P. 1
Pengertian Dan Perbedaan Etika

Pengertian Dan Perbedaan Etika

|Views: 822|Likes:
Published by Chompey Sibarani

More info:

Published by: Chompey Sibarani on Nov 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

Pengertian Dan Perbedaan Etika, Moral dan Etiket

Tentang Istilah

Etika berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti tempat tinggal yang biasa, padang rumpt, kandang; kebiasaan, adat; watak; perasaan, sikap, cara berpikir. dalam bentuk jamak ta etha artinya adat kebiasaan. Dalam arti terakhir inilah terbentuknya istilah etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Ada juga kata moral dari bahasa Latin yang artinya sama dengan etika. Secara istilah etika memunyai tiga arti: pertama, nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti ini bisa disebut sistem nilai. Misalnya etika Protestan, etika Islam, etika suku Indoan. Kedua, etika berarti kumpulan asas atau nilai moral (kode etik). Misalnya kode etik kedokteran, kode etik peneliti, dll. Ketiga, etika berati ilmu tentang yang baik atau buruk. Etika menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis menjadi bahan refleksi bagi suau penelitian sistematis dan meto dis. Di sini sama artinya dengan filsafat moral. Amoral berarti tidak berkaitan dengan moral, netral etis. Immoral berarti tidak bermoral, tidak etis. Etika berbeda dengan etiket. Yang terakhir ini berasal dari kata Inggris etiquette, yang berarti sopan santun. Perbedaan keduanya cukup tajam, antara lain: etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan, etika menunjukkan norma tentang perbuatan itu. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, etika berlaku baik baik saat sendiri maupun dalam kaitannya dengan lingkup sosial. etiket bersifat relatif, tergantung pada kebudayaan, etika lebih absolut. Etiket hanya berkaitan dengan segi lahiriyah, etika menyangkut segi batiniah. Moralitas merupakan suatu fenomena manusiawi yang universal, menjadi ciri yang membedakan manusia dari binatang. Pada binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk, yang boleh dan yang dilarang, tentang yang harus dan tidak pantas dilakukan. Keharusan memunyai dua macam arti: keharusan alamiah (terjadi dengan sendirinya sesuai huku m alam) dan keharusan moral (hukum yang mewajibkan manusia melakukan atau tidak melakukan sesuatu).
Macam-macam etika
a. Etika deskriptif

Hanya melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan suatu kelompok, tanpa memberikan penilaia n. Etika deskriptif memelajari moralitas yang terdapat pada kebudayaan tertentu, dalam periode

alasan alasan mengapa sesuatu dianggap baik atau buruk. Kalau sesuatu merupakan kenyataan (is). etika umum yang memermasalahkan tema -tema umum. melainkan ucapan -ucapan kita di bidang moralitas. tugas filsafat. jadi termasuk ilmu empiris. ini menyangkut lingkup pribadi. dengan pelopornya anta ra lain filsuf Inggris George Moore (18731958). b. bahkan satu-satunya. hukum lebih dikodifikasi daripada moralitas. Metaetika dapat ditempatkan dalam wilayah filsafat analitis. Kedua.tertentu. masalah etis baru yang dulu tidak terduga. yang timbul berkat globalisasi dan teknologi komunikasi. yaitu apa kah ucapan normatif dapat diturunkan dari ucapan faktual. Metaetika bergerak pada tataran bahasa. Etika khusus disebut juga etika terapan. Moral dan Hukum Hukum dijiwai oleh moralitas. psikologi. apakah dari situ dapat disimpulkan bahwa sesuatu harus atau boleh dilakukan (ought). Metaetika Meta berati melampaui atau melebihi. Yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung. misalnya masalah kedokteran. Filsafat analitis menganggap analisis bahasa sebagai bagian terpenting. Moral juga membutuhkan hukum agar tidak mengawang -awang saja dan agar berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sedikitnya ada empat perbedaan antara moral dan hukum. Pertama. c. Ketiga. atau memelajari logika khusus dari ucapan-ucapan etis. adanya kepedulian etis yang universal. Karena itu hukum memunyai kepastian lebih . penelitian. misalnya dengan dideklarasikannya HAM oleh PBB pada 10 Desember 1948. artinya dituliskan dan secara sistematis disusun dalam undang-undang. pluralisme moral. Etika normatif Etika yang tidak hanya melukiskan. dan etika khusus yang menerapkan prinsip -prinsip etis ke dalam wilayah manusia yang khusus. misalnya dalam biomedis. Dalam kekaisaran Roma terdapat pepatah quid leges sine moribus (apa arti undang-undang tanpa moralitas?). Etika ini dijalankan oleh ilmu -ilmu sosial: antropologi. bukan filsafat. Pertama. sosiologi. Etika normatif dibagi menjadi dua. Salah satu masalah yang ramai dibicarakan dalam metaetika adalah the is/ought question. dll. melainkan melakukan penilaian (preskriptif: memerintahkan). Bagaimana seseorang dari suatu kebudayaan harus berperilaku dalam kebudayaan lain. Untuk itu ia mengadakan argumentasi. terutama y ang dibangkitkan oleh adanya temuan-temuan dalam teknologi. Dalam dunia modern terdapat terutama tiga situasi etis yang menonjol.

kata ¶etika¶ sama dengan kata µmoral¶ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan. sanksinya akan lebih berat. Kedua. 2000. maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Jakarta: Gramedia. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.besar dan lebih objektif. misalnya orang yang mencuri dipenjara. artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu µetika¶ dari bahasa Yunani dan µmoral¶ dari bahasa Latin. Tetapi moralitas tidak dapat diputuskan baik -buruknya oleh masyarakat. biarpun perbuatan itu tidak diketahui oleh orang lain. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat. hanya ada nada lebih abstrak. Keempat. dan sebagainya tentang barang itu.adat. artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah. Pengertian Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata ³etiket´. adat. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral. moral lebih subjektif dan perlu banyak diskusi untuk menentukan etis tidaknya suatu perbuatan. Bentuk tunggal kata µmoral¶ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. maka secara etimologis. misalnya hati nurani yang tidak tenang. Moral menilai hukum dan bukan sebaliknya. Bertens. h. Bila kita membandingkan dengan arti kata µetika¶. Dengan kata lain. maka rumusan arti kata µmoral¶ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. misalnya rasa malu. Ketiga. Etika. sedangkan moral menyangkut juga aspek batiniah. Sedangkan moral sanksinya lebih bersifat ke dalam. µMoralitas¶ (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan µmoral¶. 3-45] PENGERTIAN MORAL Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Perbedaan Etiket dengan Etika . Kalau perbuatan tidak baik itu diketahui umum. yaitu : 1. Berbicara tentang ³moralitas suatu perbuatan´. sanksi dalam hukum dapat dipaksakan. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. 2. [Disarikan dari K. isi. hukum dapat diputuskan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. kalau arti kata ¶moral¶ sama dengan kata µetika¶. Sebaliknya.

dari luar sangan sopan dan halus. Misal : Bisa saja orang tampil sebagai ³manusia berbulu ayam´. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). maka saya dianggap melanggar etiket. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. ³Jangan membunuh´ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. 3. Etika memandang manusia dari segi dalam. maka saya dianggap melanggat etiket. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. 2. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etika bersifat absolut. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. 4. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain)..K. yaitu : 1. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Etika selalu berlaku. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. tapi di dalam penuh kebusukan. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. ³Jangan mencuri´. baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. maka etiket tidak berlaku. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. Etiket bersifat relatif. . Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. Bertens dalam bukunya yang berjudul ³Etika´ (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. ³Jangan mencuri´ merupakan suatu norma etika. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata.

dan masyarakat umum yang berada di luar lingkungan kerja.Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. kelembaban udara. Pandangan ini diperkuat dengan konsep common law defence (CLD) yang terdiri atas contributing negligence (kontribusi kelalaian). Eksistensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di Eropa. Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. kebutaan. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). fellow servant rule (ketentuan kepegawaian). dan kerja nyata. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. Pada awal revolusi industri. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Juga dapat menimbulkan kerugian material yang besar bagi perusahaan. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. misalnya kebisingan. buruh/pekerja. kesehatan kerja. perusahaan. terutama Inggris. Revolusi IndustriNamun. tenaga kerja kaum muda. Ini dapat menyebabkan cacat fisik dan kematian bagi pekerja. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. Muhammad: 2002). Bagaimana K3 dalam perspektif hukum? Ada tiga aspek utama hukum K3 yaitu norma keselamatan. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan. dampak penggunaan mesin-mesin adalah pengangguran serta risiko kecelakaan dalam lingkungan kerja.Dalam konteks bangsa . K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. kanker kulit. Era ini ditandai adanya pergeseran besar-besaran dalam penggunaan mesin-mesin produksi menggantikan tenaga kerja manusia. Hal-hal tersebut mempunyai korelasi yang erat terhadap peristiwa kecelakaan kerja. dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. kerja wanita. Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaa kerja n sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. lingkungan hidup. Revolusi industri juga ditandai oleh semakin banyak ditemukan senyawa-senyawa kimia yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan fisik dan jiwa pekerja (occupational accident) serta masyarakat dan lingkungan hidup. dan lain-lain. K3 bertujuan mencegah. Pada era in kecelakaan kerja hanya dianggap sebagai kecelakaan atau resiko kerja (personal risk). melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang. gangguan pernapasan. kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. bukan tanggung jawab perusahaan. Penggunaan mesin-mesin menghasilkan barang-barang dalam jumlah berlipat ganda dibandingkan dengan yang dikerjakan pekerja sebelumnya. K3 belum menjadi bagian integral dalam perusahaan. K3 dalam konteks ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja. Jerman dan Prancis serta revolusi industri di Amerika Serikat. Pekerja hanya berperan sebagai operator. getaran. dan lain-lain.Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran. kemandulan. dan risk assumption (asumsi resiko) (Tono. kerusakan paru -paru. pengaturan jam lembur. pencahayaan (sinar). shift. mengurangi. Kemudian konsep ini berkembang menjadi employers liability yaitu K3 menjadi tanggung jawab pengusaha.

Persaingan global tidak hanya sebatas kualitas barang tetapijuga mencakup kualitas pelayanan dan jasa. kesadaran K3 sebenarnya sudah ada sejak pemerintahan kolonial Belanda. . Selain sekor perhubungan di atas. Misalnya. lingkungan hidup. Beberapa di antaranya yang menyangkut sektor perhubungan yang mengatur lalu lintas perketaapian seperti tertuang dalam Algemene Regelen Betreffende de Aanleg en de Exploitate van Spoor en Tramwegen Bestmend voor Algemene Verkeer in Indonesia (Peraturan umum tentang pendirian dan perusahaan Kereta Api dan Trem untuk lalu lintas umum Indonesia) dan Staatblad 1926 No. dan lain-lain. regulasi yang berkaitan dengan K3 juga dijumpai dalam sektor-sektor lain seperti pertambangan. UU No. kemiskinan.Indonesia. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). di udara maupun di ruang angkasa. 13 Tahun 1992 tentang Perkerataapian. industri manufaktur (pabrik). Staatsblad No. UU No. dan sebagainya. Banyak perusahaan multinasional hanya mau berinvestasi di suatu negara jika negara bersangkutan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. dalam air. konstruksi. pada 1908 parlemen Belanda mendesak Pemerintah Belanda memberlakukan K3 di Hindia Belanda yang ditandai dengan penerbitan Veiligheids Reglement. Selanjutnya. UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja tidak menyatakan secara eksplisit konsep K3 yang dikelompokkan sebagai norma kerja. Sementara itu. Tempat kerja dimaksud berdimensi sangat luas mencakup segala tempat kerja. di dalam tanah. UU No. Karena itu bukan mustahil jika ada perusahaan yang peduli terhadap K3. K3 baru menjadi perhatian utama pada tahun 70-an searah dengan semakin ramainya investasi modal dan pengadopsian teknologi industri nasional (manufaktur). Veiligheids Reglement (Peraturan Keamanan Kerja di Pabrik dan Tempat Kerja). sedangkan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan sebelumnya seperti UU Nomor 12 Tahun 1948 tentang Kerja. pergerakan roda ekonomi nasional baru mulai dirintis oleh pemerintah dan swasta nasional. baik di darat. pemerintah kolonial Belanda menerbitkan beberapa produk hukum yang memberikan perlindungan bagi keselamatan dan kesehatan kerja yang diatur secara terpisah berdasarkan masing -masing sektor ekonomi. 406 Tahun 1910. perikanan. Kepedulian Tinggi Pada awal zaman kemerdekaan. 225.Setiap tempat kerja atau perusahaan harus melaksanakan program K3. Perkembangan tersebut mendorong pemerintah melakukan regulasi dalam bidang ketenagakerjaan.Di era globalisasi saat ini. di permukaan tanah. Hal ini tertuang dalam UU No. Hal ini dapat dipahami karena Pemerintahan Indonesia masih dalam masa transisi penataan kehidupan politik dan keamanan nasional. Juga kepekaan terhadap kaum pekerja dan masyarakat miskin. Schepelingen Ongevallen Regeling 1940 (Ordonansi Kecelakaan Pelaut). termasuk pengaturan masalah K3. Pengaturan hukum K3 dalam konteks di atas adalah sesuai dengan sektor/bidang usaha. 1 Tahun 1070 tentang Keselamatan Kerja. Misalnya. aspek K3 belum menjadi isu strategis dan menjadi bagian dari masalah kemanusiaan dan keadilan. pertanian. 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan beserta peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. 334. pembangunan nasional sangat erat dengan perkembangan isu-isu global seperti hak-hak asasi manusia (HAM). Staatsblad 1930 No. menempatkan ini pada urutan pertama sebagai syarat investasi. dan buruh.

Rumah Sakit. UU No. Panitia Pembina K-3.org). Kedua. . disana terdapat Ruang Lingkup Pelaksanaan. 3 Tahun 1951 dan UU No. SHE.) atau di beberapa perusahaan juga disebut EHS. juga terdapat bahaya (potensi bahaya tersetrum. K3LL (Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan) dan SSHE (Security. Ruang lingkup pelaksanaan K-3 ditentukan oleh 3 unsur: Adanya Tempat Kerja untuk keperluan suatu usaha. di Perusahaan yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam ditambah dengan peran terhadap Lingkungan (Lindungan Lingkungan). ada 4 dasar hukum yang sering menjadi acuan mengenai K3 yaitu: Pertama. korsleting dan kebakaran dari Listrik dan peralatan Mesin lainnya). Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja. 1 tahun 1970 pasal 1 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918. Belum lagi antisipasi kecelakaan kerja apabila terjadi Kasus karena kesalahan prosedur ataupun kesalahan pekerja tu i sendiri (naas). 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce (yang mana disahkan 19 Juli 1947). 1 Tahun 1970 keduanya secara eksplisit belum mengatur Kemandirian profesi Pengawas Ketenagakerjaan serta Supervisi tingkat pusat (yang diatur dalam pasal 4 dan pasal 6 Konvensi tersebut) sumber dari Tambahan Lembaran Negara RI No. tetapi juga berdasarkan Output. Ketiga. telah 137 negara (lebih dari 70%) Anggota ILO meratifikasi (menyetujui dan memberikan sanksi formal) ke dalam Undang-Undang. termasuk Indonesia (sumber: www. 21 tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention No. Safety. Syarat Keselamatan Kerja. Aspek Ekonominya adalah Pasal 86 ayat 2: Untuk melindungi keselamatan Pekerja/ Buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Safety. Pasal 86 ayat 1berbunyi: Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas (a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sementara. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Health. Saat ini. HES. Adanya Tenaga Kerja yang bekerja di sana Adanya bahaya kerja di tempat itu. Dasar Hukum Ada minimal 53 dasar hukum tentang K3 dan puluhan dasar hukum tentang Lingkungan yang ada di Indonesia. dalam Undang-Undang (UU) No. pasal 86 dan 87. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. Semua itu adalah suatu Departemen atau bagian dari Struktur Organisasi Perusahaan yang mempunyai fungsi pokok terhadap implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mulai dari Perencanaan. khususnya Paragraf 5 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Environment. Dalam Penjelasan UU No. 81 ini. Pengawasan. 4309. Kewajiban Pengurus dan Ketentuan Penutup (Ancaman Pidana). Pengorganisasian. Penerapan dan Pengawasan serta Pelaporannya. tidak hanya bidang Usaha bermotif Ekonomi tetapi Usaha yang bermotif sosial pun (usaha Rekreasi.ILO. Kewajiban Memasuki Te mpat Kerja. Ada 4 alasan Indonesia meratifikasi ILO Convention No. yaitu korelasinya terhadap Produktivitas Keryawan.HSE HSE (Health. Tetapi. Pembinaan. Inti dari UU ini adalah. Environment). salah satunya adalah point 3 yaitu baik UU No. UU No. Tentang Kecelakaan. Membicarakan HSE bukan sekedar mengetengahkan Issue seputar Hak dan Kewajiban. dll) yang menggunakan Instalasi Listrik dan atau Mekanik.

Sebab sedikit banyak. Bermenit-menit bahkan berjam-jam tanpa sadar waktu terlewat begitu saja. perangkat komputer sebenarnya dapat menimbulkan penyakit karena pemakaiannya. Pada saat ini hampir di setiap aspek pekerjaan selalu menggunakan komputer sebagai fasilitas utama. Namun diluar daripada itu. Mulai dari tata letak meja dan kursi. cara-cara menjaga kesehatan mata yaitu sebagai berikut : . Tinggi meja disesuaikan dengan ukuran kursi dan tinggi pengguna. Penggunaan komputer yang terus menerus dapat menyebabkan keluhan-keluhan pada beberapa anggota tubuh. para remaja yang telah mengenal komputer lebih cenderung memanfaatkan internet sebagai sarana pertemanan. Keempat. Untuk mengurangi keluhan pada saat bekerja dengan komputer. monitor merupakan layar yang sensitif dan memancarkan radiasi . Per-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3. ada baiknya tempat yang digunakan dalam berkomputer hendaknya dirancang sedemikian rupa. Tanpa kita sadari.Sedangkan Kewajiban penerapannya ada dalam pasal 87: Setiap Perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan. dan sebagainya. Dalam Permenakertrans yang terdiri dari 10 bab dan 12 pasal ini. Untuk itu filter ataupun screen guard perlu dipasang pada layar monitor. keyboard dan printer merupakan peralatan yang dapat menimbulkan penyakit pada pemakaiannya. layar monitor. usahakan mata untuk tidak terus menerus menghadap ke keyboard ataupun monitor. Dalam pengetikan. Mata yang terasa kabur. Dianjurkan. kita harus duduk dalam posisi tegak dan rileks dan posisi salah satu dari kaki agak maju ke depan. mirip OHSAS 18001 di Amerika atau BS 8800 di Inggris. Pilihlah meja komputer yang dilengkapi dengan alat sandaran kaki dan bagian bawah meja memiliki ruang gerak yang bebas. Misalnya terasa pada otot leher yang kaku dan pegal semua. Kegiatan apapun itu yang berhubungan dengan komputer. sehingga keluhan pada mata dapat dihindari. sedikit banyak membuat mereka bertahan duduk lebih lama menghadap perangkat komputer tersebut. Gunakan kursi yang yang fleksibel (dapat diatur tinggi rendahnya) dan sandarannya mengikuti lekuk punggung . Diantaranya. berfungsi sebagai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K-3 (SMK3). Berkomunikasi dan mencari teman di salah satu blog pertemanan seperti friendster atau facebook misalnya. Fungsi komputer yang tadinya adalah untuk menghitung saat ini lebih diindentikkan dengan kegiatan ketik mengetik. Posisi duduk dalam mengetik juga harus diperhatikan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

Jadi karena kita masih mengetik dengan keyboard QWERTY maka masalah nyeri otot dan pergelangan tangan akan tetap muncul. Tanpa kita sadari. pegal pada pergelangan tangan pada saat mengetik. . 4. Tugas tangan kiri lebih banyak melakukan pengetikan dibanding tangan kanan (lebih kurang 60% dari pengetikan). Untuk mengatasinya. Inilah yang sering dikeluhkan. 3. Ini akan berpengaruh besar pada pergelangan tangan. 7. Keyboard klockenberg 8. 9. 6. Printer sebagai perangkat untuk mencetak data ternyata dapat pula menimbulkan kelelahan kerja.1. Keputusan ini sebenarnya lebih memperhatikan masalah ekonomi dibandingkan masalah ergonomi. Keyboard QWERTY belum memberikan beban yang sama pada jari pada saat pengetikan. Namun tidak demikian halnya dengan yang biasa menggunakan tangan kanan. Kemudian berusahalah untuk mengetik dengan rileks (seperti orang memainkan piano) dan biasanya pada sistem pengetikan 10 jari. Tombol-tombol pada baris tengah yang paling mudah dicapai oleh jari tangan kanan maupun tangan kiri ternyata hanya ditekan 30% dari waktu pengetikan. pada saat mengetik apabila mulai terasa pegal maka berhentilah dan lemaskanlah pergelangan tangan dan jari. 5. termasuk keyboard. Suara bising dari mesin printer inilah yang disinyalir sebagai penyebabnya. Jagalah agar kacamata atau lensa kontak (jika menggunakan) dan layar tampilan selalu bersih. dianjurkan punggung tangan untuk tidak bersandar pada meja keyboard karena menyebabkan jari akan tidak leluasa bergerak pada saat mengetik apalagi untuk mengetik tombol yang ada pada bagian atas. Keyboard yang tetap diusulkan sebagai keyboard resmi diputuskan di Amerika Serikat untuk tetap digunakan dalam Standard Institute tahun 1968 dan melalui ISO tahun 1971 adalah keyboard yang sering kita gunakan yaitu keyboard QWERTY. Perangkat lain yaitu printer. Tapi apabila keluhan masih muncul juga maka gantilah jenis keyboard anda dengan keyboard yang katanya memperhatikan masalah ergonomi seperti keyboard KLOCKENBERG . nyeri otot yang terjadi pada penggunaan komputer merupakan gabungan dari penggunaan kesuluruhan perangkat komputer. gunakanlah printer yang paling rendah tingkat kebisingannya seperti printer dengan sistem laser atau inkjet. Gunakan tambahan layar anti radiasi. Namun sebenarnya hal ini akan lebih menguntungkan buat mereka yang biasa menggunakan tangan kiri. Keyboard ini dibuat sebagai penyempurnaan dari jenis keyboard sebelumnya. Istirahatkan mata anda dengan melihat pemandangan yang bernuansa sejuk dan jauh ke depan secara rutin. Untuk mengatasi kebisingan ini. Teknik pengetikan 10 jari dengan keyboard QWERTY tetap saja lebih memberatkan tangan kiri. 2. jari-jari lebih sering melompat ke baris atas maupun baris bawah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->