I.

Asumsi Dasar
Mata Kuliah Manajemen SDM merupakan mata kuliah yang berbicara bagaimana seorang manager dari perusahaan maupun organisasi sosial mampu untuk melakukan proses manajerial dalam hal pengelolaan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Dikarenakan organisasi didirikan pasti memiliki tujuan yang hendak menjawab latar belakang berdirinya organisasi tersebut, atau bisa kita katakan setiap organisasi pasti memiliki visi, maka harus ada yang akan mewujudkan visi tersebut, yaitu SDM yang menjadi mesin penggerak program-program daripada organisasi tersebut. Kekompleksan masalah yang senantiasa dihadapi oleh organisasi tersebut dalam menjalankan program-program yang telah dicanangkan mensyaratkan pengelolaan terhadap sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut, termasuk salah satunya adalah SDM sebagai salah satu sumber daya yang dimiliki organisasi tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa SDM di dalam organisasi menjadi nyawa organisasi tersebut di dalam mewujudkan visi-misi organisasi tersebut, apalagi dalam konteks organisasi sosial yang senantiasa berorientasi kepada non-profit. Salah satu instrumen dalam melakukan proses manajerial terhadap SDM organisasi adalah dengan melakukan proses job analysis (analisis jabatan), yaitu sebuah prosedur yang ditetapkan oleh manajer organisasi (pada konteks ini fokus kepada organisasi sosial) dalam menentukan tugas & tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang macam apa yang akan dipekerjakan untuk itu. Di sini kelompok kami akan mencoba melakukan sebuah analisis jabatan pada salah satu departemen dari sebuah Organisasi sosial di sekolah, yakni Sekbid 5 pada OSIS SMA Negeri 6 Surabaya.

II. Rumusan Masalah
Bagaimanakah analisis jabatan pada Sekbid 5 OSIS SMA Negeri 6 Surabaya?

III. Landasan Teori
TEORI TAHAPAN DALAM MELAKUKAN ANALISIS JABATAN 1) Pengenalan Organisasi beserta tipe-tipe pekerjaan secara umum 2) Identifikasi Pekerjaan 3) Menyusun daftar pertanyaan 4) Pengumpulan & Penyempurnaan data 5) Aplikasi a) Job Description b) Job Specification c) Job Standards 6) Sistem Informasi SDM

IV. Analisa
PENGENALAN ORGANISASI BESERTA TIPE-TIPE PEKERJAAN SECARA UMUM Dalam hal ini, pengenalan Organisasi berarti adalah pengenalan OSIS, lebih spesifiknya adalah Sekbid 5. LATAR BELAKANG MUNCULNYA OSIS & SEKBID 5 DI SMA NEGERI 6 SURABAYA Sekolah, sebagai sebuah lembaga pendidikan yang memiliki tujuan untuk dapat mengembangkan kemampuan seorang siswa didiknya, baik di bidang akademik maupun non akademik. Akademik meliputi kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan exact maupun sosial. Dalam mengembangkan kemampuan akademik siswanya, sekolah tentu memiliki kegiatan belajar mengajar, dimana ada guru yang akan memberikan pembelajaran pada siswa-siswa tersebut. Kegiatan ini disebuat kegiatan belajar mengajar, yang dalam setiap sekolah selalu merupakan kegiatan utama & diadakan hampir setiap hari. Selain itu sekolah, lebih khususnya SMA Negeri 6 Surabaya, dalam usaha untuk dapat lebih meningkatkan kemampuan akademik siswanya terutama yang memiliki minat

terlebih ketua OSIS yang harus dari kelas 2 tentu juga akan mundur. Dengan berbagai macam permasalahan yang dihadapi OSIS seperti yang disebutkan di atas. Dengan 2 kondisi yang disebutkan di atas. Dengan padatnya kegiatan di OSIS. Dengan kondisi-kondisi yang disebutkan di atas. Karena adanya hal yang demikian. maka mereka pasti sulit untuk dapat membagi waktu agar bisa fokus belajar baik untuk bisa lulus ujian kelulusan maupun untuk bisa bersaing masuk dalam perguruan tinggi yang mereka inginkan. kita dibenturkan dengan kondisi bahwa setiap tahun. kelas 2 hampir pasti tiap siswanya akan naik kelas 3. Sedangkan di sekolah. dsb) juga mengadakan kegiatan extra di luar KBM (kegiatan belajar mengajar). biologi. guru beserta jajarannya) tidak mampu mengurusinya secara langsung karena dengan KBM saja mereka sangat disibukkan. Sehingga di OSIS ketuanya adalah siswa kelas 2. maka pengurus OSIS yang dulunya dari kelas 2 haruslah mundur. Bila kelas 2 sudah naik ke kelas 3. maka tidak mungkin bila kelas 3 dipaksa untuk menjadi pengurus OSIS. Karena kegiatan extra & pembinaan yang diadakan di luar jam KBM sangat banyak maka pengurus sekolah (kepala sekolah. maka haruslah ada sebuah regenerasi di OSIS agar tiap tahun OSIS selalu ada pengurusnya. Selain itu mereka juga harus dituntut untuk bersaing dengan banyak pelajar lain untuk dapat masuk dalam perguruan tinggi yang mereka inginkan. Sehingga. moral nasionalis. Dengan kondisi yang demikian. Kegiatan non akademik di sekolah juga meliputi pembinaan akhlaq religius.terhadap bidang tertentu (entah fisika. OSIS memiliki tujuan untuk membantu sekolah dalam menyukseskan tujuan sekolah meningkatkan kemampuan akademik maupun non akdemik di luar jam belajar mengajar. . sudah pasti harus ada ketuanya. agar lebih dapat dihormati dan memiliki banyak pengalaman. maka dibentuklah Sekbid 5 yang memang secara khusus ditugaskan untuk mengurusi regenerasi agar bisa merekrut para pengurus OSIS baru yang memang capabel dalam menjalankan tugasnya kelak. dimana ketua itu. belum lagi bila ada kegiatan-kegiatan tertentu seperti Pentas Seni. Dengan latar belakangnya yang demikian. maka banyak pos-pos yang kosong. terutama dalam rangka penyaluran bakat-bakat non akademik yang dimiliki para siswa. dan sebagainya. terutama SMA. lomba sekolah. maka pengurus OSIS haruslah para siswa kelas 1 ataupun kelas 2. para siswa kelas 3 adalah siswa yang akan lulus yang nantinya harus berbagai macam ujian kelulusan. Siswa yang merupakan pengurus OSIS. Hal ini dikarenakan yang mereka urusi cukup banyak. sehingga OSIS tidak memiliki ketua. maka haruslah yang lebih tua. sekolah memberikan kegiatan-kegiatan ekstra. dan sebagainya. dan kelas 1 akan menjadi kelas 2. Dengan asumsi yang demikian. Sebagai organisasi. Sedangkan untuk membina kemampuan non akademik serta untuk memberikan lahan aktualisasi pada siswanya. Sekolah membuat sebuah organisasi dalam internal sekolah yang anggotanya adalah seluruh siswa itu sendiri yakni OSIS. waktunya harus banyak dialokasikan untuk mengurusi Organisasi Intra Sekolah ini. kimia.