P. 1
4. Skripsi Ismayanti Said

4. Skripsi Ismayanti Said

|Views: 5,698|Likes:
Published by rusdi

More info:

Published by: rusdi on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

Sebagai pembicara yang baik, seseorang harus memberikan kesan

bahwa ia menguasai masalah yang dibicarakan dan memperhatikan keberanian

dan kegairahan serta kejelasan dalam berbicara. Dalam hal ini, ada beberapa

20

faktor yang harus diperhatikan oleh pembicara, yaitu kebahasaan dan faktor

nonkebahasaan.

Faktor kebahasaan yang menunjang keefektifan dalam berbicara, yaitu :

a.Ketetapan ucapan, seseorang pembicara harus membiasakan diri

mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat.

b.Penempatan tekanan, nada, tanda, dan durai yang sesuai

c.Pilihan kata (diksi). Pilihan kata hendaknya tepat jelas dan bervariasi.

d.Ketepatan sasaran pembicaraan (Arsjad dkk., 1988: 17-19).

Faktor yang memengaruhi efektivitas restoris terdapat pada setiap unsur

komunikasi, yaitu komunikatif, resipiens, pesan dan medium.

a.Pola komunikator

Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas dalam proses

komunikasi restoris, yaitu :

1.Pengetahuan tentang komunikasi dan keterampilan komunikasi,

dalam hal ini adalah penguasaan bahasa dan keterampilan

menggunakan bahasa dalam media komunikasi untuk mempermudah

prose belajar.

2.Sikap komunikasi seperti rendah hati, rela mendengar dan menerima

sara dapat memberi dampak besar dalam proses komunikasi restoris.

21

3.Sistem sosial dimaksudkan bahwa semua komunikator berada dan

hidup di dalam masyarakat tertentu. Posisi kedudukan yang dimiliki

komunikator dalam masyarakat sangat mempengaruhi efektifitas

komunikas restoris.

4.Sistem kebudayaan seperti tingkah laku, kata adab, dan pandangan

hidup yang diwariskan oleh suatu kebudayaan tertentu yang akan

mempunyai efektifitas dalam proses komunikasi dengan orang lain.

b.Pola resipiens

Faktor-faktor ini pada umumnya sama dengan faktor yang memengaruhi

komunikator yaitu, pengetahuan tentang komunikasi dan keterampilan

berkomunikasi, sikap resipiens, dan sistem sosial dan kebudayaan.

c.Pola pesan dan medium

Kedua faktor ini perlu diperhatikan oleh komunikator dalam proses

komunikasi retoris, terutama dalam hal :

1.

Elemen-elemen pesan komunikator menerjemahkan pesan dengan

memengaruhi medium, yang berupa kata-kata, kalimat, teks, ide yang

dikemukakan, alat-alat peraga yang dipakai untuk memperjelas pesan yang

berupa suara, aksen, artikulasi, mimik, dan gerak yang disampaikan.

2.

Struktur pesan.

22

3.

Isi pesan seharusnya mudah dipahami dan tidak terlalu sulit.

Faktor-faktor nonkebahasaan yang menunjang keefektifan berbicara:

1.Sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku.

2.Pandangan harus diarahkan kepada lawan bicara.

3.Kesediaan menghargai pendapat orang lain.

4.Gerak – gerik mimik yang tepat

5.Kenyaringan suara yang sangat menentukan

6.Kelancaran seorang pembicara ang lancara berbicara akan

memudahkan pendengar menangkap isi pembicaraan.

7.Relevansi/ penalaran gagasan demi gagasan haruslah berhubungan

dengan logis.

8.Penguasaan topik. Pembicaraan formal selalu menuntut persiapannya

supaya topik yang dipilih betul-betul dikuasai.

10.Metode peyampaian dan penilaian dalam berbicara

Kemampuan mengutarakan pendapat dengan bahasa oleh pembicara

menyangkut penggunaan bahasa dengan baik, tepat, dan seksama.

Mulgrove (dalam Tarigan 1986: 21-26) mengemukakan metode

penyampaian berbicara sebagai berikut:

a.Penyampaian secara mendadak (Impromto)

23

b.Penyampaian dari naskah

c.Penyampaian tanpa persiapan

Beberapa cara menyampaikan pembicaraan untuk meningkatkan daya

ingat para pendengardengan cara sebagai berikut:

1.Pengulangan. Semakin sering sesuatu pesan di dengar, semakin

mudah untuk diingat.

2.Dekatnya. Semakin baru satu pesan di dengar, semakin baik untuk

diigat

3.Pesan. Semakin besar kesan atau pengaruh emosi yang kuat terhadap

pendengar, semakin lama pesan itu untuk diingat

4.Kesederhanaan. Suatu pernyajian yang sederhana akan mudah

diingat oleh para pendengar.

Dari beberapa konsep tersebut di atas, maka disampaikan bahwa

keterampilan berbicara sangat memberikan pengaruh yang cukup besar dalam

perkembangan kepribadian seseorang, baik itu dari faktor fisik maupun faktor

kejiwaan (phsikis), baik itu diruang formal maupun non formal (lingkungan

keluarg dan lingkungan masyarakat).

11.Faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berbicara

24

Ada beberapa faktor yang sangat memengaruhi seseorang dalam

berbicara, yaitu :

a.Merasa malu: malu terdiri atas :

1)Malu kepada teman, dengan alasan bahwa teman lebih pintar, teman

lebih berpegalaman, dan sebagainya.

2)Malu mengeluarkan kata-kata dengan alasan bahwa pembicaraan

tersebut mengalami gangguan atau psikis seperti gugup, tidak jelas

jika berbicara, atau sering-sering mengalami kesalahan jika menyebut

huruf, dan sebagainnya.

3)Malu jika mengalami kesalahan, dengan alasan bahwa apa yang

dibicarakan oleh pembicara terebut tidak sesuai apa yang dikehendaki

oleh guru.

b.Rasa takut

Rasa takut terdiri atas :

1.Takut salah,

2.Takut ditertawai, dan

3.Takut salah bahasa

Sebab-sebab munculnya rasa takut pada diri siswa umumnya

disebabkan oleh takut ditertawai, takut berhenti di tengah pembicaraan, karena

25

tidak menguasai tema, takut membuat kesalahan, takut mendapat kritik, takut

jika pembicaraannya tidak dimengerti, serta mengecewakan pendengar. Dalam

hal ini sehingga guru akan memberikan nilai yang rendah.

c.Kurang percaya diri, karena ada perasaan gugup, bimbang, dan kaku dalam

setiap diberi kesempatan untuk berbicara di depan kelas (Henriks, 1990:

157-158).

Selain faktor tersebut di atas, terdapat faktor lain yang memengaruhi

keterampilan berbicara seseorang, yaitu siswa yang masih dipengaruhi oleh

bahasa pertama/ bahasa ibu dan dialek daerah. Semua ini kadang-kadang

membuat struktur bahasa indonesia yang berbeda.

Selain itu, kelengkapan buku menjadi masalah bagi seorang guru dalam

mengajarkan bahasa indonesia. Ini disebabkan penggunaan yag dipergilirkan

untuk kelas lain. Dari keadaan tersebut di atas dapat menghambat kelancaran

proses belajar mengajar karena waktu yang seharusnya digunakan untuk

kegiatan berbicara, digunakan untuk menulis.

Guru dalam menyajikan materi menggunakan metode ceramah dan

penugasan. Isi sesuai dengan model dalam proses belajar mengajar

keterampilan berbicara, yaitu untuk melihat bagaimana umpan balik anak

26

terhadap materi tersebut dan untuk pembentukan keterampilan, memperoleh

pengetahuan dan mengkmunikasikan pemerolehannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->