I. 1.1.

Pengertian Pengertian Statistika dan Statistik

Statistika ((bahasa Inggris: statistics) merupakan bagian dari ilmu matematika yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika'(bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Penerapan statistika banyak dilakukan dalam berbagai bidang. Statistika digunakan dalam berbagai disiplin ilmu (ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi) maupun ilmu-ilmu sosial (misalnya sosiologi dan psikologi)), di bidang bisnis, ekonomi, dan industri, di bidang pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal, di bidang komputasi digunakan untuk pengenalan pola maupun kecerdasan buatan, dll. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang populer adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. 1.2. Sejarah Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin moderen statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus"). Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidangbidang dalam matematika, terutama probabilitas. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika (ilmu bahasa). Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmuilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika. 1.3. Konsep Dasar Pengaplikasian statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertamatama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika adalah semua objek yang akan diteliti. Objek ini dapat dapat berupa benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak yang terbatas. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu. Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.Jika sampel yang diambil cukup representatif maka inferensial (pengambilan keputusan) dan hasil analisis data atau kesimpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan atau menggeneralisasikan seluruh populasi. Beberapa cara dalam pengumpulan data, yaitu dengan: 1) Penelitian lapangan (pengamatan langsung) 2) Wawancara (interview) 3) Angket (kuisioner) 1.4. Macam-macam Statistika Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data yaitu bagaimana suatu data dapat

digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah ³dibaca´ dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi/prediksi pengamatan/observasi masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat model regresi dan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu). 1.5. Macam-macam Data 1.5.1. Macam-macam Data Berdasarkan Sifatnya 1.5.1.1. Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan. Misalnya penjualan merosot, mutu barang baik, dsb. 1.5.1.2. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan. Misalnya produksi 100 unit/hari, omzet penjualan naik 20%, keuntungan Rp. 25.000,00, dsb Data kuantitatif berdasarkan nilainya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. b. Data diskrit yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung. Misalnya jumlah karyawan 2000 orang, penjualan 25 unit, dsb. Data kontinu yaitu data yang diperoleh dari hasil mengukur. Misalnya tinggi rata-rata siswa SMK 160 cm, pemakaian listrik 150 kwh/bulan, suhu badan 360C, dsb.

1.5.2. Macam-macam Data Berdasarkan Cara Memperolehnya 1.5.2.1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan atau diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan. Misalnya data pemakaian banyak sabun dan pasta gigi per bulan yang diperoleh dari konsumen yang dikumpulkan oleh perusahaan produsen, data harga sembilan bahan pokok yang diperoleh secara langsung oleh biro pusat statistik dengan mendatangi pasar dan kemudian mengolahnya. 1.5.2.2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh oleh suatu organisasi atau perorangan dalam bentuk yang sudah jadi dari pihak lain. Misalnya suatu perusahaan memperoleh data penduduk, data pendapatan nasional, indeks harga konsumen, dan daya beli masyarakat yang dicatat dari Biro Pusat Statistik. 1.5.3. Macam-macam Data Berdasarkan Sumbernya 1.5.3.1. Data Internal Data internal adalah data yang menggambarkan keadaan dalam suatu organisasi, meliputi data input dan data output. Misalnya data perusahaan yang meliputi data pegawai, data keuangan, data alat produksi, data penjualan produk, dsb. 1.5.3.2. Data Eksternal Data eksternal adalah data yang menggambarkan keadaan di luar organisasi. Misalnya data-data yang mempengaruhi perusahaan seperti data daya beli masyarakat, data selera masyarakat, data kompeteter dari produk sejenis, data perkembangan harga, keadaan ekonomi, dsb Latihan 1

1. Apakah yang dimaksud dengan statistika? 2. Apakah yang dimaksud dengan statistik? 3. Apakah kegunaan statistika? 4. Apakah yang dimaksud dengan populasi? Berikan 3 contoh populasi. 5. Apakah yang dimaksud dengan sampel? 6. Bagaimana cara untuk mengambil suatu sampel dari suatu populasi? 7. Sebutkan tiga cara untuk mengumpulkan suatu data dan berikan satu contoh untuk setiap
cara.

1

8. Apakah yang dimaksud dengan sensus? 9. Ada berapa macam statistika? Sebutkan masing-masing kegunaan dari dan berikan
contoh setiap jenis statistika. Penyajian Data

10. Berikan dua contoh penggunaan / aplikasi statistika dalam tiga disiplin ilmu.
II. Terdapat dua cara penyajian data yaitu tabel distribusi frekuensi dan diagram. Beberapa cara untuk menyajikan data dalam bentuk diagram yaitu diagram lambang (piktogram), diagram lingkaran, diagram batang, diagram garis, diagram batang daun, diagram kotak garis, histogram dan poligon frekuensi. Sedangkan penyajian data dengan tabel distribusi frekuensi dapat menggunakan tabel distribusi frekuensi data tunggal dan tabel distribusi frekuensi data berkelompok. Berdasarkan banyaknya frekuensi untuk setiap jenis data maka data tunggal terbagi menjadi dua bagian yaitu data tunggal dan data berbobot. Data tunggal murni adalah data yang masing-masing datanya tunggal atau frekuensi setiap jenis data adalah satu. Data berbobot yaitu data tunggal yang masing-masing data tidak semuanya tunggal atau ada data yang frekuensinya lebih dari satu. Tabel distribusi frekuensi data berkelompok adalah penyajian data dalam bentuk tabel frekuensi yang data-datanya disusun dalam kelas-kelas interval yang memiliki panjang kelas interval sama. Pengelompokan data berdasarkan kelas interval dilakukan apabila banyak data sangat besar atau jangkauan data sangat besar. 2.1. Tabel Distribusi Frekuensi Tabel distribusi frekuensi merupakan tabel yang digunakan untuk menyajikan data. Tabel distribusi frekuensi yang paling sederhana terdiri dari dua kolom untuk data (data tunggal) atau kelas interval data (data berkelompok) dan frekuensi (banyak data). 2.1.1. Jangkauan Data (R) Jangkauan data adalah selisih antara data terbesar dengan data terkecil. R = xt - xr Keterangan : R = jangkauan data xt = data tertinggi xr = data terendah Contoh 1: 1. Tentukan jangkauan dari data berikut: 3, 8, 12, 3, 4, 6, 14, 2. Jawab: xt = 14 xr = 2 R = xt - xr R = 14 ± 2 R = 12 Jadi jangkauan data diatas adalah 12. 2. Hasil Pretes Matematika 40 siswa kelas 3 SMK sebagai berikut: 35 36 72 53 Jawab: xt = 96 R = xt - xr R = 96 ± 26 R = 70 2.1.2. Banyak kelas interval xr = 26 44 96 68 48 65 58 74 56 85 64 76 88 26 72 52 68 37 76 88 64 56 84 96 52 66 36 42 86 65 45 44 96 44 66 46 54

Tentukan jangkauan dari data di atas.

Jadi jangkauan data diatas adalah Penetapan banyaknya kelas interval harus memperhatikan semua data yang terobservasi harus dapat masuk seluruhnya. Jika banyak kelas terlalu sedikit maka dapat terjadi kekurangan informasi-informasi yang lengkap. Hal ini dapat terjadi sebab jika kelas interval sedikit maka mengakibatkan panjang kelas interval besar, akibatnya variasi yang

2

29 k§7 Jadi banyaknya kelas interval dari data tersebut adalah 7 kelas. Jawab: n = 40 k = 1 + 3. digunakan aturan dari H.3 = konstanta Apabila dalam perhitungan untuk menentukan banyak kelas interval diperoleh bilangan desimal maka harus dibulatkan dengan pembulatan ke atas. Sebaliknya jika banyak kelas besar maka perhitungan akan menjadi tidak praktis dan pola frekuensinya menjadi tidak teratur atau bahkan akan terdapat kelas interval dengan frekuensi nol.1. Batas Kelas Batas kelas suatu kelas interval adalah nilai-nilai ujung yang terdapat pada suatu interval kelas. hitunglah banyak kelas.3.log n k = 1 + 3.3.602 k = 1 + 5. 2.4.log n Keterangan: k = banyak kelas interval. Nilai ujung bawah pada suatu interval kelas disebut sebagai batas bawah kelas interval. Untuk menentukan banyak kelas.3 .1. hitunglah banyak kelas. Apabila dalam perhitungan untuk menentukan panjang interval kelas diperoleh bilangan desimal maka harus dibulatkan dengan pembulatan ke atas p= Keterangan: p = panjang interval kelas R = jangkauan data k = banyak kelas interval Contoh 3: Berdasarkan data pada contoh 1 no 2.4. 2.4.A.3 log 40 k = 1 + 3.5 3 .1. 2.3. Contoh 2: Berdasarkan data pada contoh 1 no 2.1. Batas Kelas Dan Tepi Kelas 2. 1. Secara teoritis dapat dinyatakan Tepi bawah kelas = batas bawah kelas ± 0. Panjang interval kelas Panjang interval kelas adalah banyaknya data berbeda yang terdapat dalam setiap kelas interval.29 k = 6.terinci dari data individual menjadi hilang.2. k  B+ n = ™f = banyak data 3. sedangkan nilai ujung atas interval kelas disebut sebagai batas atas kelas interval.1. Sturges: k = 1 + 3. Tepi Kelas Tepi kelas interval digunakan untuk menghitung data dengan ketelitian sampai dengan satu desimal. Penyajian data dengan menggunakan kelas interval dilakukan apabila banyak data sangat besar atau jangkauan data sangat besar. Jawab: R = 70 k=7 p= R k R k 70 p= 7 p = 10 Jadi panjang interval kelas data tersebut adalah 10.

5 c.6.5 Ke dua 69 + 0.5 Ke tujuh 119 + 0.5 Ke tiga 79 + 0. 69. Batas atas kelasnya adalah 59. 109. 60.1.5 = 89. 70.5 = 59. b.5 Ke lima 90 ± 0. 90.5 Ke enam 100 ± 0.5 Ke tiga 70 ± 0.5 2 70  79 ! 74.5.5 = 79.5 = 109. 89. c.5 = 49.5 Ke enam 109 + 0. Tepi bawah interval kelas pada kelas interval adalah Ke satu 50 ± 0.5 2 2.5 = 59. Menghitung Frekuensi Untuk menghitung frekuensi atau menghitung banyaknya data pada masing-masing kelas interval dengan lebih mudah dapat digunakan turus. 110.5 = 69.Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0.5 = 99.5 Ke empat 80 ± 0. Batas bawah kelasnya adalah 50. 80.5 2.5 2 110  119 ! 114. Titik/Nilai Tengah Kelas Interval Titik/nilai tengah kelas interval adalah nilai yang terletak di tengah-tengah interval kelas yang dianggap mewakili data-data pada suatu kelas interval tertentu.5 Titik tengah interval kelas pada kelas interval 50  59 ! 54.5 = 79.5 2 60  69 Ke dua ! 64.1.5 = 109.5 Ke tiga 2 80  89 Ke empat ! 84. 119.5 = 119.5 = 89. Pendapatan (dalam ratus ribuan) 50 ± 59 60 ± 69 70 ± 79 80 ± 89 90 ± 99 100 ± 109 110 ± 120 Turus Banyak karyawan 3 6 10 12 9 7 4 4 . 99.5 Tepi atas kelasnya adalah Ke satu 59 + 0.5 Ke tujuh 2 90  99 ! 94. Titik tengah = Contoh 4: Diketahui data pendapatan dari 50 karyawan perusahaan IT tahun 2005 sebagai berikut: Pendapatan (dalam ratus ribuan) 50 ± 59 60 ± 69 70 ± 79 80 ± 89 90 ± 99 100 ± 109 110 ± 120 Tentukan: a.5 Ke empat 89 + 0. Banyak karyawan 3 6 10 12 9 7 4 batas bawah kelas  batas atas kelas 2 Batas bawah dan batas atas setiap kelas interval Tepi bawah dan tepi atas setiap kelas interval Titik tengah setiap kelas interval Jawab: a.5 = 69. 79.5 Ke dua 60 ± 0.5 Ke tujuh 110 ± 0. b.5 2 Ke lima Ke enam 100  109 ! 104.5 = 99. Ke satu Ke lima 99 + 0. 100.

5% 80 15 v 100 % ! 18.1.25% 80 10 ke dua = v 100% ! 12. Contoh 5: Hasil pengukuran berat badan 80 siswa sebagai berikut: Berat badan (kg) Banyak siswa 40 ± 44 5 45 ± 49 10 50 ± 54 15 55 ± 59 24 60 ± 64 17 65 ± 69 4 70 ± 74 3 75 ± 79 2 Buatlah frekuensi kumulatif kurang dari dan frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan. Distribusi kumulatif yang terdapat di atas atau sama dengan batas bawah disebut frekuensi lebih dari atau sama dengan. Penyelesaian: Frekuensi relatif kelas interval ke satu = 5 v 100 % ! 6. Penyelesaian: Frekuensi kumulatif kurang dari.1. Berat badan (kg) < 40 < 45 < 50 < 55 < 60 < 65 < 70 < 75 < 80 Berat badan (kg) • 40 • 45 • 50 • 55 • 60 • 65 • 70 • 75 • 80 2.1.2. dan Frekuensi Relatif Kumulatif 2. Distribusi kumulatif yang terdapat di bawah batas bawah disebut frekuensi kurang dari.25% 80 4 v 100 % ! 5% ke enam = 80 5 . Contoh 6: Berdasarkan data pada contoh 5.6.1.75% ke tiga = 80 ke empat = 24 v 100% ! 30% 80 17 ke lima = v 100 % ! 21. Frekuensi Relatif. Banyak siswa 0 5 15 30 54 71 75 78 80 Banyak siswa 80 75 65 50 26 9 5 2 0 Frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan Frekuensi Relatif (fr) Frekuensi relatif adalah perbandingan antara frekuensi masing-masing kelas dengan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.2.1.1. Frekuensi Kumulatif (fk) Distribusi frekuensi kumulatif adalah sebuah distribusi yang menyatakan frekuensi total yang ada di bawah batas atas atau frekuensi total yang ada di atas batas bawah suatu kelas interval.1. Frekuensi Kumulatif. tentukanlah frekuensi relatifnya.6.6.

ke tujuh = ke 3 v 100 ! 3.5 6 .75 80 2 v 100 delapan = 80 ! 2.

25 62.25 5 3.5 67.5 2.75 93.25 2.75 37.5 100 fkr 100 93.25 18. Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal 7 . buatlah frekuensi kumulatif relatif kurang dari dan frekuensi kumulatif relatif lebih dari atau sama dengan.75 30 21.25 12. Frekuensi Kumulatif Relatif (f kr) Frekuensi kumulatif relatif adalah frekuensi kumulatif dibagi dengan jumlah frekuensi seluruhnya.5 32.1.25 6.Berat badan (kg) 40 ± 44 45 ± 49 50 ± 54 55 ± 59 60 ± 64 65 ± 69 70 ± 74 75 ± 79 Banyak siswa (f) 5 10 15 24 17 4 3 2 Frekuensi relatif (fr) (%) 6.75 2.7.5 18.75 97.1.6.5 11. Berat badan (kg) < 40 < 45 < 50 < 55 < 60 < 65 < 70 < 75 < 80 Berat badan (kg) • 40 • 45 • 50 • 55 • 60 • 65 • 70 • 75 • 80 Banyak siswa 0 5 15 30 54 71 75 78 80 Banyak siswa 80 75 65 50 26 9 5 2 0 fkr 0 6.5 88.3.75 81.1. fkr = fk §f v 100 % Keterangan: fkr = frekuensi kumulatif relatif fk = frekuensi kumulatif ™ f = jumlah frekuensi seluruhnya Contoh 7: Berdasarkan data pada contoh 5. dinyatakan dalam persen. Penyelesaian: Frekuensi kumulatif relatif kurang dari.5 0 Frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan 2.

Untuk menentukan tabel distribusi data berkelompok harus ditentukan.6020 = 1 + 5. 5. Contoh 9: Dari penelitian berat badan siswa kelas 3 program kealian teknologi. 2. Jangkauan. Penyelesaian: Jangkauan = data tertinggi ± data terendah = 63 ± 46 = 17 Banyak kelas interval = 1 + 3. 4. beturut turut: 1.3 log 40 = 1 + 3. diperoleh data sebagai berikut: 46 49 52 50 52 52 51 55 57 61 47 51 56 49 54 53 62 56 63 57 48 50 57 54 57 58 55 60 52 59 54 53 60 59 52 56 53 58 62 55 Buatlah tabel distribusi frekuensinya. 3.29 8 .3. Batas bawah dan batas atas setiap kelas interval.Contoh 8: Diketahui hasil tes kompetensi Statistika dari 30 siswa kelas 3 SMK sebagai berikut: 5 8 4 6 8 6 7 9 7 9 8 6 5 4 7 4 6 6 6 5 7 2 6 6 6 7 8 7 7 8 Buatlah tabel distribusi frekuensinya. data harus disusun berurutan dari data terendah/terkecil sampai dengan data tertinggi/terbesar. Penyelesaian: Dalam tabel distribusi frekuensi.1. Banyak kelas interval. Panjang interval kelas. Menghitung banyaknya data setiap kelas interval.8. 1.29 = 6. log n = 1 + 3. Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok Tabel distribusi data berkelompok digunakan apabila jangkauan atau selisih data terendah dengan data tertinggi sangat besar atau banyak data sangat banyak. sehingga diperoleh Nilai (x) 2 4 5 6 7 8 9 Turus Frekuensi (f) 1 3 3 9 7 5 2 2.3 .

9.43 §3 Diperoleh tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Ukuran 46 ± 48 49 ± 51 52 ± 54 55 ± 57 58 ± 60 61 ± 63 turus Frekuensi (f) 3 6 10 11 6 4 Latihan 2 1. Jangkauan datanya. Diketahui tinggi badan 58 siswa kelas 3 sebagai berikut: Tinggi badan (cm) Banyak siswa 140 ± 144 3 145 ± 149 6 150 ± 154 7 155 ± 159 10 160 ± 164 15 165 ± 169 9 170 ± 174 8 Tentukanlah untuk setiap kelas interval hal-hal berikut: a. tentukan: a. b. 88. 9 . 6. 15. 5. e. c. 86. 36. 65 2. Panjang interval kelas Batas bawah Batas atas Tepi bawah Tepi atas Titik tengah kelas interval 3. 51.§7 Panjang interval kelas = jangkauan banyak kelas interval 17 = 7 = 2. 7. d. 45. Diketahui banyaknya jenis barang yang terjual setiap hari di Toko Makmur selama 40 hari sebagai berikut: 23 78 25 56 37 26 80 27 70 44 30 98 56 75 86 27 54 43 68 84 28 65 59 35 68 30 72 23 38 49 50 36 45 42 24 60 42 44 48 50 Dari data di atas. Hitunglah jangkauan dari data berikut: a. 10 b. f. 12. 6.

Contoh 10: 1. Th00 Th90 1300 liter 2600 liter Produksi susu kaleng/hari dalam tahun 1990 dan tahun 2000 2.2. tentukan: a. 10 .2. Banyak kelas intervalnya. Panjang interval kelasnya. Jumlah pelanggan air bersih PAM tahun 1999 ± 2004 Tahun Pelanggan 1999 2432 2000 2566 2001 4625 2003 5342 2004 6354 Nyatakan data di atas dengan menggunakan diagram lambang. Diagram Lambang (Piktogram) Piktogram merupakan suatu cara sederhana dan jelas dalam menyajikan data untuk perbandingan objek-objek tertentu. Data gaji mingguan (dalam ribuan rupiah) 50 karyawan sebagai berikut: 160 170 133 156 176 159 171 135 170 135 158 175 136 178 138 130 145 185 190 200 133 148 184 125 148 134 156 183 136 160 166 160 168 158 170 156 177 166 160 175 189 189 156 170 178 144 145 156 174 190 Dari data di atas. Banyaknya produksi susu kaleng per hari selama tahun 1990 dan tahun 2000. Banyak kelas intervalnya.b.1. 2. 5. b. Banyaknya kendaraan yang melewati jalan tol setiap jamnya tercatat sebagai berikut: 56 56 100 95 104 58 58 90 105 114 60 70 80 115 96 78 56 70 120 86 90 66 60 44 76 120 68 50 54 66 46 48 55 64 56 58 54 65 74 46 89 45 75 84 48 56 54 85 94 50 Dari data di atas. 4. c. Piktogram adalah penyajian data statistik dalam bentuk gambar-gambar dengan ukuran tertentu untuk menunjukkan nilai masing -masing data. c. buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatifnya dan tentukan frekuensi relatif serta frekuensi kumulatif relatifnya. Diagram 2. Distribusi frekuensinya. d. d. Panjang interval kelasnya. Jangkauan datanya. Distribusi frekuensinya.

kemudian ditentukan persentase setiap data. Setiap juring diberikan keterangan sesuai dengan jenis data yang disajikan.Jawab: Jumlah pelanggan air bersih PAM tahun 1999 ± 2004 Tahun 1999 2000 2001 2003 2004 Pelanggan = 500 2. Diagram Lingkaran Untuk membuat diagram lingkaran dilakukan dengan membagi sebuah l ngkaran i menjadi juring-juring yang.luas masing-masing juring sebanding dengan besar sudut pusat lingkaran sesuai dengan data yang bersangkutan. Besar sudut pusat akademi = Persentase akademi = Banyak anak 70 50 80 Gambarkan data di atas dengan diagram lingkaran.2.2. Contoh 11: Data penelusuran minat siswa SMK Kota Baru setelah lulus sebagai berikut: Jenis minat Akademi Universitas Bekerja Penyelesaian: Untuk membuat diagram lingkaran harus ditentukan besar sudut pusat setiap juring lingkaran. 70 v 100 ! 35 200 50 Besar sudut pusat universitas = v 360 0 ! 90 0 200 50 Persentase universitas = v 100 ! 25 200 80 Besar sudut pusat bekerja = v 360 0 ! 144 0 200 80 Persentase bekerja = v 100 ! 40 200 70 v 360 0 ! 126 0 200 11 .

skala yang dipergunakan selalu dimulai dari nol (0).Akademi 35% Bekerja 40% Universitas 25% Minat lulusan SMK Kota Baru 2.3. Diagram Garis Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu data yang diperoleh pada suatu jangka waktu secara berurutan dalam suatu kurun waktu. skala tinggi maupun skala lebar diagram batang harus sama.2. Penyelesaian: Sarung 250 300 HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL 300 Banyak 250 produksi 200 - Produksi tas suatu pabrik /bulan Produksi sarung suatu pabrik /bulan Tahun 1999 2000 2. Diagram Batang Diagram batang merupakan suatu diagram yang berbentuk persegi panjang yang dilengkapi dengan skala sehingga ukuran datanya terlihat dengan jelas pada diagram. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat diagram batang adalah: 1.4. 2. Contoh 13: Besar investasi yang ditanamkan di Kota Raya dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2000 sebagai berikut: Tahun 1994 1995 1996 Besar investasi (milyar) 50 100 200 12 .2. Contoh 12: Hasil produksi per bulan selama dua tahun diketahui sebagai berikut: Tahun Tas 1999 200 2000 275 Gambarkan data di atas dengan diagram batang. Diagram batang pada umumnya digunakan untuk membandingkan suatu data dengan data keseluruhan.

9.2. Contoh 14: Pada data 6. 7.6. 7. 6. 35. 32. 19. 21. 6.5.4 2. Batang terdiri dari angka data yang bukan bernilai satuan. Diagram Kotak Garis Diagram kotak garis menggambarkan penyebaran data terutama mengenai kuartil dan jangkauan.2. Data ini dapat disajikan dengan diagram batang daun sebagai berikut: No.15. 24. 12. 7. Contoh 15: 13 . 1. sedangkan daun menunjukkan angka dari data yang bernilai satuan. 40. 7. 21. 5 0. Diagram Batang Daun Diagram batang daun terdiri dari dua bagian yaitu batang dan daun. Histogram dan Poligon Frekuensi Histogram dan Poligon Frekuensi merupakan dua buah grafik yang mencerminkan distribusi frekuensi. 21. 7. 4. 12. khususnya data berkelompok. Penyelesaian: 500 400 300 200 100 = = = = = = = 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 Jumlah investasi kota Raya dalam milyard 2. 4. 14. 8.1997 250 1998 350 1999 400 2000 450 Gambarkan data di atas dengan diagram garis. 4. 7. 46. Poligon frekuensi merupakan garis hubung antara titik-titik tengah dari bagian sisi atas setiap persegi panjang pada histogram. 1. 1 2 3 4 5 Batang 0 1 2 3 4 Daun 2. 8 2. 8. 14. 9. 3. 44. 2.7. 6. 11. 15 dapat digambarkan dengan diagram kotak garis sebagai berikut: + 6 Q1 Q2 Q3 15 2.9 1. 33. Misal rangkaian data merupakan data banyaknya soal pretest Matematika yang dapat dikerjakan 20 siswa: 8. 6 2. 7.2. 44. 5.

8. gambarkan data diatas dengan menggunakan ogive. Penyelesaian: 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 + + + + + + + + 82 85 88 91 94 97 100 103 2.5 83.5 92.5 86.5 104.2.5 89. Ogive Grafik ogive dibuat dari daftar sebaran frekuensi kumulatif kurang dari dan frekuensi kuulatif lebih dari. Penyelesaian: Tinggi (cm) 81 ± 83 84 ± 86 87 ± 89 90 ± 92 93 ± 95 96 ± 98 99 ± 101 102 ± 104 Banyak balita 50 70 90 100 80 75 60 60 Tepi bawah 80.5 98.Hasil pengukuran tinggi balita di Posyandu Akar sebagai berikut: Tinggi (cm) Banyak balita 81 ± 83 50 84 ± 86 70 87 ± 89 90 90 ± 92 100 93 ± 95 80 96 ± 98 75 99 ± 101 60 102 ± 104 60 Gambarkan data diatas dengan menggunakan histogram dan poligon frekuensi. Contoh 16: Berdasarkan data pada contoh 15.5 95.5 101.5 fk < 0 50 120 210 310 390 465 525 585 fk > 585 535 465 375 275 195 120 60 0 Grafik frekuensi kumulatif kurang dari pada distribusi frekuensi tinggi balita 14 .

5 Grafik frekuensi kumulatif lebih dari pada distribusi frekuensi tinggi balita 600 500 400 300 200 100 + 80.5 + 98.5 + 83.5 + 80. buatlah: a.5 + 104. 60 50 Hasil ujian akhir sebagai berikut: 50 70 55 55 88 76 semester mata diklat matematika kelas 3 SMK diperoleh 80 67 66 90 68 45 95 78 86 75 48 78 65 98 66 45 56 82 60 78 90 94 45 15 .5 + 80.5 + 80.5 + 80.5 + 92.5 + 101.5 + 89.5 Latihan 3 1.5 + 80.5 + 95.5 + 86.5 + 80. 2. Piktogram b.5 + 80.5 + 80.600 500 400 300 200 100 + 80. Berikut merupakan data dari jenis dan banyak peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMK KU Jenis kegiatan Banyak ekstrakurikuler peserta Basket 15 Sepakbola 26 Pramuka 20 PMR 15 PASKIB 24 Berdasarkan data di atas. Diagram lingkaran.

Hasil penjualan sepatu dan tas di Toko Makmur selama 6 bulan sebagai berikut: Jumlah penjualan 500 + 400 + 300 + 200 + 100 + 1 = sepatu 2 3 = tas 4 5 6 bulan Berdasarkan data di atas. b. b. Ogive 3. 72 62 70 64 80 66 84 67 45 Data pekerjaan orang tua siswa SMK IT tahun 2001 Wiraswasta 50% PNS 12. Ada 6 ukuran 16 . tentukan: a. Tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi. Diagram batang. III. Histogram dan poligon frekuensi. UKURAN PEMUSATAN DATA Ukuran pemusatan data atau ukuran tendensi sentral adalah ukuran yang digunakan untuk menafsirkan suatu gejala pusat dari serangkaian data.88 89 90 70 70 48 50 52 56 52 Berdasarkan data di atas. Karyawan 25% 4. buatlah: a. Hasil pengukuran tinggi badan siswa kelas 3 SMK KARYA sebagai berikut: Banyak siswa 50 + 40 + 30 + 20 + 10 + + + + + + + + 144 149 154 159 164 169 174 Tinggi badan Tentukanlah tabel distribusi frekuensi data di atas. c. tentukanlah: a.5% Jika banyak siswa 400 siswa. Diagram garis 5. Diagram batang daun b.5% ABRI 12.

7. 9.1.. nilai tengah (median). 7. 4 x! Jadi. 5. Contoh 18: Tentukan rata-rata dari rangkaian data berikut: 3. diperoleh dari jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data. 6.4. rata-rata harmonis.  xn n 5 67 789 x! 5 42 x! 5 x ! 8. 3.1. 9. dan modus..1. Rata-rata 3. 8.x i i !1 i = jumlah data keseluruhan Contoh 17: Tentukan rata-rata hitung dari rangkaian data berikut: 7. 7..1. 3. Jawab: Langkah 1: urutkan data sehingga diperoleh data dengan urutan 5. 17 . 8.  xn n Atau n § f . 9. 7. ratarata kuadrat. rata-rata hitungnya adalah 8. 9. 6..1. Rata-rata Hitung (Mean) Rata-rata hitung (mean) x adalah nilai yang paling mendekati ukuran yang sebenarnya. 9. rata-rata ukur.x ! x §f i i !1 i Keterangan: x = rata-rata x x = data n = ™f = banyak data i = urutan data fi = frekuensi setiap data xi = data ke-i n § f .yang akan dipelajari yaitu rata-rata hitung (mean). Mean / Rata-rata Hitung Data Tunggal Rumus : x! x1  x 2  .1. Langkah 2: lakukan perhitungan sehingga diperoleh x1  x 2  . 6. 9. 3. 6.

7. Nilai tengah data (x) setiap kelas interval diperoleh dari jumlah data terendah dengan data tertinggi dibagi 2. Mean / Rata-rata Hitung Data Berkelompok Untuk menentukan rata-rata hitung data berkelompok.x dan ™f .x = 67 x! x! § f .Jawab: Untuk memudahkan dalam menentukan ™f. Jawab: 18 .1. terlebih dulu harus ditentukan nilai tengah data setiap kelas interval.7 Jadi. rata-rata hitungnya adalah 6. Nilai (x) 3 6 7 9 Frekuensi (f) 2 3 1 4 ™f = 10 f.x i i !1 i = jumlah seluruh nilai tengah data setiap kelas interval ™f = banyak data Contoh 19: Dari hasil pretest Matematika siswa kelas 3 SMK Ku jurusan Teknologi Informatika diperoleh data sebagai berikut: Nilai Frekuensi 32 ± 40 3 41 ± 49 5 50 ± 58 7 59 ± 67 15 68 ± 76 11 77 ± 85 6 86 ± 94 3 Tentukanlah nilai rata-rata dari para siswa tersebut.1. 3. Rumus : § f .2.x §f 67 10 x ! 6.x 6 18 7 36 ™f. terlebih dulu tentukan tabel distribusi frekuensinya.x x! §f i i !1 n i Keterangan: x = rata-rata x fi = frekuensi data kelas interval ke-i xi = nilai tengah data setiap kelas interval le-i n § f .

Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Nilai tengah (x) 36 45 54 63 72 81 90 Frekuensi (f) 3 5 7 15 11 6 3 ™f = 50 f.x 108 225 378 945 792 486 270 ™f.2.x).08 Jadi.x = 3204 Langkah 2: lakukan perhitungan. nilai rata-rata pretest para siswa tersebut adalah 64. 3.Langkah 1: membuat tabel distribusi frekuensi dengan menambahkan kolom nilai tengah setiap kelas interval (x) dan jumlah nilai tengah setiap kelas interval (f. Rata-rata ukur disebut juga rata-rata geometris. Untuk menghitung rata-rata ukur .08.x §f 3204 50 x ! 64. diperoleh x! x! § f .1. Rata-rata Ukur Rata-rata ukur xu suatu rangkaian data adalah akar n dari hasil perkalian datadatanya.

.

. 5. Tentukan rata-rata ukur dari rangkaian data: 7. maka xu = n x1 .. Jika serangkaian data x1 ... 7. x n dan banyaknya data adalah n...x 2 .x suatu u rangkaian data yang digunakan adalah data-data yang bernilai positif.. x2 . log x ! §f i i! 0 m i log xu ! § log x n Atau m xu = antilog Contoh 20: § f . 9. log x §f i i!0 i 1. 8.. Penggunaan hanya data positif disebabkan apabila terdapat data 0 maka xu = 0 dan apabila terdapat data negatif maka xu tidak memiliki arti. 19 . x n Atau log x u Sehingga diperoleh § f . 6.

8373 xu = 6.949 log xu ! log xu ! § f . log x §f 7.954 2.477 0.845 0.024 n 5.88 Jadi rata-rata ukurnya 6.log x 0. 3.954 f.334 0.845 3.699 0. Tentukan rata-rata ukur dari data pada tabel di bawah ini.24.954 ™ log x = 5.845 0. Nilai Frekuensi 32 ± 40 3 20 .log x = 7.8373 log xu ! § log x xu = antilog 0.903 0.88.Jawab: x 5 6 7 7 8 9 Log x 0.845 0.7949 xu = 6.24 Jadi rata-rata ukurnya 6.024 log xu = 6 log xu = 0.949 10 log xu = 0.778 0. Tentukan nilai rata-rata ukur dari rangkaian data berikut: Nilai Frekuensi 3 2 6 3 7 1 9 4 Jawab: Nilai 3 6 7 9 Frekuensi (f) 2 3 1 4 ™ f = 10 log x 0.816 ™ f.7949 xu = antilog 0.778 0. 2.

41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94

5 7 15 11 6 3 Nilai tengah (x) 36 45 54 63 72 81 90 Frekuensi (f) 3 5 7 15 11 6 3 ™ f = 50

log x 1,556 1,653 1,732 1,799 1,857 1,908 1,954

f.log x 4,668 8,265 12,124 26,985 20,427 11,448 5,862 ™ f.log x = 87,779

log xu !
log xu =

§ f . log x §f
87,779 50

log xu = 1,7956

xu = antilog 1,7956 xu = 62,46
Jadi rata-rata ukurnya 62,46.

3.1.3. Rata-rata Harmonis
Rumus:

xh !

§f f §x
n i !1

i

i

Apabila setiap data memiliki frekuensi 1 maka

xh !

n
n i !1

§x
Keterangan: ™f = n = banyak data i = urutan data xi = data ke-i

1
i

Contoh 21:
1. Tentukan rata-rata harmonis dari rangkaian data: 7, 5, 8, 6, 9, 7. Jawab:

21

x 5 6 7 7 8 9

1 x
0,2 0,167 0,143 0,143 0,125 0,111

§ x = 0,889
xh ! n
n i !1

1

§x

1
i

6 xh = 0,889 xh = 6,749
Jadi rata-rata harmonisnya 6,749. 2. Tentukan nilai rata-rata harmonis dari rangkaian data berikut: Nilai 3 6 7 9 Jawab: Nilai 3 6 7 9 Frekuensi (f) 2 3 1 4 ™ f = 10 Frekuensi 2 3 1 4

f x
0,667 0,500 0,143 0,444

§x

f

= 1,754

xh !

§f f §x
10 1,754

xh =

xh = 5,701
Jadi rata-rata harmonisnya 5,701. 3. Tentukan rata-rata harmonis dari data pada tabel di bawah ini. Nilai 32 ± 40 41 ± 49 Frekuensi 3 5

22

50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94

7 15 11 6 3

Nilai tengah (x) 36 45 54 63 72 81 90

Frekuensi (f) 3 5 7 15 11 6 3 ™ f = 50

f x
0,0833 0,1111 0,1296 0,2381 0,1528 0,0741 0,0333

§ x = 0,8223

f

xh !

§f f §x
50 0,8223

xh =

xh = 60,81
Jadi rata-rata harmonisnya 60,81. 4. Ali mengendarai sebuah mobil dalam perjalanan dinas dari Malang ke Surabaya. Ia mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan 50 km/jam pada saat pergi dan 60 km/jam pada saat pulang. Jika jarak Malang - Surabaya 90 km, berapakah kecepatan rata-rata Ali mengendarai mobil? Jawab:

xh !

§f f §x
1 50

xh ! xh !

2 

1 60

2
6 5 300

xh ! 2.

300 11

xh ! 54,545
Jadi kecepatan rata-rata Ali mengendarai mobil adalah 54,545 km/jam

3.1.4. Rata-rata Kuadrat 3.1.5. Rata-rata Kuadrat Data Tunggal

23

6.x 2 = 499 xk = xk = xk = § f . 9. Tentukan rata-rata kuadrat dari data : 1.x2 18 108 49 324 ™ f. 7. 3. 6. 2.9 2 x k = 7.75 xk = 4.21. 3.Rumus: Apabila setiap data memiliki frekuensi 1 maka: xk ! §x n 2 Apabila tidak setiap jenis data memiliki frekuensi 1 maka: xk = § f . Jawab: xk ! xk = xk = xk = §x n 2 12  32  5 2  6 2 4 1  9  25  36 4 71 4 xk = 17. 9. 9.x §f 499 10 49.09 24 .x §f 2 Contoh 22: 1. 6. 6. Tentukan rata-rata kuadrat dari data berikut: 3. 9. Jawab: x 3 6 7 9 f 2 3 1 4 ™f = 10 x2 9 36 49 81 f.21 Jadi rata-rata kuadratnya 4. 5.

5. 2.x §f 2 Tentukan rata-rata kuadrat dari data pada tabel di bawah ini. 8.52. Frekuensi 3 5 7 15 11 6 3 Frekuensi (f) 3 5 7 15 11 6 3 ™ f = 50 x2 1296 2025 2916 3969 5184 6561 8100 f.x2 = 214650 xk = xk = xk = § f .Jadi rata-rata kuadratnya 7. 3. 3. 5. 37.1. 4. 23.x2 3888 10125 20412 59535 57024 39366 24300 ™ f. Rata-rata Kuadrat Data Berkelompok Rumus: xk = Contoh 23: 1. 47. 3. Latihan 3 1. 10. b. 26.52 Jadi rata-rata kuadratnya adalah 65. 7. 25. 10. 9.06 3. 8. Nilai hasil ulangan Matematika siswa kelas 3 SMK KRIYA tercatat sebagai berikut: Nilai Frekuensi 25 . Tentukan rata-rata dari data berikut: a. 27. 7. 55. Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Nilai tengah (x) 36 45 54 63 72 81 90 2 § f .1.x §f 214650 50 4293 xk = 65. 24.

Dengan menambahkan nilai 1 anak baru maka rata-rata nilai matematika mereka menjadi 6. 13. 7 b. rata-rata harmonis. 2. Nilai 2 4 8 6 10 d.5 8 6 7 7 5 8 8 9 4 Tentukan rata-rata nilai yang dicapai oleh para siswa tersebut. 5. a.8. dan rata-rata kuadrat dari rangkaian data berikut ini. Rata-rata nilai matematika dari 9 anak adalah 7. 25. tercatat sebagai berikut: Produksi (kwintal) Banyak desa 10 ± 17 8 17 ± 25 24 26 ± 33 25 34 ± 41 21 42 ± 49 17 50 ± 57 3 58 ± 58 2 Tentukanlah rata-rata produksi padi kering tersebut. 30 c. Nilai 3 5 7 9 10 Banyak siswa 3 5 6 4 2 Frekuensi 2 4 6 5 3 5. Nilai rata-rata mata pelajaran Fisika suatu kelas yang terdiri dari 20 adalah 26 . 4. Berapakah nilai anak baru yang ditambahkan tadi? 6. 3. Hasil produksi padi kering di 100 desa di kabupaten Malang. Tentukanlah rata-rata ukur. Kemudian ke dalam kelas tersebut masuk 5 orang anak baru yang memiliki nilai Fisika yang sama dan membuat rata-rata mata pelajaran Fisika kelas tersebut menjadi 7. 15.0.5. 3. Berapakah nilai masing-masing anak yang baru masuk? 6. 20.3 2 4 4 5 6 5. 12.

maka berapakah nilai rata-rata seluruh siswa tersebut? 3. maka tentukanlah perbandingan banyaknya siswa dan siswi. 6. Seorang pengendara mobil melalui rute tersebut dengan kecepatan 60 km/jam pada waktu pergi dan 80 km/jam pada waktu pulang. 10. 9. 10. 8. 5. 3. 11 n = 9 (ganjil) Med = data ke n 1 2 9 1 Med = data ke 2 Med = data ke 5 Med = 7 Jadi median data tersebut adalah 7. Median membagi data menjadi dua bagian yang sama besarnya sehingga median disebut juga ukuran letak. Median Data Tunggal Median (Med) terletak pada data yang ke n 1 . Nilai rata-rata 11 buah bilangan sama dengan 13. Tes matematika diberikan kepada tiga kelas siswa ber-jumlah 100 orang. Nilai rata-rata tes matematika dari kelompok siswa dan kelompok siswi di 9. 7 1 . 10. 8. 5.1. 11. Contoh 25: Tentukan median dari data berikut: 7. Berapakah kecepatan rata-ratanya? suatu kelas berturut-turut adalah 5 dan 7.2. Jawab: Urutan data: 6. 4. kedua dan ketiga adalah 7. Nilai rata-rata 13 bilangan 10. 8. Jika 2 banyaknya siswa kelas pertama 25 orang dan kelas ketiga 5 orang lebih ba nyak dari kelas kedua. 10. Berapakah nilai rata-rata 24 bilangan tersebut? 8. 10 n = 6 (genap) Med = data ke n 1 2 27 . 7.7. 7. 4. Jika nilai rata-rata di kelas tersebut adalah 6. 9. 6. 3. dirumuskansebagai berikut: 2 n 1 2 Med = data ke Contoh 24: Tentukan median dari data berikut: 4. 6. Jarak antara Jakarta ± Bandung 150 km. 7. yang lain sama dengan 11. 7. 7. Jawab: Urutan data: 3. Median Median adalah nilai tengah ari suatu kumpulan data yang tersusun secara teratur (diurutkan menurut besarnya dari data terkecil sampai dengan data terbesar). Nilai rata-rata kelas pertama.2. 10.2 .

5 40. Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 tb 31.2.Med = data ke 6 1 2 1 2 Med = data ke 3 1 2 Med = data ke 3 + Med = 7 + Med = 7 + Med = 7 + Med = 7 1 2 Jadi median data tersebut adalah 7 1 .5 49.2. 2 1 2 1 2 1 2 × (data ke 4 ± data ke 3) × (8 ± 7) ×1 3.5 76.5 85.5 67. 1 2 §f 2 § f  fk f med Keterangan: tb = tepi bawah kelas median p = panjang kelas interval ™f = n = banyak data Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas median Contoh 26: Tentukan median dari data pada tabel di bawah ini.5 58. Median Data Berkelompok Untuk menentukan median pada data berkelompok harus ditentukan lebih dulu letak kelas median dengan cara: Letak kelas median = kelas interval data ke Median = tb  p.5 Frekuensi (f) 3 5 7 15 11 6 3 ™ f = 50 fkum” 3 8 15 30 41 47 50 Frekuensi 3 5 7 15 11 6 3 Letak kelas median = kelas interval data ke §f 2 28 .

8. Suatu rangkaian data bermodus tunggal apabila terdapat tepat satu data yang memiliki frekuensi tertinggi.3. 15 10 = 58. 7. 9. 8. 11. 15. 4.5. 15. Suatu rangkaian data bermodus tidak tunggal apabila terdapat lebih dari satu data yang memiliki frekuensi tertinggi. 7. 7. 9. 3. Tentukan modus dari data berikut: 4. Tentukan modus dari data berikut: 2. 4. 4. Suatu rangkaian data tidak bermodus apabila setiap data dalam rangkaian data tersebut memiliki frekuensi sama. 15.= kelas interval data ke = kelas interval data ke 25 = kelas interval ke 4 Median = tb  p.5 + 6 = 64. bermodus lebih dari satu. 2. 7. 2. 4. 2. Dalam suatu rangkaian data dimungkinkan bermodus tunggal. Tentukan modus dari data berikut: 15. 15 3.3.1. 10. 9. 15. 15. 3. 9. 3. Jawab: Urutan data: 2. 5. 4. 4. 29 . 7. 7. 4. 3. 3. 2 1 50 2 §ff k = 58. Modus Modus (Mo) adalah data yang paling sering/banyak muncul atau data yang memiliki frekuensi tertinggi dari serangkaian data. 2. 7. 15. 3. 7. 2. 15. 11. 3. 9. 4. 15. 3. 4. 4. 2. f(9) = 1 2. f(2) = 3 f(4) = 1 f(5) = 1 f(7) = 3 f(10) = 1 f(10) = 1 f(11) = 1 f(15) = 2 Mo = 2 dan 7 Jadi modus dari data tersebut adalah 2 dan 7. 3. f med 25  15 = 58. 9. 10. 3. 9. atau tidak bermodus.5 + 9 . f(2) = 1 f(4) = 3 f(7) = 1 f(8) = 1 Mo = 4 Jadi modus dari data tersebut adalah 4.15 Jawab: Urutan data: 3. Modus Data Tunggal Contoh 27: 1. 15 .5 + 9 .5 Jadi median dari data di atas adalah 64.9 . 5. Jawab: Urutan data: 2.

Nilai 40 ± 47 48 ± 55 56 ± 63 64 ± 71 72 ± 79 80 ± 87 88 ± 95 tb 39. 3.2.5 87.5 d1 = 14 ± 10 = 4 d2 = 14 ± 12 = 2 p=8 Mo = tb + p.5 63.5 79.3. Modus Data Berkelompok Modus data berkelompok dihitung dengan rumus : Mo = tb + p.f(3) = 3 f(4) = 3 f(9) = 3 f(15) = 3 Mo = tidak ada Jadi data tersebut tidak memiliki modus. Jawab: Frekuensi 2 4 10 14 12 5 3 ™f = 50 Kelas modus = kelas interval 64 ± 71 tb = 63.5 55.5 71.5 Frekuensi 2 4 10 14 12 5 3 d1 d1  d 2 30 . Contoh 28: Hasil ulangan Matematika kelas 2 Pogram Keahlian Kriya Kayu sebagai berikut: Nilai 40 ± 47 48 ± 55 56 ± 63 64 ± 71 72 ± 79 80 ± 87 88 ± 95 Tentukan modus dari data di atas.5 47. d1 d1  d 2 Keterangan: Mo = modus tb = tepi bawah kelas modus p = panjang kelas interval kelas modus d1 = deviasi 1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = deviasi 2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Kelas modus adalah kelas yang mengandung modus atau kelas yang memiliki frekuensi terbanyak.

5 + 5.83. Nilai f 31 .5 + 8 . 6.4 42 4 Mo = 63. Latihan Soal 4 1. 6. Mo = 63. 7 b.60 10 61 . 10.48 9 49 . Berat f badan 50 ± 52 4 53 ± 55 5 56 ± 58 3 59 ± 61 2 62 ± 64 6 f.36 4 37 . 8. 27 c. 8. 25. 16. 3. 8. 8. 7.66 5 67 .42 6 43 .5 + 8 .33 Mo = 68. Hasil pengukuran berat badan siswa kelas 2.83 Jadi modusnya adalah 68. 16. 5. 3. 25. 27. 27. 5. Tentukan median dan modus dari data-data berikut ini: a.54 14 55 . Data Frekuensi 30 ± 38 4 39 ± 47 8 48 ± 56 14 57 ± 65 35 66 ± 74 27 75 ± 83 9 84 ± 92 3 e. Nilai Frekuensi 2 3 4 5 6 6 8 4 10 2 d.72 2 31 . 6 Mo = 63. 5.

17 20 13 12 8 7 3 30.5 50.5 60. 5 11 9 4 1 41-45 46-50 51-55 56-60 61-65 c.5 40.5 32 .5 35.5 28. 10 6 4 3 13. Tentukan modus dan median dari data berikut: a.2.5 45.5 18.5 33.5 nilai b.5 65.5 23.5 55.

Latihan Ulangan I 33 .

a. d. data sekunder Penjualan barang dari sebuah kios pada tahun 2004 dinyatakan dengan diagram lingkaran di bawah.. 300 250 200 0 pada Toko Makmur setiap tahun sejak tahun 1998 sampai dengan 2004. data internal b.... Waktu d. 8 : 14 34 .... strata Di bawah ini merupakan alasan sampling. a. c. d. datadata dikelompokkan menjadi . 2. 11. statistik deskriptif b.. Besar sudut pusat daerah yang mewakili penjualan gula adalah . Diagram di bawah menunjukkan banyaknya pemesan meubel a. e. banyak e. a. b.. objektif Sebagian data yang dijadikan objek penelitian dan bersifat representatif disebut . 90 orang 70 orang 55 orang 45 orang 35 orang 5. sampel e.1. jumlah pemakaian listrik Berdasarkan sumbernya. menyanyi Olahraga 37.... data kontinu c. 300 450 525 650 725 3. populasi b. sampling e. sampel c.. a. d..... representatif c. kecuali . ABRI 10% PNS 20% 4... data primer e. Efektif Yang termasuk data kontinu adalah . jumlah keuntungan c.5% menggambar menari Gula a. kecuali . terkini d.. sampling Di bawah ini merupakan syarat data yang baik. b. data diskrit d. Biaya b. populasi d. 10. c. e. d. Perbandingan antara pendapatan pada tahun 2001 dan 2002 berdasarkan diagram di bawah adalah .. Sistematis e. 64 o 63 o 61 o 59 o 54 o 200 + 180 + 160 + 140 + 120 + 100 + 80 + 60 + 40 + 20 + 0 2000 2001 2002 2003 8. jumlah kendaraan e. Jika banyak siswa kelas 1 200 orang. e. PETANI PEDAGANG 35% a. b.. Hobi dari 40 orang siswa disajikan dalam diagram lingkaran di bawah. a. maka banyaknya siswa yang orang tuanya petani adalah . c. 64 o 63 o 61 o 59 o 54 o 7. ¶98 ¶99 ¶00 ¶01 ¶02 ¶03 ¶04 9. statistik induktif c. a. c. a. Statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan mengenai populasi disebut .. Banyaknya siswa yang hobinya menari ada . b... jumlah karyawan b. e. Banyaknya pemesan selama 4 tahun pertama adalah .. sensus d. Keterangan: Pendapatan Biaya Terigu 25% Beras 20% Gula Lain-lain 40% a. relevan b. Diagram di bawah menunjukkan pekerjaan orang tua siswa kelas 1.. jumlah penjualan d.. Tenaga c. 6.

6. 44. 17. 24. 5 b. a. maka rata-rata sementaranya adalah « a.. 23. 6.319 d. 10 Jika banyak data keseluruhan adalah 100.. e. b. 47. 28. 13 c. 6. 20 b.391 e. Olahraga 20% Beladiri 10% Pramuka ´kurang dari´ pada kelas interval 41 ± 45 adalah .. dan data terbesar 50. 20 c.47 d. 36 18.. 7 c. 8 Berdasarkan data pada no 19.193 c. 6. e.934 e. 7 e. d. 32 e. maka frekuensi kumulatif 20.735 e. 25 d. 36 Dari 30 orang yang mengikuti ulangan Matematika diperoleh data sebagai berikut: Nilai 5 6 7 8 Frekuensi 6 8 12 4 Mean dari data di atas adalah .537 c.. 22. 6. 9 b. Berdasarkan data pada no 14. a. 6. d. data terkecil 20..913 Berdasarkan data pada no 19. 6. 6. c. 6 c. 35 . d. Diketahui data sebagai berikut: 23. e. 6. 6. maka rata-rata ukurnya adalah « a.. 39. a. 6.b.357 b. 28 d. a.573 d. maka modusnya adalah « a. 6.753 Berdasarkan data pada no 19. 13 c. 12. 21. 13. 44 Hasil penimbangan berat badan sejumlah siswa disajikan seperti pada tabel berikut: Berat badan (kg) F 31 ± 35 4 36 ± 40 9 41 ± 45 15 46 ± 50 6 51 ± 55 2 Range dari data tersebut adalah . 6. 6. 3 4 5 7 8 Berdasarkan data pada no 14.82 b. 27 d.. 5 Paskibra 30% a..943 Berdasarkan data pada no 19.. 34. 6 b. maka frekuensi kumulatif ´lebih dari´ pada kelas interval 41 ± 45 adalah . 4 b..439 d. 6.394 c. 15.. 6.23 e. 27 Jika banyak data keseluruhan adalah 50. 34 e. 24 c. 14. 12. a. 8 d. 8 : 11 11 : 8 6:7 5:6 Diagram lingkaran di bawah menyatakan jenis kegiatan ekstrakurikuler di suatu SMK yang diikuti oleh 500 siswa.349 b. maka panjang interval kelas ideal adalah .139 b.15 Berdasarkan data pada no 19. c. 200 siswa 250 siswa 300 siswa 350 siswa 375 siswa 19. 56. Banyak siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler Paskibra adalah . 23 d.59 c. 26 e. Range dari data tersebut adalah . 6.. 6. 6.. 4 b. 6. maka rata-rata kuadratnya adalah « a. maka banyak kelas interval yang ideal adalah « a.. 23. c. 14.5 d. 6. maka rata-rata harmonisnya adalah « a. b. 9 e. a. 34 e. 16.

. c. c. Nilai rata-rata 13 bilangan yang lain sama dengan 11.. 11 12 c. 60 e.. 3:4 c.40 33. d.. 5 b. 9 Mean dari data di atas adalah .. maka mediannya adalah « a. 61 Banyak kelas interval dari data di atas adalah .60 b. 4:5 Tes matematika diberikan kepada tiga kelas siswa berjumlah 100 orang. 7.1. Jika nilai rata-rata di kelas tersebut adalah 6. Kelas A terdiri atas 35 murid sedangkan kelas B terdiri atas 40 murid. 12 5 12 12 13 35.25 d. 68. 2:3 b. Nilai ratarata kelas pertama.2 . 55 b.. d. 27. Nilai rata-rata 11 buah bilangan sama dengan 13.b. 59. 26. 60 d. 7. 34. 68. 11 11 b. 67.6 Berdasarkan data pada no 19.5 7 8 32. 7. 55 c.29 d. 8 Untuk soal no 26 ± 33 Diketahui data dari hasil tryout Matematika siswa kelas 3 SMK sebagai berikut 40 43 47 50 64 60 63 74 76 80 35 63 55 50 60 65 60 60 70 93 95 66 47 45 46 70 75 89 56 57 58 60 60 65 64 65 70 75 45 55 Jangkauan dari data di atas adalah . a. kedua dan ketiga adalah 7. 7. 6 c.. maka perbandingan banyaknya siswa dan siswi adalah . 6 6.. 75 36. 2:5 d. 53. Nilai statistika ratarata kelas B adalah 5 lebih baik dari nilai-rata-rata kelas A. Dengan demikian nilai rata-rata 24 bilangan tersebut sama dengan « a. 8 Panjang interval kelas dari data di atas adalah .5 60. 60.95 e.55 c.. 3:5 e. 7 c. 69 Median dari data di atas adalah . 5 b. Apabila nilai rata-rata gabungan kelas A dan kelas B adalah 57 2 3 31.5 d. Rata-rata nilai ulangan Matematika dari 40 orang siswa adalah 5. b..45 e. 59 d. 29.. a.50 c. a. d. 8.. 6. 63.5 e. e. Jika seorang siswa tidak disertakan dalam 36 . e. 6 b. 66 b. Jika 2 banyaknya siswa kelas pertama 25 orang dan kelas ketiga 5 orang lebih banyak dari kelas kedua.95 b. 65 e. a. 50 b. 30. 28.625 d.50 d. 8. 8 d. maka nilai rata-rata seluruh siswa tersebut adalah « a. a. 62. 25. 57 c. 62.. 55 57 58. 6 c. 7 e.95 c.. 7 1 . maka nilai statistika rata-rata untuk kelas A adalah « a. e. 7. a.5 Nilai rata-rata tes matematika dari kelompok siswa dan kelompok siswi di suatu kelas berturut-turut adalah 5 dan 7. 7 e. a.5 e.95 Modus dari data di atas adalah . 6.

x0 + 12 1 c.50 km/jam e.300. 2 2 nilai rata-rata menjadi « a. 67. Nilai rata-rata pada tes matematika dari 10 siswa adalah 55 dan jika digabung lagi dengan 5 siswa. x + 11 2 0 d. Kecepatan mereka masingmasing mengendarai sepeda adalah 20 km/jam. 45 km/jam. Jika data berubah mengikuti pola x1 x + 2. 9. Jika seorang siswa dari kelompok ini yang mendapat nilai 90 tidak dimasukkan dalam perhitungan rata-rata tersebut.00. Rp.5 d. 525. 46 Lima orang karyawan A.000.000. Nilai siswa tersebut adalah « a. a. 54 Nilai rata-rata ujian sekelompok siswa yang berjumlah 40 orang adalah 51.000 b.000 Empat kelompok siswa yang masing-masing terdiri atas 10. 4. 50 b. 1 2 1 2 x3 + 6 dan seterusnya. 40. Pendapatan B lebih Rp. maka pendapatan karyawan D = « a.00. Rp.150. 30 km/jam. 24. Rp. 70 km/jam Lima orang siswa berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dengan kecepatan berbeda-beda.5 km/jam e.00 dan Rp. 5. maka nilai rata-rata ujian akan menjadi « a.. 52 e. 24.000 c. Rp. D dan E mempunyai pendapatan sebagai berikut: Pendapatan A sebesar 1 pendapatan E 2 41. ESSAY Diketahui suatu data dinyatakan dalam histogram berikut: Kemampuan Mengerjakan Modul Siswa SMK 37 . B.324 km/jam c. 75 km/jam dari Pandaan ke Surabaya. nilai rata-rata menjadi 53. Kecepatan rata-rata harmonis dari kelima siswa tersebut adalah . 25. Rp. 20. maka 2 38. 25. Secara keseluruhan tiap siswa rata-rata menyumbang uang sebesar « a.000.00 km/jam 43. Rp. « . 3.000. 60 km/jam c. 42..750. 8.000. 565.180. C. x0 + 11 b. e.0.000 d.00 km/jam b. Nilai rata-rata dari 5 siswa tersebut adalah « a. Rp. 65 km/jam d. a. Dari Surabaya kembali ke Malang ia mengendarai mobil dengan kecepatan 50 km/jam. 515.000.00 b. 5. 520. Rp. 575.000 dari E Bila rata-rata pendapatan kelima karyawan Rp. 10.0 c. 48 d. 15 km/jam. 6.000 dari A Pendapatan D kurang Rp. 49 b. x2.000. 50 c.0 e. x0 + 12 x0 + 20 39. dan 30 km/jam.00 e. Rp.perhitungan maka nilai rataratanya menjadi 5. Kecepatan rata-rata Luhur mengendarai mobil adalah . 7. 49 c.00 c.5 37. 51 d. 535. 47 e.100. Rp..00 km/jam d. 2 + 4 . 30 dan 20 orang rata-rata menyumbangkan uang ke suatu yayasan penderita anak cacad masing-masing sebesar Rp.000 e.00 x0 adalah rata-rata dari data x1. 2. 550. Ia mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan 60 km/jam dari Malang ke Lawang. 26. 6. x10. Luhur mengendarai sebuah mobil dalam perjalanan dinas dari Malang ke Surabaya. Rp.000 dari A Pendapatan C lebih Rp. 6.00.00 d.. 5..0 b. 55 km/jam b. Rp.

47.siswa 16 14 8 7 4 Waktu 12 17 22 27 32 37 (hari) 48. Panjang interval kelas Tabel distribusi frekuensinya. 46. 49. Mean Modus 38 . Median Diagram garis Kurva Ogive Tentukanlah: 44. 50. 45.

Rp. 9.00.000. Nilai rata-rata tersebut tidak representatif karena ada 4 orang karyawan yang mempunyai upah di bawah rata-rata sementara ada 1 orang karyawan yang mempunyai upah jauh di atas rata-rata. Jangkauan Data Berkelompok Rumus: R = ta . Persentil. Misalnya membandingkan ukuran sampel terhadap ukuran populasi atau dalam pengujian hipotesis apakah dua sampel berasal dari populasi yang sama atau tidak. 4. Jangkauan Data Tunggal Rumus: R = dt . Diketahui rangkaian data sbb.2.1.1. dan jangkauan persentil dari data yang disajikan c. 25.00. 21. Dispersi atau sebaran nilai digunakan sebagai perbandingan terhadap variabilitas data dan untuk membantu penggunaan ukuran statistika. 15. 54. Jika suatu data mempunyai penyebaran yang besar terhadap nilai rata-ratanya maka data tersebut tidak representatif. Misalnya upah 5 orang karyawan per minggu berturut-turut adalah Rp.00. Jangkauan semi interkuartil Desil. 12. Hitunglah jangkauan dari data tersebut: Jawab: dr = 21 dt = 9 R = dt .00. 19. Simpangan rata-rata. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 3 Siswa dapat: a. 4. Rp. 4. dan Rp. Simpangan baku. 17. sedangkan penyebaran yang besar akan menunjukkan bahwa data tersebut bersifata heterogen. Jangkauan Jangkauan/Range/Rentangan data adalah selisih antara nilai data terbesar (maksimum) dengan nilai data terkecil (minimum). Menyajikan data tunggal dan data kelompok b. 14. 14. Penyebaran yang kecil akan menunjukkan data tersebut bersifat homogen. 14.2.2. 30. Menentukan : Jangkauan.: 12. 2.9 R = 12 Jadi jangkauan dari data tersebut adalah 12.000. Dispersi atau sebaran nilai digunakan untuk menentukan apakah suatu nilai rata-rata representatif atau tidak.dr R = 21.3.1.00.000.2. Rp.000.000. Diketahui data berkelompok sbb: Nilai 40 ± 47 Frekuensi 2 39 . Kegiatan Belajar 3 (320 menit) 3.dr Keterangan: R = jangkauan data dt = data terbesar dr = data terkecil 4. 15. Dispersi atau sebaran nilai dari sekelompok data merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa jauh nilai-nilainya menyimpang dari nilai rata-ratanya. 35. Menentukan koefisien variasi dari suatu data yang diberikan UKURAN PENYEBARAN DATA (Ukuran Dispersi) Pengertian dan Kegunaan Ukuran Penyebaran Data IV. 16. 30. Menentukan nilai standar (Z-score) dari suatu data yang diberikan d. 10.00.tb Keterangan: R = jangkauan data ta = tepi atas kelas interval terbesar (terakhir) tb = tepi bawah kelas interval terkecil (pertama) Contoh 29 : 1. 150.000. Nilai rata-rata upah kelima karyawan tersebut adalah Rp. Kuartil.

5 = 39. 4.5 = 95.5 R = ta .tb R = 95.5 tb = 40 ± 0.3. Jawab: ta = 95 + 0.1.3. Simpangan Rata-rata Simpangan rata-rata/Deviasi rata-rata (SR) adalah ukuran yang menyatakan penyimpangan (deviasi) data terhadap rata-rata hitungnya.5 R = 56 Jadi jangkauan dari data tersebut adalah 56. Simpangan Rata-rata Data Tunggal Rumus: Apabila setiap data memiliki frekuensi 1 maka: n 48 ± 55 56 ± 63 64 ± 71 72 ± 79 80 ± 87 88 ± 95 §x SR = i !1 n i x n Apabila tidak setiap data memiliki frekuensi 1 maka: § f .4 10 14 12 5 3 ™ f = 50 Hitunglah jangkauan dari data di atas.5 ± 39. 4.

Jawab: Urutan data: 5. 8. 5. 7. 6.x  x SR = §f i i i !1 Keterangan: SR = simpangan rata-rata xi = nilai data ke-i x = rata-rata n = banyak data = harga mutlak fi = frekuensi data ke-i Contoh 30: Tentukan simpangan rata-rata dari rangkaian data berikut: 7. 9. 7. 8. 7. 9. n=6 n §x x! i !1 6 i n §x x! i !1 i 6 567789 x! 6 42 x! 6 x= 7 n SR = §x i !1 i x n 40 . 6.

Contoh 31: Tentukan simpangan rata-rata dari rangkaian data berikut ini: Nilai 3 6 7 9 Jawab: Nilai (x) 3 6 7 9 f 2 3 1 4 ™f = 10 Frekuensi 2 3 1 4 f.33 = 3.7 9 ± 6.33 = 5.67 = 2.x 6 18 7 36 ™fx = 67 3 ±6.7 6 ± 6.7 § f 10 § f .7 xx = 0.2 ™f x  x = 19 § fx = 67 ! 6.1 0.§x SR = SR = SR = i !1 6 i 7 6 57  67  77  77  87  97 2 1 0  0 1 2 6 6 SR = 6 SR = 1 6 Jadi simpangan rata-rata di atas adalah 1.33 f xx 7.7 7 ± 6.4 2.3 9.

9 Jadi. 4. simpangan rata-rata data di atas adalah 1.2.x  x SR = §f x! n i i i !1 SR = SR = 1. Simpangan Rata-rata Data Berkelompok Rumus: 19 10 § f .9.3.

x  x SR = §f i i i !1 n Keterangan: SR = simpangan rata-rata fi = frekuensi data pada kelas interval ke-i xi = nilai tengah data pada kelas interval ke-i x = rata-rata n = ™f = banyak data = harga mutlak Contoh 32: Nilai ulangan Matematika kelas II SMK KRIYA Program Keahlian Kriya Kayu tercatat sebagai berikut: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 Frekuensi 3 5 7 15 11 41 .

x = 3204 x-x 36 ± 64. x .68 72 ± 64.76 ™ f.8 § fx = 3204 ! 64.77 ± 85 6 86 ± 94 3 Tentukan simpangan rata-rata dari data di atas.24 95.68 45 ± 64.92 = 16.x =532.68 54 ± 64. Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 x 36 45 54 63 72 81 90 f 3 5 7 15 11 6 3 ™f = 50 f.56 16.08 = 1.92 = 25.20 87. x .08 = 19.08 = 10.x 108 225 378 945 792 486 270 ™ f.08 = 7.x 84.92 f.68 90 ± 64.52 77.68 81 ± 64.12 101.68 = 28.68 63 ± 64.40 70.68 § f 50 § f .

656 4.4. Simpangan baku / simpangan standar / standar deviasi untuk sampel diberi lambang s.4.x  x SR = §f x! n i i i !1 SR = SR = 10.1. Simpangan Baku / Simpangan Standar / Standar Deviasi Data Tunggal Rumus: Apabila setiap data memiliki frekuensi 1 maka: s= 532 . Simpangan Baku / Simpangan Standar / Standar Deviasi Simpangan baku / simpangan standar / standar deviasi merupakan salah satu ukuran penyebaran data yang dipergunakan untuk membandingkan suatu kumpulan data dengan data yang lainnya.8 50 § . Simpangan baku / simpangan standar / standar deviasi untuk populasi diberi lambang . 4.

x  x 2 n Apabila tidak setiap data memiliki frekuensi 1 maka: s= § f .

5.x  x §f 2 Keterangan: s = simpangan baku x = data x = rata-rata hitung n = ™f = banyak data seluruhnya f = banyak data setiap nilai data yang sejenis Contoh 33: Tentukan standar deviasi dari rangkaian data berikut: 7. 3. 5. 4. 6. 7 n §x x = i !1 i n 34567 x = 5 25 x = 5 42 . Jawab: Urutan data: 3. 6. 4.

x =5 s= s= s= s= § .

x  x 2 n .

3  5 2  .

4  5 2  .

5  5 2  .

6  5 2  .

16 ™ f.3 2.x )2 13.7 0. Contoh 34: Tentukan standar deviasi dari rangkaian data pada contoh 31.(x .x 6 18 7 36 ™f.(x .09 21.47 0.x )2 = 50 s= s= § f .3 (x .49 0.4142. Jawab: x 3 6 7 9 f 2 3 1 4 ™f = 10 f.x ) -3.4142 Jadi standar deviasinya adalah 1.69 0.x )2 27.x = 67 2 (x .7 -0.7  5 2 5 4 1 0 1 4 5 10 5 2 s= s = 1.29 f.38 1.09 5.

2.4.236. 4.236 Jadi simpangan baku dari data tersebut adalah 2.x  x §f 50 10 5 s= s = 2. Simpangan Baku / Simpangan Standar / Standar Deviasi Data Berkelompok Rumus: s= Keterangan: § f .

0464 101.92 25.92 16.5392 ™ f.2448 17.7264 286.08 .x )2 2365.1.4864 364.08 .10.x .4960 689. (x .x 108 225 378 945 792 486 270 ™ f.08 .92 (x . Jawab: Nilai 32 ± 40 41 ± 49 50 ± 58 59 ± 67 68 ± 76 77 ± 85 86 ± 94 x 36 45 54 63 72 81 90 f 3 5 7 15 11 6 3 ™f = 50 f.x )2 788.2320 711.68 x= § fx ! 3204 ! 64.08 7.2864 671. (x .6064 1.1664 62.4592 1820.8464 f.7184 2015.08 § f 50 43 .19.x = 3204 x.x  x §f 2 s = simpangan baku x = titik tengah kelas interval x = rata-rata hitung f = banyak data setiap kelas interval ™f = n = banyak data seluruhnya Contoh 35: Tentukan standar deviasi dari rangkaian data pada contoh 32.x )2 = 9337.9904 1717.28.

s= § f .

standar deviasi dari rangkaian data pada contoh 32 adalah 13. Diketahui data: 3. 3. Latihan 5 1. 6.5.49 50 .52 53 . 6. 5.7536 = 13. 5. 7. fQ i Keterangan: Qi = kuartil ke-i 44 . 3.62 5. frekuensi 5 12 9 4 Hitunglah simpangan rata-rata dan standar deviasi dari rangkaian data berikut. 2. 4. KUARTIL Kuartil berarti membagi suatu rangkaian data menjadi empat bagian yang sama. 6. Jika kuartil digambarkan dalam suatu garis lurus akan tampak sebagai berikut: xb 25% Q1 25% 25% Q2 = Med Q3 25% xa Keterangan: xb = data terendah xa = data tertinggi Q1 = kuartil pertama / kuartil bawah Q2 = kuartil ke dua / kuartil tengah = median Q3 = kuartil ke tiga / kuartil atas Cara menentukan kuartil: 1. Berat badan (kg) 47 . 4. 4.61 Frekuensi 3 6 8 7 6 4. 10. 6.55 56 . Berat (kg) 43 .x  x = §f 2 9337. 9.57 58 .47 48 . 6. Tentukan simpangan rata-rata dan simpangan baku dari data pada tabel distribusi frekuensi di bawah ini.666. 5. Hitunglah simpangan rata-rata dan simpangan baku dari data 5. Diketahui data: 2. Urutkan data dari yang terendah / terkecil sampai dengan yang terbesar / tertinggi Tentukan urutan letak masing-masing kuartil Letak Kuartil Data Tunggal Qi = data ke Letak Kuartil Data Berkelompok i (n + 1) 4 i ™f 4 Letak Qi = data ke i § f  fk 4 Qi = tb + p.58 59 . 8. 9. Hitunglah simpangan rata-rata dan standar deviasi dari rangkaian data tersebut. 12.52 53 . 7. 7.68 = 186. 9. 2. Hitunglah simpangan rata-rata dan deviasi standar dari rangkaian data tersebut.666 50 Jadi.

atau 3 n = ™f = banyak data p = panjang interval kelas tb = tepi bawah kelas interval kuartil ke-i fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval kuartil ke-i f Q i = frekuensi kelas interval kuartil ke-i 3. Persentil Persentil berarti membagi suatu rangkaian data menjadi seratus bagian yang sama. 2. «.6. 2.90 Cara menentukan persentil: 1.50 / persentil tengah = median P90 = persentil ke . atau 99 n = ™f = banyak data p = panjang interval kelas tb = tepi bawah kelas interval desil ke-i fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval desil ke-i f Di = frekuensi kelas interval desil ke-i 4. 4. Jika persentil digambarkan dalam suatu garis lurus akan tampak sebagai berikut: xb 10% P10 P50 = Q2 = Med P90 10% xa Keterangan: xb = data terendah xa = data tertinggi P10 = persentil ke -10 P50 = D2 = persentil ke . 2. Urutkan data dari yang terendah / terkecil sampai dengan yang terbesar / tertinggi Tentukan urutan letak masing-masing desil Letak Desil Data Tunggal Di = data ke Letak Desil Data Berkelompok i (n + 1) 10 Letak Di = data ke Di = tb + p.7. i ™f 10 i 10 .9 Cara menentukan desil: 1.i = 1. 2.§ f  f k fD i Keterangan: Qi = desil ke-i i = 1. Urutkan data dari yang terendah / terkecil sampai dengan yang terbesar / tertinggi Tentukan urutan letak masing-masing persentil Letak Persentil Data Tunggal 45 .5 / desil tengah = median D9 = desil ke . 4. Desil Jangkauan antar kuartil (JAK) = Q3 ± Q1 Jangkauan semi inter kuartil (Qd) = 1 (Q3 ± Q1) 2 Desil berarti membagi suatu rangkaian data menjadi sepuluh bagian yang sama. Jika desil digambarkan dalam suatu garis lurus akan tampak sebagai berikut: xb 10% D1 D5 = Q2 = Med D9 10% xa Keterangan: xb = data terendah xa = data tertinggi D1 = desil ke -1 D5 = Q2 = desil ke .

jangkauan semi inter kuartil. 1. 7. 7.8 2 Q2 = data ke 4 Q2 = 7 Q1 = data ke 2 Q1 = 6 1 . 5. 2. kuartil tengah. 6. 7. 4. 8. 8. 9. 10. 10 Urutan data 5. 5. Jangkauan antar persentil (JAP) = P90 ± P10 Jangkauan semi inter persentil (Dp) = 1 (P90 ± P10) 2   Contoh 36: Tentukan kuartil bawah.Q1 JAK = 9 ± 6 JAK = 3 46 . kuartil atas. 9.Pi = data ke Letak Persentil Data Berkelompok i (n + 1) 100 i ™f 100 Letak Pi = data ke i § f  fk 100 Pi = tb + p. 6.(7 + 1) 4 3 Q3 = data ke . Q3 = data ke Q3 = data ke 6 Q3 = 9 3 . 7. 7. Q2 = data ke 2 . 8. atau 99 n = ™f = banyak data p = panjang interval kelas tb = tepi bawah kelas interval persentil ke-i fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval persentil ke-i f i = frekuensi kelas interval persentil ke-i 3. 2. Data: 7. 6. 5. fP i Keterangan: Pi = persentil ke-i i = 1. 1.(n + 1) 4 3 Q3 = data ke . 5.8 4 d.(n + 1) 4 1 Q2 = data ke . 9. jangkauan antar kuartil. 3.(7 + 1) 2 1 Q2 = data ke .8 4 c. 1 = data ke Penyelesaian: b. 7. dan D8 dari rangkaian data berikut ini. 9. «. JAK = Q3 .(n + 1) 4 1 Q1 = data ke . 7.(7 + 1) 4 1 Q1 = data ke . 6. 10 n=7 a. 8. D4.

5. 6.(n + 1) 4 1 Q2 = data ke .(8 + 1) 4 1 Q1 = data ke . 7.9 4 Q1 = data ke 2 1 4 1 4 Q1 = data ke 2 + Q1 = 5 + Q1 = 5 + Q1 = 5 b. 7. 10 (n + 1) D8 = data ke 4 5 (7 + 1) D8 = data ke 4 . Q1 = data ke 2 5 2 5 (data ke 7 ± data ke 6) (10 ± 9) 1 .8 5 D8 = data ke 6 2 5 D8 = data ke 6 + D8 = 9 + D8 = 9 2 5 2. D4 = data ke D4 = data ke 1 (Q3 .Q1) 2 1 Qd = .(n + 1) 4 47 . Q3 = data ke 3 . Qd = Qd = 1. 8.e. 7. 6.0 2 . 9 n=8 a.5 f. D8 = data ke. 9 Urutan data: 3. 7.(n + 1) 4 1 Q1 = data ke . 1 4 1 4 (data ke 3 ± data ke 2) (5 ± 5) .3 2 4 10 2 5 2 5 . 5.8 1 5 D4 = data ke D4 = data ke 3 1 5 D4 = data ke 3 + (data ke 4 ± data ke 3) D4 = 7 + 1 (7 ± 7) 5 D4 = 7 8 g. 3. 5.1 c.9 2 Q2 = data ke Q2 = data ke 4 1 2 Q2 = data ke 4 + Q2 = 6 + Q2 = 6 + Q2 = 6 1 2 1 2 1 2 1 2 (data ke 5 ± data ke 4) (7 ± 6) . 5. 8.(n + 1) (7 + 1) .(8 + 1) 2 1 Q2 = data ke .

Q1 JAK = 7 3 ± 5 4 JAK = 2 3 4 e. D4 = data ke D4 = data ke D4 = data ke 4 10 2 5 2 5 .3 . kuartil atas. 3 4 3 4 3 4 3 4 (data ke 7 ± data ke 6) (8 ± 7) .5 75. 1 5 (data ke 4 ± data ke 3) (7 ± 7) 8 D8 = data ke. Qd = 1 (Q3 .5 81.1 JAK = Q3 .5 fkum 5 20 63 92 100 2 5 2 5 2 5 (data ke 7 ± data ke 6) (10 ± 9) 48 .5 72. 375 f.5 78.2 3 4 2 Qd = 1 3 8 Qd = 1. dan jangkauan semi inter persentil dari rangkaian data berat 100 karung cengkih berikut ini.(8 + 1) 4 3 Q3 = data ke . jangkauan antar kuartil. Berat 70 ± 72 73 ± 75 76 ± 78 79 ± 81 82 ± 84 Jawab: Berat 70 ± 72 73 ± 75 76 ± 78 79 ± 81 82 ± 84 Frekuensi 5 15 43 29 8 Titik tengah (x) 71 74 77 80 83 Frekuensi (f) 5 15 43 29 8 ™f = 100 Tepi bawah 69.9 4 Q3 = data ke Q3 = data ke 6 3 4 Q3 = data ke 6 + Q3 = 7 + Q3 = 7 + Q3 = 7 d.(n + 1) (8 + 1) .8 D8 = data ke 6 2 5 D8 = data ke 6 + D8 = 9 + D8 = 9 Contoh 37: Tentukan kuartil bawah. 10 (n + 1) D8 = data ke 4 5 4 5 (7 + 1) D8 = data ke .9 3 5 3 D4 = data ke 3 5 D4 = data ke 3 + D4 = 7 + D4 = 7 g. kuartil tengah.Q1) 2 1 Qd = . jangkauan semi inter kuartil.

29 3 4 JAK = Q3 ± Q1 JAK = 79.5 + 3.5 + 3.5 + 3.5 + 3.100  20 Q1 = 75.414 Q3 = 78. Letak Q3 = data ke 3 4 .5 + 2.848 b.742 d.5 + 3. (Q3 ± Q1) Qd = 1 . 29 12 Q3 = 78. .5 + 3.094 Q2 = 77.698 Q2 = 75.100 Letak Q2 = data ke 50 (kelas interval 76 ± 78) i § f  fk Qi = tb + p. 0.5 + 3.848 JAK = 3.5 + 3.100 4 Letak Q1 = data ke 25 (kelas interval 76 ± 78) i § f  fk Qi = tb + p.a.242 Q3 = 79. 43 30 Q2 = 75. Q3 = 78. 43 1 4 ™f Letak Q2 = data ke . 4 fQ i Q1 = 75. Letak Q1 = data ke 1 ™f 4 Letak Q1 = data ke 1 .894 2 Qd = 1. 49 . 43 25  20 Q1 = 75. Letak Q2 = data ke 2 4 1 2 . 4 fQ i Q2 = 75. 0.947 Jadi.100  63 29 75  63 Q3 = 78. 43 1 2 ™f Letak Q3 = data ke 3 .894 Jadi. jangkauan inter kuartil data tersebut adalah 3.116 Q1 = 75.100 4 Letak Q3 = data ke 75 (kelas interval 79 ± 81) i § f  fk 4 Qi = tb + p. Qd = 1 2 e.594 c.5 + 1.5 + 0.947. 0.100  20 43 50  20 Q2 = 75.3.5 + 3 43 5 Q1 = 75.5 + 3.5 + 3. Q2 = 75.348 Q1 = 75.894.742 ± 75. jangkauan semi inter kuartil data tersebut adalah 1.5 + 3. fQ i Q3 = 78.

kuartil tengah.f.8965. b.293 ± 73.5 90 P90 = data ke 100 ™f 9 P90 = data ke 100 . frekuensi 1 3 11 21 43 32 9 Jangkauan data Simpangan kuartil Jangkauan semi inter persentil 4.100 P10 = data ke 10 (kelas interval 73 ± 75) P10 = tb + p. 25.§ f  f k fP 90 P90 = 78. c.100 P90 = data ke 90 (kelas interval 79 ± 81) P90 = tb + p.5 + 3.793 P90 = 81.5 + 3. b. desil ke-4. 29. c. Hitunglah jangkauan inter kuartil. Latihan 6 1. 17. 29. 90 100 . 3. 20. 32. P10 = 72. 1 10 §f  f fP 10 k 10  5 15 5 P10 = 72.39 40 ± 49 50 . 16.293 Dp = 1 ( P90 ± P10) 2 Dp = 1 2 1 2 90  63 P90 = 78. jangkauan semi inter persentil data tersebut adalah 3.5 +2. 50 . 15. 22. Untuk menentukan jangkauan semi inter persentil harus ditentukan terlebih dulu P10 dan P90.59 60 ± 69 70 ± 79 80 ± 89 90 . dan kuartil atas dari data tersebut.5 +1 P10 = 73.5 + 3. 15. Nilai 30 . 19. Diketahui data yang disajikan pada tabel distribusi frekuensi berikut.8965 Jadi. Hitunglah: a. Jangkauan data Simpangan kuartil Jangkauan semi inter persentil Tinggi dari 12 orang siswa dalam cm adalah 160 148 156 147 146 158 150 148 160 146 158 162 Hitunglah Kuartil bawah. dan jangkauan inter persentil dari data berkelompok pada tabel berikut ini. 32. 10 P10 = data ke 100 ™f 1 P10 = data ke 10 .99 Hitunglah: a. 29 (81. 2.5) Dp = 7.793 Dp = 3. Diketahui data: 16. 15 P10 = 72.5 + 3. 29 27 P90 = 78.

untuk menentukan peluan z dapat dilihat dalam tabel yang memuat luas daerah di bawah kurva 0 ” z ” 3.14159. Diketahui nilai rata-rata suatu kumpulan data adalah 70. luas daerah Jawab: a.z 2 . tentukan angka bakunya dan luas daerah di bawah kurva normal tersebut. dan z = angka baku. xx s 1  . f 4 12 10 8 4 2 Angka Baku / Nilai Standar (Z-Score) Angka baku adalah nilai yang menyatakan perbedaan antara nilai data terhadap nilai rata-ratanya dibagi dengan simpangan standarnya.93 4. demikian juga untuk z yang bernilai negatif. Oleh karena itu angka baku ini dipakai untuk membandingkan beberapa keadaan atau kebiasaan. maka luas daerah di bawah kurva normal = 1. standar deviasi 12 dan salah satu nilai datanya 86. Semakin besar angka bakunya berarti semakin tinggi kenaikannya dan semakin kecil angaka bakunya semakin rendah kenaikannya dibanding dengan kebiasaan. Kegunaan angka baku adalah untuk mengetahui kenaikan dan perbedaan suatu kejadian dibandingkan dengan kebiasaan.71828. Penyelesaian: Diketahui : x = 70 s = 12 x = 86 Ditanyakan: a. Z b.8. Karena nilai peluang maksimum 1.e s 2T 1 2 . Angka baku / nilai standar dirumuskan sebagai berikut: z= Keterangan: z = angka baku / nilai standar x = nilai salah satu data x = rata-rata hitung s = standar deviasi /simpangan standar Untuk suatu rangkaian data yang memiliki angka baku x = 0 dan standar deviasi s = 1.Nilai 40 ± 48 49 ± 57 58 ± 66 67 ± 75 76 ± 84 84 .09. = 3. Grafik kurva normal ini ditentukan oleh suatu fungsi yang disebut Fungsi Gauss yang bentuknya y = 2. dimana e = Grafik kurva normal merupakan poligon frekuensi yang dirumuskanuntuk suatu data yang digambarkan seperti grafik di bawah ini. Contoh: 1. kurvanya dinamakan kurva normal. 0 Peluang nilai z dalam sebaran sesuai dengan luas daerah di bawah kurva normal standar. z= z= xx s 86  70 12 51 .

00 dan stadar deviasi masing-masing Rp.13.3849 = 0.000.3849 + .500. Pada bulan tertentu pedagang A memperoleh keuntungan Rp.33 yaitu 0. Siapakah yang lebih berhasil dalam usaha dagangnya? Penyelesaian: Diketahui: x A= 15000 x B= 10000 xA = 13000 xB = 7500 sA = 3000 sB = 1500 Ditanyakan: yang lebih berhasil dalam berusaha? Jawab: zA = zA = 0.000. 52 .3.1. 2.6 orang.00.67) = 0.500. 3. Selama bulan itu telah diteliti bahwa rata-rata keuntungan pedagang A dan B masing-masing Rp.000.67 proporsi berat badan = luas daerah (-0.7492 × 480 = 359.00 dan pedagang B memperoleh keuntungan Rp.10.83 ” z ” 1.z= 16 12 z = 1.15. Luas daerah dapat dilihat dalam tabel kurva normal untuk z = 1.667 xB  xB sB 10000  7500 zB = 1500 2500 zB = 1500 Berdasarkan perhitungan tersebut zB > zA maka pedagang B lebih berhasil daripada pedagang A. tercatat rata-rata berat badan siswa adalah 60 dan deviasi standarnya 6.33 b.4082. Berapakah banyak siswa yang mempunyai berat badan antara 55 kg sampai dengan 70 kg? Penyelesaian: Diketahui: n = 480 x1 = 55 x2 = 70 x = 60 s=6 Ditanyakan: banyak siswa yang mempunyai berat badan antara 55 kg sampai dengan 70 kg Jawab: x1  x s 55  60 z1 = 6 5 z1 = 6 z1 = z1 = -0.00 dan Rp.7492 Banyak siswa yang mempunyai berat badan antara 55 kg sampai dengan 70 kg = 0.000.83 x2  x s 70  60 z2 = 6 10 z2 = 6 z2 = z2 = 1.667 xA  xA sA 15000  13000 zA = 3000 2000 zA = 3000 zB = zB = 1.00. Dari 480 orang siswa SMK KRIYA.83” z ” 0) + luas daerah (-0 ” z ” 1.7.00 dan Rp.67) = luas daerah (-0.

dengan rata-rata 70 dan simpangan standarnya 15. x = 65. dan s = 5 Matematika = 70.000. Rata-rata penjualan A Rp.000. Berapakah banyak siswa yang mempunyai tinggi badan antara 155 cm sampai dengan 170 cm? Seorang siswa mendapat nilai Matematika 65. dan s = 4 Kewirausahaan = 90. ukuran tinggi badan lebih seragam daripada ukuran berat badan.000. x = 70.000.000. Rumus: v= Keterangan: v = koefisien variasi / variabilitas s = standar deviasi x = rata-rata hitung Contoh: s v 100 x Suatu kelompok siswa setelah diukur dengan teliti berat badan dan tinggi badannya diperoleh keterangan bahwa rata-rata berat badan dan tinggi badan masing-masing 60 kg dan 160 cm dengan deviasi standar masing-masing 15 kg dan 8 cm. Ukuran manakah yang lebih seragam? Penyelesaian: Diketahui: x bb = 60 kg x tb = 160 cm sbb = 15 kg stb = 8 cm Ditanyakan: ukuran yang lebih seragam? Jawab: vbb = 25 vtb = 5 Berdasarkan perhitungan di atas.00.12. Nilai Fisika 75. 5. Guna koefisien variasi adalah untuk mengetahui keseragaman dari serangkaian data.69. sedangkan B Rp.000. dan s = 5 s bb v 100 x bb 15 v 100 vbb = 60 vbb = vtb = s tb v 100 x tb 8 v 100 vtb = 160 3. dan s = 5 Agama = 100. Seorang siswa mendapat nilai Matematika 70. x = 85.000. x = 70. tercatat rata-rata tinggi badan siswa adalah 160 cm dan deviasi standarnya 6.000. sedangkan jika semakin besar nilai koefisien variasi berarti data semakin tidak seragam.000.00 dan Rp. sales A mencapai target penjualan Rp.109. Koefisien Variasi / Variabilitas Koefisien variasi / variabilitas adalah perbandingan antara deviasi standar dengan rata-ratanya yang dinyatakan dalam persen. Semakin kecil nilai koefisien variasi berarti data semakin seragam.8. 4.000. x = 90.00. dan s = 10 PKnS = 95.126.000.00 dan sales B mencapai target penjualan Rp. Jika simpangan standar untuk A dan B adalah Rp. dengan rata-rata 60 dan simpangan standarnya 12.9. Manakah kedudukan nilai yang paling baik? Dalam satu tahun tertentu.000.00. siapakah yang lebih baik dalam penjualannya? Nilai ulangan lima mata diklat salah seorang siswa SMK adalah sebagai berikut: Bahasa Inggris = 80. Berapakah angka baku dari siswa tersebut? Dari 500 orang siswa SMK KRIYA.4. 53 . Latihan 1. dengan rata-rata 65 dan simpangan standarnya 10. 2.00.75.

jika kurva tersebut mempunyai ekor yang memanjang ke kanan. 246.000.Berdasarkan kelima nilai di atas.00.75. mata diklat apakah yang paling dapat dipahami oleh siswa tersebut? 6. Berat 40 ± 44 45 ± 49 50 ± 54 55 ± 59 60 ± 64 65 ± 69 70 ± 74 Banyak siswa 2 5 7 4 24 15 3 7. median. dan modus sebagai berikut: a.000. 10. Nilai rata-rata Matematika kelas IIITKJ-1 70 dengan simpangan standar 4.5. Hitunglah koefisien variasi masing-masing kelas. Ukuran Kemiringan Ukuran kemiringan adalah suatu ukuran yang menyatakan sebuah model distribusi yang memiliki kemiringan tertentu. Ukuran Kemiringan dan Kurtosis 4. Pada suatu acara Taufik mendapat Rp.00. Hitunglah koefisien variasinya.10. b. Terdapat 3 model kurva yang mugkin dalam distribusi frekuensi yaitu: a. Hari seorang penjual bakso memiliki penghasilan rata-rata Rp. Siapakah yang memiliki pendapatan yang paling baik? Banyak kendaraan yang masuk ke dalam sebuah terminal setiap jamnya tercatat sebagai berikut: 250. model simetris. 232. 179. c.1. Nilai Banyak siswa 52 ± 58 2 59 ± 65 6 66 ± 72 7 20 73 ± 79 8 80 ± 86 87 ± 93 4 94 ± 100 3 Hitunglah koefisien variasi dari data berikut ini. Jika model positif maka nilai mean > median > modus Jika model negatif maka nilai mean < median < modus Jika model simetris maka nilai mean = median = modus 54 . model negatif. 4.00 sedangkan hari mendapat Rp.500.00/hari dengan simpangan baku Rp.25. Nilai rata-rata Matematika kelas IIITKJ-2 60 dengan simpangan standar 5. jika kurva tersebut mempunyai ekor yang memanjang ke kiri.00.000.2. 9. model positif. Taufik seorang pedagang mie pangsit memiliki penghasilan rata-rata Rp.000. 305. jika kurva tersebut merupakan kurva normal 0 Berdasarkan ketiga model tersebut dapat dinyatakan hubungan antara mean.50. Kesimpulan apakah yang dapat kamu peroleh? Hitunglah koefisien variasi dari data berikut ini. c.500. 8.100. b.00/hari dengan simpangan baku Rp.10. 252.1.

Pemilihan timbangan. dll.3% dari tahun 2004.3% menunjukkan angka indeks harga tahun 2007. Angka Indeks 4.Nilai kemiringan atau koefisien kemiringan 4.2. sedangkan angka indeks pada periode basis/ dasar adalah 100%. g. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyususnan angka indeks adalah: a.00. Tahun 2004 disebut sebagai tahun dasar/periode basis sedangkan tahun 2007 disebut sebagai tahun yang diselidiki. untuk penyesuaian upah buruh/karyawan dengan menentukan harga konsumen. e.3% .12.000. 108. Kurtosis 4. f. 4.1.11. Beberapa kegunaan angka indeks adalah: d. d. Perumusan tujuan. Angka indeks harga cat tahun 2007 adalah 32500 v 100 % ! 108.10. Angka indeks kuantitas yaitu angka indeks yang diperoleh dari perbandingan kuantitas suatu barang pada periode tertentu dengan kuantitas barang pada periode dasar. untuk pengaturan biaya hidup dan tidak boros bagi pemimpin keluarga.1. b. Korelasi 4. untuk pembentukan harga pasar dan analisis pasar bagi pengusaha.12.12.2. Angka indeks harga yaitu angka indeks yang diperoleh dari perbandingan harga suatu barang pada periode tertentu dengan harga barang pada periode dasar. Pengertian Angka Indeks Angka indeks adalah angka yang diperoleh dari suatu perbandingan dua atau lebih variabel yang menyatakan perubahan relatif dan dinyatakan dalam persentase yang berasal dari dua periode atau lebih dengan salah satu periodenya merupakan tahun dasar. c.500.00. 30000 Angka indeks ini menunjukkan terjadinya kenaikan harga cat pada tahun 2007 sebesar 8.12. Sumber dan syarat perbandingan.1. Pemilihan periode dasar. sedangkan pada tahun 2007 Rp 32. c.2. Metode Perhitungan Angka Indeks Metode perhitungan angka indeks dibagi menjadi dua bagian yaitu metode perhitungan angka indeks tunggal dan metode perhitungan angka indeks gabungan. Angka Indeks Harga/Relatif Harga Keterangan: Ah = angka indeks relatif harga 55 . 4. Tiga jenis angka indeks yaitu: a. b.12.2. Rumus: Angka Indeks Relatif Harga = Ah = Pn v 100% P0 Metode Perhitungan Angka Indeks Tunggal 4.1. Contoh: Pada tahun 2004 harga cat per 5 kg Rp 30. Angka indeks nilai yaitu angka indeks yang diperoleh dari perbandingan nilai suatu barang pada periode tertentu dengan nilai barang pada periode dasar.

Ah2001 = Latihan 1.2. Tahun Harga (Rp) Kuantitas (kodi) Nilai (Rp) 2005 15000 12 180000 2006 17500 18 315000 2007 20000 24 480000 Berdasarkan tabel di atas dengan periode dasar tahun 2000.9% P d. Vn v 100% V0 62500 Av2001 = v 100 % 45000 Av2001 = 138. Ah2002 = n v 100% P0 3000 Ah2002 = v 100 % 2250 Ah2002 = 133. angka indeks harga tahun 2001 angka indeks kuantitas tahun 2001 angka indeks nilai tahun 2001 angka indeks harga tahun 2002. Angka Indeks Harga/Relatif Kuantitas Rumus: Angka Indeks Relatif Harga = Aq = Qn v 100% Q0 Keterangan: Aq = angka indeks relatif kuantitas Qn = kuantitas periode tertentu Q0 = kuantitas periode dasar 4. tentukanlah: a. Tahun Harga ($) Kuantitas (kontainer) Nilai ($) 2000 2250 20 45000 2001 2500 25 62500 2002 3000 35 105000 Berdasarkan tabel di atas dengan periode dasar tahun 2000. Av2001 = Jawab: Pn v 100% P0 2500 Ah2001 = v 100 % 2250 Ah2001 = 111.12. c. d.11% Q b. b. tentukanlah: 56 . Aq2001 = n v 100% Q0 25 Aq2001 = v 100 % 20 Aq = 125% a. Di bawah ini tabel dari penjualan taplak meja yang terjual dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007.2.3.1.12.1.Pn = harga periode tertentu P0 = harga periode dasar 4. Angka Indeks Harga/Relatif Nilai/Relatif Nilai Rumus: Angka Indeks Relatif Harga = Av = Vn v 100% V0 Keterangan: Av = angka indeks relatif nilai Vn = nilai periode tertentu V0 = nilai periode dasar Contoh: Tabel di bawah ini merupakan tabel ekspor barang dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2002.2.3% c.

2.12.tertimbang. 4. Metode Rata-rata Relatif Harga (IR) Rumus: IR = Keterangan: § n Pn P0 v 100% § Pn P0 = jumlah relatif barang n = banyak komoditi/barang Contoh: Diketahui tabel harga dari 3 jenis komoditas pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut: Jenis komoditas Minyak tanah Beras Kain satin Satuan Liter Kg Meter 2006 (P0) 1800 3400 30000 Harga 2007(Pn) 2500 4500 32500 §P Berdasarkan tabel di atas.2. tentukanlah: a.2. angka indeks kuantitas tahun 2008 c.2. angka indeks harga tahun 2006 angka indeks kuantitas tahun 2006 angka indeks nilai tahun 2006 angka indeks harga tahun 2007.12.2. Metode perhitungan angka indeks gabungan tidak tertimbang tidak mempertimbangkan bahwa suatu barang/komoditas lebih berguna atau lebih pentingdaripada barang/komoditas lainnya atau dengan kata lain setiap komoditas dianggap memilki bobot atau kegunaan yang sama.a. angka indeks nilai tahun 2007.12. Metode Perhitungan Angka Indeks Gabungan Metode perhitungan angka indeks gabungan dibagi menjadi dua bagian yaitu metode perhitungan angka indeks gabungan tidak tertimbang dan metode perhitungan angka indeks gabungan.12.1. d. c.2. Metode Perhitungan Angka Indeks Gabungan Tidak Tertimbang 4.1.2.1. tentukanlah: 0 = 35200 §P n = 39500 57 . Metode Agregatif (IA) Rumus: IA = § § n 0 v 100% 4.2.2.1. Di bawah ini tabel dari penjualan PC yang terjual dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 Tahun Harga ($) Kuantitas (kodi) 2006 350 12 2007 325 18 2008 300 24 Berdasarkan tabel di atas dengan periode dasar tahun 2006. 2. 4. angka indeks harga tahun 2008 b. angka indeks nilai tahun 2008 d. b.

2.2. P0 P §F IRW = Contoh: P §F v 100% Diketahui tabel harga dari 3 jenis komoditas pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut: Jenis komoditas Minyak tanah Beras Kain satin Satuan Liter Kg Meter Faktor penimbang (FP) 10 15 20 2006 (P0) 1800 3400 30000 Harga 2007 (Pn) 2500 4500 32500 P0.53% .12. 58 .12.41 P0 Berdasarkan tabel di atas.389 1.796 v 100% n 3.53% Berdasarkan hasil perhitungan disimpulkan bahwa telah terjadi kenaikan ratarata harga sebesar 126. Angka Indeks Rata-rata Relatif Harga Tertimbang Rumus: Pn .FP 25000 67500 650000 P Pn P0 FP 13.796 §F P Pn .083 P §F 45 P = §P 0 §P n § P . tentukanlah: 1. Metode Perhitungan Angka Indeks Gabungan Tertimbang 4. Jawab: a.22% .796 IR = v 100 % 3 IR = 126.2. Rata-rata harga (IR) pada periode dasar tahun 2006 dan berikan kesimpulanmu.2.FP 18000 51000 600000 = Pn.2.F § P . Angka Indeks Agregatif Tertimbang Rumus: IAW = § P .53% pada tahun 2007.389 1.89 19.22% Berdasarkan hasil perhitungan disimpulkan bahwa telah terjadi kenaikan sebesar 112.1.86 21.66 Pn P0 1. b.a.2.1.324 1. Jenis komoditas Minyak tanah Beras Kain satin Pn P0 Satuan Liter Kg Meter 2006 (P0) 1800 3400 30000 Harga 2007(Pn) 2500 4500 32500 Relatif harga 1.F 0 § = 35200 39500 = 669000 = 742500 Pn P0 =3.F n 0 P v 100% P 4.1.F 0 § P .2. Angka indeks harga untuk tahun 2007 dengan tahun dasar 2006 dan berikan kesimpulanmu.2.2.2.100% = 26.12.324 1. b.2.083 Pn P0 §P IR = 0 = 35200 §P n = 39500 § Pn P0 =3.22% pada tahun 2007. Metode Agregatif (IA) 4. IA = IA = § § n 0 v 100% 39500 v 100 % 35200 IA = = 112. = 55.2.12.100% = 12. § 4.2. Angka indeks agregatif tertimbang untuk tahun 2007 dengan tahun dasar 2006.1.

Angka indeks rata-rata relatif harga tertimbang tahun 2007 dengan periode dasar tahun 2006. Metode Laspeyres / Metode Tahun Dasar (IL) Metode Laspeyres menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada periode dasar dan pembandingnya merupakan total nilai barang pada periode dasar.F n 0 P v 100% §F IRW = P P Pn .Qn 1200 Pn. P0 P 742500 IAW = v 100 % 669000 IAW =110.2.75% Jadi pada tahun 2007 terjadi kenaikan sebesar 112.Q n 0 0 v 100% 0 § P . Metode Paasche / Metode Tahun Tertentu (IP) Metode Paasche menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada periode yang diselidiki dan pembandingnya merupakan nilai total seluruh barang pada periode yang diselidiki. Rumus: IL = Contoh: Diketahui tabel harga dari 4 jenis komoditas pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut: Jenis komoditas A B C D 2006 (P0) 200 400 600 850 Harga 2007 (Pn) 350 450 700 950 Kuantitas (Q0 (kg)) 4 10 11 15 P0.75% .Q § P . Jawab: IAW = § P .Q0 = 27850 § P .41 IRW = v 100 % 45 IRW = 123.Q § P .2.33% 4.100% = 12.2.12.Q n 0 0 v 100% 0 27850 v 100 % 24700 IL = 112.2.Q0 800 4000 7150 12750 Pn.Q n 0 n v 100% n 59 .2.99% §F v 100% 55. Jawab: IL = IL = § P .75%.Q § P .2. 4.3.Q 0 0 = 24700 Berdasarkan tabel di atas.F § P .Qn 2100 § P .12. Rumus: IP = Contoh: Diketahui tabel harga dari 4 jenis komoditas pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut: Jenis komoditas P 2006 (P0) 200 Harga 2007 (Pn) 350 Kuantitas (Qn (kg)) 6 P0.2. tentukan angka indeks tahun 2007 dengan tahun dasar 2006 menggunakan metode Laspeyres dan tuliskan kesimpulanmu.2.Q0 1400 4500 7700 14250 § Pn .

56% . 4.15%. Jawab: IP = IP = § P .2.Q § P . Metode Fisher (IF) Metode Fisher menggunakan rata-rata ukur dari angka indeks Laspeyres dan angka indeks Paasche.5.2.12.(Q0+Qn) 3500 9000 15400 31350 Pn.2.56% Jadi pada tahun 2007 terjadi kenaikan sebesar 113. Rumus: IME = Contoh: Diketahui tabel harga dari 4 jenis komoditas pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut: Jenis komoditas A B C D Harga (P0) 200 400 600 850 2006 Kuantitas (Q0 (kg)) 4 10 11 15 Harga (Pn) 350 450 700 950 2007 Kuantitas (Qn (kg)) 6 10 11 18 Q0 + Qn 10 20 22 33 P0.5% .(Q0+Qn) = 52350 Pn.Q R S 400 600 850 450 700 950 10 11 18 4000 7150 15300 § P .Qn = 31400 Berdasarkan tabel di atas.2.56% v 112.(Q0+Qn) = 59250 § P .Q n 0 n n Atau IF = I L v I P Contoh: Berdasarkan contoh soal pada metode Laspeyres dan meode Paasche.5% Jadi terjadi kenaikan sebesar 113. 4.100% = 13.Q 0 n = 27650 4500 7700 17100 § Pn .100% = 13.4.2. diperoleh: IF = IL v IP IF = 113.Q § P . Metode Marshall ± Edgeworth (IME) Metode Marshall ± Edgeworth menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada periode yang diselidiki dan kuantitas barang pada periode dasar.Q § P .Q n 0 n v 100% n 31400 v 100 % 27650 IP = 113. 280389 IF = 113.Q n n 0 0 v § P .(Q0+Qn) 2000 8000 14300 28350 P0. tentukan angka indeks tahun 2007 dengan tahun dasar 2006 menggunakan metode Paasche dan tuliskan kesimpulanmu.2. Rumus: IF = § P .56%.75% IF = 1.12.

Q § P .

Q n 0 0 0  Qn  Qn v 100% Berdasarkan tabel di atas. Jawab: 60 . tentukan angka indeks tahun 2007 dengan tahun dasar 2006 menggunakan metode Marshall ± Edgeworth dan tuliskan kesimpulanmu.

IME = IME = § P .

Q § P .

100% = 13. Indeks rata-rata relatif harga tertimbang.18%. tentukanlah angka indeks dengan menggunakan metode: a. d. 2.18% .18% Jadi terjadi kenaikan sebesar 113. Diketahui tabel komoditas ekspor sebagai berikut: Harga ($) 2006 2007 K 10 450 500 L 20 150 200 M 35 3500 2500 N 45 3750 4000 Berdasarkan tabel diatas dengan tahun 2006 sebagai tahun dasar. c. tentukanlah angka indeks gabungan: Kode barang Faktor penimbang 1. b. Indeks agregatif tertimbang 2. Diketahui tabel komoditas impor elektronika sebagai berikut: 2006 2007 Kode barang Harga Kuantitas Harga Kuantitas A 5000 10 5000 12 B 5400 12 5500 14 C 6700 15 7000 20 D 6500 11 6600 15 E 4500 18 4750 18 Berdasarkan tabel diatas dengan tahun 2006 sebagai tahun dasar.Q n 0 0 0  Qn  Qn v 100% 59250 v 100 % 52350 IME = 113. Latihan 1. Laspeyres Paasche Fisher Marshall ± Edgeworth 61 .

simpangan rata-ratanya adalah .18 b.8. 32. 9. 4. 8 a. 3 c. a. 27.871 c. 27. 25. 25. 27. 2.. 4 . 3.18 Standar deviasi dari data: 3.25 d.801% Simpangan kuartil dari data : 2. 4. 3 .35 7 38 . 8. 1. 2.. 2. A. 9 adalah . 4 d. 24.5 C. 2 .. 5. 1. 27.38 Untuk soal no 13 ± 23 Diketahui tabel distribusi frekuensi dari data berat badan 40 siswa.28 5. 23. 2 Berdasarkan data di atas. 3. 8.3 5. 5. 8 B.4 d. 28 e. 28.58 4. 4. 6. 25. 12. i. 2 . 1 2 1 2 3 4 2. b. 28.5 e.071 d. 7. Berdasarkan data di atas. 7. 5 e. 4. 27.8. 27.30 5 31 .. 3.8. 5 e.25 E. 8.. kuartil tengahnya adalah .LATIHAN ULANGAN II Untuk soal no 1 . 2 e..28.5 d.958 iii. 8... 4. 62 . 8 f. 3. i.853 ii.6 1. 8. 1 b. 8.2 Hasil produksi telur ayam dalam 10 hari pertama pada sebuah peternakan dalam kg adalah 23. 4 c.... 5. 34.511 b. 7..775 3. 28. e. 8. 2 c. 2 .18 d. 33.. 5 . 8. 9 adalah . 4. 5. e. a. 26 2..75 e. 24. 27 f.301% iii. b. Diketahui data nilai: 8 .37. 5.. Berdasarkan data di atas. Berdasarkan data di jangkauannya adalah . 27 Berdasarkan data di atas.25 Berdasarkan data di atas. 7 .337 v. 28.39. 8.. 4.2 c...8. 8. 7 .8 c.. jangkauan semi inter kuartilnya adalah . 27 Variabilitas dari data di atas adalah . 28..071 e.401% iv. 8. Kuartil atas (Q3) data tersebut adalah .48 3. 28.501% v.201% ii. d. rataratanya adalah .5 Standar deviasi dari data: 1. 34. 5.. 8. 9 D... 4. 28 b.. 2. 1. 8. Jangkauan semi inter kuartil data tersebut adalah «2 . 10. 2.25 c. 3. 1 b. 8 . 3. 28 f.39. standar deviasinya adalah .. 31. a. 1. 1. 28. 2 . 25 e. adalah .5 Diketahui data banyak telur yang dihasilkan ayam setiap minggu sebagai berikut: 1. 1. 7 atas... 9.. a. 2.40 17 41 .50 2 Kuartil bawah dari data di atas adalah .458 iv. b. Berat badan( Frekuensi kg ) (f) 28 .781 Kuartil tengah dari data di atas adalah .38.8.45 9 48 .. a.. 23 c. 9. d. c.37.. 2 .18 2. 2 b. 27. 25 d. 7. 8. b. 5. a. 3 c. 24 d. 25. 28.

5. 28. dan 88 dengan 63 .5 Persentil 90 dari data di atas adalah .5 1.889 b.. tercatat rata-rata mata pelajaran PKnS siswa adalah 80 dan deviasi standarnya 4. o 4.. 14. 42.298 b.5 1..058 3.125 o 27. 84.. 44..95  4. 30.7. dan Rp. c.5.5 ii.5.000..  -1. 29.2.994 1.98  13.25 o 5..00 dan standar deviasi masing-masing Rp. 44 45 48 47 48 Diketahui nilai rata-rata kelas untuk mata pelajaran Fisika adalah 75.1. Siswa yang lulus adalah yang mendapat nilai lebih dari 55. dan C berturut-turut memperoleh keuntungan sebesar Rp. x2 = 5.  11.Q 3 dari data di atas adalah ...5. 42.500.5 dan x5 = 8.. dan Tata Busana.5  2 ESSAY Pada bulan Desember penjual A. a.95 Standar deviasi dari data di atas adalah ..95  2.5...000.0. dan Rp.92  12.5 Daftar distribusi frekuensi di bawah menyatakan hasil ulangan matematika..4.5 1.859 e.31. 41.00.2.5 iii.. 28. standar deviasi 10 dan salah satu nilai siswa 90.32.5  -.5. 14...000.00. 0.. 18.34. 1.95  5.352 4.5 iv. 41.0.2 1..899 c..4 2. 1.1  0  1. 5.33. Rp.3.240..009 D 3 dari data di atas adalah .125 o 5.92  14... 1. 4. 3. Rp. Rp. x4 = 7.4. a..984 1. Deviasi rata-rata nilai tersebut adalah .100.00. e.1.5.3..984 Persentil 10 dari data di atas adalah .35.25 Variabilitas dari data di atas adalah .000.00.5 v.2500.. 43. 15. b.  1.3 1. 500 Siapakah yang paling berhasil dalam penjualan? Dari 380 orang siswa SMK KU. dan Rp.0 . MM... a.1... 27.22 Diketahui data nilai siswa sebagai berikut: x1 = 3...998 e. Berapakah banyak siswa yang mempunyai nilai antara 80 sampai dengan 90? Dari pendataan siswa baru kelas 1 jurusan TKJ.5 1.500.035 2.5. Selama bulan itu telah diteliti bahwa rata-rata keuntungan mereka masingmasing Rp.532 5.448 d. 43.95  3. x3 = 8.984 1.989 d. 41. Angka baku dari siswa tersebut adalah . Nilai Frekuensi 11 ± 20 3 21 ± 30 7 31 ± 40 10 41 ± 50 18 51 ± 80 20 81 ± 70 14 71 ± 80 10 81 ± 90 8 91 ± 100 4 Banyak siswa yang lulus adalah .000.5. 42. B.984 1.150.92  12. 43. d.2. 8..389 Jangkauan persentil dari data di atas adalah . diperoleh rata-rata untuk mata pelajaran UAN berturut-turut adalah 85.00. i.5 Simpangan rata-rata dari data di atas adalah ...387 c..22 o 13..5 ..4 1.013 Simpangan kuartil dari data di atas adalah .00. 14.5.00.

4.deviasi standar masing-masing 5. Kelas manakah yang memiliki siswa dengan kemampuan yang tidak terlalu berbeda? Hitunglah variabilitas dari data yang dinyatakan melalui histogram berikut: Kemampuan Mengerjakan Modul Siswa SMK siswa 16 14 8 7 4 Waktu 12 17 22 27 32 37 (hari) 64 . dan 3 cm.

65 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful