ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

Sp. M. Sunarto. Dr. Rusdi Lamsudin. dr. Punik Mumpuni Wijayanti.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. M.Sc.Kes Disahkan Dekan Prof. H.S (K) iii .Kes Penguji drg.Med. M.

dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Yogyakarta. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .

selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. saling berbagi informasi. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. 5. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. Sp. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.E dan mamaku Siti Hajar. M. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. terima kasih atas masukan-masukannya. hilir – mudik dari kampus ke desa. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Sc.S(K). Punik Mumpuni Wijayanti.Med. membimbing saya. drg. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. dr. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. Mawardi. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. Dr. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. selaku dosen pembimbing utama. Orang tua yang sangat aku cintai.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Rusdi Lamsudin. papaku M. konsultasi. Sunarto. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. v . 4.Kes. diantaranya kepada : 1. 6. terima kasih atas izin dan bantuannya. S. dr. selaku dosen penguji. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. M. 3. Prof. dukungan.

Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Dian Hertisa. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Yusuf. Yogyakarta. Tria Arisanti. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Syaiful bin Usman. Rizky Kurniawan. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Adit. Dyah arum Kusumaningtyas. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Akhir kata. Isti. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Dwi Aprilia. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. 9. Kepada Eko Arya Sandi.7. 10. 19 Februari 2010 Penulis vi . Abdul haris. Inandra Prayogi. Sufron. Kepada Ade rahmayanti. menemani setiap saat. Soipe. Dhani. Hairul Asri. Dewi Aryanti . yang sudah mau berbagi tawa bersama. 11. Bayu. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Okky. Prima. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. Mufti. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. sampai menunggang kuda bersama. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. Jerrisky. Dalam penyusunan karya tulis ini. Asri Yoanita. 8. Ihsan. Rizky Al Fajar. Erma. melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Rumusan Masalah 1. Keaslian Penelitian 1.3. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Manfaat Penelitian BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Indikator PHBS 2. PENDAHULUAN 1.5. Konsep Dasar Desa Siaga 2.5.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I.2.2. Manfaat PHBS 2.3.1.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.2. Latar Belakang 1.2.2.2.3.3.1. Tujuan PHBS 2.1.3.2.4.4. Definisi Desa Siaga 2.3.3. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Desa Siaga 2.1. Sasaran PHBS 2. Perilaku 2. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .

Persiapan Penelitian 3.2.5. Dokumentasi 3.5. Desa Margomulyo 4. Pelaksanaan Penelitian 3.6.4. Kerangka Konsep 2. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.1. Data Narasumber 4.4.5.1.5. Instrumen Penelitian 3.3. Etika Penelitian BAB IV. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii . Pertanyaan Penelitian BAB III. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2.5. Subyek dan Obyek Penelitian 3.5.5. Teknik Pengumpulan Data 3. Teknik Analisis Data 3. Penilaian 2.7.6. Wawancara 3.2.2.3.2.2.5. PHBS dalam Desa Siaga 4.7. METODOLOGI PENELITIAN 3.3.1. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3. FGD 3.8. Obyek Penelitian 3.5. Triangulasi 3.1.4. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.2.4.5. Subyek Penelitian 3.4. Jenis dan Sumber Data 3.2.3.7.1. Proses Pengambilan data 3. Observasi 3.2.3.9.

SIMPULAN dan SARAN 5. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .2. Saran dan Tanggapan BAB V.7.4. Simpulan 5.1.

Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . Hubungan perilaku. lingkungan.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. dan individu Gambar 3. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4.

Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3.DAFTAR TABEL Tabel 1. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Sumber Biaya Tabel 4. Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6.

Transkrip FGD Lampiran 12. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Panduan Wawancara Lampiran 4. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. Koding Lampiran 10. Transkrip Wawancara Lampiran 11. Pedoman Umum FGD Lampiran 5.LAMPIRAN Lampiran 1. Foto Penelitian xii . Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. 20 Indikator PHBS Lampiran 9.

Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. wawancara mendalam. dan triangulasi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. focus discussion group (FGD). xiii . desa siaga. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. PHBS di Desa siaga. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. dokumentasi. keberhasilan pencapaian >75%.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya.

Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. and not the achievement of all existing indicators. Conclusions: PHBS program has been running well. because it determines the health of 30%. documentation.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. not in terms of the functioning of the existing village health post. The collection of data by way of non-participatory observation. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. desa siaga. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. the success of achieving> 75%. PHBS in the village margomulyo. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. xiv . focus group discussion (FGD). but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. the performance of cadres and the role of good health. and triangulation. depth interviews. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. Keywords: behaviour of life clean and healthy.

BAB I. tempat kerja. PENDAHULUAN 1. mencegah risiko terjadinya penyakit. yang dilandasi paradigma sehat. 2008). secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. 2004). adil dan merata (Depkes. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. sarana kesehatan. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. 2004). dan tatanan tempat-tempat umum. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat.1. sekolah. yaitu lingkungan sehat. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan.

Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. mencegah resiko terjadinya penyakit.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. Dengan demikian. melindungi diri 2 . tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Polio. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Masalah kesehatan terus berkembang. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. HIV-AIDS. dan Flu Burung. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. 2004). Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Puskesmas dan jaringannya. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi.

mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. kecelakaan. desa siap-antar-jaga. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Kecamatan Seyegan. dan dijadikan sebagai desa percontohan. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. 2009). kejadian bencana. 3 . dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. Pos Obat Desa. Kabupaten Sleman. dan lain-lain. 2008). Selain itu. dana sehat. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Polindes. sering dijadikan obyek penelitian lainnya.dari ancaman penyakit. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. Melihat potensi tersebut. kurang gizi. Oleh karena itu. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud.

keluarga.1. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ . 4 .2. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu. masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1.4.3. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah . Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti.

warung obat desa. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. ambulan desa.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. kelompok donor darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. penggalangan dana masyarakat. tabulin. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. poskesdes. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. dan lokasinya di Desa Margomulyo. dan masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. tabulin. serta kebersihan lingkungan. pembiayaan dan sarana). poskesdes. tim siaga bencana. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. pencatatan dan pelaporan. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. surveillan. posyandu. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. dan dukungan masyarakat. aparat pemerintah. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. kebersihan lingkungan. kelompok donor darah. 5 .

2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. serta pola hidup bersih sudah baik. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. 6 . 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga.5. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. 1. b. pelaksanaan desa siaga. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian.

1. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan.BAB II. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. 2007). yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. 2) Operant respons atu instrumental respon. 2003). TINJAUAN PUSTAKA 2. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon.2003). dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. 2006). maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya.

isu sosial. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). b) faktor pendukung (enabling). emosi. persepsi. tanggapan. persepsi. pengetahuan. Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. situasi. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. sikap. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. dan individu (Walgito. lingkungan. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. B E P Gambar 2. Perilaku. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. 2005). P= person. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. Formulasi berwujud B= behavior. kelompok sosial. pengetahuan. STIMULUS (individu. norma-norma. adalah faktor yang memungkinkan 8 . E= environment. demikian sebaliknya. Hubungan perilaku. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir.

Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. yaitu faktor internal dan eksternal. sarana. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. fasilitas.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. c) faktor pendorong (reinforcing). lingkungan. seperti pengaruh teman. dan sebagainya. keluarga. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . 2006 didaptasi dari Green. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. dan lainnya. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. dana. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya.

2.2. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. dipelihara. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. 2007). dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak.1. 2. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. meningkatkan. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

2. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. 2008). usia lanjut. 2007). Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. anak dan remaja. 2005).2.2. kesehatan.masyarakat maupun pada keluarga. tabungan bersalin (Tabulin). 2. kelompok pemakai air. dan pengasuh anak (Depkes. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 2. 11 .3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. anak tumbuh sehat dan cerdas. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. jaminan pemeliharaan kesehatan. arisan jamban. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. 2007). dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. kemauan. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes.2.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. ibu hamil dan ibu menyusui.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.

2. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. 2.2.2. kegawatdaruratan. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana.1. melakukan aktivitas fisik setiap hari. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. khususnya meningkatkan pengetahuan.3. Konsep Dasar Desa Siaga 2. rumah bebas jentik.3. dsb). Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. penimbangan bayi dan balita. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat. meningkatnya keluarga sadar gizi. wabah. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. menggunakan jamban sehat. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. bayi diberi ASI eklusif. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. makan buah dan sayur setiap hari. 2008). 2008). meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. keluarga berperilaku 12 . menggunakan air bersih. 2. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. tidak merokok didalam rumah.3.

tenaga. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. tokoh agama.3. kader serta petugas kesehatan. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2.4. peraturan. dana. kepala desa. sarana dan lain-lain. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga.3. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. LSM.3. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. seperti tokoh masyarakat. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. 2006).2. pejabat terkait.1.4. 13 . donatur dll (Depkes 2007). Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. kepala dusun/RW. swasta. 2. 2. seperti camat. 2008). Tabel 1. perempuan dan pemuda.

2.2.4. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan.3. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat.2. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya.4. 2. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas.4.4. 14 . Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga.2. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik.2. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola. 2.

Dimulai dari kegiatan pengumpulan. DBD. pembuluh darah dan syok. gigitan binatang. mandiri).2. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. 15 . Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan.5. balita. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. madya. keracunan. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. bencana dll. pertolongan pertama cedera trauma. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. pengelolaan.3. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. purnama.

bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). kuning. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. Disusun dalam empat tingkat (skor). Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). hijau. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota.

Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes.4. d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Kerangka konsep penelitian 17 . nilai 2 jika 2 UKBM. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina.

Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 .2. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3.5. Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. PERTANYAAN PENELITIAN 1.

2007). Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. kompleks. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik.1.1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. 3. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran.BAB III. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). dinamis dan penuh makna (Sugiyono. analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 .2.2. 2008). Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). 3. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. METODOLOGI PENELITIAN 3. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci.

tenaga kesehatan. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. 2008). berbagai setting dan berbagai cara. dan bidan. 1) Tempat : Desa Margomulyo. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3.yang dipelajari. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Kecamatan Seyegan.2. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. kader PHBS. 20 . Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. informan. tokoh masyarakat. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian.2. dalam hal ini adalah masyarakat. kader PHBS. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo.3. tenaga kesehatan dan bidan. tokoh masyarakat. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS.

serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian.5. Teknik Pengumpulan Data 3.4. antara lain . Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung.3. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. Peneliti mencatat. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.2. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti.1.(Sugiyono. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 . jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti.5. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. baik secara akademik maupun logistik.5. 3.

sketsa dan sebagainya.4. 3. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.5. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. surat-surat dan sebagainya. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan.permasalahan yang akan ditanyakan. tokoh masyarakat.3.5. bidan. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. biografi. dan masyarakat setempat. kader. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. 3. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi.

Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. 2008). wawancara mendalam. 3. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. Triangulasi 23 . Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. dokumentasi. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi.5. dan masyarakat setempat.5. dan FGD. bidan. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data.

6. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. Dalam penelitian ini. mensintesiskannya. 2000).sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. mengorganisasikan data. mencari dan menemukan pola. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola.

maka 25 . secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. 2005). (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). memfokuskan pada hal-hal yang penting. properti-properti dan dimensi-dimensinya. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. Pada tahap berikutnya. dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar.hal-hal yang pokok. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Ini adalah tahap awal pengkodean. Tahap terakhir adalah koding selektif. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. mencari pola dan temanya.

peneliti melakukan persiapan. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. 3.7. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. hipotesis atau teori.1.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo.7. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. Kecamatan Seyegan. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. dapat berupa hubungan kausal. peneliti masih menggunakan snow ball effect. pena dan kertas.7. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. Persiapan Penelitian 3. rekorder. 3. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Namun. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data.2. Setelah itu.

Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Sebelum melakukan wawancara. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. 3. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai.

Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. 3. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. Informed Consent. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. 28 . peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Anonimity.9. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. 3. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. 2. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Confidentially.

Tabel 2. Mriyan. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan.BAB IV. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Jingin. Kamal Kulon. Daplokan. Mangsel. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. 8 SD. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Ngemplak. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah .976 orang yang belum bermata pencaharian. 1 Poskesdes. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. 12 Posyandu lansia. 1 SLTP. dan 1 SMA. Gerjen. Jumeneng. 13 Posyandu balita. 1 Dokter praktek swasta. Kasuran. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. 4 Bidan praktek swasta.1.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. dan Jamblangan. Kregolan. Sompokan. Kabupaten Sleman. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat.

54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny. terus rumah berlantai bukan tanah. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. CP. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.. mau.9) dengan uraian . Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik.. 60 tahun (Kader) : NY. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.8.4. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny. beberapa narasumber mengutarakan : “.2. 48 tahun (Masyarakat) : Ny.7. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 .6.RW. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya. NS. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. 37 tahun (Masyarakat) 4. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. buang Air BAB di WC. WN.. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”. 38 tahun (Kader) : Ny. SR. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny.(CP 142-146)". 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. BS. “. ZN. SG.keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara.. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok.. SN.2.3. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5.3..secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu....

……. sekolah. tempat kerja..Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga... Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)... oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular.menghindari dari ancaman penyakit. Dengan demikian.. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. “. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. 2008). selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. mau. sarana kesehatan. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. agar bisa.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. dan tatanan tempat-tempat umum.. mau.

dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. terus. imunisasi.. KADARZI..teruss.. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “.(RW 163-172)”.untuk indikator PHBS sendiri. “. terus cuci tangan pake sabun. kepemilikan toga. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan.pemberian ASI eklusif. kepemilikan jaminan kesehatan. Posko kesehatan desa. kebiasaan gosok gigi. pemberian ASI eklusif. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari.. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. balita tidak dibawah garis merah. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS.. 32 . walaupun ada beberapa indikator yang lain...yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.. PUS ikut KB. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas.. tidak merokok didalam rumah. penerangan. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa.. imunisasi... Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. pendataan ibu hamil. kepemilikan TOGA.. cuci tangan pakai sabun. kebiasaan gosok gigi secara teratur.. terusss.... PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.. Berdasarkan hasil temuan.. BAB tidak di kali. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS.eeeee.tidak merokok yang saya hapal.. surveillan. melakukan aktivitas fisik setiap hari. menimbang balita setiap bulan. tidak merokok didalam rumah.. menimbang balita setiap bulan. terus lantai berdinding. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.(CP 152-173)”. PHBS. kepemilikan jaminan kesehatan..

senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan...4... Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain. swadaya masyarakat.4. alat tulis. 33 .Ada (RW 132-143)”.oleh kabupaten sleman sendiri. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. (CP 94-96)”.Dari APBDes. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “... “. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku.. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan. arisan.. terus dari desa juga memberikan kontribusi.Dari Pusat.. “.. bantuan pemerintah desa. swadaya kader. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan...Kalau dari Pemerintah Daerah... Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah... Tabel 3..Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa..

mulai dari pendataan oleh bendahara.000 300. 34 . ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4. 1. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3. kecamatan..000 750.000.000 1. Dapat dilihat dari total anggaran Rp..650. dan lain-lain. 1. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik. transportasi. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik. Di tingkat desa.yang digunakan. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada . kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY.550. biaya pertemuan masyarakat. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. biaya operasional. juga ada anggaran sendri dari APBDes. yang akan berlanjut ke tingkat desa.000 1. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya.000.000. masih ada Rp.000 200.650.yang belum digunakan.000.

. penjadwalan. pemetaan PHBS. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan.. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS.Terus pemetaan dan dukungan diposyandu... kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri. seperti melakukan Posyandu.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. . kalau saya sebagai bidan ..Ya nanti to mencatat Balita..... kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT.. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. Dari pengamatan peneliti. “. kampanye. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. Kesra. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan.. pendataan di Posyandu. dukungan masyarakat juga sangat baik. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan. (RW 267-281)”..Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan.. berperan aktif dalam kegiatan. 35 ..dalam bentuk Yandu... “... Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “. (NS 155-179)”. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat... baik dari instansi terkait seperti kepala desa.. dan lainnya.

terus pelaksananya dari kader sendiri. balita Gizi buruk.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun.. Posyandu.. bank darah. tokoh masyarakat...Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat. “. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. ambulan desa.. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.4. kepala desa.. teruuus seksi posyandu. serta kesehatan lingkungan. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”. pendatan Ibu hamil.. kesehatan lingkungan. kader.. pengamatan penyakit. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”..(N3. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. pengamatan penyakit.. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada.. 36 .. 53-57)”. terus apa. bidan desa.. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.. dan masyarakat sendiri. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan.. bank darah. “. kesra. seperti diungkapkan dibawah ini : “. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. KADARZI.. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak.5. perilaku hidup bersih dan sehat... PHBS..yang terlibat... penanggulangan kegawatdaruratan bencana..(RW 36-59)”. bersih-bersih Dusun.oiya satu lagi..

haa seluruh komponen masyarakat. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat. atau eeee……leaflet. terus ada Bidan Desa. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD..kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. “.. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik.. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan... Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. Puskesmas...(SN 46-52)”. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit.. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa..Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat..(CP 52-61)”.Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya... “. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 . Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo. .. kesra... bidan. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”.“. Lewat kader sosialisasinya. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa. kader. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.... kemudian akan diinformasikan ke bidan desa. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan.(SN 54-62)”. Beberapa narasumber mengatakan : “.

Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian. 4. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. Pelatihan PHBS.. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember.himbauan oleh Departemen Kesehatan. dan lainnya.6..Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas.. misalnya rokok.. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan. perencanaan. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. Program PHBS dievaluasi setiap semester.. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “.Terus setelah 38 . Pemetaan PHBS.. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga.... dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas.

pemberian ASI eklusif. dan lainnya. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan. makan sayur dan buah setiap hari.(CP 205224)”.. memiliki jaminan kesehatan. penimbangan balita setiap bulan... peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%. “.. lantai rumah bukan dari tanah.. imunisasi lengkap pada bayi.sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. ada laporan ibu hamil.. gizi seimbang. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit. kesehatan lingkungan. PUS ikut KB.. (SN 183-187)”. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan. laporan gizi buruk. memberantas jentik nyamuk dirumah... dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan.. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik.. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. melakukan aktivitas fisik setiap hari.. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. “. Poskesdes. menggunakan air bersih. laporan PHBS. terus laporan-laporannya sudah masuk semua.(RW 185-190)”. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 .. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. apa cuci tangan pakai sabun... memeriksakan kehamilan sesuai standar..Kinerjanya ya.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu... Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi.. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada..

Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan.. Namun kenyataannya. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. Peneliti mengamati selama penelitian.. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo.... dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. 230250). dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja.. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja.(RW 61-77)”. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik.. “. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. dan pengelolaan sampah. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. tidak merokok didalam rumah. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor. dan komitmen kesra kurang (CP. 40 .. hubungan antar personil kurang. saran promosi. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya.

Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. 2 bulan balik lagi mas…. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat.. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat.pernah disuruh berhenti.. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat.. 41 . Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. seperti pernyataan narasumber berikut : “. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya.suami saya sendiri merokok. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban.. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat.(WN 166-169)”. dan lainnya. cara perawatan. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. cara penggunaan jamban..

Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun... masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. (SR 177-179)”.(SN 269-270)”. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah. “. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6.... ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 .Terus pengelolaan sampah..paling.tapi ya kalau ada tamu itu tadi. banyak kendalanya (NS 139-140)”. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan... “. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya.. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo....pengolahan sampah... Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat... dan banyaknya produksi sampah setiap harinya. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. kan ga enak mas. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya.

dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga....(N2. “. 294-300)”. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga.. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali.... Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga.5. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga.perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan. “. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana.(N4. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan... 4..... sendiri. 303-316)”.Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1.Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.... menanggulangi 43 .Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk... dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya. 254-266)”. Berikut kutipan wawancaranya : “. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya..

Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. dan meningkatkan kualitas kesehatannya.2. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. 44 . sosialisasi. serta dukungan dari semua stakeholder. 5. tujuan dan indikatornya. keberhasilan pencapaian >75%. dan masyarakat. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. 2. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan. 3.1. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik.1. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. 4. menanggulangi bencana.2. Simpulan 1. 5. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.BAB V. koordinasi. konsep Desa Siaga. instansi terkait. 5. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. SIMPULAN dan SARAN 5. pihak yang terlibat.

4. 5. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.3.2.2. 3. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali.2.2. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1.5. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. 5. 2. 45 .

Burhan. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. Yogyakarta. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. Prenada Media Group: Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Tesis. 2008. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. Bungin. Penelitian Kualitatif. Burhan. S. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. FK UGM. Raja Grafindo Persada: Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Anis.indoskripsi. 2007. 2007. 2007. Yogyakarta Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Taufik.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. FK UII. 2005. Desember 2009. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Departemen Kesehatan RI. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. pukul 22. 2009. 2008. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . http://one. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Pustaka pelajar offset. 2002. Universitas Gadjah Mada. Djonny.35 WIB. Yogyakarta Azhar. 2008. Azwar. 2008. Darmawan. 2008.

Download tanggal 29 Desember 2009. 2005.blogspot.11 WIB.1 Januari. Kes. Notoadmojdo. Poewandari. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Riasmini. Moleong. Alfabeta: Bandung. 2005. 47 . 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Muhadjir. Metode Penelitian Kualitatif. No. Perilaku Manusia. Ridwan. Vol 3. Yogyakarta. L. 2007. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . 2007. Tesis. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Fitramaya: Jakarta Matsum. No. K. Belajar Mudah Penelitian. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. E. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. Vol. 2006. pukul 23.J. Nurjasmi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. Ircham dkk. H. Soekidjo. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. FK UGM.html-. Determinan Perilaku. Rake Sarasin: Jakarta. matsum. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. 2008.2 April. 2008.N. PT. 2002. hal 9-11. M. Rosadakarya: Bandung. 2007.com/2008/05/determinanperilaku. Polisiri. Rineka Cipta: Jakarta.Hermansyah. Samsunuwiyati. 2005. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. PT Refika Aditama:Bandung. 2008. hal 26-28. Agus. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Machfoedz. Kes. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan.3.

Sudigdo.Soeparmanto. Binarupa Aksara: Jakarta. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Des. 2007. Pascasarjana. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia.A. 2006. 2002. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. Yogyakarta. hal 10-13. S. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Utarini. 2008. A. 48 . Memahami Penelitian Kualitatif. Universitas Gadja Mada.edisi 03. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Alfabeta: Bandung. Sastroasmoro. Mediakom Departemen Kesehatan.

LAMPIRAN .

. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… . Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun. identitas narasumber akan dirahasiakan. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.………………………………………………………. Yogyakarta..

Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Mengucapkan salam 2. Pengantar 1. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Prosedur 1. apakah itu salah atau benar 6. Penjelasan 1. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Setelah selesai. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5.

tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6.

Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Tahap Awal a. pengalaman. Pembukaan i. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Prosedur i. pengalaman dan saran iii. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Penjelasan i. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Pendapat. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1.

dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. tidak saling memotong pembicaraan v.iv. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif.

Tahap Penutup a.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b. Sebelum diskusi diakhiri.

Lingkungan Sehat 7. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. PHBS Sumber Pendanaan 1. Poskesdes 3. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Suveilans 5.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Pengembangan Kadarzi 8. Forum Masyarakat Desa 2. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak .

Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2. Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .

Komponen Desa Siaga a. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). kader. bidan. 3. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. 4. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. kepala dukuh. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. dan unsure desa yang terkait. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini .LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. 2.

karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Kesehatan lingkungan. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Pengamatan penyakit. Bendahara. Koordinator oleh bidan desa. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. . Donor darah. Ambulan desa. Kesehatan ibu dan anak. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). c. Sekertaris. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Tim kegawatdaruratan bencana. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas.

semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. Penyuluhan. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. DBD. Kesehatan ibu dan anak. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. dll. dll. balita. PHBS. promosi kesehatan. kader. bidan. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. 7. 6. Mulai dari mayarakat setempat. gizi. pemberian pelayanan kesehatan. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. dan TBC 5. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator.d. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. Pertemuan didesa. para tokoh masyarakat. seminar.

. Memiliki jaminan kesehatan xiv. dll. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. kebiasaan mandi disungai.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Pengelolaan sampah xix. Makan sayur dan buah detiap hari ix. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Penimbangan balita setiap bulan iv. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Menggunakan jamban sehat vii. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. belum terkelolanya sampah dengan baik. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Penggunaan air bersih v. Bebas jentik nyamuk viii. PUS ikut KB xvi. Gizi seimbang xii. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Pemberian ASI eklusif iii. Pemilkan TOGA xx. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Tidak merokok didalam rumah xi. i.

Posyandu . Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. PHBS 9. Sutardjo Ny. Ambulan Desa 6. Bank Darah 5. Kegawatdaruratan Bencana 2. Marsudi Bendahara : Ny. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Pengamatan Penyakit 3. Kesehatan Lingkungan 7. Kesehatan Ibu dan Anak 4.

Gizi seimbang 12. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Menimbang balita setiap bulan 4. Makan sayur dan buah setiap hari 9. PUS ikut KB 16. Memiliki TOGA 20. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Kebiasaan gosok gigi . Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Tidak merokok didalam rumah 11. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Menggunakan jamban sehat 7.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Memberikan ASI eklusif 3. Memiliki jaminan kesehatan 14. Pengelolaan sampah 19. Menggunakan air bersih 5. Lantai rumah bukan dari tanah 17.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2.Pembina dari kecamatan. bidan desa. kader.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. dan tokoh masyarakat (N1. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. leaflet atau poster oleh puskesmas. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. puskesmas. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. kader. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. bidan koordinator. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. dan melalui pelatihan (N1. kepala desa dan kesra (N4. kader. kepala desa. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi .

58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. poskesdes (N2. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. mulai dari pemetaan. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. 193-195) Jika ada masalah kesehatan. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. dan dinas kesehatan (N2.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. perumusan masalah. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . bidan koordinator.

hubungan antar personil kurang. posyandu. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. dan program lainnya (N4. pertemuan yang selalu diundur. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. dll. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. dll (N2. dan komitmen kesra kurang (N1. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. saran promosi.(N1. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. (N2. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. adanya pelaporan. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3.

dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. penggunaan jamban sehat. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah.

(N2. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 254-266) .penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

Wawancara selesai pada pukul 12. Suasana diruangan cukup tenang. apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas.Narasumber Pertama A. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. saat itu diruangan ada peneliti.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. mau.53 WIB.eeee…. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. dan mampu untuk mengenali masalah . Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. pukul 12. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas. dan seorang teman peneliti. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010.. narasumber. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan.. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y.

leaflet atau poster oleh .. kepala desa. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1. P : dari penjelasan mas tadi..ummm (berfikir) …….15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu. mau. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. kecamatan. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti. bencana.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. perilaku hidup bersih dan sehat.. bank darah. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana.. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan.. pengamatan penyakit. dan KIA ( N1. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik..bisa dikatakan bagus.. ambulan desa. ambulan desa. puskesmas..terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.eeee….eeee….. teruuus seksi posyandu. pengamatan penyakit. kader.. tapi juga dari puskesmas. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. terus pelaksananya dari kader sendiri. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. bank darah. dan tokoh masyarakat (N1.. posyandu. penanggulangan kegawatdaruratan bencana..apa namanya…. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii.. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. PHBS. penyakit menular.jadi tidak dibiarkan begitu saja…. keluarga sadar gizi… P : umm. N : oiya satu lagi.. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. serta kesehatan lingkungan. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular.

……. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya.mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas.. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. P : terus. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1... DINKES DIY. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. N : oke. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas.. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. P : dari mau dulu ya mas? N .. kabupaten sleman.. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya.60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……. P : oke. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. kesra..bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas.. dan dari desa sendiri (N1. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1. iya dari mau dulu.. mau. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1. dan melalui pelatihan (N1. dokter. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. P : oke…. atau eeee……leaflet.kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. 91-99) .emmmm.. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas... terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.

atau Indikator desa siaga meliputi indikator input. UKGMD. teruuus SBH. Yang kedua.eeee….. POD.. proses. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input.. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. angka kematian bayi....ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan. UKBM itu kan meliputi posyandu. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. dan derajat kesehatan lainnya (N1.. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau.(berfikir) dari. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. UKGS. UKK. kalau gak gitu kan pada gak mau…. UKBM.. berjalan tidaknya UKBM. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya.tapi prinsipnya itu. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD.. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi.. proses. dll (N1. lurah. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi. Terus. usia harapan hidup. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. mau.(tertawa) P : hehehe…. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu.(tertawa) Terus mas. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada. dan output (N1... sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada. DINKES DIY juga memberikan kontribusi. TOGA. . Hehehe….

Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu.....yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis ..... P : oke.. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri.. tidak merokok didalam rumah. karena bisa dilihat dibuku..eeeee...apa namanya. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. terusss. aktivitas fisik setiap hari. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1.. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1.. terus eee.. berapa angka kematian bayi. menimbang balita setiap bulan... kepemilikan TOGA.baiklah….... berapa usia harapan hidupnya.jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya.. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. ummmmm……...teruss..(berfikir)…. terus.eeeee. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut.mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya.150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan.pemberian ASI eklusif. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.eeeee...berhubung tema saya tentang PHBS mas... terus cuci tangan pake sabun. imunisasi.. karena yang dari pusat kan masih umum…... kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut... P : Oke. kebiasaan gosok gigi secara teratur.. kepemilikan jaminan kesehatan.

terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. dan lainnya. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa.. Dan kalau didesa yaaaaa. bendahara. saran promosi. misalnya rokok. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan... P : oke mas. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. . Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe….ada…. perumusan masalah. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1.belum 100 persen. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. mulai dari pemetaan. sekretaris. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy..... biologi.nanti saya ambilkan….ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan….. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun….(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS . P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. dan sebagainya. terus seksi-seksi...... bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo.ketua. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester.. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. kimia. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1.

terus dari hubungan antar personil kurang.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. P : oooo margomulyo yang pertama. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.terus hubungan antar personil yang relative kurang.. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah..kampanye itu buka kampanye seperti partai ya. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. di SD terutama margomulyo. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya.. video.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. Misalnya ketuanya.. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1.. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga..sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu.eeeee. dia yang bertanggung jawab mengarahkan.. dan lainnya. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus.hahahahha(tertawa)…. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis.. dll. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut.. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali.. dan komitmen kesra kurang (N1. 279-282) .....

kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS... 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. pemetaan dan kampanye PHBS (N1.. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. RT. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. dan dukungan bidan desa siaga (N1. lurah. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus.. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. P : tanggapan mas. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. P : terus.. kader. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.hehehe. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah.317-335) . tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik..283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1.. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya.

... Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat...emmmmmm... tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua. P : yaaah itu saja dulu mas. Yang kedua...yang pertama itu tadi. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas.waalaikumsalam . jadi harus selalu ada.. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat. ada peningkatan..... seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat..eeeeeeee. Eeeeeeee. N : oiya.. Terus..indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop. P : apakah mas ada saran.... Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS. Data sampah keluarnya sampah.hehehe. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa.kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas….....wasalamualaikum mas….masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat..

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

terus itu ke MMD SMD itu. pemkab sleman. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. tapi nggak stand by di Kelurahan. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. ada macam-macam to. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. terus apa pertama itu kan sosialisasi. Plankplank. belum sama sekali. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. nggak pakai. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. di Poskesdes itu 3. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. brosur gitu? N : Nggak. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. Lewat kader sosialisasinya. ada Ambulance Desa. Itu yang mau aja. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. Tiap Dusun ada 2. satu Kelurahan 3. P : Oke. sudah tau semua. dan anggaran dari desa sendiri (N2. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. kan jarang to yang mau. kalau kayak pengumuman. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. nggak ada. 132-146) . pembentukan. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan.

180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. buang Air BAB di WC. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. dll (N2. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. balita tidak dibawah garis merah. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. tapi sekarang saya kan nggak tahu. 185-190) . P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. dll. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. BAB tidak di kali. balita tidak dibawah garis merah. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. ada 20 kalau nggak salah. dan mandiri (purnama) (N2. lanjut. (N2. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. lantai berdinding. BAB tidak di kali. P : Terus Bu. balita tidak di bawah garis merah. ini Bu. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. P : La terus ini Bu. dll (N2.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. terus rumah berlantai bukan tanah. adanya pelaporan. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. Ya itu yang saya tau cuma itu. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. tapi nggak hapal e. buang air di WC. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. terus lantai berdinding. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. balita tidak dibawah garis merah. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. pengembangan. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. penerangan. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas.

itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. tiap bulan. Madya. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . ada laporan ibu hamil. yang 3 Kader itu terus nanti saya. Purnama. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). P : Karya. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. dll (N2. pertemuan yang selalu diundur. Karya. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. ke tingkat pengembangan. laporan gizi buruk. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. bidan koordinator. Udah. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. ya masuk pengembangan aja. laporan PHBS. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. itu besok-besok. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. tapi nggak urut ya mas. Purnama? N : Ha a. Madya. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Nanti targetnya kena nggak. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. N : Tadi pembentukan sudah. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. Ada Warsa. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. poskesdes (N2. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah.

kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. target pencapaian. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. P : Nah ini Bu. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. jadi saya tergantung sama pak lurah. itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. 267-281) . 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. dananya selalu ada. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. baik untuk ibu hamil. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. Ini Pak Lurahnya kan ganti. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. Terus kadang Balita yang. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. P : Oke.

(N2.. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. Di sini kan nggak ada Polindes. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. P : Bu. N : ya hahahaha. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. Harus ada Kader tuh yang bantu.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. 314-322) . Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu.hehehehehe. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. P : Nah ini Bu. ini kan Margomulyo. kita bicara tentang Ibu. tapi kan sudah disediakan Polindes. jadi nggak bisa memantau. Saya kan tinggalnya di Margoagung. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ.. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. efektif. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan.

Cuma itu. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. selama ini ada. ini kan ada tempat kosong. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. bisa mendeteksi? N : Iya. Iya.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. 361-363) Penutup . lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. Nah Bu.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. dan dinas kesehatan (N2. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. Eeee ntar Bu. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. baik banget itu yo nggak. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. P : Ibu ada masukan. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. sedang gitu aja. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. P : Nah ini Bu. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. kalau benar-benar jalan itu bagus. P : Oh itu benar Bu. tapi bukan untuk. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. tapi khusus untuk koordinasi.

dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. . Jadi ada fungsinya gitu lho. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. ya baru 6 bulan sekali. N : Selama ini. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Makasih ya Bu. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. P : Terus pelatihan Kader gitu.saya. uda semuanya Bu. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. P : Per semester berarti Bu? N : Iya. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada.

Narasumber Ketiga A. pukul 13. saat itu diruangan ada peneliti.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.56 WIB. Suasana diruangan cukup tenang. N : Waalaikum salam. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu. kemarin ya.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. narasumber. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat .. Wawancara selesai pada pukul 13. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B.. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. sesekali terdengar suara alaram jam dinding.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya.... berhubung Ibu Kader PHBS. dan seorang teman peneliti. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. ini penelitian saya tentang PHBS bu. eee.

P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. P : Terus Bu. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. P : Margoagung. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. kebersihan lingkungan. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. apakah disitu ada yang merokok. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. Praktek pertolongan gitu.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. 53-57) dalam seluruh . P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu .15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e. umpamanya lho itu. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. Sehat kalau Nggak salah itu. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. Baru di bentuk apa pengurus. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. ehem PHBS itu sendiri Bu. P : Ya udah.

P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. P : Terus ini Bu. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. sekarang masih susah e. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. terus ada seperti reksol itu. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. mungkin Ibu bisa lihat. Iyo to. masyarakat. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. Intinya bersih gitu. N : Hallah Nggak kelihatan e.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. dari Puskesmas. P : Terus Ibu. tapi panjang itu belum tentu kotor. koq belum ada dana untuk PHBS. P : Terus Ibu. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. mungkin ada saja to kendalanya. kendala mungkin. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. kendalanya dimana? N : Yo. ini ada 20 point Bu. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. Dianjurkan untuk itu tadi. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. 77-82) . Oh dari anu. Dana didapatkan dari puskesmas (N3.

P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. rutin. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. dari Kelurahan. ditempat saya aja masih ada e. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Terus. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. P : Terus jentik dirumah Bu. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. karena ada bantuan juga sini. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. 93-150) . P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah.

sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. P : Kalau Kader Bu. ini mau dimulai lagi lomba besok. mengajak masyarakat langsung (N3. P : Jadi itu ya Bu tadi. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. udah dilatih.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. umur berapa. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. 183-187) program berjalan . kartu askes udah banyak. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. ibunya ya lengkap anak siapa. melakukan pendataan. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. dari kecil udah nganu. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. sudah nggak ada yang dari tanah. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu.

P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. kalau makan diajak berdoa. P : Haah 2009? N : Ee 2008. P : Terus Ibu. Cabut-cabut rumput itu. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. 219221) Penutup . Desa Siaganya itu yang baru. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. P : Terus nah. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. sukar e ngajak masyarakat. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. nggak ada tergetnya. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. kalau. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. apa cuci tangan pakai sabun.

ada yang kurang atau gimana? N : Yo. ada diskusi sedikit. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. minta maaf aja. Iya to. P : Ya sudah Bu ya. P : Sekitar jam-jam duaan gitu.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. Kayaknya sudah cukup e mas.. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. masih banyak kurangnya to heeeheee. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. N : Iya. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo.asslamualaikum . karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. Ya mungkin gini Bu. soalnya jam 2 itu saya gini Bu.

Narasumber Keempat A. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. Suasana diruangan cukup tenang. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. Wawancara selesai pada pukul 12.53 WIB. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Pertama Pak. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. narasumber. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. saat itu diruangan ada peneliti. dan seorang teman peneliti. pukul 11. Terima kasih Pak atas waktunya.

kepala desa dan kesra (N4. Kepala Desa dan Kesra. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . kader. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra.. pencegahan penyakit endemis. terus ada Bidan Desa. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. jadi lebih dini. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. bidan desa. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. P : DB? N : Iya. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. P : Terus Pak. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah.. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya.. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB.

satu Desa itu empat Bidan. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4.Sakit. P : Nah ini lagi Pak. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. Terus jadi ada empat. haa seluruh komponen masyarakat.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. sehingga benar mengadakan. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. satu Desa cuman satu. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. Tetap lewat mekanisme. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. P : Targetnya Pak. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. Diantara memang ada sepuluh. 135-145) . P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. kita memang dari Desa Siaga itu. Dinkes (N4. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. iya dari pagi sampe. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. P : Ini Pak saya punya Pak. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. N : Ee saya koq lupa ya. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. N : Ada. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. Lupa sekali saya lupa. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. P : Kalau PHBS Pak. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. nek mungkin disitu juga ada. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. Asi. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. nggak sehat. Kami tidak mau anu. Tapi untuk gambaran. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. Itu meninggal gara-gara perokok berat. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. jentik di rumah. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. kalau Toga ada ya. 303-316) . dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. ASI eksklusif. merokok ini susah. dan yang merokok ini. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. disitu orang merokok semua. Seratus Persen ditolong Bidan. nggak ada lagi.tidak merokok. menimbang tiap bulan. olahraga. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. jamban besih sehat. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. Pengolahan sampah. cuman ini to. lemas. Secara kebetulan. semua ada. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. air bersih. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek.

saya nilai cukup. masa bodoh. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. itu paling kerasa dan yang saya paling. sangat. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo.. kalau bagi kami itu. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. wilayah Utara. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. khusus untuk di kampung saya. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. terima kasih banyak ya Pak ya. Tengah. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya.. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini.. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. paling itu kerasa. Saran dari kami ya ada.. sangat tinggi.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. 13 Dusun 3 Wilayah. e seratus sepuluh to persis. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. 326-338) Penutup . sekian dulu wawancaranya….( Dengan penuh semangat ) terasa banget. Kemarin akhir tahun saya cek. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. Satu. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. dari tahun. karena kami kan 13 Dusun. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. N : Iya. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. Paling.

.04 dengan suasana yang santai. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. A3 (BS).04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. : 7 Februari 2010.30 WIB... cara jalannya diskusi. pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD). Baiklah. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan. dan ketentuan dalam diskusi. Diskusi dimulai pukul 15. 10 Berhubung hujan. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN)...hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. (berfikir lama)… Saya lupa e. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini.. A2 (ZN). Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. kita mulai aja ya bu.. Diskusi selesai pada pukul 16.desa siaga itu. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan.anu. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi..Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen. pukul 15. A4 (SR).. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja.Focus Group Discussion A..

. lingkungan harus bersih..ga hapal semuanya…. balita dibawa keposyandu.... (Memotong pembicaraan) . tidak membuang sampah sembarangan.lupa saya…. dilarang merokok.prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . A3 : hehehehe…... A2 . A5 : hahahhaa…. sikatan tiga kali sehari. Hehehe…. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu.20 25 A2 : Saya belum tau juga…. dah itu saja..perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit...harus hidup sehat. A4. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya.. A1...hehehe (tertawa) A5 : kalau saya. orang hamil diperiksakan kebidan.( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan.. A2.. masakan harus bersih. P : terus untuk PHBS nya sendiri.apa lagi ya......bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas. ada jamban. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita…. bersih lingkungan.. makan sebisa mungkin bergizi. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm....lali aku… Udah mas…. rumah harus bersih. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu.....(tertawa) A1.A5 : yakin.perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee.saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan.. eee. mandi dua kali sehari... A3 : masih sama..

4.2.akan saya tanyakan satu persatu ya bu. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1. yaaa.3. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. lalu pertama kali disini ada 15.3 : nah itu. A1 : permasalahannya kan.4..3.3..5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya..(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah. A2.2. P : Menggunakan jamban sehat A1.. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya…. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. memberi bayi ASI eklusif ? A2.. kepercayaan 90 95 100 105 .. Mulai dari yang pertama. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai.3.4. biar data yang saya dapatkan bisa akurat.4. A3 : sudah dilaksanakan….5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus. A2. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. dari pusat kan ada 10.4 : tersenyum A5 : hehehe…. A2. baik….5 : baik. Poin pertama. baik.65 70 75 P : bentar bu.5 : sudah…. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. Iya kan bu?? A1.... terus sekarang ditambah jadi 20. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.3.5 : iya sudah dilaksanakan…. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) . saya jelaskan dulu.5 : baik..4.

2..3. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar. A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.. gitu….. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya. tahu tempe itu kan lauk ya mas.3. Ada juga yang belum memiliki jamban.hehehe….(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1..4.3..110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”. Itu bagi orang yang ortodok.ee.2. kekali aja deket.....5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin....4 : oooh enggak……. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah.5 : sudah…. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur….karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”…..” A1..5. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa….P : hahaha…. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup….4.kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya. bisanya ke wc yang panjang.. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu..(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.2.gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1.hahaha (tertawa) .

dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 . dll…. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu.2. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan.4.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. 2 bulan balik lagi mas…. Kan suami saya pedagang keliling mas.3.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok.5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1...hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1. rambutan.3. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu. tapi tamunya yang merokok….2.dan anak saya itu sekali makan tiga…. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok. salak..hehe….pernah disuruh berhenti.. papaya. dan kalau buah juga kalau ada uang…. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung. terutama pisang….(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok..hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari.4.kadang kadang saja…..5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas….hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli…..

4.kadang seimbang kadang tidak….2. A5 : dulu malah swadaya masyarakat. jamsostek ada. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.sudah diterapkan…. A3 : jamkesmas ada. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas...205 merokok.2.3.5 : sudahh……. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.2..2.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .5 : sudah……. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1. udah lama itu mas…. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1.3.4.5 : ya itu tadi..4. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng..5 : adaaa…….2. jamkesos ada. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.4. tapi ya kalau ada tamu itu tadi. jamkesda ada…. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh. itu kan udah data jaman kapan mas.3.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.3.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1.4.3.3.2.3.4.4. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik.5 : sudahh….

daun sendiri... bisa kotor semua….5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa.hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas….. A2.untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3...4 : iya mas. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….untuk buang sampah…..5 : (manggut manggut) P : ok.baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik ... baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya...tapi kan untuk dikampung susah mas….. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas.memang belum dikelola….4.2. A1.hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri.. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas.\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…...4..hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu. banyak mas…. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas.. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa.3 kali sehari malah jalan mas….tapi ga dikelola….255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu….

dan mencuci . mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful