P. 1
13. Skripsi Irmawati

13. Skripsi Irmawati

|Views: 1,694|Likes:
Published by rusdi

More info:

Published by: rusdi on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

Dari grafik di atas sangatlah jelas menunjukkan bahwa pada siklus I ke

siklus II terjadi peningkatan prestasi belajar, dimana pada siklus I terdapat

53

siswa yang tidak tuntas belajar IPA. Namun pada siklus II tidak ada siswa

yang tidak tuntas hasil belajar IPA.

A.Pembahasan

1.Aktivitas siswa

Faktor lain yang menyebabkan belum maksimalnya hasiul belajar siswa

pada siklus I, dikarenakan masih banyak siswa yang melakukan aktivitas yang

tidak relevan dengan pembelajaran di antaranya : tidak memperhatikan

penjelesan guru, mengobrol teman, mengerjakan tugas lain, bersikap seadanya

dalam melakukan kegiatan. Meskipun jumlah siswa yang melakukan kegiatan

tersebut tidak terlalu signifikan dan masih terktegori ditoleransi, namun tetap

harus menjadi perhatian karena jika dibiarkan tanpa tindakan korektif akan

mengakibatkan orientasi belajar siswa terganggu sehingga tujuan

pembelajaran tak dapat dicapai.

Pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I. Siklus II keaktifan

siswa sudah Nampak, dorongan dan minat siswa dalam belajar sudah dapat

terlihat dari keaktifannya bertanya, bekerja sama dalam kelompok dan hasil

belajarnya.

2.Hasil belajar

Hasil belajar siswa yang diperoleh setelah dilakukan tes siklus I dalam

metode demonstrasi adalah rata-rata yang diperoleh adalah 59,44 dengan nilai

54

tertinggi 80 dan terendah adalah 30 serta mediannya adalah 60 dari skor ideal

100, berada pada ketegori sangat rendah yaitu frekuensinya adalah 2 dengan

persentase 11,11%. Hal ini disebakan karena kurangnya motivasi belajar

sehingga siswa tidak tertarik dengan pembelajaran yang diberikan. Dalam

metode demonstrasi siswa ditekankan pada pembelajaran secara berkelompok,

namum dalam siklus I siswa belum dapat bekerja seefisien mungkin, dalam

berkelompok masih banyak siswa yang memonopoli tugas yang diberikan dan

yang lainnya hanya bercerita dan tidak membantu temannya. Siswa belum

mengetahui apa arti dalam bekerja sama dalam kelompok. Oleh karen itu,

dalam siklus I ini guru lebih membimbing dan mengarhakan siswa.

Tes siklus II menunjukkan nilai yang lebih baik dari siklus I yaitu

dengan rata-rata 77,78%, nilai tertinggi adalah 90 dan terendah adalah 70,

mediannya adalah 80 dan modusnya adalah 80 dengan standar deviasi 5,48

berada pada kategori tinggi. Dengan metode demonstrasi aktivitas siswa dalam

kelompok sudah baik, pasangan-pasangan bekerja dengan baik, laporan

lembar kerja siswa sudah merupakan hasil diskusi kelompok.

Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pada siklus I dengan siklus II

terjadi peningkatan mulai dari rata-ratanya naik sebesar 18,34. Dan standar

deviasinya juga mengalami kenaikan sebesar 10,04. Begitupun untuk nilai

tertingginya kenaikannya dari 80 menjadi 90. Nilai terendah adalah dari 30

55

menjadi 70 dan nilai yang paling banyak muncul pada siklus I adalah 70 naik

menjadi 80, jadi kebanyak siswa telah memperoleh nilai 80 pada siklus II.

3.Refleksi siklus I dan siklus II

Dari siklus I ke siklus II terbukti bahwa terjadi peningkatan prestasi

hasil belajar IPA, dari pembahasan di atas menjelaskan bahwa pada siklus I

yang menyebakan rendahnya hasil belajar hal ini disebabkan kerana masih ada

siswa yang melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan proses pembelajaran

seperti masih ada siswa yang mengganggu temannya dan tidak mengerjakan

tugas sesuai dengan lembar kerja yang diberikan serta masih banyak siswa

yang keluar masuk, menyebebkan siswa tidak memperhatikan atau menyimak

penjelasan guru. Oleh karena itu pada siklus I dibuatkan refleksi untuk

dijadikan bahan perencanaan pada siklus II. Upaya yang dilakukan peneliti

adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk memperhatikan penjelasan

guru, utamanya untuk metode demonstrasi siswa lebih banyak melakukan

aktifitas dibandingkan dengan guru melalui perancangan pesawat sederhana

dan melakukan demontrasi dari hasil perencangan tadi dengan sebelumnya

siswa telah berkomunikasi dengan guru untuk langkah-langkah demonstrasi

yang diberikan. Hal ini yang menyebabkan sehingga pada siklus II meningkat

karena siswa yang lebih berperan aktif dalam mendemonstrasikan pesawat

sederhana yang dieksperimentkan.

56

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi

akan dapat :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->