SYOK Definisi syok Syok bukanlah merupakan suatu diagnosis.

Syok merupakan suatu sindrom klinis kompleks yang mencakup sekelompok keadaan dengan berbagai manifestasi hemodinamik. Tetapi , petunjuk yang umum adalah tidak memadainya perfusi jaringan. Keadan hipoperfusi ini memburuk hantaran oksigen dan nutrisi, serta pembuangan sisa-sisa metabolik pada tingkat jaringan. Hipoksia jaringan akan menggeser metabolisme dari jalur oksidtif ke jalur anaerob, yang mengakibatkan pembentukan asam laktat. Kekacauan metabolisme yang progresif menyebabkan syok berlarut-larut yang pada puncaknya dapat menyebabkan kemunduran sel dan keruskan multi sistem. Syok dapat dibagi dalam tiga tahap yang makin lama makin berat : 1. tahap 1 syok terkompensasi (non progresif), yaitu tahap terjadinya respon kompensatorik 2. tahap 2, tahap progresif, ditandai oleh manifestasi sistemik dari hipoperfusi dan kemunduran fungsi organ. 3. tahap 3, tahap refrakter (irreversible ) yaitu tahap kerusakan sel yang hebat tidak dapat lagi dihindari, dan pada akhirnya menuju pada kematian Etiologi Syok dapat disebabkan oleh empat mekanisme : 1. syok kardiogenik a. disebabkan oleh disritmia - bradidisritmia - takidisritmia b. disebabkan oleh faktor mekanis jantung - lesi regurgitasi i. insufisiensi aorta atau mitralis akut ii. ruptur septum interventrikularis iii. aneurisma ventrikel kiri masif - lesi obstruktif i. obstruksi saluran keluar ventrikel kiri ii. obstruksi saluran masuk ventrikel kiri c. miopati - gangguan kontraktilitas ventrikel kiri seperti pada infark miokard akut atau kardiomiopati kongestif. - gangguan kontraktilitas ventrikel kanan yang disebabkan oleh infark ventrikel kanan - gangguan relaksasi atau kelenturan ventrikel kiri, seperti pada kardiomiopati restriktif atau hipertrofi 2. syok obstruktif a. tamponade perikardium b. koartasio aorta

perdarahan b.akibat kelebihan insulin eksogen atau akibat tumor sel beta d. endokrinologi . asites. akibat berubahnya viskositas darah . atau feokromositoma 4. deehidrasi. makroglobulinemia.disotonomi f.diabetes insifidus .gagal ginjal . dan krioglobulinemia . luka bakar. mikrosirkulasi. syok oligemik a.akibat infeksi spesifik.kerusakan korteks adrenal . metabolik atau toksik . diabetes melitus. Penyebab dari kedua keadaan diatas adalah gagal jantung kiri berat. kerusakan korteks adrenal. Syok distibutif a.spinal . diabetes insifidus.asidosis atau alkalosis berat .intoksikasi logam berat .diabetes melitus tak terkontrol dengan koma keto asidosis atau hiperosmolar .serebral .hipoglikemia . adenoma vilosa. neurogenik . termasuk myeloma multiple. Anafilaktik SYOK KARDIOGENIK Syok kardiogenik dan edema paru merupakan keadaan yang mengancam jiwa.emboli lemak e.sindrom syok toksik .sindrom hiperviskositas.hipotiroidisme .over dosis obat .hipertermia malignan c.anemia sel sabit .gagal hati . pankreatitis. emboli paru d. diare.endotoksik .c. peritonitis.hiperparatiroidisme atau hipoparatiroidisme . septikemia . seperti demam dengue b. kekurangan cairan akibat muntah. dengan .polisitemia vera . hipertensi pulmonalis primer 3.

NO sintase disertai NO yang◊saat syok berakibat memburuknya◊berlebihan. S3 gallop mungkin terdengar♣ Bising : sistolik akibat regurgitasi mitral atau ruptur septum ventrikel♣ Paru : ronki basah mungkin ada♣ Produksi urin berkurang (Oliguria :♣ < 30 mg/jam) Lab : leukositosis dengan hitung jenis menunjukkan pergeseran ke kiri♣ Fungsi ginjal : ureum dan kreatinin meningkat♣ Hepar : transaminase meningkat♣ Asam laktat meningkat♣ Analisa Gas Darah menunjukkan asidosis metabolik♣ Cardiac marker meningkat : CK. asidosis metabolic. iskemia menjadi lebih berat ↓ cardiac output makin menurun • disfungsi sistolik dengan akibat disfungsi diastolic dengan LVEDP tinggi ↓ memburuknya fungsi LV dan fatal◊perfusi koroner yang makin kurang ↓ terjadi sindrom inflamasi yang menyertai infark luas dan syok • terjadi peningkatan sitokin. Mungkin bradikardi (bisa karena AV block)♣ Tekanan darah : tekanan darah sistolik 90 mmHg dengan tekanan nadi kecil♣ < 30 mmHg Pernapasan : takipnea. menurunnya kesadaran♣ Nadi : pengisian kurang. dan takiaritmia miokard • hipoksemia • 40% kerusakan miokard dapat disertai syok • Infark yang mengenai seluruh ketebalan dinding miokard resiko terjadi ruptur : IVS. CKMB.infark) ↓ cardiac output dan stroke volume ↓ ↓ hipoperfusi sistemik dan miokard. M. troponin I dan T♣ . pucat.akibat kongestif paru dan atau hipoperfusi sistemik. cepat 90-110/menit. sianotik. Cheyne’s Stokes♣ Bunyi jantung : S2 lemah.kulit dingin dan basah.papillaris atau free wall dengan akibat syok. Patofisiologi Syok Kardiogenik • Terjadi depresi kontraktilitas miokard akibat penyakit (iskemia. Tanda Syok Kardiogenik Hipoperfusi sistemik akibar fungsi ventrikel kiri menurun♣ Hipotensi (♣< 90 mmHg) Infark miokard♣ > 40% Gangguan mental♣ Gelisah.

trombus. Analisa Gas Darah. Sindrom Koroner Akut (ACS). M. efusi perikardium◊ Saat aliran masuk ♣ o Regurgitasi mitral akut pada ACS infark miokard o Ruptur septum ventrikel o Aneurisma ventrikel masif o Koreksi status asam basa o O2 untuk koreksi hipoksemia bradiaritmia atau takiaritmia◊ Disritmia ♣ Hipertensi♣ Penyakit Jantung Katup♣ rekaman EKG RV : V3R. Padang Pendahuluan Langkah pertama untuk bisa menanggulangi syok adalah harus bisa mengenal gejala syok. myokardiopati♣ Mekanis♣ o Obstruksi : atrium stenosis◊ Saat aliran keluar ♣ mitral stenosis. elektrolit. Djamil. Pada pasien trauma. pengenalan syok berhubungan langsung dengan mekanisme terjadinya . kreatinin. Langkah kedua dalam menanggulangi syok adalah berusaha mengetahui kemungkinan penyebab syok. Lab (Hb. V6R)◊ Gagal ventrikel kanan pada ACS (apabila ACS infark pada dinding inferior disertai syok ♣ Kor pulmonal akut♣ Pengelolaan Syok Kardiogenik • Supportif umum : penanggulangan nyeri • Monitoring : o Ukur tekanan arteri o Menilai curah jantung o EKG. V4R.Etiologi Syok Kardiogenik Gangguan fungsi miokard : infark. Diagnosa dibuat berdasarkan pemahaman klinik tidak adekuatnya perfusi organ dan oksigenasi jaringan. Tidak ada tes laboratorium yang bisa mendiagnosa syok dengan segera. V5R. ureum) • Perawatan : o Bebaskan jalan nafas o Pasang alat pantau jantung o Tensi o Obat-obatan : vasopressor (dopamine : untuk menaikkan tekanan darah minimal menjadi 90mmHg dan menambah volume) o Koreksi hipovolemia dan asidosis Syok dan Penanggulangannya AZ RIFKI Lab/SMF Anestesiologi FKUA/RSUP Dr.

Sistem Respirasi . hipovolemia. (d) Obat-obatan. Pompa jantung. dan (c) Dehidrasi: cairan yang masuk kurang (misalnya puasa lama). . berarti terjadi vasodilatasi.Nadi cepat dan halus. (e) Syok septik. (b) Obat-obat yang mendepresi jantung. Jantung harus berkontraksi secara efisien.CVP rendah. artinya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah kecil. . Syok septik juga harus dipertimbangkan pada pasien-pasien trauma yang datang terlambat untuk mendapatkan pertolongan. c. (b) Cedera medula spinalis atau batang otak. Rendahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan mengalirkan kembali ke jantung.Vena perifer kolaps. seperti infark. Setelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh jaringan. Penyebab syok dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Bahaya syok adalah tidak adekuatnya perfusi ke jaringan atau tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan. dan (c) Emboli paru. Darah akan berkumpul pada pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun. Syok kardiogenik (kegagalan kerja jantungnya sendiri): (a) Penyakit jantung iskemik. Vena leher merupakan penilaian yang paling baik. yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. obstruksi usus dengan penumpukan cairan di lumen usus). misalnya perdarahan.Pernapasan cepat dan dangkal. fistula. dan rendahnya tahanan pembuluh darah perifer. . misalnya pada sepsis bisa gagal jantung. misalnya luka bakar. muntahmuntah. serta (f) Kombinasi. (b) Pneumotorak. Penyebab Syok Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal: a. Syok kardiogenik juga bisa terjadi pada pasien-pasien yang mengalami trauma di atas diafragma dan syok neurogenik dapat disebabkan oleh trauma pada sistem saraf pusat serta medula spinalis. Bila tahanan pembuluh darah perifer meningkat. .Tekanan darah rendah.Gangguan sirkulasi perifer . Yang dimaksud adalah pembuluh darah kecil. Hal ini kurang bisa menjadi pegangan. Bila tahanan pembuluh darah perifer rendah. . Tanda dan Gejala Syok Sistem Kardiovaskuler .trauma. Definisi Syok dapat didefinisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. d. Semua jenis syok dapat terjadi pada pasien trauma dan yang tersering adalah syok hipovolemik karena perdarahan. dan (c) Gangguan irama jantung. Syok distributif (berkurangnya tahanan pembuluh darah perifer): (a) Syok neurogenik. Tahanan pembuluh darah perifer. Volume sirkulasi darah. cairan keluar yang banyak (misalnya diare. Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah. b. Apabila volume sirkulasi berkurang maka dapat terjadi syok. Jaringan akan kekurangan oksigen dan bisa cedera. (c) Syok anafilaksis. b.pucat. Syok obstruktif (gangguan kontraksi jantung akibat di luar jantung): (a) Tamponade jantung. karena adanya mekanisme kompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3 dari volume sirkulasi darah. (b) Kehilangan plasma. Syok hipovolemik (berkurangnya volume sirkulasi darah): (a) Kehilangan darah. Darah akan dipompa oleh jantung ke dalam arteri dan kapiler-kapiler jaringan. ekstremitas dingin. c.

Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal.Bisa terjadi mual dan muntah. Penanggulangan Syok Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan. Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang. Tidak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. 3. Pada syok septik. Jalan nafas (A = air way) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. 4. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok. Normal rata-rata produksi urin pasien dewasa adalah 60 ml/jam (1/5--1 ml/kg/jam). harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan cairan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh muntah atau darah. baringkan penderita telentang dengan kaki ditinggikan 30 cm sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanan darah menjadi meningkat. Kalau masih ragu tentang posisi luka penderita. Penanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bahwa saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia. Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karena kesakitan. Penderita yang mengalami luka parah pada bagian bawah muka. bila ada sekresi atau muntah. . Sistem Saluran Cerna . Bila tekanan darah rendah sampai menyebabkan hipoksia otak. dan syok anafilaktik) harus diatasi dengan pemberian cairan intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer.Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi. kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberian oksigen 100%. kecuali untuk menghindari terjadinya luka yang lebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas. Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Secara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital. memperbaiki oksigenasi tubuh. 6. Pertahankan Respirasi 1.Sistem saraf pusat . dan mempertahankan suhu tubuh. Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat. sebaiknya penderita dibaringkan dengan posisi telentang datar. syok neurogenik. 5. Bebaskan jalan napas. Posisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar. Lakukan penghisapan.Produksi urin berkurang. 2. atau penderita tidak sadar. Tetapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali. Pada penderita-penderita syok hipovolemik. Pernafasan (B = breathing) harus terjamin. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapi syok: Posisi Tubuh 1. Sistem Saluran Kencing . yang juga bisa merupakan penyebab syok. sumber sepsis harus dicari dan ditanggulangi. Penderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. Defisit volume peredaran darah (C = circulation) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik. penderita jangan digerakkan sampai persiapan transportasi selesai.

baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. atau hematemesis dari tukak lambung. cedera limpa. Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus: Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia. ambil contoh darah dan mintakan darah. hati. sistem ADH. isi vena. Sementara. Tekanan darah: bila tekanan darah < 90 mmHg pada pasien normotensi atau tekanan darah turun > 40 mmHg pada pasien hipertensi. 18/16. dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihan cairan. produksi urin. Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas (Gudel/oropharingeal airway). Akan terjadi perubahan-perubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron. Berikan oksigen 6 liter/menit 4. jugularis) yang kolaps terisi. Dengan demikain. dan sistem saraf simpatis. dan lama perdarahan. dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. berikan oksigen dengan pompa sungkup (Ambu bag) atau ETT. Pantau nadi. atau peritonitis purulenta difus. dextran. Cairan . pankreatitis akut. Pada syok hipovolemik.2. terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. Pada luka bakar yang luas. menunjukkan masih perlunya transfusi cairan. kehamilan di luar uterus. Tengadah kepala-topang dagu. Bila volume intravaskular berkurang. kecepatan. Bila pernapasan/ventilasi tidak adekuat. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih tetap terjadi defisit interstitial. Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat. dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan dehidrasi interstitial. misalnya perdarahan dari saluran cerna. kecuali jika miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. plasma. patah tulang pelvis. tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal. Pengembalian volume plasma dan interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid (darah. dsb) dan cairan garam seimbang. Produksi urin harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. Bahaya infus yang cepat adalah udem paru. tekanan darah. Bisa lebih dari satu infus. seperti tukak duodenum. Pemasangan kateter urin diperlukan untuk mengukur produksi urin. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah untuk mengembalikan volume intravaskular. Cari dan Atasi Penyebab Syok Hipovolemik Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma. 3. Pada obstruksi. Produksi urin. menunjukkan adanya hipovolemia. Bila kurang. warna kulit. jantung akan tetap sehat dan kuat. bila diduga syok karena perdarahan. perdarahan dari luka. Respons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume. terutama pasien tua. Infus dengan cepat larutan kristaloid atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai vena (v. Pertahankan Sirkulasi Segera pasang infus intravena. dan kulit. Bila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah. Perdarahan yang tidak terlihat. Pada dibetes atau penggunaan diuretik kuat. tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. infus harus dilambatkan. dan (CVP). Perdarahan yang terlihat. Penanggulangan Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. dan patah tulang besar atau majemuk.

dan bila masih terdapat gejala umum pasien seperti gelisah. gangguan irama jantung. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas. Syok Kardiogenik Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. kelainan katub atau sekat jantung. Penanggulangan Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi sebagai hipovolemia. Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. produksi urin < 1/2 ml/kg/jam. dan kecepatan kontraksi jantung serta meningkatkan aliran darah ginjal. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis. Gambaran klasik dari syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer. syok septik bisa terjadi bila pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. tekanan darah baik. Syok Septik Merupakan syok yang disertai adanya infeksi (sumber infeksi). Endotoksin basil Gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. tamponade jantung. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung. Pada syok septik hipoksia. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok . Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasuskasus syok yang meragukan. bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk mempertahankan produksi urine. umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara spontan. atau adanya emboli paru. dan ekstremitas dingin. Infeksi sistemik yang terjadi biasanya karena kuman Gram negatif yang menyebabkan kolaps kardiovaskuler. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus sehingga aliran darah ke otak berkurang. rasa haus. pucat. Penanggulangan Bila mungkin pasang CVP.diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpainya adanya penyakit jantung. Bila volume intra vaskuler cukup. sesak. atau nyeri hebat. menunjukkan masih perlu transfusi cairan. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. meningkatkan kekuatan. Dopamin 2--5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran tekanan vena sentral (normal 8--12 cmH2O). Syok Neurogenik Syok neurogenik juga disebut sinkop. Dopamin 10--20 µg/kg/menit. seperti infark miokard yang luas. takut. Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Selain itu. sedangkan peningkatan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. Penderita merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. rasa nyeri daerah torak. Setelah penderita dibaringkan. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus. terkejut. Pada pasien trauma.

Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan. B. maka tindakan yang perlu dilakukan. intramuskular. karotis. asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. pengeluaran histamin. tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2--4 ug/menit. kulit hangat. yaitu: A. adalah: 1. Untuk penderita yang tidak sadar. Airway 'penilaian jalan napas'. atau trakeotomi. tarik mandibula ke depan.Optimalisasi volume intravaskuler .Pemberian antibiotik. tekanan sistolik hampir normal. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring. Segera berikan adrenalin 0. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi. harus segera ditolong dengan lebih aktif. Jalan napas harus dijaga tetap bebas.5 cc/kg/jam. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok. C. yaitu dengan melakukan ekstensi kepala. Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat. C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Penderita dengan sumbatan jalan napas total. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial. Penanggulangan Penanggulangan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. krikotirotomi. melalui intubasi endotrakea. B. akan timbul reaksi hipersensitivitas. dan tekanan nadi yang melebar. . Breathing support. Circulation support. C dari tahapan resusitasi jantung paru. atau a. Penilaian A. dan Vasopresor Syok Anafilaktik Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut. Penanggulangan . baik peroral maupun parenteral. baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung. 2. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. tidak ada sumbatan sama sekali. 3. B.3--0. mempunyai gejala takikaridia. segera lakukan kompresi jantung luar. Penilaian A.01 mk/kg untuk penderita anak-anak. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena. pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0. Pada syok anafilaktik. Dopamin. vasokonstriksi perifer. dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tandatanda bernapas. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia. Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal. posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. dan buka mulut. dan zat vasoaktif lain. Sebenarnya. selain ditolong dengan obat-obatan.hipovolemia (takikardia. produksi urin < 0. femoralis). juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen.

5. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat. Pada dasarnya. perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif.4. 3. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Dalam keadaan gawat. Mempertahankan Suhu Tubuh Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas.4--0. Kalau terpaksa dilakukan. harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. Biasanya. Pemberian Cairan 1. Dapat diberikan kortikosteroid. maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. bila tes kulit positif. dapat ditambahkan aminofilin 5--6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0. misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5--10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons. diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat. atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. Tetapi. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak). pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus. Bila tekanan darah tetap rendah. 8. 7. . Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20--40% dari volume plasma. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2--3 kali suntikan. dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1--3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%. Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar. 2. mual-mual. muntah. Pencegahan Syok Anafilaktik Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat. 2. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. 4. mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya. bila memberikan larutan kristaloid. tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau syok sudah teratasi. 6. Sedangkan bila diberikan larutan koloid. penderita jangan cepat-cepat dipulangkan. antara lain: 1. maka diperlukan jumlah 3--4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma.

Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. dalam buku: Safe Anaesthesia. Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. Monitoring the Patient in Shock. Dalam buku: Critical Care Manual. Saunders Co. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. darah pada perdarahan. Shock. volume interstitial. Kesimpulan Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok. 5. 1989 . Philadelphia. Atkinson R S.September 1. Farmer J C. London: Chapman and Hall. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler. Anaphylactic and Anaphylactoid Reactions. dan pemeriksaan analisa gas darah. Ayres S. Diagnosis and Management of Shock. 441 .4. 75 . ed. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler. Jakarta-Indonesia. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah. Pada syok hipovolemik. Bartholomeusz L. "Swan Ganz" kateter. Dalam buku: Darovic G 2. 7. Society of Critical Care Medicine. 4. mengetahui. ed. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Physicians. 8. Franklin C M. 4. Alexander R H. 5. dalam buku: Fundamental Critical Support. c:1-42. 6. Padang. Carlson R W. Darovic G O. The Heart in Shock (With Emphasis on Septic Shock). Dalam kumpulan makalah: Indonesian Symposium On Shock & Critical Care. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri. . PAPDI Cab. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3--4 kali volume perdarahan yang hilang.3. Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. dan intra sel. Dalam buku: Shoemaker W C.94 Haupt M T. Taylor R W. 993 1002. Zimmerman J L. 6. 8. 18-29. 1995 . Shock. 1 . Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP. USA : EB. Wright J E C. plasma pada luka bakar. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saatsaat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. 1996. USA. 1997. Daftar Pustaka 1. Grenvik A eds. sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. O. Dan B B. Shock. Dellinger R P. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. August 30 . Hamblin J J. 7. Shock. Proctor H J. 1981. jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang. 408-413 Dibacakan pada Simposium Sehari: Beberapa Aspek Klinis Pemberian Cairan Parenteral Secara Rasional. Dalam buku: Hand book of Intensive Care. 1996 . Wilson R F. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). 3. 1993 . Thijs L G. 18 September 1999. Hemodynamic Monitoring: Invasive and Noninvasive Clinical Application. Texbook of Critical Care.499. 1981.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful