ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

Dr.S (K) iii .Med.Kes Disahkan Dekan Prof. M. H. Rusdi Lamsudin. Sunarto.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. M.Kes Penguji drg. M. dr. Punik Mumpuni Wijayanti. Sp.Sc.

Yogyakarta. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv . dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman.Med. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. konsultasi. dr. terima kasih atas izin dan bantuannya. Punik Mumpuni Wijayanti.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Sc. terima kasih atas masukan-masukannya. hilir – mudik dari kampus ke desa. v . dukungan. M. S. Sunarto. Prof. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. Sp. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.E dan mamaku Siti Hajar. Orang tua yang sangat aku cintai. M. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. 6. selaku dosen penguji. drg. Mawardi. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. saling berbagi informasi. 5. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini.Kes. 4. dr. diantaranya kepada : 1.S(K). membimbing saya. papaku M. Rusdi Lamsudin. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Dr. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. selaku dosen pembimbing utama. 3.

dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Bayu. Erma. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Kepada Eko Arya Sandi. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Asri Yoanita. Dian Hertisa. 8. Kepada Ade rahmayanti. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Ihsan. Inandra Prayogi. 10. Sufron. Soipe. 9. sampai menunggang kuda bersama. Rizky Al Fajar. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. Tria Arisanti.7. 19 Februari 2010 Penulis vi . Dwi Aprilia. Yusuf. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. Mufti. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Prima. yang sudah mau berbagi tawa bersama. Isti. Dhani. melakukan hal-hal yang menyenangkan. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. Akhir kata. Dewi Aryanti . Okky. Syaiful bin Usman. Adit. Rizky Kurniawan. Hairul Asri. Jerrisky. Abdul haris. menemani setiap saat. Dyah arum Kusumaningtyas. Dalam penyusunan karya tulis ini. 11. Yogyakarta.

Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.3. Rumusan Masalah 1. Konsep Dasar Desa Siaga 2.4.2.2. Keaslian Penelitian 1.5.1. Tujuan Desa Siaga 2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.3. Tujuan PHBS 2.2.3.1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I. Latar Belakang 1.2. Indikator PHBS 2.2.1. Sasaran PHBS 2.1.3. PENDAHULUAN 1. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .2. TINJAUAN PUSTAKA 2.2.3.2. Definisi Desa Siaga 2. Perilaku 2.3.4.2. Manfaat PHBS 2. Manfaat Penelitian BAB II. Tujuan Penelitian 1.3.5.

9.2.7.4. Desa Margomulyo 4.8. Observasi 3.5. Instrumen Penelitian 3.3. Wawancara 3. Kerangka Konsep 2. Teknik Pengumpulan Data 3. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4. Subyek Penelitian 3. Subyek dan Obyek Penelitian 3.4.4. Jenis dan Sumber Data 3.1. Persiapan Penelitian 3.5. HASIL dan PEMBAHASAN 4.2.7. Triangulasi 3. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii . Proses Pengambilan data 3. Teknik Analisis Data 3.5.2. Pertanyaan Penelitian BAB III.4.1.2. PHBS dalam Desa Siaga 4.5.1. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.6. FGD 3.2.2. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2.5. Pelaksanaan Penelitian 3. Etika Penelitian BAB IV.5.7.5.1.3.5.3. Dokumentasi 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.2. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4. Data Narasumber 4.1.3.3.6.2. Obyek Penelitian 3.4.5. Penilaian 2.5.

SIMPULAN dan SARAN 5.1. Simpulan 5.7. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .4.2. Saran dan Tanggapan BAB V.

Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . lingkungan. Hubungan perilaku. dan individu Gambar 3. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2.DAFTAR TABEL Tabel 1. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Sumber Biaya Tabel 4. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5.

Panduan Wawancara Lampiran 4. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Transkrip Wawancara Lampiran 11. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7.LAMPIRAN Lampiran 1. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. Transkrip FGD Lampiran 12. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Foto Penelitian xii . 20 Indikator PHBS Lampiran 9. Koding Lampiran 10.

Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. PHBS di Desa siaga. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. wawancara mendalam. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. dokumentasi. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. dan triangulasi. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. desa siaga. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. xiii .INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. keberhasilan pencapaian >75%. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. focus discussion group (FGD).

because it determines the health of 30%. Conclusions: PHBS program has been running well. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. depth interviews. the performance of cadres and the role of good health. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. xiv . To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. desa siaga. and triangulation. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. focus group discussion (FGD). the success of achieving> 75%. PHBS in the village margomulyo. Keywords: behaviour of life clean and healthy. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. documentation. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village.ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. not in terms of the functioning of the existing village health post. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. and not the achievement of all existing indicators. The collection of data by way of non-participatory observation. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing.

tempat kerja. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. sarana kesehatan. yaitu lingkungan sehat. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. PENDAHULUAN 1. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. mencegah risiko terjadinya penyakit. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. sekolah. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. dan tatanan tempat-tempat umum. 2004).1.BAB I. adil dan merata (Depkes. yang dilandasi paradigma sehat. 2004). Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. 2008).

Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. melindungi diri 2 . mencegah resiko terjadinya penyakit. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. dan Flu Burung. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. Polio. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. HIV-AIDS. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Dengan demikian. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. 2004). penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Puskesmas dan jaringannya. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. Masalah kesehatan terus berkembang.

maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Oleh karena itu. Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. Melihat potensi tersebut. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. dan dijadikan sebagai desa percontohan. Selain itu. Kabupaten Sleman. 3 . dana sehat. 2009). desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. kecelakaan. dan lain-lain. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. desa siap-antar-jaga. 2008). Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. kurang gizi. Pos Obat Desa. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. Kecamatan Seyegan.dari ancaman penyakit. kejadian bencana. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Polindes. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

1. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. 4 . Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. keluarga. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .3. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ .4.2. masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu.

2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. kebersihan lingkungan. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. dan masyarakat. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. pencatatan dan pelaporan.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. 5 . kelompok donor darah. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. tim siaga bencana. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. poskesdes. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. tabulin. surveillan. posyandu. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. warung obat desa. tabulin. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. ambulan desa. kelompok donor darah. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. pembiayaan dan sarana). dan lokasinya di Desa Margomulyo. dan dukungan masyarakat. poskesdes. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. serta kebersihan lingkungan. aparat pemerintah. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. penggalangan dana masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga.

Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. b. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. 6 .5. Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. 1. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. serta pola hidup bersih sudah baik. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. pelaksanaan desa siaga.

Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. 2003). maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo.2003). 2) Operant respons atu instrumental respon. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive.1. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2006). yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. 2007).BAB II. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 .

persepsi. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. isu sosial. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. Hubungan perilaku. B E P Gambar 2. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. dan individu (Walgito. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. P= person. demikian sebaliknya. pengetahuan. sikap. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. situasi. STIMULUS (individu. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. norma-norma. E= environment. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). 2005). Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. Formulasi berwujud B= behavior. b) faktor pendukung (enabling). Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. emosi. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. persepsi. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. Perilaku. pengetahuan. lingkungan. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. tanggapan. adalah faktor yang memungkinkan 8 . kelompok sosial.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour).

1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. c) faktor pendorong (reinforcing).terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. fasilitas. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. sarana. dan sebagainya. keluarga. yaitu faktor internal dan eksternal. dana. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . lingkungan. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. 2006 didaptasi dari Green. seperti pengaruh teman. dan lainnya. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu.

meningkatkan. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial.1. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. dipelihara. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang.2.2. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. 2007).a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. 2.

Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. anak dan remaja. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. kelompok pemakai air. kemauan. 2. dan pengasuh anak (Depkes.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. 2.2. jaminan pemeliharaan kesehatan. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan. usia lanjut.2. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.2. kesehatan. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. arisan jamban. 11 . tabungan bersalin (Tabulin). anak tumbuh sehat dan cerdas. 2007). 2005).4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.masyarakat maupun pada keluarga. kabupaten/kota diseluruh Indonesia.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. 2008). produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. 2. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. 2007). ibu hamil dan ibu menyusui.

rumah bebas jentik. kegawatdaruratan.2. 2008). peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.3.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. makan buah dan sayur setiap hari. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. keluarga berperilaku 12 . menggunakan air bersih. 2. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes.3. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Konsep Dasar Desa Siaga 2. 2.3. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. bayi diberi ASI eklusif. Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. menggunakan jamban sehat. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY.1. tidak merokok didalam rumah. melakukan aktivitas fisik setiap hari. khususnya meningkatkan pengetahuan.2. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan. dsb).2. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. meningkatnya keluarga sadar gizi. penimbangan bayi dan balita. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. wabah. 2008).

perempuan dan pemuda. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. 2.2. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan.4. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. tokoh agama. Tabel 1. seperti tokoh masyarakat. sarana dan lain-lain.3. seperti camat.1. pejabat terkait. kepala desa. swasta. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. LSM. 2008). 2. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya.3. 2006).4.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. peraturan. tenaga. dana. 13 . Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal.3. kepala dusun/RW. donatur dll (Depkes 2007). kader serta petugas kesehatan.

2.4. 2.2. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. 2.4.2. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. 14 . Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya.4. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.2.3. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk.4.2.

keracunan. gigitan binatang. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. Dimulai dari kegiatan pengumpulan. pengelolaan. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil.5. bencana dll. pembuluh darah dan syok. balita. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. 15 . Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW.3. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. madya. purnama. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. mandiri).2. pertolongan pertama cedera trauma. DBD.

Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. kuning. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Disusun dalam empat tingkat (skor). biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . hijau. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam.

e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. Kerangka konsep penelitian 17 . Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. nilai 2 jika 2 UKBM. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina.4. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri.

5. PERTANYAAN PENELITIAN 1. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5.2. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 .

Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. METODOLOGI PENELITIAN 3. 3.2. Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin. kompleks.1.1. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). 2008). teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). dinamis dan penuh makna (Sugiyono. 3. 2007). analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study).BAB III. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala.2.

dalam hal ini adalah masyarakat. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. dan bidan.2. tokoh masyarakat. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian.3. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3.yang dipelajari. 1) Tempat : Desa Margomulyo. Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. 2008). sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). 3. informan. tokoh masyarakat. tenaga kesehatan. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). kader PHBS. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. tenaga kesehatan dan bidan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. 20 . Kecamatan Seyegan.2. berbagai setting dan berbagai cara. kader PHBS.

penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. antara lain . baik secara akademik maupun logistik.(Sugiyono. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap.5.4. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti.2. 3. Peneliti mencatat. Teknik Pengumpulan Data 3. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian.3. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur.5. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 . Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3.1.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.5.

Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 .4. 3. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. kader. 3. bidan. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. sketsa dan sebagainya. biografi. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. dan masyarakat setempat.5. Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.permasalahan yang akan ditanyakan. tokoh masyarakat. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.3. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian.5. surat-surat dan sebagainya.

Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. bidan. dan masyarakat setempat.5. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. dan FGD. wawancara mendalam. dokumentasi. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. 3. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. Triangulasi 23 .5. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. 2008).

mensintesiskannya.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. mencari dan menemukan pola. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. 2000). mengorganisasikan data. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data.6. Dalam penelitian ini. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh.

dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan.hal-hal yang pokok. dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Tahap terakhir adalah koding selektif. maka 25 . mencari pola dan temanya. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. 2005). (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. properti-properti dan dimensi-dimensinya. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. memfokuskan pada hal-hal yang penting. Ini adalah tahap awal pengkodean. Pada tahap berikutnya. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka).

3. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. dapat berupa hubungan kausal.7. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Namun. peneliti melakukan persiapan.2. hipotesis atau teori.1.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak. pena dan kertas. 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. Setelah itu. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive.7. Persiapan Penelitian 3. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah.7. Kecamatan Seyegan. rekorder. peneliti masih menggunakan snow ball effect.

tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. 3. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Sebelum melakukan wawancara.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian.

tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. 3. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja.9. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Anonimity. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. Confidentially. Informed Consent. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. 3. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. 28 . 2. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti.

186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. Kregolan. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. dan Jamblangan. Gerjen. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. dan 1 SMA. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. 4 Bidan praktek swasta. Daplokan. 1 SLTP. 8 SD. HASIL dan PEMBAHASAN 4. 1 Dokter praktek swasta. Kasuran. Ngemplak. Jingin. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. 1 Poskesdes. Kamal Kulon. Kabupaten Sleman. Jumeneng. Mriyan. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan.BAB IV. 12 Posyandu lansia. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . 13 Posyandu balita. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sompokan. Mangsel. Tabel 2.976 orang yang belum bermata pencaharian.1. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2.

4. 60 tahun (Kader) : NY. buang Air BAB di WC.. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok.. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik. ZN. Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. beberapa narasumber mengutarakan : “.3. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 ..RW..9) dengan uraian .. NS. 37 tahun (Masyarakat) 4. CP. 38 tahun (Kader) : Ny. SG. WN. mau. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat. 48 tahun (Masyarakat) : Ny.(CP 142-146)". 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. “. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1.keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny..7. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara. terus rumah berlantai bukan tanah. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. SR.. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny..6.3. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.2. BS.. SN. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu.8.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5.2.

Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. mau. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . sekolah. sarana kesehatan. tempat kerja. menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.menghindari dari ancaman penyakit. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. mau.. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. 2008).. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya.Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. Dengan demikian.. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. ……. agar bisa.. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga.. “. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). dan tatanan tempat-tempat umum.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau.. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga..

32 .. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. PHBS.. penerangan. imunisasi. menimbang balita setiap bulan. PUS ikut KB... terus lantai berdinding. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “.. surveillan..pemberian ASI eklusif. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari..tidak merokok yang saya hapal. pendataan ibu hamil.teruss. pemberian ASI eklusif.eeeee.(CP 152-173)”. kepemilikan jaminan kesehatan. kepemilikan TOGA. imunisasi. kepemilikan toga.. “. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. kepemilikan jaminan kesehatan. BAB tidak di kali.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.untuk indikator PHBS sendiri. menimbang balita setiap bulan. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran... tidak merokok didalam rumah... Posko kesehatan desa. Berdasarkan hasil temuan.. cuci tangan pakai sabun.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari. kebiasaan gosok gigi secara teratur... tidak merokok didalam rumah. KADARZI. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan.(RW 163-172)”. walaupun ada beberapa indikator yang lain.. terus.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. kebiasaan gosok gigi. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. terus cuci tangan pake sabun. terusss... balita tidak dibawah garis merah.. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. melakukan aktivitas fisik setiap hari...

.Dari APBDes...Kalau dari Pemerintah Daerah.. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK.Dari Pusat. 33 . Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan. “.. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda..Ada (RW 132-143)”. bantuan pemerintah desa... dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku. terus dari desa juga memberikan kontribusi.. alat tulis. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi.oleh kabupaten sleman sendiri. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan.4..Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.. swadaya masyarakat. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”... arisan.... Tabel 3.. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain. (CP 94-96)”. “. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun. swadaya kader..4..

meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya. Dapat dilihat dari total anggaran Rp. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat.yang digunakan. 1. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4. mulai dari pendataan oleh bendahara. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY. masih ada Rp.000 200.000 300. kecamatan. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada .. juga ada anggaran sendri dari APBDes..000. Di tingkat desa.650.650. yang akan berlanjut ke tingkat desa.000. 34 . biaya pertemuan masyarakat.000 750. dan lain-lain.000.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik. 1. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya.000 1.yang belum digunakan.000. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3. transportasi. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga.000 1. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya. biaya operasional.550. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik.

dukungan masyarakat juga sangat baik.. (NS 155-179)”.. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. kampanye.. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. 35 .... Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. . Kesra.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat... jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. penjadwalan.. pendataan di Posyandu. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. pemetaan PHBS. Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri.. dan lainnya..dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. (RW 267-281)”.. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu.Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. berperan aktif dalam kegiatan. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan.. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu..Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan.. Dari pengamatan peneliti. “.dalam bentuk Yandu. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri.Ya nanti to mencatat Balita. seperti melakukan Posyandu... ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan.. “. baik dari instansi terkait seperti kepala desa... kalau saya sebagai bidan .. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat..

kesra.. 53-57)”. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri..4..oiya satu lagi. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan.5. terus pelaksananya dari kader sendiri. KADARZI. dan masyarakat sendiri. pendatan Ibu hamil. serta kesehatan lingkungan. kesehatan lingkungan... “. terus apa. kader.... nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.(RW 36-59)”. 36 . ambulan desa. bank darah. teruuus seksi posyandu. tokoh masyarakat.. bidan desa.. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. pengamatan penyakit.yang terlibat. perilaku hidup bersih dan sehat. balita Gizi buruk... penanggulangan kegawatdaruratan bencana.... Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”...disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak... pengamatan penyakit.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada.. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya.. PHBS. bersih-bersih Dusun.(N3. “. Posyandu.. kepala desa.Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. seperti diungkapkan dibawah ini : “. bank darah.

.(SN 46-52)”. kemudian akan diinformasikan ke bidan desa... Koordinasi yang terjadi antara masyarakat.. kesra. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. Lewat kader sosialisasinya.. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit.Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa).. bidan.. “.. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.(CP 52-61)”. atau eeee……leaflet. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 .. Puskesmas.. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.(SN 54-62)”. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat.... kader. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya.“.kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada.. Beberapa narasumber mengatakan : “.haa seluruh komponen masyarakat. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa... lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi. “. terus ada Bidan Desa. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan...Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades... namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.

diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader. misalnya rokok. Pelatihan PHBS... Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian. Pemetaan PHBS. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga.himbauan oleh Departemen Kesehatan.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. Program PHBS dievaluasi setiap semester. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. perencanaan.... untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember.. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas. dan lainnya. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya.6. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga.Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo.. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban.. 4.Terus setelah 38 .

dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo. gizi seimbang. penimbangan balita setiap bulan... dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi. dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. lantai rumah bukan dari tanah.(CP 205224)”. (SN 183-187)”. “.itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. “.. terus laporan-laporannya sudah masuk semua... imunisasi lengkap pada bayi..(RW 185-190)”. laporan PHBS.. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. PUS ikut KB. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar... apa cuci tangan pakai sabun... Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada.... kesehatan lingkungan. ada laporan ibu hamil. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Poskesdes. memberantas jentik nyamuk dirumah. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik... memeriksakan kehamilan sesuai standar...sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik. dan lainnya. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan. memiliki jaminan kesehatan. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan. melakukan aktivitas fisik setiap hari. makan sayur dan buah setiap hari. menggunakan air bersih.Kinerjanya ya. pemberian ASI eklusif.. laporan gizi buruk.. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber.

Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor... dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. saran promosi.. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan. dan komitmen kesra kurang (CP. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain.. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga.(RW 61-77)”.. Namun kenyataannya. tidak merokok didalam rumah.. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. Peneliti mengamati selama penelitian. dan pengelolaan sampah. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat..tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). 40 . Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada.setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik.. “. 230250). Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. hubungan antar personil kurang.

Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat.. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5...(WN 166-169)”. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat.pernah disuruh berhenti. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban. cara perawatan. seperti pernyataan narasumber berikut : “.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. dan lainnya. 41 . Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat. 2 bulan balik lagi mas…. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….suami saya sendiri merokok.. cara penggunaan jamban..

. kan ga enak mas. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya. “...Terus pengelolaan sampah.. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. (SR 177-179)”.tapi ya kalau ada tamu itu tadi.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”. “. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada.pengolahan sampah...... masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat. banyak kendalanya (NS 139-140)”.. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang.. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 . masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan.. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya.paling. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun...(SN 269-270)”. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya.

karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. sendiri.. “. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya...Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali...(N4.Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1. 4..perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya.5. menanggulangi 43 ... program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. Berikut kutipan wawancaranya : “.... dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader.Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan..... 294-300)”.(N2.. 303-316)”. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. 254-266)”.... “. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga.

2. koordinasi.BAB V. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. konsep Desa Siaga. 44 . 5. sosialisasi. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan. tujuan dan indikatornya.1. instansi terkait. 2.2. dan masyarakat. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. keberhasilan pencapaian >75%. menanggulangi bencana. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. 3. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. Simpulan 1. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. 5. 4. SIMPULAN dan SARAN 5. 5. serta dukungan dari semua stakeholder.1. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. pihak yang terlibat. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.

2. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. 5. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1. 5. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.2.3. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. 45 . Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.2. 3.2.4.5.2.

2009.35 WIB. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Yogyakarta. pukul 22. Tesis. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Yogyakarta Azhar. Penelitian Kualitatif. Departemen Kesehatan RI. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. 2008. Darmawan.indoskripsi. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. 2007. 2002. Burhan. S. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. FK UGM. 2008. 2008. Taufik. Dinas Kesehatan Propinsi DIY.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. Bungin. Desember 2009. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Djonny. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Burhan. 2008. FK UII. 2007. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Metodologi Penelitian Kualitatif. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. Pustaka pelajar offset. Prenada Media Group: Jakarta. 2007. http://one. 2008. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . Departemen Kesehatan RI. 2005. Universitas Gadjah Mada.DAFTAR PUSTAKA Anis. Yogyakarta Bungin. Azwar.

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. Universitas Gadjah Mada.html-.blogspot. 47 . Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. Poewandari. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. 2008. Rosadakarya: Bandung. pukul 23. 2008. hal 9-11.Hermansyah. 2008. Determinan Perilaku. Yogyakarta Riasmini.2 April. Download tanggal 29 Desember 2009. Rake Sarasin: Jakarta. Metode Penelitian Kualitatif.3. Perilaku Manusia. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. No. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Machfoedz. 2007. L. 2007.J. Agus. Vol 3. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. K. Tesis. matsum. PT. Muhadjir. 2002. 2007. Rineka Cipta: Jakarta. Kes. Samsunuwiyati. 2005. Fitramaya: Jakarta Matsum. No. H. Soekidjo. E. Ircham dkk.11 WIB. Vol. 2006. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . Nurjasmi. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Belajar Mudah Penelitian.1 Januari. Polisiri. Yogyakarta. FK UGM. Alfabeta: Bandung. Kes. Ridwan. 2005. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2007. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. hal 26-28. Moleong. M. 2005.com/2008/05/determinanperilaku. PT Refika Aditama:Bandung. Notoadmojdo.N.

Memahami Penelitian Kualitatif. 2008. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta. S. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia.Soeparmanto. Sastroasmoro. 2006. A. Des. Universitas Gadja Mada. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Utarini. 2002. Sudigdo. Mediakom Departemen Kesehatan. 2007. Binarupa Aksara: Jakarta. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. hal 10-13. Alfabeta: Bandung.A. Sugiyono. Pascasarjana. 48 .edisi 03.

LAMPIRAN .

………………………………………………………. Yogyakarta.. identitas narasumber akan dirahasiakan. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… . : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun.

Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. apakah itu salah atau benar 6.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Prosedur 1. Pengantar 1. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Mengucapkan salam 2. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. Penjelasan 1. Setelah selesai.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12.

dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. pengalaman. Tahap Awal a. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Prosedur i. pengalaman dan saran iii. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. Penjelasan i. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. Pembukaan i. Pendapat.

tidak saling memotong pembicaraan v. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2. Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif.iv.

Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . Tahap Penutup a.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Sebelum diskusi diakhiri. peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b.

Forum Masyarakat Desa 2. Suveilans 5. PHBS Sumber Pendanaan 1. Lingkungan Sehat 7. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Pengembangan Kadarzi 8. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak .FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Poskesdes 3. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4.

Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2.

Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. 2. dan unsure desa yang terkait. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . kader. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. kepala dukuh. bidan. 4. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. 3. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. Komponen Desa Siaga a.

Sekertaris. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Kesehatan ibu dan anak. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Pengamatan penyakit. Tim kegawatdaruratan bencana. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). . Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Bendahara. Donor darah. Kesehatan lingkungan.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Ambulan desa. c. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Koordinator oleh bidan desa. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan.

Penyuluhan. dll. balita. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. 7. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. promosi kesehatan. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. PHBS. pemberian pelayanan kesehatan. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. bidan. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. Mulai dari mayarakat setempat. gizi. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. seminar. 6. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. Pertemuan didesa. para tokoh masyarakat. dan TBC 5. Kesehatan ibu dan anak. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan.d. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. dll. kader. DBD. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo.

Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. . PUS ikut KB xvi. Tidak merokok didalam rumah xi. Memiliki jaminan kesehatan xiv. dll. Makan sayur dan buah detiap hari ix. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . i. Bebas jentik nyamuk viii. Imunisasi lengkap pada bayi xv. kebiasaan mandi disungai. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Penggunaan air bersih v. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. belum terkelolanya sampah dengan baik. Pemilkan TOGA xx. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Penimbangan balita setiap bulan iv. Pengelolaan sampah xix. Gizi seimbang xii. Pemberian ASI eklusif iii. Menggunakan jamban sehat vii.

PHBS 9. Kesehatan Lingkungan 7. Posyandu .SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Pengamatan Penyakit 3. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Ambulan Desa 6. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Marsudi Bendahara : Ny. Kesehatan Ibu dan Anak 4. Bank Darah 5. Sutardjo Ny. Kegawatdaruratan Bencana 2.

20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Memberikan ASI eklusif 3. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Tidak merokok didalam rumah 11. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Memiliki TOGA 20. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Kebiasaan gosok gigi . Gizi seimbang 12. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. PUS ikut KB 16. Menggunakan air bersih 5. Menimbang balita setiap bulan 4. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Pengelolaan sampah 19. Menggunakan jamban sehat 7. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Memiliki jaminan kesehatan 14. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Makan sayur dan buah setiap hari 9.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. bidan desa. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2.Pembina dari kecamatan. dan tokoh masyarakat (N1. kader. dan melalui pelatihan (N1. kader. kepala desa dan kesra (N4. kepala desa. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. leaflet atau poster oleh puskesmas. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. puskesmas. kader. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. bidan koordinator. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi .

dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. dan dinas kesehatan (N2. pemetaan dan kampanye PHBS (N1.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. 193-195) Jika ada masalah kesehatan. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. bidan koordinator. perumusan masalah. mulai dari pemetaan. poskesdes (N2.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada .

225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. dan komitmen kesra kurang (N1. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. dan program lainnya (N4. dll. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. pertemuan yang selalu diundur. saran promosi. posyandu. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. (N2. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. hubungan antar personil kurang. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3.(N1. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. dll (N2. adanya pelaporan.

314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. penggunaan jamban sehat.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah.

303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 254-266) .penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. (N2.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

53 WIB.Narasumber Pertama A. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. dan mampu untuk mengenali masalah . Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. narasumber.. mau. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. pukul 12. Suasana diruangan cukup tenang. saat itu diruangan ada peneliti.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas. apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. dan seorang teman peneliti. Wawancara selesai pada pukul 12.eeee…. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C..17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.

P : dari penjelasan mas tadi. keluarga sadar gizi… P : umm. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan.. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA.. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti.. dan tokoh masyarakat (N1. kecamatan. penyakit menular. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana... posyandu..apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan..bisa dikatakan bagus. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. teruuus seksi posyandu. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1. dan KIA ( N1.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. serta kesehatan lingkungan.. pengamatan penyakit. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik.ummm (berfikir) …….. bank darah. mau... P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii.. pengamatan penyakit. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak..15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. bencana. kepala desa. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. puskesmas. bank darah. terus pelaksananya dari kader sendiri.eeee….jadi tidak dibiarkan begitu saja…. leaflet atau poster oleh . P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan.eeee…. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.. PHBS. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.apa namanya…. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. kader. tapi juga dari puskesmas. ambulan desa. ambulan desa. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif. perilaku hidup bersih dan sehat. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. N : oiya satu lagi.

kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. DINKES DIY.. P : oke. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. kabupaten sleman. dan dari desa sendiri (N1.……. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. P : oke….. atau eeee……leaflet. dan melalui pelatihan (N1. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.. N : oke.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas.. dokter. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat..emmmm.lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi. 91-99) . tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya... Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. kesra. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik..mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. P : terus. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas. iya dari mau dulu. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1.60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……... 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. P : dari mau dulu ya mas? N .. mau. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas.

Hehehe…. UKBM. . dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi.eeee…. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu.ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri. POD.(tertawa) P : hehehe…. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. mau. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT.... Terus. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada. berjalan tidaknya UKBM. Yang kedua.. UKBM itu kan meliputi posyandu.tapi prinsipnya itu. UKK.. proses. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan.. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. UKGS.(tertawa) Terus mas. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya. lurah. angka kematian bayi. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut..105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. dan output (N1. teruuus SBH.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. dan derajat kesehatan lainnya (N1.... kalau gak gitu kan pada gak mau…. UKGMD. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.... ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. proses. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. usia harapan hidup.(berfikir) dari. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. DINKES DIY juga memberikan kontribusi. TOGA. dll (N1.

.. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas... imunisasi. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1... aktivitas fisik setiap hari.. terus cuci tangan pake sabun. berapa usia harapan hidupnya.maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari... 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1.. terusss.jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya..yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1..teruss....mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya. karena bisa dilihat dibuku... P : Oke... kepemilikan jaminan kesehatan.eeeee. P : oke.. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut.. tidak merokok didalam rumah.apa namanya. ummmmm…….. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit.150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan.. menimbang balita setiap bulan... berapa angka kematian bayi. terus eee.eeeee.. karena yang dari pusat kan masih umum….baiklah….pemberian ASI eklusif..(berfikir)…. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis ....eeeee... Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB... Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu. kebiasaan gosok gigi secara teratur.berhubung tema saya tentang PHBS mas.. terus. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut... kepemilikan TOGA..

dan sebagainya.terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. .belum 100 persen. saran promosi.. biologi.nanti saya ambilkan…. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. sekretaris... bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo.ketua. Dan kalau didesa yaaaaa. misalnya rokok. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang.. kimia. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan..ada…. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS .195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy.. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. terus seksi-seksi.. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. perumusan masalah. P : oke mas. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…... mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun….ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. bendahara. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. dan lainnya.. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. mulai dari pemetaan. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan.. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa.. 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan.... kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1.

terus hubungan antar personil yang relative kurang. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. dll. di SD terutama margomulyo.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. dia yang bertanggung jawab mengarahkan. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama. Misalnya ketuanya. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya. video. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1.... karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo.eeeee. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah.. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan.hahahahha(tertawa)….. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut... 279-282) . terus dari hubungan antar personil kurang..250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.. P : oooo margomulyo yang pertama.. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1... dan lainnya. dan komitmen kesra kurang (N1.kampanye itu buka kampanye seperti partai ya.. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan..sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster.

lurah. kader.. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. P : terus. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. P : tanggapan mas. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. dan dukungan bidan desa siaga (N1.317-335) . kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. RT. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu..283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan.. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah...hehehe.295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS..kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat..

Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop.. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses.... tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat... Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru.. Eeeeeeee.. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat.emmmmmm..kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas…. ada peningkatan..masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat... P : yaaah itu saja dulu mas.wasalamualaikum mas….. Yang kedua. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas.. Data sampah keluarnya sampah...hehehe.. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat.. jadi harus selalu ada. P : apakah mas ada saran. N : oiya. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat.. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa...indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. Terus.waalaikumsalam ..eeeeeeee...yang pertama itu tadi.

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. belum sama sekali. Plankplank. kalau kayak pengumuman. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. Tiap Dusun ada 2. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. sudah tau semua. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. tapi nggak stand by di Kelurahan. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. nggak pakai. di Poskesdes itu 3. nggak ada. ada Ambulance Desa. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. Itu yang mau aja. brosur gitu? N : Nggak.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. P : Oke. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. pembentukan. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. kan jarang to yang mau. satu Kelurahan 3. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. dan anggaran dari desa sendiri (N2. Lewat kader sosialisasinya. pemkab sleman. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. terus itu ke MMD SMD itu. 132-146) . P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. ada macam-macam to. terus apa pertama itu kan sosialisasi.

kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. 185-190) . Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. tapi nggak hapal e. Ya itu yang saya tau cuma itu. dll. lantai berdinding. pengembangan. dll (N2. ini Bu. penerangan. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. P : La terus ini Bu.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. buang air di WC. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. BAB tidak di kali. balita tidak dibawah garis merah. ada 20 kalau nggak salah. buang Air BAB di WC. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. lanjut. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. terus rumah berlantai bukan tanah. dll (N2. (N2. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. terus lantai berdinding. dan mandiri (purnama) (N2. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. balita tidak di bawah garis merah. balita tidak dibawah garis merah. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. P : Terus Bu. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. adanya pelaporan. balita tidak dibawah garis merah. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. tapi sekarang saya kan nggak tahu. BAB tidak di kali. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok.

Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. tiap bulan. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang .195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. ke tingkat pengembangan. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. laporan gizi buruk. Karya. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). Purnama. ada laporan ibu hamil. Madya. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. dll (N2. bidan koordinator. P : Karya. itu besok-besok. tapi nggak urut ya mas. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. yang 3 Kader itu terus nanti saya. Ada Warsa. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. Purnama? N : Ha a. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. ya masuk pengembangan aja. Nanti targetnya kena nggak. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. pertemuan yang selalu diundur. poskesdes (N2. N : Tadi pembentukan sudah. laporan PHBS. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. Madya. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. Udah. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis.

tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. P : Nah ini Bu. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. baik untuk ibu hamil. Ini Pak Lurahnya kan ganti. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. target pencapaian. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. 267-281) . kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. dananya selalu ada.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. jadi saya tergantung sama pak lurah. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. Terus kadang Balita yang. P : Oke. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya.

(N2. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. N : ya hahahaha. kita bicara tentang Ibu. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. Harus ada Kader tuh yang bantu. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan.. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. efektif. tapi kan sudah disediakan Polindes. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. ini kan Margomulyo. P : Nah ini Bu. jadi nggak bisa memantau. Saya kan tinggalnya di Margoagung. Di sini kan nggak ada Polindes. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ.. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. 314-322) .hehehehehe. P : Bu.

soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. 361-363) Penutup . P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. P : Oh itu benar Bu. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. selama ini ada. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. ini kan ada tempat kosong. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. P : Ibu ada masukan. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. Nah Bu. P : Nah ini Bu. Iya. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. sedang gitu aja. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. dan dinas kesehatan (N2. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. Eeee ntar Bu. tapi khusus untuk koordinasi.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. Cuma itu. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. kalau benar-benar jalan itu bagus. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. tapi bukan untuk.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. baik banget itu yo nggak. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. bisa mendeteksi? N : Iya. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya.

uda semuanya Bu. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. . Makasih ya Bu. P : Per semester berarti Bu? N : Iya. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. P : Terus pelatihan Kader gitu. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. ya baru 6 bulan sekali. N : Selama ini. Jadi ada fungsinya gitu lho.saya.

Suasana diruangan cukup tenang. ini penelitian saya tentang PHBS bu. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. berhubung Ibu Kader PHBS.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. eee.. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. kemarin ya. pukul 13.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga.56 WIB. dan seorang teman peneliti. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya. saat itu diruangan ada peneliti. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat .. sesekali terdengar suara alaram jam dinding.. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg.Narasumber Ketiga A. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.. N : Waalaikum salam. Wawancara selesai pada pukul 13.. narasumber.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber.

atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. 53-57) dalam seluruh . apakah disitu ada yang merokok. Baru di bentuk apa pengurus. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. Praktek pertolongan gitu. P : Ya udah. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. ehem PHBS itu sendiri Bu. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. umpamanya lho itu. kebersihan lingkungan. Sehat kalau Nggak salah itu. P : Margoagung. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. P : Terus Bu. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e.

mungkin ada saja to kendalanya. sekarang masih susah e. koq belum ada dana untuk PHBS. terus ada seperti reksol itu. P : Terus Ibu. Intinya bersih gitu. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. 77-82) . tapi panjang itu belum tentu kotor. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. masyarakat. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. N : Hallah Nggak kelihatan e. Dianjurkan untuk itu tadi.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. mungkin Ibu bisa lihat. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. P : Terus Ibu. dari Puskesmas. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. Oh dari anu. P : Terus ini Bu. kendalanya dimana? N : Yo. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. ini ada 20 point Bu. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. Iyo to. kendala mungkin.

dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. 93-150) . P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. P : Terus.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. rutin. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. ditempat saya aja masih ada e. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. karena ada bantuan juga sini. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini. P : Terus jentik dirumah Bu. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. dari Kelurahan.

P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. udah dilatih. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. umur berapa. P : Jadi itu ya Bu tadi. 183-187) program berjalan . P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. ini mau dimulai lagi lomba besok. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. dari kecil udah nganu. Ya nanti to mencatat Balita. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. ibunya ya lengkap anak siapa. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. melakukan pendataan. kartu askes udah banyak. sudah nggak ada yang dari tanah. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. mengajak masyarakat langsung (N3. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. P : Kalau Kader Bu. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu.

kalau makan diajak berdoa. kalau. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. 219221) Penutup .tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. apa cuci tangan pakai sabun. P : Terus Ibu. Cabut-cabut rumput itu. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. Desa Siaganya itu yang baru. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. P : Haah 2009? N : Ee 2008. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. nggak ada tergetnya. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. sukar e ngajak masyarakat. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. P : Terus nah. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih.

Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. soalnya jam 2 itu saya gini Bu.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. ada diskusi sedikit. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. P : Ya sudah Bu ya. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. masih banyak kurangnya to heeeheee. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. P : Sekitar jam-jam duaan gitu.. minta maaf aja. N : Iya. ada yang kurang atau gimana? N : Yo. Ya mungkin gini Bu. Kayaknya sudah cukup e mas. Iya to.asslamualaikum .

10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu. Suasana diruangan cukup tenang.Narasumber Keempat A. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan.53 WIB. Wawancara selesai pada pukul 12. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. narasumber. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak. pukul 11. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Pertama Pak. Terima kasih Pak atas waktunya. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. dan seorang teman peneliti. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. saat itu diruangan ada peneliti.

7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB.. ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. P : DB? N : Iya. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . jadi lebih dini. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. pencegahan penyakit endemis. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. terus ada Kader yang ditunjuk Desa.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. bidan desa.. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. P : Terus Pak. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate.. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. kepala desa dan kesra (N4. terus ada Bidan Desa. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. kader. Kepala Desa dan Kesra. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra.

P : Targetnya Pak. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. satu Desa cuman satu. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. Terus jadi ada empat. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. haa seluruh komponen masyarakat. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. Tetap lewat mekanisme.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya.Sakit. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. satu Desa itu empat Bidan. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. P : Nah ini lagi Pak. sehingga benar mengadakan.

orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. 135-145) . ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. Diantara memang ada sepuluh. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. kita memang dari Desa Siaga itu. P : Ini Pak saya punya Pak. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. iya dari pagi sampe. N : Ada. N : Ee saya koq lupa ya. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. Lupa sekali saya lupa. nek mungkin disitu juga ada. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. P : Kalau PHBS Pak. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. Dinkes (N4.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

Kami tidak mau anu. Asi. ASI eksklusif. cuman ini to.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. Seratus Persen ditolong Bidan. jentik di rumah. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. disitu orang merokok semua. Secara kebetulan. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. Tapi untuk gambaran. menimbang tiap bulan. kalau Toga ada ya. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. Itu meninggal gara-gara perokok berat. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. semua ada. Pengolahan sampah. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. olahraga. nggak sehat. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. air bersih. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. merokok ini susah. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti.tidak merokok. 303-316) . P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. lemas. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. nggak ada lagi. jamban besih sehat. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. dan yang merokok ini. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI.

khusus untuk di kampung saya. e seratus sepuluh to persis. Kemarin akhir tahun saya cek. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. sekian dulu wawancaranya…. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. karena kami kan 13 Dusun. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. Paling. Tengah. Satu. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. paling itu kerasa. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. itu paling kerasa dan yang saya paling.. wilayah Utara. sangat. dari tahun. sangat tinggi. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh.. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini.. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. masa bodoh. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya.. N : Iya. 326-338) Penutup . kalau bagi kami itu. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. saya nilai cukup. Saran dari kami ya ada. terima kasih banyak ya Pak ya. 13 Dusun 3 Wilayah.

Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B.. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan.. Diskusi selesai pada pukul 16. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras. : 7 Februari 2010. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN).04 dengan suasana yang santai.. A2 (ZN).Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya.. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja. A4 (SR). 10 Berhubung hujan.. cara jalannya diskusi. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini.30 WIB.anu. pukul 15.. dan ketentuan dalam diskusi... Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. kita mulai aja ya bu.. Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. (berfikir lama)… Saya lupa e.hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . A3 (BS). Baiklah.Focus Group Discussion A.. Diskusi dimulai pukul 15. pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD). Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen.desa siaga itu. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi.04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee.

masakan harus bersih. Hehehe…. bersih lingkungan.. (Memotong pembicaraan) .. lingkungan harus bersih..bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas.. tidak membuang sampah sembarangan.ga hapal semuanya….apa lagi ya... A4. mandi dua kali sehari...lali aku… Udah mas…... eee.(tertawa) A1.... A3 : masih sama.. dilarang merokok.. P : terus untuk PHBS nya sendiri. A5 : hahahhaa….hehehe (tertawa) A5 : kalau saya..perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit..lupa saya…... Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm..A5 : yakin..perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee. dah itu saja.20 25 A2 : Saya belum tau juga….. makan sebisa mungkin bergizi. A2 .. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita…... balita dibawa keposyandu. A3 : hehehehe….prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga..( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan... P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu. ada jamban.. sikatan tiga kali sehari. orang hamil diperiksakan kebidan. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu.. A1. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya... A2.harus hidup sehat. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan..saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan. rumah harus bersih. Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai .

terus sekarang ditambah jadi 20. yaaa.3. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu.. A2..3.4.5 : baik. lalu pertama kali disini ada 15.5 : sudah…. Iya kan bu?? A1.5 : baik. baik.3.. A3 : sudah dilaksanakan…. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. biar data yang saya dapatkan bisa akurat. Poin pertama. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) . A1 : permasalahannya kan.4. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. kepercayaan 90 95 100 105 .akan saya tanyakan satu persatu ya bu.3. dari pusat kan ada 10..65 70 75 P : bentar bu..2.4.4 : tersenyum A5 : hehehe…. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya….. memberi bayi ASI eklusif ? A2.3.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya.5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus..5 : iya sudah dilaksanakan…. baik…. A2.4. A2.3 : nah itu.2..4. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. P : Menggunakan jamban sehat A1.. Mulai dari yang pertama. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1. saya jelaskan dulu..(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.

.... A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.hehehe….5 : sudah….2. gitu….” A1.5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya.... bisanya ke wc yang panjang.(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”…. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.5.. tahu tempe itu kan lauk ya mas. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa…. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah... bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang.3.ee.4.2. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur…..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.4 : oooh enggak…….(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu.110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”. Ada juga yang belum memiliki jamban. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya... kekali aja deket.3..P : hahaha….2.. Itu bagi orang yang ortodok.3..gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1..hahaha (tertawa) . nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.4.

.hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.. rambutan.2.4.pernah disuruh berhenti. 2 bulan balik lagi mas….(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas…..bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok.hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1.5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok. salak... Kan suami saya pedagang keliling mas.hehe….hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari. dll…. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…. papaya.160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli…. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok.2. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 ..(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan. terutama pisang….hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok. dan kalau buah juga kalau ada uang…. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….3.. tapi tamunya yang merokok….4.dan anak saya itu sekali makan tiga…. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung..kadang kadang saja….3.

menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.3.2..5 : sudahh…….4.3..hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1.3.205 merokok.kadang seimbang kadang tidak….4. udah lama itu mas…. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh.3.sudah diterapkan…. itu kan udah data jaman kapan mas.5 : ya itu tadi.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 . A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas. A5 : dulu malah swadaya masyarakat...3.4.5 : sudahh…. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1.4. jamkesos ada.4.5 : adaaa…….4..2.3.2. jamsostek ada.4. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1.2. jamkesda ada…. A3 : jamkesmas ada. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik.2. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.3. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.2. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.5 : sudah…….

A2.hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri..4.. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik . untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas.5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa.\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya.5 : (manggut manggut) P : ok.hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas…..2.tapi kan untuk dikampung susah mas…....3 kali sehari malah jalan mas….baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya….. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa...255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu…. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas.untuk buang sampah….. bisa kotor semua…...4. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…. daun sendiri. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau…. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu..memang belum dikelola…. A1.tapi ga dikelola….hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu. banyak mas…. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas..untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3..4 : iya mas..

mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB. dan mencuci .