Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Pengetahuan

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu

Muhammad Reza Sopyan

170410090083

ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

Dengan mempelajari filsafat ilmu pengetahuan akan membuka perspektif (wawasan) yang luas. namun pada dasarnya hubungan kedua hal tersebut tidaklah dapat dipisahkan. Dalam pengertian lain. sehingga kita dapat menghargai ilmu-ilmu lain. ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Demikian pula membahas pengetahuan itu juga berarti membahas hakekat pengetahuan. Dari kedua definisi diatas. kita haruslah mengerti dahulu apa pengetian dari ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge). Sebelum membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri. jelaslah terlihat perbedaan dari kedua hal tersebut. Mempelajari apa itu ilmu pengetahuan itu berarti mempelajari atau membahas esensi atau hakekat ilmu pengetahuan. dapat berkomunikasi dengan ilmu-ilmu lain. Dengan mempelajari Filsafat Ilmu Pengetahuan di samping akan diketahui hakekat ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan. yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Pengetahuan Ilmu pengetahuan (science) mempunyai pengertian yang berbeda dengan pengetahuan (knowledge atau dapat juga disebut common sense). Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya. rasa. Dengan demikian kita dapat mengembangkan ilmu pengetahuan secara interdisipliner. sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yg diketahui.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Orang awam tidak memahami atau tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu berbeda dengan pengetahuan. Bahkan mugkin mereka menyamakan dua pengertian tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan jauh berbeda dengan pengetahuan. namun jika diperhatikan secara seksama pengertian ilmu pengetahuan adalah kelanjutan dari apa yang kita pahami sebagai pengetahuan.Pengetahuan yang . Untuk itu kita perlu memahami paling tidak sedikit Filsafat Ilmu Pengetahuan. pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. kita tidak akan terbenam dalam suatu ilmu yang spesifik sehingga makin menyempit dan eksklusif. dan aroma masakan tersebut.

Ernest Nagel secara rinci membedakan pengetahuan (common sense) dengan ilmu pengetahuan (science). Sedang dalam science di samping diperlukan uraian yang sistematik. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. dalam polanya dapat dibedakan menjadi empat macam. tahu mengenai. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Dipandang dari sudut filsafat. tahu bagaimana. dalam praktiknya pola ¶tahu mengapa¶ akan menggiring seseorang untuk lebih kritis dalam memahami pengetahuan. Ilmu (atau ilmu pengetahuan). 2) Ilmu pengetahuan menekankan ciri sistematik. ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge). Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Dalam common sense informasi tentang suatu fakta jarang disertai penjelasan tentang mengapa dan bagaimana. karena dengan pola seperti ini mereka akan terus mencari tahu kenapa objek yang mereka ketahui seperti itu bisa seperti itu. Pengetahuan sendiri. . Common sense tidak melakukan pengujian kritis hubungan sebab-akibat antara fakta yang satu dengan fakta lain. juga dapat dikontrol dengan sejumlah fakta sehingga dapat dilakukan pengorganisasian dan pengklarifikasian berdasarkan prinsip-prinsip atau dalil-dalil yang berlaku. pola seperti ini akan mendorong suatu pengetahuan menjadi sebuah ilmu pengetahuan.lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. pada dasarnya adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. karena pada dasarnya para ilmuwan mulai menguji suatu pengetahuan secara sistematis oleh seperangkat metode sampai menjadi ilmu berdasarkan pola seperti ini. yaitu tahu bahwa. mereka akan terus mencarisebab dari hal itu. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. dan tahu mengapa. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya.

Ilmu pengetahuan berdasar pada metode ilmiah. karena common sense sarat dengan muatan-muatan emosi dan perasaan. eksperimen. Artinya dengan berpedoman pada teori-teori yang dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu. Ilmu pengetahuan berusaha untuk mencari. dalam common sense cara pengumpulan data bersifat subjektif. Dalam common sense cara mendapatkan pengetahuan hanya melalui pengamatan dengan panca indera. dan verifikasi. dan mengintroduksi pola-pola eksplanasi sistematik sejumlah fakta untuk mempertegas aturan-aturan. sedang kebenaran dalam ilmu pengetahuan selalu diusik oleh pengujian kritis. Di samping itu. Dengan menunjukkan hubungan logis dari proposisi yang satu dengan lainnya. metoda yang dipergunakan adalah metoda pengamatan.Penelitian ilmiah bertujuan untuk mendapatkan prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku umum tentang suatu hal. ilmu pengetahuan tampil mengatasi konflik. 4) Kebenaran yang diakui oleh common sense bersifat tetap. penelitian baru bertujuan untuk menyempurnakan teori yang telah ada yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. wawancara. generalisasi. Kebenaran dalam ilmu pengetahuan selalu dihadapkan pada pengujian melalui observasi maupun eksperimen dan sewaktu-waktu dapat diperbaharui atau diganti. 5) Perbedaan selanjutnya terletak pada segi bahasa yang digunakan untuk memberikan penjelasan pengungkapan fakta. Sedang ilmu sosial dan budaya juga menggunakan metode pengamatan. Istilah dalam common sense biasanya mengandung pengertian ganda dan samar-samar. Sedang common sense tidak memberikan penjelasan (eksplanasi) yang sistematis dari berbagai fakta yang terjalin. dan verifikasi. eksperimen. generalisasi. ilmu pengetahuan menjadikan konflik sebagai pendorong untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Sedang ilmu pengetahuan merupakan konsepkonsep yang tajam yang harus dapat diverifikasi secara empirik. 3) Dalam menghadapi konflik dalam kehidupan. 6) Perbedaan yang mendasar terletak pada prosedur. . Dalam ilmu pengetahuan alam (sains).

Dari uraian tersebut di atas dapatlah dikatakan bahwa proses terbentuknya ilmu pengetahuan melalui metode ilmiah yang dilakukan dengan penelitian-penelitian ilmiah. Suatu ilmu pengetahuan ilmiah menyajikan cara-cara pengorganisasian dan penginterpretasian hasil-hasil penelitian. atau dikatakan pula sebagai intersubjektif. dan menghubungkannya dengan hasil-hasil penelitian yang dibuat sebelumnya oleh peneliti lain. 3) Dapat dipertanggungjawabkan. Ini berarti bahwa ilmu pengetahuan ilmiah merupakan suatu proses akumulasi dari pengetahuan. yaitu mengandung kebenaran yang bersifat universal. yaitu merupakan kesatuan teori-teori yang tersusun sebagai suatu sistem.Dalam proses terbentuknya ilmu pengetahuan dari sebuah pengetahuan. perlu terlebih dahulu diuraikan syarat-syarat ilmu pengetahuan ilmiah. Maka jelaslah bahwa ilmu pengetahuan juga mempersyaratkan sistematik dan objektif. Penelitian ilmiah sebagai pelaksanaan metode ilmiah harus sestematik dan objektif. ilmu pengetahuan ilmiah harus memenuhi tiga syarat. Tiga syarat ilmu pengetahuan tersebut telah diuraikan secara lengkap pada sub bab di atas. dengan kata lain dapat diterima oleh orang-orang lain/ahli-ahli lain. Menurut Karlina Supeli Laksono. sehingga hasil penelitian bersifat universal. . Sebuah teori pada dasarnya merupakan bagian utama dari metode ilmiah. Ini berarti peranan metode ilmiah melandasi corak pengetahuan ilmiah yang sifatnya akumulatif. Pembentukan ilmu pengetahuan pada dasarnya merupakan bagian yang penting dari metode ilmiah. Selanjutnya dinyatakan bahwa penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan pada metode ilmiah. yaitu teori tersebut terbuka untuk diteliti oleh orang lain/ahli lain. Pandangan ini sejalan dengan pandangan Parsudi Suparlan yang menyatakan bahwa Metode Ilmiah adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. yaitu: 1) Sistematik. Suatu kerangka teori menyajikan cara-cara mengorganisasikan dan menginterpretasi-kan hasil-hasil penelitian. dan menghubungkannya dengan hasil-hasil penelitian yang dibuat sebelumnya. 2) Objektif. Di sini peranan metode ilmiah penting yaitu menghubungkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah dari waktu dan tempat yang berbeda. Jadi peranan metode ilmiah adalah untuk menghubungkan penemuan-penemuan ilmiah dari waktu dan tempat yang berbeda. Sedangkan penelitian ilmiah harus dilakukan secara sistematik dan objektif. sedang metode ilmiah merupakan suatu kerangka bagi terciptanya ilmu pengetahuan.

dalam rangka penelitian. fakta-fakta tersebut harus ditata. Hal ini disebabkan karena fakta-fakta empirik itu sendiri agar mempunyai makna. Demikian pula dalam membuat kesimpulan atas data yang dikumpulkan jangan dianggap sebagai data akhir. karena tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh orang lain. dianalisis. Dari berbagai uraian tersebut dapatlah dikatakan ilmu pengetahuan adalah kerangka konseptual atau teori uang saling berkaitan yang memberi tempat pengkajian dan pengujian secara kritis dengan metode ilmiah oleh ahli-ahli lain dalam bidang yang sama. kecenderungan untuk menolak. yaitu dalam melakukan penilaian terhadap hasil penemuannya harus terbebas dari nilai-nilai budayanya sendiri. baik metode induktif maupun deduktif sama-sama penting. tetapi dalam ilmu-ilmu sosial. Dalam ilmu-ilmu sosial prinsip objektivitas merupakan prinsip utama dalam metode ilmiahnya. dengan demikian bersifat sistematik. . Walaupun fakta-fakta empirik itu penting peranannya dalam metode ilmiah namun kumpulan fakta itu sendiri tidak menciptakan teori atau ilmu pengetahuan. Sedang pengetahuan adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap. dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta tidak universal. keinginan. mutlak. Jadi jelaslah bahwa ilmu pengetahuan bukan merupakan kumpulan pengetahuan atau kumpulan fakta-fakta empirik. c) Ilmuwan harus bersikap netral. b) Ilmuwan harus objektif yaitu membebaskan dirinya dari sikap. objektif. dan merupakan kebenaran universal. Untuk menjaga objektivitas metode ilmiah dalam ilmu-ilmu sosial berlaku prinsip-prinsip sebagai berikut: a) Ilmuwan harus mendekati sasaran kajiannya dengan penuh keraguan dan skeptis. dan universal. Hal ini disebabkan ilmu sosial berhubungan dengan kegiatan manusia sebagai mahluk sosial dan budaya sehingga tidak terlepas adanya hubungan perasaan dan emosional antara peneliti dengan pelaku yang diteliti. atau menyukai data yang dikumpulkan.Walaupun dalam ilmu pengetahuan alam (sains) metode ilmiah menekankan metode induktif guna mengadakan generalisasi atas fakta-fakta khusus. digeneralisasi berdasarkan metode yang berlaku serta dikaitkan dengan fakta yang satu dengan yang lain. diklasifikasi. penciptaan teori dan verifikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful