PENANGANAN KOMUNITAS GENG MOTOR SEBAGAI SALAH SATU KENAKALAN REMAJA DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI 1.

1 Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa transisi, dimana anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan juga keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru.Hal tersebut menyebabkan tidak sedikit remaja-remaja menyalurkan dengan media yang salah dalam bentuk juvenile deliquency (kenakalan remaja). Kenakalan remaja sangat meningkat baik kuantitas maupun kualitas, hal ini sangat mengkhawatirkan kita semua , mulai dari tawuran, pembajakan bis, pemalakan, pencurian, pelecehan seksual ,kapak merah, dll. Keadaan demikian sangat memprihatinkan mengingat kenakalan remaja sudah melampaui batas yang wajar, bahkan sudah sama dengan bentuk kejahatan yang dilakukan oleh orang dewasa. Kenakalan remaja bukan hanya melanda keluarga kelas menengah kebawa saja, namun juga keluarga menengah ke atas seperti : pencurian barang keluarga akibat kecanduan narkoba Kekhwatiran orang tua sangat beralasan mungkin saja anaknya terlibat dalam kenakalan yang melampaui batas ,karena pergaulan yang kurang baik seperti: tawuran pelajar dan juga lingkungan yang negative penuh dengan anak nakal, merokok dan narkoba. Bentuk-bentuk kenakalan remaja beraneka ragam mulai berani membangkang terhadap orang tua, sering bolos sekolah, aksi corat-coret gedung dan fasilitas umum, memalak pelajar lain,merokok, minuman beralkohol,sex bebas, tindak pencabulan, narkoba, tawuran remaja sampai perampokan dan pembajakan bis dengan kekerasan dan ancaman senjata tajam. Kehadiran geng motor melengkapi salah satu bentuk kenakalan remaja yang cukup meresahkan, setelah selama ini masyarakat sudah banyak dipusingkan aksi dalam bentuk lain, seperti tawuran antar pelajar, pembajakan angkutan umum, sampai hal-hal yang menjurus kriminal. Dari fenomena-fenomena sosial tersebut banyak orang menyatakan bahwa perilaku destruktif remaja ini erat kaitannya dengan model pendidikan saat ini, yang cenderung mengedepankan nilai akademik, daripada penanaman budi pekerti. Dalam makalah ini kami lebih banyak membahas pada fenomena geng motor sebagai salah satu kenakalan remaja. Bentuk kenakalan remaja seperti drugs, alcohol, violence, dan adolescent pregnancy menurut sepengamatan kami sudah cukup sering dibahas beserta penyebab dan solusinya. Oleh karena itu, kami fokus membahas fenomena geng motor sebagai salah satu

Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya. 2001). lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati. Piaget (dalam Papalia & Olds.bentuk kenakalan remaja yang harus dicari penyebab dan bagaimana solusinya walaupun akibat yang ditimbulkan tidak sesignifikan kenakalan remaja yang lain. pertumbuhan tulang dan otot. remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka. di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh. Aspek-aspek perkembangan pada masa remaja 1. menalar. Perkembangan Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock. 2001). Dalam ilmu psikologi. tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Perkembangan fisik Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual. Oleh karena itu. perkembangan masa remaja menjadi salah satu pembahasan yang penting karena masa remaja adalah salah satu ‘puzzle’ rangkaian dari masa-masa hidup manusia yang tidak dapat terpisahkan. otak. Dalam pandangan Piaget. 2001). berpikir. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan . kami mencoba memahami bagaimana kenakalan remaja berdasarkan fenomena komunitas geng motor dapat terbentuk dan bagaimana penanganannyanmenggunakan pendekatan teori psikologi perkembangan. seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. serta pengalaman yang benar-benar terjadi. kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds. dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar. 2. 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif. memori. 2001). yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. dan bahasa. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds.

Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds. Dengan demikian. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil [karena perilaku seksual yang dilakukannya]. Remaja biasanya menganggap bahwa hal-hal itu hanya terjadi pada orang lain. Personal fabel adalah “suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendiri mengenai diri kita sendiri. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti. atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang [drugs] berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. 2001). Mereka juga mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi self-invulnerability. remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu. seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya. . pada remaja dan orang dewasa adalah sama. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat. tetapi [cerita] itu tidaklah benar” .. 2001). Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. dkk.. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Kata fabel berarti cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta. Elkind (dalam Beyth-Marom et al. Dengan demikian. Egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds. dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock. Pada tahap ini. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock. kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom. 2001). 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel. dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang berisiko merusak diri (self-destructive). Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. bukan pada dirinya”. Beyth-Marom. dalam Papalia & Olds. Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan “personal fable” sebagai berikut : “Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam.fleksibel dan kompleks. yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri [self-destructive] oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. 1993. biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. 2001). dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya [saat mengendarai mobil]. termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya.

Laura E. M. 1993. (2008). pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah. Conger. 1991. mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial (seperti bertindak berlebihan di sekolah). pelanggaran (seperti melarikan diri dari rumah) hingga tindakan-tindakan kriminal (seperti mencuri). USA: Pearson Education. C. 29(3). Papalia & Olds. teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik. Children. Kartono sebagai ilmuan sosiologi menyatakan bahwa kenakalan remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Beyth-Marom. kenakalan remaja (juvenile delinquency) mengacu kepada suatu rentang perilaku yang luas. 2. B. 1991. and Adolescents.. dan sebagainya (Conger. Palmgren. Papalia & Olds. musik atau film apa yang bagus. Dengan demikian.3 Kenakalan Remaja Menurut Santrock (2002). & Jacobs-Quadrel..1. et al. 549-563 . Papalia & Olds. Deaux. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds. Fischhoff. Journal of Developmental Psychology. 2001). Dibanding pada masa kanak-kanak. DAFTAR PUSTAKA Berk. Bagi remaja. ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger. 1993. Pada diri remaja.. et al. 1991). Perilaku nakal remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri. Akibatnya. 2001). L. 1991). Inc. mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom. namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger. 1991. R. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger. Infants. Perkembangan Kepribadian dan Sosial Perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik.. Austin. sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds. Perceived Consequences of Risky Behaviors: Adults and Adolescents. (1993).. Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. 2001). 2001). pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. 2001).

S.L. Human development (8th ed.wordpress. J.mungkin karena mentalitas pecandu rokok terbius nikotin tembakau. Jakarta: Erlangga. D E. Social psychology in the ‘90s (6th ed. Developmental Problems of Childhood and Adolescents: Prevention. S. http://mulyanihasan. Hurlock. Setiap waktu ada saja rokok yang terselip di jari-jemari orang tanpa mempedulikan dampak buruk terhadap orang-orang non-perokok di sekitarnya... F. baik yang . yang miskin. (1990). B. ___________. bahkan juga para perokok yang berkelompok sambil bercanda dengan tawa rianya. http://tawvic. (2001). (2005).). North America: McGraw-Hill. Papalia. (1991).(2002).J. New York: Harper Collins Deaux.com/2009/01/07/perbedaan-geng-motor-club-motor-dan. Olds.W. ___________.). Yang memprihatinkan. Martin. USA: BPS Blackwell. B. Treatment and Training.and Wrightman. E. K.wordpress. yang kaya. Adolescent development.). California : Brooks / Cole Publishing Company. W. (1991). Life Span Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha. Betapa tidak. begitu mudahnya kita untuk menyaksikan orang yang sedang mengisap rokok. Boston: McGraw-Hill.P. (1993). Mulai dari anak remaja hingga orang dewasa. Boston: McGraw-Hill Rice. Herbert. E. Boston: Ally & Bacon Santrock.F. Budaya merokok di Indonesia semakin menjadi fenomena sosial yang spektakuler.Conger. Adolescence (8th ed. mereka tak kenal lagi batas kewajaran dan etika sosial. Tentu saja masalah seputar rokok ini merupakan topik aktual yang menarik untuk ditanggapi oleh semua kalangan. (1973). Adolescence and youth (4th ed). Life Span Development: Jilid II.motorcommunity/ Larangan Merokok demi Kesehatan Oleh Sukirno Heboh fatwa ulama tentang hukum merokok kian menghangat.com/20…or-di-bandung/. J. USA: Mc Graw-Hill. (1990).).C. Hurlock. relationship & culture (6th ed. (2001). karena perilaku kecanduan merokok tampaknya telah menjadi tradisi dan penyakit kronis masyarakat yang masih sangat sukar untuk disembuhkan. Boleh dibilang pengasapan! hidung itu bisa dilihat mulai dari perkampungan kumuh hingga di gedung-gedung mewah. The adolescent development.. Developmental psychology: a lifespan approach. & Feldman. Ruth D.

Ustaz Suhada Bahri. lantas mereka kemanakah? Gerakan larangan merokok di 7 kawasan tersebut di atas jelas patut kita dukung demi selamatnya generasi masa depan bangsa. Fulan mengaku sudah 5 bulan berhenti total mengisap rokok dengan bertobat karena tenggorokan dia meradang dan sakitnya bukan alang kepalang Dari kaca mata Islam. itu bisa terjadi karena minimnya pemberdayaan dan pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) DL1 Jakarta No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. prilaku kecanduan rokok tentu lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaat yang mereka dapatkan. Apalagi tanggung jawabnya di hadapan Tuhan kelak. Namun demikian. dan angkutanumum. santai. Dari aspek kesehatan. Motivasi Setahun tidak jumpa kawan lama (sebut saja Fulan) yang dulu perokok berat. tidak seorang ulama pun yang menyangkal banyaknya fakta tentang kemudharatan atau bahaya merokok. tempat proses belajar-mengajar. Para pecandu rokok berasumsi bahwa mereka telah menarik banyak manfaat dari isapan asap tembakau. Seperti merasa enjoy. tempat kerja. Tapi terlepas dari kontroversi ini.4/U/1997 yang mengharuskan lingkungan sekolah bebas dari asap rokok. saat seseorang menggunakan uang demi untuk pengasapan di lubang hidungnya berarti telah membelanjakan untuk keinginan yang tidak bermanfaat Bahkan itu jelas tindak pemborosan. arena kegiatan anak. instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. mudah konsentrasi.Hingga kini memang masih timbul kontroversi seputar fatwa hukum merokok. jika sejujurnya kita kalkulasi dari aspek kesehatan. belum lama ini penulis bertemu lagi dengannya di Jakarta. tempat pelayanan kesehatan. penyakit akut Fulan itu merupakan rahmat Allah SWT yangtelah menggugah kesadarannya untuk meninggalkan kecanduan merokok. Kalau demikian.Jangan-jangan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. bahaya atau kerusakan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Firman Allah SWT "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke lembah kebinasaan dan berbuat baiklah. maka merokok itu hukumnya makruh karena rokok tidak memabukkan. Justru setiap prilaku kita sedapat mungkin diupayakan agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Boleh jadi sebagian di antara mereka tidak lupa peraturan yang masih berlaku. Sebagian ulama berpendapat. tempat ibadah. baik selaku individu maupun sebagai makhluk sosial. Forum Ijtima Ulama Komisi Fatma menetapkan hukum haram terbatas pada rokok. asalkan non-perokok di sekitarnya tidak sampai terpapar asap dari si perokok.berpendidikan tinggi maupun rendah. ter-nyata ada saja oknum guru yang justru merokok di dalam ruangan kelas yang notabene adalah tempat mereka mengajar anak didik. seperti dikatakan Ketua Dewan Dakwah Indonesia. Lebih mengenaskan lagi. Sebab itu Allah SWT di dalam Al Quran memperingatkan agar manusia tidak mengikuti sesuatu . tidak boleh ada suatu perbuatan yang memberikan mudharat. Sebab itu. Dengan perkataan lain. Sedangkan para ulama lainnya mengharamkan rokok.(QS Baqarah 195) Rasulullah SAW bersabda "Tidak boleh berbuat dengan akibat buruk dan tidak boleh memberikan akibat buruk " (HR Ahmad dan Ibnu Majah) Larangan dalam hadits ini jelas tanpa ada pengecualiannya. Ikhwal prilaku latah atau ikut-ikutan doyan merokok yang kian menggejala dalam masyarakat kita jelas merupakan perilaku pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. dan terhibur. Dia pun merasa bersyukur karena Tuhan telah me-nolongnya untuk lepas dari kecanduan rokok. Tujuh kawasan dilarang merokok adalah tempat umum.

kemauan dan motivasinya harus berlandaskan niat (nawaitu) dengan keikhlasan hati (lillahi taala)." Implikasinya. Akibatnya terjadi penurunan secara drastis kualitas sumber daya alam seperti lenyapnya sebagian spesies dari muka bumi. Sementara itu tidak semua orang mampu mengendalikan hawa nafsu. Pencemaran dan kerusakan alam pun akhirnya mencuat sebagai masalah yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. Tapi upaya itu mestinya dilakukan bukan nanti ketika terserang penyakit berat. motivasi dan niat yang baik tadi. Umat manusia kurang peduli pada norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingannya sendiri. setengah hati atau mungkin sekadar coba-coba saja.. Tidak heran bila kita melihat banyak orang gagal total saat coba melepaskan diri dari ketergantungan rokok. melainkan sedini mungkin agar semua risiko yang terkait bisa diminimalisasi di samping keinginan merokok hilang sama sekali. keberhasilan seseorang untuk berhenti merokok. cita rasa dan subyektivitas pribadi. banyak cara yang telah mereka tempuh untuk menolong diri sendiri saat kecanduan rokok. Bogor. Nabi Muhammad SAW menegaskan "Tiap perbuatan anak bani Adam tergantung pada niat. mengungkapkan bahwa dari 20 juta orang yang mencoba berhenti merokok setiap tahunnya. Artinya. bila orang ingin menghentikan kecanduan rokok. Bahkan bisa gagal total. hakekatnya lebih bergantung pada motivasi. *** Penulis adalah Studi Islam Agama (Forsidila). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa krisis ekologis yang dihadapi umat manusia berakar dalam krisis etika atau krisis moral. dan Ketua Diskusi Forum Lintas MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN (KASUS LINGKUNGAN HIDUP) DAN UPAYA PEMECAHANNYA. minum air putih. Memang. yang diikuti pula penurunan kualitas alam. karena niatnya kurang serius. menghela napas panjang di udara segar. Seorang pakar pendidikan masyarakat dari American Lung Association of New York. Latar belakang masalah Krisis lingkungan hidup yang dihadapi manusia modern merupakan akibat langsung dari pengelolaan lingkungan hidup yang “nir-etik”. atau bahkan menghadiahi diri sendiri. . penglihatan dan pendengaran kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Tuhan. Usaha menghentikan kecanduan rokok bukan perkara mu-dah karena terpaut/ menyangkut kepuasan selera. Maka. motivasi yang kuat dan niat yang tulus-ikhlas untuk meninggalkan kebiasaan merokok merupakan faktor dominan untuk mencapai hasil yang signifikan.yang tidak diketahuinya (tentang baik-buruknya) karena sesungguhnya hati. ternyata hanya 10% yang sukses. Tetapi banyak juga perokok yang mulai tersadar karena di dalam hati nuraninya telah terbit kemauan untuk melepaskan diri dari belenggu kinerja adiktif nikotin tembakau. Artinya. manusia melakukan pengelolaan sumbersumber alam hampir tanpa peduli pada peran etika. Depok. banyak perokok ingin memperkuat kemauan. Rami Bachiman. niat dan usahanya sendiri dibandingkan bantuan orang lain. Alam begitu saja dieksploitasi dan dicemari tanpa merasa bersalah. Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan hati nurani. Padahal. Seperti dengan sibuk mengunyah wortel. sebab tanpa niat yang kuat maka upaya apa pun tidak akan membuahkan hasil yang optimal.

Kemudian kami akan membahas apa sebenarnya yang dimaksud dengan etika lingkungan hidup. ”Ketiadaan strategi pembangunan berkelanjutan. YB Mangunwijaya memandangnya sebagai oposisi atau konflik antara manusia dan alam. tujuan hidup. akan diangkat contoh kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di Kalimantan Barat serta dampak negatif yang ditimbulkannya. arti materi dan yang ada ”di atas” materi. kasus perusakan dan kebakaran hutan sampai pada kasus Sampah di beberapa kota Metropolitan semakin nyata terbukti. Kasus Import Limbah B-3. buruknya pengelolaan tata ruang. Pada awal tulisan ini. Fakta bencana lingkungan. 10 Tidak adanya upaya pemerintah untuk memecah kebuntuan akibat mandeknya penanganan kasuskasus lingkungan. Pemerintah tidak . terjadinya bencana alam. Krisis energi saat ini telah mengancam masyarakat yang lemah secara ekonomi. untuk mendapatkan akses energi yang layak. Pemikiran tersebut mendorong kami untuk memilih dan membahas tema etika lingkungan dalam paparan ini. beberapa pandangan yang mendasari etika lingkungan hidup tersebut. seperti kasus pencemaran Teluk Buyat. Terbitnya kebijakan pro lingkungan selama ini nyatanya harus berbenturan dengan kebijakan yang justru memfasilitasi proses ekploitasi lingkungan.Manusia merupakan sumber kelestarian dan kerusakan lingkungan. rusaknya hutan indonesia serta sekelumit masalah peracunan lingkungan lainnya yang tidak pernah terselesaikan. mengisyaratkan gagalnya penanganan pemerintah terhadap aktivitas yang merusak hutan baik illegal logging maupun konversi hutan dan lahan. Cara pandang dan sikap manusia terhadap lingkungan hidupnya menyangkut mentalitas manusia itu sendiri yang mempertanyakan eksistensinya di jaman modern ini dalam kaitannya dengan waktu. soal deforestasi hutan yang tidak kunjung dapat teratasi. kebijakan pemberantasan Illegal Logging ternyata dibenturkan dengan kebijaksanaan perijinan tambang di hutan lindung. menuai bencana lingkungan yang berkelanjutan” Maraknya bencana lingkungan hidup selama ini tak dapat dipisahkan dari ketiadaan strategi Pemerintah dalam pengelolaan pembangunan berkelanjutan. justru melahirkan kebingungan dan potensi pencemaran dan perusakan lingkungan dimasa mendatang. kami perdalam dengan mencari simpul-simpul pemikiran dalam sejarah filsafat barat dari Jaman Yunani Kuno sampai Jaman Modern yang memantapkan atau justru menantang etika lingkungan hidup. Kebijaksanaan penggunaan Batubara yang dicanangkan pemerintah pada akhir-akhir ini nyata juga tidak didasari oleh hasil kajian kondisi sosial masyarakat dan ekologi. terlihat dari besarnya peluang krisis energi. Pembahasan tentang etika lingkungan hidup. Fakta lain. Dengan demikian masalah lingkungan hidup tak lain adalah soal bagaimana mengembangkan falsafah hidup yang dapat mengatur dan mengembangkan eksistensi manusia dalam hubungannya dengan alam. serta kebijaksanaan pengembangan wilayah perbatasan. hal ini terbukti dengan semakin mahalnya harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dan listrik akhir-akhir ini. kasus PT FI di Papua. Sebut saja. Salah satu permasalahan kebijaksanaan yang belum dikedepankan oleh pemerintah selama ini adalah bahwa dalam penyusunan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan. Fakta ini mengakibatkan bencana lingkungan yang kian parah. Selanjutnya kami akan melengkapinya dengan beberapa pada pandangan dan kesadaran baru dalam etika lingkungan yang mendukung perbaikan sikap kita atas lingkungan hidup. kasus pencemaran sumber air minum di hampir semua Sungai sumber mata air di Jawa.

(3) prinsip pencemar membayar ( polluter pays principle ). (4) prinsip cegat tangkal ( stand still principle ) dan (5) prinsip perbedaan regional. atau sarana teknis yang terbaik. mencabut kebijaksanaan alih fungsi hutan untuk perkebunan di kawasan perbatasan serta kebijaksanaan pengembangan industri berbasis pertanian ekologis 2) asas penerapan sarana praktis yang terbaik. kebijaksanaan pengelolaan hutan dan DAS berbasis masyarakat dan (5) prinsip perbedaan regional dengan mengembangkan kebijaksanaan insentif berupa subsidi dari wilayah pemanfaat (hilir) kepada wilayah pengelolah (hulu). antara lain melalui pengembangan kebijaksanaan industri bersih. Kondisi ini diperparah dengan kebijaksanaan pembangunan yang bias kota yang kemudian mengakibatkan terjadinya perusakan tata ruang. kebijakan sistem pengawasan industri. perkebunan. kebijaksanaan pemerintah dalam penanganan permasalahan lingkungan saat ini masih dipandang secara parsial dan tidak didasari hasil kajian yang komprehensif. penyempitan lahan pertanian serta koversi hutan yang tak terkendali. kebijaksanan insentif bagi pengadaan alat pengelolah limbah. Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menuntut adanya perbaikan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam dengan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mendasarkan pada penerapan asas-asas umum kebijaksanaan lingkungan yakni (1) asas penanggulangan pada sumbernya (abattement at the source) antara lain dengan mengembangkan kebijakan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan tingkat sumber sampah lainnya.(2) asas penerapan sarana praktis yang terbaik. pertumbuhan industri yang tidak ramah lingkungan sehingga mengakibatkan pencemaran.insentif lain bagi pengembangan industri yang melakukan daur ulang (reused. recycling) (4) prinsip cegat tangkal (stand still principle) dengan melakukan pengembangan sistem pengawasan import B-3. kekumuhan lingkungan yang diakibatkan oleh pemusatan jumlah penduduk melebihi daya dukung lingkungan. 11 Artinya. partisipatif dan berbasis pada keadilan lingkungan (eco justice)! . pencemaran lingkungan akibat industri. yang berimplikasi pada semakin beratnya tekanan atau beban lingkungan. Beberapa asas umum kebijaksanaan pengelolaan lingkungan tersebut antara lain adalah (1) asas penanggulangan pada sumbernya (abattement at the source). dan industri. Dalam rangka hari lingkungan hidup. dan tekanan terhadap hutan dari aktivitas illegal logging dan konversi lahan dan hutan untuk pertambangan. secara konsisten. Dua masalah penting yang mengakibatkan bencana lingkungan terbesar adalah masalah dinamika dan tekanan kependudukan. 5 Juni 2006.memiliki dan menerapkan asas-asas umum kebijakan lingkungan ( General Principles of Environmental Policy ) yang secara umum telah dipergunakan di negara-negara yang memiliki komitmen tinggi dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. mencabut kebijakan perijinan tambang dikawasan hutan. Tekanan atau beban lingkungan yang cukup besar tersebut sangat berkaitan dengan perencanaan tata ruang yang konsisten berbasis pada daya dukung lingkungan. atau sarana teknis yang terbaik. kebijaksanaan pengelolaan lingkungan industri kecil (3)prinsip pencemar membayar (polluter pays principle) melalui pengembangan kebijaksanaan pemberian insen tif pajak pemasukan alat pengelolah limbah bagi industri yang taat lingkungan. kebijakan konservasi dan penyeimbangan supply – demand dalam pengelolaan hutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful