ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. Sp.S (K) iii . M. M. Rusdi Lamsudin.Kes Disahkan Dekan Prof. H. dr.Med. M.Kes Penguji drg. Punik Mumpuni Wijayanti.Sc. Sunarto. Dr.

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Yogyakarta. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .

Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. Sunarto. terima kasih atas izin dan bantuannya. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. dr. Punik Mumpuni Wijayanti. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.S(K). drg. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. v . Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. selaku dosen pembimbing utama. diantaranya kepada : 1. papaku M. Orang tua yang sangat aku cintai. 6.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. dukungan. Mawardi. M. Prof. 5. Sc. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. Rusdi Lamsudin. Sp. S. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul.E dan mamaku Siti Hajar. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. M. saling berbagi informasi. hilir – mudik dari kampus ke desa. terima kasih atas masukan-masukannya. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. konsultasi.Kes. membimbing saya.Med. selaku dosen penguji. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. dr. Dr. 4. 3. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman.

Okky. Hairul Asri. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Sufron. Adit. Kepada Eko Arya Sandi. menemani setiap saat. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. 10. Akhir kata.7. Dewi Aryanti . sampai menunggang kuda bersama. Ihsan. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Bayu. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. Kepada Ade rahmayanti. 8. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Yogyakarta. 11. Abdul haris. 19 Februari 2010 Penulis vi . dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Isti. Erma. Prima. Dwi Aprilia. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Tria Arisanti. Rizky Al Fajar. Dian Hertisa. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. Yusuf. Syaiful bin Usman. Rizky Kurniawan. 9. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Mufti. Dyah arum Kusumaningtyas. Jerrisky. Asri Yoanita. Soipe. melakukan hal-hal yang menyenangkan. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. yang sudah mau berbagi tawa bersama. Dalam penyusunan karya tulis ini. Inandra Prayogi. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Dhani. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang.

1.3. Rumusan Masalah 1.2.1. Manfaat Penelitian BAB II.1. Perilaku 2. Indikator PHBS 2.1.4. Sasaran PHBS 2.3.3. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .5.3. Konsep Dasar Desa Siaga 2.2.2.5. Definisi Desa Siaga 2.4. TINJAUAN PUSTAKA 2.2.2.2. Tujuan PHBS 2.2.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Keaslian Penelitian 1. Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.3. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Tujuan Penelitian 1.3.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I. Tujuan Desa Siaga 2.3. Manfaat PHBS 2.2.

1. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii .2.3.5. Teknik Pengumpulan Data 3. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.1. Instrumen Penelitian 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.2.4.5.3. Triangulasi 3. FGD 3.5. Jenis dan Sumber Data 3.1. Persiapan Penelitian 3.4. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2. Teknik Analisis Data 3. Obyek Penelitian 3.4.7. Data Narasumber 4.2. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.2.2. Pertanyaan Penelitian BAB III.1.5.5.3. Dokumentasi 3.6.2. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3.5. Penilaian 2. Wawancara 3. PHBS dalam Desa Siaga 4.4. Kerangka Konsep 2.7.5.3. Observasi 3.2.5.5. Proses Pengambilan data 3.2. HASIL dan PEMBAHASAN 4.3.7.1.8.4.9. Pelaksanaan Penelitian 3.5. Etika Penelitian BAB IV. Subyek Penelitian 3. Subyek dan Obyek Penelitian 3.6. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4. Desa Margomulyo 4.

Saran dan Tanggapan BAB V. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .2.4.7. Simpulan 5.1. SIMPULAN dan SARAN 5.

Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. dan individu Gambar 3. Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. lingkungan. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Hubungan perilaku.

Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Sumber Biaya Tabel 4.DAFTAR TABEL Tabel 1. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3.

Koding Lampiran 10. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8.LAMPIRAN Lampiran 1. Foto Penelitian xii . Transkrip Wawancara Lampiran 11. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. 20 Indikator PHBS Lampiran 9. Panduan Wawancara Lampiran 4. Transkrip FGD Lampiran 12. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2.

Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. desa siaga. PHBS di Desa siaga. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. focus discussion group (FGD). Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. xiii . dan triangulasi. karena menentukan 30 % derajat kesehatan.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. dokumentasi. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. keberhasilan pencapaian >75%. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. wawancara mendalam. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan.

and triangulation. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. desa siaga. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. the success of achieving> 75%. The collection of data by way of non-participatory observation. Conclusions: PHBS program has been running well. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. xiv . depth interviews. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. focus group discussion (FGD). because it determines the health of 30%. not in terms of the functioning of the existing village health post. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. documentation. and not the achievement of all existing indicators. PHBS in the village margomulyo. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. the performance of cadres and the role of good health. Keywords: behaviour of life clean and healthy. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health.

Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. dan tatanan tempat-tempat umum. sarana kesehatan. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. yaitu lingkungan sehat. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. adil dan merata (Depkes. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes.1. yang dilandasi paradigma sehat. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. 2004). tempat kerja. 2008). Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga.BAB I. PENDAHULUAN 1. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. 2004). Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. mencegah risiko terjadinya penyakit. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. sekolah.

Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. Masalah kesehatan terus berkembang. dan Flu Burung. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. Polio. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. HIV-AIDS. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. Dengan demikian. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. Puskesmas dan jaringannya. 2004). mencegah resiko terjadinya penyakit. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. melindungi diri 2 . maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks.

memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. dana sehat. dan lain-lain. 3 . kurang gizi. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. Oleh karena itu. dan dijadikan sebagai desa percontohan.dari ancaman penyakit. 2009). serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. 2008). Pos Obat Desa. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). kejadian bencana. kecelakaan. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. desa siap-antar-jaga. Polindes. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. Melihat potensi tersebut. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. Kabupaten Sleman. Selain itu. Kecamatan Seyegan.

masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ . keluarga.4. 4 . Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .1. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu.3. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1.2. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti.

Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. dan masyarakat. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. serta kebersihan lingkungan. tim siaga bencana. warung obat desa. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. poskesdes. kelompok donor darah.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. aparat pemerintah. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. surveillan. dan dukungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. ambulan desa. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. kelompok donor darah. kebersihan lingkungan. poskesdes. 5 . sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. pembiayaan dan sarana). pencatatan dan pelaporan. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. tabulin. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. tabulin. dan lokasinya di Desa Margomulyo. posyandu. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. penggalangan dana masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. tindakan kebijakan pemerintah (SDM.

1. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. b.5. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. serta pola hidup bersih sudah baik.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. 6 . salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. pelaksanaan desa siaga. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga.

Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. TINJAUAN PUSTAKA 2.2003). Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. 2) Operant respons atu instrumental respon. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. 2006). 2007). tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito.1.BAB II. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. 2003).

STIMULUS (individu. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. demikian sebaliknya. dan individu (Walgito. pengetahuan. tanggapan. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. pengetahuan. sikap. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. persepsi. Hubungan perilaku. adalah faktor yang memungkinkan 8 . isu sosial. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). P= person. persepsi. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. lingkungan. situasi. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. b) faktor pendukung (enabling).behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). norma-norma. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. emosi. 2005). B E P Gambar 2. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. E= environment. Perilaku. Formulasi berwujud B= behavior. kelompok sosial. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein.

namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . dan sebagainya. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. c) faktor pendorong (reinforcing). sarana. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. keluarga. yaitu faktor internal dan eksternal. lingkungan. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. dan lainnya. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. 2006 didaptasi dari Green. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. seperti pengaruh teman. dana. fasilitas. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku.

c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes.2. meningkatkan. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. dipelihara. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. 2. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang.1. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. 2007). Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 .a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya.

2.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. dan pengasuh anak (Depkes. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. 2.2. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. 2. anak tumbuh sehat dan cerdas. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 2007). anak dan remaja. jaminan pemeliharaan kesehatan. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. 2. kemauan.2.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. 2005). pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.masyarakat maupun pada keluarga. 2007). arisan jamban. ibu hamil dan ibu menyusui. tabungan bersalin (Tabulin). masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. kesehatan. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. 11 . 2008). kelompok pemakai air. usia lanjut.

3.3.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat.2. bayi diberi ASI eklusif. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. keluarga berperilaku 12 . meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. meningkatnya keluarga sadar gizi. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. melakukan aktivitas fisik setiap hari. dsb). menggunakan air bersih. tidak merokok didalam rumah. 2. wabah. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. 2008). mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.3.2. 2. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan.2. penimbangan bayi dan balita.1. menggunakan jamban sehat. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. 2008). Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. makan buah dan sayur setiap hari. Konsep Dasar Desa Siaga 2. khususnya meningkatkan pengetahuan. kegawatdaruratan. rumah bebas jentik.

kader serta petugas kesehatan. kepala desa. donatur dll (Depkes 2007). 13 . Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes.3. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. seperti camat. 2. dana.2. perempuan dan pemuda. 2006). Tabel 1. kepala dusun/RW. swasta.4. sarana dan lain-lain. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan.3.3.1.4. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. LSM. 2008). seperti tokoh masyarakat. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. tenaga.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. tokoh agama. 2. peraturan. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. pejabat terkait.

2.4.4. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. 2.4.2. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas.2. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga.2. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif.2.3.4. 14 . Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.2.

Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. pengelolaan. purnama. bencana dll. balita. keracunan. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. Dimulai dari kegiatan pengumpulan.3. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun.2. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. 15 . madya. pertolongan pertama cedera trauma. gigitan binatang. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. mandiri). d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan.5. DBD. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. pembuluh darah dan syok.

kuning.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. Disusun dalam empat tingkat (skor). Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. hijau. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%.

nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Kerangka konsep penelitian 17 .4. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. nilai 2 jika 2 UKBM. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan.

5. PERTANYAAN PENELITIAN 1. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4.2. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 . Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3.

1. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . 2008). dinamis dan penuh makna (Sugiyono.BAB III. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). kompleks. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif.1.2. METODOLOGI PENELITIAN 3. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). 3. 3. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin.2. 2007).

dalam hal ini adalah masyarakat. tokoh masyarakat. 20 .2. kader PHBS. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. kader PHBS. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). 3. tenaga kesehatan dan bidan. tenaga kesehatan. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo.3. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono.yang dipelajari. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. 1) Tempat : Desa Margomulyo. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. dan bidan. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. informan. 2008). Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. Kecamatan Seyegan. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. tokoh masyarakat. berbagai setting dan berbagai cara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat.2.

5. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3.4.1.2. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap.5. Peneliti mencatat. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. baik secara akademik maupun logistik. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. 3. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. antara lain . Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 . Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti.(Sugiyono. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku.3.5. serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. Teknik Pengumpulan Data 3.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung.

3. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . tokoh masyarakat. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. bidan. kader. 3.5. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup.5. surat-surat dan sebagainya. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.4. sketsa dan sebagainya. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. biografi. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. 3. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.permasalahan yang akan ditanyakan. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. dan masyarakat setempat.

Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. dan masyarakat setempat. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. dan FGD. 3. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. wawancara mendalam. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan.5. dokumentasi. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. bidan.5. 2008). Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. Triangulasi 23 .sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi.

Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. 2000). Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 .sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. mengorganisasikan data. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. mencari dan menemukan pola. mensintesiskannya.6. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. Dalam penelitian ini.

Ini adalah tahap awal pengkodean. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. mencari pola dan temanya.hal-hal yang pokok. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. memfokuskan pada hal-hal yang penting. properti-properti dan dimensi-dimensinya. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. 2005). Pada tahap berikutnya. (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. Tahap terakhir adalah koding selektif. maka 25 . Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka).

2. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . Kecamatan Seyegan. Setelah itu.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. peneliti masih menggunakan snow ball effect. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. dapat berupa hubungan kausal.1.7. peneliti melakukan persiapan. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. rekorder. pena dan kertas. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. Persiapan Penelitian 3. Namun.7. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. 3. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. hipotesis atau teori. 3. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya.7. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah.

peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. 3. Sebelum melakukan wawancara. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan.menentukan waktu pelaksanaan wawancara.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai.

Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman.9. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. 28 . tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. 3. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Confidentially. Informed Consent. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. 3. Anonimity. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. 2. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden.

Ngemplak.BAB IV. Jingin. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. Jumeneng.1. Tabel 2.976 orang yang belum bermata pencaharian. 13 Posyandu balita. 4 Bidan praktek swasta. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat. Kasuran. Sompokan. 1 Poskesdes. Kabupaten Sleman. 12 Posyandu lansia. Mangsel. HASIL dan PEMBAHASAN 4. 1 Dokter praktek swasta. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah .141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. dan 1 SMA. Kregolan. 1 SLTP. Daplokan. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gerjen. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. dan Jamblangan. Kamal Kulon. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. 8 SD. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. Mriyan.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2.

Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya. “. 37 tahun (Masyarakat) 4. buang Air BAB di WC.8..6. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.. SG. 38 tahun (Kader) : Ny. beberapa narasumber mengutarakan : “. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara.. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. NS.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5.keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan.4. SN.(CP 142-146)". dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik. SR. BS. WN. 48 tahun (Masyarakat) : Ny..2. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.2.9) dengan uraian . mau. ZN. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. CP. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”.3.. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”.. 60 tahun (Kader) : NY. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu...3..7. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny.RW. terus rumah berlantai bukan tanah. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny.

selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. “.. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes.Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. 2008). Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. agar bisa. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).menghindari dari ancaman penyakit.. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. mau.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. dan tatanan tempat-tempat umum. …….. tempat kerja. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat.. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. sarana kesehatan. Dengan demikian. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya. mau. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “….. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. sekolah...

Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS... balita tidak dibawah garis merah. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil temuan. kepemilikan jaminan kesehatan.. terusss. menimbang balita setiap bulan.. kebiasaan gosok gigi secara teratur. kepemilikan TOGA.. menimbang balita setiap bulan. tidak merokok didalam rumah... walaupun ada beberapa indikator yang lain..tidak merokok yang saya hapal.untuk indikator PHBS sendiri.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. KADARZI. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. 32 ..(RW 163-172)”.. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. tidak merokok didalam rumah. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran.. kepemilikan toga. terus cuci tangan pake sabun. Posko kesehatan desa. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “. “.. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. cuci tangan pakai sabun.(CP 152-173)”. pendataan ibu hamil.. terus lantai berdinding.. kepemilikan jaminan kesehatan. imunisasi. BAB tidak di kali....pemberian ASI eklusif. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari... kebiasaan gosok gigi. terus. PUS ikut KB. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.. imunisasi. surveillan.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari. PHBS. penerangan. pemberian ASI eklusif.teruss... upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. melakukan aktivitas fisik setiap hari.eeeee.

Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3..Ada (RW 132-143)”.4...Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa.. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”.. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan. bantuan pemerintah desa.Dari Pusat. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. (CP 94-96)”..4. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku.. “. Tabel 3. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi. “...baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah..oleh kabupaten sleman sendiri. 33 .. swadaya masyarakat.. arisan.. terus dari desa juga memberikan kontribusi. swadaya kader. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain.. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan.Dari APBDes. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun. alat tulis.. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda.Kalau dari Pemerintah Daerah... Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan.. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun..

meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya.000 1. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik.000. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik.yang belum digunakan.550. mulai dari pendataan oleh bendahara. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000 300. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY.000 1.000. Di tingkat desa..650.000. dan lain-lain. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. yang akan berlanjut ke tingkat desa. 1. 34 .000 200.000. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4. transportasi. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3. kecamatan.. biaya pertemuan masyarakat. masih ada Rp. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya.yang digunakan. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada . biaya operasional.000 750. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. 1. juga ada anggaran sendri dari APBDes.650.

. berperan aktif dalam kegiatan..dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. Kesra..Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. pendataan di Posyandu. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan.. “. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri.. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan... Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “. dan lainnya... seperti melakukan Posyandu. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS.. 35 . dukungan masyarakat juga sangat baik.. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat... penjadwalan.Ya nanti to mencatat Balita. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT... (NS 155-179)”. kampanye. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. baik dari instansi terkait seperti kepala desa. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat.. kalau saya sebagai bidan . membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. “. Dari pengamatan peneliti. .. pemetaan PHBS. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada... kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. (RW 267-281)”. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri.dalam bentuk Yandu.Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan....

. bank darah. serta kesehatan lingkungan. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.oiya satu lagi.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat... perilaku hidup bersih dan sehat. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada..... PHBS... keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. terus apa. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.4. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. bersih-bersih Dusun.5. teruuus seksi posyandu. “. bidan desa. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya.. pengamatan penyakit. kader...(RW 36-59)”.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.. kesra. pengamatan penyakit... kepala desa. terus pelaksananya dari kader sendiri... Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. 36 . kesehatan lingkungan. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. seperti diungkapkan dibawah ini : “. dan masyarakat sendiri.(N3. tokoh masyarakat. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak. pendatan Ibu hamil. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. ambulan desa. “.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. balita Gizi buruk.. Posyandu. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. 53-57)”. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan.yang terlibat... bank darah.. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”.... KADARZI.

. “.. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat...haa seluruh komponen masyarakat. terus ada Bidan Desa.. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan..Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat..kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik.Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. kader.. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi.. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”.... . atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. Puskesmas. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.“.. kesra.. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa..(SN 54-62)”.. Lewat kader sosialisasinya. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada.. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik. atau eeee……leaflet.. bidan.(CP 52-61)”..pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. “.(SN 46-52)”. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 . bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan. Beberapa narasumber mengatakan : “. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). kemudian akan diinformasikan ke bidan desa.

Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas.. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.. Pemetaan PHBS... Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik.. perencanaan.6.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS .himbauan oleh Departemen Kesehatan. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan.Terus setelah 38 . dan lainnya. Program PHBS dievaluasi setiap semester. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader.Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat.. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator.. misalnya rokok. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “. 4. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas.. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. Pelatihan PHBS. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi.

sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok.. terus laporan-laporannya sudah masuk semua.. PUS ikut KB.. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi. apa cuci tangan pakai sabun.. melakukan aktivitas fisik setiap hari. laporan gizi buruk. penimbangan balita setiap bulan.(CP 205224)”.. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. laporan PHBS. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit.. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 ... dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik. “. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber... menggunakan air bersih... Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada. ada laporan ibu hamil.. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. dan lainnya. (SN 183-187)”. “.(RW 185-190)”.. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo... Poskesdes. gizi seimbang. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan... yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. pemberian ASI eklusif.. lantai rumah bukan dari tanah. makan sayur dan buah setiap hari. imunisasi lengkap pada bayi.Kinerjanya ya. memberantas jentik nyamuk dirumah. memiliki jaminan kesehatan.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. memeriksakan kehamilan sesuai standar.. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik. kesehatan lingkungan. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan.

. “. dan pengelolaan sampah. Namun kenyataannya. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga.(RW 61-77)”. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor.. 40 .setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. dan komitmen kesra kurang (CP. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat... Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama.. 230250). ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga...tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. hubungan antar personil kurang. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. tidak merokok didalam rumah. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. Peneliti mengamati selama penelitian. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo.. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan. saran promosi. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang.

beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya. 2 bulan balik lagi mas….pernah disuruh berhenti. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat.suami saya sendiri merokok. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban. seperti pernyataan narasumber berikut : “. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah.(WN 166-169)”. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat.. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria... 41 .. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5.. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. cara penggunaan jamban.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. dan lainnya. cara perawatan. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat.

Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun... (SR 177-179)”.Terus pengelolaan sampah. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya...paling. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 ..... tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada.pengolahan sampah.tapi ya kalau ada tamu itu tadi. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”. kan ga enak mas.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah. “. “... dan banyaknya produksi sampah setiap harinya.. banyak kendalanya (NS 139-140)”. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan.(SN 269-270)”.. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat.. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar...

254-266)”. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan.(N2. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali...perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga....Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana.. “. “.(N4.... sendiri. Berikut kutipan wawancaranya : “. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga.... 294-300)”. menanggulangi 43 . dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan..Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya... 4.. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. 303-316)”.. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya.5...Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk.

dan meningkatkan kualitas kesehatannya. sosialisasi. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir.2. 5. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. keberhasilan pencapaian >75%. Simpulan 1. pihak yang terlibat.1. 5. SIMPULAN dan SARAN 5. instansi terkait.2. dan masyarakat. serta dukungan dari semua stakeholder. 3. tujuan dan indikatornya. 2. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik.1. 44 .BAB V. 5. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. koordinasi. menanggulangi bencana. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. konsep Desa Siaga. 4. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan.

3. 2. 3. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. 5. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber. 45 .2. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.5. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. 5.2. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo.2.2. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.4.

Dinas Kesehatan Propinsi DIY. 2005. Yogyakarta. Departemen Kesehatan RI. 2008. pukul 22. Penelitian Kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . S.indoskripsi. Yogyakarta Azhar. 2007. Darmawan. Departemen Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Prenada Media Group: Jakarta. 2002. 2008. FK UGM. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. 2007. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Desember 2009. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Burhan. http://one. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. 2008.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. FK UII. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. 2007. 2008. Djonny. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Bungin.DAFTAR PUSTAKA Anis. Azwar. Burhan. 2008. Bungin. Pustaka pelajar offset. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. 2009. Taufik.35 WIB. Tesis. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul.

Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. hal 9-11. Nurjasmi. 2007. Yogyakarta. Samsunuwiyati. Ridwan.11 WIB. pukul 23. 47 . Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. No. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. 2005. H. Rosadakarya: Bandung. 2005. matsum. 2008. K. Metode Penelitian Kualitatif. 2007. Muhadjir. Soekidjo. Alfabeta: Bandung.3. 2007. M. No.N. Kes. Agus. E.blogspot. Polisiri. Download tanggal 29 Desember 2009. hal 26-28.com/2008/05/determinanperilaku. FK UGM. Ircham dkk. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. Vol 3.J. 2007. Yogyakarta Riasmini. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Determinan Perilaku. Fitramaya: Jakarta Matsum. 2005. Kes. Tesis. Perilaku Manusia. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara.2 April. Notoadmojdo. PT. Belajar Mudah Penelitian. PT Refika Aditama:Bandung. Poewandari. Vol. 2008. 2008. Machfoedz. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. Rake Sarasin: Jakarta. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan.html-.Hermansyah. 2006. Universitas Gadjah Mada. Moleong. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM.1 Januari. 2002. L. Rineka Cipta: Jakarta.

Sugiyono. A. 2008. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2002. Sudigdo. 2006. Yogyakarta. S. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Universitas Gadja Mada.Soeparmanto. hal 10-13. Des. Alfabeta: Bandung. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. 2007. Pascasarjana. Sastroasmoro. Utarini. Mediakom Departemen Kesehatan. 48 .A. Memahami Penelitian Kualitatif. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis.edisi 03. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Binarupa Aksara: Jakarta.

LAMPIRAN .

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… . : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. identitas narasumber akan dirahasiakan. Yogyakarta..……………………………………………………….

Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. apakah itu salah atau benar 6.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Penjelasan 1. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Pengantar 1. Mengucapkan salam 2. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Setelah selesai. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Prosedur 1. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5.

Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1.

dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Pembukaan i. Penjelasan i. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Tahap Awal a. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. pengalaman. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. pengalaman dan saran iii. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Prosedur i. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Pendapat.

Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . tidak saling memotong pembicaraan v. Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif.iv.

Tahap Penutup a. peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b. Sebelum diskusi diakhiri. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi .jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3.

Forum Masyarakat Desa 2. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Pengembangan Kadarzi 8. PHBS Sumber Pendanaan 1. Lingkungan Sehat 7.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Poskesdes 3. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Suveilans 5. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak .

Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2. Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .

Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). kader. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. Komponen Desa Siaga a. dan unsure desa yang terkait. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. 2. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. 4. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. bidan. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. kepala dukuh. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. 3.

Bendahara. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. .karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Donor darah. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Sekertaris. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Keluarga sadar gizi (KADARZI). Ambulan desa. Tim kegawatdaruratan bencana. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Kesehatan lingkungan. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Pengamatan penyakit. Koordinator oleh bidan desa. Kesehatan ibu dan anak. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. c.

7. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. Pertemuan didesa. promosi kesehatan. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. dan TBC 5. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. Mulai dari mayarakat setempat. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. seminar. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. Kesehatan ibu dan anak. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. para tokoh masyarakat. dll. dll. DBD. Penyuluhan. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan.d. pemberian pelayanan kesehatan. balita. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. bidan. 6. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. gizi. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. kader. PHBS. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan.

Memiliki jaminan kesehatan xiv. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. belum terkelolanya sampah dengan baik. Pemberian ASI eklusif iii. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. Pemilkan TOGA xx. kebiasaan mandi disungai. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. PUS ikut KB xvi. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Pengelolaan sampah xix. . Makan sayur dan buah detiap hari ix. i. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Penggunaan air bersih v. Gizi seimbang xii. Menggunakan jamban sehat vii. Tidak merokok didalam rumah xi. Penimbangan balita setiap bulan iv. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Bebas jentik nyamuk viii. dll. Lantai rumah bukan dari tanah xvii.

SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Bank Darah 5. Pengamatan Penyakit 3. Kesehatan Lingkungan 7. Ambulan Desa 6. Kesehatan Ibu dan Anak 4. Marsudi Bendahara : Ny. Kegawatdaruratan Bencana 2. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Sutardjo Ny. PHBS 9. Posyandu .

Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Menggunakan jamban sehat 7. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Kebiasaan gosok gigi . Memberikan ASI eklusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Gizi seimbang 12. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Pengelolaan sampah 19. Memiliki TOGA 20. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Menggunakan air bersih 5. Memiliki jaminan kesehatan 14. PUS ikut KB 16. Tidak merokok didalam rumah 11. Makan sayur dan buah setiap hari 9.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

Pembina dari kecamatan. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . kader. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. kepala desa. leaflet atau poster oleh puskesmas. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. kader. dan melalui pelatihan (N1. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. kader. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. puskesmas. bidan desa. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. bidan koordinator. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2. kepala desa dan kesra (N4.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. dan tokoh masyarakat (N1. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1.

283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . mulai dari pemetaan. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. poskesdes (N2. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. dan dinas kesehatan (N2. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. perumusan masalah. bidan koordinator. 193-195) Jika ada masalah kesehatan.

dll (N2. dll. posyandu. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. hubungan antar personil kurang. dan komitmen kesra kurang (N1. saran promosi. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. dan program lainnya (N4. adanya pelaporan. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3.(N1. pertemuan yang selalu diundur. (N2. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa.

220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. dan dukungan bidan desa siaga (N1. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . penggunaan jamban sehat.

294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 254-266) . (N2. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4.penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010.. dan mampu untuk mengenali masalah . mau..53 WIB. dan seorang teman peneliti.Narasumber Pertama A.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. Suasana diruangan cukup tenang. narasumber. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas. Wawancara selesai pada pukul 12. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. saat itu diruangan ada peneliti.eeee…. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. pukul 12.

teruuus seksi posyandu.. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan.. tapi juga dari puskesmas. N : oiya satu lagi. P : dari penjelasan mas tadi. puskesmas. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA. bank darah.bisa dikatakan bagus.. kepala desa. bencana.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. dan KIA ( N1. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1.eeee…... leaflet atau poster oleh . penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana. kecamatan.. mau. keluarga sadar gizi… P : umm.eeee…. penyakit menular. PHBS. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii... kader. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. pengamatan penyakit. tulisan dikoran oleh kabupaten kota.. ambulan desa.apa namanya…. serta kesehatan lingkungan. dan tokoh masyarakat (N1. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. perilaku hidup bersih dan sehat. bank darah.. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. terus pelaksananya dari kader sendiri.. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan.. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti.. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. pengamatan penyakit.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.ummm (berfikir) …….jadi tidak dibiarkan begitu saja…. ambulan desa.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. posyandu.15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1.

.... P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat..bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas... dokter. N : oke. iya dari mau dulu. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.. P : terus. kabupaten sleman. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. 91-99) . mau. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat.. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. dan melalui pelatihan (N1. dan dari desa sendiri (N1. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1. P : oke…. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. atau eeee……leaflet. P : oke.…….kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. kesra. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. P : dari mau dulu ya mas? N . DINKES DIY.. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik.. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas.emmmm..60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee…….mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas.

Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi. UKGS. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. dll (N1.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. Terus. Hehehe…. UKBM itu kan meliputi posyandu. TOGA.. mau.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan. teruuus SBH. UKK.. UKBM..eeee…. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut. dan output (N1. angka kematian bayi.(tertawa) Terus mas.(berfikir) dari. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau.. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. usia harapan hidup.. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input. UKGMD. POD.(tertawa) P : hehehe….. proses... lurah. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. berjalan tidaknya UKBM. Yang kedua.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.. kalau gak gitu kan pada gak mau…. DINKES DIY juga memberikan kontribusi.tapi prinsipnya itu. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu.ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. dan derajat kesehatan lainnya (N1... ... proses. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input.

152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1... P : Oke.. berapa usia harapan hidupnya. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas... 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu...... berapa angka kematian bayi. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. kepemilikan TOGA. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari..jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya. karena bisa dilihat dibuku.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri.. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.... terusss. aktivitas fisik setiap hari... imunisasi. kebiasaan gosok gigi secara teratur.mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut...... terus cuci tangan pake sabun.eeeee..berhubung tema saya tentang PHBS mas. karena yang dari pusat kan masih umum….150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan...teruss.apa namanya. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. ummmmm…….(berfikir)…. terus..yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan... P : oke.pemberian ASI eklusif.. tidak merokok didalam rumah.eeeee...eeeee. menimbang balita setiap bulan.... Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis . terus eee.baiklah….. kepemilikan jaminan kesehatan....

. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. dan lainnya.... saran promosi.ada…. kimia. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy. . dan sebagainya. Dan kalau didesa yaaaaa. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum.. perumusan masalah. P : oke mas... biologi. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun…. bendahara.. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan.. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban.... 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. sekretaris. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. misalnya rokok.(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS ... terus seksi-seksi. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas.belum 100 persen.ketua..nanti saya ambilkan….ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan….terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. mulai dari pemetaan.

video. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus. dan komitmen kesra kurang (N1... Terus juga kita kampanye PHBS disekolah. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga. Misalnya ketuanya.. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. dia yang bertanggung jawab mengarahkan. terus dari hubungan antar personil kurang... sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu... di SD terutama margomulyo. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya..terus hubungan antar personil yang relative kurang. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu.eeeee.hahahahha(tertawa)…. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut. dll..kampanye itu buka kampanye seperti partai ya.... 279-282) .jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo.. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. dan lainnya. P : oooo margomulyo yang pertama. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1.. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster.

. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. dan dukungan bidan desa siaga (N1. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.... bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya.. P : tanggapan mas. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi.317-335) . tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. RT. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas.hehehe. kader. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. P : terus.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat.. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat.283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. lurah. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS.. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas.

... ada peningkatan. jadi harus selalu ada...wasalamualaikum mas…... P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.waalaikumsalam .kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas….. P : yaaah itu saja dulu mas.. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.. Yang kedua.indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. P : apakah mas ada saran...... masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas. Eeeeeeee.eeeeeeee.. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa.. N : oiya. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS.. Terus.yang pertama itu tadi. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop..... Data sampah keluarnya sampah. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat..emmmmmm.. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru.masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.. tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat.hehehe.

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

Tiap Dusun ada 2. sudah tau semua. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. Itu yang mau aja. brosur gitu? N : Nggak. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. 132-146) . dan anggaran dari desa sendiri (N2. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. satu Kelurahan 3. tapi nggak stand by di Kelurahan. kan jarang to yang mau. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. pembentukan. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. ada Ambulance Desa.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. pemkab sleman. P : Oke. kalau kayak pengumuman. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. belum sama sekali. nggak pakai. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. di Poskesdes itu 3. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. nggak ada. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. terus apa pertama itu kan sosialisasi. ada macam-macam to. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. Lewat kader sosialisasinya. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. Plankplank. terus itu ke MMD SMD itu. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan.

Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. BAB tidak di kali. 185-190) . balita tidak dibawah garis merah. balita tidak di bawah garis merah. BAB tidak di kali. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. ada 20 kalau nggak salah. dll (N2. tapi nggak hapal e. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. penerangan. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. lanjut. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. tapi sekarang saya kan nggak tahu. balita tidak dibawah garis merah. terus rumah berlantai bukan tanah. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. pengembangan. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. dan mandiri (purnama) (N2. adanya pelaporan. Ya itu yang saya tau cuma itu. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. balita tidak dibawah garis merah. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. terus lantai berdinding. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. ini Bu. (N2. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. dll (N2. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. buang Air BAB di WC. P : La terus ini Bu. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. lantai berdinding. P : Terus Bu. buang air di WC. dll. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini.

P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. poskesdes (N2. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. ada laporan ibu hamil. Ada Warsa. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. P : Karya. Udah. pertemuan yang selalu diundur. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. tapi nggak urut ya mas. bidan koordinator. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. laporan PHBS. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . dll (N2. yang 3 Kader itu terus nanti saya. laporan gizi buruk. Madya. Madya. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. Karya. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. Purnama? N : Ha a. Purnama. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. N : Tadi pembentukan sudah. ke tingkat pengembangan. ya masuk pengembangan aja. Nanti targetnya kena nggak. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. tiap bulan. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. itu besok-besok.

itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. Terus kadang Balita yang. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. target pencapaian. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. baik untuk ibu hamil. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. dananya selalu ada. Ini Pak Lurahnya kan ganti. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. 267-281) . selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. P : Oke. jadi saya tergantung sama pak lurah. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. P : Nah ini Bu.

dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. efektif. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. P : Bu.. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. 314-322) . P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus.hehehehehe. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. (N2. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. tapi kan sudah disediakan Polindes. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. Harus ada Kader tuh yang bantu. jadi nggak bisa memantau. Di sini kan nggak ada Polindes. P : Nah ini Bu.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. Saya kan tinggalnya di Margoagung. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. ini kan Margomulyo.. kita bicara tentang Ibu. N : ya hahahaha. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan.

dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. selama ini ada. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. tapi bukan untuk. P : Oh itu benar Bu. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. Nah Bu. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. P : Ibu ada masukan. tapi khusus untuk koordinasi. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. P : Nah ini Bu. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. Eeee ntar Bu. sedang gitu aja. 361-363) Penutup . Iya. Cuma itu. dan dinas kesehatan (N2. kalau benar-benar jalan itu bagus. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. baik banget itu yo nggak. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. ini kan ada tempat kosong.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. bisa mendeteksi? N : Iya.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung.

Jadi ada fungsinya gitu lho. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. . P : Per semester berarti Bu? N : Iya. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. P : Terus pelatihan Kader gitu. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. Makasih ya Bu.saya. uda semuanya Bu. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. ya baru 6 bulan sekali. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. N : Selama ini.

narasumber.56 WIB. saat itu diruangan ada peneliti. eee. Suasana diruangan cukup tenang. dan seorang teman peneliti..36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu.Narasumber Ketiga A. ini penelitian saya tentang PHBS bu..36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber. Wawancara selesai pada pukul 13. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat .. N : Waalaikum salam.. kemarin ya.. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B. berhubung Ibu Kader PHBS. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. pukul 13. sesekali terdengar suara alaram jam dinding.

P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. Baru di bentuk apa pengurus. P : Ya udah. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. Praktek pertolongan gitu. P : Terus Bu. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. Sehat kalau Nggak salah itu. umpamanya lho itu. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. apakah disitu ada yang merokok. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. ehem PHBS itu sendiri Bu. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Margoagung. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. 53-57) dalam seluruh . 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. kebersihan lingkungan. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas.

P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. dari Puskesmas. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. N : Hallah Nggak kelihatan e. kendala mungkin. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. tapi panjang itu belum tentu kotor. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. 77-82) . Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. P : Terus Ibu. P : Terus Ibu. masyarakat. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Terus ini Bu. Intinya bersih gitu. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. mungkin ada saja to kendalanya. mungkin Ibu bisa lihat. Iyo to. terus ada seperti reksol itu. sekarang masih susah e. Oh dari anu. Dianjurkan untuk itu tadi. koq belum ada dana untuk PHBS. kendalanya dimana? N : Yo. ini ada 20 point Bu. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik.

hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. P : Terus jentik dirumah Bu. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. karena ada bantuan juga sini. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. ditempat saya aja masih ada e. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. rutin. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. dari Kelurahan. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. P : Terus. 93-150) . gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok.

P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. dari kecil udah nganu. 183-187) program berjalan . sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. udah dilatih. ibunya ya lengkap anak siapa. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. melakukan pendataan. P : Jadi itu ya Bu tadi. mengajak masyarakat langsung (N3. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. P : Kalau Kader Bu. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. sudah nggak ada yang dari tanah. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. umur berapa. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. ini mau dimulai lagi lomba besok. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. kartu askes udah banyak.

206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Haah 2009? N : Ee 2008. P : Terus Ibu. Cabut-cabut rumput itu. nggak ada tergetnya. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. apa cuci tangan pakai sabun. P : Terus nah.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. Desa Siaganya itu yang baru. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. kalau makan diajak berdoa. kalau. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. sukar e ngajak masyarakat. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. 219221) Penutup .

nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. P : Ya sudah Bu ya. ada diskusi sedikit. minta maaf aja. Kayaknya sudah cukup e mas. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. N : Iya. masih banyak kurangnya to heeeheee.asslamualaikum . P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu.. Ya mungkin gini Bu. Iya to. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. P : Sekitar jam-jam duaan gitu. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas.

Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang .Narasumber Keempat A. narasumber. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Terima kasih Pak atas waktunya. dan seorang teman peneliti. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama Pak. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak.53 WIB. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. Wawancara selesai pada pukul 12.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. saat itu diruangan ada peneliti. Suasana diruangan cukup tenang. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. pukul 11.

P : DB? N : Iya.. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem..15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. P : Terus Pak.. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. bidan desa. Kepala Desa dan Kesra. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. terus ada Bidan Desa. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. kepala desa dan kesra (N4. kader. pencegahan penyakit endemis. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. jadi lebih dini. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas.

P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. satu Desa cuman satu. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. P : Nah ini lagi Pak. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. haa seluruh komponen masyarakat. satu Desa itu empat Bidan. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. Tetap lewat mekanisme. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. Terus jadi ada empat. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. sehingga benar mengadakan. P : Targetnya Pak.Sakit. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme.

nek mungkin disitu juga ada. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Ini Pak saya punya Pak. N : Ada. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. kita memang dari Desa Siaga itu. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. N : Ee saya koq lupa ya. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. iya dari pagi sampe.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. P : Kalau PHBS Pak. Diantara memang ada sepuluh. Lupa sekali saya lupa. Dinkes (N4. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. 135-145) . P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. Pengolahan sampah. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. kalau Toga ada ya. air bersih. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. merokok ini susah. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. jentik di rumah. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. Secara kebetulan. menimbang tiap bulan. Itu meninggal gara-gara perokok berat. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. disitu orang merokok semua. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. Tapi untuk gambaran. 303-316) . ASI eksklusif.tidak merokok. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. nggak sehat. lemas. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. cuman ini to. nggak ada lagi. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. Kami tidak mau anu. Asi.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. dan yang merokok ini. jamban besih sehat. olahraga. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. Seratus Persen ditolong Bidan. semua ada.

saya nilai cukup.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. khusus untuk di kampung saya. sangat. terima kasih banyak ya Pak ya. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. sekian dulu wawancaranya….. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. dari tahun. sangat tinggi. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo.. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. paling itu kerasa. N : Iya.. 13 Dusun 3 Wilayah. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah.. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. Satu. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. Paling. wilayah Utara. itu paling kerasa dan yang saya paling. Tengah. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. masa bodoh. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. e seratus sepuluh to persis. Kemarin akhir tahun saya cek. Saran dari kami ya ada. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. 326-338) Penutup . persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. kalau bagi kami itu. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. karena kami kan 13 Dusun. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak.

Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman.30 WIB.. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras.desa siaga itu. (berfikir lama)… Saya lupa e..Focus Group Discussion A. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi. Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B.. kita mulai aja ya bu. Diskusi dimulai pukul 15. A2 (ZN).. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini. A3 (BS). A4 (SR)... nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. : 7 Februari 2010. Diskusi selesai pada pukul 16. dan ketentuan dalam diskusi. Baiklah. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja. 10 Berhubung hujan.hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen..04 dengan suasana yang santai.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya..anu. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. cara jalannya diskusi.04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. pukul 15. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN). pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD).. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan..

. balita dibawa keposyandu.... eee.20 25 A2 : Saya belum tau juga…. dilarang merokok. mandi dua kali sehari. A3 : hehehehe…. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita….lali aku… Udah mas…. A4.bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm... A5 : hahahhaa…. tidak membuang sampah sembarangan.hehehe (tertawa) A5 : kalau saya..lupa saya…..prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga....apa lagi ya. P : terus untuk PHBS nya sendiri. (Memotong pembicaraan) ... masakan harus bersih.(tertawa) A1.( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan.saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan.. dah itu saja.. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu...A5 : yakin. A1.. lingkungan harus bersih. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan.perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit.. A3 : masih sama. orang hamil diperiksakan kebidan..harus hidup sehat. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu...perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee. A2. sikatan tiga kali sehari. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai .ga hapal semuanya…. A2 . ada jamban. Hehehe….. bersih lingkungan.. rumah harus bersih. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya... makan sebisa mungkin bergizi........

. A3 : sudah dilaksanakan…. memberi bayi ASI eklusif ? A2.4.3. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. baik…. ada yang sudah pakai ada yang belum A2.5 : baik.4. Iya kan bu?? A1..65 70 75 P : bentar bu.4. A1 : permasalahannya kan..akan saya tanyakan satu persatu ya bu.3. lalu pertama kali disini ada 15. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya…. P : Menggunakan jamban sehat A1. kepercayaan 90 95 100 105 .2. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) .2. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya.. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum..4. terus sekarang ditambah jadi 20.3. Mulai dari yang pertama. biar data yang saya dapatkan bisa akurat.4.4 : tersenyum A5 : hehehe…..5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya. Poin pertama.3. dari pusat kan ada 10...5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.5 : baik. A2. A2.3.5 : iya sudah dilaksanakan…. A2. baik. saya jelaskan dulu.5 : sudah…. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan..3 : nah itu. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1..(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. yaaa.

nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu. Itu bagi orang yang ortodok.5..4 : oooh enggak…….karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”….5 : sudah…. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…. Ada juga yang belum memiliki jamban. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa….(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu.4. kekali aja deket.. A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.2.4. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.hahaha (tertawa) . udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah.hehehe…....3. gitu….2..kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya..3. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur….5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam...gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1.3..ee..P : hahaha…. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya.... sudah diberi bantuan saja belum mau membikin..(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.” A1. bisanya ke wc yang panjang.(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang. tahu tempe itu kan lauk ya mas.2..110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”.

rambutan.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok... jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok. 2 bulan balik lagi mas….hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1. salak.kadang kadang saja….3.hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari.. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli….160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli…. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok. Kan suami saya pedagang keliling mas..4.2.. tapi tamunya yang merokok…. papaya.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.hehe…..3. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 . dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu. dan kalau buah juga kalau ada uang….2.(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.pernah disuruh berhenti.dan anak saya itu sekali makan tiga….hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok. terutama pisang…. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu..5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1.4.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas…. dll…..

jamsostek ada.2.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1.4.3.3.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1. udah lama itu mas….3.4. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh.4. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1.3.3.. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1.5 : ya itu tadi. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1. A5 : dulu malah swadaya masyarakat.sudah diterapkan….4.. jamkesda ada…. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi.2.. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.2.2.3.2..5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 .3.. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.5 : adaaa…….4. itu kan udah data jaman kapan mas. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.2. A3 : jamkesmas ada.kadang seimbang kadang tidak…. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik.4. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.5 : sudahh….5 : sudahh…….4. jamkesos ada.205 merokok.5 : sudah…….

.255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik .hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu.5 : (manggut manggut) P : ok.2. bisa kotor semua…. A2.4 : iya mas.... kalau tidak 3 kali sehari saya sapu.memang belum dikelola….untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3..hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas…... daun sendiri..untuk buang sampah….5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa..baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas. banyak mas….tapi kan untuk dikampung susah mas….hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas.... puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas.. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau…. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu…..4.3 kali sehari malah jalan mas….... baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….tapi ga dikelola….\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…. A1.4. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa.

dan mencuci .Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB. mandi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful