanya ke wc yang panjang.4.4....kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya.. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah..” A1.3. gitu….2.P : hahaha….(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.hehehe….5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.. tahu tempe itu kan lauk ya mas.3.3.2. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin.. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup….hahaha (tertawa) .110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur…. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa…..2. Itu bagi orang yang ortodok. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”…..5 : sudah….

.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok.2.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas….hehe…. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli….. 2 bulan balik lagi mas…. tapi tamunya yang merokok….kadang kadang saja…. salak. Kan suami saya pedagang keliling mas. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….4. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu. dan kalau buah juga kalau ada uang….2.hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1.hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari.3..5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 .. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok..pernah disuruh berhenti..4.160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli…. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung.3.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.dan anak saya itu sekali makan tiga….bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok. dll…..(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu. rambutan. papaya.. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok. terutama pisang….

2. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.5 : adaaa…….. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas.4.2.4.3.3. jamkesos ada. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.2.2. itu kan udah data jaman kapan mas. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik.3. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1.5 : sudahh…..5 : ya itu tadi. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.3. udah lama itu mas….2.4.3. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.sudah diterapkan…... A5 : dulu malah swadaya masyarakat.4. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.3.kadang seimbang kadang tidak….hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1.4. jamkesda ada….5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1.5 : sudahh…….. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1.3. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .4.205 merokok.5 : sudah……. jamsostek ada.2.4. A3 : jamkesmas ada.

bisa kotor semua…..hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas….5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa...untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3.memang belum dikelola…...4 : iya mas.tapi kan untuk dikampung susah mas….. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu…. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik . A1..tapi ga dikelola…. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas..3 kali sehari malah jalan mas….4.hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu...baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…. daun sendiri.4. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas..2.5 : (manggut manggut) P : ok.untuk buang sampah…. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa.. banyak mas…. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….. A2.255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya.hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri...\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan….

dan mencuci . mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful