Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak

komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata "kepala" dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher. Contoh: Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
• • • •

Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas). Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng. (kepala berarti individu). Pak Sukatro membuat kepala surat untuk pengumuman di laptop eee pc yang baru dibelinya di mangga satu. (kepala berarti bagian dari surat). Harga gabah jatuh. ‘merosot’

Homonin genting : gawat genting : benda penutup atap rumah
Homofon adalah sejenis homonim, tetapi hanya bunyinya saja yang sama, sedang tulisan dan artinya berbeda. Contoh: massa dengan masa, tang dengan tank, bang dengan bank, sangsi dengan sanksi, keranjang dengan ke ranjang, dll.

homofon sangsi : ragu-ragu sanksi : hukuman bank : tempat menanbung bang : panggilan untuk orang laki-laki mental dari sepeda ‘terpelanting’ mental 2 : mental baja ‘batin, jiwa’
Homograf, juga merupakan homonim, namun yang sama hanya tulisannya sedang bunyi dan arti berbeda. Misalnya, serang yang berarti 'menyerbu' dan serang yang nama sebuah kota

Hiponim adalah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinat/ hipernim (kelas atas), sedangkan hipernim adalah sebaliknya. Hipernim : Hantu - Hiponim : Pocong, kantong wewe, sundel bolong, kuntilanak, pastur buntung, tuyul, genderuwo, suster ngesot, dan lain-lain. - Hipernim : Ikan - Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, cere, gapih singapur, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya. - Hipernim : Odol - Hiponim : Pepsodent, ciptadent, siwak f, kodomo, smile up, close up, maxam, formula, sensodyne, dll. - Hipernim : Kue - Hiponim : Bolu, apem, nastar nenas, biskuit, bika ambon, serabi, tete, cucur, lapis, bolu kukus, bronis, sus, dsb. Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful