FEMINIS MUSLIM INDONESIA (Aliran Pemikiran Antara 1990-2000) Ala'i Nadjib Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta Abstrak Artikel ini membahas tentang perkembangan feminisme di Indonesia selama satu dekade (1990-2000). Wacana dan gerakan feminisme merupakan fenomena baru di Indonesia. Yang berkembang sebelumnya adalah emansipasi wanita, sebagai buah dari perjuangan perempuan semenjak Kartini. Feminisme baru muncul secara signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun begitu, feminisme telah melahirkan organisasi-organisasi peremnpuan di Indonesia seperti Rahima, kalyanamitra dan rifka Annisa. Masuknya feminisme ke Indonesia dipengaruhi oleh adanya kontak langsung antara aktivis perempuan di Indonesia dengan aktivis perempuan dari Negara-negara lain di dunia, dan juga literature feminis dari luar. Sebagai sebuah fenomena baru, kehadirannya di Indonesia diresponse dengan beragam baik dalam bentuk watak maupun aliran. Gerakan Feminisme telah melahirkan aliran dan para pemikir tentang isu perempuan dan aktivis perempuan. Dari sini muncullah para feminis beraliran konservatif seperti Zakiyah Darajat dan Ratna Megawangi, dan feminis modern seperti Wardah Hafidz, Masdar Farid Mas’udi, Husein Muhammad dan Nazarudin Umar. Selain para pemikir, telah lahir pula para aktivis perempuan di Indonesia seperti Lies Marcoes Natsir dan Farha Ciciek. Kata kunci: feminisme, feminis, emansipasi, aliran konservatif, aliran modern, aktivis perempuan A. Pendahuluan Perkembangan pendidikan kaum perempuan di Indonesia, dari era kolonial sampai era kemerdekaan, dari rezim satu ke rezim yang lain, telah melahirkan beberapa perempuan terpelajar. Meskipun berbeda-beda peranan, mereka telah memainkan peranan yang penting dalam perjuangan kaum perempuan. Peran perempuan muslim dapat dilihat dari pembentukan sejumlah organisasi perempuan Islam seperti ‘Aisyiah (1917), Persis (1936) Muslimat NU (1946), dan yang lain. Organisasi-organisasi tersebut adalah organisasi perempuan yang berafiliasi kepada organisasi Islam; Aisyiah organisasi perempuan Muhammadiyah, Persistri organisasi perempuan Persis dan Muslimat NU organisasi perempuan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi-organisasi kaum perempuan ini mempunyai

2

kecenderungan untuk mengikuti cara fakir organisasi Islam induknya.1 Setelah Indonesia merdeka, sejumlah gerakan kaum perempuan Islam meningkat tajam: sebagai contoh, pada tahun 1967, kaum perempuan Islam mendirikan BMOPII (Badan Musyawarah Organisasi Perempuan Islam Indonesia), yang pada tahun 1969 berubah menjadi BMOWI (Badan Musyawarah Organisasi Wanita Islam Indonesia).2 Organisasi ini berfungsi untuk memantapkan peranan gerakan perempuan, khususnya yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan dan agama. Pada tahun 1974, organisasi-organisasi perempuan dalam lembaga pemerintahan digantikan oleh organisasi-organisasi yang disponsori oleh pemerintah.3 Pada tahun yang sama, didirikan juga Dharma Wanita yang beranggotakan isteri-isteri pegawai negeri sipil.4 Masih pada tahun yang sama, pemerintah juga mulai memberikan bantuan finansial kepada KOWANI, - organisasi ini berdiri senjak tahun 1946 – sebuah organisasi yang memayungi seluruh organisasi perempuan. Akibat bantuan finansial dari pemerintah ini telah memperkuat control pemerintah terhadap organisasi kaum perempuan. Mengenai upaya yang dilakukan pemerintah ini, Sullivan menyatakan bahwa organisasi-organisasi ini mendukung ideologi Orde Baru yang patriakhal yang memposisikan perempuan sebagai masyarakat kelas dua.5 Pada tahun 1978, untuk pertama kalinya pemerintah membahas tentang peraturan khusus mengenai peran perempuan untuk membantu kebijakan Negara. Peraturan tersebut

Sebagai perbandingan: keduanya dipengaruhi oleh dewan pengurus organisasi mereka mengenai pendapatnya tentang gerakan perempuan. Sebagai contoh antara Muslimat NU dan Persistri. Muslimat sebagai sebuah organisasi perempuan Islam tidak hanya fokus pada persoalan agama saja, tetapi juga mengkritisi kebijakan pemerintah dan mencoba untuk memecahkan persoalan perempuan ketika berhadapan dengan masyarakat modern seperti ketidakadilan, kekerasan, hak-hak politik dan lain-lain. Pada sisi lain, Persistri nampaknya ditujukan untuk aktivitas-aktivitas yang berorientasi kesejahteraan dan cenderung perhatian pada praktek keagamaan saja. Lihat, Aisyah Hamid Baidhowi, Profil Organisasi Wanita Islam; Studi Kasus Muslimat NU dan Lies Marcoes Natsir Profil Organisasi Wanita Islam; Studi Kasus Persistri dalam Lies Marcoes Natsir dan J.H.Meuleman (eds.), hlm. 83 dan hlm. 95. Selanjutnya saya akan mengatakan, bahwa Muslimat terlihat lebih progresif dibandingkan Persistri, meskipun Persis sebagai induk Persistri dikenal sebagai organisasi kaum pembaharu dan NU dianggap sebagai organisasi kaum tradisionalis. 2 Departemen Informasi bekerja sama dengan Kantor Kementerian Negara Peranan Wanita Republik Indonesia. The Women of Indonesia. Jakarta: 1989, hlm. 7 3 Istiadah, Muslim Women in Contemporary Indonesia; Investigating Paths to Resist the Patriarchal System, hlm. 2 4 Departemen informasi bekerja sama dengan Kantor Kementerian Negara Peranan Wanita Republik Indonesia. hlm. 7 5 Norman Sullivan. Gender and Politics in Indonesia dalam Maila Stivens (ed), Why Gender Matters in Southeast Asian Politics. Monash Paper on Southeast Asia No.23 hlm.68

1

3

menunjukkan kehendak politik dan pengakuan pemerintah dan masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak, kesempatan dan tanggung jawab yang sama dalam seluruh aspek kehidupan dan pembangunan bangsa.6 Tetapi dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara/GBHN juga terdapat ambiguitas antara paragraf pertama dan kedua. Paragraf tersebut adalah, 1. pembangunan secara keseluruhan memerlukan partisipasi laki-laki dan peremuan secara maksimum 2.
pada semua bidang. Dengan demikian, perempuan mempunyai hak tanggung jawab dan kesempatan yang sama seperti laki-laki untuk berpartisipasi secara penuh dalam semua aktivitas pembangunan. tugas perempuan dalam pembangunan tidak mengganggu tugas mereka dalam mencapai keluarga bahagia secara umum, dan mengarahkan generasi baru secara khusus, dalam pembangunan masyarakat Indonesia pada semua aspek kehidupan.7

Untuk mendukung keputusan pemerintah, pada tahun yang sama diangkat menteri muda urusan wanita. Terpilihlah L.Soetanto sebagai Menteri Muda Urusan Wanita pada Kabinet Pembangunan III (1978-1983). Pembentukan kementrian wanita ini disambut dengan gembira oleh organisasi-organisasi perempuan termasuk organisasi perempuan Islam. Namun demikian, beberapa aktivis perempuan, khususnya para aktivis LSM menolak kementrian ini. Mereka menyatakan bahwa sesungguhnya kementerian wanita tidak bertujuan untuk memberdayakan perempuan,8 tetapi hanya untuk menegaskan bagaimana kaum perempuan seharusnya memposisikan diri mereka untuk mendukung suami-suami mereka. Dengan demikian, kaum perempuan tetap menempati posisi kedua. Keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia; untuk informasi portfolio tentang urusan wanita, kita bisa merujuk pada hasil laporan PBB tahun 1991 yang hanya menunjukkan sangat sedikit kaum perempuan yang dipilih untuk menempati posisi yang merefleksikan peranan yang sering dilakukan perempuan hanya dalam ruang privat, seperti perempuan sering diberi tanggungjawab untuk masalah kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan urusan-urusan perempuan.9

Departemen informasi bekerja sama dengan Kantor Kementerian Negara Peranan Wanita Republik Indonesia hlm. 20 7 Departemen informasi bekerja sama dengan Kantor Kementerian Negara Peranan Wanita Republik Indonesia, hlm. ii 8 Salah satu aktivisnya adalah Khofifah Indarparawansa, tetapi pada tahun 1999 dia dipilih oleh Presiden Wahid untuk posisi ini dan dia menerimanya, meskipun untuk alasan yang baik. 9 Georgina Waylen, Analysing Woman in the Politics of the Third World in Haleh Afshar (ed). Woman and Politics in the Thrid World. London: Routledge, 1996, hlm. 11.

6

4

Revitalisasi umat Islam dan isu-isu perempuan dimulai pada tahun 1990-an; pembaruan Islam sebagaimana disebutkan di atas sejalan dengan revitalisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1991 INIS (the Indonesia Netherlands Cooperation in Islamic Studies) mengadakan seminar nasional dengan tema “The Indonesian Muslim Woman studied from a Textual and Contextual Point of View”. Seminar ini mencoba untuk memulai pembahasan yang lebih luas tentang Islam dan isu-isu perempuan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konfigurasi perempuan muslim di Indonesia dan untuk melibatkan sejumlah perwakilan perempuan dari seluruh IAIN, lembaga-lembaga perempuan Islam, sarjanasarjana Indonesia, para peneliti, pelajar dan lainnya. Selama periode ini, telah didirikan sejumlah organisasi perempuan Islam dan terjadi peristiwa-peristiwa penting lain.10 Pada tahun 1990, di Yogyakarta, didirikan beberapa yayasan seperti Rifka Anisa sebagai pusat pengaduan perempuan (WCC/Woman Crisis Center) dan juga LSPPA (Lembaga Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Pada tahun 1994, Muslimat NU Jakarta membentuk Kelompok Kajian Perempuan dan Islam dan menerbitkan sebuah buku mengenai emansipasi wanita. Pada tahun yang sama, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) meluncurkan program Fiqh al-Nisa. Program ini bertujuan untuk memperkuat hak-hak kaum perempuan dan status mereka dalam Islam. Kegiatan ini dijalankan melalui halaqah (pelatihan) dengan didukung penerbitan brosur, poster dan buku..11 B. Feminisme di Indonesia

1. Pengertian Feminisme
Feminisme merupakan istilah baru di Indonesia. Kaum perempuan Indonesia lebih familiar dengan istilah emansipasi untuk menyebut gerakan perempuan. Emansipasi diilhami oleh perjuangan Kartini pada akhir abad ke 19. Karena menyoal konsep Indonesia yang mendasar, feminisme dapat menimbulkan kebingungan dan menjadi kata yang menakutkan.

10 Perlu dicatat bahwa awal tahun 1989 Universitas Indonesia menggagas mendirikan Program S2 Studi Perempuan; secara resmi program dibuka pada tahun 1990. Lembaga ini telah banyak berkiprah untuk mengangkat isu perempuan di Indonesia. 11 Semenjak tahun 2000, program Fiqh Nisa pisah dari P3M dan menjadi lembaga independen bernama Rahima.

hlm. Perlu dicatat di sini bahwa setelah Kartini. karena emansipasi hanya mempunyai tujuan terbatas dan mempunyai persamaan terhadap sebagian nilai yang ada pada feminisme. 95 12 .13 Seorang Feminis Indonesia. kata emansipasi digunakan secara luas sebelum penggunaan kata feminisme menjadi umum digunakan. Dia mendidik mereka untuk berfikir bagaimana perempuan dapat mengatur dirinya agar tidak terlalu tergantung pada laki-laki dalam sistem masyarakat sangat patriakhal.Kristi Poerwandari dan R. Kartini mendirikan sekolah untuk kaum perempuan di mana dia dan saudara-saudara perempuannya mengajar. Terdapat Tita Marlita dan Marilyn Porter.5 Ini karena konsep mengenai feminisme masih diasumsikan sebagai nilai Barat sehingga tidak sesuai dengan konteks Indonesia. Ulumul Quran. Gerakan Perempuan Dulu. An Analysis of the “Stepping Stones Project” dalam E. Wardah Hafidz. Kartini dikenal sebagai pahlawan Indonesia yang berjuang untuk isu-isu perempuan khususnya di bidang pendidikan dan emansipasi. Selanjutnya. perjuangan kaum perempuan lebih dikenal sebagai emansipasi perempuan. no.14 Sebagaimana disebutkan di atas. 25 14 Wardah Hafidz. Inlah alasan mengapa Kartini memilih pendidikan sebagai strategi utama untuk memecahkan 15 persoalan dan tujuannya adalah untuk membangkitkan kesadaran perempuan. Jawa Tengah. Sekarang dan Sumbangannya kepada Transformasi Bangsa in Dinamika Gerakan Perempuan di Indonesia. mengkritik orang-orang yang menyalah artikan kata feminis. Jakarta: 1994. hlm. 3. 26 13 Tita Marlita dan Marilyn Porter. Sejarah Indonesia mencatat Dewi Sartika mendirikan sekolah untuk kaum perempuan di Jawa Barat. 15 Wardah Hafidz.Surtiati Hidayat.12 Sekarang. khususnya mereka yang tidak faham dengan isu-isu perempuan atau yang tidak akrab dengan perkembangan feminisme di Barat. 5 & 6. Perempuan Indonesia Dalam Masyarakat Yang Tengah Berubah. Istilah ini diterapkan pada perjuangan Kartini pada akhir abad ke sembilan belas di Jepara.V. An Analysis of the “Stepping Stones Project”. atau terkadang menggeneralisasi dan mengasosiasikan kata feminine dan feminisme sebagai konsep yang sama karena adanya kemiripan dalam pengucapan. hlm. hlm. 2000. Feminisme Sebagai Counter-Culture. gerakan perempuan menjadi cukup yakin mengenai peran mereka baik secara individual maupun kolektif. Jakarta: Program Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Feminism in Indonesia. vol. Feminism in Indonesia. Kartini menempatkan persoalan-persoalan perempuan dalam konteksnya seperti tantangan nyata penindasan terhadap perempuan dianggap sebagai bagian dari sistem budaya. konsep feminisme tetap problematik bagi sebagian perempuan Indonesia.

beberapa tokoh seperti Lies Marcoes. Dalam upacara pembukaan. Pada masa lalu. Nursyahbany Katjasungkana dan lain-lain tetap memberi perhatian terhadap isu-isu perempuan. Sementara itu. Dalam perkembangan ini. secara de Saya tidak memasukkan seminar dan konferensi sebagai usaha nyata untuk memperbarui kesadaran perempuan karena sering hanya bersifat seremonial saja. Kita dapat mengidentifikasi dua fase: masa lalu. Karena peran serta perempuan sama dengan laki-laki. dari 1928 sampai 1979. konggres perempuan tahun 1928 dapat dilihat sebagai titik kulminasi yang sangat penting bagi perjuangan perempuan. Tetapi ini hanya de jure. Tetapi semangat ini tidak terwujudkan dalam penerapan. dan masa kini dari tahun 1980 sampai sekarang. PWKI (Persatuan Wanita Kristen Indonesia). kita dapat menentukan bahwa kaum feminis dalam konteks Indonesia adalah mereka. Masdar Mas’udi.16 Dari pembahasan ini. Akhirnya. Soekarno berpidato dan menyatakan bahwa kaum perempuan harus bersatu dengan seluruh kelompok bangsa berjuang melawan kolonialisme. kaum perempuan juga memberikan kontribusi terhadap setiap bagian dari konstitusi Indonesia. Banyak kaum perempuan menyatakan menentang tindakan tersebut dan mendesak untuk membuat undang-undang perkawinan. 16 . hususnya dalam lembaga-lembaga perkawinan dan keluarga. laki-laki dan perempuan setara. Penindasan terhadap perempuan berlanjut. Sebagai contoh. beberapa organisasi seperti Muslimat NU. setelah berjuang semenjak tahun 1928. poligami yang dilakukan oleh Soekarno menjadi kasus yang penting. Perempuan Indonesian telah memainkan peranan penting pada masa lalu dan masa kini. baik laki-laki maupun perempuan yang berjuang untuk hak-hak perempuan. WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) dan lainnya telah memainkan peranan yang penting semenjak didirikan sampai sekarang. Saparinah Sadli. emansipasi harus segera mungkin diwujudkan. berjuang melalui berbagai bidang seperti advokasi dan pelatihan atau dengan menerbitkan jurnal dan menulis buku untuk merevitalisasi kesadaran perempuan. Sebagai hasil. perlindungan terhadap hak perempuan dan kesejahteraan keluarga lebih baik dibanding sebelumnya.6 juga perempuan di Aceh dan Sumatra yang berjuang untuk gerakan perempuan. Meskipun undang-undang tersebut belum sempurna sebagai undang-undang perkawinan. Di bawah UUD 1945 dan peraturan lainnya. konstitusi Indonesia diwarnai dengan semangat persamaan. Soekarno menegaskan bahwa ketika Indonesia merdeka. perjuangan perempuan berhasil ketika pemerintah membuat undang-undang perkawinan pada tahun 1974. Aisyiyah.

al-Quran dengan jelas menggambarkan hak-hak asasi manusia tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Kondisi ini mendukung institusionalisasi kajian wanita secara formal. Feminism Without Women. dan setiap Muslim hafal dengan sabda Nabi yang menyatakan:: ‘Carilah ilmu pengetahuan meski ke Sukanti Suryochondro. seperti dalam al-Qur’an: “Katakanlah: Ya Tuhan. Sebagai contoh. 19 Dari tahun 2000. Routledge. Perempuan Indonesia Dalam Masyarakat Yang Tengah Berubah. Beberapa di antara mereka bekerja untuk LSM yang memberi perhatian pada pemberdayaan perempuan atau menulis artikel dan buku. pada awal 1990. New York & London. Lihat. culture and criticism in a “ Postfeminist” Age. meskipun pekerjaannya sama. Routledge. Universitas Indonesia meluncurkan kajian wanita dan membuka program master. tingkatkanlah ilmu pengetahuanku”21. New York. also Tania Modleski. pendidikan. 1998. Men Doing Feminism. Pertama kali di Indonesia. hlm. Dulu dan Kini (Mayling Oey-Gardiner and her associates). gerakan kaum perempuan merubah strategi: Pada permulaan 1980 didirikan sebuah LSM perempuan. Indonesia mempunyai 27 provinces.18 Masih pada tahun 1980. Islam dan Feminisme Dalam beberapa aspek kehidupan seperti politik. 1996. Karena feminisme merupakan fenomena baru di Indonesia.7 facto tetap saja terjadi ketidakadilan dan berakibat pada kesengsaraan perempuan. IAIN mendirikan pusat studi wanita (PSW): pada saat itu terdapat 14 IAIN di Indonesia. Al-Quran menegaskan bahwa Muslim harus mencari ilmu pengetahuan. Apakah mereka feminis? Atau mereka hanya melakukan untuk karir mereka? 2.17 Semenjak itu. program ini masih menjadi satu-satunya program master dalam kajian perempuan di Indonesia. Perkembangan Gerakan Wanita di Indonesia dalam Perempuan Indonesia. dan ini adalah program kedua setelah UI. 17 20 lihat. 1991 21 Qurân 20:114 17 . Gramedia Pustaka Utama. Saparinah Sadli. 298-299 18 Ini terjadi pada tahun 1980 . Jakarta. Tom Digby. Sembilan tahun kemudian. banyak kaum laki-laki memberi perhatian terhadap isu-isu perempuan. ekonomi. hlm. dalam bidang ekonomi pekerja perempuan tetap menerima upah yang lebih sedikit dibanding laki-laki.19 Sebuah buku yang popular di kalangan feminis yang berjudul Men doing Feminism20 akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan. Universitas Hasanuddin Makasar membuka program master dalam bidang Jender dan studi pembangunan. Ini diikuti oleh beberapa kelompok yang memberi perhatian terhadap kajian-kajian mengenai perempuan di beberapa universitas di beberapa tempat.

isteri Muhammad dan beberapa Sahabat Nabi yang lain seperti Shafiyah. dan beberapa Sahabat Nabi adalah beberapa contoh di antara mereka.25 Terdapat periode yang disebut dengan zaman kegelapan perempuan. karena perempuan dalam kondisi tertindas.23 Perempuan dengan hak politik juga terjadi dalam sejarah Indonesia. sebagai contoh. Sheikh Hasina dan Khalida Zia di Bangladesh. hlm. Islam. sebagai contoh.8 negeri Cina’. Kondisi ini telah mengantarkan Aisha Bewley26 untuk melakukan investigasi dan melakukan kritik terhadap periode ini serta dengan hati-hati menjelaskan beberapa factor. Islam melarang praktek ini. London: Ta-Ha Publisher. Kerajaan Aceh. 1) penerapan kembali sistem patriarkhi pra Islam 2) pengadopsian dan emulasi praktek-praktek masyarakat pra Islam yang terjajah (Byzantium. Naqiatudin (1675-1677). Al-Ißâba fi Asma’ al-‘aÈâba.com. But nowhere in the Muslim World are women treated as equals. hidup di harem-harem. Zaman Pemerintahan Ratja-Ratja Puteri di Atjeh 1641-1399. Di antara factor tersebut terlihat berasal dari luar komunitas Muslim dan beberapa yang lain dari dalam. 4-5 25Di kalangan feminsi. 2 . Aisyah dan Hafsah isteri Nabi. volume. diperintah oleh beberapa sultanah (sultan perempuan) seperti Safiatudin (16411675). ketua editor Time Biro Jerusalem dan laporan dari beberapa jurnalis berjudul The Other Women of Islam. hlm. 23 Dikutip dari sebuah artikel tulisan Lisa Beyer. Untuk zamannya.” Time. 1999. IV. Persia dan Hindu). The Empowering of Women. Ummu Sinam al-Aslamiyah dan lain-lain. telah menjadi kebiasaan untuk mengubur hidup-hidup bayi perempuan yang tidak dikehendaki. karena dia tidak merepresentasikan perjuangan perempuan. Perempuan diperlakukan sebagai harta dari suami mereka. Pada masyarakat Arab yang pagan. dan tidak mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan publik. 26 Aisha Bewley. Djakarta: 1959. Rentjong Atjeh Di Tangan Wanita. Laila al-Ghaffariyah. pengadopsian praktek gynaeceum pada masyarakat Bizantium yang menjadi harem pada 22 Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sahabat Nabi. Sejarah juga mencatat bahwa orang yang pertama percaya mengenai wahyu dan ajaran Islam adalah Khadija. Nabi Muhammad adalah seorang feminis. 30 November 2001 24 Iljas Sutan Pamenan. jelas telah meningkatkan status perempuan pada abad 7 Masehi di Arab. The Taliban perfected subjugation. perempuan Muslimah telah menjabat sebagai perdana menteri dan presiden seperti Benazir Bhutto di Pakistan. Zakiyatudin Inayat Shah (1677-1688) dan Sri Ratu Kemalat Shah (1688-1699). Para sarjana perempuan muslim tentu saja dapat dicatat dari permulaan Islam. Doktrin yang dia nyatakan sebagai firman Tuhan yang diwahyukan. hukum Islam menjadikan pendidikan bagi anak perempuan sebagai kewajiban suci dan memberikan hak kepada perempuan untuk memiliki dan mewarisi harta.22 Karena alasan ini. lihat Ibn al-Hajar al-Atsqalany. dan Megawati di Indonesia. tetapi hanya symbol politik. Peranan Presiden Indonesi masih diperdebatkan. Lisa Beyer menyatakan.24 Di Asia.

dan Ummu Salamah yang mempunyai peran dalam periwayatan hadits. Islam memposisikan perempuan dalam posisi yang tepat. Teks adalah milik laki-laki yang berarti bahwa nash dalam al-Quran dan hadits selalu ditafsirkan oleh laki-laki. Sekarang. Rejim ini melarang perempuan untuk mengambil bagian pada wilayah publik khususnya dalam memperoleh pendidikan. Dia menjelaskan bahwa perempuan tidak dibolehkan ikut dalam peran public karena adanya perang antar suku pda tahun 1996. Tetapi dalam konteks ini. http://www. Sesugguhnya tidak ada agama yang tidak mempunyai masalah berkaitan dengan pemberdayaan perempuan.29 Sekarang. akar permasalahannya adalah. Atau di tempat lain.28 Faktor lainnya adalah penafsiran tekstual. kontrol rejim Taliban di Afganistan adalah contohnya. larangan ini tidak permanent. See. Sayyid Rahmatullah Hashemi. gap antara teks sebagai sebuah kodifikasi nilainilai religius dengan tuntutan realitas komunitas Muslim di beberapa Negara. Ini cukup berbeda dengan periode Nabi karena terdapat beberapa Sahabat perempuan seperti Aisyah. Islam. banyak kaum perempuan yang menghabiskan waktu hanya di rumah.org/recent2.27 Harus dicatat secara objektif bahwa kaum laki-laki muslim juga memainkan peran penting dalam kondisi tersebut di atas. Surabaya: Risalah Gusti.rawa.htm 29 Dikutip dari wawancara CNN dengan Karen Armstrong (pengarang Islam a Short History) setelah serangan 11 September. penafsiran tekstual sangat dipengaruhi oleh konteks budaya dan kondisi. Mereka menguasai posisi-posisi politik yang penting dan menjadikan perempuan muslim tertinggal jauh di belakang laki-laki. Perempuan. dapat dikatakan. termasuk pandangan perempuan inferior (yang merupakan status perempuan di Barat dan baru dihapus belum lama ini) 4) kebijakan sebagian pemerintah colonial untuk menjadikan perempuan (dan orang-orang Muslim keseluruhan) tetap rendah 5) warisah colonial bahwa Islam adalah barbar sementara Eropa atau dunia Barat beradab dalam segala segi.9 masa Ottoman 3) infiltrasi gagasan dari Barat. dan setiap agama mempunyai sistem patriarchal.hlm. 114 28Pada 27 . setelah Nabi Muhammad wafat. Sehingga.. 2 tanggal 10 Maret 2001. sebuah praktek waris yang sebelumnya belum pernah terjadi di Jazirah Arab.30 Aisha Bewley. duta besar Afghanistan memberikan ceramah kuliah di Southern California Los Angles dengan topic “The Invisible Afghanistan”. The Empowering of Women. 30 Syu’bah Asa. 1996. Diskursus Gender Perspektif Islam. alQuran mengizinkan perempuan menerima warisan setengah laki-laki. Sebagai contoh. Di Dalam dan Di Luar Fiqih in Membincang Feminisme. Dia berbicara tentang ini sebelum Amerika menyerang Afghanistan. Seperti dalam pendidikan. hlm.

Ayat tersebut mengekspose individualitas penafsiran. 5 no 2. teks seperti al-Quran dan hadits muncul untuk melegitimasi penindasan terhadap perempuan. New York. Negara yang telah lama dipimpin oleh perdana menteri perempuan.com. sebuah kelompok Islam menghujat peranan perempuan dalam LSM. Parti Islam Malaysia (PAS) melarang perempuan mencalonkan diri sebagai calon dalam pemilihan parlemen dan pemerintahan. Amina Wadud menyatakan bahwa teks tersebut secara nyata menambah perspektif dan kesimpulan interpretasi.31Amina Wadud mempertahankan alasannya dalam bukunya yang berjudul Rereading the Sacred Text from a Woman’s perspective. 31 . Sebagai contoh.’34 Contoh lain juga terjadi di Bangladesh. Di Bali. volume. yang biasa difahami bahwa laki-laki adalah pemimpin atau laki-laki bertanggungjawab terhadap urusan perempuan. Oxford: Oxford University Press. mereka yang berpendapat bahwa perempuan muslim sekarang hidup dalam diskriminasi dan dibawah sistem yang Amina Wadud Muhsin. dia menjelaskan kata qawwamūna ‘ala (4: 34). di Malaysia. 33 Seperti yang saya dapati dalam penelitian saya mengenai Perempuan dan pendidikan Memlilih di Bali. isteri bertanggungjawab untuk keluarga dan suami dapat melakukan apa yang diinginkan.10 Terkadang.32 Sementara itu. A Sourcebook. 1982. budaya juga mengangkat sistem patriakhal dan menyebabkan perempuan tersubordinasi. lihat juga Azizah Al-Hibry. Dia mempertanyakan penafsiran ini: apakah semua laki-laki qawwamuna ‘ala seluruh perempuan? Dia melanjutkan dengan mengutip al-Hibri bahwa penafsiran ini tidak valid dan tidak konsisten dengan ajaran Islam yang lain karena tidak ada rujukan dalam teks ini mengenai superioritas laki-laki terhadap perempuan baik fisik atau intelektual. 9 Juni 2000. 130 32 Amina Wadud Muhsin. Quran and Woman in Charles Kurzman (ed. 34 Lihat BBC news. Kita dapat menemukan contoh bagaimana ayat-ayat al-Quran berbicara mengenai isteri yang tidak setia (nushūz). dalam Women’s Studies International Forum. Islamic party rejects women MPs. mereka yang berargumen bahwa hubungan antara perempuan muslimah dan laki-laki muslim dalam masyarakat sekarang ini sesuai dengan nilai-nilai Islami. sementara jika suami meninggal. Quran and Woman. “ A Study of Islamic Herstory: Or How Did We Ever Get into this Mess?. hlm.) Liberal Islam. 218. 33 Begitu juga. Juni 1999. isteri tidak akan pernah mendapatkan warisan. hlm. Dia menawarkan sebuah pendekatan hermeneutic baru untuk membaca al-Quran yang disebut female-inclusive. dengan alasan demi keamanan perempuan. Terdapat dua kelompok umat Islam tentang feminisme: Pertama. hlm. 137. sebagai contoh. Kedua.

Menggeser Konsepsi Gender dan Transformasi Sosial. 35 Mansour Fakih. Universitas-universitas. dalam pembangunan. Menggeser Konsepsi Gender dan Transformasi Sosial. hlm. hlm. 108. Bank Dunia. WID dianggap sebagai rencana untuk menguasai dunia ketiga. Mereka memerkenalkan sebuah program yang dikenal dengan nama Perempuan dalam Pembangunan (Women in Development/WID). Perempuan muslim dapat dikatakan sebagai korban ketidakadilan dalam berbagai situasi di mana korban dapat dijustifikasi. 51-52 . 37 Mansoer Fakih.35 Di Indonesia. tetapi penafsiran hukum direkonstruksi untuk ketidakberuntungan mereka. hlm. Hubungan antara Isu-isu Perempuan dan Agen-agen Pendanaan Jika kita menjelaskan tentang perkembangan pendanaan pada dua decade terakhir. Tinjauan Dari Analisis Gender in Membincang Feminisme.11 tidak adil. masyarakat dan beberapa feminis dari berbagai aliran pemikiran secara mendasar telah mengkritik WID dan tidak yakin dengan WID. sehingga situasi ini tidak sesuai dengan prinsip dasar nilai-nilai Islam.36 3. salah seorang yang terlibat dalam perdebatan tersebut memberikan alsan bahwa perempuan muslim di Indonesia hidup di bawah bayang-bayang langit (surga) meskipun kondisi mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan perempuan di Arab Saudi.37 Namun begitu. hlm. dan LSM yang ada juga mengikuti perkembangan ini. perdebatan mengenai perempuan dan Islam adalah isu baru. Semua organisasi besar seperti USAID. 37 36 Wardah Hafidz Feminisme. problem perempuan Indonesia tetap masih tersembunyi dan harus segera diselesaikan. Dia dan banyak aktivis perempuan menyatakan bahwa. CIDA. berdasarkan hasil penelitian mereka. Kelompok Negara-negara berkembang beranggapan bahwa WID merupakan respon terhadap peran para feminis yang sebelumnya tidak diakomodasi. Wardah Hafidz. IDRC dan the Ford Foundation mempunyai biro baru atau program baru mengenai isu-isu perempuan. Agen-agen pendanaan PBB seperti ILO. Posisi Kaum Perempuan Dalam Islam. 68-69 38 Mansoer Fakih. berdasar agama. Agenda Baru Pemikiran Islam. maka teks harus didekonstruksi. Perdebatan ini menjadi isu yang lumrah semenjak awal 1980an. kita menemukan bahwa bagian dari agen-agen pendanaan cenderung untuk mengarahkan kembali perhatian mereka kepada isu-isu perempuan.38 . Negara-negara dunia ketiga. Diskursus Gender Perspektif Islam. Perempuan muslim dibawah tekanan dan karena alasan didasarkan pada ideologi.

Dulu dan Kini. lembaga-lembaga Islam. Lebih lebih. 355 39 . dan beberapa workshop yang bertujuan menginternasionalisasikan feminisme. Kedatangan mereka. sebagiamana disebutkan di atas. kelompokkelompok diskusi dan penelitian juga telah mendukung hubungan antar mereka. Timur Tengah Asia atau Afrika. Tetapi proyek dari lembaga Eropa mengenai isu-isu perempuan tidak sebesar isu-isu perempuan dari The Asia Foundation dan Ford Foundation. Titik temu antara Feminis Muslim Indonesia dengan Feminis Muslim lain di Dunia Hubungan antara feminis muslim Indonesia dengan feminis muslim dari beberapa Negara bermula dari keikutsertaan mereka pada konferensi-konferensi internasional seperti konferensi di Kairo dan di Beijing pada tahun 1995. Pada tahun 1990an. Hubungan antara Feminis Muslim Indonesia dan Feminis di Dunia Dua faktor penting di Indonesia yang mempengaruhi penyebaran isu-isu feminis dan Islam adalah: pertama. Yayasan Asia Foundation dan Ford Foundation berasal dari Amerika. LSM Perempuan Transformatif. 1. hlm. C. Ini ditandai dengan didirikannya Yayasan Annisa Swasti di Yogyakarta pada tahun 1982. kontak antara feminis Muslim Indonesia dengan feminis Muslim lain di dunia. beberapa organisasi memulai rencana untuk mengundang sarjana-sarjana Muslim luar negeri yang mempunyai perhatian dengan isu-isu feminis ke Indonesia tanpa membeda-bedakan asal mereka. dari Barat. terdapat perkembangan yang pesat mengenai penerbitan buku-buku mengenai isu-isu feminis. dan puncaknya pada konferensi Nairobi di mana semua anggota PBB berkumpul dan meratifikasi draf “The Nairobi Forward Looking Strategies for the Advancement of women” (NFLS) pada tahun 1985. Gerakan Alternatif Pemberdayaan Perempuan dalam Perempuan Indonesia. pengaruh literature kaum feminis.12 LSM perempuan di Indonesia sesungguhnya telah muncul semenjak periode 1980an. Selama sepuluh tahun (1990-2000).39 . Yayasan ini muncul setelah PBB memproklamirkan decade perempuan pada tahun 1975. Kedua. Selain keduanya terdapat juga beberapa lembaga donor dari Eropa seperti FNS dari Jerman dan Oxfam dari inggris. selain membawa pencerahan juga mempengaruhi dan mendorong gerakan Endah Triwijati.

December 1999. Republika 21 September 1996. 13 Agustus 1993 .44 Seorang sarjana Perancis. Theology Dibahas Tiga Pakar. 56. juga membahas tentang feminisme dalam beberapa penelitiannya. Republika.). Dia meneliti isu feminisme pada beberapa organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. 41 Lihat Mengikis Kebencian terhadap Perempuan. 14 Agustus 1997. Hal seperti ini tidak ditemukan di Malaysia sehingga dia akan menerjemahkan buku karya Husein Muhammad ke dalam bahasa Inggris. Menakar Harga Perempuan. Saskia 40 Dua buku karya Asghar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bandung: Mizan. yang berasal dari Pakistan datang ke Indonesia. Diskriminasi melahirkan misogini yang didasarkan pada anggapan bahwa perempuan adalah manusia kelas dua. 99.41 Pada saat yang sama. vol. Pada awal periode 1990an. 4 number 1. Republika. Riffat Hasan. Amal Abdul Hadi. datang ke Indonesia pada beberapa kesempatan. Dengan mencontohkan Negaranya. 44 Lihat Syafiq Hasyim (ed. pada tahun 1999. Inheritance and Other Gender Issue. Ini karena pemerintah tidak mempunyai konsep politik dan ekonomi Islam untuk Negara. kami mengundang Zainah dan koleganya ke Leiden untuk mendiskusikan feminisme di Malaysia. cara paling mudah memperlakukan perempuan adalah membatasi dan mendiskriminasi mereka. 1997. Riffat Hasan menyatakan bahwa hukum Islam sangat sering menjauhkan perempuan dari aktivitas. 8 January 1996. Amerika. sebagai contoh.43 Selanjutnya. 43 Setelah workshop internasional mengenai feminisme di Amsterdam November lalu. Andrée Feillard. Islam and Liberation Theology dan Women’s right in Islam..13 perempuan Islam. Zainah Anwar42 dan Zakiah Adam. mengenai khitan peempuan. seorang sarjana perempuan Muslim terkenal. université de Provence. 1998. Women Leaders on Equality. Dia menyatakan bahwa kaum feminis Malaysia sangat iri dengan kaum feminis Indonesia karena di Indonesia terdapat banyak buku-buku tentang feminisme. Mousson. 42 Lihat Islam dan Prinsip Moderasi. lhat di antaranya Archipel. seorang feminis Muslim dari Mesir juga datang ke Indonesia untuk mengisi workshop internasional tentang hak-hak reproduksi. Seluruh karyanya diterbitkan di jurnal-jurnal internasional. Jadi.40 Pada tahun 1993. dua tokoh feminis terkemuka dari Malaysia dan anggota LSM Sis (Sister in Islam). Jakarta: Studia Islamika. seperti The veil and Polygamy: Current Debates on Women and Islam in Indonesia. vol. Kedekatan letak geografis antara Indonesia dan Malaysia menyebabkan jaringan antar kaum feminis kedua Negara ini tidak hanya terbatas pada pemberian kuliah dan diskusi. . lihat juga HAM masih Harus Diperjuangkan. Dia memfokuskan penelitiannya pada bagaimana ajaran Islam dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal dan tradisi di Indonesia. no. Kompas. Asghar Ali Engineer datang ke Indonesia dengan membawa gagasan-gagasan Islam liberal dan perempuan. 1999 45 Lihat beberapa karyanya.45 Seorang feminis Belanda. pada bulan November 1999. Indonesia’s Emerging Muslim Feminism. dari Departmen studi agama Universitas Louisville. dia juga memimpin diskusi yang diorganisir Lakpesdam NU dan pusat Studi Wanita IAIN Jakarta.

dari perspektif pesantren. 2001 48 Khataman peristiwa khusus dimana kyai menghabiskan bulan Ramadhan untuk mengajarkan seluruh isi kitab. The Indonesian Women’s Movement and Gerwani Until the New Order State. Academic Proefschrift. karena sekarang kitab dicetak diatas kertas putih secara bebas baik berisi gagasan yang sama ataupun yang berbeda. Ini karena cetak ulang sangat mempengaruhi bagaimana perempuan harus bersikap dalam kaitannya dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Al-Bantani mengutip banyak penjelasan dari ulama-ulama sebelumnya. saya tidak merujuk seluruh kitab adalah kuning. Ketika saya duduk di bangku aliyah dan di pesantren.14 Wieringa. jauh sebelum feminisme menjadi isu. dia memasukkan bagian mengenai bagaimana peranan agama dalam gerakan perempuan di Indonesia. Buku ini digunakan di berbagai pesantren sebagai rujukan utama untuk mengajarkan bagaimana perempuan seharusnya menjadi isteri dalam Islam. terutama pada kelas tiga. 1995. The Politicization of Gender Relations in Indonesia. Telaah Kitab ‘Uqud al-Lujjayn. Kedua. dan Nihayah al-Zain banyak digunakan di pesantren-pesantren di Indonesia sampai sekarang. Meskipun dia tidak secara khusus membahas Islam. yang berarti bahwa karya-karya beberapa ulama yang ditulis pada masa lampau masih tetap digunakan. Di pesantren. mengikuti jejak Feillard meneliti isu-isu feminis di Indonesia. Dengan mengutip banyak ayat-ayat al-Quran dan hadits. Dalam tulisan ini. LKIS. Berbagai kitab kuning49 ditulis pada periode lebih awal dan pada kondisi social yang berbeda. UVA. Amsterdam. Kategori ini termasuk semua buku yang terbit dari tahun 1990 sampai tahun 2000 kecuali buku-buku yang digunakan di pesantren. para kyai jarang sekali membandingkan pernyataan46 Lihat Saskia Wieringa. Beberapa karyanya seperti Tafsir Munir/ Marah Labid. 47 Nama lengkapnya adalah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi Nawawi alBantani. . lahir di Banten tahun 1230 H/1813 M. Lihat Uqud Al-Lujjain karya Al-Nawawi dalam beberapa edisi.Yogyakarta. kita data mengelompokkan ke dalam tiga kelompok. dan terakhir dari karya-karya asli sarjana Muslim Indonesia. Buku tersebut ditulis pada tahun 1294 H/1877. Kitab ini juga menjadi materi yang telah lama diajarkan di Madrasah Aliyah. dari buku-buku.46 2. lebih dari satu abad yang lalu. salah satu buku yang sering dikutip untuk menggambarkan hubungan antara pasangan suami isteri adalah kitab Uqūd al-Lujjayn Fi Huqūq az-Zaujain karya alNawawi al-Bantani47. Pertama. bandngkan Forum Kajian Kitab Kuning (F3).48 Kitab ini ditulis pada tahun 1877. Pengaruh Literatur Untuk melihat bagaimana literature berkaitan dengan isu-isu perempuan berpengaruh terhadap penyebaran isu-isu tersebut. Wajah Baru Relasi Suami –Istri. 49 Kita menyebutnya kitab kuning karena dicetak di atas kertas kuning. Dia merupakan seorang ulama terkemuka di Hijaz dan di Indonesia. saya telah menyelesaikan Uqūd al-Lujjain Fi Huqūq az-Zaujain dan tidak ada seorang santripun yang berani mengkritisi kitab tersebut.

Hak Reproduksi Perempuan dalam Pandangan Kyai. artikel. liberasi dan persamaan bagi perempuan. khususnya tentang hadîts-hadits dalam kitab tersebut. Yogyakarta: Ford Foundation –Universitas Gadjah Mada.15 pernyataan yang ada dalam kitab tersebut dengan ayat-ayat dan hadis yang lain. sejarawan Indonesian. majalah. Mas’udi 50 dan Husein Muhammad yang menulis beberapa buku dan artikel tentang isu-isu perempuan yang digunakan oleh pesantren sebagai sebuah pendekatan untuk merekonstruksi penafsiran yang tidak sesuai. yang menggambarkan hak perempuan dalam semangat Islam dan bagaimana Islam menjaga nasib mereka. Untuk menjaga keberlangsungan perkembangan ini. beberapa kyai mengkritik dan mendidik para santrinya untuk mendaptkan perspektif yang berimbang. Taufik Abdullah. hasil penelitian dan lain-lain. Masdar Mas'udi tidak lagi terlibat dalam perjuangan kaum perempuan. kita sekarang dapat membaca edisi kritisnya yang berjudul Wajah Baru Relasi Suami-Istri. dan publikasi lainnya seperti jurnal. Perkembangan ini didukung oleh beberapa kyai seperti Masdar F. Pada tahun 1995. Mereka mengajarkan bukubukunya kepada para santri. Mernissi. Taufik Abdullah mengidentifikasi intelektual sebagai individual yang berasal dari kelompok Islam tradisional atau mereka yang tumbuh dalam komunitas tradisional. beberapa sarjana Muslim mengkritisi seluruh isi kitab tersebut. Factor pertama berkaitan dengan para intelektual yang mempelopori wacana feminis. kitab Uqūd al-Lujjayn karya al-Bantani ini secara luas digunakan di berbagai pesantren sampai sekarang. surat kabar. Ide-ide tersebut adalah ide-ide asing yang tidak sesuai dengan konteks Karena melakukan poligami. Amina Wadud Muhsin. mereka dengan mudah dapat mengakses buku-buku. Pada satu sisi. 51 Abdul Halim Soebahar dan Hamdanah Utsman. Sebagai tambahan. mereka juga menjalin hubungan dengan LSM. Dia menjelaskan bahwa sebagian kelompok membawa ide-ide modern yang didasarkan pada buku-buku asli atau terjemahan-terjemahan karya Asghar Ali. Sebagai kelompok intelektual. Sementara orang mungkin menganggap bahwa para intelektual tersebut adalah orang-orang yang mempunyai hubungan dengan perdebatan yang terjadi di kalangan orang asing tentang aspirasi. dan Riffat Hasan.51 Mendukung gerakan perempuan. dan lain-lain. 1999. hlm. Telaah Kitab ‘Uqūd al-Lujjayn. 49 50 . menyatakan bahwa terdapat tiga factor yang mempengaruhi pembaruan gagasan dan gerakan-gerakan perempuan di Indonesia. Hasilnya.

kemajuan Islam telah bermula. 53 52 .53 Alasan kedua yang mempengaruhi kemunculan pengaruh literature adalah ledakan penerbitan buku terjemahan dari Bahasa Arab dan Inggris ke dalam Bahasa Indonesia dan juga karya-karya asli dari sarjana Muslim Indonesia. tetapi dia mendata pandangan-pandangan dalam buku yang disebarkan di Indonesia dan diduga telah membentuk pandangan tentang perempuan. Pada tahun 1992. Fenomena ini dapat dilacak pada sepuluh tahun terakhir. Para pendukung gerakan ini biasanya dimulai dari pengalaman personal. hlm. jeneral dan statis. Sebagai contoh. Tujuh dari 52 buku tersebut dicetak dua kali dalam delapan tahun belakangan. Dia mengatakan masalah ini tujuh tahun lalu. Marsinah tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses buku atau pendidikan Barat. tetapi dari tahun 1955 sampai 1991. Tidak terfikirkan oleh pengarang untuk menunjukkan kenyataan bahwa perempuan adalah manusia yang selalu berkembang dan berubah. makalah dipresentasikan pada seminar di Jakarta 14 Oktober 1995. Banyak aktivis yang berpendapat bahwa tidak ada penyimpangan dari ajaran Islam. jauh dari realitas perempuan dan ekspektasi pembaca.16 Indonesia. tetapi buku-buku yang direview tidak hanya dari tahun 1990.54 Mengomentari buku-buku ini. Faktor kedua adalah orang-orang yang terlibat dalam perdebatan yang terjadi karena mereka tidak setuju dengan struktur social. yang melegitimasi ketidakadilan dan penindasan terhadap hak-hak perempuan dan lain-lain. Alasan lain adalah apa yang dinyatakan oleh J. Sebagai bagian dari pendapat ketiga ini. Lihat Didin Syafruddin. pengaruhnya tidak terlalu kuat dan isu-isu tentang perempuan telah menjadi bagian dari wacana hamper dalam setiap disiplin Islam. 810.H Meuleman. Beberapa buku dari beberapa Negara Pendapat ini akan dibahas lebih lanjut dalam bagian selanjutnya. dia menerbitkan hasil penelitiannya terhadap 52 buku mengenai Islam dan isu-isu perempuan dalam berbagai judul dari berbagai aliran pemikiran. Meuleman tidak hanya focus pada tahun-tahun ini. tetapi mampu mengorganisir dan membangkitkan demonstrasi buruh memprotes pengusaha. Buku-buku tersebut nampaknya untuk menolak perkembangan-perkembangan lain dalam budaya dan status komunitas social. Isu Perempuan dan Masa Depan Pemikiran atau Gerakan Islam Progresif. Meuleman menolak kenyataan bahwa buku yang paling penting mengenai wanita dan Islam didasarkan pada stereotype perempuan sebagai sebuah gagasan yang abstrak. Sekarang wacana telah berubah. Yang paling penting untuk difahami adalah bahwa para pengarang mendasarkan diri mereka pada hukum Islam sebagai standar pembahasan mengenai perempuan. Abdullah menambahkan bahwa alasan pertama dan kedua tidak mendukung pembahasan mengenai isu-isu perempuan karena pemikiran tradisional masih dominant.52 Factor ketiga berkaitan dengan persoalan teologi. Meskipun tradisi Islam tetap dominan. 54 Karya tersebut diterbitkan pada tahun 1992. sebaliknya.

179-180 58 Tabligh akbar. menyatakan bahwa sulit untuk membedakan antara buku-buku tersebut karena sejumlah penerbit tidak menyebut asal buku-buku tersebut. hlm. buku-buku tersebut sepertinya membawa semangat Arabisasi. 57 J.56 Meuleman juga menyatakan bahwa karena banyak buku diterjemahkan dari Bahasa Arab.) Wanita Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual: Kumpulan Makalah Seminar. Syamwil merespon penelitian Meuleman dengan menyatakan bahwa keberadaan buku-buku tersebut tidak banyak mempengaruhi pembaca di Indonesia dan fikiran mereka.H. 177 56 J. tidak seperti sekarang.57 Beryl C.Meuleman. 1993.H Meuleman. Jakarta: INIS. ketertarikan membaca dan penyebaran isu-isu perempuan tidak terlalu popular. ceramah dan pengajian58 jauh lebih banyak dihadiri orang dibandingkan dengan yang datang ke toko buku atau perpustakaan. . ceramah atau pengajian adalah kumpulan pengajaran Islam informal tempat orang-orang biasanya berkumpul untuk mendengarkan ceramah yang disampaikan ustadz. ketertarikan terhadap jender atau isu-isu feminis berkembang pesat. 59 Beryl C.60 Sekarang.H Meuleman.Meuleman (eds. Penelitian lain mengenai literature dan perempuan juga dilakukan oleh Wardah Hafidz dan Musda Mulia. Gema Insani Press merupakan sebuah penerbit yang mewakili pendekatan konservatif terhadap isu-isu perempuan.59 Kita dapat memahami alasan Beryl karena pada tahun 1992. brosur dan lain-lain yang dibagi bagikan secara gratis. Meuleman (eds.informasi mengenai isu perermpuan didistribusikan melalui beragam publikasi.17 Timur Tengah diterjemahkan dari Bahasa Arab. hlm. Analisis Buku-Buku tentang Wanita Islam yang Beredar di Indonesia. banyak dari mereka tidak diidentifikasikan sebagai terjemahan. tabligh akbar. 207 60 Setelah tahun 1995. Harapan Kepada Peran Buku-Buku Tentang Wanita Islam di Indonesia in Wanita Islam dalam Kajian Teks dan Kontekstual dalam Lies Marcoes and JH. Sarjana Muslim juga lebih suka mendatangi seminar dan konferensi atau mengecek sumber-sumber normative seperti al-Quran dan hadits daripada melahap buku. tetapi juga dari pamphlet. bukan Islamisasi. ) hlm. sebagaimana ditunjukan oleh 55J. Sebagai konsekuensi dari realitas tersebut.55 Sejumlah buku juga menganalisis perempuan dalam Islam dengan cara yang jauh dari relaitas Indonesia masa kini.H. Dia menegaskan bahwa kita tidak dapat menganggap bahwa buku-buku mengenai perspektif Indonesia terhadap perempuan didistribusikan kepada kaum perempuan. Informasi dapat diperoleh tidak hanya dari buku. Syamwil. Dia membuat perbandingan antara Muslim Indonesia yang tertarik untuk mendengarkan dengan mereka yang tertarik untuk membaca. Analisis Buku-Buku tentang Wanita Islam yang Beredar di Indonesia dalam Marcoes-Natsir dan J. Lebih dari itu. Nyatanya.

dalam dua karyanya. brosur. para alumni Timur Tengah diharapkan dapat berpartisipasi lebih banyak dibandingkan sekarang. Para sarjana muslim tidak hanya bertindak. tetapi juga menulis buku untuk mendukung isu tersebut. selebaran. Namun Musdah tidak memasukkan buku-buku tersebut dalam daftar. 61 Sebenarnya. buku yang ditulis oleh Farha Ciciek. . Dalam waktu dekat. Dari pembahasan ini. Bulletin Sehat62 adalah bulletin pertama yang mengangkat isu dan hakhak perempuan sesuai dengan ajaran Islam. kita dapat menyimpulkan bahwa Islam dan isu-isu feminis di Indonesia dipengaruhi dari berbagai aspek. atau melalui penerbitan dan publikasi Islam dan Hak-Hak Reproduksi Perempuan.61 Literature terakhir yang mempengaruhi isu-isu feminis pada decade terkait (19902000) adalah karya sarjana Indonesia yang tidak pernah studi ke luar negeri secara resmi seperti Masdar F. “Ikhtiar Mengatasi Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Belajar dari Kehidupan Rasulullah. tidak pernah dirujuk oleh para pengarang tersebut. peran kyai melalui pesantren berkaitan dengan isu ini tidak dapat diabaikan. Sehat dihadirkan di Swara Rahima.18 penelitian sebelumnya. 62 Karena Fiqh al-Nisa’ tidak berafiliasi pada LSMnya Masdar. yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam memperkenalkan isu-isu mengenai hak-hak perempuan melalui halaqah. Sebagian besar pengarang gagal membedakan antara ajaran Islam dengan budaya Arab yang jauh dari realitas Indonesia. Pada sisi lain. Masu’di. banyak sarjana Indonesia telah menulis artikel. Masdar mempunyai hubungan yang dekat dengan para kyai lain. Sebagai seorang kyai. Penyebaran literature adalah aspek kedua yang menggambarkan betapa banyak pengarang buku yang mendukung isu tersebut. Pemerintah tidak melarang penerbitan mengenai isu-isu perempuan dan aktif dalam penyebaran isu tersebut. sarjana Muslim dari Timur Tengah seperti Muhammad Abduh. jurnal. Quraish Shihab. dan sebuah buku karya Nasaruddin Umar “Kodrat Perempuan dalam Islam” dan lain-lain.com dengan isi yang sama mengenai perjuangan perempuan. Lihat supplement pada halaman terakhir artikelnya. website dan lain-lain yang bertujuan untuk mengangkat isu feminisme dan Islam. yang juga membahas tentang isu-isu perempuan memasukkan penafsiran yang dilakukan Muhammad Abduh dan pemikiran modern lainnya. Mengikuti perkembangan ini. bulletin. Sementara itu. Sebagai tambahan. terdapat banyak buku hasil terjemahan dari bahasa Arab. Membumikan Al-Quran dan Wawasan Al-Quran. atau Qasim Amin yang memperkenalkan isu-isu dan penafsiran baru. yang bernama pelatihan Fiqh Nisa’. Aspek pertama adalah kontak antara feminis Muslim Indonesia dengan sarjana muslim lain atau muslim feminis lain di dunia.

lihat. Penjelasannya terletak pada kenyataan bahwa banyak kelompok seperti kyai dari pesantren. sarjana muslim dan literature mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam masyarakat dalam mendukung isu tersebut. Aliran Pemikiran di Kalangan Feminis Muslim Indonesia Banyak ayat mengenai isu-isu perempuan yang tidak pernah dibahas dengan pendekatan perempuan dan hermeneutic. Dawa’ir al-Khauf. Meskipun terdapat banyak buku terjemahan. Salah satu penafsiran berkaitan dengan isu-isu perempuan yang mempengaruhi umat Islam. D. penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam dalam keyakinan Islam datang dari Genesis. Shihab menyatakan bahwa bahasa al-Quran sendiri adalah salah satu alasan lahirnya perbedaan pendapat di Isrâ’îliyât adalah penafsiran yang berasal dari sebuah agama sebelum Islam.63 Mengomentari pentingnya penafsiran ulang. terjadi perimbangan dengan penerbitan karya-karya asli yang dibangun dengan publikasi beragam brosur dan jurnal. Indonesia cukup beruntung karena di Indonesia perdebatan mengenai isu perempuan dan feminis secara keseluruhan terlihat moderat –meskipun kita tidak bisa mengabaikan kecenderungan minor yang lain. hlm. Nasr Hamid Abu Zaid. menurut Abduh. Beirut. Terjadi beberapa hal yang tidak diinginkan seperti pelarangan untuk membaca karya Masdar di pesantren Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Jawa Timur. Ketika datang ke sebuah daerah. dalam penafsiran ini ditambahkan apa yang dinamakan “Isrâ’îliyât”.dan ini sangat berbeda dari kondisi yang terjadi di Negara lain seperti Malaysia dan lainnya. 18.19 Ini menjadikan literature mengenai isu-isu perempuan berbeda dengan isu-isu lain seperti politik dan ideology. Kita tidak dapat menghilangkan adanya kemungkinan bahwa banyak penafsiran dipengaruhi oleh Isrâ’îliyât dan bahwa beberapa penafsiran hadis mungkin palsu. Namun begitu. Semenjak awal decade ini sampai sekarang. Islam tidak mungkin memahami dengan satu penafsiran saja. beberapa pendeta (rabih) hidup di wilayah sekeliling Mekah dan Madinah. Untuk masa yang lama. 63 . ini tidak menghalangi peningkatan jumlah penerbitan literature. Qira’ah Fi Khiãâb al-Mar’ah. ayat-ayat ditafsirkan apa adanya sebagaimana penafsiran Nabi dan setelah periode Nabi. Banyak ayat-ayat al-Quran harus dianalisis secara metaforis. Al-Markaz al-Tsaqafi al-‘Arabi. 1999. banyak penerbitan telah mendapatkan dukungan financial dari agen-agen pendanaan. sehingga masyarakat dapat membelinya dengan harga murah. bukan literal.

Keragaman Pandangan Tentang Islam dan Tantangan Masa Depan. tidak ada seorangpun yang dapat memahami secara pasti makna kata kecuali yang mengucapkan kata tersebut. Bagaimana peranan perempuan muslim dilihat sangat tergantung pada bagaimana ulama menganalisis dan menafsirkan ayat-ayat mengenai perempuan atau bagaimana kuatnya perjuangan perempuan di Negara ini. tidak mengejutkan bahwa Islam dipraktekkkan berbeda-beda pada tempat dan wilayah yang berbeda.A. 66 Rashid Rida. 1367. Sebagaimana kita ketahui. Seperti pada tahun 1970. Pada tahun 1990. 14. Kita harus menjaga jarak dengan teks untuk menemukan maknanya. hlm. 196. tidak sama dengan praktek Islam di Arab atau Afrika. tetapi milik semua umat Islam.H. kita harus memahami masa kini. pemerintah menahan para perempuan yang demonstrasithe memprotes peraturan bahwa merempuan tidak diizinkan mengendarai mobil.67 Sekarang. maka teks-teks tersebut harus dikontekstualisasikan dengan masa sekarang karena klaim bahwa Islam sebagai agama universal adalah benar. vol. Mernissi dengan mengutip pendapat Al-Jabiry menyatakan bahwa untuk memahami teks-teks klasik. Kairo: Maãba’ al-Manar. Perbedaan pendapat mengenai perempuan dapat dilihat sesuai dengan kondisi ini. 1999.dari masa terciptanya teks. Kita –sebagai pembaca. Sungguh. 3. ulama’ cenderung menafsirkan al-Qurân secara literal. 20. an Historical and Theological Enquiry.64 yang makna dan isinya bisa dipertanyakan. Tanpa penelitian. 68 Fatima Mernissi.68 Al-Jâbiry memberikan contoh: bahwa al- 64 Shihab menggunakan ayat-ayat mutashabih untuk menjelaskan ayat-ayat al-Qurân yang penafsirannya meraguan. Jurnal Perempuan. . atau ulama. umat Islam masih saja menggunakan teks-teks yang diwahyukan pada masa Nabi. di Arab Saudi. Tafsir al-Manar. terdapat ayat-ayat mutasyabih. benar bahwa Nabi sering mentolerir perbedaan pendapat. ketika Islam berhadapan dengan masyarakat modern. v. Karena adanya beragam penafsiran. no. 67 Sebagai contoh. perempuan dilarang untuk belajar di luar negeri tanpa disertai orang tua atau suami. hlm. Lihat Gerakan Perempuan Islam.65 Dengan demikian. 65 Quraish Shihab. sebagia contoh.66 Lebih lagi. al-Quran bukan hanya milik Negara. 1991.20 kalangan umat Islam. sementara Masdar menggunakan ayat-ayat zanni (bisa ditafsirkan).harus memisahkan masa kita –masa kini. penafsiran pesan-pesannya mungkin keliru. hlm. Oxford: Basic Blackwell. Makna dan pemahaman bersifat relative bagi pendengar dan pembaca. Islam di Indonesia. Perempuan dibatasi oleh beberapa kebijakan pemerintah. Women in Islam.

1991. Lubâb al-Nuqul fi Asbâb al-Nuzūl. Naqd al-Khiãâb al-Dîny.71 Jika sekian banyak ulama menganalisis al-Quran begitu detail –dan Islam adalah agama bagi laki-laki dan perempuan. 84-85. Cairo: Maktabah Madbūly. kita harus melihat asbâb al-nuzūl (sebab-sebab diturunkannya ayat). Fiqh berkaitan dengan mazhab hukum yang meliputi periode pembentukan termasuk pertimbangan-pertimbangan politik dan geografi. 72 Lihat Mahmud Abdul \amîd. Asbab anNuzul juga dapat membantu menentukan pendapat masa lalu yang ada pada masa Nabi dan memperoleh makna serta menghindari ambiguitas. Banyak perkataan beliau merupakan permintaan dan peringatan untuk menghargai perempuan. Penafsiran-penafsiran di dalamnya sangat beragam dan harus dijabarkan. hlm. Lebih lagi. 7. dan menganggap asbâb al-nuzūl sebagai salah satu bagian terpenting dalam penafsiran. 1999. Terdapat banyak aspek dalam Islam. 70M. sejatinya merupakan penerapan persyaratan-persyaratan yang disebutkan di atas. Al-Turâth wa al-\adâthah. \uqūq al-Mar’ah. 71 Jalal al-Suyūthi. untuk Hadîts. Sebagai contoh: suami yang baik adalah suami yang memperlakukan isterinya dengan baik. Al-Suyūthi menyatakan bahwa asbâb al-nuzūl menghindarkan manusia dari konklusi yang salah dan tidak berguna. tetapi ketika mereka mulai menganalisis asbâb al-nuzūl keraguan mereka hilang. dan saya adalah suami terbaik karena saya memperlakukan isteri saya dengan sangat baik. salah satu misi Nabi Muhammad adalah untuk melindungi hak-hak perempuan dalam konteks kehidupan beliau. See also Nasr Hamid Abu Zaid. metode penafsiran teks. Beirut: al-Markaz al-Thaqâfî al‘Arabi.70 Penafsiran teks-teks keagamaan bukanlah kerja yang mudah. hlm.21 Quran menyatakan bahwa perempuan menerima harta waris setengah dari laki-laki69. Al-Wahidi melanjutkan bahwa tidak mungkin menafsirkan al-Quran tanpa mempelajari konteks kesejarahan serta asbâb alnuzūlnya. harus ditafsirkan sesuai dengan latar belakang pada masa turun dan masa sekarang. kita harus melacak asbab al-wurud (sebab-sebab lahirnya hadits). Misr: Maktabah Madbūly. Dirâsâ wa Munâqashât. hlm. ulama menafsirkan al-Quran dengan metode klasik. 1996. Sementara itu. 69Qurân. Ibn Taimiyah menegaskan bahwa di kalangan ulama salaf terdapat keraguan mengenai makna ayat. Untuk ayat-ayat al-Quran. 54-55.mengapa terdapat banyak penafsiran yang tidak membela perempuan? Apakah Islam bertentangan dengan hak-hak perempuan? Nyatanya.72 4: 176. Beirut: Maktabah ‘Aßriyah. Hermeneutika. . 1995. ‘&bid al-Jâbiry.

Qira’ah Fi Khiãâb al-Mar’ah. 42. Dengan segala persoalan yang ada dalam masalah ini. Hubungan antara teks dan konteks tidak dapat dipisahkan karena al-Quran diwahyukan di Arab Saudi. 76 Nasr Hamid Abu Zaid. hlm. Mereka menggunakan metode studi al-Quran dengan menggunakan asbâb al-nuzūl dan al-nâsîkh wa al-mansūkh (pembatalan) serta linguistik untuk memahami teks dan aturan-aturan dalam hukum Islam. Tujuan utamanya adalah mengembangkan penafsiran kontemporer dalam bentuk penafsiran dengan menganalisis teks dengan konteks sejarah sosialnya. 202. Meskipun risalah Nabi egaliter. 75 Nasr Hamid Abu Zaid. Al-Markaz al-Tsaqafi al‘Arabi. khususnya berkaitan dengan isu-isu perempuan. tetapi karena hak-hak perempuan bertentangan dengan kepentingan elit laki-laki. itu bukan karena al-Quran atau Nabi.73 Seorang sarjana muslim. Metode ini berusaha menafsirkan ulang teks-teks dan mengaitkannya dengan realitas social dan budaya pada masa ayat-ayat tersebut diwahyukan. Nasr Hamid Abu Zaid juga menawarkan metode baru untuk menafsirkan dan mengkontekstualisasikan ajaran Islam. Mernissi berusaha untuk menangkap kembali ajaran Islam yang menakjubkan dan kejadian-kejadian indah yang terjadi pada masa Nabi dengan memberi pendapat kritis terhadap hadits. Women in Islam. 74 73 . sekarang risalah tersebut terdengar asing bagi banyak masyarakat muslim. hlm. hlm. hlm. 1999. teks harus ditafsirkan secara dialogis dan dialektis (al-hiwâr wa al-jadal) dan tidak diperkenalkan secara pasif (al-inshât al-silbî). yang pakar dalam bidang studi al-Quran. Beirut:.75 Nashr berpendapat bahwa metode ini bukan metode baru tetapi kelanjutan dari metode usul fiqh klasik yang diadaptasi dan telah dimodifikasi oleh Muhammad Abduh dan Amin al-Khūli. Jika hak-hak perempuan merupakan problem bagi sebagian laki-laki muslim modern. viii dan ix. hadits sebagai sumber ajaran Islam kedua mengandung perspektif misoginis. 202. Nasr menyebut metodenya dengan qirâat al-siyaqiyah (membaca dalam konteks). Dengan demikian. Qira’ah Fi Khiãâb al-Mar’ah. karena masa lalu berkaitan dengan masa sekarang dan masa sekarang dipengaruhi masa lalu. Untuk menerapkan hubungan antara teks dan konteks. Dawa’ir al-Khauf. Dawa’ir al-Khauf.22 Mernissi menyatakan bahwa dalam perkembangannya. terdapat orisinalitas (al-ashl) dan modernitas (al-mu’âshirah) dalam al-Qurán. Nasr Hamid Abu Zaid.76 Fatima Mernissi.74 Dia menegaskan bahwa hubungan antara teks dan masa lalu (sejarah) tidak boleh dianggap sebagai hambatan. an Historical and Theological Enquiry. Ishkâliyât al-Qirâah wa Aliyyâh al-Ta’wil. atau juga tradisi Islam.

Dawa’ir al-Khauf. perempuan Arab tidak pernah mendapatkan bagian warisan. di mana mereka seperti tidak setara. 9:71-72. Sebagai contoh. kemudian Islam memberinya setengah bagian laki-laki. kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada ayat al-Quran yang bertentangan dengan kesetaraan jender. Sebagaimana pernyataan Muhammad Arkoun. 78 Qurân. Bandung: Mizan. Ayat-ayat atau teks beragam sesuai dengan situasi dan tidak bebas dari budaya dan kondisi ketika ayat-ayat tersebut turun. Kata alwahidah mempunyai makna banyak. hlm. perempuan akan mendapat ganjaran yang sama dengan laki-laki.78 Teks-teks yang menjelaskan kewajiban agama adalah teks-teks hukum. Sementara itu. 270. 40:40. mengenai kewajiban agama. 81 Nasr Hamid Abu Zaid. Membumikan Qur’an. kedua. Bagi umat Islam. 3: 35-37. 80 Qurân 4: 34. Namun demikian. 77 . bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dari jiwa yang satu (al-nafs al-wahidah)77. Teks yang membicarakan tentang jawaban Tuhan terhadap orang-orang kafir di Mekah diklasifikasikan sebagai teks-teks yang terbuka untuk diperdebatkan. 208-219. Dengan demikian. ini adalah kemajuan yang luar biasa ketika kita menganggap bahwa budaya Arab adalah budaya patriakhal. Ayat-ayat al-Quran tidak hanya terbatas menjadi teks. teks-teks tersebut sangat relevan untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh umat Islam pada periode turunnya wahyu. 79 Qurân. 1992. penafsiran ini menolak penafsiran lama bahwa perempuan diciptakan dari satu juwa yaitu Adam. al-Quran adalah korpus yang terbuka untuk penafsiran. Qira’ah Fi Khiãâb al-Mar’ah.124. Lihat Quraish Shihab. seperti cerita isteri Imran yang kuatir karena dia melahirkan anak perempuan (Maryam). 81 Dari metode Nasr ini.23 Kita dapat menerapkan karakteristik kontekstual yang secara garis besar telah disebutkan di atas untuk mengangkat isu-isu persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam al-Quran. Sungguh. 4. teks-teks deskriptif adalah teks-teks yang menggambarkan perempuan. sebelum Islam. 7: 189. Quraish Shihab juga menafsirkan al-nafs al-wahidah dengan “jiwa yang sama”. 16:97. Terdapat dua kasus mengenai isu persamaan: pertama. Shahrour menegaskan bahwa al-Quran harus dibaca dan ditafsirkan. Lebih lagi. 3:195.79 Ayat-ayat lain yang dapat dimasukkan dalam kelompok ini adalah ayat tentang laki-laki sebagai pemimpin perempuan al-rijâlu qawwamūna ‘ala nisâ’80 ayat-ayat ini adalah deskripsi mengenai ketidaksetaraan jender yang berakar dari masyarakat Arab. penafsiran adalah sebuah keharusan. 4:1. aspek penciptaan manusia. hlm. tidak melalui prisma Seperti Nasr.

85 Wawancara dengan Nawal al-Saadawi di rumahnya. Dia menyatakan bahwa Islamisasi feminisme tidak benar karena dengan mengislamisasikan sesuatu atau menghubungkan sesuatu dengan Islam. sama juga mempolitisasi Islam. dalam hermeneutika teologis. itu karena para ulama menjebak kita. feminis muslim mernafsirkan ulang ayat-ayat dan mencoba mengkontekstualisasikannya pada konteks Indonesia. sebagai contoh. Nawal al-Saadawi menolak pengklasifikasian tersebut. Carolyn Osiek membedakan antara lima pendekatan hermeneutic pada teks biblikal dengan feminis kontemporer: loyalist. Feminism and Islam legal and Lliterary perspective. Fatima Mernissi dan Leila Ahmed diklasifikasikan sebagai liberationist. feminis neo-Islam dan lainnya. Nawa al-Saadawi dan yang lainnya. Dia menerapkan pendekatannya untuk mengelompokan feminis muslim. . feminis secular. Amina Wadud Muhsin dan Riffat Hassan.83 Lebih lagi. London: Ithaca. Women and Islamization. hlm. 83 Mai Yamani. 20. Apakah Islam dan feminisme mempunyai kecenderungan dan aliran yang dapat dikatakan aliran pemikiran? Dalam hal ini.82 Menggunakan alasan seperti ini. feminis muslim Indonesia tidak sekaliber Riffat Hasan. Al-Kitâb wa al-Quran: Qira’a al-Mu’aßira. kemiskinan. kategori feminisme Islam mungkin didasarkan pada adanya perbedaan. kita mungkin bisa menemukan mengapa sarjana Muslim terlihat moderat atau tegas mengenai isu-isu perempuan. hlm. 1990. Sebagian kecil dari mereka masih tetap mempertahankan nilai-nilai konservatif yang hanya membuat pemikiran menganai isuisu perempuan menjadi rumit. Pada kenyataannya. hlm. 84 Untuk pernyataan Osiek lebih lanjut. tetapi seolah-olah Nabi baru saja meninggal dan mengajarkan al-Quran kepada kita. 44. 1996. rejectionist dan liberationist. Oxford: Berg. sublimationist.).24 yurisprudensi Islam yang berabad-abad.84 Namun demikian. 15 July 2002. Nawa al-Saadawi. pragmatis. Agenda kita sekarang adalah berjuang untuk hak-hak perempuan. 1998. lihat. dianggap sebagai loyalist dan revisionist. revisionist. pada sisi lain.1. Islam benar-benar merupakan agama keadilan. Contemporary Dimensions of Discourse on Gender Relations. Yamani berpendapat bahwa karena hukum Islam terkait dengan feminisme. kralsifikasi ini tidak dapat dibedakan secara total.85 Sementara itu. Karin Ask dan Marit Tjomsland (eds. Sumbangan terhadap perdebatan tersebut telah dianggap sebagai tradisionalis feminis baru. Jika kita mempunyai persoalan dengan penasiran teks-teks keagamaan. dapat dikategorikan sebagai feminis rejectionist. Merujuk pada karya-karyanya. dominasi Amerika dan lainnya. Ini karena perdebatan 82 Muhammad Shahrour. Kairo. Damascus: Al-Ahali li-al-Taba’ wa-al-Nashr wa al-Tauzia’a.

Dengan demikian.25 mengenai feminisme dan Islam di Indonesia merupakan fenomena baru yang baru mulai semenjak sepulunh tahun lalu. sebagia contoh. London: J. 483. kita tidak bisa mengikuti klasifikasi yang dibuat oleh Carolyn Osiek maupun argumentasi Yamani. 1986. tidak berarti bahwa mereka mempunyai gagsan yang sama mengenai isu-isu tersebut. Konservatisme secara karakteristik tidak artikulatif. hlm. yaitu mengangkat isu-isu perempuan. tidak berusaya menerjemahkannya ke dalam formula atau maksim. Pendapat mereka sebagian besar didasarkan pada pengalaman.M. tidak mau menyatakan tujuannya atau pandangannya. pendidikan. Dent and Sons LTD. dapat diklasifikasikan menurut posisi dan pendapatnya mengenai feminisme berkaitan dengan Islam. rujukannya adalah pendapat atau cara berfikir feminis muslim yang memberikan bayak sumbangan karya mengenai isu-isu perempuan dan Islam di Indonesia. tidak mau mengatakan tujuannya atau pandangannya. Gagasangagasan mereka mungkin dapat disebut sebagai kecenderungan atau aliran. 9. Di antara mereka ada yang konsevatif. prosedur maupun pendapat. Klasifikasi ini didasarkan pada sumbangan mereka terhadap perdebatan feminis selama sepuluh tahun belakangan.86 Jadi. Kelompok ini akan dimasukkan ke dalam aktivis feminis muslim. Pertama adalah pemikir feminis muslim dan kedua adalah aktivis feminis muslim. Penjelasan dimulai dengan biografi singkat dan pemikiran-pemikiran yang penting dalam isu perempuan melalui karyakarya mereka. The Meaning of Conservatism. Istilah aliran pemikiran merujuk pada siapapun yang menyatakan pendapatnya mengenai isu-isu perempuan dalam pandangan Islam. “Konservatisme secara karaktreistik tidak akurat. terdapat posisi tengah di antara mereka. karena adanya ragam penafsiran. Selain itu. 86 Lihat Webster’s Third New International New Dictionary. Konservatisme merujuk pada penganut tradisi. tetapi juga ikut dalam aktivitas di lapangan. Encyclopedia Brittannica. ketika kita berbicara mengenai aliran pemikiran kaum feminis Indonesia. tidak mau menerjemahkan dirinya dalam formula atau maksim. dan hubungan mereka dengan realitas perempuan. Meskipun mereka mempunyai tujuan yang sama. Mereka berjuang untuk perempuan dengan beragam cara. yaitu feminis Muslim yang konsern dengan pemikiran. sebagian yang lain cenderung modernis. Pemikir feminis muslim. hlm.Modern Ideologies.London: Palgrave. metode.” Roger Scruton. Di sini akan dibahas dua kategori mengenai perhatian feminis muslim. bandingkan dengan. atau lihat pernyataan Scruton. . Noel O’Sullivan. 2001. Dengan demikian. 1976. Conservatism.

17. Aliran Konservatif 1. Gagasan Islam Liberal di Indonesia. membahas Islam dan modernisasi. termasuk aspirasi mereka untuk mengkontekstualisasi Islam dengan relaitas kehiduan perempuan di Indonesia. 88 Greg Barton.Dr. vol. 1452. 1.). seorang modernis adalah pemuja cara-cara modern.26 konservatisme dalam keyakinan adalah sikap untuk memelihara nilai-nilai lama. istilah “modernis” didasarkan pada apa yang dinyatakan oleh para feminis muslim Indonesia. hlm. dia juga menulis beberapa buku dan artikel mengenai isu-isu perempuan. Ulumul Quran. Djohan Effendi.Zakiah Daradjat. INC. Pada sisi lain. Dia menjadi satu-satunya perempuan dari sepuluh mahasiswa yang dikirim Depag 87 Webster’s Third New International Dictionary. 202. Lebih Dekat dengan Prof. Agama Sebagai Terapi.88 Lebih lagi. dan percaya bahwa periode modern harus menang dari masa lalu. dengan kata lain. no. A Review Essay dalam Richard C. dia menerima bea siswa dari Departemen Agama. 89 Lihat Fazlurrahman. Zakiah Daradjat Zakiah Daradjat adalah seorang sarjana Islam terkemuka di Indonesia. 1994. modernisme berarti pendekatan yang terbuka bagi perkembangan modern.V. Dia lahir di Bukittinggi pada tahun 1929. Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid.90 Meskipun dikenal sebagai seorang psikolog. Martin (ed. Transformasi dari tradisi-tradisi kecil dalam hubungannya dengan tradisi yang lebih besar dapat disifatkan sebagai ortodoxifikasi tradisi atau. Tetapi kategorisasi ini digunakan sebagai dasar pembuatan klasifikasi. 43. Approaches to Islam in Religious Studies.89 Dalam tulisan ini.Tucson: The University of Arizona Press. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. 1985). sarjana atau feminis mungkin tidak menganggap cara berfikir mereka sebagai cara modernis atau konservatif. Fazlurahman menegaskan bahwa Islam pada akhirnya berubah dan akan berlanjut untuk berubah bahkan dengan lebih cepat lagi. hlm. Setelah tamat dari PTUIN (kemudian menjadi IAIN) pada tahun 1954. hlm. Pemikir Feminis Muslim a. 1986. Encyclopedia Brittannica.87 Dalam pemikiran Islam. . 90 Arief Subhan. volume II. Approaches to Islam in Religious Studies . Selain semua di atas. 1. hlm. pertimbangan rasional dan mempertimbangkan kembali secara kritis pemikiran para sarjana masa lalu. modernisasi tradisi besar.

dia menerbitkan buku berjudul Perkawinan Yang Bertanggung Jawab. Di antara buku tersebut berkaitan dengan perempuan dan Islam. Selain perannya dalam masyarakat. Zakiah adalah salah seorang pendiri organisasi tersebut dan dalam konggresnya yang ketiga pada tahun 1964 dan selama konggres berlangsung. jarang sekali perempuan yang belajar ke luar negeri. Dari agendanya.). Pada tahun 1983 dia terpilih sebagai dekan fakultas di IAIN Yogyakarta. Keterlibatannya dalam isu-isu perempuan ditandai dengan aktivitasnya di Perwanida/Persatuan Wanita Departemen Agama.91 Dia mendirikan klinik psikologi di rumahnya. 138.Dr. Pendidik dan Pemikiran Ulama Perempuan Indonesia dalam Jajat Burhanudin (ed.93 Pada tahun 1975. Dia Arief Subhan. Selain dikenal sebagai seorang psikolog. Pendapat dia mengenai perkawinan dalam buku ini adalah bahwa perkawinan adalah institusi yang dapat melindungi hak-hak kaum perempuan. 92 Sejarah Perkembangan Perwanida. termasuk beberapa IAIN. Jakarta: Gramedia. Zakiah juga dikenal sebagai seorang muballigah. Dia menggunakan keahliannya dalam bidang psikologi agama untuk mengajar di beberapa universitas. 91 . Departemen Agama. dan beberapa lembaga lain seperti stasiun radio dan televisi. Zakiah Daradjat. Sekarang masyarakat mengetahui bahwa Darma Wanita adalah organisasi perempuan untuk semua departemen pemerintah. Ulama Perempuan Indonesia . Dia tetap menjadi dosen di IAIN Jakarta dan sebagai dosen tamu di beberapa IAIN di Indonesia.92 Organisasi ini nampaknya hanya ditujukan bagi wadah kaum perempuan departemen Agama untuk berkumpul. Dia menyelesaikan doktornya sepuluh tahun kemudian. 2002. Prof. Darma Wanita hanya untuk tempat berkumpul isteri-isteri pegawai negeri sipil dari tiap departemen. Pada saat itu. Kaum feminis berendapat bahwa organisais ini telah menempatkan perempuan dalam peran subordinat. 93 Tidak ada indikasi apakah organisasi ini masih ada atu tidak.27 ke Universitas Ainus Syam Mesir. Zakiyah Darajat memulai karirnya di Departemen Agama dan mengajar di beberapa IAIN di Indonesia. dia menulis banyak buku berkaitan dengan agama dan psikoanalisis. karena apa yang dilakukan perempuan dalam Darma Wanita atas nama suami mereka. Tahun 1967-1976. hlm. Hubungan dalam perkawinan memberikan pasangan suami isteri hak-hak yang sama dan tanggung jawab yang sama dalam mencapai kebahagiaan. ketika isu-isu tentang feminisme belum popular di Indonesia. 5. Ketika kembali ke Indonesia pada tahun 1964. dia terpilih sebagai ketua Perwanida pada tahun 1970. Dia berdakwah dalam materi psikologi. Jakarta: 1976 hlm.

politisi. kesalahan yang dilakukan suami kemudian terjadi masalah. Dia mengingatkan bahwa seorang isteri yang bijak adalah isteri yang bisa menciptakan rumah yang damai bagi suaminya dan menjalankan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab. Buku ini berasal dari sebuah paper yang dipresentasikan pada tahun 1994. Ketenangan dan Kebahagian Dalam Keluarga. Khususnya. Zakiah menerbitkan sebuah buku mengenai isu-isu perempuan. Isi buku ini agak mirip dengan buku dia sebelumnya. dia menfokuskan pada dua permasalahan: kepemimpinan dan peran perempuan.hlm.28 berpendapat bahwa pernikahan yang ideal harus dimulai dari kesiapan pasangan. Jakarta: Bulan Bintang. di sini dia menambahkan bahwa pernikahan tidak hanya sekedar persoalan kesetaraan jender. Sebagai latar belakang karyanya ini. lihat. dia menegaskan kembali bahwa laki-laki dan perempuan harus memikul tanggung jawab masing-masing. Anehnya. 95 . Zakiah Daradjat. masyarakat dan budaya mencegah perempuan untuk 94 Arief Subhan. maka isteri harus bisa memahami dan isteri harus bisa menghibur suami. Pendidik dan Pemikiran Ulama Perempuan Indonesia hlm. Prof. Namun demikian.Dr. 37-62. pada karyanya yang lain. Zakiah tidak pernah menegaskan bahwa seorang suami juga harus bertanggungjawab untuk menjaga keseimbangan rumah tangga. Dia menyatakan bahwa perempuan mampu untuk mengembangkan diri menjadi pemimpin. dia lagi-lagi menempatkan perempuan dalam posisi yang ambigu. 168-169. pemikiran Zakiah tetap mengikuti pandangan konservatif yang menyatakan bahwa keberhasilan keluarga hanya ditentukan oleh isteri. ketika pemikiran feminis telah berkembang luas. pemikirannya tidak lebih meningkat. buku ini merupakan kumpulan ceramah-ceramah dia dan catatan-catatan dari kliniknya. dia menggunakan analisis psikologi. dan jabatan lain dalam masyarakat. 22 -31. Dengan demikian. Dalam Peran Ganda dan Kepemimpinan Perempuan.95 Karyanya yang kedua terbit pada tahun 1978 dengan judul Islam dan Peranan Wanita. Sebagai contoh. Sangat diperlukan untuk tetap menjaga pernikahan dalam keserasian. Tentu saja artikelnya banya didasarkan pada pengalamannya.94 Dia mencoba untuk menyeimbangkan hak laki-laki dan perempuan. Zakiah Daradjat. Sebagai contoh. Namun demikian. 1974. Dengan agak tidak konsisten. nampaknya dia membebankan tanggung jawab pada perempuan. Seorang isteri yang tidak bijak akan membebani suami. Ketenangan dan Kebahagian Dalam Keluarga. Pada tahun 1999. Meskipun Zakiah menekankan hak-hak perempuan.

) Memposisikan Kodrat. Untuk mendukung pendapatnya. 97 Penemuan ini didasarkan pada hasil penelitian pada fakultas Ushuluddin. Namun demikian.110. Sebenarnya ini bukan hadits. di bawah bimbingan Prof. Ini adalah alasan mengapa pendidikan bagi perempuan sangat penting. Peran Ganda dan Kepemimpinan Perempuan. 233. 71-72) yang menggambarkan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. mereka dapat bekerja sebagaimana lakilaki dan mendapatkan upah. Nyatanya. Bandung: Mizan. hlm. (16. 1999. karena kemampuan perempuan. hadits yang dirujuk oleh Zakiah mengingatkan perempuan akan tugas mereka dalam masyarakat. 97 and 4. pada tahun 1996. Nampak Zakiah Daradjat. Zakiah mengutip al-Qurân (9.97 Sayangnya. Hikmah juga sering dirujuk untuk memojokkan kaum perempuan dalam pengertian bahwa nasib sebuah Negara semata-mata tergantung pada perempuan. 124). 3. Jakarta.29 melakukan ini semua. Zakiah meneruskan bahwa Islam dengan jelas telah membahas peran ganda perempuan sepanjang kaum perempuan dapat mengatur waktu dan tidak melupakan bahwa mereka adalah perempuan muslim. Mengenai peran ganda perempuan. Untuk mendukung pendapatnya bahwa perempuan sebagai ibu mempunyai peran yang penting dalam kehidupan manusia. dalam Lily Zakiyah Munir (ed. 2. 96 .104. Zakiah tidak memberikan catatan kritis terhadap hadits ini. ini sangat sering dikutip oleh para muballigh untuk menunjukkan bahwa hanya perempuan yang mempunyai tanggung jawab dalam membentuk masyarakat.96 Dia juga menekankan bahwa keadaan tetap mendukung terjadinya subordinasi perempuan di mana mereka dianggap sebagai manusia kelas dua dengan mengikuti persepsi yang salah tentang Islam. Musthofa Ali Ya’kub. Sayangnya.114). 115. dia mengutip sebuah hadits: alnisa’ ‘imad al-bilad fain shalihat fashalihat fain fasadat fafasadat (perempuan adalah tiang Negara. Perempuan salihah membentuk Negara yang baik dan perempuan rusak merusak negara). Perempuan dapat melakukan apapun yang Allah izinkan. Sebagai contoh. IAIN. Dia merujuk pada al-Qurân. tetapi perkataan ulama yang disebut hikmah (kata mutiara). laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban yang sama untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk (3. 14. dia mengutip ayat-ayat al-Quran yang berhubungan degan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Mengenai kepemimpinan perempuan. dia menegaskan bahwa peran perempuan sebagai ibu adalah tugas alamiah yang tidak dapat dihindari. Dalam perkembangannya. berdasarkan ayat-ayat ini. 3. Zakiyah merujuk pada 31.

30 bahwa beberapa sarjana memanipulasi ajaran Islam untuk kepentingan dan keuntungan diri pribadi. Dia mendapat banyak kritik. tetapi dia tidak menggunakan teori feminis untuk menganalisis isu-isu nyata kaum perempuan. Dia menjadi dosen di IPB dan anggota Department of Community Nutrition and Family Research. Pemikirannya mengenai perjuangan perempuan sederhana. Pembelaannya terhadap kaum peempuan tetap menyatu dalam sistem patriarchal yang menganut keyakinan lama. tetapi memberi peran ganda untuk bertanggung jawab kepada keluarga.Dr. Argumentasiargumentasinya dibangun untuk mengkounter arus utama feminisme. AS International food and Nutrition Policy pada tahun 1991. pada bulan Agustus 1957. Kasus-kasu yang dia buat jauh dari realitas problem perempuan di Indonesia. Ini penting karena dalam gerakan perempuan. tetapi juga memberikan peran ganda kepada mereka. Pendapat-pendapatnya dapat dilihat sebagai pendapat para muballigh pada umumnya. Pendidik dan Pemikiran Ulama Perempuan Indonesia hlm. 170. perceraian dan lainnya. Tufts University. Dia banyak menulis artikel mengenai isu-isu perempuan. Zakiah Daradjat. Dia memberikan tuntutan normative terhadap perempuan. Ratna Megawangi Ratna dilahirkan di Jakarta. 2. Massachusetts. Dia lulus dari jurusan gizi. meskipun dia mempunyai klinik di mana dia banyak menemukan persoalan perempuan seperti kekerasan. tidak hanya karena bukunya. perdebatan nampaknya untuk memecahkan problem ini. Zakiah mendukung perempuan. dia menerbitkan sebuah buku berjudul Membiarkan Berbeda. tetapi hanya dalam bentuk norma-norma yang tidak berguna untuk membebaskan perempuan. Persepsinya juga tetap didasarkan pada keyakinan lama bahwa rumahtangga atau masyarakat tergantung pada perempuan dan bukan tanggung jawab laki-laki. Prof. tetapi karena dia juga menggunakan paradigma 98 Arief Subhan. Zakiah dalam beberapa hal nampak berjuang untuk kaum perempuan. Buku-buku Zakiah memuat pengalaman yang terjadi di kliniknya sehingga banyak argumentasi yang ditulis berasal dari nasihat dia untuk pasien-pasiennya. . Pada tahun 1999. sebuah lembaga di IPB.98 Dia memberi banyak perhatian terhadap perempuan.

Sebagai contoh. anak-anak akan menghormati ibunya yang bekerja. Sekapur Sirih dalam Sachiko Murata. Bandingkan dengan poliemiknya dengan kaum feminis Indonesia. Ekofeminisme Aktualisasi Diri dan Sunnatullah.101 Dia mengatakan bahwa dia sama seperti para feminis yang lain. Dengan demikian. 17 Juni 2001. Feminisme membesar-besarkan sikap egoistiknya dan dapat 99 Dilema Membiarkan Berbeda? http//neo.com. 1 Mei 1997. Jika perempuan bekerja untuk membantu suaminya. Kitab Rujukan Tentang Relasi Gender dalam Kosmologi dan Islam. tetapi dia memperkenalkan bahwa kaum feminis mungkin tidak suka argumentasinya karena dia mempunyai konsepsi yang berbeda dibanding feminis yang lain. Feminisme seharusnya tidak hanya dilihat dari perspektif social. Dia berpendapat bahwa analisis tentang kesetaraan dengan memberikan hak kepada perempuan sama persis seperti hak laki-laki masih abstrak. Julia Suryakusuma Kompas. 100 Feminism. The Tao of Islam. Beberapa orang beranggapan bahwa argumentasi yang diajukan bertujuan untuk melawan feminisme dan mempertahankan sistem patriarchal. Rumah sebagai institusi perkawinan dan tempat yang nyaman akan kehilangan fungsinya. Ratna banyak belajar dari seorang sufi yang bernama Bawa Muhaiyyaden. Sebagai contoh. Mizan online.31 feminisme yang tidak jelas. Bandung: Mizan. seperti yang ada dalam beberapa publikasi dalam surat kabar. tetapi juga dari perspektif agama.mizan. menjadi wanita karier. maka masyarakat akan rusak. biasanya dalam seting informal. memposisikan mereka dalam posisi yang sejajar dari segi kelebihan dan kekurangan. Ratna menyatakan bahwa feminisme sering mengklaim superioritas feminine dan kritis terhadap laki-laki. Republika. 1996.99 Ratna sendiri cenderung konservatif. dia mengkritik perempuan yang bekerja keluar karena dorongan ekonomi dan perempuan yang bekerja untuk memperkaya diri sendiri. 19 Juni 2001. 101 Ratna Megawangi. ketika dia belajar di Amerika dan ini sangat mempengaruhi pemikiran-pemikirannya. Ini karena peran ganda mereka sebagai perempuan ditantang oleh orientasi karir yang materialistis. Dia menegaskan bahwa perempuan harus mengembangkan bakatnya seperti laki-laki. Dia menggunakan pendekatan sufistik untuk menggambarkan hubungan antara laki-laki dan perempuan. pemikiran bahwa keluarga adalah unit dasar masyarakat berarti bahwa jika terdapat keluarga yang broken home. .100 Para pengkritik Ratna berdasarkan konsep feminisme. Tetapi perempuan yang ingin memperkaya diri sendiri melalui pendidikan biasanya tidak akan mencapai kepuasan karena standar pribadinya yang tinggi. ambillah pendapatnya yang menyatakan bahwa konservatisme adalah isu yang tidak popular dan mempertahankan status quo.

Ini semua secara eksplisit dibahas dalam al-Quran (2. 12 Desember Kompas. Dengan demikian. Dia menyatakan bahwa aliran-aliran teori teologi feminis menafsirkan ayat secara eksternal.32 dibandingkan dengan sosialisme dalam hal tujuannya untuk persamaan kelas sebagaimana dipraktekkan oleh para penganut Marxis. dank karena mereka memberikan infak dari harta mereka. Feminisme adalah pendekatan yang tidak menarik ketika sebuah teori dapat dikembangkan lebih rasional dan sistematis. ayat lain yang sering disebut oleh kaum feminis (4.103 Patriarkhi benar-benar ada dalam Islam. Ini memberi kesan bahwa agama dapat direduksi untuk melegitimasi perjuangan manusia untuk kesejahteraan material. Tokoh Ibu. wallahu ‘azîzun Èakîm. Dia menegaskan bahwa al-Qurân menggambarkan ada orang miskin dan orang kaya. Sebagai contoh. Sylvia Hewlett. Laki-laki adalah pemimpin dan penjaga kaum perempuan. yang menyatakan bahwa perjuangan kaum perempuan sangat melelahkan dan tidak menghasilkan apa-apa.102 Dia melanjutkan bahwa sudah menjadi sifat alami (sunnatullah) tidak ada masyarakat dengan struktur horizontal. Islam mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyatakan bahwa suami adalah kepala keluarga. 34) Arrijâlu qawwamūna ‘ala al-nisa’ bimâ fa··alallahu ba’·uhum ‘ala ba’·in wa bimâ anfaqū min amwâlihim. Namun demikian. patriarkhi atau kelas adalah sunnatullah. Dia mengingatkan bahwa penafsiran ulang berdasarkan pada tujuan mufassir dapat merubah arti dari ayat-ayat dan dapat menyebabkan kotradiksi dalam ayat-ayat sendiri. penafsiran sepenuhnya tergantung pada mufassir. karena Allah telah menjadikan satu diantara mereka lebih atas yang lain. Sebagai tambahan. Orang kaya memberi zakat kepada orang miskin. status dan kekuasaan. Dia mengingatkan kaum feminis dengan mengutip pakar ekonomi. Emansipasi dan Ketahanan Keluarga. kita tahu bahwa Tuhan adalah Dzat tertinggi dan kita tidak bisa melawan sunnatullah. 1993. Dan laki-laki mempunyai derajat (tanggung jawab) terhadap mereka. 228) “…wa lirrijâli ‘alaihinna daraja. 17 Juni 2001. Manusia nampaknya sama otiritatifnya dengan al-Quran jika mereka merubah penafsiran 102 Lihat Ratna Megawangi. Dia mengingatkan kita bahwa tujuan kita adalah Tuhan dan ilustrasi yang digambarkan di atas adalah simbol. dengan pendapat untuk mentransformasikan struktur social. Dengan demikian. 103 . Kompas.

sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya.105 Argumentasinya mengenai isu-isu agama tidak beralasan. 219 105 Ratna Megawangi. mengkritisi validitas dan autentisitas Hadîts. yang tidak dapat diterapkan pada gerakan kaum perempuan karena kaum feminis Islam mencoba untuk mengkontekstualisasikan Islam dan mentransformasikan masyarakat. mereka menawarkan penafsiran baru. 104 . Perkembangan Teori Feminisme Masa Kini dan Mendatang Serta Kaitannya Dengan Pemikiran Keislaman dalam Mansour Fakih (ed. karena Ratna hanya mengutip ayat-ayat tanpa membahas sumber-sumber lain. Amerika. hlm. Pada kenyataaanyya. Dia mengkritik kaum feminis muslim yang menafsirkan ulang ajaran Islam padahal mereka adalah para ahli dalam bidang tersebut. Dia lahir di Jombang.104 Sayangnya. Mereka mengklaim bahwa otoritasnya datang dari Tuhan. Lebih lagi. Ratna Megawangi. Dalam hal ini. yang bisa bertentangan dengan pesan inti dari ayat-ayat. Membiarkan Berbeda. 153. Wardah adalah orang yang paling terkemuka pada periode 1990an. dia tidak menyebut ayat-ayat lain dan penafsir-penafsir lain untuk emndukung pendapatnya. hlm. Bandung: Mizan. Kaum feminis tidak sadar bahwa mereka terjebak oleh agenda mereka. seperti feminis muslim yang lain. dia menggunakan pendekatan sufi.) Membincang Feminism. seperti. tetapi gagasan-gagasannya tidak seimbang. Ratna. apa yang dia maksud dengan sunatullah dan konsep masyarakat dalam al-Qurân. Sementara sufisme adalah sebuah cara berfikir eskatologis bukan cara berfikir empiris. 1999. Membiarkan Berbeda. Sangat disesalkan bahwa dia tidak pernah menyebut alasan lain untuk mendukung kesimpulannya. hlm. Indiana. Keterlibatannya dengan gerakan feminisme dimulai pada Ratna Megawangi. 155. b. terutama ketika dia mengacu penafsiran agama. Kita tidak bisa memperoleh pemahaman yang lebih baik. Diskursus Gender Perspektif Islam. dia berpendapat bahwa usaha yang telah dilakukan oleh kaum feminis untuk memberikan alternative penafsiran terhadap al-Quran dengan meneliti asbâb al-nuzūl.33 agar sesuai dengan kepentingan mereka. Wardah Hafidz Ketika membicarakan Islam dan feminisme di Indonesia. lihat juga. Dia memeroleh gerlar Master dari Bali State University. pada tanggal 28 Oktober 1952 dalam sebuah keluarga yang religius. Aliran Modern 1.

1993 106 108 . tetapi dia tidak pernah mengaitkan pendapat-pendapatnya dengan agama. dia adalah satu-satunya orang yang cukup berani untuk mempermasalahkan isu pada masa itu dan menyegarkan kembali kesadaran perempuan menganai Islam dan feminisme. Sekarang dan Sumbangannya Kepada Transformasi Bangsa. Dia lahir di Purwokerto pada tahun 1954.107 Menanggapai isu-isu perempuan dan Islam. Tajuk. surat kabar. menerbitkan buku dan menghadiri berbagai seminar nasional dan internasional. Dia baru-baru ini menjadi direktur UPC. Sebagai contoh. Dia terlihat sebagai motivator dan pengusung Islam dan feminisme. Baru-baru ini. 2. dia telah membantu masyarakat miskin perkotaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mas’udi Masdar adalah seorang sarjana muslim terkemuka di Indonesia. dia menganalisis kepemimpinan perempuan sebagai isu yang telah berkembang dalam Islam dan bagaimana latar belakang kultural telah mempengaruhi pemikiran Islam. Islam and Gerakan Feminisme. Dia bekerja di beberapa LSM. Wardah Hafidz. Ibu Kaum Miskin dari Jombang. gerakan yang dia usung telah memacu masyarakat untuk menguji hubungan antar mereka.106 Dia kuatir menghubungkan feminisme dengan agama karena dia tidak mempunyai latar pendidikan agama. 107 Lihat. lihat tulisannya Gerakan Perempuan Dulu. dia mendukung keyakinan-keyakinan feminis yang muncul dalam Islam. Dia banyak menulis artikel dalam jurnal.34 tahun 1980an. Masdar F. Pada sisi lain. 108Wardah Hafidz. Meskipun gagasan-gagasanya menganai feminisme tidak banyak berkembang dalam masyarakat. bukan pemikir. dan sekarang menjabat sebagai ketua P3M (Program Pengembangan Pesantren dan Masyarakat). Masdar dikenal sebagai seorang tokoh Islam di Indonesia yang terlibat dalam sejumlah organisasi NU. Perubahan dalam masyarakat telah membuat dia heran bagaimana agama melihat posisi perempuan dan membuat dia belajar dan membaca banyak buku tentang isuisu perempuan dalam Islam. dia menjadi salah seorang ketua NU. khususnya dalam negosiasi politik melalui Konsorsium Rakyat Miskin Kota (UPC). Mei 19-23. Sungguh. Analisisnya sepertinya tidak menyeluruh. Dia lulus dari IAIN Yogyakarta pada tahun 1980 dan banyak menghabiskan waktunya di beberapa pesantren. Dari tahun 1993.

Jakarta dan tempat-tempat lain. Sebagai contoh. adalah satusatunya sarjana Muslim yang mengenalkan isu perempuan ke dalam pesantren. 111 hlm. Sebagai contoh. Pengenalan yang dilakukan Masdar mengenai isu-isu perempuan dengan mudah dapat diterima para kyai karena dia sendiri seorang kyai. Tetapi tidak semua pesantren mengizinkan pemikiran-pemikiran Masdar.110 Pendekatan yang dia lakukan sukses. Masdar. melalui hubungannya dengan para kyai. Kitab kuning mengakui perempuan hanya separuh dari laki-laki. menggagas program ini. Dia membuat daftar kitab kuning dan mengkritisi bagaimana bahasa Arab telah digunakan dengan cara yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Masdar adalah seorang pelopor. dua saksi perempuan sama dengan seorang saksi laki-laki. bagi pesantren. 110 109 .35 Ketika gerakan perempuan di Indonesia muncul. program ini berlangsung di sejumlah pesantren di Jawa. Fiqh al-nisâ’ kemudian berlanjut di beberapa pesantren di Jawa. santri dan beberapa muballigh. tetapi perempuan tidak mempunyai hak menikahi laki-laki. seperti nama programnhya sendiri: fiqh al-nisâ. sebagaimana disebutkan sebelumnya. perbincangan mengenai perempuan adalah hal baru. seperti terlihat dari penafsiran hukum ayat “Inna akramakum ‘indallâhi atqâkum”. Tidak diragukan. laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai sepirit ketuhanan (potensi spiritual). Penerapan program tersebut dirubah oleh Lies Marcos Natsir. jarang pesantren yang mendukung isu-isu perempuan. pesantren Salafiyah Safiiyah Sukorejo Situondo Jawa Timur. laki-laki mempunyai hak untuk menikahi perempuan. karena belum ada kyai yang melakukan ini sebelumnya.111 Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa ini tidak berarti bahwa kitab kuning tidak mengakui persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Dia mengundang tokohtokoh penting dalam pesantren seperti Ibu Nyai (isteri kyai). Sungguh. Pad waktu itu. untuk menjadi saksi. Pandangan dia didasarkan pada bagaimana kitab kuning telah difahami dari pespektif laki-laki yang telah berlangsung lama. Sebagai contoh.’109 Halaqah dan juga training. Sebagai seorang kyai. pembahasannya mengenai isu perempuan menyeluruh. Lagi pula. 158. Dia melanjutkan pembahasan mengenai perkawinan.’ Masdar dan beberapa koleganya seperti Lies Marcoes Natsir. Seperti yang telah saya katakana. melarang santrinya membaca karyakarya Masdar. dan perempuan hanya sebagai objek. pada tahun 1994 P3M (didirikan pada tahun 1983) meluncurkan program untuk kaum perempuan yang diberi nama Fiqh alNisa. Masdar menggunakan terminologi yang ada di pesantren.

Perempuan Di Antara Lembaran Kitab Kuning hlm. Masdar F. Kami akan memberikan kehidupan yang baik baginya dan sesungguhnya Kami berikan balasan kepada mereka pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. dan semenjak itu. 114 Pada sisi lain. yang paling mulia di antara kamu (laki-laki dan perempuan) di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa.113 Dia melanjutkan bahwa keadilan hanya dinyatakan dalam kitab kuning yang berisi tafsir. lihat juga Masdar F.36 sungguh. Ini karena kita membahasnya dengan perspektif Barat modern. hlm. Qurân 16. 1996. Masdar juga mengakui bahwa jika kita membahas tentang perempuan dalam kitab kuning. Banyak pro dan kontra menanggapi keputusan Masdar. sungguh. Sayangnya. 97. lebih bisa dilakukan (salah satu syaratnya adalah berbuat adil terhadap isteri-ister) bukan semata-mata ibadah. Masudi. “man ‘amila sâlihan min dhakarin au untha wa huwa mu’min falanuhyiyannahu hayâtan ãayyibatan walanajziyannahum ajrahum biahsani ma kanū ya’malūn”: siapapun yang beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia beriman. sekitar tahun 1998. 115 Masdar F. Masudi. Kita harus meneliti dan membandingkan konteks histories dari kitab kuning yang sarat dengan bias patriakhal dan bias jender. Surabaya: Risalah Gusti. yang menuntut adanya persamaan hak. Dialog Fiqh Pemberdayaan. Pemilihannya mengenai hak-hak reproduksi sebagai topic dalam beberapa hal berbeda dengan topic-topik yang dipilih oleh para feminis.112 Dan ayat yang lain. Perempuan Di Antara Lembaran Kitab Kuning. Diskursus Gender Perspektif Islam. menentukan masa kehamilannya. Meskipun Islam mengizinkan. sesuatu yang membuat kecewa gerakan perempuan karena cenderung akan menimbulkan kekerasan rumah tangga.) Membincang Feminisme. dan lain-lain. kita pasti mendapatkan kesan negative. Kitab-kitab kuning dihasilkan di Timur Tengah dan dipengaruhi oleh sistem patriarchal yang menjadi kecenderungan dominan pada masa kitab kuning lahir. 13. Masudi.115 Karya lengkap Masdar diterbitkan pada tahun 1997 dengan judul Islam dan Hak-Hak Reproduksi Perempuan. Keadilan ini juga sepertinya hanya dalam masalah eskatologis saja dan tidak ada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 162. 162. mempunyai anak. menikmati hubungan badan. dia tidak lagi memperjuangkan hak-hak perempuan. 113 112 . Dia mengangkat isu-isu hak reproduksi seperti perempuan dapat memilih pasanganya. Qurân 14. 114 Masdar F. Perempuan Di Antara Lembaran Kitab Kuning dalam Mansoer Fakih (ed.Mas'udi memutuskan menikah poligami.

Dia memulai karya mengenai isu-isu perempuan dengan menulis beberapa artikel pada awal tahun 1995. 56). isu ini mempunyai hubungan dengan gerakan politik. dia melanjutkan pendapatnya mengenai penciptaan manusia. dia memperoleh pendidikan dasar dari Pesantren As’adiyah Sengkang pada tahun 1976.116 Pada tahun 1999. kedudukan pada pasar tenaga kerja atau pada struktur kepemimpinan di kalangan umat Islam. Di Indonesia.13). VI. Nasaruddin Umar Nasaruddin Umar lahir di Sulawesi Selatan 23 Juni 1959. mar’ah (perempuan) al-rajul (laki-laki).5 vol. sesungguhnya Kami ciptakan kamu dengan Nasaruddin Umar. (49. LSAF. Ulumul Qur’ân no. Pertama.37 3. VI. Nasaruddin mengajukan analisis etimologi dan menggunakan sejarah untuk meneliti banyak kata-kata dalam al-Quran. Dalam alQuran (51. 1996. dhzakar (laki-laki) al-zaujah (isteri). Pandangan dia mengenai perempuan dalam al-Quran ditentukan oleh akar-akar bahasa Qurani. Tanpa adanya penafsiran. Dan Q. dia menerbitkan disertasinya dengan judul Argumen Kesetaraan Jender. Sebagian besar masyarakat sangat ingin mengetahui bagaimana Islam menempatkan perempuan sejajar dengan laki-laki. setelah menyelesaikan S1 di IAIN Alauddin Ujung Pandang. Perspektif Al-Qurân. 116 . Antara Mitologi dan Kitab Suci.2.Jakarta: 1995 dan Antropologi Jilbab. Dia mengutip sejumlah ayat pokok yang berhubungan dengan status perempuan dalam al-Quran. “Wahai manusia. al-ab (ayah) al-um (ibu) al-Ibn (anak laki-laki) al-bint (anak perempuan) dan lain-lain. al-Quran hanya akan menjadi bahasa langit. vol.S. Teologi Menstruasi. Ini adalah tema yang hangat dibicarakan dalam kalangan umat Islam. sebagai hamba Tuhan. laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah. Ulumul Quran. dia mempertanyakan bagaimana jilbab telah dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam sementara aslinya berasal dari budaya Timur Tengah.56). dia melanjutkan S2 dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan selesai pada tahun 1992. Untuk itu. No. Sebagia contoh dari pendapatnya adalah mengenai status perempuan dalam alQuran. Sebagai contoh: dan Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Ku (51. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh aspek mengenai isu-isu perempuan berakar dari bahasa al-Quran. manusia diciptakan untuk beribadah tanpa adanya perbedaan. Banyak kata digunakan dalam al-Quran seperti nisa’ (perempuan).

bahasa yang digunakan dan siapa yang menerjemahkan. selanjutnya adalah dia menganggap dirinya sebagai seorang mufasir. Lebih baik bagi seorang pembaca teks untuk masuk dalam kondisi di mana teks diciptakan dan memahami kondisi sosial dan geografis karena setiap pengarang adalah anak dari zamannya. Dia menjelaskan bahwa apa yang terjadi dan mengapa serta apa yang ada di balik teks. bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Harus dicatat di sini bahwa Nasaruddin menggunakan pendekatan sejarah. Latar belakang pendidikan pesantrennya dimulai dari Lirboyo. dan poligami dan syarat-syaratnya (4. menjadi saksi (2. 267. apakah teks asli atau tidak. Mengingat hal ini. tidak seperti pengarang lainnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 4. 282). . lakilaki memperoleh harta warisan lebih banyak dibanding perempuan (4. 11) laki-laki sebagai pelindung perempuan (4. Tidak semua ayat-ayat yang dikutip di atas menyebabkan laki-laki menjadi hamba Tuhan yang utama. 3). siapa yang mendanainya? Penerjemahan juga harus diberi perhatian. Beberapa di antara ayat-ayat tersebut ditujukan untuk laki-laki. Perspektif Al-Qur’ân. Jawa Timur. dia hanya sedikit mengutip teks lain. dia melanjutkan 117 118 Nasaruddin Umar.117 Untuk memperkuat pendapatnya ini Nasaruddin juga mengutip hadits. Argument Kesetaraan Jender.118 Dari sini. Jika penerjemahan memerlukan waktu lama. karena lebih sesuai dengan studi tafsir. darimana datangnya teks. 249. hlm.38 jenis laki-laki dan perempuan. Perspektif Al-Qur’â.n hlm. Argument Kesetaraan Jender. 34). dia menerapkan teori hermeneutik. sementara setiap bahasa mempunyai latar belakang budaya sendiri-sendiri. Nasaruddin Umar. Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya di PTIQ (Pendidikan Tinggi Ilmu Al-Quran) pada tahun 1980. agar kamu sekalian saling mengenal. karena penerjemahan dan pengalihbahasaan dari satu bahasa ke dalam bahasa lain pasti menyebabkan reduksi. Sebagia contoh. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling takwa. Penafsirannya didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan filologis mengenai bagaimana tekst dalam al-Quran dan teks-teks yang lain harus difahami. Hussein Muhammad Hussein Muhammad lahir di Cirebon tanggal 9 Mei 1953. Dia mengajukan alasan-alasan rasional dengan merujuk pada konteks sejarah dan menggunakan teori hermeneutic sebagai metode.

Mesir dan pulang ke Indonesia tahun 1983. Dia mulai dengan isu-isu perempuan yang telah berkembang luas pada era modern. politik dan lainlain. Dengan demikian. Dengan demikian. ekonomi. Membongkar Konsepsi Fiqh Tentang Perempuan dalam Syafiq Hasyim (ed. dia menyimpulkan bahwa shari’a melalui fiqh diformulasikan untuk melahirkan maslahah dan ini terkait dengan kemanusiaan. keadilan dan perilaku yang baik. sebagaimana dikutip Hussein. Hussein menfokuskan pada kitab kuning dengan menganalisis isi dan konteks sejarahnya.119 Jika fiqh digunakan tanpa memperhatikan kondisi sosial. untuk menyatakan bahwa ijtihad harus dilakukan. bahwa shari’a (hukum Islam) pada prinsipnya bertujuan untuk kemanusiaan. terutama ahli teologi.Husein Muhammad. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ibn al-Qayyim al-Jauziyah. hlm. fiqh mempunyai karakteristik khusus dan diterapkan untuk waktu yang terbatas. fiqh telah membentuk pemikiran umat Islam dalam jangka waktu yang lama.39 studinya ke Al-Azhar. Penyimpangan apapun dari nilai-nilai tersebut berarti menolak syariah. Berdasarkan pada teks fiqh. Dia mengutip sejmlah tokoh Muslim seperti Jalal al-Din al-Suyūthi dan Ibn al-Qayyim alJauziyah. seperti perempuan sebagai pemimpin masyarakat. Isuisu mengenai kepemimpinan perempuan ditanggapi oleh tokoh-tokoh dari berbagai disiplin. Untuk mencapai tujuan ini. Untuk argumentasi ini. organisasi atau Negara. nilai-nilai tersebut sangat substansial dan harus dijelaskan secara detail. sejak itu. keadilan dan kebaikan. dia menganlisis peran perempuan dalam Islam. manusia dan masyarakat seperti dalam hukum keluarga. dia mengabdi di Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon Jawa Barat. fuqahâ harus hati-hati mempertimbangkan setiap keputusan hukum yang dilakukan dan bagaimana tujuan KH. Hussein memberikan contoh bagaimana perempuan bisa menjadi presiden. Kita tidak bisa menggunakan teks-teks lama untuk diterpkan pada setiap kondisi dan zaman. Hussein melihat bahwa kitab-kitab kuning adalah karya yang dibuat untuk menjawab persoalan-persoalan sosial pada masanya.) Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam. yang mengeluarkan pernyataan bahwa perempuan bisa menjadi presiden. Sebagaimana dikutip di atas. Dia memberi perhatian pada sejumlah persoalan seperti: hubungan manusia dengan Tuhan. Seperti Masdar. Pembahasan mengenai ini didasarkan pada hasil Muktamar NU pada tahun 1997. keputusan yang diambil tidak sesuai. Menggunakan fiqh untuk menjawab problem masyarakat sekarang tidak tepat. Ibnu al-Qayyim menegaskan. 36 119 .

Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushūl. I. lihat. Dalam kasus ini. 120 . Sekarang ini. Jadi. kita harus menjaga lima hal: agama(hifdh al-din). Mengenai hal ini. diskriminasi dalam bentuk baik itu jender. atau agama dan lainnya harus ditolak karena tidak dibenarkan dalam Islam. keturunan (hifdh al-nasl) dan harta (hifdh al-mal). vol.Husein Muhammad. ketika mereka menghadapi pilihan-pilihan social modern tertentu. Al-Ghazali. 2. Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. teks juga harus diterapkan. Beirut. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad. Yang paling penting adalah menekankan bagaimana Islam menghargai hak-hak asasi manusia dan bagaimana memandangnya. saya akan menganalisis bagaimana pemikiran feminis muslim dapat diwujudkan membantu memecahkan isu-isu ketidakadilan jender. Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender” merupakan sebuah karya kontemporer yang diberi kata pengantar oleh Andree Feillard. para fuqaha konservatif menyatakan bahwa tugas politik amar ma’ruf nahi munkar untuk laki-laki dan perempuan. penerapannya tidak mudah. statu suku. jiwa (hifdh al-nafs). seperti hak perempuan untuk menjadi presiden atau perenan perempuan dalam politik. Membicarakan isuisu perempuan tanpa melakukan aksi tidak efektif. Dalam bagian ini. Karya ini didedikasikan bagi orang-orang yang konsern dengan isu-isu perempuan. dia menjadi anggota komisi nasional untuk hak-hak perempuan dan mengajar di Pesantren Arjuwinangun Cirebon. feminisme atau isu-isu perempuan dalam kenyataan mempunyai akar dan tidak hanya dimiliki oleh para pemikir. 286. Menolak salah satu dari kelimanya ini adalah mafsadah (kejahatan).120 Meskipun umat Islam dengan setia memegangi lima hal tentang hak-hak dasar. etnis. Hussein merekonstruksi teks fiqh dengan ijtihad dengan berdasar pada usaha untuk menjawab persoalan perempuan dengan melakukan penelitian mengenai kitab kuning. al-Ghazali menyatakan bahwa untuk mewujudkan tujuan agama. 141. akal (hifdh al-aqal).40 tersebut diwujudkan. hlm. Aktivis Feminis Muslim Jika teks harus diinterpretasi ulang. KH. Dengan demikian. Karyanya yang berjudul “Fiqh Perempuan. Dâr Ihyâ at-Turats al-Arabî. hlm. Sungguh. Fiqh Perempuan.

Lies Marcoes-Natsir. vol. yang bermula pada tahun 1994. 94. Program ini menggunakan metode participatori Kalyanamitra adalah LSM Perempuan di Jakarta. Karirnya bermula ketika dia terlibat dalam berbagai riset mengenai tema-tema social. Pada tahun 1990 -1992. sebelum tamat dari IAIN Jakarta.123 Bermula tahun 1995 ketika P3M memberi perhatian pada Fiqh al-Nisa’. Studia Islamika. hlm. 4 number 2. P3M dan Program Fiqh al-Nisa Untuk Penguatan Hak-Hak Reproduksi Perempuan Tahun 1995-1997. Ketika perbincangan mengenai Islam dan isu-isu perempuan mengemuka pada tahun 1992 dia melanjutkan keterlibatannya dengan bergabung dengan P3M. Jakarta: diterbitkan oleh Ford Foundation . dia mengorganisir seminar nasional pertama yang mengambil tema isu-isu perempuan dan Islam. Fiqh al-Nisa’ adalah sebuah pendekatan didaktik baru dan mengambil pendekatan alternative mengenai hak-hak perempuan dalam istilah-istilah sekuler. dalam Van Bemmelen dkk. The Female Preacher as a Mediator in Religion. Pada tahun 1983. Kalyanamitra. buklet.121 Kemudian dia menerbitkan artikel pertamanya dalam bahasa Inggris The Female Preacher as a Mediator in Religion. fiqh al-Nisa’ mengadakan workshop dan mendata sejmlah pesantren untuk bergabung dengan program tersebut. Advocacy of Reproductive Rights in Indonesian Pesantren. IAIN Jakarta: 1997. Pada waktu itu. Untuk menfasilitasi dalam mengakat isu-isu. perempuan dan Islam di Indonesia.124 Dia tidak hanya sebagai tokoh utama dalam program tersebut. Setelah itu. 1992. tetapi dia juga menjadi tokoh kunci dalam setiap sesi pelatihan. Rosalia Sciortino dan Lies Macoes. hlm. Learning From Islam. dia bekerja untuk Martin van Bruinessen sebagai pembantu peneliti mengenai migrasi dan hubungannya dengan perubahan social. kerja sama antar Universitas Leiden dengan IAIN Jakarta. Dia dikenal sebagai seorang trainer. 124 Masdar F. 122 121 . 1997 hlm. 11.122 Masih tahun 1992. Hubungan antara pesantren dan P3M mengangkat kesadaran akan isu-isu kesehatan reproduksi perempuan di pedalaman Jawa dan Madura. 203-228. dia berperan sebagai coordinator dan trainer utama dalam program tersebut. Program terebut melibatkan masyarakat pesantren seperti Ibu Nyai dan santri. dia bekerja untuk Mies Grijn membantu meneliti pekerja perkebunan the di Jawa Barat.41 a. Mas’udi. Women and Mediation in Indonesia .. dia menulis artikel pertamanya yang diterbitkan di salah satu majalah terkemuka dengan judul Kisah Rakyat yang Gagal. Leiden: KITLV. 123 Lies Marcoes-Natsir & Syafiq Hasyim. Dia menyelesaikan S1 di IAIN Jakarta dan memperoleh gelar master di University of Amsterdam dalam bidang antropologi medis pada tahun 2000. dia secara resmi bergabung dengan divisi pelatiha Novib. Lies Marcoes Natsir Lies Marcoes Natsir lahir di Ciamis 17 February 1959.

isu-isu feminis. tetapi dia tetap aktif di berbagai LSM di Indonesia. Lebih lagi. Sangat tidak berarti membahas isu-isu perempuan tanpa mempraktekkannya. 13-14 Mei 1999. Dia terlibat dalam perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan di Yogyakarta selama dia belajar di kota ini. Setelah dia selesai studi. Kenyataannya. SI diperoleh dari IAIN Yogyakarta dan mendapat gelar master dari fakultas sosiologi UGM. dia memberikan kursus-kursus pelatihan jender pada berbagai kalangan.125 Dia membantu perjuangan perempuan dengan memberi asistensi mereka secara langsung. sebuah LSM yang membantu dan mendampingi korban kekerasan. ini brebeda dengan pendekatan-pendekatan lain yang ada dalam pesantren. selama kejatuhan rejim Soeharto. dia bergabung dengan INTERFIDEI dan dengan beberapa kawan dia mendirikan LSPAA. Dia membentuk forum diskusi mengenai isu-perempuan dan agama pada tahun 1982. Mendatangi para korban dan menenangkan mereka sangat penting. sehingga asistensi korban sangat relevan. b. dia juga menulis setidaknya sepuluh artikel di media internasional. Islam. sejumlah kerusuhan dan pemerkosaan terjadi di Indonesia. dan mengkoordinir proyek-proyek besar mengenai perempuan dan kesehatan reproduksi. Ketertarikannya terhadap isu kekerasan terhadap perempuan mengantarkan dia berkenalan dengan beberapa LSM di Jakarta. Setelah menyelesaikan studi. Dia menolak disebut sebagai pelopor pelatihan dalam hak-hak reproduksi perempuan dan Islam. Dia meninggalkan program tersebut ketika dia belajar ke Belanda.42 untuk membahas hak-hak reproduksi dan kesehatan seksual dari perspektif muslim. Dia juga mempunyai peran penting dalam menvisualisasikan mengenai pengaruh berbagai factor social yang saling terkait. ajaranajaran agama. Farha Ciciek Farha Ciciek lahir do Ambon 26 juni 1963. Dia sekarang menjabat sebagai konsultan Asia Foundation untuk program Islam dan masyarakat dan juga konsultan proyek air bersih bagi masyarakat miskin Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sebagai tambahan. pemecahan persoalan dan permainan simulasi. dan politik pada kesehatan reproduksi perempuan. Dia kemudian bergabung dengan Kalyanamitra. Tentu saja. dan gerakan Sebagaimana kita ketahui. 125 . workshop ini menarik para peserta karena programnya berupa kuliah yang diberikan oleh para ahli dan kelompok diskusi dengan permainan peran. dia tidak bergabung kembali dengan P3M atau Rahima.

budaya Indonesia tidak secara khusus terbuka untuk mengadu dan komplain bagi kekerasan domestik. Sister in Islam (Sis Forum Malaysia). seperti kekerasan seksual dan kekerasan rumah tangga. karena tanpa basis teoretis. Jakarta: Kapal Perempuan. sering dianggap sebagai urusan privat dalam keluarga.43 perempuan harus digabungkan untuk memecahkan persoalan perempuan sebagai inti dari perjuangan dan pemberdayaan mereka.128 Semenjak periode 90-an. p. Namun begitu.126 Ini semua sangat berguna untuk memperkuat gerakan perempuan. 2000 2) Perjalanan Merangkai Dunia Baru dalam Yanti Muchtar (ed. 126 . bukunya yang disusun untuk menolak kekerasan dalam keluarga. Yogyakarta: LSPAA. Pergulatan Lintas Agama. dia juga memulai membentuk pusat-pusat pengaduan perempuan atau tempat tinggal bagi para perempuan korban kekerasan. Kekerasan domestik. Hak-Hak Perempuan dalam Islam. dia menjelaskan bagaimana Negara seperti Belanda. Jakarta: PB Kopri. melalui usaha para aktivis perempuan di Indonesia. 127 Asghar Ali Engineer. Lihat juga. Namun demikian. 2000.127 Lebih lanjut. dia bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk Dua tulisannya telah diterbitkan seperti 1) Feminisme. dia menggantikannya di P3M. Gerakan Protes Terhadap Ketidakadilan Tatanan Jenis Kelamin in Perempuan dan Kekuasaan. Pada tahun 1999. khususnya ketika terjadi krisis ekonomi. learning from the prophet’s life” (Ikhtiar Mengatasi Kekerasan dalam Rumah Tangga. karena banyak pusat konsultasi peempuan telah ada. kekerasan yang dilakukan oleh suami dianggap sebagai hak laki-laki karena adanya kesalahan dalam memahami beberapa ayat dalam al. 1994. 128 See Triayaningtias dan Lies Marcos. Selanjutnya untuk partisipasi dalam sejumlah LSM dan memberikan asistensi terhadap para korban kekerasan. Lies Marcoes Natsir. Untuk melindungi para korban. Domestic Violence is a Crime. Sebagai kenyataan. Untuk mewujudkan ini. Belajar dari Kehidupan Rasulullah Saw) adalah modul bagi para aktivis yang berusaha menghapus kekerasan. Tahun V. “Efforts to overcome domestic violence. banyak kasus yang telah ditangani. Taufik Abdullah yang disebut di atas). melanjutkan studi ke Amsterdam. gerakan perempuan akan mengalami kegagalan (bandingkan dengan pernyataan sejarawan Indonesia. ketika coordinator fiqh al-Nisa P3M.) Pengalaman Perempuan. number 27 Agustus 1999. Biasanya. dan keadaan secara bertahap berubah.Qurân. “ Mendekatkan Teori and Realitas: Penangan Korban Kekerasan Rumah Tangga di Belanda: Sehat. 18 Maret 1996. 68. Surat untuk Editor. masih saja terdapat banyak kekerasan domestik di Indonesia. Pakistan dan Singapura telah mendirikan pusat-pusat pengaduan bagi perempuan dan tempat tinggal bagi para korban. dia terlibat juga dalam penulisan beberapa artikel dan buku. Dia telah menghadiri berbagai seminar dan workshop nasional dan internasional. di mana mayoritas korbanya adalah para isteri.

Wahyu harus di kontekstualisasikan melalui “ijtihad gender”131 sebagai tindak lanjut untuk menjelaskan bahwa tidak ada ajaran Islam yang bertentangan dengan akal dan perubahan. hlm. Tempat-tempat tersebut menyediakan perlindungan bagi kaum perempuan dari ancaman yang dilakukan oleh fihak-fihak tertentu sebelum mereka ke pengadilan. pada sisi lain. Ikhtiar Mengatasi Kekerasan dalam Rumah Tangga. Ini dapat dilihat sebagai saran dan nasehat psikologis sebagai pendekatan untuk memecahkan berbagai problem perempuan. mengajukan pendapat otentik mengenai isu-isu feminisme yang berseberangan dengan mainstream feminisme Indonesia.. Ini adalah efek yang ditimbulkan tidak hanya oleh sejumlah LSM. Belajar dari kehidupan Rasulullah saw. Ikhtiar Mengatasi Kekerasan dalam Rumah Tangga hlm. 130 . yang mengakibatkan ambiguitas status perempuan dalam bidang publik dan domestik. Pemikirannya mengenai isu-isu perempuan secara implisit menunjukkan bahwa feminis dapat dikenali melalui latar belakang pendidikan. Meskipun dia tidak menyediakan pendekatan teoretis terhadap feminisme. Banyak aliran metode pendekatan kaum feminis muslim Indonesia dapat diamati: a) Zakiyah membahas isu-isu perempuan didasarkan pada apa yang diamati di kliniknya.44 mendirikan pusat-pusat tersebut di sejumlah kota di Indonesia. lihat Farha Ciciek. sehingg tanggapan dia menimbulkan ketegangan dan jurang antara kaum feminis Indonesia dan juga kelompok-kelompok feminis muslim.129 Lima di antara mereka berada di sejumlah pesantren di Jakarta. dia melihat isu-isu tentang hak-hak perempuan melalui teksteks keagamaan. ijtihad adalah metode rekonstruksi fiqh yang popular. 21-46. 62 Farha Ciciek. karena dia juga mengkritisi teks-teks keagamaan dan menuduh para tokoh Islam yang menafsirkan 129 Untuk tempat-tempat tersebut. kebanyakan dari isu tersebut adalah persoalan rumah tangga. Penutup Tidak semua feminis muslim menggunakan metode penafsiran seperti metode Nasr atau penelitian Mernissi dalam menjelaskan detail. Nampak juga bahwa kecenderungan aliran feminis muslim Indonesia mempunyai karakteristik lokal yang berusaha untuk menjawab ketegangan antara wahyu dan akal. idealisme dan realisme. 1999.130 F. tetapi juga lembaga-lembaga lain. 131 Bagi para sarjana Muslim. Ratna. Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender.

tetapi juga kuatnya sistem patriakhal. kitab kuning harus perlakukan sebagai produk zamannya. Dalam penjelasan penelitian linguistic. Masdar Mas’udi menegaskan bahwa teks-teks keagamaan tidak dapat diterapkan untuk masa sekarang. Hussein Muhammad focus pada fiqh. meskipun kita menemukan bahwa Islam tidak mempunyai persoalan mengenai hal ini. Nasarudin Umar menegaskan bahwa setiap kata dalam al. khususnya bagaimana fiqh digunakan tanpa mempertimbangkan kondisi sekarang.Qurân tidak hanya mempunyai makna literal. Pendapat Ratna banyak dipengaruhi oleh statusnya sebagai perempuan kelas atas yang menjadikan dia konservatif. b) Wardah nampak mengakui bahwa teks-teks agama harus direkonstruksi untuk menyesuaikan dengan kondisi sekarang. sebaliknya. Sementara itu. Inilah mengapa dia tidak pernah terlihat membahas kesulitan yang dihadapi perempuan kelas bawah yang mempunyai pengalaman hidup yang keras. tidak ada ahli fiqh yang mengizinkan perempuan menjadi pemimpin. yang didasarkan pada penafsiran ayat dan hadits. Ada juga tokohtokoh muslim Indonesia yang mempunyai pandangan seperti dia. Dia menyimpulkan bahwa sampai sekarang. Kenyataannya. Meskipun dia tidak ahli dalam bidang agama. Ratna bukan satu-satunya perempuan yang mempertahankan konservatisme dan menolak reinterpretasi isu-isu perempuan. Dia menggunakan pendekatan antropologis untuk membahas isu-isu perempuan. Dia dengan jelas menyatakan. . Idenya bahwa ayat-ayat harus dibedakan menjadi qath’i dan dhanni adalah pendapat baru dan menunjukkan bagaimana fiqh terlihat tidak dinamis. Wardah menegaskan anggapan dasar bahwa agama sering digunakan untuk melegitimasi ketidak adilan atau bagaimana budaya yang mapan dapat mempengaruhi dan menentukan penafsiran mengenai tugas dan peran perempuan. tetapi kita harus melacak akarnya. Meskipun fiqh dapat dianggap memuat nilai-nilai lama. tidak ada pengarang kontemporer seperti Wahbah Zuhaily yang dapat diharapkan untuk mengkontekstualisasikannya.45 isu-isu perempuan mempunyai agenda tersendiri. keadilan untuk semua. tidak hanya karena kemiskinan. Sehingga. kita harus merekonstruksinya agar memperoleh pemahaman yang lebih baik sebagai sunstansi dari risalah agama.

dengan demikian. Farha Ciciek banyak terlibat dalam pendampingan berjuang melawan kekerasan domestic. Tanpa aksi.46 c) Menyimpulkan apa yang telah dilakukan oleh kaum feminis. . Para aktivis memerlukan justifikasi keagamaan. isu-isu perempuan hanya akan dikenali dalam lingkaran akademik saja dan tidak akan ada kontribusinya bagi perjuangan perempuan. Sungguh. penafsiran ulang tidak akan berguna untuk memecahkan persoalan-persoalan perempuan. para pemikir dan para aktivis harus saling bekerja sama. kita dapat mengelompokkan ke dalam dua pendekatan: Lies Marcoes cenderung untuk bergerak dalam bidang pelatihan pendidikan. tanpa aksi.

Hak-Hak Perempuan dalam Islam.Zakiah Daradjat”. 1999. Woman and Politics in the Thrid World. Mai Yamani. in Van Bemmelen et. Gerakan Alternatif Pemberdayaan Perempuan in Perempuan Indonesia.H. 355 Farha Ciciek. London: Ithaca. 1999.). Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender. 2001. Oxford: Basic Blackwell.V. 1997. Telaah Kitab ‘Uqud al-Lujjayn. “Analysing Woman in the Politics of the Third World”. 1994. A booklet. “Prof. 1.47 BIBLIOGRAFI Abdul Halim Soebahar and Hamdanah Utsman. Djakarta: 1959. 1999. Zakiah Daradjat. Arief Subhan. an Historical and Theological Enquiry. 1999. Tucson: The University of Arizona Press. no. “Approaches to Islam in Religious Studies. Jakarta: INIS. Membincang Feminisme. Jakarta: Department of information in Cooperation with The Office of The Minister of State for the Role of Woman Republic of Indonesia. in Marcoes-Natsir and J. in Haleh Afshar (ed). 1994. 1989. Aisha Bewley.Meuleman. “Agama Sebagai Terapi. Endah Triwijati. “The Female Preacher as a Mediator in Religion”.). 1993.H. Fazlurrahman.) Liberal Islam: A Sourcebook. 1996. Martin (ed. 1985. Georgina Waylen. Ikhtiar Mengatasi Kekerasan dalam Rumah Tangga. Lebih Dekat dengan Prof. Mansoer Fakih (ed. Karin Ask and Marit Tjomsland (eds. Lubâb al-Nuqul fi Asbâb al-Nuzūl. Jakarta: Gramedia. Lies Marcoes-Natsir & Syafiq Hasyim. Department of information in Co-operation with The Office of The Minister of State for the Role of Woman Republic of Indonesia. Women and Mediation in Indonesia. 2002. Fatima Mernissi. Contemporary Dimensions of Discourse on Gender Relations. New YorkOxford: Oxford University Press. Feminism and Islam legal and Literary perspective. Amina Wadud Muhsin. . Hak Reproduksi Perempuan dalam Pandangan Kyai. Belajar dari kehidupan Rasulullah saw. Yogyakarta: Ford Foundation–Universitas Gadjah Mada. Wajah Baru Relasi Suami –Istri. London: Routledge. “Analisis Buku-Buku tentang Wanita Islam yang Beredar di Indonesia”. Zaman Pemerintahan Ratja-Ratja Puteri di Atjeh 1641-1399. Forum Kajian Kitab Kuning (FK3). vol. Oxford: Berg. Ulama Perempuan Indonesia. Beirut: Maktabah ‘Asriyah. Jalal al-Suyūthi.Meuleman (eds. 1992. Yogyakarta: LKIS. LSM Perempuan Transformatif. Ulumul Quran. Women in Islam.) Wanita Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual: Kumpulan Makalah Seminar. Women and Islamization. Yogyakarta: LSPAA. The Women of Indonesia. Islam: The Empowering of Women. Jakarta: Ford Foundation.). 1991. Approaches to Islam in Religious Studies. 1998. Lies Marcoes-Natsir. 1996. Asghar Ali Engineer. J. al. Rentjong Atjeh Di Tangan Wanita. A Review Essay” in Richard C.Dr. Leiden: KITLV. London: Ta-Ha Publisher. 1996. p. Diskursus Gender Perspektif Islam. Iljas Sutan Pamenan. Surabaya: Risalah Gusti. “Quran and Woman” in Charles Kurzman (ed. Arief Subhan..Dr. Dulu dan Kini. P3M dan Program Fiqh al-Nisa Untuk Penguatan Hak-Hak Reproduksi Perempuan Tahun 1995-1997. Pendidik dan Pemikiran Ulama Perempuan Indonesia” in Jajat Burhanudin (ed.).

Norman Sullivan. Muhammad Shahrour. Qira’ah Fi Khiãâb al-Mar’ah. Membumikan Qur’an. 1999. Ulumul Quran.Surtiati Hidayat. V. Dawa’ir al-Khauf. Naqd al-Khitâb al-Dîny.Kristi Poerwandari and R. “Posisi Kaum Perempuan dalam Islam: Tinjauan dari Analisis Gender” in Membincang Feminisme. Rashid Rida. Bandung: Mizan. Kitab Rujukan Tentang Relasi Gender dalam Kosmologi dan Islam. 1996. Tania Modleski. Academic Proefschrift. Jakarta: Program Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia. 1999. 4 number 2. Nasaruddin Umar. Tafsir al-Manar. Amsterdam.48 Mansour Fakih. Conservatism. UVA. vol. Advocacy of Reproductive Rights in Indonesian Pesantren”. Modern Ideologies.A. “Sekapur Sirih”. Bandung: Mizan. ”Perempuan Di Dalam dan Di Luar Fiqih” in Membincang Feminisme. 1991. in Lily Zakiyah Munir (ed. Nasr Hamid Abu Zaid. London: J. Mas’udi. Zakiah Daradjat. 1999. Beirut: Al-Markaz al-Tsaqafi al-‘Arabi.) Memposisikan Kodrat. No. Surabaya: Risalah Gusti.M. 1996. Zakiah Daradjat. 1990. Wardah Hafidz. “Perkembangan Gerakan Wanita di Indonesia” in Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini (Mayling Oey-Gardiner and her associates). Rosalia Sciortino and Lies Macoes. 1994. New York & London: Routledge. 1995. Damascus: Al-Ahali li-al-Taba’ wa-al-Nashr wa al-Tauzia’a. 5 & 6. “Tokoh Ibu. Cairo: Matba’ al-Manar. New York: Routledge. “Peran Ganda dan Kepemimpinan Perempuan”. 1999 Saskia Wieringa. 1995. Ratna Megawangi. Dent and Sons LTD. “Feminisme Sebagai Counter-Culture”. no. Feminism Without Women. 2000. Men Doing Feminism. 1999. Studia Islamika. Masdar F. Noel O’Sullivan. Emansipasi dan Ketahanan Keluarga”. Cairo: Maktabah Madbūly. 1992. Feminism in Indonesia: An Analysis of the “Stepping Stones Project” in E. Ratna Megawangi. Bandung: Mizan. . vol. Ishkâliyât al-Qirâah wa Aliyyâh al-Ta’wil. 1367. 1998. Jakarta: Bulan Bintang. VI. “Learning From Islam. “Gender and Politics in Indonesia” in Maila Stivens (ed). 1974. 1996. Monash Paper on Southeast Asia No. Kompas. Why Gender Matters in Southeast Asian Politics. Diskursus Gender Perspektif Islam.H. Menakar Harga Perempuan. The Tao of Islam. Nasr Hamid Abu Zaid. Nasr Hamid Abu Zaid. Tita Marlita and Marilyn Porter. “Teologi Menstruasi. The Indonesian Women’s Movement and Gerwani Until the New Order State. IAIN Jakarta. 1995. Membiarkan Berbeda. Beirut: Al-Markaz al-Tsaqafi al-‘Arabi. Wardah Hafidz.). in Sachiko Murata. 1993. 1997.23. Antara Mitologi dan Kitab Suci”. Ratna Megawangi. 1976. Bandung: Mizan. Syu’bah Asa. culture and criticism in a “ Postfeminist” Age. Quraish Shihab. Al-Kitâb wa al-Quran: Qira’a al-Mu’aßira. Bandung: Mizan. Tom Digby. Perempuan Indonesia dalam Masyarakat yang Tengah Berubah. The Politicization of Gender Relations in Indonesia. Syafiq Hasyim (ed. Sekarang dan Sumbangannya kepada Transformasi Bangsa” in Dinamika Gerakan Perempuan di Indonesia. December 12.2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ketenangan dan Kebahagian Dalam Keluarga. Ulumul Quran. vol. Sukanti Suryochondro. ”Gerakan Perempuan Dulu. Diskursus Gender Perspektif Islam.