Ada beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan orang ketika membaca cepat, antara lain: 1.

Hambatan Finger Panting Mungkin Anda pernah mengalami atau melihat ketika membaca menggunakan pointer/penunjuk. Di sisi lain ada mitos yang mengatakan bahwa ketika membaca tak boleh menggunakan penunjuk atau jari tangan. Mitos ini dipercayai juga oleh banyak pendidik dan para orang tua yang mengajari anaknya dalam membaca. Kebiasaan membaca menggunakan penunjuk seperti ini merupakan kesalahan dalam membaca cepat yang disebut Finger panting. Dalam perkembangannya para pakar membaca cepat justru membolehkan teknik membaca cepat menggunakan pointer/penunjuk. Alasannya adalah menggunakan penunjuk atau jari tangan dalam membaca justru dapat meningkatkan konsentarsi dan mempercepat proses membaca, karena dapat langsung mengarahkan mata pada bahan bacaaan. Jika Anda tak percaya, silahkan buktikan membaca menggunakan cara seperti ini. 2. Hambatan back skippin Ketika membaca secara tidak sadar kadang-kadang kita mengulang-ulang bahan bacaan (kata atau kalimat) sebelum topik yang dibaca diselesaikan. Cara ini merupakan kesalahan membaca yang disebut back skippin. Cara seperti ini dapat mengakibatkan penglihatan mata kita terhadap bahan bacaan menjadi lamban, sehingga sulit melakukan speed reading. 3. Hambatan Sub Vokalisasi Yang dimaksud dengan kesalahan sub vokalisasi ini adalah ketika membaca mulut dan hati sama-sama ikut berujar. Biasanya kendala ini muncul ketika Anda terbiasa mengulangi bacaan, mengeluarkan suara atau membaca dalam hati. Menurut pakar membaca cepat, kebiasaan membaca seperti ini disebabkan oleh kesalahan metode yang kita gunakan ketika pada masa kecil belajar membaca. Misalnya metode Phonic yang memperkenalkan abjad dari A s.d. Z yang dilanjutkan dengan mengulang kata-kata. Ada juga metode Lokk say, misalnya kata “Budi” langsung disebut Budi. Biasanya guru bisa mengontrol dan mengoreksi pengucapan siswa. Menurut para ahli bahwa hal ini merupakan salah satu kendala dalam membaca cepat (speed reading), sehingga perlu dihindari. 4. Hambatan regretio Secara sadar ketika membaca kadang-kadang mata kita tertuju pada kata-kata atau kalimat yang sudah di baca. Ada kalanya ketika membaca pikiran atau otak memikirkan bacaan yang lalu atau memikirkan hal lain di luar isi bacaan. Cara seperti ini dapat berakibat pada penglihatan mata kita tidak konsen pada bahan bacaan (kalimat) sehingga membaca menjadi lamban. Kebiasaan salah dalam membaca ini disebut hambatan regretio.

(c) Metode gerak mata. 3. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala. (c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca. tanpa bibir bergerak. dituntut kecepatan mata dalam membaca.B. Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. metode yang berusaha untuk menambah kosakata. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca : (a) vokalisai atau berguman ketika membaca. 2. mengerti dan memahami bahan bacaan. Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat adalah : (a) metode kosakata. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk. 2. kata pengantar. 7. (b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara. (b) Metode motivasi. Membaca Ekstensif membaca ekstensif adalah membaca secara luas. 8. membaca dengan pemahaman yang baik. Membaca ekstensif meliputi : 1. 5. Membaca Survai (Survey Reading) Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. (c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada). membaca tanpa bersuara. 6. Secara garis besar. metode yang mengembangkan kecepatan membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata. tanpa ada desis apapun. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring. . Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca Sekilas Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat. daftar isi dan malihat abstrak(jika ada). 4. (b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut: 1. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut : I. membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif. dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan. Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut : (a) memeriksa judul bacaan/buku. metode yang berusaha memotivasi pembaca(pemula) yang mengalami hambatan.

Membaca Kritis Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana. suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita. Membaca Kreatif Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat. baik makna barisbaris. dan pola-pola fiksi (patterns of fiction). II. dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan.(d) subvokalisasi. 2. yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. makna antar baris. 3. evaluatif. . Yang termasuk dalam membaca intensif adalah : A. B. kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. Membaca Teliti Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas. tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari. Membaca Sastra (Literary Reading) Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. resensi kritis (critical review). Membaca Bahasa (Foreign Language Reading) Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary) 2. memperoleh. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan. Membaca Pemahaman Membaca pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards). (e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca. Membaca Telaah Bahasa : 1. membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan. maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai. 4. Membaca Dangkal (Superficial Reading) membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran. Membaca Ide Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari. mendalam. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra. Membaca Intensif membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. 3. Membaca Telaah Isi : 1. serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. (f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya. maupun makna balik baris. 5. makna antar baris.

Melalui pembacaan dan pembahasan postingan ini. berbicara. Henry Guntur Tarigan: Membaca adalah proses pemerolehan pesan yang disampaikan oleh seorang penulis melalui tulisan. Mengingat betapa pentingnya keterampilan membaca dimiliki oleh siswa. Broto: Membaca adalah mengucapkan lambang bunyi. dan mampu melaksanakan pembelajaran membaca. Pengertian Membaca Saya yakin. Untuk maksud itulah postingan dalam blog ini ditulis. Berbagai keterampilan membaca harus dilatihkan kepada mereka agar kepemilikan keterampilan itu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. dan menyimak dalam berbagai ranah berbahasa. A. karena telah mempelajari teori membaca. maka guru di Sekolah Dasar perlu memiliki kompetensi yang memadai tentang substansi membaca dan kemampuan mengelola pembelajaran keterampilan membaca. saya mengutip secara bebas beberapa pengertian membaca yang saya peroleh melalui pembacaan beberapa buku. siswa harus lebih banyak dihadapkan dengan berbagai ragam bacaan. Untuk itu. c. Pada kesempatan ini. Pendahuluan Kurikulum mengamanatkan agar pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diselenggarakan secara lebih bermakna. B. terampil membaca. menulis. Selanjutnya. Apa pengertian membaca menurut Anda? Kita dapat diskusikan nanti berbagai pengertian membaca yang Anda berikan. Demikian pula dalam pembelajaran membaca di Sekolah Dasar. b. yakni membaca. diharapkan Anda akan lebih siap tampil di depan siswa dan melakukan pembelajaran membaca yang fungsional. Kajian Teori Membaca 1. a.S. mereka dapat berkomunikasi dengan gagasan yang dituangkan dalam bahasa tulis tersebut. siswa memperoleh keahlian praktis untuk berkomunikasi. Anda sudah mengerti tentang apa yang dimaksud membaca. Poerwodarminto: .A. d. corak pembelajarannya harus lebih diwarnai dengan kegiatan berbahasa. Anderson: Membaca adalah melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia.

(5) menghindarkan diri dari kesulitan. Secara khusus. 3. Membaca Intensif : membaca telaah isi. (3) memperoleh kesenangan. Membaca dalam hati. tujuan membaca adalah (1) mendapatkan informasi. (4) mengganti pengalaman estetika yang sudah usang. terdiri atas : membaca survey. Artinya. atau penyakit tertentu. membaca nyaring dan b). 2. . membaca intensif. membaca ekstensif dan 2). (2) memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis. tujuan membaca adalah (1) memperoleh informasi faktual. 1987:11). (2) memperoleh pemahaman. (4) memperoleh kenikmatan emosi. membaca dalam hati. terdiri atas : 1). membaca sekilas dan membaca dangkal. ketakutan. (3) memperkuat nilai pribadi atau keyakinan. dan (5) mengisi waktu luang (Nurhadi. (2) mendapat hasil yang berupa prestise yaitu agar mendapat rasa lebih bila dibandingkan dengan orang lain dalam lingkungan pergaulannya.Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan ingin mengetahui isinya. Membaca Ekstensif. semakin kuat tujuan seorang dalam membaca maka semakin tinggi pula kemampuan orang itu dalam memahami bacaannya. Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses melisankan dan/atau memahami bacaan atau sumber tertulis untuk memperoleh pesan atau gagasan yang ingin disampaikan penulisnya. (3) memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang. membaca telaah bahasa. Tujuan Membaca Secara umum. Lebih lanjut Nurhadi (1987) yang mengutip pendapat Waples (1967) menuliskan bahwa tujuan membaca adalah : (1) mendapat alat atau cara praktis mengatasi masalah. Hal menarik diungkapkan oleh Nurhadi (1987) bahwa tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan. Membaca terdiri atas : a). Jenis Membaca Menurut Tarigan (1984:11) jenis membaca tampak seperti pada bagan berikut.

membaca pemahaman. membaca ide-ide. Membaca Nyaring Membaca nyaring sering kali disebut membaca bersuara atau membaca teknik. b. membaca sampul. Si Pembaca bertanggung jawab dalam hal lafal kata. Juga lagu kalimat orang yang sedang susah. Siswa dapat memberi tekanan yang berbeda pada bagian-bagian yang dianggap penting dengan bagian-bagian kalimat atau frasa yang bernada biasa. Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian guru adalah lafal kata. bergembira. tidak semua jenis membaca tersebut akan dibahas dalam postingan ini. lagu dan intonasi kalimat. dan sebagainya. a. membaca ekstensif. serta isi bacaan itu sendiri. Tujuan membaca ekstensif adalah sekadar memahami isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang cepat dan singkat. Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas. Membaca Telaah Bahasa : membaca bahasa. Tindakan yang Anda lakukan tersebut termasuk membaca ekstensif. Pembaca bertanggung jawab atas lagu kalimat. Postingan kali ini hanya akan membahas jenis membaca nyaring (bersuara). lebih bertanggung jawab terhadap isi bacaan. Di samping itu. intonasi kalimat tanya. karena mereka ini di pihak yang berkepentingan dengan kegiatan pembaca.Membaca Telaah Isi : membaca teliti. serta kandungan isi yang ada di dalamnya. kemudian berpindah pada buku lainnya. intonasi frasa. Yang Anda lakukan mungkin membuka-buka buku. . dan daftar isinya. Bagi pendengar. lafal kata. membaca kritis. pungtuasi atau tanda baca dalam tata tulis bahasa Indonesia tidak boleh diabaikan. ketepatan tekanan. intonasi kalimat seru. kesenyapan. Luas berarti (1) bahan bacaan beraneka dan banyak ragamnya. Karena alasan kepraktisan dan keterbatasan yang ada. ketika Anda mengunjungi perpustakaan atau toko buku. yaitu pembelajaran membaca dan pembelajaran membacakan. Pembelajaran membaca yang dimaksud yaitu kegiatan tersebut untuk kepentingan siswa itu sendiri dan untuk pihak lain. misalnya guru atau kawan-kawan lainnya. Pembelajaran membaca nyaring ini mencakup dua hal. Sebagai ilustrasi. membaca intensif untuk membaca pemahaman dan membaca kritis. membaca sastra. dan membaca cepat. intonasi kalimat. suara. (2) waktu yang digunakan cepat dan singkat. dan suasana lainnya. Para siswa harus dapat membedakan secara jelas intonasi kalimat berita. Disebut demikian karena pembaca mengeluarkan suara secara nyaring pada saat membaca. Pembelajaran yang tergolong membacakan yaitu si pembaca melakukan aktivitas tersebut lebih banyak ditujukan untuk orang lain. Anda tentu tidak hanya terpaku pada satu buku. dan sebagainya. marah.

Membaca intensif dapat dibagi menjadi dua kelompok. Membaca sekilas merupakan salah satu teknik dalam membaca cepat. dan membaca dangkal. frasa. Membaca Intensif Membaca intensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama dan merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis. Membaca telaah isi meliputi membaca teliti. membaca kritis. c. Membaca sekilas disebut juga skimming. . (b) memiliki kemampuan menafsirkan makna kata. meliputi membaca survei. yakni membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa. serta pemahaman terinci terhadap suatu bacaan sehingga timbul pemahaman yang tinggi. 1) Membaca Pemahaman Membaca pemahan merupakan suatu kegiatan membaca yang tujuan utamanya adalah memahami bacaan secara tepat dan cepat. seperti tampak pada bagan jenis membaca di muka. (d) memiliki kemampuan menangkap garis besar dan rincian. pengantar. Membaca sekilas adalah membaca yang membuat mata kita bergerak cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat. kalimat. Membaca survei merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk mengetahui gambaran umum isi dan ruang lingkup bacaan. dan membaca ide. Istilah lain membaca sekilas adalah membaca layap. sedangkan membaca telaah bahasa meliputi membaca bahasa dan membaca sastra. (c) memiliki kemampuan menangkap ide pokok dan ide penunjang. yaitu membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagian-bagiannya. dan wacana. seperti melihat judul. pengarang. membaca sekilas. Sejumlah aspek yang perlu diperlukan pembaca dalam membaca pemahaman adalah: (a) memiliki kosa kata yang banyak. yakni kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan. dan lain-lain. Ketiga jenis membaca ekstensif tersebut diuraikan secara singkat di bawah ini. Membaca dangkal adalah kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal dari bahan bacaan yang kita baca. Bahan bacaannya merupakan jenis bacaan ringan karena membaca dangkal hanyalah untuk mencari kesenangan atau sekadar mengisi waktu. Membaca survei merupakan kegiatan membaca.Membaca ekstensif. daftar isi. Membaca intensif merupakan studi saksama. membaca pemahaman. telaah teliti.

Membaca kritis berusaha memahami makna tersirat sebuah bacaan. (d) menafsirkan ide-ide penunjang. “Mengapa penulis berpendapat demikian. (e) memahami secara kritis hubungan sebab akibat. apa maksudnya. (f) memahami secara kritis unsur-unsur pebandingan. . (c) menyatakan kembali ide pokok paragraf. evaluatif. (2) Kemampuan menginterpretasi makna tersirat ditandai dengan: (a) menafsirkan ide pokok paragraf. sebagai berikut ini. (b) menafsirkan gagasan utama bacaan. (d) menyatakan kembali fakta bacaan.1996). penuh tenggang rasa. pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis. 2) Membaca Kritis Kalau seseorang membaca suatu bacaan. (e) menyatakan kembali fakta perbandingan. Dalam membaca kritis. (b) mengenali tokoh cerita dan sifatnya. dan sebagainya”. serta analitis. dan bukan ingin mencari kesalahan penulis. Membaca kritis ialah kegiatan membaca dilakukan dengan bijaksana.(e) memiliki kemampuan menangkap urutan peristiwa dalam bacaan (Kamidjan. hubungan sebab-akibat. Nurhadi (1987) menguraikan aspek-aspek membaca kritis yang dikaitkan dengan ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. mendalam. (c) membedakan fakta/detail bacaan. (3) Kemampuan mengaplikasikan konsep-konsep ditandati dengan: (a) mengikuti petunjuk-petunjuk dalam bacaan. karakter tokoh. (1) Kemampuan mengingat dan mengenali ditandai dengan (a) mengenali ide pokok paragraf. Berarti orang itu telah bersikap kritis terhadap bacaan dan penulisnya. dll. lalu ia mempertanyakan.

. (c) mengklasifikasikan fakta-fakta. (c) menilai dan menentukan bahwa sebuah bacaan diangkat dari realitas atau fantasi pengarang. (e) menentukan keselarasan antara data yang diungkapkan dengan kesimpulan yang dibuat. (d) menyusun kerangka bacaan. (d) menentukan relevansi antara tujuan dan pengembangan gagasan. (c) menentukan tema bacaan. (5) Kemampuan membuat sintesis ditandai dengan: (a) membuat simpulan bacaan. (d) membandingkan antar gagasan yang ada dalam bacaan. (e) menghubungkan data sehingga diperoleh kesimpulan. (f) membuat ringkasan.(b) menerapkan konsep-konsep/gagasan utama bacaan ke dalam situasi baru yang problematis. (b) memeriksa detail/fakta penunjang. (b) mengorganisasikan gagasan utama bacaan. (e) membandingkan tokoh-tokoh yang ada dalam bacaan. (6) Kemampuan menilai isi bacaan ditandai dengan: (a) menilai kebenaran gagasan utama/ide pokok paragraf/bacaan secara keseluruhan. (c) menunjukkan kesesuaian antara gagasan utama dengan situasi yang dihadapi. (b) menilai dan menentukan bahwa sebuah pernyataan adalah fakta atau opini. (4) Kemampuan menganalisis ditandai dengan: (a) memeriksa gagasan utama bacaan.

Contoh. Kegiatan membaca pun akan menjadi hal yang mengasyikkan. Dengan mampu membaca cepat berarti informasi dan pengetahuan yang diperoleh akan semakin banyak. frasa. Rumusnya sebagai berikut: jumlah kata yang dibaca waktu tempuh baca = kata/menit Misalnya. Sebagai penonton. melainkan juga berupaya untuk memahaminya. Anda tidak sekedar membaca kata dan kalimat teks yang tampil. Anda telah melakukan membaca cepat.(f) menilai keakuratan dalam penggunaan bahasa. Siswa Sekolah Dasar seharusnya dapat membaca minimal 150 kata per menit. baik pada tataran kata. atau penyusunan kalimatnya. Untuk mengetahui kecepatan efektif membaca seseorang dapat dihitung dengan menggunakan rumus ini: jumlah kata yang dibaca waktu tempuh baca x persentase pemahaman isi = kata/menit Untuk menghitung KEM siswa. orang harus bisa membaca secara cepat. Dengan melakukan aktivitas seperti itu. Pada masa kini. artinya KEM siswa tersebut adalah 150 x 60% = 90 kpm (kata per menit). tertera teks dialog para tokoh. Anda tidak hanya membaca secara cepat bahan bacaan. guru harus mengetahui pemahaman isi bacaan siswa melalui tes isi bacaan. d. KEM seseorang akan sangat bergantung pada kecepatan membaca (KM) dan pemahaman isi (PI) atau kemampuan pembaca memahami isi bacaan. Membaca cepat merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara cepat disertai dengan pemahaman isi bacaan. Selain itu. . Membaca Cepat Di layar televisi. misalnya pada film yang tidak dialihsuarakan. Untuk menghitung kecepatan membaca dapat dilakukan dengan cara membagi jumlah kata yang dibaca dengan waktu tempuh baca. seorang siswa mampu membaca 300 kata dalam tempo 2 menit dan berhasil menjawab 3 buah pertanyaan isi bacaan dengan benar dari 5 soal yang tersedia. tetapi juga memahaminya. Setiap pembaca mempunyai kecepatan efektif membaca (KEM) atau yang sering disebut juga dengan kemampuan membaca. Anda juga mencoba menghubung-hubungkan dialog para tokoh sehingga pemahaman isi cerita Anda capai. Anda harus membaca secara cepat karena teks tersebut cepat berlalu dan berganti dengan teks dialog lainnya. Kalau kita tidak ingin tertinggal dalam meraih informasi. berarti kecepatan membacanya adalah 150 kata per menit. Dengan demikian jelas bahwa dalam membaca cepat. Kepemilikan keterampilan membaca cepat juga sangat diperlukan bagi siswa. sebuah wacana yang berjumlah 300 kata dapat dibaca dalam waktu 2 menit.

urutan ide pokok. subjudul. 1) Teknik Membaca Sekilas (Skimming) Teknik ini dilakukan pada saat orang membaca ekstensif. Jika fakta dan detail tidak Anda perlukan. membaca kata pengantar. (b) mengetahui pendapat orang. Langkah-langkah membaca sekilas sebagai berikut. dan anak bab! (d) Berhentilah ketika Anda menemukan bagian yang dicari! (e) Baca dengan kecepatan normal dan pahami! 2) Teknik Membaca Memindai (Scanning) . (a) Pertanyakan dulu. (e) penyegaran. Dalam menghadapi sebuah bacaan. misalnya: (a) mengenali topik bacaan. Skimming bukan sekadar menyapu halaman buku. melainkan suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien. bab. untuk mendapatkan berbagai tujuan. “Apa yang akan Anda cari dari buku ini?” (b) Baca daftar isi atau kata pengantar! (c) Telusuri dengan kecepatan pada judul. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok ini disebut skimming. dan SQ3R. Teknik Membaca Kecepatan membaca dapat ditingkatkan dengan cara mengetahui dan berlatih dengan teknik membaca yang tepat. Anda hendaknya melakukan skimming. Anda harus memperlakukannya sesuai dengan maksud Anda.4. lompati bagian tersebut. atau halaman sampul belakang. mengenali isi buku secara cepat dengan cara membuka daftar isi. Bila Anda akan mencari sebuah buku di perpustakaan. (d) mengetahui organisasi tulisan. (c) mendapatkan bagian penting yang kita operlukan tanpa membaca seluruhnya. Teknik yang akan disampaikan dalam bahan ajar ini adalah membaca sekilas (skimming) dan membaca memindai (scanning).

apa sebenarnya scanning itu dan bagaimana caranya? Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain. kita akan membahas teknik SQ3R yang biasa dipakai dalam membaca pemahaman. Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan sebelum membaca secara lengkap untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum.Anda tentu pernah mencari nomor telepon di buku “Petunjuk Telepon”? Bagaimana cara Anda? Tentunya. Question. Read. misalnya ma. Anda hendaknya juga melakukan membaca memindai (scanning). Nah. Anda bisa melihat-lihat judul. Mata dan telunjuk Anda bergerak cepat hingga sampai pada Masturi. SQ3R merupakan teknik membaca yang terdiri atas lima langkah: Survey. Anda dapat menemukan nomor telepon. Jadi. Secara lengkap tapi singkat kelima langkah dalam SQ3R dijelaskan berikut ini. Dari situ. membaca merupakan langkah ketiga. kapan. dan sebagainya. lokasi kota dalam atlas. dan Review. Anda juga dapat mengajukan pertanyaan tentang isi bacaan. 3) Teknik SQ3R Dua teknik membaca yang diungkap di atas lazimnya digunakan dalam membaca cepat. Berikut ini. Anda bisa menggunakan kata siapa. . apa. peta. misalnya dengan mengubah judul atau subjudul menjadi kalimat tanya. barulah Anda membaca keseluruhan bahan bacaan. Langkah 2: Q-Question. Anda mengecek alamat Masturi sesuai dengan informasi yang Anda miliki. Kegiatan serupa juga berlaku pada waktu Anda mencari kata dalam kamus. Pada tahap ini. yakni fakta khusus atau informasi tertentu. Kemudian. bagaimana. denah. Pada saat survey. langsung ke masalah yang Anda cari. Kegiatan ini harus dilakukan secara cepat dan akurat. subjudul. Pasti Anda langsung ke inisial nama pemilik telepon. di mana. Anda tidak perlu membuka halaman pertama dan seterusnya. mencari acara siaran TV di koran. konsentrasikan diri untuk mendapatkan ide pokok dan detail penting. Setelah melakukan survey dan mengajukan pertanyaan. Langkah 3: R-Read. Jadi. dan sebagainya. Baca bagian demi bagian sambil Anda mencari jawaban atas pertanyaan yang telah Anda lakukan pada langkah ke-2. mengapa. Langkah 1: S-Survey. misalnya 663885. Recite.

dan juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang terlewatkan. …………………………………………………………………………………………… ………………………………… Waktu selesai baca: jam …. Langkah 5: R-Review. Detik …. Model Pembelajaran Membaca di Sekolah Dasar 1. Menit …. alat tulis. d) Evaluasi . Lengkapi bacaan tersebut dengan perintah waktu mulai baca. berhentilah sejenak. Kemudian. Pembelajaran Membaca Cepat Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan dalam pembelajaran membaca cepat adalah materi. arloji. menit …. Waktu baca yang diperlukan : …. dan evaluasi. Ulangi untuk menelusuri kembali judul. Bila belum paham. a) Materi Pilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa. Coba jawab pertanyaan atau sebutkan hal-hal penting bagian tersebut. Setelah selesai membaca seluruh bahan. susun pertanyaan bacaan untuk mengukur pemahaman isi. c) Media Stopwatch..Langkah 4: R-Recite. contoh materi bacaan : wacana “ RA Kartini” Waktu mulai baca : jam …. media. dan waktu yang diperlukan untuk membaca. subjudul. metode. dan bagian-bagian penting lainnya. detik. ulangi membaca bagian tersebut sekali lagi. buat catatan seperlunya. Bila perlu. b) Metode Metode atau teknik membaca yang dipakai adalah skimming dan scanning dengan kecepatan membaca sedang (reguler). waktu akhir baca. memperjelas pemahaman. C. Setiap selesai membaca subjudul. Langkah ini berguna untuk membantu daya ingat. detik ….

Teknik scramble wacana berupa permainan menyusun wacana logis berdasarkan kalimatkalimat acak. pembuatan kartu kalimat. perencanaan langkah selanjutnya. Tiap kelompok mendapat perangkat kartu kalimat. Pertanyaan isi Bacaan: berjumlah 10 soal jawaban singkat. e. . Untuk melaksanakan pembelajaran membaca kritis. g. c. b. Kegiatan yang Anda lakukan terdiri atas tiga langkah. Pembahasan dan komentar atas hasil kerja kelompok. Kegiatan inti. Diskusi kelompok untuk mengurutkan kartu. Anda dapat menerapkan teknik scramble wacana. Pencapaian hasil susunan wacana yang dianggap paling logis dan bermakna. dan (3) kegiatan tindak lanjut. pemilihan bahan bacaan. Hitung KM dan KEM dengan rumus yang ada. Hasil kerja kelompok kecil disajikan dalam diskusi kelas. d. pengaturan posisi tempat duduk. b. Kegiatan persiapan. pembagian kelompok siswa (4-5 orang). c. Hasil yang diharapkan berupa susunan wacana yang logis dan bermakna. Hitung waktu baca yang diperlukan. e. 2. 4. Pembelajaran Membaca Intensif dengan Teknik Scramble Anda telah mempelajari materi membaca intensif. (2) kegiatan inti. yang salah satu jenisnya adalah membaca kritis. Guru sebagai moderator dalam pembahasan hasil kerja kelompok kecil. Beri skor pada jawaban siswa. meliputi: a.1. 2. Pembentukan pasangan kerja dalam kelompok kecil. Bagikan lembar soal kepada siswa. d. 1. 2. 3. f. yakni (1) kegiatan persiapan. meliputi: a.

gerakan kepala. c. membaca ektensif. penggunaan metode. dan kecepatan membacanya. membaca cepat. b. membaca intensif. misalnya teknik skimming dan scanning untuk membaca cepat. Rangkuman Membaca merupakan keterampilan berbahasa selain mendengarkan. gerakan mulut. dan membaca telaah bahasa dan sastra. Dalam pembelajaran membaca. 3.h. bahan. Masing-masing jenis membaca memerlukan teknik tertentu. dia juga terbebas dari vokalisasi. regresi. teknik SQ3R untuk membaca pemahaman. i. Pemberian tugas serupa dengan wacana lain. penyediaan media. dan subvokalisasi. membaca dalam hati. Penjawaban soal-soal tentang isi bacaan. sesuai dengan minat siswa. misalnya soal jawaban singkat berjumlah 10 butir soal. Pembacaan wacana asli oleh 1-2 orang siswa. timbulkah dalam pikiran Anda bahwa membaca ternyata sangat penting dan merupakan kunci untuk maju? Apakah membaca merupakan proses yang dapat dilatih dan ditingkatkan? Untuk semua itu maka diperlukan strategi membaca yang bergantung tujuan seseorang waktu membaca? . juga penyusunan alat evaluasi. reseptif-aktif. Penutup 1. Seorang pembaca yang baik akan menyelaraskan antara tujuan. soal-soal yang dapat diberikan kepada siswa tentang isi bacaan. 2. Pencarian makna kata baru dan penerapannya dalam kalimat. Refleksi a. dan sebagainya. berbicara. membaca estetis. Pembelajaran membaca menuntut selain pemilihan materi bacaan. bertujuan. dan memerlukan teknik tertentu. menunjuk dengan jari. membaca kritis. guru harus memilih bahan yang memiliki tingkat keterbacaan yang cukup. Setelah membaca postingan ini. Selain itu. D. Penceritaan kembali isi bacaan oleh 1-2 orang siswa. dapat dipilih salah satu kegiatan berikut ini: a. Kegiatan Tindak Lanjut. Membaca ada berbacam-macam. yakni membaca bersuara. dan menulis. Membaca merupakan suatu proses.

dkk. 1991. Bandung : Sinar Baru. ________. 1987. Tarigan. Nurhadi. Maria. 2003. Membaca. Jakarta: Depdikbud. dkk. Bagaimana kebiasaan membaca Anda selama ini? Apakah membaca sudah merupakan bagian hidup Anda atau belum? Anda Termasuk tipe pembaca yang bagaimana? Apakah Anda masih merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan membaca? Silakan Anda renungkan refleksi di atas. Henry Guntur. Muchlisoh. Membaca Cepat dan Efektif. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Jakarta: Depdiknas. kemudian tulislah pendapat Anda atau komunikasikan dengan teman dan rekan sejawat Anda! Disarikan dari materi TOT Guru Pemandu KKG SD in service2 di LPMP Jawa Tengah. Adakah hal-hal yang Anda lakukan untuk memperbaiki pembelajaran membaca di sekolah Anda nanti? Usaha apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa Anda? d. Pendidikan Bahasa Indonesia 3. Bandung: Angkasa. oleh Widyaiswara Drs. DAFTAR PUSTAKA Mintowati. Slamet Trihartanto. 2004. . Bagaimana cara Anda membelajarkan membaca kepada siswa selama ini? Sudah bervariasi atau masih tradisional/konvensional? c. 1985. Pendidikan Bahasa Indonesia 2.b. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud. Supriyadi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1992.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful