ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

M. M. M. Dr. H.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. dr.Med.Kes Penguji drg.Kes Disahkan Dekan Prof.S (K) iii . Punik Mumpuni Wijayanti. Sunarto.Sc. Rusdi Lamsudin. Sp.

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. Yogyakarta. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .

Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. selaku dosen penguji.S(K). hilir – mudik dari kampus ke desa. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. M. dr.Kes. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. membimbing saya. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. terima kasih atas izin dan bantuannya. diantaranya kepada : 1.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Sc.E dan mamaku Siti Hajar. Rusdi Lamsudin. 6. dukungan. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. Orang tua yang sangat aku cintai. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. papaku M. 5. Mawardi. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. Sp. drg.Med. 3. 4. Prof. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. selaku dosen pembimbing utama. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. S. saling berbagi informasi. Dr. M. terima kasih atas masukan-masukannya. dr. v . Punik Mumpuni Wijayanti. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Sunarto. konsultasi. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.

melakukan hal-hal yang menyenangkan. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. menemani setiap saat. 10. Tria Arisanti. Prima. Sufron. Dian Hertisa. Dwi Aprilia. Akhir kata. Hairul Asri. Dyah arum Kusumaningtyas. Ihsan. 8. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Kepada Eko Arya Sandi. Kepada Ade rahmayanti. Dewi Aryanti . Okky. Rizky Kurniawan. Yusuf. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. Dhani. Rizky Al Fajar. Syaiful bin Usman. Abdul haris. Erma. Inandra Prayogi. 19 Februari 2010 Penulis vi . Jerrisky. Mufti. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Yogyakarta. 9. Isti. Soipe. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. Dalam penyusunan karya tulis ini. Bayu. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. 11. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Asri Yoanita. Adit.7. sampai menunggang kuda bersama. yang sudah mau berbagi tawa bersama. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini.

5.3. Definisi Desa Siaga 2.4.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I.2. Tujuan Desa Siaga 2.3.3.2.1.2.5.1.3.3. Rumusan Masalah 1.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Tujuan Penelitian 1. Indikator PHBS 2. Tujuan PHBS 2.2. PENDAHULUAN 1. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii . Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Konsep Dasar Desa Siaga 2.3. Manfaat PHBS 2. Keaslian Penelitian 1.2. Manfaat Penelitian BAB II.2.2.1. TINJAUAN PUSTAKA 2.3. Sasaran PHBS 2.1. Latar Belakang 1.4. Perilaku 2.2.

Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.1.8. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.3.1. Subyek Penelitian 3. Teknik Pengumpulan Data 3.4. Kerangka Konsep 2. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2. Jenis dan Sumber Data 3.4. Penilaian 2. Pertanyaan Penelitian BAB III. Etika Penelitian BAB IV.6. Instrumen Penelitian 3. Pelaksanaan Penelitian 3.5.5. Subyek dan Obyek Penelitian 3.7.4. Observasi 3. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii . Teknik Analisis Data 3. Data Narasumber 4.5.7. PHBS dalam Desa Siaga 4.5. Persiapan Penelitian 3.2. Desa Margomulyo 4. FGD 3. Triangulasi 3.3.3. Wawancara 3.7.2.2. Obyek Penelitian 3.1.3.2. Proses Pengambilan data 3.4. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.6.2.2.9.1.2.2. HASIL dan PEMBAHASAN 4.5.5.1. METODOLOGI PENELITIAN 3.5.3.4.5. Dokumentasi 3.5.5.

2.1. Saran dan Tanggapan BAB V. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .4. SIMPULAN dan SARAN 5.7. Simpulan 5.

Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Hubungan perilaku. Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x .DAFTAR GAMBAR Gambar 1. lingkungan. dan individu Gambar 3. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4.

Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3.DAFTAR TABEL Tabel 1. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Sumber Biaya Tabel 4.

Koding Lampiran 10. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Transkrip FGD Lampiran 12. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Transkrip Wawancara Lampiran 11. 20 Indikator PHBS Lampiran 9. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. Panduan Wawancara Lampiran 4. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7.LAMPIRAN Lampiran 1. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Foto Penelitian xii .

Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. keberhasilan pencapaian >75%. focus discussion group (FGD). Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. PHBS di Desa siaga. dan triangulasi. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. wawancara mendalam. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. desa siaga. xiii . Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. dokumentasi.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya.

Conclusions: PHBS program has been running well. the performance of cadres and the role of good health. because it determines the health of 30%. depth interviews. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. xiv . documentation. the success of achieving> 75%. focus group discussion (FGD). and not the achievement of all existing indicators. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. Keywords: behaviour of life clean and healthy. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. The collection of data by way of non-participatory observation. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. desa siaga. not in terms of the functioning of the existing village health post. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. and triangulation. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. PHBS in the village margomulyo.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health.

2004). yang dilandasi paradigma sehat. yaitu lingkungan sehat. PENDAHULUAN 1.1. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. 2004). Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga.BAB I. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . dan tatanan tempat-tempat umum. sarana kesehatan. tempat kerja. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. 2008). sekolah. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. mencegah risiko terjadinya penyakit. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. adil dan merata (Depkes. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. HIV-AIDS. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. Puskesmas dan jaringannya.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. melindungi diri 2 . agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. 2004). dan Flu Burung. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. Polio. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Dengan demikian. Masalah kesehatan terus berkembang. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. mencegah resiko terjadinya penyakit.

dan dijadikan sebagai desa percontohan. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. 2009). dan lain-lain. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. 2008). desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini.dari ancaman penyakit. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. Oleh karena itu. kurang gizi. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. Kecamatan Seyegan. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. kecelakaan. 3 . Polindes. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. Melihat potensi tersebut. Kabupaten Sleman. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. kejadian bencana. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). desa siap-antar-jaga. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. dana sehat. Pos Obat Desa. Selain itu.

masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu. keluarga. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan.3. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ .2. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .1. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. 4 .4. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti.

Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. pembiayaan dan sarana). dan dukungan masyarakat. surveillan. kelompok donor darah. serta kebersihan lingkungan. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. poskesdes. dan masyarakat. tabulin. tim siaga bencana. warung obat desa. kelompok donor darah. penggalangan dana masyarakat. posyandu. poskesdes. aparat pemerintah. 5 . Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. pencatatan dan pelaporan. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. ambulan desa. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. tabulin. kebersihan lingkungan. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. dan lokasinya di Desa Margomulyo.

1. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo.5.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. serta pola hidup bersih sudah baik. 6 . 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. pelaksanaan desa siaga. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. b. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS.

cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. 2007). Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. 2003). Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo.1. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan.2003). yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. TINJAUAN PUSTAKA 2. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. 2006). maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo.BAB II. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . 2) Operant respons atu instrumental respon.

P= person. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. dan individu (Walgito. kelompok sosial. tanggapan. B E P Gambar 2. pengetahuan. sikap. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). emosi. 2005). dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. pengetahuan. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). E= environment. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. Perilaku. persepsi. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. persepsi. Hubungan perilaku. norma-norma. lingkungan. STIMULUS (individu. demikian sebaliknya. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. b) faktor pendukung (enabling). adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. Formulasi berwujud B= behavior. adalah faktor yang memungkinkan 8 . Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. situasi. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. isu sosial.

Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . yaitu faktor internal dan eksternal. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. keluarga. fasilitas. dana. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. lingkungan. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. dan sebagainya. 2006 didaptasi dari Green. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. c) faktor pendorong (reinforcing). seperti pengaruh teman. dan lainnya.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. sarana.

Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. 2007). Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.1. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. 2. dipelihara.2. dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya.2. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. meningkatkan.

kemauan. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. kelompok pemakai air.masyarakat maupun pada keluarga. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. anak dan remaja. usia lanjut.2. tabungan bersalin (Tabulin). masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada.2. 2005). 2007). 2. ibu hamil dan ibu menyusui. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. kesehatan. 11 .2. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. 2. jaminan pemeliharaan kesehatan. 2. 2007). ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. anak tumbuh sehat dan cerdas. dan pengasuh anak (Depkes.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. arisan jamban. 2008).

1. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. tidak merokok didalam rumah.3. khususnya meningkatkan pengetahuan. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.3. meningkatnya keluarga sadar gizi. melakukan aktivitas fisik setiap hari. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. menggunakan jamban sehat. 2. penimbangan bayi dan balita. bayi diberi ASI eklusif.2. Konsep Dasar Desa Siaga 2. rumah bebas jentik. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. dsb).2.3. 2. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. makan buah dan sayur setiap hari. Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan.2.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat. keluarga berperilaku 12 . wabah. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. kegawatdaruratan. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. 2008). 2008). menggunakan air bersih.

kader serta petugas kesehatan. 2008). Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. LSM. 2006). dana. kepala dusun/RW.4. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2.2. kepala desa. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. tenaga. tokoh agama. Tabel 1. 2.3. seperti camat. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. swasta. sarana dan lain-lain. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. seperti tokoh masyarakat. perempuan dan pemuda. 13 .1.4.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. donatur dll (Depkes 2007). dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. pejabat terkait. 2. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto.3.3. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. peraturan. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga.

dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. 2. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan.2. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.4. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk.3. 14 . Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna.4.2.2.4. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. 2. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas.2.2. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga.4.

Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Dimulai dari kegiatan pengumpulan. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. madya. pertolongan pertama cedera trauma. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. 15 . balita. mandiri). Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. gigitan binatang. pengelolaan. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi.2. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu.5. keracunan.3. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. bencana dll. pembuluh darah dan syok. purnama. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. DBD. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya.

c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Disusun dalam empat tingkat (skor). tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. hijau. kuning.

d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. nilai 2 jika 2 UKBM. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga.4.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Kerangka konsep penelitian 17 . nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4.

Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 .5. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. PERTANYAAN PENELITIAN 1.2.

Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study).2. 3.BAB III. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin.1. kompleks. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). 2008). Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. METODOLOGI PENELITIAN 3. 3. 2007).2. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. dinamis dan penuh makna (Sugiyono. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik.1. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis.

kader PHBS.yang dipelajari. tenaga kesehatan dan bidan. dalam hal ini adalah masyarakat. tokoh masyarakat. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity).2. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. tokoh masyarakat.2. 2008). 3. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. kader PHBS. 1) Tempat : Desa Margomulyo. Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. tenaga kesehatan. Kecamatan Seyegan.3. informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. dan bidan. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. 20 . berbagai setting dan berbagai cara.

antara lain . Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif.5. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian.2.4. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.5. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku.5. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur. baik secara akademik maupun logistik. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . Teknik Pengumpulan Data 3.(Sugiyono. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif.1. 3.3. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 . Peneliti mencatat.

kader. bidan.5. 3. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. tokoh masyarakat.permasalahan yang akan ditanyakan. biografi. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan.3. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa.5. surat-surat dan sebagainya. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar.4. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. 3. sketsa dan sebagainya. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. dan masyarakat setempat.

5. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. 3.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Triangulasi 23 . wawancara mendalam. dokumentasi. bidan. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. dan FGD. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi.5. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. 2008). dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. dan masyarakat setempat.

memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. mencari dan menemukan pola.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.6. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. mengorganisasikan data. 2000). Dalam penelitian ini. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . mensintesiskannya. Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar.

dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. properti-properti dan dimensi-dimensinya. Ini adalah tahap awal pengkodean. memfokuskan pada hal-hal yang penting.hal-hal yang pokok. mencari pola dan temanya. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). 2005). Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. maka 25 . Pada tahap berikutnya. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. Tahap terakhir adalah koding selektif.

Kecamatan Seyegan.2. peneliti masih menggunakan snow ball effect. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data.7. Namun. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. hipotesis atau teori. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. 3.7. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive.7. pena dan kertas.1. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . peneliti melakukan persiapan. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. Persiapan Penelitian 3. rekorder. Setelah itu. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. dapat berupa hubungan kausal. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. 3. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian.

Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Sebelum melakukan wawancara. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. 3. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan.

Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. 28 . Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. Confidentially. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. 3. Informed Consent. 3. 2.9. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Anonimity. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

dan Jamblangan. Mriyan. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. 8 SD. 13 Posyandu balita. Kabupaten Sleman. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. 1 Dokter praktek swasta. Kamal Kulon.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. 1 SLTP. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat. Sompokan. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Jumeneng. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 1 Poskesdes. Ngemplak. HASIL dan PEMBAHASAN 4.1. Mangsel. Jingin.976 orang yang belum bermata pencaharian. Daplokan. Tabel 2. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. 4 Bidan praktek swasta.BAB IV. dan 1 SMA. Gerjen.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Kregolan. Kasuran. 12 Posyandu lansia.

3. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya.4.8. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. mau. 38 tahun (Kader) : Ny. “..9) dengan uraian .. WN. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik. 37 tahun (Masyarakat) 4..keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. CP. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.7. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny. terus rumah berlantai bukan tanah. BS. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara... SR. beberapa narasumber mengutarakan : “. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . 48 tahun (Masyarakat) : Ny. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. ZN.RW.. SG. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny.3. SN. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu. buang Air BAB di WC.(CP 142-146)". Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. NS. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”..6. 60 tahun (Kader) : NY.2.. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”.2. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai..

agar bisa. mau. dan tatanan tempat-tempat umum. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. sarana kesehatan. 2008). selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”.. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. sekolah.Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam.. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal..(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. ……. tempat kerja. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya.. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. Dengan demikian.. “. mau..menghindari dari ancaman penyakit..

tidak merokok didalam rumah.pemberian ASI eklusif. cuci tangan pakai sabun. 32 . “. BAB tidak di kali. terus cuci tangan pake sabun. tidak merokok didalam rumah. imunisasi. melakukan aktivitas fisik setiap hari... kepemilikan toga. terus lantai berdinding. pendataan ibu hamil. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS.tidak merokok yang saya hapal. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “. menimbang balita setiap bulan. menimbang balita setiap bulan... penerangan. surveillan.. balita tidak dibawah garis merah. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas.. walaupun ada beberapa indikator yang lain.... PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. kebiasaan gosok gigi. kepemilikan jaminan kesehatan. terus.(CP 152-173)”. terusss. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS.. PUS ikut KB. Posko kesehatan desa.. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat.. KADARZI. kepemilikan TOGA.untuk indikator PHBS sendiri..eeeee.. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu.. pemberian ASI eklusif.teruss.. Berdasarkan hasil temuan. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.... mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. kepemilikan jaminan kesehatan..(RW 163-172)”. PHBS. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian. imunisasi. kebiasaan gosok gigi secara teratur.

. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan...4. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK.. arisan. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan. alat tulis. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan.oleh kabupaten sleman sendiri.Dari APBDes...baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun... Tabel 3. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain.Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa... swadaya masyarakat..Ada (RW 132-143)”.Dari Pusat. 33 . bantuan pemerintah desa. “. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3..Kalau dari Pemerintah Daerah.. “. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “..4.... (CP 94-96)”. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun... Dinkes DIY juga memberikan kontribusi. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda. terus dari desa juga memberikan kontribusi. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku. swadaya kader.

650.yang digunakan.550. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. yang akan berlanjut ke tingkat desa.. transportasi.000 750. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4.000. juga ada anggaran sendri dari APBDes. masih ada Rp..Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3.000 1. dan lain-lain. kecamatan. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya. Di tingkat desa. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik.000 200.000 1. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal. biaya operasional. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada .000.650. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. biaya pertemuan masyarakat. mulai dari pendataan oleh bendahara.000 300.000.yang belum digunakan. 34 . 1. 1.000. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.

jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. berperan aktif dalam kegiatan.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri. (NS 155-179)”. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan... dukungan masyarakat juga sangat baik.dalam bentuk Yandu. pemetaan PHBS... ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. pendataan di Posyandu.. “.. Dari pengamatan peneliti. kalau saya sebagai bidan ..Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS......... baik dari instansi terkait seperti kepala desa.. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT.. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa.Ya nanti to mencatat Balita. 35 ..Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. . Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri. kampanye. Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “.... seperti melakukan Posyandu. (RW 267-281)”. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. penjadwalan. Kesra. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. dan lainnya. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat.. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. “.

terus apa. terus pelaksananya dari kader sendiri.oiya satu lagi. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. kesehatan lingkungan... serta kesehatan lingkungan. tokoh masyarakat.(RW 36-59)”. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. ambulan desa. seperti diungkapkan dibawah ini : “.. kader. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak... perilaku hidup bersih dan sehat... bidan desa.. pengamatan penyakit... meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri.4. KADARZI. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. bank darah.yang terlibat.. Posyandu. teruuus seksi posyandu.. PHBS. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. “.. dan masyarakat sendiri. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan. “. kesra..(N3.... 53-57)”... keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga. 36 . bank darah. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. balita Gizi buruk... pendatan Ibu hamil. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada..Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. bersih-bersih Dusun.5. kepala desa. pengamatan penyakit.. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.

Lewat kader sosialisasinya.(SN 46-52)”. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.. Beberapa narasumber mengatakan : “. “... kesra... Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo.kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. atau eeee……leaflet. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 . bidan...Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. “.. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik..“... lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi..Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat.. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit.haa seluruh komponen masyarakat.. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan.(CP 52-61)”. kader. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.(SN 54-62)”. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya... kemudian akan diinformasikan ke bidan desa... dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. . jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”.. Puskesmas. terus ada Bidan Desa.

seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “..himbauan oleh Departemen Kesehatan. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. Program PHBS dievaluasi setiap semester. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi....pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . Pelatihan PHBS. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan.. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. misalnya rokok. Pemetaan PHBS. perencanaan. 4. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember.6.Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat.. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian...Terus setelah 38 . dan lainnya. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas..

. “. memeriksakan kehamilan sesuai standar.. pemberian ASI eklusif. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi.. imunisasi lengkap pada bayi. ada laporan ibu hamil. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik...sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. Poskesdes... kesehatan lingkungan.. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. penimbangan balita setiap bulan.. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. apa cuci tangan pakai sabun. memiliki jaminan kesehatan. PUS ikut KB. dan lainnya.. laporan PHBS. memberantas jentik nyamuk dirumah.. laporan gizi buruk.. (SN 183-187)”. melakukan aktivitas fisik setiap hari. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. menggunakan air bersih.. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.Kinerjanya ya. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik... lantai rumah bukan dari tanah. gizi seimbang. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan.(RW 185-190)”.. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo... Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit.. makan sayur dan buah setiap hari.(CP 205224)”. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. “.. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. terus laporan-laporannya sudah masuk semua. dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%.

sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. dan pengelolaan sampah. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan.. hubungan antar personil kurang. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor.. Peneliti mengamati selama penelitian.. dan komitmen kesra kurang (CP. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga.setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. tidak merokok didalam rumah.(RW 61-77)”. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat.. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal... Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. 40 . Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. 230250). setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. “. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja.. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). Namun kenyataannya. saran promosi..

pernah disuruh berhenti. cara perawatan. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. cara penggunaan jamban. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. dan lainnya...(WN 166-169)”. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban... 41 . Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat.suami saya sendiri merokok. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban.. seperti pernyataan narasumber berikut : “. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. 2 bulan balik lagi mas…. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban.

. (SR 177-179)”.pengolahan sampah. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”.Terus pengelolaan sampah.paling... Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan.. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk.. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya... Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada.. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun. banyak kendalanya (NS 139-140)”.tapi ya kalau ada tamu itu tadi.. “. “. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6.. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 ..(SN 269-270)”.... Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah. kan ga enak mas.. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada.

.. sendiri. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali. 294-300)”. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga.. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. 303-316)”.Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1.. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga.Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.(N4...... dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga.. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya..perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada.. “. menanggulangi 43 ... Berikut kutipan wawancaranya : “.. 254-266)”.. 4. dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga..Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk...(N2.5. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. “. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan.

serta dukungan dari semua stakeholder. 5.2. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. menanggulangi bencana. pihak yang terlibat. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. 3. tujuan dan indikatornya. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. 5. Simpulan 1. keberhasilan pencapaian >75%. 2. 4. sosialisasi. koordinasi.1. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri.1. SIMPULAN dan SARAN 5. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. dan meningkatkan kualitas kesehatannya.2. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan.BAB V. instansi terkait. 44 . 5. dan masyarakat. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. konsep Desa Siaga.

2. 45 .3.5. 5. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.4.2. 5.2.2. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.2. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. 3. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1.

Darmawan. FK UII. 2005.indoskripsi. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. Departemen Kesehatan RI. 2008. 2007. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. S. Penelitian Kualitatif. 2008. Analisis Data Penelitian Kualitatif. 2008. FK UGM. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. http://one. Azwar. 2008. Yogyakarta Azhar.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. 2009. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Burhan. Burhan. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Taufik. 2002. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. pukul 22.DAFTAR PUSTAKA Anis. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . Desember 2009. Pustaka pelajar offset. Departemen Kesehatan RI. Universitas Gadjah Mada. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Yogyakarta Bungin. Prenada Media Group: Jakarta. Bungin. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. 2008. Tesis.35 WIB. 2007. Yogyakarta. Djonny.

Alfabeta: Bandung.3. No. 2008. FK UGM. 2005. Vol 3. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. 2007. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. 2005. Perilaku Manusia.blogspot.J.html-. pukul 23. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. Metode Penelitian Kualitatif. Ridwan. Nurjasmi. Rosadakarya: Bandung. Agus.1 Januari. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. 2007.N. Rake Sarasin: Jakarta.2 April. 2008. 2005. Kes. Machfoedz. H. Rineka Cipta: Jakarta. No. Soekidjo. Vol. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Moleong. Poewandari.com/2008/05/determinanperilaku. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Determinan Perilaku. L. 2002. Download tanggal 29 Desember 2009. 2008. Belajar Mudah Penelitian. Kes. K. Polisiri.Hermansyah. Samsunuwiyati. matsum. Ircham dkk. Yogyakarta Riasmini. Fitramaya: Jakarta Matsum. M. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Muhadjir. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . hal 26-28.11 WIB. hal 9-11. 2007. Universitas Gadjah Mada. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. 47 . E. Yogyakarta. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. PT Refika Aditama:Bandung. 2007. 2006. PT. Notoadmojdo.

2002. Universitas Gadja Mada.A. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia.edisi 03. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Sudigdo. 48 . 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Yogyakarta. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2007. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. Des. Sugiyono. Alfabeta: Bandung. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Binarupa Aksara: Jakarta. A. Utarini.Soeparmanto. Sastroasmoro. S. Mediakom Departemen Kesehatan. 2006. hal 10-13. Pascasarjana.

LAMPIRAN .

. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. identitas narasumber akan dirahasiakan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… .………………………………………………………. Yogyakarta.

Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Prosedur 1. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Mengucapkan salam 2. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. apakah itu salah atau benar 6.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Penjelasan 1. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Setelah selesai. Pengantar 1. pewawancara mengucapkan terima kasih 8.

Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8.

pengalaman. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Prosedur i. Tahap Awal a. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Penjelasan i. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. dan saran dari peserta sangat bernilai iv.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Pendapat. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. pengalaman dan saran iii. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Pembukaan i.

dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. tidak saling memotong pembicaraan v. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif. Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2.iv.

peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . Tahap Penutup a. Sebelum diskusi diakhiri.

Forum Masyarakat Desa 2. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Lingkungan Sehat 7.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Pengembangan Kadarzi 8. Poskesdes 3. Suveilans 5. PHBS Sumber Pendanaan 1. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak .

Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2.

Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. kader. dan unsure desa yang terkait. kepala dukuh. Komponen Desa Siaga a. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. 4. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. 2. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . 3. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. bidan. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada.

karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. c. Tim kegawatdaruratan bencana. Ambulan desa. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesehatan lingkungan. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Sekertaris. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Donor darah. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Kesehatan ibu dan anak. . dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Bendahara. Pengamatan penyakit. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. Koordinator oleh bidan desa.

Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. PHBS. para tokoh masyarakat. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. dll. Kesehatan ibu dan anak. kader. dan TBC 5. 6. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. DBD.d. pemberian pelayanan kesehatan. Pertemuan didesa. 7. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. gizi. Mulai dari mayarakat setempat. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. seminar. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. dll. promosi kesehatan. bidan. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. balita. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. Penyuluhan.

i. Bebas jentik nyamuk viii.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Memiliki jaminan kesehatan xiv. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Penimbangan balita setiap bulan iv. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. belum terkelolanya sampah dengan baik. Makan sayur dan buah detiap hari ix. kebiasaan mandi disungai. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Tidak merokok didalam rumah xi. Menggunakan jamban sehat vii. Pemberian ASI eklusif iii. Penggunaan air bersih v. Pengelolaan sampah xix. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Gizi seimbang xii. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. . Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. dll. Pemilkan TOGA xx. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. PUS ikut KB xvi. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii.

PHBS 9. Pengamatan Penyakit 3. Posyandu . Kesehatan Lingkungan 7. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Bank Darah 5. Kegawatdaruratan Bencana 2. Ambulan Desa 6. Sutardjo Ny. Marsudi Bendahara : Ny. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Kesehatan Ibu dan Anak 4.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk.

Memberikan ASI eklusif 3. PUS ikut KB 16. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Tidak merokok didalam rumah 11. Memiliki TOGA 20. Menimbang balita setiap bulan 4. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Menggunakan air bersih 5. Pengelolaan sampah 19. Makan sayur dan buah setiap hari 9. Kebiasaan gosok gigi . Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Memiliki jaminan kesehatan 14. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Gizi seimbang 12. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Menggunakan jamban sehat 7.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik.Pembina dari kecamatan. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2. bidan koordinator. dan tokoh masyarakat (N1. leaflet atau poster oleh puskesmas. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. puskesmas. kepala desa dan kesra (N4. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. kader. kader. kepala desa. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. bidan desa. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. kader. dan melalui pelatihan (N1.

361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. mulai dari pemetaan. perumusan masalah. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . dan dinas kesehatan (N2. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. 193-195) Jika ada masalah kesehatan. poskesdes (N2. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. maka akan bidan akan menangani lebih dulu.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. bidan koordinator. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1.

(N1. (N2. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. saran promosi. pertemuan yang selalu diundur. dan komitmen kesra kurang (N1. adanya pelaporan. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. posyandu. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. dll (N2. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. hubungan antar personil kurang. dll. dan program lainnya (N4. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa.

93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. penggunaan jamban sehat. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. dan dukungan bidan desa siaga (N1. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4.

(N2. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 254-266) . 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk.penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

pukul 12. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. Suasana diruangan cukup tenang. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas.eeee…. Wawancara selesai pada pukul 12... narasumber. apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. mau.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. dan seorang teman peneliti.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. dan mampu untuk mengenali masalah . Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B.Narasumber Pertama A. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. saat itu diruangan ada peneliti.53 WIB. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu.

serta kesehatan lingkungan. pengamatan penyakit.. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. tapi juga dari puskesmas.. bencana. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan.. PHBS.. penyakit menular.. mau. puskesmas. kepala desa. ambulan desa. bank darah. P : dari penjelasan mas tadi.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. dan KIA ( N1. ambulan desa. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. posyandu. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan.eeee….ummm (berfikir) ……. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. dan tokoh masyarakat (N1..apa namanya…. pengamatan penyakit. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA. N : oiya satu lagi. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti.. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana... dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular.. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan.eeee….. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. kecamatan. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii. teruuus seksi posyandu. kader.15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. perilaku hidup bersih dan sehat. bank darah. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. keluarga sadar gizi… P : umm. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak..bisa dikatakan bagus... kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat. leaflet atau poster oleh .jadi tidak dibiarkan begitu saja…. terus pelaksananya dari kader sendiri.

Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri.. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1. P : terus. P : oke...emmmm. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. DINKES DIY. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya.. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. kabupaten sleman.60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……. mau.. P : oke…..kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. iya dari mau dulu.. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. 91-99) .. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. N : oke.... 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat.……. dan dari desa sendiri (N1. kesra. dokter. atau eeee……leaflet. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit.. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas. dan melalui pelatihan (N1. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas. P : dari mau dulu ya mas? N .mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas.

eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. berjalan tidaknya UKBM. POD. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau.. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.(berfikir) dari... Hehehe…. UKBM. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. dan derajat kesehatan lainnya (N1. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa.. teruuus SBH. usia harapan hidup.eeee…. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. Terus. Yang kedua. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD.ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. UKGMD.. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. kalau gak gitu kan pada gak mau…. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi.tapi prinsipnya itu. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya.. UKBM itu kan meliputi posyandu. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1... dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya. dan output (N1. angka kematian bayi. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. proses.(tertawa) P : hehehe….. TOGA.. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya.(tertawa) Terus mas. UKK. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input. mau. . sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut..berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun.. lurah.. proses. UKGS. DINKES DIY juga memberikan kontribusi. dll (N1.

..pemberian ASI eklusif...150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. kebiasaan gosok gigi secara teratur.. imunisasi. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut... untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas. karena yang dari pusat kan masih umum….teruss... P : Oke...baiklah…. P : oke.. berapa angka kematian bayi. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit..eeeee.... dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri. aktivitas fisik setiap hari..berhubung tema saya tentang PHBS mas.. terusss. terus.. tidak merokok didalam rumah. karena bisa dilihat dibuku..eeeee.eeeee. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis .apa namanya....jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya. terus cuci tangan pake sabun. menimbang balita setiap bulan... Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu. kepemilikan TOGA. kepemilikan jaminan kesehatan...(berfikir)….yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. terus eee... berapa usia harapan hidupnya. ummmmm……..... 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat...mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya..

(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS .terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…...ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. P : oke mas. dan sebagainya. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan.. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.nanti saya ambilkan…. misalnya rokok. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan.. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. terus seksi-seksi. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun…. ... biologi.. dan lainnya.. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika.. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. bendahara. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa.. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. perumusan masalah.ketua. Dan kalau didesa yaaaaa. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. mulai dari pemetaan. kimia... 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1.. sekretaris.. saran promosi..belum 100 persen. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.ada…. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab.

. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi.. 279-282) .kampanye itu buka kampanye seperti partai ya.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya. P : oooo margomulyo yang pertama... karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster...hahahahha(tertawa)…. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis. terus dari hubungan antar personil kurang.. dan lainnya. video.. Misalnya ketuanya. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali.. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah. dan komitmen kesra kurang (N1. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan. di SD terutama margomulyo.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang..eeeee. dll. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga.. dia yang bertanggung jawab mengarahkan. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1..terus hubungan antar personil yang relative kurang. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus..

. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. P : terus. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. P : tanggapan mas. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat... bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya. kader. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. RT.. dan dukungan bidan desa siaga (N1. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. lurah.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan..hehehe.. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi.317-335) .kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan.. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. pemetaan dan kampanye PHBS (N1.

Eeeeeeee. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa... masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas.. P : yaaah itu saja dulu mas.. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS.eeeeeeee. jadi harus selalu ada. Data sampah keluarnya sampah.wasalamualaikum mas…..indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20..kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas…... karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru.. ada peningkatan. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.. P : apakah mas ada saran. Terus... dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.. Yang kedua....hehehe...masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop..waalaikumsalam ..... N : oiya.emmmmmm.. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat.yang pertama itu tadi.. tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua..

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. kan jarang to yang mau. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. sudah tau semua. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. di Poskesdes itu 3. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. Lewat kader sosialisasinya. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. kalau kayak pengumuman. tapi nggak stand by di Kelurahan. pemkab sleman. Itu yang mau aja. ada macam-macam to. 132-146) . nggak ada. dan anggaran dari desa sendiri (N2. terus itu ke MMD SMD itu. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. terus apa pertama itu kan sosialisasi. P : Oke. ada Ambulance Desa. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. Tiap Dusun ada 2. satu Kelurahan 3. pembentukan. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. brosur gitu? N : Nggak. belum sama sekali. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. nggak pakai. Plankplank.

(N2. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. dll (N2. balita tidak dibawah garis merah. ini Bu. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. pengembangan. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. dan mandiri (purnama) (N2. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. Ya itu yang saya tau cuma itu. 185-190) . P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. dll. P : Terus Bu. lantai berdinding. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. BAB tidak di kali. ada 20 kalau nggak salah. terus rumah berlantai bukan tanah. dll (N2. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. terus lantai berdinding. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. balita tidak di bawah garis merah. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. P : La terus ini Bu. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. BAB tidak di kali. lanjut. buang air di WC. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. balita tidak dibawah garis merah. penerangan. tapi sekarang saya kan nggak tahu. buang Air BAB di WC. adanya pelaporan. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. balita tidak dibawah garis merah. tapi nggak hapal e.

Madya. Ada Warsa. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. tiap bulan. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. yang 3 Kader itu terus nanti saya. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. Madya. dll (N2. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. itu besok-besok. Purnama? N : Ha a. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. Nanti targetnya kena nggak. ke tingkat pengembangan. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. N : Tadi pembentukan sudah. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. bidan koordinator. pertemuan yang selalu diundur. Udah. ya masuk pengembangan aja. poskesdes (N2. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. tapi nggak urut ya mas. Purnama. P : Karya. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. laporan PHBS. Karya. laporan gizi buruk. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. ada laporan ibu hamil.

250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. jadi saya tergantung sama pak lurah. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. 267-281) . Terus kadang Balita yang. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. P : Nah ini Bu. dananya selalu ada. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. target pencapaian. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. Ini Pak Lurahnya kan ganti. P : Oke. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. baik untuk ibu hamil. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya.

kalau bisa berjalan kan bagus efektif. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana...hehehehehe. kita bicara tentang Ibu. (N2. ini kan Margomulyo. tapi kan sudah disediakan Polindes. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. efektif. Saya kan tinggalnya di Margoagung. Harus ada Kader tuh yang bantu. Di sini kan nggak ada Polindes.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. jadi nggak bisa memantau. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. P : Nah ini Bu. N : ya hahahaha. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. P : Bu. 314-322) . Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa.

ini kan ada tempat kosong. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. kalau benar-benar jalan itu bagus. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. tapi khusus untuk koordinasi. Iya. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. bisa mendeteksi? N : Iya. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. sedang gitu aja. selama ini ada. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. P : Ibu ada masukan. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. P : Oh itu benar Bu. 361-363) Penutup . P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. dan dinas kesehatan (N2. Cuma itu. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. tapi bukan untuk. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. Nah Bu.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. baik banget itu yo nggak. Eeee ntar Bu. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. P : Nah ini Bu. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga.

dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada.saya. uda semuanya Bu. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. Jadi ada fungsinya gitu lho. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. Makasih ya Bu. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. ya baru 6 bulan sekali. P : Terus pelatihan Kader gitu. N : Selama ini. . P : Per semester berarti Bu? N : Iya. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak.

P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg.. Wawancara selesai pada pukul 13. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B.. eee.. N : Waalaikum salam. narasumber. ini penelitian saya tentang PHBS bu. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber. berhubung Ibu Kader PHBS.56 WIB. dan seorang teman peneliti. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya.. saat itu diruangan ada peneliti.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga.. Suasana diruangan cukup tenang. pukul 13.Narasumber Ketiga A. kemarin ya. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat . Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.

P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. Sehat kalau Nggak salah itu. 53-57) dalam seluruh . 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. P : Margoagung. Praktek pertolongan gitu. P : Ya udah.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. Baru di bentuk apa pengurus. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. kebersihan lingkungan. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. P : Terus Bu. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. ehem PHBS itu sendiri Bu. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. umpamanya lho itu. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. apakah disitu ada yang merokok. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e.

terus ada seperti reksol itu. Intinya bersih gitu. Oh dari anu. 77-82) . N : Hallah Nggak kelihatan e. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. P : Terus ini Bu. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. P : Terus Ibu. masyarakat. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. sekarang masih susah e. ini ada 20 point Bu. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. mungkin Ibu bisa lihat. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. Iyo to. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. koq belum ada dana untuk PHBS. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. dari Puskesmas. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. kendalanya dimana? N : Yo. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. kendala mungkin. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. mungkin ada saja to kendalanya. P : Terus Ibu. tapi panjang itu belum tentu kotor. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. Dianjurkan untuk itu tadi. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem.

P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. P : Terus jentik dirumah Bu. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. dari Kelurahan. P : Terus. karena ada bantuan juga sini. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. ditempat saya aja masih ada e. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. rutin. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. 93-150) .105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan.

P : Kalau Kader Bu. 183-187) program berjalan . ini mau dimulai lagi lomba besok. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. P : Jadi itu ya Bu tadi. dari kecil udah nganu. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. melakukan pendataan. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. udah dilatih. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. mengajak masyarakat langsung (N3. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. sudah nggak ada yang dari tanah. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. kartu askes udah banyak. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. ibunya ya lengkap anak siapa. umur berapa. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa.

P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. P : Haah 2009? N : Ee 2008. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. kalau. 219221) Penutup . P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. Desa Siaganya itu yang baru. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. nggak ada tergetnya. P : Terus nah. kalau makan diajak berdoa. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. P : Terus Ibu. sukar e ngajak masyarakat. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. Cabut-cabut rumput itu.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. apa cuci tangan pakai sabun. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit.

asslamualaikum . Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. Ya mungkin gini Bu. P : Sekitar jam-jam duaan gitu.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. Iya to.. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. N : Iya. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. Kayaknya sudah cukup e mas. masih banyak kurangnya to heeeheee. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. minta maaf aja. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. ada diskusi sedikit. P : Ya sudah Bu ya. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu.

Pertama Pak. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. pukul 11. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan.53 WIB. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Suasana diruangan cukup tenang. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. saat itu diruangan ada peneliti. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. narasumber. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B. dan seorang teman peneliti.Narasumber Keempat A. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Terima kasih Pak atas waktunya.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak. Wawancara selesai pada pukul 12.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang .

kader. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. P : Terus Pak. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. Kepala Desa dan Kesra. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB. jadi lebih dini. kepala desa dan kesra (N4.. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. pencegahan penyakit endemis.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. P : DB? N : Iya.. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. terus ada Bidan Desa. bidan desa. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil.. alhamdulillah karena kita ada komunikasi.

satu Desa itu empat Bidan. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. haa seluruh komponen masyarakat. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. P : Nah ini lagi Pak. satu Desa cuman satu. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. P : Targetnya Pak. Terus jadi ada empat. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . maka akan bidan akan menangani lebih dulu. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli.Sakit. Tetap lewat mekanisme. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. sehingga benar mengadakan. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah.

P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. Lupa sekali saya lupa. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. N : Ada. kita memang dari Desa Siaga itu. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. iya dari pagi sampe. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. Diantara memang ada sepuluh. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. Dinkes (N4. P : Ini Pak saya punya Pak. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. P : Kalau PHBS Pak. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. 135-145) . P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. N : Ee saya koq lupa ya. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. nek mungkin disitu juga ada. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

semua ada. nggak ada lagi. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. Tapi untuk gambaran. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. air bersih.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. Asi. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. jentik di rumah. cuman ini to. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. jamban besih sehat. disitu orang merokok semua. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. Secara kebetulan.tidak merokok. olahraga. Kami tidak mau anu. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. menimbang tiap bulan. dan yang merokok ini. 303-316) . lemas. Seratus Persen ditolong Bidan. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. ASI eksklusif. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. nggak sehat. kalau Toga ada ya. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. merokok ini susah. Pengolahan sampah. Itu meninggal gara-gara perokok berat.

paling itu kerasa. wilayah Utara. Tengah. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. masa bodoh. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. 326-338) Penutup . dari tahun. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. khusus untuk di kampung saya. N : Iya. e seratus sepuluh to persis. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. karena kami kan 13 Dusun..340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4.. sangat tinggi. Satu. sekian dulu wawancaranya…. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. kalau bagi kami itu. Saran dari kami ya ada. itu paling kerasa dan yang saya paling. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. saya nilai cukup. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. Paling. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus.. 13 Dusun 3 Wilayah. Kemarin akhir tahun saya cek.. sangat. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. terima kasih banyak ya Pak ya. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak.( Dengan penuh semangat ) terasa banget.

. kita mulai aja ya bu...hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik .. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi. dan ketentuan dalam diskusi. A4 (SR).04 dengan suasana yang santai..anu. : 7 Februari 2010.desa siaga itu. Diskusi dimulai pukul 15. (berfikir lama)… Saya lupa e. A2 (ZN). 10 Berhubung hujan. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. A3 (BS). pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD).. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN). Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen...30 WIB. Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja. Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B.. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. cara jalannya diskusi.. pukul 15.04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. Diskusi selesai pada pukul 16. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. Baiklah.Focus Group Discussion A.

hehehe (tertawa) A5 : kalau saya. A3 : hehehehe….. balita dibawa keposyandu. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai .A5 : yakin.. A4.. A2... dilarang merokok.perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee. P : terus untuk PHBS nya sendiri.... A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan... dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya... sikatan tiga kali sehari... masakan harus bersih.. A5 : hahahhaa…. A3 : masih sama.lali aku… Udah mas…. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita….(tertawa) A1. eee....ga hapal semuanya…. makan sebisa mungkin bergizi.lupa saya…. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu..( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan. lingkungan harus bersih. (Memotong pembicaraan) .bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas... A1. mandi dua kali sehari. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm...... perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu. tidak membuang sampah sembarangan. dah itu saja.harus hidup sehat.apa lagi ya.prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.. A2 .perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit. orang hamil diperiksakan kebidan....20 25 A2 : Saya belum tau juga…. rumah harus bersih. Hehehe…. ada jamban... bersih lingkungan.saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan..

.5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.3..2.. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai. terus sekarang ditambah jadi 20. Iya kan bu?? A1. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu.4.4 : tersenyum A5 : hehehe…. Poin pertama.3. kepercayaan 90 95 100 105 . biar data yang saya dapatkan bisa akurat. A2.4.4. saya jelaskan dulu. Mulai dari yang pertama.2.5 : iya sudah dilaksanakan….5 : baik. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya….3 : nah itu. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1. A1 : permasalahannya kan. memberi bayi ASI eklusif ? A2. A2.3. ada yang sudah pakai ada yang belum A2.3.5 : sudah….. baik. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. yaaa..5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya. P : Menggunakan jamban sehat A1. lalu pertama kali disini ada 15. dari pusat kan ada 10. baik…. A3 : sudah dilaksanakan…..3. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan..5 : baik.. A2.4..akan saya tanyakan satu persatu ya bu.4. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) ..65 70 75 P : bentar bu.

lagian kalau ke kloset saya tidak bisa….3. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya. gitu….3.. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur….3. A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.. Itu bagi orang yang ortodok.. bisanya ke wc yang panjang.4.... udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah.hehehe…..5...(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang.. Ada juga yang belum memiliki jamban. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”..5 : sudah….karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”….. kekali aja deket.4 : oooh enggak……... nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.P : hahaha…..2.4.. tahu tempe itu kan lauk ya mas.5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai..2.hahaha (tertawa) .ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.ee.(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1.kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya.2.(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu..” A1.

. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…. dll…..3.(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.. Kan suami saya pedagang keliling mas.hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.. salak..kadang kadang saja….pernah disuruh berhenti. dan kalau buah juga kalau ada uang…. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung.4.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas…. tapi tamunya yang merokok…..160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli….dan anak saya itu sekali makan tiga…. papaya.2. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu.2.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok.hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari.. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 .hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok.hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1.3.4. rambutan. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan.. 2 bulan balik lagi mas….hehe…. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok. terutama pisang….5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1.

indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1. itu kan udah data jaman kapan mas.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .3. A3 : jamkesmas ada.4..5 : sudahh…..2.2..3. jamsostek ada.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. A5 : dulu malah swadaya masyarakat. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1.2.5 : sudahh…….sudah diterapkan….3. udah lama itu mas….5 : ya itu tadi.3.4..2.205 merokok.3. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.2.5 : sudah……. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.3. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas.5 : adaaa……. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh.4. jamkesos ada. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.4.. jamkesda ada….4. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.kadang seimbang kadang tidak….2.3.4.4.

Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas... untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas.hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri..4..3 kali sehari malah jalan mas…. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau…. bisa kotor semua….untuk buang sampah…..255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.2..hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas…. A1.tapi kan untuk dikampung susah mas…... Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan….baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya….tapi ga dikelola…..4. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas.5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa. daun sendiri.untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa.5 : (manggut manggut) P : ok. A2. banyak mas…. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu….... Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik .memang belum dikelola….. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya..4 : iya mas.hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu....

dan mencuci . mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful