LAPORAN FIELDTRIP

SISTEMATIKA HEWAN 1
Yang Dilaksanakan Pada Tanggal 20-22 November 2009 Di Pulau Pari-Kepulauan Seribu Jakarta

; Disusun Oleh ( Ani Mulyani ( 108095000021 ( Asrina ( 108095000004 Eva Bai Syarifah ( 1080950000 Fauziyah Hasanah ( 1080950000 Wahyu Setiawan ( 1080950000 Hermawan ( 1080950000

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH 2008/2009
1

KATA PENGANTAR

‫بسم الله الرحمن الرحيم‬
Segala puji bagi Allah SWT. Karena hanya dengan nikmat yang telah diberikan-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adanya keinginan dan semangat menyelesaikan makalah ini tak lain dan tak luput karena adanya dukungan dari pihak – pihak yang terkait. Selain itu, keinginan ini terpacu karena rasa ingin tahu yang tinggi. Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas Coelenterata. Selain itu pula, kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Praktikum Sistematika Hewan I kami Ibu Narti M.si, karena atas dukungan yang telah diberikan akhirnya kami dapat menyusun makalah ini. Semoga Allah SWT Yang Maha Sempurna menerima segala amal dan perbuatan karya kita yang jauh dari sempurna ini. Kepada-Nya kami kembalikan segala niat, usaha, jerih, payah, dan kesungguhan kita dalam melakukan segala bentuk pengabdian kepada-Nya. mata kuliah

Paktikum Sistematika Hewan I yang berkenaan dengan materi Echinodermata dan

Jakarta, 7 Desember 2009

Penulis

2

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR………………………………………………………..... DAFTAR ISI…………………………………………………………………... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……………………………………………………... 1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………… 1.3 Tujuan Praktikum Lapangan ……………………………………… BAB II Tinjauan Pustaka 2.1 Ekologi Laut dan Wilayah Pesisir …………………………………… 7 2.2 Filum Echinodermata………………………………………………… 8 2.3 Filum Coelenterata ………………………………………………… 2.4.Keanekaragaman Jenis …………………………………………… 2.5 Kepadatan (Densitas) ……………………………………………… 2.6 Pola distribusi Populasi …………………………………………… 2.7 Faktor fisik ( Zonasi ) ekosistem pesisir……………………………… 2.8 Kerangka Berfikir ………………………………………………… 33 18 29 30 30 31 5 6 6 2 3

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat ………………………………………………… 3.2 Alat dan Bahan ……………………………………………………… 3.3 Metode Pelaksanaan Praktikum Lapangan ………………………… 34 35 35

3.3.1. Teknik Sampling ………………………………………… 35 3.3.2. Cara Kerja ……………………………………………… 35

3

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Hasil ……………………………………………………………… 37 37 37 37

4.1.1. Zonasi Pulau Pari ………………………………………… 4.1.2. Parameter Lingkungan …………………………………

4.1.3. Jenis-jenis Echinodermata di Pulau Pari …………………

4.1.4 Jenis-jenis Echinodermata yang ditemukan di Pulau Pari … 39 4.1.5 Jenis-jenis Coelenterata yang ditemukan di Pulau Pari…… 45

BAB V KESIMPULAN dan SARAN 5.1 Kesimpulan ………………………………………………………… 46 5.2 Saran ………………………………………………………………… 46 DAFTAR PUSTAKA Lampiran

4

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau yang sangat banyak yaitu 17.508 pulau dan memiliki wilayah pesisir yang panjang dengan garis pantai yang terpanjang ke2 setelah Canada yaitu 81.209 Km sekitar 62% wilayah Indonesia merupakan laut. Indonesia memiliki sekitar 6000 pulau yang telah mempunyai nama, sedangkan yang berpenghuni sekitar 1000 pulau. Pesisir adalah wilayah daratan sampai wilayah laut yang masih di pengaruhi sifat2 darat ( seperti angin darat, drainase air tawar, dari sungai dan desimentasi). Di wilayah pesisir (intertidal) dapat dijumpai berbagai ekosistem, seperti hutan mangrove, rawa payau, padang lamun, rumput laut dan terumbu karang. Ekosistem tersebut diatas berperan sebagai penyedia berbagai sumber daya alam dan sebagai sistem penyangga kehidupan di sekitar pantai atau pesisir. Diantara ekosistem diwilayah pesisir yang belum banyak dikenal dan diperhatikan adalah keanekaragaman biota laut pesisir. Keanekaragaman tertinggi biota laut pesisir yang ada di indonesia dintaranya adalah Echinodermata dan Coelenterata. Echinodermata adalah hewan laut yang kulitnya berduri atau berbintil. Hewan ini dibagi dalam 5 kelas utama yaitu, Tripang ( Holoturoidea), Bulu babi ( echinoidea), Bintang laut (asteroidea), Bintang ular (ophiuroidea) dan lilia laut (crinoidea). Echinodermata dapat dijumpai pada daerah pasang surut, daerah terumbu karang dan pada laut dalam. Di indonesia ditemukan kurang lebih 565 jenis echinodermata mulai dari kedalaman 0 sampai dengan 7000m. Kehadiran echinodermata pada suatu ekosistem bergantung pada beberapa faktor abiotik seperti suhu, salinitas, substrat, ketersediaan pakan, arus, pH dan kecerahan. Coelenterata adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh. Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler). Coelenterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana. Filum Coelenterta antara lain Hydra (Hydrozoa), ubur-ubur (Schypozoa), anemon laut dan koral (Anthozoa). Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks. Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi

5

Oleh karena itu. kebanyakan hidup di laut. Untuk mengetahui keanekaragamaan echinodermata dan coelenterata dalam habitatnya maka mahasiswa harus melakukan praktikum lapangan yang tentunya dilakukan di tempat yang merupakan habitat dari filum Echinodermata dan filum Coelenterata.2 Rumusan Masalah 1. dll) di Pulau Pari? 1. Pualu Pari dipilih sebagai tempat untuk melakukan praktikum lapangan karena beberapa alasan yaitu: jaraknya yang tidak terlalu jauh. 2. Kelembaban. Keadaan wilayah pesisir yang rusak akibat dari gangguan manusia. Biasanya terdapat diperairan dangkal. populasi dan distribusi echinodermata dan coeleterata terganggu.membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana. 6 . 3. Terdapat sekitar 9. keanekaragaman biota lautnya masih bisa ditemukan. dan melekat pada substrat dan terumbu karang. mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan Fieldtrip ke Pulau Pari. Kecepatan pada habitat aslinya di daerah Pulau Pari? di daerah Pulau Pari? angin. populasi dan distribusi hewan avertrebrata pada habitat aslinya dan dalam makalah ini dikhususkan pada filum echinodermata dan filum coelenterate.3 Tujuan Praktikum Lapangan Praktikum lapangan ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari keanekaragaman. Adanya gangguan baik secara alami ataupun akibat dari gangguan manusia di suatu pulau menyebabkan keanekaragamaan. 1. Salah satu tempatnya adalah Pulau Pari di Kepulauan Seribu. dan merupakan tempat yang pada lima tahun terakhir ini dijadikan tempat untuk praktikum lapangan sehingga kondisi daerahnya sudah dapat diketahui. Bagaimanakah tingkat keanekaragaman echinodermata dan coelenterata Bagaimanakah populasi dan pola distribusi echinodermata dan coelenterata Bagaimanakah kondisi lingkungan (Suhu harian. dan hanya 14 spesies dari kelas Hydrozoa hidup di air tawar. seperti pembuatan jalur perahu ataupun rusaknya habitat diwilayah pesisir akibat bencana alam.500 spesies.

Zona abisal termasuk dataran yang luas dengan kedalaman antara 4000-6000m. yakni zona fotik yang merupakan bagian kawasan pelagik yang mendapat cahaya dan zona afotik adalah massa air yang secara terus menerus berada dalam kegelapan ( Nybakken 1988).000 m. mangrove. Kehidupan fauna atau tumbuhan yang ada di dalam ekoistem laut sangat beragam.1 Ekologi Laut dan Wilayah Pesisir Pada perairan lautan terbuka terdapat sub bagian yang dapat dibuat baik kearah vertikal maupun Horizontal. Selain itu organisme laut sangat berasosiasi dengan berbagai ekosistem laut. Arah vertikal disebut dengan kawasan bentik. Daerah pasang surut terdiri atas tipe litoral bagian tengah mid litoral dan bagian bawah tepi infralitoral (Nyabakken. 1988).1988) Ekosistem intertidal merupakan daerah perairan yang mengalami pasang surut air laut. bahkan ekosistem pantai. antara lain: ekosistem terumbu karang. Secara horizontal.1988).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. daerah pasang surut merupkan daerah yang relatif subur karena mendapat berbagai sumbangan zat-zat 7 . Ekosistem ini berpengaruh terhadap biota-biota laut yang ada. Sedangkan secara vertikal. (Nyabakken. zona abisal dan zona hadal. zona batial. Seluruh daerah perairan terbuaka di sebut kawasan pelagik. Baik berupa fauna yang beragam maupun alga atau tumbuhan. Ekosistem ini memiliki keanekaragaman sangat tinggi dibandingkan dengan ekosistem lain yang ada di wilayah bahari. zona sub litoral atau paparan. Zona intertidal atau pasang surut merupakan zona yang melimpah dengan kehiduapan. Derah ini mewakili daerah peralihan dari kondisi lautan ke kondisi daratan. yakni zona neritik yang mencakup masa air yang terletak di atas paparan benua dan zona oseanik meliputi semua perairan terbuka lainnya. sedangkan arah horizontal disebut dengan kawasan pelagik. Kawasan bentik terdiri dari zona litoral. Zona batial adalah daerah dasar yang mencakup lereng benua dan kebawah sampai kedalaman 4000m. Menurut Nyabakken (1988). Organisme pelagik adalah organisme yang hidup di laut terbuka lepas dari dasar laut (Nybakken. Zona litoral atau intertidal adalah daerah pantai yang terletak diantara pasang tertinggi dan surut terendah. Kawasan bentik adalah kawasan atau zona dasar laut. Zona hadal adalah zona bentik dan palung lautan dengan kedalaman antara 6000-10. kawasan pelagik dapat dibagi menjadi dua daerah ( zona ). kawasan pelagik dibagi menjadi dua zona.

satu sistem pembuluh air.2 Filum Echinodermata Semua anggota Echinodermata hidup di laut. Sistem saraf terdiri dari cincin oral dan tali-tali saraf radier. Pada echinodermata tidak terdapat sistem respirasi dan sistem ekskresi secara khusus. dengan mulut di tengah-tengahnya. satu vesikula madreporit dan satu sinus sumbu. rongga tubuh majemuk. satu sistem sinus aboral. Larva yang terbentuk bersimetri bilateral dan berenang. sedangkan gastrosoel merupakan anus. yang disebut sistem vascular-air. Dalam kedua filum itu blastofor merupakan lubang ke dalam. 2007 & Zoologi Dasar) Sistem digesti lengkap dan bersifat sumbu atau tergulung dan ada yang memiliki divertikula. Di sini juga terdapat sistem hemae (darah) yang terdiri dari sebuah bejana sirkular dan 5 satuan radier. Namun. Fungsi ekskresi dilakukan oleh proyeksi-proyeksi (penonjolan-penonjolan) kulit yang disebut brank atau papula yang terdapat di antara papan-papan kapur pada kulit. walaupun anus mungkin tidak berfungsi. saraf meruji dan saraf ke kaki tabung. Mollusca. (Biologi Laut. 2. ke duri dan sebagainya. Luas daerah pasang surut sangat tergantung dari wilayah topografi perairan serta pasang surutnya air laut. Pada kulit terdapat papan-papan kapur dan sebagian besar mempunyai duri-duri dermal. Alat pengindera tidak berkembang baik. penis.hara yang berasal dari daratan mupun dari dasar laut dan memiliki percampuran zat hara yang telah mengendap di dasar laut akibat adanya aliran arus air laut. (Biologi Laut. akan tetapi awal mulanya digunakan sebagai alat indera atau pengumpul makanan. Dalam kedua filum itu selom terbentuk dari kantung-kantung arkenteron (gastrosoel). kelak menjadi hewan dewasa yang bersimetri radial. Kelamin terpisah. Sifat-sifat embrional seperti itu tidak ada pada garis evolusi invertebrate. Bergerak lambat dengan kaki tabung. jantan dan betina. termasuk Annelida. Gerakannya diatur oleh sistem tekanan hidrostatis. satu sistem perihemal (perihaemal). nampak jelas hubungan dekat antara filum echinodermata dan filum chordate. kebanyakan bersifat simetri radial. termasuk satu ruangperiviseral (perivisceral). cairan dalam bejana dan saluran tersebut tidak mengalir. 2007 & Zoologi Dasar) Jika hanya berdasarkan pola perkembangan stadium. terdiri dari sejumlah ruang. Tubuhnya terencanakan dengan 5 buah antimer yang tersusun radial. Permukaan tubuh peka terhadap sentuhan. Hewan-hewan ini berselom.dan 8 . Telur dan spermatozoa ditebar langsung keluar tanpa bantuan kelenjarkelenjar tambahan. yang memungkinkan kembalinya hara tersebut ke perairan pasang surut. vesikula seminal (kandung semen) dan reseptakel seminal. alat perkembangbiakan sederhana dan fertilisasi terjadi dalam air.

Papan itu adalah papan ambulakral dan lubang-lubangnya untuk tabung-tabung telapak. terdiri dari lempenganlempengan yang menyatu membentuk kotak seperti cangkang keras di tempat ini dia hidup. Anus bermuara pada pusat sisi aboral. dan dolar pasir. berbentuk bundar pipih. sebab pada hewan-hewan terakhir itu mulut dibentuk dari blastofor. (Biologi Laut. KELAS ECHINOIDEA Hewan-hewan echinoid antara lain bulu babi (Diadema setosum). Ia mempunyai cangkang yang agak memanjang dengan 9 . panjang pada bulu babi dan pendek pada dolar pasir. Biasanya ada 10 deret lempeng lipat. dan selom khas terbentuk dari pemisahan mesoderm. maka bukan penolakan mendasar buat suatu teori bahwa antara echinodermata dan chordata itu ada hubungan garis evolusi. Di sini terdapat 3 buah pediselaria. lainnya berfungsi dalam pernafasan. Periprok dikelilingi oleh 5 buah papan-papan genital. sebab sebagai larva echinodermata itu bersimetri bilateral. bulu hati (heart urchin). Duri-duri itu dapat bergerak pada pangkalnya. Tabung-tabung telapak yang terdapat pada sisi oral berfungsi dalam gerakan. Tubuh terbungkus oleh suatu struktur yang berupa cangkang (test). yaitu pada pusat periprok yang berupa sekumpulan papan-papan kapur. sedangkan chordata bersimetri bilateral. Mulut dilengkapi dengan 5 buah gigi. dua dengan lima pasang lubang untuk kaki tabung yang ramping keluar melalui cangkang. 2007 & Zoologi Dasar) Pada hewan ini terdapat tabung-tabung telapak yang tersusun menjadi 5 baris. Branki itu juga disebut insang.Arthropoda.(Zoologi Dasar) Bulu babi dan dolar pasir simetri meruji ketika dewasa. terdapat pada pusat permukaan oral dan dikelilingi oleh sebuah daerah membran yang bebas dari duri yang disebut peristom. tetapi bulu hati mempunyai simetri antara meruji dan bilateral. duriduri menutup tubuh. Simetri radial pada echinodermata merupakan hal yang tidak penting karena dianggap sebagai sesuatu hal yang didapat. Satu di antara papan-papan genital itu adalah madreporit yaitu suatu papan yang tersebar dan berlubang-lubang halus. Baris intermedier berakhir pada papanpapan genital. (Zoologi Dasar) 1. Tubuh hewan ini bulat tanpa lengan. Branki dermal berjumlah 5 pasang mengelilingi batas peristom. Baris-baris intermedier itu adalah papan-papan interambulakral. karena adanya kenyataan bahwa echinodermata dewasa bersimetri radial. Meskipun demikian.

Ia berfungsi mengalirkan air melalui usus tanpa mengganggu proses pencernaan makanan dalam perut. Bulu babi berwarna hitam dengan duri-durinya yang panjang dan mudah sekali patah dan terinjak kaki telanjang ujung duri akan menusuk telapak kaki. 2007) 2. kelamin terpisah. Dari 10 . Yang berenang bebas tidak mempunyai sirus. Bagian mulut atau gigi merapat jadi satu yang dilekatkan oleh sederetan bagian terdiri dari bahan kapur untuk membentuk struktur yang dinamakan lentera aristotle. (Biologi Laut. melekat dengan bantuan permukaan aboral. anusnya terletak antara sisi atas dan sisi bawah. sehingga tersisa dalam perut pemangsa. tetapi ada juga yang berenang bebas (contoh: Antedon sp. Contoh yang banyak ditemukan di dasar pasir dan terumbu karang adalah Diadema setosum. Hal yang tak biasa dalam sistem pencernaan adalah adanya sebuah tabung yang dinamakan sifon mulai dekat mulut. (Biologi Laut. jenis-jenis hewan ini lebih banyak terdapat pada zaman palaezoik dari pada sekarang. di ujung berlawanan dengan mulut. sebagai pengecualian. beberapa jenis berbisa.). (Biologi Laut. KELAS CRINOIDEA Hewan-hewan ini tumbuh pada pangkalnya (contoh : Metacrinus atau lili air). Jadi lentera Aristotle ini adalah himpunan gigi yang terdapat pada banyak jenis bulu babi. Karena tersusun dari bahan kapur. Kaki tabung bersama duri digunakan untuk berjalan.mulut pada ujung satu dan anus pada ujung lain dan bergerak pada arah mulut. Mulut terpisah dari anus. sedangkan bulu babi bergerak ke segala arah. melintasi perut. untuk masuk kembali ke bagian usus setelah perut. Tubuhnya kecil berbentuk seperti mangkok dan disebut calyx. (Zoologi Dasar) Hewan-hewan krinoid hidup di laut sampai kedalaman 4000 meter. duri itu mudah terlarut dalam darah jika dihancurkan dengan memukul-mukul telapak kaki yang terkena dengan benda keras. Sisa dari sistem pencernaan terdiri dari usus yuang relatif panjang dengan bagian yang menggembung sebagai perut. 2007) Sistem pembuluh air sama dengan bintang laut. (Biologi Laut. 2007) Pada bulu hati. Melekat pada dasar laut dengan bantuan akar (cirri). 2007) Mulut bulu babi dan dolar pasir terletak di bawah dan di tengah-tengah. Ia tak mudah dicerna oleh pemangsa bulu babi. telurnya dapat dimakan. Ia bercabang keluar dari usus. terdapat pediselaria. dan anus yang terletak di sisi atas.

Asteroidea juga sering disebut bintang laut. Fertilisasi berlangsung internal. Asteroid mempunyai kaki tabung dan terletak pada alur sepanjang sisi oral penjuluran-penjuluran itu. Yang masih hidup seperti lili air dan bintang bulu (father star) membentuk taman indah di dasar laut. Contoh: Asterias vulgaris (bintang laut).Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral. b.600 spesies.Pada hewan ini. dan Pentaceros sp. yaitu sekitar 1. Dalam tiap tangan ada saraf. sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral. Di sini tidak terdapat madreporit.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp.calyx tumbuh tangan-tangan yang dilengkapi dengan silia.. Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar. Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian tubuh.Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria. Makanan terdiri dari plankton yang di tangkap dengan tentakel dan dicengkeram dengan silia.. (Zoologi Dasar) dorsal 11 . Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari : a. KELAS ASTEROIDEA Karakteristik Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya. Selom sangat kecil. kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar. Namun sebagian besar jenis krinoid telah menjadi fosil. Linckia sp. (Zoologi Dasar) 3. Nampaknya tidak banyak hewan yang memangsa krinoid. Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat c. (Zoologi Dasar) Hewan-hewan asteroid berdiskus (bercakram) sentral dengan penjuluran-penjuluran yang berongga dan bercabang-cabang sebagai selon. Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan d. Gonad terdapat pada ujung tangan-tangannya. Asteroid mempunyai kaki tabung dan terletak pada alur sepanjang sisi oral penjuluran-penjuluran itu. Contoh: Asterias vulgaris (bintang laut). bahkan zigot berkembang di dalam tubuh. Hewan-hewan asteroid berdiskus (bercakram) sentral dengan penjuluran-penjuluran yang berongga dan bercabang-cabang sebagai selon.

dan berfungsi sebagai alat pernafasan dan ekskresi.Pada bintang laut (star fish) jelas dapat dibedakan permukaan atas (sisi aboral) dan permukaan bawah (sisi oral). terlatak dalam celah ambulakral. Bagian kardiak lambung dapat ditonjolkan melalui mulut untuk menangkap makanan dan mencernakannya. Tiap saraf radial berakhir sebagai sebuah mata pada tiap penjuluran tubuh. Saluran-saluran sirkular berhubungan dengan dunia luar melalui saluran batu dan papan madreporit. terus ke anus yang terbuka pada sisi aboral dekat pusat discus (cakram). sebagai alat-alat tambahan dan berbentuk seperti angkup (forsep) yang berguna untuk menghilangkan benda-benda awsing pada permukaan tubuhnya. Bila ampula mengkeret. Dinding selom menonjol sebagai kantong yang disebut branki atau papulae. Dari bagian pylorus dilanjutkan sebagai usus halus yang mempunyai 2 buah sekum rectal. Makanan terdiri dari moluska dan crustacea. biasanya 4 buah. Dari bagian ini terus ke bagian pylorus yang menerima sakuran-saluran dari 5 pasang kelenjar hepatic (yang juga disebut sekum). yaitu bentukan seperti dop lampu listrik. Dengan demikian. usus dan anus tidak berfungsi. Saluran-saluran radier lalu bergabung dengan saluran-saluran sirkular (canalis circularis) di dalam cakram. (Zoologi Dasar) Sistem Digesti Mulai dari mulut melanjut ke oesofagus yang pendek. Bintang laut merusak peternakan tiram dan kerang di laut. Ampula itu mempunyai cakram penghisap. Saraf ini bercabang-cabang halus banyak sekali. Pada sisi aboral terdapat papan berwarna yang disebut madreporit yang letaknya pada persimpangan empat dari 2 penjuluran. baru kemudian lambung bagian kardiak itu ditarik kembali. maka kaki tabung itu akan memanjang. Pada permukaan tubuhnya terdapat pediselariae. (Zoologi Dasar) 12 . (Zoologi Dasar) Seluruh tubuhnya tertutup duri kecuali pada lekuk sisi oral yang disebut celah ambulakral. Pada dasar pada tiap kaki tabung terdapat sebuah ampila. Alat gerak berupa kaki tabung. berhubungan dengan saluran-saluran radier (canalis radialis) yang ada di atap celah ambulakral. Branki muncul di antara papan-papan kapur. (Zoologi Dasar) Sistem vaskular air Kaki tabung berbentuk cekung. (Zoologi Dasar) Sistem saraf Pada bintang laut terdapat cincin saraf dalam cakram. terus ke bagian kardiak lambung. Pada tiap penjuluran tubuhnya terdapat saraf radial pada sisi ventral.

Lengannya bersegmen-segmen dan tiap segmennya berisikan dua buah osikel berbentuk silindris yang bergabung dan ditutupi oleh empat buah lempengan spinelet. serta buntu yang menempati setengah cakram. Bentuk tubuh bintang ular ini mirip dengan Asteroidea. Hewan ini memiliki kerangka dalam yang terdiri dari lempeng-lempeng kapur.500 spesies bintang ular yang hidup sekarang. dan fertilisasi terjadi di luar tubuh (dalam air). Ophiuroide memiliki lima rahang. Mereka sama-sama berjalan di dasar laut dengan menggunakan lengan fleksibel yang mereka miliki untuk bergerak. Embrio tumbuh menjadi larva dan berenang bebas. maka dengan segera tubuhnya akan memperbaikinya.Reproduksi Jenis kelamin terpisah.620 kaki). dan cabang system pembuluh air. Lempeng-lempeng kapur ini bersendi satu dengan yang lainnya dan terdapat di dalam kulit. Kaki tabung ini memiliki fungsi sebagai alat yang membantu untuk meneruskan makanan ke mulut. Ophiuroide memliki kaki tabung yang terletak di ventrolateral tanpa dilengkapi oleh ampula. Ophiuroidea memiliki rangka yang terbuat dari kalsium karbonat. Di belakang rahang terdapat kerongkongan pendek dan perut yang besar. sebagai alat respirasi. Dari tangan yang bersifat fleksibel itu. Larva itu bersimetri bilateral.Bintang ular umumnya memiliki lima lengan atau kelipatannya yang berbentuk seperti cambuk yang panjangnya bisa mencapai 60 cm (2 kaki) pada spesimen terbesar. Seperti Echinodermata lainnya. Masing-masing gonad berlubang pada sisi aboral di dekat pangkal penjuluran. Ada sekitar 1. yang memiliki hubungan dekat dengan bintang laut. Duri-durinya berbentuk tumpul dan pendek. dan sebagai alat sensori. pembuluh darah. namun pada tiap penjuluran terdapat sepasang gonad. terdapat selom yang berukuran kecil. Bintang ular laut atau Ophiuroide ini tidak memiliki kaki amburakral dan pediselaria seperti pada bintang laut. Telur dan sperma dicurahkan dalam satu musim. Ophiuroide memiliki tangan yang mudah putus sehingga ia memiliki daya regenerasi yang sangat tinggi yang bilamana lengannya terputus. Kelima lengan Ophiuroide menempel pada cakram pusat yang disebut calyx. Hewan ini juga umumnya mempunyai duri-duri kecil. (Zoologi Dasar) 4. KELAS OPHIUROIDEA Bintang ular laut atau Ophiuroide adalah hewan dari filum Echinodermata. 13 . talitali saraf. dan mereka kebanyakan ditemukan pada kedalaman lebih dari 500 meter (1. Pada setiap lengannya.

dan berbentuk seperti cambuk. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia. Mereka. Ophiuroide memiliki sistem saraf yang terdiri atas cincin saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Kaki tabung tidak memiliki penghisap dan ampulla. dimulai dari mulut yang terletak di pusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong. Baik Ophiurida maupun Euryalida memiliki lima lengan yang panjang. Permukaan oral Ophiuroidea ini berada dibagian atas. Gamet-gamet yang dibentuk disebar oleh bursal sacs. kemudian dihentakkan dan dengan bantuan tentakel dimasukkan ke mulut. Ophiuroidea menggunakan kemampuan ini untuk melarikan diri dari predator. fleksibel. Pergerakan mereka mirip dengan hewan simetri bilateral. Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. yang mampu memutuskan ekor mereka untuk membingungkan pengganggu. Ophiuroide memiliki gonad. Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit. Sesudah dicerna. Bintang ular laut bergerak dengan menggerakan lengan mereka yang sangat fleksibel dan membuat mereka bergerak seperti ular. 14 . Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat dari kalsium karbonat. atau sejenisnya. Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Bintang ular menggunakan lengan mereka untuk bergerak. Makanan dipegang dengan satu atau lebih lengannya.Ophiuroide tidak memiliki usus maupun anus. seperti kadal. Ophiuroidea tidak memiliki mata. Hewan ini tidak memiliki anus. Alat-alat pencernaan makanan terdapat dalam bola cakram yang berada di perutnya. Kelamin pada Ophiuroide ini pada kebanyakan spesies terpisah. Umumnya ada 10 bursae. Oleh karena itu.Pembuluh dari sistem vaskular air berakhir di kaki tabung. Jenis kelamin hewan ini terpisah. pencernaan terjadi di perut. Alat reproduksi dan alat pencernaannya terdapat didalam lempengan utama atau bola cakram. mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular. langsing. Tetapi. Pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah di sekitar mulut. tidak seperti bintang laut yang memiliki kaki amburakral. disebut pluteus. Ophiuroidea bergantung pada kaki tabung. bahan-bahan yang tidak tercerna dibuang ke luar melalui mulutnya. alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad). Mulutnya terletak di tengah-tengah cakram yang dikelilingi oleh lima buah keping kapur yang berfungsi sebagai rahang.

Kelima tangan ini juga bisa digerakgerakkan sehingga menyerupai ular. Lekuk ambulakral tertutup tidak terdapat madreporit eksternal. karena anak-anaknya tidak dapat berenang. bintang rapuh (Ophiura sp. KELAS HOLOTHUROIDEA Karakteristik Tubuh Holothuroidea lunak. berbentuk bulat panjang. rumput laut. sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya.Ciri-ciri lain yang menjadi cirri khas Ophiuroidea ini adalah hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Teripang juga berbeda sebagai echinodermata dalam lingkaran memiliki tentakel oral.). digitate (dengan jari-seperti proyeksi). 15 . Beberapa opiuran memelihara anak-anaknya dalam bursa. Kaki tabung termodifikasi menjadi tentakel oral. Holothuroidea memiliki daya regenerasi yang tinggi. Fitur yang paling penting membedakan teripang Calcareous adalah cincin yang mengelilingi faring atau tenggorokan. Fungsi tentakel ini dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral echinodermata. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang. terlindung atas osikel yang amat halus dan tidak mempunyai lengan. atau peltate (dipipihkan dan perisai-suka). bintang keranjang (Gorgonocephalus sp. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Contoh bintang ular. Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. adalah pengurangan kerangka untuk mikroskopis ossicles (Pada beberapa spesies. dapat ossicles diperbesar dan seperti piring. Hewan ini tidak mempunyai amburakal dan anus. Fitur utama ketiga. Makanannya adalah udang.) (Zoologi Dasar) 5. atau mengubur diri di lumpur/pasir. kaki tabung dengan atau tanpa penghisap. tanpa spina dan pediselaria. menyirip (bulu-seperti). Tetapi. mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis yang hanya dapat membedakan terang dan gelap. Cincin ini berfungsi sebagai titik lampiran operasi otot tentakel lisan dan untuk ujung anterior otot yang lain kontrak longitudinal tubuh. kerang atau serpihan organisme lain (sampah). atau sejenisnya. Skeleton terdiri atas osikel kecil. Pada ujung anterior terdapat mulut dekelilingi sepuluh sampai tiga puluh buah tentakel. Ia sangat aktif di malam hari untuk mencari makan karena Ophiuroidea tidak memiliki mata. ditemukan dalam 90% dari spesies hidup. Ini mungkin sederhana.

Seperti echinodermata lainnya. pada daerah terumbu yang tidak mengalami tekanan eksploitasi. Di wilayah Indo-Pasifik. pohon-pohon pernapasan layar Cuvierian tubulus. kepadatan teripang bisa lebih dari 35 ekor per m2. Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Sebaliknya. larva struktur yang akan membentuk radial kanal di echinodermata lain bukan menjadi lima tentakel utama. Habitat Teripang adalah hewan yang bergerak lambat. teripang koro (Microthele nobelis). dimana setiap individunya bisa memproses 80 gram berat kering sedimen setiap harinya. teripang pandan (Theenota ananas). Ini adalah dipasangkan. habitat di lautan hidup pada dasar substrat pasir. tetapi yang paling beragam di perairan dangkal tropis terumbu karang. lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Pada sebagian besar spesies. Jenis pernapasan ( "cloacal bernapas") juga hadir dalam kelompok yang tidak terkait. Mereka ditemukan di hampir semua lingkungan laut. struktur terakhir ini muncul embriologis dalam cara yang sangat berbeda. hampir semua elasipodans dan echinodermata lainnya memiliki madrepore yang terbuka eksternal. seperti kepiting dan gastropods. dimana mereka secara dramatis memperluas panjang dan menjadi lengket. Mereka dapat dikeluarkan melalui anus. Banyak bentuk. dengan pengecualian holothurians anggota dalam Elasipodida memiliki madrepore yang membuka ke dalam coelom (rongga tubuh). Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Beberapa teripang memiliki organ tidak ditemukan dalam invertebrata lain. Juga. Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra). Dalam beberapa Aspidochirotida. memiliki pohon pernapasan yang digunakan dalam pertukaran gas. 16 . teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya. ini tampaknya struktur defensif. maka sistem vaskular air holothurian terdiri dari sebuah cincin anterior kanal dari kanal yang timbul selama menjalankan posterior Meskipun kesamaan dengan kanal radial echinodermata lainnya. dengan pengecualian anggota Elasipodida dan Apodida. Dalam holothurians. Untuk alasan ini kanal di holothurians ini telah baru-baru ini berganti nama menjadi kanal longitudinal (mooi dan David 1997). yang echiuran cacing. melibatkan atau menghalangi calon predator. berat tabung bercabang melekat pada usus di dekat anus.

lambung. saluran cincin yang mengelilingi esophagus dan saluran radial yang berhubungan dengan bagian ampula sepanjang lapisan otot. Mereka juga memiliki ossicles (potongan keras kalsium karbonat). Pembuahannya bersifat eksternal. tetapi ini mikroskopis dan didistribusikan secara luas di jaringan ikat bisa berubah. Di sebelah luar epidermis yang tidak bersilia sering dilapisi lapisan kutikula. Jaringan ini dikembangkan dengan baik ditambah lapisan otot (sekitar tubuh dan sepanjang panjang) membantu mereka untuk bergerak. usus yang cukup panjang dan berakhir pada usus di kloaka. Sistem Pencernaan Alat pencernaan terdiri atas esophagus. Telur yang telah dibuahi setelah menetas akan menghasilkan larva yang disebut aurikularia. Sebagian besar teripang memiliki jenis kelamin terpisah dan biasanya baik laki-laki atau perempuan. Kerangka terletak interna dan terdiri atas spikula kapur mirip batang. Ossicles timun laut yang menakjubkan mengambil berbagai bentuk halus dan digunakan untuk mengidentifikasi spesies timun laut. Alat reproduksi terdiri atas jumbai filamen yang bermuara ke saluran genital. Organ reproduksi mereka di dekat bagian depan tubuh mereka. roda ataupun jangkar. Zat-zat makanan hasil pencernaan diserap oleh usus dan diedarkan oleh sel-sel amebosit yang terdapat pada cairan tubuhnya System pembuluh airnya terdiri atas madreporit. Mulut di ujung dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi menggumpalkan makanan(diduga kaki tabung yang sudah bermodifikasi). Tubuh teripang sebagian besar terdiri dari jaringan ikat yg mungkin berubah bahwa mereka dapat dengan cepat berubah dari lembut ke batu keras. mengalir ke tempat-tempat sempit untuk menyembunyikan atau predator dari disuade menggigit dari mereka. Gonadnya berbentuk seperti sikat dilengkapi saluran-saluran halus yang dihubungkan dengan saluran kelamin yang terletak dekat tentakel. Sistem Reproduksi Teripang berkembang biak secara kawin dan berkelamin terpisah. Dalam beberapa teripang. mereka dapat memberikan ossicles kulit mereka yang kaku dan kasar tekstur. Di sebelah dalam epidermis terdapat otot memenjang dan melingkar yang memungkinkan tubuh teripang dapat memanjang dan memendek seperti cacing tanah. Dalam 17 .Struktur Tubuh Dinding tubuh Holothuroidea tertutup oleh epidermis yang umumnya bersilia.

masing-masing terhubung ke pembukaan pada bagian belakang. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Filum Coelenterta antara lain Hydra. Pernafasan yang disebut pohon. coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh. 18 .Coelenterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani. Dengan ini air terus mengalir. cnido =penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat. mentimun laut pompa air melalui bagian belakang dan naik melalui pohon pernapasan.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana. dan hanya 14 spesies dari kelas Hydrozoa hidup di air tawar. kebanyakan hidup di laut. teripang yang paling besar memiliki sepasang ini. kadang-kadang lebih dari satu spesies pemijahan bersama-sama. Kecil atau berdinding tipis teripang Namun.Terdapat sekitar 9. Mereka akhirnya menetap dan berkembang menjadi teripang kecil. Bentuk larva menetas dari telur bilateral simetris dan bebas berenang. Pengamatan menyarankan pemijahan adalah disinkronisasikan. ubur-ubur. anemon laut dan koral. melayang dengan plankton.Biasanya terdapat diperairan dangkal. Air itu kemudian memerah keluar melalui bagian belakang lagi. sperma dan sel telur dilepaskan secara bersamaan untuk fertilisasi eksternal.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. beberapa makhluk kecil menemukan bagian belakang sebuah seacucumber yang nyaman dan aman untuk menjadi. Sistem Pernapasan Sebuah ciri khas beberapa teripang adalah sistem pernapasan internal percabangan tabung sepanjang tubuh mereka.3 Filum Coelenterata Coelenterata (dalam bahasa yunani.kebanyakan spesies. Teripang mengalami proses metamorfosis dan larva mereka tampak tidak seperti bentuk dewasa mereka. 2. dan melekat pada substrat dan terumbu karang. Beberapa pemijahan teripang meningkatkan depan mereka berakhir dalam kobra-seperti postur ketika merilis telur dan sperma.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.500 spesies. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler). Untuk bernapas. hanya bernapas melalui kulit. Ini termasuk kepiting dan kacang polong Pearlfish.

misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m. sel interstisial (interstitial cells). Nematocyst pda coelenterata air tawar ada empat macam. misalnya Cyanea. Nematocyst paling banyak terdapat di tentakel dan ujung oral. agak bulat. yaitu penggulung ( volvent. dan pangkalnya menempel pada dasar nematocyst. Struktur tubuh coelenterate dapat dibedakan menjadi dua macam. Tipe penusuk berukurana gak bulat mengandung 3 buah duri besar dan 3 deret duri-duri berfungsi menyuntikan racun ke dalam tubuh mangsa . nucleus besar. Anatomi Coelenterata memiliki dinding tubuh yang terdiri atas tiga lapisan yaiti ektoderm atau epidermis yang yang merupakan lapisan paling luar. Cnidocyte berukuran lebih kecil dari kedua macam sel tersebut di atas.Ada yang penjangnya beberapa milimeter. sel-sel pembentuk lapisan epidermis Lapisan epidermis terdiri dari lima macam sel yaitu sel epitel otot (epitheliomuscle cells). penusuk(penetrant. mesoglea yang terletak diantara epidermis dan gastrodermis dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis) merupakan lapisan paling dalam dan membatasi rongga pencernaan. Tipe penggulung berukuran kecil yang berfungsi untuk menggulung mangsa.Ptychocyst hanya terdapat pada anemon lut dariordo Cerinthria contohnya Cerianthus. terletak diantara atau mendesak sel epitel otot. sel kelenjar lendir (mucos secreting cells). Selain nematocyst ada bentuk ptychocyst. 1.isorhiza). Kedua tipe tersebut mempunyai pipa 19 .Tubuh Coelenterata simetris radial beberapa simetri biradial. sel cidocyte. yaitu polip yng hidup menetap berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang dan medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel). sel telur tu cnidocyte.Morfologi Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam. Yng bergun untuk menempel dan menangkap mangs. Tipe perekt da 2 macam yaitu holotrichous isorhiza dan atrichous isorhiza. desmoneme).stenotele) dan dua macam tipe perekat (glutinant. Di dalam Cnidocyte terdapat nematocyst yitu suatu struktur seperti kapsul bulat semacam benang atau pipa halus atau duri melingkar-lingkar.trletak diantara sel epitel otot mampu menghasilkan tipe sel lain seperti sperma. merupakan pelindung tubuh pada bagian dasarnya melebar dan menempel pada mesoglea berisi myofibril yang kontrktir dn berfungsi sebagai otot longitudinal sejajar sumbu oral-aboral Sel interstisial berukuran kecil. dan sel saraf indera (sensory nerve cells). Sel epitel otot berukuran besar.

sebagaimana mesoglea. sel kelenjar enzim dan sel kelenjar lendir. hingga warna Hydra berwarna hijau cerah. membentuk lapisan otot melingkar. sedang medusa dapat berenang bebas. Kontraksi otot berpengaruh terhadap cairan di dalm rongga gastrovaskuler yang berlaku sebagai suatu kerangka hidrostatik. Makanan hancur menjadi partikel kecil20 . Makanan dan Cara Makan Kebanyakan Coelenterata bersift karnivor. 2. Gerakan pada polip biasanya terbatas. 2. 3. Maknan masuk ke mulut dengan bantuan tentakel kemudian makanan masuk ke rongga gasrovaskuler.Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. dalam gastrodermis terdapat zoochlorella yang hidup bersimbiosis. Kebanyakan coelenterata mempunyai nematocyst dalam gastrodermisnya.Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air. Didalam rongga tersebut sel kelenjar enzim menghasilkan enzim semacam tripsin untuk mencerna protein. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip. dan makanan utamanya adalah crustacea dan ikan kecil.Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut. sel-sel pembentuk lapisan Gastrodermis Gastrodermis terdiri dari beberapa macam sel. Fisiologi 1. Sel otot pencerna berfungsi untuk pencernaan dan sebagai otot yang bekerja tegak lurus terhadap sumbu oral aboral. merayap atau meliuk-liuk. atrichous isorhiza lebih kecil dan pada pipa halus tidak dilengkapi duri.Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.halus yang ujngnya terbuka dan menghasilkan bahan perekat. Tubuh polip seperti halnya Hydra dapat memanjang dan memendek atau melengkung ke berbagai arah. sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air. antara lain sel otot pencerna yang berflagela. Pada beberapa spesies Hydra. brfungsi untuk melekatkan tubuh pada substrat. tetapi Hydra tidak. baik di laut maupun di air tawar. Sel kelenjar enzim menghasilkan enzim untuk pencernaan di dalam rongga gastrovaskuler. sel-sel pembentuk lapisan Mesoglea Sistem saraf terdapat pada mesoglea. Pergerakan Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. Holotrichous isorhiza berukuran lebih besar dan disekitar pipa halus terdapat duri-duri kecil yag berfungsi untuk mempertahankan diri.

Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki. Scypozoa. Perkembangan Hydra terjadi secara aseksual dan seksual. Kelas Hydrozoa Hydrozoa hidupnya ada yang soliter (terpisah) dan ada yang berkoloni (berkelompok). gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak. Reproduksi Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual. Sisa metabolisme biasanya dalam bentuk amonia juga dibuang secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh. hidup di air tawar. Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip. sedangkan yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis membentuk medusa.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas. yaitu Hydrozoa. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea rendah. Selanjutnya makanan dicernakan didalam rongga gastrovaskuler. Contoh Hydra dan Obellia. Pertukaran gas terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip. dan Anthozoa : 1.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. kira-kira pada bagian samping 21 . Sisa makanan yng tidak dapat dicerna dibuang melalui mulut. dan dengan gerakan flagela diaduk hingga merata. dan pencernaan dilanjutkan secara intraseluler. Klasifikasi Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya. Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding. Sel otot pencerna mempunyai pseudopodia untuk menangkap dan menelan partikel makanan. Hydra Bentuk tubuh Hydra seperti polip. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. 3. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma). Hasil pencernaan di distribusikan ke seluruh tubuh secara divusi. a. Pernapasan dan Ekskresi Alat pernapasan dan alat ekskresi khusus tidak ada. Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya terdapat 6–10 buah tentakel.kecil seperti bubur.Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip. Ukuran tubuh Hydra antara 10 mm–30 mm.

Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Gonangium. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra b. Gambar 6. Obelia Obelia hidup berkoloni di laut dangkal sebagai polip di batu karang atau berenang di air sebagai medusa.tengah dinding tubuh Hydra. yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2 jenis polip pada cabangcabang yang tegak. mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium gastrula. Tunas telah memiliki epidermis. Pada gonangium terbentuk tunas. menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa. Hydrant. yaitu : a. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. kemudian setelah matang tunas memisahkan diri dari induknya dan 22 . Kemudian bila keadaan lingkungan membaik. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru. inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru. Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). b. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra Gambar 7. Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual.

Hewan Obelia mempunyai dua alat kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan menghasilkan sel telur / ovum dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di luar tubuh (eskternal) dan membentuk zigot. Daur hidup Obellia Sistem saraf medusa lebih tinggi daripada polip. yaitu ocelli dan statocyst. sehingga membentuk koloni Obelia yang baru. dan kebanyakan dioceous. atas dan bawah. Polip tersebut 23 . Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. lalu polip dewasa. Perkembangbikan seksual terjadi pada medusa dewasa. Selanjutnya medusa muda berkembang menjadi medusa dewasa. Yang bawah berfungsi sebagai pusat gerak berdenyut.. Setelah berenang bebas beberapa jam sampai beberapa hari larva planula menempel pada benda atau substrat dan tumbuh menjadi polip. kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia. Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan pembentukan tunas/budding. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi polip muda. kemudian gastrula memanjang menjadi larva planula yang bersilia. Selanjutnya.berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas. Tepi lonceng juga dilengkapi sel-sel indera dan dua macam organ indera. Gambar 9. Ocellus sebagai fotoreseptor dan statocyst berfungsi sebagai organ keseimbangan. Reproduksi pada semua medusa adalah seksual. Sel saraf pada tepi lonceng tersususn dalam dua cincin saraf. telur yang telah di buahi menetas menjadi blastula.

Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai. Daur hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini. sedang pada jenis yang lain gerak berdenyaut dikendalikan oleh pusat saraf tepi lonceng. B. hingga berbentuk suatu koloni hidroid yang paling sedikit dimofrik. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina Sistem saluran gastrovaskular pada scyphomedusa terdiri atas mulut . masing-masing dibatasi sekatan yang disebut septum. zoon = binatang) Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan. dengan pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah. Sistem saraf tersusun seperti jala dan sinaptik. berjumlah empat sampai enam belas. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda disebut Efira. Cincin saraf seperti pada hydromedusa hanya dimiliki oleh ordo Coronatae. perut pusat yang bercabang membentuk empat kantung perut. Pusat saraf terletak dalam rhopalium yamg buerbentuk seperti benjolan kecil diantara lappet dan berisi dua buah lubang indera. Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Reproduksi pada scyphomedusa dioceus. berupa medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita. Setelah menempel.melakukan pertunasan sehingga menghasilkan polip-polip baru yang tetap menempel pada polip induk. 24 . Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. manubrium. sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut skifistoma. serta pada sisi septa terdapat gonad. sel telur atau sperma masuk kedalam rongga gastrovaskular dan krluar melalui mulut. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi. sebuah statocys. Pada ujung septa terdapat filamen yang berisi nematocyst dan sel perekat. Kelas Scypozoa (Skyphos = cawan. adakalanya sebuah ocellus.

tepi lonceng sederhana tidak berlekuk-lekuk seperti scyphomedusa. pelagis dan dominan. Anthozoa berarti dalam daur hidupnya hanya mempunyai polip. Kelas Anthozoa Anthozoa berasal darikata Anthos = bunga. Kelas Cubozoa Medusa cubozoa termasuk ubur-ubur sejati karena berukuran besar. Lonceng medusa mempunyai 4 sisi yang datar sehingga bentuknya seperti kubus. Beberapa jenis cubomedusa berbahaya bagi perenang di laut. sedang polip kecil dan sesille. Cubomedusa mempunyai velum dan tipe nematocyst seperti pada hydromedusa. Bila dibandingkan. zoon = binatang. D. sedangkan hydromedusa dan scyphomedusa tidak. polip Anthozoa berbeda dengan polip pada Hydrozoa.Gambar 9. Mari kita lihat perbedaannya dengan mengamati gambar di bawah ini. Tinggi lonceng dapat mencapai 17 cm dengan panjang tentakel sampai 2 cm. Cubomedusa mampu berenang cepat secara horizontal dengan bagian aboral sebagai anteriornya.Daur hidup Aurellia aurita C. dan dilengkapi 4 helai tentakel. 25 .

telur dan sperma di hasilkan oleh gonad yang sama. biasanya disebut protandri. (a) struktur polip Hydrozoa. Gonad dan gastrodermis. ialah meningglkan potongan-potongan kecil telapak kakinya pada waktu hawan tersebut merayap. Reproduksi dan daur hidup Mawar laut. tetapi pada waktu yang berbeda. 26 . caranya dengan membentuk sekatan searah sumbu oral-aboral. Reproduksi aseksual pada Mawar laut dilakukan dengan dua cara. Cara kedua yaitu pembelahan longitudinal dengan fission. Mawar Laut (Anemon Laut) Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pembuahan di luar terjadi di air laut dan pembuahan didalam terjadi di rongga gastrovaskular. Pada jenis hermafrodit. plankton yang menempel pada permukaan tubuh dan tentakel di alirkan oleh gerakan cilia ke ujung tentakel. 1. bila telah lengkap baru memisahkan diri hingga terbentuk dua polip baru. (b) struktur polip Anthozo Kelas Anthozoa meliputi Mawar Laut (Anemon Laut) dan Koral (Karang). bahkan jenis yang besar dapat menangkap ikan. Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat sehingga Mawar Laut tetap bersih. Beberapa jenis yang berukuran besar dengan tentakel pendek merupakan pemakan suspensi. Pada permukaan mulut Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek.Gambar 10. kemudian di bawa ke mulut. Cara pertama yaitu pedal laceration atau pencabikan telapak kaki. Kebanyakan Mawar laut adalah karnivora dan memakan berbagai jenis avertebrata. Mawar laut bersifat dioecious atau hermafrodit. masing-masing potongan melengkapi bagiannya.

hydroida. polip koral adalah karnivora atau pemakan detritus. Ada tiga tipe batu karang.Koral (karang) Jika sudah mati. Koloni dimorfik dengan polip kecil-kecil yang menghasilkan rangka kapur. Koloni koral bertambah besar dengan jalan reproduksi aseksual. polip baru tumbuh secara ekstratentakular atau intertentakular. 27 . Reproduksi dan daur hidup koral. polip baru tumbuh dari tengah bagian tubuh ke bawah. Jenis-jenis koral ada yang dioecious. pembuahan didalam atau diluar. karang penghalang dan karang atol. Tergantung pada jenisnya.2. Hasil pembuahan adalah larva planula yang berenang bebas. pada intertentakular. soliter atau koloni. yaitu pembentukan polip baru tumbuh dengan jalan pertunasan. Reproduksinya biasanya dengan pertunasan manghasilkan medusa-medusa kecil yang mempunyai ocelli dan statocyst. hingga mangkuk karang makin lama makin besar. Proses pertunasan diikuti pembentukan sklerosepta dan mangkuk karang dari masing-masing polip baru. Kegiatan makan dan mengembangakan tentakel dilakukan pada malam hari. yaitu karang pantai. gonad pada gastrodermis. polip baru tumbuh dari penyekatan membujur mulai dari oral disk kearah aboral. milleporina. Ordo 2. bahkan keluar dari mulut apabila memakan mangsa yang besar. Filamen melebar sampai ke tengah rongga gastrovaskular. biasanya medusa kecil dan mempunyai velum. rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Generasi polip berkembang baik. Ordo 1. Larva planula menempel pada substrat dan tumbuh menjadi sebuah polip lengkap dengan tentakel dan mangkuk karangny. Pada pertunasan ekstratentakular. ada yang hermafrodit. Klasifikasi 1. Kelas Hydrozoa Bentuk hidroid dominan. Seperti halnya Mawar laut.dan merupakan induk dari sebuah koloni karang yang baru dengan cara aseksual yaitu menghasilkan polip-polip baru yang tetap bersambungan dan masing-masing polip menghasilkan mangkuk karang.

rhizostomeae. berbentuk lonceng atau payung. trachylina. Berbentuk koloni hidroid yang berenang bebas. mulut berhubungan dengan stomodeum. mulut asli di tengah lonceng tidak ada. stylasterina. Ordo 2. Bentuk medusa seperti mangkuk atau piring. terutama memakan ikan. Polip soliter. peromedusa. semua di laut. medusa agak besar. Polip menghasilkan rangka kapur. Kelas Anthozoa Semua berbentuk polip dan menempel. Actiniaria. tentakel 4 buah atau 4 kelompok. mempunyai velum. di tengah koloni terdapat sebuah gastrozooid besar yang dikelilingi beberapa ponozooid. semaeostomeae. Generasi polip kurang berkembang atau tidak ada. tepi lonceng berlekuk-lekuk.Ordo 3. tentakel bolong. Ordo 4. Sea anemones. pada pangkal gastrozooid terdapat duri. dapat menjadi besar.100 spesies. Pantai dan lepas pantai laut tropis sampai sub tropis. 3. 4. Ordo 1. tidak mempunyai rangka. Bentuk seperti gelas piala. Ordo 3. Subkelas Zoantharia (Hexacorallia) Polip soliter atau koloni. berbentuk rangka kapur atau tidak. sessile dan menempel dengan tangkai aboral pada rumput laut. syphonophora. rongga gastrovaskular bersekat-sekat oleh septa vertikal yang mangandung nematocyst gonad pada gastrodermis 6. jumlah tentakel tiap polip 6 helai atau kelipatan dari 6 sampai banyak. hidup menempel tetapi tidak 28 . medusa kebanyakan berenang bebas. biasanya mempunyai siphonoglyph. Tepi lonceng tanpa tentakel. a. labah laut didaerah tropis yang sengatannya dapat menimbulkan borok atau kematian. soliter atau koloni. Kelas Cubozoa Lonceng berbentuk persegi dengan 4 sisiyang datar. Ordo 5.biasanya memiliki pedal disk semacam kaki. Antara puncak aboral dan tepi lonceng terdapat lekukan seperti pinggang dan kebanyakan hidup di laut dalam. Koloni hidroid berenang bebas dengan alat pengapung mengandung zat tanduk. ukuran kecil sampai besar. Ordo 4. chandrophora. sekitar mulut Ordo 6. stauromedusae. 2. Kelas Scyphozoa Ubur-ubur sejati. Ordo 1.

polip pendek. Koral hitam. Ordo 2. polip selalu mempunyai 8 tentakel pinnate bersambung dengan 8 septa. Contohnya corallium (red coral) untuk perhiasan dan Gorgonia (karang kipas). coral gorgonia. tetapi tidak mempunyai pedal disk. Ordo 3. tersusun dalam 2 lingkaran. Subkelas Octocorallia (Alcyonaria). Pennatulacea.Keanekaragaman Jenis Indeks keanekaragaman (diversity index) telah digunakan dalam kajian tentang suatu sistem yang mengarah kepada aspek jumlah dan jenis (spesies) tertentu. umumnya sebagai epizoik pada avertebrata lain. zat taduk gorgonin atau keduanya. mengandung perekat sebagian besar terdapat di laut tropis. Ceriantharia. hanya ujung oral yang muncul keluar. Ordo 1. soliter. 1000 spesies di laut tropis dan sub tropis. Diversitas atau keanekaragaman membutuhkan aliran energi sehingga indeks-indeks keanekaragaman dapat digunakan 29 .melekat pada batu. rangka dari spikula kapur. sumbu rangka dari spikula kapur. terdapat di laut dalam derah tropis. Pangkal masing-masing polip menyatu dalam satu jaringan yang lunak seperti karet. Ordo 3. Stolonifera. pedal disk tidak ada. Stony coral atau karang batu. tidak membentuk rangka luar.4. Contohnya Antipathes. Alcyonacea. terdiri dari zat tanduk dengan polip kecil-kecil. Karang lunak (soft coral). Screlactinia dan Madreporaria. Rangka terdiri dari spikula kapur yang terpisah-pisah. 2. terbungkus selubung dari lendir dan pasir yang mengeras. Hampir semunya berbentuk koloni. Tubuh polip seperti anemone yang panjang dan gemulai. Bentuk rangka seperti ranting tumbuhan. Sea pen ( Pena laut). Ordo 5. berbentuk panjang atau pipih pada sisi-sisinya terdapat polip yang dimorfik. Zoanthidae. pasir atau pada hewan dan dapat merayap dengan pedal disk semacam kaki. Koloni lentur. Ordo 2. adakalanya menyatu berbentuk seperti pipa (stolon). Antipatharia. rangka di dalam . Ordo 4. dan sifatsifat mereka dalam berbagai fungsi ekologi. rangka dari spikula kapur contohnya Stylatula dan Pennatula sulcata. Bentuk polip seperti anemone kecil. Polip muncul dari setiap stolon. Koloni tumbuh tegak dan bercabangcabang seperti tanaman. jumlah tentakel 6. Gorgonacea Horny coral. tentakel banyak. b. Umumnya berbentuk koloni yang terdiri atas polip-polip kecil yang menghasilkan rangka luar dari kapur (calcareous) berbentuk mangkuk kecil. Ordo 4.

kepadatan populasi mempunyai batas atas dan batas bawah pada suatu areal titik di alam. 1989). dimana individu- 30 . 2.(Odum 1993) Ditemukan pula oleh Odum (1993). (Odum. Apabila kepadatan spesies titik pada tingkat titik telah mampu melampaui batas maka spesies itu bermigrasi dengan epat ( Nyabakken. Pola distribusi mengelompok. 2. Menurut Odum (1993). dimana individu-individu menyebar dalam beberapa tempat dan mengelompok dalam tempat lainnya. menghasilkan pengaruh dan cenderung mengurangi keanekaragaman dan mendorong terjadinya monokultur.sebagai indikator dari keadaan suatu sistem dan keseimbangan antara aliran energi yang menghasilkan keanekaragaman dan aksi negatif yang bisa menurunkan keanekaragaman. Pola distribusi acak. Pola distribusi Populasi Populasi merupakan suatu kelompok individu dari spesies yang sama atau spesies yang tidak sama pada suatu tempat dan waktu (Setiadi dan Tjondronegoro. Manusia dan pemangsa. 1988).5. Penyebaran populasi terjdikarena : emigrasi. 1989). studi tentang populasi menunjukka bahwa penurunan indeks keanekaragaman berkorelasi dengan aksi negatif. Sebagai contoh.6. Kepadatan populasi juga mempunyai ciri atau sifat yang berbeda-beda. Kepadatan (Densitas) Kepadatan populasi merupakan besaran atau ukuran banyaknya individu di dalam suatu populasi yang dihubungkan dengan satuan ruang atau tempat (Sehadi dan Tjondronegoro 1989). Di dalam pengkajian suatu kepadatan seringkli merupakan ciri populasi yang pertama-tama mendapat perhatian (Odum 1993). Batas atas dan batas bawah dari kepadatan populasi ditentukan oleh arus energi (produktivitas) dan ekosistem. ke dalam mana organisme tersebut tergolong dan besar laju organisme tersebut. Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada kepadatan populasinya (Suhadi dan Tjondronegara. gerakan ke luar satu arah : imigrasi – gerakan ke dalam satu arah dan migrasi berangkat ( pergi ) dan datang kembali secara periodik. bahwa keanekaragaman lebih tinggi pada komunitas yang mantap dari pada komunitas-komunitas yang dipengaruhi oleh gangguangangguan musiman atau secara periodik oleh manusia dan alam.1993).

1993 ) Penyebaran secara acak terjadi dimana lingkungan sangat seragam dan terdapat persaingan diantara individu sangat keras dimana terdapat antagonis positif yang mendorong pembagian ruang yang sama. seragam atau bergerombol sendiri dengan ruang yang luas yang tidak terisi. menggerombok seragam. 1988 dalam Taruminkeng 31 . ada lima tipe penyebaran : seragam. (Tarumingkeng. dan menggerombol berkumpul (Odum. tertentu. intensitas cahaya dan salinitas. rah aliran air. dalam salah satu faktor di atas. seperti tersebar secara acak.Acak Seragam Berkelompok acak Pola distribusi populasi ( Odum. 1993).(Ludwing dan Reynolds. Dengan kata lain. intensitas eragaman (Homogenety) dalam lingkungan hidup spesies itu atau adanaya perilaku nonselektif dari spesies yang bersangkutan dalam lingkungan. Pola distribusi acak dari individu anggota populasi suatu spesies menunjukkan bahwa terdapat kesi gaya-gaya eksternal seperti arah angin. sedangkan berkelompok ( Kelompok Acak ) terdapat tersebar beberapa kelompok. menggerombol secara acak. secara acak. Pola distribusi non acak atau merata disebabkan oleh pengaruh negatif dari persaingan makanan di antara individu. Pola distribusi mengelompok disebabkan oleh sifat spesies gregarious (bergerombol) atau adanya keragaman (Heterogeneity) habitat sehingga terjadi pengelompokkan di tempat lain yang terdapat banyak bahan makanan. Faktor reprouksi yaitu faktor yang berkitan dengan cara berkembang biak.7 Faktor fisik ( Zonasi ) ekosistem pesisir Faktor vektoral yang timbul dari gaya-gaya eksternal seperti arah angin. Faktor sosial faktor yang timbul dari berbagai sifat yang dimiliki spesies Faktor stokastik yaitu faktor yang timbulkarena danya keragaman acak aliran air.1994) Beberapa faktor penyebab adanya perbedaan pola spahal ( tata ruang ) antara lain • • • • 1994 ) 2.

kemudian diikuti oleh zona lereng terumbu yang ditempati oleh berbagai koloni karang hidup. al. Sebagin besar zona ini menglmi kekeringan pda saat surut. zona pertumbuhan algae (Thalamita-Flat) dan zona maats. gorgonian.1996) Tipe ekosistem terumbu karang terdiri dari beberapa zona. gorgonian. c. Moats dan Goba mempunyai substrat bervariasi dari lupur sampai pecahan karang. Lamun adalah kelompok tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping tunggal yang mampu hidup secara permanen di bawah permukaan air laut. Zona Lamun Menurut Sheppard et. zona lamun. (1996) dalam Wimbaningrum (2002) zona lamun adalah ekosistem pesisir yang ditumbuhi oleh lamun sebagai vegetasi yang dominan. Zona Rataan Pasir ( Sand Flat ) 32 . karang lunak. habitat dan makrohabitat ikut menentukan sebaran lokal echinodermata. (Aziz. Zona Tubir ( Puncak Terumbu ) Merupakan zona yang terdapat formasi karang hidup yang disebut Acropora rampart. Zoan Beting Karang Merupakan suatu daerah yang dibangun oleh bongkah karang (boulders) dan pecahan karang (rubbles). karang lunak. Lereng terumbu Lereng terumbu merupakan zona yang ditempati oleh berbagai koloni karang hidup. Pembagian zona pada kawasan intertidal : a. yaitu zona rataan terumbu yang terdiri dari zona daratan pasir. Disini didapatkan koloni karang bercabang yang sangat rapuh dan mudah rusak jika diinjak. spons dan anti patharian. b. Kondisi substrat. f.Fauna Echinodermata dapat tersebar di berbagai ekosistem terumbu karang dan daerah perairan lepas pantai. Zona tubir yan terdiri dari beting karang (Rubble rampart) dan (Acropota rampart). spons dan antipatharian yang berada pada zona kemiringan terumbu karang. e. Zona Moats dan Goba Zona ini selalu tergenang air kedang-kadang mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Daerah ini pada saat surut terendah biasanya tersisa genangan air setinggi 20-50 cm. d.

fauna dan biota laut. Sebagian besar dari daerah rataan pasir ini mengalami kekeringan pada saat air surut besar. populasi dan distribusi Echinodermata dan Coelenterata di Pulau Pari dipengaruhi oleh faktor fisik. dan distribusi Gambar 7. g.8 Kerangka Berfikir PULAU PARI FLORA DAN FAUNA BIOTA LAUT Filum Echinodermata Filum Coelenterata FAKTOR FISIK FAKTOR FISIK Keanekaragaman . Pantai Pantai merupakan zona yang terdiri dari rataan pasir yang terkena sebagian pasang 2. salah satunya adalah zonasi atau substrat. Keanekaragaman. Diagram Kerangka Berfikir Keanekaragaman. Populasi.Merupakan daerah yang ada pada tempat tertentu terdapat pecahan karang mati (Rubbles). Pulau Pari mempunyai keanekaragaman hayati yang terdiri flora. 33 . populasi dan distribusi Pulau Pari merupakan bagian dari Kepulauan Seribu yang termasuk ke dalam zona pemukiman. dan pada beberapa tempat ditumbuhi enhalus.

Seribu Analisa laboratorium dan identifikasi lebih lanjut dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Deskripsi Tempat Kepulaun Seribu terdiri dari pulau-pulau karang sebanyak 105 buah dengan total luas wilayah daratan sebesar 8. Kep.57 Ha Sumber : Sekdin Pertanahan & Pemetaan Kab.7 kilo meter persegi. Adm. Posisinya secara geografis adalah pada 34 .1 Waktu dan Tempat Praktikum lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Nopember 2009 sampai dengan tanggal 22 Nopember 2009. Tempat praktikum lapangan dilakukan di Pulau Pari tepatnya: Kelurahan Kecamatan Kabupaten Propinsi Luas Wilayah : Pulau Pari : Kepulauan Seribu Selatan : Kepulauan Seribu : DKI Jakarta : 94.BAB III METODOLOGI 3.

Sedangkan di bawah air. Elang Bondol (Haliastur indus). penggaris untuk alat pembanding.106 40' BT dengan luas 1. terutama jenis koral.1 Teknik Sampling 35 .8 hetare (11.180.5 24' . Kelurahan Pulau Tidung dan Kelurahan Pulau Pari.8 km). Hanya ada dua Kecamatan yang terdapat di kabupaten ini yakni Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan kelurahan masing-masing yaitu Kelurahan Pulau Panggang. Roko-roko (Plegadis falcneleus). coklat dan kekuningan. hygrometer untuk mengukur kelembaban udara.3 Metode Pelaksanaan Praktikum Lapangan 1.5 45' LS dan 106 25' . terdapat keragaman species laut tropis Indo-Pasifik yang tinggi. Bahan yang diperlukan antara lain alkohol 70 %.Sementara di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan terdapat kelurahan. dan Red Data Book IUCN (International Union for Conservatioan of Nature and Natural Resources). Kelurahan Pulau Untung Jawa. patok kayu. Raja udang biru kecil (Halcan chlaris). Ular Taliwangsa atau ular cincin emas (boiga dendrophila). echinodermata dan ikan. moluska. termometer untuk mengukur suhu dan luxmeter untuk mengukur intensitas cahaya. meteran. yakni Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penye Hjau (Chelonia mydas). kamera. 3. Jenis koral-koral yang seringkali ditemukan adalah karang daging (Porites lobata) yang kebanyakan berwarna ungu. 3. Ular Piton (Python spp). Temperatur sepanjang tahun umumnya berkisar antara 21 C-32 C dengan kelembaban udara rata-rata 80 %. Kepulaun Seribu merupakan sebuah Kabupaten . anemometer untuk mengukur kecepatan angin. wadah plastik untuk sampel.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tali rafia untuk membuat transek dan kuadrat pengamatan. Kepulauan seribu memiliki keanekaragaman hewan yang cukup tinggi diantaranya yaitu memiliki dua jenis penyu yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan termasuk dalam Apendiks 1 Cites (Convention on International Trade in Endangered Wild Flora Fauna Species). Biawak (Varanus salvator). dan formalin 4 % untuk mengawetkan sampel yang akan diidentifikasi lebih lanjut. Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan.

termometer. Di darat sampel tersebut di identifikasi dan selanjutnya dilepaskan kembali ke laut. Untuk pengukuran parameter lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan di setiap kuadarat pengamatan yang berukuran 1 x 1 m2. label tersebut diberi nomor transect. patok kayu. kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik atau ember dan diberi label. Daerah yng ditetapkan sebagai lokasi pengambilan sampel adalah bibir pantai bagian selatan Pulau Pari. Pengukuran Parameter Lingkungan Pengambiln data tentang faktor fisik kimia lingkungan dibatasi hanya pada pengukuran suhu. Karena pada sore hari air laut mulai surut. 36 . Pembuatan garis transek dengan jarak 100 meter secara vertikal dari bibir pantai sebanyak 8 garis ke arah laut dengan jarak antara garis trnsek yang satu dengan yang lain adalah 5 meter pada setiap transek dibuat 10 kuadrat dengan jarak antara kuadrat 1 dengan yang lainnya adalah seragam. alkohol 70% formalin 40%. Spesimen Echinoermata dan Coelenterata yang berada di dalam kuadrat diambil. meteran. Pengambilan sampel Pengambilan sampel dilakukan pada sore hari dengan pengulangan 2 kali. dengan demikian akan ditemukan berbagai populasi pada berbagai kuadrat. kamera. Tempat pengambilan sampel ditentukan berdasarkan kondisi perairan pantai (topografi) yang surut. anemometer. Cara Kerja Tahap Persiapan Dilakukan observasi untuk menentukan pantai-pantai yang perirannya surut. penggaris. setelah itu dilakukan persiapan alat dan bahan yaitu : tali rafia.2 1. waktu dan tanggal pengambilan. Teknik sampling yang digunakan secara sistematik random sampling dengan menggunakan belt transect yaitu dengan membuat bentangan jalur dengan menggunakan tali rafia sebanyak 8 belt transeck sepanjang 100 meter dengan jarak antara belt yang satu dengan yang lainnya adalah 5 meter pada kawasan pantai Pulau Pari dengan kuadrat berukuran 1 x 1 m2. namun yang diambil sampel hanya berasal dari 10 titik. intensitas cahaya. 1. yaitu pada sore hari untuk mempermudah pengambilan sampel.. Spesimen yang terdapat dalam kuadrat yang tidak diketahui jenisnya diambil kemudian di foto kemudian dimasukkan ke dalam stoples yang berisi larutan alkohol 70 % selanjutnya di bawa ke laboltorium untuk diidentifikasi 3. luxmeter. wadah plastik (ember). 2. dan kecepatan angin.Metode yang digunakna dalam penelitian ini adalah metode survei. higrometer.

1980). BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. (Aziz . (Aziz . (Aziz . (Aziz . Zone ini mempunya tipe dasar pasir karang dan menalami kekeringan pada waktu surut.1.7 Kecepatan angin m/menit 1. Di daerah ini dapat dijumpai koloni karang hidup yang tumbuh tidak merata.1 Zonasi Pulau Pari Dari pengamatan yang telah dilakukan didapatkan bahwa berdasarkan tipe dasarnya daerah rataan terumbu bagian selatan Pulau Pari dapat dibagi menjadi beberapa zonasi. Dibeberapa tempat dari zone tersebut ditumbuhi oleh Enhalus. Tipe dasar dari zone ini adalah campuran pasir dengan pecahan karang.10 18. 3. 4.0 klx 7.1980). 2.1. Jika dilihat dari kepadatan jenis pada tiap-tiap pengamatan maka daerah zone pasir Pulau Pari didominasi oleh Archaster typicus.1 Hasil 4. Pengukuran kedalaman dilakukan dengan menggunakan penggaris stainles.3 Penelitian Awal Akhir 37 . Zone Pertumbuhan Algae Lebar zone ini antara 100-120 meter dari zone pertama dengan kedalaman antara 50-70 cm pada waktu surut.00 Suhu 32 31 Intensitas Cahaya klx 9. yaitu: 1. Zone Pasir Lebar zone ini antara 280 – 300 meter dari garis pantai dengan kedalaman antara 0 –50 cm.27 m/menit 8.dilakukan pengamatan 2 jam sekali untuk suhu. sedangkan untuk kelembaban udara dan kecepatan angin hanya dilakukan satu kali yaitu hanya bertujuan untuk memperkenlkan alat-alat ukurnya serta bagaimana cara menggunakannya.2 No 1 2 Parameter Lingkungan Parameter Lingkungan Waktu 17. Zone moat Zone ini memiliki lebar antara 50-100 meter dari zone kedua dengan kedalaman antara 70-100 cm pada waktu surut.1980).1980). Setiap zone memiliki susunan epifauba tersendiri.

4. kelas holothuroidea diwakili oleh 2 jenis.* II Holothuroidea 1 Holothuria sp. III Echinoidea 1 Diadema setosum IV Ophiuroidea 1 Ophiurea sp.* Keterangan : + = Dijumpai * ++ +++ ++ - + + - - - + - - - = Tidak dijumpai = Hasil Koleksi bebas Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa dari mulai wilayah pasir hingga sebagian padang lamun duhuni oleh Archaster typicus sedangkan yang lainnya hanya di temukan beberapa saja.3 Jenis-jenis Echinodermata di Pulau Pari Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada echinodermata didapatkan empat kelompok kelas (Asteroidea.1. Jenis Echinodermata di Pulau Pari No I Kelas/Jenis 1 2 3 4 ++ Belt Transect 5 6 7 + + + 8 9 10 - Asteroidea 1 Archaster typicus 2 Linckia laevigata* 3 Culcita sp. echinoidea diwakili oleh 1 jenis dan ophiuroidea diwakili oleh 1 jenis. echinoidea. 38 . Tabel. dan ophiuroidea) sedangkan kelas crinoidea tidak ditemukan. holothuroide. Selama pengamatan ditemukan 6 jenis spesies yang termasuk ke dalam filum echinodermata yaitu. kelas Asteroidea diwakili oleh 3 jenis.

jumlah jenis Asteroidea di Pulau Pari yang ditemukan adalah spesies C. Jenis-jenis Echinodermata yang ditemukan di Pulau pari Bintang laut ( Asteroidea) Berdasarkan pengamatan yang dilakukan. Sistem reproduksinya bersifat dioseus. Memilki sistem pencernaan yang sempurna mulai dari mulut diteruskan melalui faring ke kerongkongan. Habitat dari Archaster typicus adalah zona pasir dengan kedalaman 0-50 cm. Leauigata. 2007 ) 39 . ke lambung. typicus dan L. Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti. Archaster typicus Gambar: Archaster typicus pada habitat aslinya Sumber gambar Dokumentasi Pribadi. saluran radial. Memiliki lima lengan dengan bagian dorsal berwarna kecoklat-coklatan yang berselang-seling dengan warna gelap seperti pita disetiap lengannya. ( Zoologi Dasar. A. terdiri dari bagian oral ( yang memiliki mulut ) dan aboral ( tidak memiliki mulut ).4 1. lalu ke usus dan terakhir ke anus. Sepesies ini memiliki pola distribusi secara acak berkelompok. Archaster typicus ditemukan melimpah pada Belt Transect 2 dengan kuadrat tertentu. novaeguineae. Pada bagian samping lengannya terdapat duri.1. a. Pada bagian ventral terdapat kaki amburakral ( kaki tabung ) yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya air. Deskripsi Bentuk tubuhnya seperi bintang ( simetris radial ). Acak berkelompok yaitu tersebar secara acak namun tetap membentuk kelompok atau bergerombol sendiri dengan ruang yang luas dan tidak terisi. Memiliki gaya regenerasi yang tinggi. saluran cincin. Sistem amburakralnya terdiri dari madreporit.4.

tiap lengannya memanjang hingga 15 cm tau lebih. dan tubir. 2007 Linckia laevigata c.1981). Gambar: Linckia laevigata Sumber Dokumentasi Pribadi Jenis L.Gambar 37.leavigata disebut dengan berlian biru (Hyman 1955).leavigata dapat ditemukan (Aziz. : Animalia : Echinodermata : Asteroidea : : Achaster : Aschaster typicus : Biologi laut. L. berlengan lima. hidupnya di daerah terumbu karang. 1998).leavigata berlengan lima.leavigata mudah dikenali karena warnanya.leavigata yang ditemukan di Pulau Pari mempunyai ciri berwarna biru. Menurut Nonteji 2005. Sistem ambulakral pada Echinodermata Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Genus Spesies Sumber b.leavigata ditemukan pada daerah karang. L. Pada daerah pertumbuhan algae. berwarn sangat kontras atau (berwarna biru). ditemukan pada dataran karang dan daerah air laut yang dangkal (Ming. L. jenis L. Menurut Yusron (2006a). L. 40 .

tidak mempunyai duri. the invertebrates (Echinodermata) Culcita novaeguineae Gambar dua jenis Culcita Sumber Gambar Dokumentasi Pribadi Culcita novaeguineae yang ditemukan memiliki bentuk tidak seperti binyang laut biasanya.leavigata cendering soliter dan menyendiri. membentuk setengah membulat atau menyerupai bola.Distribusi L. Apabila dilihat dari arah oral. yang menyatakan bahwa L. Hal ini didukung oleh Aziz(1996b).leavigata berada di Indo Pasifik barat.H 1955. L. dan memiliki dua warna terang dan gelap pada 41 .(Purwati dan Lane 2004) Jenis L. Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Sumber d. Apabila dilihat dari abolar terlihat lengan yang menjulur berbentuk pentagonal seperti bintang.leavigata ditemukan soliter. : Animalia : Echinodermata : Asteroidea : Phanerozonia : Linckiidae : Linckia : Linckia Leavigata : Hyman.

berbentuk bulat panjang.) Sumber Gambar Dokumentasi Pribadi Deskripsi Tubuh Holothuroidea lunak. Distribusi dari C. the invertebrates (Echinodermata) Teripang ( Holothuroidea) Holothuria sp. a.novaeguineae termasuk tipel lokal Pasifik barat (Purwati dan Lane 2004).novaeguineae terkadang ditemukan sedang makan di koral. L. Di sebelah dalam 42 . Pada daerah pertumbuhan algae dan tubir jenis spesies ini dapat ditemukan (Aziz 1981 : 1996b) Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Sumber 2. Bagian dari dinding tubuh C.novaeguineae berkalsium tebal. makanannya secara individual dengan memakan karang. terlindung atas osikel yang amat halus dan tidak mempunyai lengan. ukurannya sebesar bola. Hal ini merupakan salah satu pertahanan hidupnya agar tidak mudah dimangsa oleh predator.(Lane dan Vandenspiegel 2003).setiap individu. Pada bagian bawahnya terdapat lima amburakral yang terpencar lebih menegaskan bagwa C. Lengan dewasa lebih panjang dari interadiinya yang menghabiskan bentuk yang membulat. : Animalia : Echinodermata : Asteroidea : Phanerozonia : Goniasteridae : Culcita : Culcita novaeguineae : Hyman. Culcita novaeguineae yang ditemukan di pulau pari berada pada substrat pasir dan soliter. C. Gambar : Teripang ( Holothuria sp.H 1955.novaeguineae biasa di sebut cushion star atau bantal laut. Hal ini menyebabkan C. Memiliki kanal longitudinal sebagai saluran air.novaeguineae adalah bintang laut. Memiliki pohon pernapasan yang digunakan dalam pertukaran gas.(Lane dan Vanderspiegel 2003).

Hidup pada dasar substrat pasir. lambung. 1894 ) : Holothuria : Holothuria sp. Alat pencernaan terdiri atas esophagus. : Animalia : Echinodermata (Klein. lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang akan mengeluarkan seluruh isi di dalam tubuhnya apabila dia di sentuh secara kasar. Memiliki ossicles (potongan keras kalsium karbonat) yang bersifat mikoskopis. a. 1734 ) : Holothuroidea (de Blainville. : Biologi laut 2007 Bulu Babi ( Echinoidea) Diadema setosum Gambar: Bulu Babi (Diadema setosum) Sumber gambar Dokumentasi Pribadi 43 . Organ reproduksi mereka di dekat bagian depan tubuh mereka dan bersifat dioceus. Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Sumber 3. Tubuh teripang sebagian besar terdiri dari jaringan ikat yg mungkin berubah bahwa mereka dapat dengan cepat berubah dari lembut ke batu keras. usus yang cukup panjang dan berakhir pada usus di kloaka (sistem pencernaan sempurna).epidermis terdapat otot memenjang dan melingkar yang memungkinkan tubuh teripang dapat memanjang dan memendek seperti cacing tanah. 1834) : Aspidochirotida (Grube. 1840) : Holothuriidae (Ludwig.

Duri-duri ini menutupi seluruh tubuhnya. a. 1889) : Diadematidae (Gray. Sumber Gambar Dokumentasi Pribadi 44 . 1984) : Echinoidea (Leske. Dapat bergerak ke segala arah. 1778) : Diadematoida (Duncan. Tubuh terbungkus oleh suatu struktur yang berupa cangkang (test). Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Sumber : Animalia : Echinodermata (Smith. mulutnya terletak di bawah dan di tengah-tengah.berwarna hitam. Sistem reproduksi bersifat dioseus. (Zoologi Dasar). Gambar Ophiurea sp.Deskripsi Bentuk tubuhnya bulat tanpa lengan. Memiliki duri-duri yang panjang dan mudah patah apabila terinjak. Bintang Ular Laut ( Ophiuroidea) Ophiurea sp. Bulu babi memiliki bentuk simetri meruji ketika dewasa. 1855 ) : Diadema : Diadema setosum : P3O-LIPI 4. Pada hewan ini terdapat sebuah penbuluh sirkular dan 5 buah pembuluh radier. Bagian mulut atau gigi merapat menjadi satu yang dilekatkan oleh deretan bagian yang terdiri dari bahan kapur untuk membentuk struktur yang dinamakan lentera aristotle (himpuan gigi yang terdapat pada banyak jenis bulu babi).

1. Karena tidak memiliki anus maka makanan yang tidak dicerna dimuntahkan kembali keluar mulut. Duri-duri hanya tedapat pada lateral.5 : Animalia : Echinodermata : Ophiuroidea : Ophiurida : Ophiothricidae : Ophiothrix : Ophiurea sp. : Biologi laut 2007 Jenis-jenis Coelenterata yang ditemukan di Pulau pari Coelenterata yang banyak ditemukan di pulau Pari adalah kelas Anthozoa dari jenis coral. Cara makan dengan mengangkat lengan ke atas ke dalam air untuk menagkapa plankton atau dengan mencari makanan di dasar laut. Karena lengannya yang tinggi dan kemampuannya untuk bergerak. dan 2 lateral. Setiap lengan ditutupi oleh 4 baris lempeng. Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Sumber 4. Bintang ular laut ini hidup di tempat terlindung atau air tenang. coklat dan kekuningan.Deskripsi Bentuk tubuh seperti uang logam (coin).Celah amburakral tidak ada. 45 . kaki tabungnya umumnya tidak digunakan untuk berjalan dan dikurangi fungsinya menjadi alat perasa dan pernapasan akibatnya ampula-ampulanya menghilang. di perairan pantai pada kubangan pasut dan di balik batu atau memendam pada dasar lunak. Lengan ramping dan mudah bergerak cepat dan berenang dalam air. Mulut mempunyai 5 lempeng tetapi tidak memiliki mekanisme lentera aristotle. 1 aboral. Sistem reproduksi bersifat dioceus. Jenis koral-koral yang seringkali ditemukan adalah karang daging (Porites lobata) yang kebanyakan berwarna ungu. 1 oral. ditutupi oleh lempeng-lempeng kerangka dan diubah menjadi saluran-saluran epineuron (epineural canal). budar dan pipih dan lengan-lengan menjulur sekeliling tubuh dan mulut di bawah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan salah satunya adalah mepelajari biota laut baik dari segi morfologi tubuhnya hingga habitatnya agar keindahan dan kelestarian laut dapat terjaga dengan baik Zona pesisir merupakan zona yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi apabila dibandingkan dengan zona lain yang ada di wilayah bahari. tentunya wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar juga.2 Saran Laut merupakan wilayanh yang sangat luas. kebanyakan bersifat simetri radial. sehingga diperlukan perhatian khusus dalam menjaga kondisi lingkungan agar tidak rusak dan tercemar dari kegiatan nelayan dengan kelompok masyarakat yang memanfaatkan zona pesisir ini. Zona ini merupakan salah satu habitat bagi kehidupan Echinodermata dan Coelenterata. Untuk dapat menjaga dan melestarikan semua yang ada di dalam lautan maka patutlah bagi kita untuk terlebih dahulu mempelajari segala hal yang berkaitan dengan laut. dengan mulut di tengah-tengahnya. Dalam pembagian ruang antara nelayan dan masyarakat yang memanfaatkan zona pesisir 46 . Pemanfaatan zona pesisir perlu diperhatikan karena di zona pesisir merupakan habitat bagi hewan avertebrata laut. Biasanya berdasarkan pada tempat keberadaan sumber makanannya. Holoturoide. 5. Dalam praktikum lapangan ini ditemukan spesies dari kelas Asteroidea. diantaranya adalah Echinodermata dan Coelenterata . 4) Filum Echinodermata dan Coelenterata. Tubuhnya terencanakan dengan 5 buah antimer yang tersusun radial.1 Kesimpulan 1) Keanekaragaman echinodermata masih dapat ditemukan di Pulau Pari. hampir semua anggota Echinodermata dan Coelenterata hidup di laut. Ophiuroidea dan Echinoidea. 2) 3) Keanekaragaman Coelenterata yang dapat ditemukan dalam praktikum ini Setiap spesies memiliki habitat tertentu yang sesuai untuk dapat menetap hanya dari kelas dan melangsungkan hidupnya.

Sedangkan pemerintah memanfaatkan untuk Rehabilitas Mangrove secara besar-besaran terhadap habitat Echinodermata dan Coelenterata pada khususnya perlu diperhatikan karena pada substrat tertentu terdapat habitat bagi jenis Echinodermata dan Coelenterata. 47 .untuk penangkaran ikan dan sebagainya.

Hammond.. 10:33-41 Aznam aziz. C.3 dan 4 : 11-17 Suwignyo. dkk. L.DAFTAR PUSTAKA Kiswara. A. Lembaga Oseanologi Nasional LIPI Jakarta 1980. Pulau-pulau Seribu Jakarta: ISSN 0125-9830. No. 1989 Myers. Penelaahan epifuna di daerah rataan terumbu bagian selatan pulu pari.Graw-Hill book company. Fauna Echinodermata dari Terumbu Karang Pulau Pari. Oseanologi di Indonesia. G. M. 2006. New York Darsono. Lembaga Oseanologi Nasional LIPI. Jakarta 48 . Dr.P. London.Sc.Jakarta.org. Kondisi Lingkungan pesisir dan laut di Indonesia. 2005..H. pulau-pulau seribu. Prapto Darsono dan Widiarsih Kastoro. 2007 Prof.. Oseanologi di Indonesia 1978.2005. 1992. No. 26 Thn VII . A.Pengantar Ilmu Kelautan. Djambatan. Erlangga. dan asikin djamali. Avertebrata Air. Jakarta. Ed. Jakarta. T. 2009 at http://animaldiversity. and T.Biologi Laut. 14:41-50. Prilaku perkawinan bintang laut Arcashter typicus(Echinodermata : Asteroidea) oseana Vol. Kasijan. Sri Juwana. The invertebrates : Echinodermata-Volume IV. Jones. Aziz. ZOOLOGI DASAR. 1978. Aznam Aziz. Accessed November 29. 1955. M. the Homeland Foundation and the.. Ke 3. Pulaupulau Seribu. LHL-38 Prapto Darsono. Mukayat Djarubito Brotowidjoyo.1988. cet. Jakarta. Espinosa. The Animal Diversity Web (online). Sponsored in part by the Interagency Education Research Initiative. Biologi Laut : ilmu pengetahuan tentang biota laut. C. Rev.Grasindo Romimohtarto.2001. ISSN 0853-7291.Oseanologi di Indonesia. S. Parr.J. MC. Wawan. Darsono P. Toronto. Dewey. S.Jakarta. No. Jakarta. R. Perilaku Perchinodermata : Asteroidea Osena Vol XXIII. Museum of Zoology Hyman. Penebar swadaya. Krebs.Djambatan Kasijan Romimohtarto. Ecologikal Methodology Harper Colines publisher. 1981. 1989. Wibisono. Fegetasi Lamun (Seagrass) di Rataan Terumbu Pulau Pari.S.S.Juni 2002 Aznam Aziz. No 25:31-49 Journal of Indonesian Marine Sciences. 1998. Pulau-Pulau Seribu. P. No. Pengamatan terhadap populasi bintang laut Archaster Tipycus ( Muller dan Troschel) di Daerah rataan gugus Pulau Pari. New York.3 dan 4 : 11-17.XXIII no.

D. Metode ekologi untuk penyelidikan lapangan dan labolatorium.Setiadi D dan P. 1989.1995. 1988. Gramedia.DAU-IPB. Jakarta. Biologi laut suatu pendekatan ekologis. Jakarta : UI-Press 49 . J.Bogor Nyabkken. W. Michael P. Dasar-dasar ekologi.Tjonronegoro.

LAMPIRAN Alga Alga Melakukan fitpoltrep 50 .

51 .