Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang membahas tentang ³SILOGISME´. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk mengikuti salah satu tugas mata kuliah Logika Bahasa Indonesia. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan -kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

2 Silogisme kategorik «««««««««««««««««««««««««..1 Kesimpulan ««««««««««««««««««««««««««««..Daftar Isi KATA PENGANTAR «««««««««««««««««««««««««. 3 1. 13 DAFTAR PUSTAKA «««««««««««««««««««««««««.5 Dilema ««««««««««««««««««««««««««««««.. ii BAB I PENDAHULUAN «««««««««««««««««««««««« 1 1.2 Tujuan ««««««««««««««««««««««««««««««..4 Silogisme Disyungtif ««««««««««««««««««««««««. .3 Manfaat «««««««««««««««««««««««««««««.. 1 1.. 9 1.....1 Latar belakang masalah «««««««««««««««««««««««.. i DAFTAR ISI «««««««««««««««««««««««««««««.. 7 1.. 11 BAB III PENUTUPAN ««««««««««««««««««««««««« 13 1. 5 1...1 Pengertian silogisme ««««««««««««««««««««««««« 5 1. 1 1. 2 BAB II PEMBAHASAN ««««««««««««««««««««««««.3 Silogisme hipotetik «««««««««««««««««««««««««.

hal itu juga supaya lebih tangkas dan kreatif . Istilah lain yang digunakan sebagai gantinya adalah Mantiq. Tetapi mungkin juga anggapan itu didasarkan pada kenyataan bahwa biasanya dalam proses penulisan atau pemikiran hanya sedikit orang saja yang dapat mengungkapkan pikirannyadalam bentuk silogisme. menilai kegunaannya yang besar dari sesuatu yang ada juga sebagian orang yang mengatakan atau menganggap percuma mempelajari seluk beluk silogisme . Mungkin hal itu bisa terjadi karena tidak mau menghargai kebenaran dari sesuatu tradisi atau tidak dapat berasal dari masa lampau. jelas . Dengan demikian kita sebagai generasi penerus bangsa perlu belajar berpikir tertib . Akan tetapi. Dengan adanya makalah ini di harapkan menjadi masukan dan tambahan ilmu pengetahuan kepada para pembaca. . serta tajam. Hal ini diperlukan karena mengajarkan kita untuk dapat melihat konsekuensi dari sesuatu pendirian atau pernyataan yang apa bila di telaah lebih lanjut. misalnya ucapan ³Saya tidak senang kepada pegawai itu karena ia biasa datang terlambat ke kantor³ Proses pemikiran tersebut haya bisa di uji dan di kaji apabila kita beberkan dalambentuk silogisme karena bentuk silogismelah setiap langkah dari proses tersebut menjadi terbuka . Hal yang sangat penting juga adalah belajar membuat deduksi yang berani dengan salah satu cara untuk melahirkannya adalah silogisme. Sejak manusia dilahirkan pada dasarnya sudah sepantasnya untuk dilatih berpikir dengan jelas . bagian ± bagian silogisme dan macam.2 Tujuan Penulisan makalah silogisme ini betujuan agar dapat mengetahui pengertian silogisme. 1.1 Latar belakang masalah Logika adalah bahasa latin berasal dari kata ³logos´ yang berarti perkataan atau sabda.Bab I Pendahuluan 1. proses pemikiran kita menurut kenyataanya mengikuti pola silogisme jauh lebih sering dari pada yang kita duga.macam silogisme. tajam dan terang rumusannya . kata arab yang diambil dari kata kerja nataqa yang berarti berkata atau berucap.

1. . Tetapi apabila dikaji makalah ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan kita terutama dalam bidang bahasan tentang silogisme.3 Manfaat Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna.

(Premis ialah pernyataan Yang perlengkapan ditempatkan sebagai penarikan ceritanya. Silogisme Kategorik. Silogisme adalah argument yang konklusinya diambil secara pasti dari premis. meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. 1.la harus dihukum. Pada contoh. Kita lebih sering mengikuti polanya saja.premis yang menyatakan permasalahan yang berlainan Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat). Kalimat pertama (premis ma-yor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (kalimat ketiga). Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif. Misalnya ucapan ³Ia dihukum karena melanggar peraturan ³X´. .Bab II Pembahasan A.Ia melanggar peraturan ³X´ . kita lihat bahwa ungkapan ³melanggar «´ pada premis (mayor) diulangi dalam (premis minor). Demikian pula ungkapan ³harus dihukum´ di dalam kesimpulan. sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut: -Barang siapa melanggar peraturan ³X´ harus dihukum. Pengertian Silogisme Menurut Aristoteles. dan premis minor ( premis . Silogisme Kategorik Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorik. Hal itu terjadi pada bentuk silogisme yang standar. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.) Silogisme terdiri dari .

seperti: Semua yang halal dimakan menyehatkan Sebagian makanan tidak menyehatkan. jadi Sebagian pejabat tidak disenangi. dan M = Middle term) Hukum-hukum Silogisme Kategorik Apabila dalam satu premis partikular. (Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi) . Contoh : Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor) ««««««. kesimpulan harus negatif juga..S««««««««. Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan (Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan). kesimpulan harus partikular juga. P = Predikat. Apabila salah satu premis negatif.P Akasia adalah Tanaman (premis minor) «.P (S = Subjek... Sebagian pejabat adalah korupsi. seperti: Semua korupsi tidak disenangi.yang termnya menjadi subjek).S«««««.M Akasia membutuhkan air (konklusi) «.M«««««.

c. . Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya. seperti: Jika hujan. Sekarang hujan. seperti: Bila hujan. pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. saya naik becak. b. sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent. Sekarang bumi telah basah. Jadi kegelisahan tidak akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa. seperti: Bila mahasiswa turun ke jalanan. seperti: Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa. d. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent. Jadi hujan telah turun. maka kegelisahan akan timbul.2. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan. bumi akan basah. Jadi saya naik becak. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya. Silogisme Hipotetik Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik: a.

engan B. peperangan terjadi.( benar = terlaksana) Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi Nah. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan µkebenaran konklusinya bila premispremisnya merupakan pernyataan yang benar. Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah) Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen . maka A terlaksana. (tidak sah = salah) 3) Bila B terlaksana. . Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. 2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan berikut: Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi Nah. (tidak sah = salah) 4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana. peperangan terjadi. jadwal hukum silogisme hipotetik adalah: 1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.

Ternyata tidak berada di luar.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. jadi la bukan tidak lulus. Silogisme Disyungtif Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Premis minornya mengingkari salah satu alternatif. Jadi ia berada di dalam. Jadi di pasar. seperti: la berada di luar atau di dalam. silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Ternyata tidak di rumah. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. . konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain.3. seperti: la lulus atau tidak lulus. Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu: a. seperti: Hasan di rumah atau di pasar. Ternyata ia lulus. Silogisme ini ada dua macam.

Budi di masjid atau di sekolah. Jadi ia berbaju non-putih. Silogisme disyungtif dalam arti sempit. ternyata tidak berada di dalam. b. Jadi ia bukan tidak berbaju putih. konklusi yang dihasilkan selalu benar. seperti : Hasan berbaju putih atau tidak putih.Ia berada di luar atau di dalam. Jadi ia berada di luar. Jadi ia tidak berada di masjid. seperti: Budi di masjid atau di sekolah. . kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain. la berada di sekolah. la berada di masjid. Jadi ia tidak berada di sekolah. Hasan berbaju putih atau tidak putih. Hukum-hukum Silogisme Disyungtif 1. Premis minor mengakui salah satu alternatif. Ternyata ia tidak berbaju putih. Ternyata berbaju putih. apabila prosedur penyimpulannya valid.

la adalah guru. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar). Jadi ia guru. B. la adalah pelaut. kebenaran koi adalah sebagai berikut: a. Dalam dilema .2. berupa proposisi disyungtif . Jadi bukan pelaut Budi menjadi guru atau pelaut. Konklusinya. Budi menjadi guru atau pelaut. Dilema menurut Mundari dalam bukunya yang berjudul logika ia mengartikan Dilema adalah argumerntasi bentuknya merupakancampuran antara silogisme hipotetik dan silogisme disyungtif . seperti: Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya. Jadi bukan guru b. Ternyata tidak lari ke Yogya. Silogisme disyungtif dalam arti luas. tetapi bisa proposisi kategorika. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah). Jadi ia lari ke Solo. Hal ini terjadi karena premis mayornya terdiri dari duaproposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disjungtif . Adapun konklusiyang diambil selalu tidak . (Bisa j¶adi ia seorang pedagang). Ternyata ia bukan pelaut. (Bisa jadi ia lari ke kota lain). seperti: Budi menjadi guru atau pelaut. terkandung konsekuensi yang kedua kemungkinannya sama berat .

Sekarang kita ambil contoh dilema yang konklusinya merupakan keputusan kategorika. Sedangkan engkauharus bersikap adil atau tidak adil . kedua bentuk non baku. · Jika engkau berbuat adil manusia akan membencimu . Berbuat adil ataupun tidakengkau akan dibenci. Setiap pendusta membutuhkan rahmat supaya dapat ditobatkan. maka motivasi menggiatkanbelajar tidak berguna . sebagai brikut. Dan setiap manusia itu saleh atau pendusta. . konklusi berupa proposisi disjungtif . ia harus membayarkuberdasarkan keputusan pengadilan . · Apabila para mahasiswa suka belajar . Karena itu ia harus tetap harus membayar kepadaku. Ia mungkin kalah dan mungkin pula menang . sehingga alternatif apapun yang dipilih .menyenangkan . Maka setiap manusia membutuhkan rahmat. Sedangkan bila mahasiswa malas belajarmotivasi itu tidak membawa hasil . Pada kedua contoh tersebut . · Jika Budi kalah dalam perkara ini . sehingga sulit menentukan pilihan. Suatu contoh lkasik tentang dilemma adalah ucapan seorang ibu yang membujuk anaknya agar tidak terjun dalam dunia politik . Bila ia menang ia juga harus membayarku berdasarkan perjanjian . Dilema dalam arti lebih luas adalah situasi ( bukan argumentasi ) dimana kita harus memilih dua alternative yang kedua ± duanya mempuyai konsekwensi yang tidak diingi. Karena itu motivasi menggiatkan belajar itu tidak bermanfaat atau tidak membawa hasil. · Setiap orang yang saleh membutuhkan rahmat supaya tekun dalam kebaikan . Jika engkauberbuat tidak adil tuhan akan membencimu . dilemma dipergunakan sebagai alat pemojok . Contoh pertama adalah dilemma bentuk baku . lawan bicara selalu dalam situasi tidak menyenangkan . Dalam debat.

dan salah satunya harus universal). dari dua macam keputusan (yang mengandung unsur yang sama. Contoh : y y y Semua manusia pasti akan meninggal Tono adalah manusia Jadi Tono pasti akan meninggal. Putusan ± putusan yang menjadi sumber terakhir disebut premise. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.Simpulan Secara garis besarnya kesimpulan dari pembahasan makalah ini bahwa yang dimaksud dengan silogisme adalah suatu pengambilan kesimpulan. Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. . Premise yang wilayahnya umum disebut premise mayor. . sedangkan yang wilayahnya tidak/ kurang umum disebut premise minor. Penalarannya bertolak dari pernyataan bersifat umum menuju pada pernyataan/simpulan khusus. Adapun putusan yang di tarik dari premise ini disebut konklusi atau kesimpulan.

H.com/2010/04/01/pengertian-silogisme. Logika. 2008.html. PT Raja Grafindo Persada.com/2009/09/silogisme -pengertian-bagian-bagian-dan.Daftar Pustaka http://andriksupriadi.blogspot. http://hadirukiyah2. Mundiri. .wordpress. Jakarta.

oleh : Ade Hudaya Ai Nurwati Dea Nuryanti Imas Eva Hasanah Jamiatun Fitriyani Nim 41032121091015 Nim 41032121091034 Nim 41032121091026 Nim 41032121091009 Nim 41032121091050 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2010 .SILOGISME Makalah diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ³Logika´ yang dibina oleh Hamdani. S.Pd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful