P. 1
Presentasi Hak &Kewajiban Negara

Presentasi Hak &Kewajiban Negara

|Views: 320|Likes:
Published by Eka Giri

More info:

Published by: Eka Giri on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

HAK dan Kewajiban Negara

Kelompok 5 : 1.Rambu Kareri Asanah 2.Eka Ayu Dharma Yanti Giri 3.Krisnanda Yudhantara 4.I.Gst.Agung Jelantik
11/9/2010 1

Terdiri atas :
Bab I Pendahuluan: Latar Belakang dan Tujuan Bab II ISI Bab III Penutup : Kesimpulan dan Saran

11/9/2010

2

I. Warga Negara dan Kewarganegaraan
WARGA NEGARA
warga mengandung arti peserta, anggota dari suatu organisasi warga Negara berarti anggota dari suatu Negara Rakyat adalah mereka yang tinggal di suatu wilayah dan tunduk pada pemerintahan itu Penduduk adalah orang-orang yang tinggal disuatu wilayah Negara dalam kurun waktu tertentu dengan maksud berdomisili atau menetap

Warga Negara Penduduk Orang yang berada di wilayah negara Bukan Penduduk
11/9/2010 3

Orang Asing

KEWARGANEGARAAN
Kewarganegaraan (citizenship) memiliki arti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara Negara dengan warga Negara Pasal II Peraturan Penutup Undang-Undang No.62 Tahun 1958 , yaitu segala jenis hubungan dengan suatu Negara yang mengakibatkan adanya kewajiban Negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia adalah segala hal yang berkaitan dengan Negara Kewarganegaraan dalam arti Yuridis dan Sosiologis
Kewarganegaraan dalam arti Yuridis, yakni ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan Negara yang menimbulkan ikatan hokum antara orang dan Negara yang bersangkutan. Tanda adanya ikatan hokum yaitu : akte kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dll. Kewarganegaraan dalam arti Sosiologis, yakni tidak ditandai dengan ikatan hukum tetapi dengan ikatan emosional, seperti perasaan, ikatan keturunan, ikatan tanah air, dll.

Kewarganegaraan dalam arti Formil dan Materiil
Dalam arti formil merujuk pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hokum publik. Kewarganegaraan dalam arti materiil menunjuk pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga Negara.
11/9/2010 4

II.KEDUDUKAN WARGA NEGARA
Kedudukan warga Negara ditentukan oleh asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewarganegaraan berdasarkan perkawinan Penentuan warga Negara berdasarkan sisi kelahiran ditentukan oleh dua asas, yaitu : Asas Ius Soli, yaitu asas yang menyatakan kewarganegaraan orang ditentukan dari tempat tinggal dimana orang tersebut dilahirkan. Asas ius Sanguinis, yaitu asas yang menyatakan kewarganegaraan ditentukan oleh keturunan dari orang tersebut.
11/9/2010

Penentuan warga Negara berdasarkan aspek perkawinan dibedakan atas : Asas Persamaan Hukum, didasarkan pada pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat sehingga asas ini diusahakan status kewarganegaraan suami dan istri adalah satu dan sama. Asas Persamaan Derajat, bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan statuskewarganegaraa suami atau istri sehingga mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya mereka sebelum menikah. 5

PR BLEM KEWARGANEGARAAN
Apatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Biapatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki dua kewarganegaraan. Bahkan dapat juga menimbulkan multiapatride yaitu istilah bagi orang-orang yang memiliki lebih dari dua kewarganegaraan.
11/9/2010

Problem Kewarganegaraan Apatride Biapatride Multiapatride

6

KETENTUAN PASAL
Pasal 26 UUD 1945, yang menjadi warga Negara Indonesia adalah : yang menjadi warga Negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. hal-hal yang mengenai warga Negara dan penduduk diatur dengan undangundang. Berdasarkan Pasal 26 ayat 2 UUD 1945, penduduk Negara Indonesia terdiri atas dua yaitu warga Negara dan orang asing. Ketentuan ini merupakan hal baru dan sebagai hasil amandemen atas UUD 1945. Sebelumnya, penduduk Indonesia berdasarkan Indische Staatregeling 1927 pasal 163, dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Golongan Eropa Golongan Timur Asing Golongan Bumiputra atau Pribumi Undang-undang yang mengatur tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia 11/9/2010 7 adalah UUD No 12 Tahun 2006.

r . r . t . r r .

r

t r

it : 19 19

t ri
r

t

t r

Si S r t I il S r t li t t t t I t t I i

8 r t

19 j r r

t t 19 . t t t t

r

i t r l i i l : j i I r r l r r l

j i . t

11 r j r r j t r r

r I 19 8 t t t l i

. f. t .
11/9/2010

r I i 2 19 8 t t r r li I i 19 t t r l 18 2 19 8 12 200 t t r r I i .
8

III. HAK dan KEWAJIBAN WARGA NEGARA
Peranan ini dibedakan menjadi 4 yaitu : Peranan Pasif adalah kepatuhan warga Negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peranan Aktif adalah aktivitas warga Negara untuk terlibat serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama dalam hal mempengaruhi public. Peranan Positif merupakan aktivitas warga Negara untuk meminta pelayanan dari Negara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peranan Negatif merupakan aktivitas warga Negara untuk menolak campur tangan Negara dalam persoalan pribadi.

11/9/2010

9

Hak dan Kewajiban dalam UUD 1945
Hak Warga Negara : Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 : Hak atas pekerjaan dan Penghidupan yang layak, pasal ini menunjukkan asas keadilan social dan kerakyatan. Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 : Hak membela Negara Pasal 28 UUD 1945 : Hak mengemukakan Pendapat Pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945 : Hak kemerdekaan memeluk agama Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 : Hak dan kewajiban dalam membela Negara Pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945 : Hak untuk mendapatkan Pengajaran Pasal 32 ayat 1 UUD 1945 : Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Pasal 33 ayat 1, 2, 3, 4, dan 5 UUD 1945 : Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan social. Pasal 34 UUD 1945 : Hak mendapatkan jaminan keadilan social.
11/9/2010

Kewajiban Warga Negara : Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 : Kewajiban menaati hokum dan pemerintahan Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 : Kewajiban membela Negara Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 : Kewajiban dalam uapaya pertahanan Negara.

10

HAK dan KEWAJIBAN NEGARA
Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban yang dimiliki Negara terhadap warga Negara. Beberapa ketentuan tersebut adalah : hak Negara untuk ditaati hokum dan pemerintahan hak Negara untuk dibela hak Negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat. Kewajiban Negara untuk menjamin system hukum yang adil Kewajiban Negara untuk menjamin hak asasi warga Negara Kewajiban Negara untuk mengembangkan system pendidikan nasional rakyat Kewajiban Negara memberi jaminan social Kewajiban Negara memberi kebebasan beribadah

11/9/2010

11

Penjabaran Atas UUD 1945
Ketentuan lebih lanjut mengenai berbagai hak dan kewajiban warga Negara dalam hubungannya dengan Negara tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan sebagai penjabaran atas UUD 1945, yaitu :
Hak dan Kewajiban warga Negara di bidang pendidikan :

UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen
Hak dan Kewajiban warga Negara di bidang perztahanan :

UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia
Hak dan Kewajiban Warga Negara di bidang Politik :

UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers UU No 31 Tahun 2002 tentang PARP L UU No 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Anggota DPR, DPD, dan DPRD UU No 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

11/9/2010

12

PENUTUP
I.Kesimpulan Hubungan dan kedudukan warga Negara bersifat khusus, sebab hanya mereka yang menjadi warga negaralah yang memiliki hubungan timbal balik dengan negaranya. Peran Negara sebagai entitas adalah abstrak. Realitasnya unsur negara yang tampak adalah rakyat, wilayah, dan pemerintah.rakyat yang tinggal di suatu wilayah merupakan penduduk Negara yang bersangkutan. Kedudukan warga Negara akan menciptakan hubungan yang bersifat timbale balik yang meliputi peranan, hak, dan kewajiban antara warga Negara dan Negara itu sendiri. Sehingga hubungan antara hak dan kewajiban warga Negara dengan Negara atau sebaliknya harus seimbang, agar dapat tercipta hubungan yang harmonis, konstruktif, produktif, dan demokratis antara Negara dan warga negaranya. II.Saran Untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada makalah ini kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun 11/9/2010 13 agar makalah selanjutnya menjadi lebih baik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->