P. 1
m-2

m-2

|Views: 463|Likes:
Published by Micha Mahardika

More info:

Published by: Micha Mahardika on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

Laporan Percobaan M-2 Penentuan Orde Reaksi dan Tetapan Laju Reaksi

Artika Wizarani (10507012), Griya Fatwa Solihin (10508002), Micha Mahardika (10508004), Listiana Oktavia (10508006), Diani Alendhita (10508007), Yudha Hanny Prasetya (10508008), Muhammad Aini Halid Harmaen (10508010) Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung Email ketua kelompok : griyaitb2008@yahoo.com Asisten Habibburrahman, Audisny Apristiaramitha Abstrak Kinetika reaksi penyabunan etil asetat dipelajari dengan mengukur konsentrasi ion hidroksida selama reaksi berlangsung. Konsentrasi ion hidroksida diukur dengan dua cara yaitu konduktometri dan titrasi. Konduktometri berdasarkan pada hantaran yang diukur oleh suatu larutan. Pada suhu tetap nilai hantaran suatu larutan beragntung pada konsentrasi ion dalam larutan. Titrasi berdasarkan sejumlah analit tertentu dan sejumlah titran yang saling menetralkan satu sama lain. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna yang disesuaikan dengan indikator yang digunakan dalam titrasi tersebut. Kata kunci : orde reaksi, tetapan laju reaksi, titrasi, konduktometri PENDAHULUAN Laju reaksi pada zaman awal perkembangannya hanya dituliskan sebagai r=k dengan , , merupakan bilangan bulat. Pada awal perkembangan, laju reaksi diasumsikan sesederhana itu. Namun seiring berjalannya waktu, diketahui bahwa laju reaksi tidak sesederhana itu. Laju reaksi dapat berbentuk penjumlahan, pengurangan, pembagian, serta nilai dari , , tidak selalu merupakan bilangan bulat namun dapat pula berbetuk pecahan. Hal ini disebabkan reaksi melalui jalur yang tidak sederhana, melainkan melalui mekanismemekanisme yang seringkali tidak sederhana. Orde reaksi merupakan banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi pada kecepatan reaksi. Pada penentuan orde reaksi, tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi. Orde reaksi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan. Pada percobaan kali ini penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi menggunakan 2 (dua) metode yaitu metode titrasi dan metode konduktometri. Prinsip titrasi yaitu berdasarkan jumlah ion OH yang bereaksi. Pada waktu tertentu, penentuan dari basa dalam campuran reaksi oleh asam akan mengehentikan reaksi. Jumlah basa dapat diketahui dengan mentitrasi sisa asam oleh larutan satandar baku. Prinsip konduktometri adalah pada suhu tetap hantaran suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion dan kemobile-an ion dalam larutan. Dari dua metode yang ada yaitu konduktometri dan titrasi akan ditentukan orde reaksi antara etil asetat dengan NaOH. Selain itu juga dibuktikan nilai tetapan laju reaksi.

Percobaan Pada percobaan kali ini digunakan 2 (dua) metode yaitu metode titrasi dan metode konduktometri: 1. Metode Titrasi

Pada metode titrasi, larutan NaOH 0,02M dan larutan etil asetat 0,02M masing-masing dimasukkan ke dalam erlenmeyer tertutup. Dibuat dua perbandingan, perbandingan pertama yaitu volume NaOH:volume Etil asetat = 50ml:50ml, dan perbandingan kedua yaitu volume NaOH:volume Etil asetat = 100ml:50ml. Kemudian masing-masing erlenmeyer dipanaskan hingga mencapai suhu yang sama. Enam labu erlenmeyer lain dimasukkan

1

Setelah mencapai suhu yang sama.(aq) CH 3COO (aq) C2H 5OH (aq) + mencapai kondisi yang konstan. a dan b yang didapat bernilai sama yaitu 0. Berikut adalah reaksi yang terjadi antara NaOH dengan etil asetat : CH 3COOC2H5 (aq) + OH. maka dapat ditentukan nilai x yang didapat dari persamaan berikut x=  . Setelah diketahui nilai a dan b.0054 0.02 M dan etil asetat 0. Sehingga didapat kurva polinomial sebagai berikut : 2 .5 16.7 17.0048 0. sel dicuci dengan air. Pengukuran dilakukan pada menit ke 8.15. 25. pertama-tama dengan cara mengalurkan kurva antara t dengan (a-x).02M secepat mungkin. larutan etil asetat dicampurkan ke dalam larutan NaOH secara cepat. larutan etil asetat dicampurkan kedalam larutan NaOH sesuai dengan perbandingannya.02 M kedalam masing-masing erlenmeyer tertutup dan dipanaskan hingga mencapai suhu yang sama. dengan Lo= L NaOH. Kemudian sel dibilas dengan KCl 0.0058 0.003 0. 35. Dari setiap metode tersebut digunakan kombinasi volume etil asetat dan volume NaOH yang berbeda. 25.4 17.4 17. 10 ml larutan campuran dipipet kedalam larutan HCl. Yang pertama adalah volume NaOH:volume etil astet = 1:1 dan yang kedua adalah 2:1. Metode Konduktometri Pada metode konduktometri. Pengerjaan dilakukan kembali pada menit ke 8. Lalu kelebihan HCl ini dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.1000 M dan ditentukan hantarannya dalam larutan KCl.01. 35. Kemudian hantaran dan suhu campuran diukur. 55.02M. 45 55 17.9 17. 45.4 17. Nilai a dan b merupakan konsentrasi terkoreksi volume.0034 0. Volume perbandingan NaOH:etil asetat = 50ml:50ml dan 100ml:50ml.4 17. Diaduk dan ditetesi indikator phenoftalein.7 18.9 17.6 x 0. 2.20 ml larutan HCl 0.0052 y Metode titrasi y Pada volume NaOH:volume Etil asetat = 1:1 t(s) 3 8 15 25 35 Vt(ml) 16. Setelah mencapai suhu yang sama. Berikut adalah hasil yang didapatkan : Kemudian ditentukan a dan b.0068 0. Setelah 3menit reaksi. Stopwatch dinyalakan saat dilakukan pencampuran.5 16. 45.7 18. dan tak hingga.6 Untuk menentukkan nilai orde reaksi dan tetapan laju reaksi digunakan 2 (dua) metode yaitu metode titrasi dan metode konduktometri. Dan untuk waktu tak hingga larutan campuran dipanaskan selama 30 menit lalu diukur hantarannya. Stopwatch dijalankan saat kedua larutan dicampurkan. Lalu ditentukan hantarannya dalam air hingga HASIL DAN DISKUSI Pada percobaan kali ini akan ditentukan nilai orde reaksi antara etil asetat dengan NaOH.7 Untuk menentukan nilai orde dari reaksi antara etil asetat dengan NaOH. Sehingga didapat nilai x sebagai berikut : t(s) 3 8 15 25 35 45 55 Vt(ml) 16. 15. 55. Kemudian larutan NaOH 0.

3333 Kurva yang didapat : 3 .0058 0.5 16.008 0.0034 0.0066 0.0000003x +0.0032 0.000258 0.003 0.0046 0.00108 0.001 0 0 10 20 30 40 50 t(s) Dengan persamaan 3 2 y=-0.0006372x+0.0052 a-x=b-x 0.4 17. sebagai berikut: lnr ln(a-x) -0.7446 -5.0048 1/(a-x) 142. Operasi logaritma natural mendapatkan ln rt= ln k +m ln (a-x) + n ln (b-x).005 a-x 0.2591 -5. dapat ditentukan nilai r.0054 0. Praktikan telah mencoba kurva polinomial dari orde 2 sampai orde 6 dan orde 3 ini yang memberikan nilai paling mendekati nilai orde sebenarnya yaitu 2. Sehingga dari persamaan ini.37599786 -5.3913 238.0068 0.611 dengan galat sebesar 30%.009206.0052 0.007 0.4 17.5 192.0052 a-x=b-x 0.72470993 -5.83051649 -6. selanjutnya dapat ditentukan nilai tetapan laju reaksi.007 0.0000231x 0. Setelah didapat nilai orde reaksi.0048 0. didapat 5 persamaan.0048 0.004 titrasi 50:50 0.0054 0.7 17.002 0.007 0.47267 -5. nilai turunan pertamanya = -r.33914 r t= k[a-x] + [b-x] m n laju reaksi didapatkan dari nilai gradien kurva antara t dengan ( ).0042 0. Untuk nilai r yang negatif.0952 208.8571 151.3077 217. Nilai tetapan t(s) 3 8 15 25 35 45 55 x 0.17428222 -5.0034 0.002082 0.0046 0.3817 -5. Kemudian persamaan polinomial t(s) 3 8 15 25 35 45 55 Vt(ml) 16.0.0058 0.0052 0.003 0.0068 0. Jadi dapat dicari nilai (m+n) yang paling mendekati 2. Karena a-x=bx maka persamaan menjadi ln rt = ln k + (m+n) ln (a-x).003264 0. Dari percobaan didapat nilai (m+n) yang paling mendekati nilai 2 adalah 2. Dari kelima persamaan dicari nilai (m+n). (m+n) merupakan orde reaksi total. Pemilihan orde pada kurva polinomial ini sangat berpengaruh untuk perhitungan selanjutnya.00049 -0.00021 0.5152 312.0042 0.0066 0. perhitungan tidak dapat dilanjutkan.9 17.6 x 0.0048 r diturunkan.7 18.003 0.26138885 -6.0032 0.006 0. Dari percobaan.004626 -8.

998 1/(a-x) 150 100 50 0 0 10 20 t (s) 30 40 50 Dari persamaan kurva linier yang didapat.5 Sehingga didapat nilai x sebagai berikut : t(s) 3 8 15 25 35 45 55 Vt(ml) 13.001733 0. Dapat ditentukan bahwa tetapan laju reaksi adalah 2. Sehingga didapat kurva polinomial sebagai berikut : 4 .6 R² = 0.1 15.004333 Kemudian ditentukan a dan b.2 15.4 15.317x + 134.004133 0.1 15.013333.8 14.003933 0.2 15. y Pada volume NaOH: volume Etil asetat = 2:1 t(s) 3 8 15 25 35 45 55 Vt(ml) 13.penentuan K titrasi 1:1 300 250 200 y = 2.8 14. maka dapat ditentukan nilai x yang didapat dari persamaan berikut x=  .003533 0.000933 0. a dan b merupakan konsentrasi terkoreksi volume.4 15. Untuk menentukan nilai orde dari reaksi antara etil asetat dengan NaOH.5 15.3179.004333 0. pertama-tama dengan cara mengalurkan kurva antara t dengan (a-x). Nilai a yang didapat bernilai 0. dengan Lo= L NaOH.5 15. Setelah diketahui nilai a dan b.3 15.5 x 0.006667 sedangkan nilai b yang didapat bernilai 0.3 15.

4490146 428.0000001x3 + 0.4568 -4.004133 0.0094 0.009 0.005734 0. (m+n) merupakan orde reaksi total.0003257x + 0. Kemudian persamaan polinomial t(s) 3 8 15 25 35 45 55 Vt(ml) 13.8970 -6.0003 0.5206 -5.002534 0.0602 ln r ln (a-x) ln (b-x) -4.008 0.0602 -6.8 14.0. perhitungan tidak dapat dilanjutkan.003134 0.7105 -4.002 0 0 10 20 30 t(s) 40 50 60 Dengan y = -0.0098 0. Nilai tetapan laju reaksi didapatkan dari nilai gradien kurva antara t dengan ( ).0000081x .003933 0.0810466 365.6329913 428.000933 0.004333 1/(a-x) 174.1 15.002334 0. didapat 4 persamaan.0003 -0. selanjutnya dapat ditentukan nilai tetapan laju reaksi.004934 0.6886 -4.5 15.4 15. Sehingga dari persamaan ini.00002 0.9780 -6.0.002534 0.005734 0.003533 0. Dari kelima persamaan dicari nilai (m+n).5 m 3 diturunkan. sebagai berikut: b-x 0.0015 -8.3901 -4. t(s) 3 8 15 25 35 45 55 x 0.003933 0. nilai turunan pertamanya = -r.002334 r t= k[a-x] + [b-x] Operasi logaritma natural mendapatkan ln rt= ln k +m ln (ax) + n ln (b-x).7644477 394.004333 n a-x 0.002334 0. Dari percobaan didapat nilai (m+n) yang paling mendekati nilai 2 adalah 4.0092 0.0067448 titrasi 2:1 0.y = -0.003533 0.0067448 .004333 0.0000081x2 . Untuk nilai r yang negatif.0000001x + 2 0.006 a-x 0.6670 -4. Praktikan telah mencoba kurva polinomial dari orde 2 sampai orde 6 dan orde 3 ini yang memberikan nilai paling mendekati nilai orde sebenarnya yaitu 2.4040 -6. Jadi dapat dicari nilai (m+n) yang paling mendekati 2.000933 0.004133 0.004 0.2290 -7.004934 0.2 15.001733 0.0116 0.0003257x + 0.3983258 202.004333 0.4490146 Kurva yang didapat: 5 .0124 0.001733 0. Dari percobaan. Setelah didapat nilai orde reaksi.7105 x 0.009 r -0.002734 0. dapat ditentukan nilai r.3 15.6254 -4.3229 dengan galat sebesar 116%.002734 0.0006 0.6753141 319.0010 0.002334 a-x 0.0002 -0.9020 -5. Pemilihan orde pada kurva polinomial ini sangat berpengaruh untuk perhitungan selanjutnya.003134 0.

008451 0.8142. pertama-tama dengan cara mengalurkan kurva antara t dengan (a-x). a dan b merupakan konsentrasi terkoreksi volume. Setelah diketahui nilai a dan b.7 R² = 0. maka dapat ditentukan nilai x yang didapat dari persamaan berikut x=  .814x + 288.01 Kemudian ditentukan a dan b. Nilai a dan b yang didapat bernilai sama yaitu 0. Sehingga didapat kurva polinomial sebagai berikut : 6 . y Metode konduktometri y Pada volume NaOH = volume etil asetat L ( MHOS) 1400 1390 1100 1000 1000 900 990 ~ dengan Lo= L NaOH. Sehingga didapat nilai x sebagai berikut : t (detik) 482 960 1561 2100 2698 3299 ~ t (detik) 482 960 1561 2100 2698 3299 L ( MHOS) 1400 1390 1100 1000 1000 900 990 x 0.e e t a 500 400 300 a/(a-x) 2:1 200 100 0 y = 2.925 0 10 20 30 t (s) 40 50 60 Dari persamaan kurva linier yang didapat. Untuk menentukan nilai orde dari reaksi antara etil asetat dengan NaOH.009859 0.01.009859 0.011268 0. Dapat ditentukan bahwa tetapan laju reaksi adalah 2.004225 0.004366 0.

0717 326.008042 0.00715 -0.72736 -3.006 kt 1:1 y = -0. Sehingga dari persamaan ini.001958 -0.56909 30.017155 0.00013143x + 0.997115 -4.96396 41. dengan ( t (detik) 482 960 1561 2100 2698 3299 x 0. (m+n) merupakan orde reaksi total.008042 0.74924 Kurva yang didapat: 7 .00000309x .01406 -0.660845 7. Kemudian persamaan polinomial t (detik) 482 960 1561 2100 2698 3299 r t= k[a-x] + [b-x] m n 4 diturunkan.00013143x2 + 0.004 a-x 0.2106 1637.764 -2366. Pemilihan orde pada kurva polinomial ini sangat berpengaruh untuk perhitungan selanjutnya.024056 0.16%. Untuk nilai r yang negatif. Dari percobaan didapat nilai (m+n) yang paling mendekati nilai 2 adalah 1.001958 -0.032521 r 10.015634 0.00278081 0. sebagai berikut: a-x -0. Jadi dapat dicari nilai (m+n) yang paling mendekati 2.82305 -4.002 0 10 20 30 t(s) 40 50 60 Dengan y = -0. Setelah didapat nilai orde reaksi. Praktikan telah mencoba kurva polinomial dari orde 2 sampai orde 6 dan orde 4 ini yang memberikan nilai paling mendekati nilai orde sebenarnya yaitu 2.010423 0.032521 1/(a-x) -139.914 2972.024056 0. perhitungan tidak dapat dilanjutkan.01406 -0.00042 0.67 124. Nilai tetapan laju reaksi didapatkan dari nilai gradien kurva antara t ).976628 dengan galat sebesar 1.008 0.00715 -0.396739 4.00193027x 0.00000309x3 . nilai turunan pertamanya = -r.015634 0.02252 Operasi logaritma natural mendapatkan ln rt= ln k +m ln (ax) + n ln (b-x).00000002x + 3 2 0.42587 ln (a-x) L ( MHOS) 1400 1390 1100 1000 1000 900 x 0.02252 a-x -0. didapat 4 persamaan.371 ln r 2.3433 63.98729 79.00563 -0.370355 5.010423 0.00193027x 0. Dari percobaan. Dari kelima persamaan dicari nilai (m+n). dapat ditentukan nilai r. selanjutnya dapat ditentukan nilai tetapan laju reaksi.0.0.002 0 -0.15832 -3.017155 0.00278081.k 0.00000002x4 + 0.00563 -0.4777 781.788362 6.00042 0.401179 7.

333333 2266.004711235 -0. Nilai a yang didapat bernilai 0.810x .8108.002357118 -0. pertama-tama dengan cara mengalurkan kurva 8 .666667 2266. -500 0 1/(a-x) -1000 -1500 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 -2000 -2500 -3000 t(s) Dari persamaan kurva linier yang didapat.009024 0. laju reaksi adalah y Pada volume NaOH= 2 volume etil asetat L ( MHOS) 2100 2000 1900 1900 1900 1900 1700 t (detik) 489 921 1576 2167 2812 3334 ~ Kemudian ditentukan a dan b.009024 0. Setelah diketahui nilai a dan b.010201 0.006667 sedangkan nilai b yang didapat bernilai 0. Sehingga didapat nilai x sebagai berikut : t (detik) 489 921 1576 2167 2812 3334 ~ L ( MHOS) 2100 2000 1900 1900 1900 1900 L =1/3 L` 1133.002357118 -0.002357118 -0. maka dapat ditentukan nilai x yang didapat dari persamaan berikut x=  .0000030 antara t dengan (a-x).002357118 -0.666667 Untuk menentukan nilai orde dari reaksi antara etil asetat dengan NaOH. Sehingga didapat kurva polinomial sebagai berikut : 1700 2266.k 1000 500 0 kt 1:1 y = 0.666667 x 0.009024 0.00667 a-x -0. a dan b merupakan konsentrasi terkoreksi volume.013333.666667 2266.666667 2266.666667 2266.003534176 -0.011378 0. dapat diketahui nilai tetapan 0. dengan Lo= L NaOH.009024 0.2142.

00040x3 + 0.61 dengan tetapan laju reaksi adalah 2.002 a-x 0 2 4 kt 2:1 r e y = 0. Pada metode titrasi ada beberapa faktor keslaahan diantaranya pipet yang dipakai tidak dikalibrasi untuk larutan panas namun dikalibrasi untuk larutan pada suhu ruang. Penguapan ini akan menyebabkan kesalahan dalam pengukuran hantaran.003 -0. titrasi dilakukan tidak cepat sehingga banyak kesalahan dari faktor waktu.0.00488 kondukto 2:1 orde Poly.00099x .3179. dan perbedaan suhu ketika mengukur hantaran pada waktu tak hingga.005 t(s) Namun perhitungan nilai orde reaksi dan tetapan laju reaksi Dari kedua cara tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode yang paling baik adalah metode konduktometri walaupun nilai orde reaksi dan nilai tetapan laju reaksi pada volume NaOH=2 volume etil asetat tidak dapat ditentukan karena nilai (a-x) bernilai negatif.8142.004 -0. Kesalahan lainnya yaitu penguapan etil asetat. Selain itu juga. Ditakutkan reaksi tersebut belum selesai. cairan perendam elektroda.00152x2 6 8 0. 9 . Dengan metode titrasi (vNaOH=2vEtilasetat) didapat orde reaksi total = 4.00003x4 . Namun metode konduktometri memberikan nilai orde reaksi yang sangat mendekati 2.k 0 -0.001 -0. Walaupun ketika pemanasan labu erlenmeyer ditutup namun ketika dibuka untuk pengukuran hantaran maka ada sebagian etil asetat yang menguap. Selain itu. KESIMPULAN Dengan metode titrasi (vNaOH=vEtilasetat) didapat orde reaksi total = 2. Kesalahan terbesar pada metode konduktometri adalah praktikan lupa menentukan hantaran pada waktu tak hingga sehingga larutan dibuat dari awal lagi. Etil asetat adalah senyawa volatil. Gunanya mengukur hantaran pada waktu tak hingga ini sebagai asumsi bahwa reaksi telah selesai. air yang dipakai untuk merendam elektroda ini tidak tidak dapat dilanjutkan karena nilai (a-x) bernilai negatif.32 dengan tetapan laju reaksi adalah 2. diganti selama percobaan berlangsung sehingga ditakutkan ada ion-ion lainnya dari larutan yang akan masuk ke dalam air dan mengganggu pembacaan.0. Suhu yang digunakan untuk memanaskan pada suhu tak hingga sangat panas. (kondukto 2:1 orde) -0.

Physical Chemistry. Freeman and Company: New York. Terimakasih juga untuk teman-teman kelompok 1. hal 545 546. S cm mol Apakah akibatnya bila titrasi dari HCl tidak dapat segera dilakukan? Seandainya titrasi ini harus ditunda (misalnya sampai seluruh percobaan selesai). W. Aini dan Ka Tika yang telah mau bekerja sama dalam percobaan M-2 ini. Dita. Turunan satuan-satuan yang digunakan dalam sistem Internasional (SI) untuk hantaran jenis dan hantaran molar? -1 -1 -1 Hantaran jenis : ohm cm ( cm ) 2 -1 2 -1 Hantaran molar : S m mol . Peter W. Harga energi pengaktifan akan tereduksi/dikurangi dengan penambahan katalis. Physical Chemistry. y Kenyataan apakah yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat ini adalah reaksi orde dua? Reaksi penyabunan etil asetat merupakan reaksi orde dua.Melihat satuan dari tetapan laju reaksinya . YHP. y y y Energi pengaktifan dapat ditentukan secara percobaan. 1996. apakah yang harus dikerjakan? Apabila titrasi HCl tidak segera dilakukan maka temperatur campuran zat akan menurun dan mempengaruhi hasil tetapan laju rekasinya. Gordon M. Seandainya titrasi ditunda.Membandingkan dua buah persamaan laju reaksi yang diketahui datanya. misalnya nilai t dengan t dimana t = 3 t ..RT ln (k/A). Ka Habib dan Ka Disny yang telah membimbing saya dan kelompok saya menyelesaikan percobaan M-2 Referensi Atkins. Persamaan yang diperlukan : Ea = . Listy. Sehingga temperatur campuran zat harus dijaga y Terangkan tiga buah cara untuk menentukan orde dari suatu reaksi kimia! .Dengan metode konduktometri (vNaOH=v etil asetat) didapat orde reaksi total =1. McGraw-Hill: New York. Tetapan laju reaksi tidak bisa ditentukan secara teoritis tetapi harus melalui percobaan. Hal ini dapat dilihat dari -1 -1 satuan tetapan reaksinya. M menit . edisi ke-6.976628 dengan tetapan laju reaksi adalah 0.H. edisi ke-5. Terangkan prinsipnya dan lukiskan pula persamaan-persamaan yang diperlukan! Energi pengaktifan adalah energi minimal yang diperlukan suatu pereaksi untuk melakukan reaksi. 10 . maka temperaturnya harus dinaikkan dengan pemanasan ulang. UCAPAN TERIMAKASIH Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Allah SWT atas ridho dan rahmat-Nya akhirnya laporan percobaan M-2 ini dapat terselesaikan. ini.Membandingkan waktu paruh. Dengan metode konduktometri (vNaOH=2 v etil asetat) tidak didapatkan nilai orde reaksi dan nilai tetapan laju reaksi karena nilai (a-x) bernilai negatif. 1994.8108. Griya. Terimakasih juga untuk Eldwin yang telah memberikan menemani dikala sakit melanda. Terimakasih juga untuk Asisten percobaan M-2. Lampiran Pertanyaan Modul tetap agar konstan pada saat titrasi. hal 732 735.. Barrow.

grafik dan keterangan K=A ln K = ln A - y y ln 1/r 1/t Y = mx + c dengan m = y E + 2F 3G. mol awal F = 20 mol. mol awal E = 10 mol. Setelah 10 menit. 2 -2 -1 K total = 10 L gr s . 11 . terbentuk 3 mol G. Konduktometri : larutan dapat memberikan hantaran listrik yang dipengaruhi oleh kekuatan ion dan kemobile-an ion tersebut dalam larutan. Didapat dari satuan tetapan laju reaksi. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna. Perubahan warna ditentukan oleh indikator yang dipakai. Tentukan orde reaksi total Orde total = 3. Persamaan Arhenius. Hantaran ini kemudian dapat digunakan untuk menghitung kosentrasi suatu spesi dalam larutan.Perbaikan tes awal y Judul percobaan Penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi Prinsip titrasi dan konduktometri Titrasi : sejumlah analit dan sejumlah titran saling menetralkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->