P. 1
Pendalaman Materi Bahasa Indonesia SD Tentang Mendengarkan Cerita Dan Berita Edit

Pendalaman Materi Bahasa Indonesia SD Tentang Mendengarkan Cerita Dan Berita Edit

|Views: 1,061|Likes:

More info:

Published by: Wahono Kafabillahi Syahida on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Tentang Mendengarkan Cerita dan Berita

Oleh: Syamsul Ma’arif, M.Ag

DEPARTEMEN AGAMA RI BADAN LITBANG AGAMA DAN DIKLAT KEAGAMAAN PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS KEAGAMAAN JAKARTA 2009

1

Kata Pengantar Pendidikan merupakan kebutuhan hidup, pendidikan juga berfungsi dalam memainkan peranan sosial atau dukungan terhadap pertumbuhan dan juga memandu perjalan umat manusia, baik itu perorangan, masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini lazim disebut education is the necessity of life as social function, as growth, as direction. Maka posisi pendidikan menjadi sebuah kegiatan yang merangkum kepentingan jangka panjang atau masa depan bangsa dan negara. Pendidikan di Indonesia menempati posisi penting dalam konfigurasi sistem kurikulum nasional. Hal ini sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama pasal 31 yang menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkan mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dari amanat perundang-undangan tersebut di atas, maka mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan mempunyai fungsi yang sangat penting terhadap pembentukan karakter dan perilaku bagi peserta didik bersosialisasi dan berinteraksi juga dalam memahami segala sesuatu yang mampu ditangkap oleh peserta didik. Berbahasa adalah berbudaya dan berperadaban, oleh karenanya mata pelajaran bahasa indonesia sudah seharusnya mampu membentuk mental anak bangsa yang selaras dengan budaya bangsa indonesia yang terampil, ber etika dan pekerja keras. Meskipun demikian, tampaknya pendidikan Bahasa Indonesia sejauh ini hasilnya masih jauh dari harapan. Pendidikan Bahasa Indonesia masih belum mampu mencerminkan moral Bangsa Indonesia yang beretika tinggi. Kondisi yang demikian tentunya menjadi dorongan sekaligus tantangan khususnya bagi guru/rumpun mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk selalu membenahi diri dan meningkatkan kompetensinya agar mampu menanamkan nilai-nilai etika sosial yang arif dalam berbahasa dan berbudaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kepada peserta didiknya.

2

Modul Pendalaman Materi Bahasa Indonesia ini, disusun sebagai bahan orientasi dasar bagi para tenaga pendidikan khususnya guru rumpun/mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD). Namun, secara khusus, modul ini dijadikan sebagai salah satu bahan ajar dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), bagi para tenaga pendidikan. Dengan harapan setelah mengikuti diklat, para guru agama memiliki pemahaman komprehensif tentang materi Bahasa Indonesia dengan model pengembangan pendidikan yang lebih komunikatif, analitis, dan transformatif. Selain itu, diharapakan para guru agama akan semakin kreatif dalam menjawab berbagai tantangan di atas, dalam hal cara pengajaran materi Bahasa Indonesia dengan lebih “bermakna” dengan lebih menekankan pada aspek keseimbangan dan pengembangkan kecerdasan anak secara menyeluruh. Hal itu agar apa yang menjadi tujuan dari pendidikan etika sosial dalam berkomunikasi yang santun dan arif di Indonesai akan tercapai.

3

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I : PENDAHULUAN A....................................................................................................Latar belakang. .......................................................................................1 B....................................................................................................Deskripsi singkat ...........................................................................................4 C....................................................................................................Standar kompetensi ....................................................................................5 D....................................................................................................Peta Konsep...........................................................................................6 E.....................................................................................................Manfaat/ Relevansi ......................................................................................8 F.....................................................................................................Tujuan Pembelajaran.................................................................................9 G....................................................................................................Petunjuk penggunaan modul ........................................................................9 BAB II : MENDENGARKAN CERITA DAN BERITA A. Kompetensi Dasar.........................................................................11 B. Materi pokok ................................................................................11 C. Uraian Materi.................................................................................12 D. Rangkuman ...................................................................................82 E. Latihan/Tugas................................................................................83 F. Tugas Mandiri...............................................................................88 G. Tugas Kelompok...........................................................................88 BAB III : PENUTUP dan EVALUASI A. Penutup....................................................................................89 B. Evaluasi...................................................................................90

4

Daftar Pustaka Datar Gambar Kunci jawaban lampiran

5

BAB : I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan masa sekarang ini. Sejauh kita memandang, maka harus sejauh itulah kita harus melengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Artinya masa depan seseorang sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang dimiliki, semakin matang pendidikan seseorang, maka akan semakin siap dalam menghadapi masa depan. Sebaliknya, minimnya pendidikan yang dimiliki seseorang akan semakin mempersulit langkah dalam kehidupan ini. Sungguh suatu kenyataan jika pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Tak salah jika ada pepatah “Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih. Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon. Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia.” Konfusius (551 SM-479). Dalam dataran yang lebih luas, pendidikan merupakan pondasi utama dalam merajut mentalitas bangsa. Jika rendah mutu pendidikan dari suatu bangsa, maka sudah dapat dipastikan akan terjadi kemerosotan masa depan. Kemerosotan ini dimulai dari masing-masing personal, yang tidak ada kepedulian terhadap pendidikan. sebagai contoh, bangsa kita Indonesia saat itu berhasil dijajah oleh Belanda maupun Jepang selama 3,5 abad tidak lain adalah karena masih terkondisikan dalam suasana kebodohan. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting. Tentunya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu sesuai dengan amanah di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia alinea ke 4 yang berbunyi “ikut mencerdaskan kehidupan bangsa”, disinilah sesungguhnya letak urgensi pendidikan bagi bangsa ini. Tentu saja dengan harapan dan tujuan jangka panjang yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dengan demikian pedidikan menduduki garda depan dalam membentuk kepribadian bangsa. Pendidikan membawa muatan tidak hanya ideologis, nilai 6

maupun moral. Pendidikan berarti sangat luas, segala sesuatu yang menyentuh aspek psikologis, afektif maupun Psikomotorik. Pendidikan tidak hanya melayani kecerdasan akal, tetapi juga meliputi kecerdasan dalam proses, hasil dan kekaryaan (hasil cipta) yang berkulitas tinggi. Pendidikan suatu saat juga mempunyai fungsi menunjukkan pada manusia apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pendidikan memberikan batasan-batasan tentang mengapa dan bagaimana melakukan sesuatu, membawa manusia mencerdasi segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Nyata, bahwa pendidikan membawa manusia pada peradaban yang lebih tinggi, yang menempatkan manusia sebagai kholifah fil Ardl, sebagai pemegang amanah dan mampu menjaga kelestarian kehidupan. Dengan pendidikan, menuntut penggunaan pemikiran untuk aktif bekerja dan mendapatkan pengetahuan baru. Sementara dengan pengetahuan, manusia akan tahu bagaimana makan, minum. Bagaimana memperolehnya, makan ataupun minum, atau dari mana makanan bearasal. Ilmu Pengetahuan akan memberikan alat sensor bagi setiap subyek yang ditangkap oleh indera manusia. Tidak hanya itu, pengetahuan juga akan membimbing manusia bagaimana beragama, ber Tuhan, dan bersikap pada Tuhannya. Itulah betapa bermanfaatnya pendidikan dan Ilmu pengetahuan. Sehingga tidak heran kenapa ada derajat tersendiri bagi kaum yang berilmu, lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu. Dalam Dunia Pendidikan bahasa merupakan sarana untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, serta untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilainilai kemanusiaan. Mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan di semua jenjang pendidikan formal. Dengan demikian diperlukan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memadai dan efektif sebagai alat berkomunikasi, berinteraksi sosial, media pengembangan ilmu dan alat pemersatu bangsa. Daerah/sekolah dapat secara efektif menjabarkan standar kompetensi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.

7

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia bersumber pada hakikat pembelajaran bahasa, yaitu belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi dan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia mengupayakan peningkatan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta menghargai karya cipta bangsa Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia memberikan akses pada situasi lokal dan global yang menekankan keterbukaan, kemasadepanan, dan kesejagatan. Dengan demikian siswa menjadi terbuka terhadap beragam informasi dan dapat menyaring yang berguna, belajar menjadi diri sendiri, dan menyadari akan eksistensi budayanya sehingga tidak tercabut dari lingkungannya. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia mengupayakan siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya bangsa sendiri. Pada sisi lain sekolah atau daerah dapat menyusun program pendidikan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. Berdasar pada sepenggal uraian diatas, maka sudah seharusnya setiap peserta didik dibekali dengan kepiawaian dalam berbahasa, sebab dengan begitu peserta didik akan mampu memahami etika berinteraksi dan berkomunikasi sehingga peserta didik akan dengan mudah dapat menguasai apa saja yang akan di pelajari.

8

B. Deskripsi Singkat Modul ini berisi pendalaman Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi tentang Mendengarkan Cerita dan Berita. Adapun sebagai gambaran dasarnya yaitu: Pertama, tahap awal dalam belajar adalah bagimana kita mampu memahami judul atau tema apa yang kita dengarkan dan media apa yang digunakan untuk menyampaikan cerita atau berita, baru kemudian kita menemukan apa maksud dan tujuan dari apa yang kita dengarkan. Baik itu dalam bentuk cerita ataupun berita. Kedua, dalam cerita ataupun berita yang kita dengar, sudah barang tentu didalamnya terdapat suatu pesan yang akan disampaikan. Yang kemudian menjadi persoalan adalah bagaimana caranya agar kita dengan mudah dapat menangkap pesan tersebut. Untuk dapat menangkap pesan yang terdapat pada suatu cerita atau berita, maka langkah pertama yang dilakukan adalah memahami dan mengidentifikasi alur atau struktur cerita atau berita tersebut. Ketiga, setelah mengutahui cara menangkap pesan dari apa yang kita dengar, yang menjadi langkah selanjutnya adalah kita harus mendefinisikan dan menemukan ide dasar dari pesan yang telah kita ketahui. Pesan yang kita tangkap bersifat positif atau negatif ataukah bermakna perintah atau larangan. Keempat, yang lebih mendasar dari tahap proses Mendengarkan Cerita dan Berita adalah apa yang akan kita sampaikan sebagi tahap umpan balik (interaktif), setelah kita mampu menerima pesan dan mendefinisikan atau yang kita nilai dari apa yang kita dengarkan dari cerita ataupu berita.

9

C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Dari berbagai penjelasan diatas, Standar kompetensi dari pelajaran Bahasa Indonesia materi Mendengarkan Cerita dan Berita adalah: Siswa Mampu Mendengarkan Cerita dan Berita dan memahami ragam wacana. Adapun Komptensi dasar yang ingin dicapai dari pelajaran Bahasa Indonesia materi Mendengarkan Cerita dan Berita adalah sebagai berikut: 1. Siswa mampu mengidentifikasi tema dan media penyampai cerita atau berita yang didengar. 2. Siswa mampu Menyampaikan isi cerita atau berita dari berbagai sudut pandang sesuai dengan bahasa siswa sendiri. 3. Siswa mampu menyimpulkan isi atau pesan yang tersampaikan 4. Siswa mampu Menanggapi isi atau pesan dari cerita atau berita yang tersampaikan (umpan balik)

Dari uraian standar kompetensi dan Kompetensi dasar tersebut dapat kita turunkan menjadi capaian-capaian pengajaran yang lebih spesifik berupa indikator-indikator keberhasilan, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Siswa mampu memahami tema cerita atau berita yang didengar. Siswa mampu memahami media penyampaian cerita atau berita. Siswa mampu menemukan pesan yang tersampaikan dalam cerita auat berita. Siswa mampu mendefinisikan dan menyimpulkan sifat dan makna dari pesan tersebut yang tersampaikan Siswa mampu menyampaikan dengan bahasa mereka dari cerita atau berita yang dia dengar. Siswa mampu memberi penilaian atas sifat dan makna dari pesan yang dia tangkap dari cerita atau berita yang di dengar. Siswa mampu menyampaikan hasil penilaian dari cerita dan berita yang dengar

10

D. Peta Konsep Mendengarkan adalah salah satu tahap awal dari proses bersosialisasi dan berinteraksi antar sesama, oleh karena itulal manusia dapat di katakan sedang menjalani kodratnya sebagai mahluk sosial yang harus saling menghargai, saling memahami dan bantu-membatu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Untuk dapat memahami apa maksud atau keinginan seseorang tentunya kita harus belajar memahami cara penyampaian seseorang baik itu yang disampaikan dalam bentuk cerita ataupun yang disampaikan dalam bentuk berita begitu juga sebaliknya. Cerita dan Berita. Cerita adalah proses penyampaian pesan yang di kemas dalam bentuk sastra bahasa baik itu yang berbentu Fiksi ataupun nonfiksi, dan biasanya cerita disampaikan sebagai penguat dari inti berita atau pesan yang akan disampaikan. Mendengarkan cerita berati juga menyampaikan suatu pesan dengan benar-benar memperhatikan kapasitas si penerima pesan sehingga si penerima pesan dapat lebih maksimal dalam menerima pesan. Berita adalah proses penyampaian pesan yang lebih menekankan pada tingkan validitas dari kabar atau pesan yang ingin di sampaikan dan berita seringkali disampaikan atau di sajikan secara lugas. untuk memahami isi cerita atau berita tahap awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi jenis cerita dan sifat-sifat berita, selain jenis cerita dan sifat-sifat berita, tentunya yang lebih mendasar pada materi mendengarkan cerita dan berita adalah bagai mana cara kita untuk bisa menangkap maksud dan pesan dari cerita dan berita yang disampaikan melalui media lisan, yaitu kemampuan kita dalam memahami sesuatu dari apa yang kita dengar, apakah itu dalam bentuk cerita atau berita. Tahap selanjutnya dari proses maksimalisasi penerimaan pesan adalah memberikan penilaian terhadap pesan yang kita tangkap dari cerita atau berita yang kita dengar, baru kemudia kita di tuntut untuk dapat menyampaikan tanggapan dari hasil penilaian kita sebagai tahap komunikasi interaktif (umpan balik).

11

ALUR KONSEP

Cerita/berita MENDENGARKAN SISWA
menyampaikan cerita/berita

Menidentifikasi dan menemukan pokok pikiran cerita/berita

MenemukanPesan yang terkandung dalam ceita/berita

Penilaian Sifat dan makna cerita/berita

Menyampaikan penilaian Sifat dan makna dari cerita/berita

12

Relevansi/Manfaat Modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi Mendengarkan Cerita dan Berita ini disusun berdasarkan ketentuan kurikulum terbaru dari Departemen Pendidikan NasionalMenteri Pendidikan Permen Nomor 34 Tahun 2008. karena itu, standar isi dan standar kompetensinya relevan dengan tuntutan kebutuhan praktis guru di lapangan. Modul ini, dapat dijadikan sebagai salah satu referensi oleh guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) dalam melaksanakan tugas pembelajaran di kelas. Uraian substansi materi akan bermanfaat bagi guru dalam merancang model pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan sistematis. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Beberapa Manfaat dari modul ini antara lain: 1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) dalam menerapkan dan mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi Mendengarkan Cerita dan Berita. 2. 3. 4. 5. Memperkaya wawasan guru tentang materi pelajaran Bahasa Indonesia Dengan modul ini guru dapat dengan mudah mengurai hal-hal pokok Dengan modul ini diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran Diharapkan Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) khususnya materi Mendengarkan Cerita dan Berita. yang berkaitan dengan materi Mendengarkan Cerita dan Berita. materi Bahasa Indonesia lebih efektif, kreatif dan komprehensif. tapat memanfaatkan modul ini sebagai referensi untuk semakin meningkatkan kemampuan siswa dalam mengasah kemampuan analisa terhadap fakta atau kejadian di lingkungan sekitarnya dalam kehirupan sehari-hari. 6. Sebagai bahan kajian dalam pengembangan modul-modul yang lain yang lebih baik.

13

E. Tujuan Pembelajaran Dengan mempelajari modul ini para peserta diklat diharapkan mampu memahami konsep-konsep dari materi Mendengarkan Cerita dan Berita. Modul ini merupakan sarana bagi guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) untuk membekali peserta didik dengan etika berinteraksi sosial dan memperkuat daya tangkap siswa dalam menerima sesagala sesuatu yang dia pelajari. Dengan bekal tersebut, peserta didik diharapkan mampu berfikir kreatif dan peka terhadap dinamika lingkungan, sehingga diharapkan peserta didik sudah sejak dini belajar unuk memahami dan membedakan mana yang positif dan yang negatif. Secara khusus tujuan pembelajaran ini adalah agar peserta diklat dapat: 1. 2. 3. 4. Memahami uraian materi tentang Mendengarkan Cerita dan Berita. Mengambil nilai dan makna yang terdapat dalam konsep Memberikan wacana, wawasan dan ilmu pengetahuan baru dalam Mengembangkan kandungan maksud, nilai dan makna dari apa

Mendengarkan Cerita dan Berita. memahami konsep Mendengarkan Cerita dan Berita. yang terdapat dalam konsep Mendengarkan Cerita dan Berita. F. Petunjuk Penggunaan Modul Modul ini berisi 3 bab dengan perincian sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan berisi tentang; Latar belakang, Deskripsi singkat, Standar kompetensi dan kompetensi dasar serta indikator, Peta/konsep, Manfaat/relevansi, Tujuan pembelajaran, Manfaat dan Petunjuk penggunaan modul. Bab II : Konsep tentang Mendengarkan Cerita dan Berita untuk sekolah dasar (SD/MI) berisi; Kompetensi dasar, Materi pokok, Uraian materi, Rangkuman, latihan tugas, tes mandiri. Bab III Penutup dan Evaluasi; memuat Kata penutup, Evaluasi; memuat maksud dan tujuan Evaluasi, Materi Evaluasi, dan soal-soal Evaluasi

14

Dalam hal ini, peserta diklat diharapkan mengikuti langkah demi langkah setiap bagian dari modul ini, agar materi dapat dikuasai dengan baik, benar dan sistematis. Pada bab II, para peserta diklat diharapkan mampu mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif. Karena itu, partisipasi dan peran aktif dari peserta diklat sangat dibutuhkan. Partisipasi dan peran aktif tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk diskusi, tanya jawab, dan lainnya. Selanjutnya, pada sub bagian tes mandiri berisikan tentang rangkaian tes yang bisa digunakan, selain untuk peserta diklat khususnya dalam latihan penguasaan substansi materi, juga sebagai bahan untuk tes peserta didik. Yang perlu menjadi perhatian bagi peserta diklat, dan atau para guru yang menggunakan modul ini, bahwa modul ini merupakan media pembelajaran sekaligus media referensi untuk pengembangan guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) dalam proses pendalaman materi ajar tentang Mendengarkan Cerita dan Berita.

15

BAB : II PEMBELAJARAN : Mendengarkan Cerita dan Berita A. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Sebelum memasuki pada kompetensi dasar ada baiknya kita ingat kembali standar kompetensi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia ini yaitu : Siswa Mampu Mendengarkan Cerita dan Berita dan memahami ragam wacana melalui apa yang didengar. Adapun Kompetensi Dasar yang ingin dicapai dari pelajaran Bahasa Indonesia materi Mendengarkan Cerita dan Berita adalah sebagai berikut: 1. Siswa mampu mengidentifikasi tema dan media penyampai cerita atau berita yang didengar. 2. Siswa mampu Menyampaikan isi cerita atau berita dari berbagai sudut pandang 3. 4. Siswa mampu menyimpulkan isi atau pesan yang tersampaikan Siswa mampu Menanggapi isi atau pesan dari cerita atau berita yang tersampaikan (umpan balik)

B. Materi Pokok Dari uraian Standar kompetensi dan Kompetensi dasar tersebut dapat kita turunkan menjadi capaian-capaian pengajaran yang lebih spesifik berupa indikator-indikator keberhasilan, antara lain: 1. didengar. 2. berita. 3. 4. Siswa mampu menemukan pesan yang tersampaikan dalam cerita auat berita. Siswa mampu mendefinisikan dan menyimpulkan sifat dan makna dari pesan tersebut yang tersampaikan Siswa mampu memahami media penyampaian cerita atau Siswa mampu memahami tema cerita atau berita yang

16

5. 6. 7. berita C. Uraian Materi

Siswa mampu menyampaikan dengan bahasa mereka dari cerita atau berita yang dia dengar. Siswa mampu memberi penilaian atas sifat dan makna dari pesan yang dia tangkap dari cerita atau berita yang di dengar. Siswa mampu menyampaikan hasil penilaian dari cerita dan

Hal pertama dan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) adalah menyadari bahwasanya, masing-masing anak didik memiliki tingkat pemahaman, kecerdasan, dan daya pikir yang berbeda-beda tentang materi Mendengarkan Cerita dan Berita. Ada sebagian anak yang bisa dengan mudah menangkap alur dan inti crita atau berita, namun ada juga yang membutuhkan penjelasan yang belih extra sehingga alur dan inti cerita atau berita dapat dipahami oleh peserta didik yang sebagian lagi. Karena itulah, perbedaan pengalaman dan pengetahuan anak tentang kemampuan daya tangkap hendaknya menjadi perhatian dan pertimbangan guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) dalam menyampaikan materi yang berkenaan dengan masalah kemampuan memahami melalui mendengar cerita atau berita. Dengan harapan nantinya anak-anak didik akan mampu memahami materi tentang Mendengarkan Cerita dan Berita dengan baik. Hal ini dapat dikatakan bahwa seorang guru Pengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD/MI) harus mampu melakukan identifikasi atas kemampuan masingmasing peserta didik agar dapat lebih memudahkan dalam penyampaian materi yang akan diajarkan. Dalam proses menyampaikan materi tentang Mendengarkan Cerita dan Berita, guru bisa berpijak dan mengacu pada bahan-bahan tertulis, seperti ceritacerita rakyar atau dongeng rakyat. Selain itu, guru juga bisa mengajak peserta didik untuk belajar mencari referensi lain terkait dengan materi ajar yang sedang dibahas. Hal yang kemudian dapat dilakukan adalah belajar menganalisis kejadian-kejadian sehari-hari yang dialami peserta didik yang ada kaitannya dengan materi Mendengarkan Cerita dan Berita, Seperti peserta didik dianjurkan untuk mendengarkan dan mencatat isi pidato, semisal pidato dari bapak kepala

17

sekolah. Disamping itu juga, guru dalam menyampaikan materi dapat memulainya lewat kisah-kisah, maupun menceritakan berbagai sejarah yang erat kaitannya dengan masalah Mendengarkan Cerita dan Berita. Metode semacam diatas seringkali menjadikan peserta didik lebih mudah dalam menangkap dan memahami materi yang sedang diajarkan. Karena di usia yang masih dalam tahap perkembangan peserta didik kebanyakan masih menyukai metode mendengarkan cerita dari seorang guru. Akan tetapi hal tersebut juga bergantung kepada guru itu sendiri bagaimana mengemas sebuah kisah yang berkaitan erat dengan materi Mendengarkan Cerita dan Berita agar mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu, faktor lain yang sangat besar pengaruhnya bagi keberhasilan proses pembelajaran adalah penggunaan media dan sumber belajar. Dalam hal ini guru diharapkan mampu menguasai serta dapat menggunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan tema yaitu mengenai Mendengarkan Cerita dan Berita. Dalam proses pembelajaran maka ada hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang guru agar hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal yang sangat menentukan jalannya proses belajar mengajar. Mulailah dengan melakukan appersepsi. Yakni guru melakukan penjajagan sejauh mana peserta didik telah mengetahui dan memahami materi tentang Mendengarkan Cerita dan Berita. Appersepsi dilakukan oleh seorang guru dengan harapan dan tujuan untuk menghasilkan informasi sejauh mana pemahaman dan pengetahuan peserta didik tentang materi Mendengarkan Cerita dan Berita sebelum guru menyampaikan materi lebih lanjut. Misalnya, guru bisa bertanya kepada para siswa: “apa pesan dari pidato bapak kepala sekolah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin?”, “apa manfaat yang dapat anak-anak ambil dari memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?”. Guru juga bisa memberikan satu cerita atau kisah dari masa lalu atau berita tentang musibah, misalnya berita mengenai

18

sebab-sebab terjadinya bencana alam banjir, tanah longsor,dll kesemuanya merupakan bagian dari materi mengani Mendengarkan Cerita dan Berita. Setelah itu, guru dapat bertanya kepada siswa, “apa yang menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor?”. Cara lain yang dapat digunakan oleh guru dalam memancing kemampuan dan pengetahuan siswa tentang Mendengarkan Cerita dan Berita adalah guru meminta salah satu siswa untuk menceritakan ulang cerita yang tadi di ceritakan oleh guru dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, kemudian masing-masing siswa diminta untuk membuat satu pertanyaan dan jawabannya adalah berasal dari siswa yang lainnya. Ini merupakan metode untuk mengetahui kekritisan siswa dalam memahami materi yang akan dibahas. 2. Materi Inti Proses pemberian materi merupakan acara inti dari sebuah kegiatan belajar mengajar. Dimana berhasil tidaknya materi tersebut dapat dikuasai dan dipahami oleh peserta didik sangat tergantung pada kemampuan guru dalam melakukan transfer materi. Dan tentunya materi inti ini dikembangkan dengan berdasarkan indikator-indikator yang hendak dicapai dari pembelajaran Mendengarkan Cerita dan Berita MENDENGARKAN CERITA PEDAGANG YANG TIDAK JUJUR Tersebutlah kisah seorang bernama Buyung. Sudah kurang lebih dua tahun, dia mencari nafkah dengan berdagang. Lumayan sekadar untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak setiap hari dagangan Buyung itu laku. Segala sesuatu itu membutuhkan kesabaran. Pagi ini, Buyung ke rumah seorang saudagar kaya di kampungnya. Di sana, dia mengambil beberapa potong kain untuk dijual. Dengan teliti, dia memilih kain yang menurutnya bagus dan mudah laku.

19

”Tuan, saya berangkat,” kata Buyung kepada saudagar kaya itu. Buyung mulai berjalan menjajakan kain. Semua kampung dia lewati. Namun, belum satu pun kain terjual. Karena lelah dan lapar, dia beristirahat di bawah sebuah pohon. Ketika beristirahat, dia membuka satu per satu lipatan kain dagangannya. Kemudian, dia melipat kembali kain-kain itu sambil menyembunyikan sebagian kain di tempatlain. Dalam keadaan lelah, dia kembali ke rumah saudagar itu. “Mengapa sudah kembali dari berdagang? Apakah daganganmu habis terjual?” tanya saudagar. “Dagangan saya memang laku sebagian,” jawab Buyung pelan. ”Bagus kalau begitu, tetapi kenapa cepat pulang?” tanya saudagar lagi. ”Beberapa kain dirampok orang jahat,” jawab Buyung sambil menyerahkan sisa kain. ”Kasihan sekali kamu, Buyung!” ujar saudagar sambil meneliti kain-kainnya. Buyung pulang dengan hati girang. Dalam hatinya dia berkata, betapa mudahnya saudagar kaya itu dibohongi. Setibanya di rumah, Buyung menyimpan sisa kain itu di tempat yang aman. Kepada istrinya, dia mengaku telah dirampok. Suatu hari,istrisi Buyung menemukan kain-kain lain yang 20

disembunyikan oleh Buyung. Ia merasa penasaran dengan kain-kain itu. Setelah sekian lama menyimpan kain-kain milik saudagar itu, Buyung tetap merasa gelisah. Takut suatu ketika ketahuan oleh saudagar. Ia pun tidak tahu jika istrinya sudah tahu soal kain-kain itu. Pada suatu hari, saudagar itu mengundang penduduk kampung untuk merayakan pesta. Buyung pun diundang. Dalam pesta itu, saudagar mendekati Buyung sambil berkata sopan, ”Aku tahu orang yang telah merampok kain itu Sikap sopan saudagar itu justru membuat Buyung gugup. ”Itu wanita yang mengaku telah menemukan kain yang dirampok,” lanjut saudagar sambil menunjuk seorang wanita, yang tiada lain istri Buyung. ”Bukankah wanita itu istrimu, Buyung? Jadi, siapa yang menyimpan Buyung kain-kain itu di dalam rumahmu?” tanya saudagar lagi. benar-benar tidak berkutik. Kebohongannya terbongkar begitu mudah Sebenarnya saudagar itu telah tahu sejak awal sebab kain-kain yang dijualkan oleh Buyung tidak terdapat tanda-tanda bekas perampokan. Wajah Buyung memerah. Semua penduduk kampung menatap ke arahnya. ”Kali ini, aku memaafkanmu. Jika mengulang lagi perbuatan tercela itu, kamu tahu sendiri akibatnya,” kata saudagar. Buyung berlalu dari kerumunan sambil menyesali perbuatan tidak jujurnya. Sumber: Majalah Kids Fantasi, Februari 2004 Cerita rakyat diatas adalah cerita fiksi yang memperlihatkan tokoh cerita seorang pedagang yang tidak jujur dan menceritakan seorang saudagar yang sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan, tidak melakukan 21

tindakan menghakimi sendiri, bahkan memperlihatkan bentuk kebjaksanaan dalam menghadapi persoalan. MENDENGARKAN BERITA Lomba Kebersihan Lingkungan

Tanggal 17 Agustus, tinggal dua minggu lagi. Pada perayaan kemerdekaan Indonesia tersebut, di kampungku diadakan berbagai lomba. Acara ini dipandu langsung oleh bapak lurah. Lomba yang diadakan yaitu lomba khusus anak-anak dan lomba kebersihan. Khusus lomba anakanak, dipandu oleh panitia yang dibentuk oleh bapak lurah. Lomba anak-anak dilaksanakan tanggal 4 Agustus, sedangkan lomba kebersihan akan dinilai tanggal 17 Agustus. kebersihan, Agar kampungku warga memenangkan bergotong lomba royong seluruh

membersihkan lingkungan sekitar. Ada yang bertugas membersihkan rumput, membersihkan sungai, mengecat pagar dan memasang bendera. Suasana 17 Agustusan kali ini terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Aku dan Rian

22

membantu memasang bendera. Dewi dan Siti membantu membersihkan rumput. Aku dan kawan-kawanku sangat senang. Ini adalah perayaan 17 Agustus yang paling meriah yang pernah aku rasakan. Kami berharap kampung kami menang dalam lomba kebersihan. Tanggal 17 Agustus telah tiba. Malamnya, seluruh warga termasuk aku, berbondong-bondong menuju balai desa. Acara tersebut berlangsung lama. Aku tidak sabar menunggu hasil lomba kebersihan. Jam menunjukkan pukul 20:45 WIB, hasil lomba akan segera diumumkan. Semua warga yang datang tidak sabar menunggu hasil yang dibacakan oleh ketua panitia. Tibatiba, terdengar suara Kampung Permai sebagai juara I. Kami bersorak-sorai. Itu adalah kampungku. Kami memenangkan lomba kebersihan tersebut. Aku sangat gembira karena aku ikut andil membersihkan lingkungan kampungku.

Berita diatas adalah beutuk berita yang menjelaskan tentang bentuk kegiatan suatu masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 dengan bentuk mengadakan perlombaan kebersihan liungkungan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Mendengarkan Cerita dan Berita, alangkah lebih baiknya kita membicarakan dulu mengenai istilah Mendengarkan Cerita dan Berita itu sendiri.

23

A. 1.

Mendengarkan Cerita dan Berita Pengertian Cerita Mendengarkan cerita adalah menuturkan sesuatu yang

mengisahkan tentang perbuatan atau sesuatu kejadian dan disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain (Bacrtiar S Bachir:2005:10). Sedangkan menurut M.Nur Mustakim (2005: 20), mendengarkan cerita adalah upaya untuk mengembangakan potensi kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkannya kembali dengan tujuan melatih ketrampilan anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan. Dengan kata lain mendengarkan cerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian secara lisan dalam upaya untuk mengembangkan potensi kemampuan berbahasa. a. Jenis cerita Berdasarkan ciri-cirinya cerita dibagi menjadi 2, yaitu: 1) Cerita lama Ceria lama pada umumnya mengisahkan kehidupan klasik yang mencerminkan srtruktur kehidupan manusia di zaman lama. Jenis-jenis cerita lama menurut Desy, (1992:166-167) adalah sebagai berikut: a) Dongeng Cerita tentang sesuatu yang tidak masuk akal, tidak benar terjadi dan bersifat fantasis atau khayal. Dongeng macamnya sebagai berikut: Mite Adalah cerita atau dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang adanya makhluk halus Contoh: Galau Putri Calon Arang Alkisah, hiduplah di suatu desa di Jawa

24

seorang janda sakti dikenal dengan nama Calon Arang bersama putrinya yang cantik, Ratna Manggali. Kesaktian janda ini telah tersiar ke seantero negeri, mengalahkan kabar kecantikan putrinya. Sang Janda tak suka bergaul dengan para penduduk desa lainnya. Ia memilih menyendiri bertapa sehingga orang-orang desa mencurigainya sebagai dukun ilmu hitam atau tukang tenung, karena itulah ia dijuluki Calon Arang. Kecurigaan masyarakat desa baru terbukti kemudian setelah peristiwa pelecehan terhadap Ratna Manggali oleh Rakajasa, putra kepala desa yang ingin menjadikan Ratna sebagai istri ketiganya. Pelecehan itu membuat murka Calon Arang. Ia lantas mengutuk seluruh desa dengan menyebarkan wabah penyakit menular yang mematikan. Wabah ganas itu akhirnya sampai juga ke Daha, ibukota kerajaan Kahuripan yang dipimpin Airlangga. Sang Raja risau dibuatnya dan lalu mencari upaya mengatasi kutukan tersebut. Ia bertambah gundah setelah mengetahui bahwa ternyata si penyebar kutuk adalah ibu kandungnya sendiri. Ya, Calon Arang ternyata adalah ratu kerajaan Bali yang melarikan diri ke Jawa bersama putrinya, Ratna Manggali, adik kandung Airlangga, karena dituduh mempraktikkan ilmu desti (ilmu hitam).

25

Riwayatnya dulu, Calon Arang, selagi masih bernama Mahendradatta, adalah putri raja Kahuripan. Ia kemudian menikah dengan Dharmodayana, raja Bali dari keturunan Warmadewa. Sedangkan kakaknya, Dharmawangsa naik takhta sebagai raja Kahuripan menggantikan sang ayah. Dari perkawinannya dengan raja Bali itu, lahirlah Airlangga yang kemudian hijrah ke Daha dan menikah dengan sepupunya sendiri, putri Dharmawangsa untuk akhirnya mewarisi takhta kerajaan tersebut. Kini, sang raja muda gundah-gulana dilanda dilema. Di satu sisi, ia harus menyelamatkan kerajaan dan rakyatnya dari bencana mematikan itu, di sisi lain, itu berarti ia harus melawan ibu kandungnya sendiri sebagai si pembuat bencana. Sungguh pilihan yang sulit. Konflik batin Airlangga inilah yang coba diangkat oleh Femmy dalam bukunya. Bagaimana seorang pemimpin seperti Airlangga harus bersikap menghadapi kezaliman yang dilakukan oleh ibundanya sendiri? Ia pun mengatur siasat dengan mengutus sahabat setianya, Bahula, untuk menikahi Ratna Manggali. Airlangga berharap, lewat Ratna Manggali, rahasia kesaktian Calon Arang akan bisa terungkap. Akibatnya, perang batin pun juga dialami Ratna Manggali. Menghadapi

26

permohonan Bahula, sang suami, ia harus memilih : ibunya yang sangat dicintainya yang telah menebar teluh atau keselamatan rakyat banyak. Femmy Syahrani & Yulyana contoh Cermin Penunjuk Sifat Buruk Legenda Adalah dongeng tentang kejadian alam yang aneh dan ajaib

Suasana di kamar seorang ratu sebuah kerajaan. Di kamar tersebut, banyak sekali cermin Matahari dari besar baru terpasang saja Ia salah terbit segera satu di dindingnya. sinarnya dan yang dan

masuk ke kamar mem bangunkan sang Ratu tidurnya. bangun cermin menghampiri

terpasang di dinding kamarnya. Sang Ratu tersenyum melihat bayangannya sendiri. Ia 27

lalu duduk di atas tempat tidurnya. Ia mengambil sebuah cermin kecil bergagang yang tergeletak di atas sebuah meja. Ia memandangi tersenyum. bayangan Tanpa dirinya sang sambil Ratu sengaja

menjatuhkan cermin yang dipegangnya, dan cermin itu pecah. Sang Ratu kaget dan marah. Ratu Pengawal 1 Ratu : "Pengawal… cepat ke sini!" : "A-ada apa, Ratu?” : (menunjuk ke bawah) "Kau (Dua orang pengawal datang tergopoh).

lihat, satu cermin milikku pecah, kalian harus segera mencari penggantinya!" Pengawal 2 Ratu : (kebingungan) "Ke mana : "Aku tak mau tahu! Cepat Kedua pengawal itu lalu segera pergi ke pasar kota. Suasana pasar kota ramai. Kedua pengawal berjalan menuju toko tempat sang Ratu biasa membeli cermin. Di sana mereka segera menghampiri seorang bapak tua yang juga pemilik toko. Pengawal 1 : "Kami sedang mencari sebuah cermin untuk sang Ratu. Dapatkah kau membantuku?" Pemilik toko cermin?" Pengawal 2 : "Tapi sekarang, sebuah cermin nya pecah dan sang Ratu ingin : "Sebuah cermin? Bukankah sang Ratu telah me miliki banyak kami harus mencari nya, Ratu?" kalian cari lagi cermin untuk ku!"

28

mendapatkan penggantinya." Pemilik toko Pengawal 1 bisa cermin?" Pemilik toko "Entahlah, aku pun : (kebingungan) sedang kesusahan : "Oh maaf, Tuan! Sejak : "Jadi, di mana lagi kami toko yang menjual dibeli oleh Ratu, cermin di sini sudah habis." menemukan

mencari persediaan cermin untuk dijual.” Kedua pengawal itu lalu keluar dari toko mereka pemuda pohon. cermin. tanpa yang Di Wajah Ketika sengaja sedang mereka sedang melihat duduk di bersandar penuh berjalan, seorang bawah sebuah kebingungan.

dekatnya,

cermin dengan bingkai kotak dari kayu. Kedua pengawal menghampiri pemuda itu. Pengawal 2 kau jual?" Pemuda : (menoleh ke cermin di sampingnya) "Benar Tuan, tapi sejak tadi tak juga ada orang yang mau membeli." Pengawal 1 sang Ratu : (tersenyum) "Kau mujur, akan membeli cerminmu." : "Apakah cermin itu akan

Pemuda : (kaget) "Tapi, tuan cermin itu bukan cermin biasa. Aku takut sang Ratu tidak menyukainya." Pengawal 1 bedanya?" Pengawal 2 : "Sudahlah, kau ikut kami saja ke istana." Si pemuda lalu berjalan : ( b e r k a t a s a m b i l membentak) "Cermin, ya, tetap cermin. Apa

29

menuju istana. Setibanya di istana, kedua pengawal tersebut segera mengantarkan si pemuda ke hadapan Ratu. Ratu Pemuda : "Apakah cermin itu milikmu?" : (berkata dengan takuttakut)

"Benar Ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini." Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi. Ratu Pemuda "Maaf : "Hah…" : (berkata sambil itu menunduk) Ratu, cermin memang bukan

cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk sese orang." Ratu "Lalu, apa : (memandang ke arah pemuda) maksudnya cermin itu me

nunjukkan ada banyak ulat di wajahku?" Pemuda Ratu Pemuda : "Ulat itu adalah lambang dari : (marah) "Kau ingin bilang kalau : "Hamba hanya mengingatkan. keserakahan Ratu." aku serakah?" Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebih walaupun se benarnya tidak begitu penting." Ratu Pemuda Ratu : "Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah?" : "Hamba tahu, tanpa cermin pun terlihat cantik. Tapi,jangan tetap

30

sampai itu membuat Ratu lupa akan rakyat yang Ratu pimpin." Ratu : (terdiam sejenak mendengar jawaban pemuda. Ia tersenyum) "Kau benar anak muda. Aku memang telah me lupakan tanggung jawabku kepada rakyat. Apakah aku harus membuang semua cermin milikku?" Pemuda rakyat : "Lebih baik diberikan kepada saja. Agar setiap kali mereka

bercermin, mereka akan selalu teringat pada Ratu mereka yang bijaksana." Ratu mengangguk-angguk. Ia bahagia mendengar jawaban pemuda tersebut. Ratu Pemuda Ratu : "Lalu, bolehkah aku meminta : "Untuk apa? Bukankah cermin : "Dengan cermin ini, aku cermin milikmu ini?" ini dapat membuat Ratu takut?" berharap dapat memperbaiki sisi buruk yang ada dalam hatiku." Pemuda itu tersenyum dan memberikan cerminnya pada sang Ratu. Sejak saat itu, tak ada lagi seribu cermin yang menghias istana sang Ratu. Hanya ada satu cermin yang tersisa di istana, yaitu cermin penunjuk sifat buruk. Sumber: Bobo, 22 Februari 2007

31

Contoh

Fabel Adalah dongeng tentang kehidupan binatang yang diceritakan seperti kehidupan manusia Rama Harimau

Di sebuah hutan rimba hiduplah seekor harimau besar yang dijuluki Rama Harimau. Rama Harimau terkenal sangat bijaksana dan baik hati. Meskipun ia dikenal sebagai hewan yang kuat, tetapi ia tidak sombong dengan kelebihannya itu. Karena itulah ia dipilih sebagai pemimpin seluruh binatang di hutan. Rama namanya si Harimau Loreng. mempunyai Tidak seperti putra Rama

Harimau yang terkenal sangat bijaksana dan juga dikagumi hewan-hewan di hutan, si Loreng dibenci binatang di hutan. Selain sangat jahil, dia juga sangat sombong. Sering si Loreng menindas binatang yang ada di hutan. Suatu hari si Loreng menemukan sarang semut merah. Segera sarang semut itu ia tutup menggunakan batu. ”Biar saja semut itu mati, lagipula para semut memang terlalu lemah untuk hidup”, 32

kata si Loreng dengan sombong. ”Di mana-mana yang kuat akan selalu dapat bertahan hidup”, lanjutnya. Namun si Loreng tidak tahu kalau semut merah itu selamat dan mengadukan perbuatan si Loreng ke Rama Harimau. Begitu si Loreng pulang, Rama Harimau langsung menegurnya dengan sangat keras. ”Maafkan Loreng, Rama. Loreng berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi.” ”Rama memaafkan kau, Loreng. Tapi kau harus dihukum atas kesalahan yang telah kau lakukan.” kata Rama Harimau. Si Loreng hanya mengangguk pasrah. Esoknya, dengan disaksikan seluruh penghuni hutan, Rama Harimau menghukum si Loreng. Ia harus masuk ke dalam sebuah gua dalam waktu tiga hari dan pintu guanya akan ditutup dengan batu. Rama Harimau berharap putranya yang itu dapat merasakan semut penderitaan pernah dialami

merah. Rama Harimau juga berharap agar putranya dapat mengubah sikap buruknya. Dengan dihukumnya si Loreng, para binatang Rama yang di hutan semakin menghormati Harimau ia tidak Harimau. bersalah Tindakan anaknya Rama sendiri,

mencerminkan kebijaksanaannya. Meskipun segan-segan hukuman menghukumnya setimpal. Setelah dengan menjalani

hukuman, watak si Loreng mulai berubah. Ia tak lagi sombong dan jahil. Kini ia mulai

33

meneladani sikap Rama Harimau, ayahnya. Oleh: Winda Putri Ayuning Tyas Sumber: Kedaulatan Rakyat Saga Adalah dongeng yang berisi kegagahberanian seorang pahlawan yang terdapat dalam sejarah, tetapi cerita bersifat khayal. Contoh AJI SAKA Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang dioerintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan Manusia. Setiap hari prabu dewata cengkar memakan manusia yang dibawa oleh patih Jugul Muda. Sebagian kecil yang resah dan ketakutan, mengungsi secara diam-diam ketempat lalin. Di dusun kawit, ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti mandraguna, rajin dan baik hati. Suatu hari aji saka berhasil menyelamatkan bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun, kemudian oleh bapak tua tersebut aji saka diangkat sebagai anak angkat. Bapak tua yang mengangkat aji saka sebagai anak tersebut ternyata adalah salah satu keluarga pengungsi dari medang kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan prabu dewata cengkar, ahirnya aji saka berniat untuk menolong rakyat medang kamulan tersebut. Dengan mengenakan sorban di kepala, aji saka berangkat ke medang kamulan. Perjalanan ke medang kamulan tidaklah

34

mulus, aji saka sempat bertempur salama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena aji saka menolak untuk dijadikan budak setan penunggu hutan tersebut. Ahirnya dengan kesaktiannya, aji saka berhasil mengelak dari semburan api si setan, sesaat setelah aji saka berdo’a, tibatiba ada sinar kekuning-kuningan dari langit dan langsung menghantam setan tersebut yang sekaligus melenyapkannya. Aji saka sampi di medangkamulang yang sepi. Di dalam istana prabu dewata cengakar murka besar karena pada hari itu patih junggul muda tidak membawakannya manusia untuk di makan. Dengan beraninya aji saka menghadap sang prabu untuk dijadikan santapan sang prabu, akan tetapi aji saka memberikan syarat kepada sang prabu, yaitu aji saka memintak untu diberikan tanah seluas sorban yang dipakai aji saka. Saat mereka sedang mengkur tanah sesuai permintaan aji saka, sorban terus mamanjang hingga melebihi luasnya kerajaan prabu dewata cengkar. Prbu marah besar setelah mengetahui niat aji saka sesungguhnya adalah untuk mengahiri sang prabu. Ketika prabu dewata cengkar marah besar, sorban aji saka melilit tubuh sang prabu yang kemudian aji saka

35

melemparkannya ketengah laut selatan dan prabu dewata cengkar ahirnya tenggelam terseret ombak. Aji saka di angkat sebagai raja di kerajaan medang kamulan dan ayahnya di boyong ke kerajaan. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji saka menghantarkan kerajaan medang kamulan ke zaman ke-emasan, zaman dimana rakyat merasa damai dan sejahtera. b) Hikayat Adalah cerita yang melukiskan raja atau dewa yang bersifat khayal Contoh Hang Tuah Diutus ke Majapahit Raja Melaka mengutus Hang Tuah (Laksamana) mempersembahkan surat dan bingkisan ke hadapan raja Majapahit, mertua baginda. Maka Laksamana pun menjunjung duli. Maka dianugerahi persalin dan emas sepuluh kati dan kain pun baju dua peti. Maka, kepada Laksamana bermohonlah

Bendahara dan Temenggung, lalu berjalan keluar diiringkan oleh Hang Jebat dan Kesturi serta mengirimkan surat dan bingkisan, lalu turun ke perahu. Setelah sudah datang ke perahu, maka surat dan bingkisan itu pun disambut oleh Laksamana, lalu naik ke atas “Mendam Berahi”. Maka Laksamana pun berlayar. Beberapa lamanya berlayar itu, maka sampailah ke Tuban. 36

Maka Rangga dan Barit seketika pun berjalan lamanya kepada utusan Barit naik maka Batara daripada Ketika; ke Majapahit. ke Beberapa Majapahit. Tuanku, Melaka sampailah Majapahit, anakanda

Maka dipersembahkan Patih Gajah Mada “Ya, Ratu

datang bersamasama dengan Rangga dan Laksamana panglimanya.” Setelah Sri Batara mendengar sembah Patih Gajah Mada demikian itu, maka titah Sri Batara, “Jika demikian, segeralah Patih berlengkap.” Maka sembah Patih Gajah Mada, “Ya Tuanku, adapun patik dengar Laksamana itu terlalu sekali beraninya, tiada berlawan pada tanah Melayu itu. Jikalau sekiranya dapat patik hendak cobakan beraninya itu.” Maka titah Sri Batara, “Mana yang berkenan pada Patih, kerjakanlah!” Maka Patih pun menyembah lalu keluar mengerahkan segala pegawai dan priyayi akan menyambut surat itu. Setelah sudah lengkap, maka pergilah Patih dengan segala bunyi-bunyian. Hatta maka sampailah ke Tuban. Maka Laksamana dan Hang Jebat dan Hang Kesturi pun berlengkap memakai pakaian yang indah-indah. Maka surat dan bingkisan itu pun dinaikkan oleh Laksamana ke atas gajah. Maka Laksamana dan Hang Jebat dan Hang Kesturi pun naik kuda. Maka Rangga dan Barit Ketika pun

37

naik kuda mengiringkan Laksmana. Maka di hadapan Laksamana orang berjalan memikul pedang emas bilah dan berikat empat dan empat lembing bilah berhulukan tumbak puluh emas

pengawinanbersampakemas

bersampakkan

bertanam pudi yang merah empat puluh rangkap. Maka segala bunyi-bunyian pun dipalu orang terlalu ramai. Maka surat dan bingkisan itu pun diarak oranglah ke Majapahit. Hatta beberapa lamanya berjalan itu, maka sampailah. Maka Laksamana dan Hang Jebat dan Hang Kesturi pun turun dari atas kuda, berjalan di atas gajah. Maka Rangga pun berjalan serta berkata, “Mengapa maka Laksamana turun dari atas kuda itu? Baik Laksamana naik kuda!” Maka kata Laksamana, “Hai Rangga, adapun adat segala hulubalang Melayu itu, apabila nama tuannya dibawa pada sebuah negeri itu, maka hendaklah sangat-sangat dihormatkan dan takutkan nama tuannya itu. Jikalau sesuatu peri surat nama tuannya itu, sehingga mati sudahlah; yang memberi aib itu sekali-kali tiada ia mau, dengan karena negeri Majapahit itu negeri besar.” Setelah Rangga mendengar kata Laksamana demikian itu, maka ia pun diam, lalu turun berjalan sama-sama dengan Laksamana. Maka surat dan bingkisan itu pun diarak masuk ke dalam kota, terlalu ramai orang melihat terlalu penuh sesak sepanjang

38

jalan dan pasar. Maka kata Patih Gajah Mada pada penjurit dua ratus itu, “Hai, kamu sekalian, hadapan pergilah utusan kamu itu, mengamuk tetapi di engkau

mengamuk itu jangan bersungguh- sungguh, sekadar coba kamu beraninya. Jika ia lari, gulung olehmu sekali. Jika ia bertahan, kamu sekalian menyimpang, tetapi barang orang kita, mana yang terlintang bunuh olehmu sekali, supaya main kita jangan diketahui.” Maka penjurit dua ratus itu pun menyembah, lalu pergi ke tengah pasar. Waktu itu sedang ramai orang di pasar, melihat orang mengarak surat itu. Maka penjurit itu pun berlari-lari lalu sambil di itu menghunus dibunuhnya. gempar, kerisnya, Maka mengamuk di pasar

tengah pasar itu, barang yang terlintang orang berlari-lari kesana-kemari, tiada

berketahuan. Maka penjurit dua ratus itu pun datanglah ke hadapan Laksamana; dan anak bayi priayi di atas kuda itu pun terkejut melihat orang mengamuk itu terlalu banyak, tiada terkembali lagi. Maka barang mana yang dari ditempuhnya, atas kudanya, habis lalu pecah. berlari Maka masuk segala pegawai itu pun habis lari beterjunan kampung orang. Maka segala orang yang memalu bunyi-bunyian itu pun terkejutlah, habis lari naik ke atas kedai, ada yang lari ke belakang Laksamana. Setelah dilihat oleh Laksamana orang gempar itu tiada

39

berketahuan lakunya, maka segala orang yang di hadapan Laksamana itu pun habis lari. Maka prajurit yang dua ratus itu pun kelihatanlah. Dilihat orang yang mengamuk itu terlalu banyak, seperti ribut datangnya, tiada berkeputusan. Maka Laksamana pun tersenyum-senyum seraya memegang hulu keris panjangnya itu. Maka Hang Jebar, Hang Kesturi pun tersenyum-senyum, seraya memegang hulu kerisnya, berjalan dari kiri kanan Laksamana. Maka Rangga dan Barit Ketika pun terkejut, disangkanya orang yang mengamuk itu bersungguh-sungguh. Maka Rangga pun segera menghunus kerisnya, seraya berkata, “Hai Laksamana, ingatingat, karena orang yang mengamuk itu terlalu banyak.” Maka memengkis, begitu, sahut Laksamana yang Hang seraya pula hendak Jebat, katanya,”Cih, orangnya dan mengapa

bukan

digertak-gertak itu.” Maka Laksamana Hang Kesturi pun berjalanlah seorang orang Melayu pun tiada yang undur dan tiada bergerak. Maka kata Laksamana, “Hai segala tuan-tuan sekalian, seorang pun jangan kamu undur dan bergerak. jiika kamu undur, sekarang ini juga kupenggal leher kamu!” Maka dilihat oleh Barit Ketika, orang mengamuk banyak datang seperti belalang

40

itu, maka Barit Ketika pun segera undur ke belakang gajah itu. Maka prajurit yang dua ratus itu pun berbagi tiga, menyimpang ke kanan dan ke kiri dan itu, ke ke hadapan belakang Laksamana mengamuk

Laksamana. Maka Laksamana pun berjalan juga di hadapan gajah itu. Maka prajurit itu pun berbalik pula dari belakang Laksamana. Maka Barit Ketika pun lari ke hadapan berdiri di pun belakang Laksamana itu. Maka, berkata, Laksamana tersenyum-senyum seraya “Cih, mengapa begitu, bukan orangnya yang hendak digertak gerantang itu.” Maka, Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kesturi pun berjalan juga, dengan segala orangnya dan tiada diindahkannya orang mengamuk itu. Maka Rangga, dan Barit Ketika pun heran melihat berani Laksamana dan segala Melayu-melayu itu, setelah dilihat oleh penjurit dua ratus itu, Laksamana dan segala orangnya tiada bergerak dan tiada diindahkannya lawan itu, maka prajurit itu pun mengamuk pula ke belakang Laksamana. Seketika lagi datang pula prajurit itu mengamuk ke hadapan Laksamana, dibunuhnya barang dengan yang tempik terlintang soraknya,

katanya, “Bunuhlah akan segala Melayu itu,” seraya mengusir ke sana kemari barang yang terlintang dibunuhnya. Maka prajurit dua ratus itu pun bersungguh-sungguh

41

rupanya. Maka, sebanyak ini sahut prajurit Laksamana, Majapahit, “Jika tiada,

kuindahkan; tambahkan sebanyak ini lagi, pun tiada aku takut dan tiada aku indahkan. Jikalau luka barang seorang saja akan Melayu ini, maka negeri Majapahit ini pun habislah aku binasakan, serta Patih Gajah Mada pun aku bunuh,” serta ditendangnya bumi tiga kali. Maka bumi pun bergerakgerak. Maka, Laksamana pun memengkis pula, katanya “Cih, tahanlah bekas tanganku baik-baik.” Maka, prajurit itu pun sekonyongkonyong lari, tiada berketahuan perginya. Maka, surat dan bingkisan itu pun sampailah ke peseban. Maka surat itu pun disambut oleh Raden Aria, lalu dibacanya di hadapan Sri Batara. Maka, Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kesturi pun naik ke peseban. Maka segala bingkisan itu pun disambut oranglah. Maka, titah Sri Batara, “Hai Laksamana, kita pun hendak mengutus ke Melaka, menyuruh menyambut anak kita Ratu Malaka, karena kita pun terlalu amat rindu dendam akan anak kita. Di dalam pada itu pun yang kita harap akan membawa anak kita kedua itu ke Majapahit ini hanyalah Laksamana.” Maka, itu.” sembah Laksamana, “Ya Tuanku, benarlah seperti titah andika Batara

42

Maka Batara pun memberi persalin akan Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kesturi dengan selengkap pakaian. Maka titah Sri Batara, “Hai Laksamana, duduklah hampir kampong Patih Gajah Mada.” Maka sembah Laksamana, “Daulat tuanku, mana titah patik junjung.” Maka Sri Batara pun berangkat masuk. Maka Patih Gajah Mada, dan Laksamana pun bermohonlah, tempat oleh lalu Patih keluar Gajah kembali Mada ke rumahnya. Maka akan Laksamana pun diberi hampir kampungnya. Sumber: Bunga Rampai dari Hikayat Lama karya Sanusi Pane, Hal. 105-109 dan 138 c) Cerita berbingkai Adalah cerita yang didalamnya terdapat beberapa cerita sebagai sisipan Contoh Penjual Nasi Para pembeli beramai-ramai menuju

beberapa warung nasi menjelang malam, waktu biasanya mereka makan malam. Kata teman, warung yang banyak pembelinya pasti masakannya enak dan harganya murah. Mungkin saja banyak benarnya. Tidak begitu bagi Rina. “Mbak saya keluar sebentar, cari makan”, katanya kepada teman satu kontrakan. Rina melihat beberapa warung yang dipenuhi pembeli. Dia tidak hiraukan

43

perkataan temannya. Sengaja dia berputarputar mencari warung nasi yang tidak ada pembelinya dikunjungi dan kelihatannya yang tidak janjian biasa beli cewek-cewek

makan. Memang aneh Si Rina, gadis yang sering sekali mendapat teori-teori sosial yang mengungkapkan kemiskinan. besarnya angka-angka tumbuh Sepertinya hatinya

sebagai hati sosial yang sangat peka. Rina.... Rina sampai urusan nasi dikaitkan dengan keprihatinan. mencoba Dengan sedikit ragu, tapi Rina memastikan langkahnya

memasuki warung nasi yang Ia buru. Seorang nenek dengan kebaya ala nenek di rumahnya dengan kerudung yang lebih lazim disebut ikat kepala duduk melihat tayangan campur sari di TV. Nenek itu kontan berdiri menyambut Rina dengan panggilan Nak. Nasi Mbah, 1, bungkus. Rina semakin menajamkan pandangan untuk memilih menu yang sesuai seleranya. Hanya satu yang Ia temukan. “Wah, kalau cuma satu menu tidak enak sama neneknya, tapi tidak ada menu lagi,” dalam batinnya. Agak lama Ia tidak menyebut menu apa lagi. Nenek menawarkan daging ayam. Sambil menunjuk nenek itu menyebut, : “Ayam yang kecil saja Nak, yang besar mahal”. Tampaknya Si nenek membaca kalau Rina mahasiswa yang biasa kekurangan jatah uang saku. Rina setuju walaupun sambil disertai pertanyaan apakah daging itu baru atau sudah dua hari? Jangan-jangan daging itu

44

tidak

laku,

lalu

ditawarkan

pada

dirinya.

Kekhawatirannya dienyahkan karena alasan utamanya bukan menu. Nenek mengambil satu daging ayam besar dibungkuskan beserta nasinya. Rina bertanya-tanya lagi, janganjangan nenek memanfaatkan pembeli dengan harga yang mahal. Di Indonesia banyak sekali ditemui hal-hal demikian. Ia pernah membeli minuman di kereta, pikirnya seperti harga biasanya, tidak tahunya Ia harus membayar 2 kali lipat. Padahal alasan Rina membeli karena ingin menjadi perantara rejeki. Beberapa kali dia kecewa dengan kejadian yang serupa. Penjual juga tidak dapat dikasihani, mereka tidak sama dia jujur, suka memanfaatkan keadaan juga pembeli. ingin Jangan-jangan membeli dulu nenek

seperti penjual-penjual nakal itu? Sebenarnya juga pisang karena goreng, takut terpaksa ditahannya

uangnya tidak cukup. Dasar mahasiswa yang sudah terbiasa kehabisan uang saku. Tidak kenal tanggal muda atau tanggal tua. Gadis kecil dengan face tua yang punya kemauan kuat untuk memberikan sesamanya. sesuatu Di yang berharga pada dadanya

tertanam keinginan kuat untuk mengentaskan kemiskinan, memberikan santunan pendidikan anak-anak yang tidak hidup sebagai aktivis mampu, ingin jadi yang ditakuti dan presiden ideal seperti idolanya, Fidel Castro, disegani pemerintah, ingin jadi penulis yang sangat produktif dan ingin jadi pembicara

45

pada ratusan bahkan ribuan forum kajian. Nenek menyerahkan nasi yang telah dipesannya, dengan menyebut 3000 Nak. Lega rasanya, ternyata uangnya cukup untuk membeli pisang goreng, spontan Ia menambahkan “Pisang goreng 2 Mbah”. Ia pulang dengan emosi yang tercampur aduk, bahagia telah menjadi pembeli warung nasi yang tidak banyak pembeli dan sedih karena masih terus berpikir berapa banyak orang yang berjualan dengan pembeli yang tidak bisa diharapkan di luar sana. Rina, gadis idealis yang sayang belum mampu berbuat banyak untuk memperbaiki keadaan. Namun, dirinya tetap bangga memiliki jiwa sosial. Di kunyahnya perlahan nasi bungkus itu, dia mengunyah perlahan karena takut dagingnya memang benar sudah basi. Dua kunyahan, tiga kunyahan, empat kunyahan, dan benar daging itu basi. Dia mengeluh sejenak, makanan seperti ini masin di jual, tapi segera harus dia maklumi, karena tidak laku jadi dijual lagi sampai habis. Nenek itu mencoba mengais rejeki dari warung kecilnya yang kurang menarik pembeli untuk datang. Disingkirkannya daging agar tidak termakan, dan memakan bagian yang lain. Rina, tidak seharusnya mengecam penjual seperti nenek itu, mungkin Nenek sudah kehabisan cara mencari menjadi penghidupan pembelinya, lainnya. dan carilah Tetaplah warung-

warung serupa untuk menjadi langgananmu.

46

Warung yang tidak banyak dikunjungi orang. Kamu mungkin tidak akan makan enak seperti yang kamu rasakan dari masakan nenek itu, tapi kamu akan merasakan kepuasan telah peduli pada sesamamu. Tuhan akan menilai segala niatan manusia. Dan nasi tidak akan menangis walaupun kau buang sebelum kau habiskan. Any Rufaidah

d) Cerita panji Adalah bentuk cerita seperti hikayat tapi berasal seperti kesusastraan jawa. Contoh Kancil karo asu belang pak wangsa duwe tegal timun saben dina dicolongi kancil pak wangsa nemu akal nggawe wong wongan dioser oseri pulut sekawit kancil wedi marga dianggep wong temenan bareng ditamatake lan ora bisa nguyak ngerti yen kuwi mung wong wongan kancil nyedhaki wong wongan disotho diantemi tangan lan sikile kanggo milara kabeh kelet marga kena pulut si kancil nangis ora bisa uwal pak wangsa teka lega lan seneng banget dene bisa nangkep si kancil kancil dicekel digawa mulih arep dipateni kancil dikurung dhisik ditinggal ngasah peso 47

nalikane ditinggal ngasah peso asu belang marani kurungane kancil asu belang takon genea kancil dikurungi kancil ngapusi yen arep dipek mantu asune kepengin nggenteni kancil kancil ethok ethok ora oleh asune tansaya kepengin wusanane asu mbukaake kurungan kancil metu asune genti mlebu kurungan kancil bungah banget bisa uwal saka ing pati mlayu bablas karo muni selamat tinggal nalika pak wangsa teka arep nyembeleh kancil kaget... dene sing ana jeron kurungan si belang pak wangsa nesu njupuk penthung asune dipala dipenthungi nangis klengkengan asu goblog, bodho gampang diapusi

e) Tambo Adalah cerita mengenai asal-usul keturunan, terutama keturunan raja-raja yang dicampur dengan unsur khayal. Contoh: Mataram-Demak Adalah Seorang Raden Patah yang

menjadi perintis kerajaan Islam di Jawa. Ia disebut-sebut sebagai putra Raja Majapahit Brawijaya V dengan putri asal Campa (kini Kamboja) yang telah masuk Islam. Masa kecilnya dihabiskan di Pesantren Ampel Denta -pesantren yang dikelola Sunan Ampel. Ibu

48

Sunan Ampel (istri Maulana Malik Ibrahim) juga putri Patah penguasa Campa diri ketika dari Majapahit kekuasaan melemah dan terjadi pertikaian internal, Raden melepaskan Majapahit dan membangun Kesultanan Demak. Dalam konflik dengan Majapahit, ia dibantu Sunan Giri. Berdirilah Kesultanan Demak pada 1475 atau beberapa tahun setelah itu. Kelahiran Demak tersebut mengakhiri masa Kerajaan Majapahit. Konon sebagian penganut Hindu kemudian hijrah ke Bali dan sebagian mengasingkan diri ke Tengger. Babad Tanah Jawi menyebutkan bahwa pengganti Raden Patah adalah Pangeran Sabrang Lor. Dia yang menyerbu Portugis di Malaka pada 1511. Pangeran Sabrang Lor ini tampaknya adalah Dipati Unus menurut sumber Portugis. Pada 1524-1546, kekuasaan Demak dipegang oleh Sultan Trenggono yang dilantik oleh Sunan Gunung Jati -Sultan Cirebon yang juga salah seorang "walisongo". Dalam Indonesia" Indonesia, buku yang "Sejarah Ummat Majelis Islam Ulama diterbitkan

Trenggono

banyak

membuat

langkah besar. Pada masanya, Sunda Kelapa (kini Jakarta) digempur. Berbagai wilayah lain ditaklukkannya. Namun ia tewas dalam pertempuran menaklukkan Panarukan - Jawa Timur. Ia diganti adiknya, Sunan Prawoto, yang lemah. Banyak adipati memberontak. Prawoto dibunuh Adipati Jipang, Ario Penangsang. Demak berakhir. Jaka Tingkir atau Sultan

49

Adiwijaya -menantu Trenggono-memindahkan kerajaan ke Pajang. Atas bantuan Senopati, anak Ki Ageng Pemanahan, Ario Penangsang dapat dikalahkan. Senopati dijadikan menantu Sultan. Begitu Adiwijaya wafat, dia mengambil alih kekuasaan dan memindahkannya ke Mataram. Senopati berkuasa dengan tangan besi. Legenda rakyat menyebut Ki ia membunuh dengan ing 1613. menantunya digantikan Krapyak Krapyak, sendiri, anaknya, yang Mas Mangir,

menghantamkan kepala korban ke batu. Ia Pangeran Seda meninggal Rangsang pada yang

Pemerintahan dilanjutkan oleh anak Seda ing kemudian bergelar Sultan Agung (1613-1645). Sultan Agung memegang erat kekuasaan dengan gaya yang anggun. Wilayah demi wilayah Mataram. ditaklukkannya Adipati untuk di tunduk ke Ukur Sumedang

diserangnya. Panembahan Kawis Gua -pelanjut Sunan Giri- berhasil dibekuk dan ditawan di Mataram. Blambangan digempur. Kesultanan perkawinan. yang Cirebon Sultan diikatnya Agung dengan menikah lalu Putri

dengan Pangeran Cirebon. Adipati Surabaya memberontak dikalahkannya, Pangeran Pekik, putra adipati itu diambilnya sebagai menantu. Ia juga mengirim menggunakan kapal utusan ke Mekah, Inggris, untuk

memperoleh gelar Sultan. Tahun 1641, gelar

50

itu diperolehnya. Jadilah Mataram bukan hanya pusat kekuasaan namun juga pusat Islam di Jawa. Sultan Agung mengubah penanggalan Jawa dari Tahun Saka menjadi Tahun Hijriah. Ia juga memerintahkan para pujangga kraton untuk menulis 'Babad Tanah Jawi'. Setelah era Demak, Sultan Agung adalah satu-satunya kekuasaan yang berani menggempur asing. Pada 1618, VOC Belanda bertikai dengan Jepara yang berada di pihak Mataram. Pada 1628 dan 1629, Sultan Agung dua kali menyerang markas VOC di Batavia. Upayanya gagal setelah gudang persediaan makanannya dibakar Belanda. Pada Februari 1646, Sultan Agung wafat. Ia dimakamkan di puncak bukit imogiri /daerah wonosari jogya, komplek pemakaman yang dibangunnya pada 1631,dan sekarang menjadi komplek pemakaman raja raja tarh Mataram dari Solo dan Jogyakarta Sang menganti Madura, anak, Amangkurat Ia II, seorang seorang ambisius. Ia ingin sesegera mungkin naik tahta ayahnya. Trunojoyo, bersama untuk memberontak.

Trunojoyo menguasai kerajaan. Pada 1677 itu, di saat rakyat tertimpa musibah kelaparan hebat, Amangkurat I terlunta-lunta mengungsi hingga meninggal di daerah Tegal. Sejak Amangkurat I,nampaknya kekuasaan di Jawa sepenuhnya dalam pengaruh pihak Belanda. Amangkurat dengan Belanda II kemudian untuk berkoalisi mengalahkan

51

Trunojoyo. Bahkan Amangkurat II menikam sendiri perut sahabat dekatnya tersebut. Amangkurat II ini yang menurunkan Dinasti Pakubuwono di Solo dan Hamengkubuwono di Yogya. Dinasti Dari Pakubuwono kemudian Sedangkan pecah dari Mangkubumi.

Hamengkubuwono lahir Dinasti Paku Alam. http://www.jawapalace.org 2) Cerita baru Cerita baru adalah bentuk karangan bebas yang tidak berkaitan dengan sistem sosial dan struktur kehidupan lama. Cerita baru dapat dikembangkan dengan menceritakan kehidupan saat ini dengan keanekaragaman bentuk dan jenisnya. Contoh: Kegiatan Keluarga Pak Abas Angga adalah anak yang pandai di kelasnya. Selain rajin, ia juga patuh kepada orang tuanya. Ia juga disenangi oleh teman-temannya karena ramah dan tidak sombong. Pak Abas adalah ayah Angga. Ia seorang guru SMA di kotanya. Untuk menambah penghasilan keluarganya, Pak Abas memelihara ayam di kebun belakang rumah. Angga rajin membantu ayahnya memberi makan ayam-ayam dan membersihkan kandang setelah salat subuh. Sementara Anggi, adiknya, baru duduk di kelas satu. Ia rajin menyapu lantai rumah, membersihkan kaca jendela, dan membantu ibu menyiapkan sarapan pagi. Tepat pukul enam pagi, seluruh anggota keluarga sudah rapi dan siap di depan meja makan. Mereka makan 52

pagi bersama, kemudian berangkat ke tempat kegiatan masing-masing. Pada siang hari, Angga dan Anggi pulang dari sekolah. Mereka segera berganti pakaian dan mencuci tangan. Lalu, mereka beristirahat dengan menonton televisi sambil menunggu ayahnya pulang. Setelah ayahnya pulang, mereka makan siang bersama. Selanjutnya, mereka beristirahat sambil mendengarkan cerita tentang pengalaman masingmasing di sekolah. Tak lama kemudian, Pak Abas dibantu Angga memberi makan dan mengganti air minum ayamnya, sementara Anggi membantu ibu mencuci piring di dapur.

Setelah semua pekerjaan selesai, Angga dan Anggi mengulangi pelajaran yang didapatkannya hari itu. Jika mengalami kesulitan, mereka menanyakan kepada ayah. Pak Abas menunggui mereka belajar sambil membaca buku atau koran. Selesai mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh ibu guru di sekolah, Angga bermain ke tanah lapang. Sore harinya setelah salat magrib, keluarga

53

Pak Abas sudah siap di depan meja makan. Mereka makan malam dengan lahap, kemudian bercakap-cakap sebentar sambil menonton televisi di ruang tengah. Setelah itu, Angga dan Anggi masuk ke kamar masing-masing untuk belajar. Tepat pukul sembilan malam Angga dan Anggi tidur. (K. Darmadi, 2007)

b. Bentuk cerita Cerita terbagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu cerita fiksi dan cerita non fiksi 1) Cerita fiksi adalah cerita yang isinya berdasakan imajinasi atau hayalan si pengarang cerita, biasanya cerita fiksi berbentuk dongeng atau cerita rakyat. Bagi anak didik SD/MI cerita fiksi biasanya menjadi sangat menarik, di karenakan pentokohan dalam cerita fiksi sengaja dibuat serupa dengan alam imajinasi anak didik Seperti contoh cerita dibawah ini Cerita fiksi SERUNI Seruni, gadis cilik berusia enam tahun. Dia hidup bersama ibu dan kakak perempuannya. Sang ayah meninggal dalam kecelakaan. Kini, ibunyalah yang menanggung beban hidup keluarganya.

54

Seruni lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dia tidak memiliki teman. Bahkan, kakaknya juga tidak mempedulikannya. Seruni terlahir sebagai gadis cilik yang bisu dan tuli. Seruni hanya dapat bermain dengan ibu dan kawan khayalannya. Sampai suatu hari, dia bertemu dengan Diah. Diah adalah anak yang baik hati dan dapat dipercaya. Baru kali ini, Seruni bertemu dengan orang yang mampu memahami dirinya. Sejak kedatangan Diah, Seruni lebih riang. Dia dapat berkomunikasi Kini, dengan jemari lincah. menggerakkan Seruni Ia dapat dapat jemarinya, sebagai bahasa isyarat. Diah yang mengajarkannya. bergerak dengan

mengungkapkan isi hatinya. Ada satu keinginan yang disampaikan Seruni kepada Diah. Seruni ingin mendengar, walaupun hanya sehari. Suatu hari, Seruni mengalami kecelakaan. Peristiwa ini menyebabkan Seruni tidak mampu 55

lagi menggerakkan jemarinya. Dia pun kehilangan semangat h idu pya. Sumber : Majalah fantasi kids Januari 2005

Kisah Seruni ini banyak memberikan pelajaran berharga bagi pembaca. Cerita ini berusaha mengenalkan pelajaran arti hidup, terutama bersyukur atas sesuatu yang diberikan Tuhan. Kecacatan tubuh bukanlah segala-galanya untuk ditangisi. Rasa kasih sayang antarsesama bukan sekadar milik orang yang diciptakan sempurna keadaan badannya. Justru kitalah yang harus sadar mengasihi orang yang tidak memiliki kesempurnaan badan. 2) Cerita non fiksi adalah cerita yang isinya berdasarkan kejadian nyata seperti sejarah kebudayaan, laporan, dan karya ilmiyah. Oleh karena peserta didik seringkali lebih menyukai cerita fiksi maka cerita nonfiksi pada proses pembelajaran hanya di terangkan atau di ajarkan hanya sebatas pada pengenalan ciri-cirinya saja. Padahal ketika dilihat dari kesesuaian alur cerita antara antara cerita fiksi dengan cerita non fiksi, maka hampir bisa dipastikan sebagian besar alur cerita memiliki kesamaan yaitu pada pewatakan dan pengkarakteran dari para tokoh cerita, hanya saja yang bembedakan adalah lingkup basis produksi dalam cerita dan jenis-jenis penandaan antropologis dalam cerita. Berangkat dari gambaran tersebut, yang kemudian harus diperhatikan oleh guru pengajar Bahasa Indonesia adalah bagaiman agar dapat manyajikan cerita nonfiksi sehingga dapat diterima dan dipahami lebih mudah oleh anak didik. Lihat contoh cerita nonfiksi dibawah ini.

56

Cerita non fiksi T r a d i s i P a n e n M a d u d i Peda la ma n Suma tra "Auooooo ! Hai teman-teman, kini Tibro

sedang ada di pedalaman hutan di Sumatra". Sttt...meski memanjat-manjat pohon,Tibro bukan jadiTarzan I h o .Tibro sedang ikut sebuah tradisi masyarakat pedalaman, yaitu upacara memetik madu lebah di pohon sialang. Ingin tahu k a n cerita lengkapnya?"

Pohon Sialang Pohon Rezeki Masyarakat di pedalaman hutan Sumatra, tepatnya di perbatasan antara Jambi dan Palembang, memelihara pohon sialang. Ini bukan pohon sembarang pohon. Bagi mereka, pohon sialang bisa disebut sebagai pohon rezeki. Maklum, di ujungujung dahan pohon ini bergantung sarangsarang lebah madu. N a h , madu-madu inilah yang menjadi sumber penghasilan mereka 57

untuk menjalani kehidupan. Pohon sialang memang salah satu pohon asli yang tumbuh di hutan. Ukurannya sangat tinggi. Rata-rata bisa mencapai 50 m dari permukaan tanah. Batangnya bisa berdiameter 2 m. Besar sekali, ya! Pohon ini biasanya tidak berdaun. Di sinilah bergantungan sarang tawon atau lebah. Sttt... setiap dahan pohon biasanya ditempati 20 sarang dan pada setiap pohon dapat ditemukan 100 hingga 200 sarang lebah. Panen Madu Panen madu dilakukan sesuai dengan hukum adat yang berlaku. Biasanya, dilakukan di malam hari saat bulan tidak bersinar. Hal itu karena apabila ada cahaya dan lebah yang masih begadang beterbangan, proses pengambilan madu akan terganggu. Setiap pemetikan madu di satu pohon biasanya dilakukan oleh lima orang. Satu orang yang disebut juragan muda akan memanjat pohon dan diiringi oleh dua orang juragan tua. Sementara, dua orang lainnya memanjatkan doa dan berjaga-jaga di sekitar pohon. Obor Kulit Pohon Para juragan ini memanjat pohon melalui tangga muda yang terbuat dari kayu dari bulat yang kulit pohon disambung-sambung. Sambil memanjat, juragan membawa obor kepayang. Kulit pohon ini sangat mudah memijar, tetapi tidak menimbulkan api Setelah memijar, kulit pohon ini akan

58

rontok berjatuhan. Di saat inilah, lebahlebah akan mengejar rontokan pijar obor yang jatuh seperti kembang api. Tentu saja, para juragan pemanjat pohon ini akan leluasa memetik madu yang ditinggal oleh para penjaganya. Berdendang Mantra Saat memanjat pohon ini, juragan muda juga menumbai. Menumbai adalah mendendangkan pantun-pantun mantra. Tujuan dari m enum bai adalah agar para lebah tertidur dan tidak mengganggu pemetik madu ketika berada di puncak pohon atau dekat dengan sarang yang akan dipetik. Isi mantranya ternyata rayuan gombal pada lebah yang sudah tidur. Jika ternyata masih ada beberapa ekor yang menyengat, juragan muda tetap tenang dan tidak marah. Berkalikali hingga lagu. pula ia mendendangkan muda tetap mantra selesai Isinya

pemetikan. Saat turun dari pohon pun, juragan mendendangkan pamitan dan hiburan kepada lebah agar tidak gundah atau sedih karena madunya diambil. Jadi, kan? Pembagian Hasil Sesuai hukum adat pula, hasil dari panen madu ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Hasil madu dibagi sesuai ketentuan yang berlaku. Pekerja pengambil madu akan mendapatkan 20% dari panen yang dihasilkan. Kepala suku juga mendapat jatah 20% dan seluruh proses memetik madu diiringi dengan dendangan mantra yang merdu. Asyik,

59

seluruh anggota suku mendapatkan 60%. Hasil madu ini dijual kepada para pedagang antar pulau. Tentu saja setiap setelah panen madu, kehidupan upacara Sumber: Orbit, No.10 Tahun 2005 mereka menjadi lebih makmur. Biasanya, mereka juga mengadakan beberapa

c.

Manfaat mendengarkan cerita Menurut Tadkiroatun Musfiroh, (2005:95) ditinjau dari beberapa aspek, manfaat mendengarkan cerita sebaga beripkut: 1) Membantu pembentukan pribadi dan moral anak 2) Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi 3) Memacu kemampuan verbal anak 4) Merangsang minat menulis anak 5) Merangsang minat baca anak 6) Membuka cakrawala pengetahuan anak Sedangkan menurut Bachtiar S. Bachri (2005: 11), manfaat mendengarkan cerita adalah dapat memperluas wawasan dan cara berfikir anak, sebab dalam mendengarkan cerita anak mendapat tambahan pengalaman yang bisa jadi merupakan hal baru baginya. Manfaat mendengarkan cerita dengan kata lain adalah menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi sehingga dapat memperluas wawasan dan cara berfikir anak. Banyak orang tidak menyadari betapa besar pengaruh cerita bagi perkembangan bahasa anak, bahkan sampai membentuk budayanya.Pengaruh cerita, membaca cerita dan mendengarkan cerita yang demikian besar menjadi salah satu alasan bagaimana cerita yang baik.

60

Cerita juga dapat digunakan oleh orang tua dan guru sebagai sarana mendidik dan membentuk kepribadian anak melalui pendekatan transmisi budaya (Suyanto & Abbas,2001). Melalui kegiatan ini, transmisi budaya terjadi secara alamiah, bawah sadar dan akumulatif hingga jalin menjalin membentuk kepribadian anak. Mendengarkan cerita menjadi sesuatu yang penting bagi anak karena beberapa alasan: 1) Mendengarkan cerita merupakan alat pendidikan budi pkerti yang paling mudah di cerna anak 2) Mendengarkan cerita merupakan metode dan materi yang dapat di integrasikan dengan dasar ketrampilan lain, yakni berbicara, membaca dan menulis. 3) Mendengarkan cerita memberi ruang lingkup yang bebas pada anak untuk mengembangan kemampuan bersimpati dan berempati 4) Mendengarkan cerita memberikan “pelajaran” budaya dan budi pekerti yang memiliki retensi lebih kuat dari pada “pelajaran” budi pekerti yang diberikan melalui penuturan atau perintah langsung. 5) Mendengarkan cerita memberi contoh pada anak bagaimana menyikapi suatu permasalan dengan baik, sekaligu memberi “pelajaran” pada anak bagaimana cara mengendalikan keinginan-keinginan yang dinilai negative oleh masyarakat. Arti pentingnya cerita bagi perkembangan anak tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru dalam mentransmisikan nilainilai luhur kehidupan dalam bentuk cerita atau dongeng.Kemampuan gurulah yang sebenarnya menjadi tolak ukur kebermaknaan mendengarkan cerita. Tanpa itu dongeng dan cerita tidak akan memberikan makna apa-apa bagi anak. d. Manfaat Mendengarkan cerita Bagi Perkembangan Anak

61

Cerita merupakan kebutuhan universal manusia, dari anakanak hingga orang dewasa. Bagi anak-anak, cerita tidak sekedar memberi manfaat emotif tetapi juga membantu pertumbuhan mereka dalam berbagai aspek. Oleh karena itu mendengarkan cerita merupakan aktivitas penting dan tak terpisahkan dalam program pendidikan untuk anak usia dini. Cerita bagi anak memiliki manfaat yang sama pentingnya dengan aktivitas dan program pendidikan itu sendiri. Ditinjau dari berbagai aspek, manfaat tersebut akan diuraikan sebagai berikut: 1) Membantu pembentukan pribadi dan moral anak Cerita sangat efektif untuk mempengaruhi cara berfikir dan cara berperilaku anak karena mereka senang mendengarkan cerita walaupun dibacakan secara berulang-ulang. Pengulangan imajinasi anak, dan nilai kedekatan guru dan orang tua membuat cerita menjadi efektif untuk mempengaruhi cara berfikir mereka. Cerita mendorong perkembangan moral anak karena beberapa sebab, yaitu sebagai berikut: a) Menghadapkan siswa kepada situasi yang mengandung “konsiderasi” yang sedapat mungkin mirip dengan yang dihadapi siswa dalam kehidupan. b) Cerita dapat memancing siswa menganalisis situasi, dengan melihat bukan hanya yang nampak tetapi juga sesuatu yang tersirat didalamnya,untuk menemukan isyarat-isyarat halus yang tersembunyi tentang perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain. c) Cerita mendorong siswa untuk menelaah perasaan sendiri sebelum ia mendengar respon orang lain untuk dibandingkan. d) Cerita mengembangkan rasa konsiderasi yaitu pemahaman dan penghayatan atas apa yang diucapkan/dirasakan tokoh hingga akhirnya anak memiliki konsiderasi terhadap tokoh lain dalam alam nyata

62

2) Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi Anak-anak membutuhkan penyaluran imajinasi dan fantasi tentang berbagai hal yang selalu muncul dalam pikiirannya. Masa usia pra sekolah merupakan masa-masa aktif anak berimajinasi. Tak jarang anak “mengarang” suatu cerita sehingga oleh sebagian orang tua dianggap sebagai kebohongan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya, imajinasi anak-anak sedang membutuhkan penyaluran. Salah satu tempat yang tepat adalah cerita. Anak membutuhkan dongeng atau cerita karena beberapa hal: a) Anak membangun gambaran-gambaran mental pada saat guru memperdengarkan kata-kata yang melukiskan kejadian. b) Anak memperoleh gambaran yang beragam sesuai dengan latar belakang pengetahun dan pengalaman masing-masing. c) Anak memperoleh kebebasan untuk melakukan pilihan secara mental. d) Anak memperoleh kesempatan menangkap imajinasi dan citraan-citraan cerita: citraan gerak, citraan visual, dan auditif.

63

3) Memacu kemampuan verbal anak Cerita yang bagus tidak sekedar menghibur tetapi juga mendidik, sekaligus merangsang perkembangan komponen kecerdasan linguistik yang paling penting yakni kemampuan menggunakan bahasa untuk mencapai sasaran praktis. Selama menyimak cerita, anak belajar bagaimana bunyibunyi yang bermakna diajarkan dengan benar, bagaimana kata-kata disusun secara logis dan mudah dipahami, bagaimana konteks dan konteks berfungsi dalam makna. Memacu kecerdasan linguistik merupakan kegiatan yang sangat penting. Pernyataan ini didukung oleh pendapat sejumlah ahli, bahwa diantara komponen kecerdasan yang lain, kecerdasan linguistiklah yang mungkin merupakan kecerdasan yang paling universal. Cerita mendorong anak bukan saja senang menyimak cerita, tetapi juga senang mendengarkan cerita atau berbicara. Anak belajar tentang tata cara berdialog dan bernarasi dan terangsang untuk menirukannya. Kemampuan pragmatik terstimulasi karena dalam cerita ada negosiasi, pola tindak-tutur yang baik seperti menyuruh, melarang, berjanji, mematuhi larangan dan memuji. Memacu kemampuan mendengarkan cerita anak merupakan sesuatu yang penting, karena beberapa alasan, yaitu pertama anak memiliki kosa kata cenderung berhasil dalam meraih prestasi akademik. Kedua, anak yang pandai berbicara memperoleh perhatian dari orang lain. Hal ini penting karena pada hakikatnya anak senang menjadi pusat perhatian dari orang lain. Ketiga, anak yang pandai berbicara mampu membina hubungan dengan orang lain dan dapat memerankan kepemimpinannya dari pada anak yang tidak dapat berbicara. Berbicara baik mengisyaratkan latar belakang yang baik pula. Keempat, anak yang pandai berbicara akan memiliki

64

kepercayaan diri dan penilaian diri yang positif, terutama setelah mendengar komentar orang tentang dirinya. 4) Merangsang Minat menulis Pengaruh cerita terhadap kecerdasan bahasa anak diakui oleh Leonhardt. Menurutnya cerita memancing rasa kebahasaan anak - anak yang gemar mendengar dan membaca cerita akan memiliki kemampuan berbicara, menulis dan memahami gagasan rumit secara lebih baik (Leonhardt,1997:27). Ini berarti selain memacu kemampuan berbicara, menyimak cerita juga merangsang minat menulis anak. 5) Merangsang minat baca anak Mendengarkan cerita dengan media buku, menjadi stimulasi yang efektif bagi anak TK, karena pada waktu itu minat baca pada anak mulai tumbuh. Minat itulah yang harus diberi lahan yang tepat, antara lain melalui kegiatan mendengarkan cerita. Menstimulasi minat baca anak lebih penting dari pada mengajar mereka membaca, menstimulasi memberi efek yang menyenangkan, secara dipaksa. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memupuk minat baca anak berkaitan dengan mendengarkan cerita adalah sebagai berikut: a) Biarkan anak memilih sendiri buku cerita yang dibacakan guru. Dalam hal ini, guru mempersiapkan beberapa buku yang hendak dibacakan, dan anak memilih buku cerita mana yang akan dibacakan guru. b) Persiapkan buku-buku yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, baik tulisan, piliha kata, isi cerita, panjang cerita, maupun ilustrasinya. sedangkan mengajar seringkali justru membunuh minat baca anak, apalagi bila hal tersebut dilakukan

65

c) Bawalah anak –anak ke perpustakaaan atau TK yang menyediakan bahan bacaan. d) Bacakanlah cerita dengan lafal yang baik dan menarik. Tunjukkan jari kelambang tulis. 6) Membuka cakrawala pengetahuan anak Setiap anak pada hakekatnya sangat tertarik untuk mengenal dunia, dan karena dunia ini cenderung berkaitan dengan budaya dan identitas banyak orang, maka anak juga tertarik untuk mengenal budaya dan ras lain. Cerita kadang menyimpan daya rangsang tinggi untuk memicu daya eksplorasi anak tentang lingkungan. Kegiatan mendengarkan cerita dapat memperluas wawasan dan cara berfikir anak, sebab dalam kegiatan mendengarkan cerita anak mendapat tambahan pengalaman yang bisa jadi merupakan hal baru baginya, atau juga seandainya bukan merupakan hal baru tentu akan mendapatkan kesempatan untuk mengulang kembali ingatan akan hal yang pernah didapat atau dialaminya.

66

2. Berita adalah

Pengertian Berita proses penyampaian pesan yang lebih

menekankan pada validitas pesan itu sendiri yaitu penekanan pada 5W 1H (apa, kenapa, kapan, siapa, dimana, dan bagaimana), dalam ber peri laku tentunya kita membutuhkan suatu penjelasan tentang sesgala sesuatu yang berada di luar kita, dengan begitu kita akan dapat dengan mudah untuk memahami segala sesuatu yang dapat kita tangkap dan yang dapat kita terima dari berita, begitu juga sebalinya oleh karenanya dengan kita mempelajari tentang berita di harapkan kita dapat memahami antar satu dengan yang lainnya dan saling dapat memenuhi kebutuhan hidup kita khususnya kebutuhan akan informasi. a. Memahami teks berita Tahapan dalam mempelajari dan memahami materi Mendengarkan cerita dan berita adalah Mendengarkan Pembacaan Teks Berita, Menemukan Isi Pokok Berita, dan memahami Sinonim dan Antonim dalam Teks Berita. 1) Mendengarkan Pembacaan Teks Berita Hal terpenting saat mendengarkan pembacaan sebuah teks berita adalah dapat menemukan isi pokok berita sebagai isu utamanya. Apabila belum ditemukan isi pokok berita, berarti kamu belum berhasil dalam menemukan informasi penting dalam berita tersebut dengarkan pembacaan contoh teks berita berikut! Berdoa Bersama demi Keselamatan Bangsa Semarang - Sabtu (4/8) malam, pelataran hingga bukit Vihara Gunung Kaling bertaburan cahaya ribuan ilin. Pelita oleh kecil tersebut pemuda besar dinyalakan bersama ratusan

Buddhayana tatkala delapan pelita 67

secara simbolis dinyalakan oleh bikhu-bikhu Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Sangha Agung Indonesia (SAI), Muspida Provinsi, Plt Bupati Semarang, dan panitia kegiatan ritual Sejuta Pelita Sejuta Harapan (SPSH). Kegiatan ini semakin meriah karena diikuti sedikitnya 3.000 umat Buddha se-Jateng. Ketua panitia Hariyono yang juga Waki Ketua III MBI Jateng menjelaskan, ritual SPSH ini dalam rangka memperingati Hari Asadha (yang digelar serentak di Indonesia) dan HUT ke-52 MBI. “Bangsa ini sedang dirundung berbagai musibah. Atas dasar keprihatinan itulah MBI mengambil inisiatif untuk mengadakan ritual SPSH. Doa bersama ini semoga menuntaskan permasalahan papar Hariyono. Persembahan 80.000 pelita tersebut sebagai ungkapan bakti umat Buddha kepada Sang Tri Ratna. Pelita sebagai simbol penerang dan pengorbanan untuk sesama yang berdasar cinta kasih universal. Sejuta pelita tersebut adalah lambang cahaya untuk melenyapkan kemalangan yang menimpa bangsa Indonesia. Sebelum dilakukan penyalaan sejuta pelita, panitia mengambil sumber api abadi dari Mrapen, Grobogan. Kebersamaan bangsajuga terlihat dari ritual ini karena SPSH dihadiri perwakilan Konferensi Majelis Wali Ulama Gereja Indonesia Indonesia (MUI), (KWI), bangsa yang bertubi-tubi,”

Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin).

68

(Dikutip dengan perubahan dari Suara Merdeka, 5 Agustus 2007 hlm. 2)

Saat menyimak pembacaan berita yang dilakukan teman, siapkan alat tulis untuk mencatat isu-isu yang muncul dalam berita tersebut dan tuliskan sebagai isi pokok berita. Gunakan tabel di bawah ini untuk mengerjakan! Judul berita Sumber Isi Pokok Berita

2) Menemukan Isi Pokok Berita Pemuatan berita pada surat kabar, umumnya berisi sebuah isu yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat/orang banyak. Contoh teks berita yang disajikan di atas merupakan pemberitaan tentang wujud kerukunan umat beragama dalam kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi bangsa yang carut marut. Beberapa isu yang menyertai pemunculan berita tersebut, misalnya mengapa perlu diadakan acara doa bersama? Siapa yang menyelenggarakan acara tersebut? Untuk itu, kamu perlu berlatih untuk dapat menemukan isu utama sebagai isi pokok sebuah berita. Latihan ini dapat kamu lakukan dengan rajin mendengarkan berita yang disiarkan melalui media elektronik, baik radio maupun televisi Kegiatan mendengarkan berita juga dapat kamu lakukan di dalam kelas atas rekaman berita yang telah disiapkan oleh gurumu. Jika di sekolahmu belum tersedia sarana alat perekam, kamu dapat menggunakan teks berita dalam buku ini untuk melakukan kegiatan mendengarkan berita.

69

3) Memahami Sinonim dan Antonim dalam Teks Berita Pada saat menyimak pembacaan teks berita yang dilakukan temanmu, tentu kamu menemukan bentuk-bentuk pertalian makna kata sebagai sinonim dan antonim. Apa sinonim dan antonim itu? Marilah kita pelajari lebih dahulu teori kebahasaan! Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan. Contoh: ciri = tanda benar = betul agar = supaya rajin = giat hemat = irit

Contoh dalam kalimat: Pak Iwan meninggal dunia pada hari Kamis. Pak Iwan wafat pada hari Kamis. Baju yang dikenakan Aulia sangat cantik. Baju yang dikenakan Aulia sangat indah. Antonim disebut juga lawan kata, yaitu hubungan antara satu kata dengan kata yang lain yang dianggap berlawanan. Contoh: siang > < malam pulang > < pergi kaya > < miskin panjang> < pendek hidup > < mati

70

Contoh dalam kalimat: Orang yang kaya itu membeli mobil. Orang yang miskin itu tidak dapat membeli mobil. Rambutnya panjang sekali. Rambutnya pendek sekali b. Memahami Sifat-sifat berita Menurut sifatnya berita trbagi menjadi 3 (tiga). Pertama Kabar Berita, Kedua berita yang bersifat perintah dan Larangan, dan ketiga berita yang bersifat ajakan atau himbauan. 1) Kabar berita Berita yang disampaikan hanya sebatas penyampaian informasi kepada yang membutuhkan informasi, biasanya tentang beberapa kejadian di masyarakat, bencana alam, ramalan cuaca, kerusakan lingkungan, dan hal-hal baru yang terkait dengan kepentingan individu maupun masyarakat umum. Berikut contoh berita (kabar berita) BBM Alternatif Bisa Diperbaharui dan Ramah Lingkungan Akhir-akhir BBM alternatif ini kita sering segera mendengar dicari dan

orang berbicara tentang BBM alternatif. Katanya harus dipergunakan. Mengapa, ya? BBM atau bahan bakar minyak yang biasa kita gunakan adalah bensin, solar, dan minyak tanah. BBM itu diambil dari dalam tanah. BBM berasal dari fosil yang sudah terkubur selama jutaan tahun. Meski jumlahnya cukup banyak, kalau diambil terus-menerus, lama-lama akan habis. Kita kan tak bisa menggantinya.

71

Sekarang saja, katanya persediaan BBM di perut bumi sudah tinggal sedikit. Bisa Bikin Polusi Asap knalpot kendaraan hasil pembakaran BBM juga tidak ramah lingkunganIa menjadi penyebab utama polusi udara. BBM yang dipakai untuk menjalankan kendaraan atau menjalankan mesin pabrik, menghasilkan zat beracun seperti CO2 dan CO. Zat-zat itu bila dihirup bisa menyebabkan gangguan pernapasan, bahkan bisa menyebabkan kanker. Dari Tanaman dan Hewan Nah, dari dua alasan itulah rupanya para ahli menyarankan kita semua untuk segera mencari dan menggunakan BBM alternatif. BBM alternatif adalah BBM lain selain BBM tadi. BBM alternatif harus bisa diperbaharui dan ramah lingkungan. Eh, ternyata banyak lho, BBM alternatif yang sudah ditemukan. Tetapi kita belum mengenalnya karena belum diperbanyak dan diperjualbelikan. BBM alternatif itu berasal dari tumbuh-tumbuhan dan lemak serta kotoran hewan. Yuk kita lihat beberapa BBM alternatif itu! Minyak Buah Jarak Pohon jarak biasanya ditanam Pak Tani untuk pagar atau pembatas tanah. Daunnya diambil untuk makanan ternak. Dari hasil penelitian, ternyata buah jarak bisa dijadikan

72

minyak yang kualitasnya sama dengan solar. Cara membuatnya sederhana sekali. Begini! 10 kg buah jarak dikukus selama satu jam kemudian diblender. Setelah itu diperas hingga minyaknya keluar. Biasanya 10 kg buah jarak bisa menghasilkan sekitar 3,5 liter. Nah, minyak itulah yang bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Sumber: Repro Bobo, 18 Agustus 2005 Gas Kotoran Ternak Dari kotoran hewan atau bahan tanaman yang sudah membusuk akan keluar gas yang disebut Biogas. Biogas itu bila ditampung dalam wadah yang ditutup, kemudian dibuatkan saluran yang menghubungkan ke kompor, maka biogas itu bisa digunakan untuk menyalakan kompor. Menurut penelitian, keluarga dengan anggotanya berjumlah 5 orang, memerlukan sekitar 1,25 meter kubik biogas untuk memasak sehari. Biogas sebanyak itu bisa dihasilkan dari sekitar 40 kg kotoran sapi. Kotoran sebanyak itu bisa diperoleh dari kira-kira 4 ekor sapi. Jadi kalau mau menghemat BBM di rumah, satu keluarga idealnya punya 4 ekor sapi.

73

Minyak Jelantah Setara dengan Solar

Sumber: Repro Bobo, 18 Agustus 2005 Kalau kita menggoreng ikan, misalnya, kita akan mendapatkan minyak sisa. Namanya minyak jelantah. Minyak jelantah itu agak kental dan berwarna kehitaman. Bila digunakan untuk menggoreng makanan lagi minyak ini bisa menimbulkan berbagai penyakit. Antara lain penyakit kanker dan jantung. Karena itu seringkali minyak jelantah dibuang. Sekarang kita jangan sembarangan membuang minyak jelantah. Dari hasil penelitian ternyata minyak jelantah solar. Memang, kalau kita mau mengganti solar dengan minyak jelantah, kita perlu menambah sebuah alat pada mesin. Tetapi alat ini sangat sederhana dan tidak mahal. Nama alat itu konverter. Fungsinya sebagai pengubah minyak jelantah sehingga memiliki sifat-sifat menyerupai solar. Alkohol dari Singkong Pernah melihat 74 orang membuat tape bisa digunakan sebagai pengganti

singkong, singkong

belum? yang

Begini

nih!

Mula-mula lalu

sudah

bersih

dikukus,

ditaburi dengan ragi. Setelah itu tutup dengan daun dan diamkan. Beberapa hari kemudian ia akan berubah menjadi tape. Proses perubahan singkong menjadi tape ini disebut fermentasi. Bila dibiarkan, tape singkong ini lamalama akan berair. Air ini berupa alkohol. Sepuluh persen alkohol singkong ini bila dicampur dengan 50% bensin akan menghasilkan BBM yang disebut gasohol. Gasohol itu gabungan dari nama gasline (bensin) dengan alkohol. Meskipun cuma diperlukan 10% dalam gasohol, tetapi kalau jumlahnya banyak, alkohol singkong menghemat beberapa ini BBM akan sangat BBM. membantu Nah, yang itulah sudah penggunaan

Altrernatif

ditemukan. Ternyata bahan dasarnya sangat sederhana. Kita bisa dengan mudah mendapatkan bahan-bahan itu.
Sumber: Bobo, 18 Agustus 2005

Berdasar pada contoh berita diatas, ide dasar dan gagasan utamanya adalah Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan BPPT akan mengembangkan energi listrik tenaga surya. 2) Berita yang bersifat Perintah dan Larangan Berita yang disampaikan berdasarkan pada pencapaian terhadap sesuatu yang lebih bersifat mendesak dan

75

biasanya berita ini ditujukan kepada masyarakat atau individu yang struktur sosialnya di bawah. Berita yang bersifat perintah dan larangan inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian dari berlangsungnya sistem sosial dan menjadi sebab terjadinya keseimbangan antara klasifikasi sosial masyarakat, sebab dengan berita yang bersifat perintah inilah beberapa hal yang bersifat mendesak akan dengan segera dapat disikapi bersama, belum lagi ketika proses penyampaian berita tersebut melalui media yang dapat dengan mudah di akses oleh orang banyak atau masyarakat kuas. Berikut contoh berita yang bersifat Perintah Pengumuman Dalam rangka menyambut juga gerakan disiplin

nasional,

sekolah

akan

meningkatkan

gerakan disiplin. Untuk itu, setiap siswa wajib mematuhi peraturan berikut ini. 1. Siswa wajib datang di sekolah sepuluh menit sebelum jam pelajaran dimulai. 2. Siswa yang berhalangan surat izin hadir atau wajib surat memberikan berikutnya. 3. Siswa wajib mengenakan seragam sekolah sesuai dengan ketentuan hari masuk di sekolah. 4. Siswa tidak boleh membuat coretan di meja, kursi, dan dinding sekolah. 5. Siswa 6. dilarang membuang sampah di sembarang tempat. Siswa wajib memelihara kebersihan dan 76

keterangan sakit dari dokter pada hari

keindahan taman sekolah. Kepala Sekolah SD Maju Pintar Ttd. Dra. Zulaika Berikut contoh berita yang bersifat Larangan Pengumuman Peserta ujian tidak diperbolehkan pinjam-

meminjam alat tulis. 1. Peserta ujian tidak dibenarkan bekerja sama, menyontek, atau melakukan bentuk kecurangan yang lain. 2. Peserta ujian tidak boleh meninggalkan ruang ujian sebelum tanda selesai ujian dibunyikan. Setiap pelanggaran terhadap tata tertib ini akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Kepala Sekolah SD Maju Pintar Ttd. Dra. Zulaika 3) Berita yang bersifat Himbauan Berita yang disampaikan berdasarkan pada fakta kejadian di masyarakat atau di komunitas tertentu, dari fakta kejadian tersebut dibutuhkannya perhatian yang serius untuk menyikapinya secara arif dan bijaksana. Tidak jauh beda dari berita yang bersifat perintah, berita yang bersifat himbauan atau anjuran inipun memiliki karakteristika yang sama, namun kemudian yang membedakan

77

adalah kalau berita yang bersifat perintah memiliki pesan yang dipaksakan sedangkan berita yang bersifat himbauan atau anjuran lebih menekankan pada pemunculan pertimbangan bagi si penerima berita tanpa adanya unsur takanan sedikitpun. Berikut contoh berita yang bersifat himbauan Presiden SBY Canangkan Gerakan Penghematan Nasional Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

kemarin mencanangkan Gerakan Penghematan Nasional dan Indonesia Menanam. Penghematan itu menyangkut paling tidak empat hal, yaitu air, listrik, telepon, dan bahan bakar minyak. SBY mengakui, bangsa yang dipimpinnya merupakan bangsa yang boros. Boros dalam menggunakan BBM, menguras sumber daya alam, serta menambah anggaran. Pencanangan dilakukan bersama peluncuran Komunitas Hijau (Green Community) civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada peringatan Hari Bumi 2006 di kampus Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan. “Ada penelitian internasional bahwa dalam penggunaan BBM bangsa kita termasuk boros. Ratusan miliar kita boroskan, baik dari penggunaan BBM, listrik, serta telepon,” ujarnya. Dana tersebut mestinya bisa digunakan untuk mengurangi angka kemiskinan, peningkatan pendidikan, serta kesehatan masyarakat. Dia telah berkunjung ke beberapa daerah untuk mengamati hal tersebut. Misalnya, ke Trenggalek, Pacitan, Lombok Tengah, dan

78

Kepulauan

Seribu.

Di

daerah

tersebut,

dia

melihat, jangankan untuk mandi, untuk minum pun air sulit didapat. Padahal, dia terkadang melihat air di kantorkantor pernah berhenti. SBY juga melihat banyak daerah yang belum mendapat aliran listrik, namun, di sisi lain banyak kantor yang listriknya selalu hidup siang dan malam. “Boleh saja lembur, bekerja demi negara. Namun, selesai bekerja, jangan lupa matikan listrik,” pesannya. Dalam perlu. penggunaan rekening ratusan telepon, meningkat. miliar dia Kita untuk mengamati banyak pembicaraan yang tidak Akibatnya, menghamburkan mengalir tanpa

pembicaraan yang tidak perlu. Saya stressing, penggunaan telepon cukup tiga menit. Kalau perlu, langsung bertemu orangnya, tidak perlu melalui telepon,” ujarnya. Dia menambahkan, kenaikan minyak dunia yang mencapai USD 73 per barel telah memukul sektor ekonomi semua negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, dia memandang perlu mengubah kebijakan penggunaan bahan bakar. Kalau perlu, beralih ke batu bara. Presiden juga menyatakan perang terhadap illegal logging. Ini karena kerusakan hutan Indonesia sudah sangat mencemaskan. Upaya serta penyelamatan sumber daya hutan alam dan lingkungan harus lainnya

dilaksanakan sekarang dan tidak boleh ditundatunda lagi. “Now! Not tomorrow! Not the day

79

after today (sekarang, bukan besok),” tegasnya.

Dewasa ini 59 juta hektare kawasan hutan negeri ini telah liar itu rusak. dan tidak Kerusakan terus hutan. bertambah dua juta hektare setiap tahun akibat pembalakan Kerusakan perambahan hanya mempercepat

kepunahan flora dan fauna yang tidak dimiliki bangsa lain, tetapi juga menimbulkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, kesulitan air, perubahan iklim, dan kebakaran hutan. Bahkan, sampai terjadi ekspor asap ke negara tetangga yang cukup memalukan bangsa Indonesia. Dalam perencanaan Komunitas Hijau, SBY menandainya dengan menanam bibit pohon ebony di halaman kampus. Ibu Ani Yudhoyono ikut menaman pohon yang sama, diikuti seluruh bupati di Sulawesi Selatan. Total pohon yang ditanam sekitar 60.000 bibit. SBY juga membubuhkan pesan di atas

80

kanvas lingkungan

yang kita,

bertuliskan, selamatkan

Selamatkan negara kita,

selamatkan masa depan kita.
Sumber: Jawa Pos, 24 April 2006

3. penyampain cerita dan berita

Memahami

bentuk-bentuk

Sekuat apapun nilai atau pesan yang terkandung dalam cerita atau berita namun proses penyampaian tidak memperhatikan bentuk penyampain yang tepat maka pesan yang akan disampaikan akan menjadi kabur dan tidak berarti. Yang mendasar dari mempelajari dan mamahami apa maksud dan nilai yang terkandung dalam sebuah cerita atau berita adalah bagaimana cerita atau berita tersebut dapat tersampaikan secara langsung dengan melalui dalam bentuk apapun dan media apapun, yang pasti harus sesuai dan selaras dengan kondisi, situasi dan kapasitas si penyampai maupun si penerima pesan dalam bentuk cerita dan berita. Oleh karena itu yang harus di perhatikan dalam materi mendengar cerita dan berita adalah bagaiman cara kita memberikan pemahaman kepada anak didik terkait bagaimana caranya agar dapat dengan mudah memahami suatu nilai atau tujuan yang terdapat di dalam suatu cerita atau berita yang di dengar, biasanya anak didik seringkali bersentuhan dengan cerita atau berita yang didengar melalui bentuk-bentuk antara lain: a. umum Untuk dapat menangkap inti dari pesan yang disampaikan dalam bentuk pengumuman lisan, pertama yang diperhatikan adalah pengumuman yang disampaikan tentang apa?, kedua siapa yang menyampaikan pengumuman tersebut, dalam hal ini bukan hanya si penyampai pengumuman akan tetapi siapa penanggungjawab dari isi Mendengarkan pengumuman

81

pengumuman tersebut?, ketiga ditujukan kepada siapa sajakah pengumuman tersebut?, keempat terkait dengan waktu, kapan pengumuman disampaikan dan kapan pengumuman tersebut dilaksanakan oleh si penerima pengumuman tersebut? Berikut adalah contoh bentuk pengumuman lisan yang dibacakan:

Pengumuman Dalam rangka menyongsong tahun ajaran baru,

koperasi sekolah menyediakan kebutuhan buku tulis dan buku pelajaran untuk semua kelas dengan harga sama dengan harga toko di luar sekolah. Untuk itu, semua siswa diimbau untuk membeli buku pelajaran di koperasi sekolah. Pembelian buku diatur sebagai berikut. 1) Kelas I, II, dan III dikoordinasi oleh wali kelas dan dilayani pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pembelian dilakukan secara kolektif. 2) Kelas IV, V, dan VI dikoordinasi oleh ketua kelas dan dilayani pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Pembelian dilakukan secara kolektif. 3) Penukaran buku karena rusak, cacat, atau tidak 82

lengkap dilayani pada hari Rabu dan Sabtu. Atas perhatian dan kerja sama yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih. Semarang, 01 juni 2009 Ketua Koperasi SD Maju Pintar Ttd. Dra. Fatmawati Dari contoh pengumuman umum lisan diatas kita dapat memahami isi dari pengumuman tersebut 1) Menjelaskan tentang ketersediaan buku tulis dan mata buku pelajaran di koperasi sekola 2) Menjelaskan tentang penanggungjawab pengumuman yaitu ketua koperasi sekolah (Dra. Fatmawati) 3) Pengumuman ditujukan kepada seluruh siswa SD Maju Pintar 4) Pengumuman disampaikan pada 01 juni 2009 5) Pesan yang disampaikan adalah seluruh siswa diharapkan bisa membeli buku tulis dan buku mata pelajaran di koperasi. b. narasumber Terdapat sedikit perbedaan antara keterangan dari pengumuman umum dengan keterangan secaralangsung yang sampaikan oleh narasumber. Pada keterangan pengumuman umum penanggung jawab isi pesan bisa tidak secaralangsung terlibat atau bertatap muka sedangkan keterangan dari narasumber penanggungjawad pesan sekaligus si penyampai pesan. Lihat contoh dibawah tentang penjelasan dari narasumber dalam bentuk percakapan oleh 2 (dua) narasumber 1) Apa yang sedang di bicarakan oleh kedua narasumber? Mendengarkan penjelasan dari

83

2) Siapa yang sedang di bicarakan oleh kedua narasumber? 3) Pokok Permasalahan apa yang sedang dibicarakan oleh kedua narasumber? 4) Pesan apa yang ingin disampaikan oleh kedua narasumber? Dari keempat poin pertanyaan tersebut tentunya akan sangat membantu bagi anak didik dalam memahami apa saja isi dari proses percakapan yang dilakukan oleh dua narasumber dan apa pesan yang ingin disampaikan oleh kedua narasumber. Jika Perlu, Kerja Bakti Setiap Hari

Narasumber 1: “Saya jadi ingat, ketika kecil dahulu diajari ibu untuk selalu membawa kantong plastik kosong. Biasanya, saya menyimpannya di dalam tas. Jika mengemil sambil berkendarat, sampah saya masukkan ke kantong plastik, termasuk gelas atau botol bekas air minum kemasan. Karena itu, saya heran, kok, ada orang yang tega membuang kemasan permen atau makanan ringan di lantai bus kota atau kendaraan umum? Lagi-lagi, mereka tidak menyadari bahwa lingkungan itu sebenarnya rumah besar mereka.” Narasumber 2: “Rasanya nyaman, ya, jika semua orang di lingkungan 84

tempat tinggal kita menyadari pentingnya menjaga kebersihan.” Narasumber 1: “Betul. Pada hari-hari pergantian dari musim hujan ke kemarau ini, surat kabar dan televisi masih diramaikan oleh berita demam berdarah. Bukan hanya Indonesia, negara tetangga se-Asia Tenggara pun sama. Yang dituding adalah nyamuk Aedes Aegypty. Padahal, si nyamuk tidak akan berkembang biak jika kita rajin menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya, dengan bekerja bakti menguras-menutupmengubur (3M) tempat-tempat yang didiami nyamuk.” Narasumber 2: “O ya, saya jadi ingat. Selain itu, kebiasaan lama, memelihara 1–2 ikan kecil di bak mandi ternyata baik untuk memakan jentik. Meski keluarga saya di rumah lebih suka cara ini: isilah bak mandi seperlunya, begitu kita mau mandi saja. Dengan begitu, jentik tak punya tempat untuk berkembang.” Narasumber 1: “Kebiasaan menjaga kebersihan, sebaiknya memang dipelihara sejak kecil. Jika tidak sempat belajar disiplin sejak kecil, pelajaran itu bisa dimulai sejak sekarang. Misalnya, dijajakan pernahkah dengan kita perhatikan plastik? jeruk Plastik yang yang kemasan

menjadi pembungkus jeruk berguna untuk tempat kulit atau biji jeruk yang telah dibuang Jadi, bukan sekadar hiasan atau pelindung jeruk dari panas matahari.” Narasumber 2: “Untuk menjaga kebersihan atau bekerja bakti membersihkan sampah di sekitar rumah, tidak harus

85

menunggu Hari Bumi (1 April) atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni). Jika perlu, kerja baktilah tiap hari.” Sumber: Intisari, Agustus 2007 dengan pengubahan Beberapa keterangan yang dapat kita pahami dari proses percakapan oleh kedua narasumber tersebut adalah: 1) Kedua narasumber sedang membicarakan tentang keindahan lingkungan 2) yang menjadi perhatian kedua narasumber adalah mereka yang tidak menyadarai arti penting menjaga lingkungan 3) Pokok Permasalahannya adalah tingkat kesadaran masyarakat terhadap menjaga kebersihan lingkungan. 4) Pesan apa yang ingin disampaikan oleh kedua narasumber adalah ajakan untuk menjaga lingkungan c. muka atau telephon Kadang ketika kita sedang menikmati pembicara dengan seseorang, kita sering melupakan pesan apa yang dapat pada proses perbincangan kita dengan seseorang tersebut. Pada kenyataannya setiap yang dilakukan oleh manusia tidak mungkin terlepas dari apa yang menjadi niatan atau tujuan kita, begitu pula sebaliknya yang terjadi terhadap seseorang yang berinteraksi dengan kita. Berdasar pada hal tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa sesiap terjadinya interaksi visual atau lisan paster terdapat pesan yang ingin disampaikan, selama hal tersebut masih dalam kondisi sadar. Seperti halnya beberapa keterangan diatas proses mendengarkan dan memahami pesan melalui tatapmuka kali ini menuntuk seseorang harus berinteraksi secaralangsung, akan tetapi pesan tang ingin disampaikan belum tentu diperuntukkan bagi yang Mendengarkan pesan lewat tatap

86

saat itu ber komunikasi secara langsung tatap muka atau melalui tephon. Kita amati bersama dialog dalam bentuk wawancara dibawah ini, selanjutnya kita coba identifikasi beberapa penjelasan tentang apa saja yang perlu kita pahami untuk menemukan pesan apa yang terkandung didalam wawancara tersebut. Dari contoh wawancara di bawah, penjelasan apa saja perlu kita dapatkan: 1) Apa yang sedang di perbincangkan dalam wawancara tersebut? 2) Apa Pokok pembicaraan dalam wawancara tersebut? 3) Siapa saja yang terlibat dalam wawancara tersebut? 4) Pesan apa yang ingin disampaikan dalam wawancara tersebut? Bentuk wawancara Mendengarkan pesan lewat tatap muka atau telephon Pewawancara: ”Terima kasih, Kak Kusumo atas kesempatan wawancara ini. Oya, nama saya Indah Meilani. Saya ngin tahu soal dongeng. Menurut Kak Kusumo, apakah manfaat mendongeng itu?” Kak Kusumo: ”Kegiatan mendongeng bermanfaat untuk mempererat ikatan dan komunikasi antara anak dan orang tua.” Pewawancara: ”Selain manfaat itu, adakah manfaat lain dari mendengarkan dongeng?” Kak Kusumo: ”Cerita atau dongeng merupa kan alat yang bagus untuk menanamkan berbagai nilai budi pekerti. Misalnya, nilai kejujuran, kerja keras, rendah dan nilai hati, baik kesetiakawanan, 87

lainnya.” Pewawancara: ”Apakah kegiatan mendongeng ada hubungannya dengan kegiatan membaca?” Kak Kusumo: ”Betul sekali! Setelah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan orangtuanya, si anak akan mulai tertarik dengan buku.” Pewawancara: ”Menurut Kak Kusumo, berapa lama sih, waktu yang dibutuhkan untuk mendongeng?”

Sumber: www.kpai.go.id Kak Kusumo: ”Orang tua atau orang dewasa hendaknya dapat meluangkan waktu untuk mendongeng kira-kira 15–20 menit untuk satu cerita. Untuk anak-anak yang lebih kecil atau usia TK, bahkan kurang dari itu sebab terlalu lama mendengarkan cerita pun anak cenderung bosan.” Pewawancara: ”Banyak sekali yang saya dapat dari penjelasan Kak Kusumo. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan berwawancara dengan Kakak. Sumber: Bali Post Minggu, 4 September 2005 88

Seteh coba di amati teks dialog bentuk proses wawancara diatas, beberapa penjelasan yang dapat kita ambil adalah: 1) Perbincangkan dalam wawancara tersebut membahas tentang metodologi pembelajaran terhadap anak dengan menggunakan metode dongeng 2) Pokok pembicaraan dalam wawancara tersebut adalah manfaat mendongeng 3) yang terlibat dalam wawancara tersebut adalah pertama si pencari berita kedua Kak Kusumo 4) Pesan yang ingin disampaikan dalam wawancara tersebut adalah Penanamkan nilai budi pekerti melalui dongeng. d. Mendengarkan cerita rakyat Mendengarkan dan memahami cerita rakyat bukan hanya sebatas ritual kita untuk mengenang dan mengabadikan kejadian masalalu yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Cerita rakyat akan selalu hidup selama kita mampu memahaminya dengan lebih analitis, tidak satupun komunitas, kampung, suku, dan bangsa yang tidak memiliki cerita masa lalu atau biasa di sebut cerita rakyat. Cerita rakyat akan selalu mencerminkan budaya yang luhur, cerita rakyat akan selalu mensiratkan kearifan prilaku dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, dan cerita rakyat akan selalu memunculkan suatu misteri panjang tentang gejala kehidupan sosial yang akan berlangsung dari masa ke masa, oleh karena itu cerita rakyat selalu di pilih sebagai alasan untuk memberikan penyadaran bagi kita semua. Ilmu pengetahuan apapun selalu mengunakan cerita rakyat sebagai referensi, begitu sehingga juga ilmu ketika pengetahuan kita akan selalu tentang berkembang, mempelajari

metodologi pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia tentang mendengarkan cerita dan berita.

89

Pada materi mendengarkan cerita rakyat kali ini kita akan mencoba menganalisis lebih mendasar, dan mencoba untuk mengidentifikasi dan menemukan pesan yang terdapat pada contoh cerita rakyat dibawah ini seperti pada uraian-uran materi sebelumnya. KESETIAAN BUJANG TRINDIL Pada zaman dahulu, di kerajaan kecil di tanah Sumedang, bernama hidup seorang raja Putri yang adil dan nama bijaksana. Baginda raja mempunyai seorang putri Rumaningsih. Arum, panggilannya, sangat cantik. Putri Arum memiliki seorang kekasih bernama Dang Anggara. Ia seorang putra bangsawan di negeri itu yang tampan dan baik budi. Setiap bulan purnama, Dang Anggara menemui Putri Arum. Bila bertandang ke istana, ia diiringi oleh lima orang pembantu (bujang). Salah satu bujang bernama Bujang Trindil, yang seusia Dang Anggara. Akan tetapi, tubuhnya lebih pendek, kulit gelap, wajahnya buruk dan kakinya terdapat borok. Bujang Trindil sangat sayang dan setia pada Dang Anggara. Pada suatu hari, tersiar kabar bahwa Putri Arum menderita penyakit kulit yang menjijikkan. Baginda raja segera memanggil tabib dan peramu obat dari seluruh penjuru negeri. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil menyembuhkan penyakit sang Putri. Baginda raja akhirnya menyelenggarakan sayembara. Jika ada yang berhasil menyembuhkan putri, bila wanita akan diangkat menjadi saudara, dan bila laki-laki akan dijodohkan dengan Putri

90

Arum. istana.

Mendengar kalangan Tetapi,

sayembara setelah 3

itu, hari

orang

dari

berbagai

berduyun-duyun

mendatangi sayembara

berlangsung, tidak ada seorang pun yang berhasil menyembuhkan sang Putri.

Baginda raja semakin sedih, demikian pula Dang Anggara. Wajahnya tampak selalu murung dan tidak mau makan. Bujang Trindil tidak sampai hati melihatnya. Pada suatu hari, diam-diam ia pergi untuk mencari jalan bagi kesembuhan Putri Arum. Bekal yang dibawanya hanyalah enam butir buah salak. Tanpa tahu arah yang dituju, Trindil terus berjalan. Tiba-tiba ia tertarik melihat puncak Gunung Tampomas yang menjulang tinggi. Ia ingin mendaki gunung itu, ia berharap Dewa mendengar permohonannya. Karena lelah, ia beristirahat di bawah pohon beringin yang rindang hingga tertidur pulas. Ketika terbangun, Trindil terkejut. Ia mendapati

91

kaki dan pantatnya terasa panas. Ternyata, tanah yang diduduki telah menjadi sumber mata air panas. Dari sela-sela akar beringin terdapat sebuah mata air yang berkhasiat menyembuhkan boroknya. “Wah, kalau air ini bisa menyembuhkan borokku, tentu dapat pula mengobati penyakit sang putri!” Trindil kemudian menggali kubangan itu lebih dalam supaya airnya lebih banyak. Ia buru-buru pulang untuk menyampaikan berita gembira itu. Dang Anggara dan Trindil segera menjemput Putri Arum. Mereka berangkat ke kubangan air di bawah pohon beringin. Keajaiban pun langsung terjadi. Setelah Putri Arum mandi, borok di tubuhnya langsung lenyap. Putri Arum pulih menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Saat perjalanan pulang, tiba-tiba Trindil merasa khawatir ketika teringat janji raja. “Putri Arum tidak boleh menikah dengan pemuda lain kecuali Dang Anggara. Apabila denganku, si bodoh yang buruk rupa ini, kasihan selama Putri Arum. Dia pasti akan menderita hidupnya”. Setelah berpikir

demikian, Trindil memutuskan kembali ke tempat mata air tersebut. Dang Anggara dan Putri Arum kembali ke istana. Setibanya di istana, raja sangat gembira. Pesta pernikahan Dang Anggara dan Putri Arum segera dipersiapkan. Dang Anggara buru-buru menghadap Baginda raja dan menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Baginda raja menghela napas berat, “Janji adalah janji. Walaupun Trindil hanya seorang bujang, ia tetap akan menjadi suami Putri Arum.” Baginda Raja

92

memerintahkan prajurit untuk menjemput Trindil. Dang Anggara ikut sebagai penunjuk jalan. Sesampainya rombongan di kubangan, mereka menjumpai tubuh Bujang Trindil duduk bersemedi. Tubuhnya seakan dengan tenggelam dengan bahwa lain ia bibir tersenyum, bahagia Trindil mengatakan cara sangat Bujang

perbuatannya.

Rupanya untuk

menemukan

membahagiakan

majikannya, yaitu dengan menenggelamkan diri di dasar kolam yang digalinya sendiri. Baginda raja akhirnya Anggara. menikahkan Untuk Putri Arum dengan Dang Bujang mengenang kesetiaan

Trindil, setiap bulan purnama Dang Anggara berjanji akan selalu menjaga dan merawat kubangan serta pohon beringin. Kubangan air panas itu hingga sekarang banyak dikunjungi Oleh orang. Letaknya di kaki gunung itu Di telah bawah Tampomas, Kecamatan Congeang, Kota Sumedang. penduduk setempat, buah kubangan pancuran. dipasangi dinding beton dan diberi pipa sehingga menjadi beberapa pancuran itulah, banyak orang mandi air panas. Pohon beringin tersebut hingga sekarang masih tetap berdiri kokoh dengan akar gantung. Di sepanjang jalan menuju ke lokasi kebun, terdapat banyak sekali pohon salak. Konon, pohonpohon salak itu tumbuh dari biji yang ditinggalkan Trindil selama perjalanannya Kita coba mengenali struktur dari cerita rakyat diatas : 1) Mengidentifikasi tokoh dalam cerita Beberapa tokoh dalam cerita rakyat diatas yaitu: - Baginda raja Sumedang 93

- Putri Rumaningsih - Dang Anggara,

panggilannya putra

Putri

Arum putri diwilayah

badinda raja Sumedang seorang saudagar sumedang - Bujang Trindil, pembantu Dang Anggara 2) Mengenal watak tokoh dalam cerita Pewatakan dari beberapa tokoh cerita adalah: - Baginda raja Sumedang, raja yang adil dan bijaksana - Putri Rumaningsih penyabar. - Dang Anggara, seorang putra saudagar diwilayah sumedang, baik budi dan bijaksana - Bujang Trindil, pembantu Dang Anggara, terpercaya dan berprinsip kuat juga penyabar, setia dan nerimo (bisa menerima apa adanya) 3) Mengenali tokoh dan karakter dominan dalam cerita Tokoh dan karakter yang paling dominan adalah Bujang Trindil yang setia terhadan tuannya. 4) Memahami pesan yang disampaikan dalam cerita Tidak selamanya kesetiaan dimiliki oleh seorang kesatria ataupun bangsawan, seorang pembantupu dapat menjaga kesetiaan terhadap tuannya, hal ini membuktikan bahwa kesetiaan adalah milik siapasaja yang dapat menjaganya dan mempertanggung jawabkannya e. anak Yang mendasar dari cara pembelajaran tentang mendengarkan cerita pendek anak-anak adalah bagaimana guru pengajar Bahasa Indonesia mampu menyesuaikan antara kondisi murid dengan alur cerita pendek anak-anak sehingga kesesuaian antara fakta perilaku Mendengarkan cerita pendek anakpanggilannya Putri Arum putri badinda raja Sumedang, pewatakan selalu menurut dan

94

anak didik dengan pesan yang terdapat pada cerita pendek anakanak dapat benar-benar diterima secara maksimal oleh anak didik. Berikut adala contoh cerita pendek anak-anak : Nunu tak peduli diejek kawan-kawannya. Dia tetap masuk Taman bacaan ”Kancil”. Siang itu, dia sengaja menyempatkan mampir ke tempat baca itu. ”Nu, kamu ini sombong banget! Kita ini, kan, mau main sepeda di tanah lapang dekat sawah Haji Miun,” kata Kiki.

Melihat Nunu masuk taman bacaan, Kiki dan teman lainnya pergi. Pada rak buku cerita anak, Nunu menemukan cerita tentang rahasia sebuah buku .... Setelah tamat membaca buku itu, dia makin sadar bahwa membaca buku penting bagi siapa pun. ”Makin banyak membaca buku, ternyata makin banyak yang kutahu,” gumam Nunu. Kutipan Cerita ”Nunu si Kutu Buku” Karya Anandita F. P Tahap identifikasi dari cerita pendek anak-anak diatas adalah: 1) Menidentifikasi tokoh dalam cerita Nunu, tokoh dalam cerita

95

-

Kiki, teman Nunu, simbol dari sebagian besar teman-teman Nunu

2) Mengenal watak tokoh dalam cerita membaca Kiki, teman Nunu, kurang mengerti arti pentin dari membaca atau belajar diluar sekolah 3) Memahami pesan yang disampaikan dalam cerita Pesan yang dapat di tangkap pada cerita pendek anak-anak diatas adalah, dengan membaca kita dapat mendapatkan pelajaran yang lebih banyak. Nunu, tokoh dominan dalam cerita, rajin

96

4.

Memberikan

dan

menyampaikan

penilaian dari cerita atau berita yang didengar Setelah memahami cara untuk menemukan pesan dalam suatu cerita atau berita, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana cara membuat suatu kesimpulan akhir sebagai bentuk penilaian terhadap pesan yang telah ditangkap oleh anak didik dan selanjutnya anak didik diajarkan juga bagai mana cara untu menyampaikan definisi dari hasil penilaiannya, dengan begitu anak didik sudah sejak dini diajari tentang kebebasan berfikir dan keberanian dalam mengutarakan pendapat yang berdasar pada hasil analisis juga keberanian dalam mengambil suatu tindakan yang positif. Berikut adalah teks bacaan sebagai pengantar untuk memahami alur dalam melakukan penilaian terhadap pesan yang terdapat pada cerita atau berita. Bahaya Merokok Jika kamu sudah besar, sebaiknya tidak merokok. Tidak diragukan lagi, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, antaralain, kanker paru-paru, jantung, dan darah tinggi. Para perokok, menurut penelitian, dapat mengurangi peluang usianya sebanyak lima menit untuk setiap batang rokok yang diisap.

97

Rokok tembakau berisi tiga benda yang tinggi bahayanya, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar pada rokok tertimbun sebagai kotoran pekat yang menyumbat paruparu dan sistem pernapasan Akibatnya,dapat menimbulkan penyakit bronkitis kronis. Racunkimia dalam tar itu juga meresap ke dalam aliran darah, kemudian dikeluarkan di urine. Ini akan menyebabkan timbulnya kanker kandungkemih Nikotin adalah suatu zat candu yang mempengaruhi sistem saraf. Selain itu, nikotin dapat mempercepat detak jantung dan menambah risiko terkena penyakit jantung. Karbon monoksida meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, sangat besar berpengaruh terhadap sistem peredaran darah. Selain itu, zat ini akan memudahkan penumpukan zat-zat yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh nadi atau menyebabkan serangan jantung yang fatal (Tony Smith, “Dokter di Rumah Anda”, 2002)

98

Sebelum lebih jauh membahas tentang alur penilaian terhadap bacaan teks di atas, alangkah lebih baiknya kita temukan terlebih dahulu pakok pikiran dalam teks bacaan tersebut melalui beberapa pertanyaan di bawah ini. a. b. c. Sebutkan penyakit serius yang diakibatkan oleh rokok! kanker paru-paru, jantung, dan darah tinggi Sebutkan benda yang terkandung di dalam rokok! tar, nikotin, dan karbon monoksida Sebutkan bahaya dari tiap-tiap benda tersebut! 1) Tar pada rokok tertimbun sebagai kotoran pekat yang menyumbat paru-paru dan sistem pernapasan 2) Nikotin adalah suatu zat candu yang mempengaruhi sistem saraf 3) Karbon monoksida meresap dalam oksigen ke seluruh tubuh d. Sebutkan bagian-bagian tubuh kita yang rawan penyakit jika kita merokok! 1) paru-paru dan sistem pernapasan 2) kandungkemih 3) jantung 4) sel-sel darah merah 5) pembuluh nadi aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-sel darah merah membawa

Pikiran pokok adalah ide pokok dari sebuah paragraf. Pikiran pokok disebut juga gagasan pokok, yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Pikiran pokok dan pesan yang disampaikan pada teks bacaan di atas adalah jangan merokok, sebab merokok mengancam jiwakita Selanjutnya setelah pesan sudah dapat di tangkap, maka penilai yang muncul adalah merokok dapat menyebabkan pen yakit kanker, paru-paru, jantung, dan darah tinggi. Penyampaian dari penilaian yang sudah dilakukan dalam bentuk pernyataan adalah 99

Jika kamu sudah besar, sebaiknya tidak merokok! Tidak diragukan lagi, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, antara lain, kanker, paru-paru, jantung, dan darah tinggi. Para perokok, menurut penelitian, dapat mengurangi peluang usianya sebanyak lima menit untuk setiap batang rokok yang diisap.

100

D. Rangkuman A. Mendengarkan Cerita dan Berita 1. Pengertian Cerita Cerita terbagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu cerita fiksi dan cerita non fiksi a. Cerita fiksi adalah cerita yang isinya berdasakan imajinasi atau hayalan si pengarang cerita b. Cerita non fiksi adalah cerita yang isinya berdasarkan kejadian nyata seperti sejarah kebudayaan, laporan, dan karya ilmiyah. 2. Pengertian Berita Berita adalah proses penyampaian pesan yang lebih menekankan pada validitas pesan itu sendiri yaitu penekanan pada 5W 1H (apa, kenapa, kapan, siapa, dimana, dan bagaimana), a. Memahami teks berita Mendengarkan Pembacaan Teks Berita, Menemukan Isi Pokok Berita, dan memahami Sinonim dan Antonim dalam Teks Berita. b. Memahami Sifat-sifat berita 1) Kabar Berita 2) Berita yang bersifat perintah dan Larangan dan 3) Berita yang bersifat ajakan atau himbauan 3. cerita dan berita a. umum b. narasumber c. muka atau telephon d. e. anak 4. penilaian Memberikan dan menyampaikan Mendengarkan cerita rakyat Mendengarkan cerita pendek anakMendengarkan pesan lewat tatap Mendengarkan penjelasan dari Mendengarkan pengumuman Memahami bentuk-bentuk penyampain

101

Menyampaikan definisi dari hasil penilaiannya dari pesan yang telah ditangkap dari cerita maupu berita

102

E. Latihan Memberikan latihan kepada anak didik sangat penting di tengah-tengah proses pembelajaran. Latihan ini berguna dan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana anak didik memahami dan menyerap materi yang sedang dipelajari. Selain itu, kegiatan latihan ini diberikan kepada anak didik setelah menerangkan materi inti dan tersedia waktu untuk mengerjakannya. Dalam hal ini seorang guru harus berusaha memberi latihan yang bervariasi. Karena, variasi dari latihan-latihan yang akan diberikan sangat mempengaruhi pemahaman dan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi anak didik. Dalam memberikan laihan kepada anak didik dapat dilakukan dengan beberapa metode. Diantaranya adalah sebagai berikut: yaitu: a. b. Tes tertulis yang harus diselesaikan anak didik (menjawab soal pilihan Penugasan Penugasan dapat diberikan untuk individu atau kelompok yang dapat dikerjakan anak didik di dalam maupun di luar kelas, atau sebagai tugas di rumah. Memberikan tugas-tugas harus sesuai dengan materi diajarakn. Selain itu, juga sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai oleh anak didik. Tugas yang diberikan dapat berupa suatu soal atau tugas yang harus mereka kerjakan, pengamatan, pembiasaan, dan sebagainya. Berikut ini model latihan bagi peserta didik dengan test tertulis yaitu berupa mengejakan soal laihan ganda.

ganda, uraian, teka-teki silang dan lainnya).

103

Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Teks dialog ditulis dengan kalimat .... a. berita b. langsung c. cerita d. puisi 2. Hal yang harus ada dalam wawancara adalah .... a. membuat jadwal wawancara b. mempersiapkan pertanyaan c. mengetahui jawaban d. menyiapkan contekan Bagaimana mengenali bahwa kita demam? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Selain penggunaan termometer untuk mengukur suhu badan secara tepat, ada tanda-tanda yang dapat dilihat. Tanda yang umum adalah tubuh terasa panas, kemerahan, dan berkeringat. Mata terlihat berkilau dan terasa panas. Boleh jadi mulut akan terasa kering, haus, serta sakit kepala. Oleh karena banyaknya cairan yang keluar dalam bentuk keringat, urine akan lebih sedikit dan berwarna keruh. Jika sakit kepala terasa berat, kompres dingin akan dapat meredakannya. (Tony Smith, Dokter di Rumah Anda, 2002) 3. Gagasan utama paragraf di atas terdapat pada kalimat .... a. kesatu b. kedua c. ketiga d. Keempat Tiga jenis obat ini masing-masing diminum seperti berikut: tablet yang merah satu tablet 3 kali, yang putih besar setengah tablet 3 kali sehari, dan sirup satu sendok teh pagi dan sore. 4. Isi paragraf di atas adalah .... a. petunjuk penyimpanan obat

104

b. cara membuat ramuan obat c. cara membeli obat di apotek d. petunjuk pemakaian obat ”Anak-anakku, pagi ini sekolah kita mendapat penghargaan sebagai sekolah dengan prestasi UAN terbaik sewilayah kabupaten.” 5. Pernyataan tersebut merupakan penggalan pidato untuk.... a. menginformasikan b. memengaruhi c. menghibur d. meyakinkan Hobiku mengumpulkan resep makanan. Setiap kali kakak membeli majalah, aku minta pada kakak lembar resep makanannya. Resep-resep itu kugunting dan kukumpulkan menjadi satu. Kadangkadang aku pun mencoba resep itu. 6. Kalimat utama paragraf itu ialah .... a. Setiap kali kakak membeli majalah, aku minta pada kakak lembar resep makanannya. b. Resep-resep itu kugunting dan kukumpulkan menjadi satu. c. Kadang-kadang aku pun men coba resep itu. d. Hobiku mengumpulkan resep makanan Hari itu kami sekeluarga pergi ke Surabaya untuk menengok saudara. Kami naik kereta api Kerta Jaya dari Blitar. Saat sampai di stasiun Malang, kereta api yang kami tumpangi berhenti lama sekali untuk menunggu jam pemberangkatan. Tiba-tiba Ryan, adikku yang masih kecil bertanya pada ibuku, ”Kereta apinya, kok, berhenti lama sekali. Apa rodanya kempis?” Orang yang mendengar pertanyaan Ryan, tertawa. Setelah dijelaskan bahwa roda kereta api itu terbuat dari besi dan tak bisa kempis, barulah Ryan mengerti 7. Apa judul yang tepat untuk cerita tersebut? a. Roda Kereta Api b. Pergi ke Surabaya

105

c. Orang Tertawa karena Adikku d. Stasiun Kereta Api Malang 8. Apakah yang terjadi ketika mereka tiba di stasiun Malang? a. Kami sekeluarga makan dahulu. b. Kami semua istirahat sambil makan. c. Kereta api berhenti lama sekali untuk menunggu jam pemberangkatan. d. Kami menengok keluar stasiun. Patih Anom pun ingin anak laki-lakinya menjadi lelaki yang dihargai penduduk kampung. Patih Anom juga ingin anaknya kelak dapat menjadi pelindung seluruh kampung. Selain itu, Patih Anom ingin anaknya berlaku adil. 9. Pokok pikiran paragraf tersebut adalah .... a. keinginan Patih Anom b. anak Patih Anom c. Patih Anom jadi pelindung penduduk kampung d. keadilan anak Patih Anom Bulan Agustus 1973, ada laba-laba yang menjadi "astronaut". Dua ekor laba-laba Aranous diadematus disertakan pada skylab, stasiun ruang angkasa milik Amerika Serikat. Kedua laba-laba itu dinamai Arabella dan Anita. Keduanya menempati semacam kandang yang dilengkapi kamera di dalam skylab. Kedua hewan itu berada di sana karena para ilmuwan ingin mengetahui pengaruh gaya tanpa bobot di ruang angkasa terhadap kemampuan laba-laba membuat jaring. Ternyata, laba-laba tak berdaya di ruang angkasa. Benang sutra yang mereka hasilkan tebalnya tidak rata. Jaringnya pun tampak 'berantakan'. Sumber: Orbit, Oktober 2005 10. Pertanyaan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah .... a. Pada tahun berapa laba-laba diterbangkan ke luar angkasa? b. Apa nama stasiun ruang angkasa milik Amerika Serikat? c. Mengapa laba-laba tidak mampu membuat jaring? d. Apa jenis laba-laba yang diterbangkan ke luar angkasa?

106

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat! 1. 2. Apa yang pengertia Cerita? Apa pengertia Berita? Namaku Anton. Semenjak ibuku meninggal, aku tinggal bersama ayah dan kedua adikku. Aku sangat menyayangi mereka. Oleh karena itu, sepulang sekolah aku selalu pergi mengamen untuk meringankan beban ayahku. Meskipun aku sering diejek teman-temanku, aku tidak peduli, aku tetap gigih bekerja. Sebab, kalau tidak demikian, aku tidak dapat sekolah dan membantu ayahku. Aku ingin mengubah jalan hidupku. Aku ingin tetap bersekolah dan mencapai cita-citaku untuk menjadi seorang polisi. Aku ingin membahagiakan ayah dan kedua adikku. Untuk mewujudkan impian itu, aku akan terus berjuang untuk mencari uang dan belajar yang rajin agar cita-citaku dapat terwujud. 3. 4. 5. Apa ide cerita yang terkandung dalam teks cerita di atas? Apa pesan yang dapat di ambil dari teks cerita diatas? Buatlah pernyataan dari teks cerita diatas?

107

Selain latihan dengan menjawab soal, maka peserta didik dapat juga diberikan latihan dalam bentuk lain penugasan. Penugasan ini dapat berupa tugas mandiri (pribadi) atau tugas kelompok.

A. Tugas Mandiri Kegiatan 1: Berkunjunglah ke perpustakaan, toko buku, warnet atau tempat lainnya. Carilah buku, atau data-data yang membahas tentang Mendengarkan Cerita dan Berita. Kegiatan 2: Buatlah ringkasan secukupnya dari hasil data yang tekah kamu peroleh dengan bahasamu sendiri. Pergunakanlah bahasa yang ringkas, padat, efektif, dan sistematis. Sampaikan kepada gurumu hasil karyamu untuk kemudian dimintakan kritik, saran dan juga penilaian! B. Tugas Kelompok Kegiatan 1 Bersama dengan teman-temanmu sekelompokmu berkunjunglah ke pasar-pasar tradisional carlilah pedagang kecil dipinggiran pasar lalu belajarlah mewawancarai pedagang tersebut, Kegiatan 2 Diskusi Diskusaikan dengan kelompokmu hasil dari wawancara dengan para pedagang pinggiran di pasar tradisional. Setelah selesai berdiskusi buatlah rangkuman hasil diskusi kalian, lalu serahkan kepada guru untuk dinilai. Kegiatan 3 Presentasi hasil diskusi Setelah selesai mengumpulkan tugas kelompok, maka guru dapat meminta masing masing kelompok mempresentasikan hasil karya masing-masing untuk kemudian didiskusikan bersama kelompok lain.

108

B AB : III PENUTUP dan EVALUASI A. Penutup Setelah pembelajaran selesai, maka satu langkah terbaik untuk mengakhiri proses belajar mengajar tersebut adalah fasilitator dapat meminta beberapa peserta diklat menyimpulkan pokok bahasan dari materi inti yang telah dipaparkan. Baru setelah itu fasilitator menyimpulkan apa yang telah ia sampaikan selama proses pembelajaran. Selain itu, dalam membuat kesimpulan materi yang telah dibahas hendaknya fasilitator menggunakan kalimat yang sederhana, efektif, mudah diingat dan dipahami oleh setiap peserta diklat.

109

B. 1.

Evaluasi Maksud dan Tujuan Evaluasi Setelah mendalami modul ini, diharapkan peserta diklat dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang tertuang dalam modul ini secara keseluruhan. Evaluasi disini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan peserta diklat setelah melakukan kegiatan pembelajaran sebagaimana dalam modul ini. Penguasaan materi yang dimaksud disini meliputi penguasaan secara teoritis yaitu pemahaman dan penguasaan terhadap Pendalaman Materi Mendengarkan Cerita dan Berita. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dalam evaluasi ini sebenarnya adalah untuk mengetahui apakah para peserta diklat telah dapat menerima, memahami dan mampu mencerna materi yang diberikan oleh fasilitator tanpa ada penyimpangan dari garis besar isi modul. Untuk mengukur tingkat penguasaan substansi materi modul para peserta diklat, maka diperlukan standar evaluasi. Standar evaluasi ini diperlukan untuk menilai tingkat capaian para peserta diklat dengan skoreskore tertentu, sampai kemudian bisa dianggap menguasai materi pelatihan. Adapun standar evaluasi yang digunakan dalam modul ini adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Interval Skor > 50 51-60 61-70 71-80 81-90 < 91 Tingkat Penguasaan Sangat Kurang Kurang Cukup Baik Baik Sekali Sangat Baik (istimewa)

110

2.

Materi Evaluasi Materi evaluasi meliputi seluruh isi materi dalam modul ini, mulai dari kegiatan belajar 1 sampai kegiatan belajar terakhir. Adapun aspek evaluasi meliputi kognitif yaitu pemahaman peserta diklat terhadap materi, afektif yaitu sikap prilaku peserta diklat selama mengikuti diklat dan aspek psikomotorik yaitu kemampuan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam materi Mendengarkan Cerita dan Berita dalam kehidupan sehari-hari.

No 1

Indikator Capaian Mampu memahami secara teori materi Mendengarkan Cerita dan Berita. Mampu membuat kesimpulan dari beberapa cerita atau berita yang didengar Mampu memberikan hasil analisis dari cerita atau berita yang di dengar

Nilai

Catatan

2

3

4 5 6 7 8 9

................. ............... ............... ............... ............... Dan seterusnya

111

SISWA:

CONTOH

No

.3 Sikap Siswa Keterbukaan r a j a l e b n a n u k e t e n a n i j a r e a s a r g n a g g n e n a n i l p i s i d e n a i t a h r e a ma s a j r e b a wa j Rata-Rata g n u g g n a /Jumlah Indikat or Nama K

.7

.6

.5

.4

.3

.2

.1

1 LEMBAR PENGAMATAN SIKAP PESERTA DIKLAT

K T K

112

P K T

CONTOH 2 LEMBAR SKALA MINAT SISWA MATA Pelajaran NAMA KELAS/ SEMESTER : ………………………. : ………………………. : ………………………. 1. Skala Selalu Sering Jarang

NO. Pernyataan 1. 2. Saya senang mengikuti Mata pelajaran ini Saya rugi bila tidak mengikuti Mata pelajaran ini 3. 4. Saya merasa Mata pelajaran ini bermanfaat Saya berusaha menyerahkan tugas tepat waktu 5. Saya berusaha memahami Mata pelajaran ini 6. Saya bertanya kepada guru bila ada yang tidak jelas 7. Saya mengerjakan tugas/soal latihan di rumah 8. Saya mendiskusikan materi pelajaran dengan teman 9. Saya berusaha memiliki buku untuk Mata

Tidak pernah

113

pelajaran ini 10 Saya berusaha mencari bahan di perpustakaan sekolah 1. umlah J

114

CONTOH 3 PENILAIAN PERFORMAN DALAM DISKUSI KELAS A. Menentukan indikator penampilan yang akan dinilai B. Memilih tipe skala yang akan digunakan (lima skala) C. Menuliskan instrumen D. Telaah instrumen oleh sejawat E. Merevisi Instrumen MATA Pelajaran NAMA KELAS/ SEMESTER : ………………………. : ………………………. : ………………………. M Indikator A a y n a T f ti k Akt abjaw if e id n a k a k u m e g n e Jal Sk

.1 .2 .3

115

or

.No

Nama Siswa

ide gga pi nan

Me

si kauni kon ina m

3.

Soal Evaluasi

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Mengapa pembelajaran Mendengarkan cerita dan berita mendorong manusia kreatif dan peka terhadap terjadinya gejala sosial? Apakah tujuan digunakannnya pendekatan rasional dan emosional dalam penyampaian materi mata pelajaran Bahasa Indonesia ? Mengapa perlu diciptakan iklim kompetisi antar siswa di kelas? Atas pertimbangan apa pendekatan keteladanan dan pembiasaan sangat perlu dilakukan oleh guru dan orangtua dalam pengajaran nilai? Bagaimana upaya guru supaya penyampaian materi dengan metode ceramah dapat menyenangkan sehingga tidak membosankan anak didik? Sebutkan tiga pertimbangan dalam menentukan media belajar yang tepat! Apa yang dimaksud dengan sumber belajar by design dan by utilization? Coba anda susun instrumen evaluasi untuk mengukur ranah kognitif, afektif dan psikomotor siswa atas materi Mendengarkan Cerita dan Berita (masing-masing ranah 5 soal)!

9.

Coba anda rancang metode resitasi (penugasan) yang baik terkait dengan materi Mendengarkan Cerita dan Berita!

10. Mengapa metode penugasan kelompok sangat baik untuk anak didik?

116

Daftar Pustaka Alisyahbana, Sutan Takdir. 1948. Puisi Lama. Jakarta: Pustaka Rakyat. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas. Darmadi, Kaswan. 1996. Meningkatkan Kemampuan Menulis. Yogyakarta: Andi Offset. Hartoko, Dick dan B. Rahmanto. 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius. Hidayat, Kidh. 1999. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara. Surabaya: CV Pustaka Agung. Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia. ___, 1989. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Maryani, Yani dan Sunarti. 2005. Intisari Bahasa Indonesia untuk SD Kelas 4, 5, dan 6. Bandung: Pustaka Setia. Moeliono, Anton M. (Penyunting Penyelia). 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Muchlis.1998. Taktik Kancil 1 dan 2. Surabaya: SIC. Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Ramlan, M. 1980. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: UP Karyono. ___, 1981. Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono. Razak, Abdul. 1990. Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan Variasi. Jakarta: PT Gramedia. Sumber-sumber lain: http://64.203.71.11/kompas-cetak/0407/23/rumah/1164977.htm http://www.wikipedia.org http://www.hudzaifah.org http://www.cybertokoh.com.

117

Sumber Gambar Dokumentasi penulis Majalah Bobo Ilmu Pengetahuan Populer Majalah Ino Majalah Mombi Majalah Orbit Majalah Fantasi Kids Harian Umum Pikiran Rakyat www.wfor.id www.antarin.net www.kpai.go.id www.geocities.com

118

Kunci Jawaban Pilihan Ganda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. b. b. d. d. a. d. b. c. a.

10. C. Kunci Jawaban Isian 1. Cerita adalah proses penyampaian pesan yang di kemas dalam bentuk sastra bahasa dan biasanya disampaikan sebagai penguat dari inti berita atau pesan yang disampaikan 2. Berita adalah proses penyampaian pesan yang biasanya hanya memperhatikan tingkan validitas dari kabar atau pesan yang di sampaikan. 3. 4. Anton sang pahlawan kecil Seorang bocah yang gigi dalam megejar cita-citanya untuk membahagiakan keluarga 5. Anton adalah seorang anak yang masih harus belajar dan mendapatkan perhatian dari orang tua

119

Lampiran

120

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->