P. 1
tugas elemen mesin

tugas elemen mesin

|Views: 329|Likes:
Published by Rahmad Arif

More info:

Published by: Rahmad Arif on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

METODOLOGI PERANCANGAN

3.1. Spesifikasi TOYOTA YARIS Dari data yang di peroleh di lapangan ( pada brosur ),motor TOYOTA YARIS memiliki spesifikasi sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Daya maksimum (N) Putaran pada daya maksimum (n) Torsi maximum ( T ) Putaran pada torsi maximum ( n ) : 109 dk : 6000 rpm : 14,4 kgm : 4200 rpm

3.2. Rumus-rumus yang Digunakan 3.2.1. Torsi maksimum Kopling permukaan, plat gesek bekerja karena adanya gaya gesek (U) dengan terjadinya momen puntir pada poros

sehingga

menyebabkan

yang di gerakkan. Momen poros

ini bekerja dalam waktu tr sampai putaran kedua

sama. Pada keaadan terhubung tidak terjadi slip dan putaran kedua poros

sama dengan putaran awal poros penggerak, sehingga dapat dibuat persamaan : Mr = Mb + Mh Dimana : Mr = Torsi gesek Mb = momen puntir poros transmisi Mh = Torsi percepatan [kgf.cm] [kgf.cm] [kgf.cm]

Yefri Chan, ST.MT Universitas Darma Persada

Nilai Mh dapat dihitung dengan persamaan : Mh = 71620 Dengan : Mh N N = Torsi maksimum = Daya maksimum = putaran poros [kgf.cm] [hp] [rpm]

N n

71620 = konstanta korelasi satuan

3.2.2. Teori Gesek Harga torsi gesek didapat dari hubungan : Mr = C . Mh Dengan : Mr = Torsi gesek [kgf.cm] C = Konstanta

Harga C dapat dipilih dari tabel pada lampiran, harga ini berkisar antara 2-3 untuk kendaraan mobil.

3.2.3. Kerja Gesek dan Daya Gesek Kerja gesek ditentukan dari hubungan antara torsi, putaran, dam waktu terjadinya slip yaitu : Ar =
Mr.n.tr 1910

Yefri Chan, ST.MT Universitas Darma Persada

ST. b .4.z 27 x10 4 = Frekuensi penekanan kopling dalam satu jam 27×104 = Faktor korelasi satuan 3. yaitu : ⎡ ⎤ ⎢ ⎥ NR ⎢ 1/ 2 ⎥ ⎢ K T . j.5 Dengan : Yefri Chan. 4 d = 71.cm] [kgf. yaitu jumlah penekanan atau pelepasan kopling persatuan waktu yaitu : Nr = Dimana : Nr = Daya gesek z [hp] Ar .n ⎥ ⎢ ⎥ d ⎣ ⎦ 0.Dimana : Ar Mr n tR = Kerja gesek = Torsi gesek = Putaran = Waktu penyambungan / slip [kgf. Diameter Rata-rata Plat Gesek Diameter rata-rata plat gesek ditentukan dengan menggunakan persamaan untuk diameter rata-rata.cm] [rpm] [detik] 1910 = Faktor korelasi satuan Harga daya gesek dapat ditentukan dari hubungan kerja gesek dengan frekuensi penggunaan kopling.2.MT Universitas Darma Persada .

d 2 .3. gaya ini dipengaruhi oleh koefisien gesek sebesar μ = 0.d = Diameter rata-rata pelat b d [cm] = Ratio antara lebar pelat terhadap diameter rata-rata KT = Parameter koefisien gesek n = Putaran 3.d.2.M r b.d .MT Universitas Darma Persada .v 1/ 2 KU = Kecepatan tangensial adalah : v = 2. Luas bidang tekan sama dengan luas permukaan pelat dan dapat diperoleh dari hubungan : F = π. j π . ST.2.b.n 60 3. j. Y Yefri Chan.1000 b.d .5. maka jika harga KT tidak berbeda jauh dengan pemilihan harga awal dan harga KU masih berkisar antara 2-8 maka rancangan ini dapat dilanjutkan : KT = N f . dan ini adalah koefisien gesek bahan permukaan pelat gesek yang kita pilah.6.j. Pengujian Harga KT dan KU Untuk memeriksa apakah harga KT dan KU masih dalam batas-batas yang diizinkan setelah adanya pembulatan-pembulatan dalam perhitungan. Luas Bidang Tekan Tekanan permukaan terjadi akibat adanya gaya tekan yang mengenai satuan luas bidang tekan.

F Dimana : p = Tekanan permukaan rata-rata [kgf/cm2] μ F = Koefisien gesek = Luas bidang tekan [cm2] 3.7. Tekanan Maksimum Permukaan Tekanan permukaan maksimum digunakan untuk memilih pelat gesek yang cocok dan aman.8. Hubungan antara tekanan maksimum dan tekanan rata-rata adalah : Pmax = p 3.Dimana : F = Luas bidang tekan Y [cm2] = Faktor koreksi luas permukaan akibat pengurangan luas alur 3.M r μ .d . Pada lampiran tebal tertulis harga-harga tekanan untuk bahan pelat gesek. ST. Umur Pelat Gesek d dt [kgf/cm2] Yefri Chan.2.2. diameter rata-rata.2. koefisien gesekan dan luas bidang tekan : p = 2.MT Universitas Darma Persada . Tekanan Rata-rata Permukaan Tekanan rata-rata dicari dari hubungan torsi maksimum.9.

2.Sv Dengan : Vv = Volume keausan F = Luas permukaan bidang tekan [cm2] [cm] [cm3] Sv = Batas keausan Umur pelat gesek akhirnya dapat ditentukan dari persamaan : LB = B Vv Qv . Umur pelat gesek ditentukan dari hubungan antara volume keausan spesifik dan gaya gesek. Temperature kerja kopling dipengaruhi oleh koefisien perpindahan panas dari rumah kopling. sedangkan untuk menghitung volume keausan digunakan rumus : Vv = F. ST. temperature kerja kopling adalah : t = tL+∆t Yefri Chan.10. Temperatur Kerja Plat dan Kopling Temperature kerja kopling harus memenuhi temperature yang diizinkan. karena apabila melewati batas yang diizinkan akan menyebabkan pelat gesek cepat sekali aus sehingga umur kopling akan lebih pendek.N R Dimana : LB = Umur pelat gesek B [jam] [cm3] Vv = Volume keausan Qv = Keausan spesifik 3.Daya saing pelat gesek sangat ditentukan oleh umur dari pelat gesek itu. luas perpindaha panas dan temperature sekeliling.MT Universitas Darma Persada .

a K FK = Luas permukaan bidang pendingin [m2] ɑK = Koefisien perpindahan panas [kkal/m°C.bk + Dimana : dk = Diameter terluar atau diameter rumah kopling [cm] bk = Lebar rumah kopling [cm] koefisien perpindahan panas.MT Universitas Darma Persada .N R FK .5+6(vk)3/4 Yefri Chan.dengan : t = Temperatur kerja kopling tL = Temperatur lingkungan ∆t = Kenaikan temperature Semua parameter dalam satuan °C. sementara itu kenaikan temperatur dapat diketahui dengan persamaan : ∆t = Dengan : 632. dk 2 − di 2 4 ( ) ɑK dengan : = 4.dk. dari rumah kopling dapat diketahui dari hubungan berikut : π . ST.jam] luas permukaan bidang pendingin dapat diketahui dengan rumus : FK = π.

d k .3. Pemasangan Paku Keling Paku keeling yang dipasang pada pelat gesek dan pelat penghubung berfungsi untuk meneruskan putaran pelat gesek ke pelat penghubung dan seterusnya ke HUB.Fk τ .a k 2. Untuk perhitungan pemasangan paku keeling didapat dengan menggunakan perhitungan berikut.11.14 632.n 60 vk = Kecepatan tangensial rumah kopling [m/det] maka kenaikan temperatur dapat dihitung dari hubungan sebagai berikut : ts = dengan : NR = Daya gesek Fk = Luas permukaaan bidang pendingin Ak = Koefisien perpindahan panas 3.MT Universitas Darma Persada . ST. dan selanjutnya keporos.M R Z Yefri Chan.N R Fk . Gaya yang dialami oleh setiap paku keeling didapatkan dengan menggunakan persamaan berikut : Fk = Dengan : Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling MR = Torsi gesek Z = Jumlah paku keeling Dimensi paku keeling diketahui dengan menggunakan persamaan berikut : d = 4.2.vk = π .

Analisis Pegas Pegas berfungsi sebagai peredam getaran dan penahan gaya permukaan terhadap pelat gesek.2. Analisis Tegangan Pada Pegas Diafragma Pada rumah kopling terdapat pegas diafragma yang berbentuk cincin (bellivelle spring) pada pegas ini terdapat gaya P yang dapat melakukan pemasangan dan palepasan kopling.13. Pada pegas ini bekerja momen torsi yang mengakibatkan tegangan geser.t 2 b2 Ki = Konstanta pegas untuk steel bellivelle spring T E = Tebal pegas = Modulus elastisitas Yefri Chan. Tengangan yang terjadi pada pegas ini didapat dari persamaan berikut : σ = Ki.2.π .12.r 2 .E. Tegangan ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : τ = Dengan : Mt 2.dengan : Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling τ = Tegangan geser material paku keeling 3. ST.MT Universitas Darma Persada .h Mt = Momen torsi maksimum h r = Panjang pegas = Diameter pegas 3. Pegas ini juga berfungsi sebagai penerus daya dari HUB kepelat.

Hasil Perhitungan 4. Dari persamaan. Dasar pemilihan torsi yang lebih besar karena perhitungan didasarkan pada beban maksimum yang mungkin terjadi berdasarkan faktor keamanan.MT Universitas Darma Persada . Dengan diketahuinya beban maksimum.cm Dalam hal ini harga torsi maksimum yang diperoleh dari data spesifikasi ternyata lebih besar daripada harga torsi maksimum (statik).1. maka untuk menjaga keamanan pemakaian dipilih harga torsi yang lebih tinggi. pemilihan bahan yang akan digunakan dapat dilakukan dengan baik dan mempunyai kekuatan di atas beban maksimum.1. Perhitungan Torsi Maksimum Pemilihan torsi maksimum didasarkan pada harga paling tinggi antara torsi maksimum yang diperoleh dari data spesifikasi dengan harga torsi maksimum (statik) yang diperoleh melalui hubungan daya maksimum dan putarannya. ST.BAB IV HASIL DAN ANALISA 4. maka torsi maksimum adalah : Mh = 71620 X 109 6000 Mh = 1302 kgm.1. yaitu Yefri Chan.

2 X 1302 = 2864. Dengan memilih C = 2. yang mana ini berkisar antara 2 – 3 untuk kendaraan motor.MT Universitas Darma Persada .2. Perhitungan Kerja Gesek dan Daya Gesek Dari persamaan (3).Mh = 1302 kgm.34 kgm. Harga C dapat dipilih dari tabel 1 pada lampiran II.5 detik.1.1. ST.5 1910 Ar = 3149.34 x60 27 x10 4 Nr = 188960. dengan mengasumsikan pemakaian kopling rata-rata pada kondisi jalan apapun adalah 60 kali tiap jam. dengan mengasumsikan tR = 0. 1. didapatkan besarnya daya gesek adalah : Nr = 3149.69 hp Yefri Chan.2 maka diperoleh harga torsi gesek sebesar : Mr = 2. Perhitungan Teori Gesek Dengan diketahuinya harga Mh .3.4 27 x10 4 = 0.4 kgm .cm Dari cara kerja gesek ini.4 x 4200 x0. maka besarnya kerja gesek yang dihasilkan adalah : Ar = 2864. cm 1.cm dengan kecepatan putar mesin n = 4200 rpm. maka dapat ditentukan besarnya teori gesek.

5 ( 0. Dengan d memilih harga KT = 1. 4 Sehingga lebar pelat akan diperoleh dengan subtitusi harga d ke dalam rasio b d b .5 dan harga rata-rata sebagai berikut : d = 71.175 = 0. maka akan Diketahui dari tabel bahwa harga KT berkisar antara 1 – 1. Diameter dalam pelat ( d1 ) : Yefri Chan.1.95 cm 0. maka akan didapat harga diameter d 0. dalam hal ini untuk TOYOTA YARIS jumlah pelat gesek yang dimiliki j = 2.5 ⎢ ⎥ ⎣ 34.4.5 x0. Perhitungan Diameter Rata-Rata Plat Gesek Harga KT dan b d dapat diketahui dari tabel 2 pada lampiran II.3.15 – 0. 4 ⎡ 0. yaitu d : = 0. ST..175 .5 b = 0.6 dan harga b berkisar antara 0.61 cm b b Dari harga ini dapat ditentukan besarnya diameter dalam pelat ( d1 ) dan Diameter luar pelat ( d0 ).MT Universitas Darma Persada .95 = 2.1.02 ⎦ = 71. Harga-harga Tersebut diambil berdasarkan jumlah pelat gesek.69 ⎤ = 71. 4 0.175 x 14.69 ⎡ ⎤ ⎢1.02 ) = 14.175 x 2 x 4200 12 ⎥ ⎣ ⎦ 0.

Selanjutnya dilakukan pengecekan harga KU sesuai dengan persamaan (7). Pengujian Harga KT dan KU Untuk memeriksa apakah harga KT dan KU masih dalam batas-batas yang Diizinkan. maka harga KT dapat diterima.61x(17.61x(14.69 x1000 2.6 Yefri Chan.8 1166.95 x10 −2 x 4200 60 32.61 ) d0 = 17.56) x 2 x32.4 x2 2. yaitu : v = v = Sehingga .cm2 3.14 x14.1.86 m/s KT KT = = Ternyata harga KT tidak jauh berbeda dengan pemilihan harga awal.95 + 2.31 kgm.56 cm 1.95 – 2. 2 x 2864.44 1.86 1 2 690 525.95) 2 Ku = = 5728.MT Universitas Darma Persada . KT = 0.5. ST. terlebih dahulu ditentukan besarnya kecepatan tangensial pelat gesek.d1 = d – b = ( 14.34 Diameter luar pelat ( d0 ) : d0 = d + b = ( 14.61 ) d1 = 12.

9 F = 220.1.8. ST.4 0.61 x 14.3x14. maka tekanan rata-rata adalah : P = 2 x 2864.9 .6.3 .7.10-3 kgm. Pada tabel 2 pada lampiran II tertulis harga-harga tekanan untuk bahan pelat gesek. Perhitungan Luas Bidang Tekan Dari data di atas dan dengan memakai persamaan (9). 1.95 x 220.14 x 2.95 x 2 x 0. yaitu : F = 3.53 P = 5.91. Perhitungan Tekanan Rata-Rata Permukaan Dengan mengasumsikan koefisien gesek dari permukaan gesek (μ) = 0.MT Universitas Darma Persada . serta diasumsikan Y = 0. maka luas bidang tekan dapat dicari.1.cm Harga Ku dapat diterima karena masih mendekati harga dalam batas yang diizinkan.79 kgm cm 2 1.53 cm2 1.= 4.1. Dari persamaan (11) didapatkan besarnya tekanan maksimum permukaan adalah : Yefri Chan. Perhitungan Tekanan Maksimum Permukaan Tekanan maksimum permukaan digunakan untuk memilih pelat gesek yang cocok dan aman.

5 – 80 kgf cm 2 .1 dan tekanan maksimum yang diizinkan agar keamanan selama pemakaian terjamin adalah 3.1. yang mempunyai limit koefisien gesek antara 0.2 – 0. maka dari tabel 2 pada lampiran II dapat disimpulkan bahwa permukaan pelat gesek dapat terbuat dari bahan Asbestos Pressed Hidraulically with plastic .35 dan tekanan permukaan yang diizinkan antara 0. ST.125 x0. Jadi.212 0.53 x 0. Perhitungan Umur Plat Gesek Umur pelat gesek ditentukan dari hubungan antara volume keausan spesifik dan daya gesek. maka : LB = B 88. bahan ini sesuai digunakan untuk rancangan.01 kgf Dengan asumsi koefisien gesek dari permukaan gesek adalah 0.69 Yefri Chan. 14.125 . VV = F x keadaan paku keling x j VV = 220. Dengan adanya paku keling.9.MT Universitas Darma Persada .212 cm3 Dengan asumsi QV = 0.79 .34 cm 2 Pmak = 7. karena tekanan maksimum permukaan gesek yang dirancang masih berada dalam batas tersebut. 1. maka tebal lapisan permukaan gesek yang aus diukur dengan keadaan paku keling tersebut adalah 2 mm dan ini sama dengan tebal keausan maksimum dari pelat gesek.2 x 2 VV = 88.Pmak = 5.95 12.22 kgf cm 2 .

56 x 4200 60 cm s 3.34 2 ) 4 VK = 5178.56 + 6) cm dk = 23. dk = d0 + 2 x 3 cm dk = (17. ST. Makin besar daya gesek. sehingga dalam pemilihan bahan haruslah bahan yang mempunyai ketahanan yang baik terhadap temperatur yang tinggi atau temperatur yang terjadi tidak melebihi jangkauan yang diizinkan untuk pelat tersebut. temperatur kerja kopling adalah : dk = asumsi dk = d0 + 2 x 3 cm dk = 5 cm Karena itu .1. dimana kecepatan tangensial yang dihasilkan adalah : VK = 3. Dengan asumsi temperatur lingkungan adalah 300C. makin tinggi temperature yang terjadi.56 cm FK = 3.78 m s Yefri Chan.14 x 23.488 VK = 51.MT Universitas Darma Persada .08 cm2 Koefisien perpindahan panas dari rumah kopling dapat diketahui dari hubungan Pada persamaan (17).77 jam 4.14 x 23.56 x 5 + FK = 686.LB = 9.10 Perhitungan Temperatur Kerja Pelat dan Kopling Temperatur yang terjadi pada pelat gesek dipengaruhi oleh besarnya daya gesek (Nf) yang bekerja pada pelat tersebut.14(23.56 2 − 12.

90 x10 − 3 Δt = Δt = 31.cm Mr = 10cm r Yefri Chan.4kgf .37 0C Berdasarkan tabel 2 pada lampiran II temperatur kerja yang diizinkan untuk Asbestos Pressed Hidraulically with Plastic sampai 500 0C. Paku keling untuk permukaan gesek dengan plat penghubung Torsi (Mr) = 2864. Paku Keling Pada motor TOYOTA YARIS ini digunakan tiga macam paku keling yang berbeda fungsi.67 436.78) 3 4 αK = 202. jam Dengan data-data di atas dapat dicari kenaikan temperatur sebagai berikut : Δt = 632 x0. ST.67 kkal/m0C. cm Jarak keling ke pusat r adalah 5 cm FR = 2864.5 + 6 x (51.08 13.MT Universitas Darma Persada . 1.08 x10 − 4 x 202. yaitu : 1.1. jadi temperaturkerja kopling hasil rancangan dapat diterima karena masih dalam batas yang diizinkan.Sehingga : αK = 4.37 0C Sehingga temperatur kerja kopling ( asumsi temperatur lingkungan 20 0C) Adalah: t = 20 0C + 31.69 686.37 0C t = 51.4 kgm .11.

Paku kling untuk plat penghubung 1 dengan plat penghubung 2Torsi ( Mr ) = 28644 kgfcm Jarak kelimg kepusat r adalah 7cm FR = 2864.4 18 = 159. maka gaya geser yang ditanggung satu buah kopling adalah : FR1 = 2864.78 = = 2.2 = 22.= 286.14 x 2 x13.52 84.13 3. dengan Fs = 2 dan τmax = 27 Mpa didapatkan : τmax = 27Mpa = 13.4kgfcm Mr = = 409.5 Mpa 2 Maka diameter paku keling yang diizinkan adalah : dkl = 4 x159.MT Universitas Darma Persada . ST.5 636.44 kgf = 2864. maka gaya geser yang ditanggung satu buah kopling adalah : FR1 = 409.13 N Jumlah patahan yang diasumsikan adalah 2 (n = 2) Untuk bahan paku keling digunakan AIMg3F18.73 N 18 Jumlah patahan yang diasumsikan adalah 3 ( n = 3 ) Yefri Chan.7 mm ≈ 3 mm 2.4 kg Jumlah keling yang digunakan ada 18 buah.2 kgfcm r 7cm Jumlah keeling yang digunakan adlah 18 buah.

289.FR1 = π .14.5 90.5 Mpa 2 Maka diameter paku keeling yang sesuai adalah : dkl = 4.6 ≈ 3 mm 3.3 N 18 Jumlah patahan yang diasumsikan adalah 4 ( n = 4 ) Untuk bahan paku keeling yang digunakan AIMg3F18.92 127.5 cm FR = 2864.14.73 = 3. didapatkan σ max = 27mpa = 13.n.5 1157.13.Untuk bahan paku keeling digunakan AIMg3F18. maka gaya geser yang ditanggung satu buah kopling adalah : FR1 = 5208 = 289.MT Universitas Darma Persada . Paku keeling untuk penghubung dengan HUB Torsi ( Mr ) = 28644 kgfcm Jarak keeling kepusat r adalah 5.3 = 3.6 ≈ 3 mm 169. ST.3.4. denganFs = 2 dan σ 27 Mpa didapat : max = σ max = 27Mpa = 13.17 = 2.2 = 2.13.56 Yefri Chan.τ max 4. dengan Fs =2 dan σ max =27 Mpa.8 kgf = 52080 N r 5.22.5cm Jumlah keeling yang digunakan ada 16 buah.5 Mpa 2 Maka diameter paku keeling yang sesuai adalah : dk1 = 4.4kgfcm Mr = = 520.

yaitu : d =3 16.12.99 Nm = 28099764 Nmm Material yang diambil untuk poros ini adalah AISI 4340 COLD DRAWN dengan σyp = 99000 psi atau 682. Didapatkan harga torsi gesek dari kopling adalah 28644 kgf.682.8 Nmm 2 4495840 2143.cm yang setelah dikonversikan ke satuan SI menjadi : 28.992 2096.8 mm Yefri Chan.8 Mpa Dengan menggunakan rumus perhitungan poros dan harga tegangan geser.81 = 280.1.644 x 9. hal yang sangat berpengaruh adalah torsi dari kopling.280990 Nmm 3.1. ST.14. kita akan mendapatkan harga diameter poros yang kita inginkan.MT Universitas Darma Persada .95mm 3 = 3 = 3 = 12. Poros Untuk perancangan poros.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->