GERAK LURUS BERATURAN Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus beraturan jika kecepatannya selalu konstan.

Kecepatan konstan artinya besar kecepatan alias kelajuan dan arah kecepatan selalu konstan. Karena besar kecepatan alias kelajuan dan arah kecepatan selalu konstan maka bisa dikatakan bahwa benda bergerak pada lintasan lurus dengan kelajuan konstan. Misalnya sebuah mobil bergerak lurus ke arah timur dengan kelajuan konstan 10 m/s. Ini berarti mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 10 meter setiap sekon. Karena kelajuannya konstan maka setelah 2 sekon, mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 20 meter, setelah 3 sekon mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 30 meter dan seterusnya bandingkan dengan gambar di samping. Perhatikan besar dan arah panah. Panjang panah mewakili besar kecepatan alias kelajuan, sedangkan arah panah mewakili arah kecepatan. Arah kecepatan mobil = arah perpindahan mobil = arah gerak mobil. Perhatikan bahwa ketika dikatakan kecepatan, maka yang dimaksudkan adalah kecepatan sesaat. Demikian juga sebaliknya, ketika dikatakan kecepatan sesaat, maka yang dimaksudkan adalah kecepatan. Ketika sebuah benda melakukan gerak lurus beraturan, kecepatan benda sama dengan kecepatan rata-rata. Kok bisa ya ? yupz. Dalam gerak lurus beraturan (GLB) kecepatan benda selalu konstan. Kecepatan konstan berarti besar kecepatan (besar kecepatan = kelajuan) dan arah kecepatan selalu konstan. Besar kecepatan atau kelajuan benda konstan atau selalu sama setiap saat karenanya besar kecepatan atau kelajuan pasti sama dengan besar kecepatan rata-rata. Bingun ? pahami contoh berikut Ketika ulangan fisika pertama, saya mendapat nilai 10. Ulangan fisika kedua, saya mendapat nilai 10. Berapa nilai rata-rata ? nilai rata-rata = (10 + 10) / 2 = 20/2 = 10 Nilai fisika anda selalu 10 jadi rata-ratanya juga 10. Demikian halnya dengan benda yang bergerak dengan kelajuan konstan. Kelajuan benda selalu konstan atau selalu sama sehingga kelajuan rata rata juga sama. Kalau benda bergerak dengan kelajuan konstan 10 m/s maka kelajuan rata-ratanya juga 10 m/s. < ![endif]--> Grafik Gerak Lurus Beraturan Grafik sangat membantu kita dalam menafsirkan suatu hal dengan mudah dan cepat. Untuk memudahkan kita menemukan hubungan antara Kecepatan, perpindahan dan wakt tempuh maka u akan sangat membantu jika digambarkan grafik hubungan ketiga komponen tersebut.

Grafik Kecepatan terhadap Waktu (v-t)

Berdasarkan grafik di atas, tampak bahwa besar kecepatan bernilai tetap pada tiap satuan waktu. Besar kecepatan tetap ditandai oleh garis lurus, berawal dari t = 0 hingga t akhir. Contoh : perhatikan grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) di bawah ini

Besar kecepatan benda pada grafik di atas adalah 3 m/s. 1, 2, 3 dstnya adalah waktu tempuh (satuannya detik). Amati bahwa walaupun waktu berubah dari 1 detik sampai 5, besar kecepatan benda selalu sama (ditandai oleh garis lurus). Bagaimana kita mengetahui besar perpindahan benda melalui grafik di atas ? luas daerah yang diarsir pada grafik di atas sama dengan besar perpindahan yang ditempuh benda. Jadi, untuk mengetahui besarnya perpindahan, hitung saja luas daerah yang diarsir. Tentu saja satuan perpindahan adalah satuan panjang, bukan satuan luas. Dari grafik di atas, v = 5 m/s, sedangkan t = 3 s. Dengan demikian, besar perpindahan yang ditempuh benda = (5 m/s x 3 s) = 15 m. Cara lain menghitung besar perpindahan adalah menggunakan persamaan GLB. s = v t = 5 m/s x 3 s = 15 m. Persamaan GLB yang kita gunakan untuk menghitung besar perpindahan di atas berlaku jika gerakan benda memenuhi grafik tersebut. Pada grafik terlihat bahwa pada saat t = 0 s, maka v = 0. Artinya, pada mulanya benda diam, baru kemudian bergerak dengan kecepatan sebesar 5 m/s. Padahal dapat saja terjadi bahwa saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak, sehingga benda telah memiliki posisi awal s0. Untuk itu lebih memahami hal ini, pelajari grafik di bawah ini. Grafik Perpindahan terhadap Waktu (x-t) Grafik posisi terhadap waktu, di mana posisi awal x0 berhimpit dengan titik acuan nol.

Pada saat t = 1 s. besar perpindahan y ditempuh ang oleh benda = 4 m. Anda jangan bingung dengan kemiringan garis yang mewakili kecepatan. di mana posisi awal x0 tidak berhimpit dengan titik acuan nol. Berdasarkan hal ini dapat kita simpulkan bahwa benda bergerak dengan kecepatan konstan sebesar 2 m/s. Contoh : Perhatikan contoh grafik posisi terhadap waktu (x t) di bawah ini Bagaimanakah cara membaca grafik ini ? Pada saat t = 0 s. besar perpindahan yang ditempuh oleh benda = 6 m dan seterusnya. Grafik posisi terhadap waktu. Berapa jarak tempuh pesawat setelah 1 jam ? tentukan kecepatan pesawat dan jarak yang ditempuh pesawat setelah 30 menit Pembahasan : . besar perpindahan yang ditempuh oleh benda = 2 m. Pada saat t = 3 s. Pada saat t = 2 s. terbang dengan kecepatan konstan 100 km/jam ke arah timur.Makna grafik di atas adalah bahwa besar kecepatan selalu tetap. makin besar juga nilai t sehingga hasil perbandingan x dan y selalu sama. besar perpindahan yang ditempuh oleh benda = x = 0. Contoh soal 1 : Sebuah pesawat. Makin besar nilai x.

Berapa kelajuan burung merpati setelah 2 jam ? Pembahasan : Burung merpati terbang sejauh 50 km setiap 1 jam = 50 km per jam = 50 km/jam. berapa waktu yang diperlukan kedua mobil tersebut untuk bertemu ? Pembahasan : Sebelum bertemu. Kecepatan pesawat setelah 30 menit ? pesawat bergerak ke timur karenanya arah gerakan pesawat = arah kecepatan pesawat = ke timur. mobil bergerak sejauh 10 km Jadi selang waktu yang dibutuhkan mobil untuk menempuh jarak 10 km = 15 menit. Contoh soal 4 : Dua mobil saling mendekat pada lintasan lurus paralel. Ini berarti mobil bergerak sejauh 40 km setiap jam (1 jam = 60 menit) Setelah 60 menit. Besar kecepatan alias kelajuan pesawat selalu konstan. Setelah 2 jam. Ini berarti pesawat bergerak sejauh 100 km setiap jam. pesawat bergerak sejauh 100 km. Mobil bergerak sejauh 40 km dalam 30 menit . Contoh soal 3 : Seekor burung merpati terbang lurus sejauh 50 km setiap 1 jam. Setelah 1 jam. Kelajuannya berapa ? kelajuannya tetap50 km/jam. mobil bergerak sejauh 40 km Setelah 30 menit. burung merpati terbang sejauh 100 km. Ini berarti kedua mobil bergerak sejauh 80 km setiap jam atau mobil bergerak sejauh 80 km setiap 60 menit (1 jam = 60 menit) Mobil bergerak sejauh 80 km dalam 60 menit. Contoh soal 2 : Sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kelajuan konstan 40 km/jam. Tentukan selang waktu yang dibutuhkan mobil untuk menempuh jarak 10 km Pembahasan : Mobil bergerak dengan kelajuan konstan 40 km/jam. Kedua mobil bergerak dengan laju tetap 80 km/jam. Masing-masing mobil bergerak dengan laju tetap 80 km/jam. mobil bergerak sejauh 20 km Setelah 15 menit.Kelajuan pesawat 100 km/jam. Jika pada awalnya jarak antara kedua mobil tersebut 20 km. karenanya kelajuan pesawat setiap saat selalu 100 km/jam. kedua mobil bergerak pada lintasan lurus sejauh 10 km.

Percepatan merupakan besaran vektor (besaran yang mempunyai besar dan arah).5 menit. Kita bisa mengatakan bahwa mobil mengalami percepatan konstan sebesar 2 m/s per sekon = 2 m/s2. kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan. Setelah 2 detik mobil bergerak dengan kelajuan 4 m/s. maka kita bisa mengatakan bahwa kedua mobil bertemu setelah bergerak selama 7. sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan. mobil bergerak dengan kelajuan 2 m/s. Contoh 1 : Besar percepatan konstan (kelajuan benda bertambah secara konstan) Misalnya mula-mula mobil diam.5 menit. Setelah 3 detik mobil bergerak dengan kelajuan 6 m/s. Demikian juga sebaliknya jika arah percepatan suatu benda selalu konstan tetapi besar percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan. Ketika kelajuan benda berkurang secara konstan. Contoh 2 : Besar perlambatan konstan (kelajuan benda berkurang secara konstan) . kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan. Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap sa Walaupun besar at. 7. Untuk gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus).5 menit. Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda pasti bergerak pada lintasan lurus. percepatan suatu benda selalu konstan tetapi jika arah percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan.5 menit = 7.Mobil bergerak sejauh 20 km dalam 15 menit. Karena pada awalnya jarak antara kedua mobil = 20 km. Setelah 4 detik mobil bergerak dengan kelajuan 8 m/s. Salah satu mobil bergerak sejauh 10 km dalam 7. Mobil bergerak sejauh 10 km dalam 7. Setelah 1 detik.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan.5 (60 s) = 450 sekon GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) jika percepatannya selalu konstan. salah satu mobil bergerak sejauh 10 km dalam 7.5 menit. Dan seterusnya Tampak bahwa setiap detik kelajuan mobil bertambah 2 m/s. Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus.

Nah. Penurunan Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Rumus dalam fisika sangat membantu kita dalam menjelaskan konsep fisika secara singkat dan praktis. he2 . Setelah 2 detik benda bergerak dengan kelajuan 6 km/jam. Pahami perlahan-lahan ya . arah percepatan = arah percepatan ratarata. banyak situasi praktis terjadi ketika percepatan konstan/tetap atau mendekati konstan. di mana perubahan kecepatannya terjadi secara teratur. baik ketika hendak bergerak dari keadaan diam maupun ketika hendak berhenti. . Jika sudah paham. Setelah 1 detik. Dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit ditemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan. telah disebutkan bahwa dalam GLBB. Setelah 5 detik benda berhenti. Pahami saja konsepnya. Pada penjelasan di atas. dengan demikian percepatan sesaatnya tetap. walaupun demikian. Setelah 4 detik benda bergerak dengan kelajuan 2 km/jam. Jadi besar percepatan = besar percepatan rata-rata. Jadi cobalah untuk mencintai rumus. bukan kecepatan ). Bisa ya ? ingat bahwa percepatan benda tersebut tetap setiap saat. Kita bisa mengatakan bahwa benda mengalami perlambatan konstan sebesar 2 km/jam per sekon. Sekarang kita coba menurunkan rumus-rumus dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). anda tidak boleh menghafal rumus. (kalau di GLB. dalam gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Demikian juga sebaliknya. percepatan benda selalu konstan setiap saat. Tampak bahwa setiap detik kelajuan benda berkurang 2 km/jam. Setelah 3 detik benda bergerak dengan kelajuan 4 km/jam. Hafal rumus akan membuat kita cepat lupa dan sulit menyelesaikan soal yang bervariasi . Nah. maka kita bisa mengatakan bahwa percepatan sesaat dan percepatan rata-ratanya sama. Percepatan rata -rata sama dengan percepatan sesaat karena baik percepatan awal maupun percepatan akhirnya sama.Misalnya mula-mula benda bergerak dengan kelajuan 10 km/jam. maka yang dimaksudkan adalah percepatan sesaat. kalau percepatan benda tersebut tetap sejak awal benda tersebut bergerak. karenanya percepatan benda sama dengan percepatan rata-ratanya. benda bergerak dengan kelajuan 8 km/jam. maka anda akan mengetahui dan memahami cara penurunan rumus tersebut. yang tetap adalah kecepatan). di mana selisih antara percepatan awal dan akhir sama dengan nol. ketika dikatakan percepatan sesaat. Perhatikan bahwa ketika dikatakan percepatan. yaitu jika percepata tidak berubah n terhadap waktu (ingat bahwa yang dimaksudkan di sini adalah percepatan tetap. sekarang kita mulai menurunkan rumus-rumus alias persamaan-persamaan. percepatan benda tetap atau konstan alias tidak berubah. Demikian juga. maka yang dimaksudkan adalah percepatan. Dalam fisika.

Karena pada saat t0 benda belum bergerak maka kita bisa mengatakan t0 (waktu awal) = 0. sekarang kita obok2 persamaan di atas .Pada pembahasan mengenai percepatan. jika diketahui percepatannya (sekali lagi ingat bahwa percepatan tetap). Selanjutnya. kita telah menurunkan persamaan alias rumus percepatan rata-rata. kita telah menurunkan persamaan kecepataan rata -rata Untuk mencari nilai x. Jangan dihafal. pahami saja cara penurunannya dan rajin latihan soal biar semakin diingat . kecepatan awal (v0) dan percepatan (a). untuk menentukan kecepatan benda pada waktu tertentu apabila percepatannya diketahui. persamaan di atas kita tulis ulang menjadi : < ![endif]--> . mari kita kembangkan persamaan di atas (persamaan I GLBB) untuk mencari persamaan yang digunakan untuk menghitung posisi benda setelah waktu t ketika benda tersebut mengalami percepatan tetap. persamaan percepatan yang kita turunkan di atas dapat digunakan untuk menyatakan persamaan yang menghubungkan kecepatan pada waktu tertentu (vt). t adalah waktu akhir. Untuk itu. Nah sekarang persamaan berubah menjadi : < ![endif]--> < ![endif]--> Satu masalah umum dalam GLBB adalah menentukan kecepatan sebuah benda pada waktutertentu. Pada pembahasan mengenai kecepatan. Jika dibalik akan menjadi Ini adalah salah satu persamaan penting dalam GLBB. di mana < ![endif]--> t0 adalah waktu awal ketika benda hendak bergerak.

Jika benda mulai bergerak pada titik acuan = 0 (atau x0 = 0).Karena pada GLBB kecepatan rata-rata bertambah secara beraturan. Kita tulis kembali persamaan a : < ![endif]--> Persamaan ini digunakan untuk menentukan posisi suatu benda yang bergerak dengan percepatan tetap. Kita tulis lagi persamaan a : < ![endif]--> . maka persamaan 2 dapat ditulis menjadi < ![endif]--> x = vot + ½ at2 Sekarang kita turunkan persamaan/rumus yang dapat digunakan apabila t (waktu) tidak diketahui. maka kecepatan rata-rata akan berada di tengah-tengah antara kecepatan awal dan kecepatan akhir : < ![endif]--> Persamaan ini berlaku untuk percepatan konstan dan tidak berlaku untuk gerak yang percepatannya tidak konstan.

percepatan dan waktu. antara lain : < ![endif]--> Persamaan di atas tidak berlaku jika percepatan tidak konstan. percepatan (a) = 4 m/s dan waktu tempuh (t) = 2.5 sekon. kecepatan.< ![endif]--> Terdapat empat persamaan yang menghubungkan posisi. jika percepatan (a) konstan. maka kita menggunakan persamaan/rumus . yang diketahui adalah kecepatan awal (v0) = 20 m/s. Contoh soal 1 : Sebuah mobil sedang bergerak dengan kecepatan 20 m/s ke utara mengalami percepatan tetap 4 m/s2 selama 2.5 sekon. Tentukan kecepatan akhirnya Panduan jawaban : Pada soal. percepatan dan waktu tempuh dan yang ditanyakan adalah kecepatan akhir. Karena yang diketahui adalah kecepatan awal.

yaitu kecepatan awal (v0). kamu harus pake logika juga. Contoh soal 3 : Sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan 60 km/jam. He2 Santai saja. Ini berarti setelah pengereman. S0 = 0. Perhatikan bahwa yang ditanyakan adalah jarak yang masih ditempuh setelah pengereman dilakukan. PAKE RUMUS GAWAT DARURAT. Bingung.0 s. yang diketahui Cuma dua . Berapa panjang lintasan yang dilalui pesawat selama itu ? < ![endif]--> Panduan Jawaban Yang diketahui adalah percepatan (a) = 2 m/s2 dan waktu tempuh 30. Ada satu hal yang tersembunyi. Yang ditanyakan pada soal itu adalah panjang lintasan yang dilalui pesawat.0 s sebelum tinggal landas. Berarti v0 = 0. Sebelum bergerak. tolooooooooooooooooong dong ding dong pake rumus yang mana. sopir menginjak pedal rem sehingga mobil mendapat perlambatan (percepatan yang nilainya negatif) 8 m/s2. Karena semua telah diketahui maka kita langsung menghitung panjang lintasan yang ditempuh pesawat : s = 0 + (0)(30 s) + ½ (2 m/s2)(30 s)2 s= LanjuTkaN! < ![endif]--> s = 900 m. karena pesawat bergerak dari titik acuan nol. Kalau ada soal seperti itu. Tulis dulu persamaannya (hal ini membantu kita untuk mengecek apa saja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal tersebut) s = so + vot + ½ at2 < ![endif]--> Pada soal di atas. berapa jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman dilakukan ? Panduan jawaban : Untuk menyelesaikan soal ini dibutuhkan ketelitian dan logika. pesawat itu pasti diam.Contoh soal 2 : 2 Sebuah pesawat terbang mulai bergerak dan dipercepat oleh mesinnya 2 m/s selama 30. wah gawat. . karena ada rintangan.

vo dan a. 60 km/jam = 16. maka kita menggunakan persamaan < ![endif]--> Dengan demikian. dengan demikian kecepatan akhir mobil (vt) = 0. jarak yang masih ditempuh mobil setelah pengereman hingga berhenti = 17. Pertama. grafiknya berbentuk garis lurus miring ke atas melalui titik acuan O(0.67 m/s ). seperti pada gambar di . perlambatan (percepatan yang bernilai negatif) yang dialami mobil = -8 m/s2. grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis lurus horisontal.0). dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. sedangkan yang ditanyakan adalah s (t tidak diketahui). Oleh karena itu. karena yang diketahui adalah vt. maka kecepatan awal (v0) mobil = 60 km/jam (dikonversi terlebih dahulu menjadi m/s. yang sejajar dengan sumbuh t.36 meter (yang ditanyakan adalah jarak(besaran skalar)) GRAFIK GLBB Grafik percepatan terhadap waktu Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan percepatan tetap.mobil tersebut berhenti. karena kita menghitung jarak setelah pengereman. lihat grafik a t di bawah < ![endif]--> Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Percepatan Positif Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t).

< ![endif]--> . < ![endif]--> Kedua.bawah ini. jika kecepatan awal (v0) tidak nol. grafik dimulai dari v0. Persamaan matematis y = mx + n menghasilkan grafik y terhadap x ( y sumbu tegak dan x sumbu datar) seperti pada gambar di bawah. tetapi untuk t = 0. kita sudah belajar mengenai grafik seperti ini. Grafik ini berlaku apabila kecepatan awal (v0) = 0. atau dengan kata lain benda bergerak dari keadaan diam. lihat gambar di bawah < ![endif]--> Nilai apa yang diwakili oleh garis miring pada grafik tersebut ? Pada pelajaran matematika SMP. grafik v-t tetap berbentuk garis lurus miring ke atas.

grafik x t berbentuk parabola terbuka ke atas. Berdasarkan kemiripan ini. yakni x = xo + vot + ½ at2 < ![endif]--> Kedudukan (x) merupakan fungsi kuadrat dalam t. sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini. jika kemiringan grafik y x sama dengan m. . maka kita dapat mengatakan bahwa kemiringan grafik v-t sama dengan a. < ![endif]--> Jadi kemiringan pada grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) menyatakan nilai percepatan (a).Kemiringan grafik (gradien) yaitu tangen sudut terhadap sumbu x positif sama dengan nilai m dalam persamaan y = n + m x. grafik x t berbentuk parabola. < ![endif]--> Grafik Kedudukan Terhadap Waktu (x-t) Persamaan kedudukan suatu benda pada GLBB telah kita turunkan pada awal pokok bahasan ini. Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Perlambatan Contoh grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk perlambatan dapat anda lihat pada gambar di bawah ini. Persamaan y = n + mx mirip dengan persamaan kecepatan GLBB v = v0 + at. Untuk nilai percepatan positif (a > 0). dengan demikian.

5 x2 = 4t3 + 8t² + 6t 5 = 4(2.125) + 8(0. grafik x t akan berbentuk parabola terbuka ke bawah. di mana benda mengalami perlambatan.he. Berapa kecepatan rata-rata pada t0.625) + 8(6.5) 5 = 4(15.5 + 2 + 3 5 = 0.. 1. Berapa kecepatan sesaat pada t 2 b...5 b. x(t ) = 4t3 + 8t² + 6t 5 a.5 x1 = 4t3 + 8t² + 6t 5 = 4(0. Berapa percepatannya ratanya.salam gbu Panduan jawaban : a) Kecepatan rata-rata pada t = 0.5)² + 6(2..25) + 6(0.5)3 + 8(0.5)3 + 8(2.5 dan t 2.5) 5 = 0.5) 5 = 4(0.he.5)² + 6(0.< ![endif]--> Apabila percepatan bernilai negatif (a < 0)..25) + 6(2.5) 5 .he. Pertanyaan piter : Tolong kasih penjelan untuk soal ini yach.he.5 < ![endif]--> t1 = 0.5 dan t = 2.5 dan t2 = 2.? Terimakasih.

Kenyataan yang terjadi. lezat. Biasa aja Jika kita amati secara sepintas.5 + 50 + 15 5 = 122. kita sering melihat atau menemui benda yang mengalami gerak jatuh bebas. Apa hubungannya ? silahkan dibaca terus. manis dan bergizi jatuh dari pohonnya. t1 dan t2 berapa ? Masukan saja nilai t1 dan t2 ke dalam persamaan v1 dan v2. Bagaimana membuktikan bahwa benda yang mengalami gerak . sehingga tidak pusing. Alasan ini menyebabkan gerak jatuh bebas termasuk contoh umum GLBB. Setelah itu cari arata-rata. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai anda. gerak benda yang d ijatuhkan dari ketinggian tertentu atau bahkan gerak manusia yang jatuh dari atap rumah (he2 . Apa yang anda amati ketika melihat benda melakukan gerak jatuh bebas ? misalnya ketika buah mangga yang sangat enak. eh selamat belajar pokok bahasan Gerak Jatuh Bebas. GERAK JATUH BEBAS Dalam kehidupan sehari-hari. selamat belajar jatuh bebas.). benda yang mengalami gerak jatuh bebas seolah-olah memiliki kecepatan yang tetap atau dengan kata lain benda tersebut tidak mengalami percepatan.5 < ![endif]--> b) Kecepatan sesaat pada t = 2 v = 3(4t2) + 2(8t) + 6 v = 12t2 + 16t + 6 v = 12 (2)2 + 16(2) + 6 v = 48 + 32 + 6 v = 86 Kecepatan sesaat pada t = 2 adalah 86 c) Berapa percepatan rata-ratanya ? < ![endif]--> v1 = 12t12 + 16t1 + 6 v2 = 12t22 + 16t2 + 6 De piter. mengapa benda mengalami gerak jatuh bebas ? Gerak Jatuh Bebas alias GJB merupakan salah satu contoh umum dari Gerak Lurus Berubah Beraturan. setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. misalnya gerak buah yang jatuh dari pohon.= 62. masuk angin atau mual-mual selama proses pembelajaran ini .

Pembuktian secara matematika akan saya jelaskan pada penurunan rumus di bawah.. coba kita jatuhkan dua buah batu dari ketinggian yang sama. berat atau ringan. percepatan benda jatuh bebas bergantung pada ketinggian alias kedudukan benda terhadap permukaan tanah. Ayo ngaku . hal ini menunjukkan bahwa adanya pertambahan laju atau percepatan pada gerak batu tersebut saat jatuh ke tanah. Galileo menegaskan bahwa semua benda. lihatlah ke bawah) Lakukanlah percobaan berikut ini. di mana batu yang satu lebih besar dari yang lain. hakekat gerak benda jatuh merupakan bahan pembahasan yang sangat menarik dalam ilmu filsafat alam. benda ringan seperti selembar kertas yang dipegang horisontal pun akan jatuh dengan percepatan yang sam a seperti benda yang lain. dimana ketinggian kedua paku tersebut sama terhadap permukaan tanah. Tancapkan dua paku di tanah yang lembut. Apa yang berpengaruh terhadap gerak jatuh bebas pada batu atau kertas ? Gaya gesekan udara ! hambatan atau gesekan udara sangat mempengaruhi gerak jatuh bebas. jika dibandingkan dengan batu dan kertas yang kita jatuhkan tadi. Galileo yakin bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk benda-benda yang sangat ringan yang memiliki permukaan yang luas. semakin besar laju batu tersebut saat hendak menyentuh permukaan tanah. benda yang kedudukannya lebih tinggi terhadap permukaan tanah akan memerlukan waktu lebih lama untuk sampai pada permukaan tanah dibandingkan dengan benda yang kedudukannya lebih rendah. Dengan demikian. Anda dapat membuktikan sendiri dengan melakukan percobaan di atas. percepatan atau pertambahan kecepatan benda saat jatuh bebas bergantung juga pada lamanya waktu. Misalnya kita menjatuhkan selembar kertas dan sebuah batu dari ketinggian yang sama. pernah mengatakan bahwa benda yang beratnya lebih besar jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan.Galileo mendalilkan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apa tidak ada udara atau hambatan bila lainnya. sabar Pada masa lampau. Hasil yang kita amati menunjukkan bahwa batu lebih dahulu menyentuh permukaan tanah/lantai dibandingkan kertas. Selanjutnya. Kita dapat melihat hal ini dari salah satu persamaan GLBB di bawah. . Sekarang. Walaupun demikian.jatuh bebas mengalami percepatan tetap ? secara matematis akan kita buktikan pada pembahasan Penurunan persamaan Jatuh Bebas (tuh. Kita juga dapat melakukan percobaan dengan menjatuhkan batu dan kertas yang berb entuk gumpalan. ternyata kedua batu tersebut menyentuh permukaan tanah hampir pada saat yang bersamaan. Anda akan melihat bahwa paku yang dijatuhi batu dengan ke tingian lebih tinggi tertancap lebih dalam dibandingkan paku yang lain. Mungkin sebelum belajar pokok bahasan ini. Di baca terus ya. Ia menunjukkan bahwa untuk sebuah benda yang jatuh dari keadaan diam. yang menganggap bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan dan bahwa laju jatuhnya benda tersebut sebanding dengan berat benda tersebut. Semakin tinggi kedudukan batu terhadap permukaan tanah. jarak yang ditempuh akan sebanding dengan kuadrat waktu. paling tidak jika tidak ada udara. Tetapi pada banyak keadaan biasa. jatuh dengan percepatan yang sama. jatuhkan sebuah batu (sebaiknya batu yang permukaannya datar dengan ketinggian yang berbeda pada masing-masing ) paku. anda juga berpikiran demikian. Aristoteles. hambatan udara ini bisa diabaikan. Pendapat aristoteles ini mempengaruhi pandangan orang-orang yang hidup sebelum masa Galileo. Di samping itu. Pada suatu ruang di mana udara telah diisap. Galileo adalah orang pertama yang menurunkan hubungan matematis.

eh Gerak Jatuh Bebas bahwa massa benda tidak mempengaruhi laju jatuh benda..Sumbangan Galileo yang khusus terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda jatuh. semua benda jat h u dengan percepatan konstan yang sama. Kita menyebut percepatan ini sebagai percepatan yang disebabkan oleh gravitasi pada bumi dan memberinya simbol g. menggantikan x atau s. kita menggunakan rumus/persamaan GLBB. persamaan Gerak Jatuh Bebas tampak seperti pada kolom kanan tabel. anda telah saya gombali untuk membuktikan secara matematis konsep Gerak Jatuh Bangun. tuh colokin tangan ke komputer biar pemanasan (piss . setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. Penggunaan y positif atau y negatif pada arah ke atas atau ke bawah tidak menjadi masalah asal kita harus konsisten selama menyelesaikan soal. sehingga kita menggantikan a dengan g. Persamaan Gerak Jatuh Bebas Selama membahas Gerak Jatuh Bebas. Dalam satuan Inggris alias British.8 m/s2. dapat dirangkum sebagai berikut : Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan udara. semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium batu dan deb Masih ingat ga? u. Demikian pula. semakin tinggi kedudukan benda dari permukaan tanah. semakin lama waktu yang dibutuhkan benda untuk jatuh. yang telah dijelaskan pada pokok bahasan GLBB (dibaca dahulu pembahasan GLBB biar nyambung). Di samping itu. besar g kira-kira 32 ft/s2. semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium tanah. Kita menggantikan x atau s (pada persamaan glbb) dengan y. rumus-rumus Gerak Jatuh Bebas yang telah diturunkan diatas. Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. Gawat kalo belajar sambil tiduran. Pembuktian Matematis Pada penjelasan panjang lebar di atas. kita tulis kembali untuk pembuktian matematis. Percepatan yang dialami benda ketika jatuh bebas adalah percepatan gravitasi. Kita juga bisa menggunakan h. Dengan demikian. Besarnya kira-kira 9. Percepatan yang disebabkan oleh gravitasi adalah percepatan sebuah vektor dan arahnya menuju pusat bumi. Kedudukan awal benda kita tetapkan y0 = 0 untuk t = 0. karena benda bergerak vertikal.) Sekarang. vy = vyo + gt y = vyot + ½ gt2 vy2 = vyo2 + 2gh Persamaan 1 Persamaan 2 Persamaan 3 .

seperti buah mangga yang jatuh dengan sendirinya tanpa diberi kecepatan awal. kecepatan buah mangga tersebut selalu berubah terhadap waktu atau dengan kata lain setiap satuan waktu kecepatan gerak buah mangga bertambah. Karena g bernilai tetap (9. maka persamaan 3 berubah menjadi : vy2 = 2gh Dari persamaan ini tampak bahwa besar/nilai kecepatan dipengaruhi oleh jarak atau ketinggian (h) dan percepatan gravitasi (g). Pembuktian Nol Setelah mengamati rumus di atas.Amati rumus-rumus di atas sampai puas.8 m/s2). Alasan ini yang menyebabkan Gerak Jatuh Bangun termasuk GLBB.8 m/s2). maka terdapat kecepatan awal. Jika dilepaskan maka kecepatan awal alias v0 = 0. Pembuktian Pertama vy = vyo + gt Persamaan 1 Misalnya kita meninjau gerak buah mangga yang jatuh dari tangkai pohon mangga. Pembuktian Kedua Sekarang kita tinjau hubungan antara jarak atau ketinggian dengan kecepatan jatuh benda vy2 = vyo2 + 2gh Persamaan 3 Misalnya kita meninjau batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. semakin tinggi kedudukan benda ketika jatuh. maka kita dapat menyimpulkan bahwa massa tidak ikut bertanggung jawab dalam Gerak Jatuh Bebas. tetapi setiap satuan waktu terjadi pertambahan kecepatan. Setuju ya ? jadi masa tidak berpengaruh dalam GJB. semakin besar t atau semakin lamanya buah mangga berada di udara maka nilai vy juga semakin besar. ayo dilaksanakan. Nah.) Dengan demikian. apakah dirimu melihat lambang massa alias m ? karena tidak ada. Percepatan gravitasi yang bekerja pada buah mangga bernilai tetap (9. Paham ya perbedaannya . dapat diketahui bahwa kecepatan jatuh buah mangga sangat dipengaruhi oleh percepatan gravitasi (g) dan waktu (t). Jika batu tersebut dilempar. maka pada persamaan di atas tampak bahwa nilai kecepatan jatuh benda ditentukan oleh waktu (t). di mana pertambahan kecepatan alias percepatan bernilai tetap. Karena gravitasi bernilai tetap. maka nilai kecepatan sangat ditentukan oleh ketinggian (h). semakin besar kecepatan benda ketika hendak menyentuh . persamaan 1 berubah menjadi : vy = gt Melalui persamaan ini. di mana batu tersebut dilepaskan (bukan dilempar ke bawah). Ini perintah Jenderal. Karena vy0 = 0. Kalo bisa sampai matanya bersinar . Sekali lagi. ingat bahwa percepatan gravitasi bernilai sama (9.8 m/s2). Kecepatan awal Gerak Jatuh Bebas buah mangga (vy0) = 0 (mengapa bernilai 0 ? diselidiki sendiri ya .

setiap satuan jarak/tinggi terjadi pertambahan kecepatan saat benda mendekati tanah. di mana nilai pertambahan kecepatan alias percepatannya tetap. selanjutnya anda memutuskan untuk menggunakan solusi alias cara pemecahan yang seperti apa. Pada dasarnya. Pakai yang mana ? vy = gt y = ½ gt2 vy2 = 2gh Massa benda tidak berpengaruh.7 Perkalian tit ik antara dua vektor. operasi ini adalah proyeksi suatu vektor pada vektor yang lain. karenanya jangan terkecoh dengan soal yang menyertakan massa benda .C PERKALIAN SKALAR ANTARA DUA VEKTOR ( SCALAR/DOT PRODUCT ) Sesuai dengan namanya. Jika kedua vektor diketahui besarnya dan sudut antara keduanya Dari Pers.C PERKALIAN SKALAR ANTARA DUA VEKTOR ( SCALAR/DOT PRODUCT ) Sesuai dengan namanya. Panduan jawaban : Anda harus mengidentifikasi atau mengecek masalah pada soal ini terlebih dahulu sebelum menyelesaikannya. perkalian skalar antara dua vektor memberikan hasil berupa besaran skalar.tanah. Pada dasarnya. Tersedia 3 rumus yang dapat anda gunakan. perkalian skalar antara dua vektor memberikan hasil berupa besaran skalar.7 dinyatakan dalam vektor satuan sebagai berikut 1. (1-10a) tersebut dapat disimpulkan bahwa perkalian titik antara dua vektor yang saling tegak lurus akan menghasilkan nol karena cos 90° = 0. Tentukan posisi dan laju batu tersebut setelah bergerak 1 s. 5 s dan 10 s. Contoh soal : Sebuah batu bermassa 2 kg dilepaskan dari keadaan diam dan jatuh secara bebas. Jika kedua vektor diketahui vektor satuannya Misalkan kedua vektor pada Gambar 1. Jika kedua vektor diketahui vektor satuannya . Setelah anda berhasil mengidentifikasi masalahnya. tegak lurus akan menghasilkan nol karena cos 90° = 0. 1. Jika kedua vektor diketahui besarnya dan sudut antara keduanya Gambar 1. perhatikan bahwa yang ditanyakan adalah kedudukan dan laju batu setelah dijatuhkan sekian detik. Tinggal dimasukan nilai g dan t (waktu). operasi ini adalah proyeksi suatu vektor pada vektor yang lain.

D PERKALIAN VEKTOR ANTARA D UA VEKTOR ( VECTOR/CROSS PRODUCT) Harus diingat. Jika kedua vektor diketahui besarnya dan sudut antara keduanya Pada perkalian silang. Langkah 2. dengan arah -30o terhadap sumbu x positif (gambar a). skala yang kita tetapkan 5 m = 1 cm. Dengan demikian. gambar vektor resultan R=A+B dengan metode segitiga atau poligon.7 dinyatakan dalam vektor satuan sebagai berikut a. karena sin 0° = 0. 1. besar perpindahan 20 m digambar dengan panjang vektor 4 cm (ingat. gambar vektor A dan B secara terpisah. Setelah itu. akan memberikan hasil berupa vektor baru yang memiliki besar dan arah pula.Misalkan kedua vektor pada Gambar 1. Jika kedua vektor diketahui vektor satuannya Hasil perkalian silang jika kedua vektor diketahui vektor satuannya dapat diperoleh dari persamaan sebagai berikut Contoh soal : Tentukan besar dan arah vektor resultan dari vektor perpindahan A sepanjang 20 m dengan arah -30o terhadap sumbu x positif (arah mendatar ke kanan) dan vektor perpindahan B sepanjang 30 m dengan arah +45o terhadap sumbu x positif. jadi 30 m = 6 cm) dan arahnya sebesar 45o terhadap sumbu x positif. . lalu kita menentukan besar dan arahnya Panduan solusi : Langkah 1. bahwa perkalian vektor antara dua vektor. atau disebut juga perkalian silang. gambar vektor perpindahan B (besarnya 30 m) dengan panjang tanda panahnya 6 cm (ingat. 20 : 5 = 4). misalnya kita menetapkan skala panjang vektor perpindahan 5 m = 1 cm (catatan : anda dapat menetapkan skala sesuai dengan kemauan anda. (gambar b). Petunjuk : Kita harus menetapkan skala panjang terlebih dahulu. Terakhir. penetapan skala di atas hanya sebagai contoh). jika kedua vektor saling sejajar satu sama lain maka hasilnya sama dengan nol. Lihat gambar di bawah.

< ![endif]--> Langkah 3. Kali ini kita ulangi kembali. kita dapat menggunakan 2 cara yaitu menggunakan Rumus Cosinus dan menggunakan Vektor Komponen. Ketelitian hasil yang diperoleh juga sangat bergantung pada skala gambar.berapakah perpindahan total yang kamu lakukan dihitung dari kedudukan awalmu ? . lalu berjalan kembali arah barat sejauh 300 m (vektor B). dapat digunakan perhitungan matematis (bukan dengan pengukuran). gambar vektor resultan R = A + B (gambar c) Langkah 4. yakni menggunakan metode analitis) MENENTUKAN VEKTOR RESULTAN DENGAN METODE ANALITIS Dalam menentukan besar dan arah vektor Resultan dengan metode analitis. ketelitian mistar. Jika anda ingin menentukan besar dan arah vektor Resultan secara lebih tepat. ukur panjang vektor R dengan mistar dan arah vektor R dengan bujur sangkar. busur derajat serta ketepatan anda dalam menggambar dan membaca skala. Besar vektor R diperoleh dengan mengalikan panjang vektor R dengan skala panjang vektor (Catatan : menentukan besar dan arah vektor Resultan dengan metode grafis merupakan salah satu pendekatan. sebagai dasar sebelum menghitung vektor resultan dengan rumus Cosinus. Misalnya kamu berpindah sejauh 200 m ke arah timur (vektor A). Kita meninjau vektor perpindahan yang segaris kerja. Menentukan Vektor Resultan segaris kerja (ingat kembali pelajaran SMP) Di SMP kita telah belajar tentang vektor resultan untuk dua vektor gaya yang segaris kerja (searah atau berlawanan arah).

maka besar vektor A = +200 m dan besar vektor B = -300 m. Jika kita tetapkan arah timur bertanda +. arahnya dapat dibedakan dengan memberi tanda + dan -.Panduan Jawaban : Untuk vektor2 yang segaris kerja. dengan demikian besar vektor Resultannya adalah : R = A + B = (+200 m) + (-300 m) = 200 m ± 300 m = -100 m (tanda ± hanya menunjukan bahwa arah vektor Resultan ke barat atau sesuai dengan arah vektor B) (pada gambar ditetapkan skala 50 m = 1 cm) . Berdasarkan ketetapan kita tadi. maka arah barat bertanda -.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful