Penyelesaian Persamaan Linear dengan Matriks

Bentuk Eselon-baris Matriks dapat dikatakan Eselon-baris apabila memenuhi persyaratan berikut : 1.) Di setiap baris, angka pertama selain 0 harus 1 (leading 1). 2.) Jika ada baris yang semua elemennya nol, maka harus dikelompokkan di baris akhir dari matriks. 3.) Jika ada baris yang leading 1 maka leading 1 di bawahnya, angka 1-nya harus berada lebih kanan dari leading 1 di atasnya. 4.) Jika kolom yang memiliki leading 1 angka selain 1 adalah nol maka matriks tersebut disebut Eselon-baris tereduksi Contoh: syarat 1: baris pertama disebut leading 1

syarat 2: baris ke-3 dan ke-4 memenuhi syarat 2

syarat 3: baris pertama dan ke-2 memenuhi syarat 3

syarat 4: matriks dibawah ini memenuhi syarat ke 4 dan disebut Eselon-baris tereduksi

Operasi Eliminasi Gauss

y dan z Jawab: Bentuk persamaan tersebut ke dalam matriks: Operasikan Matriks tersebut Baris ke 2 dikurangi baris ke 1 Baris ke 3 dikurangi 2 kali baris ke 1 Baris ke 3 ditambah 3 kali baris ke 2 Baris ke 3 dibagi dengan 3 (Matriks menjadi Eselon-baris) Maka mendapatkan 3 persamaan linier baru yaitu x + 2y + z = 6 .Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana (ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss). lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Contoh: Diketahui persamaan linear x + 2y + z = 6 x + 3y + 2z = 9 2x + y + 2z = 12 Tentukan Nilai x. Setelah menjadi matriks Eselon-baris. Caranya adalah dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang Eselon-baris.

Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari eliminasi Gauss sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris tereduksi. Contoh: Diketahui persamaan linear x + 2y + 3z = 3 2x + 3y + 2z = 3 2x + y + 2z = 5 Tentukan Nilai x. maka langsung dapat ditentukan nilai dari variabel-variabelnya tanpa substitusi balik. y dan z Jawab: Bentuk persamaan tersebut ke dalam matriks: Operasikan Matriks tersebut Baris ke 2 dikurangi 2 kali baris ke 1 Baris ke 3 dikurangi 2 kali baris ke 1 . y = 0 .y+z=3 z=3 Kemudian lakukan substitusi balik maka didapatkan: y+z=3 y+3=3 y=0 x + 2y + z = 6 x+0+3=6 x=3 Jadi nilai dari x = 3 . Ini juga dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Setelah menjadi matriks Eselon-baris tereduksi. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya.dan z = 3 Operasi Eliminasi Gauss-Jordan Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang hasilnya lebih sederhana.

Baris ke 3 dikurangi 3 kali baris ke 2 Baris ke 3 dibagi 8 dan baris ke 2 dibagi -1 Baris ke 2 dikurangi 4 kali baris ke 3 Baris ke 1 dikurangi 3 kali baris ke 3 Baris ke 1 dikurangi 2 kali baris ke 2 (Matriks menjadi Eselon-baris tereduksi) Maka didapatkan nilai dari x = 2 .dan z = 1 [sunting] Operasi Dalam Matriks Dua buah matriks dikatakan sama apabila matriks-matriks tersebut mempunyai ordo yang sama dan setiap elemen yang seletak sama. maka penjumlahan dari A + B adalah matriks hasil dari penjumlahan elemen A dan B yang seletak.) k ( A + B ) = kA + kB = ( A + B ) k . Begitu pula dengan hasil selisihnya. Hukum yang berlaku dalam penjumlahan dan pengurangan matriks : a. Jika A dan B adalah matriks yang mempunyai ordo sama. Didefinisikan: Jika k sebarang skalar maka kA = A k adalah matriks yang diperoleh dari A dengan cara mengalikan setiap elemennya dengan k. Jumlah dari k buah matriks A adalah suatu matriks yang berordo sama dengan A dan besar tiap elemennya adalah k kali elemen A yang seletak. Matriks yang mempunyai ordo berbeda tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan. k = skalar .) A + B = B + A b.) A + ( B + C ) = ( A + B ) + C c. Untuk setiap A berlaku A + (-A) = 0. Negatif dari A atau -A adalah matriks yang diperoleh dari A dengan cara mengalikan semua elemennya dengan -1. y = − 1 .

Matriks B juga mempunyai invers yaitu A maka dapat dituliskan A = B − 1. Jika matriks B dan C adalah invers dari A maka B = C. + aip bpj [sunting] Matriks Balikan (Invers) JIka A dan B matriks bujur sangkar sedemikian rupa sehingga A B = B A = I . Jika tidak ditemukan matriks B. maka B disebut balikan atau invers dari A dan dapat dituliskan B = A − 1 ( B sama dengan invers A ).. maka A dikatakan matriks tunggal (singular).bc ≠ 0 Apabila A dan B adalah matriks seordo dan memiliki balikan maka AB dapat di-invers dan (AB) −1 = B − 1A − 1 Contoh 1: Matriks A= dan B = AB = = = I (matriks identitas) BA = = = I (matriks identitas) Maka dapat dituliskan bahwa B = A − 1 (B Merupakan invers dari A) Contoh 2: Matriks A= dan B = .Hasil kali matriks A yang ber-ordo m x p dengan matriks B yang berordo p x n dapat dituliskan sebagi matriks C = [ cij ] berordo m x n dimana cij = ai1 b1j + ai2 b2j + . Matriks A = Dengan Rumus = dapat di-invers apabila ad ..

B= . AB = Dengan menggunakan rumus. Contoh 3: Matriks A= Tentukan Nilai dari A-1 Jawab: Contoh 4: Matriks A= . maka didapatkan . Maka . = Ini membuktikan bahwa (AB) −1 =B −1 A −1 .AB = = BA = = Karena AB ≠ BA ≠ I maka matriks A dan matriks B disebut matriks tunggal.

Maka .Tentukan Nilai dari A-1 Jawab: Contoh 4: Matriks A= . AB = Dengan menggunakan rumus.B= . maka didapatkan . = Ini membuktikan bahwa (AB) í 1 = B í 1A í 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful