Makalah Ijtihad

Senin, Februari 08, 2010 by Nurgiantoro · 0 komentar Untuk Ayatnya di tulis tangan yaa…. BABI PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Sesungguhnya ijtihad adalah suatu cara untuk mengetahui hukum sesuatu melalui dalil-dalil agama yaitu Al-Qur'an dan Al-hadits dengan jalan istimbat. Adapun mujtahid itu ialah ahli fiqih yang menghabiskan atau mengerahkan seluruh kesanggupannya untuk memperoleh persangkaan kuat terhadap sesuatu hukum agama. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada para mujtahid yng telah mengorbankan waktu,tenaga, dan pikiran untuk menggali hukum tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh umat Islam baik yang sudah lama terjadi di zaman Rosullulloh maupun yang baru terjadi.

2. RUMUSAN MASALAH Dari pokok-pokok permasalahan diatas penyusun merumuskan beberapa masalah yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian Ijtihad Dasar ijtihad Ruang lingkup ijtihad Syarat mujtahid Tingkatan para mujtahid

BABII PEMBAHASAN IJTIHAD

3. Pengertian Ijtihad Menurut bahasa berasal dari kata:

berarti sungguh-sungguh, rajin, giat, atau mencurahkan kemampuannya daya upaya atau usaha keras, berusaha keras untuk mencapai atau memperoleh sesuatu Menurut istilah ijtihad adalah suatu upaya pemikiran yang sungguh-sungguh untuk menegaskan prasangka kuat atau Dhon yang didasarkan suatu petunjuk yang berlaku atau penelitian dan pemikiran untuk mendapatkan suatu yang terdekat dengan kitabullah dan sunnah rosululloh SAW.

4. Dasar Ijtihad Ijtihad bisa sumber hukumnya dari al-qur'an dan alhadis yang menghendaki digunakannya ijtihad. 1. Firman Allah dalam Surat An-Nisa' Ayat 59 Artinya: Hai orang-orang yang beriman taatilah allah dan taatilah rosul dan orng-orang yang memegang kekuasaan diantara kamu kemudian jika kamu berselisih pendapt tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada allah(alqur'an dan sunnah nabi) 2. Sabda Rosullullah Saw: 3. Artinya dari mu'adz bin jabal ketika nabi muhammad saw mengutusnya ke yaman untuk bertindak sebagai hakim beliau bertanya kepda mu'adz apa yang kamu lakukan jika kepadamu diajukan suatu perkara yang harus di putuskan? Mua'dz menjawab, "aku akan memutuskan berdasarkan ketentuan yang termaktuk dalam kitabullah" nabi bertanya lagi "bagaimana jika dalam kitab allah tidak terdapat ketentuan tersebut?" mu'adz menjawab, " dengan berdasarkan sunnah rosulullah". Nabi bertanya lagi, "bagaimana jika ketenyuan tersebut tidak terdapat pula dalam sunnah rosullullah?" mu'adz menjawab, "aku akan menjawab dengan fikiranku, aku tidak akan membiarkan suatu perkara tanpa putusan" , lalu mu'adz mengatakan, " rosullulah kemudian menepuk dadaku seraya mengatakan, segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepada utusanku untuk hal yang melegakan".

kemudian hasilnya benar. hadist. anak-anak yatim. beliau bersabda "Sesungguhnya engkau telah memutuskan suatu terhadap mereka menurut hukum Allah dari atas tujuh langit". Qiyas atau analogi adalah salah satu metode ijtihad. Artinya hadist ini menunjukkan bahwa ijtihad sahabat tersebut mempunyai manfaat dan dihargai oleh rosulullah 6. fiman Allah yang artinya : "Ketahuilah. Sabda Rosulullah SAW yang artinya: "bila seorang hakim akan memutuskan masalah atau suatu perkara. Ruang Lingkup Ijtihad Ruang lingkup ijtihad ialah furu' dan dhoniah yaitu masalah-masalah yang tidak ditentukan secara pasti oleh nash Al-Qur'an dan Hadist. Dan Allah maha kuasa ata segala sesuatu". Rosul. hanya rampasan perang itu keputusan Allah dan rosul sebab itu bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu. Katakanlah. Sa'adz bin Mu'adz ketika membuat keputusan hukum kepada bani khuroidhoh dan rosulullah membenarkan hasilnya. (AlAnfal:41) 5. telah dilakukan sendiri oleh rosulullah SAW.4. (Al-Anfal:1) 7. Jika kamu beriamn kepada Allah dan kepada apa yang kami terunkan kepada hamba kami muhammad dari hari furqon yaitu bertemunya dua pasukan. lalu ia melakukan ijtihad. Hukum islam tentang sesuatu yang ditunjukkan oleh dalil Dhoni atau ayat-ayat Al-qur'an dan hadis yang statusnya dhoni dan mengandung penafsiran serta hukum islam tentang sesuatu yang sama sekali belum ditegaskan atau disinggung oleh Al-qur'an. dan taatilah kepada Allah dan Rosulnya jika kamu adalah orang-orang yang beriman". Ijtihad seorang sahabat Rosulullah SAW. maka ia memperoleh pahala dua (pahala ijtihad dan pahala kebenaran hasilnya). maupan ijma' para ulama' serta yang dikenal dengan masail fiqhiah dan waqhiyah berijtihad dalam bidang-bidang yang tak disebutkan dalam Al-qur'an dan hadist dapat ditempuh dengan berbagai cara : 1. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampaan perang maka sesungguhnya setengah untuk Allah. Kerabat rosul. Firman Allah yang artinya : "Mereka menanyakan kepadamu tentang pembagian harta rampasan perang. orang-oarang miskan dan ibnu sabil. Dan bila hasilnya salah maka ia memperoleh satu pahala (pahala melakukan ijtihad) 5. Meskipun sabda nabi merupakan sunah yang dapat menentukan hukum sendiri .

3. 7. Mengetahui sepenuhnya ayat-ayat makiyah dan madaniyah. 3. Yusuf qordhowi mencakup tiga tingkatan: 1. nasikh dan mansukh. muhkam dan mutasyabih.2. Harus mengetahui Al-Qur'an dan ulumul Qur'an: 1. Tahsinat yaitu hal-hal pelengkap yang terdiri atas kebisaan dan akal yang baik 6. 2. Mengetahui sebab-sebab turunnya ayat 2. pengetahuan tentang pemahaman alqur'an. Menguasai ilmu tafsir. Tingkatan-Tingkatan Para Mujtahid . Yusuf Qordhowi sebagai berikut: 1. dan sebagainya 4. 8. 6. Dharuriyat yaitu hal-hal yang penting yang harus dipenuhi untuk kelangsung hidup manusia. 5. Memelihara kepentingan hidup manusia yaitu menarik manfaat dan menolak madlarat dalam kehidupan manusia. Hajjiyat yaitu hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia dalam hidupnya. Mengetahui cabang-cabang fiqih 7. Mengetahui ilmu mantiq 11. Menurut Dr. 4. Mengetahui sepenuhnya sejarah pengumpulan atau penyusunan al-qur'an. Mengetahui Assunah dan ilmu Hadits Mengetahui bahasa arab Mengethui tema-tema yang sudah merupakan ijma' Mengetahui usul fiqih Mengetahui maksud-maksud sejarah Mengenal manusia dan alam sekitarnya Mempunyai sifat adil dan taqwa syarat tambahan : 9. Mengetahui ilmu ushuluddin 10. 3. Syarat Mujtahid Syarat-syarat umum yang disepakati oleh para ulama' menurut Dr. 2.

Firman Allah surat An nisa' :59 2. Zarf bin Huzail yang merupakan murid imam Abu Hanifah 3. dasar ijtihad: 1. Tingkatan mujtahid : 1. Mujtahid tarjih yaitu mujtahid yang mampu menilai memilih pendapat sebagai imam untuk menentukan mana yang lebih kuat dalilnya atau mana yang sesuai dengan situasi kondisi yang ada tanpa menyimpang dari nashnash khot'i dan tujuan syariat. Firman Allah surat Al anfal: 1. Mujtahid muntasib yaitu mujtahid yang terkait oleh imamnya seperti keterkaitan murid dan guru mereka adalah imam Abu Yusuf. Para mujtahid ini yang paling terkenal adalah imam madzhab empat 2.Para mujtahid mempunyai tingkatan-tingkatan: 1. Mujtahid Mutlak 2. imam Ghazali BAB III PENUTUP 8. misalnya Abu Ishaq al syirazi. Mujtahid fil Madzhab 4. Ijtihad adalah suatu upaya pemikiran atau penelitian untuk mendapatkan hukum dalam kitabullah dan sunah rosul 2. Mujtahid Tarjih 9. Mujtahid fil madzhab yaitu para ahli yang mengikuti para imamnya baik dalam usul maupun dalam furu' misalnya imam Al-Muzani adalah mujtahid fil madzhab Syafi'i 4. Mujtahid Muntasib 3. Dan banyak juga hadits-hadits Rosulullah SAW yang menyebutkan tentang dasar-dasar ijtihad 4. KESIMPULAN 1. Mujtahid mutlaq atau mujtahid mustakhil yaitu mujtahid yang mempunyai pengetahuan lengkap untuk berisbad dengan Al-qur'an dan Alhaditsdengan menggunakan kaidah mereka sendiri dan diakui kekuatannya oleh tokoh agama yang lain. SARAN .41 3.

politik. dan lain-lain. hendaklah pendapatnya itu dibuang jauh-jauh.rar Setelah nabi Muhammad SAW wafat. agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari syari’at Islam. persoalan syar’i terus bermunculan. Akan tetapi Al-Qur’an ataupun hadits belum menjelaskan secara eksplisit hukum masalah tersebut. rumah tangga. baik ekonomi. Kategori: Karya Tulis Ilmiah. Namun sayangnya. kemudian disimpulkan sehingga sampai kepada penetapan hukum yang dicari.com. Penulis: Dadan Ramdani. Bahasa: Indonesia. kesehatan. Format File: PDF. Karena dengan ijtihad seseorang mampu menetapkan hukum syara' dengan jalan menentukan dari kitab dan sunnah. mashalaihul mursalah maupun ijmak. Oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah melalui cara yang lain. baik dalam kaitannya dengan ibadah mahdoh maupun ibadah ghair mahdoh. di dalam semua lapangan kehidupan. walaupun hasil ijtihad para imam mujtahid dalam suatu persoalan yang sama sering berbeda. yakni dengan mengerahkan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan hukum sesuatu itu dengan melihat dalil-dalil yang memiliki hubungan tak langsung (implisit) dengan persoalan yang dibahas. Juga karena perbedaan jumlah hadits yang dijadikan referensi. Metode pendekatan ini dirumuskan oleh para imam Mujtahidin yang sampai saat ini diakui akurasinya. Publisher: pangandaraninfo. Lebih tegas lagi. Hal ini karena banyak faktor penyebabnya. Tahun Terbit: 2010. Cara demikian disebut Ijtihad. Download Makalah Lengkap: dadanramdaniijtihadsebagaisumberagamaislam. maklum ketika itu hadits belum ditulis secara lengkap. namun semua imam mujtahid memiliki ketawadluan intelektual. . Ijtihad ini bisa melalui teknik pendekatan istihsan. padahal tetap memerlukan solusi. mereka semua berpesan. agar apabila ia keliru. Jumlah Halaman: 21. umat Islam banyak sekali yang taqlid buta sehingga fanatik madzhab. qiyas. Walaupun menggunakan teknik pendekatan yang sama belum tentu dijamin akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Dalil-dalil tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu. mereka semua sepakat mengharamkan umat Islam bersikap taqlid kepadanya. Makalah Mata Kuliah Metodologi Studi Islam.Para pembaca hendaknya memahami betul masalah-masalah mengenai ijtihad. antara lain karena perbedaan kemampuan intelektual dan latar belakang pengalamannya.

apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. muslimin memahami dengan berbeda. Darinya tersurat dan tersirat rangkaian hukum atas sandaran hukum yang lain. menjadikan setiap muslim berjanji untuk mengikuti Al. yang disebut Al-Quran. memang bukan mustahil bahwa dari ungkapan yang sama tetapi muatannya berbeda. sehingga beramal pun dengan praktik yang berbeda. maka dinyatakan sebagai kufur. Sumber hukum peringkat selanjutnya adalah kejelasan yang tersurat maupun yang tersirat dari kehidupan Rasul Allah. Karena.NASH DAN IJTIHAD Abu Mahdi "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin. Dari sumber yang sama (Al-Quran dan Hadits). Mereka mencoba mengekspresikan semua yang ada dari keduanya dalam kehidupan keseharian.Quran dan Hadits/Sunnah. Apa yang ada di dalam AlQuran adalah sumber awal yang melegitimasi segala hukum sesudahnya. keterikatan muslimin untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan dengan kekhawatiran akan jatuh dalam kekufuran. Tapi. nampak jelas ketika Rasulullah SAW wafat." (Al-Ahzab:36) Dasar-dasar Hukum Islam Semua muslimin sepakat bahwa sumber hukum pertama yang tertinggi adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya. sehingga tidak ada ketentuan yang berada di luar ketentuan yang sudah ditetapkan Allah. difahami secara berbeda. Kedua dasar dan sumber hukum ini saling kait dan terikat. Al-Quran. dalam artian wahyu atau kalam Ilahi dan penjelas dalam praktik kehidupan sehari-hari Nabi SAW itu terhenti. Awal perbedaan ini. muslimin sependapat bahwa barang siapa yang menentang dan mengubah ketentuan Allah dan Rasul-Nya. yakni adanya perubahan persepsi di kalangan muslim dalam memahami keduanya. Dari dasar sumber yang sama. Dengan landasan ini. . Tanpa disadari. ternyata. sesat yang nyata. Sebagian muslimin berpandangan bahwa periode dasar hukum telah terhenti. ada hal yang tidak dapat ditolak. disebut as-Sunnah. Sementara landasan selain Al-Quran adalah semua yang sudah mencukupi ruang batas ketentuan yang dibenarkan Al-Quran. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. sehingga mereka berpandangan hanya Al-Quran dan Sunnah Nabi saja sebagai sumber hukum yang mutlak.

Sementara itu. hal. menguras tenaga untuk memperoleh dugaan tentang hukum syar'i. dan motif pada tindakan pun menjadi berbeda pula. muslimin. (al-Ra'ya alSadid fi al-Ijtihad wa al-Taqlid wa al-Ihthiyath.9).) Setelah adanya . Qiyas. Islam akan tampak berbeda.Sebagian muslimin yang lain memiliki pandangan dan keyakinan berbeda. berasal dari akar kata bahasa Arab al-jahd yang berarti jerih payah. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah bahwa dengan cara memandang pada fenomena sejarah yang berbeda akan didapatkan nilai keislaman yang berbeda pula. Yaitu. mau tak mau. Sunnah. Ijtihad juga diartikan menguras tenaga dan jerih-payah untuk memperoleh hukum syar'i yang bersifat dugaan dari AlQuran. Dengan kenyataan yang terjadi. Perbedaan inilah yang mendasari lemahnya kekuatan muslimin dalam menghadapi tantangan zaman. termasuk al-Hajibi mendefinisikan ijtihad sebagai tindakan menguras tenaga untuk mengetahui hukum tentang sesuatu dalam batas menduga. juga menjadi faktor yang melahirkan generasi muslim zaman ini. telah membentuk opini keislaman seseorang. Dengan dasar perspektif pandangan masing-masing. baik dari nilai ideologi maupun tantangan fisik. dan pandangan yang tercipta dari waktu ke waktu. Kelompok terdahulu. Ihtihsan dan sebagainya. Ijtihad di Kalangan Muslimin Ijtihad (secara bahasa). Seperti. Muslimin (secara historis) menggunakan kesempatan berijtihad untuk melepaskan tanggung jawab dalam menjawab permasalahan kehidupan yang belum ditemui dalam hukum yang jelas (dhahir) sampai datangnya masa penaklukan kota Baghdad di masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah oleh Bangsa Tartar (sekitar 665 H. karena unsur sejarah mendominasi pandangan muslim dalam menilai Islam. Karena. tetapi juga ada pada tiga belas orang maksum setelah beliau. Sehingga i'tiqad dasar keislaman pun akan berbeda. sehingga seseorang dapat memastikan keberadaan setiap personal di jalan yang lurus dan tunggal tersebut. hingga akhir zaman. Generasi kini adalah hasil dari generasi terdahulu. Permasalahan di atas. Karena itu. semua muslim sepakat bahwa Islam adalah agama Ilahi yang satu dan merupakan hamparan jalan tunggal menuju kepada Allah. serta informasi yang diterima untuk dipelajari hari ini. Hinggalah sekarang. Wafat Nabi Muhammad SAW tidak berarti terhentinya nash Ilahi dalam bentuk Sunnah. pengaruh dan bara tersebut masih saja menyala. Akibat lain yang ditimbulkan dari perbedaan pandangan itu adalah telah terbentuknya ideologi yang menjadi dasar cara pandang muslim dalam melihat Islam. dimulai dari Ali bin Abi Thalib AS sampai dengan Muhammad bin Hasan al-Mahdi AS (termasuk Fatimah az-Zahra AS). harus memilih juga. Kedua pandangan inilah yang menjadi pemilah kesatuan muslimin yang telah dibina Rasulullah SAW. Sunnah dalam pemahaman kelompok ini tidak terbatas pada Nabi Muhammad SAW. yang konsekuensinya adalah i'tiqad dasar dari pandangan di atas harus ditimbang kembali untuk mendapatkan nilai yang benar.

padahal banyak persoalan kehidupan yang dijalani dan harus dipecahkannya tidak terdapat di buku para mujtahid terdahulu. mereka menyimpulkan hukum dari sumber-sumber hukum yang ada (berijtihad). Mujtahid Sebagai Standar Keilmuan Islam sebagai agama dan ideologi merupakan sarana penghantar perjalanan manusia kepada Allah. yang memojokkan manusia untuk meletakkan dirinya pada hukum. Selanjutnya. Sehingga manusia dengan sendirinya wajib memastikan dirinya untuk berada di dalam Islam. Kasus yang terjadi sekarang adalah dengan tertutupnya ijtihad. dan secara umum tidak ada perbedaan mendasar tentang ijtihad. ulama tidak lagi terkumpul dan pintu ijtihad menjadi "tertutup". Padahal yang dikenal bahwa muslim yang mengenal Islam itu membela dan membangun kehidupan kemanusiaan. walaupun terbatas hanya untuk dirinya. serta tidak memiliki kesempatan mengembangkan akal pikiran manusia. adanya perbedaan antara mereka yang memasukkan qiyas dalam ijtihad dan sebagian lagi menolak. Atau. Kasus Seputar Ijtihad Dasar sumber-sumber ijtihad adalah Al-Quran. Dari sinilah hak ijtihad hanya menjadi milik mujtahid terdahulu. terhentinya atau tidak dibenarkannya ber-ijtihad dapat memastikan bahwa fiqih dan pembahasan pun akan terhenti. konsekuensinya adalah hukum Islam menjadi hukum yang menindas kemanusiaan. Tanpa disadari. Akal dan Ijma'. Satu hal lain yang mendasar bahwa muslimin akan terhenti dalam ruang lingkup kehidupan yang tradisional (lampau). Karena. memastikan manusia untuk tidak memilih jalan lain atau berjalan di jalan yang salah. maka setiap muslim telah menjadi mujtahid pada posisinya. meskipun ada juga pembeda di antara kelompok muslim. Maka masalah yang timbul di masa kini tidak akan teratasi. Seperti. Fenomena ini tidak terhindar karena kenyataan adanya tuntutan Islam dan perjalanan masa/waktu. dari keempat sumber ini. bukan berarti tidak terbuka kemungkinan untuk tidak ditemukannya ketentuan hukum dari keempatnya. sebagai tuntutan hidup yang nyata.kejadian tersebut. Meskipun pada dasarnya hukum yang dijadikan sandaran tersebut tidak diketahui keabsahan dan kebenarannya. perkembangan ijtihad dalam kehidupan muslimin berjalan lamban. Dengan sarana yang pasti ini. Maka jadilah muslim yang awam tersebut sebagai mujtahid. seorang muslim harus hidup dalam hukum. Pemikiran ideal ini menjadi i'tiqad . Karena itu. Dengannya orientasi hidup hanya kembali ke alam kehidupan dahulu dan tidak akan membentuk opini kehidupan yang mendatang. dalil-dalil yang ada tidak cukup untuk mendukung kasus yang ada. Namun demikian. didapatkan hasil kesimpulan yang tidak kokoh. Sunnah. Atau.

Perubahan pola hidup yang dimaksud adalah perubahan pola berfikir dan bertindak serta adanya tuntutan keperluan hidup. maka perubahan yang terjadi selalu memiliki keterikatan dengan yang lain. Islam sebagai sumber hukum dan nilai absolut. maka pikiran ideal merupakan i'tiqad tanpa kepastian untuk didapatkan dalam praktik kehidupan muslim. Tetapi dengan tidak adanya maksum. Paling tidak dengan memprediksikan bahwa konsep tadi dinyatakan benar oleh pandangan muslimin. Apakah ijtihad hanya terbatas pada kasus-kasus yang tidak ada nashnya? b. Kebenaran yang ada adalah nilai yang didapat dari usaha maksimal sebagai manusia untuk melepaskan diri dari tanggung-jawab di hadapan Allah. maka muslimin harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. perkembangan pola hidup manusia. ijtihad atau hadits nabawi? d. seperti: a. tetapi masih banyak masalah lain dalam ijtihad. Ketika muslim merupakan bagian komunitas alam yang saling mengikat. karena: Pertama. Maka usaha maksimal mendapatkan hukum tersebut merupakan kewajiban muslimin. Maka akan ada selisih antara kebenaran yang bersifat absolut Ilahi yang di-i'tiqadi dengan nilai kebenaran yang diamalkan oleh manusia. tanpa adanya wahyu dan maksum yang berkuasa dalam kehidupan muslim. hanya ada pada Allah dan Maksumin. merupakan satu hal yang tidak dapat dihindari. Apakah boleh berijtihad (ta'awul) ketika ada nash? c. Maka muslimin mengejar idealisme kesempurnaan Islam dengan berusaha mendapatkan nilai ideal. Dengan hal di atas pun bukan berarti permasalahan kewajiban tersebut telah terlepas dari persoalan. yakni ia harus selalu berada dan berjalan di bawah hukum Ilahi. maka Nilai Islam yang ada dalam i'tiqad muslimin pun tidak terjamin untuk kesempurnaannya pada kebenaran Ilahi. Pada sisi lain. Hadits/Sunnah. karena agama samawi ini tidak memberikan jaminan kepada manusia yang tidak maksum secara takwin. Selain dari keduanya. Islam masih merupakan konsep yang harus digali. Dasarnya adalah dengan adanya Maksum maka i'tiqad dan idealnya Islam dapat terjaga bersamanya. Namun demikian. Baik pada komunitas muslim atau dengan yang di luar muslim. usaha yang dilakukan oleh muslimin untuk mendapatkan ilmu Islam dari sumber-sumber dasar hukum (AlQuran. Sehingga hukum aktual yang ada dalam Islam merupakan suatu keharusan. Mana yang harus didahulukan. Ijma' dan Akal) yang kita sebut ijtihad.muslimin. Siapa yang berhak untuk berijtihad? . Kedua. tidak hadirnya Imam Maksum di antara muslimin. Namun.

Begitulah. masyarakat. politik. Keislaman seseorang terlihat dengan bentukan (pengejawantahan) fiqih pada dirinya. dan juga semua permasalahan yang berhubungan dengan sisi-sisi yang tidak diketahui oleh ahli-dunia. semua hukumnya bergabung dengan politik. dengan mengatakan: tafaqqahu idza thalabahu fatakhashshasha bihi. fiqih merupakan gambaran atau penjelas dari simbol dan amal serta kriteria Islam. baik yang berhubungan dengan dunia. Dinyatakan dalam ungkapan: "Fuqaha adalah benteng Islam seperti . Semuanya terikat dalam politik. pelaksanaan negara. Dan untuk keduanya terdapat hukum di dalamnya. gambaran Islam dapat dilihat dari keberadaan fiqih. Karena itu keberadaan ijtihad dan mujtahid memegang peran yang sangat penting atas keberadaan Islam dalam kehidupan manusia. dari sini pula kelompok kalam terbagi menjadi Mu'tazilah yang menggunakan akal untuk qiyas dalam menentukan hasan (baik) dan qubuh (buruk). Islam. Kaum isti'mar (penindas)-lah yang berusaha hendak memisahkan dan mengesampingkannya. Dengan ini fungsi fuqaha (jamak dari faqih) merupakan fokus perjalanan Islam di tengah kehidupan Islam. semuanya berhubungan dengan politik. Karena itu. dan kelompok Asy'ariy yang lebih mengutamakan hadits nabawi. tapi Islam merupakan penilai dan penilaian dari semua sisi. supaya mereka dapat menjaga dirinya. Fiqih adalah pemahaman mendalam serta pengertian sempurna tentang realitas sesuatu. yang kesempurnaannya melebihi agama lain.Empat kasus di atas telah membelah muslim menjadi dua pecahan. Haji. permasalahan ini akan kembali kepada persoalan: adakah kini masih terbuka pintu ijtihad dan siapa yang dibenarkan untuk berijtihad? Dibalik pertanyaan ini sebenarnya tersembunyi suatu hal yang sangat penting. yaitu kelompok Ahl al-Ra'yu dan Ahl al-Hadits. Karena. Agama Tauhid didatangkan agar manusia mengetahui kedua sisi tersebut dan membahasnya. Dalam Surat al-Taubah ayat 122 ditegaskan: "Mengapa tidak pergi sebagian di antara setiap golongan kamu untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka telah kembali kepadanya. tanpa disadari. Semua permasalahan. yaitu fiqih itu sendiri." Fiqih berasal dari akar kata tafaqquh. Al-Raghib al-Isfahani dalam Mufrad AlQuran menyatakan bahwa tafaqquh ialah spesialisasi. Bergabungnya Semua Hukum Islam dengan Politik Islam bukan merupakan satu sisi penilai terhadap persoalan. muslim yang ber-tauhid tentu saja tidak hanya memandang dari satu sisi saja dan melupakan sisi lain. Apapun yang terjadi. Al-Quran memerintahkan muslimin untuk memperdalam pengetahuan sehingga dapat mengatasi problema kehidupan ini. Boleh jadi. ekonomi. Shalat bersenyawa dengan politik. Dengan kata lain. zakat.

Maka ulama akan masuk dalam standar keulamaan dengan predikat faqih-nya.benteng kota untuk membentengi kota. dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ulama adalah faqih (yang menguasai fiqih) yang dapat menjaga Islam." Jadi. untuk menjaga Islam ." Dari sisi lain dinyatakan: "Ulama adalah pewaris Nabi.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari Bagian dari seri Islam Ushul fiqih (Sumber-sumber hukum Islam) Fiqih • • • • • • • • • • • • • • • Al-Qur'an Sunnah Taklid Ijtihad Ijma Mazhab Minhaj Kias Urf Bidah Madrasah Ijazah Istihlal Istihsan Risalah Ahkam • • • • • • • Wajib Sunah Mubah Makruh Haram Sah Batal Gelar cendekiawan • • • • • • Mujtahid Marja Alim (jamak: Ulama) Mufti Mufassir Qadi .Ijtihad Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

• • • • • • • • • • • • Faqih Ulum hadis Mullah Imam Mawlawi Syekh Mujaddid Hafiz Hujja Hakim Amir al-Mu'minin Maulana Kotak ini: lihat • bicara • sunting Ijtihad (Arab: ‫ )اجتهاد‬adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh.5 Sududz Dzariah o 2. Tujuan ijtihad adalah untuk memenuhi keperluan umat manusia akan pegangan hidup dalam beribadah kepada Allah di suatu tempat tertentu atau pada suatu waktu tertentu.3 Istihsân o 2. Daftar isi [sembunyikan] • • 1 Fungsi Ijtihad 2 Jenis-jenis ijtihad o 2.4 Maslahah murshalah o 2. Selain itu .2 Qiyâs o 2.1 Ijma' o 2.7 Urf 3 Lihat pula • [sunting] Fungsi Ijtihad Meski Al Quran sudah diturunkan secara sempurna dan lengkap. Namun pada perkembangan selanjutnya. tidak berarti semua hal dalam kehidupan manusia diatur secara detil oleh Al Quran maupun Al Hadist.6 Istishab o 2. diputuskan bahwa ijtihad sebaiknya hanya dilakukan para ahli agama Islam. yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.

yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. . bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama. [sunting] Istihsân • Beberapa definisi Istihsân 1. pada saat itulah maka umat Islam memerlukan ketetapan Ijtihad. [sunting] Jenis-jenis ijtihad [sunting] Ijma' Ijma' artinya kesepakatan yakni kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dalam suatu perkara yang terjadi. 2. Sekiranya sudah ada maka persoalan tersebut harus mengikuti ketentuan yang ada sebagaimana disebutkan dalam Al Quran atau Al Hadits itu. hanya karena dia merasa hal itu adalah benar. Tindakan menganalogikan hukum yang sudah ada penjelasan di dalam [Al-Qur'an] atau [Hadis] dengan kasus baru yang memiliki persamaan sebab (iladh). berdasarkan titik persamaan diantara keduanya. Sehingga setiap saat masalah baru akan terus berkembang dan diperlukan aturan-aturan baru dalam melaksanakan Ajaran Islam dalam kehidupan beragama sehari-hari. 3. Namun jika persoalan tersebut merupakan perkara yang tidak jelas atau tidak ada ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist. bila memang terdapat hal hal yang ternyata belum ditetapkan pada masa-masa sebelumnya • Beberapa definisi qiyâs (analogi) 1. Ijma dan Qiyas sifatnya darurat. Dalam Islam. Adalah keputusan bersama yang dilakukan oleh para ulama dengan cara ijtihad untuk kemudian dirundingkan dan disepakati. manfaat. [sunting] Qiyâs Qiyas artinya menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalah sebab. melalui suatu persamaan diantaranya. Jika terjadi persoalan baru bagi kalangan umat Islam di suatu tempat tertentu atau di suatu masa waktu tertentu maka persoalan tersebut dikaji apakah perkara yang dipersoalkan itu sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadist. Fatwa yang dikeluarkan oleh seorang fâqih (ahli fikih). Hasil dari ijma adalah fatwa.ada perbedaan keadaan pada saat turunnya Al Quran dengan kehidupan modern. Membuktikan hukum definitif untuk yang definitif lainnya. Tapi yang berhak membuat Ijtihad adalah mereka yang mengerti dan paham Al Quran dan Al Hadist. Menyimpulkan hukum dari yang asal menuju kepada cabangnya.

[sunting] Sududz Dzariah Adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentinagn umat. . 4. Tindakan memutuskan suatu perkara untuk mencegah kemudharatan. [sunting] Urf Adalah tindakan menentukan masih bolehnya suatu adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan aturan-aturan prinsipal dalam Alquran dan Hadis. untuk maslahat orang banyak.. Argumentasi dalam pikiran seorang fâqih tanpa bisa diekspresikan secara lisan olehnya 3.2. 5. Tindakan menganalogikan suatu perkara di masyarakat terhadap perkara yang ada sebelumnya. Mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima. [sunting] Istishab Adalah tindakan menetapkan berlakunya suatu ketetapan sampai ada alasan yang bisa mengubahnya.. [sunting] Maslahah murshalah Adalah tindakan memutuskan masalah yang tidak ada naskhnya dengan pertimbangan kepentingan hidup manusia berdasarkan prinsip menarik manfaat dan menghindari kemudharatan.

diantaranya yaitu : Firman Allah SWT . baik melalui pernyataan yang jelas maupun berdasarkan isyarat. Dalam istilah inilah ijtihad lebih banyak dikenal dan digunakan bahkan banyak para fuqaha yang menegaskan bahwa ijtihad dilakukan di bidang fiqih. Perkataan ijtihad tidak digunakan kecuali untuk perbuatan yang harus dilakukan dengan susah payah. ijtihad adalah pengerahan segala kesanggupan seorang faqih (pakar fiqih Islam) untuk memperoleh pengetahuan tentang hukum sesuatu melalui dalil syara’ (agama). Dasar Hukum Ijtihad Yang menjadi landasan diperbolehkannya ijtihad banyak sekali. Namun secara umum adalah ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ّ ِْ ِ ْ ّ َ ِ ِّ َ ْ ِ ِ ّ ِ ْ ّ ِ َ ْ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ّ َِ َ ‫عملية استنباط الحكام الشرعية من ادلتها التفصيلية في الشريعة‬ Artinya : “Aktivitas untuk memperoleh pengetahuan (istinbath) hukum syara’ dari dalil terperinci dalam syariat” Dengan kata lain. Ijtihad ialah mengerjakan sesuatu dengan segala kesungguhan. Adapun ijtihad secara istilah cukup beragam dikemukakan oleh ulama usul fiqh.þÿ 24 November 2008 IJTIHAD Pembahasan Pengertian Ijtihad Dari segi bahasa.

sehingga ijtihadnya tidak bertentang dengan ijma’ Mengetahui Qiyas dan berbagai persyaratannya serta istinbathnya Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahasa. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu” Adanya keterangan sunnah. Mengetahui maqoshidu asy-syariah (tujuan syariah) secara umum. dan benar. baik menurut bahasa maupun syariat Mengetahui naskah dan mansukh dari al-Qur’an Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma’ ulama. dan bila salah maka ia mendapat satu pahala” Macam-macam Ijtihad ‫ا ِذا حك َم ال ْحاك ِم فاجت َهَد َ فَا َصاب فَل َه ا َجللراف وَا ِذا حكللم‬ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ‫فاجتهد ث ُم أ َخطاء فَل َه أ‬ ‫ُ جر‬ َ َ ّ ّ َ ََ ّ َ ٌ ْ Menurut Muhammad Taqiyu al-Hakim membagi ijtihad menjadi dua bagian. serta problematikanya Mengetahui ushul fiqh yang merupakan fondasi dari Ijtihad. yaitu : Ijtihad al-Aqli. yaitu ijtihad yang hujjahnya didasarkan pada akal tidak menggunakan dalil syara’ Ijtihad syar’i. diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Umar : “Jika seorang hakim menghukumi sesuatu. yaitu ijtihad yang didasarkan pada syara’ Syarat-syarat Ijtihad Menguasai dan mengetahui arti ayat-ayat hukum yang terdapat dalam al-Qur’an baik menurut bahasa maupun syariah Menguasai dan mengetahui hadits tentang hukum. atau rahasia disyariatkannya suatu hukum . maka ia mendapat dua.َ َ ‫إ ِنا أنزل ْنا إ ِل َي ْك ال ْك ِتاب بال ْحقّ ل ِت َحك ُم ب َي ْن الناس ب ِما أ َراك الللله‬ َ َ ّ َ ِ َ َ ُ ّ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ {105 : ‫}النساء‬ “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.

dia menyusun fiqih-nya sendiri yang berbeda dengan madzhab. Dengan demikian. mencuri dan lain-lain. hukum-hukum yang telah dimaklumi sebagai landasan pokok Islam. Syariat yang bisa dijadikan lapangan ijtihad yaitu hukum yang didasarkan pada dalildalil yang bersifat zhanni. Syariat yang tidak boleh dijadikan lapangan ijtihad yaitu.Objek Ijtihad Menurut Imam Ghazali. dan harus mengamalkan hasil dari ijtihad-nya dan tidak boleh taqlid kepada orang lain. objek ijtihad adalah setiap hukum syara’ yang tidak memiliki dalil yang qoth’i. syariat Islam dalam kaitannya dengan ijtihad terbagi dalam dua bagian. Juga dihukumi fardhu ain jika ditanyakan tentang suatu permasalahan yang belum ada hukumnya. atau haramnya berzina. . baik di tanya atau tidak Haram : apabila ber-ijtihad terhadap permasalahan yang sudah ditetapkan secara qoth’i. Tingkatan Mujtahid Mujtahid mustaqil : adalah seorang mujtahid yang bebas menggunakan kaidah-kaidah yang ia buat sendiri. serta hukum-hukum yang belum ada nash-nya dan ijma’ para ulama. Fardhu kifayah : jika permasalahan yang diajukan kepadanya tidak dikhawatirkan akan habis waktunya. atau ada orang lain selain dirinya yang sama-sama memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid Sunnah : apabila ber-ijtihad terhadap permasalahan yang baru. seperti kewajiban melaksanakan rukun Islam. sehingga hasil ijtihadnya bertentangan dengan dalil syara’. namun dia tidak menciptakan sendiri kaidah-kaidahnya. Hukum Melakukan Ijtihad Fardhu ain : bila ada permasalahan yang meminta dirinya. tetapi mengikuti metode salah satu imam. yang berdasarkan pada dalil-dalil qoth’i. Mujtahid mutlaq ghairu mustaqil adalah orang yang memiliki kriteria seperti mujtahid mustaqil.

cara memutuskan hukum dan lain-lain. 1999. Jakarta: Widjaya. Daftar Pustaka A. namun dia masih lemah dalam menetapkan suatu putusan berdasarkan dalil serta lemah dalam menetapkan qiyas. mengapa Nabi-nabi tidak boleh ber-ijtihad. hafal kaidah-kaidah imamnya. MA. mampu menguasai persoalan yang sudah jelas maupun yang sulit. Mujtahid fatwa : adalah orang yang hafal dan paham terhadap kaidah-kaidah imam madzhab. padahal mereka terjamin dari keluputan. Ijtihad bagi Sahabat-sahabat Para ahli ushul berbeda pendapat tentang diperbolehkannya ijtihad bagi sahabat-sahabat di masa Rasul. Menurut jumhur. XII Dr. cet. Hanafie. Nabi pernah menyerahkan putusan tentang Yahudi Bani Quraidzah kepada Sa’ad. tetapi mujtahid ini sangat faqih. Ilmu Ushul Fiqh. Bandung: Pustaka Setia. Nabi-nabi boleh ber-ijtihad. cet. kalau seseorang boleh ber-ijtihad sedang ia tidak terhindar dari kemungkinan luput. I . Ijtihad bagi Nabi-nabi Pada ulama telah sepakat bolehnya ber-ijtihad bagi Nabi-nabi dalam hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan dunia dan soal-soal peperangan..Mujtahid muqoyyad / mujtahid takhrij adalah mujtahid yang terikat oleh madzhab imamnya Mujtahid tarjih adalah mujtahid yang belum sampai derajatnya pada mujtahid takhrij. baik di kala berdekatan dengan Rasulullah ataupun ketika berjauhan. 1993. Pendapat yang kuat membolehkan ijtihad bagi sahabat-sahabat. namun kalau dibandingkan dengan mujtahid di atas ia tergolong masih kurang. MA. H. Ushul Fiqh. Rachmat Syafe’i.. mengetahui dalildalilnya.

. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful