P. 1
Analisis Perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pelaksanaan desa siaga

Analisis Perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pelaksanaan desa siaga

|Views: 3,766|Likes:
Published by Arie Patramanda

More info:

Published by: Arie Patramanda on Nov 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2014

pdf

text

original

ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

Rusdi Lamsudin.Med. Sp. Sunarto. Dr.Kes Penguji drg. M. Punik Mumpuni Wijayanti. H.S (K) iii . dr.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr. M.Kes Disahkan Dekan Prof. M.Sc.

dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Yogyakarta. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi.

M. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta. dr. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Dr. Rusdi Lamsudin. diantaranya kepada : 1. papaku M. 5.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. S. selaku dosen pembimbing utama. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. konsultasi. hilir – mudik dari kampus ke desa. M. terima kasih atas masukan-masukannya. terima kasih atas izin dan bantuannya. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul.Kes. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. 4. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. Sunarto. Prof. dr. Sc. drg. 3. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. v . selaku dosen penguji. Punik Mumpuni Wijayanti.Med. serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. dukungan.S(K). sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. membimbing saya. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. Orang tua yang sangat aku cintai. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi.E dan mamaku Siti Hajar. Mawardi. saling berbagi informasi. 6. Sp. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama.

7. sampai menunggang kuda bersama. 11. menemani setiap saat. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. Sufron. yang sudah mau berbagi tawa bersama. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. 19 Februari 2010 Penulis vi . dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Kepada Eko Arya Sandi. Bayu. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. 8. Dyah arum Kusumaningtyas. Dwi Aprilia. Dhani. Asri Yoanita. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. Prima. Akhir kata. Okky. 10. Isti. Jerrisky. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Adit. Dalam penyusunan karya tulis ini. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Inandra Prayogi. Abdul haris. Rizky Kurniawan. Kepada Ade rahmayanti. Ihsan. Erma. Dewi Aryanti . Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Syaiful bin Usman. Rizky Al Fajar. Yogyakarta. melakukan hal-hal yang menyenangkan. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. 9. Hairul Asri. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Yusuf. Dian Hertisa. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Mufti. Soipe. Tria Arisanti. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani.

2. Rumusan Masalah 1.2.2.1.3. Sasaran PHBS 2. Tujuan Penelitian 1. Keaslian Penelitian 1.3.2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Perilaku 2.2. Manfaat Penelitian BAB II. PENDAHULUAN 1.1.4.2.4. TINJAUAN PUSTAKA 2.3.2. Indikator PHBS 2. Manfaat PHBS 2. Definisi Desa Siaga 2.3.3. Latar Belakang 1.1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I. Tujuan PHBS 2.3.3.1.5. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii . Konsep Dasar Desa Siaga 2. Tujuan Desa Siaga 2.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.5.2.

5.5.3.4. Subyek dan Obyek Penelitian 3. Kerangka Konsep 2.1.3.3.3.5.9.2. Etika Penelitian BAB IV. Triangulasi 3.1.1. PHBS dalam Desa Siaga 4.7.5.6.2. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. Persiapan Penelitian 3. Wawancara 3. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.1.4.7. Jenis dan Sumber Data 3.5. METODOLOGI PENELITIAN 3. Obyek Penelitian 3. Pertanyaan Penelitian BAB III.4.6. Teknik Pengumpulan Data 3.8.2.3. Teknik Analisis Data 3.5. FGD 3.2.5.2.4. Subyek Penelitian 3. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.7. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3. Dokumentasi 3. Desa Margomulyo 4.5. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Pelaksanaan Penelitian 3. Observasi 3.5. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii . Proses Pengambilan data 3. Penilaian 2.1. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2.5.2. Data Narasumber 4.2.2.4. Instrumen Penelitian 3.

Saran dan Tanggapan BAB V. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .1.4.7. SIMPULAN dan SARAN 5. Simpulan 5.2.

Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. Hubungan perilaku.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. dan individu Gambar 3. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4. Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . lingkungan.

Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Sumber Biaya Tabel 4. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3. Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2.DAFTAR TABEL Tabel 1.

Transkrip Wawancara Lampiran 11. Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. 20 Indikator PHBS Lampiran 9. Panduan Wawancara Lampiran 4. Pedoman Umum FGD Lampiran 5. Koding Lampiran 10.LAMPIRAN Lampiran 1. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Foto Penelitian xii . Transkrip FGD Lampiran 12.

wawancara mendalam. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. dan triangulasi. dokumentasi. keberhasilan pencapaian >75%. xiii . Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. focus discussion group (FGD). karena menentukan 30 % derajat kesehatan. desa siaga. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. PHBS di Desa siaga.

ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. xiv . and triangulation. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. Conclusions: PHBS program has been running well. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. focus group discussion (FGD). the success of achieving> 75%. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. not in terms of the functioning of the existing village health post. PHBS in the village margomulyo. documentation. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. because it determines the health of 30%. The collection of data by way of non-participatory observation. depth interviews. and not the achievement of all existing indicators. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. desa siaga. Keywords: behaviour of life clean and healthy. the performance of cadres and the role of good health. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing.

yang dilandasi paradigma sehat. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. dan tatanan tempat-tempat umum. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. 2004). sarana kesehatan. 2004). Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat.BAB I. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 . 2008). perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. mencegah risiko terjadinya penyakit. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). adil dan merata (Depkes. tempat kerja.1. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. yaitu lingkungan sehat. PENDAHULUAN 1. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. sekolah.

tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. 2004). Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. melindungi diri 2 . Dengan demikian. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Puskesmas dan jaringannya. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. mencegah resiko terjadinya penyakit. penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. Polio. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. HIV-AIDS. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. Masalah kesehatan terus berkembang. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. dan Flu Burung. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga.

dari ancaman penyakit. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. Oleh karena itu. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. desa siap-antar-jaga. Melihat potensi tersebut. Kecamatan Seyegan. kejadian bencana. Polindes. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. dan dijadikan sebagai desa percontohan. maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. kecelakaan. desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. 2008). Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). 2009). serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. Kabupaten Sleman. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. kurang gizi. dan lain-lain. Pos Obat Desa. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. 3 . dana sehat. Selain itu. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud.

Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ .4. 4 . keluarga. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .1. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan.3.2.

pembiayaan dan sarana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. tabulin. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. dan dukungan masyarakat. kelompok donor darah. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. ambulan desa.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. aparat pemerintah. poskesdes. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. kelompok donor darah. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. serta kebersihan lingkungan. 5 . tim siaga bencana. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. dan lokasinya di Desa Margomulyo. posyandu. tabulin. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. warung obat desa. penggalangan dana masyarakat. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. kebersihan lingkungan. poskesdes. dan masyarakat. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. surveillan. pencatatan dan pelaporan.

Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. b. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. pelaksanaan desa siaga. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. serta pola hidup bersih sudah baik. 1. 6 .5. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS.

Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya.BAB II. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . 2003). 2) Operant respons atu instrumental respon. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap.2003). Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. 2006). TINJAUAN PUSTAKA 2. tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito.1. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. 2007). maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo.

emosi. tanggapan. Hubungan perilaku. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. Perilaku. demikian sebaliknya. persepsi. 2005). pengetahuan.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). isu sosial. lingkungan. STIMULUS (individu. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain. E= environment. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. B E P Gambar 2. P= person. b) faktor pendukung (enabling). adalah faktor yang memungkinkan 8 . Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. Formulasi berwujud B= behavior. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. pengetahuan. sikap. Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. norma-norma. situasi. kelompok sosial. persepsi. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. dan individu (Walgito.

c) faktor pendorong (reinforcing). yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. lingkungan. 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. seperti pengaruh teman. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. 2006 didaptasi dari Green. fasilitas. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. keluarga. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. dana. dan sebagainya. sarana.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. dan lainnya.

2007). dipelihara.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. 2.2.1. dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes.2. meningkatkan. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.

2007).4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. dan pengasuh anak (Depkes.2. 2007). masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. arisan jamban. 2. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 2. ibu hamil dan ibu menyusui. kesehatan.2. kemauan. 11 . tabungan bersalin (Tabulin). produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. 2005).2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. anak dan remaja. 2. masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. usia lanjut.masyarakat maupun pada keluarga. 2008).2. jaminan pemeliharaan kesehatan. kelompok pemakai air. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. anak tumbuh sehat dan cerdas.

Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.2. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. keluarga berperilaku 12 . menggunakan jamban sehat. khususnya meningkatkan pengetahuan. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. tidak merokok didalam rumah. 2.3. makan buah dan sayur setiap hari. wabah. dsb).2.1. rumah bebas jentik. melakukan aktivitas fisik setiap hari. kegawatdaruratan.3.2.3. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. 2. 2008). meningkatnya keluarga sadar gizi. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. bayi diberi ASI eklusif. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. 2008).5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat. menggunakan air bersih. Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. Konsep Dasar Desa Siaga 2. peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. penimbangan bayi dan balita. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan.

Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes.4. kader serta petugas kesehatan.3. Tabel 1. 2. pejabat terkait. 2006). 2008). Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. tenaga.4. kepala dusun/RW.3. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. peraturan. LSM. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. perempuan dan pemuda. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya.2.3.1. kepala desa. donatur dll (Depkes 2007). Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal. seperti tokoh masyarakat. swasta. 13 . seperti camat. dana. sarana dan lain-lain. tokoh agama.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. 2.

3. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat.4. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan. 14 . Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.4. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk. 2. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan.2.4.4. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. 2. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga.2. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan.2.2. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan.2.

Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil. 15 . madya. pembuluh darah dan syok. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. bencana dll. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. mandiri). pengelolaan. Dimulai dari kegiatan pengumpulan. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama.3. Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. DBD.5. gigitan binatang. pertolongan pertama cedera trauma. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. keracunan. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. balita.2. purnama.

tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. hijau. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . Disusun dalam empat tingkat (skor). Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu. kuning. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya.

Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4. d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Kerangka konsep penelitian 17 . nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri. Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri.4. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. nilai 2 jika 2 UKBM.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri.

2. Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5. PERTANYAAN PENELITIAN 1.5. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 .

kompleks. METODOLOGI PENELITIAN 3. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place). Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin.BAB III. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan).2. dinamis dan penuh makna (Sugiyono. 3.1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif.1. 3. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . 2007).2. 2008). Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008).

3. dalam hal ini adalah masyarakat. kader PHBS. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono.yang dipelajari. kader PHBS. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. tenaga kesehatan. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. dan bidan. 2008). tokoh masyarakat. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. 3. tokoh masyarakat. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. Kecamatan Seyegan. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. tenaga kesehatan dan bidan. 1) Tempat : Desa Margomulyo. berbagai setting dan berbagai cara. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber.2. informan.2. 20 . dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place). Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan.

penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap.3. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. baik secara akademik maupun logistik.5. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. Peneliti mencatat. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton.(Sugiyono. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur.4.5. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung. Teknik Pengumpulan Data 3. antara lain . 3. serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.5.2.1. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 .

Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi. bidan. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian. dan masyarakat setempat. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. kader. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. sketsa dan sebagainya. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. surat-surat dan sebagainya. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif.5. biografi.5. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. tokoh masyarakat. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.3.permasalahan yang akan ditanyakan. 3.4. 3.

dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data. dan FGD. dan masyarakat setempat. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat.5.5. dokumentasi. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. 2008). 3. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. wawancara mendalam. bidan. Triangulasi 23 . Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya.

Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . mensintesiskannya. 2000). menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. mencari dan menemukan pola. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. Dalam penelitian ini.6. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. mengorganisasikan data. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data.

dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu.hal-hal yang pokok. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. properti-properti dan dimensi-dimensinya. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka). 2005). maka 25 . (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. memfokuskan pada hal-hal yang penting. 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. mencari pola dan temanya. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. Tahap terakhir adalah koding selektif. Pada tahap berikutnya. Ini adalah tahap awal pengkodean. 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar.

peneliti masih menggunakan snow ball effect. peneliti melakukan persiapan.7. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. dapat berupa hubungan kausal. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.7. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. pena dan kertas. Setelah itu. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo.kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Persiapan Penelitian 3. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 . Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. hipotesis atau teori. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data. 3.2.1. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. Kecamatan Seyegan. rekorder. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara.7. 3. Namun. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak.

Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . 3. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Sebelum melakukan wawancara. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan.

Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. 28 . Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. Anonimity. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. 2.9. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan. 3. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. Informed Consent. Confidentially. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. 3. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman.

1 Dokter praktek swasta. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . dan 1 SMA. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat. Ngemplak. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu.186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Jumeneng. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. 1 Poskesdes. dan Jamblangan. Mriyan. 12 Posyandu lansia. 1 SLTP. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. Kregolan. Jingin. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.1. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. Kasuran. Mangsel. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. 8 SD. Kabupaten Sleman. 13 Posyandu balita. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah .BAB IV.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. Tabel 2. Daplokan. Kamal Kulon. 4 Bidan praktek swasta. Gerjen.976 orang yang belum bermata pencaharian. Sompokan.

Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. 60 tahun (Kader) : NY. WN. “. SG.2.6. terus rumah berlantai bukan tanah.2.4. SR..secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu.. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.3.(CP 142-146)". 48 tahun (Masyarakat) : Ny. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit. SN. 37 tahun (Masyarakat) 4. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny. Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok... 50 tahun (Kader posyandu) : Ny..keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik. mau. BS. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara.3. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat.9) dengan uraian . beberapa narasumber mengutarakan : “. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu.. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1. NS.8. CP... 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. 38 tahun (Kader) : Ny. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . buang Air BAB di WC.RW.. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya. ZN. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”.7.

“. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”... mau. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 .. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. Dengan demikian. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. tempat kerja. sarana kesehatan. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. agar bisa. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. …….menghindari dari ancaman penyakit.. 2008). menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.. dan tatanan tempat-tempat umum. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular..Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).. mau. sekolah.

eeeee. pemberian ASI eklusif. terus. imunisasi. KADARZI. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. Posko kesehatan desa. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas. PHBS.. kepemilikan toga... kepemilikan TOGA. pendataan ibu hamil... dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. 32 .(RW 163-172)”..pemberian ASI eklusif. walaupun ada beberapa indikator yang lain. terus lantai berdinding. kepemilikan jaminan kesehatan. tidak merokok didalam rumah.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari. PUS ikut KB. kebiasaan gosok gigi. cuci tangan pakai sabun. balita tidak dibawah garis merah.tidak merokok yang saya hapal. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS. BAB tidak di kali. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS..untuk indikator PHBS sendiri... seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “. “.. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil temuan... menimbang balita setiap bulan...teruss.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa.(CP 152-173)”. menimbang balita setiap bulan. penerangan. imunisasi. kepemilikan jaminan kesehatan... melakukan aktivitas fisik setiap hari. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. tidak merokok didalam rumah. terusss. surveillan. terus cuci tangan pake sabun.. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga... kebiasaan gosok gigi secara teratur.

... (CP 94-96)”.. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun..Dari Pusat... “.Kalau dari Pemerintah Daerah.4. “..Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun. Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan...4.baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah... bantuan pemerintah desa. swadaya masyarakat.. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan..oleh kabupaten sleman sendiri. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “. 33 . Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan.. swadaya kader. alat tulis. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi.... Tabel 3. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain.Dari APBDes. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda.Ada (RW 132-143)”. arisan. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. terus dari desa juga memberikan kontribusi..

Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya.000 300. yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada .650. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya. 34 . Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3.yang digunakan. Di tingkat desa.000. 1. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000 1.000 1. dan lain-lain.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY.000. transportasi. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga. yang akan berlanjut ke tingkat desa.650.000. 1. juga ada anggaran sendri dari APBDes.550.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik. kecamatan.yang belum digunakan. biaya operasional. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat. mulai dari pendataan oleh bendahara. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya.000. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. masih ada Rp.. biaya pertemuan masyarakat. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4.000 200. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik.000 750.. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.

. dan lainnya.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. “. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”..Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. “. kampanye. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. Dari pengamatan peneliti. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. dukungan masyarakat juga sangat baik. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu.... Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri. kalau saya sebagai bidan .. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat.. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan.. penjadwalan. bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan. berperan aktif dalam kegiatan. (NS 155-179)”...Ya nanti to mencatat Balita. ..dan mengarahkan untuk hidup sehat itu. baik dari instansi terkait seperti kepala desa. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan... jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. Kesra. 35 .dalam bentuk Yandu. (RW 267-281)”. Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “..... seperti melakukan Posyandu.. pemetaan PHBS... pendataan di Posyandu..Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.

Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat.. seperti diungkapkan dibawah ini : “. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. pengamatan penyakit. terus pelaksananya dari kader sendiri. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. ambulan desa.. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.. 53-57)”.oiya satu lagi.Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. KADARZI. kesra...disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak..(N3. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. bank darah. perilaku hidup bersih dan sehat... serta kesehatan lingkungan.. balita Gizi buruk.. pendatan Ibu hamil. pengamatan penyakit. PHBS. kader. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “. bersih-bersih Dusun. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak.(RW 36-59)”. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”. “.. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri.yang terlibat. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada. bank darah. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya. Posyandu.... “. teruuus seksi posyandu.. bidan desa. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan. terus apa...4..5. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. tokoh masyarakat.tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. dan masyarakat sendiri. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. kesehatan lingkungan.....Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih. kepala desa. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”.. 36 ..

.. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa).(CP 52-61)”.. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan. Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. Beberapa narasumber mengatakan : “...Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat. Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada. . “. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.(SN 46-52)”. atau eeee……leaflet. kemudian akan diinformasikan ke bidan desa. bidan. Lewat kader sosialisasinya. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.. Puskesmas.... kesra. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit... bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan. dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD.(SN 54-62)”.. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. kader.. “.. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 .“.Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo..haa seluruh komponen masyarakat. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran..pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya...kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat.. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi. terus ada Bidan Desa.

Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Program PHBS dievaluasi setiap semester.. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan.himbauan oleh Departemen Kesehatan. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. dan lainnya. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga... Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik.Terus setelah 38 . misalnya rokok.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS . untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember. Pelatihan PHBS.... Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. 4. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. perencanaan..6. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “.. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian.. Pemetaan PHBS. dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas.

.. imunisasi lengkap pada bayi.. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan.. memiliki jaminan kesehatan.. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada. laporan gizi buruk. penimbangan balita setiap bulan.Kinerjanya ya.. pemberian ASI eklusif.. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo. Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit. (SN 183-187)”. melakukan aktivitas fisik setiap hari.. laporan PHBS.(CP 205224)”.sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok.......itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. apa cuci tangan pakai sabun. terus laporan-laporannya sudah masuk semua. “.(RW 185-190)”.. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%.. dan lainnya. memeriksakan kehamilan sesuai standar. kesehatan lingkungan. “. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. gizi seimbang. ada laporan ibu hamil. PUS ikut KB. makan sayur dan buah setiap hari.. menggunakan air bersih. memberantas jentik nyamuk dirumah. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik.. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan.. lantai rumah bukan dari tanah. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . Poskesdes.. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar.

Peneliti mengamati selama penelitian. dan pengelolaan sampah. setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. Namun kenyataannya. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan.... hubungan antar personil kurang.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa). 230250).. dan komitmen kesra kurang (CP. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. tidak merokok didalam rumah...(RW 61-77)”. “. Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain.. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. 40 . Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. saran promosi. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada..

pernah disuruh berhenti. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. cara penggunaan jamban. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5. beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. 2 bulan balik lagi mas…. dan lainnya.. Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah..(WN 166-169)”. cara perawatan.suami saya sendiri merokok. Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban... 41 . Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat. seperti pernyataan narasumber berikut : “. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria..

tapi ya kalau ada tamu itu tadi.. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”... karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya. (SR 177-179)”... banyak kendalanya (NS 139-140)”. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun... Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. “. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya..paling. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada. ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 .. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada.... Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6.(SN 269-270)”..Terus pengelolaan sampah.pengolahan sampah.. “. kan ga enak mas. Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan. Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar..

.. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. 303-316)”..(N2.... Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga. pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya.. 4. 254-266)”. sendiri.Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1... masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan.. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali. menanggulangi 43 . dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga. 294-300)”. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader.5. dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya.Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk.. “..(N4... dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga..... Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan.perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. “..Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana. Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga. Berikut kutipan wawancaranya : “.

5. 44 . dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. koordinasi. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. 2.1. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. instansi terkait. dan masyarakat. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.BAB V. serta dukungan dari semua stakeholder. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. 4. menanggulangi bencana. 5. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. pihak yang terlibat.2. Simpulan 1. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. konsep Desa Siaga. SIMPULAN dan SARAN 5.1. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan. sosialisasi. 3.2. 5. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. keberhasilan pencapaian >75%. tujuan dan indikatornya.

2. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.2.4. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali.3. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi. 3. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.2. 2. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. 45 . 5.2. 5.5. Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo.

FK UGM. Taufik. Yogyakarta. 2008. Desember 2009. 2008. Bungin. 2008. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. 2007.35 WIB. 2009. Burhan. 2002. 2007. Azwar. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Universitas Gadjah Mada. Penelitian Kualitatif. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Prenada Media Group: Jakarta. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. Burhan. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY.indoskripsi. pukul 22. 2008. Yogyakarta Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Tesis. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. Djonny. Analisis Data Penelitian Kualitatif.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Darmawan. Pustaka pelajar offset. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul. S. Yogyakarta Azhar. 2007. Raja Grafindo Persada: Jakarta. 2008. FK UII. Departemen Kesehatan RI. http://one.DAFTAR PUSTAKA Anis. Departemen Kesehatan RI. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . 2005.

Ridwan. 2007. 2002.N. Determinan Perilaku. Vol. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007. No. 2008.11 WIB. 2008. PT Refika Aditama:Bandung. Yogyakarta Riasmini. Fitramaya: Jakarta Matsum. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. M. pukul 23. matsum. Agus. 2007. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM.blogspot. 2007. Kes.2 April. H. 2005. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Nurjasmi. Belajar Mudah Penelitian. L. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . 2006. Rineka Cipta: Jakarta. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Kes. 2005. Poewandari. Ircham dkk. Polisiri. 2007.Hermansyah.html-. Rosadakarya: Bandung.1 Januari. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. Universitas Gadjah Mada. Machfoedz. E.J. Soekidjo. hal 26-28.3. Download tanggal 29 Desember 2009.com/2008/05/determinanperilaku. PT. Perilaku Manusia. Vol 3. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta. hal 9-11. FK UGM. Alfabeta: Bandung. K. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. Rake Sarasin: Jakarta. Notoadmojdo. 2008. No. Muhadjir. Tesis. 47 . Moleong. Yogyakarta. Metode Penelitian Kualitatif. Samsunuwiyati.

Sudigdo. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Memahami Penelitian Kualitatif. Yogyakarta. A. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Binarupa Aksara: Jakarta. 2007. Sugiyono.Soeparmanto. Mediakom Departemen Kesehatan. Pascasarjana. Des. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. 2008. 48 . Alfabeta: Bandung. Sastroasmoro. S. 2002.edisi 03. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan. 2006.A. hal 10-13. Utarini. Universitas Gadja Mada.

LAMPIRAN .

………………………………………………………..FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun.. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… . identitas narasumber akan dirahasiakan. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian. Yogyakarta.

Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Prosedur 1. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. apakah itu salah atau benar 6. Setelah selesai. Pengantar 1. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. Penjelasan 1. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan .

Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11.

Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. Prosedur i. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Pendapat. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. pengalaman. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. Pembukaan i. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. Penjelasan i. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. Tahap Awal a. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . pengalaman dan saran iii.

dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader . Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif. Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2.iv. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . tidak saling memotong pembicaraan v.

Tahap Penutup a. peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . Sebelum diskusi diakhiri.

Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak . Forum Masyarakat Desa 2. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Poskesdes 3.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Suveilans 5. PHBS Sumber Pendanaan 1. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Pengembangan Kadarzi 8. Lingkungan Sehat 7.

Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2. Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .

Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. kepala dukuh. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. kader. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini . dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. 4. dan unsure desa yang terkait. 3. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. bidan. Komponen Desa Siaga a.LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. 2. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

Pengamatan penyakit. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Kesehatan lingkungan. Tim kegawatdaruratan bencana. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Bendahara. Koordinator oleh bidan desa. Keluarga sadar gizi (KADARZI). c. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Donor darah. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Ambulan desa. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan. Kesehatan ibu dan anak. . Sekertaris. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD.

Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. para tokoh masyarakat. Penyuluhan. seminar. PHBS. Pertemuan didesa. promosi kesehatan. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. 6. kader. dan TBC 5. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. 7. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. bidan. gizi. dll. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. Mulai dari mayarakat setempat. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. pemberian pelayanan kesehatan. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik.d. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. DBD. Kesehatan ibu dan anak. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan. balita. dll.

Lantai rumah bukan dari tanah xvii. i. dll. Pengelolaan sampah xix. Gizi seimbang xii. Tidak merokok didalam rumah xi. Penggunaan air bersih v. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. Imunisasi lengkap pada bayi xv. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Memiliki jaminan kesehatan xiv. . kebiasaan mandi disungai. Makan sayur dan buah detiap hari ix. Pemberian ASI eklusif iii. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Pemilkan TOGA xx. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. Menggunakan jamban sehat vii. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii. Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Penimbangan balita setiap bulan iv. PUS ikut KB xvi. Bebas jentik nyamuk viii. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. belum terkelolanya sampah dengan baik.

PHBS 9. Marsudi Bendahara : Ny. Kegawatdaruratan Bencana 2. Sutardjo Ny. Pengamatan Penyakit 3. Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Ambulan Desa 6. Bank Darah 5. Kesehatan Lingkungan 7. Posyandu .SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Kesehatan Ibu dan Anak 4. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8.

Imunisasi lengkap pada bayi 15. Menggunakan air bersih 5. Memiliki jaminan kesehatan 14. PUS ikut KB 16. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Gizi seimbang 12. Menggunakan jamban sehat 7. Memiliki TOGA 20. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Kebiasaan gosok gigi . Memberikan ASI eklusif 3. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Makan sayur dan buah setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Pengelolaan sampah 19. Tidak merokok didalam rumah 11.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Menimbang balita setiap bulan 4. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. kepala desa. bidan desa.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. kepala desa dan kesra (N4. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. puskesmas. kader. bidan koordinator. dan tokoh masyarakat (N1. kader. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. dan melalui pelatihan (N1. dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2.Pembina dari kecamatan. 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat. leaflet atau poster oleh puskesmas. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . kader.

perumusan masalah. 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . bidan koordinator. poskesdes (N2. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 193-195) Jika ada masalah kesehatan.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. dan dinas kesehatan (N2. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. mulai dari pemetaan.

hubungan antar personil kurang. pertemuan yang selalu diundur. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. posyandu. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. dll. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. saran promosi. dan program lainnya (N4. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. dan komitmen kesra kurang (N1. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. dll (N2. 17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. adanya pelaporan. (N2.(N1. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga.

jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan . 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. penggunaan jamban sehat. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. dan dukungan bidan desa siaga (N1. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3.yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2.

254-266) . masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. (N2. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk.penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

Wawancara selesai pada pukul 12. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. Suasana diruangan cukup tenang.53 WIB. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas.eeee…. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. narasumber.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.Narasumber Pertama A. apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas. pukul 12.. dan seorang teman peneliti.. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. saat itu diruangan ada peneliti. dan mampu untuk mengenali masalah . menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu. mau. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010.17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan.

dan tokoh masyarakat (N1. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut. penyakit menular.. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. dan KIA ( N1. bank darah. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan. leaflet atau poster oleh ... karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. kader.jadi tidak dibiarkan begitu saja…. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja.eeee…. terus pelaksananya dari kader sendiri. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana.. PHBS. kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1. 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif..eeee….apa namanya….bisa dikatakan bagus. bencana. keluarga sadar gizi… P : umm. mau. serta kesehatan lingkungan. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. pengamatan penyakit. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. perilaku hidup bersih dan sehat. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan. tapi juga dari puskesmas. pengamatan penyakit.. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii.. kepala desa. ambulan desa.. ambulan desa... teruuus seksi posyandu.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat. bank darah.15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu. P : dari penjelasan mas tadi..ummm (berfikir) ……. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. kecamatan. posyandu.. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. N : oiya satu lagi. puskesmas..

N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. kesra. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. P : dari mau dulu ya mas? N . P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas... kabupaten sleman. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri.kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas..sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. P : oke…. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit..mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. dokter. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1. dan dari desa sendiri (N1. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. DINKES DIY. P : terus. P : oke.emmmm.……. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1. atau eeee……leaflet.. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau. mau.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas. dan melalui pelatihan (N1. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. N : oke. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades..60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee……. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas....lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya... iya dari mau dulu. 91-99) .

P : terus prosesnya mas? N : prosesnya.. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu. UKGS. DINKES DIY juga memberikan kontribusi.tapi prinsipnya itu. kalau gak gitu kan pada gak mau…..eeee…...pusat kedaerah sampai sejauh ini ada.ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan. usia harapan hidup. Terus. mau. POD. UKK. Hehehe…. TOGA. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri.. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi.. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu. UKBM.(tertawa) P : hehehe…. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan.(tertawa) Terus mas.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. proses. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya. lurah. dan derajat kesehatan lainnya (N1. angka kematian bayi. proses...berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. dll (N1. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input. UKGMD.(berfikir) dari. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut..105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. teruuus SBH. berjalan tidaknya UKBM. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa.. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. dan output (N1. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. Yang kedua. UKBM itu kan meliputi posyandu.... . karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada.

. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB. menimbang balita setiap bulan.eeeee..apa namanya. 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis . aktivitas fisik setiap hari. karena bisa dilihat dibuku.. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1. kebiasaan gosok gigi secara teratur..(berfikir)…. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1.eeeee. kepemilikan TOGA. P : oke.. karena yang dari pusat kan masih umum…. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut....maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1. tidak merokok didalam rumah......... terus... berapa usia harapan hidupnya.... kepemilikan jaminan kesehatan. ummmmm……. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu...teruss.berhubung tema saya tentang PHBS mas. terus cuci tangan pake sabun. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut.150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan..yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan...mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya. terusss.baiklah…. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas..... mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit..... mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. berapa angka kematian bayi.pemberian ASI eklusif. terus eee.... P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya.eeeee. imunisasi.. P : Oke.

.ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. P : oke mas. perumusan masalah. mulai dari pemetaan.belum 100 persen. saran promosi.ketua.nanti saya ambilkan…. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.... biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua.. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban... 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. sekretaris. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…. sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1. . Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. biologi.. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada.... P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan. kimia.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy..ada…. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo.terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. terus seksi-seksi. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun….. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. dan sebagainya. Dan kalau didesa yaaaaa. misalnya rokok. dan lainnya... dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. bendahara.(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS .

eeeee. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis... dll. P : oooo margomulyo yang pertama.terus hubungan antar personil yang relative kurang. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama.. terus dari hubungan antar personil kurang..jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga. dan lainnya. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1.kampanye itu buka kampanye seperti partai ya. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo.. video. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan. dan komitmen kesra kurang (N1. Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut..kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan.. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.. dia yang bertanggung jawab mengarahkan. Misalnya ketuanya.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster.hahahahha(tertawa)…. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus. di SD terutama margomulyo. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1.... 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus.. 279-282) . P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya.

dan dukungan bidan desa siaga (N1. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan.hehehe. pemetaan dan kampanye PHBS (N1.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya..295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya. kader. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. RT. P : tanggapan mas.317-335) . bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga.. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus.. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu. lurah. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi.. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. P : terus. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh..283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1.kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik.. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo.

.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat.. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat. P : apakah mas ada saran. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat... Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa.. Data sampah keluarnya sampah...kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas…. jadi harus selalu ada. N : oiya.. ada peningkatan. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru... Yang kedua..waalaikumsalam .yang pertama itu tadi. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS..eeeeeeee...indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20... Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses. P : yaaah itu saja dulu mas.masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.emmmmmm. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat.... masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas. Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga.hehehe... tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua.... Eeeeeeee. Terus. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop..wasalamualaikum mas….

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

dan anggaran dari desa sendiri (N2. ada macam-macam to. P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. terus apa pertama itu kan sosialisasi. pembentukan. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. brosur gitu? N : Nggak. P : Oke. terus itu ke MMD SMD itu. nggak ada. di Poskesdes itu 3. ada Ambulance Desa. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. belum sama sekali. Tiap Dusun ada 2. kalau kayak pengumuman. nggak pakai. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya. P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. Itu yang mau aja. kan jarang to yang mau. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. sudah tau semua. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. Plankplank. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. 132-146) . untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. Lewat kader sosialisasinya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. pemkab sleman. satu Kelurahan 3. tapi nggak stand by di Kelurahan. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya.

Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. terus rumah berlantai bukan tanah. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana. lantai berdinding. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. terus lantai berdinding. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. buang Air BAB di WC. ada 20 kalau nggak salah. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. balita tidak dibawah garis merah. 185-190) . tapi nggak hapal e. lanjut. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. dll.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. (N2. balita tidak di bawah garis merah. adanya pelaporan. penerangan. dll (N2. balita tidak dibawah garis merah. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. pengembangan. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. dll (N2. tapi sekarang saya kan nggak tahu. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau. P : La terus ini Bu. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. dan mandiri (purnama) (N2. balita tidak dibawah garis merah. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Ya itu yang saya tau cuma itu. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. buang air di WC. ini Bu. BAB tidak di kali. BAB tidak di kali. P : Terus Bu.

tiap bulan. laporan PHBS. bidan koordinator. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. ada laporan ibu hamil. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. poskesdes (N2. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. laporan gizi buruk. Madya. mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). Nanti targetnya kena nggak. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. Karya. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. Purnama. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. ke tingkat pengembangan. dll (N2. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. pertemuan yang selalu diundur. P : Karya. itu besok-besok. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. Madya. tapi nggak urut ya mas. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. N : Tadi pembentukan sudah. yang 3 Kader itu terus nanti saya. Purnama? N : Ha a. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. Udah. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . terus laporanlaporannya sudah masuk semua. Ada Warsa. ya masuk pengembangan aja. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis.

P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. P : Oke. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. target pencapaian. P : Nah ini Bu. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. baik untuk ibu hamil. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. jadi saya tergantung sama pak lurah. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. Terus kadang Balita yang. 267-281) . itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. dananya selalu ada. Ini Pak Lurahnya kan ganti. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil.

tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan. kalau bisa berjalan kan bagus efektif.. Saya kan tinggalnya di Margoagung. P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. Harus ada Kader tuh yang bantu.hehehehehe. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa. kita bicara tentang Ibu. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. Di sini kan nggak ada Polindes. jadi nggak bisa memantau. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. tapi kan sudah disediakan Polindes. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. efektif. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa.. P : Nah ini Bu. 314-322) . (N2. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. P : Bu.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. N : ya hahahaha. ini kan Margomulyo. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ.

361-363) Penutup . Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. Eeee ntar Bu. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. bisa mendeteksi? N : Iya. ini kan ada tempat kosong. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. tapi khusus untuk koordinasi. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. sedang gitu aja. Iya. Cuma itu. Nah Bu. P : Nah ini Bu. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. dan dinas kesehatan (N2. P : Ibu ada masukan. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. selama ini ada. tapi bukan untuk. kalau benar-benar jalan itu bagus. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. baik banget itu yo nggak. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung. P : Oh itu benar Bu. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana.

. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. ya baru 6 bulan sekali. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. N : Selama ini. uda semuanya Bu.saya. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. P : Per semester berarti Bu? N : Iya. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. Makasih ya Bu. Jadi ada fungsinya gitu lho. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. P : Terus pelatihan Kader gitu. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo.

. dan seorang teman peneliti. pukul 13. N : Waalaikum salam. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. kemarin ya. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat .36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. saat itu diruangan ada peneliti.56 WIB... Wawancara selesai pada pukul 13. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. ini penelitian saya tentang PHBS bu. berhubung Ibu Kader PHBS..Narasumber Ketiga A.. Suasana diruangan cukup tenang. eee. narasumber.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.

Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih.bantu kalau ada kecelakaan mendadak. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e. ehem PHBS itu sendiri Bu. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . 53-57) dalam seluruh . atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. apakah disitu ada yang merokok. Baru di bentuk apa pengurus. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. umpamanya lho itu. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. Sehat kalau Nggak salah itu. 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. P : Terus Bu. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. P : Ya udah. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. Praktek pertolongan gitu. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. kebersihan lingkungan. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. P : Margoagung. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek.

P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. Iyo to. P : Terus ini Bu. dari Puskesmas. kendalanya dimana? N : Yo. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. Dianjurkan untuk itu tadi. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. mungkin ada saja to kendalanya. tapi panjang itu belum tentu kotor. sekarang masih susah e. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. koq belum ada dana untuk PHBS. 77-82) . P : Terus Ibu. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. terus ada seperti reksol itu. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. Intinya bersih gitu. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. P : Terus Ibu. masyarakat. ini ada 20 point Bu. mungkin Ibu bisa lihat. N : Hallah Nggak kelihatan e.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. kendala mungkin. Oh dari anu. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus.

P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. rutin. karena ada bantuan juga sini. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok. P : Terus jentik dirumah Bu. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. ditempat saya aja masih ada e. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Terus. dari Kelurahan. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. ya nyapu-nyapu yo senang. 93-150) . P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya.

umur berapa. P : Kalau Kader Bu. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. P : Jadi itu ya Bu tadi. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. Ya nanti to mencatat Balita. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. melakukan pendataan. kartu askes udah banyak. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. sudah nggak ada yang dari tanah. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. ini mau dimulai lagi lomba besok. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. 183-187) program berjalan . dari kecil udah nganu. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. ibunya ya lengkap anak siapa. mengajak masyarakat langsung (N3. udah dilatih. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya.

biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Haah 2009? N : Ee 2008. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. P : Terus nah. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. 219221) Penutup . kalau makan diajak berdoa.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. apa cuci tangan pakai sabun. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. kalau. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. sukar e ngajak masyarakat. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. P : Terus Ibu. Desa Siaganya itu yang baru. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. Cabut-cabut rumput itu. nggak ada tergetnya.

minta maaf aja.nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. masih banyak kurangnya to heeeheee.. ada diskusi sedikit. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas. Kayaknya sudah cukup e mas. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu.asslamualaikum . N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. P : Ya sudah Bu ya. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. Iya to. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. N : Iya. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. P : Sekitar jam-jam duaan gitu. Ya mungkin gini Bu. ada yang kurang atau gimana? N : Yo.

ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak.53 WIB. pukul 11. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. narasumber.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. dan seorang teman peneliti. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. Terima kasih Pak atas waktunya.Narasumber Keempat A. Pertama Pak. Suasana diruangan cukup tenang. Wawancara selesai pada pukul 12. Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang . ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. saat itu diruangan ada peneliti. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B.

ada komunikasi antar petugas Desa Siaga. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga.15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee.. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. P : Terus Pak. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. Kepala Desa dan Kesra. P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. P : DB? N : Iya. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. jadi lebih dini. pencegahan penyakit endemis. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. kader. terus ada Bidan Desa. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. kepala desa dan kesra (N4. bidan desa. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB.. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat.. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4.

Anak ini sebetulnya kena penyakit apa. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. satu Desa cuman satu. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. sehingga benar mengadakan. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. Tetap lewat mekanisme. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. haa seluruh komponen masyarakat. satu Desa itu empat Bidan. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. P : Nah ini lagi Pak. Terus jadi ada empat. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . P : Targetnya Pak.Sakit.

P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. N : Ee saya koq lupa ya. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu. kita memang dari Desa Siaga itu. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. P : Kalau PHBS Pak. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. Diantara memang ada sepuluh. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. N : Ada. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. P : Ini Pak saya punya Pak. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. Lupa sekali saya lupa. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. 135-145) . nek mungkin disitu juga ada. iya dari pagi sampe. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. Dinkes (N4. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. Asi. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk.tidak merokok. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. Kami tidak mau anu. menimbang tiap bulan. ASI eksklusif. olahraga. nggak ada lagi. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. jentik di rumah. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. Tapi untuk gambaran. cuman ini to.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. Seratus Persen ditolong Bidan. kalau Toga ada ya. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. semua ada. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. merokok ini susah. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. Pengolahan sampah. nggak sehat. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. jamban besih sehat. 303-316) . disitu orang merokok semua. air bersih. Itu meninggal gara-gara perokok berat. dan yang merokok ini. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. Secara kebetulan. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. lemas.

N : Iya.. masa bodoh. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh. itu paling kerasa dan yang saya paling. Satu. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. sangat. Saran dari kami ya ada. karena kami kan 13 Dusun.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. e seratus sepuluh to persis. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. dari tahun.. Paling. saya nilai cukup. 326-338) Penutup . paling itu kerasa.. Kemarin akhir tahun saya cek. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah. terima kasih banyak ya Pak ya. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. sekian dulu wawancaranya…. kalau bagi kami itu. 13 Dusun 3 Wilayah. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. Tengah. khusus untuk di kampung saya. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. wilayah Utara. sangat tinggi..

cara jalannya diskusi. A4 (SR). Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras.... Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B...desa siaga itu. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja.04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb. Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman. : 7 Februari 2010. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen.. kita mulai aja ya bu. Diskusi selesai pada pukul 16. A2 (ZN).04 dengan suasana yang santai. A3 (BS).. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini. dan ketentuan dalam diskusi.30 WIB..hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik . Diskusi dimulai pukul 15. (berfikir lama)… Saya lupa e.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. Baiklah. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan..Focus Group Discussion A.. pukul 15. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN). pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi.anu. 10 Berhubung hujan. pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD).

..ga hapal semuanya…. dah itu saja. balita dibawa keposyandu.apa lagi ya. dilarang merokok. lingkungan harus bersih.lupa saya…..A5 : yakin. bersih lingkungan.. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan.. P : terus untuk PHBS nya sendiri. A3 : masih sama. P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu..20 25 A2 : Saya belum tau juga….. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu... tidak membuang sampah sembarangan. ada jamban.lali aku… Udah mas….bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas... Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . (Memotong pembicaraan) . A5 : hahahhaa….perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee.. makan sebisa mungkin bergizi... mandi dua kali sehari...prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan. Hehehe…..hehehe (tertawa) A5 : kalau saya.(tertawa) A1.....perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit.. A1. masakan harus bersih... rumah harus bersih. A4. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya... eee. A3 : hehehehe…. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita….( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan. sikatan tiga kali sehari.. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm. A2. orang hamil diperiksakan kebidan.... A2 .harus hidup sehat....

. A3 : sudah dilaksanakan…. Iya kan bu?? A1.65 70 75 P : bentar bu. saya jelaskan dulu.2. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1.. Poin pertama.3 : nah itu. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. memberi bayi ASI eklusif ? A2.4. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. yaaa. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai. Mulai dari yang pertama.. baik. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya….akan saya tanyakan satu persatu ya bu..4.(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah... dari pusat kan ada 10. A2.3..3. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu. kepercayaan 90 95 100 105 .5 : baik. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) .3. biar data yang saya dapatkan bisa akurat.. A2. terus sekarang ditambah jadi 20.3.5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.3..4.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. A1 : permasalahannya kan.2.4 : tersenyum A5 : hehehe….4.5 : iya sudah dilaksanakan…..5 : baik. P : Menggunakan jamban sehat A1. baik…. lalu pertama kali disini ada 15. A2.5 : sudah….4.

A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”….. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa…. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar...(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang.5.... kekali aja deket. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur….... gitu….gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1.. tahu tempe itu kan lauk ya mas.” A1.hehehe….5 : sudah…..hahaha (tertawa) ..3.(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu.4. Ada juga yang belum memiliki jamban.. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1.110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”... bisanya ke wc yang panjang.2. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin..2..3.kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.4 : oooh enggak……. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah.4. Itu bagi orang yang ortodok.ee.2. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya.5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.3.P : hahaha….

dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 .hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari...4. terutama pisang….160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli….4. 2 bulan balik lagi mas…. dan kalau buah juga kalau ada uang….5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1.(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.2.hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu.. papaya. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. salak.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas….dan anak saya itu sekali makan tiga…. tapi tamunya yang merokok…...3.pernah disuruh berhenti.. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…...hehe….2.3. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok.kadang kadang saja…. rambutan.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok. Kan suami saya pedagang keliling mas. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu. dll….(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.

2. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas. tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.4. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok. A5 : dulu malah swadaya masyarakat. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.4. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.4.3.5 : sudahh….4. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi. jamsostek ada.kadang seimbang kadang tidak…. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.3.2.2.2. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1..4. jamkesos ada.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 . kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1.5 : sudah…….5 : sudahh…….3.2.2.3. itu kan udah data jaman kapan mas.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. A3 : jamkesmas ada..3.205 merokok.5 : ya itu tadi.3.3.4. jamkesda ada….5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1.sudah diterapkan…..5 : adaaa……. udah lama itu mas…...4.

4.4. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu..tapi ga dikelola….\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan….memang belum dikelola….. A2. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….... daun sendiri.5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa..2. untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu…. bisa kotor semua….3 kali sehari malah jalan mas…. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas..5 : (manggut manggut) P : ok.hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu..255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3.tapi kan untuk dikampung susah mas….baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya….hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri. A1.untuk buang sampah….hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas…... Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik ... banyak mas…... puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas.. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…...4 : iya mas.

dan mencuci . mandi.Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->