P. 1
jurnal pendidikan

jurnal pendidikan

|Views: 442|Likes:
Published by SyachRiel Wouyee

More info:

Published by: SyachRiel Wouyee on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Manajemen Sekolah di Masa Kini

In Artikel on September 25, 2010 at 10:23 am

Dalam era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan sekolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakatluas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para pimpinan sekolah tersebut menjadi nyata, kiranya mereka perlu memahami, mendalami, dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang-mekarkan oleh pemikir-pemikir dalam dunia bisnis. Manakala diperdalam secara sungguh-sungguh, kiranya konsep-konsep ilmu manajemen tersebut memiliki nilai (dalam arti values) yang tidak akan menjerumuskan dunia pendidikan kita ke arah bisnis yang dapat merugikan atau mengecewakan masyarakat luas penggunanya. Secara luas, penerapan konsep-konsep ilmu manajemen untuk bidang administrasi sekolah sudah dimulai semenjak dua hingga tiga dekade yang lalu, namun hal tersebut belum cukup mendapat perhatian dari dunia kependidikan di negara kita. Salah satu bukti yang memperjelas pemikiran itu adalah masih langkanya Jurusan Manajemen Kependidikan (Educational Management Department) di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia yang membuka program kependidikan (IKIP atau FKIP), sebuah jurusan yang bernaung di bawah IKIP yang bernama AP atau Administrasi Pendidikan (Educational Administration) meski lingkup yang dibahas berbeda dengan bidang atau jurusan Manajemen Kependidikan. Di dalam kelangkaan, manakala jurusan Administrasi Pendidikan ini dapat berkembang, kiranya bahasan tentang cara-cara pengelolaan (atau manajemen) untuk lembaga-lembaga pendidikan (misalnya sekolah) juga dapat berkembang. Jurusan Manajemen Kependidikan yang telah berkembang di beberapa negara itu sendiri kiranya juga merupakan pengembangan dari Jurusan Administrasi Pendidikan, yang dibahas dalam Jurusan Adminidtrasi Pendidikan tersebut antara lain adalah aplikasi konsep-konsep atau modelmodel manajemen (bisnis) untuk dunia kependidikan, antara lain konsep pengembangan budaya dan iklim organisasional, penerapan konsep transformational leadership, penggunaan konsep TQM, penerapan konsep perencanaan strategik (strategic planning), dan lain sebagainya. Dalam era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) kiranya pemahaman, pendalaman, dan aplikasi konsep-konsep ilmu manajemen yang telah banyak sekali dikembangkan oleh para pemikir di bidang bisnis perlu mendapatkan perhatian para pimpinan sekolah untuk memanajemeni sekolah-sekolah yang mereka pimpin di masa kini. Kesempatan untuk mengembangkan sebuah sekolah hingga menjadi sebuah sekolah yang sungguh efektif kiranya membutuhkan kreativitas kepemimpinan yang memadai. Kreativitas kepemimpinan semacam itu dapat terlihat atau dapat muncul manakala para pimpinan sekolah mampu dan mau melakukan perubahan-perubahan tentang cara dan metode yang mereka pergunakan untuk memanajemeni sekolah. Kemampuan serta kemauan tersebut akan muncul manakala para pimpinan sekolah dapat membuka diri secara luas untuk mencari dan menyerap sumber-sumber yang dapat mendorong perubahan, dan kiranya konsep-konsep dasar untuk melakukan perubahan tersebut tersedia luas dalam bidang di luar bidang pendidikan itu sendiri, yakni bidang manajemen bisnis.

IMS-GT. oleh sebab itu sejak dini manajemen haruslah dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin. 2000). UI peringkat ke-61. WTO. Dari 77 universitas yang disurvey. mengungkap rendahnya peringkat universitas terbaik di tanah air diantara universitas-universitas terbaik di Asia Pasifik. Demikian pula. Indonesia menempati peringkat 109 dari 174. empat universitas terbaik dalam standar Indonesia menempati urutan bawah. (Jawa Post. mengemukakan bahwa 85% dari masalah-masalah mutu terletak pada manajemen (pengelolaan). Pendahuluan Memasuki abad ke 21 ini Indonesia dihadapkan pada masalah yang rumit seperti masalah reformasi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. IMG-GT. Malaysia ke27. menyangkut dana.Menempuh jalur pendidikan formal bagi para pimpinan sekolah yang sudah lama memimpin sekolah kiranya diperlukan pertimbangan dan pemikiran yang jauh karena menyangkut waktu. terjadi pada pasar yang pada awalnya berorientasi pada produk (product oriented) beralih pada orientasi pasar (market driven). peringkat daya saing ke 46 yang paling bawah di kawasan Asia Tenggara. menurut UNDP. Untuk itu perlu mengantisipasi keadaan ini dengan memperkuat kemampuan bersaing diberbagai bidang dengan pengembangan Sumber Daya Manusia.(Indra Jati Sidi. dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula. Jusuf Hanafiah dkk. 11 Juli 2000). BIMP-EAGA. Dosen FKIP Universitas Terbuka sesuai survey Asia Week. Thailand 57 dan Pilipina 77. dan APEC. UGM ke-68. Melalui jaringan komunikasi untuk bidang kependidikan. sebagaimana data yang dipaparkan oleh Dr Ibrahim Musa MA. Kita juga menghadapi perubahan-perubahan besar dan amat fundamental dilingkungan global. peranan pendidikan cukup menonjol. dan termasuk negara yang paling korup didunia. serta dari proteksi (protection) berpindah menjadi pasar bebas (free market ). Brunei 26. Undip ke-73. menyangkut kesempatan. Suatu perubahan regulasi yang semula monopoli (monopoly) menjadi persaingan bebas (free competition). A. dan SOSEKMALINDO yang merupakan usaha untuk menyongsong perdagangan bebas dimana pasti akan berlangsung tingkat persaingan yang amat ketat. dan lain sebagainya. Phillipina ke 32. Malaysia 56. Perubahan lingkungan strategis pada tataran global tersebut tercermin pada pembentukan forum-forum seperti GATT. NAFTA dan AFTA. kualitas SDM Indonesia saat ini menduduki peringkat ke 105. 1994:101). Joseph. Sayangnya SDM kita saat ini memprihatinkan. dan Unair ke-75 (Republika. Salah satu bentuk manajemen yang berhasil dimanfaatkan dalam dunia industri dan bisa diadaptasi . Menurut Survei Human Development Index sebagaimana diungkapkan oleh Yutata Hadi Andoyo Direktur Direktorat Peguruan Tinggi Swasta Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. perangkat SDM di kawasan Asia Tenggara yaitu Singapura menduduki peringkat 25. Untuk ilustrasi . Juran yang pikiran-pikirannya begitu terkenal dan berpengaruh di Jepang sehingga pada tahun 1981 dia dianugerahi Order of the Sacred Treasure oleh Kaisar Jepang. dan Tailand ke 34. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang bermutu. Oleh karena itu sangat penting bagi pembangunan nasional untuk memfokuskan peningkatan mutu pendidikan. masalah krisis yang berkepanjangan dan hingga saat ini belum tuntas. Dalam upaya peningkatan SDM. Berkaitan dengan mutu. M. masalah kebijakan makro pemerintah tentang sistem pemerintahan otonomi daerah yang memberdayakan masyarakat. Singapura ke-2. (M. 22/4/02). Sementara itu rendahnya mutu SDM signifikan dengan rendahnya mutu pendidikan tinggi.

kesatuan tujuan. Seterusnya. sampai distribusi kepada konsumen. 1994 dalam M. pelanggan. dan perbaikan berkesinambungan (Hensler dan Brunnel dalam M.N Nasution. perbaikan kerkesinambungan. Pada dasarnya proses industri harus dipandang sebagai suatu peningkatan terus-menerus (continuous industrial process improvement). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah . proses Manajemen sekolah seyogyanya memahami pula perkembangan manajemen sistem industri modern. sehingga mampu mendesain. 2001:33-34). dan ketertiban serta pemberdayaan karyawan. Dari Gambar 1 tampak bahwa manajemen sistem industri terdiri dari dua konsep. 1995 dalam M. Dengan demikian sebelum membahas tentang sistem pendidikan di sekolah. (Vincent Gaspersz. yaitu fokus pada pelanggan. Nasution. Konsep sistem industri dan manajemen sistem industri ditunjukkan dalam Gambar 1. yaitu : kepuasan pelanggan.dalam dunia pendidikan adalah TQM (total quality management) pada sistem pendidikan yang sering disebut sebagai: Total Quality Management in Education (TQME). yaitu: (1) konsep manajemen dan (2) konsep sistem industri. yang pada umumnya akan dikelola oleh lulusan perguruan tinggi. berdasarkan informasi sebagai umpan-balik yang dikumpulkan dari pengguna produk (pelanggan) itu dapat dikembangkan ide-ide kreatif untuk menciptakan produk baru atau memperbaiki produk lama beserta proses produksi yang ada saat ini. (Vincent Gaspersz. Hal ini dimaksudkan agar setiap lulusan dari sekolah mampu dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan sistem industri modern. maka setiap lulusan perguruan tinggi yang akan bekerja dalam sistem industri harus memiliki kemampuan solusi masalah-masalah industri yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dikuasainya berdasarkan informasi yang relevan agar menghasilkan keputusan dan tindakan untuk meningkatkan kinerja sistem industri tersebut. proses produksi. respek terhadap setiap orang. jasa. Untuk mencapai usaha tersebut digunakan sepuluh unsur utama TQM. kerjasama tim. manajemen berdasarkan fakta. Konsep Manajemen Peningkatan Mutu Pada Industri Modern Total quality manajement merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk. menerapkan. (Goetsch dan Davis.N. 2000:29-30). Berdasarkan konsep manajemen sistem industri modern di atas. Ada empat prinsip utama dalam TQM. Suatu sistem industri mengkonversi input yang berasal dari pemasok menjadi output untuk digunakan oleh pelanggan.2000:1) C. sedangkan manajemen sistem industri memproses informasi yang berasal dari sistem industri. mengendalikan. pengembangan produk. pendekatan ilmiah. perlu diketahui tentang konsep dasar sistem industri modern yang akan dipergunakan sebagai landasan utama untuk membahas penerapan TQME pada sistem pendidikan modern di Indonesia. dan lingkungannya. (Fandi. maka dibutuhkan manajemen sistem industri. yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk. pendidikan dan latihan. B. 2001:28).N Nasution. kebebasan terkendali. dan meningkatkan kinerja sistem pendidikan yang memenuhi kebutuhan manajemen sistem industri modern. dan lingkungan melalui proses manajemen untuk menjadi keputusan atau tindakan manajemen guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem industri.2000:1) Agar peningkatan proses industri dapat berjalan secara konsisten. komitmen jangka panjang. obsesi terhadap qualities. tenaga kerja.

guru. Amerika Serikat oleh Donald Adams. Berdasarkan penyebab tersebut dan dengan adanya era otonomi daerah yang sedang berjalan maka kebijakan strategis yang diambil Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk mengembangkan SDM adalah : (1) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (school based management) dimana sekolah diberikan kewenangan untuk merencanakan sendiri upaya peningkatan mutu secara keseluruhan. Dengan pendekatan itu setiap siswa diharapkan akan mendapatkan pembekalan life skills yang berisi pemahaman yang luas dan mendalam tentang lingkungan dan kemampuannya agar akrab dan saling memberi manfaat. Dalam Peningkatan Mutu yang selanjutnya disingtkat MPM. Dan model peningkatan mutu sekolah dasar yang dikembvangkan oleh Sukamto. mendasarkan pada ketersediaan data kuantitatif & kualitatif. pemerintah telah mengumumkan suatu gerakan nasional untuk peningkatan mutu pendidikan. 2002). b) melibatkan proses diagnose dan proses tindakan untuk menindak lanjuti diagnose. sekolah sebagai community learning center. seperti yang telah berjalan di Sidney. mengaplikasikan sekumpulan teknik. Berdasarkan pengertian di atas dapat difahami bahwa Manajemen Peningkatan Mutu memiliki prinsip : Peningkatan mutu harus dilaksanakan di sekolah Peningkatan mutu hanya dapat dilaksanakan dengan adanya kepemimpinan yang baik . dan (3) Dengan menggunakan paradigma belajar atau learning paradigm yang akan menjadikan pelajar-pelajar atau learner menjadi manusia yang diberdayakan. bertepatan hari pendidikan nasional. 3) peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim (Husaini Usman. Selain itu pada tanggal 2 Mei 2002. dan pemberdayaan semua komponen sekolah untuk secara berkesinambungan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Dari IKIP Yogyakarta (Hand Out. (2) Pendidikan yang berbasiskan pada partisipasi komunitas (community based education) di mana terjadi interaksi yang positif antara sekolah dengan masyarakat. Lingkungan sekitarnya dapat memperoleh masukan baru dari insan yang mencintainya. siswa. sekaligus menghantar perluasan pendekatan Broad Base Education System (BBE) yang memberi pembekalan kepada pelajar untuk siap bekerja membangun keluarga sejahtera. dipadukan dengan model yang dikembangkan di Pittsburg. dan c) Quality Control.Ada tiga faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan yaitu : kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau inputinput analisis yang tidak consisten. Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri. dkk. 2) penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik. c) memerlukan partisipasi semua fihak : Kepala sekolah. b) Quality Assurance. dkk. staf administrasi. orang tua dan pakar. Australia yang mencakup : a) School Review. terkandung upaya a) mengendalikan proses yang berlangsung di sekolah baik kurikuler maupun administrasi. Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) ini merupakan suatu model yang dikembangkan di dunia pendidikan. dan lingkungannya dapat memberikan topangan hidup yang mengantarkan manusia yang mencintainya menikmati kesejahteraan dunia akhirat Untuk merealisasikan kebijakan diatas maka sekolah perlu melakukan manajemen peningkatan mutu. Pelatihan calon Kepala Sekolah).

serta mutu lulusan. kelompok ataupun lembaga. dan d) quality control.Peningkatan mutu harus didasarkan pada data dan fakta baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif Peningkatan mutu harus memberdayakan dan melibatkan semua unsur yang ada di sekolah Peningkatan mutu memiliki tujuan bahwa sekolah dapat memberikan kepuasan kepada siswa. Apakah faktor-faktor pendukung yang dimiliki sekolah ? School review akan menghasilkan rumusan tentang kelemahan-kelemahan. Faktor apakah yang menghambat upaya untuk meningkatkan mutu ? 4. b. Benchmarking : Suatu kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu. Bagaimana prestasi siswa ? 3. School review dilakukan untuk menjawab pertanyaan berikut : 1. kelebihankelebihan dan prestasi siswa. serta rekomendasi untuk pengembangan program tahun mendatang. Apakah yang dicapai sekolah sudah sesuai dengan harapan orang tua siswa dan siswa sendiri ? 2. b) benchmarking. Benchmarking dapat diaplikasikan untuk individu. (Hand out. School review Suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional (ahli) untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah. Berdasarkan Panduan Manajemen Sekolah (2000:200-202) dijelaskan sebagai berikut : a. orang tua dan masyarakat. c) quality assurance. pelatihan calon kepala sekolah :2000) Adapun penyusunan program peningkatan mutu dengan mengaplikasikan empat teknik : a) school review. Tiga pertanyaan mendasar yang akan dijawab oleh benchmarking adalah : Seberapa baik kondisi kita? Harus menjadi seberapa baik? Bagaimana cara untuk mencapai yang baik tersebut? Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah : Tentukan fokus .

dan juga orang tua siswa harus memiliki komitmen untuk secara bersama mengevaluasi kondisi sekolah yang kritis dan berupaya untuk memperbaiki. pegawai administrasi. yang : Merupakan umpan balik bagi sekolah Memberikan jaminan bagi orang tua siswa bahwa sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa. Quality control Suatu sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar. d.Tentukan aspek/variabel atau indikator Tentukan standar Tentukan gap (kesenjangan) yang terjadi. Quality assurance Suatu teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Untuk melaksanakan quality assurance menurut Bahrul Hayat dalam hand out pelatihan Calon kepala sekolah (2000:6). Quality control memerlukan indikator kualitas yang jelas dan pasti. menjadi subsistem sekolah. Bandingkan standar dengan kita Rencanakan target untuk mencapai standar Rumuskan cara-cara program untuk mencapai target c. D. dan melembaga. Semua pihak mulai kepala sekolah. Teknik menekankan pada monitoring yang berkesinambungan. Manajemen Mutu Terpadu Di Sekolah Manajemen Mutu Terpadu yang diterjemahkan dari Total Quality Management (TQM) atau disebut pula Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan mutu pendidikan . Dengan teknik ini akan dapat dideteksi adanya penyimpangan yang terjadi pada proses. maka sekolah harus : Menekankan pada kualitas hasil belajar Hasil kerja siswa dimonitor secara terus menerus Informasi dan data dari sekolah dikumpulkan dan dianalisis untuk memperbaiki proses di sekolah. sehingga dapat ditentukan penyimpangan kualitas yang terjadi. guru. Quality assurance akan menghasilkan informasi.

Sebagai unit layanan jasa. mendelegasikan wewenang. Pelaksanaan pada umumnya akan membantu sustu . Komponen yang terkait dengan mutu pendidikan yang termuat dalam buku Panduan Manajemen Sekolah (2000: 191) adalah 1) siswa : kesiapan dan motivasi belajarnya. dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi. Sedang yang dimaksud dengan Pengeloaan Mutu Total (PMT) Pendidikan tinggi (bisa pula sekolah) adalah cara mengelola lembaga pendidikan berdasarkan filosofi bahwa meningkatkan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan baik masa kini maupun yang akan datang. dkk (1994:4) mendefinisikan Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan yang sistematis. Jusuf Hanafiah. dimana siswa sebagai bahan mentah dan lulusan sekolah sebagai hasil produksi. pustakawan. moral kerjanya (kemampuan personal). 4) dan. dan komunikasi dialogis yang kurang terbuka. Yang memimpin sebaliknya. Adapun prinsip dari MMT dalam buku tersebut yaitu selama ini sekolah dianggap sebagai suatu Unit Produksi. Masalah kedua adalah tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program. 2) guru : kemampuan profesional. yang mengutamakan kepentingan pelanggan. Hampir semua program dimonitor dan dievaluasi dengan baik. sarana dan prasarana : kecukupan dan keefektifan dalam mendukung proses pembelajaran. Permasalahan Masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mu tu pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Hanafiah. pemerintah dan masyarakat).melalui peningkatan mutu komponen terkait. pengguna lulusan. dan kerjasamanya (kemampuan social). Masalah ketiga adalah gaya kepemimpinan yang tidak mendukung. Pada umumnya pimpinan tidak menunjukkan pengakuan dan penghargaan terhadap keberhasilan kerja stafnya. dkk adalah : pertama sikap mental para pengelola pendidikan. tidak memberi kepercayaan. maka yang dilayani sekolah (pelanggan sekolah ) adalah: 1) Pelanggan internal : guru. Masalah keempat adalah kurangnya rasa memiliki pada para pelaksana pendidikan. Prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal belum membudaya. Hal ini menyebabkan staf bekerja tanpa motivasi. tidak memberi kebebasan berinisiatif. Namun tindak lanjutnya tidak dilaksanakan. 5) Masyarakat (orang tua. baik yang memimpin maupun yang dipimpin. laboran. dan perguruan tinggi) : partisipasinya dalam pengembangan program-program pendidikan sekolah. M. 3) kurikulum : relevansi konten dan operasionalisasi proses pembelajarannya. Akibatnya pelaksanaan pendidikan selanjutnya tidak ditandai oleh peningkatan mutu. Dalam MMT sekolah dipahami sebagai Unit Layanan Jasa. teknisi dan tenaga administrasi. E. Mutu komponen-komponen tersebut di atas menjadi fokus perhatian kepala sekolah. pelanggan sekunder (orang tua. praktis. Perencanaan strategis yang kurang dipahami para pelaksana. bukan karena rasa tanggung jawab. pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu. pelanggan tertier (pemakai/penerima lulusan baik diperguruan tinggi maupun dunia usaha). yakni pelayanan pembelajaran. 2) Pelanggan eksternal terdiri atas : pelanggan primer (siswa). Yang dipimpin bergerak karena perintah atasan.

apatis. 1972 dalam Husaini Usman. konformistik. 1995 dalam Husaini Usman) yang menyatakan etos kerja dosen dan karyawan IKIP cenderung rendah. mengutip hasil penelitian Internasional bahwa Indonesia sebagai bangsa termalas nomor tiga dari 42 negara termalas di dunia. tetapi hanya karena diperintah atasan akan membuat pekerjaan yang dilaksanakan hasilnya tidak optimal. Pengawasan bertujuan untuk menilai kelebihan dan kekurangan. Jusuf Hanafiah dkk.kegiatan. sehingga guru tidak bisa berinisitiaf sendiri. maka ia kan merasa dihargai. setiap hierarki yang berada di bawah kekuasaan bersikap masa bodoh. Fungsi pengawasan (controlling) dalam manajemen berguna untuk membuat agar jalannya pelaksanaan manajemen mutu sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. membuat laporan asal bapak senang dan takut mengambil resiko. iklim organisasi yang tidak menyenangkan. 1994:8). sehingga pola manajemen pendidikan dapat disesuaikan dari pola lama ke pola baru. Agar program dapat dimonitor dan ditindaklanjuti maka perlu melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. tidak kreatif dan tidak inovatif. kurang berpartisipasi dan kurang bertanggung jawab. bawahan harus mengikuti pada petunjuk atasan. dan Rasyid. hal ini tampaknya merintangi perkembangan-perkembangan potensi SDM untuk memcahkan masalah-masalah khusus on the spot (Sutisna. (M. hal ini karena lemahnya kemandirian sekolah akibat pembinaan pemerintah yang sangat sentralistik. uniformistik dan mekanistik. diam supaya aman. maka solusinya adalah dengan diadakannya penerapan pendidikan yang tidak sentralistik. Pelibatan . Analisis Masalah Dan Pemecahan Masalah Sikap mental bawahan yang bekerja bukan atas tanggung jawab. Guru hanya bekerja berdasarkan petunjuk dari atas. memiliki. Pembinaan yang demikian ini tidak memberdayakan potensi sekolah. Mengenai etos kerja Pidarta (1998). bawahan yang tidak bisa bekerja sesuai dengan caranya. Akibatnya. Asumsinya jika seseorang diundang untuk pengambilan keputusan. Birokratik. bawahan yang selalu dicurigai. Tidak adanya tindak lanjut bisa disebabkan karena rendahnya etos kerja para pengelola pendidikan. Apa-apa yang salah dintinjau ulang dan segera diperbaiki. Temuan Pidarta tersebut mendukung temuan Muchoyar (1995. Pengambilan keputusan partisipatif ialah suatu cara pengambilan keputusan yang terbuka dan demokratis yang melibatkan seluruh stakeholders di dewan sekolah.Hal tersebut merupakan penghalang dalam pelaksanaan manajemen mutu pendidikan. 2001). Kelemahan sistem sentralistik dengan komunikasi dari atas ke bawah lebih menekankan fingsinya sebagai line of command dan tidak fungsinya sebagai line of services. bertanggung jawab. menunggu perintah. Penelitian Usman (1996) menyimpulkan bahwa pelaksanaan Pengembangan Sekolah Seutuhnya (PSS) di SMK mengalami kegagalan karena kepala sekolahnya masih cenderung manampilkan gaya kepemimpinan otoriter. Program peningkatan mutu pendidikan tidak akan jalan jika setelah diadakannya monitoring dan evaluasi tanpa ditindaklanjuti. kalau sudah ada masalah yang timbul. F. Hal inipun merupakan kendala yang cukup besar dalam peningkatan dan pengendalian mutu. dilibatkan. formalistik. Sementara itu pimpinan sendiri punya sikap mental yang negatif dimana ia tidak bisa memberikan kesempatan bagi bawahan untuk berkarir dengan baik. Kenyatan ini karena profil kepala sekolah yang belum menampilkan gaya entrepeneur dan gaya memimpin situasional.

bekerja dengan penuh ketangguhan bukannya ogah-ogahan karena serba kekurangan(Boediono. (c) memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan terampil (cepat. Senantiasa menunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu daripada menunjukkan bahwa ia tahu sesuatu. arogansi. 2000). c. cekat. Menurut Poernomosidi Hadjisarosa (1997 dalam slamet. kepala sekolah merupakan salah satu sumberdaya sekolah yang disebut sumberdaya manusia jenis manajer (SDM-M) yang memiliki tugas dan fungsi mengkoordinasikan dan menyerasikan sumberdaya manusia jenis pelaksana (SDM-P) melalui sejumlah input manajemen agar SDM-P menggunakan jasanya untuk bercampur tangan dengan sumberdaya selebihnya (SDslbh). d. PH. Secara umum. tidak membuat keputusan. pemborosan. karakteristik kepala sekolah tangguh dapat dituliskan sebagai berikut (Slamet. tepat. prestasi. imitasi. (e) memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang dan tidak mencari orang-orang yang mirip dengannya. Kepala sekolah harus senantiasa memahami sekolah sebagai suatu sistem organic. dan relevansinyan dengan tujuan pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan yang tidak mendukung. Bukannya menciptakan rasa takut. akan tetapi sama sekali tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. kaku. Senantiasa memperbaiki kesalahan yang ada daripada menyalahkan kesalahan pada seseorang. PH. (f) memiliki kemampuan memerangi musuh-musuh kepala sekolah.1998). dan nilai-nilai. Lebih banyak mengarahkan daripada mendorong atau memaksa b. (d) memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan dan yang mampu menggugah pengikutnya untuk melakukan hal-hal penting bagi tujuan sekolahnya. Sebagai leader maka kepala sekolah harus : a. kecurigaan. e. yaitu ketidakpedulian. batas kewenangan.2000) : Kepala sekolah: (a) memiliki wawasan jauh kedepan (visi) dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan (misi) serta paham benar tentang cara yang akan ditempuh (strategi). sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik untuk menghasilkan output yang diharapkan. Senantiasa menanamkan kepercayaan pada diri guru dan staf administrasi. (b) memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan seluruh sumberdaya terbatas yang ada untuk mencapai tujuan atau untuk memenuhi kebutuhan sekolah (yang umumnya tak terbatas). standar. mediokrasi. . Untuk itu kepala sekolah harus lebih berperan sebagai pemimpin dibandingkan sebagai manager. Lebih bersandar pada kerjasama dalam menjalankan tugas dibandingkan bersandar pada kekuasaan atau SK. akan mengakibatkan gagalnya pelaksanaan manajemen peningkatan mutu. Senantiasa mengembangkan suasana antusias bukannya mengembangkan suasana yang menjemukan f. dan akurat). dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak.stakeholders didasarkan keahlian.

lingkungan. (o) self-confidence. (p) conceptualization. dan hak). hubungan sekolahmasyarakat. yaitu: (a) people skills. menurut hasil-hasil penelitian kelas kakap dunia. (c) visionary. pengkoordinasian. yang disertai fungsi. pemecahan masalah. metoda kerja. (g) spontaneity. kepala sekolah harus berpikir sistem (bukan unsystem). 5. membimbing dan memberi contoh). manajemen fasilitas. pembaharu (memberi nilai tambah). (k) perceptual objectivity. pengelolaan program. pemantauan dan pengevaluasian. berpikir multi-inter-lintas disiplin (tidak parosial). manajer tangguh memiliki delapan kompetensi. Kepala sekolah memahami. dan pembangkit motivasi (menyemangatkan). pembawaan diri. dan melaksanakan dimensi-dimensi tugas (apa). berpikir eklektif (kuantitatif + kualitatif). rencana (diskripsi produk yang akan dihasilkan). (i) self-control. (n) use of sosialized power. yaitu berpikir secara benar dan utuh. berpikir secara holistik (tidak parsial). program (alokasi sumberdaya untuk merealisasikan rencana). pengurus/administrator (mengadminitrasi). (b) dimensi proses. 2. (b) proactivity. Menurut Enterprising Nation (1995). and (r) use of oral presentation. Kepala sekolah memahami. proses (bagaimana). (e) self-management. (j) stamina and adaptability. pengelolaan keuangan. dan (d) dimensi keterampilan personal meliputi organisasi diri. manajemen personalia. berpikir interdipendensi dan integrasi. dan melaksanakan perannya sebagai manajer (mengkoordinasi dan menyerasikan sumberdaya untuk mencapai tujuan). tempat. sumberdaya. penyelia (mengarahkan. dan pengelolaan proses belajar mengajar. Kepala sekolah memiliki input manajemen yang lengkap dan jelas. pengendalian (tindakan turun tangan). pemimpin (memobilisasi dan memberdayakan sumberdaya manusia). yaitu: (a) efficiency orientation. cara mengelola. Norton.1. 1985). kemudian . pengelolaan kelembagaan. (f) team player. (f) developing others. (l) positive regard. ketentuan ketentuan/limitasi (peraturan perundang-undangan. Catatan: manajer tangguh. pendidik (mengajak nikmat untuk berubah). (d) flexible and adaptable to change. kualifikasi. regulator (membuat aturan-aturan sekolah). yangditunjukkan oleh kelengkapan dan kejelasan dalam tugas (apa yang harus dikerjakan. prosedur kerja. kewenangan. manajemen kesiswaan. Kepala sekolah mampu menciptakan tantangan kinerja sekolah (kesenjangan antara kinerja yang aktual/nyata dan kinerja yang diharapkan). (b) strategic thinker. pencipta iklim kerja (membuat situasi kehidupan kerja nikmat). tanggungjawab. paling tidak memiliki sejumlah kompetensi seperti berikut. 1974. berpikir secara runtut (tidak meloncat-loncat). (c) concern with impact. (g) ability to solve complex problem and make decisions. dan cara menganalisis kehidupan sekolah.). berpikir entropis (apa yang diubah pada komponen tertentu akan berpengaruh terhadap komponen-komponen lainnya). pemotivasian. meliputi pengambilan keputusan. 3. (q) logical thought. and (h) ethical/high personal standards. spesifikasi. dan kelompok kepentingan. Berangkat dari sini. Sedang American Management Association (1998) menuliskan 18 kompetensi yang harus dimiliki manajer tangguh. dan berpikir sinkretisme. dan memberikan kesan yang baik kepada anak buahnya. wirausahawan (membuat sesuatu bisa terjadi). menghayati. Oleh karena itu. hubungan antar manusia. dsb. yang dapat diuraikan sebagai berikut: (a) dimensi tugas terdiri dari: pengembangan kurikulum. dsb. (e) use of unilateral power. (c) dimensi lingkungan meliputi pengelolaan waktu. kewajiban. berpikir ³sebab-akibat´ (ingat ciptaanNya selalu berpasang-pasangan). 4. Kepala sekolah menggunakan ³pendekatan sistem´ sebagai dasar cara berpikir. menghayati. gaya bicara dan gaya menulis (Lipham. (d) diagnostic use of concepts. (h) accurate self-assessment. (m) managing group process. dan keterampilan personal.

. Sepanjang masih ada persoalan. Threat) untuk menemukan faktor-faktor yang tidak siap (mengandung persoalan). keluwesan. Kepala sekolah mengupayakan teamwork yang kompak/kohesif dan cerdas. dan mengupayakan langkah-langkah pemecahan persoalan. dilanjutkan dengan memilih fungsifungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. yaitu pergeseran dari Manajemen Berbasis Pusat menuju Manajemen Berbasis Sekolah (dalam kerangka otonomi daerah). 2000). meskipun hasilnya tidak selalu benar (salah). 9. 7. Sekolah dikatakan berhasil jika mampu memberikan pelayanan sama atau melebihi harapan pelanggan. maka sasaran tidak akan pernah tercapai. Dengan kata lain. Untuk lebih jelasnya. Perencanaan strategis yang kurang dipahami para pelaksana. Dilihat jenis pelanggannya. kepala sekolah mendorong warganya untuk mengambil dan mengelola resiko serta melindunginya sekiranya hasilnya salah. dan komunikasi dialogis yang kurang terbuka. terutama sumberdaya manusianya melalui pemberian kewenangan. 2000). Prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awalï belum membudaya merupakan penghalang dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu. dan sumberdaya. 6. siswa menikmati situasi sekolah. Weaknes. pengelolaan proses belajar mengajar dianggap memiliki tingkat kepentingan tertinggi dan kegiatan-kegiatan lainnya dianggap memiliki tingkat kepentingan lebih rendah. lihat Gambar 2 ³Pergeseran Kebijakan dari Manajemen Berbasis Pusat menuju Manajemen Berbasis Sekolah´ (Slamet PH.dirumuskan sasaran yang akan dicapai oleh sekolah. Untuk itu perlu ditanamkan kepada warga sekolah untuk mempunyai asa memiliki bangga terhadap sekolahnya. lalu melakukan analisis SWOT (Strength. serta membuat saling terkait dan terikat antar fungsi dan antar warganya. menumbuhkan solidaritas/kerjasama/kolaborasi dan bukan kompetisi sehingga terbentuk iklim kolektifitas yang dapat menjamin kepastian hasil/output sekolah. 8. Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan menciptakan sekolah belajar . puas dengan fasilitas yang disediakan sekolah. 10. puas dengan perlakuan oleh guru maupun pimpinan. Pendek kata. dan memandang kegiatan-kegiatan lain sebagai penunjang/pendukung proses belajar mengajar. Kepala sekolah mampu dan sanggup memberdayakan sekolahnya (Slamet PH. Opportunity. Kepala sekolah memusatkan perhatian pada pengelolaan proses belajar mengajar sebagai kegiatan utamanya. antara lain puas dengan pelajaran yang diterima. Karena itu. Hal ini bisa terlaksana jika para warga sekolah itu merasa puas terhadap pelayanan sekolah . 11. Dalam MMT (Manajemen Mutu Terpadu) keberhasilan sekolah diukur dari tingkat kepuasan pelanggan. Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah sebagai konsekuensi logis dari pergeseran kebijakan manajemen. Kepala sekolah menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan kreativitas dan memberikan peluang kepada warganya untuk melakukan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru. maka sekolah dikatakan berhasil jika : Siswa puas dengan layanan sekolah. Kurangnya rasa memilikipada para pelaksana pendidikan. baik internal maupun eksternal.

Dan belum membudayanya prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal. Depdiknas. Pada prinsipnya manajemen mutu ini berbasis sekolah memberdayakan semua komponen sekolah. dan memahami. dan rendahnya etos kerja apara pengelola. 12 April 2003 DAFTAR PUSTAKA : Anonim. orang tua. Pihak pemakai/penerima lulusan (perguruan tinggi. Dikmenum . 2000:193). misalnya pembagian kerja. 2000. moral kerja yang baik. G. layak untuk diadaptasai dalam Manajemen Pendidikan. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu adalah sikap mental para pengelola pendidikan. kurangnya melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi. dan sebagainya. motivasi. ternyata banyak warga sekolah terutama guru yang belum tahu. Samarinda. Disamping itu diperlukan seorang kepala sekolah yang berjiwa pemimpin dengan visi yang baik. industri. dan sekolah sebagai unit produksi yang melayani siswa. 2. maka perlu bagi pemerintah untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional. misalnya puas karena menerima laporan periodik tentang perkembangan siswa maupun program-program sekolah. Dari kesimpulan tersebut penulisan ini perlu penulis sarankan sebagai berikut : 1. Panduan Manajemen Sekolah. Kebanyakan hanya diketahui oleh kepala sekolah. gaji/honorarium. dan guru/karyawan. tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program. kenal. Dalam perbaikan mutu pendidikan tersebut manajemen mutu yang diadaptasi dari Total Quality Management yang ada Industri Modern. punya rasa memiliki. hubungan antarguru/karyawan/pimpinan. (Panduan Manajemen Sekolah. masyarakat) puas karena menerima lulusan dengan kualitas sesuai harapan Guru dan karyawan puas dengan pelayanan sekolah. pihak pemakai/penerima lulusan. adanya sentralistrik manajemen pendidikan. dan calon kepala sekolah. Berdasarkan rendahnya mutu SDM pada era otomomi daerah dan menyongsong era global. 2. Manajemen Peningkatan Mutu yang sering di seminarkan dan dikenalkan pada dunia pendidikan. Disarankan agar hal ini disebarluaskan dan betul-betul bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah. Perlu ditingkatkan etos kerja. kerjasama tim. mau bekerja keras agar Manajemen Mutu Pendidikan dapat terlaksana secara optimal sehingga mampu menghasilkan Mutu SDM. kurangnya rasa memiliki para pelaksana pendidikan. Kesimpulan Dan Saran Berdasarkan uraian diatas maka dapat penulis disimpulkan sebagai berikut : 1.Orang tua siswa puas dengan layanan terhadap anaknya maupun layanan kepada orang tua. Kendalakendala itu disebabkan oleh adanya kepemimpinan yang tidak berjiwa entrepeneur dan tidak tangguh. gaya kepemimpinan yang tidak mendukung.

id diakses 20 Januari 2001). Jusuf. Peran Baru Administrasi Pendidikan dari Sistem Sentralistik Menuju Sistem Desentralistik. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Nasution. Jurnal Pendidikan (online). 2000. Ghalia Indonesia. hand out pelatihan calon kepala sekolah. Jilid 3. Direktorat Sekolah lanjutan Pertama.ut. Jilid 8.ut. Karakteristik Kepala Sekolah Yang Tangguh. 5 (online) (http://www. 2000. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan/Kultur Sekolah.Anonim. Hanafiah. No Responses . Manajemen Mutu Terpadu. PH. Usman. 3 (http://www. No.ac.id diakses 20 Januari 2001). Husaini. Depdiknas. MN. 2000 Gaspersz. No. Nomor 1. 2000. Penerapan Total Management In Education (TQME) Pada Perguruan Tinggi di Indonesia. M. Vincent. Pengelolaan Mutu Total Pendidikan Tinggi. dkk. 2000. Jilid 6. Jurnal Pendidikan. 1994.ac. dalam Jurnal Ilmu Pendidikan. Jakarta Slamet. Februari 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->