BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem Perbankan Syariah Indonesia dimulai tahun 1992 dengan digulirkannya UU No. 7/1992 yang memungkinkan bank menjalankan operasional bisnisnya dengan sistem bagi hasil. Pada tahun yang sama lahir bank syariah pertama di Indonesia, Bank Syariah Muamalat Indonesia (BMI). Hingga tahun 1998 praktis bank syariah tidak berkembang. Baru setelah diluncurkan Dual Banking System melalui UU No. 10/1998, perbankan syariah mulai menggeliat naik. Dalam 5 tahun saja sejak diberlakukan Dual Banking System, pelaku bank syariah bertambah menjadi 10 bank dengan perincian 2 bank merupakan entitas mandiri (BMI dan Bank Syariah Mandiri) dan lainnya merupakan unit/divisi syariah bank konvensional. Pendatang-pendatang baru perbankan syariah dipastikan terus bertambah mengingat pada akhir 2003, beberapa bank konvensional sudah mengantungi ijin Bank Indonesia untuk membuka unit/divisi syariah tahun ini. Sistem ekonomi berbasis Syariah, belakangan ini makin populer bukan hanya di negara-negara Islam tetapi juga negara-negara barat, yang ditandai dengan makin suburnya bank-bank yang menerapkan konsep syariah. Di Indonesia perkembangan pemikiran tentang perlunya menerapkan prinsip Islam dalam berekonomi muncul pada 1974. Tepatnya digagas dalam sebuah seminar ‘Hubungan Indonesia-Timur Tengah’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK). Perkembangan pemikiran tentang perlunya umat Islam Indonesia memiliki lembaga keuangan Islam sendiri mulai berhembus sejak itu, seiring munculnya kesadaran baru kaum intelektual dan cendekiawan muslim dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

Pada awalnya memang sempat terjadi perdebatan yang melelahkan mengenai hukum bunga Bank dan hukum zakat vs pajak di kalangan para ulama, cendekiawan dan intelektual muslim. Akan tetapi, nampaknya perkembangan pemikiran dan pergumulan ijtihâd panjang dalam masalah hukum ‘bunga bank’ dan ‘zakat vs pajak’ tersebut tidak sia-sia, akhirnya membuahkan hasil yang melegakan dan memuaskan umat Islam Indonesia. Paling tidak, kalau boleh 1

3 Tujuan Masalah 1. tepatnya pada hari Ahad. Pengembangan Bank Syariah dan Kendala Pengembangan Bank Syariah. Produk Perbankan Syariah. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram. usaha media yang tidak islami dll). Amin Aziz (sekarang Ketua Yayasan PINBUK) Bank Islam Indonesia ini selanjutnya diberi nama Bank Muamalat Indonesia (BMI). 3 November 1991 untuk pertama kalinya sebuah Bank Islam dilaunching pendiriannya di Istana Bogor yang Panitia Penyelenggaranya diketuai oleh Prof. Fungsi. memang BMI menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan 150 juta umat Islam Indonesia. 1. M. 6. 2 . Menjelaskan Sejarah terbentuknya Perbankan Syariah. Ir. 2. 3. Pengertian dari Bank Syariah. 2. Peran.dikatakan ‘sebuah tonggak’ sejarah baru kebangkitan ekonomi Islam di Indonesia. Harapan yang tentunya sangat wajar jika dikaitkan dengan suasana emosional yang menghinggapi umat Islam yang sudah puluhan tahun bercitacita memiliki lembaga keuangan yang menggunakan prinsip syariah yang sekaligus untuk mewujudkan ‘mimpi’ akan kebangkitan ekonomi 90% umat Islam yang hidup Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. 5. Prinsip serta Ciri-ciri Perbankan Syariah. 4. Tujuan. Bahkan harapan yang sangat besar untuk kapasitas Bank yang baru seumur jagung. Ketika itu. 1. Sejarah Perbankan Syariah.2 Rumusan Masalah 1. Dr. dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. Mendiskripsikan Pengertian dari Bank Syariah.

Bagaimana Pengembangan dari Bank Syariah dan 6. 5.3. prinsip serta Ciri-ciri dari Perbankan syariah. menjelaskan Apa saja yang menjadi kendala-kendala dalam Bank Syariah. tujuan. 3 . Mendiskripsikan apa fungsi. Menjelaskan apa saja yang menjadi produk dari Bank Syariah. 4.

1 Pengertian Bank Syariah Kata bank dari kata banque dalam bahasa prancis. Membeli dan menjual surat-surat berharga. istilah bank tidak disebutkan secara eksplisit. Dalam al-Quran. 6. yang memiliki fungsi yang dilaksanakan oleh peran tertentu dalam kegiatan. Memberi kredit. Memberi jaminan kredit. Pemindahan Uang 2. hak dan kewajibanmaka semua itu disebutkan dengan jelas.BAB II PEMBAHASAN 2. 3. sadaqah. 5. 1. Oleh karena itu. manajemen. 4. peti uang dan sebagainya. Menerima dan membayaran kembali uang dalam rekening koan. Kegiatan dan usaha bank akan selalu berkait dengan komoditas antara lain. Kata peti atau lemari menyiratkan fungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga. Tetapi jika yang dimaksud adalah sesuatu yang memiliki unsur-unsur seperti struktur. dan dari banco dalam bahasa italia. dayn (utang dagang). Pada umumnya yang dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. bai’ (jual beli). 4 . peti berlian. dan 7. seperti peti emas. Mendiskonto surat wesel. Membeli dan menjual cek wesel. yang berarti peti/lemari atau bangku. fungsi. usaha bank akan selalu berkaitan masalah uang sebagai dagangan utamanya. surat order maupun surat surat berharga.surat order maupun surat surat berharga lainnya. seperti zakat. mall (harta) dan sebagainya. ghanimah (rampasan perang).

ada yang 2. 6. diberi tangguh waktu. yaitu: 1. dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Menurut Schaik (2001). tidak ada pendapatan tanpa usaha dan kewajiban. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. pertama. Sudarsono (2004). Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) Islam. pengakuan kekayaan intelektual. keadilan. Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasajasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah. 2. 5. Definisi Bank Syariah menurut Muhammad (2002) dalam Donna (2006). bahkan akan lebih baik bila diberi keringanan. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat Islam. harta sebaiknya digunakan dengan rasional dan baik (fair way). Eksperimen ini 5 . terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai hukum selisih antara kredit dan harga spot. peminjam yang 4. dan kedua. menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama.Bank syariah. mengalami kesulitan keuangan sebaiknya diperlakukan secara baik. atau Bank Islam. kesamaan dan solidaritas. kondisi umum dari kredit (meliputi. Bank Islam adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah. Schaik (2001) mengemukakan bahwa terdapat tujuh prinsip ekonomi Islam yang menjiwai bank syariah. larangan terhadap objek dan makhluk. 3. dikembangkan pada abad pertama Islam.2 Sejarah Perbankan Syariah Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam.

IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. yang tidak memungut maupun menerima bunga. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975). Faisal Islamic Bank of Sudan (1977). pada tahun 1971. Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden.berlangsung hingga tahun 1967. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an. Dia Asia-Pasifik. Bank-bank ini. Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. [1]. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Masih di negara yang sama.Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu 6 . Berdiri tahun 1991. bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam.

Prinsip serta Ciri-ciri Perbankan Syariah Fungsi dan peran bank syariah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI (accounting and Auditing Organization For Islamic Financial Institution). bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. dan bank islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan mengelola (menghimpun. Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam. saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah. sebagai berikut: 1. mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnnya. Prinsip perbankan syariahPrinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Bank syariah mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut : 1.UU No. Bank Rakyat Indonesia (Persero)dan Bank swasta nasional: Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Tbk). Investor. 3. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. mengadministrasikan. sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah. bank syariah dapat meneglola investasi dana nasabah 2. Manajer investasi. Tujuan. Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran. 4. Peran. Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat.3 Fungsi. 2. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. bank syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagimana lazimnya. khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar 7 . Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero). pelaksanaan kegiatan sosial. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.

2.dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam islam. menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan. program pembinaan konsumen. Dengan aktivitas bank syariah akan mampu manghindari pemanasan ekonomi diakibatkan adanya inflasi. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain : 1. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. yang pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembangan. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membutuhkan peluang berusaha yang lebih besar tertama kelompok miskin. juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat. agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. menuju terciptanya kemandirian usaha. 4. Upaya bank syariah di dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan penguusaha produsen. program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. Untuk menyelematkan ketergantungan ummat Islam terhadap bank nonsyariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Untuk menciptakan suatu keadilan dibidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. 6. 8 . pembinaan pedagang perantara. 5. yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif. 3.

Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. 3. Beban yang disepakati bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal. 2. Beban biaya tersebut hanya dikenakan sampai batas waktu sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. 4. Di dalam kontrak-kontrak pembiayaan proyek. Bank syariah mempunyai ciri-ciri berbeda dengan bank konvensional. adapun ciri-ciri bank syariah adalah : 1. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. 5. yang besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan untuk tawar-menawar dalam batas wajar. spekulasi) tidak diperkenankan. karena pada hakikatnya yang mengetahui tentang ruginya suatu proyek yang dibiayai bank hanyalah Allah semata. Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al-wadiah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek yang dibiayai bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah sehingga pada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti.2. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. Unsur Gharar (ketidakpastian. penggunaan presentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindari. 4. 3. bank syariah tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti yang ditetapkan di muka. karena presentase bersifat melekat pada sisa utang meskipun batas waktu perjanjian telah berakhir. 9 .

adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan 3.4 Produk Perbankan Syariah Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain: Jasa untuk peminjam dana 1. Selain itu manajer dan pimpinan bank Islam harus menguasai dasar-dasar muamalah Islam. dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. 6. konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. margin bank/keuntungan bank 100 jt. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. kecurangan dan penyalahgunaan. Contoh:harga rumah. yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Dewan pengawas Syariah (DPS) bertugas untuk mengawasi operasionalisasi bank dari sulut syariahnya. 500 juta. maka yang dibayar 10 . Musyarokah (Joint Venture). kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank. artinya berkewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan dana yang disimpan dan siap sewaktu-waktu apabila dana diambil pemiliknya. Mudhorobah. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. 2.5. Fungsi kelembangaan bank syariah selain menjembatani antara pihak pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. Murobahah . 2.

[ 4. Oleh karena itu dalam pengembangan bank syariah diterapkan sejumlah prinsip-prinsip pokok kebijakan pengembangan yang antara lain sebagai berikut : 1. Perbedaan pengaturan dan ketentuan yang 11 . Dalam hal ini peran otoritas perbankan (BI) lebih di tekankan pada penciptaan perangkat ketentuan perbankan yang dapat mendukung terlaksananya kegiatan usaha bank syariah yang sehat. untuk memberikan bonus kepada nasabah. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu 2. Takaful (asuransi islam) Jasa untuk penyimpan dana 1. Pengembangan jaringan kantor perbankan syariah diserahkan sepenhnya pada mekanise pasar (market driven) yaitu interaksi antara masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan syariah dengan investor atau lembaga perbankan yang menyediakan pelayanan jasa perbankan syariah. 2. Deposito Mudhorobah. efesien dan sejalan dengan prinsip syariah. Wadi'ah (jasa penitipan).5 Pengembangan Bank Syariah Program pengembangan perbankan syariah selalu mempertimbangkan kondisi-kondisi serta lingkungan yang menyertainya. adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Perlakuan yang sama (equal tretment) antara bank syariah dan bank konvensional.nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah dilaksanakan dengan tidak menerapkan infant industry agrument yaitu memberikan perlakuanperlakuan khusus. 2. namun diperbolehkan. nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu.

Sejalan dengan hal itu pengembangan perbankan syariah diarahkan bahwa jasa bank syariah dapat digunakan dan dikembangkan oleh semua lapisan masyarakat tidak hanya masyarakat muslim. istiqomqh. Terutama sumber 12 . Penyempurnaan ketentuan dan infrastruktur pendukung perbankan syariah dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan urgensi dan prioritas dari sejumlah tugas yang harus dilaksanakan. pengelolaan yang profesional (ri’ayah) dan tanggung jawab (masuliyah) dan upaya bersama-sama dan terus menerus untuk melakukan perbaikan (fastabiqhul khairat). Pengembangan perbankan syariah baik dari sisi kelembagaan maupun pengaturan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan (gradual and sustainnable apporoachi). Namun penyediaan dan pengguna jasa perbankan syariah tersebut harus taat terhadap prinsipprinsip syariah dalam pelaksanaan kegiatan dan akad perbaikan. maka nilai-nilai yang menjadi dasar dalam pengeaturan dan pengembangan serta nilai-nilai yang harus diterapkan dalam operasi perbankan siddiqi. kita tidak dapat mengharap satu kesempurnaan baik dari aspek operassional maupun dari aspek syariah dari suatu sistem perbankan syariah yang berkembang. amanah. 5. tabliq. Peraturan dan pengembangan perbankan syariah menerapkan prinsip universalitas sesuai dengan nilai dasar Islam yang rahmat bagi sekalian alam.6 Kendala Pengembangan Bank Syariah Dalam perkembangannya bank syariah menghadapi berbagai kendala. 2. 3. fathtonah. kendala tersebut diantaranya sebagai berikut : • Sumber daya manusia. maraknya bank syariah di indonesia tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai.diharapkan pada perbankan syariah dilaksanakan dalam rangka memenuhi prinsip syariah dan/atau karena perbedaan nature bisnisnya. Berkaitan dengan hal ini. Mengingat bahwa perbankan syraiah adalah sistem perbankan yang mengedepankan moralitas dan etika. Selain itu adalah penerapan nilai-nilai kerja sama (ta’awun). 4.

Hal ini yang mengakibatkan keberadaan bank syariah kurang mendapat legimitasi secara ilmiah di masyarakat • Kurangnya sosialisasi kemasyarakat ke masyarakat tentang keberadaan bank syariah.daya manusia yang memiliki latar belakang disiplin keilmuan bidang perbankan syariah. • Kurangnya akademisi perbankan syariah. Belum terpenuhinya peraturan pemerintah dibidang perbankan syariah yang memadai. Kondisi ini lebih disebabkan lingkungan pendidikan kita lebih familiar dengan literatur-literatur ekonomi konvensional dibanding literatur ekonomi Islam / syariah. Walaupun pasca krisis berlangsung pembahasan Undangundang (UU) bank dan lembaga keuangan syariah tren-nya meningkat dari BI dan pemerintah. Sosialisasi tidak sekedar memperkenalkan keberadaan bank syariah disuatu tempat. 13 . tetapi juga memperkenalkan mekanisme. Hal ini diakibatkan lingkungan akademisi lebih memperkenalkan kajian-kajian perbankan yang berbasis pada instrument konvensional. sehingga kemampuan pengembangan bank menjadi lambat. Namun upaya untuk merealisasikan UU mampu menginterprestasikan perkembangan bank syariah di masa depan dimana perkembangan bank syariah membutuhkan proses perbaikan secara bertahap. Keadaan ini mengakibatkan akselerasi hukum islam dalam praktek perbankan kurang cepat • dapat diakomodasikan dalam sistem perbankan. produk bank syariah dan instrumen-instrumen keuangan bank syariah kepada masyarakat. Sehingga kajian-kajian ilmiah mengenai keberadaan bank syariah dan instrumeninstrumen keuangan syariah kurang mendapat perhatian. Sebagian besar sumber daya manusia di perbankan syariah terutama bank konvensional yang membuka Islamic Windows berlatar belakang disiplin ilmu ekonomi konvensional.

Bank-bank ini. Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam. Takaful (asuransi islam) Jasa untuk penyimpanan dana 1. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Murobah 4. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967. 3.BAB III PENUTUP 3. Wadi'ah (jasa penitipan) 2. Mudhorobah 2. Deposito Mudhorobah 14 .1 Kesimpulan Pada umumnya yang dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu. usaha bank akan selalu berkaitan masalah uang sebagai dagangan utamanya. yang tidak memungut maupun menerima bunga. Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain: Jasa untuk peminjam dana 1. Musyarokah (Joint Venture). Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar.

3. Keadaan ini mengakibatkan akselerasi hukum islam dalam praktek perbankan kurang cepat dapat diakomodasikan dalam sistem perbankan. Walaupun pasca krisis berlangsung pembahasan Undangundang (UU) bank dan lembaga keuangan syariah tren-nya meningkat dari BI dan pemerintah. sehingga kemampuan pengembangan bank menjadi lambat. 2.Dalam perkembangannya bank syariah menghadapi berbagai kendala. Namun upaya untuk merealisasikan UU mampu menginterprestasikan perkembangan bank syariah di masa depan dimana perkembangan bank syariah membutuhkan proses perbaikan secara bertahap.2 Saran Semoga dengan adanya pembuatan makalah ini dengan judul “Perbankan Syariah” dapat di ambil manfaatnya oleh pembaca dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam perbankan syariah. Belum terpenuhinya peraturan pemerintah dibidang perbankan syariah yang memadai. Terutama sumber daya manusia yang memiliki latar belakang disiplin keilmuan bidang perbankan syariah. 15 . Sumber daya manusia. Sebagian besar sumber daya manusia di perbankan syariah terutama bank konvensional yang membuka Islamic Windows berlatar belakang disiplin ilmu ekonomi konvensional. maraknya bank syariah di indonesia tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. kendala tersebut diantaranya sebagai berikut : 1.

4. Yogyakarta. Jumadil Ula. 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Com PERBANKAN SYARIAH PELUANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Oleh: Malia Rochma 16 . www. 1428 H / 25 Mei 2007. Wikipedia. Ekonisia. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI) FEB UGM 3. (2004). Sudarsono Heri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful