MELACAK AKAR, CABANG DAN RANTING POLITIK HUKUM UUD 1945 HASIL AMANDEMEN (Studi Pasal 28 Tentang Hak

Asasi Manusia) Muyassarotussolichah* ABSTRACT To protect the human right in Indonesia, some of regulations had been formulated, either material and formal law. Both regulations focused on the protection of the value and prestige of human comprehensively. The formal law is the Status Number 26 2000 on cort of human right. Both regulations in the level of national status are the oprational explanation of the constituion 1945. Meanwhile the material law is the Status Number 39 1999 on sanctions of crime. Key Word: Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia. A. Pendahuluan Sejak jatuhnya pemerintahan Orde Baru, dan bangkitnya orde reformasi tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia mengalami banyak perubahan, terutama berkait dengan Undang-undang Dasarnya yaitu Undang-undang Dasar 1945. UUD 1945 ini telah diamandemen sebanyak 4 (empat) kali (Amandemen pertama dalam SU MPR 1999, kedua dalam Sidang Tahunan (ST) MPR 2000, ketiga dalam ST MPR 2001 dan keempat dalam ST MPR 2002). Tuntutan terhadap perubahan Undang-Undang Dasar 1945 dikarenakan tidak adanya satu sistem ketatanegaraan yang digambarkan sudah sempurna saat dilahirkan, karena UUD 1945 adalah produk zamannya, hasil dari pemikiran para negarawan yang dirumuskan oleh tokoh-tokoh bangsa pendiri negara lebih setengah abad yang lalu. Ternyata dalam perkembangannya menuntut adanya perubahan-perubahan yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan dinamika masyarakat.1 Kehendak memperbaharui UUD 1945 pada mulanya menimbulkan polemik yang dapat digolongkan menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu kelompok pro dan kontra. Kelompok kontra dibagi menjadi 2, yaitu pertama, mereka yang bersikukuh mempertahankan UUD 1945 tanpa amandemen apalagi penggantian. Argumen yang
Dosen Hukum Pada Jurusan Muamalat dan Prodi Keuangan Islam (KUI) Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Candidat Doktor (CDR.) pada Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum (S3) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 1Dahlan Thaib, “Menuju Parlemen Bikameral: Studi Konstitusional Perubahan Ketiga UUD 1945”, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Madya dalam Hukum Tata Negara, (Yogyakarta: UII, 4 Mei 2002), hlm. 5.
*

digunakan oleh kelompok ini adalah mengubah atau mengganti UUD 1945 berarti tidak memiliki rasa nasionalisme, kenapa ? Karena materi UUD 1945 adalah hasil penilaian para founding fathers yang matang sehingga UUD 1945 tidak perlu diotak-atik. Bagi kelompok ini spirit of nationalism jauh lebih penting daripada spirit of constitution itself. Kedua, Mereka yang berpendirian bahwa UUD 1945 tidak perlu disentuh, karena secara konseptual UUD 1945 sudah baik, yang salah dan tidak mampu adalah faktor manusianya. 2 Kondisi ini memunculkan pendapat yang pro dan kontra terhadap keberadaan UUD 1945. Kelompok yang pro dibagi 2 (dua), yaitu pertama, mereka yang berketetapan bahwa UUD 1945 sudah selayaknya diubah. Kedua, mereka yang menginginkan UUD 1945 diganti sama sekali dengan konstitusi baru karena tanpa penggantian akan terjadi stagnasi dalam bernegara.3 Berdasar pro-kontra di atas, setidaknya terdapat tiga kelompok yang saling berhadapan yaitu kelompok anti amandemen konstitusi yang berjuang menggagalkan amandemen dan kembali ke UUD 1945. Kelompok ini merupakan kubu status quo yang ingin mengembalikan rezim anti demokrasi sejenis orde baru. Kelompok berikutnya adalah kelompok yang terdiri dari anggota MPR yang mendukung amandemen dan menganggap perubahan dilakukan sekarang sudah cukup baik, sehingga harus dilanjutkan. Kelompok ketiga lebih progresif dibandingkan yang terakhir, yaitu mendukung tuntasnya seluruh hasil amandemen sebagai kasus yang harus diperbaiki dan karenanya bersifat transisional.4 Berdasar adanya berbagai kepentingan yang melingkupi proses amandemen UUD 1945, tulisan ini akan menjabarkan lebih jauh tentang politik hukum yang ada pada akar, cabang dan ranting dari hasil amandemen UUD 1945, khususnya terhadap Pasal 28 tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Pembahasan mengenai HAM penting mengingat beberapa kebijakan termasuk di dalamnya peraturan perundang-undangan tentang HAM telah dikeluarkan sebelum Undang-undang Dasar 1945 diamandemen. Hal ini berarti
Sobirin Malian, Gagasan Perlunya Konstitusi Baru Pengganti UUD 1945, (Yogyakarta: UII Press, 2001), hlm. 89-91. 3 Ibid. 4 Udiyo Basuki, “Dinamika konstitusi Indonesia” ( Refleksi Yuridis atas Proses dan hasil amandemen UUD 1945, Sosio-Religia Jurnal Ilmu Agama dan Sosial, (Yogyakarta: LinkSAS), Vol. 1, No. 4 Agustus 2002, hlm. 25.
2

2

“Politik Hukum Hak Azasi Manusia di Indonesia”. 3 . Dengan demikian yang dimaksud dengan UUD 1945 yang berlaku sekarang adalah UUD yang ditetapkan berdasarkan atau melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 5 Moh. Undang-undang tersebut dikeluarkan sebagai salah satu rangkaian rencana aksi nasional hak asasi manusia berdasarkan Keputusan Presiden No. 5 B. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. cabang dan ranting politik hukum Undangundang Dasar 1945 pasca mandemen ini. keluarnya undang-undang tersebut setelah berbagai peristiwa kekerasan terjadi di Indonesia terutama pada masa pemerintahan Orde Baru. Alasan lain yang mendasari pembatasan ini adalah tidak semua perubahan dalam Undang-undang Dasar 1945 ada politik hukumnya. Mahfud MD. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang-undang No. Sebagaimana diketahui. karena realitasnya tidak mengubah bagian-bagian tertentu dalam Undang-undang Dasar. Paling tidak ada dua kendala utama dalam penyelesaian kasus-kasus HAM di masa lalu. Tim-Tim. penulis membatasi pada bidang-bidang tertentu. Di Indonesia penghormatan atas hak-hak asasi manusia telah dijamin oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Hal ini dimaksudkan agar pembahasan lebih mendalam. 23 September 2000. sebagai pandangan hidup. yaitu kendala teknis prosedural yang menyangkut pembuktian secara hukum dan kendala politis yang ditandai oleh adanya kekuatan yang besar untuk menghambat upaya penyelesaian melalui pengadilan.kebijakan yang ada dalam Pasal 28 UUD 1945 antara lain dilatarbelakangi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sebelum amandemen. Semanggi dan sebagainya. Batasan Pembahasan Dalam kerangka melacak akar. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Walaupun perwujudan secara materiil dan formil baru ada setelah dikeluarkannya undang-undang No. 129 tahun 1998. seperti kasus Tanjung Priok. Pidato Pengukuhan dalam jabatan Guru Besar”. falsafah dan dasar konstitusional bagi Negara Kesatuan RI. mengingat Undangundang Dasar 1945 pasca amandemen tidak tepat kalau disebut amandemen. akan tetapi “merubah dan merombak”. Kasus-kasus tersebut sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Konsepsi Politik Hukum Para ilmuan hukum memberikan pengertian yang berbeda terhadap konsepsi tentang politik hukum. Pengantar Ilmu Hukum (terjemahan Supomo). 1988). khususnya yang terdapat dalam Pasal 28 Undang-undang 1945 dan undang-undang organiknya (Undang-undang). Perubahan inilah yang merupakan hasil dari amandemen sejumlah 4 (empat kali). 10A. Tambunan. (Jakarta: YLBHI. pembangunan hukum yang berintikan pembuatan dan pembaruan terhadap materi-materi hukum agar dapat sesuai dengan kebutuhan. 6 tahun keI-II. 7A. no. Ibid. (Jakarta: Puporis Publishers. 9 Teuku Muhammad Radhie dalam majalah PRISMA. hukum kebiasaan tidak tertulis diakui juga akan tetapi hanya apabila diakui oleh Undang-undang. (New York: Pantheon Books. 9. A Progressive Critique.9 Konsepsi lain tentang politik hukum dikemukakan oleh Abdul Hakim Garuda Nusantara yang menyatakan bahwa politik hukum sama dengan politik pembangunan hukum. hlm. C. (Jakarta: Pradnya Paramitha). xi. Politik Hukum Indonesia. cet. LJ.beserta perubahan-perubahannya.6 Pengertian yang demikian dapat dimengerti mengingat bahwa di Belanda hukum dianggap identik dengan undang-undang.8 Teuku Muhammad Radhie mengkonsepsi politik hukum sebagai pernyataan kehendak penguasa negara mengenai hukum yang berlaku di wilayah suatu negara dan mengenai arah kemana hukum hendak dikembangkan.S.10 Pendapat Abdul Hakim Garuda Nusantara berikutnya diikuti oleh Moh.S. 4.S. Desember 1973. Legal policy ini terdiri dari: pertama. Kedua.S. Lebih jauh tulisan ini akan difokuskan pada bidang Hak Azasi Manusia. Tambunan. hlm. kebijakan-kebijakan apa melatarbelakangi tentang HAM. Politik Hukum Berdasarkan UUD 1945. Dalam hal ini. 2002). 6 yang dan mendasari diberlakukannya peraturan perundang-undangan 4 . hlm. pelaksanaan LJ. 390. van Appeldoorn. The Politics of Law.7 Politik hukum juga dikonsepsi sebagai kebijaksanaan negara untuk menerapkan hukum. 1990). Ke-18. hlm. 8 David Kairsy (ed). Mahfud MD yang menyebutkan bahwa politik hukum adalah legal policy yang akan atau telah dilaksanakan secara nasional oleh Pemerintah Indonesia. 1981. van Appeldoorn dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum menyebut dengan istilah politik perundang-undangan. Lihat referensi aslinya Abdul Hakim Garuda Nusantara.

Kedua.11 Berdasar pengertian tersebut menurut Moh. LBH. Perubahan formal terjadi dengan tata cara yang ditentukan dalam UUD yang bersangkutan seperti yang diatur dalam Pasal 37 UUD 11Moh. 14 Berdasarkan pengertian tentang konsepsi politik hukum di atas. Dimensi yang kedua adalah tujuan atau alasan yang muncul dibalik pemberlakuan peraturan perundang-undangan. Politik Hukum di Indonesia. Berbagai tujuan dan alasan yang menjadi dasar dibentuknya peraturan perundang-undangan ini disebut dengan politik hukum. Menurutnya. 5 . 13 Hikmahanto Juwono. Konsepsi tentang Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 Perkembangan hukum.ketentuan hukum yang telah ada termasuk penegasan fungsi lembaga dan pembinaan para penegak hukum. Terhadap UUD dikenal dengan sebutan perubahan formal (formal amendement) dan tidak formal (non formal amendment). “Politik Hukum Undang-undang Bidang ekonomi di Indonesia”. Cet. Pertama adalah politik hukum yang menjadi alasan dasar diadakannya peraturan perundang-undangan. Dimensi yang kedua ini disebut dengan kebijakan pemberlakuan atau enactment policy.13 Politik hukum dapat dibedakan menjadi dua dimensi. 12 Ibid. Oleh karena itu pembuatan dari peraturan perundang-undangan tersebut memiliki tujuan dan alasan tertentu yang dapat beraneka ragam. (Jakarta: LP3ES. September 1985. termasuk konstitusi atau UUD. Lihat referensi aslinya dalam Abdul Hakim Garuda Nusantara. D. makalah pada Kerja latihan bantuan Hukum. dalam kajian ini politik hukum dimaksudkan sebagai kebijakan yang menjadi dasar dari perubahan maupun pemberlakuan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan di bawahnya. Hand Out kuliah Kebijakan Pembangunan Hukum Program Doktor (S3) UII. “Politik Hukum Nasional”. dapat dilakukan melalui dua cara yaitu melalui perubahan formal atau cara-cara tidak formal. 2001). Mahfud MD. 12 Pengertian lain tentang politik hukum yang aplikatif juga disampaikan oleh Hikmahanto. peraturan perundang-undangan (legislation) merupakan bagian dari hukum yang dibuat secara sengaja oleh institusi negara. Dimensi yang pertama disebut dengan “kebijakan dasar” atau basic policy. Mahfud terlihat politik hukum mencakup proses pembuatan dan pelaksanaan hukum yang dapat menunjukkan sifat dan ke arah mana hukum dibangun dan ditegakkan. 14 Ibid. Surabaya.

2004). Perubahan tidak formal adalah perubahan yang terjadi melalui praktek ketatanegaraan (konvensi) atau putusan hakim (yurisprudensi). pembentukan Undang-Undang Dasar. 6 . Namun demikian. hlm. 16 Jimli Assiddiqie. 17Jimly Asshiddiqie.16 Dengan kata lain perubahan Undang-undang baru terjadi setelah 54 tahun Indonesia merdeka yaitu dalam sidang Umum MPR 1999. negara berdasarkan atas hukum yang menjamin hak-hak azasi manusia. dan ketiga. (Yogyakarta: FH UII Press. hlm. (Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jakarta.15 Dalam sejarah ketatanegaran Indonesia merdeka. 2004). Dorongan memperbaharui atau mengubah UUD 1945 ditambah pula dengan kenyataan bahwa UUD 1945 sebagai subsistem tatanan konstitusi dalam pelaksanaannya tidak berjalan sesuai dengan staatsidee mewujudkan negara berdasarkan konstitusi seperti tegaknya tatanan demokrasi. 41-42. Dalam arti yang ketiga ini baru terjadi setelah bangsa Indonesia memasuki era reformasi pada tahun 1998 yaitu setelah Presiden Soeharto berhenti dan digantikan oleh Presiden Habibie. perubahan kedua yang disahkan dalam sidang tahunan MPR tahun 2000 sebanyak 24 pasal(termasuk penambahan pasal baru). 5. hlm. Kedua.17 Sisanya dilakukan perubahan pada sidang berikutnya yaitu ketiga tahun 2001 sebanyak 23 pasal dan keempat tahun 2002 sebanyak 15 pasal ditambah aturan peralihan dan aturan tambahan. UUD 1945 yang merupakan perubahan pertama terdiri dari 9 Pasal.18 15 Bagir Manan. telah tercatat beberapa upaya yaitu pertama. Teori dan Politik Konstitusi. ). 1-2. (Yogyakarta: FH UII Press. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. otoritersme atau kediktatoran yang menggunakan UUD 1945 sebagai sandaran. kekuasaan kehakiman yang merdeka. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945.1945. perubahan dalam arti pembaruan UndangUndang Dasar.2004 cet. 18Bagir Manan. (Yogyakarta: FH UII Press. Perkembangan Undang-undang Dasar 1945. kedua. justru yang terjadi adalah etatisme. serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. penggantian Undang-Undang Dasar. 2004). 11. hlm. barulah pada tahun 1999 dapat diadakan perubahan terhadap Undang-undang dasar 1945 sebagaimana mestinya.

Mukthie Fadjar. Alasan filosofis. Ada 3 tiga tradisi yang digunakan dalam prosedur perubahan Undang-undang Dasar. dalam UUD 1945 terdapat pencampuradukkan berbagai gagasan yang saling bertentangan. 7 . PKI) sebagai UUD yang bersifat sementara. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat. (Malang: n-Trans. 2. lazimnya setiap konstitusi UUD 1945 juga mencamtumkan klausula perubahan seperti dalam pasal 37. langsung atau tidak langsung dalam praktek UUD 1945 sudah sering mengalami perubahan dan atau penambahan yang menyimpang dari teks aslinya yakni masa 1945-1949. Perubahan materi Undang-undang Dasar dengan langsung memasukkan (insert) materi perubahan ke dalam naskah Undang-undang Dasar. Alasan historis.Beberapa alasan yang mendasari perlunya pembaharuan Undang-undang Dasar 1945 antara lain:19 1. Alasan yuridis. Perubahan konstitusi melalui naskah yang terpisah dari teks aslinya yang disebut sebagai amandemen. 3. Alasan praktis politis bahwa secara sadar atau tidak. Reformasi Konstitusi Dalam Masa Transisi Paradigmatik.. tetapi justru UUD 1945 kurang menonjolkan pembatasan kekuasaan tersebut. misalnya negara Republik Perancis. 3. Hal ini pernah terjadi di Indonesia dengan konstitusi Ris tahun 1949 dan UUDS tahun 1950. 19A. Naskah konstitusi sama sekali diganti dengan naskah yang baru. Jerman dan Belanda. sejak dalam sejarahnya UUD 1945 sengaja di desain oleh para pendiri negara Republik Indonesia (BPUPKI. keberdaan konstitusi bagi suatu negara pada hakekatnya adalah untuk membatasi kekuasaan negara agar tidak bertindak sewenang-wenang.. melainkan menonjolkan pengintegrasian. Alasan teoritis. hlm. karena dibuat dan ditetapkan dalam suasana ketergesa-gesaan. Dalam kelompok negara ini dapat disebut. 39-40. hlm. yang berbeda antara satu negara dengan negara lain:20 1. 20 Jimli Assiddiqie. 42-43. 5. seperti faham kedaulatan rakyat dengan faham integralistik antara faham negara hukum dengan faham negara kekuasaan.. 2003). 2. Penggantian naskah Undang-undang Dasar. maupun 1959-1998. Konstitusi dan. berdasar sudut pandang teori konstitusi (konstitusionalisme0. 4.

(Tim ICCE UIN Jakarta. Hak merupakan kata yang tidak asing bagi umat manusia di seluruh dunia. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Masyarakat Madani.21 yang bila kita lihat sesungguhnya juga mengikuti mekanismne perubahan gaya Amerika. hak indahnya keterbukaan dan kelapangan. Kutipan aslinya dapat dilihat dalam James W. 22 E. yang terjadi di Indonesia dengan melakukan amandemen pertama. Pengertian Tentang HAM Dalam rangka memahami hakekat Hak Asasi Manusia. 22Jimli Assiddiqie. ketiga dan keempat. Hak Asasi Manusia. perubahan kedua pada tahun 2000. Konstitusi dan . (Jakarta: Gramedia. Hak telah terpatri sejak manusia lahir dan melekat pada siapa saja. 23 Demokrasi.23 Ketiga unsur tersebut menyatu dalam pengertian dasar hak. melindungi kebebasan. hlm. kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. Secara definitif hak merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berprilaku. kedua. 44. Nickel.yakni naskah asli Undang-undang Dasar tetap utuh. Diantaranya adalah hak kemerdekaan. Titi S. ruang lingkup penerapan hak dan pihak yang bersedia dalam penerapan hak.. terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian dasar tentang hak. hak cinta kasih sesama. hak makhluk dan harkat kemanusiaan.. 199. 2003). hlm. 8 . Hak mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: pemilik hak. hak bebas dari rasa 21 Perubahan pertama pada tahun 1999.. tetapi kebutuhan akan perubahan hukum dasar dapat dipenuhi melalui naskah tersendiri yang dijadikan adendum tambahan terhadap naskah asli tersebut. karena hak merupakan intisari yang paling karib dengan kebenaran dan keadilan dalam konteks dinamika dan interaksi kehidupan manusia beserta makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Dan Eddy Arini (alih Bahasa). perubahan ketiga pada tahun 2001 dan perubahan keempat pada tahun 2002.Dari ketiga tradisi prosedur perubahan konstitusi di atas.. 1996). Politik Hukum Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) 1. Hak Asasi Manusia: Refleksi Filosofis atas Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

24 Hak Asasi Manusia merupakan hak-hak universal yang dimiliki oleh manusia semata-mata karena posisinya sebagai manusia. Alih bahasa: Titi S. or brothehood or charity: one does ot have to earn or deserve 24 Mansoor Faqih dkk. Nickel.28 Louis Henkin mengatakan ”…human rights are claims asserted recognized “as of right”. 1996. hak rohani. or grace. Salah satu ciri khusus dari hak asasi manusia yang berlaku sekarang adalah bahwa hal itu merupakan hak internasional.25 Piagam PBB Tahun 1948 Pasal 1 Deklarasi HAM sedunia menyebutkan bahwa seluruh umat manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak. (Yogyakarta: Kanisius. Panduan Pendidikan Politik Untuk Rakyat. hak untuk memberi. James W. hak untuk menerima. Yogyakarta: Insist. Hak-Hak Asasi Manusia Berdasarkan Ideologi Pancasila. Hak-hak tersebut bersifat universal dan dimiliki setiap orang. jadi hak-hak yang dimiliki manusia sebagai manusia. Pandangan ini menunjukkan secara tidak langsung bahwa karakteristik seperti ras. Mereka dikaruniai akal serta nurani dan harus saling bergaul dalam semangat persaudaraan.takut. 5 27A. hlm. 26T. hak nyawa. 17. jenis kelamin.27 Atau ada juga yang mengatakan HAM adalah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia. hlm. Jakarta: Gramedia. hlm.26 HAM juga berarti hak-hak yang melekat pada manusia berdasarkan kodratnya. agama. hak kesadaran. Making Sense of Human Rights Philosophical Reflection on the Universal Declaration of Human Rights. 73 28 Ibid. kedudukan sosial dan kewarganegaraan tidak relevan untuk mempersoalkan apakah seseorang memiliki atau tidak memiliki hak asasi manusia. not claims upon love. Deklarasi PBB memberikan penjelasan seperangkat hak hak dasar manusia yang tidak boleh dipisahkan dari keberadaannya sebagai manusia. 1999. kaya maupun miskin.Gunawan Setiardja.Mulya Lubis. laki-laki atau pun perempuan. 1993). Hak tersebut mungkin saja dilanggar tetapi tidak pernah dapat dihapuskan. hlm. hak untuk dilindungi dan melindungi dan sebagainya. 10. Hal ini menyiratkan bahwa hak-hak tersebut dapat diterapkan di seluruh dunia. Dan Eddy Arini . hak untuk tentram. Hak Asasi Manusia dan Pembangunan. Kepatuhan terhadap hak serupa itu telah dipandang sebagai obyek perhatian dan aksi internasional yang sah. (Jakarta: Yayasan LBHI 1987). 25 9 .

orang tetap mempunyai HAM. 20 31 Demokrasi. Masyarakat Madani. Tidak seorang pun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. hlm 40 10 . Pengaturan Tentang Hak Asasi Manusia a. dibeli ataupun diwarisi. Hak Asasi. Dalam bukunya yang berjudul Right of Man pada tahun 1972. hlm. (Yogyakarta: Insist. ras. sebagai individu demi kenyamanannya sendiri dan kebahagiaannya sendiri. dapat disebutkan bahwa ciri-ciri HAM sebagai berikut: 31 a. atau asal usul sosial. 2003). atau hak berfikir. pandangan politik. Hak tidak perlu diberikan. walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggarnya. b.al. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.them. legal claims under some applicable law29. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia. 2. 39 30 George Clark dan Kathleen Hug. ahli teori politik serta penulis Amerika mengemukakan pengertian HAM. hlm. Hak Asasi Manusia. Sebuah Studi tentang Prinsipprinsipnya. etnis. terkecuali tentang hak asasi bangsa. et. (Tim ICCE UIN Jakarta. Pembukaan UUD 1945. 201-202. 2003). 1987). bahwa masalah hak asasi manusia terangkum dan terjelma di dalam hak asasi bangsa sebagaimana terlihat di dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945 yang mengatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa…” Kata 29 Philipus M. Semua manusia lahir dengan martabat yang sama. increasingly. Thomas Paine. Dalam Pembukaan UUD 1945 tidak disebutkan secara ekplisit tentang hak asasi manusia. tanpa memandang jenis kelamin. (Surabaya: Bina Ilmu. adalah hakhak yang dimiliki oleh seseorang karena keberadaannya. Kutipan aslinya dapat dilihat dalam Mansour Fakih. They are not merely aspirations or moral assertions but. Penanganannya oleh Pengadilan Dalam Lingkungan Peradilan Umum dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negara. HAM tidak bisa dilanggar. agama. bangsa. Menegakkan Keadilan dan Kemanusiaan. di antara hak-hak jenis ini tercakup segala hak intelektual. asalkan tidak merugikan hak-hak asasi orang-orang lain.Hadjon. dan juga segala hak untuk bertindak. hlm.30 Berdasar uraian tentang konsepsi HAM yang telah tersebut di atas. Namun bila dianalisis lebih dalam akan terlihat. c. Hak asasi berlaku dan dimiliki untuk semua orang.

Cit. Op.34 Berdasar amandemen UUD 1945 inilah.. Konferensi Dunia Hak Asasi Manusia. Oleh karena negara Indonesia adalah negara hukum. perlindungan tentang HAM di Indonesia terlihat dalam Pasal 2 amandeman dan Pasal 3 Amandeman UUD 1945. hlm. kemerdekaan berfikir. 83 11 . Negara hukum adalah ditujukan untuk menjamin atas hak-hak asasi. karena latar belakang pemikiran pembentukan UUD 1945 waktu itu dipengaruhi sejarah lahirnya negara Indonesia. Dengan demikian. Dalam perlindungan HAM ada tiga nilai yang esensi. Sedikitnya pengaturan HAM dalam UUD 1945 sebelum amandeman dapat dimaklumi. 28. 1997). secara ringkas dapat dikatakan perlawanan antara bangsa yang satu dengan bangsa lain. hlm.10 34 Bambang Sunggono. Setelah amandemen. hak bekerja dan hidup. maka salah satu fungsi negara hukum adalah untuk memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Dalam hal ini peranan hukum merupakan hal yang pokok untuk menjaga dan melindungi HAM dan peranan itu menjadi kewajiban bagi negara. 2005. jaminan. maka telah terjadi 32 Zulfirman. 33Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (Jakarta. Deklarasi Viena Program Aksi. bahwa negara Indonesia lahir oleh perjuangan rakyat. “Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Hukum Indonesia”. HAM Dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945 Sebelum amandeman Undang-undang Dasar 1945 pernyataan secara eksplisit perlindungan HAM hanya termuat di dalam Pasal 17. Jaminan itu harus terbaca dan tertafsirkan dari konstitusi yang berlaku dalam suatu negara. dan democratie33.kunci dari kalimat ini adalah bangsa dan kemerdekaan. Perjuangan komunal lahir akibat perlawanan terhadap kekuatan komunal pula. Makalah. yaitu oleh bangsa lain. 32 b. Tiga pasal tersebut berisi kemerdekaan berserikat dan berkumpul. yaitu universalitas. Esensinya dari kata kunci itu adalah kemerdekaan sebagai hak. khususnya Pasal 3 UUD 1945. dan Pasal 29 UUD 1945. dan kemerdekaan agama. atau setidaktidaknya termaklumi dari praktek hukum dan ketatanegaraan sehari-hari. jadi berlatar belakang pemikiran lebih menitikberatkan pada perjuangan komunal dan meminimalisasi perjuangan individu.

Pasal 28G ayat (1). ayat (2). yang pada mulanya perlindungan hak asasi sangat sumir dan implisit diakui. Pengaturan tentang HAM dalam konstitusi Indonesia terlihat di dalam Bab XA tentang Hak Asasi Manusia Amandemen UUD 1945 yang diatur pada Pasal 28A amandemen sampai dengan Pasal 28J Amandeman UUD 1945. ayat (2). Hak kebebasan untuk berkumpul dijabarkan dalam Pasal 28B ayat (1). Melalui surat Nomor 1/Pan. Pasal 28E ayat (1).A3/1/23/MPRS/1966. b. e. Pasal 28D ayat (4). d. Penjabaran hak kebebasan tentang: a. ayat (2). c. dan ayat (3). Pasal 28 H ayat (1). dan ayat (2). penghargaan dan perlindungan HAM telah menjadi agenda MPR sejak awal orde baru tahun 1966. Ketetapan MPR Konsep tentang HAM lebih lanjut dijabarkan dalam TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Pasal 28H ayat (1). Pasal 28E ayat (2). Pasal 28C ayat (2). menjadi secara eksplisit. Hak kebebasan untuk berpolitik dijabarkan dalam Pasal 28D ayat (3). 39 Tahun 1999 Tentang HAM 12 . Pasal 28I ayat (1). Pasal 28F Amandeman UUD 1945. ayat (3). Pada dasarnya pengakuan.pembaharuan kebijakan hukum di Indonesia. Hak kebebasan memeluk agama dijabarkan pada Pasal 28E ayat (1). Hak kebebasan untuk hidup dijabarkan dalam Pasal 28A. d. ayat (2). Pasal 28 A amandeman sampai dengan Pasal 28J amandemen UUD 1945 itu merupakan ketentuan pokok HAM yang termuat di dalam Pembukaan UUD 1945. telah menyelesaikan Rancangan Keputusan Pimpinan tentang Piagam Hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta kewajiban warganegara. c. dan ayat (3) amandeman UUD 1945. dan ayat (4) Amandeman UUD 1945. Panitia ini dibentuk berdasarkan ketetapan MPRS No. Pasal 28J ayat (1) Amandeman UUD 1945. Hak kebebasan memperoleh keadilan dan diperlakukan adil dijabarkan dalam Pasal 28C ayat (1).IV/ MPRS/1966 tanggal 7 Desember 1966 Panitia Ad Hoc IV MPRS. dan ayat (3) Amandemen UUD 1945. Pasal 28G ayat (1). Undang-undang No. Pasal 28D ayat (1).

Berdasar pengertian tentang HAM dalam UUHAM. Jelasnya tidak ada hak bagi penguasa duniawi untuk mencabut atau mengurangi.35 Dengan demikian HAM melekat kepada manusia baik ia sebagai makhluk individu maupun ia sebagai makhluk sosial. Jalan Kemanusiaan Panduan Untuk Memperkuat Hak Asasi Manusia. Hak atas kesejahteraan tertera pada Pasal 36 sampai dengan Pasal 42. b. hukum. Ketentuan tentang rincian HAM dapat dilihat dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yaitu: a. Hak mengembangkan diri tertera pada Pasal 11 sampai dengan Pasal 16. c. yang berasal dari ting-kat yang lebih tinggi ketimbang hukum yang dikeluarkan oleh alam atau penguasa duniawi. g. apa pun alasannya. i. Hak untuk hidup sebagaimana tertera pada Pasal 9. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. maka dapat dicermati bahwa HAM termasuk hak yang datangnya berasal dari pemberian Tuhan. 1999). Tidak ada HAM yang datang dan diberi oleh kesepakatan suatu masyarakat manusia atau yang diberi oleh alam maupun penguasa. (Yogyakarta: Pustaka Lapera. ketentuan hak yang diatur oleh ketentuan yang lebih tinggi (Ilahi). 35Dadang Juliantara. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. d.Pengertian tentang HAM ditegaskan apa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia sebagaimana tertera pada Pasal 1 angka 1 yang menyatakan: “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. f. Hak atas rasa aman tertera pada Pasal 28 sampai dengan Pasal 35. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan pada Pasal 10. Pemerintah. Artinya adanya hak yang melekat pada diri manusia. e. h. Hak memperoleh keadilan tertera pada Pasal 17 sampai dengan Pasal 19. Hak turut serta dalam pemerintahan tertera pada Pasal 43 sampai dengan Pasal 44. hlm. Hak kebebasan pribadi tertera pada Pasal 20 sampai dengan Pasal 27. Hak wanita tertera pada Pasal 45 sampai dengan Pasal 51 dan hak anak tertera pada Pasal 52 sampai dengan Pasal 66. 98 13 .

Ketentuan undang-undang ini berkenaan dengan hak kebebasan dasar manusia yang berkaitan dengan hak untuk hidup dan memperoleh perlakuan yang adil. kebijakan hukum tentang HAM di Indonesia telah memberi perhatian dan komitmen yang tinggi terhadap HAM yang berkaitan dengan hak untuk hidup. ekonomi. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU-HAM) yang menyatakan. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. pemerintah. tidak ada hak bagi penguasa duniawi untuk mencabut atau mengurangi. pengertian HAM dapat dilihat pada Pasal 1 Undang-undang No. yang berasal dari tingkat yang lebih tinggi ketimbang hukum yang dikeluarkan oleh alam atau penguasa duniawi. Tidak ada HAM yang datang dan diberi oleh kesepakatan suatu masyarakat manusia atau yang diberi oleh alam mau pun penguasa.36 e. HAM Dalam Perundang-Undangan Lain Jika dilihat secara komprehensif. apa pun alasannya.Secara yuridis formal di Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. b. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hlm. Jelasnya. Artinya adanya hak yang melekat pada diri manusia. atau Merendahkan Martabat Manusia. termasuk hak.. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. ketentuan hak yang diatur oleh ketentuan yang lebih tinggi (Ilahi). 98 14 . apabila dilihat dari penjelasan umum undang-undang 36 Ibid. sosial dan budaya sebagaimana terlihat dalam ketentuan undang-undang yaitu: a. Ketentuan undang-undang ini berkaitan dengan hak kebebasan untuk diperlakukan adil dan memperoleh keadilan serta hak untuk hidup. Apabila dicermati lebih dalam definisi HAM yang terdapat di dalam UUHAM maka tidak dapat disangkal HAM. hukum. Tidak Manusiawi. bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati. datangnya berasal dari pemberian Tuhan.

dan budaya sebagai HAM yang mendapat perhatian sejak decade 1970-an. Undangundang menentukan visi dan misi pendidikan yang diarahkan untuk membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan pada sisi lain dapat mencegah tekanan tekanan.ini dapat diketahui kebijakan hukumnya. kreatif. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. d. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. hak ekonomi. mandiri. cakap. baik cetak maupun elektronika dan hak mogok pekerja di lingkungan kerjanya. Di samping itu. hak sosial. pada satu sisi dapat melin-dungi hak warga negara. Jadi pelaksanaan kebebasan mengemukakan pendapat haruslah pula memperhatikan dan pengakuan terhadap hak serta kebe-basan orang lain. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang ini bersifat regulatip. Pada alinea kedua jelas disebutkan politik hukum dari undang-undang sistem pendidikan nasional ini yaitu dalam rangka menjunjung tinggi HAM. Sifat regulatip undang-undang ini dapat terlihat dalam substansinya yang mengatur bentuk dan tata cara penyampaian pen-dapat dimuka umum dan tidak mengatur penyampaian pendapat melalui media masa. adalah untuk menjaga lingkungan hidup agar manusia dapat berkembang sesuai dengan harkat dan martabatnya. Politik hukum dari undang-undang ini dapat dilihat dari penjelasan umumnya. pelaksanaannya harus dilak-sanakan dengan penuh tanggungjawab. yang dapat mengurangi jiwa dan makna dari proses keterbukaan dalam pembentukan dan penegakan hukum. agar manusia dapat berkembang. Undang-undang ini sebenarnya merangkum hak untuk hidup. c. mengembangkan dan memelihara kebebasan mengemukakan pendapat sebagai HAM. baik fisik mau pun psikis. berilmu. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berakhlak mulia. yaitu ingin melindungi. Undang-undang ini menjabarkan 15 . undang-undang ini menegaskan bahwa hak untuk memperoleh lingkungan yang baik dan sehat adalah merupakan hak dasar manusia. sehat. Apabila dicermati ketentuan yang termuat di dalam undang-undang ini dapat diketahui kebijakan hukumnya.

di mana buruh dianggap mempunyai kedudukan yang sama dengan pengusaha. Politik hukum yang terlihat dalam undang-undang ini adalah melindungi HAM pekerja sangat kuat sekali. martabat. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Program Pascasarjana. pelaksanaan hak ini haruslah diimbangi pula dengan kewajiban tidak dilaksanakan secara sebebas-bebasnya. Dalam Penjelasan Umum undang-undang ini jelas disebutkan bahwa lahirnya undangundang ini adalah guna meningkatkan harkat.15 16 . Pengaturan mogok secara tidak langsung ini didasarkan pada pola pikiran yang dipengaruhi faham liberalisme. 37Aloysius Uwiyono. Perlindungan HAM yang berkaitan dengan hak ekonomi. Perlindungan HAM tenaga kerja dalam undang-undang ini meliputi hak untuk memperoleh pekerjaan. 2001). dan masyarakatnya. hal ini dapat dilihat dari ketentuan tidak boleh mempekerjakan buruh didasarkan diskriminasi. dan menegaskan mogok adalah sebuah hak bagi pekerja. dan hak untuk mogok. hlm. budaya. dan harga diri tenaga kerja dan pengakuan tentang HAM pekerja. Apabila dicermati pada alinea pertama Penjelasan Umum jelas terlihat bahwa undang-undang ini adalah sebagai penjabaran lebih jauh tentang HAM yang berhubungan dengan hak kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. hak berserikat. Padahal perbuatan mogok dalam sejarah hubungan perburuhan di negara maju pada saat masa industrialisasi adalah perbuatan kriminal dan perbuatan yang dilarang. dan berkeadilan. memperlindungi hak untuk memperoleh pekerjaan. dinamis. Jakarta UI.37 b. Dari pernyataan ini. memperoleh upah yang layak. (Fakultas Hukum. Politik hukum yang terlihat dalam pen-jelasan umum tersebut adalah bahwa hak berserikat dan berkumpul tersebut harus dijamin namun pelaksanaan hak ini haruslah dilaksanakan dalam kerangka hubungan industrial yang harmonis. jaminan sosial. Hak Mogok di Indonesia. sosial dan budaya lebih khusus diuraikan lebih rinci lagi dalam: a.tentang HAM tentang setiap orang berhak mendapat pendidikan dan mengembangkan diri. Jadi di Indonesia pelaksanaan HAM selalu diikuti dengan kewajiban asasi manusia. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Peraturan tentang persamaan hak bagi semua warga negara terlihat telah diatur secara lebih teknis lagi dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan. ataupun Pelaksa-naan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan. sosial. sebagaimana dimaklumi bahwa upah adalah bagian yang esensi bagi HAM pekerja. di mana pada masa orde baru perhatian dan perlindungan terhadap HAM kurang mendapat perhatian akibat kekuasaan Presiden dijalankan secara otoriter yang meng-akibatkan tidak dihargai dan dihormatinya HAM. Instruksi ini sangat jelas menjabarkan tentang HAM manusia yang berkaitan dengan persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan hak yang demikian ini berkaitan dengan hak politik dan sosial di bidang HAM. dan budaya terlihat dijabarkan lebih rinci dan lebih tehnis dalam Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dalam upaya melindungi upah buruh atau pekerja. sehingga penafsiran penjabaran hak kebebasan 17 . F. Perencanaan Program. Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 Sebagaimana telah disebutkan di atas. menerima upah yang layak sebagai hak yang paling perlu pelindungan bagi buruh. Perlindungan HAM di bidang hak ekonomi. penghargaan dan ganti rugi yang diatur secara ekspilit. Dari sini terlihat bahwa politik hukum dari ketentuan ini adalah dalam rangka menghargai dan menghormati serta melindungi HAM buruh tentang memperoleh pekerjaan. Kebijakan Dasar Peberlakuan Peraturan Perundang-undangan Tentang Hak Asasi Manusia 1. pengaturan tentang HAM dalam konstitusi Indonesia terlihat di dalam Bab XA tentang Hak Asasi Manusia Amandemen UUD 1945 yang diatur pada Pasal 28A amandemen sampai dengan Pasal 28J Amandeman UUD 1945. Dalam Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 150/Kep-Men/2000 ditegaskan bahwa penyelesaian pemutusan hubungan kerja yang dilakukan harus melalui izin Depnaker. Amandeman yang dilakukan terhadap UUD 1945 ini terjadi akibat tuntutan reformasi. pembayaran uang pesangon. Peluang terjadinya tindakan otoriter ka-rena ketentuan tentang HAM di dalam UUD 1945 tidak secara ekspilisit diterapkan dalam pasal-pasalnya.

Panitia ini dibentuk berdasarkan ketetapan MPRS No. karena pelanggaran HAM 18 .IV/ MPRS/1966 tanggal 7 Desember 1966 Panitia Ad Hoc IV MPRS. TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998 dari segi isinya memberi arahan tentang politik hukum tentang HAM di Indonesia guna memberikan pengertian. sangat disayangkan. biasanya penafsiran itu dilakukan hanya guna mempertahankan kekuasaan penguasa semata-mata. karena berlawanan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Hal ini dimaklumi karena kewajiban untuk melindungi dan menghargai HAM merupakan tanggungjawab pemerintah sebagai pihak pemerintah. Namun. Pada dasarnya pengakuan. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosial. Melalui surat Nomor 1/Pan. Sebab tidak jarang terjadi pelanggaran HAM secara vertikalah yang sering terjadi. maka kemerdekaan itu adalah menjadi hak semua manusia dan semua bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ketetapan MPR Konsep tentang HAM lebih lanjut dijabarkan dalam TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Berdasarkan Mukadimah Rancangan Piagam tersebut dapat dilihat kebijakan tentang HAM pada waktu itu yaitu melindungi hak kebebasan sebagai HAM sebagaimana terlihat di dalam alinea ketiga Rancangan Piagam tersebut yang menyatakan: “Oleh karena kebebasan serta tanggungjawab itu sifatnya hakiki bagi setiap manusia. karena pemahaman negara atau pemerintah memiliki kekuasaan yang terkadang mengarah ke absolut sehingga HAM terkadang tidak diperhitungkan demi kepentingan dan tujuan negara.A3/1/23/MPRS/1966. bahwa Rancangan Piagam Hak Asasi Manusia tersebut tidak ditindak lanjuti dengan Ketetapan MPR.sebagai HAM yang tertuang di dalam Pembukaan UUD lebih didominasi oleh pemegang kekuasaan. perlindungan dan penghargaan yang ditujukan kepada negara dan aparatur pemerintah. penghargaan dan perlindungan HAM telah menjadi agenda MPR sejak awal orde baru tahun 1966. barulah pada tahun 1998 MPR sesuai dengan tuntutan reformasi MPR membuat ketetapan tentang perlunya perlindungan HAM di Indonesia. Konsekuensi dari ketentuan ini dapat dimaklumi. telah menyelesaikan Rancangan Keputusan Pimpinan tentang Piagam Hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta kewajiban warganegara. 2.

agama. pemerintah.38 Pada kenyataannya selama lebih lima puluh tahun usia Republik Indonesia. bahasa. penhilangan paksa. perlindungan. pembakaran rumah tinggal dan tempat ibadah penyerangan pemuka agama beserta keluarganya. atau organisasi apa pun untuk mengakui dan melindungi HAM pada setiap manusia tanpa kecuali. ras. Maupun horizontal (antara warga negara sendiri) dan tidak sedikit yang masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia yang berat (gross violation of human right). 39 tentang HAM. 38 39 berbangsa dan bernegara. Apalagi jika tidak disertai dengan tindakan nyata dengan menghukum orang-orang yang terlibat dalam pelanggaran HAM. Pelaksanaan penghormatan dan Penjelasan atas Undang-undang No. 40 Peristiwa TPA (Tempat Pembuangan Sampah) di Bojong. pelaksanaan penghormatan. budaya. penganiayaan. 3. 19 . Dengan lahirnya TAP MPR ini maka semakin jelaslah.39 Selain itu terjadi pula penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik dan aparat negara yang seharusnya menjadi penegak hukum40. 39 Tahun 1999 Tentang HAM Sejarah bangsa Indonesia hingga kini telah mencatat berbagai penderitaan. Hal ini tercermin dari kejadian-kejadian berupa penangkan yang tidak sah. baik yang bersifat vertikal (dilakukan oleh aparat negara terhadap terhadap warga negara atau sebaliknya). kesengsaraan dan kesenjangan sosial yang disebabakan oleh prilaku tidak adil dan dikriminatif atas dasar etnik. Undang-undang No. bahwa negara Indonesia adalah negara hukum sehingga seluruh aparatur negara dan seluruh institusi negara menjalankan fungsi dan tugasnya haruslah berdasarkan hukum bukan berdasarkan kekuasaan semata-mata. khususnya dari pihak aparat. golongan. penculikan.. perkosaan. Kebijakan tentang Hak Asasi Manusia dapat dilihat dalam penjelasan umum Undang-undang HAM. Prilaku tidak adil dan diskriminatif tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Ini berarti HAM harus selalu menjadi titik tolak dan tujuan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. warna kulit. paragraf lima. Pada alenia pertama penjelasan umum ditegaskan bahwa merupakan kewajiban bagi negara. bahkan pembunuhan. atau penegakan hak asasi manusia masih jauh dari memuaskan. menyisakan trauma bagi warga yang tidak mungkin disembuhkan dalam jangka waktu singkat.secara vertikalah lebih banyak terjadi dan berdampak luas bila dibandingkan dengan pelanggaran HAM secara horizontal. jenis kelamin dan status sosial lainnya. Tragedi Mei masih menyisakan penderitaan terutama bagi korban.

kemampuan. pada dasarnya manusia dianugerahi jiwa.penghargaan terhadap HAM di Indonesia bahwa Pertimbangan UUHAM memberikan penjelasan tentang politik hukum tentang HAM di Indonesia ditegaskan bahwa negara Indonesia sebagai anggota PBB menyadari tanggungjawabnya untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang HAM. struktur. hal-hal yang menjadi dasar pemikiran terbentuknya undang-undang Hak Asasi manusia adalah sebagai berikut:41 a. g. negara Indonesia melahirkan UUHAM. setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia yang lain. c. perlindungan dan penegakan hak asasi manusia. d. bentuk. e. f. sehingga dapat mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus). sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. partisipasi masyarakat baik dalam berkaitan dengan HAM. Sebagai tindak lanjut pertanggungjawaban itu. hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapapun dan dalam keadaan apa pun. undang-undang ini juga mengatur mengenai Pembentukan Komisi Hak Asasi Manusia sebagai lembaga yang mandiri. 39 tentang HAM. Berdasar uraian di atas. dan meningkatkan martabat manusia. Dengan demikian kedudukan dari Undang-undang HAM ini adalah sebagai payung dari seluruh peraturan perundang-undangan tentang HAM. 20 . Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta alam semesta dengan segala isinya. aparatur negara dan pejabat publik lainnya mempunyai kewajiban dan tanggungjawab menjamin terselenggaranya pernghormatan. untuk menjamin kelanjutan hidupnya. b. kemauan serta berbagai kemudahan oleh Penciptanya. mempertahankan. Di samping kebijakan dasar. 41 bentuk pengaduan dan atau gugatan atas pelanggaran HAM atau dalam bentuk pengajuan usulan mengenai perumusan kebijakan yang Penjelasan atas Undang-undang No. hak asasi manusia harus benar-benar dihormati. dilindungi dan ditegakkan dan untuk pemerintah. karena tanpa hal tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya . sehingga di dalam hak asasi manusia manusia terdapat kewajiban dasar. untuk melindungi. diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. karena manusia merupakan makhluk sosial maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. Berdasar pertimbangan ini terlihat jelas komitmen negara Indonesia untuk menjaga dan menghormati serta menegakkan HAM di Indonesia.

baik ditinjau dari kepentingan nasional maupun dari kepentingan internasional.4. maka untuk menyelesaiakan masalah pelangganggaran HAM yang berat dan mengembalikan keamanan dan perdamaian di Indonesia perlu dibentuk Pengadilan HAM yang merupakan pengadilan khusus bagi pelanggaran hak asasi manusia yang berat. ketentraman. b. Terhadap perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat diperlukan langkah-langkah penyelidikan. c. Dasar pembentukan Undang-undang tentang Pengadilan HAM adalah sebagaimana tercantum daalm Pasal 104 ayat (1) Undang-undang No. penuntutan dan pemeriksaan secara khusus. Undang-undang No. Di samping itu undang-undang ini juga menyebutkan tentang keberadaan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sebagaimana yang dimaksud oleh Ketetapan MPR-RI No. sehingga perlu dipulihkan dalam mewujudkan supremasi hukum untuk mencapai kedamaian. V/MPR/2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional. ketertiban. Dalam undang-undang ini diatur pula mengenai Pengadilan HAM Ad Hoc untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM berat. keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. pelanggaran hak asasi manusia yang berat merupakan “extra ordinary crimes” dan berdampak secara baik pada tingkat nasional mupun internasional. pelanggaran menimbulkan kerugian secara materiil maupun immateriil yang mengakibatkan perasaan tidak aman baik terhadap perseorangan maupun masyarakat. Komisi ini dimaksudkan sebagai lembaga ekstrayudicial yang ditetapkan dengan undang-undang dan bertugas untuk menegakkan kebenaran dengan mengungkapkan penyalahgunaan 21 .” Dasar pertimbangan yang dijadikan landasan pembentukan Pengadilan Hak Asasi manusia adalah sebagai berikut: a. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM Bertitik tolak dari perkembangan hukum. penyidikan. 39 tahun1999 tentang HAM: “Untuk mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat dibentuk Pengadilan Hak Asasi Manusi di lingkungan Peradilan Umum.

22 . dapat disebutkan bahwa hak telah terpatri sejak manusia lahir dan melekat pada siapa saja. hak untuk tentram. sehingga di dalam hak asasi manusia manusia terdapat kewajiban dasar. Dengan demikian setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia yang lain. Oleh karena manusia merupakan makhluk sosial. maka perundang-undangan tentang HAM yaitu untuk dibentuklah peraturan hukum materiilnya dengan asasi dibatasi oleh hak asasi manusia yang lain. 39 Tahun 1999 tentang HAM. hak untuk memberi. G. hak indahnya keterbukaan dan kelapangan. Undang-undang ini menitikberatkan pada perlindungan harkat dan martabat manusia secara terinci dan komprehensif. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM. 1988. hak makhluk dan harkat kemanusiaan. sehingga kebebasan Undang-undang No. hak rohani. hak untuk menerima. maka hak-hak manusia yang satu atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas. DAFTAR PUSTAKA Abdul Hakim Garuda Nusantara. dan melaksanakan rekonsiliasi dalam perspektif kepentingan bersama sebagai bangsa. hak bebas dari rasa takut. Hak Mogok di Indonesia. Sedangkan hukum formilnya adalah Undang-undang No. Kedua peraturan ini dalam tingkatan peraturan perundang-undangan nasional merupakan penjabaran operasional dari Undangundang Dasar 1945.kekuasaan dan pelanggaran hak asasi manusia pada masa lampau. Jakarta. Politik Hukum Indonesia. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapapun dan dalam keadaan apapun. hak nyawa. Dalam rangka melindungi hak asasi manusia. Universitas Indonesia. hak cinta kasih sesama. Fakultas Hukum Program Pascasarjana. hak untuk dilindungi dan melindungi dan sebagainya. Jakarta. Aloysius Uwiyono. hak kesadaran. 2001. diantaranya adalah hak kemerdekaan. Yayasan LBHI. Penutup Berdasar uraian di atas.

Aries Hartanto. “Kalkulasi Seputar Reformasi Konstitusi”. Yogyakarta. Mansour Fakih. Malang: In-Trans. Jakarta. Mulyana W. 1981.. Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pustaka Sinar Harapan. Kanisius. 2001. Politik Hukum Undang-undang Bidang ekonomi di Indonesia. Yogyakarta: Gama Media. 1996. Jakarta: mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jakarta. Mandar Maju. Tambunan. Nickel. 2000. 2004. Jalan Kemanusiaan Panduan Untuk Memperkuat Hak Asasi Manusia. Suatu Pengantar. 2001. Hak Asasi Manusia. Pengantar Ilmu Hukum (terjemahan Supomo). Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia. Yogyakarta: UII. 1999. Radar Jogya. cet. Ke-18. terjemahan. David Kairsy (ed). Making Sense of Human Rights Philosophical Reflection on the Universal Declaration of Human Rights. Jimly Asshiddiqie. -----------------. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 2003. Gramedia Pustaka Utama. Jimly Asshiddiqie. Bambang Sunggono. The Politics of Law. James W. Politik Hukum Berdasarkan UUD 1945. Gunawan Setiardja. 2004. cet. Yogyakarta. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945. 2004. 1998. Perkembangan Undang-undang Dasar 1945. “Politik Hukum Hak Azasi Manusia di Indonesia”. ed. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Deklarasi Viena Program Aksi. 1990. “Menuju Parlemen Bikameral: Studi Konstitusional Perubahan Ketiga UUD 1945”. Mukthie Fadjar. Kedua. LJ. 4 Mei 2002. Dadang Juliantara.al. Pertama.. 24 Juli 2002.A. Kedua. Hand Out kuliah Kebijakan Pembangunan Hukum Program Doktor (S3) UII. Bagir Manan. 1997. et. 2004. 23 September 2000. Jakarta: Puporis Publishers. Teori dan Politik Konstitusi. George Clack dan Kathleen Hug. Jakarta: LP3ES. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Madya dalam Hukum Tata Negara. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Bagir Manan. Yogyakarta: FH UII Press. Yogyakarta: FH UII Press. Moh. Mahfud MD. 1993. 1999. Dahlan Thaib. Jakarta. -----------------.S. A. Pustaka Lapera. Reformasi Konstitusi Dalam Masa Transisi Paradigmatik. Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Insist. van Appeldoorn. Hikmahanto Juwono. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia.S. Moh. Pidato Pengukuhan dalam jabatan Guru Besar”. New York: Pantheon Books. 23 . Jimly Assiddiqie. Menegakkan Keadilan dan Kemanusiaan. Yogyakarta. Politik Hukum di Indonesia. Konferensi Dunia Hak Asasi Manusia. 2003. 2002. Jakarta: Pradnya Paramitha. 2002. Kusumah. Jakarta: Rineka Cipta. cet. Mahfud MD. Terjemahan. cet. A Progressive Critique. Bandung. Hak-Hak Asasi Manusia Berdasarkan Ideologi Pancasila. Jakarta. Yogyakarta: FH UII Press.

Udiyo Basuki. Bina Ilmu. “Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Hukum Indonesia”. 1987. Hak Asasi Manusia dan Pembangunan. “Dinamika konstitusi Indonesia” ( Refleksi Yuridis atas Proses dan hasil amandemen UUD 1945. Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Gama Media. Demokrasi. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia. 1987. T. No. Penanganannya oleh Pengadilan Dalam Lingkungan Peradilan Umum dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negera.Hadjon. 2003. Jakarta. Undang-undang No. Yayasan LBHI. 6 tahun keI-II. Surabaya. Vol. 24 . Yogyakarta: LinkSAS. Tim ICCE UIN Jakarta. Sebuah Studi tentang Prinsip-prinsipnya. Yogyakarta: UII Press. Zulfirman. Masyarakat Madani. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. 1. Gagasan Perlunya Konstitusi Baru Pengganti UUD 1945.Mulya Lubis. Makalah. no. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Sosio-Religia Jurnal Ilmu Agama dan Sosial. Sobirin Malian. 2005. 4 Agustus 2002. Teuku Muhammad Radhie dalam majalah PRISMA. 1999. Philipus M. Desember 1973.-----------------. Undang-undang No. 2001. Hukum dan Pilar-pilar Demokrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful